Britain Begins to Recognize the State of Palestine! Other UN Countries Follow, Angering America a...
KFvJPIvOAkg • 2025-09-25
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Oke, Geng. Hari ini kita bakal kembali membahas persoalan perpolitikan dunia yang berhubungan dengan Palestina. Nah, pembahasan ini gua disclaimer dulu bukan untuk menyudutkan pihak manapun. Tidak bermaksud untuk ee melanggar aturan YouTube atau melanggar hal yang dilarang oleh YouTube gitu ya. Tapi ini murni adalah sebuah informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua. Oke. Nah, jadi geng ceritanya saat ini tuh ya negara-negara di dunia sudah mulai sadar dengan apa yang dilakukan oleh Isriwil kepada Palestina. Sudah terbuka matanya bahwa apa yang dilakukan oleh negara Zionis yang satu ini adalah genosida dan sudah mulai banyak negara-negara yang pada akhirnya ingin mengakui Palestina sebagai sebuah negara yang berdaulat. Mungkin sebentar lagi ya penderitaan rakyat Palestina akan segera berakhir dan segera bisa hidup dengan tenang di tanah mereka sendiri. Dan sebenarnya ya orang-orang istri-nya juga udah pada enggak mau lagi untuk mendukung ambisi dari pemerintahan mereka yang dipimpin oleh Netanyahu untuk terus-menerus menyerang Palestina. Mereka sudah mulai banyak ee membuat gerakan-gerakan yang menolak untuk bergabung dengan pasukan tentara mereka. Sudah pernah gua bahas juga di video sebelumnya. Dan sekarang kita bakal membahas progres baru nih, Geng. Terkait pengakuan negara Palestina sebagai sebuah negara berdaulat dan utuh, PBB itu menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi atau KT yang bakal membahas mengenai masa depan dari Palestina. Di dalam KT tersebut sudah mulai banyak negara-negara yang mulai mengakui Palestina termasuk negara kita juga Indonesia. Dan pengakuan ini menjadi pengakuan tertinggi yang pernah ee didapatkan oleh negara Palestina. Nah, namun geng tidak semua setuju ternyata dengan tujuan dari KTT tersebut yaitu untuk mencapai two stage solution atau solusi dua negara. Ya, ketika Pak Prabowo berpidato, beliau juga mengutarakan hal yang sama dan netizen Indonesia atau masyarakat Indonesia banyak yang enggak sepakat ternyata dengan pidato Pak Prabowo. Nah, di video kali ini kita bakal membahas nih mengenai KTT PBB tersebut dan negara mana aja yang akhirnya mengakui Palestina dan negara mana yang tidak mengakui dan mengapa pidato Pak Prabowo justru dikritik oleh masyarakat kita Indonesia. Apa salahnya? Di mana letak kurangnya pidato Pak Prabowo? Dan memangnya apa itu two state solution dan apakah itu adalah solusi yang bisa untuk mengakhiri konflik di Palestina? Nah, sekarang kita akan bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Genggeng. Oke, Geng. Untuk pembahasan yang pertama ya, kita bahas dulu negara yang mengakui Palestina di dalam KT PBB ini. Ada siapa aja? Jadi, geng, PBB menyelenggarakan sidang ke-80 yang dibuka pada tanggal 9 September tahun 2025. Dan sidang ini dipimpin oleh Immanuel Macron selaku Presiden Prancis dan Pangeran Faisal selaku Menteri Luar Negeri. Nah, hari pertama debatnya ya digelar di hari di mana gue syuting video ini nih, Geng. Yaitu hari Selasa tanggal 23 September. Sidang tersebut memiliki tema utama yang dalam bahasa Indonesianya berarti lebih baik bersama 80 tahun dan seterusnya untuk perdamaian, pembangunan, dan hak asasi manusia. Nah, sidang ini diselenggarakan di markas besar PBB yang ada di New York, Geng. Dan di dalam sidang tersebut, para pemimpin negara datang untuk menyuarakan kembali gagasan yang sudah lama terhenti terkait solusi dua negara, yaitu menyangkut Isri dan Palestina. Ada peringatan bahwa kemungkinan berdirinya negara Palestina yang utuh dan berkelanjutan itu bisa benar-benar hilang yang disebabkan karena dominasi yang dilakukan oleh Isriwil di Gaza maupun di tepi barat yang diduduki oleh negara tersebut, yang diduduki oleh negara Isriwil ini. Karena kan mereka tuh sudah melakukan agresi besar-besaran ya, merampas tanah milik ee Palestina habis-habisan, menghabisi warga yang ada di sana ya yang disebut dengan genosida. Di saat itu ya, Prancis diperkirakan akan mengumumkan pengakuan resmi mereka terhadap Palestina dan negara lain seperti Belgia ya, itu juga sedang mempertimbangkan untuk melakukan hal yang sama seperti Prancis. Wah, gila ya, terharu banget. Dan pengumuman ini bakal datang sehari setelah Inggris, Kanada, ee Australia dan Portugal. Dan meskipun pengakuan ini mendapatkan penentangan keras dari Isriwil dan Amerika Serikat, tapi negara-negara Eropa tersebut enggak peduli. Isriwil dan sekutu utamanya yaitu Amerika memboikot KT tersebut dengan duta besar Isriwel untuk PBB yang bernama Danny Denon itu menyebutkan agenda tersebut sebagai sebuah sirkus atau ya panggung lucu-lucu menurut dia. Dan dia bersih keras terhadap narasinya kalau Isri Will yang menyebut bahwa KTT untuk membahas mengenai two state solution seperti memberi hadiah bagi tindakan teroris. Jadi kayak eh acara tersebut kayak men-support teroris menurut Istri Will. Gimana tuh menurut kalian? Kira-kira siapa yang teroris di dalam perkara ini? Netanyahu saat ini sedang berada di bawah tekanan politik domestik yang besar di tengah gelombang pengakuan terhadap negara Palestina ini, Geng. Dan media istri melaporkan bahwa pemerintah yang dipimpin oleh Netanyahu sedang mempertimbangkan aneksasi sebagian atau seluruh tepi barat yang mereka duduki. Nah, aneksasi sendiri itu adalah tindakan pengambil alihan wilayah atau tanah milik orang lain atau negara lain secara paksa untuk disatukan dengan wilayah negara sendiri. Dan itulah yang sedang dilakukan oleh Istriwil. Nah, namun untuk melakukan itu, Istri Will tetap membutuhkan dukungan dan perlindungan yang mana hal tersebut akan mereka upayakan di dalam KTT PBB tersebut. Para diplomat ISRI Will juga mengisyaratkan kemungkinan langkah-langkah khusus terhadap Prancis dan Presiden Macron dengan mengatakan kepada media Relutup konsulat Prancis di Yerusalem. Nah, itu ancaman mereka yang mana ini kemungkinan juga bakal mengusir diplomat Prancis di sana atau membatasi kerja sama antara intelijen mereka. Netanyahu juga menyerang Emmanuel Macron dengan menuduhnya sudah menyalahkan narasi antisemit di Prancis. Qatar yang selama ini menjadi mediator antara Isriwil dan Mamas. E tapi di awal bulan September justru negaranya dibombardir oleh Isriwil. Mereka menyambut baik pengumuman dari Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal. Ya, yang tadinya mereka membela Israwiil banget justru sekarang malah berbalik. Mereka enggak lagi berpihak ke Isriwil. Mendapatkan tekanan yang semakin besar dari negara-negara lain yang semakin menunjukkan dukungan terhadap Palestina. Istri Will bukannya menyudahi penyerangan di Gaza, tapi justru mereka semakin beringas meningkatkan serangan di Gaza sebagai respon terhadap berpalingnya keberpihakan negara-negara terhadap negara mereka yang mana ya mereka meningkatkan invasi ke kota Gaza serta serangan udara dan laut yang sangat-sangat mematikan di sana. Jadi ibarat anak nakal udah ditegur sama orang tua-orang tuanya atau teman-temannya atau keluarganya yang lain, tapi malah makin beringas, malah makin nunjukin kalau dia itu bengis, kalau dia itu nakal. Tentara-tentara Istri Wil itu menghabisi sedikitnya ada 25 orang dari satu keluarga di Palestina dalam serangan udara di lingkungan Sabra Kota Gaza. Nah, dari sini aja kita sudah bisa lihat ya bagaimana ya negara Zionis yang satu ini benar-benar enggak peduli dengan negara lain yang sudah memperingatkan mereka. Nah, dari KTT ini udah ada sekitar 75% dari 193 negara anggota PBB yang mau mengakui Palestina dengan Inggris dan Prancis di antara negara-negara yang menjanjikan pengakuan terhadap Palestina selama pertemuan PBB yang mana kelompok tersebut juga termasuk negara Kanada, Australia, Belgia, dan juga Malta. Jadi, Palestina bakal segera mendapatkan dukungan empat dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Jadi, dukungannya cukup besar buat Palestina. Cina dan Rusia sama-sama mengakui Palestina bahkan sudah dari tahun 1988. Jadi enggak perlu ditanyain lagi nih dua negara komunis ini dengan negara-negara barat yang saat ini sudah beralih dukungan ke Palestina menjadikan Amerika sebagai satu-satunya sekutu yang masih berpihak kepada Israwiil sejauh ini dan menjadi minoritas satu-satunya di dalam lingkup PBB. Amerika sudah mengakui otoritas Palestina yang saat ini dipimpin oleh Mahmud Abbas sejak pembentukannya pada pertengahan tahun 1990-an. Nah, sejak saat itu beberapa presiden sudah menyatakan dukungan mereka terhadap pembentukan negara Palestina. Tapi geng, Donald Trump yang saat ini menjadi presiden Amerika bukanlah salah satunya. Di bawah dua pemerintahannya, kebijakan Amerika sangat berpihak pada Istri Will. Nah, terus kenapa Inggris dan negara lain baru melakukan dukungan ini sekarang? Jadi, pemerintahan Inggris sudah berulang kali berbicara tentang pengakuan negara Palestina ini. Tapi pengakuan tersebut tidak akan dilakukan oleh Inggris pada waktu itu, melainkan hanya akan diberikan sebagai bagian dari proses perdamaian antara Istri Will dan Palestina. Bahkan Inggris ya mau pengakuan itu diberikan pada momen tertentu yang dianggap oleh Inggris paling tepatlah momennya. Ketika pengakuan tersebut bisa memberikan pengaruh politik dan diplomatik terbesar gitu, Inggris meyakini melakukannya hanya sebagai isyarat atau simbolis adalah sebuah kesalahan. Nah, tindakan tersebut ya mungkin bisa memberikan kesan seolah-olah Inggris ini sudah melakukan hal yang benar. Tapi meskipun terlihat benar, Inggris merasa tindakan tersebut enggak cukup untuk menghasilkan perubahan nyata di dalam konflik ini. Jadi, mereka tuh perlu atau butuh melakukan tindakan yang lebih nyata lagi, gitu. We are expecting a statement from the prime minister. We are expecting that he will say UK is going to formal. No. Nah, cuma geng ya di saat itu apa yang terjadi di Palestina saat ini sudah memaksa beberapa pemerintah dari berbagai negara untuk benar-benar bertindak. Jadi enggak cuma Inggris doang. Kelaparan di Gaza, meningkatnya kemarahan atas operasi militer isriwel dan perubahan besar dalam opini publik yang terus menyuarakan betapa kejamnya aksi yang dilakukan oleh negara Zionis ini terhadap Palestina. semuanya berperan untuk membawa Palestina hingga ke titik ini. Nah, jadi jangan bilang kalau demo-demo kalian, boikot-boikot kalian terhadap barang-barang Isriwil atau tindakan-tindakan ya masyarakat dunia terhadap warga Isriwel yang menjadi turis di negara mereka itu tidak berpengaruh. Jawabannya pengaruh banget. Ini semua gara-gara itu. Boikot, blacklist, kecaman, demo ini berpengaruh. Beberapa negara itu memilih untuk membuat janji pengakuan Palestina dengan persyaratan tertentu. Bagi Kanada, pengakuan terhadap Palestin itu didasarkan pada komitmen otoritas Palestina untuk mereformasi diri, menyelenggarakan pemilihan umum di tahun 2026 nanti, dan mendemilitarisasi negara Palestina itu sendiri. Sementara Inggris itu meletakkan tanggung jawab kepada pihak lain dengan mengatakan bahwa mereka akan mengakui Palestina pada sidang majelis umum PBB kecuali pemerintah Israil mengambil langkah tegas untuk mengakhiri penderitaan di Gaza, mencapai gencatan senjata dan menahan diri dari mencaplok wilayah di tepi barat dan berkomitmen pada proses perdamaian yang menghasilkan solusi dua negara. Nah, kalau itu dijalankan, Inggris baru enggak mengakui nih atau menahan diri dulu untuk mengakui Palestina. Jadi kalau udah itu dijalankan ya solusinya adalah diakui dua-duanya. E negara Isriwel diakui, Palestina juga diakui. Tapi kalau genyatan senjata atau menahan diri mencaplok wilayah tapi barat tidak diindahkan oleh Isri Will, maka Inggris lebih memilih untuk mengakui Palestina aja. Opini pun terbagi terkait pengakuan yang diberikan oleh negara-negara ini, Geng. Beberapa kritikus berpendapat ya, pengakuan sama sekali enggak boleh bersyarat ya, khususnya pada tindakan Istri Will. Kenapa? Dengan mengkoordinasikan tindakan mereka, negara-negara yang mengusulkan untuk mengakui negara Palestina berharap bisa membuat dampak yang lebih besar, membantu menggalang pendapat tentang cara mengakhiri perang di Gaza dan proses politik seperti apa yang harus diikuti. Meskipun udah ada beberapa negara yang ingin mengakui Palestina, tapi masih ada negara-negara yang masih belum mau melakukan hal itu, Geng. Nah, kenapa bisa kayak gitu? Sebab negara-negara yang tidak mau mengakui Palestina ini sebagai negara pada umumnya karena tidak ada negosiasi yang harus diselesaikan dengan istri Will. Nah, narasi pengakuan Palestina sebagai sebuah negara hanya sebatas janji-janji selama ini. Sebab, ya selalu ada Amerika yang bersih keras supaya negosiasi dilakukan secara langsung antara Israwiil dan Palestina yang berarti ini memberikan Israwiil hak veto atas aspirasi Palestina untuk menentukan nasib pihak Palestina. Jadi, bisa dikatakan tuh ya enggak ada goals-nya juga. Ujung-ujungnya yang menentukan nasib orang-orang Palestina ini adalah Israwiel juga. Perundingan damai dimulai dari tahun 1990-an dan menetapkan solusi dua negara. Tapi proses perdamaian itu mulai melemah secara perlahan sejak awal tahun 2000-an. Bahkan sebelum tahun 2014 ketika perundingan antara Isriwil dan Palestin di Washington itu gagal. Masalah yang paling rumit nih, Geng, itu juga belum terselesaikan termasuk batas wilayah dan negara Palestina di masa depan. status Yerusalem dan nasib pengungsi Palestina dari perang 1948 sampai 1949 yang terjadi setelah deklarasi pembukan negara Isriwil itu enggak tahu nasibnya kayak gimana. Nah, Istri pastinya menentang keras tawaran keanggotaan Palestina di PBB. Mereka enggak mau Palestina masuk ke PBB. Beberapa pihak termasuk pendukung Isriwil berpendapat bahwa itu tidak memenuhi kriteria utama untuk kenegaraan yang ditetapkan dalam konvensi Montevideo tahun 1993, yaitu penduduk tetap, wilayah yang ditentukan, pemerintahan, dan kapasitas untuk menjalin hubungan dengan negara lain. Nah, sementara yang mendukung lebih menekankan pada pengakuan oleh negara-negara lain, Geng. Terus, geng, di PBB sendiri ya, Palestina itu berstatus sebagai negara pengamat tetap yang diizinkan untuk berpartisipasi tapi tidak memiliki hak suara. Jadi enggak boleh ngomong apapun, enggak boleh ikut-ikutan ya mengambil keputusan. Di tahun 2011, Palestina mengajukan permohonan untuk menjadi negara anggota penuh PBB, tapi gagal karena kurangnya dukungan di Dewan Keamanan PBB dan tidak pernah sampai pada pemungutan suara. Tapi geng, di tahun 2012 Majelis Umum PBB memutuskan untuk meningkatkan status Palestina menjadi negara pengamat non anggota yang memungkinkan Palestina untuk ikut serta dalam perdebatan di majelis meskipun mereka tidak bisa memberikan suara pada resolusi. Nah, keputusan PBB ini disambut baik di tepi barat dan juga jalur Gaza, tapi dikritik oleh Amerika dan Isriwel. Sebab dengan pengakuan Palestina tersebut memungkinkan mereka untuk bergabung dengan organisasi internasional lain seperti Pengadilan Tertinggi PBB. mahkamah Kriminal Internasional yang mereka ikuti di tahun 2015. Nah, jadi kayak Amerika dan Israwi ini takut banget e dari dulu ya Palestina itu mendapatkan e posisi lah. Nah, pada bulan April tahun 2024, Amerika sebagai salah satu dari lima anggota tetap memveto penerimaan Palestina sebagai sebuah negara dengan menyebutkan langkah pengakuan Palestina sebagai hal yang prematur. Jadi menurut mereka terlalu cepat pengakuan terhadap Palestina ini. Padahal kalau dipikir-pikir dari dulu juga Palestina udah ada ya sebelum istri Will mencaplok daerah mereka, tanah mereka. Tapi malah Palestina yang dianggap prematur. Ini aneh banget. Dan di bulan Mei tahun 2024, Majelis Umum PBB meningkatkan hak-hak Palestina di dalam organisasi tersebut dan mendesak agar diterima sebagai anggota setelah adanya perdebatan yang cukup alot. Resolusi tersebut memperbolehkan Palestina untuk mengambil bagian penuh di dalam perdebatan, mengusulkan agenda penting, dan memilih perwakilannya di dalam komite. Tapi tidak memiliki hak suara sebab keanggotaannya hanya bisa diberikan oleh Dewan Keamanan PBB. Di dalam KTP PBB, para pemimpin negara pun melakukan pidato dengan mengatakan bakal mengakui negara Palestina. Presiden kita Pak Prabowo juga berpidato yang sama dalam pertemuan tersebut dengan merujuk kepada ee solusi dua negara. atau dengan kata lain two state solution, pidato yang disampaikan oleh beliau ya justru mendapatkan kritik atau sorotan dari masyarakat Indonesia nih. Mengapa demikian dan apa sebenarnya tentang solusi dua negara ini? Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasannya. Nah, jadi geng di dalam KTTPB ya ada beberapa pemimpin negara yang mulai menyuarakan dukungan terhadap pengakuan negara Palestina sebagai sebuah negara yang utuh. Salah satunya Presiden Prancis yaitu Emmanuel Macron pada sidang PBB di hari Senin tanggal 22 September yang mengatakan bahwa waktu untuk perdamaian sudah tiba. Waktunya telah tiba untuk membebaskan 48 Sandra yang ditawan oleh Mamas untuk menghentikan perang, pengeboman di Gaza, ya pembantaian dan e pengungsian. Emmanuel Macron sebelumnya juga mengatakan dia bakal menjadikan pembebasan Sandra yang disandra oleh Mamas selama serangan terhadap Istriwil pada tanggal 7 Oktober 2023 sebagai syarat untuk membuka kedutaan besar Prancis untuk negara Palestina. Padahal ya Isriwel sudah berulang kali memperingatkan Prancis agar tidak mengakui negara Palestina. Tapi justru ya Presiden Macron ini kayak memberikan kisi-kisi atau ee aba-aba kalau dia bakal segera mengakui Palestina. Sementara Menteri Luar Negeri Arab Saudi yaitu Pangeran Faisal menyampaikan bahwa semua negara harus mengikuti dan mengakui negara Palestina. Antonio Guteres ya selaku sekretaris jenderal eh PBB itu bilang kalau kenegaraan bagi Palestina adalah hak, bukanlah sebuah hadiah. Wah gila ya. Merinding banget. Hak loh. Berarti sudah mulai banyak yang sadar bahwa itu memang tanah Palestina dari dulu. Banyak yang menafsirkan kalimat dari Antonio ini sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi ister saat ini. Terus, geng, presiden kita Pak Prabowo juga berkesempatan untuk menyampaikan pidato di dalam KTT PBB. Pak Prabowo diberikan kesempatan berpidato setelah Raja Yordania yang bernama Abdullah bin Al-Husein, terus Presiden Turki yaitu Resep Thaib Erdogan, Presiden Brazil yaitu Luis Ignacio Lula da Silva, dan Presiden Portugal yaitu Marcel Rebelo de Sausa. Nah, di dalam pidato Pak Prabowo, beliau berbicara soal dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Israwiil dan Palestina. has proven in the history of mankind that this sense of injustice, this sense of oppression will unite into a strong force that will overcome this oppression that will overcome this injustice. to close I would like to retreat again Indonesia's complete support for the two state solution in Palestine. Pak Prabowo juga menyerukan agar kekerasan di Palestina segera dihentikan dan mengecam kekerasan terhadap warga sipil. Nah, cuma Geng pendapat netizen Indonesia malah terbagi dua nih. Ada yang mendukung Pak Prabowo tentu aja ada yang menolak atau mengkritik e pidato Pak Prabowo. Kenapa bisa ada yang mengkritik solusi tersebut? Sebelum bisa menjawabnya, gua bakal menjelaskan dulu tentang apa itu two state solution atau solusi dua negara biar kalian memahami konteksnya. Jadi, geng solusi dua negara atau two state solution ini mengusulkan penyelesaian konflik Isriwil dan Palestina dengan mendirikan dua negara untuk dua bangsa. istri Will untuk bangsa Yahudi, sementara Palestina untuk rakyat Palestina. Tuh. Jadi ibaratnya tuh kalau dikatakan ee memberikan hadiah untuk salah satu negara antara Isriwil atau Palestina, lebih tepatnya sih memberikan hadiah kepada istriwil ya. Karena kan yang diuntungkan di dalam hal ini ya istriwel gitu. Karena mau bagaimanapun juga itu kan tanah Palestina tadinya. [Musik] Terus geng sebelumnya di tahun 1993 pemerintah Isriwil dan organisasi pembebasan Palestine atau Palestine Liberation Organization atau disingkat dengan PLO itu sudah menyetujui rencana penerapan solusi dua negara sebagai bagian dari perjanjian Oslo. Hal tersebut kemudian mengarah pada pembentukan otoritas Palestine atau Palestinian Authority atau disingkat dengan PA. Nah, latar belakang lahirnya solusi ini adalah ketika diusulkan di dalam perjanjian Oslo yang lahir dari serangkaian peristiwa sejarah, Geng. Setelah kekaisaran Ottoman jatuh, orang-orang Yahudi dan Arab sama-sama mengklaim hak untuk menentukan nasib mereka sendiri di Palestina. Harapan Yahudi dan Palestina terhadap sebuah negara merdeka dalam sejarah Palestin bisa dilihat sejak perang dunia pertama. Nah, ketika itu Inggris berupaya untuk menggalang dukungan terhadap kekaisaran Otoman dan kekuatan sentral. Nah, korespondensi Hussein McMahhen di tahun 1915 sampai dengan 1916 itu menjanjikan dukungan Inggris terhadap kemerdekaan Arab sebagai imbalan atas dukungan Arab terhadap Kesultanan Utsmaniyah. Di tahun berikutnya, deklarasi Balfor menjanjikan dukungan Inggris terhadap pendirian rumah nasional bagi orang-orang Yahudi yang ada di Palestina. Nah, beberapa dekade kemudian gelombang migrasi Yahudi ke Palestina menyebabkan peningkatan signifikan di dalam populasi Yahudi. Nah, tapi perlu diingat geng memang sedari dulu, ya, orang-orang Yahudi di tanah Palestina itu udah banyak ya, tapi harus bisa bedain mana Yahudi, mana Zionis. Zionis itu ideologi. Mereka tuh muncul ya, mereka tuh mulai menjajah di Palestina itu ya setelah perang yang mana mereka ini udah enggak punya negara, enggak punya lahan, enggak punya tanah. Mereka minta tanah kepada Inggris. Dihadiahkanlah mereka ditempatkanlah di tanah Palestina. Itu semenjak adanya ideologi zionis inilah berubah semua tuh. Yahudi-yahudi yang ada di Isriwil itu malah menghabisi si tuan tanahnya yaitu rakyat Palestina. Sebenarnya kalau kalian berbicara tentang Palestina itu isinya enggak cuma orang Islam. Di sana tuh ada orang Kristen dalam jumlah besar, ada orang Islam dalam jumlah besar, Yahudi dalam jumlah besar. Lalu siapa penjahatnya? Apakah tiga agama samawi ini? Bukan. Penjahatnya adalah Zionis. Jauh dari kata agama itu adalah ideologi, Geng. Terus, Geng ya. Ya, singkat cerita peningkatan imigrasi yang begitu tinggi ini menimbulkan protes bagi penduduk Arab. Ketika Inggris mau menarik diri dari wilayah tersebut, PBB mengeluarkan resolusi PBB 181 yang bakal membagi Palestina menjadi negara Yahudi dan negara Arab. Tapi rencana tersebut malah ditolak oleh negara-negara Arab dan menimbulkan konflik perebutan wilayah. Upaya pertama untuk membagi tanah tersebut menghasilkan sebuah negara yang bernama Isriwil pada tahun 1948. Kemudian tahun 1967 Isriwil merebut dan menduduki tepi barat, jalur Gazza dan wilayah lain. Dan pada akhirnya ya sampai ke wilayah yang masuk ke dalam wilayah Palestina itu dihajar habis oleh mereka. Nah, di tahun 1990 sebuah perjanjian mulai dinegosiasikan antara para pemimpin Israwiil dan Palestina di Oslo. Norwigia yang menetapkan sebuah proses untuk solusi dua negara yang dinegosiasikan bersama untuk ee diterapkan secara bertahap. Meskipun proses ini pada awalnya menunjukkan kemajuan, tetapi ketidakpuasan dan ketidakpercayaan menyebabkan kegagalan dan penundaan terhadap proses tersebut. Nah, walaupun ada pihak yang memandang kalau two state solution ini adalah solusi terbaik, win-win solution bagi kedua negara, biar sama-sama enak, dapat lahan, dapat negara, masih banyak yang merasa kalau ini bukanlah sebuah solusi. Nah, masih banyak yang enggak setuju kalau rewel dapat lahan juga gitu. karena ditakutkan mungkin ya ini orang kalau dikasih enak entar ngelunjak lagi gitu. [Musik] Di saat itu, Geng, banyak aktivis dan sejarawan serta anggota dari masyarakat sipil percaya pada two state solution justru bisa menjadi jebakan diplomatik yang memperpanjang penderitaan rakyat Palestina. Secara teori memang two state solution ini ya menawarkan rasa keadilan tapi faktanya di dalam praktik sehari-hari kenyataannya sangat berbeda. Istri Will tetap memperluas pendudukannya di tepi barat. merampas tanah warga Palestina dan menerapkan blokade ketat di Gaza. Enggak ada tanda yang jelas bahwa Isriwil itu mau menyerahkan ruang kedaulatan yang nyata pada Palestina. Persoalan batas, status Yerusalem, dan masa depan bagi jutaan pengungsi itu masih menjadi permasalahan dan pertanyaanlah yang belum terselesaikan. Ya, ada juga ketimpangan kekuatan dan ketidakpercayaan yang begitu besar bagi istri Will sebab mereka unggul di dalam militer, ditopang politik yang kuat di Amerika dan menguasai seluruh ruang udara serta batas Palestina. Sementara itu ya, Palestina sendiri terbagi antara Fatah dan Mamas yang menyebabkan Palestina memiliki posisi tawar yang sangat lemah. Jadi ada dua apa ya, ada dua kekuatan militer yang berdiri di Palestina sendiri. Ketidakpercayaan yang sudah mengakar membuat kesepakatan antara dua negara terasa sangat mustahil. Banyak yang yakin kalau solusi itu cuma bakal memperpanjang dominasi Istri Will atas Palestina yang dibungkus dengan kata-kata perdamaian. Padahal aslinya mah enggak ada damai-damainya gitu. Dan banyak juga pengamat yang melihat two state solution justru bakal melegitimasi penjajahan yang sudah ada dengan pembagian tanah sesuai dengan peta politik sekarang di mana Isriwel menguasai sebagian besar dan Palestina yang terpecah. Ya kan? Rencana ini ya bisa dilihat ya sebagai pengakuan yang enggak resmi terhadap hasil pendudukan dan kekerasan yang sistematik. bukannya mengembalikan hak untuk rakyat Palestina secara utuh, tapi ya cara berpikir two state solution ini seolah memberikan persetujuan pada pelanggaran hukum internasional. Yang ibaratnya kayak ya kalau bahasa bayinya tuh gini, "Udahlah Palestina yang udah diambil sama Isriwil kasih aja ke dia. Kamu nih dapat dikit ya, yang penting kamu tetap merdeka enggak diganggu lagi. Ini negara kamu ya." Yang mana tadinya negara mereka seluas ini setelah dicaplok oleh Isriwil jadi segini. Nah, terus mereka diminta untuk ikhlas gitu. terima aja yang penting kan negara lu tetap berdiri gitulah kira-kira. [Musik] Kelompok yang kontra terhadap two state solution ini berpandangan selama IS Will tidak diwajibkan untuk mengembalikan wilayah yang dirampas dan menghapuskan diskriminasi, apa yang disebut sebagai solusi bukanlah ya solusi perdamaian yang sebenarnya, melainkan hanya kompromi terhadap ketidakadilan. mereka udah rampas yang kayak pihak Palestina disuruh ikhlas-ikhlas aja gitu, terima-terima aja atas apa yang sudah dirampas. Yang penting mereka dikasih sedikit gitu kan kayak enggak benar sebenarnya. Nah, makanya banyak yang enggak setuju dengan hal ini. Situasi ini ya kemudian jadi semakin rumit seiring dengan masuknya berbagai intervensi dari pihak-pihak luar seperti Amerika, Iran, Turki, dan negara-negara lain yang masing-masing memiliki kepentingan politik dan ekonomi mereka dalam proses negosiasi. Kehadiran negara-negara ini sering sekali malah menambah kebingungan dan memperlambat setiap penyelesaian kesepakatan tanpa adanya dorongan internasional yang benar-benar netral dan juga adil. Harapan untuk merealisasikan solusi dua negara tetap berat dan rapuh, Geng, di dalam hal ini. Nah, terus, Geng, ada seorang dosen yang mengkritik pidatonya Pak Prabowo. Dosen ini adalah dosen hubungan internasional dari Universitas Muhammadiyah Jakarta yang bernama Ela Syaf Putri Prihatini. Dia mengkritisi pernyataan Pak Prabowo. Pernyataan tersebut dinilai enggak konsisten dengan perjuangan dan diplomasi yang selama ini digalang oleh Indonesia lewat berbagai forum dan bentuk. Menurut beliau ya, selama ini pemerintah Indonesia selalu mendesak agar Palestina merdeka tapi enggak mengakui Isriwil sebagai entitas negara. Karena secara de facto dan dejur ee bahwa Isriwil ini melakukan penjajahan, perampasan tanah, penyiksaan, dan genosida terhadap penduduk Palestina. Itu anehnya. Oleh karena itu, pernyataan bahwa Indonesia bakal mengakui hak-hak Isriwil agar Palestina mendapatkan kemerdekaan adalah bentuk pelanggaran terhadap amanah dan semangat konstitusi, kata beliau. Nah, Ella menilai ya politik luar negeri Indonesia harus berfokus pada penegakan hukum dan kepatuhan terhadap norma-norma internasional. Karena bangsa Indonesia memiliki sejarah yang kuat dalam memimpin perjuangan melawan penjajah. Narasi yang pro terhadap pembukaan hubungan diplomatik apalagi pengakuan terhadap istri itu sebagai entitas negara gitu ya, itu enggak cuma melanggar amanat konstitusi, namun juga bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan aspirasi rakyat Indonesia. Nah, sementara itu, Geng, ya. Pengajar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, yaitu Pak Agung Nurwijo itu mengatakan, "Tate solution sebenarnya adalah eh opsi paling diplomatik gitu dan superior untuk menyelesaikan konflik Ary will dan Palestina. Tapi pada implementasinya dalam bentuk formasi ideal itu memiliki tantangan tersendiri seperti batas geografis daerah yang disepakati dengan realita di lapangan yang berbeda seiring dengan perluasan kolonialisasi Isriwil. Jadi tuh kayak isriwil ini udah terlalu besar ngambil wilayah Palestina. Nah menurut Pak Agung ya dukungan Indonesia atas solusi dua negara bisa dimaknai sebagai bentuk pengakuan atas kedaulatan Palestina dan juga ister Will di dalam praktik hidup berdampingan. Nah, dia menilai Indonesia sudah berada dalam posisi yang tepat sebenarnya untuk memberikan syarat yang mutlak bagi pengakuan terhadap istri Will baru bisa dilakukan setelah adanya kemerdekaan Palestina. Terlebih lagi, pengakuan kedaulatan Palestin saat ini menjadi arus utama internasional dengan lebih dari 140 negara yang sudah mengakui Palestina. Semestinya sikap itu ditunjukkan secara lebih nyata dalam upaya untuk menghentikan kolonialisme genosida Istriwil atas Palestina. Meskipun begitu, menurut Pak Agung jalan perdamaian enggak akan terwujud tanpa adanya posisi setara antara Isriwil dan Palestina. Yang jadi masalahnya adalah sering sekali Isriwil yang menjadi pihak yang justru menghalangi terwujudnya two state solution ini. Mereka tuh kayak enggak mau sama sekali ya bersikap adill lah kepada Palestina. Mereka tuh pengin mereka yang untung sendiri. [Musik] Nah, jadi itu dia geng ya pembahasan kita hari ini mengenai KTT PBB yang ingin mewujudkan two state solution terhadap Palestina dan Israwiil yang alias dengan kata lain Palestina bakal diakui sebagai negara yang berdaulat, negara yang utuh dan Isriwel juga akan dihadiahi hal yang sama tapi dengan ya kalau menurut orang-orang Isri Willel jauh lebih untung dibandingkan Palestina. Gimana tuh geng menurut kalian? Apakah solusi tersebut adalah solusi terbaik yang bisa terwujud? Coba deh tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories