Transcript
QuGrhC8A5so • DALANG PENCULlKAN & PEMBUN*H4N KEPALA BANK BRI ADALAH MOTIVATOR TERKENAL DIBANTU APARAT MILITER ?!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1535_QuGrhC8A5so.txt
Kind: captions Language: id Hari ini kita bakal update kelanjutan dari kasus penculikan dan penghilangan nyawa dari Ilham Pradipta yang menjabat sebagai Kepala BRI Cabang Cempaka Putih. Buat yang belum tahu kasusnya atau ketinggalan e beritanya boleh cek dulu di video yang sebelumnya yang udah kita bahas. Nah, videonya yang ini supaya kalian tidak bingung, Geng. Nah, nanti kalau kalian udah nonton baru kalian bisa balik ke video ini. Nah, buat kalian yang udah nonton langsung hari ini kita bakal bahas kelanjutannya yaitu soal kemarin kita membahas tentang para pelakunya yang berakhir dengan ditangkapnya empat orang yang diduga berperan sebagai aktor utama di balik kasus penghilangan nyawa ini. Nah, namun geng yang mengagetkannya adalah saat ini pihak kepolisian sudah berhasil menangkap total sebanyak 15 orang yang menjadi tersangka atas kasus ini. Kalau dilihat dari banyaknya orang yang terlibat, pasti pelakunya bukan orang sembarangan. Karena ya orang tersebut bisa menggerakkan dan memerintah banyak orang. Udah kayak mafia atau kartel gitu ya. Nah, kemarin itu empat orang terakhir yang ditangkap baru diketahui inisialnya aja. Tapi sekarang udah terungkap kalau ada salah satu dari empat orang tersebut yang ternyata merupakan seorang public figure, motivator terkenal, pengusaha kaya raya, dan wah gila banget ternyata dia salah satu yang menjadi otak di balik kasus ini. Nah, kok bisa, Geng? Seorang pengusaha terkenal yang punya nama besar bahkan memotivasi orang lain justru terlibat di dalam kasus mengerikan kayak gini. Dan banyak yang bertanya sebenarnya ada masalah apa yang terjadi di antara si orang terkenal ini atau si motivator ini dengan korban yaitu Ilham? Apakah benar kalau motif utamanya karena pinjaman fiktif seperti isu yang beredar di sosial media sebelumnya? Nah, di video kali ini kita bakal membahas mengenai perkembangan dari kasus ini, Geng. Dan kabarnya juga terindikasi ya, ada beberapa dari pelaku itu yang ternyata merupakan aparat militer ya, tercatat sebagai aparat militer di negara kita. Oke, sebelumnya gua mau disclaimer dulu nih. Pembahasan ini tidak bermaksud untuk melanggar aturan YouTube ataupun membahas sesuatu yang dilarang oleh YouTube. Pembahasan ini murni adalah sebuah informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua atas kejadian yang terjadi di negara kita. Nah, karena kejadian ini benar-benar bikin orang itu kayak enggak habis pikir, bikin orang-orang tuh jadi merinding. Indonesia udah kayak Mexico aja gitu ya, ada penculikan segala gitu dan kasusnya benar-benar e mengerikan karena terorganisir pelakunya enggak cuma satu orang. Oke, langsung aja kita bahas secara lengkap perkembangan kasus ini. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Genggeng, untuk pembahasan yang pertama ya, kita akan bahas dulu nih mengenai jejak dan kabar terakhir dari Ilham Pradipta yaitu korban dari kasus ini. Jadi, Geng, berdasarkan pengakuan dari juru bicara pihak keluarga yang bernama Widodo Bayu Aji, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dari Ilham pada saat sebelum sampai di hari kejadian. Bahkan di siang hari sebelum dia diculik, Ilham ini masih sempat ngobrol dengan kakaknya yang paling tua ya, yang ada di Surabaya melalui telepon. Di dalam percakapan tersebut, Ilham dan kakaknya ini membahas hal-hal yang sederhana seperti e makanan-makanan ke Surabaya ee dan hal-hal yang menyenangkan lah. Dan percakapan ini berlangsung hangat sebab Ilham juga pernah bertugas di Surabaya sehingga obrolan seputar kuliner khaya jadi topik yang akrab di antara mereka. Di dalam percakapan itu, Ilham juga sempat membanggakan anaknya kepada sang kakak karena anaknya ini mendapatkan juara satu saat kenaikan kelas. Pihak keluarga kaget ketika Puspita, istrinya Ilham menelepon untuk mengabari kalau Ilham diculik. Ya, sebelumnya mereka baik-baik aja, mereka masih ngobrol hal-hal yang ringan. Tiba-tiba ada kabar kalau dia diculik. Kalau dari cerita adik iparnya Ilham yang bernama Intania Rizki Utami, semasa hidupnya Ilham ini enggak pernah memiliki musuh. Ya mungkin ada, tapi dia bukan tipikal orang yang suka bikin keributan gitu, Geng. Nah, bahkan ketika menjelang kasus ini ya, Ilham ini juga gak pernah mengeluhkan akan adanya ancaman atau ya dia merasa tertekan. Enggak ada sama sekali. Karena selama ini Ilham tidak pernah bercerita kalau dia berkonflik dengan seseorang atau lain sebagainya. Nah, dan Intan sendiri menduga kalau Ilham sudah dibuntuti sebelum penculikan terjadi karena posisi dari mobil putih yaitu mobil yang dikendarai oleh para tersangka sudah terparkir di sebelah mobilnya Ilham. Dan barulah setelah mendapatkan kabar kalau Ilham diculik, pihak keluarga berusaha untuk mengkonfirmasi dan mencoba mencari tahu bagaimana kondisi Ilham di saat itu. Apa benar dia diculik atau enggak? Dan barulah pihak keluarga mendapatkan CCTV yang memperlihatkan detik-detik ketika Ilham diculik di parkiran Lotem Pasar Rebo, Jakarta Timur. Di situlah keluarga baru mengetahui ternyata berita itu benar. Lalu, Geng, berdasarkan dari rekaman CCTV yang merekam kejadian ketika Ilham diculik di parkiran Lute Pasar Rebo, mobil Ilham memang sempat terlihat masuk ke area parkir yang terletak persis di samping gedung. Tapi ternyata ya Ilham di saat itu belum sempat menghadiri rapat tersebut. Karena kalau dari keterangan polisi yang gua lihat di media tempo nih, tidak hadirnya Ilham di rapat tersebut ya dikarenakan dia sudah terlebih dahulu diculik oleh para pelaku ketika dia keluar dari mobil. Nah, walaupun memang di rekaman justru terlihat Ilham yang sedang menuju ke mobil yang diduga dia keluar dari dalam lote. Makanya pada saat itu perkiraannya adalah kalau dia ini diculik setelah dia menghadiri rapat. Tapi kalau dari keterangan polisi justru sebaliknya Ilham belum datang ke rapat karena ya baru keluar mobil udah diculik duluan. Kalau kita juga lihat dari kasusnya aja ya, kita udah bisa nebak kalau pelaku utamanya pasti bukan orang dari kalangan biasa, tapi justru yang memiliki power. entah jabatan atau uang dan yang bisa menggerakkan orang lain untuk melakukan aksi keji tersebut. Ya, walaupun aksi yang dilakukan oleh pelaku tidak bisa dikatakan wajar ya, tapi dari sini kita bisa melihat bagaimana uang itu bekerja ya. Uang memiliki power karena dengan uang orang-orang bisa melakukan apa yang mereka mau sebenarnya ya. Memiliki banyak uang ya jelas enggak salah istilahnya itu financial freedom ya kan sudah bebas dari masalah finansial ya. Tergantung orangnya mau diarahkan ke mana ketika dia sudah di dalam posisi finansial freedom tersebut. Nah, tapi untuk saat ini kita paham sendiri ya, Geng, negara kita ekonominya sedang lesu-lesunya. Tapi walaupun begitu kita tetap harus berusaha bertahan. Nah, mungkin banyak orang yang di saat ini ya berusaha untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan karena pekerjaan utama di saat ini juga tidak bisa menjamin ya penghidupan masyarakat. Oke, sebelum kita lanjutkan ke ceritanya, gua pengin informasikan ke kalian dulu nih. Mungkin ini bisa menjadi acuan kalian untuk kalian yang ingin belajar menjadi seorang trader. Ingat ya, untuk kalian yang mau aja. Jadi, ini bukan profesi coba-coba, bukan profesi main-main atau profesi iseng-iseng. Ini adalah profesi yang resmi, butuh ilmu, ya, butuh waktu, dan butuh modal. ya. Yang namanya kita berusaha, yang namanya kita berbisnis, yang namanya kita ingin mencari nafkah udah pasti butuh modal. Sebelumnya gua disclaimer dulu. Selain ini diperuntukkan hanya untuk kalian yang memang ingin belajar menjadi seorang trader, platform yang akan gua kenalkan ini berbeda dengan platform yang dikenalkan oleh IC dan juga DS beberapa waktu yang lalu terkait Binery Option. Nah, ini benar-benar platform untuk trader. Jadi, pastikan kalian memang ingin menjadi seorang trader baru kalian bisa memulai karir kalian di platform ini. Nama platformnya itu adalah Venex. Buat kalian udah pasti enggak asing lagilah dengan Penex ini karena memang beberapa kali sempat gua rekomendasikan. Nah, soalnya Penex ini adalah pialang berlisensi yang sudah ada sejak tahun 2012 dan sudah dipercaya lebih dari 30.000 para trader dan punya lisensi dari bapeti, clearing berjangka Indonesia, serta JFX. Jadi, ya enggak perlu khawatir untuk regulasinya. Penix ini punya fitur-fitur yang memudahkan kalian seperti tampilan yang mudah dipahami oleh pengguna. Terus karena banyak trader yang kesulitan untuk deposit karena prosesnya yang lama dan sulit ya yang membuat mereka jadi kehilangan kesempatan entry di momen yang tepat. Di Pinx ini proses deposit dan penarikannya cepat dan bisa dilakukan melalui bank-bank besar di Indonesia. Bagi kalian yang belum pernah ya mencoba untuk menjadi seorang trader, kalian bisa berlatih terlebih dahulu di Phoenix yang sudah dilengkapi berbagai tools yang cocok untuk kalian gunakan sampai akhirnya kalian paham. Dan di Phoenix, setiap pengguna bisa memulai dengan modal yang nyaman sesuai dengan kemampuan. Ketika sudah terbiasa, kalian bisa menambahkan depositnya untuk bisa buka peluang yang lebih luas lagi. Dan kalian jadi bisa mengelola strategi tanpa khawatir kehilangan momen penting. Ya, cuma gua tekankan ya, Geng, kalian juga harus konsisten dan disiplin di dalam menjalankannya. Untuk itu, gua rekomendasikan Penex karena enggak cuma berlisensi aja, tapi juga karena Phoenix yang berkomitmen untuk memudahkan kalian dalam belajar menjadi seorang trader sehingga kalian enggak perlu takut untuk memulainya. Nah, langsung klik link yang ada di deskripsi atau barcode yang ada di layar di sebelah gua ini. Jangan lewatkan kesempatan ini dan mulailah menjadi seorang trader bersama Phoenix. Oke, sekarang kita lanjutkan lagi nih, Gengs, ya. Ceritanya di dalam rekaman CCTV tersebut juga menunjukkan adanya sembilan mobil yang terparkir di waktu kejadian. Tapi memang situasi di parkir belakang lote tersebut sedang lengang sehingga enggak ada orang yang berlalu lalang. Cuma ada mobil-mobil aja dan menjadi waktu yang tepat untuk para pelaku melancarkan aksi mereka, Geng. jurnalis dari media Kompas yang mendatangi lokasi kejadian pada tanggal 23 Agustus, 3 hari setelah kasus tersebut ya, justru menyaksikan kondisi yang sebaliknya. Nah, mereka di saat itu melihat kalau kendaraan berjejer di parkiran depan dan banyak orang yang masuk ke dalam lote membawa troli dan keluar membawa belanjaan. Yang menunjukkan bahwa sebenarnya kondisi di lote itu biasanya ramai pengunjung dan kantin yang berada di samping gedung perbelanjaan juga enggak kalah ramai, Geng. Karena banyak orang yang sedang makan dan nongkrong di situ. Kantin tersebut terhubung ke parkiran belakang swalayan melalui jalan setapak alias jalan kecil. Nah, yang masih jadi misteri sampai sekarang sebelum jasad Ilham dibuang, dibawa ke manakah Ilham ini? Di mana Ilham ya akhirnya dihabisi sampai meregang nyawa? Kemudian yang masih jadi pertanyaan juga mengapa pelaku membuang jenazahnya di tempat yang terbuka yang mana kemungkinan besar bakal ditemukan oleh warga sekitar? Apakah pelaku percaya diri kalau e mereka enggak bakal tertangkap? Nah, sekarang kabarnya ya sudah ada total 15 orang nih yang ditangkap oleh polisi yang mana salah satu dari mereka adalah seorang motivator serta pebisnis terkenal. Siapa dia? Sekarang kita masuk ke dalam pembahasannya. Jadi, Geng, Kepolisian Daerah Metro Jaya itu sudah menangkap sebanyak 15 orang yang diduga terlibat di dalam kasus ini. Serta orang yang dianggap sudah menghilangkan nyawa Ilham Pradipta juga udah ditangkap. Karena kan di sini ee tugas mereka beda-beda. Ada yang menculik, ada yang menghabisi. Nah, lalu Kombes Ade Arisam selaku Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya itu bilang ada seilan orang yang ditangkap oleh Subdirektorat Jatan Ras, kejahatan dengan kekerasan. Sementara enam orang lainnya ditangkap oleh Subdit Resmob atau Reserse Mobile. Dan Pak Ad ini belum menjelaskan apakah 15 orang yang terduga pelaku ini sudah ditetapkan sebagai tersangka atau belum. Nah, peran dari masing-masing mereka itu juga masih belum jelas sehingga penyidik masih terus mendalami. Nah, di saat itu ada Adrianus Agal selaku pengacara dari empat orang tersangka itu menyebutkan ada tiga kluster tersangka di dalam kasus ini. Yang pertama adalah kluster tim pengintai, terus yang kedua ada kluster tim penculikan dan yang terakhir adalah kluster tim eksekutor yang menghabisi nyawa. Jadi benar-benar terorganisir, terstruktur. Terus geng, Pak Adrianus ini juga mewakili empat kliennya yang bertugas sebagai penculik nih. Dan berarti ini adalah empat pelaku yang ditangkap pertama kali yaitu inisial AT, RS, RAH, dan RW alias Eras. Nah, menurut dia empat kliennya ini mengaku ada keterlibatan seorang oknum aparat berinisial F dalam kasus ini. Jadi, mereka berempat diperintahkan untuk menculik Ilham oleh F ini. Dan setelah berhasil menculik, mereka kemudian mendapatkan perintah dari oknum yang namanya F ini agar Ilham diserahkan ke daerah Cawang, Jakarta Timur. Nah, Adrianus sendiri itu tidak mendetailkan dari instansi mana F ini berasal, apakah dari kepolisian atau dari kemiliteran. enggak disebutkan. Beliau cuma menyatakan kliennya meminta perlindungan dari Panglima Tentara Nasional Indonesia yaitu Jenderal Agus Subianto serta Kepala Kepolisian RI Jenderal Listio Sigit Prabowo. Kalau tadi Pak Adrianus ini menyebut peran dari para tersangka dibagi menjadi tiga klaster, nah informasi terbaru dari AKBP Abdul Rahim selaku Kasubdit Jatan Ras ee beda lagi nih dikatakan peran dari tersangka ini terbagi justru menjadi empat kluster. Jadi ada empat bagian, yaitu kluster aktor intelektual, kluster yang membuntuti, kluster yang menculik, baru kluster yang menghabisi. Nah, kluster yang menghabisi ini sekaligus menjadi ee orang yang apa ya? Yang membuang jenazahnya Ilham setelah itu. Nah, berarti bertambah nih ya, aktor intelektual satu orang. Berarti ada orang yang berperan sebagai apa ya? Looksnya kayak orang baik mungkin, looknya kayak orang berwibawa mungkin untuk mendekati ilham ini kali ya. Ah. Yang jelas keterangannya seperti itu. Nah, si inisial RS Geng, salah satu dari empat orang yang ditangkap pertama kali diketahui bernama asli Rohmat Syukur. Setelah melakukan pendalaman terhadap dia ini, ternyata dia berperan sebagai tim yang memantau Ilham dan mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan oleh Ilham. Rohmat ini juga berperan sebagai penyedia tim IT. Kemudian identitas beberapa orang yang ditangkap setelahnya juga mulai terungkap. Ada empat orang yang ditangkap yang diduga berperan sebagai aktor intelektual di dalam kasus ini, yaitu berinisial C, DH, YJ, dan AA. Nah, ternyata Geng, DH ini bukan orang biasa. Nah, namanya aja udah aktor intelektual ya kan. Nah, DH ini nama lengkapnya adalah Dwi Hartono. Terus semangat, terus berjuang di tengah-tengah kesibukan yang ada dan bisa menyelesaikan perkuliahan S2 ini tepat waktu. Dia ini dikenal sebagai seorang pengusaha asal Rimbo, Bujang, Tebo ya, Jambi. Dia ini pernah tinggal bersama orang tuanya di Jalan Sapat RT2, Dusun Jati Makmur, Desa Mekar Kencana, Unit 6, Kecamatan Rimbo Bujang. Nah, rumahnya berlantai dua, Geng, dan bercat putih dengan pagar warna biru. Namun, beberapa hari terakhir rumah tersebut udah kosong dan pagarnya terkunci. Berdasarkan keterangan dari warga sekitar yang bernama Nanang, belum diketahui keberadaan orang tuanya Dwi saat ini berada di mana. Namun, Nanang menduga kalau orang tuanya Dwi itu menyusul dia ke Jakarta. Dwi ini pernah menyelesaikan sekolah di SD Negeri 177 ya, Jalan Meranti, Desa Tirta Kencana dan melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 13, Jalan Kolim Desa Tirta Kencana. Dan setelah selesai SMP dia melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA sampai ke perguruan tinggi di Pulau Jawa. disebut-sebut dia sudah lama merantau meninggalkan Rimbo Bujang, Geng. Dan menurut keterangan dari salah satu warga di sekitar sana yang bernama Jay Saragi, Dwi Hartono ini pernah sekolah di sana sampai SMA dan dia juga sempat menghadiri acara reuni SMP. Dan dalam acara reunian tersebut, Dwi sering mengundang artis-artis dan Jay mengenal Dwi sebagai seseorang yang memiliki kepribadian yang humble, suka menolong orang lain. Dan kalau ada acara yang diselenggarakan di Rimbo Bujang, dia selalu siap membantu sebagai donatur untuk memberikan sumbangan. Nah, jadi cukup terpandang, cukup banyak duit ya di mata orang-orang dan dermawan gitu. Selama ini Dwi memang dikenal sebagai seorang yang dermawan tanpa pamrih, sering menolong warga di kampungnya. Bahkan dia ini juga pernah menyumbangkan mobilnya untuk dijadikan ambulans dan diserahkan kepada warga yang ada di kampung. Nah, sebab orang-orang gak pernah menyangka dari background keluarganya yang bisa dikatakan sederhana ketika merantau ke Jakarta, pulang-pulang Dwi sudah menjadi orang yang sukses. Nah, suatu hari ketika Dwi pulang kampung, kedatangannya menggemparkan warga Tebo karena dia pulang kampung bukan menggunakan mobil, melainkan naik helikopter. Wah, gila ya. Dan menurut warga di kampung, helikopter yang dia bawa pas pulang kampung itu adalah punya Dwi pribadi. Dan saat acara kitanan anaknya, Dwi juga pernah mengadakan syukuran yang mendatangkan artis Via Valen. Enggak cuma Via Valen, geng. Pernah juga ada Wika Salim dan penceramah terkenal Indonesia yang diundang ke acara tersebut. Nah, jadi benar-benar terpandang gitu. Dan di dalam informasi lainnya, Dwi ini memiliki latar belakang bisnis yang cukup mencolok. Dia mengaku sebagai pengusaha properti, fashion skincare sampai punya bimbel atau bimbingan belajar online yang berada di bawah perusahaannya yaitu Hartono Foundation. Dan bimbingan belajar online-nya ini bernama guruku.com. Ini adalah sebuah aplikasi pendidikan digital yang dikelola oleh PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia atau PT Dai. Guruku ini bergerak di bidang pendidikan nonformal dengan fokus pada kualitas tenaga pendidik, materi dan soal pembelajaran. Guruku juga membuka akses pelatihan bisnis, pengembangan UMKM sampai penguatan soft skill bagi pelajar maupun profesional. Terus juga DUI memiliki PT Hartono Mandiri Makmur, yaitu sebuah marketplace yang dijalankan oleh dia yang kantornya berlokasi di perumahan Kota Wisata Cibubur, kluster San Fransisco Blok Q1 nomor 8, Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nah, jadi dia perusahaannya banyak, usahanya banyak. Dia adalah seorang bos besar dan selain memiliki background sebagai bos, D ini juga dikenal sebagai seorang motivator. Ya biasalah ya kalau orang udah sukses apalagi yang memotivasi orang lain berbagi pengalamannya dia sebagai orang sukses. Dan dari akun Instagramnya DUI ini sering membagikan kesuksesannya ketika mengembangkan bisnis. Seperti yang bisa dilihat dari salah satu postingannya pada ee saat tahun baru 2025. Dia membagikan sebuah video ketika dia menarik uang dalam jumlah besar. Dan di dalam postingan itu dia menuliskan harapan kepada para followersnya agar rezeki teman-temannya di 2025 bisa seperti di video yang dia bagikan. Serta dengan harapan-harapan lainlah, doa-doa lainlah. Ya biasalah orang jual liur ya, motivator-motivator yang ya kita enggak tahulah beneran sukses dari uang halal atau enggak, tapi yang jelas memotivasi. Dwi juga sering memposting agenda yang akan dia lakukan seperti ketika dia pergi ke ee Guangzu, Cina dan ee di sana dia jalan-jalan sama istrinya. Dan selain itu ya banyak juga postingannya dia yang sering mengunggah ee hal-hal receh seperti memposting seorang perempuan yang menangis karena sulam alis, pengemudi yang tersesat di hutan karena pakai Google Maps dan masih banyak lagi. Ya, selera humor bapak-bapak lah. Terus juga, Geng, di dalam salah satu videonya Dwi ini sempat menceritakan kalau dia mengambil S2 administrasi bisnis di Universitas Gadjah Mada atau UGM. Gimana tuh, Geng, menurut kalian? Seorang motivator terkenal, orang kaya, pengikutnya banyak, usahanya banyak, bisa-bisanya menjadi otak dari aksi eksekusi yang mengerikan kayak gini. Gila ya, kita enggak bisa menilai orang tuh dari luarnya aja, Geng. Bahkan orang kayak dia aja bisa semengerikan itu. Selain terungkapnya sosok Dwi Hartono, publik juga menyoroti istrinya yang bernama Andreana Wulandari. Diketahui ya dia ini sering mendampingi Dwi dalam kegiatan dan sering terlihat berbagi unggahan di sosial medianya yang menampilkan gaya hidup mereka yang mewah. Dan diketahui kalau Andriana ini juga memiliki usaha yaitu usaha fashion serta aksesoris wanita. Dia sering mempromosikannya di TikTok dan juga platform sosial media lain. Dan diketahui kalau Andreana itu memiliki akun Instagram dengan username Andrea_Fog88. Dan ketika suaminya ditangkap dan diduga menjadi otak dari aksi yang mengerikan ini, akunnya tiba-tiba gak bisa diakses. Saat ini keberadaan dari Andriana ini menjadi sorotan dan pertanyaan banyak orang karena beredar kabar atau isu atau rumor gitu ya kalau dia diduga kabur setelah D tertangkap oleh polisi. Dugaan ini diperkuat dengan adanya pengakuan dari mantan karyawan serta rekaman CCTV yang menunjukkan keberadaan Andreana dan anak-anaknya yang meninggalkan rumah pada tengah malam sebelum polisi datang ke sana. Dari kabar yang beredar, Andreana dan anak-anaknya kabur ke luar negeri. Dari informasi yang gua dapatkan di media FT News, kondisi ekonomi keluarga Dwi disebut sudah memburuk selama 3 tahun terakhir. Jadi walaupun dia kaya raya, kelihatannya mentereng banget, ternyata 3 tahun terakhir itu ya mereka tuh tersandung masalah ekonomi lah. Lagi gonjang-ganjing lah masalah ekonominya. Penangkapan Dwi dan teman-temannya yang lain juga berujung dramatis, Geng. Di dalam video yang beredar di sosial media, para pelaku ini ya itu menggunakan mobil hitam ketika berada di Solo, Jawa Tengah. Mereka mengemudi secara ugal-ugalan untuk menghindari kejaran dari petugas. Tapi pada akhirnya mobil tersebut bisa dihentikan dan Dwi beserta dengan dua rekannya ditangkap tanpa perlawanan. Dari penangkapan tersebut polisi langsung menjaring satu pelaku lain yaitu berinisial C yang ditangkap di kawasan PIK, Jakarta Utara. Gila ya. Enggak main-main loh ditangkapnya di Pantai Indah Kapuk, daerah orang kaya, Geng. Jadi ini pelakunya gak orang sembarangan nih. Si inisial C ini ditangkap pada hari Minggu sore tanggal 24 Agustus 2025. Nah, si C ini memiliki nama alias nama panggilan yaitu Ken. Dia ini ditangkap di rumahnya yang berada di kawasan pck tersebut. Nah, penangkapan ini juga terekam di dalam sebuah video yang beredar di sosial media. Di dalam video terlihat sejumlah anggota tim subdit jatan ras di Krimum Polda Metro Jaya yang mendatangi rumahnya si Ken ini. Dan polisi kemudian memperlihatkan dokumen penangkapan terhadap Ken. Dan penangkapannya ini disaksikan oleh security komplek tersebut. Ken juga tidak melakukan perlawanan ketika ditangkap karena udah ya tahu diri aja gitu. Di dalam video itu juga terlihat polisi bersama dengan Ken naik ke lantai du yang kemudian dilanjutkan dengan polisi yang melakukan penggeledahan. Ketika itu tangan Ken tuh udah dalam kondisi yang terikat kabel tis ya. Diikat pakai apa ya? pengganti borgol lah. Nah, lalu polisi menanyakan di mana dokumen serta berkas-berkas milik Ken dan Ken menjawab kalau dokumen yang dimaksud oleh polisi enggak ada karena dia enggak pernah keluar pakai kertas atau dokumen. Jadi dia menggunakan handphone. Dan terungkap juga fakta lain dari penggeledahan tersebut kalau ternyata Ken ini sering menggunakan wig atau rambut palsu. Hal ini diketahui ketika polisi menanyakan kepada Ken apakah dia biasa menggunakan wig. Karena kan kalau dari apa look-nya di video atau di mana gitu kok beda gitu. Dari jawabannya Ken, dia menggunakan wig tersebut karena kepalanya botak bukan untuk penyamaran. Dan kepada polisi, Ken juga mengaku kalau dia sempat bertemu dengan Dwi Hartono di Hotel Fairmont sekitar sebulan atau 2 bulan yang lalu. Dan polisi bertanya lagi, pada saat pertemuan itu apa yang Ken dan Dwi bicarakan? Namun jawabannya enggak begitu jelas, Geng. Yang jelas Ken ini enggak menjawab ee dia ngobrol tentang apa, ya. dia kurang koperatif gitu dan dia malah menjawab kalau dia ngobrol dengan Dwi di the House of UN yaitu restoran yang ada di sana. Nah, terus ditanya lagi sama polisi, "Apakah ketika bertemu dengan doi Ken ini menggunakan wig?" Ken menjawab kalau dia enggak pakai wig di saat itu. Jadi enggak ada ee indikasi kalau dia itu sedang menyamar. dari semuanya ya berarti baru 8 orang tersangka nih geng yang diketahui inisialnya ya dan baru beberapa orang aja yang diketahui identitas lengkapnya dan masih ada tujuh orang yang belum diungkap secara jelas oleh polisi. Jadi kita tunggu aja nanti perkembangan kasusnya. Nah, tapi dari media sosial gua tuh menemukan adanya e tiga orang atau berapa orang gitu ya yang wajahnya udah mulai dipublish dan mereka terindikasi sebagai anggota militer, aparat militer negara kita. Nah, kalian bisa lihat di foto ini. Nah, mereka ini termasuk ke dalam pelaku. Tapi belum diketahui ya apakah mereka ini eksekutornya atau penculiknya. Tapi yang jelas mereka termasuk ke dalam anggota pelaku tersebut. Nah, sekarang kita bakal membahas tanggapan dari beberapa pihak, termasuk tanggapan dari pihak UGM. Karena kan salah satu pelakunya adalah seorang motivator terkenal dan dia ini adalah ee mahasiswa S2 di UGM. Kira-kira gimana tuh tanggapan dari universitas ini? Jadi, Geng, setelah polisi menangkap Dwi karena diduga menjadi otak dari aksi penculikan dan penghilangan nyawa terhadap Ilham, pihak dari UGM secara resmi menonaktifkan dia dari seluruh kegiatan akademis. Penonaktifan ini didasarkan atas hasil koordinasi intensif internal serta surat resmi dari Dekan FEB UGM yaitu Didi Asyari. Dan penaktifan ini menjadi bentuk dukungan UGM terhadap proses hukum yang berjalan. FEB UGM sendiri sudah mengkonfirmasi kalau DUI merupakan mahasiswa baru semester 1 program studi Magister Manajemen. Nah, namun katanya dia ini kuliah di kampus UGM yang ada di Jakarta. Dan lalu UGM juga menyatakan bahwa mereka mendukung seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja sesuai ketentuan agar kasus ini segera terungkap dan keadilan bisa terwujud bagi semua pihak. Kemudian UGM juga menyampaikan rasa belas sungkawa yang mendalam atas meninggalnya Ilham Pradipta. Dan saat ini meskipun polisi sudah menahan 15 orang yang berhubungan dengan kasus ini, perihal motifnya masih belum jelas. Namun, banyak yang menduga kalau kasus ini dilatar belakangi dengan ee aktivitas perbankan yang nominal dananya besar. Bahkan sampai ada isu yang mengatakan kalau ini berkaitan dengan pinjaman fiktif sebesar R miliar. Namun geng menurut Suprapto selaku sosiolog kriminalitas dari UGM, penculikan yang dilanjutkan dengan aksi penghilangan nyawa seperti ini lebih seperti ada rasa dendam atau sakit hati. Kecil kemungkinan ya jika kasus ini berkaitan dengan kredit macet doang. Misalkan itu yang terjadi ya kemungkinan yang diculik adalah sang peminjam bukan banknya. Ada juga yang menyebutkan kalau motif lainnya ya bisa aja karena masalah pribadi terkait persaingan percintaan. bisa jadi. Nah, namun bagi Pak Suprapto ini adalah dugaan yang lebih kecil lagi kemungkinannya dibandingkan dengan masalah perbankan. Terkait alasan pihak kepolisian yang belum menjelaskan motif dari kejahatannya, Pak Suprapto berpendapat kalau hal tersebut terjadi karena belum lengkapnya keterangan yang diperoleh dari saksi ataupun tersangka yang sudah ditangkap. Karena sangat mungkin ya para pelaku ini sampai saat ini bungkam gitu. Dan alasan kedua, mungkin aja karena pengakuan setiap pelaku masih berbeda-beda dan belum mengerucut ke satu alasan yang pasti. Dan alasan terakhir ya, mungkin pihak kepolisian masih e tahap mengkaji dengan sangat hati-hati untuk mensinkronkan keterangan dari para tersangka dengan informasi yang diperoleh dari para saksi dan ee barang bukti yang sudah didapatkan. Lalu ada pendapat lain nih dari Arthur Josia Simon Runturambi. Dia ini adalah kriminolog dari Universitas Indonesia yang bilang kalau karena kepala cabang bank yang menjadi korban kemungkinan besar kasus ini melibatkan atau berhubungan dengan jumlah uang yang sangat besar. Tapi karena ini melibatkan kantor cabang pembantu, diperkirakan jumlah pinjamannya enggak sampai puluhan miliar kalau menurut beliau. Nah, berbeda jika pinjamannya dilakukan di kantor cabang mungkin jumlah pinjamannya bakal lebih besar. Di sisi lain, penyelidik ya juga harus menelusuri aktivitas dari para pelaku penculikan serta penghilangan nyawa ini. Apakah mereka merupakan kelompok profesional atau cuma kelompok depollektor yang memang aktivitasnya mendekati aksi kriminalitas. Namun, geng, memang publik masih percaya kalau motifnya pasti berhubungan dengan pinjaman uang fiktif. Dari informasi yang gua dapatkan di media Caltimpos, Dwi ini merasa sakit hati karena permohonan kredit fiktif senilai R miliar itu ditolak oleh Ilham sebagai kepala bank tersebut. Nah, karena merasa sakit hati itulah Dwi ini kemudian menyewa jasa sekelompok orang yang diduga sebagai dep collektor gitu ya untuk menculik Ilham. Nah, tapi kita tunggu aja nih, Geng, pernyataan resmi dari pihak kepolisian untuk motif pastinya dari kasus ini itu apa. Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai perkembangan kasus penculikan kepala Bank BRI cabang Cempaka Putih. Nah, semoga kasus ini segera terungkap dan korban mendapatkan keadilan. Gimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.