Transcript
J2nCmpNS1MA • DITEMUKAN KOTA KUNO DI BAWAH TANAH TURKI ! MENAKJUBKAN GENK
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1512_J2nCmpNS1MA.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, kali ini kita bakal membahas
sebuah topik yang enggak kalah heboh dan
mindblowing banget dari berita-berita
luar negeri lainnya. Nah, kenapa gua
katakan demikian? Karena kita bakal
membahas sebuah penemuan yang bisa
dikatakan bakal merubah cara kita
memandang sejarah peradaban manusia.
Nah, jadi ceritanya pada tahun 1960-an
ada seorang pria yang berhasil menemukan
sebuah ruangan. Terus akhirnya segera
dia laporkan kepada arkeolog di Turki.
Dan di saat diteliti ternyata mereka
menemukan hal yang lebih dalam lagi,
yaitu sebuah situs yang bisa dikatakan
bukan cuma sekedar kota kuno biasa, tapi
ini merupakan kota yang usianya diduga
lebih tua dari peradaban Mesir kuno
maupun Sumeria. kota loh. Gila tuh di
sebuah ruangan ditemukan adanya sebuah
kota.
Dari ketidaksengajaan inilah ya malah
membongkar situs sejarah. Dan ini
terjadi di balik hamparan padang tandus
Anatolia. Dan setelah diteliti lagi
ternyata tersembunyi reruntuhan struktur
yang masif lengkap dengan jalan berbatu,
ruang bawah tanah, dan bahkan sistem
saluran air. Terus ee sistem udara yang
canggih pada masanya udah ada semua.
Para arkeolog di saat itu menduga kota
ini bisa aja jadi titik penting di awal
mula peradaban manusia. Tempat di mana
komunitas besar pertama kali menetap dan
ee melakukan pertanian bertani dan
membentuk struktur sosial. Nah, tapi
bukan cuma arsitekturnya aja yang bikin
merinding, Geng. Yang bikin heboh itu
adalah ditemukannya artefak-artefak yang
belum pernah kita lihat sebelumnya.
Seperti simbol, tulisan, dan ukiran yang
tampak berasal dari budaya yang belum
teridentifikasi. Jadi kayak apa ya? Ini
benar-benar hal baru di dalam dunia
sejarah. Penemuan ini juga membuka
kemungkinan bahwa jalur perkembangan
peradaban manusia jauh lebih beragam
dibandingkan yang selama ini kita
pahami. Dan kota kuno yang ditemukan ini
membawa bukti bahwa masyarakat ribuan
tahun lalu ternyata sudah mengenal
konsep hunian tetap, sistem pertanian,
dan struktur sosial yang kompleks. Nah,
ini berarti titik awal sejarah manusia
tidak melulu bersumber dari kawasan
sungai Tigris atau sungai Nil. Tapi ada
cerita lain yang selama ini tertimbun di
bawah tanah yang kita gak pernah tahu
dan baru mulai terungkap pada tahun
1960-an. Nah, jadi ini seru banget ya
pembahasan sejarah kayak gini. Gua suka
banget sebenarnya ngulik-ngulik sejarah
kayak gini. Harus banget kita bahas
secara lengkap dan harus banget kalian
dengar sampai selesai. Oke, langsung aja
nih kita bahas secara lengkap. Halo,
Geng. Welcome back to Kamar Jerry.
[Musik]
Gengjeng. Oke, kita awali pembahasan ini
dengan kronologi pertama kali kota kuno
ini ditemukan.
[Musik]
Jadi, geng, awal mula kota ini ditemukan
ceritanya itu pada tahun 1963 di sebuah
desa kecil di wilayah Nevshir kawasan
Kapodosia Turki. Ini e koreksi gua kalau
salah dalam pengucapan ya. Jadi, geng,
ada seorang warga lokal yang sedang
mencari ayam peliharaannya dia yang
hilang. Nah, karena ayam itu enggak
balik-balik ke kandang, akhirnya si
bapak ini mencari-cari di sekitar
rumahnya. Dan saat si Bapak ini nyari di
ruang bawah tanahnya, ya, dia kan punya
ruang bawah tanah tuh dan kebetulan
rumahnya itu sedang direnovasi. Si bapak
ini curiga. Dia curiga ayamnya
jangan-jangan masuk lewat celah di
belakang rumah. Dan saat dia mulai
membongkar tembok yang rapuh, ya.
Temboknya rapuh karena udah mau
direnovasi juga. Tiba-tiba dia malah
menemukan sebuah lorong gelap yang belum
pernah terlihat sebelumnya. Lorong itu
ternyata bukan cuma ruang kecil, tapi
justru terhubung ke jaringan ruang lain
yang membentuk struktur bawah tanah yang
sangat luas. Setelah penemuan itu
dilaporkan ke otoritas setempat, tim
arkeolog pun turun tangan dan mulai
melakukan penggalian. Hasilnya mereka
menemukan komplek ya, sebuah komplek
kota bawah tanah yang sangat besar dan
dalam lengkap dengan ruang tinggal,
tempat ibadah, dapur umum, gudang,
penjara, bahkan dan sistem ventilasi
yang luar biasa canggih untuk ukuran
zaman kuno. Kebayang tuh ya di dekat
rumah lu ternyata ada sebuah peradaban
kuno gitu.
Nah, setelah diteliti lebih lanjut,
didapatkanlah hasil bahwa kota ini
dipahat langsung dari batuan vulkanik
lunak khas wilayah Kapodachia. Dan
diperkirakan ini mulai dibangun lebih
dari 3.000 tahun yang lalu dan
kemungkinan oleh bangsa Hitit namanya
yang kemudian dilanjutkan oleh Frigia,
Yunani dan Bizantium.
Kota ini memiliki kedalaman sampai 54 m
dan mampu menampung sekitar 20.000
orang, Geng. lengkap dengan hewan ternak
dan juga persediaan makanan. Jujur ya,
Geng, gua juga agak bingung sebenarnya
ini kota tuh apakah memang di bawah
tanah atau justru terkubur? Menurut
kalian gimana tuh dari yang kalian
lihat, apakah ini terkubur, termakan
oleh zaman, lama-lama dia langsung di
bawah tanah gitu atau memang dari dulu
udah dibangun di bawah tanah? Coba deh
kita berdiskusi di kolom komentar.
Terus, Geng, setelah diteliti lebih
lanjut, mereka memperkirakan terdapat
lebih dari 600 pintu masuk ke kota.
sebagian besar masih tersembunyi menuju
ke kota bawah tanah yang luasnya
mencapai 445 km²
atau sejauh 172 mil. Nah, lorong-lorong
tersebut dilindungi oleh pintu batu
seberat 454 kg yang hanya bisa dibuka
dari dalam. Terus mereka juga menemukan
banyak ruangan, yaitu ada gereja, ada
kepelasti
Yunani, sekolah, ruang belajar, dapur
umum, dan tempat penyimpanan makanan.
Terus ada juga gudang senjata dan ruang
pertahanan serta sistem ventilasi dengan
lebih dari 50 saluran udara. Dan yang
terakhir lorong rahasia yang
menghubungkan ke kota bawah tanah lain.
Jadi gede banget. Bisa dikatakan berarti
ya di negara Turki ini bawah tanahnya
itu kopong gitu. Ada kota lagi. Bahkan
ya di kota yang ditemukan ini terdapat
kandang kuda. Ada kuburannya, ada
makamnya, bahkan tempat pemerasan anggur
serta minyak. Gila, peradaban di zaman
itu udah lebih maju daripada negara kita
kayaknya. Nah, terus, Geng. Menurut para
ahli, kota ini dulunya digunakan sebagai
tempat perlindungan selama masa
peperangan dan invasi besar, termasuk
saat serangan Mongol dan juga konflik
Byzantium. Nah, karena letaknya itu
tersembunyi di bawah tanah dan punya
sistem pertahanan yang kuat, kota ini
jadi benteng rahasia yang menyelamatkan
ribuan nyawa selama berabad-abad. Meski
udah banyak bagian yang berhasil digali
ya atas penemuan ini, nah diperkirakan
cuma sekitar 15% dari keseluruhan
komplek itu yang bisa terbuka untuk
umum. Jadi sisanya itu masih
tersembunyi. Belum bisa dieksplorasi,
belum bisa digali. Para peneliti di saat
itu masih mencari tahu tentang siapa
sebenarnya yang pertama membangun kota
ini. Nah, biasanya kan ada peradaban
kayak kerajaan apa, si rajanya siapa,
atau mungkin tokoh-tokohnya siapa.
harusnya bisa ditemukan dari ee
prasasti-prasasti, patung-patung,
artefak, atau mungkin simbol-simbol di
sana. Tapi ini belum bisa ditemukan sama
sekali. Terus ya dicari tahu juga
bagaimana mereka bisa membuat sistem
ventilasi sedalam itu. Ventilasi udara
ya di kota bawah tanah supaya mereka
tetap bisa bernafas di bawah tanah. Itu
canggih banget pemikirannya. Dan apakah
ada teknologi kuno yang belum kita
pahami sebenarnya? Nah, dari semua kota
bawah tanah di Kapadokia, nah ada sebuah
kota bawah tanah yang bernama Derin
Kuyu. Ini adalah kota bawah tanah
terdalam. Dan kota ini membentang di
bawah tanah hingga delan tingkat dan
menjadi salah satu kota yang paling
banyak dikunjungi. Kalau berbicara
tentang sejarah kota bawah tanah Derin
Kuyu ini, ini berasal dari ribuan tahun
yang lalu dan pada zaman dahulu disebut
dengan Elengubu. Dan beberapa orang itu
berspekulasi bahwa orang Head Kapodakia
itu menggali kota ini sekitar abad e
ke-15 sebelum Masehi. Buat yang gak tahu
ya, Kapodakia ini adalah wilayah
bersejarah di daerah Anatolia Tengah
Turki dan terkenal dengan pemandangan
alamnya yang unik seperti formasi batuan
yang bernama Ferry Chimne dan juga
kota-kota bawah tanah. Dan di wilayah
ini juga sudah dihuni sejak zaman Head
sekitar abad ke-17 sampai ke-12 sebelum
Masehi. Nah, bangsa Head ini dikenal
karena perkembangan teknologi besi.
Jadi, mereka tuh pandai besi. Mereka
bisa menciptakan hal-hal yang berguna
dengan menggunakan besi. Dan mereka juga
bisa menciptakan kereta perang dan
melakukan ekspansi di wilayah yang luas.
Dan wilayah Head juga sempat menjadi
bagian dari berbagai kerajaan dan
kekaisaran termasuk Persia, Yunani dan
juga Romawi. Jadi cukup berkuasa pada
eranya.
Terus, Geng ya, ada juga yang percaya
kalau kota bawah tanah yang baru saja
ditemukan ini merupakan hasil karya
orang Frijia pada abad keet7 sebelum
Masehi. Orang Frijia ini adalah kelompok
etnik Indoeropa kuno yang mendiami Turki
pada zaman kuno. Awalnya mereka berasal
dari Balkan Selatan dan kemudian
bermigrasi ke Anatolia melalui
Hellespon. Nah, mereka ini dikenal
dengan kerajaannya yang berpusat di
Gordium dan memiliki budaya yang unik,
memadukan unsur-unsur Anatolia, Yunani
dan juga e budaya timur. Nah, terus Geng
meskipun terdapat perbedaan pendapat
mengenai arsitek kota tersebut, terdapat
satu kesimpulan, yaitu kota bawah tanah
ini berfungsi untuk menyembunyikan
penduduknya dari musuh-musuh mereka
selama periode Bizantium ketika umat
Kristen melarikan diri dari para
penganiaya Romawi. Tuh sejarahnya. Dan
ketika umat Kristen tiba di Kapadokia
dan menemukan kota ini, mereka
memperluas kota tersebut dan
memodifikasi struktur yang sesuai dengan
kebutuhan mereka. Nah, diperkirakan
Derin Kuyu ini dapat menampung hingga
20.000 penduduk dan ternak mereka
sekaligus. Terus setelahnya terowongan
tersebut digunakan sebagai tempat
persembunyian umat muslim Arab juga
selama perang Arab Bizantium antara 780
dan juga 1180 Masehi. Nah, setelah itu
digunakan lagi oleh orang Kristen selama
invasi Mongolia pada abad ke-14 Masehi.
Nah, jadi yang menggunakan kota ini ya
fun fact-nya adalah umat Kristen dan
umat Muslim pada masa itu. Nah, untuk
letak geografis dari kota bawah tanah di
Ringkiyu ini terletak di kota kecil
dengan nama yang sama. Kota ini berjarak
40 km dan dapat dicapai dalam 30 menit
berkendara dari kota Goreme yang menjadi
tujuan wisata utama di wilayah ini.
Ketika kota ini ditemukan pada tahun
1963, para arkeolog memulai pekerjaan
penggalian sebelum akhirnya dibuka untuk
umum pada tahun 1965. Hingga sampai saat
sekarang ini baru 40 m aja bagian kota
yang sudah digali. Karena Derinq ini
adalah kota bawah tanah ya. Gimana
caranya orang-orang yang tinggal di sana
itu bisa melihat gitu kan. Apalagi kalau
hari udah malam sehingga gak ada sinar
matahari yang bisa masuk menerangi
terowongan. Pasti kita tuh kayak mikir
ya apa di zaman dulu ada lampu?
Penerangannya pakai apa? Pakai api. Api
kalau enggak ada oksigen juga mati gitu
kan. Kalau kurang oksigen aja mati dia.
Ternyata para arkeolog yang meneliti
dari Q ini percaya kalau penghuni
terowongan tersebut menggunakan lampu
minyak dan reflektor katanya. Nah, jadi
kemungkinan lampu minyaknya itu
diletakkan di tengah-tengah ya.
Sementara reflektor itu digunakan untuk
memperluas jangkauan cahaya. Jadi kayak
dipantulin gitu geng. Nah, sehingga ya
lampu minyaknya kecil dipantulkan dengan
reflektor tadi. Jadi, seluruh ruangan
itu bisa terang. Jadi, kalau diibaratkan
tuh mirip kayak cara kinerjanya lampu
mobil atau senter lah. Reflektor ini
kemungkinan besar terbuat dari besi
karena era ini adalah era teknologi besi
yang sedang berkembang sehingga banyak
peralatan-peralatan yang terbuat dari
besi. Bahkan di saat itu ditemukan ee
apa? artefaknya banyak yang terbuat dari
besi, Geng. Dan untuk menyalakan
lampunya, penduduk dari Ding ini
menggunakan minyak zaitun. Bukan minyak
tanah, bukan pakai bensin, enggak.
Minyak zaitun. Nah, kenapa harus minyak
zaitun? Ya, karena dibandingkan dengan
minyak-minyak lain, hasil pembakaran
dari minyak zaitun itu hanya
menghasilkan sedikit asap sehingga
mencegah terjadinya asap yang mengepul
di dalam terowongan. Jadi, mereka enggak
sesak nafas. Dan pemakaian minyak zaitun
ini juga menjadi cara mereka untuk
menghindari musuh karena asap yang
ditimbulkan dari hasil pembakaran minyak
zaitun lebih sedikit sehingga sulit
untuk terdeteksi musuh. Udah gitu ketika
dibakar minyak zaitun juga wangi, Geng.
Singkat cerita, akhirnya setelah 6 tahun
penemuannya ya terowongan ini atau kota
ini tepat di tahun 1969, kota Derinq
akhirnya dibuka untuk umum. Masyarakat
boleh melihat ke dalamnya dan untuk
keliling di kota tersebut dibutuhkan
waktu 90 menit. Hanya delan tingkat dari
keseluruhan kota yang dapat dimasuki
oleh pengunjung. Kota kuno ini akhirnya
resmi menjadi bagian situs warisan dunia
oleh UNESCO dan menarik banyak
pengunjung karena konstruksinya yang
unik banget. bikin kita tuh kayak wah
kayak kembali ke zaman dulu lah kayak
ngerasain kayak wah hidup zaman dulu
gini ya gitu. Nah walaupun terbuka untuk
umum cuma sekitar 50% wilayah kota yang
boleh dikunjungi. Bentuknya juga mirip
labirin dan lorong-lorong yang sempit.
Nah tangga yang terjal dan tingkat
kedalaman kota yang membuat tempat ini
sebenarnya tidak cocok dikunjungi oleh
penderita klaustrofobia. Karena di
dalamnya itu ya gimana ya bikin sesek
lah kalau orang yang claustrofobia ini.
Dan di dalamnya sebenarnya sudah
dipasang papan-papan petunjuk yang harus
diikuti agar pengunjung tidak tersesat.
Nah, itu geng ya kronologi pertama kali
kota Derq ini ditemukan secara enggak
sengaja oleh seorang warga yang sedang
mencari ayam dan bagaimana akhirnya
Derenq ini dibuka untuk umum ya kan
menjadi warisan UNESCO dan juga ya ini
bisa mengubah pandangan orang-orang
terhadap sejarah yang ada di Turki.
Sekarang kita bakal masuk ke dalam
sejarah lengkapnya nih. Jadi kan setelah
ditemukan, setelah diteliti ya, akhirnya
sejarah ee lengkapnya itu di e diketahui
oleh para sejarawan dan arkeolog. Nah,
kita akan bahas sejarah dari kota Derinq
ini.
Jadi, Geng, untuk sejarah dari kota
Derenq ini masih misteri sebenarnya
hingga sekarang. Nah, tapi beberapa ahli
Turki ya memiliki pendapat bahwa bangsa
Hitit yang membangun tingkat pertama
sebagai gudang karena cap-cap atau e
simbol-simbol bangsa Hitit itu ditemukan
oleh penduduk setempat saat membangun
pondasi rumah mereka. Adanya kota Hitit
kuno yaitu Goludagi yang berada 20 km
sebelah barat Daya dari NQU. Terus geng,
ada lagi ya menurut penelitian
Departemen Kebudayaan Turki, gua-gua
pertama kemungkinan mulai diperdalam
pada batuan vulkanik lunak di wilayah
Kapodokia oleh bangsa Frigia, yaitu
bagian dari bangsa Indoeropa kuno pada
abad ke-et7 sampai ke-810 Masehi. Nah,
ketika pemakaian bahasa Frigia punah,
ya. Jadi, udah ggak dipakai lagi nih
bahasa bangsa Frigia ini di zaman Romawi
kuno dan digantikan oleh kerabat
dekatnya yaitu bahasa Yunani. Nah, para
penduduk yang kemudian sudah beragama
Kristen itu akhirnya menambahkan gua-gua
bawah tanah mereka dengan bangunan kapel
dan juga prasasti berhuruf Yunani. Kota
di Derin Kyu ini terbentuk sepenuhnya
pada masa Bytium yang ketika itu kerap
digunakan sebagai perlindungan terhadap
muslim Arab selama peperangan Bizantium
Arab. Der K itu terhubung dengan
kota-kota bawah tanah lain melalui
terowongan yang panjangnya bermil-mil.
Beberapa artefak yang ditemukan di
pemukiman bawah tanah tersebut berasal
dari periode Bizantium tengah, yaitu
pada abad ke-el ke-10. Nah, jadi kurang
lebih seperti itu, Geng, sejarah dari
kota Derinq ini. Nah, sebenarnya nih,
Geng, kalau kita berbicara tentang
Turki, ya, ini udah enggak heran
penemuan kota bawah tanah kayak gini.
Enggak cuma derinq. Sebenarnya di Turki
itu ada kota bawah tanah lain, yaitu
yang bernama Kai Makli. Nah, sekarang
kita bakal bahas tentang kota bawah
tanah Kaimakli ini.
Jadi, geng, Kaimakli ini merupakan kota
bawah tanah tertua dan terluas secara
horizontal. Perbedaan sejarah antara
Diringqu dan Kaimakli ini ya, ini adalah
dua kota bawah tanah paling terkenal di
Kapadochia dan terletak ee pada
asal-usul, fungsi, dan skala
penggunaannya sepanjang zaman. Meski
keduanya dibangun dari batuan vulkanik
lunak dan digunakan sebagai tempat
perlindungan, tapi masing-masing punya
karakter sejarah yang unik. Asal-usulnya
juga dikaitkan dengan bangsa Frigia lagi
pada abad ke-et7 sampai dengan abad ke-8
sebelum Masehi. Nah, dengan nama kuno
Enegup. Jadi, Kaimakli ini dulu namanya
adalah Enegup. Nah, Kaimakli ini
diperluas selama era Byzantium dan
digunakan oleh komunitas Kristen sebagai
tempat perlindungan dari penindasan dan
invasi termasuk oleh Mongol dan Arab
Muslim juga. Nah, jadi di saat itu
selain berperang dengan bangsa Mongol
ya, umat Kristen juga berperang dengan
Arab Muslim selama 4 abad perang antara
Arab dan Bizantium sekitar tahun 780
sampai 1180
Masehi. Nah, kota ini terhubung dengan
kota bawah Derinq sebenarnya melalui 8
sampai dengan 9 km lorongnya. Nah,
beberapa artefak yang ditemukan di
pemukiman bawah tanah ini berasal dari
periode Bizantium antara abad keelima
dan abad ke-10 Masehi.
Terus, Geng, setelah wilayah ini jatuh
ke tangan bangsa Turki Seljuk di Persia,
kota-kota tersebut digunakan sebagai
tempat perlindungan dari penguasa muslim
Turki dan tetap digunakan hingga awal
abad ke-20 dan dibuka untuk umum pada
1964. Sedangkan untuk fungsi dari kota
Kaimakle ini ya memiliki kapasitas yang
lebih kecil yaitu sekitar 3.500 orang.
Beda banget dengan yang sebelumnya tadi
sampai 20.000 orang. Namun dia lebih
luas secara horizontal menonjolkan ruang
penyimpanan. Ada dapur, ada kandang
hewan, dan bahkan ruang peleburan logam.
Fokusnya lebih kepada kehidupan komunal
dan pertahanan lokal dengan
lorong-lorong sempit yang bisa diblokir
untuk menghambat musuh. Kaimakli ini
dianggap sebagai kota bawah tanah tertua
dan terluas secara horizontal dan
mencerminkan kehidupan sehari-hari dari
masyarakat bawah tanah yang lebih
terstruktur dan berkelanjutan. Terus,
Geng, rumah-rumah di sana juga dibangun
di sekitar hampir 100 terowongan kota
bawah tanah tersebut. Terowongan
tersebut juga masih digunakan sampai
sekarang, Geng. sebagai gudang, kandang
kuda, dan ruang bawah tanah juga. Nah,
terowongan di Kaimakli ini berbeda
dengan Derin Kuyu, Geng. Yang mana
terowongan di Kaimakli ini lebih rendah,
lebih sempit, dan lebih curam. Dari
empat lantai yang terbuka untuk
wisatawan, setiap ruang ditata di
sekitar lubang ventilasi. Nah, hal ini
membuat desain setiap ruangannya itu
bergantung pada ketersediaan ventilasi.
Kalau enggak, enggak bisa. Nah, ada juga
sebuah kandang kuda yang terletak di
lantai pertama. Terus ukuran kandang ini
kecil banget. Namun ini bisa menjadi
pertanda kalau kemungkinan adanya
kandang kuda lain di bagian yang lainnya
yang sebenarnya belum dibuka atau belum
digali gitu. Terus di sebelah kiri
kandang itu ada lorong dengan pintu batu
kilangan yang mana pintu tersebut
mengarah ke sebuah gereja. Sementara di
sebelah kanan kandang terdapat
kamar-kamar yang kemungkinan difungsikan
sebagai ruang tamu juga. Nah, terus geng
untuk di lantai duanya terdapat sebuah
gereja dengan nef atau dua absis. Nah,
sekedar informasi ya, Nef ini adalah
istilah yang merujuk ke bagian tengah
gereja. Ini gua takut salah baca.
Bacanya itu naif apa navy apa koreksi
gua kalau salah nih, Geng. Terus
sementara yang satu lagi, absis itu
adalah ruang yang berbentuk setengah
lingkaran di dalam gereja. Nah, di depan
absis tersebut terdapat kolam
pembaptisan dan di sisi-sisi sepanjang
dinding terdapat panggung tempat duduk.
Nah, ada juga makam di sana dan
nama-nama orang yang terdapat di makam
tersebut sama dengan nama-nama orang
yang terletak di ee sebelah gereja yang
mana ini menandakan bahwa nama-nama itu
merupakan nama seseorang yang religius,
pemuka agama, atau orang yang dihormati.
Di lantai gerejanya juga memiliki
beberapa ruang tinggal. Lantai ketiga
berisi area-area terpenting kompleks
bawah tanah yang terdiri dari tempat
penyimpanan, tempat pemerasan anggur
atau minyak, serta dapur. Dan lantai ini
juga berisi bongkahan andesit dengan
tekstur relief. Dan lantai itu juga
ternyata digunakan untuk pembentukan
tembaga dingin yang dipahat dari lapisan
undesat di dalam kompleks terowongan. Di
lantai 4nya terdapat banyak ruang
penyimpanan dan area untuk guci-guci
gerabah. Dan hal ini menunjukkan bahwa
siapapun yang tinggal di dalam
terowongan tersebut di zaman dulu
bukanlah orang sembarangan alias orang
kaya gitu karena dari barang-barang yang
ada di sana. Nah, jadi itu merupakan
orang-orang dengan status sosial yang
tinggi. Kaimakli ini juga terbuka untuk
umum. Jadi bisa kalian jadikan salah
satu wishlist destinasi untuk kalian ke
sana ke Turki ya. Dan harga untuk tiket
masuk ke Kaimakle ini bervariasi. Ada
yang menjual lebih mahal dibandingkan
tiket masuk Derin K tapi ada juga yang
menjual harganya sama dengan ke Derinq.
Nah, jadi cukup menarik untuk kalian
yang mungkin mau jalan-jalan ke Turki,
terutama ke kota Kapadosia. Nah, terus
geng masih ada kota bawah tanah lainnya
yaitu Osconak. Nah, sekarang kita bahas.
Jadi, geng kota ini kemungkinan besar
dibangun oleh penduduk Kapadosia
Bizantium. Meskipun masih diperdebatkan
siapa yang membangunnya dan bisa aja
kalau keberadaan kota ini jauh lebih
lama dibandingkan itu. Nah, kota ini
juga ditemukan secara enggak sengaja,
Geng. Jadi ceritanya di tahun 1972 ada
seorang petani lokal yang bernama Latif
Acar yang awalnya penasaran sama air
irigasi yang ada di ladangnya dia. Yang
mana air irigasi itu sering hilang entah
ke mana karena air irigasinya itu kayak
keserap ke bawah tanah gitu, Geng.
Setelah dia mencari penyebabnya, Latif
ini malah menemukan sebuah ruangan bawah
tanah dengan kedalaman hingga 40 m. dia
di saat itu terus ngegali ruang tersebut
dan ternyata semakin digali malah
ruangannya semakin besar yang mungkin ya
enggak tepat juga kita bilang sebagai
ruangan melainkan itu adalah sebuah kota
yang kabarnya bisa menampung sebanyak
60.000 orang di dalamnya. Setelah
ditemukan, mulailah banyak arkeolog yang
datang ke sana untuk meneliti kota
tersebut yang mana diperkirakan kota
Oskonak ini dibangun sekitar abad
keempat sebelum Masehi. Nah, menurut
penelitian OS Konak ini digunakan
sebagai pusat pemerintahan
kerajaan-kerajaan di Tabel yaitu sebuah
federasi yang terdiri dari 24 kerajaan
selama periode head akhir. Kemudian
wilayah ini jadi bagian dari wilayah
kekuasaan Persia dan ketika di periode
helenistik menjadi bagian Romawi. Nah,
setelah periode kekuasaan Romawi wilayah
ini direbut oleh Bizantium yang
menyebabkan migrasi umat Kristen pertama
ke daerah ini. Dan untuk menghindari
invasi Arab yang sering terjadi ketika
itu, mereka menetap di sekitar Oskonak,
Geng. Nah, kota Oskonak ini memiliki
struktur yang beda, Geng, dari yang
lain. Dengan terowongan panjang dan juga
sempit yang memfasilitasi komunikasi
antar lantai. Mereka membuat
lubang-lubang panjang dan sempit yang
dipahat untuk komunikasi. Dan lubang
seperti ini bisa ditemukan di seluruh
kotanya. Lubang yang besar ini memiliki
ukuran 8 cm. Jadi meskipun berada di
lantai yang berbeda, mereka bisa
berkomunikasi yang mana lubang untuk
komunikasi ini enggak ditemukan di
kota-kota bawah tanah lain. Nah, di OSAK
juga terdapat lubang ventilasi. Ada
sumur, gudang anggur, dan batu geser
yang menutup pintu masuk. Konon kabarnya
ya, setiap rumah di desa-desa di
sekitarnya terhubung ke Oskonak melalui
terowongan. Namun, seiring berjalannya
waktu, terjadilah peristiwa alam seperti
banjir yang menyebabkan terowongan ini
terisi oleh tanah. Dan kota ini dibangun
dengan empat tingkat mirip dengan gedung
apartemen. Nah, ini khusus untuk yang
sudah diketahui aja udah diteliti. Nah,
namun masih ada sekitar 10 tingkat yang
masih diteliti. Nah, di pintu masuk
terdapat kandang kuda untuk memudahkan
akses hewan. Dindingnya dipahat dengan
alat untuk mengikat tali. Selain
kamar-kamar ya di OS Konak ini memiliki
delan sumur dan tiga lubang ventilasi.
Terdapat empat makam dan ruang
penyimpanan berisikan guci-guci di
dalamnya. Jarak antara pintu masuk dan
keluar itu sekitar 10 km. Dan bagian
terendah dari kota ini memiliki
terowongan sempit yang cuma bisa dilalui
oleh satu orang dalam satu waktu.
Oskonak ini mulai dibuka untuk umum pada
tahun 1972. Untuk bisa mencapai OSconak,
para wisatawan bisa naik bis atau
berkendara ee ke kota terdekat yaitu
Avanos yang berjarak sekitar 14 km dari
Oskonak. Dan dari Avanos ini,
turis-turis juga bisa menyewa taksi
untuk menuju ke Oskonak. Dan sebagai
alternatifnya, banyak tourgate di area
ini yang memasukkan kunjungan ke Oskonak
sebagai bagian dari rencana perjalanan
liburan siapapun yang mau ke sana. Nah,
para turis di sana disarankan untuk
mengenakan sepatu yang nyaman serta
membawa senter untuk bisa menjelajahi
berbagai terowongan dan ruangan yang ada
di sana. Disarankan juga untuk membawa
jaket atau sweiter karena ruangan bawah
tanah di sana bisa terasa sangat dingin
e bahkan ketika musim panas sekalipun.
Wah, bisa gitu, Geng.
Nah, jadi itu dia geng sejarah kota
bawah tanah kuno yang berawal dari
Derinq serta dua kota bawah tanah lain
yaitu Kaimakli dan juga Osconak yang ada
di Turki. Nah, gimana geng menurut
kalian tentang penemuan kota-kota bawah
tanah ini? Apa kalian penasaran dan jadi
pengin lihat secara langsung? Ya,
silakan berangkat ke Turki.
[Musik]