Transcript
OVRsoxslXV8 • Dari Konsultan Perusahaan Jepang Resign & Jualan produk LOKAL!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0111_OVRsoxslXV8.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
setelah lulus SMA saya secara pribadi
itu punya keinginan punya mimpi untuk
bisa melanjutkan kuliah bahkan mimpi
saya itu tidak tanggung-tanggung ya Saya
ingin bisa kuliah di Universitas Negeri
Kalau bisa ke luar negeri jadi saya
sudah mengumpulkan brosur-brosur tapi
lagi-lagi terbentur pada kenyataan bahwa
harus menopang ekonomi keluarga harus
mendukung pendidikan dan sekolah
adik-adik saya yang di bawah yang masih
5 orang saya mengambil keputusan mimpi
itu harus saya kubur jadi secara harfiah
itu saya memvisualkan saya betul-betul
seperti sedang mengubur khayalan saya
[Musik]
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh saya Marini usia saya 43
tahun tempat tinggal di Depok Saya
seorang ibu dari 3 anak laki-laki saya
juga seorang konsultan freelance dan
Saat ini saya sedang berproses untuk
menjadi seorang entrepreneur aslinya
dari Sumatera Barat karena alasan
tertentu kami sekeluarga memutuskan
untuk pindah ke Depok saya anak kedua
dari tujuh bersaudara lulus SMP itu kami
tidak punya biaya untuk melanjutkan
waktu itu Ayah saya mengatakan bahwa
saya terpaksa harus nganggur dulu 1
tahun nah saat itu saya lulus SMP itu
lulus dengan nilai yang sangat baik
harus menghadapi kenyataan
tidak bisa melanjutkan jadi saya ingat
saya semalaman itu saya nggak tidur
nangis semalaman karena melihat saya
begitu Terpukul akhirnya ayah saya
memutuskan untuk mengajak saya
berkunjung ke teman-teman Beliau
meminjam uang untuk biaya sekolah saya
akhirnya saya bisa melanjutkan sekolah
menengah atas Jurusan Farmasi untuk
kondisi ekonomi memang kita dari
kalangan ekonomi bawah namun orang tua
saya punya sikap dan punya prinsip bahwa
pendidikan yang diutamakan karena orang
tua saya melihat itulah satu-satunya
jalan keluar dari kemiskinan bapak saya
profesinya sebagai sopir truk yang
membawa barang-barang kebutuhan dari
wilayah Sumatera ke wilayah Jawa setelah
lulus SMA saya secara pribadi itu punya
keinginan punya mimpi untuk bisa
melanjutkan kuliah bahkan mimpi saya itu
tidak tanggung-tanggung ya Saya ingin
bisa kuliah di Universitas Negeri Kalau
bisa ke luar negeri jadi saya sudah
mengumpulkan brosur-brosur tapi
lagi-lagi terbentur pada kenyataan bahwa
harus menopang ekonomi keluarga harus
mendukung pendidikan dan sekolah
adik-adik saya yang di bawah yang masih
5 orang saya mengambil keputusan mimpi
itu harus saya kubur jadi secara harfiah
itu saya memvisualkan saya betul-betul
seperti sedang mengubur khayalan saya
kemudian dengan kakak saya yang pertama
kami saling bekerja sama ya saling
mengisi membantu finansial keluarga
untuk menyekolahkan adik-adik kami yang
masih 5 orang Alhamdulillah kelima adik
saya lulus menjadi sarjana bahkan 3
diantaranya itu lulus dari perguruan
tinggi negeri ada dua yang dari
Universitas Indonesia ada satu yang dari
ITB ketika menyaksikan adik-adik saya
tulus saya seperti melihat mereka yang
menuntaskan mimpi kami saya juga tetap
berusaha untuk melanjutkan pendidikan
jadi bersamaan dengan membantu sekolah
adik-adik saya saya juga berusaha
mencari solusi untuk tetap bisa
melanjutkan pendidikan jadi secara
bertahap sedikit demi sedikit saya
melanjutkan kuliah sambil bekerja dengan
mengambil kelas malam sampai akhirnya
saya berhasil juga menyelesaikan sarjana
di usia 26 tahun
[Musik]
sebelum lulus kuliah saya sudah sempat
bekerja sebagai programer software
developer pada saat saya bekerja sebagai
seorang programmer saya mengembangkan
sebuah aplikasi irp Ada satu aplikasi
irp yang berasal dari Jerman merupakan
aplikasi erp nomor 1 di dunia saya punya
keinginan untuk menjadi konsultan dari
irp tersebut karena itu bagi saya adalah
next level dari pekerjaan saya
sebelumnya Tapi saat itu saya merasa
kurang percaya diri bisa melamar ke
perusahaan yang bagus karena background
pendidikan saya perguruan tinggi yang
biasa saja karena pada saat itu
prioritasnya bagaimana bisa
menyelesaikan kuliah Jadi saya tidak
terlalu pilih-pilih untuk institusi
pendidikannya jadi saya mengambil
kursus-kursus yang EE sesuai dengan
skill yang dibutuhkan dan kursus
tersebut juga dari Lembaga Kursus yang
reputasinya baik Akhirnya saya berhasil
masuk perusahaan Jepang dan diterima
sebagai konsultan salah satu anak
perusahaan Mitsubishi Setelah itu saya
pindah ke perusahaan Jepang juga di PT
Fujitsu Indonesia Saya cukup merasa
beruntung karena teman-teman kerja saya
kolega saya itu rata-rata mereka lulusan
perguruan tinggi terkenal bahkan lulusan
luar negeri dari rekan-rekan kerja saya
hampir saya belum pernah menemukan yang
background pendidikannya itu seperti
saya saya bekerja sebagai konsultan
sekitar 2008 2008 sampai 2013 pekerjaan
sebagai konsultan itu pekerjaan yang
sangat menyita waktu kadang harus pulang
malam di mana proyek itu kan punya
deadline yang harus diselesaikan
sehingga kalau memang dituntut untuk
bekerja sampai malam ya kami harus siap
untuk bekerja melebihi jam kerja yang
normal karena saya sebagai seorang ibu
punya anak Kemudian saya melihat bahwa
waktu saya jadi sangat berkurang untuk
keluarga mungkin anak-anak saya bisa
tetap terurus dengan bantuan Pak RT
babysitter gitu tapi saya sebagai
seorang ibu merasa nggak rela Kalau saya
tidak bisa mendampingi tumbuh kembang
anak-anak saya tapi mungkin mereka akan
baik-baik saja tapi ada waktu-waktu di
mana ketika seperti mereka sakit saya
tidak bisa memeluk mereka gitu di situ
sebagai seorang ibu saya terkadang
merasa bersalah Saya memutuskan untuk
resign sebagai karyawan dan memutuskan
untuk menjadi konsultan freelance jadi
sudah saya rencanakan dari beberapa
waktu sebelumnya melalui proses
ragu-ragu Iya atau enggak gitu Karena
kan pertimbangan juga dari sisi keuangan
nanti juga akan bisa mengganggu keuangan
keluarga jadi saya merasa apa worth it
gitu kalau saya melepaskan sesuatu yang
sebelumnya sudah saya perjuangkan Sampai
saat ini pun itu godaan untuk kembali ke
dunia pekerjaan itu sering banget datang
gitu Tapi saat saya memandang wajah
anak-anak saya naluri saya sebagai
seorang ibu itu memanggil saya untuk
bisa mendampingi mereka rasanya tuh akan
berbeda Ketika saya
nganter mereka langsung gitu ya walaupun
Enggak setiap hari ya momen-momen itu
yang tidak ingin kehilangan kebahagiaan
anak ya
[Musik]
pada masa awal pandemi kan berita
mengenai pandemi itu kan sangat Intens
banget ya padahal beritanya Mungkin
itu-itu aja kita kayak terobsesi untuk
mengikuti kan buka berita
itu ya mau lihat angka-angka lama-lama
saya merasa kenyang sendiri gitu Ini
kenapa saya harus eee terus ngikuti
berita ini gitu terus juga enggak sehat
ya karena kan bikin kita tekan gitu saya
berpikir saya harus cari pengalihan nih
gitu Dan saya merasa punya waktu karena
pada saat itu pandemi kita enggak bisa
keluar rumah peluang yang paling
memungkinkan itu digital atau online nah
mulai itu saya cari-cari di mana ya
platform apa gitu nah waktu itu Saya
memutuskan untuk mulai jualan di salah
satu e-commerce kemudian saya berpikir
lagi produknya apa gitu Saya enggak
punya produk saya juga enggak punya
keahlian apapun kayak bikin kerajinan
tangan atau masak atau apa itu bukan
keahlian saya gitu nah waktu itu produk
yang lagi booming itu kan masker ya Wah
saya jualan masker aja deh gitu kan
Akhirnya saya cari satu produk masker
yang bagus yang berkualitas kemudian
saya beli lalu saya jual bersamaan
dengan itu saya juga cari produk-produk
yang lain dari mencari-mencari itu tahu
brand-brand lokal di Indonesia dan juga
saya baru tahu trend jaringan reseller
gitu jadi brand-brand lokal tersebut
dipasarkan dengan sistem reseller saya
coba pelajari menjadi reseller dari satu
brand Alhamdulillah berjalan dan saya
bisa menjalankan toko saya tersebut
bahkan saya bisa meng-hire admin selama
proses tersebut saya juga pastikan terus
mencari ya karena saya sudah masuk ke
dunia tersebut otomatis banyak
informasi-informasi baru yang juga pasti
datang terus gitu bahkan enggak ada
habisnya nah Sampai suatu saat saya
bertemu dengan evermos saya lihat Saya
pelajari evermox ini apa saya lihat di
aplikasinya saya lihat-lihat produknya
Dan dari situ saya menemukan bahwa saya
melihat
produknya karena produk-produk lokal
dari UMKM Wah bagus banget nih gitu kan
kebetulan sejalan juga dengan idealisme
pribadi saya ya dengan pemikiran saya
bahwa memang ekonomi kita ini bergantung
pada tumbuhnya UMKM sistemnya dijalankan
dengan sistem Syariah konsep yang
diterapkan itu sangat mengikat loyalitas
reseller untuk tetap berada di platform
itu menurut saya keren banget dan itu
beda banget dengan platform sejenis ya
Ada platform sejenis yang lain juga ada
tapi mereka itu lebih Lepas aja reseller
Ya udah jadi reseller aja di situ enggak
ada sistem
loyaltiver Mose Lihat Mereka sangat
memperhatikan nih yang psikologis
loyalti resellernya gitu supaya reseller
itu bisa setia bahkan bisa jangka
panjang di platform tersebut yang paling
istimewa yang saya lihat mengembangkan
sistem komunitas bahkan sampai ke level
Kecamatan Wah itu keren banget menurut
saya Karena saya sendiri sangat tertarik
dengan konsep komunitas karena menurut
saya komunitas itu sangat penting karena
dengan adanya komunitas potensi-potensi
perorangan potensi-potensi
anggota-anggota komunitas tersebut itu
bisa disinergikan sehingga dampak atau
hasilnya itu lebih signifikan dibanding
kita bergerak sendiri-sendiri mas karena
saya sendiri juga punya pengalaman di
sekolah anak saya orang tua dari siswa
itu semuanya aktif semuanya terlibat
Jadi kalau normalnya umumnya sekolah kan
ya anaknya aja yang sekolah gitu orang
tua kan seperlunya gitu nanti komunikasi
sama sekolah butuhnya apa ya udah
disupport gitu nah ini kalau sekolah
berbasis komunitas itu enggak jadi
benar-benar orang tua itu terlibat
sesama orang tua saling kenal kalau ada
kegiatan juga dilakukan bareng-bareng
masing-masing orang tua itu bisa
dimaksimalkan kontribusikan dalam
kegiatan tersebut sehingga hasilnya itu
keren banget jadi saya belajar dari situ
Wah komunitas itu sesuatu yang penting
banget memang sangat perlu kolaborasi
itu kalau sendiri-sendiri hasilnya 10
tapi ketika dalam komunitas itu hasilnya
bisa jauh lebih besar gitu dampaknya
[Musik]
Alhamdulillah pada saat itu momentum
saya bergabung bersamaan dengan
menjelang bulan puasa dan menjelang
lebaran dimana produk-produk kategori
peralatan ibadah itu kan memang
kebutuhannya lagi tinggi-tingginya
ordernya langsung melonjak gitu kan yang
tadinya saya toko online tersebut di
satu ruangan kecil sampai saya harus
spacenya udah enggak muat karena stok
barangnya banyak dan saya juga harus
menambah tim saya akhirnya dengan
pertimbangan-pertimbangan tersebut Saya
memutuskan untuk pindah ke ruko yang
lokasinya cukup strategis dan juga di
pinggir jalan raya dan juga ruangannya
cukup untuk operasional stokis di sisi
lain saya juga melihat lokasi itu
penting supaya reseller-reseller yang
ada di sekitar saya itu bisa merasakan
juga manfaat dengan adanya stokis
tersebut karena saya melihat reseller
ini kan masih perlu di support perlu
diberdayakan dan dengan adanya stokis
ini itu bisa jadi tempat bertemu atau
meeting point gitu ya Yang bisa
resellery seller berkumpul untuk saling
share berdiskusi kolaborasi dan memang
bisa berdampak lah gitu Karena kan
reseller ini ujung tombak dari
produk-produk UMKM tersebut gitu Jadi
ada produk UMKM yang masarin siapa yang
nasarin kan reseller nah reseller ini
kan Perlu dibina kalau reseller tersebut
yang tadinya tidak saling kenal terus
kemudian menjadi saling kenal bisa
berdiskusi yang tadinya mereka mungkin
tidak begitu semangat bisa jadi lebih
semangat dari perputaran ekonomi yang di
bawah ini di skala rumah tangga Ya tapi
kan kalau
dikalikan dengan jumlah sekian ribu
sekian puluh ribu pasti akan menjadi
gelombang besar gitu ya kalau di
akumulasikan nah saya melihat reseller
ini satu potensi yang bisa membawa
produk-produk UMKM itu sampai ke
pelosok-pelosok terpencil di seluruh
Indonesia jadi saya lihat ini memang
potensinya sangat besar tapi mungkin
prosesnya ya Butuh waktu dan sebagainya
gitu biasanya kalau jualan online itu
kan hanya bermodalkan gambar ya reseller
sendiri itu nggak pernah melihat real
produknya itu seperti apa Nah dengan
adanya stokis kan mereka bisa lihat ya
bisa lihat real produknya kemudian
merasa lebih mantap menjualkan gitu
lebih yakin untuk menjualkan saat ini
mungkin udah ada sekitar 6 stokis itu
yang berjalan yang mereka saya ajak
bahkan ada juga cerita eee yang saya
ajak itu adiknya lalu di ambil alih oleh
kakaknya pada saat itu masih masa
pandemi kakaknya punya masalah kesehatan
ya tidak memungkinkan dia tuh untuk
beraktivitas banyak di luar rumah
Ditambah lagi dengan pandemi gitu
kemudian stokis tersebut dialihkan ke
kakaknya dan sampai saat ini berjalan
membantu ekonomi kakaknya tersebut gitu
Nah yang seperti ini kan satu hal yang
sangat positif ya mendorong ekonomi di
rumah-rumah bisa dilakukan oleh ibu-ibu
yang ada di rumah itu yang saya lihat
sangat bagus potensinya konsep stokis
ini juga eh akan memu silahkan reseller
untuk mendapatkan produk tempatnya itu
dekat dengan mereka dekat dengan para
reseller maka untuk waktu pengiriman dan
juga biaya kirim itu akan lebih cepat
dan lebih murah sehingga reseller itu
akan lebih mudah untuk menjalankan usaha
mereka
[Musik]
Karena momentumnya pada saat itu memang
menjelang bulan puasa dan lebaran
penjualan saya di periode tersebut
mencapai lebih dari satu M omsetnya
selama kurang dari 3 bulan rata-rata
antara 400 sampai 500 ya memang ada
beberapa variasi produk yang saya
pasarkan ketika satu produk itu
momentumnya sudah berakhir karena di
musim-musim tertentu maka saat di luar
musim tersebut ada produk lain yang bisa
menopang gitu Jadi bisa saling mengisi
kita harus jeli melihat kebutuhan pasar
ada juga beberapa produk yang tidak
terlalu terikat pada musim tertentu
contohnya perlengkapan rumah tangga
cenderung stabil tapi di waktu-waktu
tertentu ketika mau lebaran gitu maka
Pasti orang akan menekan dulu belanja
untuk kebutuhan rumah tangga
prioritasnya untuk lebaran setelah
selesai musim lebaran maka dia akan
kembali lagi ini gitu jadi yang ketika
pas mau lebaran begini gitu setelah
lebaran pasti ada masa drop itu wajar
sih normal kalau untuk produk stokis itu
kan dibatasi ya Mas dibatasi hanya
maksimal 4 produk stokis itu kan juga
sebetulnya berfungsi sebagai reseller
juga jadi bisa juga menjualkan
produk-produk lainnya gitu Jadi saya
juga bisa menjualkan produk-produk lain
yang ada di evermost itu di marketplace
gitu bisa juga seperti itu Jadi tidak
terbatas hanya di stokis saja sebagai
reseller evermost eee reseller juga bisa
mengumpulkan poin loyalti dan poin
loyalti itu bisa ditukarkan dengan
berbagai reward Selama saya bergabung
menjadi reseller dan stokis saya sudah
berhasil mengumpulkan poin yang saya
tukar dengan reward logam mulia dan 1
buah sepeda motor nmax dari sisi UMKM
yang Perlu diperbaiki dari sisi
profesionalismenya manajemen keuangannya
harusnya dengan manajemen keuangan yang
baik perputaran usaha itu kan bisa lebih
cepat dan mengurangi resiko untuk usaha
tersebut
saya beberapa kali punya pengalaman
dengan UMKM yang berusaha untuk membawa
misi yang sebetulnya Mulia gitu tapi
karena manajemen keuangannya berantakan
gitu akhirnya terpaksa layu sebelum
berkembang misal kayak Perumahan ini aja
cuma kalau mereka amanah mereka
selesaikan satu persatu pasti mereka
juga akan lebih cepat besarnya tumbuhnya
gitu seperti itu juga di reseller
reseller perorangan ya kalau mereka bisa
mengatur dan mengelola keuangan dengan
baik dengan disiplin gitu modal yang
kecil bisa diputarkan menjadi lebih
besar lagi lebih besar lagi gitu
diperlukan juga ilmu ya Secara teknis
ada beberapa pengetahuan juga yang perlu
dimiliki oleh para reseller atau para
stokis kalau stokis itu kan gini ya
stokis itu kan harus nyetok barang ya
Mas dan EE resikonya kan barang yang di
stok itu enggak laku kalau enggak laku
modalnya udah ketahan di situ sulit
untuk memutarkan lagi modalnya gitu nah
resiko-resi sebetulnya dengan
pengetahuan yang baik gitu itu bisa di
minimalkan sebetulnya di dalam platform
aplikasi tersebut itu kalau reseller itu
mengetahui dan kalau mereka rajin
sebetulnya bisa mendapatkan banyak
petunjuk dari platform tersebut mengenai
produk apa sih yang diminati dan
dibutuhkan gitu nah hal-hal seperti ini
ingin saya share kepada para reseller
Supaya hasil yang mereka dapatkan lebih
maksimal dengan hasil yang maksimal
mereka kan lebih semangat lagi kalau
mereka semangat ya Otomatis kan
berkembang dan ekonomi mereka bisa lebih
baik lagi
[Tepuk tangan]
kalau dari pengalaman pribadi saya yang
saya alami sendiri pendidikan itu bagi
kami bagi keluarga saya itu adalah jalan
keluar dari kemiskinan secara lebih
luasnya pendidikan itu kan satu wadah
satu sarana untuk membentuk karakter
suatu masyarakat ya atau suatu bangsa di
situ saya sangat konsen dengan
pendidikan saat ini pun saya masih punya
keinginan atau cita-cita untuk punya
satu lembaga pendidikan supaya lebih
banyak lagi ilmu yang bisa dibagikan
gitu lebih banyak lagi manfaat yang bisa
dihasilkan gitu Saya berharap juga
Insyaallah itu bisa jadi tabungan saya
ya jadi amal jariyah saya nantinya kalau
tadi saya memandang pendidikan itu salah
satu ya jalur untuk bisa keluar dari
kemiskinan tapi bukan satu-satunya pada
saat dulu orang tua saya melihat itulah
satu-satunya jalan Mungkin orang lain
punya jalan yang lain dan juga berhasil
bahkan mungkin lebih lagi tapi orang tua
saya pada saat itu prinsip mereka memang
hanya itu jalan yang mereka lihat untuk
bisa membawa keluarganya keluar dari
kemiskinan Alhamdulillah itu mereka
tanamkan ke pemikiran anak-anaknya
sehingga anak-anaknya itu memiliki
pemikiran yang sama memiliki visi yang
sama yaitu sehingga semuanya Akhirnya
bisa terangkat jadi kalau ada yang
mengatakan pendidikan itu tidak
pentingnya mungkin mereka melihat cara
lain yang bisa menjadikan seseorang juga
bisa tetap sukses beberapa yang melekat
dalam benak saya nilai-nilai yang
ditanamkan oleh ayah saya itu salah
satunya mengenai prinsip rezeki jadi
ayah saya mengatakan bahwa Rezeki itu
adalah yang bisa sampai ke tangan kita
walaupun kita berusaha walaupun kita
merasa berhak atas suatu hasil karena
kita yang berusaha kita yang bekerja
tapi hasilnya itu tidak sampai ke tangan
kita berarti itu bukan rezeki kita
prinsip tersebut membantu saya untuk
lebih ikhlas ketika sesuatu tidak
berjalan sesuai dengan yang kita
harapkan satu hal lain juga yang sangat
melekat dalam diri saya itu adalah
prinsip harga diri tidak boleh
meminta-minta walaupun hidup kita sulit
tapi tidak perlu kita dramatis dengan
mengasihani diri sendiri kemudian dengan
berlebihan untuk bersedih ayah saya itu
pemikirannya sangat mendalam punya
prinsip-prinsip yang kuat prioritasnya
adalah sekolah sesulit apapun anak-anak
harus sekolah yang beliau tahu ya itulah
cara untuk bisa merubah nasib sehingga
akan melakukan apapun supaya
anak-anaknya bisa tetap bersekolah
karena ingin anaknya itu maju bisa
menonjol di sekolah gitu sebelum sekolah
beliau sendiri yang ngajarin
anak-anaknya baca tulis supaya pada saat
mulai sekolah itu lebih berprestasilah
Intinya kalau anaknya berprestasi kan
akan lebih mudah untuk maju ke
perjalanan berikutnya gitu
menurut saya menjadi entrepreneur itu
bukan hanya tentang modal memang modal
diperlukan tapi sebetulnya lebih
diperlukan lagi itu adalah mental mental
menjadi seorang entrepreneur seorang
entrepreneur itu kan harus siap diuji
terus-terusan ketika Rencana tidak
berjalan sesuai dengan yang diharapkan
ketika kinerja tim juga tidak sesuai
dengan yang diharapkan omset turun itu
kan seperti Roller Coaster ya jadi kayak
h2c terus ya menuntut pengorbanan juga
Mas seperti saya mendapatkan penghasilan
dari Pekerjaan saya sebagai konsultan di
sisi lain usaha saya juga butuh modal
sehingga penghasilan saya dari pekerjaan
sebagai konsultan harus saya gunakan
untuk modal usaha saya supaya bisa
berjalan dengan sehat saya itu juga
punya keinginan punya kebutuhan dan itu
harus saya korbankan harus saya tunda
demi yang ini bisa berjalan karena kan
di sini juga enggak bisa
setengah-setengah ya kan kalau
setengah-setengah ya pasti lama-lama
berhenti gitu Ketika saya gunakan untuk
kegiatan usaha maka akan lebih banyak
lagi orang yang bisa merasakan
manfaatnya kan ada karyawan yang bisa
merasakan manfaatnya kalau kita bicara
zakat ya penghasilan pribadi kita simpan
setahun mencapai nisab kita keluarkan
zakatnya selesai kan satu kali aja tapi
ketika uang tersebut atau modal tersebut
kita gunakan untuk kegiatan usaha itu
setiap tahun bahkan setiap bulan bisa
kita keluarkan zakatnya itu kan
dampaknya lebih jauh lebih luas ya
karena saya juga mengenal beberapa orang
yang mereka itu punya modal punya
keinginan untuk berbisnis atau berusaha
tapi mereka takut tidak punya cukup
mental untuk mewujudkannya Karena Mereka
takut kehilangan uang kehilangan modal
yang sudah mereka keluarkan memang
ketakutan itu beralasan dan memang besar
kemungkinannya terjadi itu di situ kita
dituntut untuk siap secara mental saya
pun sudah
berkali-kali mengalami suatu modal yang
sudah saya keluarkan ternyata tidak
kembali karena tidak tidak berjalan
sesuai rencana kalau kita sudah terbiasa
dengan proses tersebut intinya kan
memulai Dulu ketika kita memulai kita
terbiasa akhirnya kan yang tadinya Kita
terkaget-kaget lama-lama kan menjadi
biasa gagal itu juga pasti bagian dari
proses tapi gimana bisa ikhlas dulu
kalau udah ikhlas kan kita enak move
on-nya ya Ya udah kita melanjutkan
perjalanan tanpa terus terbebani dengan
kegagalan yang sebelumnya saya juga
mengalami ada produk itu sudah saya beli
saya stok dengan jumlah yang cukup
banyak ternyata tidak berjalan tidak
laku Jadi kurang diterima oleh pasar dan
saat itu saya bingung ini mau di
kemanain barangnya gitu barang sebanyak
ini mau dikemanain saya putuskan dari
pada barang tersebut hanya numpuk di
rumah saya enggak bisa dipakai juga
akhirnya saya berikan orang-orang yang
memerlukan jadi saya Sumbangkan kemudian
brand yang sama mengeluarkan produk baru
lagi saya merasa produk ini lebih bagus
fungsinya jadi lebih sesuai dengan
keinginan pasar ada ketakutan juga Waduh
kalau terulang lagi cerita yang begini
gitu gimana gitu nah di situ kan mental
Ya kita harus bisa berpikir jernih gitu
kalau kita tetap tertahan dengan trauma
kegagalan yang sebelumnya kita jadi
nggak bisa dong melihat peluang yang di
sini Padahal kita tahu nih ini bagus
peluangnya karena kita masih memikirkan
kegagalan yang sebelumnya bisa jadi kita
melepaskan peluang ini kan enterpreneur
itu enggak boleh kapok kalau kapok Ya
udah berhenti ternyata setelah saya
ketika saya ikuti naluri saya bahwa
produk ini jauh lebih diterima oleh
pasar lebih sesuai dengan keinginan
pasar ee dan saya lupakan kegagalan
sebelumnya ternyata Alhamdulillah memang
berjalan sesuai dengan perkiraan saya
pada saat itu kan produknya produk
mukena anak di rumah saya hanya
terdiamkan begitu saja saya pikir saya
berikan saja ke anak-anak yang di Panti
Asuhan gitu Kemudian beberapa
ini saya datang ke panti asuhan terus
kemudian saya kirimkan ke yayasan gitu
di situ saya melihat dengan mata saya
sendiri mereka mukenanya itu lusuh-lusuh
gitu betapa senangnya menerima mukena
tersebut dan dari situ saya mengambil
hikmahnya mungkin kalau tidak ada
kejadian ini saya tidak terpikirkan ya
tidak ada pikiran menyumbangkan mukena
gitu Jadi saya lihat Oh hikmahnya yang
tadinya saya enggak kepikiran jadi
kepikiran gitu
[Musik]
kalau tidak mengalami sama sekali jatuh
bangun sebagai pengusaha itu hampir
tidak mungkin tapi yang bisa membesarkan
hati kita yang ingin berniat menjadi
pengusaha banyak hal yang tidak kita
sangka Akan kita temukan seperti betul
sekali ya kalau ada yang bilang dengan
membuka satu pintu akan terbuka
pintu-pintu yang lain itu sangat benar
sekali jadi ketika kita ngambil satu
peluang dan kita menjalaninya bisa jadi
kita akan bertemu dengan peluang-peluang
yang lebih baik lagi Jadi kalau peluang
yang kita ambil ini mungkin terlihat
kecil itu tidak perlu berkecil hati ya
justru awalnya dari situ kita ketemu
dengan peluang yang lain ketemu dengan
orang-orang yang bisa bekerja sama dari
situ kita bisa lebih maju dan lebih maju
lagi dan sesuatu yang bisa menjadi
motivasi bagi kita jadi tidak perlu
khawatir berlebihan dengan resikonya
untuk bisa menutupi kekhawatiran
terhadap resiko ini pikirkan juga
potensinya bagi saya itu sesuatu yang
sangat menarik dan sangat menantang dan
sering saya merasa surprise sendiri saya
bisa bertemu dengan satu peluang
ternyata itu tidak bisa dipisahkan
prosesnya dan perjalanannya dari
keputusan yang saya ambil sebelumnya dan
itu pantas untuk kita perjuangkan kalau
saya diberikan kesempatan untuk
mengulang lagi saya ingin menjadi versi
yang lebih baik lagi dari diri saya Dan
kalau bisa versi yang terbaik itu yang
ingin saya capai Seandainya saya boleh
mengulang lagi saya ingin merencanakan
kehidupan dengan lebih cermat lagi dan
terutama lebih berani lagi karena banyak
peluang-peluang yang terlewatkan hanya
karena tidak berani banyak memiliki
mental blok mental block Jadi kurang
berani aja gitu terima kasih saya Marini
entrepreneur dari Depok wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumsalam Warahmatullahi
Wabarakatuh