Transcript
zyFoiEetz24 • LOS ANGELES RIOTS! DUE TO DONALD TRUMP EXPELLING IMMIGRANTS FROM AMERICA & AN INDONESIAN CITIZEN ...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1457_zyFoiEetz24.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, kita terancam gak bakal bisa ke
Amerika. Ya, enggak dalam waktu dekat.
Maksudnya mungkin ini adalah sebuah
berita yang menurut gue ya, untuk
kalian-kalian yang pengin menuntut ilmu
atau mungkin sekedar pengin jalan-jalan
ini adalah berita buruk ya, terutama
buat yang mau ke Amerika. Ini gua gak
lagi nakut-nakutin kalian atau
melebih-lebihkan karena saat ini memang
Presiden Amerika yang nyentrik yang satu
ini yaitu Donald Trump sedang menerapkan
kebijakan untuk melarang imigran dari
berbagai negara untuk bisa masuk ke
Amerika. Karena kita tahu sendiri Donald
Trump itu dari partai konservatif yang
sudah dikenal dengan eh apa ya tabiatnya
dia yang enggak suka dengan imigran dan
pengin mengusir imigran-imigran yang ada
di negara Pamansam ini. Dan inilah yang
sekarang sedang dilakukan oleh Trump.
Padahal kalau dipikir-pikir ya. Tapi
sebelumnya sorry nih ya buat
kalian-kalian yang mungkin orangnya
Amerika banget, Amerika usara banget
gitu ya. Enggak boleh disenggol gitu
Americanya gitu ya. Bukankah Amerika itu
negara para imigr?
Bukankah semua orang yang ada di Amerika
sekarang, kecuali orang-orang dari suku
Astek yang mereka sebut sebagai Indian,
itu adalah imigran semua. Kenapa kok
tiba-tiba orang kulit putih Eropa yang
satu ini merasa kalau itu adalah tanah
nenek moyang mereka dan merasa
orang-orang keturunan lain selain kulit
putih itu adalah imigren. Padahal ya
yang menempati Amerika pada awalnya
adalah orang pribumi Amerika yang
mungkin lebih dikenal dengan suku Indian
tadi. Walaupun sekarang penyebutannya
adalah orang asli Amerika bukan suku
Indian lagi. Apa ya penyebutannya itu?
Native American gitu. The US government
passed the Indian Appropriations Act
creating reservation lands for Native
Americans. But in placing them on
reservations, the US government often
forced Native Americans to live on
subpower land under harsh.
Dan orang Amerika sekarang itu ya
kebanyakan juga imigran. Donald Trump
juga imigran orang Eropa, orang Inggris
terutama. Jadi agak konyol ketika Donald
Trump mengusir orang-orang yang dia
anggap imigran. Kalau dari sejarahnya
aja dia sendiri adalah imigran. Tapi ya
gitulah Amerika geng enggak pernah
berkaca dengan kesalahan mereka sendiri.
Kalau kalian nonton video gua yang
ngebahas tentang Harvard yang mana eh
sampai universitas terkenal ini harus
melawan Donald Trump. Di situ gua sempat
mention kalau Donald Trump melarang atau
tidak memperbolehkan Harvard menerima
mahasiswa dari luar negeri. Sehingga
mahasiswa Harvard yang berasal dari luar
negeri ini dianggap sebagai imigran itu
terancam enggak bisa kuliah di sana,
bahkan bisa diusir dari Amerika. Dan
dengan kebijakan Donald Trump yang
melarang imigran tentunya menimbulkan
protes dari kalangan imigran yang ada di
Amerika. Karena mereka ke sana juga
enggak santai-santai aja. Mereka ke sana
tuh bekerja bahkan juga ikut andil dalam
membangun Amerika itu sendiri. Bahkan
mereka di sana juga kuliah menuntut
ilmu. Kalau mereka diusir dari Amerika,
terus gimana pekerjaan dan kuliah
mereka? Bukankah hal ini justru bakal
membuat Amerika makin tambah amburadul,
gitu kan? Nah, penolakan ini kemudian
berbuntut panjang, Geng. Sampai akhirnya
terjadilah kerusuhan, terutama di
beberapa wilayah yang ada di Los
Angeles. Makanya sekarang banyak banget
berseleweran video-video kerusuhan yang
mengerikan banget di L ini. Kabarnya
juga, Geng, saat ini ada dua warga
negara Indonesia yang sudah ditahan atau
ditangkap oleh agen imigrasi Amerika
atas dampak dari kebijakan antiimigran
yang diterapkan oleh Donald Trump. Nah,
di video kali ini gua bakal membahas
mengenai kondisi di Los Angeles yang
diselimuti oleh kerusuhan serta
bagaimana dampak dari kebijakan
antiigran terhadap imigran-imigran yang
ada di Amerika ini, termasuk imigran
asal Indonesia. Langsung aja kita bahas
secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry
[Musik]
Jing jeng. Oke, sebelum kita bahas ke
kerusuhannya, kita bahas dulu nih akar
permasalahannya, yaitu kebijakan
imigrasi yang dibuat oleh Donald Trump
yang membuat orang-orang jadi mengamuk.
Jadi, geng untuk mengawali
pembahasannya, gua bakal masuk ke dalam
pembahasan kebijakan imigrasi yang
diterapkan oleh Donald Trump. Karena ini
sangat krusial gitu ya dan berhubungan
dengan kelangsungan hidup banyak orang
di Amerika. Ditambah lagi kebijakan
inilah yang menjadi pemicu dari
kerusuhannya. Setelah Donald Trump
menjabat sebagai Presiden Amerika, dia
itu sudah mengumumkan berbagai kebijakan
mengenai imigrasi yang menjadi peluang
besar untuk upaya dalam menindak tegas
imigran yang tidak memiliki dokumen di
Amerika. Nah, alias imigran-imigran
ilegal gitu. Donald Trump di saat itu
berjanji bakal melakukan pengusiran
terhadap migran ilegal dengan deportasi
massal. Jadi gak main-main.
June 202
is one of its dramatic shakeups in
history. President Donald Trump's return
to the White House has a wave of
executive actions and proposed laws that
are sending shock waves through the
global immigrant community.
Statistik dari imigrasi dan penegakan
Bea Cukai Amerika yaitu ICE itu
menunjukkan ada lebih dari 1000 orang
sudah dideportasi atau dipulangkan di
hari keempat ketika Donald Trump
menjabat sebagai presiden. Jadi
benar-benar enggak ada ampun nih Donald
Trump untuk orang-orang yang enggak ada
dokumen ilegal masuk ke Amerika itu
enggak ada ampun langsung dipulangkan.
Padahal cara ini dulunya adalah cara
orang-orang untuk bisa mendapatkan
suaka. Jadi mereka bekerja sekian puluh
tahun barulah bisa menjadi citizen
Amerika. Nah, setelah mendapatkan green
card lah, mendapatkan surat izin dan
lain-lainlah. Intinya kayak gitu. Di
awal-awal banyak yang masuk secara
ilegal, terutama orang-orang dari
negara-negara latin. Kepala perbatasan
yang bernama Tom Homan yang berjanji
untuk melanjutkan deportasi ini dan
bakal terus ditingkatkan di masa
mendatang. Nah, Donald Trump juga sudah
bergerak dengan cepat untuk memperluas
area deportasi terhadap migran yang
tidak memiliki dokumen. Yang mana
sebenarnya kebijakan ini pernah dia
terapkan ketika dia menjadi presiden ee
di awal-awal dulu. Tapi kebijekan ini
justru dihentikan oleh Joe Biden saat
Joe Biden menjabat. Jadi kalau Joe Biden
tuh agak toleransi gitu orangnya.
Terus, Geng, Donald Trump menangguhkan
masuknya semua imigran yang enggak punya
dokumen resmi ke Amerika serta een
patroli perbatasan sudah diinstruksikan
untuk menolak orang yang datang ke
Amerika tanpa memberikan mereka sidang
suaka. Jadi, sebelum perintah tersebut
dibuat oleh Donald Trump, para migran
ini bisa tiba di perbatasan Amerika dan
memiliki hak hukum untuk mencari swaka.
Tapi di bulan Juni 2024, Joe Biden itu
juga mengeluarkan perintah yang sama
dengan menangguhkan hak untuk mencari
suaka bagi mereka yang tidak datang di
titik masuk resmi atau tanpa membuat
janji temu menggunakan CBP1, sebuah
aplikasi milik pemerintah Amerika yang
merupakan singkatan dari customs and
border protection. Nah, kalau diartikan
dalam bahasa Indonesia berarti bea cukai
dan perlindungan perbatasan Amerika
Serikat yang berfungsi untuk mengatur
dan memperlancar masuknya migran yang
melarikan diri dari penuntutan. Di bulan
September 2024, pembatasan swaka semakin
diperketat. Nah, Donald Trump juga
menghentikan program penempatan kembali
pengungsi di Amerika dan Donald Trump
juga menghapus salah satu program Joe
Biden yang sebelumnya mengizinkan sampai
30.000 Rib orang per bulan dari
negara-negara seperti Kuba, Haiti,
Nicaragua, Venezuela untuk bisa masuk ke
Amerika dengan alasan kemanusiaan.
Donald Trump itu juga memecat beberapa
pejabat tinggi pengadilan imigrasi sejak
dia menjabat yang mungkin ya ini
berdampak terhadap proses masuknya
imigran ke Amerika. Jadi benar-benar
berbeda banget kebijakan Donald Trump
dengan kebijakan Joe Biden. Kalau Joe
Biden toleransinya besar, tapi Donald
Trump enggak sama sekali. Dia
benar-benar anti dengan imigran.
Perubahan yang dengan cepat dirasakan
oleh orang-orang setelah Donald Trump
kembali menjabat sebagai presiden adalah
ketika aplikasi CBP1 itu dihapus.
Padahal aplikasi ini sangat penting bagi
para migran untuk bisa membuat jadwal
janji temu dengan agen patroli
perbatasan Amerika. Jadi benar-benar
kayak sebenarnya Donald Trump ini enggak
cuma anti terhadap imigran ilegal. Jadi
yang enggak punya dokumen gitu dia anti
gitu enggak. Tapi memang dia enggak
pengin ada imigran. imigran yang masuk
justru dipersulit oleh dia, yaitu dengan
cara menghapus aplikasi CBP1 tadi. Dan
jadi yang mana sebenarnya migran sangat
terbantu dengan adanya aplikasi itu.
Nah, sekarang sudah enggak bisa.
Dikatakan ada sekitar 300.000 orang yang
terlantar di Meksiko sejak aplikasi
tersebut dihapus. Ada sekitar 270.000
migran yang diperkirakan berada di sisi
perbatasan Meksiko dan menunggu di sana
untuk mendapatkan janji temu melalui
CBP1. Tapi aplikasinya udah dihapus.
Sia-sia dong mereka di sana. Penghapusan
ini membuat para migran merasa kecewa
karena mereka melakukan perjalanan jauh
ke perbatasan dan sudah menunggu di sana
selama berbulan-bulan, Geng. Ya, mereka
cuma pengin mendapatkan janji temu.
Mereka sampai nginap di sana bikin
tenda. Kadang ada juga yang ya pokoknya
segala upayal diusahakan. Nah, terus
tiba-tiba dihapus aplikasinya kan gila
gitu. Nah, terus ada kebijakan Donald
Trump yang enggak kalah kontroversialnya
yaitu memperluas kewenangan dari ICE
untuk menangkap dan menahan para migran
ilegal di Amerika. Yang membuat
kebijakan ini dikecam karena sebenarnya
ICE ini dilarang melakukan penggerebekan
di area-area yang dianggap sensitif
seperti sekolah, rumah sakit, gereja.
Tapi Donald Trump enggak peduli. Justru
dia memperbolehkan semuanya.
Lalu IC bisa mendelegasikan tugas
penegakan hukum imigrasi kepada polisi
negara dan juga lokal. Kalau dilihat
secara objektif, tujuan dari Donald
Trump ini kan ya migran ilegal yang
enggak punya dokumen resmi ya. Tapi yang
jadi permasalahannya itu adalah proses
penindakan terhadap mereka ini seperti
kriminal dengan perlakuan yang
benar-benar enggak manusiawi. Mereka
sering mendapatkan kekerasan.
dipukullah, ditendang. Benar-benar kayak
hewan dibuatnya. Nah, apalagi dengan
wewenang ICE yang bisa menangkap di
berbagai tempat sekalipun di tempat
tersebut adalah area yang sensitif kayak
sekolah gitu. Itu kan enggak boleh ya
gereja, tempat beribadah. Nah, itu tetap
aja digerebek oleh otoritas keamanannya.
Dan kebijakan inilah yang dikritik oleh
para migran sampai-sampai menimbulkan
aksi protes yang besar dan berujung pada
aksi kekerasan. Nah, sekarang kita bakal
masuk nih ke dalam pembahasan utama dari
video ini setelah gua menjelaskan akar
permasalahannya tadi. Jadi, kita bakal
membahas tentang kerusuhan yang terjadi
di Los Angeles yang disebabkan karena
kebijakan imigrasi yang diterapkan oleh
Donald Trump.
Jadi, Geng, semuanya berawal dari
penggerebekan yang dilakukan oleh
petugas ICE di wilayah Los Angeles.
Petugas IC itu mengkonfirmasi bahwa ada
empat surat penggeledahan dari
pemerintah federal di tiga lokasi di
pusat kota Los Angeles pada tanggal 6
Juni tahun 2025 yang mana kawasan Los
Angeles ini mayoritasnya dihuni oleh
orang-orang Latin ya, orang-orang
Meksiko, Venezuela. Nah, banyak tuh di
sana. Berdasarkan laporan dari
Associated Press, petugas menangkap
beberapa imigran di kawasan pusat
fashion di Los Angeles di tempat parkir
Home Depot, terus di beberapa lokasi
lainnya di hari itu juga. Jadi
benar-benar disisir seperti mencari
hewan liar gitu. Operasinya jauh lebih
besar dan luas dibandingkan dengan
operasi ICE sebelumnya. Dan ini
menandakan perubahan cara kerja ICE dari
yang biasanya cuma menargetkan
orang-orang tertentu menjadi lebih
menyeluruh dan luas. Ketika kabar
mengenai adanya surat perintah
penggerebekan itu menyebar di kalangan
masyarakat, protes pun pecah. Di saat
itu, aktivis lokal dan anggota keluarga
dari para pekerja muncul di
lokasi-lokasi penangkapan dan menghadapi
para petugas ICE mengenai penangkapan
tersebut. Ada seorang pemimpin serikat
buruh yang bernama David Huerta. Dia ini
Presiden Service Employees International
Union atau disingkat dengan SEIU. Nah,
yang ada di California. Nah, dia ini
langsung ditangkap di Ambiance Aparel.
Berdasarkan dokumen tuntutan untuk dia,
dia ini dikenai tuduhan karena
berkonspirasi menghalangi petugas
setelah cekcok dengan aparat penegak
hukum. Menurut April Veret selaku
Presiden SE,
Huerta ini enggak bersalah sebenarnya
karena dia menggunakan hak
konstitusionalnya untuk melakukan protes
secara damai dan mengamati situasi di
trotoar Los Angeles. Dikabarkan ada
sebanyak 44 imigran ilegal dan ada 77
orang yang ditangkap di Los Angeles. Dan
bahkan di saat itu walikota Los Angeles
yang bernama Karen Bas itu enggak setuju
dengan adanya penggerebekan ini. Dia
merasa sangat marah. Dan dia bilang apa
yang dilakukan oleh ICE ini atas
perintah pemerintah federal sama aja
dengan menyebarkan teror di tengah
masyarakat dan mengganggu
prinsip-prinsip keselamatan di Los
Angeles. Nah, ini sesama pemerintahnya
aja tuh saling bertolak belakang
sebenarnya ya. Walikota Los Angeles itu
enggak setuju dengan kebijakan yang
dibuat oleh Trump ini. Dan oleh karena
itu, Karen selaku walikota itu enggak
bakal membiarkan hal ini terjadi di
kotanya dia. Enggak lama dari
penggerebekan itu, para pengunjuk rasa
pun berkumpul di luar gedung-gedung
federal di pusat kota Los Angeles yang
menjadi tempat bagi pengadilan imigrasi
dan fasilitas penahanan. Karena diduga
semua orang yang ditangkap oleh IC tadi
di hari itu itu dibawa ke sana. Nah,
masa mengecam penggerebekan dan
penangkapan yang dilakukan oleh ICE
sebagai penyerangan dan teror. Jadi
dianggap ini apa ya? Ya, teror buat
masyarakat walaupun yang melakukannya
pemerintah gitu. Bahkan sampai-sampai
mereka mencoret-coret dengan membuat
graffiti ya di gedung-gedung penting dan
ada berbagai benda yang dilemparkan ke
arah polisi. Kejadiannya seram banget.
Karena serangan yang ditujukan kepada
aparat inilah ada sebuah pernyataan yang
menyebutkan bahwa aksi protes ini
dilakukan tanpa adanya izin sehingga
aksinya ini ilegal. Jadi ibaratnya demo
itu enggak diizinkan sebenarnya. Tapi ya
memang ini adalah spontanitas dari
masyarakat yang sudah mulai emosi. Di
saat itu, Geng, para petugas menggunakan
perlengkapan anti huruhara, melemparkan
granat kejut ya dan sampai semprotan
merica untuk ngebubarin massa.
Departemen kepolisian Los Angeles itu
sampai dikerahkan untuk membubarkan
massa dan mengatakan kalau ada lebih
dari 1000 perusuh yang mengepung dan
menyerang gedung federal, sementara
jumlah petugas yang dikerahkan jauh
lebih sedikit. Jadi makanya keos banget,
agak ngos-ngosan petugasnya menangani
abang-abang pendemo, abang-abang bule
pendemo di jalan itu ya. Karena mereka
benar-benar brutal-brutal banget.
Terus geng, berlanjut di pagi hari
tanggal 7 Juni tahun 2025, ada sebuah
tokoh perangkat keras atau tokoh
hardware yang ada di Distrik Paramon
yang mayoritas penduduknya adalah orang
Latin lagi. Ini menjadi pusat atas
protes imigrasi. Protes tersebut
disebabkan oleh rumor kalau para pekerja
harian di sana sudah ditangkap oleh
aparat. Kasihan ya gak bisa kerja
mereka. Dan banyak warga di komunitas
tersebut mengatakan kalau mereka melihat
kendaraan aparat imigrasi di area itu.
Lalu ada juga kabar yang bilang kalau
terjadi penggerebekan dan penangkapan
para pekerja harian di Home Depot. Dan
belakangan ini Departemen Keamanan Dalam
Negeri Amerika menyebutkan bahwa kabar
tersebut enggak benar. Nah, tapi gimana
ya dari pemberitaannya sih?
kayaknya benar, tapi malah disangkal
gitu. Departemen Keamanan Dalam Negeri
Amerika menyangkal tentang tuduhan itu.
Tapi pernyataan tersebut enggak
menghentikan aksi protes yang sudah
terlanjur berkembang. Orang-orang sudah
pada marah, Geng. Beberapa orang di saat
itu langsung ditangkap dan salah satu
yang ditangkap ini diduga melemparkan
bom molotov ke arah petugas. Jadi saking
beraninya. Sementara ada satu mobil yang
dibakar oleh massa dan satu toko
dijarah. Di Kampton juga dikabarkan
terjadi aksi protes. Nah, kalian harus
tahu ya. Kemampton ini salah satu daerah
yang mengerikan sebenarnya di Amerika.
Kalau kalian tanya rapper-raper gangster
asal dari mana, ya banyak yang dari KTEN
ini. Dan dikatakan juga kalau di KTEN
ini terjadi vandalisme dan pembakaran
mobil. J emang brutal-brutal banget
orang-orangnya. dan pihak berwenang
menggunakan semprotan merica, peluru
karet, dan bom asap untuk membubarkan
massa di Kampten. Nah, menanggapi protes
tersebut, Departemen Kepolisian LA atau
LPD itu mengatakan sudah melakukan 29
penangkapan. Hampir semuanya dikarenakan
tuduhan bahwa massa tidak membubarkan
diri dan itu termasuk ke dalam pidana
ringan.
Terus, Geng, Karen B selaku Walikota Los
Angeles itu bilang di hari itu juga
enggak ada penggerebekan yang dilakukan
oleh ICE baik di Paramount maupun di
tempat-tempat lain di Los Angeles. Karen
mengatakan gedung di Paramon itu yang
dekat dengan tempat berkumpulnya para
pengunjuk rasa digunakan sebagai tempat
penampungan untuk sumber daya federal.
Jadi bukan sebagai tempat penahanan
orang yang dilakukan oleh ICE. Namun
sekitar jam .00 Sore, Donald Trump
menandatangani nota kepresidenan yang
mengesahkan pengerahan sebanyak 2.000
anggota Garda Nasional ke Los Angeles.
Jadi dengan protesnya orang-orang di
saat itu tidak menyurutkan semangat
Donald Trump untuk tetap pada
pendiriannya. Malah dia menurunkan 2000
anggota Garda Nasional ke Los Angeles
untuk menghadapi para pendemo. Gila
banget ya Donald Trump. Terus, Geng,
Donald Trump bilang penandatanganan ini
perlu untuk dilakukan agar bisa
menangani pelanggaran hukum di Los
Angeles. Pengerahan Garda Nasional ini
bukan untuk membantu pengunjuk rasa,
tapi justru untuk menangkap mereka. Dan
oleh karena itu, Karen B dan Gubernur
California yang bernama Gevin Newom itu
menolak keputusan Donald Trump dengan
mengatakan bahwa hal tersebut justru
bakal menciptakan lebih banyak
ketegangan meskipun sudah adanya arahan
untuk menurunkan Garda Nasional. Nah,
para pengunjuk rasa itu masih berkumpul
di kompleks federal di pusat kota dengan
sangat rusuh. Mereka melemparkan
berbagai barang mulai dari kembang api,
botol kaca, batu, dan benda-benda lain
ke arah polisi. Mereka enggak takut sama
sekali. Polisi di saat itu merespon
sikap dari masyarakat ini dengan
menembakkan proyektil yang tidak
berbahaya dan juga granat kejut untuk
membubarkan e para pengunjuk rasa ini.
Tapi ya tetap para pengunjuk rasanya
udah kebal dengan hal itu. Mereka punya
cara sendirilah untuk menghadapi semua
serangan balik dari polisi. Dan di saat
itu tanggal 8 Juni ya pasukan Garda
Nasional mulai mendatangi Los Angeles
dari jam .00 pagi dan langsung berjaga
di luar pusat penahanan metropolitan di
pusat kota yang menjadi tempat dari para
imigran ilegal ini ditahan. Pasukan itu
juga menjaga daerah pertokoan yang
berada di seberang jalan toko perangkat
keras di Paramount serta gedung-gedung
lain yang ada di L. Nah, mereka
memarkirkan mobil Humamfy yang
dipergunakan untuk militer di area
tersebut dan berhadapan langsung dengan
para pengunjuk rasa. Sekitar jam 11.00
Siang. Sedikitnya ada 300 anggota Garda
Nasional California yang dikerahkan
ketiga lokasi yang ada di L. Sementara
500 personel marinir berstatus siap
dikerahkan di pangkalan sekitar 230 km
dari timur LA. LPD juga dalam kondisi
yang siaga penuh. Artinya semua petugas
diminta untuk tetap bertugas karena kota
mereka bersiap untuk menghadapi demo
besar lagi di malam harinya dan mereka
ya harus siap tempur di saat itu.
Sekitar jam .00 Sore, kerumunan
pengunjuk rasa membanjiri jalan tol 101
di pusat kota le enggak jauh dari balai
kota dan membuat lalu lintas menjadi
sangat-sangat macet. Nah, pengunjuk rasa
di sana berteriak dan memegang tulisan
untuk melawan Donald Trump dan segala
kebijakannya yang merugikan terutama
terhadap para imigran ini. Dan dua
petugas LPD dikatakan itu sampai
luka-luka karena ada pengendara sepeda
motor yang berusaha untuk menerobos
garis polisi yang sudah terpasang dan
kerusuhan masih terus terjadi, Geng.
Demonstran menembakkan kembang api ke
arah petugas. Gokil enggak tuh? Bahkan
ada yang meledak di dekat mobil polisi.
Nah, aparat di saat itu membalasnya
dengan menembakkan gas air mata ke arah
Demonstran. Karena kerusuhan yang sudah
enggak bisa dibendung lagi. Newsom
selaku gubernur secara resmi meminta
kepada Donald Trump untuk membatalkan
pengerahan pasukan garda nasional di Los
Angeles karena yang dihadapi itu
masyarakat gitu.
Terus, Geng, di saat sudah memasuki
tanggal 9 Juni pada jam 12 dini hari
waktu setempat, LAPD menyatakan protes
yang terjadi di seluruh pusat kota Los
Angeles sebagai tindakan perkumpulan
yang melanggar hukum dan memerintahkan
orang-orang untuk meninggalkan area
tersebut atau beresiko bakal ditangkap
oleh otoritas keamanan. Pejabat militer
Amerika mengkonfirmasi bahwa ada 700
anggota batalion kedua marinir ketujuh
di 29 Palms, California yang mana ini
sedang dikerahkan ke Los Angeles. Dan
menanggapi hal tersebut, Jaksa Agung
California yaitu Rob Bon Bontakan kalau
dia dan Newon selaku gubernur menggugat
pemerintahan Donald Trump dengan tuduhan
kalau Presiden serta Fit Hexage selaku
Menteri Pertahanan tidak menghargai
kedaulatan California dengan melawan
hukum melalui undang-undang yang
mencegah invasi oleh negara asing atau
mencegah pemberontakan atau sebagian
tanggapan terhadap penegakan hukum lokal
dan negara bagian yang membuat hukum
Amerika Serikat jadi enggak bisa
dilaksanakan. Nah, jadi sebenarnya
pemerintah Los Angeles juga menentang
Donald Trump geng. Jadi mereka tidak
tunduk kepada presiden mereka sendiri.
Terus, Geng, setelah Donald Trump balik
lagi ke Amerika dari perjalanannya dia
ke Cem David, Donald Trump mengatakan
bahwa akan menjadi sesuatu hal yang
sangat baik atau luar biasa kalau Tom
Homan sebagai pejabat kepala imigrasi
dan penegakan Bea Cukai memenangkan
Newon selaku gubernur. Nah, ini dianggap
sebagai bentuk ancaman Trump kepada
Newsom. Kalau dia enggak mau menuruti
Donald Trump, maka dia juga bakal
ditangkap. Nah, sama seperti imigran
lain. Dari informasi yang gua ambil dari
media ABC News mendengar perkataan Trump
tersebut, Newsomong memberikan statement
di sosial medianya dengan mengatakan
bahwa apa yang dilakukan oleh Donald
Trump adalah tindakan seorang diktator,
bukannya seorang presiden. Waduh, dulu
sering ngabisin nyawa orang ya karena
nuduh orang-orang tersebut adalah
pemimpin yang diktator. Nah, sekarang
malah kena karmanya. malah Donald Trump
sendiri yang dituduh sebagai diktator.
Nah, kalau ada yang enggak sepakat sama
dia, ya langsung disikat tuh ditangkap.
Bahkan enggak menutup kemungkinan kalau
aksi kekerasan seperti ini terus
terjadi. Ini semua karena ya Donald
Trump tidak mau ee apa ya kompromah sama
orang. Dia mau dengan pemikiran dia dan
pendirian dia aja.
Well, we're going to have troops
everywhere. We're not going to let this
happen to our country. We're not going
to let our country be torned apart like
it was under the Biden and his uh
autopen. What is the bar for sending
marines to bar is what I think it is. I
mean, if we see danger to our country
and to our citizens, we'll be very very
strong in terms of law and order. It's
about law and order.
Udah 4 malam demonstrasi masih terus
terjadi. Ada laporan yang mengatakan
demonstran berada di dekat Temple Street
dan juga Los Angeles Street di pusat
kota. Ya, itu mereka semua melemparkan
berbagai benda ke arah petugas. Sebagai
tanggapan, untuk bisa mengendalikan
situasi, komando lapangan LPD memberikan
izin untuk menggunakan senjata non
mematikan untuk bisa mengendalikan
situasi. Ya, contohnya pakai peluru
karet gitu, Geng. Terus, Geng. Kabarnya
dari ratusan orang yang ditangkap oleh
ICE, dua di antaranya adalah warga
negara Indonesia. Yang satunya adalah
perempuan berinisial ES usianya 53 tahun
dan seorang pria yang berinisial CT
usianya 48 tahun. ISS ini ditangkap
karena statusnya sebagai imigran ilegal.
Sementara City ditangkap karena memiliki
catatan pelanggaran narkoboy dan illegal
entry. Saat ini KJRI Los Angeles ya
sedang melakukan koordinasi dengan
otoritas setempat untuk akses
pendampingan bagi mereka berdua. Yuda
Nugraha selaku Direktur Jenderal
Perlindungan Warga Negara Indonesia dan
Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar
Negeri itu bilang, pemerintah Indonesia
juga terus memberikan perhatian terhadap
situasi di Los Angeles saat ini.
Pemerintah Indonesia itu meminta warga
negara Indonesia yang tinggal di Amerika
untuk menghindari berbagai tempat yang
ada keramaiannya untuk berjaga-jaga aja
gitu. jangan sampai dia jadi korban.
Nah, sementara untuk warga negara
Indonesia yang memiliki rencana
perjalanan ke Amerika ya diminta untuk
memastikan menggunakan visa yang valid
dan sesuai peruntukannya serta
mengantisipasi pemeriksaan imigrasi yang
lebih ketat saat tiba di bandara
Amerika. Dan untuk saat ini belum ada
perkembangan dari kedua warga negara
Indonesia yang dikatakan ya ditangkap di
saat itu. Dan situasi di Los Angeles
masih mencekam banget, Geng. Jadi kita
tunggu aja perkembangan kasusnya
selanjutnya kayak apa.
Oke, itu dia geng pembahasan kali ini
sesuai dengan request kalian mengenai
kerusuhan yang terjadi di Los Angeles.
Gua udah jelasin dari mulai akar
permasalahannya sampai dengan kasusnya.
Nah, kira-kira nih, Geng, apa komentar
yang bisa kalian tinggalkan? Coba deh,
tulis di kolom komentar.