File TXT tidak ditemukan.
LOS ANGELES RIOTS! DUE TO DONALD TRUMP EXPELLING IMMIGRANTS FROM AMERICA & AN INDONESIAN CITIZEN ...
zyFoiEetz24 • 2025-06-13
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, kita terancam gak bakal bisa ke Amerika. Ya, enggak dalam waktu dekat. Maksudnya mungkin ini adalah sebuah berita yang menurut gue ya, untuk kalian-kalian yang pengin menuntut ilmu atau mungkin sekedar pengin jalan-jalan ini adalah berita buruk ya, terutama buat yang mau ke Amerika. Ini gua gak lagi nakut-nakutin kalian atau melebih-lebihkan karena saat ini memang Presiden Amerika yang nyentrik yang satu ini yaitu Donald Trump sedang menerapkan kebijakan untuk melarang imigran dari berbagai negara untuk bisa masuk ke Amerika. Karena kita tahu sendiri Donald Trump itu dari partai konservatif yang sudah dikenal dengan eh apa ya tabiatnya dia yang enggak suka dengan imigran dan pengin mengusir imigran-imigran yang ada di negara Pamansam ini. Dan inilah yang sekarang sedang dilakukan oleh Trump. Padahal kalau dipikir-pikir ya. Tapi sebelumnya sorry nih ya buat kalian-kalian yang mungkin orangnya Amerika banget, Amerika usara banget gitu ya. Enggak boleh disenggol gitu Americanya gitu ya. Bukankah Amerika itu negara para imigr? Bukankah semua orang yang ada di Amerika sekarang, kecuali orang-orang dari suku Astek yang mereka sebut sebagai Indian, itu adalah imigran semua. Kenapa kok tiba-tiba orang kulit putih Eropa yang satu ini merasa kalau itu adalah tanah nenek moyang mereka dan merasa orang-orang keturunan lain selain kulit putih itu adalah imigren. Padahal ya yang menempati Amerika pada awalnya adalah orang pribumi Amerika yang mungkin lebih dikenal dengan suku Indian tadi. Walaupun sekarang penyebutannya adalah orang asli Amerika bukan suku Indian lagi. Apa ya penyebutannya itu? Native American gitu. The US government passed the Indian Appropriations Act creating reservation lands for Native Americans. But in placing them on reservations, the US government often forced Native Americans to live on subpower land under harsh. Dan orang Amerika sekarang itu ya kebanyakan juga imigran. Donald Trump juga imigran orang Eropa, orang Inggris terutama. Jadi agak konyol ketika Donald Trump mengusir orang-orang yang dia anggap imigran. Kalau dari sejarahnya aja dia sendiri adalah imigran. Tapi ya gitulah Amerika geng enggak pernah berkaca dengan kesalahan mereka sendiri. Kalau kalian nonton video gua yang ngebahas tentang Harvard yang mana eh sampai universitas terkenal ini harus melawan Donald Trump. Di situ gua sempat mention kalau Donald Trump melarang atau tidak memperbolehkan Harvard menerima mahasiswa dari luar negeri. Sehingga mahasiswa Harvard yang berasal dari luar negeri ini dianggap sebagai imigran itu terancam enggak bisa kuliah di sana, bahkan bisa diusir dari Amerika. Dan dengan kebijakan Donald Trump yang melarang imigran tentunya menimbulkan protes dari kalangan imigran yang ada di Amerika. Karena mereka ke sana juga enggak santai-santai aja. Mereka ke sana tuh bekerja bahkan juga ikut andil dalam membangun Amerika itu sendiri. Bahkan mereka di sana juga kuliah menuntut ilmu. Kalau mereka diusir dari Amerika, terus gimana pekerjaan dan kuliah mereka? Bukankah hal ini justru bakal membuat Amerika makin tambah amburadul, gitu kan? Nah, penolakan ini kemudian berbuntut panjang, Geng. Sampai akhirnya terjadilah kerusuhan, terutama di beberapa wilayah yang ada di Los Angeles. Makanya sekarang banyak banget berseleweran video-video kerusuhan yang mengerikan banget di L ini. Kabarnya juga, Geng, saat ini ada dua warga negara Indonesia yang sudah ditahan atau ditangkap oleh agen imigrasi Amerika atas dampak dari kebijakan antiimigran yang diterapkan oleh Donald Trump. Nah, di video kali ini gua bakal membahas mengenai kondisi di Los Angeles yang diselimuti oleh kerusuhan serta bagaimana dampak dari kebijakan antiigran terhadap imigran-imigran yang ada di Amerika ini, termasuk imigran asal Indonesia. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Jing jeng. Oke, sebelum kita bahas ke kerusuhannya, kita bahas dulu nih akar permasalahannya, yaitu kebijakan imigrasi yang dibuat oleh Donald Trump yang membuat orang-orang jadi mengamuk. Jadi, geng untuk mengawali pembahasannya, gua bakal masuk ke dalam pembahasan kebijakan imigrasi yang diterapkan oleh Donald Trump. Karena ini sangat krusial gitu ya dan berhubungan dengan kelangsungan hidup banyak orang di Amerika. Ditambah lagi kebijakan inilah yang menjadi pemicu dari kerusuhannya. Setelah Donald Trump menjabat sebagai Presiden Amerika, dia itu sudah mengumumkan berbagai kebijakan mengenai imigrasi yang menjadi peluang besar untuk upaya dalam menindak tegas imigran yang tidak memiliki dokumen di Amerika. Nah, alias imigran-imigran ilegal gitu. Donald Trump di saat itu berjanji bakal melakukan pengusiran terhadap migran ilegal dengan deportasi massal. Jadi gak main-main. June 202 is one of its dramatic shakeups in history. President Donald Trump's return to the White House has a wave of executive actions and proposed laws that are sending shock waves through the global immigrant community. Statistik dari imigrasi dan penegakan Bea Cukai Amerika yaitu ICE itu menunjukkan ada lebih dari 1000 orang sudah dideportasi atau dipulangkan di hari keempat ketika Donald Trump menjabat sebagai presiden. Jadi benar-benar enggak ada ampun nih Donald Trump untuk orang-orang yang enggak ada dokumen ilegal masuk ke Amerika itu enggak ada ampun langsung dipulangkan. Padahal cara ini dulunya adalah cara orang-orang untuk bisa mendapatkan suaka. Jadi mereka bekerja sekian puluh tahun barulah bisa menjadi citizen Amerika. Nah, setelah mendapatkan green card lah, mendapatkan surat izin dan lain-lainlah. Intinya kayak gitu. Di awal-awal banyak yang masuk secara ilegal, terutama orang-orang dari negara-negara latin. Kepala perbatasan yang bernama Tom Homan yang berjanji untuk melanjutkan deportasi ini dan bakal terus ditingkatkan di masa mendatang. Nah, Donald Trump juga sudah bergerak dengan cepat untuk memperluas area deportasi terhadap migran yang tidak memiliki dokumen. Yang mana sebenarnya kebijakan ini pernah dia terapkan ketika dia menjadi presiden ee di awal-awal dulu. Tapi kebijekan ini justru dihentikan oleh Joe Biden saat Joe Biden menjabat. Jadi kalau Joe Biden tuh agak toleransi gitu orangnya. Terus, Geng, Donald Trump menangguhkan masuknya semua imigran yang enggak punya dokumen resmi ke Amerika serta een patroli perbatasan sudah diinstruksikan untuk menolak orang yang datang ke Amerika tanpa memberikan mereka sidang suaka. Jadi, sebelum perintah tersebut dibuat oleh Donald Trump, para migran ini bisa tiba di perbatasan Amerika dan memiliki hak hukum untuk mencari swaka. Tapi di bulan Juni 2024, Joe Biden itu juga mengeluarkan perintah yang sama dengan menangguhkan hak untuk mencari suaka bagi mereka yang tidak datang di titik masuk resmi atau tanpa membuat janji temu menggunakan CBP1, sebuah aplikasi milik pemerintah Amerika yang merupakan singkatan dari customs and border protection. Nah, kalau diartikan dalam bahasa Indonesia berarti bea cukai dan perlindungan perbatasan Amerika Serikat yang berfungsi untuk mengatur dan memperlancar masuknya migran yang melarikan diri dari penuntutan. Di bulan September 2024, pembatasan swaka semakin diperketat. Nah, Donald Trump juga menghentikan program penempatan kembali pengungsi di Amerika dan Donald Trump juga menghapus salah satu program Joe Biden yang sebelumnya mengizinkan sampai 30.000 Rib orang per bulan dari negara-negara seperti Kuba, Haiti, Nicaragua, Venezuela untuk bisa masuk ke Amerika dengan alasan kemanusiaan. Donald Trump itu juga memecat beberapa pejabat tinggi pengadilan imigrasi sejak dia menjabat yang mungkin ya ini berdampak terhadap proses masuknya imigran ke Amerika. Jadi benar-benar berbeda banget kebijakan Donald Trump dengan kebijakan Joe Biden. Kalau Joe Biden toleransinya besar, tapi Donald Trump enggak sama sekali. Dia benar-benar anti dengan imigran. Perubahan yang dengan cepat dirasakan oleh orang-orang setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden adalah ketika aplikasi CBP1 itu dihapus. Padahal aplikasi ini sangat penting bagi para migran untuk bisa membuat jadwal janji temu dengan agen patroli perbatasan Amerika. Jadi benar-benar kayak sebenarnya Donald Trump ini enggak cuma anti terhadap imigran ilegal. Jadi yang enggak punya dokumen gitu dia anti gitu enggak. Tapi memang dia enggak pengin ada imigran. imigran yang masuk justru dipersulit oleh dia, yaitu dengan cara menghapus aplikasi CBP1 tadi. Dan jadi yang mana sebenarnya migran sangat terbantu dengan adanya aplikasi itu. Nah, sekarang sudah enggak bisa. Dikatakan ada sekitar 300.000 orang yang terlantar di Meksiko sejak aplikasi tersebut dihapus. Ada sekitar 270.000 migran yang diperkirakan berada di sisi perbatasan Meksiko dan menunggu di sana untuk mendapatkan janji temu melalui CBP1. Tapi aplikasinya udah dihapus. Sia-sia dong mereka di sana. Penghapusan ini membuat para migran merasa kecewa karena mereka melakukan perjalanan jauh ke perbatasan dan sudah menunggu di sana selama berbulan-bulan, Geng. Ya, mereka cuma pengin mendapatkan janji temu. Mereka sampai nginap di sana bikin tenda. Kadang ada juga yang ya pokoknya segala upayal diusahakan. Nah, terus tiba-tiba dihapus aplikasinya kan gila gitu. Nah, terus ada kebijakan Donald Trump yang enggak kalah kontroversialnya yaitu memperluas kewenangan dari ICE untuk menangkap dan menahan para migran ilegal di Amerika. Yang membuat kebijakan ini dikecam karena sebenarnya ICE ini dilarang melakukan penggerebekan di area-area yang dianggap sensitif seperti sekolah, rumah sakit, gereja. Tapi Donald Trump enggak peduli. Justru dia memperbolehkan semuanya. Lalu IC bisa mendelegasikan tugas penegakan hukum imigrasi kepada polisi negara dan juga lokal. Kalau dilihat secara objektif, tujuan dari Donald Trump ini kan ya migran ilegal yang enggak punya dokumen resmi ya. Tapi yang jadi permasalahannya itu adalah proses penindakan terhadap mereka ini seperti kriminal dengan perlakuan yang benar-benar enggak manusiawi. Mereka sering mendapatkan kekerasan. dipukullah, ditendang. Benar-benar kayak hewan dibuatnya. Nah, apalagi dengan wewenang ICE yang bisa menangkap di berbagai tempat sekalipun di tempat tersebut adalah area yang sensitif kayak sekolah gitu. Itu kan enggak boleh ya gereja, tempat beribadah. Nah, itu tetap aja digerebek oleh otoritas keamanannya. Dan kebijakan inilah yang dikritik oleh para migran sampai-sampai menimbulkan aksi protes yang besar dan berujung pada aksi kekerasan. Nah, sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan utama dari video ini setelah gua menjelaskan akar permasalahannya tadi. Jadi, kita bakal membahas tentang kerusuhan yang terjadi di Los Angeles yang disebabkan karena kebijakan imigrasi yang diterapkan oleh Donald Trump. Jadi, Geng, semuanya berawal dari penggerebekan yang dilakukan oleh petugas ICE di wilayah Los Angeles. Petugas IC itu mengkonfirmasi bahwa ada empat surat penggeledahan dari pemerintah federal di tiga lokasi di pusat kota Los Angeles pada tanggal 6 Juni tahun 2025 yang mana kawasan Los Angeles ini mayoritasnya dihuni oleh orang-orang Latin ya, orang-orang Meksiko, Venezuela. Nah, banyak tuh di sana. Berdasarkan laporan dari Associated Press, petugas menangkap beberapa imigran di kawasan pusat fashion di Los Angeles di tempat parkir Home Depot, terus di beberapa lokasi lainnya di hari itu juga. Jadi benar-benar disisir seperti mencari hewan liar gitu. Operasinya jauh lebih besar dan luas dibandingkan dengan operasi ICE sebelumnya. Dan ini menandakan perubahan cara kerja ICE dari yang biasanya cuma menargetkan orang-orang tertentu menjadi lebih menyeluruh dan luas. Ketika kabar mengenai adanya surat perintah penggerebekan itu menyebar di kalangan masyarakat, protes pun pecah. Di saat itu, aktivis lokal dan anggota keluarga dari para pekerja muncul di lokasi-lokasi penangkapan dan menghadapi para petugas ICE mengenai penangkapan tersebut. Ada seorang pemimpin serikat buruh yang bernama David Huerta. Dia ini Presiden Service Employees International Union atau disingkat dengan SEIU. Nah, yang ada di California. Nah, dia ini langsung ditangkap di Ambiance Aparel. Berdasarkan dokumen tuntutan untuk dia, dia ini dikenai tuduhan karena berkonspirasi menghalangi petugas setelah cekcok dengan aparat penegak hukum. Menurut April Veret selaku Presiden SE, Huerta ini enggak bersalah sebenarnya karena dia menggunakan hak konstitusionalnya untuk melakukan protes secara damai dan mengamati situasi di trotoar Los Angeles. Dikabarkan ada sebanyak 44 imigran ilegal dan ada 77 orang yang ditangkap di Los Angeles. Dan bahkan di saat itu walikota Los Angeles yang bernama Karen Bas itu enggak setuju dengan adanya penggerebekan ini. Dia merasa sangat marah. Dan dia bilang apa yang dilakukan oleh ICE ini atas perintah pemerintah federal sama aja dengan menyebarkan teror di tengah masyarakat dan mengganggu prinsip-prinsip keselamatan di Los Angeles. Nah, ini sesama pemerintahnya aja tuh saling bertolak belakang sebenarnya ya. Walikota Los Angeles itu enggak setuju dengan kebijakan yang dibuat oleh Trump ini. Dan oleh karena itu, Karen selaku walikota itu enggak bakal membiarkan hal ini terjadi di kotanya dia. Enggak lama dari penggerebekan itu, para pengunjuk rasa pun berkumpul di luar gedung-gedung federal di pusat kota Los Angeles yang menjadi tempat bagi pengadilan imigrasi dan fasilitas penahanan. Karena diduga semua orang yang ditangkap oleh IC tadi di hari itu itu dibawa ke sana. Nah, masa mengecam penggerebekan dan penangkapan yang dilakukan oleh ICE sebagai penyerangan dan teror. Jadi dianggap ini apa ya? Ya, teror buat masyarakat walaupun yang melakukannya pemerintah gitu. Bahkan sampai-sampai mereka mencoret-coret dengan membuat graffiti ya di gedung-gedung penting dan ada berbagai benda yang dilemparkan ke arah polisi. Kejadiannya seram banget. Karena serangan yang ditujukan kepada aparat inilah ada sebuah pernyataan yang menyebutkan bahwa aksi protes ini dilakukan tanpa adanya izin sehingga aksinya ini ilegal. Jadi ibaratnya demo itu enggak diizinkan sebenarnya. Tapi ya memang ini adalah spontanitas dari masyarakat yang sudah mulai emosi. Di saat itu, Geng, para petugas menggunakan perlengkapan anti huruhara, melemparkan granat kejut ya dan sampai semprotan merica untuk ngebubarin massa. Departemen kepolisian Los Angeles itu sampai dikerahkan untuk membubarkan massa dan mengatakan kalau ada lebih dari 1000 perusuh yang mengepung dan menyerang gedung federal, sementara jumlah petugas yang dikerahkan jauh lebih sedikit. Jadi makanya keos banget, agak ngos-ngosan petugasnya menangani abang-abang pendemo, abang-abang bule pendemo di jalan itu ya. Karena mereka benar-benar brutal-brutal banget. Terus geng, berlanjut di pagi hari tanggal 7 Juni tahun 2025, ada sebuah tokoh perangkat keras atau tokoh hardware yang ada di Distrik Paramon yang mayoritas penduduknya adalah orang Latin lagi. Ini menjadi pusat atas protes imigrasi. Protes tersebut disebabkan oleh rumor kalau para pekerja harian di sana sudah ditangkap oleh aparat. Kasihan ya gak bisa kerja mereka. Dan banyak warga di komunitas tersebut mengatakan kalau mereka melihat kendaraan aparat imigrasi di area itu. Lalu ada juga kabar yang bilang kalau terjadi penggerebekan dan penangkapan para pekerja harian di Home Depot. Dan belakangan ini Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika menyebutkan bahwa kabar tersebut enggak benar. Nah, tapi gimana ya dari pemberitaannya sih? kayaknya benar, tapi malah disangkal gitu. Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika menyangkal tentang tuduhan itu. Tapi pernyataan tersebut enggak menghentikan aksi protes yang sudah terlanjur berkembang. Orang-orang sudah pada marah, Geng. Beberapa orang di saat itu langsung ditangkap dan salah satu yang ditangkap ini diduga melemparkan bom molotov ke arah petugas. Jadi saking beraninya. Sementara ada satu mobil yang dibakar oleh massa dan satu toko dijarah. Di Kampton juga dikabarkan terjadi aksi protes. Nah, kalian harus tahu ya. Kemampton ini salah satu daerah yang mengerikan sebenarnya di Amerika. Kalau kalian tanya rapper-raper gangster asal dari mana, ya banyak yang dari KTEN ini. Dan dikatakan juga kalau di KTEN ini terjadi vandalisme dan pembakaran mobil. J emang brutal-brutal banget orang-orangnya. dan pihak berwenang menggunakan semprotan merica, peluru karet, dan bom asap untuk membubarkan massa di Kampten. Nah, menanggapi protes tersebut, Departemen Kepolisian LA atau LPD itu mengatakan sudah melakukan 29 penangkapan. Hampir semuanya dikarenakan tuduhan bahwa massa tidak membubarkan diri dan itu termasuk ke dalam pidana ringan. Terus, Geng, Karen B selaku Walikota Los Angeles itu bilang di hari itu juga enggak ada penggerebekan yang dilakukan oleh ICE baik di Paramount maupun di tempat-tempat lain di Los Angeles. Karen mengatakan gedung di Paramon itu yang dekat dengan tempat berkumpulnya para pengunjuk rasa digunakan sebagai tempat penampungan untuk sumber daya federal. Jadi bukan sebagai tempat penahanan orang yang dilakukan oleh ICE. Namun sekitar jam .00 Sore, Donald Trump menandatangani nota kepresidenan yang mengesahkan pengerahan sebanyak 2.000 anggota Garda Nasional ke Los Angeles. Jadi dengan protesnya orang-orang di saat itu tidak menyurutkan semangat Donald Trump untuk tetap pada pendiriannya. Malah dia menurunkan 2000 anggota Garda Nasional ke Los Angeles untuk menghadapi para pendemo. Gila banget ya Donald Trump. Terus, Geng, Donald Trump bilang penandatanganan ini perlu untuk dilakukan agar bisa menangani pelanggaran hukum di Los Angeles. Pengerahan Garda Nasional ini bukan untuk membantu pengunjuk rasa, tapi justru untuk menangkap mereka. Dan oleh karena itu, Karen B dan Gubernur California yang bernama Gevin Newom itu menolak keputusan Donald Trump dengan mengatakan bahwa hal tersebut justru bakal menciptakan lebih banyak ketegangan meskipun sudah adanya arahan untuk menurunkan Garda Nasional. Nah, para pengunjuk rasa itu masih berkumpul di kompleks federal di pusat kota dengan sangat rusuh. Mereka melemparkan berbagai barang mulai dari kembang api, botol kaca, batu, dan benda-benda lain ke arah polisi. Mereka enggak takut sama sekali. Polisi di saat itu merespon sikap dari masyarakat ini dengan menembakkan proyektil yang tidak berbahaya dan juga granat kejut untuk membubarkan e para pengunjuk rasa ini. Tapi ya tetap para pengunjuk rasanya udah kebal dengan hal itu. Mereka punya cara sendirilah untuk menghadapi semua serangan balik dari polisi. Dan di saat itu tanggal 8 Juni ya pasukan Garda Nasional mulai mendatangi Los Angeles dari jam .00 pagi dan langsung berjaga di luar pusat penahanan metropolitan di pusat kota yang menjadi tempat dari para imigran ilegal ini ditahan. Pasukan itu juga menjaga daerah pertokoan yang berada di seberang jalan toko perangkat keras di Paramount serta gedung-gedung lain yang ada di L. Nah, mereka memarkirkan mobil Humamfy yang dipergunakan untuk militer di area tersebut dan berhadapan langsung dengan para pengunjuk rasa. Sekitar jam 11.00 Siang. Sedikitnya ada 300 anggota Garda Nasional California yang dikerahkan ketiga lokasi yang ada di L. Sementara 500 personel marinir berstatus siap dikerahkan di pangkalan sekitar 230 km dari timur LA. LPD juga dalam kondisi yang siaga penuh. Artinya semua petugas diminta untuk tetap bertugas karena kota mereka bersiap untuk menghadapi demo besar lagi di malam harinya dan mereka ya harus siap tempur di saat itu. Sekitar jam .00 Sore, kerumunan pengunjuk rasa membanjiri jalan tol 101 di pusat kota le enggak jauh dari balai kota dan membuat lalu lintas menjadi sangat-sangat macet. Nah, pengunjuk rasa di sana berteriak dan memegang tulisan untuk melawan Donald Trump dan segala kebijakannya yang merugikan terutama terhadap para imigran ini. Dan dua petugas LPD dikatakan itu sampai luka-luka karena ada pengendara sepeda motor yang berusaha untuk menerobos garis polisi yang sudah terpasang dan kerusuhan masih terus terjadi, Geng. Demonstran menembakkan kembang api ke arah petugas. Gokil enggak tuh? Bahkan ada yang meledak di dekat mobil polisi. Nah, aparat di saat itu membalasnya dengan menembakkan gas air mata ke arah Demonstran. Karena kerusuhan yang sudah enggak bisa dibendung lagi. Newsom selaku gubernur secara resmi meminta kepada Donald Trump untuk membatalkan pengerahan pasukan garda nasional di Los Angeles karena yang dihadapi itu masyarakat gitu. Terus, Geng, di saat sudah memasuki tanggal 9 Juni pada jam 12 dini hari waktu setempat, LAPD menyatakan protes yang terjadi di seluruh pusat kota Los Angeles sebagai tindakan perkumpulan yang melanggar hukum dan memerintahkan orang-orang untuk meninggalkan area tersebut atau beresiko bakal ditangkap oleh otoritas keamanan. Pejabat militer Amerika mengkonfirmasi bahwa ada 700 anggota batalion kedua marinir ketujuh di 29 Palms, California yang mana ini sedang dikerahkan ke Los Angeles. Dan menanggapi hal tersebut, Jaksa Agung California yaitu Rob Bon Bontakan kalau dia dan Newon selaku gubernur menggugat pemerintahan Donald Trump dengan tuduhan kalau Presiden serta Fit Hexage selaku Menteri Pertahanan tidak menghargai kedaulatan California dengan melawan hukum melalui undang-undang yang mencegah invasi oleh negara asing atau mencegah pemberontakan atau sebagian tanggapan terhadap penegakan hukum lokal dan negara bagian yang membuat hukum Amerika Serikat jadi enggak bisa dilaksanakan. Nah, jadi sebenarnya pemerintah Los Angeles juga menentang Donald Trump geng. Jadi mereka tidak tunduk kepada presiden mereka sendiri. Terus, Geng, setelah Donald Trump balik lagi ke Amerika dari perjalanannya dia ke Cem David, Donald Trump mengatakan bahwa akan menjadi sesuatu hal yang sangat baik atau luar biasa kalau Tom Homan sebagai pejabat kepala imigrasi dan penegakan Bea Cukai memenangkan Newon selaku gubernur. Nah, ini dianggap sebagai bentuk ancaman Trump kepada Newsom. Kalau dia enggak mau menuruti Donald Trump, maka dia juga bakal ditangkap. Nah, sama seperti imigran lain. Dari informasi yang gua ambil dari media ABC News mendengar perkataan Trump tersebut, Newsomong memberikan statement di sosial medianya dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Donald Trump adalah tindakan seorang diktator, bukannya seorang presiden. Waduh, dulu sering ngabisin nyawa orang ya karena nuduh orang-orang tersebut adalah pemimpin yang diktator. Nah, sekarang malah kena karmanya. malah Donald Trump sendiri yang dituduh sebagai diktator. Nah, kalau ada yang enggak sepakat sama dia, ya langsung disikat tuh ditangkap. Bahkan enggak menutup kemungkinan kalau aksi kekerasan seperti ini terus terjadi. Ini semua karena ya Donald Trump tidak mau ee apa ya kompromah sama orang. Dia mau dengan pemikiran dia dan pendirian dia aja. Well, we're going to have troops everywhere. We're not going to let this happen to our country. We're not going to let our country be torned apart like it was under the Biden and his uh autopen. What is the bar for sending marines to bar is what I think it is. I mean, if we see danger to our country and to our citizens, we'll be very very strong in terms of law and order. It's about law and order. Udah 4 malam demonstrasi masih terus terjadi. Ada laporan yang mengatakan demonstran berada di dekat Temple Street dan juga Los Angeles Street di pusat kota. Ya, itu mereka semua melemparkan berbagai benda ke arah petugas. Sebagai tanggapan, untuk bisa mengendalikan situasi, komando lapangan LPD memberikan izin untuk menggunakan senjata non mematikan untuk bisa mengendalikan situasi. Ya, contohnya pakai peluru karet gitu, Geng. Terus, Geng. Kabarnya dari ratusan orang yang ditangkap oleh ICE, dua di antaranya adalah warga negara Indonesia. Yang satunya adalah perempuan berinisial ES usianya 53 tahun dan seorang pria yang berinisial CT usianya 48 tahun. ISS ini ditangkap karena statusnya sebagai imigran ilegal. Sementara City ditangkap karena memiliki catatan pelanggaran narkoboy dan illegal entry. Saat ini KJRI Los Angeles ya sedang melakukan koordinasi dengan otoritas setempat untuk akses pendampingan bagi mereka berdua. Yuda Nugraha selaku Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri itu bilang, pemerintah Indonesia juga terus memberikan perhatian terhadap situasi di Los Angeles saat ini. Pemerintah Indonesia itu meminta warga negara Indonesia yang tinggal di Amerika untuk menghindari berbagai tempat yang ada keramaiannya untuk berjaga-jaga aja gitu. jangan sampai dia jadi korban. Nah, sementara untuk warga negara Indonesia yang memiliki rencana perjalanan ke Amerika ya diminta untuk memastikan menggunakan visa yang valid dan sesuai peruntukannya serta mengantisipasi pemeriksaan imigrasi yang lebih ketat saat tiba di bandara Amerika. Dan untuk saat ini belum ada perkembangan dari kedua warga negara Indonesia yang dikatakan ya ditangkap di saat itu. Dan situasi di Los Angeles masih mencekam banget, Geng. Jadi kita tunggu aja perkembangan kasusnya selanjutnya kayak apa. Oke, itu dia geng pembahasan kali ini sesuai dengan request kalian mengenai kerusuhan yang terjadi di Los Angeles. Gua udah jelasin dari mulai akar permasalahannya sampai dengan kasusnya. Nah, kira-kira nih, Geng, apa komentar yang bisa kalian tinggalkan? Coba deh, tulis di kolom komentar.
Resume
Categories