File TXT tidak ditemukan.
Transcript
3oVC_-Kx29E • Mulia Di Atas Tauhid - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2652_3oVC_-Kx29E.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufihi wamtinanih ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman
lyni wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh da ridwan allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwan. Hadirin dan hadirat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada
kesempatan kali ini kita akan bahas
topik dengan judul mulia dengan tauhid
ya. mulia dengan tauhid. Ya, tentunya
Islam adalah
ee satu-satunya agama tauhid yang masih
ada ya yang mengajarkan hanya
berikibadah kepada Tuhan yang esa dengan
makna yang sesungguhnya. benar-benar
esa. Ya, tidak berbilang ya.
Namun benar-benar esa
baik secara zatnya, secara nama-namanya
dan secara sifat-sifatnya.
Dialah Allah Subhanahu wa taala.
Sementara agama-agama yang lain
ya tidak mengajarkan peribadatan kepada
Tuhan yang esa. Bahkan juga sebagian
dari agama mengajarkan peribadatan
kepada makhluk. Kepada makhluk
baik kepada hewan, kepada tumbuhan atau
kepada malaikat atau kepada para
orang-orang saleh atau bahkan kepada
mayat-mayat yang sudah tidak bisa
berbuat apa-apa.
Oleh karenanya Islam
adalah agama tauhid.
Agama tauhid.
Maka seorang hendaknya merasa bahagia
dan merasa mulia serta merasa bangga
ketika bisa berada di atas agama
atauhid, agama Islam. Dan seorang
berusaha mencari kemuliaan di atas
tauhid. Sungguh indah perkataan Umar ibn
Khattab radhiallahu taala anhu. Beliau
berkata, "Nahnuun
azanallah bil islamahma
alizirihiallanahullah."
Kami atau kita adalah kaum yang Allah
muliakan kita dengan Islam itu dengan
tauhid. Dengan tauhid. Maka kapan kita
mencari kemuliaan pada selain Islam,
maka Allah akan hinakan kita. Maka Allah
akan hinakan hinakan kita. Maka dengan
Islam, dengan tauhid, maka Allah akan
muliakan
ee suatu kaum. Bahkan kalau dalam level
ee sampai suatu kenegaraan, maka Allah
akan muliakan negara tersebut dengan
tauhid. Oleh karena sebagaimana kita
ketahui agama satu-satunya yang diterima
oleh Allah hanyalah agama tauhid, agama
Islam. Allah berfirman,
"Innaddinaallahil
Islam." Innaddina Islam. Sesungguhnya
agama yang diridai oleh Allah hanyalah
Islam.
Allah juga ee berfirman
ya ee bahwasanya atau Rasulullah
wasallam menegaskan dalam hadisnya
la yasma bi ahadun min hadil ummah
yahudiyun wala nasraniyun tumma yamutu
walam ymin billadzi ursiltu bihi illa
kana min ahlinar. Ya,
tidaklah seorang pun dari umat ini,
Yahudi atau Nasrani kemudian mendengar
tentang aku itu tentang Islam kemudian
meninggal dalam kondisi tidak beriman
kepada yang aku bawa kecuali dia
penghuni neraka jahanam. Kecuali dia
penghuni neraka jahanam. Karenanya Nabi
sallallahu alaihi wasallam di antara
dakwahnya adalah menyurati para
raja-raja yang nonmuslim agar mereka
masuk Islam. Nabi kirim surat kepada
raja Heroklius, Kaisar Heroklius. Nabi
kirim surat kepada Raja Persia. Nabi
kirim surat kepada Najasyi. Nabi kirim
surat kepada Almuqauqis.
Nabi kirim surat semuanya menyeru mereka
untuk masuk Islam dan meninggalkan agama
kesyirikan baik Nasra
ya maupun majusi. Demikian juga Nabi
dakwahi orang-orang Yahudi yang tinggal
bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam
di Kota Madinah agar mereka
masuk Islam. Agar mereka masuk Islam.
Ya.
Dan surat yang dikirimkan oleh Nabi
kepada Heraklius
ila Herel adimir Rom. Ya. Kepada
Heroklius penguasa Romawi.
Salamun ala manitaba alhuda. Keselamatan
bagi yang mengikuti petunjuk. Kemudian
Rasulullah berkata, "Aslim taslam.
Masuklah Islam maka kau akan selamat."
Yaitu kalau enggak masuk Islam selamat
atau tidak? Tidak selamat. Aslim taslam
masuk Islam kau akan selamat.
Ya. Kemudian kata Nabi, "Yutikallahu
ajratain." Allah akan berikan engkau
pahala dua kali. Karena selama kau
Nasrani ya kau mencari kebenaran,
beramal saleh dapat pahala dan ketika
kau masuk Islam juga dapat pahala.
Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Fa tawallait, kalau kau
berpaling tidak mau masuk Islam, fnama
alikaul arisin, maka kau akan menanggung
dosa rakyatmu." Alarisiin maksudnya
adalah para pekebun, para petani, yaitu
rakyat dari Heroklius. Dan ini ancaman
keras dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam bahwasanya Herlius harus masuk
Islam. Jika tidak, karena dia seorang
pemimpin rakyatnya yang masih musyrik,
akan dia tanggung seluruh dosa
rakyatnya.
Qul taalau atlum qul taalau, qul ya
ahlal kitabi taala ila kalimatin
sawain bainana wainakum alla na'buda
illallah wala nusrika bihi wattakhid
ba'duna ba'dan arbab min dunillah.
Kemudian Nabi sebutkan firman Allah,
"Wahai ahlul kitab, kemarilah menuju
satu kalimat yang sama yang kita
sepakati, yaitu kalimat tauhid. Alla
na'buda illallah." Kita tidak beribadah
kecuali hanya kepada Allah. Wala
nusyrika bihi. Dan kita tidak berbuat
syirik sama sekali, tidak menyekutukan
Allah. Watthid ba'duna ba'dan arbab
minunillah. Dan jangan sebagian kita
menjadikan sebagian lain sebagai
sembahan-sembahan selain Allah. Itulah
surat Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam kepada Heroklius dan
surat-surat yang lain yang diberikan
kepada raja-raja yang lain. Mirip-mirip
dengan isi surat tersebut. Namun datang
dalam riwayat-riwayat yang lemah. Datang
dalam riwayat yang sahih ketika
Rasulullah kirim kepada Heroklius.
Maka ini mengingatkan kepada kita
bahwasanya agama yang tauhid cuma
agama-agama Islam.
Islamianq
min wahua akirati minal khirin. Siapa
yang mencari agama selain Islam maka
Allah tidak akan terima darinya dan dia
di akhirat termasuk orang-orang yang
merugi yaitu masuk neraka jahanam. Dari
sini saya ingatkan kembali bahwasanya
di antara ajaran yang sesat dan bahkan
merupakan kekufuran adalah ajaran-ajaran
orang liberal yang mengatakan bahwasanya
semua agama adalah sama. Ya, semua
adalah sama dan semua penganut agama
masuk surga. Semua penganut agama masuk
surga. Ini adalah kesalahan fatal ya.
Kesalahan fatal karena melazimkan
menyamakan antara agama tauhid dengan
agama syirik.
Melazimkan menyamakan agama Islam yang
menyeru kepada tauhid dengan agama yang
menyeru kepada trinitas, kepada
penyembahan terhadap Tuhan yang
berbilang, yang ganda, menyamakan agama
Islam tauhid.
dengan penyembahan terhadap berhala ya,
terhadap batu, terhadap pohon, terhadap
hewan ya, terhadap orang mati, terhadap
orang saleh. Maka ini adalah penyamaan
yang tidak benar. Adalah penyamaan yang
tidak tidak benar. Bagaimana tauhid mau
disamakan dengan kesyirikan? Bagaimana
Tuhan yang esa mau disamakan dengan
makhluk untuk di disembah?
Maka ini adalah suatu kenekatan yang
luar biasa. Ingin menyamakan semua
agama. Ingin menyamakan semua agama.
Inilah kekufuran.
Rasulullah sendiri telah mengatakan,
"La yasma bi ahadun minil ummah." Tidak
seorang pun dari umat ini mendengar
tentang aku. Yamutuam yad ursil bihi.
Kemudian dia meninggal dan dia tidak
beriman dengan apa yang aku bawa. Min
ahlinar. Kecuali menjadi penghuni neraka
jahanam. Ya, karenanya
ee Nabi sallallahu alaihi wasallam
mendakwahi Yahudi, mendakwahi Nasra,
mengirim surat kepada para raja,
mengingatkan mereka akan bahaya, kalau
tidak masuk Islam akan tanggung
dosa-dosa rakyat. Ini semua
adalah dakwah kepada tauhid. Dakwah
kepada tauhid. Rabi bin Amir ketika
berperang kemudian diundang oleh
pemimpin orang Romawi. Maka dia
mengatakan, "Kenapa kalian kemari?" Kata
Rib bin Amir, dia berkata,
"Linukhrijanas
linjal linukhrijal ibad min ibadatil
ibad ibadatibil ibad."
Agar kami mengeluarkan para makhluk dari
peribadatan kepada makhluk kepada
peribadatan pencipta makhluk. Ya, itu
dari syirik menuju kepada tauhid. Itulah
tujuan kami datang
untuk menghadapi kalian.
Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Oleh karenanya
seorang
berusaha hidup di atas tauhid,
menjalankan tauhid dan meninggal di atas
tauhid.
berusaha merasa mulia di atas tauhid.
Bagaimana tidak mulia, dia bangga
beriman kepada pencipta alam semesta.
Kalau orang-orang lain bangga
beribadah kepada hewan, ada yang bangga
beribadah kepada nabi, ada yang bangga
beribadah kepada jin, ya. Maka kita
bangga beribadah hanya kepada penguasa
alam semesta, pencipta alam semesta.
Allah Subhanahu wa taala.
Tib. Ee kita akan bahas tentang
kemuliaan yang diraih oleh ahli tauhid.
Banyak keutamaan
fadil, kemuliaan-kemuliaan,
keutamaan-keutamaan diraih oleh orang
yang menjalankan tauhid. Di antaranya
yaitu baik di dunia maupun di akhirat.
Baik di dunia maupun di di akhirat. Saya
akan sebutkan beberapa kemuliaan. Tentu
kemuliaan sangat banyak tapi ini ada
beberapa poin yang ingin saya sampaikan.
Seorang yang bertauhid mulia di dunia
dan mulia di akhirat. Adapun kemuliaan
di dunia, pertama, orang yang
bertauhid kepada Allah Subhanahu wa
taala, berarti dia telah menjalankan
tugas utamanya diciptakan di dunia ini.
Kita ini diciptakan ada tujuannya. Allah
tidak menciptakan kita hanya sekedar
bergurau, hanya sekedar main-main. Ya.
Ya. Apa hasibtum annama khalaqnakum
abata? Ya. Apakah kalian menyangka kami
menciptakan kalian hanya sekedar
main-main, tidak ada tujuan? Ya.
Kata Allah ayah sabul insanu ayyutroka
suda. Apakah manusia menyangka dia
dibiarkan begitu saja tanpa di tanpa ada
tujuan, tidak diperintah, tidak
dilarang? Kita diciptakan ada tujuannya.
Lihatlah bagaimana seluruh alam,
benda-benda di alam ini semua diciptakan
ada tujuannya. Ya, oleh karenanya ketika
Allah memuji orang-orang beriman, Allah
berfirman, "Inna fi khalqis samawati wal
ardhi wtilafil laili wa nahari laayat
liulil albab alladinaunallaha qiama waud
waa junubihim wafakaruna fi khqamawati
wal ard rbana ma khalaqta had baila
subhanaka faqinazabanar."
Sungguhnya pada penciptaan langit dan
bumi
dan pergantian siang dan malam ada
tanda-tanda akan kekuasaan Allah, akan
rububiyah Allah, akan wahdaniah keesaan
Allah subhanahu wa taala. Tapi Allah
muji orang-orang yang merenungkan akan
hal ini. Alladzinaunallaha
qiaman yaitu ini diketahui oleh
orang-orang yang cerdas, pemilik
ulil albab, yaitu orang-orang yang
cerdas yang menggunakan akal mereka.
Siapa mereka? Allunallahaqiam
yang senantiasa mengingat Allah tatkala
sedang berdiri maupun duduk. Waunubihim
bahkan ketika mereka berbaring. Kemudian
kemudian mereka merenungkan tentang
penciptaan langit dan bumi. Mereka
renungkan semua. Kemudian mereka
mengambil kesimpulan.
Ya Rabb kami sungguhnya Kau tidak
menciptakan ini semua dengan tanpa
tujuan. Batil itu tanpa tujuan.
Kau pasti menciptakan semua, pasti ada
tujuannya. Lihatlah alam semesta ini.
Allah ciptakan matahari, ada tujuannya.
Allah ciptakan rembulan. Ada tujuannya.
Allah biarkan rembulan di atas orbitnya.
Ada tujuannya Allah biarkan matahari di
orbitnya ada tujuannya.
Lalamuadina wal hisab. Di antaranya agar
kalian bisa menghitung tahun bulan. Ya,
kalau matahari terbit enggak ada aturan,
rembulan terbit enggak ada aturan, kita
tidak bakalan tahu hari dan rembulan.
hari dan bulan dan tahun. Tapi Allah
ciptakan semua dengan tujuannya. Tujuan
matahari dengan jarak tertentu, dengan
kekuatan panas tertentu. Ini semua Allah
ciptakan dengan ada tujuan. Ya Allah
ciptakan bintang. Walaqamaunya
bimobih walnah rujumin.
Kami ciptakan bintang-bintang untuk apa?
Untuk menghiasi
langit sehingga terlihat indah dan juga
untuk melempar setan. Ya,
wabinajimi hum yahtadun. Dalam ayat yang
lain, agar mereka bisa dapat petunjuk
bagi pelayan bisa melihat arah bintang.
Bintang ini berarti arahnya ke mana?
Semua yang diciptakan ada tujuan.
Manusia diciptakan kata Allah, "Fi
anfusikum afala tubsirun." Ya, pada diri
kalian tidaklah kalian melihat bagaimana
organ-organ tubuh kita masing-masing
organ ada fungsinya. Semua diciptakan.
Alam semesta diciptakan ada tujuannya.
Bahkan iblis Allah ciptakan ada
tujuannya enggak? Ada untuk menggoda
manusia. Karena memang Allah ciptakan
alam semesta ini, manusia di bumi ini
untuk diuji. Bahkan Allah menciptakan
keindahan di antara bentuk ujian. Kata
Allah, "Inna jaalna ma alal ardinataha
linabluahum ayuhum ahsanu amala." "Kami
menciptakan apa yang di atas muka bumi
sebagai hiasan bagi tersebut." Buat apa?
Untuk menguji kalianahum.
Untuk menguji mereka. Mana di antara
mereka amal yang terbaik? Nah, kalau
semua benda ada tujuannya, matahari,
rembulan, bintang,
terus kita apa tujuan kita diciptakan?
Kita manusia ini diciptakan buat apa?
Ternyata ada tujuannya. Harus renungkan.
Kita diciptakan bukan cuma sia-sia.
Allah iseng-iseng main-main. Ya,
ciptakan kemudian ditinggal.
Seperti pernyataan sebagian orang-orang
ateis. Orang ateis ada dua. Ada model
ateis strong ateis yang kencang yang
bilang Tuhan tidak ada.
Ada yang ateis malu-malu.
Dia bilang Tuhan ada, tapi dia bilang
Tuhan cipta terus Tuhan sudah. Setelah
itu Tuhan libur, enggak ada ngurusin
lagi. Setelah cipta-cipta dibiarin. Ini
namanya ateis malu-malu. Intinya sama
saja. Tuhan tidak punya fungsi. Tuhan
hanya bikin tanpa tujuan. Dan ini suatu
celaan dan hinaan kepada Tuhan.
Melakukan sesuatu aktivitas tanpa ada
tujuan sama sekali. Nah, apa sih tujuan
kita diciptakan? Karena kita adalah
makhluk Allah ciptakan pasti ada tujuan.
Sementara matahari, rembulan,
bintang-bintang ada tujuan. Apalagi kita
manusia.
Allah mengatakan, "Wama khalaqtul jinna
wal insa illa liyab'budun.
A illa liyuahidun. Tidaklah aku ciptakan
jin dan manusia kecuali untuk beribadah
kepadaku semata." Itulah tujuan kita
diciptakan. Nah, barang siapa yang
mentauhidkan Allah berarti dia telah
menjalankan tujuan dia hidup di atas
muka bumi ini. Sejauh mana dia semakin
bertauhid, dia semakin merealisasikan
tujuan dia diciptakan di alam semesta
ini. Yaitu semata-mata untuk bertauhid
kepada Allah subhanahu wa taala. Makanya
Allah sangat murka ketika ada orang
keluar dari tujuan tersebut. Karena itu
tujuan utama dia hidup adalah untuk
mentauhidkan Allah Subhanahu wa taala.
Dari sini kita bisa mendapatkan gambaran
kenapa syirik adalah dosa yang sangat
besar. Dosa yang sangat besar. Karena
syirik memalingkan seorang dari tujuan
dia diciptakan. Syirik memalingkan
bertentangan, kontradiksi dengan tujuan
seorang diciptakan di alam semesta.
Harusnya dia mentauhidkan Allah,
ternyata dia beribadah kepada selain
Allah Subhanahu wa taala. Makanya ketika
Nabi ditanya, "Ayudzambi a'zom?" Ya
Rasulullah, dosa apa yang paling besar?
Nabi mengatakan dosa yang pertama adalah
anajala lillahi niddan wahua khalaq.
Engkau menjadikan bagi Allah tandingan,
yaitu kau ibadahi tandingan tersebut
sebagaimana kau beribadah kepada Allah.
Wahua khalaqok. Padahal yang ciptakan
kamu hanyalah Allah semata. Hanyalah
Allah semata.
Saya sering sampaikan seandainya ya yang
ciptakan kita adalah Allah dan zat yang
lain, Allah kerja sama dengan zat yang
lain, maka zat yang lain tersebut berhak
dan wajib untuk kita ibadahi juga.
Tetapi yang menciptakan kita hanyalah
Allah semata. Maka yang diibadahi cuma
siapa? Cuma Allah semata. Ketika ada
yang beribadah kepada Allah dan juga
beribadah kepada makhluk selain Allah,
maka dia telah bertentangan dengan
tujuan dia diciptakan di alam semesta.
sehingga itulah menjadikan dosanya dosa
terbesar. Menjadikan dosa terbesar. Ya.
Maka di antara kemuliaan seorang yang
bertauhid,
dia bersyukur kepada Allah, dia telah
menjalankan tugasnya. Tugas utamanya dia
diciptakan di alam semesta. Tujuan utama
yaitu untuk mentauhidkan Allah subhanahu
wa taala.
Ini di antara syaraf kemuliaan orang
yang bertauhid. Pertama,
dia buktikan dia sebagai makhluk. Saya
tanya sama antum, apa bukti paling utama
kita adalah makhluk? Apa bukti utama
kita adalah makhluk? Bukti paling utama
adalah kita menyembah yang mencipta k
kita. Iya enggak? Itulah bukti utama
bahwasanya kau adalah makhluk. Saya
makhluk maka saya menyembah penciptaku.
Saya buktikan saya ini makhluk. Makanya
yang saya sembah cuma penciptaku.
Dan itulah tujuan saya diciptakan oleh
Allah Subhanahu wa taala membuktikan
dirimu adalah hamba. Dirimu adalah
hamba. Hanya beribadah kepada Rabbul
ibad sang pencipta hamba. Kemuliaan yang
kedua,
jadi yang pertama tadi kita orang yang
bertauhid menjalankan
hikmah dia diciptakan, tugas dia
diciptakan. Yang kedua, orang yang
bertauhid
adalah orang yang paling ikhlas, yang
paling bahagia. Orang yang paling
bahagia, orang yang bertauhid adalah
orang yang paling bahagia. bahwasanya
hati ini yang menciptakan adalah Allah
Subhanahu wa taala dan kebahagiaannya
adalah ketergantungannya kepada sang
pencipta hati tersebut. Kapan seorang
menggantungkan hatinya hanya kepada
Allah, maka dia akan bahagia. Dia akan
bahagia. Dan orang paling bahagia adalah
orang yang paling ikhlas yang dia murni
melakukan segala aktivitasnya. hanya
mencari keridaan Allah Subhanahu wa
taala yang dia tidak mengharapkan
sanjungan manusia, dia tidak
mengharapkan pengakuan manusia, dia
tidak mengharapkan tidak mengharapkan
diketahui oleh manusia yang dia harapkan
yang penting Allah tahu, yang penting
Allah r rida. Maka orang seperti ini
adalah orang yang paling bahagia.
Maka saya katakan sebaliknya, orang yang
paling sengsara adalah orang yang
menggantungkan
pengakuan di ee yang mengantukkan
dirinya kepada pengakuan manusia. Dia
ingin diakui oleh manusia sehingga dia
ri, sehingga dia pamer, sehingga dia
sumah'ah.
Orang seperti ini susah untuk bahagia
karena dia hanya bahagia kalau semua
orang memuji. Kebahagiaan dia dia
gantungkan kepada netizen. Kalau netizen
memuji maka dia bahagia. Kalau netizen
mencela maka dia s sengsara. Ya. Maka
setiap kegiatan yang dia lakukan dia
ingin diketahui oleh orang lain, ingin
dipuji oleh orangor lain. Orang seperti
ini sengsara sebelum melakukan
aktivitas. tatkala sedang melakukan
aktivitas dan setelah melakukan
aktivitas. Kok bisa? Sebelum melakukan
aktivitas dia pengin dipuji, maka dia
sibuk. Bagaimana cara bisa meraih pujian
manusia? Sibuk. Sudah menderita. Yang
kedua, ketika dia beraktivitas, dia
menyiapkan menyetting segala sarana agar
bisa terlihat indah tanpa cela sama
sekali agar dipuji oleh manu manusia.
sehingga dia berusaha menyiapkan dengan
sebaik mungkin ya tim-timnya semuanya ya
agar dipuji oleh manu manusia. Setelah
dia melakukan dia tersiksa menanti kapan
dipuji. Kalau enggak ada yang puji
tersiksa enggak? Tersiksa menderita.
Kalau enggak ada yang puji dia tersiksa.
Dia posting ulang kok belum ada yang
like.
Dia posting ulang kok belum ada yang
puji. Kenapa dia menanti pujian
tersebut? Kalaupun dia dipuji, maka dia
bahagia sesaat saja. Karena setelah itu
dia kecanduan untuk dipuji berikutnya.
Sudah terbiasa kalau dipuji. Sekali
tidak dipuji, dia merana dan dia
menderita. Maka dia sibuk lagi supaya
bisa dipuji lagi. Kalau dia dipuji tidak
sesuai dengan harapan, maka dia
menderita. Saya sudah persiapan matang,
sudah pengorbanan cuma dibilang
jazakallah khairan saja. Padahal saya
mau dia bilang, "Masyaallah antum,
masyaallah luar biasa tidak ada yang
seperti antum. Maunya demikian ternyata
cuma dipuji apa? Jazakallahu khairan."
Maka dia pun menderita.
Orang seperti ini menderita.
Kalau ternyata ketika dia sudah setting
ada kekurangan, dia marah-marah. Nanti
gimana kalau orang lihat bagaimana?
Bagaimana, dia cari selalu
perhatian manusia. Orang seperti ini
hatinya, kebahagiaannya dia gantungkan
kepada manusia.
Dan kalaupun satu dunia memuji dia,
belum tentu dia mu mulia. Ya.
Adapun orang yang bertauhid bau
melakukan kegiatan yang penting Allah
tahu. Dia melakukan ada kekurangan dia
tinggal istigfar. Dia tahu Allah maha
baik, Allah maha pengertian. Ya
kekurangan ya sudah mulus penuh dengan
keku kekurangan.
Hamba Allah penuh dengan kekurangan.
Sehingga dia tenang aja. Tidak ada yang
puji dia malah bahagia. Yang penting
Allah maha maha tahu. Wama taf'alu min
khairin yalamhullah.
Apapun yang kau lakukan dari kebaikan
Allah tahu. Fainnallaha bihi alim.
Sesungguhnya Allah mengetahui. Selesai
urusan ya. Selesai urusan. Maka orang
seperti ini paling bahagia karena dia
ikhlas kepada Allah subhanahu wa taala.
Dia tidak hina untuk menanti pujian
netizen. Enggak dipuji. Enggak ada
masalah.
Kalau Allah sudah puji selesai urusan,
tidak butuh dengan pujian manusia.
Oleh karenanya,
suatu riwayat yang indah ketika Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
didatangi oleh orang Arab Badui.
Kemudian Nabi istirahat, Nabi masuk di
rumahnya. Datang sebagian orang Arab
Badui kemudian berteriak,
"Ya Muhammad, ukhruj ilaina." Wahai
Muhammad keluarlah temui kami. Temui
kami. Saya sudah singgung pada pertemuan
sebelumnya. Sehingga Allah turunkan
firmannya menegur mereka. Innalladina
yunaduna waril hujarati aksarahum la
yaqilun walau annahumaru hatta takuja
ilaihim lakana khair lahum. Wallahu
gfurur rahim. Sesungguhnya orang-orang
yang menyuruh manggil-manggil engkau di
luar rumah agar kau keluar temui mereka.
Kebanyakan mereka tidak berakal.
Seandainya mereka bersabar sampai kau
keluar tidak perlu dipanggil-panggil
tentu lebih baik bagi mereka. Di antara
mereka ketika ada yang memanggil
Rasulullah, "Ya Muhammad ukhroj ilaina
fainna madhanana madhana zain ya
wammana syain." Kata dia, "Ya
Rasulullah, ya Muhammad, keluarlah. Kami
ingin puji engkau. Sesungguhnya kami ini
kalau sudah muji pasti bagus. Kalau kami
mencela pasti buruk. Kalau kami sudah
mencela pasti buruk. Jadi orang-orang
ini kalau sudah muji pasti diikuti oleh
orang. Kalau sudah mencela pasti diikuti
oleh orang dijadikan patokan. Maka Rasul
sahu alaihi wasallam ketika mendengar
pernyataan Arab Badwi tadi fainna
madhana zain waammana
sin. Sesungguhnya pujian kami adalah
baik, hinaan kami adalah buruk. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Zakallahu azza wa jalla. Yang seperti
itu hanya Allah subhanahu wa taala. Yang
kalau muji pasti bagus, kalau mencela
pasti buruk. Cuma siapa? Allah. Adapun
manusia sering memuji yang tidak baik.
Iya enggak? Dan sering mencela yang
buruk. Iya enggak? Manusia mencela dan
memuji dengan hawa nafsu. Manusia
mencela dan puji karena ada kepentingan
duniawi. Banyak ya. Artinya ketika kita
mencari pujian manusia, yakinlah pujian
manusia tidak akan beri manfaat kepada
kita kalau ternyata kita buruk di sisi
Allah Subhanahu wa taala. Tidak akan
mengangkat derajat kita sedikit pun
meskipun satu dunia memuji kalau
ternyata kita buruk di sisi Allah
Subhanahu wa taala.
Dan kalau satu dunia mencela
dan kita ternyata mulia di sisi Allah
tidak akan menjatuhkan kedudukan kita di
sisi Allah Subhanahu wa taala.
tidak akan. Oleh karenanya jangan
terpancing, jangan mengikatkan
kebahagiaan kita dengan komentar
netizen.
Netizen
buat apa kita menetizen? Biarin aja
ngomong apa. Ya, biarin aja. Yang
penting yang kita lakukan sudah benar
diridai oleh Allah Subhanahu wa taala.
Maka orang yang menggantungkan
kebahagiaannya
kepada netizen, kepada makhluk, tidak
ikhlas kepada Allah, maka dia adalah
orang yang menderita. Adapun orang yang
ikhlas hanya karena Allah, maka dia
orang yang paling bahagia. Orang yang
paling bahagia.
Memang dia mulia.
Orang bilang apa? Cuek bebek. Yang
penting sudah benar. sesuai dengan
keridaan Allah Subhanahu wa taala.
Enggak tahu kata cuek bebek ini masih
ada enggak zaman sekarang?
Masih ada. Masih ada. Gensi sudah cuek
mungkin enggak cuek bebek lagi. Mungkin
cuek apa ya? Kalau kita zaman dulu kita
bilang apa? Cuek bebek ya. Malas tahu.
Yang penting Allah sudah tahu. Selesai
urusan bahagia.
Kita bantu orang ternyata tidak dibilang
terima kasih ya biarin aja. Dia bantu
keluarga bukannya dihormati malah
dicela. Ya biarin aja. Yang penting
Allah sudah tahu. Saya bantu mereka
bukan minta terima kasih mereka. Saya
bantu mereka karena saya ingin sambung
silaturahmi karena Allah subhanahu wa
taala.
Makanya ketika Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam menyebutkan tentang alwasil
kata Nabi, "Laisal wasil bil mukafi.
Walakinal wasil man idza.
Eh
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata
Nabi, "Bukanlah penyambung silaturahmi
sejati yang kalau keluarganya baik dia
baikin. Tetapi penyambung silaturahmi
sejati adalah jika dia diputusin sama
keluarganya dia tetap menyambung."
Kenapa? Karena dia meskipun dimaki,
direndahkan, dia tetap nyambung. Karena
dia melakukannya karena siapa? Karena
Allah Subhanahu wa taala. Dia tidak
peduli. Dia tidak peduli. Apa kata
orang-orang beriman? Inimukumajillah.
Sesungguhnya kami beri makan kepada
kalian karena Allah. Laidu minkum ja
wukur. Kami tidak butuh kata terima
kasih dari kalian dan kami tidak butuh
balas budi dari kalian. Kami hanya
mencari rida siapa? Allah subhanahu wa
taala. Orang seperti paling bahagia. Dia
selalu merasa diawasi oleh Allah. Apapun
komentar netizen cuek bebek.
Malas tahu. Bahagia enggak orang seperti
ini? Bahagia. Tapi kalau sedikit-sedikit
netizen bilang apa? Netis bilang apa?
Repot.
Yang like cuma sedikit. Sedih.
Sedih. Orang ini orang tidak mulia. Yang
mulia hanya mengharap pujian Allah
Subhanahu wa taala.
Kemudian sampai para ulama membahas di
antaranya Ibnu Taimiyyah rahimahullahu
taala mencintai
semua yang mencintai karena Allah itulah
yang mendatangkan kebahagiaan dan
kemuliaan. Semua yang mencintai bukan
karena Allah maka itu akan mendatangkan
penderitaan di dunia maupun di akhirat.
Kita kalau mencintai karena Allah kita
semakin bahagia, semakin mulia. Tapi
kalau kita mencintai sesuatu bukan
karena Allah, akan ada penderitaan. Akan
ada penderitaan. Ya,
cinta apa saja. Cinta apa saja. Dan
betapa banyak orang-orang tersiksa di
dunia karena salah mencintai. Dia
terlalu cinta kepada hartanya maka dia
sendiri menderita. Menderita.
Saking cinta kepada hartanya, dia
menderita. Berlebihan. Dia tidak
mencintai hartanya karena Allah, maka
dia menerita.
Hartanya terlalu banyak, dia takut
hartanya hilang.
gelisah,
saham turun sedikit nilainya mau pingsan
menderita. Makanya Allah sebutkan
fala tujibka amwaluhum wala auladuhum
innama yuridullah liyuadibahum biha fil
hayatid dunya. Jangan kau kagum dengan
anak-anak mereka, dengan harta-harta
mereka. Sesungguhnya Allah ingin
menyiksa mereka dengan harta-harta dan
anak-anak mereka. Mereka teloc sama
harta. Ternyata harta tersebut yang
mereka sudah miliki, yang sangat mereka
cintai, namun bukan karena Allah,
ternyati ternyata menjadi bahan siksaan
mereka. Kok bisa tersiksa, Ustaz? Iya,
tersiksa. Capek cari harta tersebut.
Kalau karena Allah enggak capek.
Punya harta sedekah, punya harta ini,
punya harta tidak capek. Karena Allah
dia punya tekad. Kalau semua karena
Allah pasti bahagia, pasti mudah, pasti
ringan. Tapi kalau dia menjadikan harta
tujuan utama bukan karena Allah dia
menderita kata Allah. Innama
yuridullahuahum
biha fil hayatid dunya. Allah ingin
menyiksa mereka dalam kehidupan dunia
dengan harta tersebut. Bagaimana bentuk
siksaan?
Capek cari harta. Orang sudah pada tidur
jam .00 dia masih rapat.
Baru rapat pasang strategi. Kalau bukan
karena Allah capek. Ada orang sedikit
yang kaya selain dia, dia gelisah.
Waduh, jangan-jangan kita tersaingi.
Jangan-jangan gini karena harta. Kata
Allah, kata Nabi, Tais Abdud dinar, Tais
Abdul Dirham. Celaka
budak harta, budak dinar, budak emas,
budak perak. Itu cinta kepada harta
berlebihan ya. Sengsara.
Meskipun kelihatannya duitnya banyak,
tapi dia sengsara. Simpan uang terlalu
banyak juga gelisah. Aduh, hati-hati
khawatir khawatir. Jangan-jangan uangnya
ini, jangan-jangan ini. Jangan terus
khawatir. Harus jaga uangnya. Ya,
uangnya kurang dikit, gelisah. Kenapa
untungnya kurang? Biasanya untungnya
banyak. Padahal masih untung gelisah,
sengsara.
Sengsara.
Apalagi takut dikejar pajak. Waduh.
Mau ngelihatkan uang sedikit,
banyak-banyak, takut dikejar pajak.
Sembunyikan uang.
sampai gemes. Dia bisa beli mobil mewah
enggak bisa beli karena takut kena pa
pajak. Gemes atau tidak? Gemes. Duit
banyak tapi enggak bisa dipakai. Simpan
uang luar negerilah di sana. Buat apa
hidup seperti itu?
Pikiran ke mana-mana. Pikir perusahaan
ini, perusahaan ini, perusahaan ini,
perusahaan ini, 10 perusahaan, 20
perusahaan, 30 perusahaan. Dia pikir
masing-masing perusahaan dengan
problemnya yang begitu banyak.
Kalau sudah musim lebaran pusing mau
siapkan THR buat pegawai
pening.
Jadi tersiksa karena hartanya.
Yang enggak punya harta enggak mikirin.
Tahu-tahu sakit, tahu-tahu mati. Selesai
mati masuk surga aman.
Kalau bertauhid kepada Allah Subhanahu
wa taala.
Jadi Allah bilang, Allah siksa. Siksa
mencintai apapun, mencintai istri
kekasih kalau bukan karena Allah pasti
menderita. Pasti menderita tapi kalau
karena Allah tenang. Semuanya karena
Allah te tenang.
Cinta sama mobil bukan karena Allah juga
susah. Tergores sedikit hati sakit.
Pokoknya semuanya yang bukan karena
Allah hanya mendatangkan penderi
penderitaan. dengan penderitaan di dunia
sebelum di akhirat. Maka seorang
berusaha ikhlas karena Allah, mencintai
karena karena Allah agar dia mulia ya
dan dia ee
bahagia di dunia.
Tib. Di antara kemuliaan orang yang
bertauhid,
orang yang bertauhid maka dia merdeka
dari pengekangan manusia. Dia merdeka
dari ikatan manusia. Kata Syekh S'di
rahimahullahu taala,
tauhid. Kemudian beliau berkata, "Min
a'zami fadilihi." Di antara keutamaan
yang paling agung dari tauhidahuilin.
Dia memerdekakan seorang hamba dari
perbudakan para makhluk yaitu dia tidak
terbudak, tidak diperbudak sama sekali.
Sehingga dia terlepas, tidak ada
ketergantungan kepada manusia manapun.
Tidak ada kekhawatiran, pengharapan yang
berlebihan kepada manusia manapun. Wal
amaljim. dan juga tidak bekerja
beraktivitas karena mereka. Wah hual
izzul hakiki wasyaroful ali. Inilah
kemuliaan
yang yang sesungguhnya ini adalah
kemuliaan yang tinggi. Ini di antara
kemuliaan yang paling hebat. Seorang
tidak tergantung kepada siapapun ketika
dia benar-benar mewujudkan tauhidnya.
Dia bekerja, dia tidak bilang rezeki
saya pada buah saya. Tidak. Dia bekerja
sebagai pekerja karena mencari rezeki.
Dia tahu rezekinya di sisi Allah.
Tidak tergantung sama makhluk sama sama
sekali. Dia tidak menjilat-jilat
manusia, dia tidak ngemis-ngemis kepada
manusia. Tidak. Makanya Nabi mengajarkan
para sahabat untuk mulia. Sampai Nabi
mengajarkan kepada mereka alla
yasalunanasa saian kalian. Mereka
berbaiat kepada Nabi untuk tidak meminta
suatuun kepada manu manusia. Dan itu
Nabi mentarbiah para sahabat. agar
senantiasa menggantungkan hati mereka
kepada Allah Subhanahu wa taala.
Sehingga mereka benar-benar merdeka
tidak bergantung kepada manusia manapun.
Ada orang berbuat baik kepada mereka,
mereka doakan, mereka balas sebisa
mungkin. Tapi mereka tahu yang
menggerakkan orang itu untuk berbuat
baik kepada dia adalah siapa? Allah
subhanahu wa taala. Adapun kalau orang
tidak bertauhid, maka hatinya bergantung
kepada wasilah dan sarana tersebut.
Ya, Tib. Saya tanya sama antum. Kalau
antum di rumah
terus tiba-tiba ada sopir datang membawa
hadiah dari bosnya, kasih uang misalnya
R miliar kasih sama antum, antum terima
kasih sama suir? Enggak
terima kasihlah sufi yang kalau dia
enggak ngantar enggak sampai. Tetapi
yang perlu antum terima kasih
suungguhnya siapa? Bosnya apa suir?
Bosnya. Karena dia cuma disuruh doang,
dia cuma sarana.
Orang bodoh adalah yang menggantungkan
hatinya kepada supir tersebut. Makasih,
Pak supir. Makasih. Makasih. Kalau kau
tidak ada kau mungkin uang gak sampai.
Memang benar kalau tidak ada di uang
enggak sampai. Tapi yang kasih uang
siapa? Bos. Harusnya dia berterima kasih
secukupnya dia mengakui kebaikan sufir
karena dia sarana. Tetapi yang
sesungguhnya harus diakui kebaikannya
adalah siapa? Bosnya. Ini kira-kira
sederhana contoh antara kita dengan
Allah Subhanahu wa taala. Kita dapat
banyak kenikmatan, kemudahan. Dimudahkan
pekerjaan, dimudahkan bisnis. Mungkin
ada pembeli, kita jualan, ada yang beli.
Ternyata kita yang terima, yang kita
syukuri siapa? Yang utama adalah Allah
Subhanahu wa taala. Kepada manusia
tersebut kita disuruh berterima kasih.
Tetapi sesungguhnya yang membawa
kebaikan sungguhnya adalah siapa? Allah.
Adalah kekonyolan. Ketika kita
menggantungkan hati kita kepada sopir
tadi ada bos kasih kita, kita kerja, eh
kamu kerja sama saya. Dia kasih gaji
besar terus kita yang kita pikirkan dia
terus kita gantumkan hati kita kepada
dia. Seakan-akan kalau tanpa dia kita
enggak bisa dapat rezeki. Ini kesalahan
besar. Yang menggerakkan bos untuk
berbuat baik kepada kita. Siapa? Allah
Subhanahu wa taala. Itulah bedanya ahli
tauhid dengan yang bukan ahli tauhid.
Sehingga orang kalau tidak bertauhid dia
cenderung untuk diperbudak oleh orang
lain. Diperbudak oleh orangor lain.
Maka di antara keutamaan tauhid orang
meraih kejayaan yang hakiki alizzu
alhaqiki wasaraful ali. Dan meraih
kemuliaan yang sesungguhnya adalah
ketika dia bisa memerdekakan dirinya
dari segala bentuk ketergantungan kepada
manu manusia.
Sudah.
Semua orang ketemu enggak mau ya sudah
apa-apa cari yang lain. Rezeki bukan di
tangan engkau ya. Ya. Rezeki bukan di
tangan engkau.
Maka saya ketemu dengan kawan kemarin
ada dari Aljazair. Dia cerita, "Kami
kami Firanda di Jazair kami bermula
dengan orang dengan memuliakan. Kalau
ada tukang misalnya tukang cat atau
tukang perbaiki rumah, kami muliakan
dia. Dia datang, kami kasih makanan,
kami sapa dengan baik. Gak ada. Kami eh
kerja sana, kerja sana, kerja sana. Itu
orang digitukan enggak mau dia pergi,
dia enggak mau. Dia enggak mau
dihinakan. Saya datang kerja, jangan
hinakan saya. Dan itu sifat kami secara
umum orang-orang Jazair. Kata kata kata
kata dia, "Saya juga belum coba ya."
Tapi dia bilang begitu.
Dan ini diketahui oleh orang-orang Arab
yang lain. Makanya terkadang kami ribut,
sebagian kami ribut sama, mohon maaf
misalnya sama askar di Masjidil Haram.
Kalau kami ditegur terkadang seorang
orang tua kami marah, "Kamu kenapa
larang-larang saya?" "Ini masjid
bapakmu," katanya. "Ini masjid Allah."
Kadang-kadang mereka maksudnya tidak mau
dihinakan sifat mereka tidak mau
dihinakan. Dan saya lihat memang tidak
ada pekerja di orang Jazair di maksudnya
di Arab yang kemudian ngemis-ngemis
enggak ada. Kalau enggak mau dia pergi,
dia punya izzatun nafs. Dia bilang,
"Kami kalau di di Jazair di Algeria
kalau ada orang kerja kami sikapi
seperti itu. Kami muliakan dia. Yang
penting dia kerja baik. Tapi kami tidak
ada sedikit menghina sama sekali." Dan
mereka kalau merasa dihina sedikit
mereka pergi. Engak mau. Rezeki saya
bukan di tanganmu. Pekerjaan saya bukan
di tanganmu. Enggak. Jadi tidak ada
menjilat-menjilat.
Ini secara umum tentunya namanya manusia
ada yang tidak baik. Tapi secara umum
demikian.
Enggak mau ya sudah. Enggak mau ya sudah
mesti banyak orang lain
ya. Aduh ngemis-ngemis menjilat-jilat
ngemis-ngemis.
Maka menjadikan seorang
diperbudak oleh manusia yang yang lain.
Seorang jangan pernah menggantungkan
dirinya kepada makhluk. Siapa yang
berharap kepada makhluk, dia pasti kece
kecewa. Kalau dia berharap kepada Allah,
dia tidak akan pernah kecewa. Dia
meminta meminta. Kalau Allah tidak
kasih, dia tahu itu yang terbaik. Memang
bukan rezeki saya. Allah tahu lebih baik
buat buat saya. Ya.
Jadi ini di antara kemuliaan seorang ee
yang ahli tauhid, dia merdeka. tidak
menggantungkan dirinya kepada makhluk
manaun bahkan kepada bosnya pun dia
tidak menggantungkan dirinya. Dia
bekerja sebagaimana layaknya orang yang
terbaik, pegawai terbaik, tapi semuanya
karena Allah subhanahu wa taala. Dia
bekerja dengan baik karena dia tang tahu
tanggung jawab dia. Dia tahu Allah akan
bertanya kepada dia tentang tanggung
jawab kerjaannya. Dia amanah bukan
karena bos, tapi dia amanah karena Allah
subhanahu wa taala. Sehingga ketika dia
dimuliakan, dia tahu yang membuat dia
mulia adalah Allah Subhanahu wa taala.
Tib
yang ke berapa sekarang?
Di antara kemuliaan orang yang
bertauhid. Orang bertauhid adalah orang
yang paling sabar menghadapi
ee problematika kehidupan dunia,
pujian-ujian kehidupan dunia. Yang
paling sabar orang bertauhid.
Karena dia tahu semua yang
menimpakan ini semua adalah siapa? Allah
Subhanahu wa taala. Sesuai dengan
takdirnya ya, dengan hikmah Allah
Subhanahu wa taala.
Ma as musibatin
ard w anfusikum fi kitab minq.
Tidak ada yang musibah menimpa di atas
muka bumi ini atau menimpa diri kalian
kecuali telah tercatat di lauhil mahfud
sebelum Allah mengeksekusinya.
Inalika alallahi yasir. Ini semua mudah
bagi Allah subhanahu wa taala. Ya
kata Allah, "Ma as musibatin illa
biidnillah." Tidak ada musibah yang
menimpa kecuali dengan izin Allah
subhanahu wa taala. Ada hikmah Allah
menimpakan musibah. Entah mengurangi
dosa-dosa, entah menambah derajat atau
sekaligus dua-duanya. Dan orang yang
bertauhid ya dia akan tegar menghadapi
ujian-ujian tersebut. Dan subhanallah
sunatullah berlaku. Semakin tinggi
tauhid seseorang semakin tinggi
ujiannya. Ini sunatullah berlaku.
Orang semakin matang, matang tauhidnya
semakin besar ujiannya. Dan ujian tidak
mesti ujian fisik aja, terkadang ujian
mental,
ujian hati, ujian banyak.
Oleh karenanya ketika Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam ditanya, "Man asyadunasi
balaan?" Siapa orang yang paling berat
ujiannya? Maka rasul mengatakan, "Albiya
para nabi shihun, kemudian orang-orang
saleh." Tumal amsal fal amsal. Kemudian
selanjutnya dan selanjutnya yubtalarjulu
ala qadri imanihi. Seorang diuji
berdasarkan tingkat keimanannya. Namun
orang yang bertauhid
dia tahu yang mengatur alam semesta
semuanya hanya Allah. Yang menurunkan
musibah, yang mengangkat musibah hanya
siapa? Allah. Maka dia paling sabar. Dia
paling sabar.
Paling sabar.
Makanya dia tidak terhina.
Tapi kalau orang tidak bertauhid, kena
musibah sedikit, teriak-teriak,
ribut-ribut,
kemudian curhat di sana sini,
rubah-rubah status, hina atau tidak
hinalah. Ada masalah keluarga sedikit,
bikin status,
gambar profile-nya dia ganti.
Tahu-tahu gambar ada love terbelah dua.
Orang-orang bertanya, "Om, ada apa, Om,
kok love-nya terbelah dua?
Gimana ya? Saya tidak mau cerita, tapi
gimana ya? Akhirnya menghinakan dirinya.
Cerita ginilah, ginilah, nangislah.
Pengin semua orang tahu tentang keluh
kesahnya. Orang bertahu tidak, dia
sabar. Dia tahu semua adalah ujian.
Dia semua adalah ujian. Dia tidak
mengeluh kecuali hanya kepada Allah.
Innama asku bi huzniallah waamu
minallahi ma la tamun. Kata Nabi Ayub,
kata Nabi Yakub alaihi salam,
"Sesungguhnya aku hanya mengeluhkan
kesedihanku, penderitaanku hanya kepada
Allah dan aku tahu apa yang kalian tidak
ketahui." Orang bertauhid demikian.
Nabi pernah ketika diusir dari dengan
dihina luar biasa diusir dari Thaif
dilemparin oleh anak kecil dia tetap
tegar. Dia berjalan saking beratnya
ujian tersebut dia mengeluh kepada
Allah. Dia mengatakan, "Allahumma inni
asku ilaika dofa quwati."
Ya Allah, aku keluhkan kepadaku lemahnya
kekuatankuati
dan ketidakmampuanku.
Dia keluh kepada siapa? Allah. Karena
hanya Allah yang bisa menghilangkan itu
semua. Bukan menghinakan diri dengan
cerita sana, cerita sini. Bikin status
ini, status sana.
Khu bikin status jengkel sama suaminya.
Ciri-ciri suami saleh.
Oh, bagus ya.
Suami anti begitu diaam aja terus dia
ganti ciri-ciri suami bajingan
sampai ada suami istri perang-perangan
satu ciri-ciri suami brengsek istrinya
bikin suaminya bikin ciri-ciri istri
brengsek
perang-perang yang wasitnya netizen
sehingga sedikit-sedikit ngeluh di
medsos akhi jadi bah-orang lihat orang
menghina ih kayak gitu saya kira
Ternyata orang hina orang hina kalau
tauhid enggak
paling sabar dalam menghadapi ujian
paling sabar sakit dia tenang sakit dia
sabar
makanya sempat saya baca orang-orang non
heran sama orang muslim. Orang muslim
kalau sakit sabar.
Orang muslim kalau sakit sa sabar.
Orang non sakit sedikit bunuh diri.
Orang bertauhid harusnya sabar. Kalau
dia tidak sabar berarti tauhidnya minim.
Tauhidnya mi minim.
Hanya cuma teori tapi tidak masuk dalam
ha hati.
Oleh karenanya di antara kemuliaan
meskipun dia menghadapi berbagai macam
ujian, dia masih bisa tersenyum
dan dia tidak perlu cerita kepada orang
lain. Ngapain dia mengeluhkan Allah
kepada orang lain. Makanya dikatakan
siapa yang berkeluh kesah kepada
manusia, dia sedang mengeluhkan Allah
kepada manusia. Seakan-akan dia bilang,
"Kenapa sih Allah ginikan saya? Kenapa
sih Allah ginikan saya?" Dia lapor
kepada manusia. Ketika dia begitu, hina
atau tidak hina?
Yang benar kita mengeluhkan manusia
kepada Allah. Ya Allah, aku diginikan
oleh si fulan. Ya Allah, aku dihinakan
oleh si fulan. Ya Allah, angkatlah
penderitaanku. Itu yang benar,
mulia, dimuliakan oleh Allah Subhanahu
wa taala. Maka orang bertauhid orang
yang paling sabar dalam menghadapi
ujian hidup.
Dan orang bertauhid sunatullah berlaku.
Semakin dia bertauhid semakin banyak
ujian hidup.
Tib. Yang ke berapa?
Lima. Di antara
mazhar atau
hal yang terlihat yang sangat jelas
bahwasanya seorang bert orang yang
paling mulia adalah dia hanya beribadah
kepada Allah subhanahu wa taala. Dan ini
sangat menunjukkan
bagaimana kehinaan orang-orang yang
menyembah kepada makhluk. Sangat
sangat terhina.
Bayangkan orang datang kemudian pergi
menuju sapi nunggu sapinya kencing.
Setelah nabinya sapinya kencing dia
ambil kemudian dia cari keberkahan. Hina
atau tidak hina? Yak khurafat. Orang
bertauhid adalah orang yang pikirannya
paling logis dan sangat jauh dari
khurafat. Dan orang yang tidak bertauhid
pikirannya paling khura khurafat.
Bayangkan dia pahat batu kemudian dia
sembah batu itu sendiri. Makanya Nabi
Ibrahim tegur kaumnyauduna
tanhitun wallahu khalaqokum w tamalun.
Bagaimana kalian menyembah yang kalian
pahat sendiri?
Padahal yang ciptakan kalian adalah
Allah. Yang ciptakan perbuatan kalian
juga adalah Allah Subhanahu wa taala.
Harusnya yang kalian sembah yang
mencipta. Ini kalian bikin patung
sendiri, kalian nyembah patung itu sen
sendiri.
Gimana? Sangat tidak logis. Tapi kalau
setan datang dibikin-bikin logis karena
begini, karena begini, karena begini.
Sapi bagaimana mau disembah? Sapi, akhi,
hewan Allah ciptakan untuk kita, untuk
kita nikmati, untuk kita manfaatkan.
Hualladzi khalaq lakum fil ardhi jamian
tumastawa
ilasama. Ya. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Dialah yang telah menciptakan
bagi kalian seluruh di atas muka bumi
ini. Semua semuka bumi ini Allah
ciptakan untuk kita agar kita bisa
manfaatkan, agar kita bisa bertauhid
kepada Allah. Bukan malah untuk kita
ibadahi. Tahu-tahu ada yang kasih logika
kita kenapa nyembah sapi? Karena sapi
lebih tulus, lebih ikhlas daripada ibu
kita. Karena ibu kita kalau nyusui masih
berharap kalau kita besar berbakti
kepadanya. Tapi kalau sapi nyusuin kita,
dia enggak pernah berharap. Dia ikhlas
tanpa pamrih. Sehingga dengan demikian
sapi lebih afdal daripada ibu kita.
Bukan lebih afdal, lebih bahlul.
Coba bikin logika begini. Oh iya benar
ya. Tapi lebih af afdal.
Gimana k sembah sapi? Nanti monyet lebih
afdal. Nanti anjing lebih afdal. Tulus.
Kalau sudah enggak bertauhid, akal
enggak jalan. Akal enggak enggak jalan.
Bagaimana kemudian orang-orang ditipu
oleh setan kemudian menyembah matahari?
Menyembah matahari. Dikesankan
mataharilah yang memberi kebaikan di
alam semesta. Dengan matahari maka
tumbuh-tumbuhan bisa tumbuh. Dengan
matahari ada cahaya sehingga kita
beraktivitas. Karena dia melihat manfaat
yang besar kepada matahari, matahari
disembah. Padahal dia sangat jelas.
Lihat matahari bukan Tuhan. Dia tidak
bisa pindah-pindah kalau dia tidak punya
kehendak. Kalau matahari punya
kehendakan, kadang-kadang dia ngambek,
dia tidak terbit.
Kadang-kadang dia terlambat,
kadang-kadang dia cepat.
Tapi dia selalu pada orbitnya
menunjukkan ada yang mengaturnya.
Harusnya berpikir, "Siapa sih yang
ciptakan matahari ini? Itulah yang
berhak untuk disembah." Bukan
mataharinya.
Kalau ada istri kita cantik, salehah,
baik, terus kita sembah istri kita,
enggak. Kita bilang, "Subhanallah, maha
suci Tuhan yang mendatangkan saya istri
seperti kamu." Yang kita sembah istri
kita atau Tuhannya? Tuhannya lah. Tapi
memang ada istri kayak gitu?
Maksud saya matahari
dia tidak bisa berpindah-pindah. Dia
tidak punya kehendak berjalan pada
orbitnya. Malam dia hilang. Di mana kita
sembah? Tapi setan datang. Itulah sumber
kebaikan. Oleh karenanya banyak yang
nyembah matahari.
Banyak nyembah matahari. Termasuk kalau
kita baca sejarah farainah,
Firaun-Firaun yang ada di Mesir, kaitan
mereka dengan matahari. Ya, kaitan
mereka dengan matahari. sampai kata
mereka dalam ada segmen ketemu orang
Mesir yang pada bahasa hieroglif yaitu
bahasa Mesir kuno dia bilang Musa Musa
secara ee secara bahasa hieroglif bahasa
Kipti bahasa Mesir kuno mu itu artinya
sungai sa artinya anak jadi Musa itu
anak sungai itu anak yang ditemukan di
sungai Ramses. Ra adalah dewa matahari.
Ses maksudnya manusia, anak. Sehingga
Ramses artinya itu Firaun di di diduga
adalah Ramses 2. Atau di antara
nama-nama raja Firaun ada yang namanya
Ramses. Ramses 1, Ramses 2, Ramses 3 dan
seterusnya. Ra dewa matahari.
Ses maksudnya anak. Jadi anak matahari.
Sehingga raja-raja Firaun dulu merasa
bahwasanya dirinya ada keturunan dewa.
Keturunan apa? De dewa. Sehingga maksud
saya Firaun kuno pun mereka nyembah
matahari. Jadi banyak orang nyembah
matahari. Demikian juga mereka di antara
filosofi mereka ketika bikin piramid
harus puncak sehingga benar-benar kena
cahaya matahari seakan-akan menyatu
dengan matahari sehingga dibuatlah
bentuk seperti puncak demikian. Ini
banyak filosofi mereka. Intinya mereka
menyembah mata matahari.
Subhanallah. Makanya Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam melarang kita untuk
salat ketika matahari terbit dan ketika
terbenam. Karena saat itulah para
penyembah matahari sembah matahari.
Sebelum matahari terbit mereka zikir
pagi. Wazwa wasz. Begitu matahari terbit
mereka sujud. Materi mau terbenam juga
mereka zikir petang zikir syirik. Begitu
terbenam mereka sujud. Islam tidak.
Islam zikir pagi petang karena Allah
subhanahu wa taala.
La tasjudu lisyamsi wala lilqamar
wasjudu lilladzi khalaqohunna. Janganlah
kalian sujud kepada matahari, sujud
kepada rembulan, tapi cipta sujudlah
kepada yang menciptakan matahari dan dan
bulan. Jadi orang yang bertauhid mulia
tidak mau sujud kepada makhluk.
Ibrahim ketika ingin menghancurkan
patung-patung dia datang. Dia lihat
patung-patung tersebut banyak sajan. Apa
kata Ibrahim? Ala takulun. Eh,
patung-patung. K tidak makan itu
makanan. Ternyata kebiasaan kasih sajen
kepada berhala bukan hal baru. Sejak
zaman Ibrahim sudah ada juga
patung-patung dikasih apa? Kasih sajan.
Gimana kau menyembah Tuhan yang kau
bilang rezekimu bersumber dari Tuhan,
ternyata kau kasih makan Tuhan. Gimana
coba?
Ini Tuhan malah kita butuh makan dari
kita. Kalau enggak kasih makan dia
marah. Gimana?
Apakah pantas kita sembah Tuhan seperti
ini?
Makanya ketika Nabi ketika Allah
membantah disembahnya Nabi Isa dan
ibunya disembah kata Allah kana ya
thaam. Keduanya makan makanan. Tidak
pantas Tuhan makan.
Dia butuh kepada makanan. Kehidupan dia
tergantung dengan makanan dari pihak
luar. Gimana kau menyembah berhala yang
kau juga kasih makanan? Tidak berhak
disembah zat yang butuh makan dari kamu.
Pantas kah disembah?
Mulia kita mulia. Gimana kita nyembah
seperti ini?
Gimana kau menyembah patung yang kau
pahat sendiri? Sampai saya pernah ketemu
ada orang masuk Islam. Dia cerita
gara-gara apa? Gara-gara
dia cerita tentang kawannya. Dia masuk
Islam karena sebab lain. Dia cerita
kawannya. Kawannya masuk Islam.
Gara-gara kawannya sedang nunggu bis
atau mobil, di depan ada tempat
pembuatan Tuhan.
Terus mobil enggak datang-datang, dia
lihat sambil lihat tempat pembuatan
Tuhan, ada orang lagi pahat-pahat dan
ada Tuhan setengah jadi.
Tukang pahat ini kurang ajar. Dia taruh
kakinya di Tuhan setengah jadi. Baru dia
sambil pahat. Maka dia jengkel. Kata
dia, "Jangan gitu dong. Meskipun belum
jadi, jangan dihina dong.
tetap harus dihormati meskipun masih
setengah setengah jadi. Terus dia
pikir-pikir, "Kenapa saya sembah mereka
itu?" Jadi di injak injak dipahat. Kalau
hidungnya kurang pas, diperbaiki
hidungnya.
Akhirnya dia masuk is Islam.
Ata'buduna ma tanhitun. Kalian menyembah
patung yang kalian pahat sendiri. Enggak
logis.
Orang bertauhid mulia gak, enggak akan
sembah berhala.
akan sembah pohon.
Pohon dia datang, dia bersih-bersihin,
taruh sajen bertapa di situ.
Gak
gimana mau mulia datang ke kuburan
nangis-nangis minta-minta kuburan.
Kuburan enggak bisa apa-apa. Gimana otak
kalian?
Minta-minta kepada penghuni kubur.
Wahai penghuni kubur, sembuhkanlah aku.
Tolonglah anakku.
Wahai Mbah, saya sudah nikah 10 tahun
belum punya anak.
Kalau mbahnya bisa ngomong, dia bilang,
"Saya juga dulu mandul."
Jadi, Subhanallah.
Nanti bikin logika-logika, minta kepada
mayat-mayat.
Subhanallah.
Orang yang bertauhid
mulia
tidak akan menyembah kepada makhluk yang
sepertinya apalagi makhluk lebih rendah
daripada daripadanya.
Orang bertauhid mana ada nunggu ada
keboomah,
kebau barokah tunggu beolnya. Kalau ada
beolnya diambil karena beolnya berkah.
Ya akhir
di mana beol kerbau ber berkah.
Bayangkan saya pernah nonton video ada
orang nunggu kencingnya sapi ditungguin
begitu kyak diaambil langsung dia minum.
Bagaimana kelihat orang
wajahnya bengkak, hidungnya gede. Oh,
ini keturunan dewa gajah katanya.
Didatangi sambil di akhi orang lagi
sakit, wajah lagi bengkak-bengkak
dibilang keturunan dewa ga gajah.
Datang-datang diusap-usap
nanti kalau ada orang mukanya mirip
monyet, keturunan Dewa Monyet.
Pergi ke Charles Darwin sana itu
keturunan Dewa Monyet.
Jadi
subhanallah orang Islam tidak demikian.
Mulia tidak akan menyembah kepada
makhluk.
Dia merasa yang perlu yang hanya boleh
untuk kita hinakan diri kita hanyalah
Allah Subhanahu wa taala.
Di antara kemuliaan orang yang bertauhid
ya,
di antaranya jika ternyata dia dalam
skala nasional maka Allah akan
mendirikan negara untuknya dengan negara
yang hebat. Kata Allah dalam surat
Annur, waallahina amanuumnaudunani
lausrikuna.
Allah telah berjanji kepada orang yang
beriman di antara kalian dan beramal
saleh. Allah akan menjadikan mereka
menguasai di atas berkuasa di atas muka
bumi.
Sebagaimana Allah telah menjadikan
umat-umat sebelumnya juga berkuasa. Dan
Allah akan menegahkan mengkokohkan agama
yang Allah rida bagi mereka, agama
Islam. Dan Allah akan menggantikan rasa
takut mereka menjadi rasa keamanan dan
ketentraman dengan syarat ya'budunani la
yusrikuna bisai. Hanya beribadah
kepadaku dan tidak berbuat syirik sama
sama sekali. Ini jaminan dan sudah
diwujudkan oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dari tadinya terhina di Makkah
dikejar-kejar, dibunuh-bunuh. Sahabat
dibunuh, disiksa. Rasulullah tidak bisa
berbuat apa-apa. Keluarga Ammar bin
Yasir, ayahnya Yasir dibunuh, ibunya
semuanya ditikam kemaluannya oleh Abu
Jahal. Rasulullahnya mengatakan, "Sobron
ala Yasir faidakumul jannah." Sabarlah
wahai keluarga Yasir. Allah janjikan
surga bagi kalian. Sampai akhirnya
tauhid tetap ditegakkan. Akhirnya
tegaklah negara Islam dari kelompok
kecil akhirnya menguasai dunia ketika
itu. Luar biasa secara logika enggak
mungkin tapi luar biasa
menegakkan
ya tauhid maka Allah tegakkan bagi
mereka negeri.
Tib ini adalah kemuliaan-kemuliaan orang
ahli tauhid di dunia. Tentu masih banyak
ya.
Sekarang kita masuk pada kemuliaan ahli
tauhid di akhirat. Ahli tauhid tentu
adalah orang yang paling mulia di di
akhirat.
Di antaranya orang yang ahli tauhid,
maka dia adalah orang yang paling merasa
aman di akhirat.
Merasa aman
karena dia saking bertauhid. Kata Allah
Subhanahu wa taala, "Alladzina amanu
walam yalbisu imanahum bidulmin ulaika
lahumul amnu wahum muhtadun."
Orang-orang yang beriman dan tidak
mencampurkan keimanan mereka dengan
kesyirikan, maka mereka itulah yang
mendapatkan keamanan. Semakin sempurna
tauhid mereka, semakin sempurna keamanan
yang dia dapatkan ketika di hari
akhirat.
Ketika kondisi orang sangat takut di
Padang Mahsyar menantikan adanya sidang
dari Allah, menantikan adanya hisab,
mizan, sirat. Maka jika dia semakin
bertauhid, dia semakin merasa aman. Dan
para ulama mengatakan rasa aman ini
bukan cuma di akhirat, di dunia pun
demikian. Orang yang semakin bertauhid
dia pasti merasa lebih aman. Makanya
Allah berfirman, "Alladzina ala inna
auliyaallahi la khaufun alaihim w hum
yahzanun alladzina amanu wau yattaquun."
Ketahuilah wali-wali Allah adalah
orang-orang yang tidak ee tidak rasa
takut bagi mereka dan tidak sedih.
Mereka tidak bersedih. Siapa mereka itu?
Orang yang beriman dan bertakwa. Benar.
Orang kalau bertauhid meskipun apapun
yang terjadi
memang ada rasa takut tapi tetap rasa
amannya lebih kuat. Dia tidak terlalu
khawatir tentang masa depan dan apa yang
telah berlalu tidak terlalu dia sedihkan
karena dia berta bertauhid. Dia tahu
masa depan yang pegang adalah Allah.
Masa lalu semua takdir Allah subhanahu
wa taala. Dia fokus semaksimal mungkin
dengan tawakal berikhtiar. Tapi dia
tidak terlalu khawatir tentang masa
depan sehingga dia merasa aman. Adapun
orang yang kurang bertahida, "Gimana
nanti? Gimana nanti?" Mikir terus
padahal masa depan bukan di tangannya.
Atau dia terlalu mikir masa lalu
kesedihan yang berlalu. Dia mikir terus
padahal masa lalu sudah ber berlalu
sehingga hidup dia tidak tentram.
Tapi orang bertauhid dia fokus dengan
apa yang di depan dia. Masa depan dia
berusaha tapi dia tidak terlalu khawatir
karena urusan masa depan. Urusan siapa?
Allah. Mau dia usahakan semaksimal pun
bukan di tangannya. Yang di depan dia
adalah itu yang dia bisa garap masa
depan bukan garapan dia. Masa lalu tidak
mungkin bisa kembali maka dia akan
merasakan ketenangan. Dan ini lebih
dampaknya lagi ketika di akhirat orang
bertauhid pasti orang yang tenang.
Makanya para ulama mengatakan meskipun
di padang mahsyar
50.000 tahun ya fi yauminqedaruhu
khamsina alfasana. Di hari yang di mana
rasanya 50.000 tahun. Benar-benar 50.000
tahun satu hari tapi rasanya 50.000
tahun yaitu di Padang Mahsyar. Dan dalam
hadis-hadis ketika Rasulullah sebutkan
tentang siksaan kepada orang yang
menunggak bayar zakat tidak mau bayar
zakat, nyimpan-nyimpan hewan kemudian
tidak bayar zakat, nyimpan-nyimpan harta
tidak dibayarkan zakatnya, maka hewan
tersebut akan menyiksa dia di padang
mahsyar. Orang tidak bayar zakat, dia
dikasih azab mukadimah di Padang Mahsyar
sebelum
di neraka. Diinjak-injak oleh
hewan-hewan tersebut.
Dan kata Nabi
disiksa di hari yang satu hari seperti
50.000 tahun. Jadi di Padang Mahsyar itu
50.000 tahun. Tetapi bagi orang beriman
cepat. Cepat tidak lama. Tapi ada yang
mengatakan seperti hanya waktu asar
cepat sehingga tidak merasakan
kekhawatiran, penderitaan sebagaimana
dirasakan oleh orang-orang yang tidak
bertauhid.
Jadi ada rasa aman yang Allah berikan
ya. Tentu hari kiamat dahsyat. Meskipun
demikian ada rasa aman.
La yahzunuhumul fazaul akbar.
Faz rasa kekal yang yang yang sangat
dahsyat pada hari kiamat tidak
menjadikan mereka bersedih. Artinya
mereka lebih tenang karena mereka
bertauhid.
Bab ini yang pertama.
Yang kedua, di akhirat mereka adalah
orang yang paling banyak diampuni oleh
Allah subhanahu wa taala. yang paling
banyak diampuni oleh Allah Subhanahu wa
taala. Dan hadis-hadis tentang ampunan
Allah bagi orang bertauhid sangat banyak
ya.
Seperti contohnya hadis kata Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam yuftahu ini
di dunia yuftahu abwabul jannah
fiumilnain
walamisfaru
likulli abdin
la yusriku billahi dibukakan pintu surga
setiap senin dan kamis pintu surga
dibuka lalu Allah berikan bonus ampunan
kepada setiap hamba yang tidak berbuat
syirik sama sekali kepada Allah
subhanahu wa taala Allah ampuni mereka
di Dunia sudah dapat bonus ampunan. Di
akhirat lebih lagi bonus. Di dunia kalau
kita bertauhid, kita bertauhid saja,
kita tidak istigfar saja, kita diampuni
setiap Senin dan Kamis kalau kita
bertauhid.
Bagaimana tidak sampai Nabi mengatakan
kalau orang meninggal ada 40 orang
bertauhid, salatkan orang meninggal maka
beri syafaat bagi mereka dengan syarat
bertauhid. Makanya kalau ada ikhwan yang
meninggal, cari orang-orang yang bersih
dari syirik suruh salatin. Karena
syafaat mereka akan diterima. Karena
mereka bertauhid, tidak pakai jimat,
tidak ke dukun, tidak pergi ke tukang
sihir, tidak percaya ramalan bintang.
Ya,
apalagi yang ikhlas cari 40 orang
salatin ibu kita, adik kita. Syafaat
mereka diterima oleh Allah Subhanahu wa
taala dengan syarat bertauhid. Kalau dia
minta, "Ya Allah ampunilah mayat ini."
Inin diampuni oleh Allah subhanahu wa
taala. Mala orang bertauhid dapat bonus
ampunan setiap Senin Kamis. Karena kita
manusia tidak mungkin luput dari dosa.
Kita pasti berdosa.
Tapi kalau bertauhid semakin kuat
tauhidnya dapat ampunan. Apalagi di hari
kiamat kelak. Makanya Allah berfirman
ee
apa namanya?
Innaka ma daani
warutani gofartu laka ala makana minka w
ubali.
Ya.
Kata Allah, "Wahai hambaku, ya, jika
selama engkau berharap kepadaku dan
selalu berdoa kepadaku, aku akan
mengampuni dosa-dosamu dan aku tidak
peduli." Mada autani jangan doa sama
yang lain. Doa kepadaku. Marojautani,
berharap kepadaku, jangan berharap
kepada yang lain. Gofartu laka. Aku akan
ampuni engkau
alama kana minka. Meskipun dosamu
seperti apa, wala ubalin aku tidak
peduli dosamu seperti apa. Syaratnya
berdoa kepadaku, berharap kepadaku.
Tauhid
tidak menjadikan harapan kepada manusia.
Kita kalau kerja ya kita kerja pengin
dapat gaji. Tapi harapan kepada siapa?
Allah. Jangan gantungan harapan kepada
manusia. Diampuni oleh Allah Subhanahu
wa taala.
Ya bna Adam, wahai anak Adam inakaniaka
minka wali. Selama kau berdoa hanya
kepadaku, selama kau berharap hanya
kepadaku, aku akan ampil dosa-dosamu dan
aku tidak peduli. Dan ini yang kita
harapkan diampuni dosa. Karena kalau
dosa kita tidak diampuni, kita binasa.
Makanya ketika dalam mustad al Imam
Ahmad dari hadis Abu Hurairah, ada
seorang wanita meninggal, maka dikatakan
kepada Nabi, "Inna inna fulan matat
wasarohat." Ya Rasulullah, sesungguhnya
si fulanah meninggal dan sudah
istirahat. Faqba Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Nabi marah ketika dibilang
wanita ini meninggal dan istirahat. Nabi
mengatakan apa? Innama yastarihu manufir
lahu. Yang istirahat kalau sudah mati
itu yang diampuni. Dari mana kau tahu
dia diampuni?
Maka jangan memastikan seorang istirahat
setelah meninggal dunia. Jangan bilang
dia telah berpindah kepada tempat
peristirahatan selanjutnya. Belum tentu
dia istirahat. Mungkin awal azab
disiksa.
Yang istirahat cuma yang di diampuni.
Innama yastarihu man gufir lahu. Kata
Nabi, "Yang istirahat itu yang diampuni.
Siapa yang diampuni oleh Allah, dia akan
istirahat di alam barzakh. Siapa yang
diampuni oleh Allah dia akan mulia
istirahat di alam akhirat." Caranya
bertauhid. Ya Adam, wahai anak Adam,
selama kau berdoa kepadaku tidak berdoa
kepada selain aku,
selama kau berharap kepadaku tidak
berharap kepada makhluk
wali. Aku akan ampui dosa-dosamu, apapun
dosamu dan aku tidak peduli.
Kemudian di akhir hadis, kemudian
berikutnya ya bna adam
ya
laagunubuka.
Wahai anak Adam, kalau kau punya dosa
setinggi awan, kemudian kau beristigfar
kepadaku, aku akan ampuni." Kemudian
Allah berkata lagi, "Ya Adam,
wahai anak Adam, kalau kau datang
bertemu denganku itu kau mati dalam
membawa dosa sepenuh bumi ini." Qurabul
ard. Ada yang mengatakan sepenuh bumi,
ada yang mengatakan hampir sepenuh bumi.
Dosamu sebanyak itu bukan bukan hanya
sebanyak
buih di lautan, bukan hanya seberat
gunung-gunung, sepenuh bumi dosamu.
Tumma la tusyriku bisai. Kemudian kau
tidak berbuat syirik sama sekali
kepadaku. Tidak ada syirik kecil, tidak
ada syirik besar. Hanya murni beribadah,
tidak mengharap pujian manusia, tidak
mengharap sanjungan manusia, tidak
berharap like-lik manusia.
Laituka babiha magfirah. Maka aku akan
mendatangimu dengan ampunan sebesar bumi
pula. Jadi orang yang bertauhid diampuni
dosa
ketika Muad ditanya oleh Nabi, "Maqula
ibadallah, tahukah engkau wahai Muad apa
hak Allah terhadap hamba dan apa hak
hamba terhadap Allah?" Muad mengatakan,
"Allah rasul alam." Allah rasul lebih
mengetahui kata rasul sahu al wasallam
haqqul alal ibadudu
w hak Allah kepada para hamba-para hamba
wajib hanya beribadah kepada Allah dan
tidak berbuat syirik sama sekali tauhid
tugas dia diciptakan hamba untuk
bertauhid wahaqul ibad alallah dan hak
hamba terhadap Allah yadba yusriku bai
Allah tidak akan mengazab orang yang
tidak berbuat syirik sama sama sekali
mulia
mulia ya paling dapat banyak mendapatkan
ampunan pada hari kiamat kelak dan kalau
dia paling banyak mendapatkan ampunan,
dia paling istirahat, paling tentram
yang bikin menakutkan kalau tidak
diampuni dosanya oleh Allah subhanahu wa
taala. Ini kemuliaan pada hari kiamat
kelak. Di antara kemuliaan di akhirat
adalah orang yang bertauhid. Semakin
tinggi tauhidnya semakin banyak
mendapatkan syafaat Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Abu Hurairah bertanya,
"Ya Rasulullah, man asadunasi byafaatika
yaumalqiamah?" Wahai Rasulullah, siapa
orang yang paling banyak mendapatkan
syafaatmu pada hari kiamat kelak? Yang
paling bahagia dengan syafaatmu, yang
paling banyak mendapatkan bagian syafaat
dari Nabi. Syafaat Nabi banyak. Nabi
bagi-bagi. Namun sebagian cuma dapat
sedikit, sebagian dapat banyak.
Bagaimana cara kita mendapatkan bagian
paling besar dari syafaat Nabi dengan
paling bertauhid? Ketika Abu Hurairah
bertanya, "Man asadunasi bisyafaatika
yaumalqiamah?" Siapa orang paling
bahagia mendapatkan syafaatmu? Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Manqala
lailahaillallah
khison min qolbihi." Yaitu yang
mengucapkan lailahaillallah ikhlas dari
hatinya. Yang paling ikhlas, yang paling
bertauhid, yang paling banyak
mendapatkan syafaat Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam.
Susah kalau orang pergi ke dukun pakai
jimat, bergantung kepada makhluk.
tawakalnya kepada bosnya susah. Susah
tay. Kemuliaan berikutnya yang dirasakan
oleh yang bertauhid. Orang yang paling
bertauhid
adalah orang yang paling ringan
hisabnya. Semakin sempurna tauhid
semakin tidak dihisab.
Kenapa? Karena orang yang paling
bertauhid dia senantiasa menyerahkan
urusannya kepada Allah. Dia selalu
mempasrahkan urusannya kepada Allah.
Seperti berkata mukmin ahli Firaun.
Dan aku serahkan urusanku kepada Allah
Subhanahu wa taala.
Makanya ketika Rasulullah bercerita
tentang 70.000 orang masuk surga tanpa
azab tanpa hisab, Nabi mengatakan mereka
orang yang bertawakal. Humadina la
yastarquun w yakun yatarun waim
yatawakalun. Mereka tidak pernah
minta dirukiah suruh orang lain rukiah.
Mereka enggak pernah tawakal sama Allah.
Mereka tidak pernah berobat dengan besi
yang dipanaskan karena mereka bertawakal
kepada Allah. Mereka tidak percaya sama
tatayyur, tidak kaitkan nasib dengan
burung, dengan suara, tapi mereka
kaitkan nasib mereka dengan siapa? Allah
Subhanahu wa taala. Waim yatawakalun.
Dan mereka dalam segala urusan mereka
bertawakal kepada Allah seperti ini
tidak dihisab. Kenapa tidak dihisab?
Rahasianya karena dia sudah serahkan
urusan sama Allah. Ya Allah, kau yang
urus. Kalau Allah yang ngurus, ngapain
saya dihisab? Wong yang ngurus siapa?
Allah. Saya dihisab. Kalau saya ngurus,
ketika seorang sudah murni menyerahkan
urusannya kepada Allah, maka Allah tidak
menghisab dia lagi. Kalau mau dihisab,
ya Allah hisab dirinya sendiri.
Logikanya demikian. Maka semakin dia
sering menyerahkan urusan kepada Allah,
dia semakin tidak dihisab.
Kalau totalitas dia bertawakal, dia
tidak dihisab.
Kenapa? Karena dia sudah serahkan urusan
kepada Allah. Ya Allah, ini hanya
kemampuanku. Aku hanya berusaha. Aku
serahkan urusanku kepadamu. Dan Nabi
sallallahu alaihi wasallam adalah orang
yang paling kuat tawakalnya. Selalu
berdoa kepada Allah. Makanya, Ikhwan,
saya nasihati diri saya, ke mana-mana
sering berdoa itu menunjukkan tawakal.
Naik kendaraan berdoa, mau safar berdoa,
pulang dari safar berdoa, mau masuk
suatu negeri berdoa. Sehingga kita
selalu berdoa. Dan doa adalah bentuk
tawakal kita kepada siapa? Allah.
Serahkan urusan sama Allah.
Semakin orang bertauhid, semakin
bertawakal, maka semakin ringan
hisabnya. Kalau tawakalnya totalitas,
dia tidak dihisab oleh Allah Subhanahu
wa taala. Emang hisab gampang? Hisab tu
ngeri.
Akan ditanya oleh Allah, "Kenapa begini?
Kenapa begitu? Dari mana?" Tanya duit.
"Dari mana duitmu?"
E, "erus ke mana duitmu?" Bingung
jawabnya.
Gak usah kita tanya dagang.
Tanya kita haji saja dari mana visamu?
Bisa jawab.
Kalau visanya enggak benar bingung.
Zalim sama orang enggak pakai visa
begituan. Kalau ditanya sama Allah
bingung.
Itu ibadah. Padahal
hisab tuh enggak enak, susah.
Maka kalau semakin bertawakal sama Allah
semakin sedikit hisab. Dimuliakan oleh
Allah Subhanahu wa taala. Orang masih
ngantri-ngantri. Asalamualaikum di luar
ya.
Harus sering bertauhid, bertawakal
kepada Allah Subhanahu wa taala.
Kemudian di antara kemuliaan yang Allah
berikan kepada ahli tauhid, maka mereka
juga diberi kesempatan untuk memberi
syafaat kepada orang lain dengan izin
Allah subhanahu wa taala. Manalladzi
yasfaahu illa biidnih. Siapa yang bisa
memberi syafaat di sisi Allah kecuali
dengan izin Allah Subhanahu wa taala?
Ya, yang berhak untuk beri syafaat
hanyalah ahli atauhid. Ya, kalau tidak
ahli tauhid gimana? Bisa beri syafaat.
Beri syafaat.
Dia berhak mendapatkan syafaat dan dia
juga mungkin bisa beri syafaat dengan
izin Allah. Makanya Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengatakan,
"Syafaati
liahlil kabair min umati." Rasulullah
syafaat mencakup orang-orang pelaku dosa
besar. Dalam hadis kata Rasul sahu
alaihi wasallam, "Likulli nabiin
dakwatun mustajabah." Setiap nabi punya
doa pasti dikabulkan. Wa inni dakwati.
Adapun saya punya doa pasti dikabulkan.
Saya tidak minta di dunia, saya pengin
dikabulkan di akhirat.
Ya syafaatan diumati
ya fahya nailatun insyaallah man
umrillah
saya tunda doa saya supaya dikabulkan di
akhirat sebagai apa? Sebagai syafaat
bagi umatku. Syafaatku ini akan mengenai
kata Nabi nailatun insyaallah akan
mengenai insyaallah siapa saja siapa
yang meninggal dari umatku tidak berbuat
syirik sama sekali.
Jadi semakin orang bertauhid semakin
dapat syafaat yang banyak. Dan dia juga
kalau minta, "Ya Allah, izinkan saya
beri syafaat kepada kawan, kepada
keluarga." Dia bisa minta sama Allah.
Kalau dia bertauhid, mungkin Allah kasih
izin dia untuk beri syafaat kepada orang
lain. Untuk meninggikan derajat atau
untuk mengeluarkan dari neraka atau
supaya tidak masuk neraka. Ini syafaat
yang mungkin terjadi pada hari kiamat
kelak. Dan ini bentuk pemuliaan Allah
kepada ahli tauhid. Tapi demikian saja
kajian kita. Wabillah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Saya pamit
sekalian insyaallah hari ini balik ke
Jakarta. Mudah-mudahan kita ketemu lagi
di dunia atau di surga. Insyaallah
semoga Allah pertemui kita di surganya.
Amin ya rabbal alamin. Alalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.