Transcript
JL0TwvDzrAA • Berawal dari Sewa Warung Nasi Pecel, Sekarang Punya 5 Cabang Bimbel
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0013_JL0TwvDzrAA.txt
Kind: captions
Language: id
hai hai
Ya Allah itu kayak bilang kepada saya
gak percaya ambe janjiku gitu iki loh
tae-joon lebih baik daripada apa yang
kamu nafkahkan 100.000 itu dengan
percaya diri mereka mengatakan kerja di
mana rumah pintar itu mereka sudah bisa
menemui dada kami dulu nggak bisa hanya
konsep aja ini akan besar Insyaallah
akan besar Ayah Ibu e gusti Allah Sami
nderek gusti Allah sakwa ya Ayah ambek
ibuke enggak iso kerjo buah Mergo keluar
kota much Mergo sakit bonggo
dipundhutake gusti Allah wis gak boleh
sedih kita enggak baik itu karena
keterbatasan pikiran kita kalau pikiran
kita itu baik kita akan bisa mengambil
kebaikan dari setiap apapun bahkan
termasuk dalam kejadian yang orang-orang
itu menganggapnya musibah-musibah pun
tupai adas
doa yang tidak pernah saya tinggalkan
sampai hari ini yaitu
robbihabliminasholihin Ya Allah
anugerahkan kepada kami anak-anak yang
Saleh Salehah
[Musik]
di sela-sela Rohman Rohim
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh perkenalkan saya Yusuf
Efendi misteri saya kuning mualifah kami
berasal dari Desa Talun dan Insya Allah
hari ini dititipi oleh Allah rumah
pintar bimbingan belajar Insyaallah
pelopor pendidikan karakter terbaik di
Indonesia Jadi kami memulai rumah pintar
ini dari sebuah tempat semacam bekas
warung pecel gitu waktu itu kami sewanya
itu hanya perbulan karena emang nggak
kuat sila pertama saya masih ingat pada
saat itu mejanya ada dua yang satu itu
dipinjem yang punya rumah kemudian yang
satu itu
depan rumah itupun muridnya hanya enam
nah suatu ketika kami ada masalah yang
kemudian mengharuskan kami untuk didenda
4juta pada saat itu karena kami nggak
punya uang Kemudian kami berusaha
berinisiatif untuk cari uang salah
satunya adalah menjual satu-satunya
kulkas kami dari pagi itu saya
keliling-keliling itu cari orang-orang
yang sekiranya mau membeli kulkas Kami
sampai 08.00 itu kami ketemu seorang ibu
muda yang anaknya sakit kami tanya Mbak
kenapa anaknya sakit Pak sakitnya Sejak
kapan sejak kemarin lo sudah dibawa ke
bidan Belum kenapa enggak Belum enggak
punya uang itu saya mikir itu saya
berangkat ke situ itu bawa uang cuma
Rp100 dan itu mau saya pakai untuk
fotokopi soal karena kasihan saya
berfikir Okelah sebagiannya saya
sedekahkan Kepada beliau untuk anaknya
ke bidan lalu saya ambil uang saya saya
bilang Mbak uang ini jenengan pakai
sementara jenengan bahwa putrane
hai lalu nanti kembaliannya tolong
dikembalikan ke rumah Selatan ya
Maksudnya ke rumah saya dia bilang
terima kasih Pak Terima kasih nanti saya
tak bawa anak saya ke bidan lalu saya
enggak jadi fotocopy soal karena memang
uangnya dipegang oleh Beliau terus saya
pulang ke rumah itu nyampe rumah belum
masuk rumah saya suaminya itu sudah SMS
katanya lo nya belum gini Pak uangnya
ini tak pinjami sekalian ya karena sudah
dua hari ini istri saya enggak saya
kasih nafkah itu saya sama istri bingung
itu kita bingung ini kalau mau
dihutangkan ini uang satu-satunya yang
kami punya kalau mau disedekahkan juga
kami enggak punya Besok itu untuk apa
gitu kemudian ada dua jam itu kami
engkelan sampai kemudian saya bilang wes
yang ini gusti Allah ngenteni jawabannya
e dewe arep cutaneous di sedekah nih
kalau dihutang new malam Kembalinya
kapan Lek di sedekah nih ya Insyaallah
akan diganti lebih baik sama Allah terus
saya tanya itu masih sepi yang
Halo Mami Ade piye yo mosok nggak
percoyo ambe gusti Allah nggak percaya
yowes bismillah maka kemudian biasa SMS
Depag jenengan Pakai uangnya bismillah
nah besoknya itu kemudian kami makanya
itu nanak nasi terus sambil cari-cari
uang receh heel dibawah tumpukan apa
namanya Baju Y2 tumbuhan baju itu ada
receh Rp2.000 Kami belikan tempe tosca
miegoreng brush Sore harinya itu isi
saya bilang ke orang DJ Lio sampai gusti
Allah ya besoknya lagi demikian demikian
sampai 3 hari itu kemudian kok tetep
nggak ada ganti dari Allah ya sampai
saya Itu waktu sholat ashar hampir
nangis ya Ya Allah besok bagaimana
Karena semua tempat itu sudah kami cari
itu dan adanya cuma receh itu Dan Hampir
habis Masya Allah dihari keempat itu
Allah mendatangkan gantinya kepada kami
dengan cara tiba-tiba itu ada anak yang
daftar sehari itu daftarnya 3 Pak
Facebook dari mana Bu saya dari wingi
Saya dari Popoh Saya dari Kesamben Saya
dari Binangun itu sehari itu tiga anak
tiga anak tiga anak itu sampai 80-an
anak ya 80-an anak maka seolah-olah saya
nangis itu seolah bilang ini Allah itu
kayak bilang kepada saya gak percaya
ambe janjiku itu lebih baik daripada apa
yang kamu nafkahkan 100.000 itu padahal
itu tanpa iklan tanpa papan nama papan
namanya itu belum seperti sekarang papan
namanya itu masih banner itu saya pakai
pigura Kayu pada saat itu saya bilang
kepada istri saya Insyaallah ini gede
yang rumah pintar ini akan jadi besar
sayang aja itu guru-guru yang saya kenal
karena saya dulu begonya guru saya
ngajak guru-guru yang saya kenal yang
muda-muda itu untuk ikut gabung sama
saya ngelesi bareng-bareng nggak ada
yang mau itu enggak ada yang percaya
sama saya tempatnya Jawa ROM pecel
mejanya ya pinjeman orang gitu tapi ada
dua kedua orang yang masih percaya sama
kita namanya Mbak Winda yang satu Mbak
Ifa itu dua orang yang percaya sama kita
kemudian ikut membantu rumah pintar ini
bertumbuh dari step 1 ke step berikutnya
sampai Alhamdulillah sekarang ada lebih
dari 30 orang yang bergabung dengan kita
dengan percaya diri mereka mengatakan
kerja di mana rumah pintar itu mereka
sudah bisa menepuk dada kami dulu nggak
bisa hanya konsep aja ini akan besar
Insyaallah akan pesan dulu itu waktu
sejak STM itu saya suka ngajar dan saya
itu ngajar ngajar ngaji jadi sejak masih
muda Alhamdulillah Allah menitipkan
dihati saya itu perasaan saya suka
kepada agama kemudian saya pengen jadi
orang soleh Saya pengen diakui sebagai
umatnya Rasulullah itu pengen gitu nah
pada saat itu yang bisa saya lakukan
adalah ngajar ngaji Saya masih ingat
saya Bandulan di bawah pohonnya Bapak
saya itu ada anak muslim yang dia lewat
yaitu
baju bagus pada dia orang miskin saya
tanya dia Mbak mau kemana dia itu lagi
di prospek sama agama lain begitu maka
terbakar ini hati saya ini terbakar
perasaan saya ini orang Islam tapi
enggak muka ini orang Islam lainnya
terus saya tanya dia masih punya urutan
kan masih punya pedati itu kitab turutan
Kalibata dibilang punya Nanti sore ngaji
ya sama saya Iya Pak Mulai anak itu satu
sampai kemudian saya ngajar delapan
tahun itu ada lebih dari 50 anak yang
ngaji tidak satu rupiah pun saya tarik
mereka uang karena memang di hidup itu
di masa episode hidup itu saya merasa
ini untuk Allah ini untuk ikhlas betul
ini banyak hal yang saya alami
dicaci-maki masyarakat kemudian eh di
satu tetangga kemudian dimarahi bapak
ibu saya itu biasa aja karena bagi saya
Ini untuk Allah wib dan pada saat itu
belum ada rumah pintar saya masih belum
menikah pada saat itu saya kuli bangunan
jadi setelah mulai itu sore hari jam
empat itu saya pulang kalau bapak saya
belum pulang jam pokoknya pulang ngaji
Oke sampai suatu ketika lama-kelamaan
saya sadar bahwa perjuangan ini rasanya
tidak bagus tidak bisa bertahan lama
kecuali ini dilegalkan ini perjuangan
ini harus bentuknya formalin maka
kemudian rumah pintar ini menjadi salah
satu bagian dari terusan dari dakwah
tadi kami rumah pintar membuka diri
dengan orang-orang dari golongan lain
dari agama lain silakan semua masuk
rumah pintar Insyaallah disini kami
pastikan kami akan mendidik sebaik
mungkin terutama tentang karakternya
akademik yaitu kami akan mendidik sebaik
mungkin Kenapa karena sejak awal niatan
kami itu memperbaiki generasi muda ini
maka kemudian guru-guru di sini pun ada
aturannya aturan yang pertama mereka
harus mau berjilbab dirumahnya berjilbab
disini berjilbab kemudian guru yang
kedua yaitu mereka harus bisa baca
al-qur'an yang ketiga mereka harus mau
salat jamaah Kenapa demikian karena saya
merasa perjuangan yang tadinya nggak
formal yang kemudian dicaci-maki
masyarakat ini bisa
lembaga kan bisa kemudian dipandang
positif oleh masyarakat ketika kita bisa
membuat lembaga informal Alhamdulillah
rumah pintar seringkali menghantar
anak-anak mencapai Olimpiade nasional
baik juara 1 juara 2 juara 3 yang juara
1 Olimpiade nasional itu ada banyak ya
alhamdulillah dari bahasa Inggris maupun
misalnya sendiri dan Um terbaik
Kabupaten kemudian juara Olimpiade
provinsi itu banyak sekali rumah pintar
sementara 5cabang ada di Talun kemudian
di Selopuro ada dua kemudian di Samben
kemudian di Wates jadi rumah pintar itu
ada satu program namanya programnya satu
ibu-ibu kita bersama artinya setiap guru
yang masuk di rumah pintar sini berarti
itu keluarga kita dan ketika ibunya
sakit itu
ini dia boleh cuti sama Widya kalau
untuk pilwali tim kita nggak ada nggak
ada semacam pembatasan walaupun itu di
undang-undang enggak ada kita ijinkan
misalnya di undang-undang itu mengatakan
keluarganya sakit hanya boleh izin 3
hari kita sesukanya satu bulan dua bulan
kalau itu untuk Ibumu untuk ayahmu
silakan karena ini bagian dari bagaimana
kita mau wujudkan penting karakter atau
birrul walidaini yaitu begitu yang lain
yang di kantornya itu harus mau saling
Genoa harus mau saling menunggu itu Jadi
kalau ibunya salah satu diantara kita
itu sakit maka teman-temannya itu
dikasih giliran yang nunggu di rumah
sakit tuh dikasih giliran di rumah
pintar ndak ada karyawan Ndak ada Bos
Nggak ada yang ada Pimpinan dan yang
dipimpin Pak ini karyanya yang ini
karyanya itu
Hai saya itu nangis masihan Kenapa saya
nangis karena kita itu rekan itu saya
nggak pernah nganggap yang lain itu
karyawan dalam rapat saya dalam kemudian
keseharian Saya enggak pernah nyebut
teman-temanku karyawan-karyawan saya itu
enggak pernah kenapa seperti itu mereka
itu sama seperti saya saling saling asah
saling asuh saya tanpa mereka kita tanpa
mereka juga bukan siapa-siapa kebetulan
aja mereka membantu kita mereka orang
yang dihadirkan Allah untuk membantu
kita dalam kehidupan kita jadi sama aja
kita itu gitu Kalau mungkin diluar sana
ada orang-orang yang dengan bangga
mengatakan ini karyawan saya sekian saya
enggak punya karyawan Saya punya banyak
teman gitu dan semuanya di sini keluarga
kalau ada roti satu kita makan sama-sama
kalau nggak ada roti ya kita kemudian
puasa sama-sama
Hai ada orang-orang yang bertanya Pak
tinggi dengan gajinya berapa wi-fi saya
ini gaji satu juta setengah
keluar-keluar tuh karyawan saya diizinin
gaji berapa teman-teman guru di sini itu
mulai gaji 600 ada sampai kemudian
hampir tiga juta itu ada tapi jarang
yang keluar karena gaji karena ketika
awal mereka masuk disini mereka saya
katakan apa motivasi jenengan masuk
rumah pintar Saya ingin mengembangkan
ilmu Pak saya pingin menerapkan ilmu
saya saya bilang saya pegang
kata-katanya dengan jenengan Kalo kesini
cuma cari gaji salahnya
Hi Ho disini cari pahala gajinya sudah
dihitung jadi kalau orang-orang di luar
sana temen-temen berbanggalah kalau
orang-orang di luar sana mereka Pulang
membawa gaji mereka akan ditanya dengan
Apa itu kamu pakai apa gajimu itu
jenengan patut bangga Kenapa karena
pulang dengan membawa pahala nilai
membawa Pintu Surga Besok itu kita
Ditanya itu pengen masuk surga lewat
pintu yang mana Jadi mereka pulang itu
bangga saya Guru saya guru dan saya
pengen masuk surga kalau ada anak yang
nakal di sini itu guru-guru jarang itu
yang stress ini anak ini Nakal kenapa
demikian karena kalau dalam rapat itu
kita sering Ingatkan teman-teman kalau
ada anak yang nakal
Hai gelaran saja jahe sampeyan berdoalah
Ya Allah perbaiki karakternya orang ini
perbaiki karakternya anak itu barangkali
justru anak-anak yang inilah yang akan
menggandeng tangan kita itu ke surga
bukan yang yang pinter-pinter tuh bukan
barangkali yang nakal inilah karena
kesabaran kita sehingga merekalah yang
kemudian jadi fashilah kita untuk masuk
surga
e-book anak Itu Amanah yang dalam satu
sisi anak itu anugerah bagi orang tua
tapi sebenarnya anak itu amanah dari
Allah Yang kalau ketika kita itu
mendidiknya dengan baik Insyaallah itu
adalah amal jariyah kita yang pahalanya
itu panjangnya tapi kalau kita tidak
mendidiknya dengan baik sesungguhnya itu
merupakan tanggung jawab kita yang kala
itu akan menjadi penyesalan tuh sedang
Ajari anak salat belum Sudah ngajari
anak baca Quran belum Sudah ngajari anak
sopan santun atau belum Jadi sebenarnya
anak Itu Amanah kit kami kemarin
mencatat ada banyak sekali hal yang bisa
diajarkan atau perlu diajarkan kepada
anak-anak yang mana Ini juga kita
ajarkan ke anak-anak Rumah Pintar yang
pertama diajarkan Iman Kemudian yang
kedua di Abdi ajarkan akhlak guna yang
ketiga diajarkan sains kemudian yang
keempat diajarkan dia logika matematika
ia diajarkan pertahanan hidup atau apa
ya Survival kemudian dia juga diajarkan
komunikasi terus dia juga harus
diajarkan kolaborasi dia diajarkan
literasi yang kuat dan diajarkan budaya
sosiobudaya sama sejarah Kenapa dengan
sejarah karena dia akan bisa belajar
dari peristiwa-peristiwa yang yang telah
lalu sehingga bisa menjadi bekal bagi
masa depan pada dasarnya anak kita itu
akan hidup di masa depan jadi ketika
anak ini hidup di masa depan Maka dia
harus mampu bertahan di dalam
kehidupannya nanti kita ngasih aja
alat-alat dia hidup komunikasi yang baik
kemudian lapang dadanya untuk menerima
perbedaan sehingga dia bisa
berkolaborasi dengan orang literasi yang
kuat critical thinking kemudian agar dia
bisa membedakan salah benar dan
sebagainya tapi yang paling penting
kalau boleh saya tambahkan yang paling
penting itu iman kita tidak pernah tahu
bagaimana hidup kita kedepan dan ini
tidak penting-penting
Hai miskin kaya pandai bodoh cantik
jelek itu enggak penting-penting amat
yang penting itu Iman jadi kalau kita
itu punya iman kita bahagia tuh kalau
kita nggak punya iman kita nggak bahagia
ada banyak kejadian diluar sana orangnya
itu kaya raya Tetapi kalau nggak punya
iman itu rasanya itu kering ada orang
diluar sana yang dia hidupnya di gubuk
yang kemudian makan sehari-hari sekali
makanya seadanya tapi ternyata hidupnya
bahagia bahagia itu adanya di iman saya
menanamkan ke anak saya itu seperti ini
Duck Ayah Ibu e gusti Allah Sami nderek
gusti Allah sawayah ayah ambek ibuke
enggak iso kerjo buah Mergo keluar kota
much Mergo sakit bomber God Ipun utawi
gusti Allah wiseman enggak boleh sedih
Mergo Apapun yang terjadi itu pasti by
gusti Allah yg sudah menata apa yang
terjadi pada kita itu pasti baik kita
enggak baik itu karena keterbatasan
pikiran kita kalau pikiran kita itu
baik kita akan bisa mengambil kebaikan
dari setiap apapun bahkan termasuk dalam
kejadian yang orang-orang itu
menganggapnya musibah-musibah untuk baik
Misalnya ada banjir.doc banjir itu baik
atau buruk awalnya dulu buruk ya buruk
banjir itu banyak korban semua rusak dan
sebagainya itu buruk saya bilang baik
itu banjir pun baik-baik nih gimana ya
yang pertama Allah langsung memisahkan
antara orang benar dan orang yang tidak
meneh itu ngelihat banjir orang yang
benar itu keluar tuh sedekahnya
bersegera untuk membantu bersegera untuk
sedekah bersegera untuk menengok
mengabarkan saudaranya yang disana
mengabarkan handai taulan yang disana
yang kedua kalau ada yang rusak-rusak
disitu Sesungguhnya Allah lagi bagi
rezeki ini hidup oleh lagi bagi rezeki
kepada banyak orang kalau bantuan datang
Allah bagi rezeki kepada Pak sopir
karena Pak sopir akan bahwa bantuan ini
kesana maka Pak sopirnya dapat gaji
begitu juga yang punya pom itu Pak Sopir
riwa-riwi itu pakai bensin brotip yang
pemilik pom
tugas pomnya dapat rezeki kalau banyak
orang yang sakit Kemudian dari Tukang
parkirnya Rumah Sakit Pak dokter perawat
itu semua dapat rezeki dari situ terus
yang sakit ya Gimana dengan yang sakit
yang sakit itu juga baik untuk Loh kok
bisa baik karena yang sakit itu yang
pertama diampuni dosanya oleh Allah yang
kedua derajat surga yaitu ditinggikan
karena enggak cukup ini ditunggu-tunggu
oleh Allah amalnya Nggak cukup untuk
dimasukkan surga yang tinggi Allah
nunggunya udah lama maka dikasih ladya
musibah sehingga dengan itu ada alasan
bagi Allah untuk memasukkan dia ke surga
yang tinggi kalau dia mati kemudian mati
syahid diampuni semua dosanya baik
semuanya kalau ada yang buruk emang
kacamata kita yang buruk gitu yang lain
lihat baik ok kita bisa lihat burkini
gimana kalau dulu di Olimpiade itu
sekali kita mengadakan Olimpiade itu
15juta sampai 30 juta itu habis
tergantung dimana tempatnya dan alat apa
saja yang mau kita pakai maka Butuh
banyak anak banyak
serta untuk nutup modal kemudian profit
lah ini kalau online jadi rumah aja Bisa
dari laptop PC aja udah se-indonesia
udah bisa datang ke kita tetep baik
Insyaallah jadi pada saat anak pertama
itu kerjaan belum begitu lancar kemudian
Nadia itu setiap hari nangis empat tahun
berturut-turut untuk nagih nangis setiap
malam sampai nangisnya itu Masya Allah
mengganggu tetangga-tetangga Kalau Nadia
nangis itu tetangga-tetangga datang
semuanya ada yang bawakan minyak ada
yang bawakan bunga buha ada yang bawa
macem-macem intinya itu semua pengen
membantu sebenarnya Tapi Nadia tetep
nangis pernah suatu ketika Nadia nangis
itu sampai Saya dan istri itu ikut
nangis karena nangis2 jam itu enggak
berhenti nggak berhenti-berhenti Kami
sering minta nasihat orang-orang
kemudian sampai kami datang ke ustadz
sampai kami bilang start ini apa nggak
kuat nama kalau orang lain jaman dahulu
itu karena nggak kuat jeneng terus
diganti
jadi baik gitu karena selama empat tahun
itu sudah habis akal kami itu bagaimana
agar Nadia ini tidak nangis Ustaz nya
mengatakan begini tenang aja Wa kalau
anak itu banyak mencoba jenengan maka
anak itu akan membawa kebahagiaan kepada
njenengan sama seperti ketika dia itu
memberi cobaan keinginan itu saya nggak
percaya dan dan gak sabar ya allah kapan
Beri Pak memberi Bahagianya ini sudah 4
tahun ini saya tunggu Mas kalau ini ada
garisnya sini ya soalnya kan huruf-huruf
depannya ini pakai huruf besar nah suatu
ketika waktu kami main di rumahnya
mertua di daerah siraman itu Nadia
nangis karena enggak punya susunya habis
saya masih ingat sepeda motor saya itu
tahu Cak ini bensinnya habis
Hai terus uang itu jadi cewek cantik
Hai disitu jarak antara rumah mertua dan
toko susu itu satu kilo hujan deras itu
saya nggak berangkat panas Enaknya naik
apa yuk di rumah mertua juga maka saya
berangkat tuh bawa payung kecil payungi
kecil itu sambil nangis sayap apa
namanya jalan kaki sendiri satu kilo
untuk belikan susu anak saya itu susu
yang kecil bukan susu yang besar cuma
bawa uang 21.000 dan itu pas dengan apa
namanya harga susunya saya diperjalanan
tuh nangis terus banyak orang yang
mengatakan wash Inara enggeh enggeh ke
Blok AB Mas dalam hati saya sementara
Shizune dan gak ada uang lagi untuk
pulang nanti gimana itu ceritanya Nadia
Tapi qodarullah sejak Dia kelas
Kya Setia kelas TKA itu mulailah nampak
apa yang dikatakan pak ustad jadi bahwa
anak ini bahwa keistimewaan ternyata si
Nadia ini kalau diajari Alquran tuh
mudah nangkepnya it diajari Alquran kita
baca tujuh kali itu dihafal sudah
surat-surat pendek itu kemudian dia
ditunjuk oleh sekolahnya untuk mewakili
Olimpiade tahfid di kecamatan di sekolah
lain di Kabupaten kayak gitu dan
Alhamdulillah sampai hari ini lebih dari
73 lab baik dari tingkat kabupaten
sampai nasional ya sampai nasional dan
dibawa pulang ya kayaknya baru mengakui
anakku Tengah media anakku dengan Masya
Allah nggak rukindo aku nangis bengi
Bareng awakmu no
di luar biasa istimewa jadi mulai dari
lahir sampai 4 tahun itu dia memang
punya kebiasaan yang beda dari
teman-temannya nangis dan nangis nya itu
seperti waktu salat itu ya jadi lima
waktu dan nangisnya itu enggak sebentar
nangisnya itu lama Paling minum itu satu
jam dan di Neng itu memang sulit Nadia
suatu ketika kita hamil yang kedua itu
memang ada beberapa orang terdekat kami
yang waktu itu bilang hak yang besar ini
loh kondisikan nya saja sulit nangisnya
luar biasa dan sampai Mbahnya pun
tetangganya pun istilahnya juga kualan
pernah suatu ketika saya hamil 6bulan
itu anak yang kedua itu Nadia itu
menangis jadi gulung-gulung dari depan
sampai belakang itu sambil guntingnya
baju saya dan itu tidak hanya sekali
beberapa kali dan tidak sering juga kami
nangis bareng sama Nadia karena memang
sulit dikondisikan pada saat itu ya
Allah sampai kapan sampai apa
kita kayak seperti apa ya menyerah itu
deh kalau anak yang kedua seperti ini
lagi nanti bagaimana banyak orang yang
tanya Pak kok bisa anakmu begini Pak kok
bisa anakmu begitu bagaimana triknya
saya selalu bilang ini semua Pertolongan
Allah kalau trik atau usaha yang saya
lakukan itu sejak istri saya hamil itu
tiap malam saya pikir itu sambil
mengelus-elus perutnya saya baca Quran
sedikit saya doa itu sambil mengelus
punggungnya perutnya Isi saya sepanjang
beliau hamil nah kemudian ketika sudah
lahir ada satu doa yang tidak pernah
saya tinggalkan sampai hari ini yaitu
robbihabliminasholihin Ya Allah
anugerahkan kepada kami anak-anak yang
Saleh Salehah kalau kita pengin anak
kita itu pinter berarti kita juga harus
mau belajar kalau kita pengin anak kita
itu Soleh berarti kita harus jadi
contohnya kalau kita pengin anak kita
ngaji ya kita maghrib waktu anak kita
ngajak kita ambil Quran kita baca itu
enggak usah trik macem-macem anak kita
udah ambil Quran sampai
Hai Kalau menurut saya kunci keluarga
bahagia itu ada2 aja suaminya bisa
mimpin istrinya jadi makmum yang baik
Jadi kalau suaminya itu harus punya
semacam Konsep ini mau dibawa kemana sih
rumah tangga saya dia harus bisa menjadi
teladan kayak ngasih contoh Apa masih
contoh kebaikan apa untuk keluarga saya
sementara dari pihak istri itu dia harus
jadi makmum yang baik Kami sering
kemudian bersepakat nanti kalau tamunya
saya saya salah ngomong istri saya itu
enggak boleh mengenai mengenainya itu
harus sopan banyak tuh di luar sana yang
kemudian ketika ada tamu suaminya salah
ngomong istrinya nggak mau jadi makmum
ini istrinya membantah Jadi mereka
saling bantah bantahan begitu juga
ketika tamunya istri perempuan biasa
saling ngobrol seru seperti itu kita
suami itu jaga-jaga jarak dengan tamunya
istri kemudian juga enggak boleh kalau
istri salah atau istri salah ucap dan
sebagainya kita menegurnya di depan itu
saya ada
cerita Bahwa keluarga kami itu pernah
mendapati masalah dimana kami
hampir-hampir berpisah ada masalah yang
saya enggak cocok dengan istri-istri
nggak cocok dengan saya sampai saya
keluar rumahnya sampai sehingga satu
malam satu walau itu habis 400.000 beli
handuk bersihkan gigi beli ini dan itu
tidurnya nggak enak di mesjid-mesjid di
rumah rumahnya malamnya Saya kemudian
pergi dari rumah Pagi harinya itu istri
saya melakukan 1 hal yang menurut saya
luar biasa dia sms saya bawa mengatakan
begini yang sepurane sing akeh yo aku
rung iso Dadi Bojo sing apik itu ada
yang salah saya kapan-kapan pun jenengan
washul aku pernah Dadi Bojomu setahun
custom ROM tahun kas aku nggak bakal
muka adekku ngene Wang liau dia bilang
seperti itu saya itu di di jalan tulang
nggak ada gunanya ini saya meningkat
karena pikirannya gak berubah tapi dia
tetep pengen jadi Isi saya ya sudah
pulang aja saya pulang kemudian tas
ransel saya itu saya titipkan Sep bawa
duit
ke sini biar enggak Kenangan sama Iwan
saya saya masukan sini lalu saya pulang
pakai sepeda motor saya masukkan sepeda
motor saya masuk kamar Fadel terdalam
kondisi ketegangan tinggi istri saya
datang sambil bilang wes maem yang urung
didulang saya itu tidurnya Itu kalau
perempuan lain kira-kira dari tonjok
muka saya tapi ini bisa didulang saya
saya bilang 31 Ketika saya pernah waktu
jadi kuli bangunan yaitu kerja di masjid
alun-alun Dian ada sedan yang parkir di
pinggir jalan enggak sih Den Bagus sedan
udah tua yuk Tapi saya pengen gitu Saya
pengen iseng saya tanya kepada Pak
tukangnya pak tukang ngoten niku nopo
mahal Karena pada saat itu gajinya kulit
kan Rp35.000 saya berfikir nih
Hai makan saya ikut orangtua Rp35.000
saya sehari 35.000 saya tabung
terus-menerus Nanti akan saya dapet itu
mobilnya dan saya masih ingat
ekspresinya pak tukang Ketika saya tanya
pak tukang motor niku nopo aw sedih Pak
tukangnya jawab
CSO tubuh kayak mana Eta Sugigi new
pasar Talun tapi kalau Allah mengabulkan
Kenapa tidak terima sekarang enggak saya
tanya itu imunisasi glowing jadi jangan
takut untuk bermimpi Allah itu Mahakuasa
Mbah saya itu Dulu cuma tukang Drs
Kemudian Bapak saya kuli bangunan sampai
ada orang yang mengatakan kepada saya
gini Le Aa Umi enggak usah kulit
Pegadaian waris ono alate Bapak guys
artinya saya tapi saya bercita-cita ya
Allah saya pingin mengentaskan ekonomi
keluarga Sayang masak Mbah saya miskin
kemudian orang tua saya begitu terus
saya juga begini-begini saja Ya Allah
bantu sayang sejak muda sebelum menikah
saya itu sudah punya sakit maag kalau
kita nikah sudah 1212 tahun ya kita
menikah saya sering sakit mah kalau
Seminggu itu opname dua kali Om Namun
dua kali istri saya itu punya anak kecil
dia nggak bisa
saya sementara saya di rumah mertua yang
di daerah siraman sering Bakung saya itu
pulang naik sepeda motor itu jam
setengah dua belas malam itu pulang itu
sambil muntah-muntah Pak Um saya nggak
tahu itu sakitnya kenapa tapi tiap kali
saya opname itu juga enggak pernah lama
karena emang gak punya uang untuk
meneruskan Open namanya Sampai suatu
ketika saya itu mengikuti seminar di
Malang itu di pondok malang-senen
seminarnya tentang bisnis dan disitu Itu
kebetulan kita satu kelas dengan aduk
the retail derita Itu temen kita dari
Madura yaitu tanya itu dokter
Hai saya punya sakit maag menurut
jenengan itu apa ya obatnya saya pikir
ya promart ranitidin atau Aisyah kayak
gitu ternyata dokter itu melihat saya
itu kayak pahami dia lebih mengatasinya
mas sampai ke atas sampai ketemu sama
asisten pembicaranya nanti sampai minta
terapi kesana Saya bingung itu terapi
rapi apa yuk saya pikir dipijat atau
diapakan ternyata ketika saya ke atas
ketemu sama beliaunya itu Pak Endi
namanya biotin nyuruh saya duduk ramah
gitu orangnya juga sini masih iya pak
ini trendy saya tadi punya sakit maag
terus kemudian saya suruh minta
terapinya dengan itu pak ini senyum
terus tangan saya diinginkan Ikuti
kata-kata saya kata-kata sayang itu
pejamkan matanya jam lalu Pak ini
mengatakan Ya Allah sang ikuti ya Allah
Hai bencana Saya memang baik tapi
rencanamu pasti lebih baik dari
Rencanaku Ya Allah keinginanku membaik
tapi Takdirmu pasti jauh lebih baik
daripada apa yang aku inginkan Ya Allah
aku Ridha atas Apapun yang engkau
takdirkan terjadi padaku itu nangis saya
karena seumur hidup saya enggak pernah
mengatakan Ya Allah aku rindu ya Allah
keliling tetap maka dari Malang sampai
kemudian ke Kesamben pulang ke rumah
sini tuh saya nangis sambil nyetir saja
Ya Allahku Ridhonya Allah begitu Itu
dihati Allahku Ridhonya Allah ya Allah
gurita Ya Allah gitu bener-bener
masukkin pokok saya usaha harus ada
hasil saya usah hasilnya Harus begini
harus sesuai dengan keinginan saya Nita
Hai saya nggak pernah bilang ya Allah
gede itu padahal yang terjadi di
kehidupan ini kan macam-macam satu
tambah satu bisa jadi dua seperti logika
kita tapi matematikanya Allah satu
tambah satu itu 27 vakum salat saya
makmum 27 jadi kita nggak tahu bener
yang terbaik itu mana maka kemudian
sikap yang terbaik itu adalah fredo atas
apapun yang Allah takdirkan pada saya
mulai saat itu Apapun yang terjadi ada
rekan kerja yang keluar Saya bilang ya
Allah aku redho
innalillahiwainnailaihirojiun segala
sesuatu darimu Dan akan kembali kepada
Ya Allah berikan kepadaku ganti yang
lebih baik dari apa yang kau ambilkan
enak udah kita pasrah sama Allah pasti
tidak lebih baik Kalau besok kita ada
hari besok kasih makan
Hai jangan tanyakan rezeki kita besok
Allah lu nggak tanya kita bisa Ibadah
apa udah kita Yakin aja kalau kita bisa
dikasih hari dikasih nyawa besok ada itu
ternyata membuat kita jadi sembuh dari
dari sakit maag-nya 80% orang yang sakit
maag itu ternyata karena pikirannya itu
perfeksionis karena terlalu khawatir
karena kemudian sedih yang terus menerus
karena menginginkan yang sempurna karena
melihat tuh salah salah salah kenapa
saya bisa tahu semua itu karena sayap
lagunya saya dulu begitu melihat kalian
atau rekan kerja nggak bener kerjanya ya
marah kemudian lihat hasilnya usaha kita
enggak sesuai marah kalau istri
melakukan sesuatu yang sekiranya nggak
bener marah itulah yang membuat ternyata
sakit maag Mbak direvisi yang ini ya di
sini di sini
Hai itu kalau dulu walaupun tujuh kali
belum sesuai dengan keinginan saya SMA
tapi kalau sekarang ini udah Mbak udah
terbaik ini lupa kalau ini nanti
dibenahi Ini nanti akan jadinya begini
gini kaya
Hai Gan
ini dia sedang memikirkan yang terbaik
maka tugas saya sebagai pemimpin itu
kemudian juga harus berlapang dada atas
usaha terbaik yang dilakukan tim saya it
yang paling enak itu ketika kita itu
merasa dititipi karena datangnya titipan
itu tidak membuat kita eforia dan
kemudian hilangnya titipan itu tidak
membuat kita sedih kalau kita udah
merasa ini milik saya ini milik saya
nanti Allah menghilangkan itu dengan
mudah kecewa kita pada itu milik Allah
semua itu diri kita nyawa kita itu semua
anak kita istri kita maka yang terbaik
itu titipkan sama Allah itu milik Allah
semua dan gunakan sebaik-baiknya untuk
Allah itu
hai tuh aku saya pelaku soalnya Agung
dulu mobilku kantorku dulu gitu
[Musik]