Resume
jDdmF1lxKOM • Konsep Baru Angkringan! Nyantai Seperti di Desa di Tengah Kota, Tanpa Promosi Sehari 700 Pengunjung
Updated: 2026-02-12 02:30:10 UTC

Berikut adalah rangkuman komprehensif berdasarkan transkrip yang diberikan:

Kisah Sukses Angkringan Pule & Cobek Pule: Dari Lahan Kos Sisa hingga Ramai Pengunjung

Inti Sari (Executive Summary)

Video ini mengulas perjalanan bisnis kuliner "Angkringan Pule" dan "Cobek Pule" yang dimulai pada tahun 2018 oleh Muhammad 1. Berawal dari pemanfaatan lahan sisa pembangunan kos-kosan yang ditanami pohon pule, bisnis ini berkembang pesat menjadi tempat makan luas dengan konsep alam pedesaan di tengah kota. Dengan harga terjangkau dan fasilitas memadai, usaha ini mampu menarik ratusan pengunjung setiap harinya, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa.


Poin-Poin Kunci (Key Takeaways)

  • Konsep Unik: Menggabungkan model angkringan dengan "Cobek Pule" (mirip lalapan Lamongan dengan cobek kayu) yang menawarkan kenyamanan dan nuansa alam.
  • Asal Usul Nama: Nama "Angkringan Pule" diambil secara spontan dari pohon pule (Alstonia scholaris) yang ditanam di lahan tersebut karena sejuk dan rindang.
  • Pertumbuhan Pesat: Lahan awal yang hanya 6x10 meter kini berkembang menjadi area duduk seluas 30x50 meter dan total lahan (termasuk parkir) 30x70 meter.
  • Target Pasar: Sekitar 60% pengunjung adalah pelajar dan mahasiswa, sisanya warga lokal dan wisatawan saat musim liburan.
  • Harga Terjangkau: Menu utama seperti nasi bungkus dijual Rp5.000 dan nasi prasmanan Rp10.000, menjadikannya pilihan ekonomis bagi pelajar.
  • Kapasitas Pengunjung: Rata-rata melayani 350 hingga 700 pengunjung setiap hari dengan kapasitas parkir yang besar.

Rincian Materi (Detailed Breakdown)

1. Sejarah dan Asal Usul Bisnis

  • Awal Mula: Bisnis ini dimulai pada tahun 2018 saat pemilik (Muhammad 1) berusia 37 tahun.
  • Lahan Sisa: Pemilik awalnya membangun kos-kosan dan memiliki sisa lahan yang tidak terpakai.
  • Penanaman Pule: Lahan kosong tersebut ditanami pohon pule karena dinilai sejuk dan memberikan keteduhan (rindang).
  • Penamaan: Nama "Angkringan Pule" muncul secara spontan merujuk pada pohon-pohon tersebut di lokasi.

2. Konsep dan Pengembangan Usaha

  • Konsep Hibrida: Menggabungkan konsep angkringan tradisional dengan "Cobek Pule" (sajian lalapan dengan sambal di cobek kayu).
  • Nuansa: Menawarkan suasana yang nyaman, aman, tentram, dan bernuansa semi-alam pedesaan di tengah perkotaan.
  • Ekspansi Fisik:
    • Awal: Area utama hanya berukuran 6x10 meter.
    • Sekarang: Area duduk berkembang menjadi 30x50 meter dengan penambahan gazebo.
    • Total Lahan: Mencakup area parkir seluas kurang lebih 30x70 meter.

3. Fasilitas dan Target Pasar

  • Area Parkir: Mampu menampung sekitar 50 mobil dan 200-300 sepeda motor.
  • Demografi Pengunjung:
    • 60%: Pelajar (SD/SMP) dan mahasiswa kampus.
    • Sisanya: Masyarakat lokal sekitar dan wisatawan luar kota pada hari libur.
  • Jumlah Pengunjung: Rata-rata harian berkisar antara 350 hingga 700 orang.

4. Detail Menu dan Harga

Usaha ini menargetkan pasar menengah ke bawah dengan harga yang sangat bersahabat:
* Nasi Bungkus: Dijual seharga Rp5.000.
* Nasi Prasmanan (Ambil Sendiri): Dijual seharga Rp10.000.
* Minuman: Kisaran harga Rp2.000 - Rp4.000.
* Menu Makanan: Meliputi ayam goreng, lele goreng, berbagai sayuran (kangkung, daun pepaya, dll.), tempe, dan tahu, lengkap dengan sambal khas cobek pule.

5. Sumber Daya Manusia

  • Karyawan berjumlah antara 10-15 orang.
  • Tenaga kerja diambil dari anggota keluarga sendiri dan warga sekitar lokasi usaha.

Kesimpulan & Pesan Penutup

Angkringan Pule & Cobek Pule adalah bukti nyata bahwa pemanfaatan lahan sisa dengan konsep yang tepat (nyaman dan alami) serta strategi harga terjangkau dapat menghasilkan bisnis kuliner yang sukses dan berkembang pesat. Usaha ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi pemilik, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar dan menjadi tempat rekreasi kuliner favorit bagi keluarga dan pelajar.

Prev Next