IS THE TERRA DRONE FIRES CONNECTED WITH THE SUMATERA FLOODS?
CHYi7r9dYw4 • 2025-12-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Nah, Rian ini menjelaskan kalau kobaran
awal sebenarnya berukuran kecil dulu,
namun langsung menyambar berbagai barang
di sekitarnya.
Kebetulan karena apa se itu kan hitem
kan baterai dia ngebul langsung lari ke
atas.
Geng, pembahasan kali ini gua disclaimer
dulu. Ini bukan bermaksud untuk
menjelekkan pihak manapun. bukan
bermaksud untuk membuat sesuatu yang
melanggar aturan YouTube, tapi ini
adalah sebuah informasi yang sedang
ramai banget di Indonesia. Dan semoga
informasi ini bisa menjadi edukasi untuk
kita semua. Nah, jadi geng kemarin itu
ada kejadian yang mengerikan banget ya.
Ini perlu buat kita mati bareng-bareng
bukan cuma sebagai warga Jakarta tapi
juga sebagai manusia yang peduli sesama
atas keselamatan nyawa orang lain. Nah,
kita bakal berbicara soal kebakaran
besar di gedung Teradrone Kemayoran.
Ada beberapa orang yang terjebak
sepertinya di atas.
Semoga aman saja.
Nah, ini sebuah insiden yang benar-benar
ramai sekarang karena dampaknya begitu
tragis. Kejadian ini enggak bisa
dianggap remeh yang mana korbannya
mencapai 22 orang yang meninggal dunia
karena kehabisan nafas dan keracunan.
Nah, kabarnya sih kebakaran itu berawal
dari sebuah baterai drone. Nah, tapi ada
rumor yang beredar yang mengatakan
sebenarnya kejadian ini jauh lebih dalam
dan jauh lebih rumit daripada itu.
Karena ada sebuah isu yang mengatakan
bahwa kejadian kebakaran ini berhubungan
dengan kebun kelapa sawit yang luas,
berhubungan dengan banjir Sumatera,
pokoknya dikait-kaitkan ke sana. Dan
tujuan terbakarnya ini menurut rumor
yang liar tersebut adalah dikarenakan
adanya bukti yang harus dibumi hanguskan
atau dibakar atau dihilangkan. Benarkah
demikian? Nah, hari ini gua mau ngajak
kalian untuk membahas kasus ini yang
mana ini cukup mencengangkan buat kita.
kita bakal membahas kronologi
kejadiannya, bagaimana kondisi
gedungnya, dan siapa saja orang-orang
yang menjadi korban serta bertanggung
jawab di dalam kejadian mengerikan ini.
Namun sebelum itu, gua minta waktu
kalian sedikit untuk mendoakan para
korban di dalam kasus ini. Alfatihah.
Sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan selengkapnya, Geng. Langsung
aja. Halo, Geng. Welcome back to Kamar
Jerry.
Genggeng.
Jadi, Geng, peristiwa kebakaran ini
terjadi di Jalan Legend Suprapto nomor
17, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta
Pusat. Tepatnya sekitar pukul 1230. Nah,
itu kayak jam .30 satu di mana orang tuh
lagi istirahat,
lagi mau makan siang gitu ya, mau ibadah
juga. Wah, sedih banget. Di saat itu
suasananya lagi jam istirahat memang ya.
Semua orang makan siang. Jadi sebagian
karyawan memang sedang makan dan ada
yang keluar gedung dan sebagian lainnya
masih berada di lantai 2 sampai lantai
6. Dan titik awal api itu mulai ketahuan
dari lantai satu. Kebayang tuh kalau
titik awalnya dari lantai paling atas
orang-orang bakal menyelamatkan diri ke
bawah. Nah, ini dari lantai 1. Gimana
kabar yang di atas? Mau turun ke bawah
enggak mungkin. Mau lompat ketinggian.
Di saat itu api berasal dari tempat
penyimpanan baterai litium untuk drone.
Menurut Kapolres Jakarta Pusat, Pak
Susatyo Purnomo Condro, ada satu baterai
ya, baterai dari drone yang tiba-tiba
terbakar, meledak. Karyawan yang
mengetahui kejadian itu sempat berupaya
memadamkan kobaran menggunakan beberapa
apar. Nah, namun usaha tersebut tidak
berhasil menghentikan perambatan apinya
dan di dalam beberapa menit aja asap
tebal sudah mulai naik ke lantai lantai
di atasnya. Nah, kondisinya jadi kacau
banget. Suhu meningkat cepat, asap hitam
pekat memenuhi tangga dan ruangan, dan
oksigen mulai menipis. Karyawan yang
berada di lantai 2 hingga lantai 6 itu
posisinya jadi terjebak. Dan walaupun
apinya besar ada di lantai satu, tapi
medan berbahaya justru ada di lantai
atas karena asapnya menggumpal di sana.
Kemudian para petugas pemadam kebakaran
akhirnya datang pada jam 1250 untuk
melakukan penanganan awal kebakaran.
Lalu ada sekitar 29 unit pemadam
kebakaran dan ada ratusan personil
pemadam kebakaran yang ikut memadamkan
api di gedung PT Teradrone tersebut.
Dari total sekitar 80 karyawan yang ada
di gedung di saat itu, kebanyakan memang
sedang tidak berada di dekat pintu
keluar. Itulah kenapa proses evakuasinya
menjadi sulit. Tim pemadam yang datang
pun kesulitan menjangkau area dalam
gedung karena aksesnya cuma satu buah
pintu di lantai dasar. Tangga di dalam
gedung juga sempit sehingga menjadi
jalur evakuasi yang tidak ideal dan
cepat tertutup asap. Di tengah proses
evakuasi yang besar-besaran, sebuah
video viral itu sempat memperlihatkan
belasan karyawan yang terjebak di area
roof gedung, Geng. Mereka terlihat
berdiri di sudut atap sambil melambaikan
tangan, meminta pertolongan karena asap
pekat mulai memenuhi lantai-lantai
bawah. Nah, menanggapi hal tersebut,
Kasat Res Krim Polres Metro Jakarta
Pusat yaitu AKBP Robi Saputra menegaskan
kalau seluruh orang di dalam rekaman
tersebut sudah berhasil diselamatkan.
Nah, menurut Pak Robi ini juga total ya
terdapat 19 orang yang sempat naik
hingga lantai paling atas untuk
menghindari asap tersebut dan tim
dangkar yang mencapai rooftop itu
berhasil mengevakuasi mereka satu
persatu dalam kondisi yang selamat.
Kepastian ini ya sekaligus menepis
kekhawatiran publik bahwa sebagian dari
mereka mungkin menjadi korban jiwa. Nah,
tapi sayangnya nih, Geng, nasib puluhan
karyawan yang lain gak seberuntung itu.
Ketika pemadam akhirnya berhasil masuk
ke dalam itu menembus lantai atas, ya di
saat itu pemadam menemukan 22 orang
meninggal dunia terdiri dari 15
perempuan dan 7uh orang laki-laki.
Innalillahi wa inna ilaihi roajiun.
Alfatihah ya untuk para korban
saudara-saudara kita yang terjebak di
sana. Mereka bisa dikatakan ya mati
syahid. Kenapa mati syahid? karena
mereka meninggal di dalam tugas sedang
bekerja mencari nafkah untuk keluarga.
Ini orang-orang baik sih biasanya mereka
semua ditemukan di lantai atas dengan
kondisi diduga kuat kehabisan oksigen,
bukan terbakar api. Jadi menunjukkan ya
ini apa ya mereka itu meninggal karena
asapnya itu beracun dan minimnya
ventilasi menjadi ancaman terbesar di
dalam insiden ini. Dan akhirnya geng
kebakaran ini bisa sedikit dikendalikan
oleh petugas di jam 1738.
Jadi udah mau magrib gitu, Geng.
Ada juga temuan akses antar lantai yang
menyempit sehingga menyulitkan evakuasi.
Nah, inilah geng pentingnya ya di
gedung-gedung seperti ini ya, di gedung
perusahaan seperti ini itu harus
lengkaplah jalur evakuasinya, aparnya ya
alat-alat pemadam sederhana gitu ya. Itu
harus lengkap sebenarnya. Kapores
Jakarta Pusat itu sempat menjelaskan,
Geng, kalau penyelidikan tuh masih
berlangsung mulai dari memastikan sumber
awal api, apakah benar dari baterai
drone atau justru ada pemicu lain nih.
Nah, sampai kemungkinan adanya unsur
kelalaian, penyimpanan, SOP,
keselamatan, maupun izin gedung. Eh,
kenapa ya? Kalau kebakaran gini tuh
biasanya yang disalahin kanleting
listrik biasanya. Nah, kalau ini kan
termasuk consleting juga nih karena
berasal dari baterai ya kan. Di saat itu
pemilik usaha, pemilik gedung serta
saksi-saksi semuanya udah dipanggil
untuk diperiksa. Bahkan beberapa orang
langsung dibawa ke Polres di hari itu
juga untuk dimintai keterangan lebih
lanjut. Dan enggak cuma itu, ada seorang
Kapolsek Kemayoran juga ikut sampai
luka-luka di bagian tangan saat proses
evakuasi sedang dilakukan dan beliau
langsung menjalani perawatan di Rumah
Sakit Islam Cempaka Putih. Untuk para
keluarga korban ya, Geng. Polisi membuka
posco identifikasi di Rumah Sakit Pori
Keramat Jati. Seluruh jenazah dibawa ke
sana untuk proses identifikasi lebih
lanjut dan pendampingan bagi keluarga.
Jadi kalau kita lihat secara keseluruhan
kebakaran ini berawal dari satu titik
kecil. Sebuah baterai drone ya yang
diduga ya yang terbakar api terus
merembet menjadi tragedi besar karena
beberapa faktor penyimpanan bahan yang
mudah terbakar di ruang yang tertutup.
Enggak ada ee apa ya? Enggak ada
ventilasi lah ibaratnya. Terus akses
evakuasinya terbatas banget. asap pekat
yang naik sampai ke lantai atas dan
minimnya ventilasi udara tadi membuat
para korban di lantai atas kehabisan
oksigen sebelum sempat diselamatkan. Ada
juga kesaksian yang datang dari Rian
namanya petugas keamanan yang berada di
lokasi saat insiden terjadi. Nah, dia
ini bilang dia sempat mendengar suara
ledakan yang cukup keras beberapa saat
sebelum apinya mulai membesar. Menurut
pengakuan Rian ini, ledakan itu menjadi
titik awal kepanikan karena ya hanya
dalam hitungan detik tiba-tiba api
langsung terlihat merambat begitu besar.
Nah, Rian ini menjelaskan kalau kobaran
awal sebenarnya berukuran kecil dulu,
namun langsung menyambar berbagai barang
di sekitarnya.
Kebetulan karena apa sepi itu kan item
dengan bat dia ngebul langsung kalari ke
atas.
Oh, karena memang enggak ada pintu
darurat lainnya, Pak. apa-oping tangga
maling.
Kardus-kardus yang tersimpan di lantai
satu itu mempercepat perambatan api
sekaligus mempertebal asap yang naik ke
lantai atas. Kesaksian ini memperkuat
dugaan bahwa lantai pertama ya memang
menjadi area awal munculnya kebakaran
sebelum akhirnya menjalar tidak
terkendali ke seluruh bagian gedung. Dan
selain Rian tadi juga ada kesaksian dari
seorang HRD yang bernama Safa. Setelah
kejadian kebakaran itu, Safa ini
langsung menelepon ibunya yang namanya
Dea Anjani. Jadi, Safa ini cerita kalau
saat masih pagi itu dia masih ngobrol
sama bosnya di perusahaan dan juga masih
makan siang bareng sama teman-temannya.
Tapi pada saat siang itu teman-temannya
dan juga bosnya udah enggak ada lagi
meninggal dunia di dalam kejadian
tersebut. Dan dia ini bilang anaknya
menjadi satu-satunya karyawan yang
berhasil selamat saat berada di gedung
lantai 3 tersebut. Dan berdasarkan
cerita anaknya, Safa itu langsung turun
dari lantai 3 saat kejadian sehingga dia
berhasil selamat duluan.
Sekarang, Geng, kita bakal masuk nih,
Geng, dari hasil penyelidikan sementara
atas kasus ini. Seperti apa fakta-fakta
yang ditemukan
dari hasil penyelidikan sementara yang
sudah dikumpulkan oleh polisi nih, Geng,
ya. mulai kelihatan tuh gambaran kenapa
kebakaran di gedung PT Teradrone
Indonesia ini bisa berdampak sebesar
itu. Pihak Kapolres Metro Jakarta Pusat
itu menjelaskan kalau Gedung Cempaka
Baru Kemayoran ini ternyata bukan
sekedar kantor operasional, tapi juga
tempat servis dan perbaikan drone.
Aktivitas teknis semacam itu otomatis
membawa resiko tambahan terutama terkait
baterai litium yang sensitif terhadap
panas dan kerusakan fisik. Makanya, Kak
kalau misalkan kalian naik pesawat nih,
Geng, sering banget kan di pesawat itu
ya kayak power bank itu sebenarnya gak
bisa ya gak bisa dibawa kalau terisi.
Terus kalau kalian punya pot atau vape
gitu ya, kan ada baterainya, baterainya
harus dicopot. Dan terkadang ada juga
beberapa maskapai yang tidak
memperbolehkan laptop berada di dalam
tas ketika naik ke kabin. Laptop itu
pasti diminta untuk dikeluarkan dari
dalam tas supaya tidak panas. Atau kalau
misalkan laptopnya bisa cabut baterai
itu lebih baik. Biasanya kayak gitu,
Geng. Kasat Res Crim Porres Jakarta
Pusat di saat itu juga mengatakan kalau
Teradrone ini memang perusahaan asal
Jepang, tapi operasionalnya di Jakarta
dipimpin oleh orang Indonesia. Sampai
saat ini tujuh saksi sudah diperiksa
yaitu enam karyawan dan satu warga
sekitar ya untuk bisa merangkai urutan
kejadian sebelum api tersebut membesar.
Berdasarkan keterangan awal yang masuk,
titik awal api diduga berasal dari
baterai drone yang berbahan litium yang
terbakar di lantai satu. Upaya
memadamkan api menggunakan apar itu
sebenarnya sempat dilakukan, tapi enggak
berhasil menghentikan laju perkembangan
apinya. Dalam hitungan menit, asap tebal
naik ke lantai atas yang mana ini
membuat evakuasi menjadi lebih sulit dan
memperparah jumlah korban. Walaupun
dugaan sementara sudah mengarah ke
baterai drone, tapi polisi masih e
menunggu penyebab pastinya dari hasil
pemeriksaan tim lab 4 terlebih dahulu.
Dan mereka sedang menganalisa ya
sisa-sisa material yang ada, pola sebar
api, dan kemungkinan adanya faktor lain
yang memicu kebakaran ini. Dan sampai
saat ini belum terdeteksi, Geng. Dan
pihak kepolisian juga mengatakan kalau
mereka akan berkoordinasi dengan Pemkot
Jakarta Pusat untuk bisa mengevaluasi
ulang izin usaha gedung bertingkat
tersebut. Kalau nanti terbukti ternyata
ada kelalaian administratif maupun
teknis, tindakan tegas termasuk
penghentian sementara operasional bukan
cuma mungkin, tapi sangat-sangat bisa
terjadi. Semua demi memastikan tragedi
serupa tidak terulang lagi. Untuk korban
yang meninggal itu total ada sebanyak 22
orang, Geng. Ya, saat ini mereka semua
sudah teridentifikasi e dari
identitas-identitasnya dan dari
keterangan resmi kepolisian, penyebab
utama meninggalnya mereka ternyata bukan
karena terbakar ya. Jadi mereka ini
menghirup asap pekat ya dan gas beracun
yang memenuhi lantai-lantai atas gedung.
untuk penyebab kematian berdasarkan dari
pemeriksaan ee staf dan para ee personil
spesialis forensik kami itu mengarah
kepada terhirupnya asap dan kemudian gas
CO.
Karo docpol pushdo kes brickjen nyoman
Edi Purnama itu sempat menjelaskan kalau
dari hasil pemeriksaan forensik
menunjukkan mayoritas korban meninggal
akibat keracunan karbon monoksida atau
CO. Dan gas ini sangat berbahaya karena
ketika oksigen di udara hilang akibat
asap tebal tubuh malah menyerap CO yang
jauh lebih cepat mengikat darah. Dan
begitu kadar CO ini tinggi masuk ke
tubuh korban bisa kehilangan kesadaran
dan akhirnya enggak tertolong lagi
meninggal dunia. Hasil laboratorium yang
dilakukan oleh tim forensik juga
menguatkan temuan ini. Tes darah korban
menunjukkan kadar karbon monoksida yang
sangat tinggi sesuai dengan kondisi
seseorang yang meninggal akibat
menghirup gas beracun. Jadi mirip
banget. Selain itu, Geng, seluruh korban
itu mengalami luka bakar derajat dua.
Kulit melepuh ya tapi itu bukan penyebab
utama kematiannya karena mereka sudah
meninggal duluan dan barulah terbakar.
Nah, luka bakar ini lebih menjadi tanda
bahwa mereka berada di dalam suhu yang
ekstrem sebelum akhirnya kehabisan
oksigen. Jadi kayak maaf ya, bukan
terbakar langsung tapi kayak kepanggang
gitu. Tuh lu tahu kan oven? Oven
biasanya kita naruh makanan di bawah ya
untuk dipanggang tapi apinya tuh di atas
enggak menyentuh langsung ke makanannya.
Dan seperti itulah kurang lebih sedihnya
ya. Mereka udah menghirup asap tebal
yang beracun. Mereka juga kepanasan
gila-gilaan. Dan tim DVI Polri itu
bekerja tanpa henti, Geng. Sejak hari
kejadian mereka memastikan identitas
korban adalah kunci agar segera
mendapatkan kepastian dan membawa pulang
jenazah ee keluarga mereka ini. Dan
upaya identifikasi enggak cuma
mengandalkan sidik jari aja, tim dokter
sampai menggunakan berbagai metode lain,
Geng. Seperti pemeriksaan struktur gigi,
kecocokan catatan medis sampai properti
atau barang pribadi korban yang masih
melekat di tubuh kayak dompet, gelang,
cincin, dan segala macam. Dan kombinasi
metode ini penting banget. Apalagi
mengingat sebagian korban mengalami luka
bakar sehingga beberapa ciri fisiknya
udah mulai sulit dikenali. Kadang ada
yang mukanya hancur gitu.
Menurut Karum Kid Polri Brickjen Prima
Hereru, proses identifikasinya
berlangsung cepat dan intensif. Pada
hari pertama Selasa, tim DVI berhasil
mengidentifikasi tiga jenazah. Di hari
Rabu, proses berjalan lebih cepat dan
mengidentifikasi 19 jenazah lain. Total
22 kantong jenazah berhasil diselesaikan
hanya dalam kurun waktu 2 hari kerja.
Sebuah upaya yang menunjukkan betapa
kerasnya kerja tim forensik. Dan
penyerahan jenazah kepada keluarga
dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tiga
jenazah diserahkan pada Selasa malam,
7uh pada Rabu pagi, dan 12 sisanya pada
Rabu sore. Semua proses dilakukan dengan
cermat supaya tidak ada kesalahan
identifikasi. Nah, jadi ini gua terahkan
nih beberapa hasil identifikasi para
jenazah dari korban PT Teradron ini.
Yang pertama itu ada yang namanya
Rufaida Latifunisa.
Dia ini perempuan berusia 22 tahun
teridentifikasi berdasarkan sidik
jarinya. Catatan medis dan propertinya
juga diterakkan. Nah, terus yang kedua
ada Yoga Valdier Yasir. Seorang
laki-laki yang berusia 28 tahun
teridentifikasi berdasarkan sidik jari
dan gigi, medis, serta properti. Nah,
terus yang ketiga ada Dela Yohanna
Simanjuntak, seorang perempuan yang
berusia 22 tahun beralamatkan di
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Karena
ada banyak banget korbannya, Geng. Gua
bakal nampilin aja listnya dari para
korban ini. Kalian bisa lihat, ya. Dan
dari para korban ini juga ada sebuah
kisah yang sangat menyayat hati di mana
salah satu korbannya adalah seorang ibu
yang sedang hamil 7 bulan. Wah, sedih
banget. Di dalam sebuah video yang
beredar di media sosial itu, ada seorang
laki-laki yang bernama Ilham yang
merupakan suami dari korban yang hamil
ini. Dia sampai nangis-nangis, Geng. Ya,
saat mendengar kabar kalau istrinya
menjadi korban yang meninggal dunia di
dalam kebakaran PT Teras Drone ini.
Jadi, Geng, korban ini juga sudah
teridentifikasi dengan nama Novia
Nurwana berusia 28 tahun yang
teridentifikasi lewat sidik jari, gigi,
dan medis serta properti yang dipakai.
Diketahui geng, Novia ini diperkirakan
akan bersalin atau melahirkan pada
Januari 2026 sebentar lagi bulan depan.
Dan takdir berkata lain dia harus pergi
untuk selama-lamanya bersama bayi yang
dia kandung. Nah, kemudian jenazahnya
dipulangkan kepada keluarga dan akan
dimakamkan di kampung halamannya yang
berada di Lampung.
Oke, di dalam kasus ini, Geng, akhirnya
pihak kepolisian menetapkan Dirut PT
Teradrone menjadi tersangka. Kok bisa?
Nah, sekarang kita bahas nih persoalan
ini.
Setelah proses penyelidikan berjalan
dengan intens sejak hari kejadian,
kepolisian akhirnya menetapkan langkah
hukum yang cukup besar, yaitu direktur
utama PT Teradron yang bernama Michael
Wisnu Wardana itu resmi ditetapkan
sebagai tersangka dan langsung ditangkap
oleh penyidik Polres Metro Jakarta
Pusat. Penangkapan ini dilakukan pada
hari Kamis tanggal 11 Desember 2025
setelah sehari sebelumnya status
tersangka sudah ditetapkan.
Kita harus ambil tindakan segera gini,
Pak. Tapi enggak udah enggak bisa lagi.
Bapak mau gini-gini, Pak juga bukan
surat kita saya terima itu kan besok jam
10.
Iya. Jadi gini, Pak.
Meski pihak kepolisian belum membeberkan
detail lengkap mengenai peran dari
Michael Wisnu Wardana ini di dalam
insiden tersebut, penetapan tersangka
menunjukkan bahwa penyidik menemukan
dugaan kuat adanya unsur kelalaian atau
potensi tindak pidana yang berkontribusi
pada tewasnya 22 orang dalam tragedi
tersebut. Tapi sebelumnya, Geng, polisi
juga sudah memeriksa enam orang saksi
kunci. Empat di antara saksi kunci itu
ada karyawan yang berada di lokasi saat
kebakaran terjadi dan dua lainnya itu
merupakan staf HRD dari perusahaan
tersebut. Nah, pemeriksaan ini menjadi
bagian dari upaya kepolisian untuk
memastikan apakah ada pelanggaran
prosedur keselamatan, kelalaian
manajemen, atau faktor lain yang membuat
dampak kebakaran menjadi sangat fatal.
Nah, setelah penyidik menemukan dugaan
kuat adanya unsur kelalaian maupun
potensi kesengajaan dalam peristiwa
kebakaran yang menewaskan 22 orang ini,
polisi akhirnya menjerat MW dengan tiga
pasal sekaligus dari kitab Undang-Undang
Hukum Pidana atau KUHP, yaitu Kasat Res
Krim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP
Robi Saputra menyebutkan MW dijerat
menggunakan pasal 187, 188, dan 359
KUHP. Tiga pasal ini, Geng, mencakup
tindak pidana yang berkaitan dengan
menyebabkan kebakaran, ledakan,
kejanggalan lain yang menimbulkan korban
jiwa. Baik karena unsur kesengajaan
maupun kelalaian berat. Pak Robi ini
menjelaskan kalau ancaman hukuman untuk
pasal-pasal ini enggak main-main. Kalau
terbukti bersalah, ya si Pak MW tersebut
bisa terancam hukuman 5 sampai 12 tahun
penjara tergantung pada tindakan yang
dinilai paling bertanggung jawab atas
tragedi ini. Dengan dikenakannya
pasal-pasal tersebut, proses hukum
semakin jelas arahnya. penyelidikan
sudah bergerak masuk ke tahap penyidikan
yang menilai secara rinci tingkat
kesalahan dan tanggung jawab dari pihak
manajemen perusahaan. Geng, atas
kejadian ini, atas tertangkapnya
pimpinan perusahaan dan juga terjadinya
kebakaran ini, apa nih tanggapan dari
pihak Teradrone sendiri? Sekarang kita
masuk ke dalam pembahasannya.
Jadi, geng, dari sisi perusahaan
akhirnya muncul pernyataan resmi dari
manajemen PT Teradrone Indonesia terkait
tragedi kebakaran yang merenggut nyawa
22 orang karyawan mereka. Melalui laman
resmi perusahaan, manajemen sempat
menyampaikan duka yang sangat mendalam
atas insiden yang terjadi dan menegaskan
kalau peristiwa ini meninggalkan luka
besar baik bagi perusahaan maupun
keluarga korban. Dan di dalam
pernyataannya, manajemen menyebutkan
kalau mereka mengkonfirmasi hilangnya
karyawan akibat kebakaran tersebut dan
mereka juga menyampaikan belas sungkawa
setulus-tulusnya kepada keluarga yang
ditinggalkan. Perusahaan juga menegaskan
kalau mereka turut merasakan kesedihan
yang amat mendalam. Nah, selain itu
manajemen juga menekankan kalau
keselamatan dan kesejahteraan karyawan
selalu menjadi prioritas utama
perusahaan. Dan setelah kejadian ini, PT
Teradron Indonesia menyatakan sedang
bekerja sama penuh dengan pihak
berwenang untuk mendukung proses
investigasi yang sedang berjalan supaya
penyebab dari kebakaran bisa diungkap
dengan jelas. Nah, fokus dari perusahaan
ini adalah memberikan dukungan kepada
seluruh karyawan dan keluarga korban.
Dukungan ini termasuk penyediaan
akomodasi, bantuan kemanusiaan sampai
pendampingan yang dibutuhkan selama masa
krisis. Dan mereka juga memastikan kalau
setiap perkembangan resmi dari pihak
berwenang bakal disampaikan kepada
publik secara transparan, Geng.
Terus, Geng, dari sisi internal
perusahaan, HRD dari Teradrone yang
bernama Umaidi Suhari itu sudah angkat
bicara soal nasib para korban. Dia
menegaskan satu hal, yaitu seluruh hak
karyawan yang meninggal dunia bakal
dipenuhi tanpa terkecuali. Menurut Pak
Umaidi ini, perusahaan sudah berkomitmen
memproses semua hak normatif sesuai
aturan yang berlaku, termasuk jaminan
sosial ketenagakerjaan mereka. Bahkan
peserta magang yang ikut menjadi korban
juga itu bakal mendapatkan hak yang
sama. Kebayang tuh ya anak magang loh
lagi menuntut ilmu di sana tahu-tahu
meninggal dunia. Dan nantinya perusahaan
juga bakal memberikan santunan duka bagi
keluarga korban sebagai bentuk tanggung
jawab moral. Meski dia mengakui santunan
itu enggak mungkin bisa menggantikan
segala kehilangan besar yang sudah
dialami oleh keluarga, tapi setidaknya
bisa sedikit membantu. Kondisi di
lapangan sendiri, gedung yang hangus
membuat para karyawan yang selamat
sementara waktu dirumahkan. Perusahaan
juga menyiapkan layanan psikologis
karena banyak dari para karyawannya yang
masih syok ya, trauma, mengalami
guncangan emosional. Dan Pak Umaidi
menegaskan kalau fasilitas gedung mulai
dari lift sampai dengan tangga
sebenarnya tersedia seperti ruko
perkantoran pada umumnya. Cuma di
situasi ketika kebakaran terjadi
benar-benar sudah di luar kendali. Pak
Umaidi juga menjelaskan kalau gedung
tersebut sudah disewa oleh perusahaan
selama 2 tahun terakhir untuk
operasional drone di sektor agrikultur.
Perusahaan menggunakan drone berukuran
besar yang difokuskan untuk kebutuhan
pertanian, Geng.
Nah, terus geng Gubernur DKI Jakarta,
Pak Pramono Anung itu juga buka suara
soal kondisi gedung ruko teradron yang
hangus terbakar. Dia menegaskan satu hal
yang cukup krusial. Bangunan itu
ternyata tidak memiliki sertifikat like
fungsi
SLF. Enggak ada. Jadi enggak memenuhi
standar kelayakan yang diwajibkan. Gua
heran deh, kenapa sih di Jakarta tuh
banyak banget kayak gini? Kayak ada
kejadian kebakaran, ada gedung runtuh
dan segala macam. Di situ baru ketahuan
tidak ada SLF lah, tidak ada IMB lah,
tidak ada HGB lah. Ke mana aja
petugasnya ngapain aja? Kenapa
ketahuannya pas udah terjadi gitu?
Selama ini ngapain main domino?
Aduh heran banget gua sama negara kita.
Dan Pak Pramono juga langsung
memerintahkan jajarannya untuk menyisir
dan memeriksa kembali seluruh bangunan
di Jakarta dalam beberapa pekan ke
depan. Menurut beliau, masalah terbesar
justru bukan pada gedung-gedung tinggi
yang administrasinya biasanya lengkap,
melainkan pada bangunan-bangunan yang
kecil yang tumbuh spontan. Tiba-tiba
ada, termasuk ruko-ruko seperti yang
terbakar di Kemayoran. Beliau juga
menekankan kalau pemerintah daerah bakal
menertibkan bangunan yang tidak memenuhi
standar keamanan supaya kejadian kayak
gini enggak terulang. Fokusnya jelas
banget. Memastikan setiap gedung,
terutama kategori ruko benar-benar
memenuhi aturan keselamatan sebelum bisa
dioperasikan. Pak Pramono menekankan
kalau Pempr DKI sudah menanggung seluruh
biaya pemakaman dan perawatan para
korban.
Terus, Geng, ya, di tengah ramainya
pembahasan tentang kebakaran ini, ada
satu hal yang membuat orang-orang
bertanya-tanya. Jadi, ada tuduhan yang
menjadi rumor seperti bola api liar yang
enggak berarah entah dari mana
datangnya. Jujur aja sebenarnya gua agak
berat menyampaikan ini, tapi gua tetap
sampaikan ke kalian karena ini menjadi
sebuah informasi yang sedang ramailah di
media sosial dan di media mainstream
saat ini. Jadi, ada yang menuduh kalau
kejadian kebakaran ini adalah salah satu
upaya untuk menghapus barang bukti.
Bukti apa? Nah, jadi katanya ini ada
hubungannya dengan banjir Sumatera,
Geng.
Karena saat ditelusuri lebih lanjut ya,
ternyata PT Teradron ini pernah membantu
memetakan perkebunan kelapa sawit
tepatnya di Riau. Jadi ada data resmi
yang memang nunjukin kalau aktivitas
pemetaan sawit di Sumatera memang jadi
bagian dari rangkaian proyek operasional
mereka. Nah, jadi ada yang menuduh nih
ya, kalau apa jangan-jangan karena
sekarang sedang viral banjir di Sumatera
yang mana ini dikaitkan dengan
penebangan pohon, penembangan hutan,
penggundulan lahan yang sangat luas lalu
ditanami dengan sawit. Jadinya pihak
merkid data ya kan biasa kan kalau kebun
sawit itu kan sering banget tuh
dipetakan pakai drone dicek dari atas
gitu. Mereka yang punya data lengkap ini
langsung dibumi hanguskan supaya
data-data yang mereka punya juga ikut
dibumi hanguskan. Nah, itulah tuduhan
yang sedang beredar sekarang. Dan dengan
kompleksitas teknologi plus aktivitas
lapangan yang mereka tangani
sehari-hari, insiden kebakaran ini
diprediksi akan membuka diskusi lebih
luas nih soal standar keamanan
penyimpanan baterai drone, prosedur
operasional, dan proteksi keselamatan
kerja di industri pemetaan udara yang
sedang naik daun ini. Nah, kalau kita
cek dari informasi resmi perusahaan ya,
deretan klien yang pernah pakai layanan
mereka itu bukan main-main, Geng. Mulai
dari Waskita, Wika, Pertamina, PP,
Pelindo 3, Mobil, terus ada Brantas
Energi, SKK Migas, PLN bahkan dan masih
banyak lagi. Yang lebih menariknya lagi
di dalam 5 tahun terakhir mereka mengaku
sudah menyelesaikan survei udara di area
lebih dari 600.000 hektar konsesi dan
2.500 km koridor lintas sektor dari
migas, konstruksi, pertambangan,
utilitas sampai dengan perkebunan, Geng.
Nah, jadi itulah geng ya. Gimana tuh
menurut kalian? Kalian merasa curiga
juga enggak dengan apa yang terjadi ini?
Gimana, Geng? Tentang pembahasan
mengenai tragedi tersebut. Tragedi
kebakaran gedung Teradron Kemayoran.
Mulai dari kronologinya, penyebab
sementara, investigasi, penetapan
tersangka sampai ke rumor yang beredar.
Nah, jadi ini bukan cuma soal kebakaran
besar, namun tentang bagaimana satu
celah kecil di dalam keamanan bisa
berubah menjadi bencana yang besar dan
merenggut 22 nyawa sekaligus.
Gimana, G menurut kalian? Apakah ini
memang murni kebakaran seperti kasus
lainnya atau ini merupakan salah satu
cara dari pihak-pihak tertentu untuk
menghapus bukti-bukti yang tersimpan di
PT Teradron yang mana mereka dikatakan
ada kaitannya dengan ee
pemetaan kelapa sawit yang merujuk
kepada bencana yang sedang terjadi di
Sumatera. Coba deh, Geng, tuliskan
pendapat kalian di kolom komentar. Gua
pengin tahu
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:15:59 UTC
Categories
Manage