Transcript
KFvJPIvOAkg • Britain Begins to Recognize the State of Palestine! Other UN Countries Follow, Angering America a...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1545_KFvJPIvOAkg.txt
Kind: captions
Language: id
Oke, Geng. Hari ini kita bakal kembali
membahas persoalan perpolitikan dunia
yang berhubungan dengan Palestina. Nah,
pembahasan ini gua disclaimer dulu bukan
untuk menyudutkan pihak manapun. Tidak
bermaksud untuk ee melanggar aturan
YouTube atau melanggar hal yang dilarang
oleh YouTube gitu ya. Tapi ini murni
adalah sebuah informasi dan semoga bisa
menjadi edukasi untuk kita semua. Oke.
Nah, jadi geng ceritanya saat ini tuh ya
negara-negara di dunia sudah mulai sadar
dengan apa yang dilakukan oleh Isriwil
kepada Palestina. Sudah terbuka matanya
bahwa apa yang dilakukan oleh negara
Zionis yang satu ini adalah genosida dan
sudah mulai banyak negara-negara yang
pada akhirnya ingin mengakui Palestina
sebagai sebuah negara yang berdaulat.
Mungkin sebentar lagi ya penderitaan
rakyat Palestina akan segera berakhir
dan segera bisa hidup dengan tenang di
tanah mereka sendiri. Dan sebenarnya ya
orang-orang istri-nya juga udah pada
enggak mau lagi untuk mendukung ambisi
dari pemerintahan mereka yang dipimpin
oleh Netanyahu untuk terus-menerus
menyerang Palestina. Mereka sudah mulai
banyak ee membuat gerakan-gerakan yang
menolak untuk bergabung dengan pasukan
tentara mereka. Sudah pernah gua bahas
juga di video sebelumnya. Dan sekarang
kita bakal membahas progres baru nih,
Geng. Terkait pengakuan negara Palestina
sebagai sebuah negara berdaulat dan
utuh, PBB itu menyelenggarakan
konferensi tingkat tinggi atau KT yang
bakal membahas mengenai masa depan dari
Palestina. Di dalam KT tersebut sudah
mulai banyak negara-negara yang mulai
mengakui Palestina termasuk negara kita
juga Indonesia. Dan pengakuan ini
menjadi pengakuan tertinggi yang pernah
ee didapatkan oleh negara Palestina.
Nah, namun geng tidak semua setuju
ternyata dengan tujuan dari KTT tersebut
yaitu untuk mencapai two stage solution
atau solusi dua negara. Ya, ketika Pak
Prabowo berpidato, beliau juga
mengutarakan hal yang sama dan netizen
Indonesia atau masyarakat Indonesia
banyak yang enggak sepakat ternyata
dengan pidato Pak Prabowo. Nah, di video
kali ini kita bakal membahas nih
mengenai KTT PBB tersebut dan negara
mana aja yang akhirnya mengakui
Palestina dan negara mana yang tidak
mengakui dan mengapa pidato Pak Prabowo
justru dikritik oleh masyarakat kita
Indonesia. Apa salahnya? Di mana letak
kurangnya pidato Pak Prabowo? Dan
memangnya apa itu two state solution dan
apakah itu adalah solusi yang bisa untuk
mengakhiri konflik di Palestina? Nah,
sekarang kita akan bahas secara lengkap.
Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry
[Musik]
Genggeng. Oke, Geng. Untuk pembahasan
yang pertama ya, kita bahas dulu negara
yang mengakui Palestina di dalam KT PBB
ini. Ada siapa aja?
Jadi, geng, PBB menyelenggarakan sidang
ke-80 yang dibuka pada tanggal 9
September tahun 2025. Dan sidang ini
dipimpin oleh Immanuel Macron selaku
Presiden Prancis dan Pangeran Faisal
selaku Menteri Luar Negeri. Nah, hari
pertama debatnya ya digelar di hari di
mana gue syuting video ini nih, Geng.
Yaitu hari Selasa tanggal 23 September.
Sidang tersebut memiliki tema utama yang
dalam bahasa Indonesianya berarti lebih
baik bersama 80 tahun dan seterusnya
untuk perdamaian, pembangunan, dan hak
asasi manusia. Nah, sidang ini
diselenggarakan di markas besar PBB yang
ada di New York, Geng. Dan di dalam
sidang tersebut, para pemimpin negara
datang untuk menyuarakan kembali gagasan
yang sudah lama terhenti terkait solusi
dua negara, yaitu menyangkut Isri dan
Palestina. Ada peringatan bahwa
kemungkinan berdirinya negara Palestina
yang utuh dan berkelanjutan itu bisa
benar-benar hilang yang disebabkan
karena dominasi yang dilakukan oleh
Isriwil di Gaza maupun di tepi barat
yang diduduki oleh negara tersebut, yang
diduduki oleh negara Isriwil ini. Karena
kan mereka tuh sudah melakukan agresi
besar-besaran ya, merampas tanah milik
ee Palestina habis-habisan, menghabisi
warga yang ada di sana ya yang disebut
dengan genosida. Di saat itu ya, Prancis
diperkirakan akan mengumumkan pengakuan
resmi mereka terhadap Palestina dan
negara lain seperti Belgia ya, itu juga
sedang mempertimbangkan untuk melakukan
hal yang sama seperti Prancis. Wah, gila
ya, terharu banget. Dan pengumuman ini
bakal datang sehari setelah Inggris,
Kanada, ee Australia dan Portugal. Dan
meskipun pengakuan ini mendapatkan
penentangan keras dari Isriwil dan
Amerika Serikat, tapi negara-negara
Eropa tersebut enggak peduli. Isriwil
dan sekutu utamanya yaitu Amerika
memboikot KT tersebut dengan duta besar
Isriwel untuk PBB yang bernama Danny
Denon itu menyebutkan agenda tersebut
sebagai sebuah sirkus atau ya panggung
lucu-lucu menurut dia. Dan dia bersih
keras terhadap narasinya kalau Isri Will
yang menyebut bahwa KTT untuk membahas
mengenai two state solution seperti
memberi hadiah bagi tindakan teroris.
Jadi kayak eh acara tersebut kayak
men-support teroris menurut Istri Will.
Gimana tuh menurut kalian? Kira-kira
siapa yang teroris di dalam perkara ini?
Netanyahu saat ini sedang berada di
bawah tekanan politik domestik yang
besar di tengah gelombang pengakuan
terhadap negara Palestina ini, Geng. Dan
media istri melaporkan bahwa pemerintah
yang dipimpin oleh Netanyahu sedang
mempertimbangkan aneksasi sebagian atau
seluruh tepi barat yang mereka duduki.
Nah, aneksasi sendiri itu adalah
tindakan pengambil alihan wilayah atau
tanah milik orang lain atau negara lain
secara paksa untuk disatukan dengan
wilayah negara sendiri. Dan itulah yang
sedang dilakukan oleh Istriwil. Nah,
namun untuk melakukan itu, Istri Will
tetap membutuhkan dukungan dan
perlindungan yang mana hal tersebut akan
mereka upayakan di dalam KTT PBB
tersebut. Para diplomat ISRI Will juga
mengisyaratkan kemungkinan
langkah-langkah khusus terhadap Prancis
dan Presiden Macron dengan mengatakan
kepada media Relutup
konsulat Prancis di Yerusalem. Nah, itu
ancaman mereka yang mana ini kemungkinan
juga bakal mengusir diplomat Prancis di
sana atau membatasi kerja sama antara
intelijen mereka. Netanyahu juga
menyerang Emmanuel Macron dengan
menuduhnya sudah menyalahkan narasi
antisemit di Prancis. Qatar yang selama
ini menjadi mediator antara Isriwil dan
Mamas. E tapi di awal bulan September
justru negaranya dibombardir oleh
Isriwil. Mereka menyambut baik
pengumuman dari Inggris, Kanada,
Australia, dan Portugal. Ya, yang
tadinya mereka membela Israwiil banget
justru sekarang malah berbalik. Mereka
enggak lagi berpihak ke Isriwil.
Mendapatkan tekanan yang semakin besar
dari negara-negara lain yang semakin
menunjukkan dukungan terhadap Palestina.
Istri Will bukannya menyudahi
penyerangan di Gaza, tapi justru mereka
semakin beringas meningkatkan serangan
di Gaza sebagai respon terhadap
berpalingnya keberpihakan negara-negara
terhadap negara mereka yang mana ya
mereka meningkatkan invasi ke kota Gaza
serta serangan udara dan laut yang
sangat-sangat mematikan di sana. Jadi
ibarat anak nakal udah ditegur sama
orang tua-orang tuanya atau
teman-temannya atau keluarganya yang
lain, tapi malah makin beringas, malah
makin nunjukin kalau dia itu bengis,
kalau dia itu nakal.
Tentara-tentara Istri Wil itu menghabisi
sedikitnya ada 25 orang dari satu
keluarga di Palestina dalam serangan
udara di lingkungan Sabra Kota Gaza.
Nah, dari sini aja kita sudah bisa lihat
ya bagaimana ya negara Zionis yang satu
ini benar-benar enggak peduli dengan
negara lain yang sudah memperingatkan
mereka. Nah, dari KTT ini udah ada
sekitar 75% dari 193 negara anggota PBB
yang mau mengakui Palestina dengan
Inggris dan Prancis di antara
negara-negara yang menjanjikan pengakuan
terhadap Palestina selama pertemuan PBB
yang mana kelompok tersebut juga
termasuk negara Kanada, Australia,
Belgia, dan juga Malta. Jadi, Palestina
bakal segera mendapatkan dukungan empat
dari lima anggota tetap Dewan Keamanan
PBB. Jadi, dukungannya cukup besar buat
Palestina. Cina dan Rusia sama-sama
mengakui Palestina bahkan sudah dari
tahun 1988. Jadi enggak perlu ditanyain
lagi nih dua negara komunis ini dengan
negara-negara barat yang saat ini sudah
beralih dukungan ke Palestina menjadikan
Amerika sebagai satu-satunya sekutu yang
masih berpihak kepada Israwiil sejauh
ini dan menjadi minoritas satu-satunya
di dalam lingkup PBB. Amerika sudah
mengakui otoritas Palestina yang saat
ini dipimpin oleh Mahmud Abbas sejak
pembentukannya pada pertengahan tahun
1990-an. Nah, sejak saat itu beberapa
presiden sudah menyatakan dukungan
mereka terhadap pembentukan negara
Palestina. Tapi geng, Donald Trump yang
saat ini menjadi presiden Amerika
bukanlah salah satunya. Di bawah dua
pemerintahannya, kebijakan Amerika
sangat berpihak pada Istri Will. Nah,
terus kenapa Inggris dan negara lain
baru melakukan dukungan ini sekarang?
Jadi, pemerintahan Inggris sudah
berulang kali berbicara tentang
pengakuan negara Palestina ini. Tapi
pengakuan tersebut tidak akan dilakukan
oleh Inggris pada waktu itu, melainkan
hanya akan diberikan sebagai bagian dari
proses perdamaian antara Istri Will dan
Palestina. Bahkan Inggris ya mau
pengakuan itu diberikan pada momen
tertentu yang dianggap oleh Inggris
paling tepatlah momennya. Ketika
pengakuan tersebut bisa memberikan
pengaruh politik dan diplomatik terbesar
gitu, Inggris meyakini melakukannya
hanya sebagai isyarat atau simbolis
adalah sebuah kesalahan. Nah, tindakan
tersebut ya mungkin bisa memberikan
kesan seolah-olah Inggris ini sudah
melakukan hal yang benar. Tapi meskipun
terlihat benar, Inggris merasa tindakan
tersebut enggak cukup untuk menghasilkan
perubahan nyata di dalam konflik ini.
Jadi, mereka tuh perlu atau butuh
melakukan tindakan yang lebih nyata
lagi, gitu. We are expecting a statement
from the prime minister. We are
expecting that he will say UK is going
to formal.
No.
Nah, cuma geng ya di saat itu apa yang
terjadi di Palestina saat ini sudah
memaksa beberapa pemerintah dari
berbagai negara untuk benar-benar
bertindak. Jadi enggak cuma Inggris
doang. Kelaparan di Gaza, meningkatnya
kemarahan atas operasi militer isriwel
dan perubahan besar dalam opini publik
yang terus menyuarakan betapa kejamnya
aksi yang dilakukan oleh negara Zionis
ini terhadap Palestina. semuanya
berperan untuk membawa Palestina hingga
ke titik ini. Nah, jadi jangan bilang
kalau demo-demo kalian, boikot-boikot
kalian terhadap barang-barang Isriwil
atau tindakan-tindakan ya masyarakat
dunia terhadap warga Isriwel yang
menjadi turis di negara mereka itu tidak
berpengaruh. Jawabannya pengaruh banget.
Ini semua gara-gara itu. Boikot,
blacklist, kecaman, demo ini
berpengaruh.
Beberapa negara itu memilih untuk
membuat janji pengakuan Palestina dengan
persyaratan tertentu. Bagi Kanada,
pengakuan terhadap Palestin itu
didasarkan pada komitmen otoritas
Palestina untuk mereformasi diri,
menyelenggarakan pemilihan umum di tahun
2026 nanti, dan mendemilitarisasi negara
Palestina itu sendiri. Sementara Inggris
itu meletakkan tanggung jawab kepada
pihak lain dengan mengatakan bahwa
mereka akan mengakui Palestina pada
sidang majelis umum PBB kecuali
pemerintah Israil mengambil langkah
tegas untuk mengakhiri penderitaan di
Gaza, mencapai gencatan senjata dan
menahan diri dari mencaplok wilayah di
tepi barat dan berkomitmen pada proses
perdamaian yang menghasilkan solusi dua
negara. Nah, kalau itu dijalankan,
Inggris baru enggak mengakui nih atau
menahan diri dulu untuk mengakui
Palestina. Jadi kalau udah itu
dijalankan ya solusinya adalah diakui
dua-duanya. E negara Isriwel diakui,
Palestina juga diakui. Tapi kalau
genyatan senjata atau menahan diri
mencaplok wilayah tapi barat tidak
diindahkan oleh Isri Will, maka Inggris
lebih memilih untuk mengakui Palestina
aja. Opini pun terbagi terkait pengakuan
yang diberikan oleh negara-negara ini,
Geng. Beberapa kritikus berpendapat ya,
pengakuan sama sekali enggak boleh
bersyarat ya, khususnya pada tindakan
Istri Will. Kenapa? Dengan
mengkoordinasikan tindakan mereka,
negara-negara yang mengusulkan untuk
mengakui negara Palestina berharap bisa
membuat dampak yang lebih besar,
membantu menggalang pendapat tentang
cara mengakhiri perang di Gaza dan
proses politik seperti apa yang harus
diikuti. Meskipun udah ada beberapa
negara yang ingin mengakui Palestina,
tapi masih ada negara-negara yang masih
belum mau melakukan hal itu, Geng. Nah,
kenapa bisa kayak gitu? Sebab
negara-negara yang tidak mau mengakui
Palestina ini sebagai negara pada
umumnya karena tidak ada negosiasi yang
harus diselesaikan dengan istri Will.
Nah, narasi pengakuan Palestina sebagai
sebuah negara hanya sebatas janji-janji
selama ini. Sebab, ya selalu ada Amerika
yang bersih keras supaya negosiasi
dilakukan secara langsung antara
Israwiil dan Palestina yang berarti ini
memberikan Israwiil hak veto atas
aspirasi Palestina untuk menentukan
nasib pihak Palestina. Jadi, bisa
dikatakan tuh ya enggak ada goals-nya
juga. Ujung-ujungnya yang menentukan
nasib orang-orang Palestina ini adalah
Israwiel juga. Perundingan damai dimulai
dari tahun 1990-an dan menetapkan solusi
dua negara. Tapi proses perdamaian itu
mulai melemah secara perlahan sejak awal
tahun 2000-an. Bahkan sebelum tahun 2014
ketika perundingan antara Isriwil dan
Palestin di Washington itu gagal.
Masalah yang paling rumit nih, Geng, itu
juga belum terselesaikan termasuk batas
wilayah dan negara Palestina di masa
depan. status Yerusalem dan nasib
pengungsi Palestina dari perang 1948
sampai 1949 yang terjadi setelah
deklarasi pembukan negara Isriwil itu
enggak tahu nasibnya kayak gimana.
Nah, Istri pastinya menentang keras
tawaran keanggotaan Palestina di PBB.
Mereka enggak mau Palestina masuk ke
PBB. Beberapa pihak termasuk pendukung
Isriwil berpendapat bahwa itu tidak
memenuhi kriteria utama untuk kenegaraan
yang ditetapkan dalam konvensi
Montevideo tahun 1993, yaitu penduduk
tetap, wilayah yang ditentukan,
pemerintahan, dan kapasitas untuk
menjalin hubungan dengan negara lain.
Nah, sementara yang mendukung lebih
menekankan pada pengakuan oleh
negara-negara lain, Geng. Terus, geng,
di PBB sendiri ya, Palestina itu
berstatus sebagai negara pengamat tetap
yang diizinkan untuk berpartisipasi tapi
tidak memiliki hak suara. Jadi enggak
boleh ngomong apapun, enggak boleh
ikut-ikutan ya mengambil keputusan. Di
tahun 2011, Palestina mengajukan
permohonan untuk menjadi negara anggota
penuh PBB, tapi gagal karena kurangnya
dukungan di Dewan Keamanan PBB dan tidak
pernah sampai pada pemungutan suara.
Tapi geng, di tahun 2012 Majelis Umum
PBB memutuskan untuk meningkatkan status
Palestina menjadi negara pengamat non
anggota yang memungkinkan Palestina
untuk ikut serta dalam perdebatan di
majelis meskipun mereka tidak bisa
memberikan suara pada resolusi. Nah,
keputusan PBB ini disambut baik di tepi
barat dan juga jalur Gaza, tapi dikritik
oleh Amerika dan Isriwel. Sebab dengan
pengakuan Palestina tersebut
memungkinkan mereka untuk bergabung
dengan organisasi internasional lain
seperti Pengadilan Tertinggi PBB.
mahkamah Kriminal Internasional yang
mereka ikuti di tahun 2015. Nah, jadi
kayak Amerika dan Israwi ini takut
banget e dari dulu ya Palestina itu
mendapatkan e posisi lah. Nah, pada
bulan April tahun 2024, Amerika sebagai
salah satu dari lima anggota tetap
memveto penerimaan Palestina sebagai
sebuah negara dengan menyebutkan langkah
pengakuan Palestina sebagai hal yang
prematur. Jadi menurut mereka terlalu
cepat pengakuan terhadap Palestina ini.
Padahal kalau dipikir-pikir dari dulu
juga Palestina udah ada ya sebelum istri
Will mencaplok daerah mereka, tanah
mereka. Tapi malah Palestina yang
dianggap prematur. Ini aneh banget. Dan
di bulan Mei tahun 2024, Majelis Umum
PBB meningkatkan hak-hak Palestina di
dalam organisasi tersebut dan mendesak
agar diterima sebagai anggota setelah
adanya perdebatan yang cukup alot.
Resolusi tersebut memperbolehkan
Palestina untuk mengambil bagian penuh
di dalam perdebatan, mengusulkan agenda
penting, dan memilih perwakilannya di
dalam komite. Tapi tidak memiliki hak
suara sebab keanggotaannya hanya bisa
diberikan oleh Dewan Keamanan PBB. Di
dalam KTP PBB, para pemimpin negara pun
melakukan pidato dengan mengatakan bakal
mengakui negara Palestina. Presiden kita
Pak Prabowo juga berpidato yang sama
dalam pertemuan tersebut dengan merujuk
kepada ee solusi dua negara. atau dengan
kata lain two state solution, pidato
yang disampaikan oleh beliau ya justru
mendapatkan kritik atau sorotan dari
masyarakat Indonesia nih. Mengapa
demikian dan apa sebenarnya tentang
solusi dua negara ini? Nah, sekarang
kita bakal masuk ke dalam pembahasannya.
Nah, jadi geng di dalam KTTPB ya ada
beberapa pemimpin negara yang mulai
menyuarakan dukungan terhadap pengakuan
negara Palestina sebagai sebuah negara
yang utuh. Salah satunya Presiden
Prancis yaitu Emmanuel Macron pada
sidang PBB di hari Senin tanggal 22
September yang mengatakan bahwa waktu
untuk perdamaian sudah tiba. Waktunya
telah tiba untuk membebaskan 48 Sandra
yang ditawan oleh Mamas untuk
menghentikan perang, pengeboman di Gaza,
ya pembantaian dan e pengungsian.
Emmanuel Macron sebelumnya juga
mengatakan dia bakal menjadikan
pembebasan Sandra yang disandra oleh
Mamas selama serangan terhadap Istriwil
pada tanggal 7 Oktober 2023 sebagai
syarat untuk membuka kedutaan besar
Prancis untuk negara Palestina. Padahal
ya Isriwel sudah berulang kali
memperingatkan Prancis agar tidak
mengakui negara Palestina. Tapi justru
ya Presiden Macron ini kayak memberikan
kisi-kisi atau ee aba-aba kalau dia
bakal segera mengakui Palestina.
Sementara Menteri Luar Negeri Arab Saudi
yaitu Pangeran Faisal menyampaikan bahwa
semua negara harus mengikuti dan
mengakui negara Palestina. Antonio
Guteres ya selaku sekretaris jenderal eh
PBB itu bilang kalau kenegaraan bagi
Palestina adalah hak, bukanlah sebuah
hadiah. Wah gila ya. Merinding banget.
Hak loh. Berarti sudah mulai banyak yang
sadar bahwa itu memang tanah Palestina
dari dulu. Banyak yang menafsirkan
kalimat dari Antonio ini sebagai bentuk
perlawanan terhadap dominasi ister saat
ini. Terus, geng, presiden kita Pak
Prabowo juga berkesempatan untuk
menyampaikan pidato di dalam KTT PBB.
Pak Prabowo diberikan kesempatan
berpidato setelah Raja Yordania yang
bernama Abdullah bin Al-Husein, terus
Presiden Turki yaitu Resep Thaib
Erdogan, Presiden Brazil yaitu Luis
Ignacio Lula da Silva, dan Presiden
Portugal yaitu Marcel Rebelo de Sausa.
Nah, di dalam pidato Pak Prabowo, beliau
berbicara soal dukungan Indonesia
terhadap solusi dua negara untuk
mengakhiri konflik Israwiil dan
Palestina.
has proven in the history of mankind
that this sense of injustice, this sense
of oppression will unite into a strong
force that will overcome this oppression
that will overcome this injustice.
to close I would like to retreat again
Indonesia's complete support for the two
state solution
in Palestine.
Pak Prabowo juga menyerukan agar
kekerasan di Palestina segera dihentikan
dan mengecam kekerasan terhadap warga
sipil. Nah, cuma Geng pendapat netizen
Indonesia malah terbagi dua nih. Ada
yang mendukung Pak Prabowo tentu aja ada
yang menolak atau mengkritik e pidato
Pak Prabowo. Kenapa bisa ada yang
mengkritik solusi tersebut? Sebelum bisa
menjawabnya, gua bakal menjelaskan dulu
tentang apa itu two state solution atau
solusi dua negara biar kalian memahami
konteksnya. Jadi, geng solusi dua negara
atau two state solution ini mengusulkan
penyelesaian konflik Isriwil dan
Palestina dengan mendirikan dua negara
untuk dua bangsa. istri Will untuk
bangsa Yahudi, sementara Palestina untuk
rakyat Palestina. Tuh. Jadi ibaratnya
tuh kalau dikatakan ee memberikan hadiah
untuk salah satu negara antara Isriwil
atau Palestina, lebih tepatnya sih
memberikan hadiah kepada istriwil ya.
Karena kan yang diuntungkan di dalam hal
ini ya istriwel gitu. Karena mau
bagaimanapun juga itu kan tanah
Palestina tadinya.
[Musik]
Terus geng sebelumnya di tahun 1993
pemerintah Isriwil dan organisasi
pembebasan Palestine atau Palestine
Liberation Organization atau disingkat
dengan PLO itu sudah menyetujui rencana
penerapan solusi dua negara sebagai
bagian dari perjanjian Oslo. Hal
tersebut kemudian mengarah pada
pembentukan otoritas Palestine atau
Palestinian Authority atau disingkat
dengan PA. Nah, latar belakang lahirnya
solusi ini adalah ketika diusulkan di
dalam perjanjian Oslo yang lahir dari
serangkaian peristiwa sejarah, Geng.
Setelah kekaisaran Ottoman jatuh,
orang-orang Yahudi dan Arab sama-sama
mengklaim hak untuk menentukan nasib
mereka sendiri di Palestina. Harapan
Yahudi dan Palestina terhadap sebuah
negara merdeka dalam sejarah Palestin
bisa dilihat sejak perang dunia pertama.
Nah, ketika itu Inggris berupaya untuk
menggalang dukungan terhadap kekaisaran
Otoman dan kekuatan sentral. Nah,
korespondensi Hussein McMahhen di tahun
1915 sampai dengan 1916 itu menjanjikan
dukungan Inggris terhadap kemerdekaan
Arab sebagai imbalan atas dukungan Arab
terhadap Kesultanan Utsmaniyah. Di tahun
berikutnya, deklarasi Balfor menjanjikan
dukungan Inggris terhadap pendirian
rumah nasional bagi orang-orang Yahudi
yang ada di Palestina. Nah, beberapa
dekade kemudian gelombang migrasi Yahudi
ke Palestina menyebabkan peningkatan
signifikan di dalam populasi Yahudi.
Nah, tapi perlu diingat geng memang
sedari dulu, ya, orang-orang Yahudi di
tanah Palestina itu udah banyak ya, tapi
harus bisa bedain mana Yahudi, mana
Zionis. Zionis itu
ideologi. Mereka tuh muncul ya, mereka
tuh mulai menjajah di Palestina itu ya
setelah perang yang mana mereka ini udah
enggak punya negara, enggak punya lahan,
enggak punya tanah. Mereka minta tanah
kepada Inggris. Dihadiahkanlah mereka
ditempatkanlah di tanah Palestina. Itu
semenjak adanya ideologi zionis inilah
berubah semua tuh. Yahudi-yahudi yang
ada di Isriwil itu malah menghabisi si
tuan tanahnya yaitu rakyat Palestina.
Sebenarnya kalau kalian berbicara
tentang Palestina itu isinya enggak cuma
orang Islam. Di sana tuh ada orang
Kristen dalam jumlah besar, ada orang
Islam dalam jumlah besar, Yahudi dalam
jumlah besar. Lalu siapa penjahatnya?
Apakah tiga agama samawi ini? Bukan.
Penjahatnya adalah Zionis. Jauh dari
kata agama itu adalah ideologi, Geng.
Terus, Geng ya. Ya, singkat cerita
peningkatan imigrasi yang begitu tinggi
ini menimbulkan protes bagi penduduk
Arab. Ketika Inggris mau menarik diri
dari wilayah tersebut, PBB mengeluarkan
resolusi PBB 181 yang bakal membagi
Palestina menjadi negara Yahudi dan
negara Arab. Tapi rencana tersebut malah
ditolak oleh negara-negara Arab dan
menimbulkan konflik perebutan wilayah.
Upaya pertama untuk membagi tanah
tersebut menghasilkan sebuah negara yang
bernama Isriwil pada tahun 1948.
Kemudian tahun 1967 Isriwil merebut dan
menduduki tepi barat, jalur Gazza dan
wilayah lain. Dan pada akhirnya ya
sampai ke wilayah yang masuk ke dalam
wilayah Palestina itu dihajar habis oleh
mereka. Nah, di tahun 1990 sebuah
perjanjian mulai dinegosiasikan antara
para pemimpin Israwiil dan Palestina di
Oslo. Norwigia yang menetapkan sebuah
proses untuk solusi dua negara yang
dinegosiasikan bersama untuk ee
diterapkan secara bertahap. Meskipun
proses ini pada awalnya menunjukkan
kemajuan, tetapi ketidakpuasan dan
ketidakpercayaan menyebabkan kegagalan
dan penundaan terhadap proses tersebut.
Nah, walaupun ada pihak yang memandang
kalau two state solution ini adalah
solusi terbaik, win-win solution bagi
kedua negara, biar sama-sama enak, dapat
lahan, dapat negara, masih banyak yang
merasa kalau ini bukanlah sebuah solusi.
Nah, masih banyak yang enggak setuju
kalau rewel dapat lahan juga gitu.
karena ditakutkan mungkin ya ini orang
kalau dikasih enak entar ngelunjak lagi
gitu.
[Musik]
Di saat itu, Geng, banyak aktivis dan
sejarawan serta anggota dari masyarakat
sipil percaya pada two state solution
justru bisa menjadi jebakan diplomatik
yang memperpanjang penderitaan rakyat
Palestina. Secara teori memang two state
solution ini ya menawarkan rasa keadilan
tapi faktanya di dalam praktik
sehari-hari kenyataannya sangat berbeda.
Istri Will tetap memperluas
pendudukannya di tepi barat. merampas
tanah warga Palestina dan menerapkan
blokade ketat di Gaza. Enggak ada tanda
yang jelas bahwa Isriwil itu mau
menyerahkan ruang kedaulatan yang nyata
pada Palestina. Persoalan batas, status
Yerusalem, dan masa depan bagi jutaan
pengungsi itu masih menjadi permasalahan
dan pertanyaanlah yang belum
terselesaikan. Ya, ada juga ketimpangan
kekuatan dan ketidakpercayaan yang
begitu besar bagi istri Will sebab
mereka unggul di dalam militer, ditopang
politik yang kuat di Amerika dan
menguasai seluruh ruang udara serta
batas Palestina. Sementara itu ya,
Palestina sendiri terbagi antara Fatah
dan Mamas yang menyebabkan Palestina
memiliki posisi tawar yang sangat lemah.
Jadi ada dua apa ya, ada dua kekuatan
militer yang berdiri di Palestina
sendiri. Ketidakpercayaan yang sudah
mengakar membuat kesepakatan antara dua
negara terasa sangat mustahil. Banyak
yang yakin kalau solusi itu cuma bakal
memperpanjang dominasi Istri Will atas
Palestina yang dibungkus dengan
kata-kata perdamaian. Padahal aslinya
mah enggak ada damai-damainya gitu. Dan
banyak juga pengamat yang melihat two
state solution justru bakal melegitimasi
penjajahan yang sudah ada dengan
pembagian tanah sesuai dengan peta
politik sekarang di mana Isriwel
menguasai sebagian besar dan Palestina
yang terpecah. Ya kan? Rencana ini ya
bisa dilihat ya sebagai pengakuan yang
enggak resmi terhadap hasil pendudukan
dan kekerasan yang sistematik. bukannya
mengembalikan hak untuk rakyat Palestina
secara utuh, tapi ya cara berpikir two
state solution ini seolah memberikan
persetujuan pada pelanggaran hukum
internasional. Yang ibaratnya kayak ya
kalau bahasa bayinya tuh gini, "Udahlah
Palestina yang udah diambil sama Isriwil
kasih aja ke dia. Kamu nih dapat dikit
ya, yang penting kamu tetap merdeka
enggak diganggu lagi. Ini negara kamu
ya." Yang mana tadinya negara mereka
seluas ini setelah dicaplok oleh Isriwil
jadi segini. Nah, terus mereka diminta
untuk ikhlas gitu. terima aja yang
penting kan negara lu tetap berdiri
gitulah kira-kira.
[Musik]
Kelompok yang kontra terhadap two state
solution ini berpandangan selama IS Will
tidak diwajibkan untuk mengembalikan
wilayah yang dirampas dan menghapuskan
diskriminasi, apa yang disebut sebagai
solusi bukanlah ya solusi perdamaian
yang sebenarnya, melainkan hanya
kompromi terhadap ketidakadilan. mereka
udah rampas yang kayak pihak Palestina
disuruh ikhlas-ikhlas aja gitu,
terima-terima aja atas apa yang sudah
dirampas. Yang penting mereka dikasih
sedikit gitu kan kayak enggak benar
sebenarnya. Nah, makanya banyak yang
enggak setuju dengan hal ini. Situasi
ini ya kemudian jadi semakin rumit
seiring dengan masuknya berbagai
intervensi dari pihak-pihak luar seperti
Amerika, Iran, Turki, dan negara-negara
lain yang masing-masing memiliki
kepentingan politik dan ekonomi mereka
dalam proses negosiasi. Kehadiran
negara-negara ini sering sekali malah
menambah kebingungan dan memperlambat
setiap penyelesaian kesepakatan tanpa
adanya dorongan internasional yang
benar-benar netral dan juga adil.
Harapan untuk merealisasikan solusi dua
negara tetap berat dan rapuh, Geng, di
dalam hal ini. Nah, terus, Geng, ada
seorang dosen yang mengkritik pidatonya
Pak Prabowo. Dosen ini adalah dosen
hubungan internasional dari Universitas
Muhammadiyah Jakarta yang bernama Ela
Syaf Putri Prihatini. Dia mengkritisi
pernyataan Pak Prabowo. Pernyataan
tersebut dinilai enggak konsisten dengan
perjuangan dan diplomasi yang selama ini
digalang oleh Indonesia lewat berbagai
forum dan bentuk. Menurut beliau ya,
selama ini pemerintah Indonesia selalu
mendesak agar Palestina merdeka tapi
enggak mengakui Isriwil sebagai entitas
negara. Karena secara de facto dan dejur
ee bahwa Isriwil ini melakukan
penjajahan, perampasan tanah,
penyiksaan, dan genosida terhadap
penduduk Palestina. Itu anehnya. Oleh
karena itu, pernyataan bahwa Indonesia
bakal mengakui hak-hak Isriwil agar
Palestina mendapatkan kemerdekaan adalah
bentuk pelanggaran terhadap amanah dan
semangat konstitusi, kata beliau. Nah,
Ella menilai ya politik luar negeri
Indonesia harus berfokus pada penegakan
hukum dan kepatuhan terhadap norma-norma
internasional. Karena bangsa Indonesia
memiliki sejarah yang kuat dalam
memimpin perjuangan melawan penjajah.
Narasi yang pro terhadap pembukaan
hubungan diplomatik apalagi pengakuan
terhadap istri itu sebagai entitas
negara gitu ya, itu enggak cuma
melanggar amanat konstitusi, namun juga
bertentangan dengan nilai-nilai
kemanusiaan dan aspirasi rakyat
Indonesia. Nah, sementara itu, Geng, ya.
Pengajar hubungan internasional dari
Universitas Indonesia, yaitu Pak Agung
Nurwijo itu mengatakan, "Tate solution
sebenarnya adalah eh opsi paling
diplomatik gitu dan superior untuk
menyelesaikan konflik Ary will dan
Palestina. Tapi pada implementasinya
dalam bentuk formasi ideal itu memiliki
tantangan tersendiri seperti batas
geografis daerah yang disepakati dengan
realita di lapangan yang berbeda seiring
dengan perluasan kolonialisasi Isriwil.
Jadi tuh kayak isriwil ini udah terlalu
besar ngambil wilayah Palestina. Nah
menurut Pak Agung ya dukungan Indonesia
atas solusi dua negara bisa dimaknai
sebagai bentuk pengakuan atas kedaulatan
Palestina dan juga ister Will di dalam
praktik hidup berdampingan. Nah, dia
menilai Indonesia sudah berada dalam
posisi yang tepat sebenarnya untuk
memberikan syarat yang mutlak bagi
pengakuan terhadap istri Will baru bisa
dilakukan setelah adanya kemerdekaan
Palestina. Terlebih lagi, pengakuan
kedaulatan Palestin saat ini menjadi
arus utama internasional dengan lebih
dari 140 negara yang sudah mengakui
Palestina. Semestinya sikap itu
ditunjukkan secara lebih nyata dalam
upaya untuk menghentikan kolonialisme
genosida Istriwil atas Palestina.
Meskipun begitu, menurut Pak Agung jalan
perdamaian enggak akan terwujud tanpa
adanya posisi setara antara Isriwil dan
Palestina. Yang jadi masalahnya adalah
sering sekali Isriwil yang menjadi pihak
yang justru menghalangi terwujudnya two
state solution ini. Mereka tuh kayak
enggak mau sama sekali ya bersikap adill
lah kepada Palestina. Mereka tuh pengin
mereka yang untung sendiri.
[Musik]
Nah, jadi itu dia geng ya pembahasan
kita hari ini mengenai KTT PBB yang
ingin mewujudkan two state solution
terhadap Palestina dan Israwiil yang
alias dengan kata lain Palestina bakal
diakui sebagai negara yang berdaulat,
negara yang utuh dan Isriwel juga akan
dihadiahi hal yang sama tapi dengan ya
kalau menurut orang-orang Isri Willel
jauh lebih untung dibandingkan
Palestina. Gimana tuh geng menurut
kalian? Apakah solusi tersebut adalah
solusi terbaik yang bisa terwujud? Coba
deh tinggalkan komentar di bawah.