Transcript
jivIReCERok • Agar Tidak Bosan Beramal
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2684_jivIReCERok.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani
wasukrulahu ala taufqihi wamtinani asadu
alla ilahaillallah wahdahu la syarika
lahu lnih wa ashadu anna muhammadan
abduhuasul ridwih allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwan.
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali
ini kita akan bahas topik dengan judul
jangan bosan untuk beramal saleh.
Kenapa? Kalau kita bosan berarti ee kita
berhenti beramal. Kalau kita berhenti
beramal berarti panen kita di akhirat
semakin sedikit. Dan Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam menganjurkan kita kalau
bisa ee panjang umur tetapi dalam
ketaatan. Makanya Rasul sahu alaihi
wasallam bersabda, "Kirunasi man umruhu
wahasuna amaluh." Sebaik-baik orang
yaitu orang yang panjang umur dan baik
apa? amalnya. Karena secara perhitungan
kalau kita perhitungan, orang yang
panjang umur dia melakukan ketaatan dan
dia pasti terjerumus dalam maksiat
namanya manusia. Tapi kalau dia
melakukan satu ketaatan, minimal 10 kali
lipat pahalanya bisa sampai 700 kali
lipat bahkan lebih. Tapi kalau dia
maksiat dihitung cuma sa satu. Saya
bukan bilang kalau gitu maksiat banyak
masih menang enggak ya. Tema saya
taruhlah seorang berusaha bertakwa
kepada Allah dan dia terjatuh dalam
dosa. Dia tobat dosa bertobat terjatuh
dalam dosa dia pun satu dosa dihitung
satu satu maksiat satu dosa. Tapi kalau
kebaikan satu kebaikan dihitung minimal
berapa? 10 kali lipat. Sehingga
bertambah umurnya, bertambah amalnya,
maka semakin baik di sisi Allah
Subhanahu wa taala.
Dan kita jangan bosan untuk beramal
saleh ya. Karena subhanallah kita kalau
beramal sedikit di dunia maka
ganjarannya sempurna dan abadi. Contoh
Rasulull sahu alaihi wasallam bersabda,
"Rakat'at fajri khairum minad dunya
wha." Dua rakaat sebelum salat subuh,
yaitu dua rakaat salat sunah subuh,
qobliah subuh lebih baik daripada dunia
dan seisinya. kita salat dua rakaat
paling 3 menit, 2 menit ternyata
ganjarannya adalah kebaikan yang lebih
baik daripada dunia dan seisinya bahkan
abadi, ganjaran yang abadi. Maka kita
jangan sampai ee berhenti beramal, terus
ee beramal. Oleh karena kita sadar
bahwasanya setiap detik yang kita lewati
ee adalah ladang pahala yang bisa kita
optimalkan, kita tidak buang-buang
sehingga kita bisa continue dalam
beramal saleh. Dan jangan pernah kita
meremehkan amal amal saleh apapun. Rasul
sahu alaihi wasallam melarang. Kata
Rasul sahu alaihi wasallam, "La
tahkiranna minal marufian walau analq
akajhinq."
Janganlah kalian meremehkan amal saleh
apapun, kebaikan apapun meskipun hanya
sekedar tersenyum ketika bertemu dengan
saudara. Ternyata dalam contoh ini Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam menyebutkan amal
saleh yang bukan dalam bentuk baca Quran
salat, tetapi amal saleh muamalah yaitu
senyum ketika bertemu dengan saudara
yang mungkin dianggap sepele tapi kata
Nabi, jangan pernah sepelehkan. Yang
penting kamu senyum karena Allah
subhanahu wa taala pasti ada
perhitungannya. Allah tidak akan lupa
hal tersebut. Dan pasti tercatat dan
pasti ada ganjarannya.
Siapa yang melakukan kebajikan meskipun
seringan zarah dia pasti melihat
hasilnya. Mungkin kita tidak peduli kata
Nabi, "Jangan, jangan remehkan amal
sekecil apapun, seringan apapun meskipun
hanya sekedar tersenyum." Oleh karenanya
sedekah pun jangan disepelekan. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
tam jagalah diri kalian dari neraka
jahanam meskipun hanya bersedekah
sepenggal kurma. Maksud hadis ini bukan
Rasulullah ngajarin kita untuk pelit,
tidak. Tetapi Rasulullah mengajarin
kalau kalian punya harta sedikit dan
hanya punya satu penggal kurma, maka
jangan merasa remeh untuk bersedekah
meskipun hanya sepenggal kurma. Apapun
yang bisa kita berikan kalau itu
bermanfaat berikan. meskipun mungkin
tidak bernilai besar di mata orang tapi
bisa bernilai di sisi Allah Subhanahu wa
taala. Dalam satu hadis kata Rasul sahu
wasallam, "Sabaqo dirhamun miata alfi
dirhamin." Sungguh sekeping dirham bisa
mengungguli 100.000 dirham.
Kok bisa? Kata para sahabat satu keping
dirham bisa mengungguli 100.000 dirham.
Maka Rasul menjelaskan, "Ada seorang
punya harta cuma 2 dirham. Kemudian
faktaro ahsanahuma. Kemudian dia ambil
dirham yang paling terbaik. Karena dulu
dirham dalam bentuk keping, maka dia pun
eh
fatasadq ajwadahuma. Maka dia pun
bersedekah dengan dirham yang terbaik.
Maka dengan demikian dia telah
bersedekah dengan setengah hartanya.
Sementara yang satu dia punya dirham
mungkin jutaan dirham. Jutaan dirham.
Crazy rich.
Super kaya. Ketika diambil 100.000
dirham tidak ada nilainya dengan apa
yang ter tersisa. Maka yang pertama bisa
jadi unggul. Kenapa? Dia bersedekah
padahal dia lagi butuh dengan harta
terbedekah
bersedekah ternyata setengah hartanya
dan dia pilih kepingan dirham yang
terbaik. Berbeda dengan yang kedua,
mungkin harta dia sangat banyak dan dia
tidak butuh dengan 100.000 dirham dan
dia bersedekah ee berbeda dengan hati
dari orang yang pertama yang bersedekah
dengan penuh perhatian. Maka bisa jadi
satu keping dirham mengungguli 100.000
keping dirham. Makanya Ibnu Mubarak
berkata, "Rubba amalin shirin
tuzimuhunah." Betapa banyak amal kecil
menjadi besar karena niat. Warubba
amalin kabirin tusir niat. Dan betapa
banyak amal yang besar jadi kecil
nilainya gara-gara niat yang salah. Maka
seorang berusaha dalam hidup ini beramal
saleh terus beramal. Karena kalau
semakin banyak amalnya maka semakin
tinggi levelnya di surga. Sebagaimana
kita ketahui para ulama berkata,
annajatu minanar bimagfirat minallah.
Selamat dari neraka karena ampunan
Allah. Dukul jannah birahmatim minallah.
Adapun masuk surga dengan rahmat Allah
bukan dengan amal. Masuk surga dengan
rahmat Allah tetapi level di surga.
Wtisamul manazil wadajat bilal. Tetapi
level-level di surga tergantung dengan
amal. Allah mengatakan
masing-masing mendapatkan derajat
berdasarkan amal mereka. Kata Allah
janumalun
masuklah kalian surga berdasarkan amal
kalian. Allah berfirman, "Ya
bima asumyamil khlah dan minumlah.
Bersenang-senanglah di surga dengan
sebab amal saleh yang kalian lakukan
selama di dunia." Ya. Maka kata Ali bin
Abi Thalib, "Alyyauma amalun bila
hisab." Sekarang kita bisa beramal gak
ada yang menghisab kita. Godan hisabun
bila amal. Besok kita cuma bisa dihisab
dan kita tidak bisa beramal saleh lagi.
Nah, sekarang kita masih hidup, masih
bisa beramal, maka semangat, semangat
beramal. Orang-orang yang sudah
meninggal, mereka sudah enggak bisa
beramal beramal lagi. Ya, kalau kita
tanya sama mereka mungkin mau pengin
apa? Mereka pengin hidup untuk beramal.
Ya, lihatlah bagaimana Allah kisahkan
seorang yang akan meninggal dunia maka
dia ingin bisa beramal. Kata Allah,
wafiqu mim roqakum minqli ayati
ahadakumul maut fqubi lajalin qibinq
waakum minihin. Berinfaklah kalian
sebelum datang kematian ajal kepada
salah seorang dari kalian. Maka dia
berkata, "Ya Rabbku, tundalah kematianku
barang sebentar aja. Aku ingin ditunda.
Jangan mati sekarang 10 menit, 15 menit.
Buat apa? Faasdaqo. Aku ingin
bersedekah. Waakum min shihin. Dan aku
ingin menjadi orang yang saleh. W
yuakhirallahu nafsan id jaajaluha. Dan
Allah tidak akan menunda kematian jika
telah datang ajal seseorang. Wallahu
khabirum bima tammalun. Allah maha tahu
tentang apa yang kalian kerjakan. Itu
angan-angan orang yang menghadapi
sakaratul maut. Angan-angannya apa?
ingin ditunda kematiannya, ajalnya
barang sebentar. Buat apa? Untuk bisa
beramal beramal saleh.
Untuk bisa beramal. Ada riwayat ada
seorang salaf, dia menjenguk orang mati.
Kemudian setelah itu dia salat dengan
salat yang biasa-biasa, tidak begitu
serius. Kemudian dia tidur. Dalam
mimpinya orang mati tersebut bicara sama
dia, "Kau tadi salat biasa-biasa saja,
tidak serius.
Saya ingin bisa salat seperti itu
meskipun tidak serius yang penting bisa
salat karena orang mati sudah tidak bisa
beramal beramal lagi. Mumpung kita masih
hidup maka bagaimana kita bisa
menjadikan amal kita kontinue dan kita
tidak bosan. Tib ikhwan dan akhwat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Sesungguhnya ada makhluk namanya
malaikat, ada makhluk namanya setan
iblis dan ada makhluk namanya manusia.
Malaikat diciptakan oleh Allah beribadah
tidak pernah bosan. Allah mengatakan,
"Yusabbihuna whar la yafturun."
Bahwasanya para malaikat bertasbih
kepada Allah siang dan malam. La
yafturun. Tidak pernah letih, gak pernah
capek, gak pernah lemas, gak pernah
loyo.
Kemudian dalam ayat yang lain, la
yas'amun tidak pernah bosan. tidak
pernah bosan itu malaikat bertasbih,
berzikir tidak berhenti-rhenti. Ya,
mereka terus bertasbih, berzikir dan
tidak pernah bosan. Setiap diperintah
oleh Allah pasti tunduk.
Laun launallaha ma amarahuna yummarun.
Mereka senantiasa
tidak membangkang atas apa yang Allah
perintahkan dan mereka senantiasa
menjalankan apa yang diperintahkan Allah
kepada mereka. Ini malaikat tidak pernah
letih, tidak pernah bosan untuk
beribadah.
Lawannya setan tidak pernah letih, tidak
pernah bosan untuk godain kita. Gak
pernah. Sampai datang dalam hadis, Qilu
fainnya la yaqil. Tidur sianglah kalian.
Karena setan tidak tidur siang. Kenapa
setan tidak tidur siang? Supaya terus
godain antum.
Dia tidak mau istirahat karena semangat
untuk menggoda manusia agar menemani dia
di neraka jahanam. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Inana qni adam."
"Sesungguhnya setan nongkrong di tempat
jalannya anak Adam. Anak Adam mau ke
mana saja dia tongkrongin. Mau sedekah
dia halang-halangi. Ditakut-takutin
nanti kau miskin, kebutuhan anak-anak
masih banyak, perusahaan masih butuh
ini, masih butuh anu."
Dia mau haji, setan bisikin nanti aja
tahun depan sekarang masih kondisi
ekonomi tidak begini. Akhirnya ditunda
amalan dia terus. Apapun kita mau ke
mana ada setan nongkrong dan dia sudah
bersumpah di hadapan Allah.
Iblis berkata tumma laatiannahum min
baini aidihim win khalfihim wa aimani wa
syamailihim w tajidu akarum syakirin.
Sungguh benar-benar ya Allah aku akan
datangi anak-anak Adam. Aku goda dari
depan, aku goda dari belakang, aku goda
dari kanan, aku goda dari kiri. Dan
engkau akan dapati kebanyakan mereka
tidak bersyukur. Banyak dari hamba-hamba
Allah tidak beramal saleh. Kata Allah
Subhanahu wa taala, "I'malu ala Dauda
syukro." Wahai keluarga Daud, wahai
keluarga Sulaiman, beramallah sebagai
bentuk syukur kepada Allah. Kalian
diberi nikmat banyak beramal. Kata
Allah, "Waqilun min ibadiakur." Hanya
sedikit dari hambaku yang beramal.
Bosan beramal, berhenti beramal. Banyak
manusia seperti itu.
Jadi malaikat tidak bosan beribadah
kepada Allah. Setan juga tidak bosan
menggoda manusia.
Setan mana capek godain antum? Dia
enggak capek. Dia senang bahagia kalau
antum bisa nemani dia di neraka jahanam.
Itu cita-citanya. Tidak pernah bosan.
Kita manusia miliki sifat letih, kita
miliki sifat kebosanan. Kita semua
menyadari akan hal tersebut. Makanya
kita harus bisa mem-manage amal kita
agar kita tidak bosan. Agar semakin
bertambah usia,
semakin bertambah umur atau gampangannya
semakin bertambah usia umur semakin
habis.
Semakin waktu kita bertemu dengan Rabbul
Alamin semakin dekat. Ya, kita ingin
bertambah usia juga bertambah amal
saleh. Apa kata Ibnu Mas'ud radhiallahu
taala anhu?
ajaliamali.
Kata Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu, "Aku
tidak pernah menyesal
seperti penyesalanku terhadap hari di
mana mataharinya terbenam." Suatu hari
di mana mataharinya terbenam. Ajalku
semakin berkurang, semakin dekat bertemu
dengan Allah, sementara amalku tidak
bertambah. Itu hari yang paling
disesarkan oleh Ibnu Mas'ud.
Ini renungan bagi kita semua. Kita
sekarang bertambah usia, rambut semakin
putih,
pandangan semakin lemah, pendengaran
semakin budek,
mulai muncul asam urat, kolesterol
semakin nampak,
penyakit mulai sinyal-sinyal mulai
bunyi, salah gerak encok.
Terus amal kita bagaimana? Tanda-tanda
kematian semakin dekat. Kata Allah,
"Waakumun nadir." Telah datang
peringatan. uban sudah kelihatan.
Semakin beruban berarti semakin menuju
kematian. Terus yang menjadi pertanyaan
mana amal kita? Semakin bertambah atau
tidak? Atau kita sudah bosan beramal,
kita berhenti semakin berkurang amalnya.
Amal semau kita aja. Kalau enggak ya
sudah enggak mau kita enggak bikin
jadwal amal kita. Maka kita perlu
memanage diri kita. Karena kita ini
makhluk yang disifati dengan kebosanan.
Kita bukan malaikat. Malaikat enggak
bakalan bosan. La yafturun wala yasamun.
Tidak pernah letih. Tidak pernah bosan.
Nah, kita sedikit-sedikit bosan.
Sedikit-sedikit bosan. Nah, ini yang
kita bahas pada kesempatan kali ini. Ini
nasihat buat saya pribadi dan juga pada
ikhwan dan akhwat. Mengingat usia kita
yang semakin habis, umur kita yang
semakin pendek, maka kita harus memanage
diri kita agar kita tidak bosan. Tib.
Di antara trik-trik atau tips-tips agar
kita tidak bosan beramal.
Yang pertama dan ini adalah wasiat Nabi
sallallahu alaihi wasallam yaitu
beramal meskipun sedikit tapi kontinue.
Beramal meskipun sedikit tapi kontinue.
Lebih Allah sukai daripada banyak-banyak
tetapi kemudian terputus.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
dalam hadisnya saddidu waqorbu. Tepatlah
dan mendekatilah ketepatan. Seorang
beramal saleh berusaha cuma dua
kemungkinan. Pertama, tepat. Kalau bisa
tepat, itu yang kita sukai. Benar-benar
ikhlas sesuai dengan sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kalau tidak
bisa tepat, qorbu dekatilah ketepatan.
Mungkin kita gak bisa ikhlas 100% tapi
gak apa-apa kita berusaha mendekati
keikhlasan. Mungkin kita enggak bisa
sesuai sunah Nabi 100% gak apa-apa. Yang
penting mendekati sunah Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Berusaha saddidu
tepatlah auqorbu. Ibaratnya kalau kita
panah anak panah kalau sadat ya itu
benar-benar terkena di tengah ee apa
namanya target benar-benar kena tengah.
Tapi kalau qorbu yaitu muqarabah itu
mendekati mendekati tapi tidak meleset.
Tidak meleset mengenai meskipun tidak
tepat tapi mendekati ketepatan. Kemudian
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Waamu annahu lan yudkhila ahadakum
amaluhul jannah."
Ketahuilah bahwasanya tidak seorang pun
dari kalian masuk surga dengan amalnya.
Itu amalnya. Amal tidak bisa untuk
membeli surga. Amal tidak bisa jadi
tiket untuk beli surga. Bagaimana bisa
mau bayar surga? Surga kenikmatan
sempurna, abadi. Coba bayangkan salat
dua rakaat sebelum subuh ternyata
pahalanya lebih baik daripada dunia dan
seisinya. Jadi amal kita enggak ada
apa-apanya dibandingkan dengan pemberian
Allah Subhanahu wa taala berupa
kenikmatan-kenikmatan di surga. Maka
Nabi ingatkan amal kalian tidak bisa
memasukkan kalian dalam surga. Kemudian
kata Nabi, wa anna ahabbal a'mali
ilallah adwamuha wa inqal. Dan amalan
yang paling dicintai oleh Allah adalah
yang paling kontinue meskipun sedi
sedikit.
Yang paling kontinu meskipun sedikit.
Ini kaidah sedikit tapi kontinue.
Baik. Seorang lebih baik dia salat witir
tiap malam satu rakaat daripada
sekali-sekali salat witir 11 rakaat
kemudian cuma seminggu sekali. Lebih
baik sedikit tapi apa? Kontinue meskipun
satu rakaat. Saya punya kawan saya kenal
setiap saya ketemu dia kalau lagi salat
Isya dia pasti habis salat Isya salat
dua rakaat bakd isya kemudian satu
rakaat tidak pernah berubah. Tapi dia
tidak pernah meninggalkan salat witir.
Saya bilang gak apa-apa. Mungkin dia
tahu kesibukan dia. Mungkin dia ada
penyakit sehingga dia enggak bisa bangun
malam. Tapi dia tidak pernah
meninggalkan salat witir meskipun satu
rakaat tapi konine. Ini lebih Allah
sukai daripada kita salat banyak-banyak
tapi kemudian terputus.
Yang yang yang lebih tahu mana yang
Allah cintai atau tidak adalah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dan Nabi
kabarkan sekarang bahwasanya amalan yang
paling dicintai oleh Allah adalah
meskipun sedikit tapi kon kontinue. Tib.
Kemudian dalam Sahih Muslim dari Alqamah
Qal umal mukminin Aisyata kata Alqamah
seorang tabiin. Aku bertanya kepada
ibunda
ibunda kaum mukminin itu Aisyah
radhiallahu anhalu
ya umal mukminin amalu rasulillah
sallallahu alaihi wasallam. Aku bertanya
wahai ibunda, bagaimana sih dahulu amal
salehnya Nabi sallallahu alaihi
wasallam? Halana yakusuan minal ayyam.
Apakah ada hari-hari Rasulullah
khususkan untuk beribadah dalam sebulan?
Mungkin Rasulullah khususkan ibadah hari
tertentu dalam sebulan. Kata Aisyah,
"Tidak ada. Tidak ada Rasulullah
khususkan hari-hari. Rasulullah selalu
beramal." Ya, dalam sebulan Rasulullah
beramal. Qolat la kana amaluhu dimah.
Amalnya Nabi adalah dimah. Dimah dalam
sebagian penjelasan dimah itu bahasa
Arab artinya hujan rintik-rintik yang
awet. Awet namanya apa? Dimah. Apa kalau
bahasa kita? Hujan rintik tapi awet. Dia
enggak enggak enggak berhenti-berhenti
dari pagi sampai ma malam. Awet sedikit.
Bukan hujan deras yang kemudian selesai.
Enggak. Dimah itu bahasa Arab artinya
hujan rintik-rintik tapi a awet. Maka
Aisyah memberi gambaran amalan Nabi
sallallahu alaihi wasallam itu dima.
Rasul sahu alaihi wasallam mengerjakan
amal kontinue. Wa ayyukum yastatiu maana
rasul sahu alaihi wasallam yastatiu.
Siapa di antara kalian yang mampu
seperti Nabi sallallahu alaihi wasallam?
Siapa yang bisa komitmen continue
seperti Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam? Jarang. Wanat Aisyat
radhiallahu anha id amilatil amal
lazimathu. Dan adalah Aisyah radhiallahu
anha kalau sudah mulai suatu amal maka
dia continue. Ini pelajaran bagi kita
untuk planning sebelum kita beramal.
Kapan kita mulai beramal kita pikirkan
dulu saya bisa continue enggak?
Kalau ada amal insidental sesekali atau
amal yang kontinue kita pilih yang bisa
koninue meskipun sedikit. Tarlah
misalnya ada orang nih ee Pak ini ada
anak yatim butuh sekian sekian sekian ee
per bulan sekian-sekian.
Ini ada anak ketim 10
satu orang R juta. Jadi 1 bulan berapa?
10 juta. Ibunya juga janda-janda
satu orang R juta. 10 orang berarti R
juta. Mampu enggak 1 bulan Rp0 juta? Dia
pikir saya mampu enggak? Saya kayaknya
enggak mampu penghasilan saya sekian.
Saya berpikir planning. Ah, saya pilih
anak yatim 3, janda satu. Berarti
berapa?
Matematika enggak beres. Antum anak
yatim 3 berarti berapa? 3 juta. Janda
satu berapa? 5 juta. M UMR kan? Jadi
berapa? 8 juta. Oh, saya mampu R juta.
Sudah saya pilih ini karena menurut saya
saya bisa konti kontinue. Ini dalil.
Makanya Rasul Sallahu Alaih Wasallam
Aisyah juga demikian. Istri-istri Nabi
diajarin kalau sudah beramal continue.
Watat Aisyatu radhiallahu anha amilatil
amala lazimathu. Adalah kebiasaan Aisyah
kalau sudah mulai melakukan suatu amal
maka dia konine. Nah, ini menunjukkan
kita harus planning. Saya mulai misalnya
ee salat malam, saya sudah lama enggak
salat malam. Pengin mulai salat malam,
tapi saya mau coba bisakah saya salat
malam setiap hari 5 rakaat? Kayaknya
bisa. Oke, laksanakan dulu 5 rakaat.
Jangan langsung banyak-banyak. khawatir
kalau banyak-banyak kemudian terjungkal
tumbang. Coba sedikit yang menurut saya
bisa koninue nanti kalau sudah bisa
kontinue, bisa komitmen, bisa konsisten,
tambah levelnya, tambah kualitasnya tapi
jangan langsung banyak-banyak.
Sehingga kita dalam bersedekah kita
bilang, "Saya bisa continue." Enggak.
Daripada kita kasih seseorang
banyak-banyak tapi kita enggak bisa
continue, lebih baik kita
sedikit-sedikit bisa continue. Saya
pengin kasih uang sedekah sama
bibi-bibik saya. Bibi saya ada berapa?
Oh, ada sekian-sekian. bisa setiap
sebulan saya bisa kasih berapa? Oh, saya
bisa kasih atau 3 bulan sekali saya
kasih berapa? Ah, ini bisa uang ini
kena. Sudah tiap 3 bulan kita kirim atau
tiap bulan kita kirim. Saya bisa kasih
kakak saya kasih adik saya tiap bulan
berapa? Kakak adik saya miskin. Saya
hitung saya mampu. Saya cuma mampunya
kalau tiap bulan R juta. Sudah jangan
maksakan diri 1 bulan R juta. Tapi
kemudian besok sudah tidak kasih lagi.
Ini menunjukkan kita harus planning agar
kita bisa menjalankan amal saleh
meskipun sedikit tapi apa? Continue
seperti itu. Saya pengin beri berbuat
baik kepada tetangga. Apa yang saya bisa
lakukan sama tetangga? Apa kasih sedekah
atau kasih makanan? Saya bisa continue
enggak?
Ada kebutuhan sedekah kadang-kadang kita
kasih besar sesekali tapi kita cari
sedekah yang kontinue, amal yang
kontinue. Saya sekarang ingin baca Quran
lagi semangat nih dengar kajian tentang
keutamaan Quran. Ah, saya pengin hari
ini 7 juz. Ti besok sudah enggak.
Besoknya lagi enggak. Bulan depan
enggak. sampai hari Ramadan baru mulai
baca Quran lagi. Capek ternyata 7 juz 1
hari ko berarti enggak mampu.
Baca coba sedikit satu halaman, dua
halaman. Tapi kita berusaha untuk bisa
continue. Itu lebih disukai oleh Allah.
Matematikanya siapa yang ngajarin?
Matematikanya yang ngajarin Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Bukan
matematika kita. Yang lebih tahu apa
yang dicintai oleh Allah siapa?
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
yang dia ajarkan bahwasanya amalan yang
paling dicintai oleh Allah adalah
meskipun sedikit tapi konine. Maka ini
salah satu cara agar kita tidak bosan
mengenali kemampuan kita. Baik amal
saleh, baik baca Quran, salat malam,
sedekah, silaturahmi. Kalau kita bisa
kontinue bagus bukan berarti menghalangi
sesekali kita banyak gak. Tetapi yang
bisa kontinue kita jaga. Kita jaga. Saya
bisa continue jenguk orang tua setahun
sekali. Tinya apa setahun sekali? Saya
enggak bisa maksa. Setahun dua kali
ternyata saya enggak mampu. Mending
setahun sekali tapi rutin. Sehingga dari
awal sudah siapkan dana setahun sekali
saya jenguk orang orang tua ya
silaturahmi menyenangkan hati mereka.
Maka ini perlu kita planningkan. Ini
menunjukkan bahwasanya amal saleh harus
kita planningkan agar kita sukses, agar
kita meraih kecintaan Allah
sebanyak-banyaknya. Tib. Ini yang
pertama sedikit tapi kontinue. Yang
kedua, agar kita tidak bosan, ikhwan dan
akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
taala, lakukan yang kita mampu. Jangan
maksakan diri. Jangan maksakan diri.
Sebagian kita mungkin membaca tentang
sirah perjalanan hidup para salaf,
bagaimana ibadah mereka luar biasa. Tapi
kita perlu ingat, mereka mencapai level
tersebut dengan perjuangan panjang.
Dengan perjuangan panjang. Tidak
langsung otomatis serta-merta menjadi
demikian. mereka perjuangan panjang
sehingga mereka terbiasa mereka naikkan
level mereka sedikit demi sedikit sampai
akhirnya mereka seperti itu ya.
Nah, kita kalau mau tiru mereka langsung
gak bisa ya. Maksakan diri di luar
kemampuan kemampuan kita. Maka agar
ibadah ini tidak membosankan maka jangan
melakukan ibadah yang berat di luar
kemampuan kita. Allah berfirman,
"Fattaqulaha matastat'tum." Bertakwalah
semampu kalian. Jangan maksakan diri.
Dalam hadis kana rasul sahu al wasallam
hasirun. Rasulullah punya semacam tikar.
Hasir itu tikar biasanya dibuat dari
anyaman
daun kurma. Wana yuhajiruhu minalil
fayusolli fii. Kalau malam hari Rasulull
sahu alaihi wasallam bikin tikar
tersebut seperti kamar yaitu ada
pembatas sehingga Rasulullah fokus untuk
ibadah di balik tikar tersebut. Mungkin
beliau berdirikan atau beliau atur
sedemikian rupa sehingga beliau bisa
salat di malam hari dihalangi oleh tikar
tersebut.
Faja'alasu yusuna bisati. Ternyata
orang-orang pada lihat kemudian mereka
di balik tikar tersebut mereka salat
bermakmum kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Kalau di siang hari wabsuhu binhar.
Adapun siang hari Rasulullah sahu alaihi
wasallam
menggelar tikarnya. Kemudian mungkin
beliau beribadah atau duduk untuk ketemu
orang di malam hari. Tikar tersebut
didirikan untuk seperti jadikan kamar
untuk beliau beribadah.
Fabuata lailah. Ternyata suatu malam
orang ramai ikut salat Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Nabi kalau salat lama.
Nabi kalau salat lama. Ya. Faqala ya
ayyuhannas. Maka Rasulullah ingatkan
alaikum minal a'mali mautiquun. Itu
kalian jangan langsung ikut saya seperti
ini. Ya. Karena Rasulullah salat lama.
Kadang salat malam satu rakaat tiga
surat. Rasulullah pernah salat malam
satu rakaat surah Albaqarah, kemudian
surah An-Nisa, kemudian surah Ali Imran.
Berapa juz itu coba? Albaqarah 2,5 juz.
Belum surah An-Nisa belum surah Alr.
Satu rakaat. Satu rakaat Rasulullah
kalau ya dia bahagia dengan salat
malamnya. Bahkan Rasulull sahu alaihi
wasallam kalau salat malam sendiri
terkadang Rasulull sahu alaihi wasallam
sekali jalan langsung rakaat. Rakaat
pertama, rakaat kedua, rakaat ketiga,
rakaat ke-elapan tasyahud awal. rakaat 9
baru tasyahud akhir. Tapi Rasulullah
tidak pernah praktikkan itu ketika
menjadi imam. Ini untuk amal dia
pribadi. Ya, dia sudah mencapai level
yang tentu sangat luar biasa. Ketika ada
sahabat ingin ikut-ikutan ibadah pribadi
Nabi, Rasulullah ingatkan,
"Alaikum minal amali mautiquun."
Lakukanlah amal yang kalian mampui.
Maksudnya jangan langsung seperti begini
ya.
Faallaha la yamallu hatta tamallu.
Kenapa? Karena Allah tidak akan bosan
sampai kalian sendiri yang bosan. Allah
tidak akan bosan berikan pahala kepada
kalian sampai kalian sendiri bosan
beramal saleh. Kemudian kata rasul sahu
al wasam in aalallah
mawi alaihi. Amalan yang paling dicintai
oleh Allah adalah yang kontinue. Itu
Rasulullah ingin jelaskan cara kalian
salat malam panjang-panjang seperti ini.
Kalian tidak bakalan kontinue. Tidak
seperti Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Waqla amal yang paling dicintai oleh
Allah adalah yang paling kontinue.
Meskipun sedikit. Wakana alu Muhammadin
sallallahu alaihi wasallam amilu
amalanu.
Adapun dan adalah istri-istri Nabi
sallallahu alaihi wasallam kalau sudah
melakukan satu amalan mereka continue.
Saya katakan tadi ini sunah Nabi dan
diikuti oleh istri-istrinya. Ini dalil
bahwasanya mereka kalau ingin melakukan
amal mereka planning mampu enggak
continue atau tidak. Dan di antara amal
yang buat kita tumbang adalah terlalu
berat. terlalu berat sehingga kita
mencoba sebulan ternyata enggak kuat,
akhirnya kita tum tumbang. Dan itu suatu
perkara yang kurang baik ya.
Makanya Rasulullah pernah mengatakan,
"La takun mla fulan yusil farakahu."
Jangan kalian seperti si fulan dulu dia
salat malam kemudian dia tinggalkan.
Ee tercela orang sudah kontinue kemudian
dia berhenti ya. Kecuali ada halangan
seperti sakit atau yang lainnya. Sudah
biasa sedekah kemudian berhenti itu
kurang bagus. Maka seorang planning dia
berusaha melaksanakan amal yang dia
berusaha menjaga amal tersebut
semaksimal mungkin sampai benar-benar
dia tidak mampu ada halang atau dia
meninggal dunia. Oleh karenanya wakana
alu Muhammadin adalah istri-istri Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Amilu
amalan. Kalau sudah melakukan satu
amalan asbatuh, maka mereka komitmen
konsisten.
Kita dapati guru-guru kita seperti itu.
Seperti guru kita Syekh Abdur Razak
hafidahullahu taala. Kalau sudah buka
kajian kitab, dia pasti kaji sampai
selesai. Gak ada putus tengah jalan. Dia
sudah tahu ini kitab ini bisa selesai
atau tidak dan dia sudah perkirakan ya
ini pantas diikuti oleh orang-orang atau
tidak. Bahkan pernah beliau mensyarah
al-adabul mufrad sampai entah berapa, 5
tahun, 6 tahun. bertahun-tahun beliau
syarat 8 tahun saya lupa baru selesai
tapi beliau tidak berhenti karena kalau
sudah mulai suatu amalan beliau continue
beliau apa continue. Ini contoh yang
kita lihat dalam dakwah kalau sudah
mulai satu kajian rutin beliau tidak
berhenti sampai se kecuali sampai
selesai. Ini contoh ya. Maka begitulah
tradisi di keluarga Nabi, tradisi Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan
tradisi istri-istri beliau. Kalau sudah
melakukan satu amalan, maka continue.
Maka saya katakan tadi kalau kita mulai
berpikir untuk berbuat baik kepada
tetangga, mulai kita pikir amal apa yang
saya bisa continue.
Ada namanya ide spontanitas, ada itu gak
apa-apa kita lakukan. Tetapi ada yang
kita pikir agar ini amal yang lebih
dicintai oleh Allah. Bukan yang
spontanitas spontanitas dicintai Allah,
tapi lebih dicintai. Bagaimana bisa
continue? Saya mau silaturahmi, saya
mulai pikir gimana cara saya silaturahmi
yang bisa continue.
Ya, ada kebutuhan dadakan, spontanitas
oke. Tetapi yang kontinue lebih dicintai
oleh Allah Subhanahu wa taala.
Tayib. Oleh karenanya jangan melakukan
amalan yang kita merasa terpaksa. Antum
perhatikan salat Nabi. Kalau kita
belajar sunah Nabi tentang salat, semua
gerakan Nabi menunjukkan semangat.
Rasulullah kalau takbir tangannya di
telinga, Allahu Akbar semangat jarinya
jelas ya tegas seperti ini. Kalau rukuk
dengan
benar-benar lurus sampai dikatakan kalau
diletakkan air tidak bakalan tumpah
karena punggung Nabi lurus. Rasulullah
salat gak ada kepala miring sebelah
kanan, kepala miring sebelah kiri, kaki
kanan lebih tinggi kali gak ada. Allahu
akbar. Gini enggak ada Rasulullah
angkat. Allahu Akbar. Menunjukkan beliau
semangat ketika beribadah. Dan beliau
berkata, "Ya Bilal, arihna bisat." Wahai
Bilal, istirahatkanlah kami dengan
salat. Jadi ibadah dengan semangat. Kita
sedang berhadapan dengan Allah,
bermunajat dengan Allah. Bukan acuh tak
acuh, tapi serius kita sedang beribadah
kepada Allah. Jangan kita terpaksa
sehingga merasa ini ibadah kok kayak
gini ya? Ini kok berat sekali. Jangan.
Sebagian orang ngajak anaknya misalnya
langsung melakukan ibadah yang susah
sekali. Dia ajak kesusahan apalagi
anaknya. Besok anaknya sudah tobat, saya
enggak mau lagi ibadah seperti ini, Pak
Ayah. Saya enggak menyangka ternyata
seberat ini. Tobat. Gak mau lagi iktikaf
lagi di Makkah. Tobat.
Karena sudah tahan pipis enggak bisa
ini, enggak bisa ini, enggak bisa ini.
Makan gak bisa. Kasihan anak-anak.
Artinya kita ada tahapan dia mereka bisa
ke situ, tapi tidak langsung kita paksa.
Jangan sampai mereka merasa beban.
Ibadah itu merasa beban. Memang namanya
ibadah namanya taklif. Ada beban tapi
bisa di dijalankan. Adapun rasa berat
sekali maka ini jangan. Maka ini ja
jangan. Makanya Rasulull sahu alaihi
wasallam dalam satu hadis dakala
Rasulullah sahu alaihi wasallam al
masjida wa hablun mamdud
baina sariataini. Suatu hari Rasulull
sahu alaihi wasallam masuk di Masjid
Nabawi, tiba-tiba Rasulullah melihat ada
dua ada tali yang terikat di antara dua
tiang seperti ini.
Rasulullah heran kok ada di masjid ada
tali. Kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Ma hadza?" "Apa ini tali?" "Apa ini?"
"Quinab." "Ini talinya Zainab." Istri
Nabi. Zainab binti Jahsyin. Saking
semangat ibadahnya. Kalau kita punya
istri begini, masyaallah semangat sampai
salat malam pegang-pegang.
Apa katanya? Tusoli. Faid kasilat
fatarat amsakat bihi. Zainab binti
Jahsin kalau salat malam sudah capek,
dia bergantung dengan tali tersebut
saking semangatnya.
Bukan sebagian saking semangatnya sampai
lihat WhatsApp sampai ngantuk-ngantuk
masih
lihat sopi. Sopi sudah ngantuk-ngantuk
masih saking semangatnya.
Dahulu sahabat saking semangat sehingga
direm oleh Nabi. Kita hidup di zaman
tidak ada semangat. Itu masalahnya.
Sebenarnya hadis-hadis ini cocok buat
siapa? Buat orang-orang yang terlalu
semangat
sehingga direm. Kita sekarang hidup di
zaman nih, kita ini yang tidak semangat,
yang perlu disemangatin.
Sampai Rasulullah, istri Nabi Zainab bin
Jahsyin, kalau capek beliau berpegang
kepada tali untuk salat malam. Maka
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
berkata, "Hulluh, lepas itu tali."
Smaqal. Kemudian Rasul sahu alaih
wasallam bersabda, "Liyusol ahadukum
nasahu faid kasila fatar falyaqud."
Seorang salatlah sesuai dengan
semangatnya. Kalau dia capek maka dia
duduk. Jangan paksa. Salat malam boleh
duduk. Boleh atau tidak boleh? Zaman
kita sakit kemudian kita paksa berdiri,
aduh yang penting pahalanya banyak.
Allah juga tidak begitu-begitu banget.
Maksudnya pengin kau tersiksa untuk
beribadah kepada Allah. Enggak juga.
Enggak juga. Jangan kau pikir saya
semakin mampus semakin enggak.
Rasulullah bilang, "Kalau kau capek
duduk kau istirahat nanti semangat
lanjut lagi." Sama Rasulullah mengat
kalau seorang salat dalam keadaan
ngantuk, kata Rasulullah, "Falyarqu
tidur. Jangan sampai dia salat
ngantuk-ngantuk kemudian dia ingin
mendoakan kebaikan. Ternyata dia
mendoakan keburukan untuk apa dirinya?
Ya, salah doa. Istirahat,
pasang alarm, bangun lagi, segar lagi,
salat.
Jadi ini di antara cara agar kita bisa
kontinu dalam beribadah. Jangan maksakan
diri melakukan ibadah yang ee
yang berat-berat ya. Jangan lakukan
ibadah yang berat-berat tapi kita
beribadah dengan semangat yang kita
mohon maaf ada happy ketika beribadah.
Ketika itu kita bantu anak yatim, ada
happy, ah lanjutin. Lagi senang nih
bantu anak yatim. Kita ikut kajian, kita
semangat, ada bahagia Allah berikan.
Nah, itu lanjutin. Itu yang bisa
berkesinambungan.
Kita baca Quran bakda subuh tiga halaman
semangat senang. Tapi kalau paksa kamu
cuma sedikit tambah lagi 2 juz. Besok
sudah enggak ngaji lagi. Sehingga kita
baca Quran kok enggak habis-habis.
Panjang kali firman Allah ini. Enggak
habis-habis. Tapi kalau kita baca dengan
semangat nanti kalau kita sudah sudah
bisa komitmen continue semangat kita
bertambah, tambah levelnya enggak
apa-apa. Jangan langsung baca seorang
salaf ibadahnya luar biasa kemudian kita
tiru. Kita enggak mampu. Lihatlah
bagaimana Mansur bin Zadan dalam
biografinya disebutkan oleh Azzahabi
lahu anna malakal maut bil bab. Kalau
dikatakan kepada Mansur bin Zadan,
malaikat maut sudah ada di pintu ingin
cabut nyawamu, dia tidak mampu tambah
amalan
karena sudah padat. Mau suruh tambah
zikir lagi sudah enggak bisa karena amal
dia tidak ada yang terbuang satu detik
pun. J kita pengin seperti dia ya gak
bisa langsunglah. Kita masih ada
refreshing lihat berita,
masih ada refreshing ngobrol sama istri,
masih ada. Kita enggak bisa. Oleh
karenanya berusaha kita lakukan amal
yang kita happy. Contoh kita ngaji benar
kita bukan milih-milih yang kita senang.
Ada kajian yang kita oh kalau sama ustaz
ini kita kok bisa nyaman, kita bisa
ngerti. Ya udah continue berarti kita
bisa continue.
Tapi kalau ikut satunya pening terus.
Akhirnya ustaz ngomong kita tidur
ya. ee cari ibadah yang bisa kita
semangati. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, liya liyusoli ahadukum
nasyathu. Ini meskipun terkait dengan
salat, beribadahlah salat dengan sesuai
dengan ee semangatnya. Namun kita bisa
ee kiaskan kepada ibadah-ibadah yang
yang lain. Ketika ibadah kita mampu
lakukan, maka kita bisa continue.
Tib. Di antara tips berikutnya agar
ibadah kita bisa kontinue dan tidak
bosan harus ada waktu istirahat. Harus
ada waktu isti istirahat. Memang ada
hari-hari spesial yang di mana kita
habis-habisan seperti 10 terakhir bulan
Ramadan ya. Kita mungkin agak lebih
semangat daripada sebelumnya seperti 10
hari pertama ee bulan Zulhijah. Amalan
pahalanya luar biasa. Ada hari-hari
seperti itu. Tapi tidak semua hari
seperti itu. Ada refreshing, ada
istirahat.
Dalilnya dari Abdullah bin Mas'ud. Kana
Abdullah bin Mas'ud perawi mengatakan
kana Abdullah bin Mas'ud yudakiruna
yaumin khamis. Yaumi khamis adalah Ibnu
Mas'ud radhiallahu taala anhu memberi
kami wejangan setiap hari Kamis. Faqala
lahu rulun. Ada seorang berkata, "Ya Aba
Abdurrahman wahai Abu Abdurrahman itu
Ibnu Mas'ud inna nuhibbu haditaka
wasastahi. Kami senang dengan ceramahmu
dan kami ingin ditambah wadnaaka hadast
yaum. Kami ingin kau bikin kajian tiap
hari. Kajian tiap hari. Kami senang
pembicaraan bagus, menarik. Pengin tiap
hari. Jangan cuma sepekan sekali hari
Kamis. Faqala. Apa kata Ibnu Mas'ud? Dia
juga ingin pahala tapi ada hal yang dia
perhatikan maslahat. Kata dia, "Ma
yamnauni uhaditakumatu
umakum."
Saya tidak terhalangi untuk menyampaikan
kajian tiap hari kepada kalian kecuali
saya khawatir saya membosankan kalian.
Saya membosankan kalian. Inna Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam yatakaluna
bil maid ayyam adalah Rasulullah sahu
alaihi wasallam memilih hari-hari
perhatian sama kami memilih hari-hari
untuk menyampaikan wejangan. Tidak
setiap hari. Adapun ee nasihat Nabi
setiap hari, tapi berupa kajian khusus
untuk menyampaikan bujangan tentang ee
apa namanya ee targib w tarhib, maka
Rasulullah tidak tiap hari. Adapun dalam
kondisi lagi perjalanan ada momen-momen
tertentu, Rasulullah kasih nasihat tapi
khusus kajian untuk pujangan. Maka
Rasulullah tidak tiap hari. Apa kata
Ibnu Mas'ud? Karohi asaamati alaina.
Rasulullah khawatir kami bosan. Rasul
sahu al wasallam khawatir kami kami
bosan.
Maka Rasul sahu alaihi wasallam adalah
mualim yang terbaik, murabbi yang
terbaik. Dia tahu kondisi manusia.
Bahwasanya kita bukan seperti malaikat.
Kita juga ditimpa dengan kebosanan. Maka
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam memilih
waktu-waktu yang pas agar bisa orang
mendengar kajian dengan terus apa?
Semangat ya. Dengan terus semangat ya.
Sampai sebagian umahat protes, Abi
kajian terus.
Pagi kajian, siang kajian, ajak sore
kajian, besok lagi ngajak kajian, besok
lagi bikin kajian di rumah,
besok kapan istirahatnya?
Jangan semangat-semangat mumpung masih
ada umur. Iya, tapi semangat-semangat,
kesemangatan akhirnya terjung terjungkal
sehingga maslahat tidak kita dapatkan.
Kita tahu kondisi keluarga kita, kondisi
anak-anak kita gak bisa kita paksakan
sehingga mereka akhirnya tumbang
sehingga mereka ngaji dengan jengkel.
Jangan pelan-pelan, pelan-pelan. Jangan
kita paksa melebihi kemampuan mereka.
Melebihi kemampuan mereka. Maka sampai
Ibnu Mas'ud pun kasih kajian dengan ada
jedanya sepekan sekali, ada waktu
istirahatnya sehingga
seorang tidak bosan dan bisa kontinue
dalam beramal saleh. Dalam beramal saleh
ya. Alhamdulillah kita ada banyak hal.
Kita bisa ada waktu hiburan misalnya
dengan olahraga sambil niatkan karena
Allah subhanahu wa taala. Kita ada waktu
hiburan misalnya kuliner untuk niat
karena Allah supaya tidak tidak bosan.
Ada waktunya kita seperti itu ya. Ada
waktunya kita refreshing jalan-jalan,
ada liburnya. Tidak terus-menerus.
Sebagian anak-anak di pondok sudah di
pondok ketika pulang liburan dikasih PR
murajaah tiap hari setoran sama orang
tuanya. Anak-anak bilang, "Kapan
liburnya? Enggak ada libur. Di pondok
setengah mati, di rumah juga setengah
mati." Sampai sebagian anak-anak
jengkel, dia bilang, "Pondok itu adalah
penjara suci.
Dianggap penjara, sudah masuk penjara.
Jangan kita mereka kasih refreshing agar
mereka semangat lagi ke ke pondok. Ya
harus lihat psikologi anak-anak ya.
Maksa kalau harus harus hafal, harus
hafal, harus hafal. Kalau anaknya cerdas
dia bilang, "Abi memang hafal juga
enggak sih?" Makanya Abi pengin kamu
hafal. Loh, kok saya yang jadi korban,
Bi? Saya yang harus hafal. Abi dulu
enggak hafal. Abi hafal juga dong. Abi
sudah terlanjur tua ya. Alasan Abi
banyak alasan. Gimana anak kita, kita
suruh apa? Berkorban habis-habisan, kita
malas-malasan. Kalau kita enggak hafal
Quran, jangan anak kita jadi korban. Ya,
maksudnya jangan korbankan. Mereka juga
butuh istirahat, mereka juga butuh
refreshing sehingga mereka tidak bosan.
Dan banyak sekarang fenomena orang BTI
keluar dari pondok rusak.
Banyak kejadian tadi keluar dari
penjara, begitu keluar sudah, wah
happy-happy. Sudah jilbab dilepas, ada
yang sudah tidak salat. kasihan
karena kejemuan yang selama ini mereka
dapatkan. Maksud saya kita ada sedikit
memaksa tapi jangan sampai memaksa
berlebihan sehingga mereka merasa bosan
dan jengkel dengan ibadah yang mereka
lakukan.
Tib.
Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan, "Inna hadaddina yusrun."
Sesungguhnya agama itu mudah. Ya kata
Allah, "Wama jaala alaikum fiddini min
haraj."
Allah tidak menjadikan agama kalian
susah. Ya Allah mengatakan,
"Yullahumus."
Allah tidak ingin kesulitan bagi kalian.
Allah ingin kemudahan bagi kalian. Kata
Nabi, "Inna hadina yusrun, agama ini
mudah. Wusadina ahadun gabah." Tidak ada
seorang terlalu semangat ekstrem dalam
beribadah kecuali akan dikalahkan oleh
agama. Maksudnya dia akan tumbang. Dia
akan tum tumbang.
Wasadidu waqoribu. Maka berusahalah
tepat. Kalau tidak bisa tepat,
muqarabah, mendekati ketepatan. Siapa
yang terlalu semangat, ekstrem, dia akan
tumbang. Dan banyak ya teman-teman kita
yang dulu kita lihat sangat ekstrem,
begitu semangat, berlebihan sekarang
tumbang. Sudah tidak kelihatan lagi di
pengajian,
sudah entah ke mana kegiatannya, sudah
berubah status-statusnya, berubah karena
terlalu ekstrem, berlebihan. Maka
hati-hati ee jangan terlalu smart harus
ada namanya istirahat Tib. Di antara
tips agar seorang bisa tidak bosan dalam
beramal, variasi dalam beramal ada
variasi. manusia ini bosan ya. Maka dia
ada waktu baca Quran ya, ada waktu
misalnya ee untuk ikut pengajian, ada
waktu dia baca tafsir, ada waktu dia
silaturahmi, ada tak waktu dia ketemu
dengan kawan-kawan untuk menyambung tali
persaudaraan meskipun di rumah makan.
Ada waktu kita dia bercanda sama istri,
dia niatkan karena Allah subhanahu wa
taala. Ada waktu dia telepon orang
tuanya, dia kunjungi orang tuanya,
variasi dalam ibadah. Ada waktu dia
puasa Senin Kamis atau puasa 3 hari
dalam sebulan. Ada waktu dia bersedekah.
Ada waktu dia lagi pengin umrah, dia
umrah. Jadi variasi dalam ibadah membuat
kita bisa kontinue. Bisa buat kita
kontinue.
Beda kalau satu terus kita tekuni
terkadang kita bosan. Di sini punya
sifat sifat bosan. Tapi kalau kita ada
variasi maka insyaallah kita kita mampu
ya.
Kemudian di antara tips agar kita bisa
ee kontinue dalam beramal atur waktu.
Atur waktu.
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
"Fasaddidu waqoribu." Tepatlah dalam
beramal atau mendekati ketepatan. Wa
absyiru
dan bergembiralah.
Wassiru
dan mudahkanlah. Wastainu bilwati
waruhatiin minaduljah. Dan jadikanlah
penolong kalian adalah beramal di pagi
hari dan juga di sore hari dan sebagian
dari malam hari. Ini Rasulull Sallahu
Alaihi Wasallam menganalogikan seorang
sedang beramal seperti seorang musafir
agar dia bisa sampai kepada tujuannya.
Dia harus atur waktu. Ada waktu pagi
hari dia berjalan kemudian dia
istirahat. Ada waktu di sore hari dia
berjalan kemudian dia istirahat. Ada
waktu di malam hari dia berjalan. Bukan
jalan terus kemudian tumbang. Nah, kalau
kita bisa memanage waktu ini penting
dalam dalam continue
amal saleh kita. Maka seorang mukmin
saya sering sampaikan harus menghargai
umurnya. Cara menghargai umurnya adalah
dengan menghargai waktunya. Dan cara
menghargai waktunya dia manage waktunya
sehingga ada waktu untuk ini, ada waktu
kalau kita bisa bikin jadwal, bikin
jadwal. Saya punya jadwal silaturahmi
atau jenguk rumah
ayah dan ibu sebulan sekali. Misalnya
saya punya jadwal untuk telepon kakak
adik sebulan sekali. Ada jadwal. Saya
punya jadwal untuk membaca buku ini,
saya punya jadwal untuk kajian ini.
Bikin jadwal sehingga kita mengatur
waktu kalau ada ada reminder bagus
sehingga kita tidak lalai. Ya, kalau
kita tidak bikin jadwal kita akan
tersibukkan dengan hal-hal yang tidak
bermanfaat sehingga waktu kita tidak
jelas. Hidup gak jelas.
Dan saya sering bilang, hidup ini ada
target.
Kalau enggak ada target, kita bakalan
buang umur kita. Enggak tahu ngobrol
sama orang sampai ngobrol dari asar
sampai magrib ngapain lagi? Udah ngobrol
lanjut lagi sampai isya. Ngapain lagi?
Sudah ngobrol lagi sampai subuh. Istri
di dalam rumah ngomel-ngomel ini
pacarnya kali ngobrol enggak
berhenti-berhenti.
Kenapa? Karena kita enggak ada target.
Kalau ada target saya besok mau ini, mau
ini, saya sehingga saya atur waktu saya.
Jadi atur waktu. Rasulullah
mengibaratkan kita seperti musafir.
Kalau mau sampai ada waktu istirahat,
ada waktu giat berjalan. Berjalan di
pagi hari sampai letih. Istirahat siang
hari, berjalan sore hari semangat sampai
letih. Istirahat malam hari, tengah
malam jalan lagi. Dengan cara mengatur
waktu kau akan sampai pada tujuan. Dan
kita hakikatnya adalah musafir menuju
hari akhirat menuju Allah subhanahu wa
taala. Maka perhatikan waktu kita, kita
sedang diuji dengan buang-buang waktu,
buang-buang umur. Saya sering sampaikan
kita ini berobat supaya panjang umur.
Kita olahraga supaya panjang umur. Kita
bayar mahal supaya kita makan ini
pilih-pilih supaya kita sehat. Ketika
Allah kasih kita umur panjang, umur
kita, kita buang-buang. Kita buang-buang
umur tersebut untuk nonton ini, nonton
anu, ngobrol ini, ngobrol ini, komentar
enggak ada manfaatnya.
Maka atur waktu agar kita bisa continue
dalam beramal saleh.
Berikutnya, tips agar kita bisa kontinue
dalam beramal saleh ini sangat penting
adalah menciptakan nuansa di rumah
tangga. Nuansa
orientasi akhirat. Akhirat oriented.
Gimana caranya kita nuansa kita sama
istri, sama anak-anak. Kalau kita bisa
ciptakan nuansa ini, maka kita akan
mudah istikamah. Tetapi kalau istri kita
duniawi, kita ukhrawi, agak susah.
Agak susah. Oleh karenanya ketika kerja
sama antara suami istri kerja sama yang
baik, kalau kita lagi malas, istri
ingatkan, istri lagi malas, suami akan
ingatkan. Maka ciptakan kita ingatkan
sayang kita ini hidup cuma sebentar
kita punya anak banyak ini tujuannya
apa? Kita ajak mereka ke surga. Bukan
semakin buat kita tenggelam dalam neraka
jahanam. Harus orientasi akhirat. Ada
satu bilang, "Sayang, kau belum baca
Quran hari ini. Saya yang belum zikir
pagi petang.
Mau keluar rumah, Abi sudah baca doa
keluar rumah enggak?" Saya kadang
ditelepon istri diajarin, "Sudah baca
doa keluar rumah enggak?" Eh, kayak anak
SD aja.
Tapi ternyata memang saya kadang lupa
ustaz lupa ya. Wajar ustaz juga manusia
lupa ya. Sudah sudah zikir pagi petangga
kita diingatkan gak masalah ya apalagi
istri ya yang ingatin. Maka perlu kita
ciptakan nuansa ukhrawi antara kita
dengan istri. Kalau kita sudah klop,
sudah sinkron antara kita dan istri,
kita bisa istikamah dan kita bisa
continue dalam beramal saleh. Karena
kita dan istri saling me mengingatkan
dan kita tularkan pada anak-anak.
Ayo anak-anak, hidup cuma ini. Jangan
berfoya-foya, jangan ini, jangan ini,
jangan ini. Ayo semangat ini, tolong ini
bantu keluargamu. Ajarin anak untuk
silaturahmi. Ajarin anak untuk membantu
sepupunya. Ajarin anak untuk membantu
tetangga. Ajarin anak untuk bersedekah.
Ajarin anak. ajarin anak-anak mulai kita
tularkan
pikiran akhirat oriented.
Dengan kita begitu kita bisa continue.
Makanya kerja sama suami istri sangat
bernilai dalam di sisi Allah Subhanahu
wa taala. Apa kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam? Rahimullah umroan q
minallail. Semoga Allah merahmati
seorang suami bangun di malam hari
fasalla kemudian dia salat. Wa aq
ahluahu. Kemudian dia bangunkan istrinya
untuk salat malam. Fasallat istrinya pun
salat malam. Wa abad. Kalau istrinya
tidak mau salat malam, nadha fi wajihil
ma. Maka dia percikan air di wajah
istrinya. Sayang bangun,
sayang bangun.
Jangan. Ini enggak boleh kayak gini.
Apalagi gayung, sayang.
Percikan rasa cinta, sayang. Bangun.
Kata para ulama gak apa-apa sedikit
paksakan agar dia terbiasa.
Warahimallahuatan. Dan semoga Allah
merahmati seorang istri. Qat minil
fasalat. Dia bangun malam salat.
Istrinya masih suaminya masih bobok. Dia
salat setelah itu dia ada waktu faqad
ahlahu dia bangunkan suaminya fain aba
kalau suaminya enggak mau nadhat fi
wajihil ma maka dia perciikkan air di
wajah suaminya ayo sayang bangun sayang
bangun sayang bangun sayang
kata nabi fain shaya jamian kalau mereka
berdua salat apakah sendiri atau salat
berjamaah kutiba
minadzakirinallahirakirat
maka keduanya dicatat oleh Allah
termasuk laki-laki yang banyak ingat
Allah dan termasuk Wanita yang banyak
ingat Allah yang Allah mengatakan
Allah siapkan bagi mereka ampunan dan
ganjaran yang besar. Meskipun mereka
salat cuma sebentar tetap dicatat yang
banyak mengingat Allah. Karena
ketika mereka bisa beribadah bersama ini
kualitas yang sangat dicintai oleh Allah
Subhanahu wa taala. Rumah tangga kalau
dibangun di atas ketakwaan, di atas
ibadah kepada Allah. Ini rumah tangga
yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa
taala yang diharapkan di rumah tangga
seperti ini akan muncul
generasi-generasi yang bermanfaat bagi
umat, bukan bikin masalah bagi umat.
Maka ciptakan orientasi akhirat di dalam
rumah tangga. Apalagi sudah tua-tua
rambut sudah putih, masih pikir
barang-barang branded melulu. Sampai
kapan kau mikir barang branded? Sampai
kapan?
Sampai kapan? Ya sudah, sudah masa muda
sudah lewat sudah pada rambut pada tua
sudah pada uban tuh uban depan belakang
kanan kiri uban semua
sampai kapan oleh knya kalau bisa
ciptakan nuansa akhirat antara kita
dengan istri maka ini di antara faktor
utama yang buat kita bisa kontinue dalam
beramal saleh. Jadi masalah ketika
seorang suami beribadah istrinya
ngelarang-larang. Suaminya mau
bersilaturahmi mau kasih hadiah sama
ibunya. Istrinya larang ngapain kasih
mama uang segitu? Ngapain mama sudah mau
mati dikasih uang seperti itu? Akhirnya
enggak jalan. ribut lagi
sehingga akhirnya terputus suami jengkel
dia bisa terputus dari amalnya.
Kemudian mungkin tips yang terakhir agar
seorang bisa kontinue dalam beramal
saleh ya tidak berhenti dari sisi apa?
Dari sisi
kapan dia bertemu dengan siapapun. dia
berusaha berpikir apa yang saya bisa
beri manfaat pada orang ini. Mungkin
sebagian kita selama ini kalau ketemu
orang apa yang bisa saya ambil dari
orang ini? Apa maslahat duniawi yang
saya bisa ambil dari orang ini? Itu
mungkin kita banyak yang seperti itu.
Sekarang kita mulai berpikir kalau Allah
sudah kita beri kita kelebihan,
apa yang bisa saya manfaatkan kepada
orang ini? Apa saya berisi faedah kepada
orang ini? Makanya Nabi ketika mengambil
ee baiat kepada Jarir bin Abdillah
Albajali di antaranya wushul likulli
muslim. Hendaknya engkau wahai Jarir
melakukan yang terbaik bagi setiap
muslim yang kau temui kau berusaha
melakukan yang terbaik. Maka kita di
rumah siapa orang yang kita temui? Kita
temui anak-anak. Apa yang bisa saya
lakukan terbaik buat anak-anak saya di
saat ini? Kita pikir dapat pahala. Kita
ketemu pembantu, apa yang bisa saya
sumbangsingkan buat pembantu saya selain
dia bekerja? Mungkin saya nasihati,
mungkin saya suruh dia salat, saya bisa
kita mungkin saya benarin jilbabnya,
mungkin saya nak coba kamu enggak kirim
uang ke orang tuamu, enggak.
Kita pikirin apa yang saya bisa kasih
manfaat buat pembantu kita ini. Kalau
kita bos, apa yang bisa saya beri
manfaat bagi pegawai saya? Karena kalau
kita kasih manfaat kepada dia, kita
dapat manfaat di akhirat.
Jangan terus gimana saya bisa ngabisin
uang dia, gimana saya bisa peras dia
sampai dia setengah mampus.
Sekarang kita rubah pola berpikir.
Bagaimana kita ketemu tetangga, kita
bisa dapat pahala apa interaksi dengan
tetangga? Senyum kek, sapa kek, ngajak
ke masjid kek.
Sehingga setiap kita berinteraksi
kita ingin dapat pahala. Kita dalam
grup, dalam komunitas. Apa yang bisa
saya lakukan di grup ini supaya ada
pahala saya dapatkan? Bukan sekedar
masuk di grup tanpa ada kegiatan
apa-apa. Saya pengin cari pahala. Entah
nasihati kek, entah apa kek, entah
ngerem sesuatu kek, entah apa kek, kita
pikirkan. Sehingga dengan demikian amal
kita tidak pernah berhenti
dan kita tidak bosan insyaallahu taala
karena kita terbiasa beramal karena
Allah subhanahu wa taala. Mungkin
demikian saja ikhwan dan akhwat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Saya sampaikan semoga Allah
menganugerahkan kepada kita amal saleh
sampai kita bertemu dengan Allah
subhanahu wa taala. Dan jangan lupa doa
yang paling penting dalam hal ini dua
doa. Ya muqallibalubbitbi alik. Maknanya
ya Allah pembolak-balik hati manusia
kokokkanlah aku dalam agamamu. Ini minta
istiqamah. Ya muqallibal qulub. Wahai
pembolak-balik hati manusia kokokkanlah
aku di atas agamamu. Hati ini sangat
lemah. Dia mudah futur kapan saja.
Gara-gara sesuatu yang dia lihat,
gara-gara suatu yang didengar. maka dia
mudah berubah. Hati ini sangat mudah
berubah. Yang ngatur hati kita Allah
Subhanahu wa taala. Jadi ya muqalib
wahai pembala balik hati manusia
tegarkan hatiku di atas agamamu itu agar
istiqamah. Yang kedua doa mirip ya
musifalubbi
wahai pembolak-balik hati manusia. Wahai
pemaling. Kalau sarif itu pemaling.
Pemaling hati manusia. Palingkan hatiku
di atas ketaatan kepadamu. Sebagian
ulama menafsirkan, yaitu ya Allah
palingkanlah hatiku dari satu ketaatan
untuk berpindah ketaatan berikutnya.
Berpindah ketaatan berikutnya. Tadinya
kita sudah silaturahmi pengin tiba-tiba
jadi hobi pengin baca Quran, rindu baca
Quran. Setelah baca Quran kok rindu
ingin ee dengar kajian. Setelah dengar
kajian kok rindu ingin untuk salat ee
dha misalnya. Jadi hati kita berpindah
dari satu
ketakwaan ke ketakwaan yang lain, satu
ketaatan-ketaatan yang lain. Jadi doa
yang kedua secara spesifik. Ya
musiflubbi
alat. Wahai pemaling hati manusia
palingkanlah hatiku dari satu
ketaatan-ketaatan
berikutnya. Karena yang membuat kita
cinta kepada ibadah ada Allah.
Waklahaikumulahubikumfal.
Akan tetapi Allah Subhanahu wa taala ya
yang membuat
kalian cinta dengan keimanan. Wayahu
fiubikum. Dan Allah telah menghiasi
keimanan dalam hati kalian dan Allah
yang telah membuat kalian benci kepada
kekufuran, kepada kefasikan dan kepada
kemaksiatan. Hati kita ini yang Allah
Subhanahu wa taala. Tib demikian saja.
Subhanakallah wabihamdika asaduai.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.