Transcript
G2GnxzG5az4 • NEPAL DEMO! PRIME MINISTER'S WIFE IN "RAKAB" & OFFICE THROWED INTO RIVER
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1532_G2GnxzG5az4.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, kemarin di saat orang-orang
Indonesia sedang demo di berbagai
daerah, ternyata di negara lain juga eh
ada kejadian yang serupa. Ya, banyak
negara yang sebenarnya notis nih tentang
huruara di negara kita yang akhirnya
banyak yang ikut menyuarakan bahkan
membantu orang-orang di Indonesia.
Contohnya aja seperti masyarakat
Malaysia dan juga Singapura ya. Yang
mana masyarakat Malaysia dan Singapura
itu menggelar aksi solidaritas untuk
orang Indonesia. Salah satunya adalah
dengan berbelanja atau membeli makanan
melalui abang-abang ojol. Dan makanan
itu diperuntukkan untuk abang-abang ojol
juga. Dan eh aksi yang paling jelas
adalah ketika masyarakat Malaysia
menggelar aksi solidaritas untuk orang
Indonesia di depan KBRI di Kuala Lumpur
pada tanggal 2 September 2025.
Hidup rakyat.
Hidup rakyat bebas.
Bebasb
bebas segera.
Bebas segera.
Kemudian ada aksi solidaritas lagi dari
netizen asal Thailand yang bernama Yami
yang membantu para pengemudi ojol yang
ada di Indonesia dengan membeli makanan
dan minuman melalui pesanan ee aplikasi
ojol juga. Nah, sama seperti yang
dilakukan oleh masyarakat Singapura dan
juga Malaysia.
Nah, kemudian banyak saudara-saudara
kita lagi yang dari Filipina dan juga
Brunei Darussalam juga ikut melakukan
hal yang sama. Jadi memang pada saat itu
demo di Indonesia sedang disorot oleh
banyak orang di berbagai negara. Enggak
cuma itu, Geng. Karena melihat betapa
masifnya demo di Indonesia dan betapa
solidnya orang-orang Indonesia untuk
memprotes dan menjatuhkan pemerintahan
yang enggak adil, akhirnya masyarakat
dari negara lain jadi terinspirasi ingin
menyelenggarakan demo yang serupa dengan
yang dilakukan oleh Indonesia. Dan salah
satu negara yang akan kita bahas ini ya
sesuai dengan judulnya yaitu Nepal.
Nah, demo di negara Nepal itu
berlangsung ricuh bahkan sampai
dikatakan menjadi kerusuhan terburuk
yang pernah terjadi di negara ini selama
beberapa tahun terakhir. Nah, terus
kabarnya sama dengan Indonesia. Ketika
demonstrasi terjadi, ada bendera One
Piece yang juga berkibar. Nah, di video
kali ini kita bakal membahas secara
lengkap bagaimana kronologi dari awal
demonstrasi ini terjadi dan bagaimana
kondisi Nepal yang katanya sampai keos
parah banget, Geng. Karena di demo
tersebut ya ee lebih gila dan lebih
parah dari demo di negara kita. Kalau di
negara kita yang dihancurin tuh rumah
pejabat. Kalau di sana enggak.
Pejabat-pejabatnya juga disikat sama
mereka. Bahkan memakan korban jiwa.
Bahkan ada yang sampai diceburin ke
kali, dilempari batu. Pokoknya seram
banget. Nah, nanti kita juga bakal bahas
sebenarnya apa yang terjadi di Nepal,
kebijakan apa yang dikeluarkan oleh
pemerintah mereka sehingga menimbulkan
gelombang demonstrasi besar di sana yang
kabarnya ya para demonstrannya itu
adalah para genzy alias anak-anak muda.
Langsung aja nih kita bahas secara
lengkap. Halo geng. Welcome back to
Kamar Jerry,
Geng. Geng. Jadi, Geng, aksi demonstrasi
di Nepal terjadi pada hari Senin tanggal
8 September 2025. Diperkirakan ada
sebanyak ribuan orang yang berkumpul di
saat itu. Yang mana sebagian besar dari
para demonstran ini menyebut diri mereka
sebagai Genzi. Nah, mungkin karena
mereka yang memang berasal dari kalangan
Genas
tahun 2000-an gitu. Ada yang masih pakai
seragam bahkan, Geng, ketika aksi
tersebut berlangsung. Dan di dalam aksi
itu, mahasiswa dari berbagai perguruan
tinggi dan universitas di kota-kota
besar Nepal seperti Katmandu, Pokara,
dan juga Itahari itu diundang untuk
bergabung di dalam aksi dengan
mengenakan seragam dan buku di tangan
mereka. Namun ya belum ada pemimpin yang
jelas dari aksi ini. Siapa yang
mengetuai, siapa leadernya, tuh gak ada.
Cuma ada sekelompok pemuda yang muncul
sebagai penggerak dan menyerukan aksi
dan berbagai informasi terkini terkait
situasi di Nepal secara online. Mereka
turun ke jalan dimandu di hari tersebut.
Nah, para demonstran ini mulai protes
ya. Mereka turun ke jalan dengan
menyanyikan lagu kebangsaan sebelum
akhirnya meneriakan tuntutan mereka.
Terus geng, juga ada beberapa demonstran
yang mengibarkan bendera One Piece dan
membawa poster dengan lambang tengkorak
topi jerami. Mirip seperti gerakan
pengibaran bendera One Piece di
Indonesia. Dan saat demo di Indonesia
juga ya ada hal ini yang mana banyak
dari demonstran yang masih membawa
bendera One Piece ketika aksi.
Nah, terus Geng di hari pertama aja ya,
Geng, Demonstran itu sudah membuat
kericuhan. Jadi demonstrasinya
benar-benar ricuh banget. Dan hal ini
berawal dari beberapa demonstran yang
akhirnya bisa menembus pagar dari gedung
parlemen di Katmandu sehingga mendorong
e polisi untuk melakukan tindakan tegas
dengan menembakkan gas air mata, terus
menembakkan meriam air. Bahkan kalau di
media BBC nih ya sampai menggunakan
peluru tajam, Geng. Seram banget.
Pada malam harinya ada perintah bagi
polisi untuk memberlakukan jam malam di
sekitar gedung-gedung pemerintah utama
serta memperketat keamanan karena emang
udah seram banget dengan aksi keras yang
dilakukan oleh ee pihak kepolisian untuk
membubarkan demonstran itu membuat ada
19 orang demonstran sampai tewas. Nah,
polisi dengan peralatan yang mereka
punya itu sempat mencoba untuk memukul
mundur para demonstran yang berusaha
menerobos kawat berduri dan mencoba
menyerbu area terlarang di dekat gedung
parlemen. Dari 19 orang yang meninggal
dunia, dua orang lainnya itu tewas di
distrik Sunsari di Nepal Timur. Nah,
berdasarkan keterangan dari Syekar Kanal
selaku juru bicara kepolisian Lembah
Katmandu, selain 19 orang yang tewas
tersebut, ada sekitar 400 orang yang
luka-luka. Termasuk lebih dari 100
polisi yang ikut terluka di dalam
demonstrasi ini. Persis banget ya kayak
yang terjadi di Indonesia ya kan.
Masyarakat protes ke parlemennya,
masyarakat protes ke DPR-nya,
pemerintahnya. Tapi yang jadi korban
justru si masyarakat dengan polisi yang
ditabrakin masyarakat dengan polisi.
Nah, dari media NBC yang menghimpun
kesaksian dari orang-orang yang berada
di tempat kejadian itu dikatakan kalau
para demonstran melakukan protes damai
tapi dibalas oleh aparat dengan
kekerasan. Makanya terjadilah kericuhan
dan dilaporkan bagaimana sirene yang
meraung-raung di seluruh kota ketika
para korban luka dibawa ke rumah sakit.
Jadi di saat itu tuh mencekam banget
kondisinya. Salah satunya di saat itu
ada seorang pendemo yang bernama Iman
Magar. Dia ini terkena tembakan di
lengan kanan. Nah, Iman ini masih hidup
dan dia cerita kalau dia berada di sana
untuk melakukan protes secara damai.
Tapi tiba-tiba pihak dari pemerintah
malah menyuruh aparat untuk melakukan
kekerasan dengan menembak mereka. Bahkan
Iman menyebutkan kalau peluru yang
ditembakkan oleh polisi bukan lagi
menggunakan peluru karet, melainkan
sudah menggunakan peluru logam. Dan
peluru logam itulah yang mengenai
tangannya. Dan saking parahnya, Geng,
dokter yang menangani iman itu
mengatakan kalau iman ini harus segera
dioperasi. Dan di hari yang sama, ya,
Menteri Komunikasi Nepal yang bernama
Pritvi Suba, itu mengatakan kalau polisi
terpaksa menggunakan kekerasan termasuk
dengan menggunakan meriam air,
pentungan, serta tembakan peluru karet.
Nah, namun dia juga mengkonfirmasi lebih
lanjut apakah benar polisi menggunakan
peluru logam atau enggak. Nah,
pernyataan dari Patvi tersebut ya tetap
tidak meredam kemarahan massa. Jadi, kan
dia kayak pengin jadi pahlawan kesiangan
gitu. Seolah-olah kayak pengin ngalihin
kemarahan massa terhadap ee mereka
kepada polisi, ya kan? Wah, polisi sudah
nembak kalian ya. Jadi, masyarakat harus
fokus marah-marah ke polisi gitu. Tapi
enggak masa enggak sebodoh itu. Mereka
tetap marahnya ke parlemen ya. sekaligus
polisi dianggap sebagai ancaman juga
oleh mereka yang mana sedari awal mereka
itu memprotes atas kebijakan dan
bagaimana kualitas pemerintah mereka.
Nah, namun itu semua jadi bertambah
panas setelah polisi menggunakan cara
yang represif sehingga menyebabkan
sampai 19 orang meninggal dunia.
Demonstrasi kembali berlanjut di esok
hari yaitu di hari Selasa tanggal 9
September 2025. Masih dengan jumlah masa
yang banyak banget, dengan kemarahan
yang menggebu-gebu, mereka berkumpul dan
bergerak menuju ke berbagai bangunan
penting milik pemerintah seperti gedung
DPR, markas besar Partai Kongres Nepal,
dan juga rumah dari Perdana Menteri
Nepal yang bernama Sher Bahadur Deuba.
Dan bangunan-bangunan tersebut dibakar,
geng, oleh para demonstran. Rumah dari
beberapa politisi lain itu juga dirusak
habis oleh Demonran. Dan ketika
Demonstran membakar gedung DPR di
Kadmandu terekam momen ketika ada
seorang demonstran yang dengan berani
memanjat gerbang pintu DPR di Nepal itu
sembari memasang bendera Nepal dan
bendera anime One Piece. Nah, karena
aksi di hari Selasa itu masih keos
banget tentunya korban jiwa kembali
berjatuhan. Dan kabarnya nih ya Menteri
Keuangan Nepal yang bernama Bisnu Paudel
itu diserang oleh massa sampai dia lari
terbirit-birit ketakutan. Geng, di dalam
video yang beredar dia itu sampai ya
dilucuti pakaiannya dan dia sampai masuk
ke sungai dan dilemparlempar. Ini sorry
banget untuk videonya gua enggak bisa
tayangin. Gua cuma bisa tayangin
capture-capturannya aja. Kalau kalian
mau cari videonya bisa langsung di
YouTube banyak banget. Nah, dan yang
lebih gilanya nih geng ya, kalian bisa
lihat di dalam video ini ya, ada
beberapa anggota keluarga dari pejabat
Nepal yang harus kabur dari rumah mereka
menggunakan helikopter tapi bukan naik
ke atas helikopternya. Justru
menggelantung ya. Ngegelantung di tali
terus pakai keranjang. Udah kayak di
film-film. Kalian kebayang enggak kalau
misalkan itu e demonstran megang ketapel
atau megang senjata di keker
aja ya kan itu orang-orang bisa jatuh.
Seram banget. Jadi makanya gua bilang
lebih parah daripada demo di negara
kita. Pecah banget di sana. Terus yang
lebih gilanya adalah rumah perdana
menterinya itu dibakar sampai istri dari
perdana menterinya meninggal dunia di
dalam kejadian tersebut ikut dibakar,
Geng. Kurang kejam apa coba tuh? Nah,
jadi kondisinya benar-benar keos, Geng.
[Musik]
Di dalam kejadian ini ada tiga orang
yang dilaporkan meninggal dunia di hari
kedua. Eh, sehingga jika ditotal ya
setidaknya ada 22 orang yang sejak
demonstrasi dimulai itu meninggal dunia
dan banyak korban luka yang sudah dibawa
ke rumah sakit terdekat dari lokasi
demonstrasi dan para dokter sudah
merawat para korban luka tembak dan luka
akibat peluru karet. Polisi juga
mengatakan beberapa petugas juga sampai
terluka dan jumlah korban diperkirakan
akan terus bertambah. Dan di hari Selasa
malam nih ya, Jenderal Ashok Raj Sigdell
selaku panglima angkatan darat Nepal itu
mengeluarkan pernyataan yang justru
sangat kontroversial, Geng. yang mana
ini bukannya meredam malah bikin makin
ramai gitu. Dia menuduh para demonstran
memanfaatkan krisis yang sedang
berlangsung dengan merusak, menjarah
serta membakar properti publik dan
properti pribadi. Dan jika kerusuhan
berlanjut kata dia, semua lembaga
keamanan termasuk angkatan darat Nepal
berkomitmen untuk mengendalikan situasi
yang memanas. Nah, di situlah para
demonstran ini kembali tersulut. Nah,
namun di saat yang sama Jenderal Ashok
Rat Sigdell ini mengundang para
demonstran untuk berdialog untuk
menemukan solusi atas kerusuhan terburuk
di Nepal di dalam beberapa tahun
terakhir ini. Nah, tapi dia udah keburu
memancing emosi para demonstran jadinya
ya kerusuhannya terus berlanjut. Oke,
dari sini kita udah paham ya bagaimana
kondisi dari demonstrasi di Nepal yang
berlangsung ricuhu ini. Sekarang kita
bakal masuk nih ke dalam pembahasan apa
sih sebenarnya yang dituntut oleh Demon
ini. Sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan mengenai kinerja dari
pemerintah Nepal yang menjadi alasan
dari demo ini.
Jadi, Geng, aksi demonstrasi itu terjadi
ya karena masyarakat Nepal menilai
pemerintahan mereka. itu gagal di dalam
menjalankan fungsi sebagai otoritas
pengelola negara. Banyak hal yang
disoroti oleh warga Nepal dan gua bakal
mencoba untuk me-breakdown satu persatu.
Jadi, di hari Kamis tanggal 4 September
2025, pemerintah Nepal ini melarang 26
platform sosial media termasuk Facebook
dan Instagram. Jadi di sini kalian
mengerti ya salah satu alasan mengapa
mereka demo, mengapa mereka rusuh dan
kerusuhannya diisi oleh para Gen Genzi
karena ya platform kesayangan mereka
diblokir, Instagram enggak bisa dipakai
di sana. Dan untuk daftar lengkapnya
kalian bisa lihat di daftar yang gua
tampilkan ini.
Nah, alasan pelarangan tersebut karena
perusahaan pemilik platform itu ya tidak
mendaftarkan platform mereka ke
Kementerian Komunikasi dan Teknologi
Informasi milik pemerintah Nepal.
Perusahaan tersebut diberikan waktu
selama seminggu untuk mendaftar ke
pemerintah sejak tanggal 28 Agustus
2025. Tapi gak ada satuun dari
perusahaan tersebut seperti Meta yang
mengelola Facebook, Instagram, dan
WhatsApp. Terus ada Alphabet yang
mengelola YouTube X dan juga Redit serta
juga Linkin yang mana mereka semua tidak
mengajukan perizinan hingga batas waktu
yang ditentukan. Gila ya, lebih kuat
power platform dibandingkan power
pemerintah.
Namanya doang pemerintah, tapi
perintahnya enggak didengar sama
masyarakatnya. Tapi ketika platform ya,
ketika YouTube, Instagram ogah untuk
mengurus izin, masyarakatnya gerak,
Geng. Gila, se secandu itu. Tapi enggak
bisa dibilang secandu itu sih. Karena ya
pergerakan sistem kehidupan sekarang
juga udah tergantung dengan sosial media
juga kan. Karena di sana kita bisa dapat
informasi. ada yang cari makan dari sana
atau justru ada yang memang udah
kecanduan ya kan udah ketergantungan
hidupnya kalau misalkan gak ada YouTube,
gak ada Instagram bosan. Udah gitu
negara begitu-begitu aja kagak ada
hiburannya. Nah, makanya mereka gerah
dan mereka geram dengan hal ini.
Nah, sebenarnya di negara kita juga
hampir pernah ada ya, tapi tidak
sebanyak ini platform yang tidak
mendaftarkan izin mereka ya. Ada
beberapa platform yang mungkin telat
untuk mendaftarkan izin kepada pihak
Kominfo gitu ya. Tapi akhirnya selesai.
Di Nepal entah kenapa hampir semua nih
hampir semua platform tidak mendaftarkan
izin. Gila banget gitu. Dan arahan dari
pemerintah untuk para platform ini
mendaftarkan izin itu mengikuti perintah
dari Mahkamah Agung yang dikeluarkan
tahun lalu yang mana platform besar
sosial media tersebut sudah diminta
untuk membentuk titik kontak resmi dan
menunjuk petugas penanganan keluhan
serta petugas kepatuhan yang harus
tinggal di Nepal. sudah ada beberapa
aplikasi yang terdaftar sebenarnya
seperti TikTok, Fiber, terus Wick, terus
ada Nimbus, terus ada Poppy Life.
Makanya aplikasi tersebut tidak
diblokir. Nah, sementara yang lain
termasuk Instagram dan Facebook itu
diblokir. Dan seperti yang kita tahu ya,
Instagram eh Facebook, YouTube ini
krusial banget nih. Ini banyak orang
yang sudah tidak bisa apa ya, tidak bisa
lepas dari tiga aplikasi ini. Sementara
untuk Telegram dan Global Diary itu
sedang diselidiki apakah mereka sudah
mendaftar atau belum ketika itu.
tentunya kebijakan dari pemerintah
ketika mereka memblokir atau
menghentikan sementara nih ya
pengoperasian platform yang krusial
banget tadi di negara mereka tentunya
ini enggak diterima oleh masyarakat
Nepal karena berdasarkan laporan dari
dekat Mandu Pos ya jumlah pengguna
Facebook di Nepal menyentuh angka 13,5
juta orang dan Instagram sebanyak 3,6
juta orang. Bahkan banyak orang Nepal
yang bergantung pada sosial media untuk
usaha mereka, bisnis mereka, nyari makan
di sana. Dan jika platform tersebut
ditutup di Nepal, maka mereka jadi
enggak bisa menjalankan bisnis mereka
dan sumber pendapatan mereka juga
hilang. Nah, tapi permasalahan ini
bukanlah satu-satunya keluhan, Geng.
Sebenarnya yang menjadi tuntutan
masyarakat Nepal, ada yang lain lagi.
Pelarangan sosial media ini ibaratnya
itu jadi trigger lah untuk menuntut hal
yang lebih mendasar lagi di Nepal, yaitu
soal tuntutan agar pemerintah tidak lagi
menjalankan pemerintahan yang otoriter
yang tidak memperhatikan kesejahteraan
rakyatnya. Yang mana sekarang masyarakat
Nepal itu merasakan ee kesulitan ekonomi
yang cukup parah. Tingkat pengangguran
di kalangan anak muda Nepal yang usianya
15 sampai 24 tahun itu mencapai 20,8%
dan itu survei tahun 2024 karena memang
lapangan pekerjaan di Nepal sangat
sedikit sehingga banyak anak muda Nepal
yang mencoba mencari pekerjaan dan
kehidupan yang lebih baik dengan
merantau ke luar negeri. Nah, tapi kalau
dilihat ya ee si pemerintahnya sibuk
joget-joget, sibuk dengan kehidupan
mewah. Bahkan anak-anak dari pemerintah
Nepal itu sibuk pamer-pamer harta di
sosial media. Makanya masyarakat Nepal
jadi marah banget. Nah, perekonomian
Nepal itu sangat bergantung pada uang
yang dikirim oleh warga Nepal yang
tinggal di luar negeri. Kebayang tuh
dari devisa dari devisa para orang-orang
yang merantau gitu. bukan dari hasil
alam atau pengolahan barang tambang atau
apalah gitu ya yang menghasilkan dari
negara mereka. Enggak ada. Tapi justru
yang paling besar itu adalah uang yang
dikirim pulang oleh warga Nepal yang
tinggal di luar negeri. Dan menurut data
dari World Bank, lebih dari sepertiga
atau sekitar 33,1% PDB Nepal itu berasal
dari kiriman uang yang dikirim oleh
pekerja Nepal yang ada di luar negeri
kepada keluarganya di Nepal, Geng. Jadi
lebih dari sepertiga PDB Nepal itu bukan
didapatkan dari perekonomian dalam
negeri, tapi justru dari orang-orang
yang ya maaf ya membudahkan diri ke luar
negeri, ngirim uang ke keluarganya.
Itulah perputaran uang di Nepal.
Bayangin tersiksanya hidup mereka di
Nepal dan angka tersebut, geng, terus
meningkat selama 30 tahun terakhir. Nah,
apakah kondisi tersebut juga dialami
oleh pejabat-pejabat Nepal yang juga
ikut merasakan sulitnya ekonomi di
negara tersebut? Sayangnya ya enggak.
Mereka justru hidup mewah-mewah. Menurut
aktivis dan pakar di Nepal, hal
tersebutlah yang menjadi pemicu utama
dari demonstrasi terjadi. Masyarakat
melihat bahwa keluarga-keluarga dari
elit yang ada di sana menjalani
kehidupan yang relatif mewah di negara
yang miskin sehingga semakin
memperlihatkan kesenyangan yang ada di
antara rakyat dan pejabat anak-anaknya.
ya itu di sosial media ngpost eh mobil
mewah, tas lvie dan lain-lain. Dan isu
ini kemudian diangkat enggak cuma
diangkat ketika demonstrasi aja, tapi
juga diangkat di sosial media dengan
menggunakan istilah nepo kids dan nepo
baby. Nah, istilah ini merujuk pada
anak-anak pejabat tinggi, pemerintah,
dan menteri yang memiliki harta
berlimpah. Padahal realitanya masyarakat
mereka hidup miskin dan kesulitan
mendapatkan lapangan kerja. Dan mereka
kesulitan untuk bisa keluar dari jurang
kemiskinan ketika hidup di Nepal. Banyak
video-video yang menunjukkan bagaimana
kayaknya pejabat-pejabat ini. Mereka
pakai jam tangan mewah, pergi ke luar
negeri, makan di restoran. Pokoknya
video mereka itu kalau disandingkan
dengan video ee kondisi Nepal itu sangat
memprihatinkan. Penderitaan rakyat Nepal
enggak sebanding lah sama apa yang
ditunjukkan oleh pejabat dan anak-anak
mereka di sosial media.
Nepari
video ini sebenarnya sudah beredar
beberapa minggu menjelang demonstrasi di
hari pertama yang mengindikasikan bahwa
inilah titik awal kemarahan dari
masyarakat Nepal sehingga pada akhirnya
berbuah melalui demonstrasi. Dan melihat
kesenjangan yang begitu besar tentunya
masyarakat Nepal itu menuduh pejabat dan
politisi Nepal sudah lama melakukan
korupsi. Dan ini sudah terlihat jelas
dari bagaimana kehidupan mereka yang
bergelimbangan harta. Dan selama itu
juga ya enggak pernah jelas bagaimana
aliran uang publik yang selama ini
dibayar lewat pajak, digunakan ke mana,
untuk apa, dan selama ini masyarakat
Nepal hidupnya masih susah dan tidak
sejahtera.
Kalau gua ambil informasi dari media
Aljazera sebenarnya gaji politisi dan
pejabat di Nepal itu enggak besar-besar
banget. sehingga dirasa enggak mungkin
mereka bisa untuk hidup mewah kayak
gitu. Dan oleh karena itu, sangat besar
kemungkinan kalau uang-uang rakyat yang
diambil lewat pajak digunakan oleh
mereka untuk membiayai hidup mewah
mereka. Dan juga anak-anak dari pejabat
ini biasanya bermewah-mewahan di luar
negeri supaya ya tidak apa ya, tidak
merasakan eh pahitnya hidup di Nepal.
Jurang kesenjangan antara orang kaya dan
miskin di Nepal itu dalam banget,
terlihat banget, Geng. miris bangetlah
pokoknya. Pendapatan per kapita tahunan
di Nepal itu sekitar 14.400 amika atau
yang setara dengan R3 juta. Ini menjadi
yang terendah di Asia Selatan dan
tingkat kemiskinan negara tersebut
secara konsisten berada di atas 20% di
dalam beberapa tahun terakhir karena
kemiskinan tersebut ditambah dengan
tingkat pengangguran yang tinggi
menyebabkan sekitar 7,5% penduduk Nepal
itu memilih tinggal di luar negeri pada
tahun 2021. Hal ini juga diperparah
dengan kepemilikan lahan di Nepal yang
masih timpang. Meskipun sudah adanya
upaya reformasi lahan. Sekitar 10% rumah
tangga teratas itu memiliki lebih dari
40% lahan. Sementara sebagian besar
penduduk miskin pedesaan tidak memiliki
lahan atau bisa dikatakan hampir enggak
punya tempat tinggal. Nepal mengalami
apa yang disebut dengan frustasi digital
akibat korupsi, inflasi, pengangguran,
dan politik dinasti. Para analis Nepal
itu mencatat kalau diaspora Nepal lah
yang memainkan peran penting dan
diaspora Nepal dan asosiasi
internasional yang memperkuat narasi
anti korupsi. Maksudnya itu orang-orang
yang tinggal di luar negeri lah.
Jaringan ini memperkuat momentum protes
di dalam negeri dengan terus-menerus
menyulut ketidakpuasan mereka terhadap
pemerintah melalui media sosial. Jadi
kan mereka ke luar negeri nih ya,
orang-orang Nepal yang sudah merantau
nih. Mereka melihat negara mereka dari e
kacamata luar gitu ya, dari luar kotak
negara itu. Wah, negaranya enggak
sejahtera kalau dibanding dengan negara
tempat mereka merantau jauh banget. Nah,
akhirnya mereka membentuklah
gerakan-gerakan untuk menyadarkan
masyarakat bahwa masyarakat sudah
dikelabuhi atau dibodoh-bodohi oleh
pemerintah yang berfoya-foya dengan uang
pajak dari masyarakat. Nah, di situlah
terbentuk tuh yang namanya gerakan
protes. Nah, di dalam aksi di Nepal ini
terlihat kalau kemarahan masyarakat ini
adalah kemarahan antar generasi. Di mana
kaum muda memandang kelas elit politik
sebagai kalangan korup ya dan egois yang
tidak mau mengatasi inflasi serta
pengangguran, tapi justru memikirkan e
perut mereka sendiri-sendiri.
Terus geng, hal yang sama juga
disampaikan oleh Yokraj Lamicane yaitu
selaku asisten profesor di sekolah
bisnis Universitas Pokara Nepal. Dia
bilang kalau kemarahan atas nepo baby
atau Nepo Kids yang ada di Nepal itu
mencerminkan rasa frustasi publik yang
mendalam. Masyarakat Nepal melihat
bagaimana para pemimpin politik mereka
dan orang tua dari para nepo baby dan
nepo kids ini yang dulu hidup sederhana
sebagai pekerja partai tapi sekarang
malah memamerkan gaya hidup mewah dan
kekayaan. Nah, kemudian Dcarky selaku
asisten profesor di sekolah manajemen
Universitas Katmandu itu bilang Nepal
secara tradisional merupakan masyarakat
yang sangat feodal, Geng. dengan monarki
yang berlaku sampai kurang lebih 2
dekade lalu. Nah, sepanjang sejarah
negara Nepal, mereka yang berkuasa sudah
memegang kendali atas sumber daya dan
kekayaan negara yang mengakibatkan
mereka ini bisa disebut sebagai
penguasaan elit. Sehingga enggak heran
mengapa kekayaan di negara tersebut
hanya dinikmati oleh orang-orang elitnya
aja atau pemerintahnya aja, tidak turun
ke masyarakat. Nah, oleh karena itu para
pengunjuk rasa menuntut agar dibentuknya
Komisi investigasi khusus untuk
menyelidiki secara menyeluruh sumber
kekayaan para politisi Nepal dengan
menyoroti lebih luas soal korupsi dan
kesenjangan ekonomi yang terjadi di
Nepal dan menuntut agar para pejabat
yang tidak kompeten dalam menyelesaikan
permasalahan negara segera dicopot atau
mundur dari jabatannya. Nah, tapi
kayaknya udah telat banget ya sekarang.
Bukan diminta untuk mundur, tapi dipaksa
ya sampai mereka di serang rameai-rame
dihabisin, Geng. Jadi kurang lebih
seperti itu ya, Geng, isi tuntutan dari
masyarakat Nepal dan bagaimana kondisi
masyarakat Nepal yang benar-benar
frustasi. Cukup rumit permasalahannya di
negara ini dan gak heran kenapa
masyarakat bisa semarah itu kepada
pemerintah ditambah dengan hilangnya
banyak nyawa di dalam aksi itu. Nah,
setelah keosnya negara tersebut, gimana
nih tindakan yang diambil oleh
pemerintah Nepal? Sekarang kita akan
masuk ke dalam pembahasan mengenai
respon dari pemerintah Nepal setelah
aksi demonstrasi besar-besaran ini
terjadi.
Jadi, Geng, di Senin malam hari pertama
demonstrasi terjadi. Diadakanlah rapat
kabinet secara mendadak. Di dalam
kesempatan itu, Rames Lekak selaku
Menteri Dalam Negeri Nepal itu langsung
mengundurkan diri dari jabatannya
diikuti oleh Menteri Pertanian, Menteri
Air, dan Menteri Kesehatan. pada sehari
kemudian. Wah gila ya pemerintahan orang
tahu diri ya. Haduh ada gitu ya udah
didemo habis-habisan tapi enggak
mundur-mundur ada. Nah, terus geng
kemudian di hari Selasanya geng Sharma
Oli selaku perdana menteri Nepal
akhirnya juga ikut mengundurkan diri.
pengunduran dirinya dia ini ya itu bukan
tanpa alasan, tapi setelah demonstran
melakukan pembakaran gedung parlemen dan
rumah-rumah para pemimpin Nepal termasuk
rumahnya dia sampai-sampai, nah yang gua
ceritakan sebelumnya istri dari perdana
menteri yang bernama Oli ini ya nama
istrinya itu adalah Ratsia Laksmi
Citrakar. Dia ini meninggal dunia di
dalam insiden tersebut karena terjebak
di dalam rumah dan hangus terbakar. Dia
sempat dilarikan ke rumah sakit khusus
luka bakar Kirti Pur. Namun dia
meninggal dunia ketika menjalani
perawatan medis. Nah, pengunduran diri
Oli ini kemudian dikonfirmasi oleh
ajudannya yang bernama Prakas Silwal.
Sebelum dia mengundurkan diri, Oli
memimpin pertemuan seluruh partai
politik Nepal dan mengatakan kekerasan
bukanlah kepentingan bangsa. Sehingga
pemerintah harus memastikan dialog damai
untuk menemukan solusi atas masalah ini.
Pengunduran diri Oli ini menjadi
tuntutan utama para demonstran. Dan
meskipun begitu, pengunduran dirinya dia
ini tidak berarti pemerintahan Nepal
sudah tumbang. Oli hanyalah kepala
eksekutif di Nepal, tapi Presiden Ram
Chandra Powel yang menjadi kepala
pemerintahan sebenarnya. Nah, tapi geng
ada beberapa sumber yang mengatakan
kalau ya tinggal tunggu waktu aja
sebelum presidennya ini atau Paudel ini
juga mengundurkan diri dan pemerintahan
sepenuhnya digulingkan. Sebab rumah
Paudel juga menjadi target dari aksi
pembakaran yang dilakukan oleh
Demonstran, Geng. Dan benar aja, Geng.
Prediksinya Podel mengundurkan diri
selang beberapa jam setelah Oli mundur
sebagai perdana menteri. Pengunduran
diri Podel ini sebagai presiden
meninggalkan Nepal tanpa adanya pemimpin
eksekutif di tengah-tengah situasi yang
semakin keos di negara tersebut. Nah,
lalu gimana nih nasib Nepal ketika
pemimpinnya enggak ada sama sekali?
Ibarat ular kepalanya udah kepotong.
Jadi arahnya udah gak tahu ke mana. Nah,
dengan kekosongan pemimpin dan situasi
yang semakin tidak terkendali,
kemungkinan Nepal bakal diambil alih
oleh militer. Waduh. Dan sumber ini
didapatkan dari media News 18 yang
menyebutkan bahwa kemungkinan militer
yang mengambil alih kekuasaan untuk
menjaga stabilitas. dan dikabarkan Ashok
Raj Sigdell akan segera membuat
pernyataan resmi soal ini. Pihak militer
juga sudah mulai melakukan
langkah-langkah darurat untuk
mengamankan para pejabat pemerintah dan
Katmandu Pos melaporkan bahwa para
menteri kabinet itu dievakuasi dari
rumah dinas mereka di kawasan Baispati
menggunakan helikopter. Nah, pejabat
keamanan senior Nepal mengatakan
pengamanan gedung parlemen saat ini
diperketat. Para pejabat lain juga sudah
dievakuasi ke barak militer dan
ditempatkan di bawah perlindungan ketat.
Nah, jauh lebih keos ya dibandingkan
negara kita Indonesia. Jika militer yang
akan mengambil alih tentunya akan lebih
banyak lagi kekerasan yang terjadi di
Nepal nih, Geng. Dan kabarnya lagi,
Geng, di tengah kekacauan yang sedang
terjadi di sana, sedikitnya ada 1500
tahanan yang melarikan diri dari penjara
Naku di Lalitpur. Media setempat juga
melaporkan adanya pembakaran di gedung
markas besar kepolisian Nepal. Terus
kabarnya juga polisi sudah menyerah dan
sekarang justru sudah menjadi tahanan
rakyat Nepal. kondisinya udah ggak lagi
kondusif sampai saat sekarang ini.
Nah, itu dia, Geng pembahasan kali ini
mengenai demo di Nepal yang dipenuhi
kericuhan sampai membuat pemimpin negara
tersebut mundur dari jabatan dan ini
bukan akhir dari apa yang terjadi di
Nepal. Nah, jadi kita tunggu aja, Geng,
update selanjutnya tentang Nepal ini.
Gimana, Geng, menurut kalian pembahasan
kali ini? Coba tuliskan pendapat kalian
di kolom komentar.
H