NEPAL DEMO! PRIME MINISTER'S WIFE IN "RAKAB" & OFFICE THROWED INTO RIVER
G2GnxzG5az4 • 2025-09-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, kemarin di saat orang-orang Indonesia sedang demo di berbagai daerah, ternyata di negara lain juga eh ada kejadian yang serupa. Ya, banyak negara yang sebenarnya notis nih tentang huruara di negara kita yang akhirnya banyak yang ikut menyuarakan bahkan membantu orang-orang di Indonesia. Contohnya aja seperti masyarakat Malaysia dan juga Singapura ya. Yang mana masyarakat Malaysia dan Singapura itu menggelar aksi solidaritas untuk orang Indonesia. Salah satunya adalah dengan berbelanja atau membeli makanan melalui abang-abang ojol. Dan makanan itu diperuntukkan untuk abang-abang ojol juga. Dan eh aksi yang paling jelas adalah ketika masyarakat Malaysia menggelar aksi solidaritas untuk orang Indonesia di depan KBRI di Kuala Lumpur pada tanggal 2 September 2025. Hidup rakyat. Hidup rakyat bebas. Bebasb bebas segera. Bebas segera. Kemudian ada aksi solidaritas lagi dari netizen asal Thailand yang bernama Yami yang membantu para pengemudi ojol yang ada di Indonesia dengan membeli makanan dan minuman melalui pesanan ee aplikasi ojol juga. Nah, sama seperti yang dilakukan oleh masyarakat Singapura dan juga Malaysia. Nah, kemudian banyak saudara-saudara kita lagi yang dari Filipina dan juga Brunei Darussalam juga ikut melakukan hal yang sama. Jadi memang pada saat itu demo di Indonesia sedang disorot oleh banyak orang di berbagai negara. Enggak cuma itu, Geng. Karena melihat betapa masifnya demo di Indonesia dan betapa solidnya orang-orang Indonesia untuk memprotes dan menjatuhkan pemerintahan yang enggak adil, akhirnya masyarakat dari negara lain jadi terinspirasi ingin menyelenggarakan demo yang serupa dengan yang dilakukan oleh Indonesia. Dan salah satu negara yang akan kita bahas ini ya sesuai dengan judulnya yaitu Nepal. Nah, demo di negara Nepal itu berlangsung ricuh bahkan sampai dikatakan menjadi kerusuhan terburuk yang pernah terjadi di negara ini selama beberapa tahun terakhir. Nah, terus kabarnya sama dengan Indonesia. Ketika demonstrasi terjadi, ada bendera One Piece yang juga berkibar. Nah, di video kali ini kita bakal membahas secara lengkap bagaimana kronologi dari awal demonstrasi ini terjadi dan bagaimana kondisi Nepal yang katanya sampai keos parah banget, Geng. Karena di demo tersebut ya ee lebih gila dan lebih parah dari demo di negara kita. Kalau di negara kita yang dihancurin tuh rumah pejabat. Kalau di sana enggak. Pejabat-pejabatnya juga disikat sama mereka. Bahkan memakan korban jiwa. Bahkan ada yang sampai diceburin ke kali, dilempari batu. Pokoknya seram banget. Nah, nanti kita juga bakal bahas sebenarnya apa yang terjadi di Nepal, kebijakan apa yang dikeluarkan oleh pemerintah mereka sehingga menimbulkan gelombang demonstrasi besar di sana yang kabarnya ya para demonstrannya itu adalah para genzy alias anak-anak muda. Langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo geng. Welcome back to Kamar Jerry, Geng. Geng. Jadi, Geng, aksi demonstrasi di Nepal terjadi pada hari Senin tanggal 8 September 2025. Diperkirakan ada sebanyak ribuan orang yang berkumpul di saat itu. Yang mana sebagian besar dari para demonstran ini menyebut diri mereka sebagai Genzi. Nah, mungkin karena mereka yang memang berasal dari kalangan Genas tahun 2000-an gitu. Ada yang masih pakai seragam bahkan, Geng, ketika aksi tersebut berlangsung. Dan di dalam aksi itu, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan universitas di kota-kota besar Nepal seperti Katmandu, Pokara, dan juga Itahari itu diundang untuk bergabung di dalam aksi dengan mengenakan seragam dan buku di tangan mereka. Namun ya belum ada pemimpin yang jelas dari aksi ini. Siapa yang mengetuai, siapa leadernya, tuh gak ada. Cuma ada sekelompok pemuda yang muncul sebagai penggerak dan menyerukan aksi dan berbagai informasi terkini terkait situasi di Nepal secara online. Mereka turun ke jalan dimandu di hari tersebut. Nah, para demonstran ini mulai protes ya. Mereka turun ke jalan dengan menyanyikan lagu kebangsaan sebelum akhirnya meneriakan tuntutan mereka. Terus geng, juga ada beberapa demonstran yang mengibarkan bendera One Piece dan membawa poster dengan lambang tengkorak topi jerami. Mirip seperti gerakan pengibaran bendera One Piece di Indonesia. Dan saat demo di Indonesia juga ya ada hal ini yang mana banyak dari demonstran yang masih membawa bendera One Piece ketika aksi. Nah, terus Geng di hari pertama aja ya, Geng, Demonstran itu sudah membuat kericuhan. Jadi demonstrasinya benar-benar ricuh banget. Dan hal ini berawal dari beberapa demonstran yang akhirnya bisa menembus pagar dari gedung parlemen di Katmandu sehingga mendorong e polisi untuk melakukan tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata, terus menembakkan meriam air. Bahkan kalau di media BBC nih ya sampai menggunakan peluru tajam, Geng. Seram banget. Pada malam harinya ada perintah bagi polisi untuk memberlakukan jam malam di sekitar gedung-gedung pemerintah utama serta memperketat keamanan karena emang udah seram banget dengan aksi keras yang dilakukan oleh ee pihak kepolisian untuk membubarkan demonstran itu membuat ada 19 orang demonstran sampai tewas. Nah, polisi dengan peralatan yang mereka punya itu sempat mencoba untuk memukul mundur para demonstran yang berusaha menerobos kawat berduri dan mencoba menyerbu area terlarang di dekat gedung parlemen. Dari 19 orang yang meninggal dunia, dua orang lainnya itu tewas di distrik Sunsari di Nepal Timur. Nah, berdasarkan keterangan dari Syekar Kanal selaku juru bicara kepolisian Lembah Katmandu, selain 19 orang yang tewas tersebut, ada sekitar 400 orang yang luka-luka. Termasuk lebih dari 100 polisi yang ikut terluka di dalam demonstrasi ini. Persis banget ya kayak yang terjadi di Indonesia ya kan. Masyarakat protes ke parlemennya, masyarakat protes ke DPR-nya, pemerintahnya. Tapi yang jadi korban justru si masyarakat dengan polisi yang ditabrakin masyarakat dengan polisi. Nah, dari media NBC yang menghimpun kesaksian dari orang-orang yang berada di tempat kejadian itu dikatakan kalau para demonstran melakukan protes damai tapi dibalas oleh aparat dengan kekerasan. Makanya terjadilah kericuhan dan dilaporkan bagaimana sirene yang meraung-raung di seluruh kota ketika para korban luka dibawa ke rumah sakit. Jadi di saat itu tuh mencekam banget kondisinya. Salah satunya di saat itu ada seorang pendemo yang bernama Iman Magar. Dia ini terkena tembakan di lengan kanan. Nah, Iman ini masih hidup dan dia cerita kalau dia berada di sana untuk melakukan protes secara damai. Tapi tiba-tiba pihak dari pemerintah malah menyuruh aparat untuk melakukan kekerasan dengan menembak mereka. Bahkan Iman menyebutkan kalau peluru yang ditembakkan oleh polisi bukan lagi menggunakan peluru karet, melainkan sudah menggunakan peluru logam. Dan peluru logam itulah yang mengenai tangannya. Dan saking parahnya, Geng, dokter yang menangani iman itu mengatakan kalau iman ini harus segera dioperasi. Dan di hari yang sama, ya, Menteri Komunikasi Nepal yang bernama Pritvi Suba, itu mengatakan kalau polisi terpaksa menggunakan kekerasan termasuk dengan menggunakan meriam air, pentungan, serta tembakan peluru karet. Nah, namun dia juga mengkonfirmasi lebih lanjut apakah benar polisi menggunakan peluru logam atau enggak. Nah, pernyataan dari Patvi tersebut ya tetap tidak meredam kemarahan massa. Jadi, kan dia kayak pengin jadi pahlawan kesiangan gitu. Seolah-olah kayak pengin ngalihin kemarahan massa terhadap ee mereka kepada polisi, ya kan? Wah, polisi sudah nembak kalian ya. Jadi, masyarakat harus fokus marah-marah ke polisi gitu. Tapi enggak masa enggak sebodoh itu. Mereka tetap marahnya ke parlemen ya. sekaligus polisi dianggap sebagai ancaman juga oleh mereka yang mana sedari awal mereka itu memprotes atas kebijakan dan bagaimana kualitas pemerintah mereka. Nah, namun itu semua jadi bertambah panas setelah polisi menggunakan cara yang represif sehingga menyebabkan sampai 19 orang meninggal dunia. Demonstrasi kembali berlanjut di esok hari yaitu di hari Selasa tanggal 9 September 2025. Masih dengan jumlah masa yang banyak banget, dengan kemarahan yang menggebu-gebu, mereka berkumpul dan bergerak menuju ke berbagai bangunan penting milik pemerintah seperti gedung DPR, markas besar Partai Kongres Nepal, dan juga rumah dari Perdana Menteri Nepal yang bernama Sher Bahadur Deuba. Dan bangunan-bangunan tersebut dibakar, geng, oleh para demonstran. Rumah dari beberapa politisi lain itu juga dirusak habis oleh Demonran. Dan ketika Demonstran membakar gedung DPR di Kadmandu terekam momen ketika ada seorang demonstran yang dengan berani memanjat gerbang pintu DPR di Nepal itu sembari memasang bendera Nepal dan bendera anime One Piece. Nah, karena aksi di hari Selasa itu masih keos banget tentunya korban jiwa kembali berjatuhan. Dan kabarnya nih ya Menteri Keuangan Nepal yang bernama Bisnu Paudel itu diserang oleh massa sampai dia lari terbirit-birit ketakutan. Geng, di dalam video yang beredar dia itu sampai ya dilucuti pakaiannya dan dia sampai masuk ke sungai dan dilemparlempar. Ini sorry banget untuk videonya gua enggak bisa tayangin. Gua cuma bisa tayangin capture-capturannya aja. Kalau kalian mau cari videonya bisa langsung di YouTube banyak banget. Nah, dan yang lebih gilanya nih geng ya, kalian bisa lihat di dalam video ini ya, ada beberapa anggota keluarga dari pejabat Nepal yang harus kabur dari rumah mereka menggunakan helikopter tapi bukan naik ke atas helikopternya. Justru menggelantung ya. Ngegelantung di tali terus pakai keranjang. Udah kayak di film-film. Kalian kebayang enggak kalau misalkan itu e demonstran megang ketapel atau megang senjata di keker aja ya kan itu orang-orang bisa jatuh. Seram banget. Jadi makanya gua bilang lebih parah daripada demo di negara kita. Pecah banget di sana. Terus yang lebih gilanya adalah rumah perdana menterinya itu dibakar sampai istri dari perdana menterinya meninggal dunia di dalam kejadian tersebut ikut dibakar, Geng. Kurang kejam apa coba tuh? Nah, jadi kondisinya benar-benar keos, Geng. [Musik] Di dalam kejadian ini ada tiga orang yang dilaporkan meninggal dunia di hari kedua. Eh, sehingga jika ditotal ya setidaknya ada 22 orang yang sejak demonstrasi dimulai itu meninggal dunia dan banyak korban luka yang sudah dibawa ke rumah sakit terdekat dari lokasi demonstrasi dan para dokter sudah merawat para korban luka tembak dan luka akibat peluru karet. Polisi juga mengatakan beberapa petugas juga sampai terluka dan jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah. Dan di hari Selasa malam nih ya, Jenderal Ashok Raj Sigdell selaku panglima angkatan darat Nepal itu mengeluarkan pernyataan yang justru sangat kontroversial, Geng. yang mana ini bukannya meredam malah bikin makin ramai gitu. Dia menuduh para demonstran memanfaatkan krisis yang sedang berlangsung dengan merusak, menjarah serta membakar properti publik dan properti pribadi. Dan jika kerusuhan berlanjut kata dia, semua lembaga keamanan termasuk angkatan darat Nepal berkomitmen untuk mengendalikan situasi yang memanas. Nah, di situlah para demonstran ini kembali tersulut. Nah, namun di saat yang sama Jenderal Ashok Rat Sigdell ini mengundang para demonstran untuk berdialog untuk menemukan solusi atas kerusuhan terburuk di Nepal di dalam beberapa tahun terakhir ini. Nah, tapi dia udah keburu memancing emosi para demonstran jadinya ya kerusuhannya terus berlanjut. Oke, dari sini kita udah paham ya bagaimana kondisi dari demonstrasi di Nepal yang berlangsung ricuhu ini. Sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan apa sih sebenarnya yang dituntut oleh Demon ini. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai kinerja dari pemerintah Nepal yang menjadi alasan dari demo ini. Jadi, Geng, aksi demonstrasi itu terjadi ya karena masyarakat Nepal menilai pemerintahan mereka. itu gagal di dalam menjalankan fungsi sebagai otoritas pengelola negara. Banyak hal yang disoroti oleh warga Nepal dan gua bakal mencoba untuk me-breakdown satu persatu. Jadi, di hari Kamis tanggal 4 September 2025, pemerintah Nepal ini melarang 26 platform sosial media termasuk Facebook dan Instagram. Jadi di sini kalian mengerti ya salah satu alasan mengapa mereka demo, mengapa mereka rusuh dan kerusuhannya diisi oleh para Gen Genzi karena ya platform kesayangan mereka diblokir, Instagram enggak bisa dipakai di sana. Dan untuk daftar lengkapnya kalian bisa lihat di daftar yang gua tampilkan ini. Nah, alasan pelarangan tersebut karena perusahaan pemilik platform itu ya tidak mendaftarkan platform mereka ke Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi milik pemerintah Nepal. Perusahaan tersebut diberikan waktu selama seminggu untuk mendaftar ke pemerintah sejak tanggal 28 Agustus 2025. Tapi gak ada satuun dari perusahaan tersebut seperti Meta yang mengelola Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Terus ada Alphabet yang mengelola YouTube X dan juga Redit serta juga Linkin yang mana mereka semua tidak mengajukan perizinan hingga batas waktu yang ditentukan. Gila ya, lebih kuat power platform dibandingkan power pemerintah. Namanya doang pemerintah, tapi perintahnya enggak didengar sama masyarakatnya. Tapi ketika platform ya, ketika YouTube, Instagram ogah untuk mengurus izin, masyarakatnya gerak, Geng. Gila, se secandu itu. Tapi enggak bisa dibilang secandu itu sih. Karena ya pergerakan sistem kehidupan sekarang juga udah tergantung dengan sosial media juga kan. Karena di sana kita bisa dapat informasi. ada yang cari makan dari sana atau justru ada yang memang udah kecanduan ya kan udah ketergantungan hidupnya kalau misalkan gak ada YouTube, gak ada Instagram bosan. Udah gitu negara begitu-begitu aja kagak ada hiburannya. Nah, makanya mereka gerah dan mereka geram dengan hal ini. Nah, sebenarnya di negara kita juga hampir pernah ada ya, tapi tidak sebanyak ini platform yang tidak mendaftarkan izin mereka ya. Ada beberapa platform yang mungkin telat untuk mendaftarkan izin kepada pihak Kominfo gitu ya. Tapi akhirnya selesai. Di Nepal entah kenapa hampir semua nih hampir semua platform tidak mendaftarkan izin. Gila banget gitu. Dan arahan dari pemerintah untuk para platform ini mendaftarkan izin itu mengikuti perintah dari Mahkamah Agung yang dikeluarkan tahun lalu yang mana platform besar sosial media tersebut sudah diminta untuk membentuk titik kontak resmi dan menunjuk petugas penanganan keluhan serta petugas kepatuhan yang harus tinggal di Nepal. sudah ada beberapa aplikasi yang terdaftar sebenarnya seperti TikTok, Fiber, terus Wick, terus ada Nimbus, terus ada Poppy Life. Makanya aplikasi tersebut tidak diblokir. Nah, sementara yang lain termasuk Instagram dan Facebook itu diblokir. Dan seperti yang kita tahu ya, Instagram eh Facebook, YouTube ini krusial banget nih. Ini banyak orang yang sudah tidak bisa apa ya, tidak bisa lepas dari tiga aplikasi ini. Sementara untuk Telegram dan Global Diary itu sedang diselidiki apakah mereka sudah mendaftar atau belum ketika itu. tentunya kebijakan dari pemerintah ketika mereka memblokir atau menghentikan sementara nih ya pengoperasian platform yang krusial banget tadi di negara mereka tentunya ini enggak diterima oleh masyarakat Nepal karena berdasarkan laporan dari dekat Mandu Pos ya jumlah pengguna Facebook di Nepal menyentuh angka 13,5 juta orang dan Instagram sebanyak 3,6 juta orang. Bahkan banyak orang Nepal yang bergantung pada sosial media untuk usaha mereka, bisnis mereka, nyari makan di sana. Dan jika platform tersebut ditutup di Nepal, maka mereka jadi enggak bisa menjalankan bisnis mereka dan sumber pendapatan mereka juga hilang. Nah, tapi permasalahan ini bukanlah satu-satunya keluhan, Geng. Sebenarnya yang menjadi tuntutan masyarakat Nepal, ada yang lain lagi. Pelarangan sosial media ini ibaratnya itu jadi trigger lah untuk menuntut hal yang lebih mendasar lagi di Nepal, yaitu soal tuntutan agar pemerintah tidak lagi menjalankan pemerintahan yang otoriter yang tidak memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Yang mana sekarang masyarakat Nepal itu merasakan ee kesulitan ekonomi yang cukup parah. Tingkat pengangguran di kalangan anak muda Nepal yang usianya 15 sampai 24 tahun itu mencapai 20,8% dan itu survei tahun 2024 karena memang lapangan pekerjaan di Nepal sangat sedikit sehingga banyak anak muda Nepal yang mencoba mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik dengan merantau ke luar negeri. Nah, tapi kalau dilihat ya ee si pemerintahnya sibuk joget-joget, sibuk dengan kehidupan mewah. Bahkan anak-anak dari pemerintah Nepal itu sibuk pamer-pamer harta di sosial media. Makanya masyarakat Nepal jadi marah banget. Nah, perekonomian Nepal itu sangat bergantung pada uang yang dikirim oleh warga Nepal yang tinggal di luar negeri. Kebayang tuh dari devisa dari devisa para orang-orang yang merantau gitu. bukan dari hasil alam atau pengolahan barang tambang atau apalah gitu ya yang menghasilkan dari negara mereka. Enggak ada. Tapi justru yang paling besar itu adalah uang yang dikirim pulang oleh warga Nepal yang tinggal di luar negeri. Dan menurut data dari World Bank, lebih dari sepertiga atau sekitar 33,1% PDB Nepal itu berasal dari kiriman uang yang dikirim oleh pekerja Nepal yang ada di luar negeri kepada keluarganya di Nepal, Geng. Jadi lebih dari sepertiga PDB Nepal itu bukan didapatkan dari perekonomian dalam negeri, tapi justru dari orang-orang yang ya maaf ya membudahkan diri ke luar negeri, ngirim uang ke keluarganya. Itulah perputaran uang di Nepal. Bayangin tersiksanya hidup mereka di Nepal dan angka tersebut, geng, terus meningkat selama 30 tahun terakhir. Nah, apakah kondisi tersebut juga dialami oleh pejabat-pejabat Nepal yang juga ikut merasakan sulitnya ekonomi di negara tersebut? Sayangnya ya enggak. Mereka justru hidup mewah-mewah. Menurut aktivis dan pakar di Nepal, hal tersebutlah yang menjadi pemicu utama dari demonstrasi terjadi. Masyarakat melihat bahwa keluarga-keluarga dari elit yang ada di sana menjalani kehidupan yang relatif mewah di negara yang miskin sehingga semakin memperlihatkan kesenyangan yang ada di antara rakyat dan pejabat anak-anaknya. ya itu di sosial media ngpost eh mobil mewah, tas lvie dan lain-lain. Dan isu ini kemudian diangkat enggak cuma diangkat ketika demonstrasi aja, tapi juga diangkat di sosial media dengan menggunakan istilah nepo kids dan nepo baby. Nah, istilah ini merujuk pada anak-anak pejabat tinggi, pemerintah, dan menteri yang memiliki harta berlimpah. Padahal realitanya masyarakat mereka hidup miskin dan kesulitan mendapatkan lapangan kerja. Dan mereka kesulitan untuk bisa keluar dari jurang kemiskinan ketika hidup di Nepal. Banyak video-video yang menunjukkan bagaimana kayaknya pejabat-pejabat ini. Mereka pakai jam tangan mewah, pergi ke luar negeri, makan di restoran. Pokoknya video mereka itu kalau disandingkan dengan video ee kondisi Nepal itu sangat memprihatinkan. Penderitaan rakyat Nepal enggak sebanding lah sama apa yang ditunjukkan oleh pejabat dan anak-anak mereka di sosial media. Nepari video ini sebenarnya sudah beredar beberapa minggu menjelang demonstrasi di hari pertama yang mengindikasikan bahwa inilah titik awal kemarahan dari masyarakat Nepal sehingga pada akhirnya berbuah melalui demonstrasi. Dan melihat kesenjangan yang begitu besar tentunya masyarakat Nepal itu menuduh pejabat dan politisi Nepal sudah lama melakukan korupsi. Dan ini sudah terlihat jelas dari bagaimana kehidupan mereka yang bergelimbangan harta. Dan selama itu juga ya enggak pernah jelas bagaimana aliran uang publik yang selama ini dibayar lewat pajak, digunakan ke mana, untuk apa, dan selama ini masyarakat Nepal hidupnya masih susah dan tidak sejahtera. Kalau gua ambil informasi dari media Aljazera sebenarnya gaji politisi dan pejabat di Nepal itu enggak besar-besar banget. sehingga dirasa enggak mungkin mereka bisa untuk hidup mewah kayak gitu. Dan oleh karena itu, sangat besar kemungkinan kalau uang-uang rakyat yang diambil lewat pajak digunakan oleh mereka untuk membiayai hidup mewah mereka. Dan juga anak-anak dari pejabat ini biasanya bermewah-mewahan di luar negeri supaya ya tidak apa ya, tidak merasakan eh pahitnya hidup di Nepal. Jurang kesenjangan antara orang kaya dan miskin di Nepal itu dalam banget, terlihat banget, Geng. miris bangetlah pokoknya. Pendapatan per kapita tahunan di Nepal itu sekitar 14.400 amika atau yang setara dengan R3 juta. Ini menjadi yang terendah di Asia Selatan dan tingkat kemiskinan negara tersebut secara konsisten berada di atas 20% di dalam beberapa tahun terakhir karena kemiskinan tersebut ditambah dengan tingkat pengangguran yang tinggi menyebabkan sekitar 7,5% penduduk Nepal itu memilih tinggal di luar negeri pada tahun 2021. Hal ini juga diperparah dengan kepemilikan lahan di Nepal yang masih timpang. Meskipun sudah adanya upaya reformasi lahan. Sekitar 10% rumah tangga teratas itu memiliki lebih dari 40% lahan. Sementara sebagian besar penduduk miskin pedesaan tidak memiliki lahan atau bisa dikatakan hampir enggak punya tempat tinggal. Nepal mengalami apa yang disebut dengan frustasi digital akibat korupsi, inflasi, pengangguran, dan politik dinasti. Para analis Nepal itu mencatat kalau diaspora Nepal lah yang memainkan peran penting dan diaspora Nepal dan asosiasi internasional yang memperkuat narasi anti korupsi. Maksudnya itu orang-orang yang tinggal di luar negeri lah. Jaringan ini memperkuat momentum protes di dalam negeri dengan terus-menerus menyulut ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah melalui media sosial. Jadi kan mereka ke luar negeri nih ya, orang-orang Nepal yang sudah merantau nih. Mereka melihat negara mereka dari e kacamata luar gitu ya, dari luar kotak negara itu. Wah, negaranya enggak sejahtera kalau dibanding dengan negara tempat mereka merantau jauh banget. Nah, akhirnya mereka membentuklah gerakan-gerakan untuk menyadarkan masyarakat bahwa masyarakat sudah dikelabuhi atau dibodoh-bodohi oleh pemerintah yang berfoya-foya dengan uang pajak dari masyarakat. Nah, di situlah terbentuk tuh yang namanya gerakan protes. Nah, di dalam aksi di Nepal ini terlihat kalau kemarahan masyarakat ini adalah kemarahan antar generasi. Di mana kaum muda memandang kelas elit politik sebagai kalangan korup ya dan egois yang tidak mau mengatasi inflasi serta pengangguran, tapi justru memikirkan e perut mereka sendiri-sendiri. Terus geng, hal yang sama juga disampaikan oleh Yokraj Lamicane yaitu selaku asisten profesor di sekolah bisnis Universitas Pokara Nepal. Dia bilang kalau kemarahan atas nepo baby atau Nepo Kids yang ada di Nepal itu mencerminkan rasa frustasi publik yang mendalam. Masyarakat Nepal melihat bagaimana para pemimpin politik mereka dan orang tua dari para nepo baby dan nepo kids ini yang dulu hidup sederhana sebagai pekerja partai tapi sekarang malah memamerkan gaya hidup mewah dan kekayaan. Nah, kemudian Dcarky selaku asisten profesor di sekolah manajemen Universitas Katmandu itu bilang Nepal secara tradisional merupakan masyarakat yang sangat feodal, Geng. dengan monarki yang berlaku sampai kurang lebih 2 dekade lalu. Nah, sepanjang sejarah negara Nepal, mereka yang berkuasa sudah memegang kendali atas sumber daya dan kekayaan negara yang mengakibatkan mereka ini bisa disebut sebagai penguasaan elit. Sehingga enggak heran mengapa kekayaan di negara tersebut hanya dinikmati oleh orang-orang elitnya aja atau pemerintahnya aja, tidak turun ke masyarakat. Nah, oleh karena itu para pengunjuk rasa menuntut agar dibentuknya Komisi investigasi khusus untuk menyelidiki secara menyeluruh sumber kekayaan para politisi Nepal dengan menyoroti lebih luas soal korupsi dan kesenjangan ekonomi yang terjadi di Nepal dan menuntut agar para pejabat yang tidak kompeten dalam menyelesaikan permasalahan negara segera dicopot atau mundur dari jabatannya. Nah, tapi kayaknya udah telat banget ya sekarang. Bukan diminta untuk mundur, tapi dipaksa ya sampai mereka di serang rameai-rame dihabisin, Geng. Jadi kurang lebih seperti itu ya, Geng, isi tuntutan dari masyarakat Nepal dan bagaimana kondisi masyarakat Nepal yang benar-benar frustasi. Cukup rumit permasalahannya di negara ini dan gak heran kenapa masyarakat bisa semarah itu kepada pemerintah ditambah dengan hilangnya banyak nyawa di dalam aksi itu. Nah, setelah keosnya negara tersebut, gimana nih tindakan yang diambil oleh pemerintah Nepal? Sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai respon dari pemerintah Nepal setelah aksi demonstrasi besar-besaran ini terjadi. Jadi, Geng, di Senin malam hari pertama demonstrasi terjadi. Diadakanlah rapat kabinet secara mendadak. Di dalam kesempatan itu, Rames Lekak selaku Menteri Dalam Negeri Nepal itu langsung mengundurkan diri dari jabatannya diikuti oleh Menteri Pertanian, Menteri Air, dan Menteri Kesehatan. pada sehari kemudian. Wah gila ya pemerintahan orang tahu diri ya. Haduh ada gitu ya udah didemo habis-habisan tapi enggak mundur-mundur ada. Nah, terus geng kemudian di hari Selasanya geng Sharma Oli selaku perdana menteri Nepal akhirnya juga ikut mengundurkan diri. pengunduran dirinya dia ini ya itu bukan tanpa alasan, tapi setelah demonstran melakukan pembakaran gedung parlemen dan rumah-rumah para pemimpin Nepal termasuk rumahnya dia sampai-sampai, nah yang gua ceritakan sebelumnya istri dari perdana menteri yang bernama Oli ini ya nama istrinya itu adalah Ratsia Laksmi Citrakar. Dia ini meninggal dunia di dalam insiden tersebut karena terjebak di dalam rumah dan hangus terbakar. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit khusus luka bakar Kirti Pur. Namun dia meninggal dunia ketika menjalani perawatan medis. Nah, pengunduran diri Oli ini kemudian dikonfirmasi oleh ajudannya yang bernama Prakas Silwal. Sebelum dia mengundurkan diri, Oli memimpin pertemuan seluruh partai politik Nepal dan mengatakan kekerasan bukanlah kepentingan bangsa. Sehingga pemerintah harus memastikan dialog damai untuk menemukan solusi atas masalah ini. Pengunduran diri Oli ini menjadi tuntutan utama para demonstran. Dan meskipun begitu, pengunduran dirinya dia ini tidak berarti pemerintahan Nepal sudah tumbang. Oli hanyalah kepala eksekutif di Nepal, tapi Presiden Ram Chandra Powel yang menjadi kepala pemerintahan sebenarnya. Nah, tapi geng ada beberapa sumber yang mengatakan kalau ya tinggal tunggu waktu aja sebelum presidennya ini atau Paudel ini juga mengundurkan diri dan pemerintahan sepenuhnya digulingkan. Sebab rumah Paudel juga menjadi target dari aksi pembakaran yang dilakukan oleh Demonstran, Geng. Dan benar aja, Geng. Prediksinya Podel mengundurkan diri selang beberapa jam setelah Oli mundur sebagai perdana menteri. Pengunduran diri Podel ini sebagai presiden meninggalkan Nepal tanpa adanya pemimpin eksekutif di tengah-tengah situasi yang semakin keos di negara tersebut. Nah, lalu gimana nih nasib Nepal ketika pemimpinnya enggak ada sama sekali? Ibarat ular kepalanya udah kepotong. Jadi arahnya udah gak tahu ke mana. Nah, dengan kekosongan pemimpin dan situasi yang semakin tidak terkendali, kemungkinan Nepal bakal diambil alih oleh militer. Waduh. Dan sumber ini didapatkan dari media News 18 yang menyebutkan bahwa kemungkinan militer yang mengambil alih kekuasaan untuk menjaga stabilitas. dan dikabarkan Ashok Raj Sigdell akan segera membuat pernyataan resmi soal ini. Pihak militer juga sudah mulai melakukan langkah-langkah darurat untuk mengamankan para pejabat pemerintah dan Katmandu Pos melaporkan bahwa para menteri kabinet itu dievakuasi dari rumah dinas mereka di kawasan Baispati menggunakan helikopter. Nah, pejabat keamanan senior Nepal mengatakan pengamanan gedung parlemen saat ini diperketat. Para pejabat lain juga sudah dievakuasi ke barak militer dan ditempatkan di bawah perlindungan ketat. Nah, jauh lebih keos ya dibandingkan negara kita Indonesia. Jika militer yang akan mengambil alih tentunya akan lebih banyak lagi kekerasan yang terjadi di Nepal nih, Geng. Dan kabarnya lagi, Geng, di tengah kekacauan yang sedang terjadi di sana, sedikitnya ada 1500 tahanan yang melarikan diri dari penjara Naku di Lalitpur. Media setempat juga melaporkan adanya pembakaran di gedung markas besar kepolisian Nepal. Terus kabarnya juga polisi sudah menyerah dan sekarang justru sudah menjadi tahanan rakyat Nepal. kondisinya udah ggak lagi kondusif sampai saat sekarang ini. Nah, itu dia, Geng pembahasan kali ini mengenai demo di Nepal yang dipenuhi kericuhan sampai membuat pemimpin negara tersebut mundur dari jabatan dan ini bukan akhir dari apa yang terjadi di Nepal. Nah, jadi kita tunggu aja, Geng, update selanjutnya tentang Nepal ini. Gimana, Geng, menurut kalian pembahasan kali ini? Coba tuliskan pendapat kalian di kolom komentar. H
Resume
Categories