Transcript
G0LMh7SspVM • Bekas Jeans Seragam Tambang Didaur Ulang Jadi Produk Tas Bernilai Tinggi!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0129_G0LMh7SspVM.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
kita sebagai wanita Ternyata harus bisa
mandiri ekonomi gitu Meskipun tidak
sebesar pendapatan suami minimal ketika
terjadi sesuatu ibarat kapal itu wanita
harus bisa menjadi sekoci tidak karam
lah ya bisa menyelamatkan keluarga kecil
kita kadang saya pulang itu kalau pulang
ke sini isi tas saya itu apa celana
bekas saja jadi nggak bawa oleh-oleh
tapi bawa oleh-olehnya adalah seragam
sama celana bekas itu Nah itu kami
menjalaninya LDR jadi istri di rumah
Blitar Saya di Jakarta Kami menjalani
kehidupan itu sekarang sudah 18 tahun
jadi LDR kami total 12 tahun
[Musik]
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh perkenalkan nama saya Johan
Pramono Saya asli Blitar Umur saya sudah
43 tahun dan saya adalah karyawan swasta
istri saya adalah ini Ardiana mawasari
yang kebetulan adalah dulu teman sekolah
Jadi sekolah di SMA 1 Blitar satu
angkatan tahun 98 ya tidak ada pernah
kisah tapi akhirnya ketemu di Jakarta
kemudian ya satu tujuan menikah Nah itu
kami menjalani kehidupan dalam menikah
itu dan Kebetulan kami menjalaninya LDR
jadi istri di rumah Blitar Saya Jakarta
Nah itu kami jalani selama 9 tahun
pulang pun cuma Sebulan sekali itu di
manufaktur saya kemudian saya pindah
lagi ke perusahaan di kontraktor di
Kalimantan di situ saya ada sistem
roster 40 hari di sana kemudian 14 Hari
di rumah kami menjalani kehidupan itu
sekarang sudah 18 tahun jadi LDR kami
total 18 tahun ketemunya juga efektif
paling 14 Hari yang bener-bener kualitas
Kemudian dari situ Kami mempunyai
pikiran terus menjelang masa tuanya
nanti mau seperti apa gitu apakah akan
seperti itu terus Nah akhirnya punya
keinginan Bagaimana kalau kita merintis
suatu usaha gitu yang awalnya berasal
dari hobi kebetulan hobi istri saya
adalah menjahit menjahitnya adalah apa
tas tas yang memang dari bahan kanvas
Nah itu awalnya hobi itu karena untuk
mengisi waktu anak-anak sudah mulai full
day jadi saya habis nganter sekolah pagi
kan nanti jemputnya sore Terus saya
lihat belajarnya melalui Facebook
Pinterest seperti itu awalnya seperti
itu saya bikin satu saya upload Wah bisa
bikin tas ya Bisa enggak buatin ini
awalnya seperti itu sebenarnya hanya mem
respon teman-teman ingin dibuatkan untuk
itu akhirnya saya kewalahan untuk
membuat sendiri karena pada saya kan
saya harus menjadi seorang ibu biasanya
mencari bantuan soalnya satu orang yang
membantu mulai dari belum bisa menjahit
sampai akhirnya sekarang bisa saya lepas
sendirilah untuk menjahit akhirnya kita
pasarkan melalui medsos marketplace
seperti itu jadi mengalir aja sih waktu
itu dulu awalnya kita menggunakan merk
Cana gitu merek Cana itu dengan bahan
kanvas linen tapi impor Nah pandemik itu
kita nggak bisa mendatangkan karena
kebijakan pemerintah kan waktu itu jadi
kita terbatasan akan bahan baku ya saya
berpikir bagaimana memanfaatkan bahan
baku yang kita tidak tergantung dengan
impor kan gitu kemudian saya mulai
mengangkat batik ciprat karya teman
difabel yang ada di Blitar sini seperti
itu kemudian juga melihat lagi tumpukan
Jin seragam suami dari kantornya di
tambang itu Nah itu mulai saya mainkan
akhirnya terciptalah kombinasi Jin bekas
itu dengan batik ciprat teman-teman
difabel itu kalau di tempat kami setiap
tahun kan mendapatkan seragam nih Itu
atasan hem bawahnya adalah celana jin
setahun itu dapat 6 pasang kadang-kadang
kami pakai 6 pasang itu masih sisa 2
selama setahun dan tahun berikutnya
dapat lagi otomatis akan numpuk nih ini
mau kemana bahan-bahan ini jangan numpuk
ini kalaupun nanti sudah nggak pakai
dibuang toh anda akan bisa terurai kan
karena kan perlu penanganan khusus kan
menjadi sampah yang yang akan mencemari
lingkungan lagi gitu gimana caranya
kalau di sisi dengan listrik kemarin
waktu ada program itu kalau memanfaatkan
tentang bahan bekas ini akan mempunyai
nilai tambah jadi dari old to be new
gitu kita membuat sesuatu yang lama ini
menjadi suatu baru punya nilai yang
lebih gitu limbah fashion itu saat ini
sudah rajai lah nomor 2 itu apalagi fast
fashion kan sekarang itu akhirnya Gimana
caranya kita mengurangi limbah itu
memanfaatkan kembali seperti itu sih
Akhirnya saya bukan hanya sekedar
memproduksi sebenarnya Isi saya adalah
juga untuk edukasi
mengkampanyekan Bagaimana mencintai
produk recycle gitu nah ketika memulai
usaha ini asli sebenarnya saya beban
bebannya itu apakah bisa diterima
masyarakat dengan menggunakan bahan
bekas tapi ternyata Alhamdulillah
responnya bagus terutama bagi penikmat
jin dan orang peduli lingkungan itu
mereka lebih mengapresiasi terhadap
produk upsidel ini gitu jadi bagi mereka
semakin tua jin itu semakin punya nilai
seperti itu jadi makanya kita
menggunakan nama the beller karena akan
terkesan bahwa ini bukan Jin baru kan
Sudah usang sudah warnanya pudar mungkin
sudah compang-camping di sana-sini itu
makanya kita menggunakan nama the
belt-nya itu kan karena kita pakai
kombinasi batik Cipra teman-teman
disabilitas gitu jadi makanya D itu ya D
itu adalah difabel dari batiknya itu
adalah dari jin bekasnya
[Musik]
itu ada filosofinya
difabel yang kita gunakan dari batik
ciprat kemudian B itu adalah better jadi
menjadi lebih baik adalah enviro artinya
ramah lingkungan kemudian l nya itu
adalah live untuk kehidupan
berikutnya adalah empati jadi empati
yang kita berikan untuk teman-teman
difabel kemudian kalau l yang terakhir
adalah
cinta cinta bumi dan cinta sesama
bagaimana mengkaryakan itu sehingga
muncullah ideal ini
kan kita mengadakan seragam tambang
seragam tambang kan di Kalimantan nih
kita harus shifting ke sini mengelola
mengumpulkan dulu dari beberapa pekerja
dan memang menunjukkan support dari
perusahaan terutama di tim ganya begitu
barang itu terkumpul maka akan dikirim
dan 21 hari baru bisa sampai ke sini
kadang-kadang kita kejar-kejaran antara
stok yang ada ini Ini harus mengumpulkan
lagi nah saya yang bergerak di sana saya
kumpulkan komunikasi dengan teman-teman
kadang saya pulang itu kalau pulang ke
sini isi tas saya itu apa celana bekas
seragam bekas saja jadi enggak bawa
oleh-oleh tapi bawa oleh-olehnya adalah
seragam bekas itu Nah itu karena kalau
kita bicara tentang budaya Jawa memakai
barang bekas itu kayak pamali atau apa
gitu ya itu bagaimana kita berbicara
tentang
barunya itu seperti apa ya barunya ini
menjadi sesuatu yang bernilai tambah
lebih contohnya kalau kita secara jin
itu ada resleting kemudian rasa saku
saku ini kan kalau kita potong
ditempelkan dalam bentuk satu motif tas
akan menjadi sesuatu yang berbeda
biasanya kan takut cuma ngisi apa kalau
dalam celana ya Tapi ketika di combine
dalam tas itu dia masih tampilan yang
berbeda gitu ini jadi kita saat ini
terkait dengan material sebenarnya
edukasi dan yang ketiga adalah
marketingnya ini jadi yang menjadi hal
yang hambatan di kami bagaimana mulai
proses itu karena kan mengenalkan ini
loh itu butuh sesuatu hal yang bagaimana
orang menyadari ini produk yang memang
ramah lingkungan yang memang bisa
dipakai dan akan berkelanjutan di dalam
prosesnya gitu
Setahu saya itu Justru orang Eropa
Australia itu susu ulir terhadap
produk-produk avsicle gitu mereka
menjaga sekali memperhatikan sekali
bagaimana kelangsungan bumi ini seperti
itu bagaimana mereka terhadap sampah itu
kan mereka lebih lebih ware daripada
kita gitu kalau kita kan Menggunakan
sesuatu yang baru setelah trend berganti
meskipun itu masih bagus kan sudah entah
dibuang atau seperti apa seperti itu
Jadi sebenarnya ada misi untuk
mengkampanyekan bagaimana kita bijak
membeli sesuatu tapi juga untuk lebih
memikirkan Bagaimana kelangsungan hidup
kita nanti gitu yang paling Cilincing
itu justru bagaimana kita orang membeli
barang kita itu bukan hanya sekedar
bagus tapi mereka sadar gitu mereka
ingin menyelamatkan bumi ini itu
challenginya adalah bagaimana saya bisa
mengkampanyekan bahwa produk ini itu
bentuk where kita terhadap lingkungan
itu itu yang saya belum mampu terus
terang gitu Itu yang saya
di situ karena bayangan Saya saya
bermimpi ketika orang menggunakan produk
kami itu begitu melihat itu langsung Oh
ini where banget ya orang ini tuh
berarti peduli sekali sama lingkungan
begitu Bukan karena brandnya yang mahal
atau brandnya yang yang sudah inilah ya
gitu Tapi lebih ke orang ini where itu
yang ingin sebenarnya ingin kami
ciptakan di benak para pengguna Terus
terang saya itu backgroundnya biologi
Saya memang dari dulu tuh peduli banget
dengan saya tuh mungkin kalau dilihat di
rumah di belakang itu seperti gudang
yang ini kenapa barang-barang kok numpuk
itu karena saya buang sesuatu itu saya
merasa begini ini kalau selama ini pasti
akan berguna gitu ada bermanfaat simpan
aja dulu gitu jadi meskipun entah itu
botol susu atau apa itu selama belum
tersalur pada orang yang bisa mengolah
itu sebisa mungkin kita Iya Disimpan
dulu begitu tapi ternyata dengan
mengolah Jin bekas ini kita bisa selain
mengolah limbah menjadi produk yang
mempunyai nilai ekonomis juga
alhamdulillah bisa membantu pemberdayaan
para ibu-ibu itu itu yang akhirnya
memotivasi saya meskipun ini belum
berjalan cepatlah ya gitu tapi itu yang
membuat saya berjuang pasti ini akan
memberi manfaat bukan hanya untuk saya
bukan berharap untuk generasi tapi juga
untuk saat ini untuk ibu-ibu yang
notabenya suaminya itu bekerja lepas ya
Jadi mereka membantu perekonomian
keluarga
saya pernah mengalami suatu kehidupan di
saat seperti ini artinya Waktu itu saya
tahun '97 ya 98 saya masih SMA orang tua
itu punya usaha yang besar dan kemudian
saat itu Ya kita merasa nyaman lah
dengan kondisi itu dan kita usaha Ibu
juga PNS waktu itu tapi ternyata 98 itu
ada krisis yang akhirnya membalik usaha
itu dari yang di atas sampai ke bawah
saat di bawah itu bener-bener kalau
istilahnya tinggal orang yang namanya
rumah sudah ada dan bener-bener kita
hanya tinggal orang saja itu saya
berpikir Suatu saat saya juga akan harus
punya usaha walaupun saya akan bekerja
karena Biar bagaimanapun usaha ini yang
akan membuat terus kita bisa menjalani
hidup walaupun kita menjadi seorang
pegawai atau kalau kita berbicara saya
Pegawai sampai umur berapa sih
Insyaallah kalau diberi umur panjang ya
mungkin 55 Sudah pensiun terus
selanjutnya saya mau ngapain tabungan ya
tapi
sudah kita mulai apalagi kalau orang
boleh ngomong live begin importir hidup
dimulai di umur 40 tapi memang di hidup
di umur 40 ini yang harus kita mulai
pertimbangkan mau ngapain apakah akan
menjadi pegawai terus atau akan memulai
usaha Alhamdulillah suami dapat punya
pekerjaan ya Yang yang cukuplah
sebenarnya buat kami gitu tapi kenapa
saya ada usaha ini awalnya memang hanya
sekedar usaha saja Kemudian begitu ada
pandemic gitu Apa pandemik itu yang sama
sekali Mungkin sedunia ini tidak
memprediksikan begitu besar dampaknya
dan kita tidak tahu Sampai kapan Nah itu
ibaratnya kita enggak tahu dual 3 menit
ke depan kita itu seperti apa itu kita
selalu itu sepertinya enggak tahu itu
umur itu sangat benar rahasia Allah Nah
dari situlah kita baru sadar bahwa saya
hanya bertumpu pada suami dari sisi
pendapatan ya gitu kita sebagai wanita
Ternyata harus bisa mandiri ekonomi gitu
Meskipun tidak sebesar pendapatan suami
minimal ketika terjadi sesuatu itu
ibarat kapal itu wanita harus bisa
menjadi sekoci tidak kalah lah ya bisa
menyelamatkan keluarga kecil kita itu
sih yang menyadarkan saya dengan
pandemik itu karena itu saya semakin
bersemangat lagi untuk menata usaha ini
bukan hanya sekedar memproduksi dan
menjual tapi juga Bagaimana usaha ini
bisa sustainable gitu bisa memberi
kebermanfaatan bukan bukan hanya untuk
saya bukan hanya untuk anak-anak saya
Tapi juga untuk keluarga-keluarga yang
lain wanita-wanita yang lain mungkin
yang juga pada waktu itu khawatir
seperti saya karena di kantor suami saya
pada saat itu pengurangan itu bisa
sampai ratusan pada periode pandemi itu
bisa sampai ratusan saya sebagai istri
kan juga berdoa ya Allah Pokoknya terus
pokoknya yang terbaik lah seperti itu
ini kan bisnis berkelanjutannya kan kita
berbicara tentang limbah yang akan
diolah dan selanjutnya menjadi all the
benew ya kemudian pangsa pasar kedepan
itu terlihat besar sampai dengan di
mungkin ya di mancanegara itu kesadaran
orang terhadap berperilaku untuk hidup
yang ramah lingkungan sudah dimulai
walaupun di Indonesia masih belum ya itu
yang menjadi suatu mimpi kami bahkan
mimpi kami produk ini akan bisa menembus
pasaran ke luar negeri Eropa Australia
itu yang menjadi mimpi kami Dan yang
menjadi keyakinan bahwasanya akan bisa
terus berlanjut untuk nextnya itu
seperti itu dari pandemi kemarin itu
saya baru menyadari bahwa produk itu
harus punya value dan kemudian saya
merasakan itu saya merasakan Anda
nyawanya di situ gitu Jadi ada semangat
adanya Wah ada tujuannya itu jelas gitu
loh gitu jadi ketika produk itu pasti
akan sama kayak di medsos ya ada netizen
yang haters dan ya seperti itu kan pasti
di Kenapa barang bekas mahal gitu Tapi
ketika kita bisa menjelaskan itu
ternyata sekaligus menjadi edukasi
karena ini tidak seperti barang yang
bahan dari selembar kain yang langsung
dipolas seperti itu ini prosesnya
panjang jadi kenapa ini mahal karena
prosesnya yang panjang dan mengedukasi
itu yang membutuhkan proses atau dari
situ biasanya orang jadi akan lebih
tertarik gitu loh Wah ini berarti
menggunakan tas ini bukan hanya sekedar
keras yang buah sama buatan pabrik gitu
tapi ini ada nilainya kisarannya antara
150 sampai 400 ya gitu cuman kan untuk
orang mereka memandangnya kan Ini barang
bekas di situ tantangannya situ karena
ini sebenarnya Bang Bekas kenapa mahal
gitu tapi sebenarnya ada satu hal lagi
bahwa dalam proses recycle itu ada dua
hal ada upsidel dan daun cycle jadi
misalkan jeans itu ketika dia dirubah
menjadi tas dia nilainya kan yang satu
celana jeans gitu ketika menjadi tas
nilainya kan jadi lebih mahal itu
namanya up cycle gitu kalau don't cycle
celana jeans itu dirubah menjadi keset
itu Nah itu namanya daun second nilainya
kan turun nilai kesetnya itu nah kita
mengedepankan upsidelnya itu dan di situ
kan butuh sentuhan seni ya
Iya jadi tidak hanya sembarangan mungkin
Kenapa bekas itu keset murah gitu tapi
kan Dilihat good looking mana gitu loh
[Musik]
bismillah ya Semoga kita semua awal
sampai Jannah gitu ya
sama Allah itu dari Allah ya kita kita
hanya meminta dan mengupayakan gitu ya
sudah karena memang dari awal kami
menikah itu bukan pacaran teruslah tanpa
cinta Ya maksudnya tapi ketika kita saya
meyakini bahwa menikah itu adalah ibadah
jadi saya niatin ibadah kita konsepnya
apapun ketika sudah jadi suami istri itu
kekurangan dia dia itu adalah satu paket
jadi apapun itu kekurangan dan kelebihan
suami itu adalah anugerah dari Allah
Itulah sih mungkin yang membuat 18 tahun
LDR tapi tetap nyaman seperti itu Jadi
intinya segala sesuatu kecil apapun
komunikasi kejujuran itu dan yang pasti
kita dengan iman kita pasrahkan kepada
Allah gitu Justru karena dengan LDR ini
yang salah satu motivasi saya ya saya ya
semoga dijawab sama Allah gitu ya Saya
ingin setidaknya punya omset yang
keuntungannya itu bisa lebih dari gaji
suami saya jadi suami saya bisa segera
kumpul gitu loh maksudnya ini mah itu
sebelum pandemik itu sebenarnya Tujuan
saya itu biar kalau suami saya pulang
saya punya penghasilan yang lebih dari
pendapatan dia Jadi dia bisa pulang
karena sudah sering pengalaman dari
manajernya atau mau pulang ke sini
dengan modal yang besar pun kalau tidak
punya pengalaman dalam berbisnis habis
akhirnya kembali lagi ke tambang sudah
banyak pengalaman seperti itu jadi
artinya Monggo suami saya mencari modal
lah ibaratnya saya tak berusaha membuat
jaringan gitu di sini bagi saya
kehidupan saya terberat atau kehilangan
ayah gitu karena itu sangat mendadak
sekali jadi saya sudah kerja sih Adik
masih kuliah dan ibu itulah jadi
pengalaman saya ibu saya adalah ibu
rumah tangga ya benar-benar ibu rumah
tangga Naik motor aja enggak bisa
benar-benar tergantung pada suami di
situlah saya tingkat kepasraan saya di
situ makanya saya mau menerima suami
saya
itu karena sudah ada pada titik
bener-bener ibadah Allah itu sangat
sayang dengan keluarga kami itu bapak
meninggal Ibu saya itu tidak tahu
apa-apa keluar tuh kemana-mana selalu
dengan bapak Akhirnya saya tidak
berpikir panjang apapun yang saya
pikirkan adalah orang tua tinggal satu
saya resign saya menemani Ibu saya saya
sudah pada titik pasrah bahwa saya
percaya sama Allah bahwa hidup ini
adalah milik Allah Allah yang sudah
mengatur yang terbaik makanya saya bisa
menikah tanpa pacaran itu salah satunya
melalui proses itu juga
[Musik]
sih maksudnya ini teman bapak meninggal
Ibu ini benar-benar down Saya melihat
ibu Don itu sampai stress yang kalau ke
dokter itu sampai dokternya angkat
tangan ternyata obatnya cuma satu
penenang dikasih obat penenang Ibu sehat
karena pikiran kan itu saya juga sudah
ini nah kemudian akhirnya kebetulan ada
rezeki itu sudah sama adik kita ini buat
Ibu naik haji biar Ibu ngobati ibu lah
begini gimana aku punya anak perempuan
belum nikah gitu waktu itu seperti
akhirnya dengan dana yang ini
dipilah-pilah antara buat Haji dan
Pokoknya Ibu ingin sebelum Ibu naik haji
Saya menikah
begitulah jadi akhirnya Pilihlah
begitu ya dengan istikharah lah
istikharah dan perjalanan ya panjang lah
itu intinya akhirnya kami menikah itu
[Musik]
saya Ardiana malrasari owner dari the
beller bersama dengan suami Johan
Pramono mengucapkan terima kasih
wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
[Musik]