Transcript
ECOkEnisTTo • BENDERA ONE PIECE BIKIN PEMERINTAH INDONESIA PANIK ?! TERNYATA BEGINI MAKNANYA ! DALAM !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1498_ECOkEnisTTo.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, fenomena yang lagi ramai banget
ya. Sebelumnya gua pengin tanya dulu ke
kalian, apa yang biasanya kalian lakukan
ketika kalian menyambut 17 Agustus? Ya,
mungkin di lingkungan rumah kalian lagi
pada sibuk bikin rundown acara 17
Agustusan, ya kan games-game seru atau
biasanya mendekati 17 Agustus sudah ada
arahan untuk mengibarkan bendera merah
putih di rumah masing-masing. Tapi ya
ada yang berbeda nih untuk perayaan 17
Agustus di tahun-tahun ini dengan
tahun-tahun sebelumnya. Karena di saat
ini ternyata enggak cuma bendera merah
putih aja yang akan berniat dikibarkan
oleh masyarakat kita, tapi juga ada
bendera bajak laut dari salah satu ee
apa ya? Enim itu enim atau kartun
sebutannya ya? Koreksi gua kalau salah
nih dalam penyebutannya. Yang jelas ee
film kartun ternama, terkenal, banyak
fans-nya, banyak penggemarnya yaitu One
Piece.
Dilansir dari Oneiece.fandom.com,
fandom.com. Bendera yang dikenal sebagai
Jolly Roger ini adalah lambang utama kru
bajak laut dalam dunia fiksi One Piece.
Nah, siapa nih di antara kalian yang
mengikuti One Piece yang sudah pasti
kalian itu adalah wibu atau Nakama gitu
ya? Dan kalian sendiri yang nonton dan
ngikutin One Piece senang enggak sama
fenomena ini? Buat yang wibu atau
fans-nya One Piece ya mungkin
senang-senang aja ya dengan fenomena
tersebut dan ya kalian tidak menganggap
ini ada unsur politisnya tapi ternyata
ya hal ini enggak semerta-merta membuat
semua orang jadi senang bahagia karena
tidak semua ee memandang hal yang sama.
Karena kabarnya pemerintah sudah
mengeluarkan pernyataan yang melarang
pengibaran bendera One Piece menjelang
hari kemerdekaan. Dan bahkan ya fenomena
ini ya di apa ya ditindak tegas lah sama
pemerintah kita ya ditangani dengan
serius oleh pemerintah kita dan dari
sini mulai banyak penindakan terhadap
siapa saja yang mengibarkan bendera One
Piece ini baik di lingkungan rumah
sampai ke supir-supir sopir truk bahkan
mural-mural juga udah enggak boleh ada
logo atau lambang One Piece dan memang
ya geng kalau kita berbicara tentang
bendera merah putih ini sakral banget
ini adalah identitas nasional identitas
diri identitas yang diperjuangkan kan
dengan keringat dan darah, dengan nyawa
oleh para pejuang di negeri kita yang
mana seharusnya ya memang harus
dinjunjung tinggi, harus dibanggakan ya
ketika mengebarkan bendera merah putih
ini. Apalagi di saat menjelang hari
kemerdekaan seperti ini. Tapi faktanya
di saat ini justru orang-orang malah
memilih untuk menyandingkan pengibaran
bendera merah putih dengan bendera ee
dari One Piece ketimbang bendera merah
putih doang gitu. Pasti timbul
pertanyaan apa yang sebenarnya terjadi?
Apa maksud dari ini semua? Apakah ini
hanya lulucon semata? Iseng-iseng
semata? Tapi menurut gua ya, kalau cuma
iseng-iseng kayaknya enggak deh. Karena
kan ini sakral banget. 17 Agustus
pengibaran bendera merah putih
disandingkan dengan bendera bajak laut
di film kartun. Nah, ternyata nih ya
maknanya dalam banget. Menyimpan makna
tersirat dan ya apa ya semacam simbol
tertentu. Nah, untuk menjawabnya kita
bakal bahas secara lengkap di pembahasan
hari ini. Ini sesuai dengan request
kalian loh, Geng. Banyak banget yang
request gua tentang pembahasan ini. Dan
gua ingatkan ke kalian, pembahasan ini
tidak bermaksud untuk menyudutkan pihak
manapun, menjelek-jelekkan citra bangsa
enggak sama sekali. Di sini tugas gua
adalah merangkum fakta-fakta yang ada di
lapangan yang gua kumpulkan dari
media-media mainstream. Gua sajikan ke
kalian secara lengkap alurnya. Oke, jadi
ini seru banget untuk kalian dengarkan.
Langsung aja kita bahas secara lengkap.
Halo, geng. Welcome back to Kamar Jerry.
[Musik]
Geng, geng. Oke, kita langsung masuk ke
dalam pembahasan fenomenanya. Ini udah
pasti yang paling kalian tunggu-tunggu
kan? Pembahasan tentang hal ini kita
bahas.
[Musik]
Oke, jadi gua yakin banget ya buat
kalian yang merupakan bagian dari Nakama
pasti senang banget dengan fenomena ini.
Buat yang belum paham, belum tahu Nakama
itu apa ya Nakama ini adalah sebutan
bagi para fans-nya One Piece. Nah,
fenomena pengibaran bendera One Piece
atau Jolly Roger itu akhir-akhir ini
lagi menjadi sorotan menjelang hari
ulang tahun kemerdekaan Republik
Indonesia ke-80. Fenomena ini mulai
muncul di media sosial dan bendera ini
menunjukkan simbol bajak laut dari
serial Enim asal Jepang yaitu karya dari
Eiro Oda. Di sejumlah rumah dan juga
kendaraan itu banyak sekali yang membawa
bendera dari One Piece ini. Ada aksi
viral yang dilakukan oleh para sopir
truck juga di mana mereka mengibarkan
bendera One Piece ini. Kebayang tuh ya
abang-abang sopir truk aja udah mulai
paham makna dari bendera One Piece.
Mereka ngasih simbolik karena mungkin ya
ada kekecewaan di sana. Nah, beberapa
video viral di platform media sosial,
terutama di X atau yang dulunya lebih
dikenal dengan Twitter gitu ya, pada
video tersebut memperlihatkan truk-truk
yang tidak lagi mengibarkan bendera
negara sendiri yaitu merah putih tapi
justru melainkan mengebarkan bendera
hitam bergambar tengkorak dan topi
jerami khas One Piece. Misalnya nih ya
di salah satu tulisan di video tersebut
itu berbunyi, "Maaf jenderal, Agustus
tahun ini tidak ada bendera merah putih
di truk kami." Tuh tulisannya kayak
gitu. Dan akhirnya video itu ya menyedot
perhatian ribuan netizen dan menuai
ratusan komentar terkait kritik sosial
terhadap pemerintah dan kondisi negeri
kita sekarang. Dan fenomena ini sampai
dinotis sama Echiro Oda selaku pembuat
enim dari One Piece itu sendiri. Di
dalam postingan IG-nya, dia menyebutkan
bahwa pada hari kemerdekaan Indonesia
yang ke-80, warga yang mengibarkan
bendera bajak laut topi jerami. Tindakan
ini didorong oleh kekecewaan masyarakat
terhadap pemerintah. Tapi lucunya nih,
Geng, ekspresi masyarakat di sini tidak
disambut dengan baik oleh pemerintah
kita. Para pemimpin dari pemerintahan
justru menganggap hal ini sebagai
tindakan pemberontakan serta melihat
bendera tersebut sebagai ancaman.
Padahal tuh bendera-bendera kartun
bapak-bapak. Tapi ya udahlah ya, mungkin
pemerintah kita ya lebih tahulah cara
membedakan mana ancaman, cara membedakan
mana yang simbol-simbol nasionalisme dan
tidak nasionalisme ya kita serahkan aja
kepada beliau-beliau tersebut ya kan.
Silakan lakukan tindakan dan ya semoga
apa yang dilakukan oleh Bapak-bapak
pemerintah kita bisa mengembalikan rasa
nasionalisme masyarakat kita ya kalau
memang jalan yang diambil oleh
bapak-bapak pemerintah adalah dianggap
benar gitu, tepat gitu ya kan. Nah,
terus geng ada salah seorang warga yang
bernama Ricky Hidayat. Dia ini merupakan
seorang warga Kebayoran, Jakarta
Selatan. Dia berencana ingin memasang
bendera One Piece di depan rumahnya pada
hari ulang tahun kemerdekaan Republik
Indonesia ke-80. Pemasangan bendera
tersebut bukanlah bentuk pengkhianatan
terhadap Indonesia. Tapi Ricky ini
menjelaskan bahwa sikapnya dia ini tidak
mengurangi rasa nasionalismenya. Menurut
dia, nasionalisme itu akan kehilangan
maknanya jika negara tidak memberikan
perlindungan yang setimpal ee dengan
pajak yang dikeluarkan atau dibayarkan
oleh rakyat. Nah, itu tuh dalam juga ya
kata-katanya ya. Dan dia bilang kalau
dia itu cinta tanah air di mana dia bisa
hidup di sana. Dia minum airnya ya kan
dia manfaatkan tanahnya, dia makan dari
hasil tumbuhan di tanah tersebut. Nah,
tetapi tanah air yang dia cintai itu
bukan tanah air tempat dia membayar
pajak. Namun dia tidak mendapatkan hak
yang sepadan atas pajak yang dia
bayarkan gitu katanya. dalam banget.
Nah, selain Ricky, ada juga nih warga
kota Padang yang sering dipanggil dengan
nama Oki. Dia ini mengaku memasang
bendera One Piece di salah satu lokasi
wisata yang ada di Sumatera Barat pada
tanggal 30 Juli kemarin. Memang nih,
Geng, ya. Oki ini udah menjadi fans dari
One Piece e sejak dia itu duduk di
bangku SMP dan dia ngikutin serial One
Piece itu sampai sekarang. Ketika dia
udah dewasa bahkan dia masih nonton One
Piece. Bagi Oki, One Piece ini adalah
enim yang memiliki cerita menarik serta
mengandung simbol-simbol yang kuat,
termasuk salah satunya bendera yang
sekarang ramai dikibarkan oleh
orang-orang Indonesia. Nah, atas dasar
itulah Oki memutuskan untuk memasang
bendera One Piece ya sebab dia ingin
agar penggemar One Piece yang lain yang
mungkin juga masyarakat secara luas bisa
menerima pesan tersebut dengan baik.
Nah, di sosial media sendiri seruan
untuk memasang bendera One Piece ini
udah muncul sejak 26 Juli kemarin, Geng.
Sejumlah lembaga analisis media sosial
itu menyatakan fenomena seruan memasang
bendera One Piece ini berlangsung
organik. Nah, di dalam kata lain ini
tanpa adanya mobilisasi tokoh atau
kelompok-kelompok tertentu yang
memprovokasi. Enggak ada. Jadi ini apa
ya inisiatif masyarakat aja gitu. Nah,
namun ada salah satu lembaga yang
bernama Drone Emprit yang menyatakan
bahwa gerakan pemasangan bendera One
Piece sudah berlangsung sebelum bulan
Juli 2025. Bahkan konteksnya berbeda
dengan suruan saat ini. Buat yang belum
tahu nih, Geng ya, drone Emprit ini ya
berfokus pada analisis yang berlangsung
di sosial media X. Dan salah satu
peneliti dari drone Emprit yang bernama
Nova Mujahid itu bilang percakapan
berlangsung secara natural karena
interaksi didorong oleh akun-akun yang
terindikasi organik dan beragam. Mulai
dari penyuka enim, masyarakat biasa,
serta aktivis media sosial. Nah, selain
dari drone emprit ini, ada lagi nih yang
namanya Evelo, lembaga analisis sosial
media TikTok yang juga melihat dan
menganalisa fenomena ini, Geng. Jadi,
Evelo ini sendiri ya itu melihat bahwa
fenomena ini juga ramai mulai dari
tanggal 26 Juli 2025 sampai mencapai
puncaknya pada tanggal 28 sampai 30
Juli. Akun-akun yang terlibat di dalam
gerakan untuk mengibarkan bendera One
Piece ini juga tercatat milik personal
non media. Jadi bukan dari media aja,
Geng. Tapi perseorangan.
Munculnya fenomena dari banyaknya orang
yang mengibarkan bendera One Piece
menjelang hari kemerdekaan ini
menimbulkan reaksi dari pemerintah kita,
Geng. Jadi, pemerintah kita itu ambil
langkah serius. Nah, salah satunya
disampaikan oleh Menteri Sekretaris
Negara atau disingkat dengan Men Sesnek
yaitu Pak Prasetio Hadi. Beliau ini
bilang kalau ya tidak mempersoalkan
aktivitas dari e sebagian kalangan yang
memasang bendera One Piece ini. Hal itu
dimaknai sebagai bentuk kebebasan
berekspresi. Namun ada hal yang
dikhawatirkan oleh beliau, yaitu akan
ada pihak-pihak yang memanfaatkan
kreativitas itu untuk menodai makna
peringatan kemerdekaan. jadi kayak takut
ditunggangi gitu loh. Apalagi sampai
nanti kalau ada yang menghimbau untuk
masyarakat kita ya agar tidak lagi
mengibarkan bendera merah putih. Nah,
itu bahaya banget. Dan beliau bilang
bahwa pemerintah dan tentunya kita semua
berharap di bulan Agustus hal yang
sakral ini jangan sampai ternodai. Oleh
karena itu, pemerintah berharap di 80
tahun Indonesia merdeka, apapun
kondisinya, sebagai bangsa kita harus
bersatu padu. Kita harus optimis sebagai
anak-anak bangsa, katanya. Dan Pak
Prasetio ini juga menambahkan kalau
hingga kini masih banyak persoalan
bangsa yang belum bisa diatasi, termasuk
pemenuhan cita-cita kemerdekaan yang
masih jauh dari harapan yang seharusnya
yang dilakukan itu adalah seluruh elemen
itu bisa bersatu untuk mencari jalan
keluarnya. Nah, beliau juga memberikan
solusi bahwa jika ada masalah seharusnya
kita tidak menutupi hal itu. Kalau ada
masalah itu satu persatu ya coba dicari
jalan keluarnya. Nah, antara pemerintah
DPR dengan semua stakeholder masyarakat
duduk bersama dan mencari jalan keluar.
Tapi kalimat kayak gini kayak khayalan
ya, Geng ya.
Emang semenjak kapan gitu DPR pemerintah
kita mendengar suara masyarakat? Ini
pengesahan undang-undang aja tengah
malam pas kita lagi tidur ngorok. Hah,
gitulah. Dan kata beliau ya, pemerintah
juga selalu terbuka terhadap semua
masukan, termasuk kritik dari
masyarakat. Yah, I wish. Nah, terus geng
ada juga komentar dari Kepala Komunikasi
Kepresidenan yang bernama Pak Hasan
Nasbi. Beliau bilang bahwa rakyat
memiliki hak untuk tidak puas terhadap
pemerintah. Tapi bendera merah putih
memiliki kedudukan yang sakral dan tidak
bisa digantingkan dengan simbol-simbol
lain. Termasuk bendera fiksi seperti
milik bajak laut Luffy. Ya, ini setuju
sih. Benar itu benar banget. Bendera
merah putih itu sakral kedudukannya. Hal
ini juga ditegaskan pula oleh Menteri
Sekretaris Negara yaitu Pak Prasetyo
Hadi yang menyampaikan bahwa penggunaan
bendera fiksi sebagai ekspresi
kreativitas tidak menjadi persoalan
selama tidak menyinggung atau menodai
kesakralan peringatan kemerdekaan
Indonesia. Nah, namun jika bendera
tersebut digunakan untuk menggantikan
atau menyaingi merah putih, maka itu
bisa menjadi tindakan yang melanggar
norma nasional. Nah, biasanya
orang-orang yang yang dianggap melanggar
ini bisa dipenjara loh, Geng. Jadi,
hati-hati banget buat kalian, ya. Jangan
sampai apa ya, offside lah ya. Kalau
misalkan kalian mengebarkan bendera
merah putih di bawahnya ada bendera One
Piece yang mungkin masih dioleransi.
Tapi kalau misalkan kalian udah ngibarin
bendera One Piece di atas merah putih ah
siap-siap tuh tukang bakso ada di depan
rumah kalian. Ting ting ting ting ting.
Wuk wuk. Ditangkap langsung. Bahaya.
Oke, terus ada juga nih, Geng, ya,
pernyataan tegas dari Budi Gunawan
selaku Menteri Koordinator Politik dan
Keamanan yang secara tegas menyatakan
bahwa tindakan tersebut bisa dikenai
sanksi hukum. Nah, menurut beliau,
pengibaran bendera fiksi di momen sakral
kemerdekaan adalah bentuk provokasi yang
menurunkan martabat simbol negara. Pak
Budi ya merujuk pada pasal 24 ayat 1
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009
tentang bendera, bahasa, dan lambang
negara yang melarang pengibaran bendera
merah putih di bawah lambang apapun.
Nah, itu tadi yang gua bilang jangan
sampai kebalik. Jangan sampai bendera
One Piece di atas, bendera merah putih
di bawah. Selesai lu pada hati-hati.
Nah, di dalam konteks ini, mengganti
bandara nasional dengan simbol bajak
laut dianggap sebagai pelanggaran serius
terhadap aturan yang mengatur
penghormatan terhadap simbol negara.
Pemerintah katanya ya bakal mengambil
langkah hukum secara tegas dan terukur
jika ditemukan unsur kesengajaan dan
provokasi di dalam aksi ini, Geng. Nah,
terus ada pernyataan dari Kemendagri
melalui Dirjen Politik dan Pemerintahan
Umum yaitu Pak Bahtiar Baharudin yang
turut menghimbau masyarakat untuk tetap
memprioritaskan pengibaran bendera merah
putih. Karena simbol tersebut adalah
lambang pemersatu bangsa yang tidak
boleh kehilangan makna di tengah
perayaan nasional. Nah, Ketua MPR RI,
Pak Ahmad Muzani menyikapi fenomena ini
ya secara santai dan menyebutnya sebagai
bentuk kreativitas generasi muda aja.
Dia tetap yakin bahwa hati rakyat
Indonesia masih berpihak pada merah
putih dan semangat nasionalisme yang
mana ya semuanya tetap kuatlah di tengah
gelombang ekspresi alternatif yang
muncul. Karena respon inilah mulai
diberlakukan berbagai larangan
pengibaran bendera One Piece nih, Geng.
Nah, ini lucu nih. Akhirnya mulai
ditanggapi dengan serius nih oleh
pemerintah kita. Seperti Asosiasi
Pengemudi Indonesia atau api yang
melarang pengemudi truk untuk
mengibarkan bendera selain bendera merah
putih menjelang peringatan Hari
Kemerdekaan Indonesia. Ketua Umum API
yang bernama Suro itu menegaskan bahwa
cuma bendera nasional yang boleh
dikibarkan di kendaraan. Beliau
mengatakan bendera lain seperti bendera
bajak laut dari anime One Piece itu
dilarang untuk dikebarkan di truk geng.
Menurutnya ya instruksi ini sudah
disepakati bersama pengurus api yang ada
di tingkat provinsi hingga kabupaten
atau kota. Dan Suroso ini menyebutkan
aturan tersebut sebagai bentuk
penghormatan terhadap jasa dari
pahlawan. Dan tindakan yang sama
ternyata juga dilakukan oleh pihak Polda
Banten yang menindak tegas terhadap
warga yang sengaja mengibarkan bendera
bajak laut One Piece di momen peringatan
Hari Kemerdekaan Indonesia. Nah, gerakan
pengibaran bendera yang disimbolkan
sebagai bajak laut itu dianggap oleh
polisi sebagai provokasi yang bisa
menurunkan derajat atas bendera merah
putih.
Oke, tapi banyak juga yang protes ya,
Geng. Masyarakat tuh kayak giliran
bendera One Piece aja ditanggapi serius.
bendera-bendera partai yang ngotorin
kota, ngotorin ya pemandangan yang ada
di Indonesia gitu enggak
ditindaklanjuti. Malah nyampah banget
kan kalau kita perhatikan ya,
pemandangan di negara kita ini dipenuhi
dengan bendera-bendera dan embel-embel
partai yang banyak banget. Tapi ya
udahlah ya begitulah cara di negara kita
berjalan.
Nah, terus geng Brickjen Hanky selaku
Wakolda Banten bilang gerakan pengibaran
bendera One Piece itu juga bisa
mencederai perjuangan para pendahulu
atau pahlawan yang rela berkorban demi
kemerdekaan Indonesia. Nah, sebagai
generasi penurus bangsa menurut beliau
seharusnya kita bersyukur atas
perjuangan pahlawan yang sudah berjuang
dengan jiwa raga untuk mempertahankan
Indonesia agar bisa merdeka dari
penjajahan dulu. Nah, untuk itu Bricken
Hanki ini berharap kepada masyarakat
untuk menunjukkan rasa nasionalisme
dengan mengibarkan bendera merah putih
serta menegaskan situasi ketertiban dan
masyarakat di wilayah Banten dipastikan
kondusif. Dan enggak sampai di situ aja,
Geng. Ada seorang mahasiswa dari
Universitas Riau yang bernama Karik
Anhar yang memberikan cerita mengenai
penindakan terhadap orang-orang yang
mengibarkan bendera One Piece nih. Nah,
Karik ini ikut mengibarkan bendera One
Piece, Geng. Dan menurut ceritanya dia,
ada himbauan dari grup WhatsApp yang
isinya ya ketua RT serta RW yang diminta
untuk melaporkan warganya siapa saja
yang mengibarkan bendera One Piece di
rumah atau kendaraan mereka. Nah,
laporan tersebut diminta untuk
diteruskan ke Babinsa dan juga Bimas.
Nah, karik ini sendiri menyesalkan
kenapa sikap yang diambil itu terlalu
lebai dan berlebihan menurut dia
sampai-sampai melarang masyarakat bahkan
mengancam dengan pidana. Nah, padahal
menurut dia ya pemasangan bendera One
Piece itu sudah dilakukan sesuai dengan
aturan yang ada dan tidak
mengenyampingkan penghormatan terhadap
bendera merah putih sebagai kreativitas
dalam mengkritik aja kata dia. Dan
mereka ya yang memasang bendera One
Piece masih menghormati bendera
Indonesia, negara Indonesia merah putih.
Nah, pengibaran bendera One Piece ini
pun ya sudah sesuai aturan dengan
meletakkan bendera One Piece secara
terpisah dengan bendera merah putih atau
justru di bawahnya gitu dan posisinya
enggak lebih tinggi atau enggak mungkin
sejajar dengan bendera merah putih.
Makanya Karik ini bingung mengapa sampai
dikecam, sampai diancam juga dengan
pidana jika tidak ada yang dilanggar
dari fenomena pengibaran bendera One
Piece ini, Geng. Nah, di saat itu enggak
cuma Karik aja sebenarnya yang bingung,
tapi sepertinya netizen juga pada
bingung, Geng. Kenapa bendera One Piece
ini dipermasalahkan sebegitunya dan
seserius itu oleh pemerintah? Padahal
kalau kita flashback ke belakang
ternyata ya Wapres kita ya Gibran, Wakil
Presiden kita Gibran Rangkaoming Raka
itu pernah memakai atribut dari Enim One
Piece ketika dia kampanye geng di tahun
2024. Ini kok enggak dilarang nih? Dan
di saat itu Gibran pakai pin simbol
karakter anime One Piece di kemejanya
yang dia kenakan saat debat Pilpres pada
21 Januari 2024. Kalian bisa lihat
sendiri gambarnya.
Nah, Gibran ini tampil dengan
lambang-lambang yang erat kaitannya
dengan budaya populer serta
karakter-karakter dari manga dan enim
favoritnya yaitu Naruto dan juga salah
satunya ada One Piece. Nah, ini kan jadi
pertanyaan ya, jadi pertanyaan buat
masyarakat mengapa ketika masyarakat
yang menunjukkan atribut dari Anim One
Piece dilarang dianggap sebagai bentuk
dari provokasi. Sementara Gibran ketika
kampanye dengan menggunakan atribut One
Piece juga malah enggak masalah ya.
Seharusnya kan ketika wapresnya aja
gitu, masyarakatnya juga gitu ya, enggak
apa-apa dong harusnya. Nah, melihat dari
betapa pemerintah yang melarang bendera
One Piece ini jadi penasaran enggak sih,
Geng apa sebenarnya makna dari bendera
One Piece itu sendiri? Kenapa sampai
pemerintah membuat imbauan agar tidak
mengibarkan bendera ini? Nah, sekarang
kita akan masuk ke dalam pembahasan
mengenai makna dari bendera One Piece
yang dikibarkan oleh masyarakat.
Jadi, Geng, bendera One Piece atau yang
lebih dikenal sebagai Jolie Roger itu
adalah simbol utama dari setiap kelompok
bajak laut di dalam cerita One Piece.
Desain dasarnya adalah tengkorak dan dua
tulang silang. Namun, setiap kru itu
memiliki versi khas sesuai identitas
kapten dan nilai-nilai mereka sendiri.
Misalnya nih bendera topi jerami milik
Monkey the Luffy yang mana ini
menampilkan tengkorak dengan topi
jerami. Sementara contoh bendera lain
itu adalah milik Shiro Hiige yang di
dalam benderanya memiliki kumis khas
milik Edward Nugate. Menurut situs
vandom ya, Jolly Roger ini bukan sekedar
simbol bajak laut doang, tetapi
melainkan lambang kebebasan, kekuatan,
tekad pribadi, dan solidaritas. Nah,
seperti yang dikatakan oleh karakter
Hurilik yang mana dia bilang bahwa
bendera ini menolak segala
ketidakmungkinan. Nah, ini adalah simbol
kepercayaan gitu, Geng.
Di dalam kisah One Piece, ya, Jolie
Roger ini sering sekali digunakan
sebagai lambang perjuangan melawan
penindasan. Banyak bajak laut One Piece
yang menggunakan Jolly Roger ini sebagai
simbol tersebut. Salah satunya adalah
kelompok dari Sun Pirates yang
menggunakan gambar matahari untuk
menyamarkan bekas perbudakan para
anggotanya. Simbol Jolie Roger di dalam
konteks One Piece tidak selalu bermakna
kekerasan atau kehancuran, tapi juga
menjadi ekspresi dari kebebasan dan
perlawanan terhadap ketidakadilan yang
merupakan isu utama di dalam cerita
buatan dari Airo Oda ini. Nah, maka dari
itu meskipun terlihat menyeramkan simbol
ini juga merepresentasikan perlawanan
terhadap ketidakadilan dan ekspresi
kebebasan, Geng. Nah, oleh karena itu
banyak juga yang mengartikan pengibaran
bendera ini sebagai bentuk kritik sosial
khususnya terhadap ketidakadilan atau
masalah yang ada di pemerintahan. Karena
bagi masyarakat di dalam cerita One
Piece, bajak laut dipandang sebagai
orang-orang yang hidup di luar aturan
pemerintah. Mereka bebas menentukan
jalan hidup sendiri tanpa dibatasi hukum
atau kekuasaan. Inilah yang membuat
kehidupan bajak laut menjadi simbol
perjuangan untuk meraih impian dengan
cara mereka sendiri. Nah, tindakan ini
mencerminkan keresahan sekaligus harapan
akan perubahan serta keadilan.
Pengibaran bendera One Piece ini juga
sebagai bentuk protes atas hal-hal yang
terjadi di Indonesia belakangan ini.
Seperti korupsi, situasi ekonomi sampai
dengan kasus HAM yang belum selesai.
Nah, terus ada juga nih, Geng, satu
artikel yaitu Radar Banyuwangi, ya. Di
mana mereka mengangkat bagaimana eh para
penggemar atau yang disebut dengan
Nakama ini melihat kedekatan antara
dunia ciptaan Eiro Oda dengan realitas
sosial politik negeri ini. Nah, di dalam
One Piece ya banyak pulau dan wilayah
yang dikuasai atas nama perdamaian dunia
oleh pemerintah dunia atau yang mereka
sebut dengan tenubito. Nah, padahal yang
terjadi sebenarnya adalah penindasan
eksploitasi sumber daya dan penghapusan
sejarah lokal. Hal ini malah dirasa
mirip dengan kondisi di Indonesia, Geng.
Nah, di mana banyak kekayaan alam itu
dieksploitasi atas nama kemajuan, namun
kesejahteraan masyarakat lokal itu
enggak terjamin. Ini ada yang ngebahas
ya, cukup menarik menurut gua. Nah, yang
ngebahas ini adalah sebuah akun
Instagram yang bernama ID Baru ID. Di
mana di dalam video yang dijelaskan ini
ya, itu e diceritakan mengenai empat
pulau. Yang pertama Pulau Komodo, Pulau
Tatawa, Pulau Rinca, dan Pulau Padar.
yang mana pulau-pulau ini ternyata sudah
diserahkan kepada perusahaan oleh
pemerintah kita. Diserahkan ke beberapa
PT. Ini inisial PT-nya aja. Yang pertama
PT PNK, yang kedua ada PTSKL. Yang
ketiga ada PT KWE, dan yang keempat ada
PTS. Di antara salah satu perusahaan
tersebut komisarisnya merupakan anak
dari mantan ketua DPR yang sekarang ya
sedang berada di dalam jeruji besi
karena kasus korupsi. Kalau kalian ingat
kasus korupsinya itu kepalanya benjol
segede baka pau. Nah, itu anak beliau.
Nah, kabarnya ya di beberapa pulau
tersebut akan segera dibangun 619 spa
dan villa, terutama di Pulau Padar. Dan
tentu aja ini sama sekali enggak
nguntungin warga sekitar kan, Geng?
Karena di sana masih ada 2.000 orang ee
warga yang sudah hidup selama ratusan
tahun. Nah, seandainya pulau tersebut
dikelola oleh PT dijadikan sebagai
resort, terus gimana dengan warga yang
tinggal di sana sejak dulu dari zaman
nenek moyang mereka? Nah, makanya di
sini mirip banget dengan tema besar dari
One Piece, Geng, yang menceritakan
bagaimana para penguasa berupaya
menghapus kedaulatan dan identitas lokal
dengan adanya upaya untuk membangun,
yaitu tadi tempat hiburan, tempat
wisata, yaitu berupa penginapan, villa,
dan juga spa yang mana otomatis ya anak
cucu mereka, orang-orang yang tinggal di
sana nantinya tidak akan tahu bagaimana
kehidupan masyarakat yang sebelumnya
sudah tinggal dan hidup di sana. Ini
tentunya mengancam keberlangsungan hidup
mereka di tanah mereka sendiri. Tokoh di
dalam e series One Piece ini yang paling
mencolok adalah Donkihote Doflamingo
yang merupakan mantan bangsawan di Ten
Ryubito yang menjadi bajak laut dan
penguasa bayangan. Dia ini adalah simbol
kekuasaan korup yang di mana mereka
melakukan segala cara untuk melakukan
legitimasi palsu. Di dalam cerita, dia
menguasai sebuah pulau dan memanipulasi
ekonomi dan juga menindas rakyat dengan
sistem yang tampak legal dengan cara
menunjuk penguasa seperti boneka atau
hingga lewat sistem birokrasi. Nah, di
ceritanya juga ya Doflamingo ini sempat
membuat sebuah pabrik untuk memproduksi
SAD yaitu sebuah bahan untuk buah iblis
dan dijual untuk memperkaya diri sendiri
serta kelompoknya.
Lalu ada juga cerita mengenai pabrik
senjata di Archano yang mana limbah
hasil pabrik tersebut membuat penduduk
sekitar jadi keracunan. Nah, kondisinya
kayak enggak asing ya, Geng ya. Soalnya
memang situasinya sama seperti yang
terjadi di daerah Teluk Weda, Maluku
Utara. Di mana limbah pabrik di sana
yang mengandung arsenik yang membuat
sumber makanan masyarakat sekitar jadi
tercemar. Bahkan ada kasus infeksi
saluran pernapasan akut atau ISPA itu
melonjak tinggi hingga 24 kali lipat.
Dan hal itu terjadi antara tahun 2020
sampai 2023. Nah, enggak sampai di situ
aja, Geng. Tambang nikel yang ada di
Sulawesi Tenggara juga membuat air laut
jadi tercemar sehingga nelayan jadi
sulit untuk menangkap ikan dan terkena
penyakit kulit. Pemerintah dunia di
dalam anime One Piece ini selalu
mengatasnamakan keadilan dan
kesejahteraan untuk segala sesuatu yang
mereka lakukan. Padahal realitanya
pemerintah dunia itu lagi menyembunyikan
Void Senturi. Nah, Void Century ini
sendiri merupakan periode sejarah selama
100 tahun yang hilang dari catatan resmi
dunia di dalam cerita anime One Piece
ini, Geng. Nah, pemerintah dunia itu
memberikan pelarangan keras bagi
siapapun untuk meneliti atau mengungkap
kebenaran tentang void century ini. Nah,
akhirnya banyak warga net yang melihat
kemiripan ini dengan figur-figur elit di
dunia nyata yang menguasai sumber daya
di muka bumi, memanipulasi media, dan
tetap tampil sebagai penyelamat bangsa.
Dan lebih jauh lagi ya, One Piece ini
juga menampilkan penggusuran masyarakat
adat, penghapusan sejarah, dan
pengendalian informasi oleh media
tunggal. Semua elemen yang juga bisa
ditemukan di dalam sejarah dan dinamika
politik Indonesia. Di dalam konflik
agraria, marginalisasi etnis tertentu,
hingga narasi sejarah yang dikendalikan
oleh penguasa. Nah, di dalam cerita One
Piece ini semua hal itu dikemas menjadi
cermin yang seolah menyindir realitas
kita di dunia ini. Nah, dari sini kita
jadi paham ya kenapa ya
simbol bendera One Piece malah dijadikan
sebagai kritikan untuk pemerintah kita
di saat mau 17 Agustus kayak gini. Di
One Piece ini juga, Geng ya. Ini kan
merupakan bagian dari budaya pop yang
kemudian dijadikan sebagai simbol dari
sebuah gerakan atau upaya untuk
menunjukkan sikap. Nah, akhirnya muncul
satu pertanyaan, yaitu kenapa harus
budaya pop yang dijadikan medianya? Nah,
jadi geng menurut pengamat budaya pop
yaitu Hikmat Darmawan itu menjelaskan
bahwa fenomena meminjam simbol budaya
populer di dalam gerakan sosial adalah
hal yang jamak atau hal yang sudah
sering terjadi. Nah, menurutnya
simbol-simbol tersebut sering mengalami
repurpose atau diubah maknanya untuk
kepentingan protes. Menurut dia kadang
bukan soal takut atau represif, tapi
karena ingin pesannya itu meluas gitu
agar bisa diterima oleh lebih banyak
orang. Nah, terus ada lagi nih pengamat
politik dari CS SIS yaitu Dominik Nik
Fahrizal yang mana beliau ini
menambahkan budaya pop itu sangat lekat
dengan mayoritas generasi produktif
Indonesia saat ini. Dia menyebutkan
penggunaan simbol seperti bendera One
Piece itu sebagai langkah yang tidak
bisa dihindari. Bahkan ini efektif untuk
menyebarkan pesan. Dia bilang bahwa
segmen budaya pop itu kan banyak. Tidak
cuma anak muda, tapi juga orang dewasa
yang masih mengikuti hal ini. Namun,
Niki juga mengingatkan bahwa meski
simbol budaya pop ini efektif untuk
menjaring perhatian dan membangun
kesadaran, mereka tidak cukup kuat untuk
menggerakkan massa secara langsung.
Untuk gerakan masif itu butuh organisasi
dan gerakan terorganisir, Geng. Nah,
namun fenomena kayak gini bukanlah hal
baru. Penggunaan simbol atau tanda
budaya pop alat protes sudah berlangsung
lama baik di Indonesia maupun di
berbagai belahan dunia. Seperti pada Mei
2014, para demonstran di Thailand itu
meminjam salam tiga jari dari film The
Hunger Games sebagai simbol protes
terhadap kudeta militer yang dipimpin
oleh Jenderal Payud Chan Ocha. Yang mana
di dalam film itu kan salam tiga jari
itu melambangkan penghormatan dan
perpisahan. Namun para aktivis Thailand
memaknai ulang gestur tersebut sebagai
simbol kebebasan, persamaan, dan juga
persaudaraan. Jadi dipakai tuh ditiru
tuh dari apa? film The Hunger Game tadi.
Pemerintah Thailand bahkan melarang
penggunaan simbol tersebut karena
dianggap subversif dan menginspirasi
pemberontakan. Nah, jadi sering banget
emang pemerintah dari negara manapun itu
kayak ketakutan sendiri sama
simbol-simbol tertentu. Jadi enggak cuma
di negara kita yang takut sama bendera
One Piece, Geng. Di negara orang juga
sama ternyata. Nah, terus contoh lain
nih datang dari Palestina setelah
otoritas Istriwill itu melarang
pengibaran bendera nasional dan
penggunaan warna merah, hijau, hitam,
dan putih pada 1967. Nah, seniman
Palestina di saat itu menyiasati dengan
menggambar buah semangka yang memiliki
corak warna serupa dengan bendera
Palestin sendiri. Jadi, mau dilarang
gimana? Semangka padahal warnanya mirip.
Nah, semangka menjadi simbol perlawanan
tersembunyi yang sempat menghilang namun
kembali viral, Geng. Di negara kita
bahkan viral juga kan lambang semangka.
Tepatnya pada Mei 2021 setelah serangan
militer Isriwil ke Gaza. Nah, terus yang
terakhir ada contoh lain dari Indonesia
lagi yaitu istilah seperti Wakanda dan
Konoha. Nah, ini bukan cuma sekedar
bencandaan, tapi ini adalah simbolik
perlawanan dan protes, Geng. Yang mana
ini sering digunakan untuk menyindir
kondisi sosial politik di negara kita.
Wakanda kampung halaman Black Panther
dan Konoha, desa ninja dalam Naruto yang
menjadi metafora untuk negara ideal atau
tempat yang aman dari kekacauan politik.
Simbol-simbol ini digunakan untuk
menyampaikan kritik secara halus namun
tajam. Ada juga pernyataan nih dari
salah satu akademisi Universitas
Muhammadiyah Surabaya yaitu Muhammad
Febrianto Firman Wijaya. Menurut beliau
ya pengibaran bendera One Piece ini
bukan hanya sekedar ekspresi kegemaran
terhadap budaya pop Jepang atau sebagai
bentuk candaan anak muda yang tidak
paham etika kenegaraan. Dia juga menilai
tindakan tersebut sebagai bentuk
ekspresi simbolik dari kekecewaan
generasi muda terhadap negara dan sistem
sosial politik yang ada. Dan menurut
pandangannya dia, simbol Jolly Roger
dengan bentuk tengkorak dan topi jerami
itu memiliki atau mengandung makna
kebebasan, solidaritas, perlawanan
terhadap ketidakadilan, serta keinginan
untuk hidup dengan prinsip dan tujuan
yang jelas. Nah, jadi makanya jangan
salah kenapa pemerintah kita rada panik
dan ngurusin hal ini sampai seserius
itu. Karena memang maknanya serius,
Geng. Nilai-nilai tersebut dirasa lebih
relevan bagi sebagian anak muda
dibandingkan dengan simbol resmi
kenegaraan seperti bendera merah putih
yang bagi mereka mulai kehilangan makna
emosional dan kedekatan. Semua itu
karena apa? Ya, karena ketidakadilan,
korupsi di mana-mana, kesejahteraan
enggak merata. Nah, di dalam kerangka
teori sosiologi simbolik ya, Febrianto
ini menjelaskan bahwa setiap simbol
kolektif termasuk bendera negara
memiliki kekuatan untuk menyatukan
masyarakat jika simbol itu terus
dihidupkan melalui pengalaman, narasi,
dan keterlibatan emosional yang
autentik. Nah, namun ketika simbol
tersebut tidak lagi mampu mewakili
harapan, identitas, atau keresahan
rakyatnya, terutama generasi muda, ya,
maka mulai muncul gejala penggantian
simbol yang ada dengan sesuatu yang
lebih dirasa mewakili perasaan mereka.
Di dalam kasus ini, simbol fiksi dari
One Piece menjadi pengganti simbolik
karena dianggap mencerminkan nilai-nilai
idealisme yang tidak ditemukan dalam
realitas politik dan sosial saat ini.
Febrianto juga melihat munculnya
simbol-simbol alternatif ini sebagai
sinyal adanya krisis identitas nasional
dan kegagalan negara dalam menyediakan
ruang yang cukup bagi generasi muda
untuk merasa terlibat dalam keputusan
publik. Dia menilai bahwa reaksi negara
dan aparat yang cenderung hanya
menekankan sisi pelanggaran hukum justru
beresiko memperlebar jurang antara
simbol negara dengan rakyatnya.
Sebaliknya, dia menyarankan agar
pemerintah dan institusi sosial membuka
ruang dialog yang jujur dan juga
inklusif sekaligus melakukan edukasi
simbolik yang mampu merekonstruksi makna
bendera nasional sebagai lambang yang
hidup, dinamis, dan inspiratif. Nah,
terus secara hukum nih, apakah bisa
orang yang mengibarkan bendera One Piece
dikenakan pidana? Nah, sejumlah dosen
hukum menilai bahwa pengibaran bendera
One Piece itu enggak bisa diproses
secara pidana. Mereka menekankan bahwa
tindakan tersebut merupakan bagian dari
kebebasan berekspresi yang dijamin oleh
konstitusi selama tidak dilakukan di
dalam konteks resmi seperti upacara
kenegaraan atau dengan niat merendahkan
simbol negara. Dan salah satu suara
paling tegas itu datang dari Muhammad
Fatahilah Akbar, seorang dosen hukum
pidana dari Universitas Gadjah Mada. Dia
menyatakan bahwa pengibaran bendera
bajak laut adalah bentuk ekspresi yang
sah secara hukum. Menurutnya, tindakan
itu setara dengan mengibarkan bendera
klub sepak bola, partai politik, atau
band musik. Nah, dia menegaskan bahwa
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 hanya
mengatur soal pelecehan atau perusakan
terhadap bendera merah putih, bukan
pengibaran bendera lain. Nah, dia bilang
bahwa pengibaran bendera One Piece tidak
bisa diproses hukum. Dia bahkan
menyebutkan bahwa pemidanaan terhadap
aksi tersebut justru berpotensi
melanggar hak konstitusional warga
negara. Senada dengan itu, Orin Gusta
Andini yaitu seorang dosen hukum pidana
dari Universitas eh Mulawarman, dia
menilai bahwa ya seseorang yang dipidana
akibat mengibarkan bendera One Piece itu
adalah tindakan yang berlebihan, lebai
menurut dia. Dan dia menjelaskan bahwa
selama tidak ada niat jahat untuk
menghina atau merendahkan simbol negara,
maka tindakan itu enggak bisa dijadikan
dasar pidana. Dia juga bilang kalau cuma
mengibarkan tanpa niat jahat, dia kira
itu gak bisa ya digunakan hukum pidana
lah. Kira-kira gitu, Geng, pendapat
beberapa dosen hukum. Nah, itu dia,
Geng, pembahasan kita kali ini, ya.
Gimana menurut kalian? Apakah penaikan
atau pengibaran bendera One Piece
merupakan sebuah hal yang salah atau
berlebihan atau justru ini bisa menjadi
solusi bagi masyarakat agar lebih bebas
menyurahkan keresahan mereka? Nah, coba
deh tulis komentar kalian di bawah.
Yeah.