Transcript
im1DMKafcsw • ALFAMART EMPLOYEE DINA OKTAVIANI HAD A TERRIBLE ENDING AFTER CONFIDING IN HER SUPERVISOR
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1563_im1DMKafcsw.txt
Kind: captions
Language: id
Oke, Geng. Sebelum kita masuk ke dalam
pembahasan ini, gua mau disclaimer dulu,
ya, kalau pembahasan ini tidak bermaksud
untuk melanggar aturan YouTube atau
membuat sesuatu yang dilarang oleh
YouTube. Ini murni adalah sebuah
informasi dan semoga bisa menjadi
edukasi untuk kita semua agar lebih
berhati-hati lagi terhadap semua orang,
termasuk orang yang baik banget terhadap
kita atau yang kita percaya banget
karena belum tentu dia benar-benar baik.
Siapa tahu ada maunya. Oke, seperti
kasus ini, Geng. Kita pasti punya teman
yang dijadikan sebagai tempat untuk
meluapkan berbagai keluh kesah.
Kebanyakan keluh kesah terhadap
kehidupan. Mulai itu pekerjaan, masalah
keluarga, bahkan ada yang sampai ke
masalah percintaan ya. Baik yang masih
pacaran maupun yang sudah berumah
tangga. Nah, tapi gimana jadinya nih,
Geng? Ya, kalau orang yang kita percaya,
orang yang selalu kita jadikan tempat
untuk curhat tiba-tiba justru menjadi
orang yang suatu hari nanti akan
melakukan tindakan yang mengerikan
terhadap nyawa kita, gitu ya. Kayak
misalkan ya, lu udah percaya banget nih
sama teman lu gitu ya. Menjadikan dia
tempat sandaran, menjadikan dia tempat
pelarian untuk bercerita, tapi tiba-tiba
ternyata suatu hari dialah orang yang
akan menjadi alasan lu bertemu dengan
ajal. Hari ini kita bakal membahas nih
sebuah kisah yang serupa yaitu eh kasus
yang lagi menggemparkan di jagat media
sosial di Indonesia tentang aksi
penghilangan nyawa dari seorang
perempuan yang bekerja di salah satu
minimarket besar di Indonesia. Namanya
adalah Dina Octaviani.
Korban ternyata seorang wanita bernama
Dina Oktaviani, 21 tahun yang merupakan
warga Dusun Kiara. Pihak keluarga korban
sudah memastikan jenazah Dina adalah
anggota keluarganya.
Nah, mengapa kasus ini bisa viral di
media sosial? Ya, karena biasanya
kasus-kasus di mana seorang perempuan
dieksekusi itu enggak jauh-jauh
pelakunya pasti laki-laki atau biasanya
pasangannya sendiri, mau itu pacar
ataupun suaminya. Tapi di kasus ini agak
berbeda karena yang mengeksekusi atau
menghabisi Dina adalah bos di tempat dia
bekerja atau ya apa ya atasannya lah.
Enggak cukup sampai di situ yang membuat
banyak orang bersimpati dengan kejadian
ini. Karena Dina ini ditemukan dalam
kondisi yang sudah ee benar-benar
mengenaskan tepat di hari ulang tahunnya
dia. Sedih banget ya. Dan kabarnya kasus
ini berawal dari curhatan Dina kepada si
pelaku. Namun tiba-tiba ya entah
bagaimana ceritanya tiba-tiba pelaku ini
justru mm apa ya? Berujung pada tindakan
yang mengerikan. Apa yang sebenarnya
terjadi di antara mereka? Apa ini
berkaitan dengan permasalahan di tempat
kerja atau urusan asmara? Nah, di
pembahasan kali ini kita akan coba
membahas secara lengkap tentang kasus
ini mulai dari kronologinya sampai
dengan fakta-fakta terkait kasusnya.
Langsung aja kita masuk ke dalam
pembahasannya. Halo, Geng. Welcome back
to kamar Jerry
[Musik]
Genging. Oke, sebelum kita bahas
kronologinya, kita bahas dulu profile
dari korban dan juga si tersangkanya.
Jadi, geng, korban di dalam kasus ini
bernama Dina Oktaviani. Seorang
perempuan yang lahir pada tanggal 7
Oktober 2004. Berasal dari Desa
Talunjaya, Kabupaten Karawang, Jawa
Barat. Nah, dia ini lahir dan tubuh
besar di daerah pedesaan yang mana hal
ini menuntut Dina untuk bisa mencari
kehidupan yang lebih baik lagi. Untuk
itu, dia memilih untuk bekerja sebagai
kasir dari minimarket besar di Indonesia
yaitu Alfamart yang berlokasi di rest
area KM 75 tol Cikampek Padalarang atau
Cipularang. Nah, Kabupaten Purwakarta.
Nah, dia ini menekuni pekerjaannya
tersebut dengan giat dan tidak pernah
bermasalah di tempat kerjanya, Geng. Dan
semua orang bisa dikatakan menyukai dia
karena sosoknya yang baik dan tidak
neko-neko. Nah, meskipun dia memilih
untuk bekerja, tapi dia tidak
meninggalkan pendidikannya ke jenjang
perguruan tinggi. Dia tahu kalau membagi
waktu antara bekerja dan kuliah bukanlah
hal yang mudah, tapi ini tidak menjadi
alasan buat Dina untuk memilih salah
satu di antara pekerjaan atau
pendidikan. Sebab buat dia pekerjaan dan
pendidikan sama-sama merupakan
prioritas. dan dia enggak pernah
mengeluh di dalam menjalankan perannya
sebagai karyawan dan mahasiswi sekaligus
dia yang sangat pekerja keras dan tidak
pernah menyerah membuat orang tuanya
sangat bangga terhadap sosok Dina ini.
Untuk itu, bagi orang tua dan
keluarganya tentu Dina menjadi seorang
anak yang membawa harapan bagi keluarga.
Dia ingin agar Dina bisa sukses di masa
depan sebagai hasil dari kerja kerasnya
selama ini. Dina juga sepertinya aktif
membuat konten di TikTok dengan username
Anyun. nya itu empat kali. Nah, di mana
Dina ini sering membagikan kesehariannya
mulai dari saat dia bekerja, nge-gymkan
ya dan lain-lain. Dan di tempat
kerjanya, Dina ini memiliki seorang bos
atau atasan yang jabatannya sebagai
kepala toko. Dia bernama Heryanto.
Usianya tidak terpaut jauh dari Dina.
Ya, Heryanto ini masih berumur 27 tahun.
Dia berasal dari Kampung Pasir Oa, Desa
Wanawali, Kecamatan Cibatu, Purwakarta.
Diketahui jika Heryanto sudah menikah
dan saat ini ya ee dia sudah memiliki
seorang anak yang masih kecil. Ayahnya
Heryanto itu bernama Karsa. Dia
mengklaim kalau anaknya ini dikenal
sebagai sosok yang memiliki kepribadian
yang baik. Enggak terlihat ada yang aneh
dari sifat maupun dari bagaimana ketika
Heryanto berhubungan dengan orang-orang
sekitar. Bahkan setelah Heryanto menikah
pun ya ayahnya Karsa juga tidak pernah
melihat e kalau Heryanto ini memiliki
masalah yang menimpa dia. Dan memang
Heryanto ini sendiri juga tidak pernah
berkeluh kesah kepada Karsa terkait
kehidupannya. Dan oleh karena itu, wajar
kalau ayahnya Karsa merasa bahwa
kehidupan anaknya itu baik-baik aja.
Entah sebenarnya Herianto menutupi hal
ini atau karena memang benar tidak ada
masalah di dalam kehidupan anaknya. Ya,
cuma di saat itu ya di suatu waktu Karsa
mengaku sempat mendengar keinginan
Herianto untuk meminjam uang ke bank.
Nah, jadi dia ada permasalahan ekonomi
nih.
Nah, mendengar keinginan anaknya ini ya,
Karsa pernah memberikan nasehat. Kurang
lebih dia itu berpesan. Kalau cicilannya
terjangkau dengan gajinya Herianto, maka
silakan aja meminjam ke bank. Dan kalau
enggak ya lebih baik jangan. Karsa
sebagai seorang ayah memberikan nasihat
seperti itu karena dia takut. Kalau
Heranto tidak bisa bayar hutang
tersebut. Sebagai seorang ayah tentunya
Karsa siap membantu Herianto jika sedang
berada di dalam situasi yang sulit. Nah,
cuma setelah Karsa memberikan nasihat,
dia sendiri tidak tahu pasti apakah
Heryanto ini jadi meminjam atau enggak
ke bank tersebut. Dan Karsa sendiri juga
mengaku tidak mengetahui mengenai
rekan-rekan kerjanya Herianto, termasuk
dengan Dina. Jadi, enggak pernah
diceritakan oleh Herianto. Nah,
sementara itu di mata para tetangganya,
Herianto ini dikenal sebagai seorang
pria yang pendiam. Dia jarang ngumpul
dengan warga sekitar alias jarang
bergaul lah, jarang sosialisasi. Dan
mungkin dalam seminggu itu cuma beberapa
kali aja, Geng, dia ngumpul-ngumpul atau
bersosialisasi. Bahkan ketika ngumpul
itu juga Herianto tidak banyak ngomong
alias diam-diam aja dia. Ya, kemungkinan
ya apa ya, kayak bukan Anso sih, lebih
tepatnya tuh kayak ee ya udah orangnya
penyendiri gitu, Geng. Dan kemungkinan
juga mengapa Haryanto ini gak pernah
kumpul di lingkungan rumahnya atau
jarang banget ngumpul gitu ya
dikarenakan dia yang bekerja di
minimarket yang sistem kerjanya harus
shif-sifan. Nah, Wawan Hermawan selaku
kepala dusun Pasir Oa itu mengaku jarang
melihat Heryanto bergaul dengan
masyarakat sekitar.
[Musik]
Dan keberadaan dia di rumah pun ya itu
apa ya? Kayak cuma pulang kerja bentar
di tengah malam terus saat libur gitu
ya. selebihnya benar-benar dihabiskan
untuk bekerja dan rumahnya yang berada
di perbukitan yang jauh dari keramaian
juga dan tampak rumahnya itu sederhana
gitu ya dengan cat kuning. Nah, jarak
rumahnya dengan rumah tetangga juga
cukup jauh, tidak berdempetan seperti
kebanyakan rumah yang ada di kota-kota
besar. Nah, di tempat kerja nyatanya ya
Dina dan Heryanto ini bukan hanya
sebatas atasan dan bawahan, tapi mereka
memiliki kedekatan yang ee berlebih
gitu. Tapi bukan spesial ya, tapi kayak
dekat bangetlah. Nah, mungkin di sini
konteksnya bukan mengarah kepada dugaan
perselingkuhan juga. Bisa jadi karena
Dina ini merasa Herianto ini adalah
orang yang bisa memberikan dia nasehat
ya, orang yang dia tuakan, orang yang
dia percaya gitu ya. Terlebih lagi
perannya dia kan atasan nih ya kan si
Herianto ini atasan ditambah dengan
umurnya yang memang lebih tua
dibandingkan Dina. Mungkin hal inilah
yang membuat Dina merasa bahwa Herianto
cukup dewasa dalam memberikan nasehat
atau saran untuk setiap permasalahannya.
Namun Geng, siapa sangka ya, Geng, dari
curhatan itulah ya. Dari kedekatan,
sering curhat, sering cerita gitu ya, di
antara mereka berdua menjadi awal dari
sebuah malapetaka yang akan merenggut
nyawa Dina. Orang yang dia percaya, yang
menjadi sosok nyaman untuk dia untuk
bisa memberikan ee cerita-ceritanya agar
mendapatkan solusi atas masalah yang
menimpa dia. Nah, justru orang inilah
yang nantinya akan menjadi pelaku atas
tindakan mengerikan terhadap Dina. Nah,
sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan mengenai kronologi dari aksi
penghilangan nyawa Dina Octaviani ini.
Jadi, geng eh Dina ini ketika itu sedang
diliputi kesedihan sebab dia mengalami
eh problem seputar percintaan. Jadi, dia
baru putus dan enggak jelas sebenarnya
kapan pastinya hubungan antara Dina dan
mantan pacarnya ini putus. Tapi di saat
itu ya berakhirnya hubungan mereka
ternyata membuat si Dina ini jadi susah
move on. Jadi dia galau terus. Nah,
alasan berpisahnya juga dikarenakan
mantannya itu kayak udah enggak ada rasa
ke dia. Kayak udah apa ya? Udah flat
lah, udah hambar yang membuat hubungan
mereka terpaksa kandas di tengah jalan.
Nah, di saat itu Dina ini terus mencoba
untuk melupakan mantan pacarnya ini.
Namun semakin dia nyoba, Dina justru
semakin teringat. Dan hal ini tentu
membuat dia jadi resah sampai mengganggu
aktivitasnya sehari-hari ketika dia
bekerja. Nah, oleh karena itu dia
mencoba untuk meluapkan perasaannya dia
kepada Heryanto. Jadi dia ceritalah
curhat kepada si Heranto. Atasan di
tempat dia bekerja. Dia berharap kalau
Herianto ini bisa memberikan dia solusi
atas apa yang sedang dia alami. Nah, di
hari Minggu tanggal 5 Oktober 2025
sekitar jam 5.00 sore, Dina sempat
menghubungi Heryanto dengan maksud ingin
mencurahkan isi hati, mau curhat. Nah,
di informasi lain ya disebutkan kalau
Dina ini memang sering geng curhat ke si
Harianto ini terkait permasalahan
asmaranya dia. Terutama ya tentang si
mantannya ini. Karena mungkin terlalu
sering atau selalu bertemu dengan
Herianto di tempat bekerja ya Dina ini
berpikir kalau Herianto adalah orang
yang tepat untuk menjadi ee tempat
curhat mencurahkan semua isi hati. Nah,
di tengah-tengah pembicaraannya dengan
Heranto melalui chat, ya ternyata
Heranto ini bukan menasehati Dina agar
menerima keadaan dan berdamai dengan
keadaan tersebut. Herianto justru malah
mengatakan kalau dia ya mengenal seorang
dukun ya, mengenal seseorang yang bisa
ee memberikan ilmu hitam gitu. Nah,
orang yang dimaksud ini adalah seorang
paranormal dan mendengar hal itu Dina
ini justru tertarik dan mungkin dia
posisinya udah putus asa gitu ya. dia
pengin ee segera hidup tenang melupakan
mantan pacarnya. Cuma di saat itu Dina
juga bilang ke Serianto kalau dulu dia
juga pernah pakai jasa orang pintar di
kampungnya. Namun kayak ee enggak mempan
gitu. Nah, akhirnya terbesitlah niat
Dina untuk meminta bantuan kepada orang
pintar yang dikenalkan oleh si Herianto
ini. Dan oleh karena itu, mereka pun
membuat janji untuk bertemu di rumahnya
Herianto. Nah, rumah Herianto ini ada di
Purwakarta yang mana mereka akan bertemu
keesokan harinya yaitu di hari Senin
sore tanggal 6 Oktober 2025 dengan
perasaan yang lega ya karena dia
berpikir sudah saatnya dia melupakan si
mantan pacarnya udah menemukan solusi.
Akhirnya Dina pun berangkat nih menuju
ke rumah Herianto menggunakan sepeda
motor. Singkat cerita dia sampai di
rumah Herianto. Namun ketika itu mereka
enggak langsung pergi untuk menemui si
dukun yang dikenalkan oleh Heryanto ini.
Ya, tapi mereka sempat ngobrol-ngobrol
dulu. Nah, tapi ini geng sedikit e
disclaimer ya. Ada informasi lain
mengenai bagaimana Dina ini bisa bertemu
dengan Herianto di rumahnya. Kalau tadi
kan gua bilang dia datang ke rumah
Herianto menggunakan sepeda motor. Nah,
tapi ada informasi lain yang mengatakan
kalau sebenarnya mereka itu sempat
bertemu dulu di depan sebuah minimarket
di dekat Rumah Sakit Amira Purwakarta.
Nah, ini mungkin teman-teman yang dari
Purwakarta tahu tempat itu. Nah, terus
setelah bertemu di sana barulah Herianto
mengajak Dina untuk datang ke rumahnya.
Jadi, ada dua keterangan. Kita ambil
keterangan yang pertama aja. Oke, jadi
kan akhirnya Dina ini sampailah di rumah
Herianto dan pasti kalian bertanya, "Ke
mana istri dan anaknya Herianto?" Nah,
ternyata di saat itu ketika Dina datang
ke sana, istri dan anaknya Herianto
sedang tidak ada di rumah. Informasi
mengatakan kalau istrinya sedang
menginap di rumah sang ibu atau ibu
mertuanya Herianto atau di rumah saudara
mereka yang lain. Entah berapa lama di
saat itu ya, Herianto dan Dina sempat
ngobrol di sana dan topik apa yang
mereka bicarakan. Tapi selama mereka
ngobrol ya di saat itu Herianto tidak
sepenuhnya fokus dengan isi obrolan
melainkan matanya dikatakan jelalatan ke
mana-mana tertuju kepada tubuh Dina
tertuju kepada perhiasan dan barang
berharga yang dibawa oleh Dina di saat
itu. Tiba-tiba terbesitlah pikiran jahat
di hati dan kepala Haryanto. Dia ingin
menguasai barang-barang tersebut. Nah,
munculnya niat itu kemungkinan
disebabkan karena Herianto yang memang
tidak jadi meminjam uang di bank atau
mungkin dia e punya hutang lain yang
harus dia bayar. Dan itu masih dugaan
aja, Geng, ya, masih rumor. Dan ada
informasi lain yang menyebutkan ketika
Dina berada di rumah Herianto, Herianto
ini sempat meminjam uang kepada Dina
sebesar Rp1,5 juta. Dina memberikan
mentransfer uang tersebut ya, karena
mungkin posisinya di saat itu Dina itu
ya berterima kasihlah sama Herianto ya,
dimintai pinjam uang sebesar Rp1,5 juta,
dia langsung iya-iya aja. Posisinya di
saat itu setelah Dina memberikan uang
R,5 juta ternyata jumlah tersebut belum
cukup untuk Herianto. Dia menginginkan
lebih. Nah, di situlah dia mulai
berpikir untuk menguasai harta benda
milik Dina. Dan setelah memantapkan diri
ingin mengambil barang-barang tersebut,
Herianto menunggu momen yang tepat untuk
melancarkan aksinya. Sampai pada
akhirnya mereka selesai bercerita,
Herianto tidak menyia-nyiakan kesempatan
itu. Dia langsung mendekati Dina.
Tangannya langsung diarahkan menuju ke
leher dan Dina langsung eh dicengkeram
kuat-kuat lehernya. Dan gak cukup sampai
di situ aja, dia juga membekap mulut dan
hidung Dina agar kesulitan bernafas. Dan
Dina berusaha melawan dengan melepaskan
jeratan tangan Herianto. Namun tenaganya
Heranto ternyata lebih kuat dari Dina.
Dan sampai pada akhirnya Dina kehabisan
nafas lalu meninggal dunia.
Di saat itu meninggalnya Dina ternyata
enggak cukup membuat Haryanto puas. Dia
melihat Dina yang sudah tidak bernafas
ditambah dengan kondisi rumah yang sepi
membuat Herianto justru tiba-tiba muncul
nafsu untuk melampiaskan hasrat bejatnya
terhadap Dina yang sudah tidak bernyawa.
Dia merasa tidak tahan melihat tubuh
Dina dan melakukan hal yang tidak
senonoh. Di dalam kondisi ini, ya
sangat-sangat menyedihkan. Dina yang
justru 100% mempercayai atasannya yang
bernama Heryanto ini bisa menolong
keputusasaan dia. Tapi justru ini orang
yang justru ya menjadi alasan Dina
bertemu dengan ajalnya.
Terus, Geng, singkat cerita, sudah puas
dengan apa yang dia lakukan terhadap
Dina, Herianto kemudian mengambil
barang-barang milik Dina, termasuk
perhiasan, dua handphone, dan juga
sepeda motor. Cuma di saat itu
rencananya tersebut ternyata tidak bisa
apa ya lancar-lancar atau mulus-mulus
aja. Dia berpikir kalau sampai ada orang
yang menyadari bahwa ada jasad di dalam
rumahnya, nah dia bisa berurusan dengan
hukum. Dan oleh karena itu, tindakan
yang dia ambil selanjutnya adalah
menghilangkan jejak dengan membuang
jasad Dina. Dia mengambil kardus bekas
untuk meletakkan jasad dina. Lalu kardus
itu kemudian dililit dengan lakban dan
kemudian dia langsung membawa jasad dina
menuju ke kawasan Jembatan Merah
Kabupaten Purwakarta untuk kemudian
membuang jasad itu ke aliran Sungai
Citarum. Nah, masih ingin menghilangkan
jejak, Haryanto ini sempat membakar
beberapa barang-barang milik Dina
seperti sandal yang digunakan ketika
berkunjung ke rumahnya dia dan beberapa
barang lain. Jadi, di saat itu dia
benar-benar berusaha serapi mungkin agar
tidak ketahuan. Itu dia, Geng. Ya,
kurang lebih bagaimana kronologi dari
aksi penghilangan nyawa yang dilakukan
oleh Herianto terhadap Dina. Sekarang
kita bakal masuk ke dalam pembahasan
mengenai penemuan jasad dari Dina
Octaviani dan penangkapan si pelaku yang
bernama Herianto ini.
Jadi, Geng, keesokan harinya tepat di
hari Selasa tanggal 7 Oktober 2025
sekitar jam .00 pagi. Ada seorang warga
di dekat aliran Sungai Citarum, Desa
Munjul Kaler RT 030 RW005 Desa Curuk,
Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang,
Jawa Barat. dia itu sempat menemukan eh
semacam tubuh yang mengapung di
permukaan air. Pada awalnya warga ini
mengira itu adalah boneka atau manekin
lah yang dibuang ke sungai. Tapi kalau
memang itu boneka, bonekanya kok kayak
mirip banget dengan manusia asli ya.
Kulitnya itu kelihatan kayak manusia
asli. Nah, karena penasaran dan curiga
kalau jangan-jangan itu bukan boneka,
warga ini mencoba untuk memastikan dia
mendekat. Dan ketika dia mendekat, benar
aja saat dilihat lebih teliti, itu bukan
boneka, melainkan jasad manusia yang
kondisinya tidak mengenakan sehelai
benang pun. Warga yang menemukan jasad
ini pun langsung melaporkan temuannya
itu kepada kepala desa dan diteruskan
kepada pihak kepolisian, tempat di mana
ya jasad yang ini ditemukan berada
sejauh 20 km dari titik pertama kali
dibuang oleh Herianto. Nah, polisi dan
tim Minais bergerak cepat menuju lokasi
dan langsung melakukan oleh TKP dan
meminta keterangan saksi-saksi yang ada
di sekitar lokasi di mana jasad ini
ditemukan. Selanjutnya jasad ini dibawa
ke RSUD Kabupaten Karawang untuk
kemudian divisum.
Sementara ya di sisi lain nih, Geng ya,
ketika Dina ini hilang, Dina enggak
kunjung pulang ke rumah, ternyata
keluarganya khawatir banget karena tidak
biasanya Dina tidak pulang ke rumah.
Biasanya meskipun Dina ini kerja shift
terakhir, shift malam, dia selalu pasti
bakal pulang ke rumah. Terlebih lagi ini
adalah hari ulang tahunnya dia. Keluarga
ingin merayakan bersama-sama dengan
Dina. Karena keluarga di saat itu merasa
cemas, keluarganya pun melaporkan
kehilangan Dina. Namun pihak keluarga
tiba-tiba mendapatkan kabar nih. Mereka
mendengar adanya penemuan jasad seorang
perempuan. Di situlah mereka mulai
merinding. Mereka mulai membayangkan
hal-hal yang enggakenggak yang kayak
aduh apa jangan-jangan itu Dina atau
aduh gimana ya? Gitu. Nah, tanpa
berpikir panjang, keluarga langsung
menuju ke rumah sakit untuk memastikan
identitas dari jasa tersebut. Dan betapa
kagetnya mereka ketika mereka mengetahui
jasa tersebut ternyata benar adalah
Dina, anak yang menjadi harapan orang
tua serta keluarga yang sudah terbujur
kaku tidak bernyawa. Yang membuat
keluarga tambah miris lagi. Seharusnya
di hari itu adalah hari bahagia bagi
Dina dan keluarga karena itu adalah hari
lahirnya Dina atau hari ulang tahunnya.
Namun justru berubah dengan ya hari yang
penuh duka. Dari hasil otopsi awal, Dina
diduga mengalami penganiayaan berat yang
menyebabkan dia meninggal dunia dan ada
tanda-tanda kekerasan ya pada
bagian-bagian vital yang artinya dia
diruda paksa. Namun di saat itu polisi
tidak membutuhkan waktu lama untuk
mengungkap siapa pelakunya. Di dalam
waktu yang kurang dari 24 jam, polisi
berhasil menangkap Haryanto. Pada saat
itu Herianto sedang bekerja, Geng. Dan
betapa kagetnya dia ya dan para karyawan
lain serta pengunjung di minimarket yang
mana ketika polisi datang memasuki toko
langsung mencari keberadaan dari si
Herianto. Mengetahui sudah ada polisi di
sana yang datang mencari dia, Herianto
enggak berkutik. Tanpa perlawanan dia
pun diam saat ya polisi memegang dia dan
mempergol tangannya. Herianto dibawa ke
kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Dan ketika diinterogasi oleh pihak
kepolisian, Heranto mengakui semua
perbuatannya. Dia mengakui sudah
menghabisi nyawa Dina karena terdesak
oleh kebutuhan ekonomi awalnya gitu.
Tapi pada saat Dina mendatangi rumah
Herianto, dia jadi gelap mata ketika
melihat barang-barang milik Dina.
Setelah menghabisi Dina, ya Herianto
kembali tiba-tiba tergoda dengan tubuh
Dina. Namun di saat itu dia bilang dari
awal dia enggak berencana untuk e meruda
paksa. Tapi karena udah terlanjur
ngelihat dia meruda paksa, Dina dalam
kondisi yang sudah enggak bernyawa.
Kalau dari keterangan Herianto tidak ada
indikasi kalau ini adalah motif asmara
di antara mereka. Namun ya pernyataan
Herianto juga gak bisa dipercaya Geng.
Soalnya ya korban kan enggak bisa ngasih
keterangan. Cuma Herianto doang yang
bisa ngasih keterangan. Nah, netizen pun
juga tidak percaya dengan motif tersebut
karena barang-barang yang diambil oleh
Herianto ini tidak lebih besar dari
gajinya dia di minimarket. Jadi banyak
yang memperkirakan jangan-jangan memang
niat Heryanto ini karena nafsu ya,
karena pengin ee ya gitulah meruda
paksa. Nah, kemungkinan dia suka sama
Dina. Polisi juga sudah mengamankan
barang bukti yaitu satu sepeda motor,
satu mobil, dan dua handphone. Olah TKP
juga dilakukan di rumah Heranto yang
menjadi TKP dari aksi penghilangan nyawa
terhadap Dina. Di rumahnya, polisi
menemukan barang bukti baru, yaitu
lakban, tali, gunting, dan sebilah
golok. Sebagai bentuk pengembangan
penyelidikan, kabarnya polisi bahkan
sudah mengamankan dua orang lain yang
berinisial O dan R. Nah, mereka ini
adalah warga dari Desa Manawali. O dan R
ini ditangkap di rumah mereka
masing-masing dan sudah dibawa ke kantor
polisi untuk dimintai keterangan. Tapi
terkait peran mereka, polisi masih
mendalami. Jadi, belum ada keputusan
apakah mereka ini benar-benar terlibat
atau mereka ini cuma dimintai tolong
oleh Herianto tanpa mereka tahu apa yang
mereka tolong gitu. Soalnya polisi
mendapatkan informasi kalau O dan R
sempat dimintai tolong oleh Herianto
untuk mengantarkan dia pergi setelah
aksi penghilangan nyawa itu terjadi.
Cuma O dan R ini mengaku enggak tahu
apa-apa yang dilakukan oleh Haranto di
saat itu. Nah, semuanya masih didalami.
Jadi, O dan R ini masih sebatas saksi,
Geng.
Nah, itu dia, Geng. Pembahasan kita kali
ini mengenai kasus penghilangan nyawa
dari Dina Octaviani, seorang kasir
minimarket yang dihabisi oleh bosnya
atau atasannya sendiri. Gimana, Geng,
menurut kalian tentang pembahasan ini?
Coba tinggalkan komentar di bawah.