Transcript
NXk9pkZdzP0 • Bangun Usaha Tidak Melulu Soal Modal! Kisah Cafe WAKDJUM!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0106_NXk9pkZdzP0.txt
Kind: captions
Language: id
hai hai
[Musik]
Hai
[Musik]
kulit banyak hal yang beliau ajarkan
Tapi masih belum saya terima dengan
sangat baik karena bebal saya kenakalan
saya kedunguan saya terhadap omongan
orang tua masih sering terjadi meskipun
saya sudah berusaha untuk mencoba
menjadi anak yang berbakti tapi memang
gusti Allah memanggil papa lebih cepat
Ketika saya diberikan kesempatan untuk
bisa kembali ke masa lalu Tentu saya
ingin banyak mengambil foto dengan papa
saya kemudian saya akan banyak
mendengarkan apa yang Papa saya
sampaikan Saya mungkin akan menjadi
pribadi yang lebih berbakti kepada orang
tua dan saya ingin berusaha menjadi anak
yang tidak Kepala sama sekali
hai hai
[Musik]
Hai assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh perkenalkan nama saya
Mahendra Dwi Cahyo Saya berusia 20 tahun
saya pemilih dari wajum cafe yang
berlokasi di Pandaan Kabupaten Pasuruan
Kenapa namanya wacung karena ini
merupakan bentuk dedikasi saya terhadap
kedua orang tua saya yang mana wakjum
ini diambil dari waktunya itu adalah
Wahid Papa saya dan jumlah itu adalah
juniatiningsih yang mana itu Mama saya
ini bentuk dedikasi saya kepada mereka
karena selama ini mungkin saya juga
belum bisa memberikan apapun kepada
mereka karena saya juga selama masa
remaja juga sangat nakal jadi ini
momentum baik buat dedikasi saya kepada
mereka berdua seperti itu saya lulus SMA
tahun
2015 orangtua Saya menginginkan saya
melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi
sedangkan saya mengetahui sendiri
bahwasanya orang tua saat itu memang
dalam kondisi yang kurang memungkinkan
untuk bisa menyekolahkan saya hingga
auto perguruan tinggi akhirnya Saya
memberanikan diri untuk bisa mengatakan
kepada ya Oh saya siap untuk terjun
langsung ke dunia kerja tanpa melalui
perguruan tinggi namun Memang mereka
masih bersikeras agar saya tetap bisa
melanjutkan sekolah di perguruan tinggi
singkat cerita Saya memilih perguruan
tinggi khusus karyawan saya juga bisa
kerja sambilan untuk bisa menunjang
pembayaran kuliah Saya juga membantu
orang tua akhirnya pilihan itu yang kami
pilih jadi waktu itu karena memang papa
itu sudah tidak bekerja Kakak juga masih
belum bekerja hanya ada mama waktu itu
juga menjalankan usaha laundry Bahkan
waktu itu saya untuk pendaftaran kuliah
saya pinjem uang kepada teman saya
sebesar 250.000 bener-bener saya waktu
itu untuk daftar kuliah itu pinjem
Hai itu pun uang orang tuanya Akhirnya
saya pinjam kepada teman saya itu untuk
bisa mendaftar kuliah
[Musik]
[Tertawa]
Jadi saya banyak membangun relasi saya
itu di warung kopi Saya punya tempat
dimana itu berkumpulnya orang-orang
Bukan susah saya mungkin 10/15 tahun
lebih tua tapi saya udah mau untuk
beradaptasi dengan mereka karena saya
tahu di usia mereka pasti banyak
pekerjaan yang bisa digali meskipun itu
hanya serabutan saya berpikir Ketika
saya membuka warung kopi Akhirnya saya
akan banyak relasi karena relasi itu
yang akan memohon rezeki itu salah satu
pesan dari orang tua saya dan juga saya
diberi pesan bahwasannya kamu harus bisa
membuat orang bisa beli produk mu
meskipun mereka tidak butuh produknya
nah tercetuslah warung di agar
relasi-relasi saya ini berkumpul
ditempat saya semakin banyak relasinya
berkumpul dapat saya saya berfikir kalau
akan banyak rezeki disitu seperti itu
hai hai
Hai jadi waktu itu saya mencoba
memberanikan diri untuk menyampaikan
keinginan Raja saya kepada Papa saya
untuk bisa membuka warung kopi warung
kopi kecil-kecilan cuman beliau masih
belum mengiyakan karena mungkin di usia
saya yang masih 18 tahun akhirnya
orangtua urung memberikan saya izin
untuk membuka warung kopi tapi Seiring
berjalannya waktu saya mencoba untuk
membuktikan diri bahwasannya itu saya
itu bisa nah orang tua saya melihat
Selama saya berdagang Saya cukup punya
etos dagang yang bagus akhirnya dari
proses lama itu sekitar lima atau enam
bulanan dari pertama saya bilang kepada
Papa saya papa saya kemudian bilang Oke
akan kita buka warung kopi tapi berikan
presentasi mu secara jelas dan rinci
Bagaimana kamu bisa Survive untuk satu
tahun kedepan akhirnya karena memang
Saya diajarkan untuk selalu menjelaskan
segala hal secara detail Seiring
berjalannya itu dengan berbagai
presentasi yang saya ajukan beliau
menyetujui namun kendala memang masih
ada yaitu masalah pendanaan diawal-awal
orangtua saya mengatakan untuk
mengumpulkan material yang tersedia di
tambak ikan yang saya miliki jadi saya
memiliki tambah ikan yang mana dulu itu
adalah tempat pemancingan komersil yang
sudah tidak aktif selama kurang lebih
delapan tahun terakhir kali tahun
2009 akhirnya orang tua mengatakan untuk
mengambil material pasir yang ada di
kolam untuk dijadikan material dasar
karena didalam kolam juga tersebut ada
banyak batu yang bisa dibuat untuk
pondasi akhirnya kami memisahkan antara
pasir dan lumpur kemudian mengambil
beberapa batu yang tersimpan didalam
area Tambak jadi sempet lucu juga ketika
ada tetangga dateng melihat pekerjaan
kami yang memisahkan batu dan pasir dan
tetangga saya bilang ini mau menjadi kok
ngambil ngambil material kayak gini ya
kita ya ambil Sisi ujungnya aja toh Ya
memang kita akan mengerjakan sesuai yang
kita rencanakan dan orang itu juga tidak
tahu kalau misal kita mau ada rencana
membuat warung kopi tes hanya menerima
itu sebagai lelucon aja jadi rencana
awal setelah material sudah terkumpul
kami memanggil tukang dari warga
setempat kepada kami untuk kami aja
mengerjakan pembangunan pondasi sesuai
denah itu kami mulai sekitar dua bulan
cukup lama memang tapi memang itu kami
lakukan karena dana yang kami miliki
sangat terbatas Jadi kami membayar
ketika kami ada uang baru kita
mengerjakan Riau kalau semisal kami
sudah tidak punya uang kami liburkan
jadi seadanya Kami punya uang untuk
membayar tukang dan kuli
[Musik]
kemudian setelah pondasi sudah terpasang
kami menemui kendala lagi Bagaimana kami
bisa mendirikan bangunan tapi dengan
dana seminim mungkin untuk bisa kami
keluarkan akhirnya waktu itu Papa
mengajak temannya ke rumah untuk menemui
saya dan membawakan cetakan batako
seukuran segini Nah itu saya dipanggil
untuk diajari membuat batako sendiri
Saya mulai mengerjakan dibulan September
itu hingga terkumpul
1200 Batak kurang lebih Yang mana itu
hanya bisa dipakai kurang lebih hanya
sekitar 800-900 Batak karena ketika
dibelah itu Ambiar pecah jadi ya yang ke
pakai mungkin sekitar 800-an buah yang
bisa kepakai itu saya kerjakan kurang
lebih selama lima bulan Itu Saya
mengerjakan sehari mungkin dapat 20
kadang 10 kadang enggak sama sekali Ya
namanya juga kita akan males-malesan
Soalnya waktu itu juga sempet mikir ini
bercanda atau beneran karena memang papa
gitu bener-bener nguji kesabaran saya
untuk bisa melakukan semuanya secara
mandiri saya juga sempet diposisi yang
putus asa karena sampai sejauh ini
progres pun tidak ada sama sekali
bangunan nampak pun tidak ada sama
sekali hanya pengumpulan
material-material aja akhirnya waktu itu
Saya memberanikan diri untuk bilang
kepada bapak untuk meminta bantuan
kepada sanak saudara untuk mensuport
bahwasannya Saya ingin membuat Cafe tapi
banyak respon dari keluarga saya memang
masih belum percaya Karena di usia saya
yang sangat belia saya mulai berani
berwirausaha itu sebuah resiko karena
Resiko yang akan dihadapi juga sangat
besar setelah berjalan kurang lebih dua
bulan dibulan April bangunan selesai
saya mengundang beberapa teman-teman
saya untuk datang ke warung kopi saya
yang baru untuk saya jadikan kelinci
percobaan untuk beberapa bentuk yang
sudah saya buat jadi selama kurang lebih
dua Saya mengundang hanya teman-teman
saya saja untuk client error agar waktu
melepas warung kopi kepada halayak umum
warung kopi ini sudah siap dan meminum
kesalahan setelah saya membuka warung
kopi saya secara umum Waktu itu saya
cuma bisa menyediakan kurang lebih hanya
12 tempat duduk yang mana hampir
separuhnya itu hanya teman saya saja
banyak dari teman-teman saya memang
meski pot saya untuk bisa menjalankan
warung kopi ini dengan baik jadi saya
yang jual saya yang membuat saya yang
mengantar bener-bener semuanya Saya
mengerjakan sendiri semuanya tapi selang
beberapa lama saya minta perbantuan dari
kakak saya untuk bisa membantu saya di
cafe tapi secara pasif karena kakak saya
memang otak dibalik Cafe ini sebetulnya
jadi banyak ide yang kakak saya
sampaikan hanya saja eksekusi saya
melakukan di kemudian hari orang-orang
sudah mulai banyak ya datang ke tempat
saya tapi hanya memang kapasitas 12
orang Dan sayapun hanya berjualan di
malam hari karena di siang hari saya
juga istirahat akhirnya Papa melihat
peluang bahwasannya Cafe ini bisa
berkembang lebih jauh karena relasi yang
saya punya cukup baik Papa kemudian
mencari informasi terkait barang bekas
yang bisa saya gunakan untuk membuat
kanopi jadi waktu itu ada material bekas
itu limbah tapi masih utuh itu kemudian
dihutang sama papa untuk saya membuat
kanopi seluas sembilan kali 11 dari
material itu akhirnya kapasitas saya
bertambah dalam hitungan bulan
hai hai
Hai dengan penambahan Kanopi yang kami
lakukan akhirnya kami bisa menampung
sedikit lebih banyak konsumen yang
datang akhirnya setelah setahun berjalan
di tahun 2018 kami sudah mulai menambah
lebih banyak tenda yang bisa kami
gunakan untuk area dingin dari 40 kursi
yang tersedia kini sudah bertambah
hingga
115 kursi dari tahun 2018 tersebut
warung kopi yang sudah saya dirikan ini
menjelma menjadi Cafe karena beberapa
menunya Sudah saya Jasman agar bisa
banyak diterima oleh kalangan luas dari
situ Papa mulai merasa saya punya
kapasitas untuk menjalankan usaha ini
biau sangat Intens untuk mengajarkan
saya bagaimana cara untuk tetap Survive
untuk tetap bisa menjalankan bisnis ini
dengan baik menjalankan usaha ini dengan
baik dan kemudian ada pandemi di tahun
Wooyoung yang datang Awalnya kami
berusaha untuk menjaga kondisi keuangan
stabil di Maret
2020 kami sudah terkenal razia
penertiban hiburan malam karena waktu
itu kami juga hanya buka di malam hari
untuk menghentikan skala operasional
terkait henin makan dan minum di
kemudian hari situasi pandemic tambah
membuat Kami sulit karena waktu itu
sudah memasuki fase Delta saya mencoba
untuk pedas Manullang beberapa formula
terkait masalah gawai yang dari awalnya
Saya hanya memiliki satu pegawai hingga
Saya punya 10 pegawai gitu saya
adjustment lagi agar bisa tetap
beroperasi dan karyawan juga tetep bisa
bekerja meskipun harus secara bergantian
karena saya terserang untuk bisa
mempekerjakan semuanya cukup susah untuk
saya bisa bertahan tapi disitu
Alhamdulillah karena doa restu orang tua
saya dan juga support dari teman-teman
saya saya bisa melewati fase pandemi
dengan sangat baik dan bahkan setelah
lepas varian Delta Jaya masih bisa
mempertahankan beberapa karyawan sih
saya yang masih bertahan Tapi ujiannya
memang tidak sampai disitu waktu itu
bener-bener ujian berat buat saya yang
mana Papa saya meninggal di bulan
Agustus tahun 2021 dari itu cukup
membuat saya kaget karena beliau juga
sangat Intens yang dekat sekali dengan
saya beberapa hari terakhir Papa saya
juga tidak mengindikasikan bahwa saya
Beliau sakit secara berat tapi memang
Tuhan berkata lain bahwasanya Papa saya
dipanggil Sang Kuasa dan saya masih
merasa Saya masih kurang untuk dapat
bimbingan secara Intens dari papa karena
memang banyak hal yang beliau ajarkan
Tapi masih belum saya terima dengan
sangat baik karena bebal saya kenakalan
saya kedunguan saya terhadap omongan
orang tua masih sering terjadi
meskipun saya sudah berusaha untuk
mencoba menjadi anak yang berbakti tapi
memang bisa Allah memanggil papa lebih
cepat waktu itu di bulan Agustus setelah
pareholic ROM selesai kemudian saya
dihadapkan dengan situasi new normal
tanpa Papa saya dan semuanya saya
berjalan secara mandiri dengan bimbingan
Mama Kakak dan dalam nonton mereka
berdua Akhirnya saya tetap bisa Survive
untuk terus menjalankan usaha ini sampai
sekarang dan alhamdulillah bulan kemarin
kami baru memperluas area kami yang mana
dari 115
orang kapasitas sekarang sudah bertambah
menjadi
220 orang dalam satu waktu itu sebuah
pencapaian yang mana memang
dicita-citakan oleh Papa untuk bisa
terus berkembang terus berproses tanpa
harus malu tanpa harus punya keraguan
karena semuanya pasti berat di awal tapi
jika kita memang bersungguh-sungguh
dalam mengerjakan pasti selalu akan ada
jalan itu yang selalu di sampaikan oleh
almarhum Papa Kemudian dari seluruh area
yang sudah saya kerjakan masih berjalan
kurang lebih 60% dari masterplan yang
sudah Papa pernah sampaikan jadi
perjalanan waktu masih sangat panjang
dan kami ingin terus memberikan yang
terbaik terutama untuk para pelanggan
kami dan seluruh masyarakat yang ada di
wilayah Pandaan sekitarnya
[Musik]
strategi yang saya lakukan selama ini
agar wakjum terus bisa berkembang yaitu
dengan berinovasi beberapa menu yang
saya Tampilkan selalu berbeda dari bulan
ke bulan kemudian Bagaimana kita bisa
membangun relasi dengan customer kita
bisa membangun komunikasi yang baik
dengan customer dan kita berusaha untuk
mendidik seluruh kru yang ada di wajum
untuk bisa memperhatikan tata krama dan
unggah-ungguh yang baik karena saya
percaya good service disebut bisnis jadi
ketika pelayanan bagus itu akan berimbas
bagus kepada bisnis yang kita jalankan
dari situ kemudian banyak hal-hal yang
mulai Saya pelajari mulai dari karakter
konsumen
Bagaimana tipikal konsumen ini bisa
datang ke tempat saya nah disitu bakal
terbentuk suatu ekosistem usaha yang
bagus karena beberapa sampel yang saya
terima dari data yang sudah saya peroleh
itu saya kelola ulang Bagaimana
menentukan Menu apa yang cocok untuk
konsumen saya pada umumnya saya
menyampaikan kepada kru di wajum enak
aja tidak cukup tapi bagaimana kita bisa
mengemas sebuah produk agar terlihat
lebih nikmat sebelum disantap jadi kita
berusaha untuk mencari pleting yang
bagus dengan tambahan-tambahan bahan
entah itu selai buah agar Minuman itu
tidak terlihat polos kalau untuk makanan
kita mencoba untuk platingnya lebih
banyak condiment condiment yang berwarna
agar bisa menarik mata terkadang hal
yang konyol bisa saya lakukan makanan
yang saya berikan kepada customer itu
saya bawa keliling dulu di meja-meja
orang saya perlihatkan bukan untuk
yuk Tapi saya bawa keliling dulu agar
orang melihat Wah makanan itu kayaknya
enak nah dari situ akhirnya orang
berusaha tahu mau pesen itu menjadi itu
yang saya ajarkan sama anak-anak
bahwasannya orang juga perlu melihat apa
yang akan mereka beli agar mereka
tertarik
hai hai
Hai pernah saya diundang oleh seseorang
beliau ingin membuka sebuah kedai dan
beliau mengundang saya untuk menjadi
product development karena beliau tahu
menu-menu yang saya Tampilkan lumayan
enak kata bau Akhirnya saya diundang dan
saya diajak untuk membuka sebuah kedai
tapi saya hanya sebatas sebagai product
development nah dari situ tantangan
mulai muncul Bagaimana kita bisa membuat
sebuah produk dan sesuai dengan
keinginan milik Bagaimana saya bisa
menyajikan sebuah produk yang beliau
inginkan Tanpa beliau meminta dari situ
Saya berusaha memberikan yang terbaik
sampai akhirnya saya presentasikan
produk yang saya berikan dan beliau
mengatakan ini enak tapi harga yang kamu
buat itu terlalu mahal Nah kamu
bagaimana caranya bisa membuat produk
dan bahan yang murah tapi bisa
menghasilkan sebuah minuman atau makanan
yang sangat enak dan itu sangat berkelas
Itu tantangan buat kamu dan itu yang
saya selalu pegang Bagaimana kita bisa
tetap berinovasi meskipun dengan dana
yang minim dengan modal yang sedikit
tapi kita tetap bisa menampilkan yang
terbaik
pengusaha tanpa inovasi seperti
sayur tanpa garam jadi kita dihadapkan
dengan situasi market yang dinamis
keinginan kustomer selalu berubah-ubah
Bagaimana kita bisa mengikuti tren
bahkan mengikuti arus ombak yang sedang
terjadi agar kita tetap bisa
menyesuaikan keinginan pelanggan jika
pengusaha tanpa inovasi akan sangat
susah untuk terus bisa bertahan sebagai
contoh inovasi yang selalu saya pikirkan
adalah terkait menu-menunya Agan juga
promo-promo dan juga kemasan dari
Instagram yang saya gunakan sebagai
media promosi saya kemudian tentunya
selalu mengedepankan keinginan konsumen
dan menyesuaikan dengan sumber daya yang
kita miliki
k.h. a
[Musik]
hai oh
momen terbaik dengan papa saya adalah
ketika saya pulang sekolah ada beberapa
teman saya memang seringkali datang
rumah saya untuk beristirahat atau hanya
sekedar main dan waktu itu saya membawa
kamera yang saya pinjam dari teman saya
itu adalah foto pertama dan terakhir
kalinya bareng dengan papa saya saya
tidak pernah foto dengan beliau Hanya
itu yang saya miliki sepulang sekolah
dan itu masih saya simpan hingga
sekarang dan itu bener-bener momen yang
tidak ingin saya lupakan
Ketika saya diberikan kesempatan untuk
bisa kembali ke masa lalu Tentu saya
ingin banyak mengambil foto dengan papa
saya kemudian saya akan banyak
mendengarkan apa yang Papa saya
sampaikan Saya mungkin akan menjadi
pribadi yang lebih berbakti kepada orang
tua Hai dan saya ingin berusaha menjadi
anak yang tidak Kepala sama sekali saya
merender aduh Cahyo memilih dari wajum
ini berpesan kepada para
pengusaha-pengusaha muda untuk tetap
semangat Apapun yang terjadi Kalian bisa
Survive bertahan dan bahkan berproses
Untuk jauh lebih baik lagi dan untuk
kalian yang baru memulai usaha kalian
harus lebih bersabar untuk terus
memberikan yang terbaik terus berinovasi
jangan Patah Arang Jangan mudah menerima
cibiran orang dengan hati yang luka
mencobalah menjadi pribadi yang lebih
baik lagi
saya Mahendra Dwi Cahyo owner dari wajum
ingin berterima kasih wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Hi Ho