Transcript
rS6K3fY_vm4 • Punya Bisnis Puluhan Tahun, Pilih Jadi Marbot Masjid di “Real Masjid”. Apakah Untung?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0120_rS6K3fY_vm4.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
visi hidup kita itu tidak bernilai
apapun dihadapan Allah kecuali kemudian
akan dikaitkan dengan akhirat Jadi kalau
keresahan hidup kita hanya urusan dunia
Allah mengancam akan memporak-porandakan
urusan kita diberikan kemiskinan di mata
kita rasanya kurang Terus berapa yang
kita dapat bahkan Allah mengibaratkan
dikasih satu gunung emas pun akan
kurangkan gitu kalau manusia dikasih
itulah nafsu kita itu seperti itu
levelnya manusia bisnis ini adalah
kendaraan kita untuk mencari kehidupan
di balik kematian tadi padahal di balik
kematian kalau kita ndak punya kendaraan
yang kita bawa terhadap apa yang kita
tanam di dunia ini jangan-jangan nanti
ending kita mau surga atau neraka
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh perkenalkan saya Nanang
syaifurozi asal dari Banjarnegara
tinggal di Jogjakarta saat ini profesi
saya pengusaha dan Marbot Saya punya
usaha namanya Rumah Warna baru sama
istri saya usaha dari tahun 2002 sampai
sekarang kurang lebih udah 20 tahun
bidang produksi tas tas anak sekolah
remaja putri saat ini juga mengurus
yayasan yang mengelola masjid nanti ada
amal pendidikannya ada amal sosialnya
ada amal dijarahnya juga sebenarnya
usaha rumah warna sendiri dimulai sejak
kuliah kita Rintis gitu ya di tahun 2002
menikah kemudian kita serius sih lebih
jauh tentang bisnis waktu itu yang
ngalir saja karena istri saya waktu itu
hanya bisnisnya keras saja kerajinan
namun kemudian ngarahnya adalah apa yang
memang dibutuhkan oleh remaja putri yang
setiap orang memakai itu Apa oh tas gitu
Nah dari situlah kami menginovasikan
macam-macam model-model tas sampai
akhirnya kita boardingnya adalah di
warna makanya namanya rumah warna jadi
berani memadukan warna-warna yang waktu
itu jarang sekali orang berani memakai
warna-warna yang terang yang bahasanya
orang norak gitu tapi kita memakai itu
kebetulan mulai budaya narsis itu muncul
gitu kan orang udah ndak pakai malu lagi
untuk berbeda dengan yang lain makanya
Alhamdulillah bisa diterima oleh
masyarakat waktu itu kan zaman tahun
2000-an 2002 itu kan warnanya lebih ke
pastel ya gitu ya kertas-kertas daur
ulang buminya waktu itu coklat hitam
pol-polnya ya krem-krem yang soft soft
lah kalau pun ijo itu kan waktu itu kita
berani untuk tas itu dibikin warnanya
ungu hijau ngejreng kan gitu ya Ya emang
peminatnya Enggak banyak tapi itu jadi
ciri khas walaupun kemudian yang laku
banyak yang item merah soft Terus yang
lain kita sediakan juga tapi itu juga
tetap ada jadi menjadi pembedanya
produk-produk yang lain adalah di warna
tadi Kalau mungkin yang lain mau bikin
warna itu wah nanti kalau nggak laku
gimana tapi buat kita ini menjadi
diferensiasi keunikannya di situ bicara
bisnis kan sebenarnya kuncinya adalah
inovasi ya mungkin sekarang jadi
keunikan besok kalau udah banyak yang
memakai kan ya jadi keunikan ya kalau
dulu bicara riset sebenarnya
kecil-kecilan ndak ada punya tim riset
dan sebagainya ndak tapi seorang
pengusaha itu harus berpikir keunikan
apalagi yang harus ditambahkan karena
kalau bicara hanya bikin produk itu
semua orang bisa bikin produknya justru
yang mahal dari value sebuah bisnis itu
kan adalah brand nah brand itu image-nya
apa sama masyarakat itu konsumen itu
mengingatkan apa terhadap brand itu yang
perlu kita survei artinya itu yang harus
digenggam kita nih di rumah warna
sendiri image terhadap rumah warna saat
ini selain warna tadi adalah produknya
punya kualitas karena produk kita
bergaransi walaupun produk lokal harga
lokal tapi kualitas internasional
bahasanya begitu jadi orang pakai produk
rumah warna jebol balikin lahan gitu
kita lebih ke liat tambahnya Sebenarnya
bukan perkara Ya sekedar warna atau
produk itu tapi lebih ke brand nilai
brand-nya itu tadi
kalau kita berbagi peran waktu itu kalau
di awal-awal istri saya adalah bagian
ide karena yang tahu selera wanita kan
wanita
kemudian berjalan kita berdua saya ke
marketingnya istri saya ke produksinya
Terus sekarang malah yang lebih banyak
bergelut di bisnis ini istri saya kita
berbagi peran saja kan ditinggalkan
semuanya kita istri saya juga bantu saya
di Urusan ke masjid dan saya juga masih
pantas di saya juga untuk urusan bisnis
ya karena keluarga couple Ya udahlah
semuanya dikerjakan bersama-sama gitu
bisnis kalau sendiri bisa jadi terus
enggak ada konflik gitu artinya
konfliknya pun mungkin dengan bank atau
dengan pihak ketiga nah ini couple ini
memang perlu banyak bicara perlu saling
mengerti satu sama yang lain ya biasalah
apalagi dalam urusan rumah tangga untuk
bicara perbedaan cara pikir cara pandang
dari laki-laki dan perempuan ini kan
berbeda semua harus punya itu
masing-masing oh perempuan mungkin lebih
detail ini karena melihatnya dari sisi
ini harus saling ngerti Nah itulah yang
perlu ilmu memahami untuk bisa kemudian
melanggengkan hubungan perlu ilmu
makanya perlu dicari tahu
kalau di sisi usaha sih ndak ada konflik
gitu ya konfliknya malah di hal-hal yang
lain gitu loh jadi kalau usaha karena
sebenarnya kita bangun dari 0 gitu
visinya sama naturalis saja Kemudian ada
muncul ujian-ujian di sana-sini ya kita
hadapi berdua dengan visi tetap visi
yang sama namanya usahakan kadang naik
kadang turun kadang ada badai kadang
masalah karyawan kemudian masalah
supplier dan lain sebagainya ya kita ya
sudah jalan bareng aja gitu jadi
pengalaman kami waktu itu franchise di
tahun
2012 Nah itu ternyata kapasitas tim kita
belum bisa untuk mengarah ke Franchise
yang profesional ya kan malah terlalu
banyak konflik ada di situ kan Anda Kami
memutuskan untuk Mitra saya walaupun
konsepnya sebenarnya kayak franchise
Tapi kalau bicara franchise kan harus
ada Royal di harus ada franchi XV dan
sebagainya sehingga menuntut kita lebih
profesional secara tim banyak orang yang
kemudian membeli franchise itu merasa
beli mesin ATM gitu Pokoknya harus
segera menghasilkan padahal bisnis kan
harus dikasih paham dulu bahwasanya
untung rugi itu ya sebuah biasa saja
enggak harus memang kalau membeli sebuah
franchise ya senar apapun saya buat
apapun kalau waktunya belum Untung ya
itu masalah gitu ya ini kadang-kadang
kalau tidak dipahamkan orang yang
kemudian berbisnis apalagi mereka
basic-nya dari pekerja mungkin pensiunan
yang dapat duit tahunya Beli franchise
harus perbulan sudah menghasilkan nah
ini kadang repot untuk ketemu dengan
mitra-mitra yang seperti itu dulu kita
pernah sampai
90 titik di seluruh Indonesia Sampai
segitu Tapi sekarang apalagi pandemi ini
kan banyak yang
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
sebenarnya ini fase kehidupan saja gitu
ya Emang kalau berjalankan saya untuk
lebih mengenal tentang agama ini di
tahun 2016 karena saya mulai gelisah ini
Selama perjalanan bisnis 14 tahun itu
terasa kayaknya kok rutinitas selama 14
tahun itu kok itu-itu aja gitu
sebenarnya apa sih hidup ini kan cari
tahu kalau perjalanan untuk lebih
mengenal agama Islam sehingga memahami
untuk kemudian bahwa visi hidup kita itu
ndak bernilai apapun di hadapan Allah
kecuali kemudian akan dikaitkan dengan
apa dengan akhirat Jadi kalau keresahan
hidup kita hanya urusan dunia Allah
mengancam akan memporak-porandakan
urusan kita diberikan kemiskinan di mata
kita rasanya kurang Terus berapa yang
kita dapat bahkan Allah mengibaratkan
dikasih satu gunung emas pun akan kurang
kan gitu kalau manusia dikasih itu hawa
nafsu kita itu seperti itu default-nya
manusia dan itu terjadi saya merasa Kok
kayak gini saya banget
apa yang saya berikan adalah bagaimana
nambah aset bagaimana setiap hari itu
urusannya adalah strategi Bagaimana
mikirin omset ini harus selalu tumbuh
dan sebagainya setelah dapat aset itu
Terus buat apa seakan-akan tuh saya itu
hanya mencari kehidupan di balik
sempitnya dunia gitu
ndak pernah berpikir kehidupan di balik
kematian Wah nanti surga neraka aku
gimana ini ya bagaimana dengan hisab
saya nanti kan tidak pernah terpikirkan
waktu itu ya menjadi usaha yang penting
dalam pikiran saya usaha yang penting
jangan merugikan orang lain misalnya
yang penting tidak zalim sama orang lain
sudah selesai begitu saja Urusan Agama
ini hanya sekedar itulah yang penting
salat salat aja masih bolong seperti
Jumatan
ah apa sih urgensinya bisa baca Quran
kan gitu ternyata Alhamdulillah kalau
masih sayang sama saya untuk
diperkenalkan terhadap agama Terus
akhirnya yang berubah adalah visi
sebenarnya yang dilakukan sama tapi
visinya yang berubah Usaha tetap usaha
bisnis tetap bisnis namun kemudian apa
mengingatkan tujuannya ini dikaitkan
dengan urusannya surga dan neraka
alasannya dengan akhirat bisnis ini
adalah kendaraan kita untuk mencari
kehidupan di balik kematian tadi
ternyata di balik kematian kalau kita
ndak punya kendaraan yang kita bawa
terhadap apa yang kita tanam di dunia
ini jangan-jangan nanti ending kita mau
surga atau neraka
waktu tahun 2016 Saya pengen punya
kontribusi dalam dakwah karena
mengaitkan tadi dengan urusan akhirat
saya pilih untuk mengaitkan bisnis saya
dengan dakwah saya bikin event muslim
United kajian-kajian untuk masyarakat
untuk karyawan yang karyawan tadinya
urusannya hanya kerja kemudian kita
fasilitas untuk baca Quran kita
fasilitasi untuk beribadah yang lain
kasih kajian ilmu ilmu-ilmu tentang
agama ilmu fikih dan lain sebagainya ee
kalau secara fisiknya mengurangi jam
kerja tapi ya saya kemudian ini
memberikan hak terhadap apa akhirat gitu
karena bagaimanapun juga karyawan ini
akan bertanggung jawabkannya nanti akan
menanyakan sama saya Kalau enggak sih
kita enggak ngasih haknya kepada mereka
karena notabe ini kehidupan mereka itu
habis malah untuk perusahaan kan gitu 8
jam misalnya satu hari sementara mungkin
di rumah lebih banyak tidur gitu ya
Artinya kalau kemudian kita di sini
tidak memikirkan membawa mereka terhadap
hak-hak terhadap agama ini bisa jadi
nanti dipertanyakan
kamu ada punya karyawan kamu punya anak
buah namun tidak kamu bawa tidak diajak
untuk kebaikan tidak diajak untuk
kebenaran ini nanti kita harapannya
masuk surga malah ditarik-tarik sama
karyawan loh kamu nggak ngasih tahu
mengimani masalah dan mudharat itu
datanya dari Allah ujian kan datanya
dari awal ya Jadi hal yang kecil yang
buat kita kayaknya enggak masalah Allah
bisa kasihkan itu jadi masalah ya gitu
istilahnya saya eee terancam dengan
istilah terdakwah ya saya terancam
dengan istilah Bagaimana kalau dikurung
nanti dan sebagainya Itu kan jadi keris
soal akhirnya ya biasa orang kalau
kemudian terkena masalah hukum yang
dilakukan adalah mencari solusi ya
Gimana caranya bisa solusinya itu lepas
dari jeratan yang seperti itu gitu namun
selama 1 tahun dalam pencarian itu saya
tidak nemu gitu loh kemudian apa yang
saya lakukan Saya baru teringat Allah
lah di situ saya sama istri udahlah kita
umroh saja yuk ngadu sama Allah begitu
pulang ke sini masalahnya selesai kalau
selesaikan dengan caranya Allah tahu ya
selesai saja polisi udah memutuskan
untuk ini tidak berlanjut nah dari situ
terus kemudian visi kita hidup terus
berubah Iya sebenarnya masalah Allah
yang datang kan berarti kan so Harusnya
kan mendekati zat yang memperbolehkan
masalah itu hadir ke kita kan yang bisa
menyelesaikan kan bukan kita gitu sampai
di situ sebenarnya meruntuhkan
kesombongan kami gitu artinya yang
selama ini ngerasa bahwa apa yang kita
dapat itu adalah kerja keras kita kalau
runtuhkan itu jadi hasil itu bukan
perkara debatnya kita tapi suka-suka
Allah gitu kan dipahamkanlah sama Allah
bahwa Rezeki itu suka-suka Allah kita
ikhtiar itu karena apa Karena
diperintahkan sama Allah untuk
mengupayakan sebagai tapi bukan karena
sebab itu datangnya rezeki rezeki
suka-suka Allah lah dari situ kami
berubah visi bahwa bisnis ini bukan
karena kehebatan kita ada zat yang
kemudian memperbolehkan kami untuk di
aliri tadi terus dialiri terus ke mana
sih muaranya yang itu apakah muaranya
untuk memperkaya diri atau muaranya
untuk 7 turunan nih yang kamu persiapkan
dalam hidup ini
orang hidup itu ya Satu mempersiapkan
untuk urusan akhiratnya jadi dari
peristiwa tadi akhirnya kan saya ikut di
sini ikut majelis ini yang saya temukan
Saya bingung sebenarnya Islam tuh yang
bener yang mana
ngikut yang ke sini katanya jangan ke
sana sana begitu ke sana jangan ke sana
gitu loh sana itu tukang kafir-ngafirkan
di sana itu habis sana tuh ini ya
macam-macam lah banyak banget doktrin
yang masuk ke saya kok kasih semakin
bingung ini yang bener tuh yang mana
sampai akhirnya saya mendapatkan ilmu
bahwasanya sebenarnya itu Islam itu
sebenarnya sama itu tuh hanya geng-geng
motor saja gitu loh bukan tujuannya
tetap sama hanya mungkin motornya Harley
ada yang Yamaha ada yang Honda gitu loh
Om rodanya tetap dua gitu Jadi dari situ
terusnya keinginan Oh saya paham Berarti
semua saudara Jangan sampai kita sebagai
orang muslim apalagi yang berhijrah tadi
ndak tahu apa-apa Baru tahu ilmu yang
sangat sedikit terus kita mengkafirkan
sesama Muslim kita menghujat sama muslim
padahal itu cuman beda di urusan-urusan
yang cabang saja itu hanya tetap sama
Allah rasulnya tetap sama Muhammad
kitabnya tetap sama Alquran tapi kita
rela untuk apa Makan bangkainya saudara
kita elek-elek gitulah Yang lainnya
Saya pingin mengkampanyekan itu ya dari
kefakiran Saya yang masih sedikit
tentang ilmu agama Apa yang bisa saya
lakukan harus bikin event saja lah
event-nya hanya sekedar apa mendudukkan
para ustad-ustaz yang berbeda-beda tadi
dari berbagai harokat jadi berbagai
kelompok yang berbeda mau bermajelis di
satu majelis yang sama namanya muslim
United sebenarnya muslim United itu
adalah bahasa Inggrisnya dari Ukhuwah
Islamiyah kalau bicara ukhuwah islamiyah
kan Rasanya abot gitu loh kalau
orang-orang Hijrah ya bahwasanya Arab
apa sih
Persatuan Islam nah ini bahasa yang saya
Munculkan untuk memahamkan terhadap
orang-orang yang baru hijrah seperti
saya
ndak usah khawatir gitu maksudnya
beda-beda itu ndak apa-apa Kalau kita
tetap satu lebih ke situ sih
[Musik]
setelah pandemi masuk ke ton pertama
kita bikin event itu ya ijinkan selalu
ndak keluar gitu karena urusannya terus
Waduh ini gimana Terus kita mau
berdakwah ini kan gitu karena bisa
ngumpulin orang kita konsultasi dengan
para ustad terus diarahkan udahlah bikin
masjid Oh iya ya masuk akal juga kalau
Masjid itu eventnya malah harian
bukan tahunan bukan bulanan hanya terus
disampaikan saya bahwa bikin masjid itu
bukan bangun Masjid tapi apa yang kamu
punya ya sudah fungsikan sebagai masjid
Wah saya punyanya toko saya punya ada
foodcourt ya sudah jadikan masjid saja
sehingga Waktu itu ceritanya bikin
masjid dalam tiga hari kita sulap apa
yang ada di rumah korden lepasin
gordennya buat tutup
ndak ada kacanya dibikinlah pakai Mika
gitu terus pokoknya dalam 3 hari kita
bikin langsung untuk untuk sholat 5
waktu untuk Jum'atan jadi kita tidak
berpikir izin dulu lah inilah dan
sebagainya jamaahnya siapa Kan kita
punya karyawan Ya sudah itu aja dulu ya
untuk siapapun untuk masyarakat dan
hanya memastikan keberadaan masjid ini
berfungsi untuk masyarakat jangan sampai
di sekitar masjid ada masyarakat yang
kelaparan dan sampai di sekitar masjid
ada masyarakat yang tidak bisa akses
kesehatan jangan sampai di sekitar
masjid ada yang enggak bisa akses
pendidikan jadi kita pastikan masjid ini
punya kontribusi kemasyarakat sebagai
sumber solusi minimalnya di tiga hal
tadi makan kesehatan sama pendidikan
hanya di masjid ini ada Pesantren gratis
jadi akses masyarakat makan gratis
masyarakat enggak bisa makan inilah ke
masjid mau ambil beras silahkan juga
layanan kesehatan tapi setiap hari Jumat
sama Ahad kita siapkan layanan kesehatan
untuk masyarakat baik itu alternatif
maupun medis dalam dakwah itu kan memang
perlu tahu perlu memahami Eta dakwah
harus
hikmah dakwah harus paham situasi
makanya diberi masjid ini saat ini yang
tadinya masjid muslimin itu sekarang
tahun kedua ganti nama menjadi reel
masjid ya sebenarnya
ndak ada masalah hanya masalahnya kita
mau lebih menerilkan lagi yang tadinya
banyak Orang bilang Masjid muslimin itu
adalah Masjid virtual jadi jamaahnya
banyak kan virtual karena zamannya hanya
di Instagram
kita pengin lebih ngelihatkan bahwa ini
loh masjid Beneran kok kan gitu Jadi ini
Real Masjid dan manfaatnya harus lebih
real ya gitu jawabannya juga harus lebih
real segmentasi yang dipilih oleh kami
di masjid ini adalah anak muda Karena
anak muda ini kalau di sebuah masjid
pergerakan sosial atau apapun itu sosial
impact itu anak muda adalah mesin Jadi
kalau mesinnya tua ini ya cc-nya bisa
jadi bermasalah gitu ya sudah rekondisi
atau sudah ya sudah susah lah untuk
digerakkan sudah terlalu banyak masalah
dalam hidupnya orang-orang tua ini ya
sudah serahkan sama anak muda anak-anak
muda ini masih punya semangat Timah yang
tinggi punya endurance yang lebih kuat
dibandingkan orang-orang tua jadi anak
muda ini ibarat mesin itu ya masih gres
gitu ya Nah ini masjid mesinnya anak
muda makanya targetnya adalah anak muda
umur anak muda yang seperti apa ya Kalau
cuman mesin doang enggak dikasih bahan
bakar ya Enggak jalan juga gitu ya
karena dikasih makan pagar bahan
bakarnya anak-anak mudanya ini diinstal
Dengan apa Dengan msq masjid su mereka
salat berjamaahnya di masjid subuhnya
harus hidup gitu kan mereka harus
melatih subuh Karena anak muda paling
berat ini untuk salat subuh bermajelis
setelah subuh Kemudian yang Q nya adalah
Quran jadi melazimi untuk membaca Quran
minimal 1 juz dalam satu hari ya kita
lakukan secara berjamaah banyak Kita
pingin menarik sebanyak-banyaknya anak
muda untuk memerlukan masjid berapa
banyak sekarang masjid di Indonesia
mungkin 1 juta Gitu ya tapi bicara anak
muda mereka pasti ada anak mudanya gitu
ya Nah ini jadi masalah makanya kita
pengin menjadi masjid yang mencoba
menginspirasi masjid-masjid yang lain
dalam hal apa menarik anak-anak mudanya
Makanya karena tadi dakwah harus dengan
hikmah karena kita targetnya adalah anak
muda makanya di sini di bioskop melihat
aneh kok masjid punya fasilitas
bioskopnya bukan di dalam masjid sih
berbeda di lantai 2 saya kan gitu Kenapa
kok mesjid ada panggung dan sebagainya
ya ndak dalam masjid kan enggak apa-apa
lingkungan masjid kan gitu kemudian
warmindonya ada fasilitas-fasilitas yang
lain no problem tendanya dan sebagainya
ini adalah bagian apa memfasilitasi anak
muda karena biar anak muda itu enjoy
dengan masjid karena pertentangan kita
dakwah kita saat ini kan Bagaimana
bertarung dengan pemikiran-pemikiran
yang di luar Islam saat ini kan gitu
dengan menganggapnya kehidupan di masjid
itu enggak keren menjadi Marbot itu
enggak banget Padahal ini pekerjaan yang
mulia orang yang memantulkan masjid
anak-anak muda yang tumbuh di masjid
tumbuh dalam ketaatan itu di mata Allah
itu luar biasa disiapkan naungan di
yaumul akhir nanti di saat hisab itu ya
mereka disiapkan surga juga surga dengan
Rasulullah itu anak-anak muda yang atau
memperjuangkan Islam ini anak-anak muda
yang tumbuh dalam ketaatan kayaknya
boarding kita di Ring 3 ini anak-anak
muda yang rata-rata riting garing banget
itu kan di bawah kering satu kalau sudah
ke masjid yang tadinya panggilannya
karena makan panggilannya karena mau
nonton bioskop keren gitu endingnya
mereka punya panggilan Iman untuk datang
ke masjid itu karena kebutuhan mereka
ini yang step-step yang kita bawa
anak-anak muda ini untuk mau hatinya
terikat sama Masjid tapi untuk memasuki
ke sana tentunya tidak harus melupakan
yang tua-tua gitu loh yang tua-tua juga
harus diayahi istilahnya difasilitasi
juga kita juga memfasilitasi tiga pilar
peradaban yaitu ibu guru dan tokoh
masyarakat dari ibunya karena ibunya
yang punya kekuasaan di rumah tangga
yang bisa menggerakkan laki-lakinya
bapaknya anaknya itu untuk bergerak di
masjid yang bisa mencuci itu ibunya
makanya kita bikin program buat ibunya
ada pasar gratis ada holiday family gitu
ya untuk ibunya biar ibunya suka sama
masjid sehingga mereka menggerakkan anak
muda anak-anaknya mereka untuk ke masjid
yang kedua guru Karena Guru inilah yang
maklumatnya itu didengar sama anak-anak
muda gitu kan Makanya kita punya program
untuk guru santunan untuk guru gitu ya
gurunya kita kasih majelis biar dia
memahamikan anak-anak mudanya untuk
mencintai masjid kemudian yang ketiga
tokoh masyarakat ya tapi di sini di
masjid bekerja sama dengan tokoh
masyarakat jadi RT Dukuh Lurah Kecamatan
untuk apa ayo sama-sama apa sih yang
jadi permasalahan umat karena masjid ini
harus muncul sebagai sumber solusi
masjid kalau zamannya Rasulullah bukan
hanya untuk tempat ibadah mahdhah semata
tapi apa bisa menyelesaikan permasalahan
umat untuk kemudian memetakan Apa yang
bisa dilakukan oleh masih sehingga yang
menggerakkan warganya itu ya tokoh
masyarakat karena kalau kemudian kita
ndak kerja sama-sama toko masyarakat
yang terjadi kita mau menggerakkan dari
mana Kalau tokoh masyarakatnya bilang
jangan ke sana Ndak boleh enggak usaha
kan gitu karena tokoh masyarakat lah
yang punya kekuasaan
[Musik]
konsepnya adalah semua under masjid jadi
masjid ini holding yang paling tinggi
sebagai bentuk penghambaan saya kepada
Allah bahwa semua apa yang dititipkan ke
rumah saya ini milik Allah jadi cuman
titipan makanya yang dimuliakan adalah
bagaimana kita menempatkan rumah Allah
itu menjadi yang utama karena ini milik
Allah semuanya didedikasikan adalah
untuk kepentingannya Allah
kepentingannya Kita juga harus
diselaraskan dengan kepentingannya Allah
kemudian kita berpikir hidup seperti apa
yang kita mau bukan tapi hidup kita
seperti apa yang Allah mau ya
implementasinya buat saya adalah Masjid
ini menjadi institusi yang tertinggi dan
di bawahnya Masjid itu ada macam-macam
gitu loh ada kalau ada sekolahan sekolah
di bawahnya masjid ada usaha-usaha di
bawahnya masjid ada sosial di bawahnya
masjid jadi misalnya bukan yayasan yang
punya masjid gitu loh tapi Yayasan itu
yang bagian di bawahnya masjid ya
Sehingga Ada apa dengan yayasan yang
masjidnya tetap ada gitu misalnya saya
enggak ada Ya maksudnya harus tetap ada
ada permasalahan apapun masjid ini tidak
bisa diganggu gugat ini karena ini punya
Allah kan gitu makanya ada punya
pendidikan tadi karena ini milik Allah
Ya sudah digratiskan Masyaallah mau cari
minta bayaran hehehe
ada kasih makan gratis kan gitu masa
orang ke masjid mau minta makan kok
suruh bayar kan berarti itu bukan gitu
pun terhadap bisnis karena bisnisnya
banyak masjid ya kepentingan
menghasilkan duit ini diamati jarah tadi
ya untuk keperluan pelayanan yang
dilakukan oleh masjid gitu ya makanya
semua yang ada di sini tuh under-nya
Masjid makanya saya lebih membranding
diri saya ya bukan bicara apa
pengusahanya ya bicara apa sih Marbot
Marbot lebih komplit lagi tidak cuman
ngurusin masalah bisnisnya Masjid tapi
ada sosial kemasyarakat ada pendidikan
dan sebagainya gitu di Real Masjid ini
program yang kita bangun yang memang
targetnya adalah menginspirasi
masjid-masjid yang lain ada tiga sama
adalah pasar gratis itu setiap hari
Jumat pagi itu menyediakan sayur bahan
pokok untuk masyarakat sekitar secara
gratis ya syaratnya adalah mereka ngikut
sama subuh dan mengikuti kajian nah
kemudian program yang kedua namanya saya
start the night anak-anak muda diajak
untuk bermalam minggu di masjid Jadi
bintang-bintangnya mereka idolanya idola
mereka yang kita hadirkan ke masjid
yang ketiga adalah real holiday liburan
yang sesungguhnya itu bukan hanya
sekedar mengobati urusan kepenatan
capeknya badan tapi hati ini juga perlu
dikasih holiday kan gitu ya Apa aja yang
didapat satu anak-anaknya bisa
mendapatkan permainan dongeng dan itu
buat mereka Happy apalagi di mall-mal
sekarang banyak juga warna-warna yang
ditutup udah lama ke masjid aja ya kan
gitu ya itu untuk anak-anaknya untuk
untuk ibu-ibunya ada ngajarin ibu-ibunya
biar baca Qurannya bisa benar dia mau
konsultasi sama Ustaz atau Ustadzah bisa
ada kasih pojok Ustaz yang itu mau
konsultasi hukum ada mau pelayanan
kesehatan itu untuk bapak-bapaknya ada
ibu-ibunya juga boleh terus kita kasih
makan kan gitu terus pokoknya liburan
lah bisa gratis sih gratis makanya
silakan dibayar dengan kupon real kupon
ini yang dibagi setiap subuh Jadi mereka
yang subuhan di masjid dapat kupon
setiap hari itu dikumpulkan bisa ditukar
di hari Ahad jadi liburan mereka gratis
Sebenarnya ya kan gitu syaratnya apa
subuhan di masjid itu
[Musik]
kita memahami bahwa masjid ini adalah
punya Allah masih punya Allah Artinya
kita bekerja sama Allah bekerja sama
perusahaan saja harus profesional deh
biar tidak dipecat jadi karyawannya kan
gitu Maka bekerja sama Allah juga harus
profesional kemakmuran ke dalam artinya
profesional tadi dibangun dengan cara
apa memberi bensin tadi ini anak muda
ini sudah ada ya kan gitu tapi mereka
mesinnya ini ndak bergerak kalau tidak
dikasih premium atau
Pertamax ini adalah tadi msq tadi jadi
anak-anak muda di sini secara ke dalam
mereka diprogramkan untuk apa untuk
bangun tahajud bermajelis setelah Subuh
ndak boleh tidur
tilawahnya satu juz 1 hari mereka punya
punya amalan sedekah subuh mereka punya
amalan Tuhan atau apa itulah yang kita
nilai sebagai GPI Jadi kalau GPS sebuah
perusahaan lainnya misalnya kita di
rumah warna itu kan Berapa hasil yang
didapat ini udah dilakukan belum Ini nah
sementara kalau di masjid ini gpi-nya
itu adalah IPK amalan kedekatan kita
dengan yang kita bangun dengan Allah ya
kalau jangan-jangan nih kerjaannya ndak
beres ini gimana nih jamaahnya nih
lancar ndak tahajudnya dia bolong-bolong
ini kayak gitu ya subuhnya dia tidur
lagi atau enggak nah itu yang ips-nya
dilihatin situ program ke dalam
sebenarnya harapan saya mengerucutnya
yang jelas harapan paling tinggi kan
harapan menggapai surganya Allah kan di
sini tapi kalau secara apa yang kita
lakukan ikhtiar itu harapannya seperti
juga harapan yang tertulis dalam visi
masjid tentunya menjadikan masjid ini
menjadi masjid yang berdaya punya Izza
gitu loh bukan hanya masjid-masjid yang
sekitar meminta-minta Ayo untuk
pembangunan gini-gini tahu-tahun mereka
ndak hadir ke masyarakat tidak punya
kontribusi kemasyarakat yang kedua
adalah masjid yang menginspirasi artinya
program-program yang kita bikin Itu
kalau semakin banyak yang merasa
terinspirasi dan menduplikasi kita
dengan senang hati Nah kita targetnya
adalah bagaimana menginspirasi 10.000
masjid di Indonesia untuk melakukan hal
yang sama hadir di tengah masyarakat
berdaya menginspirasi terdepan dalam
pelayanan umat jadi siapapun yang datang
ke masjid harus dilayani karena Marbot
harus punya mental melayani bukan
dilayani ya enggak apapun orang yang
datang ke masjid itu mau pagi mau siang
mau malam harus dilayani standar kita
adalah selanjutnya adalah makan lagi
makan dulu makan terus ya
jangan sampai orang keluar dari Masjid
itu kelaparan yang terakhir adalah
mencetak generasi pemimpin peradaban
Islam yang terinstal Quran dan as-sunah
artinya inilah target anak muda itu dulu
dijadikan apa ke masjid untuk dijadikan
calon-calon pemimpin bangsa calon-calon
pemimpin umat yang kemudian apa mereka
itu ya memang benar jadi pemimpin bukan
mencari profesi tapi benar-benar
melayani umat karena inilah pr-nya
dibalik badai yang ada di luar ini
gemburan-gemburan pemikiran non Islam
dan aktivitas-aktivitas yang kemudian
hanya virtual saja ini kita coba
mewujudkan kehidupan untuk anak-anak
muda itu kehidupan yang real kayaknya
namanya real Mas ya Saya ingin menjadi
hambanya Allah yang profesional gitu
kehidupan ini adalah punya kontribusi
terhadap Islam dan kontribusi terhadap
itu bisa diberikan banyak orang
memandang kalau kontribusi agama Islam
harus jadi ustadz dan sebagainya tidak
karena sebenarnya di balik istilah
entrepreneur atau pengusaha ini ada
beban yang diberikan sama seperti
layaknya dulu Allah itu menurunkan Islam
itu lewat kabilah Quraisy yang rata-rata
adalah para pedagang dia pedagang ini
kalau dimaksimalkan untuk kepentingan
dakwah Islam untuk kepentingan Islam ini
luar biasa saya memang dari awal itu
kalau bisnis itu ya serius mungkin untuk
kemudian apa punya kontribusi sebanyak
mungkin terhadap Islam ya harusnya
bisnisnya lebih hebat dari sekarang kan
gitu ya harusnya Saya pengin bisa
menjadi Bill Gates cuman kontribusinya
100% bisa untuk Islam misalnya itu akan
bisa lebih menguatkan karena Allah itu
lebih menyukai seorang Muslim yang kuat
dibanding yang lemah dan sebaik-baik
harta adalah harta yang dipegang oleh
orang-orang yang Saleh inginnya menjadi
seorang pengusaha yang hebat dan Soleh
gitu
terima kasih Saya anak syaifurozi Marbot
Real Masjid Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
[Musik]