Dari Konsultan Perusahaan Jepang Resign & Jualan produk LOKAL!
OVRsoxslXV8 • 2022-08-09
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] setelah lulus SMA saya secara pribadi itu punya keinginan punya mimpi untuk bisa melanjutkan kuliah bahkan mimpi saya itu tidak tanggung-tanggung ya Saya ingin bisa kuliah di Universitas Negeri Kalau bisa ke luar negeri jadi saya sudah mengumpulkan brosur-brosur tapi lagi-lagi terbentur pada kenyataan bahwa harus menopang ekonomi keluarga harus mendukung pendidikan dan sekolah adik-adik saya yang di bawah yang masih 5 orang saya mengambil keputusan mimpi itu harus saya kubur jadi secara harfiah itu saya memvisualkan saya betul-betul seperti sedang mengubur khayalan saya [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Marini usia saya 43 tahun tempat tinggal di Depok Saya seorang ibu dari 3 anak laki-laki saya juga seorang konsultan freelance dan Saat ini saya sedang berproses untuk menjadi seorang entrepreneur aslinya dari Sumatera Barat karena alasan tertentu kami sekeluarga memutuskan untuk pindah ke Depok saya anak kedua dari tujuh bersaudara lulus SMP itu kami tidak punya biaya untuk melanjutkan waktu itu Ayah saya mengatakan bahwa saya terpaksa harus nganggur dulu 1 tahun nah saat itu saya lulus SMP itu lulus dengan nilai yang sangat baik harus menghadapi kenyataan tidak bisa melanjutkan jadi saya ingat saya semalaman itu saya nggak tidur nangis semalaman karena melihat saya begitu Terpukul akhirnya ayah saya memutuskan untuk mengajak saya berkunjung ke teman-teman Beliau meminjam uang untuk biaya sekolah saya akhirnya saya bisa melanjutkan sekolah menengah atas Jurusan Farmasi untuk kondisi ekonomi memang kita dari kalangan ekonomi bawah namun orang tua saya punya sikap dan punya prinsip bahwa pendidikan yang diutamakan karena orang tua saya melihat itulah satu-satunya jalan keluar dari kemiskinan bapak saya profesinya sebagai sopir truk yang membawa barang-barang kebutuhan dari wilayah Sumatera ke wilayah Jawa setelah lulus SMA saya secara pribadi itu punya keinginan punya mimpi untuk bisa melanjutkan kuliah bahkan mimpi saya itu tidak tanggung-tanggung ya Saya ingin bisa kuliah di Universitas Negeri Kalau bisa ke luar negeri jadi saya sudah mengumpulkan brosur-brosur tapi lagi-lagi terbentur pada kenyataan bahwa harus menopang ekonomi keluarga harus mendukung pendidikan dan sekolah adik-adik saya yang di bawah yang masih 5 orang saya mengambil keputusan mimpi itu harus saya kubur jadi secara harfiah itu saya memvisualkan saya betul-betul seperti sedang mengubur khayalan saya kemudian dengan kakak saya yang pertama kami saling bekerja sama ya saling mengisi membantu finansial keluarga untuk menyekolahkan adik-adik kami yang masih 5 orang Alhamdulillah kelima adik saya lulus menjadi sarjana bahkan 3 diantaranya itu lulus dari perguruan tinggi negeri ada dua yang dari Universitas Indonesia ada satu yang dari ITB ketika menyaksikan adik-adik saya tulus saya seperti melihat mereka yang menuntaskan mimpi kami saya juga tetap berusaha untuk melanjutkan pendidikan jadi bersamaan dengan membantu sekolah adik-adik saya saya juga berusaha mencari solusi untuk tetap bisa melanjutkan pendidikan jadi secara bertahap sedikit demi sedikit saya melanjutkan kuliah sambil bekerja dengan mengambil kelas malam sampai akhirnya saya berhasil juga menyelesaikan sarjana di usia 26 tahun [Musik] sebelum lulus kuliah saya sudah sempat bekerja sebagai programer software developer pada saat saya bekerja sebagai seorang programmer saya mengembangkan sebuah aplikasi irp Ada satu aplikasi irp yang berasal dari Jerman merupakan aplikasi erp nomor 1 di dunia saya punya keinginan untuk menjadi konsultan dari irp tersebut karena itu bagi saya adalah next level dari pekerjaan saya sebelumnya Tapi saat itu saya merasa kurang percaya diri bisa melamar ke perusahaan yang bagus karena background pendidikan saya perguruan tinggi yang biasa saja karena pada saat itu prioritasnya bagaimana bisa menyelesaikan kuliah Jadi saya tidak terlalu pilih-pilih untuk institusi pendidikannya jadi saya mengambil kursus-kursus yang EE sesuai dengan skill yang dibutuhkan dan kursus tersebut juga dari Lembaga Kursus yang reputasinya baik Akhirnya saya berhasil masuk perusahaan Jepang dan diterima sebagai konsultan salah satu anak perusahaan Mitsubishi Setelah itu saya pindah ke perusahaan Jepang juga di PT Fujitsu Indonesia Saya cukup merasa beruntung karena teman-teman kerja saya kolega saya itu rata-rata mereka lulusan perguruan tinggi terkenal bahkan lulusan luar negeri dari rekan-rekan kerja saya hampir saya belum pernah menemukan yang background pendidikannya itu seperti saya saya bekerja sebagai konsultan sekitar 2008 2008 sampai 2013 pekerjaan sebagai konsultan itu pekerjaan yang sangat menyita waktu kadang harus pulang malam di mana proyek itu kan punya deadline yang harus diselesaikan sehingga kalau memang dituntut untuk bekerja sampai malam ya kami harus siap untuk bekerja melebihi jam kerja yang normal karena saya sebagai seorang ibu punya anak Kemudian saya melihat bahwa waktu saya jadi sangat berkurang untuk keluarga mungkin anak-anak saya bisa tetap terurus dengan bantuan Pak RT babysitter gitu tapi saya sebagai seorang ibu merasa nggak rela Kalau saya tidak bisa mendampingi tumbuh kembang anak-anak saya tapi mungkin mereka akan baik-baik saja tapi ada waktu-waktu di mana ketika seperti mereka sakit saya tidak bisa memeluk mereka gitu di situ sebagai seorang ibu saya terkadang merasa bersalah Saya memutuskan untuk resign sebagai karyawan dan memutuskan untuk menjadi konsultan freelance jadi sudah saya rencanakan dari beberapa waktu sebelumnya melalui proses ragu-ragu Iya atau enggak gitu Karena kan pertimbangan juga dari sisi keuangan nanti juga akan bisa mengganggu keuangan keluarga jadi saya merasa apa worth it gitu kalau saya melepaskan sesuatu yang sebelumnya sudah saya perjuangkan Sampai saat ini pun itu godaan untuk kembali ke dunia pekerjaan itu sering banget datang gitu Tapi saat saya memandang wajah anak-anak saya naluri saya sebagai seorang ibu itu memanggil saya untuk bisa mendampingi mereka rasanya tuh akan berbeda Ketika saya nganter mereka langsung gitu ya walaupun Enggak setiap hari ya momen-momen itu yang tidak ingin kehilangan kebahagiaan anak ya [Musik] pada masa awal pandemi kan berita mengenai pandemi itu kan sangat Intens banget ya padahal beritanya Mungkin itu-itu aja kita kayak terobsesi untuk mengikuti kan buka berita itu ya mau lihat angka-angka lama-lama saya merasa kenyang sendiri gitu Ini kenapa saya harus eee terus ngikuti berita ini gitu terus juga enggak sehat ya karena kan bikin kita tekan gitu saya berpikir saya harus cari pengalihan nih gitu Dan saya merasa punya waktu karena pada saat itu pandemi kita enggak bisa keluar rumah peluang yang paling memungkinkan itu digital atau online nah mulai itu saya cari-cari di mana ya platform apa gitu nah waktu itu Saya memutuskan untuk mulai jualan di salah satu e-commerce kemudian saya berpikir lagi produknya apa gitu Saya enggak punya produk saya juga enggak punya keahlian apapun kayak bikin kerajinan tangan atau masak atau apa itu bukan keahlian saya gitu nah waktu itu produk yang lagi booming itu kan masker ya Wah saya jualan masker aja deh gitu kan Akhirnya saya cari satu produk masker yang bagus yang berkualitas kemudian saya beli lalu saya jual bersamaan dengan itu saya juga cari produk-produk yang lain dari mencari-mencari itu tahu brand-brand lokal di Indonesia dan juga saya baru tahu trend jaringan reseller gitu jadi brand-brand lokal tersebut dipasarkan dengan sistem reseller saya coba pelajari menjadi reseller dari satu brand Alhamdulillah berjalan dan saya bisa menjalankan toko saya tersebut bahkan saya bisa meng-hire admin selama proses tersebut saya juga pastikan terus mencari ya karena saya sudah masuk ke dunia tersebut otomatis banyak informasi-informasi baru yang juga pasti datang terus gitu bahkan enggak ada habisnya nah Sampai suatu saat saya bertemu dengan evermos saya lihat Saya pelajari evermox ini apa saya lihat di aplikasinya saya lihat-lihat produknya Dan dari situ saya menemukan bahwa saya melihat produknya karena produk-produk lokal dari UMKM Wah bagus banget nih gitu kan kebetulan sejalan juga dengan idealisme pribadi saya ya dengan pemikiran saya bahwa memang ekonomi kita ini bergantung pada tumbuhnya UMKM sistemnya dijalankan dengan sistem Syariah konsep yang diterapkan itu sangat mengikat loyalitas reseller untuk tetap berada di platform itu menurut saya keren banget dan itu beda banget dengan platform sejenis ya Ada platform sejenis yang lain juga ada tapi mereka itu lebih Lepas aja reseller Ya udah jadi reseller aja di situ enggak ada sistem loyaltiver Mose Lihat Mereka sangat memperhatikan nih yang psikologis loyalti resellernya gitu supaya reseller itu bisa setia bahkan bisa jangka panjang di platform tersebut yang paling istimewa yang saya lihat mengembangkan sistem komunitas bahkan sampai ke level Kecamatan Wah itu keren banget menurut saya Karena saya sendiri sangat tertarik dengan konsep komunitas karena menurut saya komunitas itu sangat penting karena dengan adanya komunitas potensi-potensi perorangan potensi-potensi anggota-anggota komunitas tersebut itu bisa disinergikan sehingga dampak atau hasilnya itu lebih signifikan dibanding kita bergerak sendiri-sendiri mas karena saya sendiri juga punya pengalaman di sekolah anak saya orang tua dari siswa itu semuanya aktif semuanya terlibat Jadi kalau normalnya umumnya sekolah kan ya anaknya aja yang sekolah gitu orang tua kan seperlunya gitu nanti komunikasi sama sekolah butuhnya apa ya udah disupport gitu nah ini kalau sekolah berbasis komunitas itu enggak jadi benar-benar orang tua itu terlibat sesama orang tua saling kenal kalau ada kegiatan juga dilakukan bareng-bareng masing-masing orang tua itu bisa dimaksimalkan kontribusikan dalam kegiatan tersebut sehingga hasilnya itu keren banget jadi saya belajar dari situ Wah komunitas itu sesuatu yang penting banget memang sangat perlu kolaborasi itu kalau sendiri-sendiri hasilnya 10 tapi ketika dalam komunitas itu hasilnya bisa jauh lebih besar gitu dampaknya [Musik] Alhamdulillah pada saat itu momentum saya bergabung bersamaan dengan menjelang bulan puasa dan menjelang lebaran dimana produk-produk kategori peralatan ibadah itu kan memang kebutuhannya lagi tinggi-tingginya ordernya langsung melonjak gitu kan yang tadinya saya toko online tersebut di satu ruangan kecil sampai saya harus spacenya udah enggak muat karena stok barangnya banyak dan saya juga harus menambah tim saya akhirnya dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut Saya memutuskan untuk pindah ke ruko yang lokasinya cukup strategis dan juga di pinggir jalan raya dan juga ruangannya cukup untuk operasional stokis di sisi lain saya juga melihat lokasi itu penting supaya reseller-reseller yang ada di sekitar saya itu bisa merasakan juga manfaat dengan adanya stokis tersebut karena saya melihat reseller ini kan masih perlu di support perlu diberdayakan dan dengan adanya stokis ini itu bisa jadi tempat bertemu atau meeting point gitu ya Yang bisa resellery seller berkumpul untuk saling share berdiskusi kolaborasi dan memang bisa berdampak lah gitu Karena kan reseller ini ujung tombak dari produk-produk UMKM tersebut gitu Jadi ada produk UMKM yang masarin siapa yang nasarin kan reseller nah reseller ini kan Perlu dibina kalau reseller tersebut yang tadinya tidak saling kenal terus kemudian menjadi saling kenal bisa berdiskusi yang tadinya mereka mungkin tidak begitu semangat bisa jadi lebih semangat dari perputaran ekonomi yang di bawah ini di skala rumah tangga Ya tapi kan kalau dikalikan dengan jumlah sekian ribu sekian puluh ribu pasti akan menjadi gelombang besar gitu ya kalau di akumulasikan nah saya melihat reseller ini satu potensi yang bisa membawa produk-produk UMKM itu sampai ke pelosok-pelosok terpencil di seluruh Indonesia jadi saya lihat ini memang potensinya sangat besar tapi mungkin prosesnya ya Butuh waktu dan sebagainya gitu biasanya kalau jualan online itu kan hanya bermodalkan gambar ya reseller sendiri itu nggak pernah melihat real produknya itu seperti apa Nah dengan adanya stokis kan mereka bisa lihat ya bisa lihat real produknya kemudian merasa lebih mantap menjualkan gitu lebih yakin untuk menjualkan saat ini mungkin udah ada sekitar 6 stokis itu yang berjalan yang mereka saya ajak bahkan ada juga cerita eee yang saya ajak itu adiknya lalu di ambil alih oleh kakaknya pada saat itu masih masa pandemi kakaknya punya masalah kesehatan ya tidak memungkinkan dia tuh untuk beraktivitas banyak di luar rumah Ditambah lagi dengan pandemi gitu kemudian stokis tersebut dialihkan ke kakaknya dan sampai saat ini berjalan membantu ekonomi kakaknya tersebut gitu Nah yang seperti ini kan satu hal yang sangat positif ya mendorong ekonomi di rumah-rumah bisa dilakukan oleh ibu-ibu yang ada di rumah itu yang saya lihat sangat bagus potensinya konsep stokis ini juga eh akan memu silahkan reseller untuk mendapatkan produk tempatnya itu dekat dengan mereka dekat dengan para reseller maka untuk waktu pengiriman dan juga biaya kirim itu akan lebih cepat dan lebih murah sehingga reseller itu akan lebih mudah untuk menjalankan usaha mereka [Musik] Karena momentumnya pada saat itu memang menjelang bulan puasa dan lebaran penjualan saya di periode tersebut mencapai lebih dari satu M omsetnya selama kurang dari 3 bulan rata-rata antara 400 sampai 500 ya memang ada beberapa variasi produk yang saya pasarkan ketika satu produk itu momentumnya sudah berakhir karena di musim-musim tertentu maka saat di luar musim tersebut ada produk lain yang bisa menopang gitu Jadi bisa saling mengisi kita harus jeli melihat kebutuhan pasar ada juga beberapa produk yang tidak terlalu terikat pada musim tertentu contohnya perlengkapan rumah tangga cenderung stabil tapi di waktu-waktu tertentu ketika mau lebaran gitu maka Pasti orang akan menekan dulu belanja untuk kebutuhan rumah tangga prioritasnya untuk lebaran setelah selesai musim lebaran maka dia akan kembali lagi ini gitu jadi yang ketika pas mau lebaran begini gitu setelah lebaran pasti ada masa drop itu wajar sih normal kalau untuk produk stokis itu kan dibatasi ya Mas dibatasi hanya maksimal 4 produk stokis itu kan juga sebetulnya berfungsi sebagai reseller juga jadi bisa juga menjualkan produk-produk lainnya gitu Jadi saya juga bisa menjualkan produk-produk lain yang ada di evermost itu di marketplace gitu bisa juga seperti itu Jadi tidak terbatas hanya di stokis saja sebagai reseller evermost eee reseller juga bisa mengumpulkan poin loyalti dan poin loyalti itu bisa ditukarkan dengan berbagai reward Selama saya bergabung menjadi reseller dan stokis saya sudah berhasil mengumpulkan poin yang saya tukar dengan reward logam mulia dan 1 buah sepeda motor nmax dari sisi UMKM yang Perlu diperbaiki dari sisi profesionalismenya manajemen keuangannya harusnya dengan manajemen keuangan yang baik perputaran usaha itu kan bisa lebih cepat dan mengurangi resiko untuk usaha tersebut saya beberapa kali punya pengalaman dengan UMKM yang berusaha untuk membawa misi yang sebetulnya Mulia gitu tapi karena manajemen keuangannya berantakan gitu akhirnya terpaksa layu sebelum berkembang misal kayak Perumahan ini aja cuma kalau mereka amanah mereka selesaikan satu persatu pasti mereka juga akan lebih cepat besarnya tumbuhnya gitu seperti itu juga di reseller reseller perorangan ya kalau mereka bisa mengatur dan mengelola keuangan dengan baik dengan disiplin gitu modal yang kecil bisa diputarkan menjadi lebih besar lagi lebih besar lagi gitu diperlukan juga ilmu ya Secara teknis ada beberapa pengetahuan juga yang perlu dimiliki oleh para reseller atau para stokis kalau stokis itu kan gini ya stokis itu kan harus nyetok barang ya Mas dan EE resikonya kan barang yang di stok itu enggak laku kalau enggak laku modalnya udah ketahan di situ sulit untuk memutarkan lagi modalnya gitu nah resiko-resi sebetulnya dengan pengetahuan yang baik gitu itu bisa di minimalkan sebetulnya di dalam platform aplikasi tersebut itu kalau reseller itu mengetahui dan kalau mereka rajin sebetulnya bisa mendapatkan banyak petunjuk dari platform tersebut mengenai produk apa sih yang diminati dan dibutuhkan gitu nah hal-hal seperti ini ingin saya share kepada para reseller Supaya hasil yang mereka dapatkan lebih maksimal dengan hasil yang maksimal mereka kan lebih semangat lagi kalau mereka semangat ya Otomatis kan berkembang dan ekonomi mereka bisa lebih baik lagi [Tepuk tangan] kalau dari pengalaman pribadi saya yang saya alami sendiri pendidikan itu bagi kami bagi keluarga saya itu adalah jalan keluar dari kemiskinan secara lebih luasnya pendidikan itu kan satu wadah satu sarana untuk membentuk karakter suatu masyarakat ya atau suatu bangsa di situ saya sangat konsen dengan pendidikan saat ini pun saya masih punya keinginan atau cita-cita untuk punya satu lembaga pendidikan supaya lebih banyak lagi ilmu yang bisa dibagikan gitu lebih banyak lagi manfaat yang bisa dihasilkan gitu Saya berharap juga Insyaallah itu bisa jadi tabungan saya ya jadi amal jariyah saya nantinya kalau tadi saya memandang pendidikan itu salah satu ya jalur untuk bisa keluar dari kemiskinan tapi bukan satu-satunya pada saat dulu orang tua saya melihat itulah satu-satunya jalan Mungkin orang lain punya jalan yang lain dan juga berhasil bahkan mungkin lebih lagi tapi orang tua saya pada saat itu prinsip mereka memang hanya itu jalan yang mereka lihat untuk bisa membawa keluarganya keluar dari kemiskinan Alhamdulillah itu mereka tanamkan ke pemikiran anak-anaknya sehingga anak-anaknya itu memiliki pemikiran yang sama memiliki visi yang sama yaitu sehingga semuanya Akhirnya bisa terangkat jadi kalau ada yang mengatakan pendidikan itu tidak pentingnya mungkin mereka melihat cara lain yang bisa menjadikan seseorang juga bisa tetap sukses beberapa yang melekat dalam benak saya nilai-nilai yang ditanamkan oleh ayah saya itu salah satunya mengenai prinsip rezeki jadi ayah saya mengatakan bahwa Rezeki itu adalah yang bisa sampai ke tangan kita walaupun kita berusaha walaupun kita merasa berhak atas suatu hasil karena kita yang berusaha kita yang bekerja tapi hasilnya itu tidak sampai ke tangan kita berarti itu bukan rezeki kita prinsip tersebut membantu saya untuk lebih ikhlas ketika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan yang kita harapkan satu hal lain juga yang sangat melekat dalam diri saya itu adalah prinsip harga diri tidak boleh meminta-minta walaupun hidup kita sulit tapi tidak perlu kita dramatis dengan mengasihani diri sendiri kemudian dengan berlebihan untuk bersedih ayah saya itu pemikirannya sangat mendalam punya prinsip-prinsip yang kuat prioritasnya adalah sekolah sesulit apapun anak-anak harus sekolah yang beliau tahu ya itulah cara untuk bisa merubah nasib sehingga akan melakukan apapun supaya anak-anaknya bisa tetap bersekolah karena ingin anaknya itu maju bisa menonjol di sekolah gitu sebelum sekolah beliau sendiri yang ngajarin anak-anaknya baca tulis supaya pada saat mulai sekolah itu lebih berprestasilah Intinya kalau anaknya berprestasi kan akan lebih mudah untuk maju ke perjalanan berikutnya gitu menurut saya menjadi entrepreneur itu bukan hanya tentang modal memang modal diperlukan tapi sebetulnya lebih diperlukan lagi itu adalah mental mental menjadi seorang entrepreneur seorang entrepreneur itu kan harus siap diuji terus-terusan ketika Rencana tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan ketika kinerja tim juga tidak sesuai dengan yang diharapkan omset turun itu kan seperti Roller Coaster ya jadi kayak h2c terus ya menuntut pengorbanan juga Mas seperti saya mendapatkan penghasilan dari Pekerjaan saya sebagai konsultan di sisi lain usaha saya juga butuh modal sehingga penghasilan saya dari pekerjaan sebagai konsultan harus saya gunakan untuk modal usaha saya supaya bisa berjalan dengan sehat saya itu juga punya keinginan punya kebutuhan dan itu harus saya korbankan harus saya tunda demi yang ini bisa berjalan karena kan di sini juga enggak bisa setengah-setengah ya kan kalau setengah-setengah ya pasti lama-lama berhenti gitu Ketika saya gunakan untuk kegiatan usaha maka akan lebih banyak lagi orang yang bisa merasakan manfaatnya kan ada karyawan yang bisa merasakan manfaatnya kalau kita bicara zakat ya penghasilan pribadi kita simpan setahun mencapai nisab kita keluarkan zakatnya selesai kan satu kali aja tapi ketika uang tersebut atau modal tersebut kita gunakan untuk kegiatan usaha itu setiap tahun bahkan setiap bulan bisa kita keluarkan zakatnya itu kan dampaknya lebih jauh lebih luas ya karena saya juga mengenal beberapa orang yang mereka itu punya modal punya keinginan untuk berbisnis atau berusaha tapi mereka takut tidak punya cukup mental untuk mewujudkannya Karena Mereka takut kehilangan uang kehilangan modal yang sudah mereka keluarkan memang ketakutan itu beralasan dan memang besar kemungkinannya terjadi itu di situ kita dituntut untuk siap secara mental saya pun sudah berkali-kali mengalami suatu modal yang sudah saya keluarkan ternyata tidak kembali karena tidak tidak berjalan sesuai rencana kalau kita sudah terbiasa dengan proses tersebut intinya kan memulai Dulu ketika kita memulai kita terbiasa akhirnya kan yang tadinya Kita terkaget-kaget lama-lama kan menjadi biasa gagal itu juga pasti bagian dari proses tapi gimana bisa ikhlas dulu kalau udah ikhlas kan kita enak move on-nya ya Ya udah kita melanjutkan perjalanan tanpa terus terbebani dengan kegagalan yang sebelumnya saya juga mengalami ada produk itu sudah saya beli saya stok dengan jumlah yang cukup banyak ternyata tidak berjalan tidak laku Jadi kurang diterima oleh pasar dan saat itu saya bingung ini mau di kemanain barangnya gitu barang sebanyak ini mau dikemanain saya putuskan dari pada barang tersebut hanya numpuk di rumah saya enggak bisa dipakai juga akhirnya saya berikan orang-orang yang memerlukan jadi saya Sumbangkan kemudian brand yang sama mengeluarkan produk baru lagi saya merasa produk ini lebih bagus fungsinya jadi lebih sesuai dengan keinginan pasar ada ketakutan juga Waduh kalau terulang lagi cerita yang begini gitu gimana gitu nah di situ kan mental Ya kita harus bisa berpikir jernih gitu kalau kita tetap tertahan dengan trauma kegagalan yang sebelumnya kita jadi nggak bisa dong melihat peluang yang di sini Padahal kita tahu nih ini bagus peluangnya karena kita masih memikirkan kegagalan yang sebelumnya bisa jadi kita melepaskan peluang ini kan enterpreneur itu enggak boleh kapok kalau kapok Ya udah berhenti ternyata setelah saya ketika saya ikuti naluri saya bahwa produk ini jauh lebih diterima oleh pasar lebih sesuai dengan keinginan pasar ee dan saya lupakan kegagalan sebelumnya ternyata Alhamdulillah memang berjalan sesuai dengan perkiraan saya pada saat itu kan produknya produk mukena anak di rumah saya hanya terdiamkan begitu saja saya pikir saya berikan saja ke anak-anak yang di Panti Asuhan gitu Kemudian beberapa ini saya datang ke panti asuhan terus kemudian saya kirimkan ke yayasan gitu di situ saya melihat dengan mata saya sendiri mereka mukenanya itu lusuh-lusuh gitu betapa senangnya menerima mukena tersebut dan dari situ saya mengambil hikmahnya mungkin kalau tidak ada kejadian ini saya tidak terpikirkan ya tidak ada pikiran menyumbangkan mukena gitu Jadi saya lihat Oh hikmahnya yang tadinya saya enggak kepikiran jadi kepikiran gitu [Musik] kalau tidak mengalami sama sekali jatuh bangun sebagai pengusaha itu hampir tidak mungkin tapi yang bisa membesarkan hati kita yang ingin berniat menjadi pengusaha banyak hal yang tidak kita sangka Akan kita temukan seperti betul sekali ya kalau ada yang bilang dengan membuka satu pintu akan terbuka pintu-pintu yang lain itu sangat benar sekali jadi ketika kita ngambil satu peluang dan kita menjalaninya bisa jadi kita akan bertemu dengan peluang-peluang yang lebih baik lagi Jadi kalau peluang yang kita ambil ini mungkin terlihat kecil itu tidak perlu berkecil hati ya justru awalnya dari situ kita ketemu dengan peluang yang lain ketemu dengan orang-orang yang bisa bekerja sama dari situ kita bisa lebih maju dan lebih maju lagi dan sesuatu yang bisa menjadi motivasi bagi kita jadi tidak perlu khawatir berlebihan dengan resikonya untuk bisa menutupi kekhawatiran terhadap resiko ini pikirkan juga potensinya bagi saya itu sesuatu yang sangat menarik dan sangat menantang dan sering saya merasa surprise sendiri saya bisa bertemu dengan satu peluang ternyata itu tidak bisa dipisahkan prosesnya dan perjalanannya dari keputusan yang saya ambil sebelumnya dan itu pantas untuk kita perjuangkan kalau saya diberikan kesempatan untuk mengulang lagi saya ingin menjadi versi yang lebih baik lagi dari diri saya Dan kalau bisa versi yang terbaik itu yang ingin saya capai Seandainya saya boleh mengulang lagi saya ingin merencanakan kehidupan dengan lebih cermat lagi dan terutama lebih berani lagi karena banyak peluang-peluang yang terlewatkan hanya karena tidak berani banyak memiliki mental blok mental block Jadi kurang berani aja gitu terima kasih saya Marini entrepreneur dari Depok wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Resume
Categories