Berawal dari Sewa Warung Nasi Pecel, Sekarang Punya 5 Cabang Bimbel
JL0TwvDzrAA • 2021-05-06
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id hai hai Ya Allah itu kayak bilang kepada saya gak percaya ambe janjiku gitu iki loh tae-joon lebih baik daripada apa yang kamu nafkahkan 100.000 itu dengan percaya diri mereka mengatakan kerja di mana rumah pintar itu mereka sudah bisa menemui dada kami dulu nggak bisa hanya konsep aja ini akan besar Insyaallah akan besar Ayah Ibu e gusti Allah Sami nderek gusti Allah sakwa ya Ayah ambek ibuke enggak iso kerjo buah Mergo keluar kota much Mergo sakit bonggo dipundhutake gusti Allah wis gak boleh sedih kita enggak baik itu karena keterbatasan pikiran kita kalau pikiran kita itu baik kita akan bisa mengambil kebaikan dari setiap apapun bahkan termasuk dalam kejadian yang orang-orang itu menganggapnya musibah-musibah pun tupai adas doa yang tidak pernah saya tinggalkan sampai hari ini yaitu robbihabliminasholihin Ya Allah anugerahkan kepada kami anak-anak yang Saleh Salehah [Musik] di sela-sela Rohman Rohim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan saya Yusuf Efendi misteri saya kuning mualifah kami berasal dari Desa Talun dan Insya Allah hari ini dititipi oleh Allah rumah pintar bimbingan belajar Insyaallah pelopor pendidikan karakter terbaik di Indonesia Jadi kami memulai rumah pintar ini dari sebuah tempat semacam bekas warung pecel gitu waktu itu kami sewanya itu hanya perbulan karena emang nggak kuat sila pertama saya masih ingat pada saat itu mejanya ada dua yang satu itu dipinjem yang punya rumah kemudian yang satu itu depan rumah itupun muridnya hanya enam nah suatu ketika kami ada masalah yang kemudian mengharuskan kami untuk didenda 4juta pada saat itu karena kami nggak punya uang Kemudian kami berusaha berinisiatif untuk cari uang salah satunya adalah menjual satu-satunya kulkas kami dari pagi itu saya keliling-keliling itu cari orang-orang yang sekiranya mau membeli kulkas Kami sampai 08.00 itu kami ketemu seorang ibu muda yang anaknya sakit kami tanya Mbak kenapa anaknya sakit Pak sakitnya Sejak kapan sejak kemarin lo sudah dibawa ke bidan Belum kenapa enggak Belum enggak punya uang itu saya mikir itu saya berangkat ke situ itu bawa uang cuma Rp100 dan itu mau saya pakai untuk fotokopi soal karena kasihan saya berfikir Okelah sebagiannya saya sedekahkan Kepada beliau untuk anaknya ke bidan lalu saya ambil uang saya saya bilang Mbak uang ini jenengan pakai sementara jenengan bahwa putrane hai lalu nanti kembaliannya tolong dikembalikan ke rumah Selatan ya Maksudnya ke rumah saya dia bilang terima kasih Pak Terima kasih nanti saya tak bawa anak saya ke bidan lalu saya enggak jadi fotocopy soal karena memang uangnya dipegang oleh Beliau terus saya pulang ke rumah itu nyampe rumah belum masuk rumah saya suaminya itu sudah SMS katanya lo nya belum gini Pak uangnya ini tak pinjami sekalian ya karena sudah dua hari ini istri saya enggak saya kasih nafkah itu saya sama istri bingung itu kita bingung ini kalau mau dihutangkan ini uang satu-satunya yang kami punya kalau mau disedekahkan juga kami enggak punya Besok itu untuk apa gitu kemudian ada dua jam itu kami engkelan sampai kemudian saya bilang wes yang ini gusti Allah ngenteni jawabannya e dewe arep cutaneous di sedekah nih kalau dihutang new malam Kembalinya kapan Lek di sedekah nih ya Insyaallah akan diganti lebih baik sama Allah terus saya tanya itu masih sepi yang Halo Mami Ade piye yo mosok nggak percoyo ambe gusti Allah nggak percaya yowes bismillah maka kemudian biasa SMS Depag jenengan Pakai uangnya bismillah nah besoknya itu kemudian kami makanya itu nanak nasi terus sambil cari-cari uang receh heel dibawah tumpukan apa namanya Baju Y2 tumbuhan baju itu ada receh Rp2.000 Kami belikan tempe tosca miegoreng brush Sore harinya itu isi saya bilang ke orang DJ Lio sampai gusti Allah ya besoknya lagi demikian demikian sampai 3 hari itu kemudian kok tetep nggak ada ganti dari Allah ya sampai saya Itu waktu sholat ashar hampir nangis ya Ya Allah besok bagaimana Karena semua tempat itu sudah kami cari itu dan adanya cuma receh itu Dan Hampir habis Masya Allah dihari keempat itu Allah mendatangkan gantinya kepada kami dengan cara tiba-tiba itu ada anak yang daftar sehari itu daftarnya 3 Pak Facebook dari mana Bu saya dari wingi Saya dari Popoh Saya dari Kesamben Saya dari Binangun itu sehari itu tiga anak tiga anak tiga anak itu sampai 80-an anak ya 80-an anak maka seolah-olah saya nangis itu seolah bilang ini Allah itu kayak bilang kepada saya gak percaya ambe janjiku itu lebih baik daripada apa yang kamu nafkahkan 100.000 itu padahal itu tanpa iklan tanpa papan nama papan namanya itu belum seperti sekarang papan namanya itu masih banner itu saya pakai pigura Kayu pada saat itu saya bilang kepada istri saya Insyaallah ini gede yang rumah pintar ini akan jadi besar sayang aja itu guru-guru yang saya kenal karena saya dulu begonya guru saya ngajak guru-guru yang saya kenal yang muda-muda itu untuk ikut gabung sama saya ngelesi bareng-bareng nggak ada yang mau itu enggak ada yang percaya sama saya tempatnya Jawa ROM pecel mejanya ya pinjeman orang gitu tapi ada dua kedua orang yang masih percaya sama kita namanya Mbak Winda yang satu Mbak Ifa itu dua orang yang percaya sama kita kemudian ikut membantu rumah pintar ini bertumbuh dari step 1 ke step berikutnya sampai Alhamdulillah sekarang ada lebih dari 30 orang yang bergabung dengan kita dengan percaya diri mereka mengatakan kerja di mana rumah pintar itu mereka sudah bisa menepuk dada kami dulu nggak bisa hanya konsep aja ini akan besar Insyaallah akan pesan dulu itu waktu sejak STM itu saya suka ngajar dan saya itu ngajar ngajar ngaji jadi sejak masih muda Alhamdulillah Allah menitipkan dihati saya itu perasaan saya suka kepada agama kemudian saya pengen jadi orang soleh Saya pengen diakui sebagai umatnya Rasulullah itu pengen gitu nah pada saat itu yang bisa saya lakukan adalah ngajar ngaji Saya masih ingat saya Bandulan di bawah pohonnya Bapak saya itu ada anak muslim yang dia lewat yaitu baju bagus pada dia orang miskin saya tanya dia Mbak mau kemana dia itu lagi di prospek sama agama lain begitu maka terbakar ini hati saya ini terbakar perasaan saya ini orang Islam tapi enggak muka ini orang Islam lainnya terus saya tanya dia masih punya urutan kan masih punya pedati itu kitab turutan Kalibata dibilang punya Nanti sore ngaji ya sama saya Iya Pak Mulai anak itu satu sampai kemudian saya ngajar delapan tahun itu ada lebih dari 50 anak yang ngaji tidak satu rupiah pun saya tarik mereka uang karena memang di hidup itu di masa episode hidup itu saya merasa ini untuk Allah ini untuk ikhlas betul ini banyak hal yang saya alami dicaci-maki masyarakat kemudian eh di satu tetangga kemudian dimarahi bapak ibu saya itu biasa aja karena bagi saya Ini untuk Allah wib dan pada saat itu belum ada rumah pintar saya masih belum menikah pada saat itu saya kuli bangunan jadi setelah mulai itu sore hari jam empat itu saya pulang kalau bapak saya belum pulang jam pokoknya pulang ngaji Oke sampai suatu ketika lama-kelamaan saya sadar bahwa perjuangan ini rasanya tidak bagus tidak bisa bertahan lama kecuali ini dilegalkan ini perjuangan ini harus bentuknya formalin maka kemudian rumah pintar ini menjadi salah satu bagian dari terusan dari dakwah tadi kami rumah pintar membuka diri dengan orang-orang dari golongan lain dari agama lain silakan semua masuk rumah pintar Insyaallah disini kami pastikan kami akan mendidik sebaik mungkin terutama tentang karakternya akademik yaitu kami akan mendidik sebaik mungkin Kenapa karena sejak awal niatan kami itu memperbaiki generasi muda ini maka kemudian guru-guru di sini pun ada aturannya aturan yang pertama mereka harus mau berjilbab dirumahnya berjilbab disini berjilbab kemudian guru yang kedua yaitu mereka harus bisa baca al-qur'an yang ketiga mereka harus mau salat jamaah Kenapa demikian karena saya merasa perjuangan yang tadinya nggak formal yang kemudian dicaci-maki masyarakat ini bisa lembaga kan bisa kemudian dipandang positif oleh masyarakat ketika kita bisa membuat lembaga informal Alhamdulillah rumah pintar seringkali menghantar anak-anak mencapai Olimpiade nasional baik juara 1 juara 2 juara 3 yang juara 1 Olimpiade nasional itu ada banyak ya alhamdulillah dari bahasa Inggris maupun misalnya sendiri dan Um terbaik Kabupaten kemudian juara Olimpiade provinsi itu banyak sekali rumah pintar sementara 5cabang ada di Talun kemudian di Selopuro ada dua kemudian di Samben kemudian di Wates jadi rumah pintar itu ada satu program namanya programnya satu ibu-ibu kita bersama artinya setiap guru yang masuk di rumah pintar sini berarti itu keluarga kita dan ketika ibunya sakit itu ini dia boleh cuti sama Widya kalau untuk pilwali tim kita nggak ada nggak ada semacam pembatasan walaupun itu di undang-undang enggak ada kita ijinkan misalnya di undang-undang itu mengatakan keluarganya sakit hanya boleh izin 3 hari kita sesukanya satu bulan dua bulan kalau itu untuk Ibumu untuk ayahmu silakan karena ini bagian dari bagaimana kita mau wujudkan penting karakter atau birrul walidaini yaitu begitu yang lain yang di kantornya itu harus mau saling Genoa harus mau saling menunggu itu Jadi kalau ibunya salah satu diantara kita itu sakit maka teman-temannya itu dikasih giliran yang nunggu di rumah sakit tuh dikasih giliran di rumah pintar ndak ada karyawan Ndak ada Bos Nggak ada yang ada Pimpinan dan yang dipimpin Pak ini karyanya yang ini karyanya itu Hai saya itu nangis masihan Kenapa saya nangis karena kita itu rekan itu saya nggak pernah nganggap yang lain itu karyawan dalam rapat saya dalam kemudian keseharian Saya enggak pernah nyebut teman-temanku karyawan-karyawan saya itu enggak pernah kenapa seperti itu mereka itu sama seperti saya saling saling asah saling asuh saya tanpa mereka kita tanpa mereka juga bukan siapa-siapa kebetulan aja mereka membantu kita mereka orang yang dihadirkan Allah untuk membantu kita dalam kehidupan kita jadi sama aja kita itu gitu Kalau mungkin diluar sana ada orang-orang yang dengan bangga mengatakan ini karyawan saya sekian saya enggak punya karyawan Saya punya banyak teman gitu dan semuanya di sini keluarga kalau ada roti satu kita makan sama-sama kalau nggak ada roti ya kita kemudian puasa sama-sama Hai ada orang-orang yang bertanya Pak tinggi dengan gajinya berapa wi-fi saya ini gaji satu juta setengah keluar-keluar tuh karyawan saya diizinin gaji berapa teman-teman guru di sini itu mulai gaji 600 ada sampai kemudian hampir tiga juta itu ada tapi jarang yang keluar karena gaji karena ketika awal mereka masuk disini mereka saya katakan apa motivasi jenengan masuk rumah pintar Saya ingin mengembangkan ilmu Pak saya pingin menerapkan ilmu saya saya bilang saya pegang kata-katanya dengan jenengan Kalo kesini cuma cari gaji salahnya Hi Ho disini cari pahala gajinya sudah dihitung jadi kalau orang-orang di luar sana temen-temen berbanggalah kalau orang-orang di luar sana mereka Pulang membawa gaji mereka akan ditanya dengan Apa itu kamu pakai apa gajimu itu jenengan patut bangga Kenapa karena pulang dengan membawa pahala nilai membawa Pintu Surga Besok itu kita Ditanya itu pengen masuk surga lewat pintu yang mana Jadi mereka pulang itu bangga saya Guru saya guru dan saya pengen masuk surga kalau ada anak yang nakal di sini itu guru-guru jarang itu yang stress ini anak ini Nakal kenapa demikian karena kalau dalam rapat itu kita sering Ingatkan teman-teman kalau ada anak yang nakal Hai gelaran saja jahe sampeyan berdoalah Ya Allah perbaiki karakternya orang ini perbaiki karakternya anak itu barangkali justru anak-anak yang inilah yang akan menggandeng tangan kita itu ke surga bukan yang yang pinter-pinter tuh bukan barangkali yang nakal inilah karena kesabaran kita sehingga merekalah yang kemudian jadi fashilah kita untuk masuk surga e-book anak Itu Amanah yang dalam satu sisi anak itu anugerah bagi orang tua tapi sebenarnya anak itu amanah dari Allah Yang kalau ketika kita itu mendidiknya dengan baik Insyaallah itu adalah amal jariyah kita yang pahalanya itu panjangnya tapi kalau kita tidak mendidiknya dengan baik sesungguhnya itu merupakan tanggung jawab kita yang kala itu akan menjadi penyesalan tuh sedang Ajari anak salat belum Sudah ngajari anak baca Quran belum Sudah ngajari anak sopan santun atau belum Jadi sebenarnya anak Itu Amanah kit kami kemarin mencatat ada banyak sekali hal yang bisa diajarkan atau perlu diajarkan kepada anak-anak yang mana Ini juga kita ajarkan ke anak-anak Rumah Pintar yang pertama diajarkan Iman Kemudian yang kedua di Abdi ajarkan akhlak guna yang ketiga diajarkan sains kemudian yang keempat diajarkan dia logika matematika ia diajarkan pertahanan hidup atau apa ya Survival kemudian dia juga diajarkan komunikasi terus dia juga harus diajarkan kolaborasi dia diajarkan literasi yang kuat dan diajarkan budaya sosiobudaya sama sejarah Kenapa dengan sejarah karena dia akan bisa belajar dari peristiwa-peristiwa yang yang telah lalu sehingga bisa menjadi bekal bagi masa depan pada dasarnya anak kita itu akan hidup di masa depan jadi ketika anak ini hidup di masa depan Maka dia harus mampu bertahan di dalam kehidupannya nanti kita ngasih aja alat-alat dia hidup komunikasi yang baik kemudian lapang dadanya untuk menerima perbedaan sehingga dia bisa berkolaborasi dengan orang literasi yang kuat critical thinking kemudian agar dia bisa membedakan salah benar dan sebagainya tapi yang paling penting kalau boleh saya tambahkan yang paling penting itu iman kita tidak pernah tahu bagaimana hidup kita kedepan dan ini tidak penting-penting Hai miskin kaya pandai bodoh cantik jelek itu enggak penting-penting amat yang penting itu Iman jadi kalau kita itu punya iman kita bahagia tuh kalau kita nggak punya iman kita nggak bahagia ada banyak kejadian diluar sana orangnya itu kaya raya Tetapi kalau nggak punya iman itu rasanya itu kering ada orang diluar sana yang dia hidupnya di gubuk yang kemudian makan sehari-hari sekali makanya seadanya tapi ternyata hidupnya bahagia bahagia itu adanya di iman saya menanamkan ke anak saya itu seperti ini Duck Ayah Ibu e gusti Allah Sami nderek gusti Allah sawayah ayah ambek ibuke enggak iso kerjo buah Mergo keluar kota much Mergo sakit bomber God Ipun utawi gusti Allah wiseman enggak boleh sedih Mergo Apapun yang terjadi itu pasti by gusti Allah yg sudah menata apa yang terjadi pada kita itu pasti baik kita enggak baik itu karena keterbatasan pikiran kita kalau pikiran kita itu baik kita akan bisa mengambil kebaikan dari setiap apapun bahkan termasuk dalam kejadian yang orang-orang itu menganggapnya musibah-musibah untuk baik Misalnya ada banjir.doc banjir itu baik atau buruk awalnya dulu buruk ya buruk banjir itu banyak korban semua rusak dan sebagainya itu buruk saya bilang baik itu banjir pun baik-baik nih gimana ya yang pertama Allah langsung memisahkan antara orang benar dan orang yang tidak meneh itu ngelihat banjir orang yang benar itu keluar tuh sedekahnya bersegera untuk membantu bersegera untuk sedekah bersegera untuk menengok mengabarkan saudaranya yang disana mengabarkan handai taulan yang disana yang kedua kalau ada yang rusak-rusak disitu Sesungguhnya Allah lagi bagi rezeki ini hidup oleh lagi bagi rezeki kepada banyak orang kalau bantuan datang Allah bagi rezeki kepada Pak sopir karena Pak sopir akan bahwa bantuan ini kesana maka Pak sopirnya dapat gaji begitu juga yang punya pom itu Pak Sopir riwa-riwi itu pakai bensin brotip yang pemilik pom tugas pomnya dapat rezeki kalau banyak orang yang sakit Kemudian dari Tukang parkirnya Rumah Sakit Pak dokter perawat itu semua dapat rezeki dari situ terus yang sakit ya Gimana dengan yang sakit yang sakit itu juga baik untuk Loh kok bisa baik karena yang sakit itu yang pertama diampuni dosanya oleh Allah yang kedua derajat surga yaitu ditinggikan karena enggak cukup ini ditunggu-tunggu oleh Allah amalnya Nggak cukup untuk dimasukkan surga yang tinggi Allah nunggunya udah lama maka dikasih ladya musibah sehingga dengan itu ada alasan bagi Allah untuk memasukkan dia ke surga yang tinggi kalau dia mati kemudian mati syahid diampuni semua dosanya baik semuanya kalau ada yang buruk emang kacamata kita yang buruk gitu yang lain lihat baik ok kita bisa lihat burkini gimana kalau dulu di Olimpiade itu sekali kita mengadakan Olimpiade itu 15juta sampai 30 juta itu habis tergantung dimana tempatnya dan alat apa saja yang mau kita pakai maka Butuh banyak anak banyak serta untuk nutup modal kemudian profit lah ini kalau online jadi rumah aja Bisa dari laptop PC aja udah se-indonesia udah bisa datang ke kita tetep baik Insyaallah jadi pada saat anak pertama itu kerjaan belum begitu lancar kemudian Nadia itu setiap hari nangis empat tahun berturut-turut untuk nagih nangis setiap malam sampai nangisnya itu Masya Allah mengganggu tetangga-tetangga Kalau Nadia nangis itu tetangga-tetangga datang semuanya ada yang bawakan minyak ada yang bawakan bunga buha ada yang bawa macem-macem intinya itu semua pengen membantu sebenarnya Tapi Nadia tetep nangis pernah suatu ketika Nadia nangis itu sampai Saya dan istri itu ikut nangis karena nangis2 jam itu enggak berhenti nggak berhenti-berhenti Kami sering minta nasihat orang-orang kemudian sampai kami datang ke ustadz sampai kami bilang start ini apa nggak kuat nama kalau orang lain jaman dahulu itu karena nggak kuat jeneng terus diganti jadi baik gitu karena selama empat tahun itu sudah habis akal kami itu bagaimana agar Nadia ini tidak nangis Ustaz nya mengatakan begini tenang aja Wa kalau anak itu banyak mencoba jenengan maka anak itu akan membawa kebahagiaan kepada njenengan sama seperti ketika dia itu memberi cobaan keinginan itu saya nggak percaya dan dan gak sabar ya allah kapan Beri Pak memberi Bahagianya ini sudah 4 tahun ini saya tunggu Mas kalau ini ada garisnya sini ya soalnya kan huruf-huruf depannya ini pakai huruf besar nah suatu ketika waktu kami main di rumahnya mertua di daerah siraman itu Nadia nangis karena enggak punya susunya habis saya masih ingat sepeda motor saya itu tahu Cak ini bensinnya habis Hai terus uang itu jadi cewek cantik Hai disitu jarak antara rumah mertua dan toko susu itu satu kilo hujan deras itu saya nggak berangkat panas Enaknya naik apa yuk di rumah mertua juga maka saya berangkat tuh bawa payung kecil payungi kecil itu sambil nangis sayap apa namanya jalan kaki sendiri satu kilo untuk belikan susu anak saya itu susu yang kecil bukan susu yang besar cuma bawa uang 21.000 dan itu pas dengan apa namanya harga susunya saya diperjalanan tuh nangis terus banyak orang yang mengatakan wash Inara enggeh enggeh ke Blok AB Mas dalam hati saya sementara Shizune dan gak ada uang lagi untuk pulang nanti gimana itu ceritanya Nadia Tapi qodarullah sejak Dia kelas Kya Setia kelas TKA itu mulailah nampak apa yang dikatakan pak ustad jadi bahwa anak ini bahwa keistimewaan ternyata si Nadia ini kalau diajari Alquran tuh mudah nangkepnya it diajari Alquran kita baca tujuh kali itu dihafal sudah surat-surat pendek itu kemudian dia ditunjuk oleh sekolahnya untuk mewakili Olimpiade tahfid di kecamatan di sekolah lain di Kabupaten kayak gitu dan Alhamdulillah sampai hari ini lebih dari 73 lab baik dari tingkat kabupaten sampai nasional ya sampai nasional dan dibawa pulang ya kayaknya baru mengakui anakku Tengah media anakku dengan Masya Allah nggak rukindo aku nangis bengi Bareng awakmu no di luar biasa istimewa jadi mulai dari lahir sampai 4 tahun itu dia memang punya kebiasaan yang beda dari teman-temannya nangis dan nangis nya itu seperti waktu salat itu ya jadi lima waktu dan nangisnya itu enggak sebentar nangisnya itu lama Paling minum itu satu jam dan di Neng itu memang sulit Nadia suatu ketika kita hamil yang kedua itu memang ada beberapa orang terdekat kami yang waktu itu bilang hak yang besar ini loh kondisikan nya saja sulit nangisnya luar biasa dan sampai Mbahnya pun tetangganya pun istilahnya juga kualan pernah suatu ketika saya hamil 6bulan itu anak yang kedua itu Nadia itu menangis jadi gulung-gulung dari depan sampai belakang itu sambil guntingnya baju saya dan itu tidak hanya sekali beberapa kali dan tidak sering juga kami nangis bareng sama Nadia karena memang sulit dikondisikan pada saat itu ya Allah sampai kapan sampai apa kita kayak seperti apa ya menyerah itu deh kalau anak yang kedua seperti ini lagi nanti bagaimana banyak orang yang tanya Pak kok bisa anakmu begini Pak kok bisa anakmu begitu bagaimana triknya saya selalu bilang ini semua Pertolongan Allah kalau trik atau usaha yang saya lakukan itu sejak istri saya hamil itu tiap malam saya pikir itu sambil mengelus-elus perutnya saya baca Quran sedikit saya doa itu sambil mengelus punggungnya perutnya Isi saya sepanjang beliau hamil nah kemudian ketika sudah lahir ada satu doa yang tidak pernah saya tinggalkan sampai hari ini yaitu robbihabliminasholihin Ya Allah anugerahkan kepada kami anak-anak yang Saleh Salehah kalau kita pengin anak kita itu pinter berarti kita juga harus mau belajar kalau kita pengin anak kita itu Soleh berarti kita harus jadi contohnya kalau kita pengin anak kita ngaji ya kita maghrib waktu anak kita ngajak kita ambil Quran kita baca itu enggak usah trik macem-macem anak kita udah ambil Quran sampai Hai Kalau menurut saya kunci keluarga bahagia itu ada2 aja suaminya bisa mimpin istrinya jadi makmum yang baik Jadi kalau suaminya itu harus punya semacam Konsep ini mau dibawa kemana sih rumah tangga saya dia harus bisa menjadi teladan kayak ngasih contoh Apa masih contoh kebaikan apa untuk keluarga saya sementara dari pihak istri itu dia harus jadi makmum yang baik Kami sering kemudian bersepakat nanti kalau tamunya saya saya salah ngomong istri saya itu enggak boleh mengenai mengenainya itu harus sopan banyak tuh di luar sana yang kemudian ketika ada tamu suaminya salah ngomong istrinya nggak mau jadi makmum ini istrinya membantah Jadi mereka saling bantah bantahan begitu juga ketika tamunya istri perempuan biasa saling ngobrol seru seperti itu kita suami itu jaga-jaga jarak dengan tamunya istri kemudian juga enggak boleh kalau istri salah atau istri salah ucap dan sebagainya kita menegurnya di depan itu saya ada cerita Bahwa keluarga kami itu pernah mendapati masalah dimana kami hampir-hampir berpisah ada masalah yang saya enggak cocok dengan istri-istri nggak cocok dengan saya sampai saya keluar rumahnya sampai sehingga satu malam satu walau itu habis 400.000 beli handuk bersihkan gigi beli ini dan itu tidurnya nggak enak di mesjid-mesjid di rumah rumahnya malamnya Saya kemudian pergi dari rumah Pagi harinya itu istri saya melakukan 1 hal yang menurut saya luar biasa dia sms saya bawa mengatakan begini yang sepurane sing akeh yo aku rung iso Dadi Bojo sing apik itu ada yang salah saya kapan-kapan pun jenengan washul aku pernah Dadi Bojomu setahun custom ROM tahun kas aku nggak bakal muka adekku ngene Wang liau dia bilang seperti itu saya itu di di jalan tulang nggak ada gunanya ini saya meningkat karena pikirannya gak berubah tapi dia tetep pengen jadi Isi saya ya sudah pulang aja saya pulang kemudian tas ransel saya itu saya titipkan Sep bawa duit ke sini biar enggak Kenangan sama Iwan saya saya masukan sini lalu saya pulang pakai sepeda motor saya masukkan sepeda motor saya masuk kamar Fadel terdalam kondisi ketegangan tinggi istri saya datang sambil bilang wes maem yang urung didulang saya itu tidurnya Itu kalau perempuan lain kira-kira dari tonjok muka saya tapi ini bisa didulang saya saya bilang 31 Ketika saya pernah waktu jadi kuli bangunan yaitu kerja di masjid alun-alun Dian ada sedan yang parkir di pinggir jalan enggak sih Den Bagus sedan udah tua yuk Tapi saya pengen gitu Saya pengen iseng saya tanya kepada Pak tukangnya pak tukang ngoten niku nopo mahal Karena pada saat itu gajinya kulit kan Rp35.000 saya berfikir nih Hai makan saya ikut orangtua Rp35.000 saya sehari 35.000 saya tabung terus-menerus Nanti akan saya dapet itu mobilnya dan saya masih ingat ekspresinya pak tukang Ketika saya tanya pak tukang motor niku nopo aw sedih Pak tukangnya jawab CSO tubuh kayak mana Eta Sugigi new pasar Talun tapi kalau Allah mengabulkan Kenapa tidak terima sekarang enggak saya tanya itu imunisasi glowing jadi jangan takut untuk bermimpi Allah itu Mahakuasa Mbah saya itu Dulu cuma tukang Drs Kemudian Bapak saya kuli bangunan sampai ada orang yang mengatakan kepada saya gini Le Aa Umi enggak usah kulit Pegadaian waris ono alate Bapak guys artinya saya tapi saya bercita-cita ya Allah saya pingin mengentaskan ekonomi keluarga Sayang masak Mbah saya miskin kemudian orang tua saya begitu terus saya juga begini-begini saja Ya Allah bantu sayang sejak muda sebelum menikah saya itu sudah punya sakit maag kalau kita nikah sudah 1212 tahun ya kita menikah saya sering sakit mah kalau Seminggu itu opname dua kali Om Namun dua kali istri saya itu punya anak kecil dia nggak bisa saya sementara saya di rumah mertua yang di daerah siraman sering Bakung saya itu pulang naik sepeda motor itu jam setengah dua belas malam itu pulang itu sambil muntah-muntah Pak Um saya nggak tahu itu sakitnya kenapa tapi tiap kali saya opname itu juga enggak pernah lama karena emang gak punya uang untuk meneruskan Open namanya Sampai suatu ketika saya itu mengikuti seminar di Malang itu di pondok malang-senen seminarnya tentang bisnis dan disitu Itu kebetulan kita satu kelas dengan aduk the retail derita Itu temen kita dari Madura yaitu tanya itu dokter Hai saya punya sakit maag menurut jenengan itu apa ya obatnya saya pikir ya promart ranitidin atau Aisyah kayak gitu ternyata dokter itu melihat saya itu kayak pahami dia lebih mengatasinya mas sampai ke atas sampai ketemu sama asisten pembicaranya nanti sampai minta terapi kesana Saya bingung itu terapi rapi apa yuk saya pikir dipijat atau diapakan ternyata ketika saya ke atas ketemu sama beliaunya itu Pak Endi namanya biotin nyuruh saya duduk ramah gitu orangnya juga sini masih iya pak ini trendy saya tadi punya sakit maag terus kemudian saya suruh minta terapinya dengan itu pak ini senyum terus tangan saya diinginkan Ikuti kata-kata saya kata-kata sayang itu pejamkan matanya jam lalu Pak ini mengatakan Ya Allah sang ikuti ya Allah Hai bencana Saya memang baik tapi rencanamu pasti lebih baik dari Rencanaku Ya Allah keinginanku membaik tapi Takdirmu pasti jauh lebih baik daripada apa yang aku inginkan Ya Allah aku Ridha atas Apapun yang engkau takdirkan terjadi padaku itu nangis saya karena seumur hidup saya enggak pernah mengatakan Ya Allah aku rindu ya Allah keliling tetap maka dari Malang sampai kemudian ke Kesamben pulang ke rumah sini tuh saya nangis sambil nyetir saja Ya Allahku Ridhonya Allah begitu Itu dihati Allahku Ridhonya Allah ya Allah gurita Ya Allah gitu bener-bener masukkin pokok saya usaha harus ada hasil saya usah hasilnya Harus begini harus sesuai dengan keinginan saya Nita Hai saya nggak pernah bilang ya Allah gede itu padahal yang terjadi di kehidupan ini kan macam-macam satu tambah satu bisa jadi dua seperti logika kita tapi matematikanya Allah satu tambah satu itu 27 vakum salat saya makmum 27 jadi kita nggak tahu bener yang terbaik itu mana maka kemudian sikap yang terbaik itu adalah fredo atas apapun yang Allah takdirkan pada saya mulai saat itu Apapun yang terjadi ada rekan kerja yang keluar Saya bilang ya Allah aku redho innalillahiwainnailaihirojiun segala sesuatu darimu Dan akan kembali kepada Ya Allah berikan kepadaku ganti yang lebih baik dari apa yang kau ambilkan enak udah kita pasrah sama Allah pasti tidak lebih baik Kalau besok kita ada hari besok kasih makan Hai jangan tanyakan rezeki kita besok Allah lu nggak tanya kita bisa Ibadah apa udah kita Yakin aja kalau kita bisa dikasih hari dikasih nyawa besok ada itu ternyata membuat kita jadi sembuh dari dari sakit maag-nya 80% orang yang sakit maag itu ternyata karena pikirannya itu perfeksionis karena terlalu khawatir karena kemudian sedih yang terus menerus karena menginginkan yang sempurna karena melihat tuh salah salah salah kenapa saya bisa tahu semua itu karena sayap lagunya saya dulu begitu melihat kalian atau rekan kerja nggak bener kerjanya ya marah kemudian lihat hasilnya usaha kita enggak sesuai marah kalau istri melakukan sesuatu yang sekiranya nggak bener marah itulah yang membuat ternyata sakit maag Mbak direvisi yang ini ya di sini di sini Hai itu kalau dulu walaupun tujuh kali belum sesuai dengan keinginan saya SMA tapi kalau sekarang ini udah Mbak udah terbaik ini lupa kalau ini nanti dibenahi Ini nanti akan jadinya begini gini kaya Hai Gan ini dia sedang memikirkan yang terbaik maka tugas saya sebagai pemimpin itu kemudian juga harus berlapang dada atas usaha terbaik yang dilakukan tim saya it yang paling enak itu ketika kita itu merasa dititipi karena datangnya titipan itu tidak membuat kita eforia dan kemudian hilangnya titipan itu tidak membuat kita sedih kalau kita udah merasa ini milik saya ini milik saya nanti Allah menghilangkan itu dengan mudah kecewa kita pada itu milik Allah semua itu diri kita nyawa kita itu semua anak kita istri kita maka yang terbaik itu titipkan sama Allah itu milik Allah semua dan gunakan sebaik-baiknya untuk Allah itu hai tuh aku saya pelaku soalnya Agung dulu mobilku kantorku dulu gitu [Musik]
Resume
Categories