Transcript
CHYi7r9dYw4 • IS THE TERRA DRONE FIRES CONNECTED WITH THE SUMATERA FLOODS?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1622_CHYi7r9dYw4.txt
Kind: captions Language: id Nah, Rian ini menjelaskan kalau kobaran awal sebenarnya berukuran kecil dulu, namun langsung menyambar berbagai barang di sekitarnya. Kebetulan karena apa se itu kan hitem kan baterai dia ngebul langsung lari ke atas. Geng, pembahasan kali ini gua disclaimer dulu. Ini bukan bermaksud untuk menjelekkan pihak manapun. bukan bermaksud untuk membuat sesuatu yang melanggar aturan YouTube, tapi ini adalah sebuah informasi yang sedang ramai banget di Indonesia. Dan semoga informasi ini bisa menjadi edukasi untuk kita semua. Nah, jadi geng kemarin itu ada kejadian yang mengerikan banget ya. Ini perlu buat kita mati bareng-bareng bukan cuma sebagai warga Jakarta tapi juga sebagai manusia yang peduli sesama atas keselamatan nyawa orang lain. Nah, kita bakal berbicara soal kebakaran besar di gedung Teradrone Kemayoran. Ada beberapa orang yang terjebak sepertinya di atas. Semoga aman saja. Nah, ini sebuah insiden yang benar-benar ramai sekarang karena dampaknya begitu tragis. Kejadian ini enggak bisa dianggap remeh yang mana korbannya mencapai 22 orang yang meninggal dunia karena kehabisan nafas dan keracunan. Nah, kabarnya sih kebakaran itu berawal dari sebuah baterai drone. Nah, tapi ada rumor yang beredar yang mengatakan sebenarnya kejadian ini jauh lebih dalam dan jauh lebih rumit daripada itu. Karena ada sebuah isu yang mengatakan bahwa kejadian kebakaran ini berhubungan dengan kebun kelapa sawit yang luas, berhubungan dengan banjir Sumatera, pokoknya dikait-kaitkan ke sana. Dan tujuan terbakarnya ini menurut rumor yang liar tersebut adalah dikarenakan adanya bukti yang harus dibumi hanguskan atau dibakar atau dihilangkan. Benarkah demikian? Nah, hari ini gua mau ngajak kalian untuk membahas kasus ini yang mana ini cukup mencengangkan buat kita. kita bakal membahas kronologi kejadiannya, bagaimana kondisi gedungnya, dan siapa saja orang-orang yang menjadi korban serta bertanggung jawab di dalam kejadian mengerikan ini. Namun sebelum itu, gua minta waktu kalian sedikit untuk mendoakan para korban di dalam kasus ini. Alfatihah. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan selengkapnya, Geng. Langsung aja. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. Genggeng. Jadi, Geng, peristiwa kebakaran ini terjadi di Jalan Legend Suprapto nomor 17, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tepatnya sekitar pukul 1230. Nah, itu kayak jam .30 satu di mana orang tuh lagi istirahat, lagi mau makan siang gitu ya, mau ibadah juga. Wah, sedih banget. Di saat itu suasananya lagi jam istirahat memang ya. Semua orang makan siang. Jadi sebagian karyawan memang sedang makan dan ada yang keluar gedung dan sebagian lainnya masih berada di lantai 2 sampai lantai 6. Dan titik awal api itu mulai ketahuan dari lantai satu. Kebayang tuh kalau titik awalnya dari lantai paling atas orang-orang bakal menyelamatkan diri ke bawah. Nah, ini dari lantai 1. Gimana kabar yang di atas? Mau turun ke bawah enggak mungkin. Mau lompat ketinggian. Di saat itu api berasal dari tempat penyimpanan baterai litium untuk drone. Menurut Kapolres Jakarta Pusat, Pak Susatyo Purnomo Condro, ada satu baterai ya, baterai dari drone yang tiba-tiba terbakar, meledak. Karyawan yang mengetahui kejadian itu sempat berupaya memadamkan kobaran menggunakan beberapa apar. Nah, namun usaha tersebut tidak berhasil menghentikan perambatan apinya dan di dalam beberapa menit aja asap tebal sudah mulai naik ke lantai lantai di atasnya. Nah, kondisinya jadi kacau banget. Suhu meningkat cepat, asap hitam pekat memenuhi tangga dan ruangan, dan oksigen mulai menipis. Karyawan yang berada di lantai 2 hingga lantai 6 itu posisinya jadi terjebak. Dan walaupun apinya besar ada di lantai satu, tapi medan berbahaya justru ada di lantai atas karena asapnya menggumpal di sana. Kemudian para petugas pemadam kebakaran akhirnya datang pada jam 1250 untuk melakukan penanganan awal kebakaran. Lalu ada sekitar 29 unit pemadam kebakaran dan ada ratusan personil pemadam kebakaran yang ikut memadamkan api di gedung PT Teradrone tersebut. Dari total sekitar 80 karyawan yang ada di gedung di saat itu, kebanyakan memang sedang tidak berada di dekat pintu keluar. Itulah kenapa proses evakuasinya menjadi sulit. Tim pemadam yang datang pun kesulitan menjangkau area dalam gedung karena aksesnya cuma satu buah pintu di lantai dasar. Tangga di dalam gedung juga sempit sehingga menjadi jalur evakuasi yang tidak ideal dan cepat tertutup asap. Di tengah proses evakuasi yang besar-besaran, sebuah video viral itu sempat memperlihatkan belasan karyawan yang terjebak di area roof gedung, Geng. Mereka terlihat berdiri di sudut atap sambil melambaikan tangan, meminta pertolongan karena asap pekat mulai memenuhi lantai-lantai bawah. Nah, menanggapi hal tersebut, Kasat Res Krim Polres Metro Jakarta Pusat yaitu AKBP Robi Saputra menegaskan kalau seluruh orang di dalam rekaman tersebut sudah berhasil diselamatkan. Nah, menurut Pak Robi ini juga total ya terdapat 19 orang yang sempat naik hingga lantai paling atas untuk menghindari asap tersebut dan tim dangkar yang mencapai rooftop itu berhasil mengevakuasi mereka satu persatu dalam kondisi yang selamat. Kepastian ini ya sekaligus menepis kekhawatiran publik bahwa sebagian dari mereka mungkin menjadi korban jiwa. Nah, tapi sayangnya nih, Geng, nasib puluhan karyawan yang lain gak seberuntung itu. Ketika pemadam akhirnya berhasil masuk ke dalam itu menembus lantai atas, ya di saat itu pemadam menemukan 22 orang meninggal dunia terdiri dari 15 perempuan dan 7uh orang laki-laki. Innalillahi wa inna ilaihi roajiun. Alfatihah ya untuk para korban saudara-saudara kita yang terjebak di sana. Mereka bisa dikatakan ya mati syahid. Kenapa mati syahid? karena mereka meninggal di dalam tugas sedang bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Ini orang-orang baik sih biasanya mereka semua ditemukan di lantai atas dengan kondisi diduga kuat kehabisan oksigen, bukan terbakar api. Jadi menunjukkan ya ini apa ya mereka itu meninggal karena asapnya itu beracun dan minimnya ventilasi menjadi ancaman terbesar di dalam insiden ini. Dan akhirnya geng kebakaran ini bisa sedikit dikendalikan oleh petugas di jam 1738. Jadi udah mau magrib gitu, Geng. Ada juga temuan akses antar lantai yang menyempit sehingga menyulitkan evakuasi. Nah, inilah geng pentingnya ya di gedung-gedung seperti ini ya, di gedung perusahaan seperti ini itu harus lengkaplah jalur evakuasinya, aparnya ya alat-alat pemadam sederhana gitu ya. Itu harus lengkap sebenarnya. Kapores Jakarta Pusat itu sempat menjelaskan, Geng, kalau penyelidikan tuh masih berlangsung mulai dari memastikan sumber awal api, apakah benar dari baterai drone atau justru ada pemicu lain nih. Nah, sampai kemungkinan adanya unsur kelalaian, penyimpanan, SOP, keselamatan, maupun izin gedung. Eh, kenapa ya? Kalau kebakaran gini tuh biasanya yang disalahin kanleting listrik biasanya. Nah, kalau ini kan termasuk consleting juga nih karena berasal dari baterai ya kan. Di saat itu pemilik usaha, pemilik gedung serta saksi-saksi semuanya udah dipanggil untuk diperiksa. Bahkan beberapa orang langsung dibawa ke Polres di hari itu juga untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dan enggak cuma itu, ada seorang Kapolsek Kemayoran juga ikut sampai luka-luka di bagian tangan saat proses evakuasi sedang dilakukan dan beliau langsung menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Untuk para keluarga korban ya, Geng. Polisi membuka posco identifikasi di Rumah Sakit Pori Keramat Jati. Seluruh jenazah dibawa ke sana untuk proses identifikasi lebih lanjut dan pendampingan bagi keluarga. Jadi kalau kita lihat secara keseluruhan kebakaran ini berawal dari satu titik kecil. Sebuah baterai drone ya yang diduga ya yang terbakar api terus merembet menjadi tragedi besar karena beberapa faktor penyimpanan bahan yang mudah terbakar di ruang yang tertutup. Enggak ada ee apa ya? Enggak ada ventilasi lah ibaratnya. Terus akses evakuasinya terbatas banget. asap pekat yang naik sampai ke lantai atas dan minimnya ventilasi udara tadi membuat para korban di lantai atas kehabisan oksigen sebelum sempat diselamatkan. Ada juga kesaksian yang datang dari Rian namanya petugas keamanan yang berada di lokasi saat insiden terjadi. Nah, dia ini bilang dia sempat mendengar suara ledakan yang cukup keras beberapa saat sebelum apinya mulai membesar. Menurut pengakuan Rian ini, ledakan itu menjadi titik awal kepanikan karena ya hanya dalam hitungan detik tiba-tiba api langsung terlihat merambat begitu besar. Nah, Rian ini menjelaskan kalau kobaran awal sebenarnya berukuran kecil dulu, namun langsung menyambar berbagai barang di sekitarnya. Kebetulan karena apa sepi itu kan item dengan bat dia ngebul langsung kalari ke atas. Oh, karena memang enggak ada pintu darurat lainnya, Pak. apa-oping tangga maling. Kardus-kardus yang tersimpan di lantai satu itu mempercepat perambatan api sekaligus mempertebal asap yang naik ke lantai atas. Kesaksian ini memperkuat dugaan bahwa lantai pertama ya memang menjadi area awal munculnya kebakaran sebelum akhirnya menjalar tidak terkendali ke seluruh bagian gedung. Dan selain Rian tadi juga ada kesaksian dari seorang HRD yang bernama Safa. Setelah kejadian kebakaran itu, Safa ini langsung menelepon ibunya yang namanya Dea Anjani. Jadi, Safa ini cerita kalau saat masih pagi itu dia masih ngobrol sama bosnya di perusahaan dan juga masih makan siang bareng sama teman-temannya. Tapi pada saat siang itu teman-temannya dan juga bosnya udah enggak ada lagi meninggal dunia di dalam kejadian tersebut. Dan dia ini bilang anaknya menjadi satu-satunya karyawan yang berhasil selamat saat berada di gedung lantai 3 tersebut. Dan berdasarkan cerita anaknya, Safa itu langsung turun dari lantai 3 saat kejadian sehingga dia berhasil selamat duluan. Sekarang, Geng, kita bakal masuk nih, Geng, dari hasil penyelidikan sementara atas kasus ini. Seperti apa fakta-fakta yang ditemukan dari hasil penyelidikan sementara yang sudah dikumpulkan oleh polisi nih, Geng, ya. mulai kelihatan tuh gambaran kenapa kebakaran di gedung PT Teradrone Indonesia ini bisa berdampak sebesar itu. Pihak Kapolres Metro Jakarta Pusat itu menjelaskan kalau Gedung Cempaka Baru Kemayoran ini ternyata bukan sekedar kantor operasional, tapi juga tempat servis dan perbaikan drone. Aktivitas teknis semacam itu otomatis membawa resiko tambahan terutama terkait baterai litium yang sensitif terhadap panas dan kerusakan fisik. Makanya, Kak kalau misalkan kalian naik pesawat nih, Geng, sering banget kan di pesawat itu ya kayak power bank itu sebenarnya gak bisa ya gak bisa dibawa kalau terisi. Terus kalau kalian punya pot atau vape gitu ya, kan ada baterainya, baterainya harus dicopot. Dan terkadang ada juga beberapa maskapai yang tidak memperbolehkan laptop berada di dalam tas ketika naik ke kabin. Laptop itu pasti diminta untuk dikeluarkan dari dalam tas supaya tidak panas. Atau kalau misalkan laptopnya bisa cabut baterai itu lebih baik. Biasanya kayak gitu, Geng. Kasat Res Crim Porres Jakarta Pusat di saat itu juga mengatakan kalau Teradrone ini memang perusahaan asal Jepang, tapi operasionalnya di Jakarta dipimpin oleh orang Indonesia. Sampai saat ini tujuh saksi sudah diperiksa yaitu enam karyawan dan satu warga sekitar ya untuk bisa merangkai urutan kejadian sebelum api tersebut membesar. Berdasarkan keterangan awal yang masuk, titik awal api diduga berasal dari baterai drone yang berbahan litium yang terbakar di lantai satu. Upaya memadamkan api menggunakan apar itu sebenarnya sempat dilakukan, tapi enggak berhasil menghentikan laju perkembangan apinya. Dalam hitungan menit, asap tebal naik ke lantai atas yang mana ini membuat evakuasi menjadi lebih sulit dan memperparah jumlah korban. Walaupun dugaan sementara sudah mengarah ke baterai drone, tapi polisi masih e menunggu penyebab pastinya dari hasil pemeriksaan tim lab 4 terlebih dahulu. Dan mereka sedang menganalisa ya sisa-sisa material yang ada, pola sebar api, dan kemungkinan adanya faktor lain yang memicu kebakaran ini. Dan sampai saat ini belum terdeteksi, Geng. Dan pihak kepolisian juga mengatakan kalau mereka akan berkoordinasi dengan Pemkot Jakarta Pusat untuk bisa mengevaluasi ulang izin usaha gedung bertingkat tersebut. Kalau nanti terbukti ternyata ada kelalaian administratif maupun teknis, tindakan tegas termasuk penghentian sementara operasional bukan cuma mungkin, tapi sangat-sangat bisa terjadi. Semua demi memastikan tragedi serupa tidak terulang lagi. Untuk korban yang meninggal itu total ada sebanyak 22 orang, Geng. Ya, saat ini mereka semua sudah teridentifikasi e dari identitas-identitasnya dan dari keterangan resmi kepolisian, penyebab utama meninggalnya mereka ternyata bukan karena terbakar ya. Jadi mereka ini menghirup asap pekat ya dan gas beracun yang memenuhi lantai-lantai atas gedung. untuk penyebab kematian berdasarkan dari pemeriksaan ee staf dan para ee personil spesialis forensik kami itu mengarah kepada terhirupnya asap dan kemudian gas CO. Karo docpol pushdo kes brickjen nyoman Edi Purnama itu sempat menjelaskan kalau dari hasil pemeriksaan forensik menunjukkan mayoritas korban meninggal akibat keracunan karbon monoksida atau CO. Dan gas ini sangat berbahaya karena ketika oksigen di udara hilang akibat asap tebal tubuh malah menyerap CO yang jauh lebih cepat mengikat darah. Dan begitu kadar CO ini tinggi masuk ke tubuh korban bisa kehilangan kesadaran dan akhirnya enggak tertolong lagi meninggal dunia. Hasil laboratorium yang dilakukan oleh tim forensik juga menguatkan temuan ini. Tes darah korban menunjukkan kadar karbon monoksida yang sangat tinggi sesuai dengan kondisi seseorang yang meninggal akibat menghirup gas beracun. Jadi mirip banget. Selain itu, Geng, seluruh korban itu mengalami luka bakar derajat dua. Kulit melepuh ya tapi itu bukan penyebab utama kematiannya karena mereka sudah meninggal duluan dan barulah terbakar. Nah, luka bakar ini lebih menjadi tanda bahwa mereka berada di dalam suhu yang ekstrem sebelum akhirnya kehabisan oksigen. Jadi kayak maaf ya, bukan terbakar langsung tapi kayak kepanggang gitu. Tuh lu tahu kan oven? Oven biasanya kita naruh makanan di bawah ya untuk dipanggang tapi apinya tuh di atas enggak menyentuh langsung ke makanannya. Dan seperti itulah kurang lebih sedihnya ya. Mereka udah menghirup asap tebal yang beracun. Mereka juga kepanasan gila-gilaan. Dan tim DVI Polri itu bekerja tanpa henti, Geng. Sejak hari kejadian mereka memastikan identitas korban adalah kunci agar segera mendapatkan kepastian dan membawa pulang jenazah ee keluarga mereka ini. Dan upaya identifikasi enggak cuma mengandalkan sidik jari aja, tim dokter sampai menggunakan berbagai metode lain, Geng. Seperti pemeriksaan struktur gigi, kecocokan catatan medis sampai properti atau barang pribadi korban yang masih melekat di tubuh kayak dompet, gelang, cincin, dan segala macam. Dan kombinasi metode ini penting banget. Apalagi mengingat sebagian korban mengalami luka bakar sehingga beberapa ciri fisiknya udah mulai sulit dikenali. Kadang ada yang mukanya hancur gitu. Menurut Karum Kid Polri Brickjen Prima Hereru, proses identifikasinya berlangsung cepat dan intensif. Pada hari pertama Selasa, tim DVI berhasil mengidentifikasi tiga jenazah. Di hari Rabu, proses berjalan lebih cepat dan mengidentifikasi 19 jenazah lain. Total 22 kantong jenazah berhasil diselesaikan hanya dalam kurun waktu 2 hari kerja. Sebuah upaya yang menunjukkan betapa kerasnya kerja tim forensik. Dan penyerahan jenazah kepada keluarga dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tiga jenazah diserahkan pada Selasa malam, 7uh pada Rabu pagi, dan 12 sisanya pada Rabu sore. Semua proses dilakukan dengan cermat supaya tidak ada kesalahan identifikasi. Nah, jadi ini gua terahkan nih beberapa hasil identifikasi para jenazah dari korban PT Teradron ini. Yang pertama itu ada yang namanya Rufaida Latifunisa. Dia ini perempuan berusia 22 tahun teridentifikasi berdasarkan sidik jarinya. Catatan medis dan propertinya juga diterakkan. Nah, terus yang kedua ada Yoga Valdier Yasir. Seorang laki-laki yang berusia 28 tahun teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan gigi, medis, serta properti. Nah, terus yang ketiga ada Dela Yohanna Simanjuntak, seorang perempuan yang berusia 22 tahun beralamatkan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Karena ada banyak banget korbannya, Geng. Gua bakal nampilin aja listnya dari para korban ini. Kalian bisa lihat, ya. Dan dari para korban ini juga ada sebuah kisah yang sangat menyayat hati di mana salah satu korbannya adalah seorang ibu yang sedang hamil 7 bulan. Wah, sedih banget. Di dalam sebuah video yang beredar di media sosial itu, ada seorang laki-laki yang bernama Ilham yang merupakan suami dari korban yang hamil ini. Dia sampai nangis-nangis, Geng. Ya, saat mendengar kabar kalau istrinya menjadi korban yang meninggal dunia di dalam kebakaran PT Teras Drone ini. Jadi, Geng, korban ini juga sudah teridentifikasi dengan nama Novia Nurwana berusia 28 tahun yang teridentifikasi lewat sidik jari, gigi, dan medis serta properti yang dipakai. Diketahui geng, Novia ini diperkirakan akan bersalin atau melahirkan pada Januari 2026 sebentar lagi bulan depan. Dan takdir berkata lain dia harus pergi untuk selama-lamanya bersama bayi yang dia kandung. Nah, kemudian jenazahnya dipulangkan kepada keluarga dan akan dimakamkan di kampung halamannya yang berada di Lampung. Oke, di dalam kasus ini, Geng, akhirnya pihak kepolisian menetapkan Dirut PT Teradrone menjadi tersangka. Kok bisa? Nah, sekarang kita bahas nih persoalan ini. Setelah proses penyelidikan berjalan dengan intens sejak hari kejadian, kepolisian akhirnya menetapkan langkah hukum yang cukup besar, yaitu direktur utama PT Teradron yang bernama Michael Wisnu Wardana itu resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditangkap oleh penyidik Polres Metro Jakarta Pusat. Penangkapan ini dilakukan pada hari Kamis tanggal 11 Desember 2025 setelah sehari sebelumnya status tersangka sudah ditetapkan. Kita harus ambil tindakan segera gini, Pak. Tapi enggak udah enggak bisa lagi. Bapak mau gini-gini, Pak juga bukan surat kita saya terima itu kan besok jam 10. Iya. Jadi gini, Pak. Meski pihak kepolisian belum membeberkan detail lengkap mengenai peran dari Michael Wisnu Wardana ini di dalam insiden tersebut, penetapan tersangka menunjukkan bahwa penyidik menemukan dugaan kuat adanya unsur kelalaian atau potensi tindak pidana yang berkontribusi pada tewasnya 22 orang dalam tragedi tersebut. Tapi sebelumnya, Geng, polisi juga sudah memeriksa enam orang saksi kunci. Empat di antara saksi kunci itu ada karyawan yang berada di lokasi saat kebakaran terjadi dan dua lainnya itu merupakan staf HRD dari perusahaan tersebut. Nah, pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan apakah ada pelanggaran prosedur keselamatan, kelalaian manajemen, atau faktor lain yang membuat dampak kebakaran menjadi sangat fatal. Nah, setelah penyidik menemukan dugaan kuat adanya unsur kelalaian maupun potensi kesengajaan dalam peristiwa kebakaran yang menewaskan 22 orang ini, polisi akhirnya menjerat MW dengan tiga pasal sekaligus dari kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP, yaitu Kasat Res Krim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Robi Saputra menyebutkan MW dijerat menggunakan pasal 187, 188, dan 359 KUHP. Tiga pasal ini, Geng, mencakup tindak pidana yang berkaitan dengan menyebabkan kebakaran, ledakan, kejanggalan lain yang menimbulkan korban jiwa. Baik karena unsur kesengajaan maupun kelalaian berat. Pak Robi ini menjelaskan kalau ancaman hukuman untuk pasal-pasal ini enggak main-main. Kalau terbukti bersalah, ya si Pak MW tersebut bisa terancam hukuman 5 sampai 12 tahun penjara tergantung pada tindakan yang dinilai paling bertanggung jawab atas tragedi ini. Dengan dikenakannya pasal-pasal tersebut, proses hukum semakin jelas arahnya. penyelidikan sudah bergerak masuk ke tahap penyidikan yang menilai secara rinci tingkat kesalahan dan tanggung jawab dari pihak manajemen perusahaan. Geng, atas kejadian ini, atas tertangkapnya pimpinan perusahaan dan juga terjadinya kebakaran ini, apa nih tanggapan dari pihak Teradrone sendiri? Sekarang kita masuk ke dalam pembahasannya. Jadi, geng, dari sisi perusahaan akhirnya muncul pernyataan resmi dari manajemen PT Teradrone Indonesia terkait tragedi kebakaran yang merenggut nyawa 22 orang karyawan mereka. Melalui laman resmi perusahaan, manajemen sempat menyampaikan duka yang sangat mendalam atas insiden yang terjadi dan menegaskan kalau peristiwa ini meninggalkan luka besar baik bagi perusahaan maupun keluarga korban. Dan di dalam pernyataannya, manajemen menyebutkan kalau mereka mengkonfirmasi hilangnya karyawan akibat kebakaran tersebut dan mereka juga menyampaikan belas sungkawa setulus-tulusnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Perusahaan juga menegaskan kalau mereka turut merasakan kesedihan yang amat mendalam. Nah, selain itu manajemen juga menekankan kalau keselamatan dan kesejahteraan karyawan selalu menjadi prioritas utama perusahaan. Dan setelah kejadian ini, PT Teradron Indonesia menyatakan sedang bekerja sama penuh dengan pihak berwenang untuk mendukung proses investigasi yang sedang berjalan supaya penyebab dari kebakaran bisa diungkap dengan jelas. Nah, fokus dari perusahaan ini adalah memberikan dukungan kepada seluruh karyawan dan keluarga korban. Dukungan ini termasuk penyediaan akomodasi, bantuan kemanusiaan sampai pendampingan yang dibutuhkan selama masa krisis. Dan mereka juga memastikan kalau setiap perkembangan resmi dari pihak berwenang bakal disampaikan kepada publik secara transparan, Geng. Terus, Geng, dari sisi internal perusahaan, HRD dari Teradrone yang bernama Umaidi Suhari itu sudah angkat bicara soal nasib para korban. Dia menegaskan satu hal, yaitu seluruh hak karyawan yang meninggal dunia bakal dipenuhi tanpa terkecuali. Menurut Pak Umaidi ini, perusahaan sudah berkomitmen memproses semua hak normatif sesuai aturan yang berlaku, termasuk jaminan sosial ketenagakerjaan mereka. Bahkan peserta magang yang ikut menjadi korban juga itu bakal mendapatkan hak yang sama. Kebayang tuh ya anak magang loh lagi menuntut ilmu di sana tahu-tahu meninggal dunia. Dan nantinya perusahaan juga bakal memberikan santunan duka bagi keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab moral. Meski dia mengakui santunan itu enggak mungkin bisa menggantikan segala kehilangan besar yang sudah dialami oleh keluarga, tapi setidaknya bisa sedikit membantu. Kondisi di lapangan sendiri, gedung yang hangus membuat para karyawan yang selamat sementara waktu dirumahkan. Perusahaan juga menyiapkan layanan psikologis karena banyak dari para karyawannya yang masih syok ya, trauma, mengalami guncangan emosional. Dan Pak Umaidi menegaskan kalau fasilitas gedung mulai dari lift sampai dengan tangga sebenarnya tersedia seperti ruko perkantoran pada umumnya. Cuma di situasi ketika kebakaran terjadi benar-benar sudah di luar kendali. Pak Umaidi juga menjelaskan kalau gedung tersebut sudah disewa oleh perusahaan selama 2 tahun terakhir untuk operasional drone di sektor agrikultur. Perusahaan menggunakan drone berukuran besar yang difokuskan untuk kebutuhan pertanian, Geng. Nah, terus geng Gubernur DKI Jakarta, Pak Pramono Anung itu juga buka suara soal kondisi gedung ruko teradron yang hangus terbakar. Dia menegaskan satu hal yang cukup krusial. Bangunan itu ternyata tidak memiliki sertifikat like fungsi SLF. Enggak ada. Jadi enggak memenuhi standar kelayakan yang diwajibkan. Gua heran deh, kenapa sih di Jakarta tuh banyak banget kayak gini? Kayak ada kejadian kebakaran, ada gedung runtuh dan segala macam. Di situ baru ketahuan tidak ada SLF lah, tidak ada IMB lah, tidak ada HGB lah. Ke mana aja petugasnya ngapain aja? Kenapa ketahuannya pas udah terjadi gitu? Selama ini ngapain main domino? Aduh heran banget gua sama negara kita. Dan Pak Pramono juga langsung memerintahkan jajarannya untuk menyisir dan memeriksa kembali seluruh bangunan di Jakarta dalam beberapa pekan ke depan. Menurut beliau, masalah terbesar justru bukan pada gedung-gedung tinggi yang administrasinya biasanya lengkap, melainkan pada bangunan-bangunan yang kecil yang tumbuh spontan. Tiba-tiba ada, termasuk ruko-ruko seperti yang terbakar di Kemayoran. Beliau juga menekankan kalau pemerintah daerah bakal menertibkan bangunan yang tidak memenuhi standar keamanan supaya kejadian kayak gini enggak terulang. Fokusnya jelas banget. Memastikan setiap gedung, terutama kategori ruko benar-benar memenuhi aturan keselamatan sebelum bisa dioperasikan. Pak Pramono menekankan kalau Pempr DKI sudah menanggung seluruh biaya pemakaman dan perawatan para korban. Terus, Geng, ya, di tengah ramainya pembahasan tentang kebakaran ini, ada satu hal yang membuat orang-orang bertanya-tanya. Jadi, ada tuduhan yang menjadi rumor seperti bola api liar yang enggak berarah entah dari mana datangnya. Jujur aja sebenarnya gua agak berat menyampaikan ini, tapi gua tetap sampaikan ke kalian karena ini menjadi sebuah informasi yang sedang ramailah di media sosial dan di media mainstream saat ini. Jadi, ada yang menuduh kalau kejadian kebakaran ini adalah salah satu upaya untuk menghapus barang bukti. Bukti apa? Nah, jadi katanya ini ada hubungannya dengan banjir Sumatera, Geng. Karena saat ditelusuri lebih lanjut ya, ternyata PT Teradron ini pernah membantu memetakan perkebunan kelapa sawit tepatnya di Riau. Jadi ada data resmi yang memang nunjukin kalau aktivitas pemetaan sawit di Sumatera memang jadi bagian dari rangkaian proyek operasional mereka. Nah, jadi ada yang menuduh nih ya, kalau apa jangan-jangan karena sekarang sedang viral banjir di Sumatera yang mana ini dikaitkan dengan penebangan pohon, penembangan hutan, penggundulan lahan yang sangat luas lalu ditanami dengan sawit. Jadinya pihak merkid data ya kan biasa kan kalau kebun sawit itu kan sering banget tuh dipetakan pakai drone dicek dari atas gitu. Mereka yang punya data lengkap ini langsung dibumi hanguskan supaya data-data yang mereka punya juga ikut dibumi hanguskan. Nah, itulah tuduhan yang sedang beredar sekarang. Dan dengan kompleksitas teknologi plus aktivitas lapangan yang mereka tangani sehari-hari, insiden kebakaran ini diprediksi akan membuka diskusi lebih luas nih soal standar keamanan penyimpanan baterai drone, prosedur operasional, dan proteksi keselamatan kerja di industri pemetaan udara yang sedang naik daun ini. Nah, kalau kita cek dari informasi resmi perusahaan ya, deretan klien yang pernah pakai layanan mereka itu bukan main-main, Geng. Mulai dari Waskita, Wika, Pertamina, PP, Pelindo 3, Mobil, terus ada Brantas Energi, SKK Migas, PLN bahkan dan masih banyak lagi. Yang lebih menariknya lagi di dalam 5 tahun terakhir mereka mengaku sudah menyelesaikan survei udara di area lebih dari 600.000 hektar konsesi dan 2.500 km koridor lintas sektor dari migas, konstruksi, pertambangan, utilitas sampai dengan perkebunan, Geng. Nah, jadi itulah geng ya. Gimana tuh menurut kalian? Kalian merasa curiga juga enggak dengan apa yang terjadi ini? Gimana, Geng? Tentang pembahasan mengenai tragedi tersebut. Tragedi kebakaran gedung Teradron Kemayoran. Mulai dari kronologinya, penyebab sementara, investigasi, penetapan tersangka sampai ke rumor yang beredar. Nah, jadi ini bukan cuma soal kebakaran besar, namun tentang bagaimana satu celah kecil di dalam keamanan bisa berubah menjadi bencana yang besar dan merenggut 22 nyawa sekaligus. Gimana, G menurut kalian? Apakah ini memang murni kebakaran seperti kasus lainnya atau ini merupakan salah satu cara dari pihak-pihak tertentu untuk menghapus bukti-bukti yang tersimpan di PT Teradron yang mana mereka dikatakan ada kaitannya dengan ee pemetaan kelapa sawit yang merujuk kepada bencana yang sedang terjadi di Sumatera. Coba deh, Geng, tuliskan pendapat kalian di kolom komentar. Gua pengin tahu