Bekas Jeans Seragam Tambang Didaur Ulang Jadi Produk Tas Bernilai Tinggi!
G0LMh7SspVM • 2022-10-21
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] kita sebagai wanita Ternyata harus bisa mandiri ekonomi gitu Meskipun tidak sebesar pendapatan suami minimal ketika terjadi sesuatu ibarat kapal itu wanita harus bisa menjadi sekoci tidak karam lah ya bisa menyelamatkan keluarga kecil kita kadang saya pulang itu kalau pulang ke sini isi tas saya itu apa celana bekas saja jadi nggak bawa oleh-oleh tapi bawa oleh-olehnya adalah seragam sama celana bekas itu Nah itu kami menjalaninya LDR jadi istri di rumah Blitar Saya di Jakarta Kami menjalani kehidupan itu sekarang sudah 18 tahun jadi LDR kami total 12 tahun [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan nama saya Johan Pramono Saya asli Blitar Umur saya sudah 43 tahun dan saya adalah karyawan swasta istri saya adalah ini Ardiana mawasari yang kebetulan adalah dulu teman sekolah Jadi sekolah di SMA 1 Blitar satu angkatan tahun 98 ya tidak ada pernah kisah tapi akhirnya ketemu di Jakarta kemudian ya satu tujuan menikah Nah itu kami menjalani kehidupan dalam menikah itu dan Kebetulan kami menjalaninya LDR jadi istri di rumah Blitar Saya Jakarta Nah itu kami jalani selama 9 tahun pulang pun cuma Sebulan sekali itu di manufaktur saya kemudian saya pindah lagi ke perusahaan di kontraktor di Kalimantan di situ saya ada sistem roster 40 hari di sana kemudian 14 Hari di rumah kami menjalani kehidupan itu sekarang sudah 18 tahun jadi LDR kami total 18 tahun ketemunya juga efektif paling 14 Hari yang bener-bener kualitas Kemudian dari situ Kami mempunyai pikiran terus menjelang masa tuanya nanti mau seperti apa gitu apakah akan seperti itu terus Nah akhirnya punya keinginan Bagaimana kalau kita merintis suatu usaha gitu yang awalnya berasal dari hobi kebetulan hobi istri saya adalah menjahit menjahitnya adalah apa tas tas yang memang dari bahan kanvas Nah itu awalnya hobi itu karena untuk mengisi waktu anak-anak sudah mulai full day jadi saya habis nganter sekolah pagi kan nanti jemputnya sore Terus saya lihat belajarnya melalui Facebook Pinterest seperti itu awalnya seperti itu saya bikin satu saya upload Wah bisa bikin tas ya Bisa enggak buatin ini awalnya seperti itu sebenarnya hanya mem respon teman-teman ingin dibuatkan untuk itu akhirnya saya kewalahan untuk membuat sendiri karena pada saya kan saya harus menjadi seorang ibu biasanya mencari bantuan soalnya satu orang yang membantu mulai dari belum bisa menjahit sampai akhirnya sekarang bisa saya lepas sendirilah untuk menjahit akhirnya kita pasarkan melalui medsos marketplace seperti itu jadi mengalir aja sih waktu itu dulu awalnya kita menggunakan merk Cana gitu merek Cana itu dengan bahan kanvas linen tapi impor Nah pandemik itu kita nggak bisa mendatangkan karena kebijakan pemerintah kan waktu itu jadi kita terbatasan akan bahan baku ya saya berpikir bagaimana memanfaatkan bahan baku yang kita tidak tergantung dengan impor kan gitu kemudian saya mulai mengangkat batik ciprat karya teman difabel yang ada di Blitar sini seperti itu kemudian juga melihat lagi tumpukan Jin seragam suami dari kantornya di tambang itu Nah itu mulai saya mainkan akhirnya terciptalah kombinasi Jin bekas itu dengan batik ciprat teman-teman difabel itu kalau di tempat kami setiap tahun kan mendapatkan seragam nih Itu atasan hem bawahnya adalah celana jin setahun itu dapat 6 pasang kadang-kadang kami pakai 6 pasang itu masih sisa 2 selama setahun dan tahun berikutnya dapat lagi otomatis akan numpuk nih ini mau kemana bahan-bahan ini jangan numpuk ini kalaupun nanti sudah nggak pakai dibuang toh anda akan bisa terurai kan karena kan perlu penanganan khusus kan menjadi sampah yang yang akan mencemari lingkungan lagi gitu gimana caranya kalau di sisi dengan listrik kemarin waktu ada program itu kalau memanfaatkan tentang bahan bekas ini akan mempunyai nilai tambah jadi dari old to be new gitu kita membuat sesuatu yang lama ini menjadi suatu baru punya nilai yang lebih gitu limbah fashion itu saat ini sudah rajai lah nomor 2 itu apalagi fast fashion kan sekarang itu akhirnya Gimana caranya kita mengurangi limbah itu memanfaatkan kembali seperti itu sih Akhirnya saya bukan hanya sekedar memproduksi sebenarnya Isi saya adalah juga untuk edukasi mengkampanyekan Bagaimana mencintai produk recycle gitu nah ketika memulai usaha ini asli sebenarnya saya beban bebannya itu apakah bisa diterima masyarakat dengan menggunakan bahan bekas tapi ternyata Alhamdulillah responnya bagus terutama bagi penikmat jin dan orang peduli lingkungan itu mereka lebih mengapresiasi terhadap produk upsidel ini gitu jadi bagi mereka semakin tua jin itu semakin punya nilai seperti itu jadi makanya kita menggunakan nama the beller karena akan terkesan bahwa ini bukan Jin baru kan Sudah usang sudah warnanya pudar mungkin sudah compang-camping di sana-sini itu makanya kita menggunakan nama the belt-nya itu kan karena kita pakai kombinasi batik Cipra teman-teman disabilitas gitu jadi makanya D itu ya D itu adalah difabel dari batiknya itu adalah dari jin bekasnya [Musik] itu ada filosofinya difabel yang kita gunakan dari batik ciprat kemudian B itu adalah better jadi menjadi lebih baik adalah enviro artinya ramah lingkungan kemudian l nya itu adalah live untuk kehidupan berikutnya adalah empati jadi empati yang kita berikan untuk teman-teman difabel kemudian kalau l yang terakhir adalah cinta cinta bumi dan cinta sesama bagaimana mengkaryakan itu sehingga muncullah ideal ini kan kita mengadakan seragam tambang seragam tambang kan di Kalimantan nih kita harus shifting ke sini mengelola mengumpulkan dulu dari beberapa pekerja dan memang menunjukkan support dari perusahaan terutama di tim ganya begitu barang itu terkumpul maka akan dikirim dan 21 hari baru bisa sampai ke sini kadang-kadang kita kejar-kejaran antara stok yang ada ini Ini harus mengumpulkan lagi nah saya yang bergerak di sana saya kumpulkan komunikasi dengan teman-teman kadang saya pulang itu kalau pulang ke sini isi tas saya itu apa celana bekas seragam bekas saja jadi enggak bawa oleh-oleh tapi bawa oleh-olehnya adalah seragam bekas itu Nah itu karena kalau kita bicara tentang budaya Jawa memakai barang bekas itu kayak pamali atau apa gitu ya itu bagaimana kita berbicara tentang barunya itu seperti apa ya barunya ini menjadi sesuatu yang bernilai tambah lebih contohnya kalau kita secara jin itu ada resleting kemudian rasa saku saku ini kan kalau kita potong ditempelkan dalam bentuk satu motif tas akan menjadi sesuatu yang berbeda biasanya kan takut cuma ngisi apa kalau dalam celana ya Tapi ketika di combine dalam tas itu dia masih tampilan yang berbeda gitu ini jadi kita saat ini terkait dengan material sebenarnya edukasi dan yang ketiga adalah marketingnya ini jadi yang menjadi hal yang hambatan di kami bagaimana mulai proses itu karena kan mengenalkan ini loh itu butuh sesuatu hal yang bagaimana orang menyadari ini produk yang memang ramah lingkungan yang memang bisa dipakai dan akan berkelanjutan di dalam prosesnya gitu Setahu saya itu Justru orang Eropa Australia itu susu ulir terhadap produk-produk avsicle gitu mereka menjaga sekali memperhatikan sekali bagaimana kelangsungan bumi ini seperti itu bagaimana mereka terhadap sampah itu kan mereka lebih lebih ware daripada kita gitu kalau kita kan Menggunakan sesuatu yang baru setelah trend berganti meskipun itu masih bagus kan sudah entah dibuang atau seperti apa seperti itu Jadi sebenarnya ada misi untuk mengkampanyekan bagaimana kita bijak membeli sesuatu tapi juga untuk lebih memikirkan Bagaimana kelangsungan hidup kita nanti gitu yang paling Cilincing itu justru bagaimana kita orang membeli barang kita itu bukan hanya sekedar bagus tapi mereka sadar gitu mereka ingin menyelamatkan bumi ini itu challenginya adalah bagaimana saya bisa mengkampanyekan bahwa produk ini itu bentuk where kita terhadap lingkungan itu itu yang saya belum mampu terus terang gitu Itu yang saya di situ karena bayangan Saya saya bermimpi ketika orang menggunakan produk kami itu begitu melihat itu langsung Oh ini where banget ya orang ini tuh berarti peduli sekali sama lingkungan begitu Bukan karena brandnya yang mahal atau brandnya yang yang sudah inilah ya gitu Tapi lebih ke orang ini where itu yang ingin sebenarnya ingin kami ciptakan di benak para pengguna Terus terang saya itu backgroundnya biologi Saya memang dari dulu tuh peduli banget dengan saya tuh mungkin kalau dilihat di rumah di belakang itu seperti gudang yang ini kenapa barang-barang kok numpuk itu karena saya buang sesuatu itu saya merasa begini ini kalau selama ini pasti akan berguna gitu ada bermanfaat simpan aja dulu gitu jadi meskipun entah itu botol susu atau apa itu selama belum tersalur pada orang yang bisa mengolah itu sebisa mungkin kita Iya Disimpan dulu begitu tapi ternyata dengan mengolah Jin bekas ini kita bisa selain mengolah limbah menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomis juga alhamdulillah bisa membantu pemberdayaan para ibu-ibu itu itu yang akhirnya memotivasi saya meskipun ini belum berjalan cepatlah ya gitu tapi itu yang membuat saya berjuang pasti ini akan memberi manfaat bukan hanya untuk saya bukan berharap untuk generasi tapi juga untuk saat ini untuk ibu-ibu yang notabenya suaminya itu bekerja lepas ya Jadi mereka membantu perekonomian keluarga saya pernah mengalami suatu kehidupan di saat seperti ini artinya Waktu itu saya tahun '97 ya 98 saya masih SMA orang tua itu punya usaha yang besar dan kemudian saat itu Ya kita merasa nyaman lah dengan kondisi itu dan kita usaha Ibu juga PNS waktu itu tapi ternyata 98 itu ada krisis yang akhirnya membalik usaha itu dari yang di atas sampai ke bawah saat di bawah itu bener-bener kalau istilahnya tinggal orang yang namanya rumah sudah ada dan bener-bener kita hanya tinggal orang saja itu saya berpikir Suatu saat saya juga akan harus punya usaha walaupun saya akan bekerja karena Biar bagaimanapun usaha ini yang akan membuat terus kita bisa menjalani hidup walaupun kita menjadi seorang pegawai atau kalau kita berbicara saya Pegawai sampai umur berapa sih Insyaallah kalau diberi umur panjang ya mungkin 55 Sudah pensiun terus selanjutnya saya mau ngapain tabungan ya tapi sudah kita mulai apalagi kalau orang boleh ngomong live begin importir hidup dimulai di umur 40 tapi memang di hidup di umur 40 ini yang harus kita mulai pertimbangkan mau ngapain apakah akan menjadi pegawai terus atau akan memulai usaha Alhamdulillah suami dapat punya pekerjaan ya Yang yang cukuplah sebenarnya buat kami gitu tapi kenapa saya ada usaha ini awalnya memang hanya sekedar usaha saja Kemudian begitu ada pandemic gitu Apa pandemik itu yang sama sekali Mungkin sedunia ini tidak memprediksikan begitu besar dampaknya dan kita tidak tahu Sampai kapan Nah itu ibaratnya kita enggak tahu dual 3 menit ke depan kita itu seperti apa itu kita selalu itu sepertinya enggak tahu itu umur itu sangat benar rahasia Allah Nah dari situlah kita baru sadar bahwa saya hanya bertumpu pada suami dari sisi pendapatan ya gitu kita sebagai wanita Ternyata harus bisa mandiri ekonomi gitu Meskipun tidak sebesar pendapatan suami minimal ketika terjadi sesuatu itu ibarat kapal itu wanita harus bisa menjadi sekoci tidak kalah lah ya bisa menyelamatkan keluarga kecil kita itu sih yang menyadarkan saya dengan pandemik itu karena itu saya semakin bersemangat lagi untuk menata usaha ini bukan hanya sekedar memproduksi dan menjual tapi juga Bagaimana usaha ini bisa sustainable gitu bisa memberi kebermanfaatan bukan bukan hanya untuk saya bukan hanya untuk anak-anak saya Tapi juga untuk keluarga-keluarga yang lain wanita-wanita yang lain mungkin yang juga pada waktu itu khawatir seperti saya karena di kantor suami saya pada saat itu pengurangan itu bisa sampai ratusan pada periode pandemi itu bisa sampai ratusan saya sebagai istri kan juga berdoa ya Allah Pokoknya terus pokoknya yang terbaik lah seperti itu ini kan bisnis berkelanjutannya kan kita berbicara tentang limbah yang akan diolah dan selanjutnya menjadi all the benew ya kemudian pangsa pasar kedepan itu terlihat besar sampai dengan di mungkin ya di mancanegara itu kesadaran orang terhadap berperilaku untuk hidup yang ramah lingkungan sudah dimulai walaupun di Indonesia masih belum ya itu yang menjadi suatu mimpi kami bahkan mimpi kami produk ini akan bisa menembus pasaran ke luar negeri Eropa Australia itu yang menjadi mimpi kami Dan yang menjadi keyakinan bahwasanya akan bisa terus berlanjut untuk nextnya itu seperti itu dari pandemi kemarin itu saya baru menyadari bahwa produk itu harus punya value dan kemudian saya merasakan itu saya merasakan Anda nyawanya di situ gitu Jadi ada semangat adanya Wah ada tujuannya itu jelas gitu loh gitu jadi ketika produk itu pasti akan sama kayak di medsos ya ada netizen yang haters dan ya seperti itu kan pasti di Kenapa barang bekas mahal gitu Tapi ketika kita bisa menjelaskan itu ternyata sekaligus menjadi edukasi karena ini tidak seperti barang yang bahan dari selembar kain yang langsung dipolas seperti itu ini prosesnya panjang jadi kenapa ini mahal karena prosesnya yang panjang dan mengedukasi itu yang membutuhkan proses atau dari situ biasanya orang jadi akan lebih tertarik gitu loh Wah ini berarti menggunakan tas ini bukan hanya sekedar keras yang buah sama buatan pabrik gitu tapi ini ada nilainya kisarannya antara 150 sampai 400 ya gitu cuman kan untuk orang mereka memandangnya kan Ini barang bekas di situ tantangannya situ karena ini sebenarnya Bang Bekas kenapa mahal gitu tapi sebenarnya ada satu hal lagi bahwa dalam proses recycle itu ada dua hal ada upsidel dan daun cycle jadi misalkan jeans itu ketika dia dirubah menjadi tas dia nilainya kan yang satu celana jeans gitu ketika menjadi tas nilainya kan jadi lebih mahal itu namanya up cycle gitu kalau don't cycle celana jeans itu dirubah menjadi keset itu Nah itu namanya daun second nilainya kan turun nilai kesetnya itu nah kita mengedepankan upsidelnya itu dan di situ kan butuh sentuhan seni ya Iya jadi tidak hanya sembarangan mungkin Kenapa bekas itu keset murah gitu tapi kan Dilihat good looking mana gitu loh [Musik] bismillah ya Semoga kita semua awal sampai Jannah gitu ya sama Allah itu dari Allah ya kita kita hanya meminta dan mengupayakan gitu ya sudah karena memang dari awal kami menikah itu bukan pacaran teruslah tanpa cinta Ya maksudnya tapi ketika kita saya meyakini bahwa menikah itu adalah ibadah jadi saya niatin ibadah kita konsepnya apapun ketika sudah jadi suami istri itu kekurangan dia dia itu adalah satu paket jadi apapun itu kekurangan dan kelebihan suami itu adalah anugerah dari Allah Itulah sih mungkin yang membuat 18 tahun LDR tapi tetap nyaman seperti itu Jadi intinya segala sesuatu kecil apapun komunikasi kejujuran itu dan yang pasti kita dengan iman kita pasrahkan kepada Allah gitu Justru karena dengan LDR ini yang salah satu motivasi saya ya saya ya semoga dijawab sama Allah gitu ya Saya ingin setidaknya punya omset yang keuntungannya itu bisa lebih dari gaji suami saya jadi suami saya bisa segera kumpul gitu loh maksudnya ini mah itu sebelum pandemik itu sebenarnya Tujuan saya itu biar kalau suami saya pulang saya punya penghasilan yang lebih dari pendapatan dia Jadi dia bisa pulang karena sudah sering pengalaman dari manajernya atau mau pulang ke sini dengan modal yang besar pun kalau tidak punya pengalaman dalam berbisnis habis akhirnya kembali lagi ke tambang sudah banyak pengalaman seperti itu jadi artinya Monggo suami saya mencari modal lah ibaratnya saya tak berusaha membuat jaringan gitu di sini bagi saya kehidupan saya terberat atau kehilangan ayah gitu karena itu sangat mendadak sekali jadi saya sudah kerja sih Adik masih kuliah dan ibu itulah jadi pengalaman saya ibu saya adalah ibu rumah tangga ya benar-benar ibu rumah tangga Naik motor aja enggak bisa benar-benar tergantung pada suami di situlah saya tingkat kepasraan saya di situ makanya saya mau menerima suami saya itu karena sudah ada pada titik bener-bener ibadah Allah itu sangat sayang dengan keluarga kami itu bapak meninggal Ibu saya itu tidak tahu apa-apa keluar tuh kemana-mana selalu dengan bapak Akhirnya saya tidak berpikir panjang apapun yang saya pikirkan adalah orang tua tinggal satu saya resign saya menemani Ibu saya saya sudah pada titik pasrah bahwa saya percaya sama Allah bahwa hidup ini adalah milik Allah Allah yang sudah mengatur yang terbaik makanya saya bisa menikah tanpa pacaran itu salah satunya melalui proses itu juga [Musik] sih maksudnya ini teman bapak meninggal Ibu ini benar-benar down Saya melihat ibu Don itu sampai stress yang kalau ke dokter itu sampai dokternya angkat tangan ternyata obatnya cuma satu penenang dikasih obat penenang Ibu sehat karena pikiran kan itu saya juga sudah ini nah kemudian akhirnya kebetulan ada rezeki itu sudah sama adik kita ini buat Ibu naik haji biar Ibu ngobati ibu lah begini gimana aku punya anak perempuan belum nikah gitu waktu itu seperti akhirnya dengan dana yang ini dipilah-pilah antara buat Haji dan Pokoknya Ibu ingin sebelum Ibu naik haji Saya menikah begitulah jadi akhirnya Pilihlah begitu ya dengan istikharah lah istikharah dan perjalanan ya panjang lah itu intinya akhirnya kami menikah itu [Musik] saya Ardiana malrasari owner dari the beller bersama dengan suami Johan Pramono mengucapkan terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]
Resume
Categories