File TXT tidak ditemukan.
KETURUNAN BULE DIPANDANG RENDAH DI VIETNAM ! ANAK HASIL HUBUNGAN PERANG
LWmZnM6htRI • 2025-06-01
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, pembahasan gua hari ini e enggak bermaksud untuk menyinggung pihak manaun ya, tapi di sini eh gua cuma pengin berbagi informasi ya. Tapi kalau ada yang merasa tersenggol gua mohon maaf karena emang tujuannya tuh bukan buat nyenggol gitu ya. Jadi gini kalau kita perhatikan ya di Indonesia itu masih banyak banget yang menganggap kalau orang-orang bule itu levelnya lebih tinggi daripada orang lokal. Ya, gua enggak tahu ini karena apa. Apakah karena kita sudah ditanamkan dari era penjajah seolah-olah kita itu ya selalu di bawah mereka, selalu di bawah kaum bule. Tidak terkecuali juga dengan anak-anak keturunan. Nih nih. Mohon maaf juga nih buat teman-teman gua yang e anak-anak keturunan campuran gitu ya. Ada yang campuran bule gitu. Biasanya di Indonesia mereka ini semacam ya bisa dikatakan sudah selesailah 50% permasalahan hidupnya gitu ya. Karena mereka selalu dipermudah untuk mencari pekerjaan, mencari pertemanan karena dianggap good looking. Nah, kebanyakan anak-anak blasteran bule itu dianggap good looking. Di Indonesia memang masih banyak sekali yang memuja-muja bule dan keturunan bule. Apalagi kalau kita berbicara dunia entertain ya, rata-rata yang muka-mukanya masuk ke dalam layar kaca Indonesia itu pasti yang keturunan bule. Dan enggak sedikit juga cewek-cewek Indonesia ya ee ada fenomena di mana mereka itu mengincar bule dengan alasan ingin memperbaiki keturunan. Dan fenomena ini ternyata enggak cuma terjadi di Indonesia doang, bahkan pernah gua bahas di salah satu pembahasan gua tentang Filipina. Nah, karena di Filipina juga ada fenomena yang sama dengan di Indonesia, yaitu ketika Filipina dianggap menjadi surganya yang mengincar bule-bule agar mereka bisa dipenuhi kebutuhan hidupnya plus bisa melahirkan anak keturunan campuran. Nah, jadi fenomena di Filipina sama Indonesia tuh mirip-mirip. Nah, tapi tidak dengan e negara yang bakal kita bahas ini. Negara yang satu ini justru tidak menganggap bule ataupun keturunan bule itu sebagai ras terbaik atau levelnya lebih tinggi dari orang lokal. Di negara yang satu ini justru mereka sangat membenci bule. Nah, ini terkhususnya untuk bule-bule kulit putih dari Amerika Serikat. Negara yang gua maksud ini adalah negara Vietnam. Gil Wats is a Vietnam veteran who has taken up their cause. There was a program called Operation Homecoming that gave all children of US servicemen the right to US citizenship. Vietnamese children or just because they couldn't afford them anywhere? Yeah, because they didn't look like Vietnamese children. Nah, kondisi di Vietnam itu berbeda banget 180 derajat dari yang terjadi di Indonesia ataupun Filipina. Kalau berkaitan dengan bule, terutama bule Amerika. Tapi geng, meskipun mereka membenci bule Amerika, di sana itu masih banyak anak-anak keturunan bule Amerika dan secara kehidupannya mereka itu sangat memprihatinkan. Nah, jadi beda banget ya kalau di Indonesia itu justru diagung-agungkan karena good looking tadi wajahnya cakep, ganteng, dan cantik. Tapi di Vietnam mereka itu tersiksa karena mereka bahkan gak tahu orang tuanya yang mana. Mereka dibuang, didiskriminasi, bahkan dianggap eksistensi mereka enggak pernah ada di Vietnam. Ya, ini sangat memilukan ya. Terkesan agak jahat walaupun mereka itu sebenarnya enggak berharap mereka dilahirkan sebagai anak campuran, tapi mau gimana stigma yang beredar, stigma yang ada di ee kehidupan masyarakat Vietnam seperti itu. Dan sepanjang hidupnya mereka harus mengalami diskriminasi. Nah, di video kali ini gua bakal membahas nih, Geng, mengenai anak keturunan bule Amerika yang ada di Vietnam dan bagaimana bisa keturunan-keturunan bule Amerika ini ada di sana dan dibenci. Nah, langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar [Musik] Jerry Genggeng. Kita langsung masuk ke dalam pembahasan utama penyebab lahirnya anak keturunan bule Amerika di Vietnam. Jadi, geng, gua bakal mulai menjelaskan mengenai penyebab banyaknya anak keturunan bule Amerika di Vietnam. Nah, ini semua dimulai setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua. Vietnam yang sebelumnya adalah wilayah koloni Prancis itu berusaha untuk bisa mendapatkan kemerdekaan mereka. Pada tahun 1954, pasukan Vietnam di bawah pimpinan Jenderal Fonguyen Giap itu berhasil mengalahkan pasukan Prancis dalam pertempuran Glen Binpu namanya yang mengakhiri lebih dari 70 tahun penjajahan Inggris di IndoCina. Sebagai hasil dari konferensi Genewa, Vietnam ini akhirnya dibagi menjadi dua wilayah, yaitu Vietnam Utara yang dipimpin oleh pemerintah komunis yang pusatnya ada di Hochiming dan Vietnam Selatan. didukung oleh Amerika dan negara-negara barat lain yang berpusat di Saigon. Usai Perang Dunia Kedua selesai, Amerika dan Uni Soviet itu tiba-tiba berkonflik nih yang pada akhirnya menyebabkan perang dingin. Nah, di dalam kurun waktu tersebut Vietnam juga menjadi salah satu negara yang diperebutkan oleh kedua negara kuat tadi. Diperebutkan oleh Amerika dan juga diperebutkan oleh Uni Soviet. Yang mana mereka ini sama-sama ingin menyebarkan ideologi mereka yang mana Amerika di saat itu ingin menyebarkan ideologi mereka sebagai negara demokrasi. kapitalis. Nah, sementara Uni Soviet dengan komunisnya. Nah, terus geng perang di Vietnam itu enggak bisa dielakkan. Perang yang kemudian dikenal dengan perang Vietnam yang berlangsung selama 20 tahun dari tahun 1955 sampai dengan 1975. Dan perang ini dilakukan oleh Vietnam Utara bersama dengan geriliawan komunis Vedkong melawan Vietnam Selatan yang didukung oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Jadi emang pasukan dari Amerika itu datang ke Vietnam untuk bisa berperang dengan Vietnam Utara yang menganut paham komunisme. Karena perang ini memakan waktu sampai 20 tahun lamanya, tentunya para tentara Amerika pada akhirnya harus beradaptasi dan tinggal di Vietnam. Dan enggak sedikit juga akhirnya mereka ya berhubungan dengan perempuan-perempuan Vietnam. Di saat itulah awal mula akhirnya lahir anak hasil hubungan antara tentara Amerika dengan perempuan lokal Vietnam. Kawin beda ras, ya. Akhirnya lahirlah anak campuran bule atau anak blasteran. Anak hasil percampuran ras antara orang Amerika dan orang Asia ini kemudian disebut dengan amerasia. Karena kan Vietnam itu Asia, Amerika ya Amerika. Jadilah namanya digabung jadi amerasia yang diambil dari dua ras tadi. Nah, kondisi ini sebenarnya sama kayak keturunan Belanda di Indonesia. Jadi kenapa banyak anak-anak keturunan Belanda di Indonesia? Ya, karena orang Belanda akhirnya menikah dengan perempuan Indonesia. Sayangnya, Geng. Amerika yang biasanya menang di dalam setiap perang yang melibatkan e mereka gitu ya, yang mereka pasti turun tangan, justru di Vietnam mereka ini kalah. Dan meskipun Amerika memiliki kekuatan militer yang sangat besar, mereka enggak mampu untuk menghentikan Viet Kong dan pasukan Vietnam Utara. Pasukan Vietnam juga menggunakan taktik yang baik banget karena mereka membangun terowongan yang kecil sebagai tempat persembunyian mereka di bawah tanah agar enggak bisa dimasuki oleh tentara Amerika yang badannya gede-gede. Terus, Geng, mereka juga menyiapkan berbagai jebakan yang membuat tentara Amerika merasa kewalahan ketika menghadapi tentara Vietnam ini. Ditambah lagi Amerika mendapatkan tekanan dari orang-orang Amerika sendiri yang sudah muak sama perang yang selalu melibatkan Amerika dan munculnya gerakan untuk menghentikan perang tersebut. Jadi dengan tekanan yang datang dari berbagai sisi, akhirnya Amerika memutuskan untuk meninggalkan Vietnam membawa serta para tentara yang merupakan ayah dari anak-anak Amerasia yang ada di Vietnam. Sementara anak-anak keturunan mereka ditinggalkan begitu aja terlantar di sana. Sedih banget. Dan anak-anak ini enggak pernah tahu yang mana ayah mereka karena ya mereka semua sudah kembali ke Amerika. Terus dengan perginya tentara-tentara Amerika yang merupakan ayah dari anak-anak Amirasia ini, apakah setelah mereka pergi para anak-anak ini ee justru hidup sejahtera? Ya, kalau kita lihat di Indonesia kan banyak anak-anak keturunan bule yang justru hidupnya sejahtera. Kebanyakan anak-anak di sini itu ya orang tuanya itu masih bertanggung jawab lah ya. Mau keturunan Jerman, Belanda, mana pun biasanya para ayahnya itu masih bertanggung jawab. Masih ngirimin duit, masih nge-backup gitu. Nah, bagaimana dengan anak keturunan yang ada di Vietnam ini? Apalagi kan ayah mereka adalah orang Amerika yang terkenal ya banyak duitnya lah gitu. Dan apakah mereka mempunyai privilege karena keturunan Amerika dan mereka bisa datang ke Amerika dan jadi warga negara Amerika? Ya sayangnya enggak sama sekali. Kalau kita sebagai warga Indonesia mikir mungkin enak kali ya jadi keturunan bule. Nah, pasti ganteng dan cantik, kaya dan lain-lain lah. Tapi jangan harap anak Amirasia yang ada di Vietnam itu e benar-benar memprihatinkan. Mereka justru enggak dianggap di negara mereka sendiri dan sekarang mereka banyak yang terlantar. Kita bahas nih, Geng. Gimana sih kondisi anak-anak Amirasia atau anak-anak keturunan bule campuran Amerika Vietnam ini di Vietnam sendiri? Jadi, Geng, ada banyak anak-anak Amirasia yang tertinggal di Vietnam enggak dibawa sama bapak mereka. Enggak ada satuun yang mengetahui jumlah pastinya. Yang jelas dari informasi yang dikatakan kalau mereka itu kurang lebih ada ribuan di sana. Sementara ada informasi lain juga yang mengatakan kalau mereka ini jauh lebih banyak dibandingkan yang dikatakan jumlahnya bahkan sampai R.000-an. Nah, terus ada yang mengatakan sampai 30.000-an ribuan juga dan perkiraannya selalu berbeda-beda dari satu sumber dengan sumber lainnya saking banyaknya anak-anak Amirasia ini. Nah, saking mereka ini enggak dipedulikan, jumlah pasti dari mereka itu enggak tercatat oleh pemerintah. Dan hal ini disebabkan karena tentara Amerika yang memiliki hubungan dengan para perempuan Vietnam itu bertemunya tuh rata-rata di klub malam, di rumah prostitusi dan tempat-tempat sejenis lah. Dan di dalam kehidupan sosial masyarakat Vietnam, hal ini ya enggak dibenarkan dan orang-orang Vietnam menganggap bahwa perempuan itu harus menjaga kesucian kalau dia belum menikah dan masyarakat Vietnam lebih menyukai keseragaman etnis. Jadi kalau ada perkawinan silang antara bule dengan warga lokal, nah itu dianggap rendah oleh mereka. Jadi mereka tuh diharuskan sebisa mungkin menikah dengan laki-laki Vietnam supaya anak mereka pun asli atau murni Vietnam. Nah, karena nilai seperti inilah hubungan antara perempuan Vietnam dengan tentara Amerika masih dianggap tabu atau ya enggak sesuai dengan norma sosial yang ada di sana. Sehingga banyak anak-anak Amirasia ini yang terpaksa dibawa oleh ibu kandung mereka sendiri yang merupakan orang Vietnam untuk dititipkan di panti asuhan. Ada yang karena enggak sanggup membiayai anaknya, ada juga yang alasannya karena udah enggak sanggup mendapatkan stigma yang begitu menyudutkan mereka karena punya anak keturunan bule. Jadi mereka tuh benar-benar disudutkan lah, benar-benar kayak dihina-hina. Kalau di Indonesia kan enggak ya. Kalau di Indonesia justru ih lucu banget anaknya, emaknya kok kayak begini bentuknya biasanya gitu kan. Tapi kalau di sana enggak. Kalau di sana tuh justru kayak apaan nih? Anak lu bule, anak lu enggak banget. Nah, habis-habisan tuh dikata-katain. Terus, Geng. Kondisi ini semakin diperparah karena awal bulan April tahun 1975 di akhir-akhir masa perang Vietnam, Saigon itu jatuh ke tangan komunis dari Vietnam Utara. Dan ada rumor yang menyebar di saat itu kalau orang-orang Vietnam Selatan yang berhubungan dengan Amerika mungkin bakal dibantai sama pasukan komunis. Kabar ini juga sampai terdengar ke Amerika. Nah, di saat itu Gerald Ford yang pada saat itu menjabat sebagai Presiden Amerika khawatir dengan para anak Amerasia yang ada di Vietnam. Dia pun sampai berinisiatif untuk mengevakuasi sebanyak 2000 anak-anak yang sudah tidak memiliki ayah alias yatim. Yang mana sebagian besarnya adalah anak-anak keturunan Amerika, Vietnam ini, Amiresia. Nah, dia menyelamatkan mereka di dalam operasi yang bernama Baby Left. Tapi sayangnya penerbangan resmi pertama operasi Baby Leaf jatuh di area persawahan yang ada di luar Saigon. Sehingga di saat itu ya anak-anak yang diangkut tuh tewas. Ada 144 orang yang tewas. Dan sebagian besar dari mereka ya anak-anak Amirasia tadi. Nah, tentara dan warga sipil Vietnam Selatan di saat itu berkumpul di lokasi kejadian tempat jatuhnya pesawat. Sebagian besar mereka ya membantu evakuasi puing-puing dan korban yang sudah tewas. Tapi ada juga yang datang untuk menjarah jenazahnya yang entah untuk apa. Pokoknya dicurilah, diambil jenazahnya. Nah, namun meskipun di awalnya kecelakaan, program Baby Left ini dilanjutkan selama 3 minggu berikutnya. Jadi ada beberapa yang sempat diselamatkan. Terus, Geng, kan awalnya tadi kenapa dibuat yang namanya operasi penyelamatan baby lift itu kan karena ditakutkan bakal ada pembantaian nih. Nah, tapi pembantaian yang ditakutkan oleh Presiden Ford ini enggak pernah terjadi. Cuma pasukan komunis yang datang ke Vietnam Selatan setelah tahun 1975 itu memerintahkan dan menyatukan dua wilayah Vietnam yaitu Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Itu tujuan mereka. Mereka datang tuh justru untuk menyatukan Vietnam. Nah, namun kekuasaan komunis di wilayah Vietnam itu juga bukan penguasa yang baik, Geng. Banyak panti asuhan yang ditutup dan orang-orang Ameresia serta anak-anak muda lain dikirim ke pertanian pekerja di pedesaan dan kemamp untuk kemudian mereka dididik dan menggunakan ideologi komunis. Nah, untuk dibantai sih enggak, tapi mereka itu justru ya dibrainwash, dididik untuk memahami ideologi komunis itu. Dan orang-orang komunis ini menyita kekayaan dan properti serta menghancurkan banyak rumah dari orang-orang Amerika yang sudah mendukung pemerintahan Vietnam Selatan termasuk dengan anak Ameresia. karena akan dianggap memiliki darah dari musuh mereka yaitu Amerika. Hal ini membuat ya para perempuan Vietnam yang pernah berhubungan dengan orang Amerika jadi ketakutan. Apalagi buat mereka yang sudah punya anak keturunan, mereka takut kalau mereka bakal jadi target juga dari pasukan komunis. Sehingga mereka berusaha untuk menghancurkan dan menyembunyikan foto-foto, surat sampai dokumen resmi yang menjadikan bukti hubungan mereka dengan Amerika. Nah, dengan dihancurkannya semua dokumen-dokumen itu, dampaknya justru dirasakan oleh anak-anak mereka, yaitu anak-anak Amirasia. Karena mereka jadi kesulitan untuk mengetahui siapa orang tua mereka. Jadi, para orang tua mereka yang keturunan Vietnam ini itu menendang mereka semua untuk menyelamatkan diri daripada mereka juga ikut dihabisi. Apalagi untuk mereka yang sudah dititipkan di panti asuhan itu ya mereka benar-benar udah enggak punya dokumen, orang tuanya enggak tahu di mana itu anak-anak benar-benar terlantar kayak gitu aja. Nah, terus di era ini juga semakin banyak perempuan Vietnam yang menitipkan anak mereka di panti asuhan, Geng. Kombinasi antara dua hal tersebut, nilai yang dianut oleh masyarakat serta kekuasaan kaum komunis yang sangat anti Amerika membuat kehidupan anak-anak Amerasia itu penuh diskriminasi. Mereka dipandang rendah dan karena mayoritas orang Vietnam memandang bahwa ibu dari anak-anak ini adalah seorang PSK gitu ya, sebuah pekerjaan yang rendah yang tabu di sana dan menyalahi norma yang dianut oleh orang Vietnam. Nah, anak-anak mereka yang merupakan ami rasia ini pun memiliki istilah lain di Vietnam yaitu buidoy yang artinya debu kehidupan atau anak debu. Istilah ini merujuk kepada ee keberadaan mereka yang dianggap enggak penting kayak apa ya benda mati enggak diperhitungkan gitu. Benar-benar kayak debu dan enggak dianggap sama sekali. Dan itulah arti dari Buidoy tadi. Ada sebuah cerita dari seorang buidoy yang bernama Nguyen Tip Pongi yang gua ambil ceritanya dari media Smith Sonian Magazine. Dia ini bercerita kalau dia itu enggak pernah mencoba untuk mencari orang tua kandungnya lagi karena dia sendiri bingung harus mulai dari mana. Ketika dia masih kecil, dia itu diasuh oleh orang tua angkat yang merupakan orang Vietnam. Pada suatu hari Situi ini pernah mendengar orang tuanya itu bertengkar. pertengkarannya itu disebabkan karena keberadaan dia yang mana di saat itu ayah angkatnya itu berteriak ke ibu angkatnya. Dia bilang gini, "Kenapa kamu harus merawat atau mengambil anak Amerasia?" Nah, enggak lama setelah dia mendengar hal tersebut, mendengar pertengkaran tersebut, Tuy pun dikirim ke keluarga yang lain yang mau menampung dia. Wah, sedih banget ya kalau di Indonesia ya udah dijadiin model, udah dijadiin bintang iklan, disuruh ikut casting aset soalnya. Tapi kalau di sana justru dicampak-campakin gitu. Dan Tui ini juga cerita kalau dia itu sering mendapatkan ejekan dari para tetangga yang memanggil dia dengan sebutan anjing campuran karena dia terlahir sebagai Amirasia. Dan jahatnya lagi, Geng, dia dipanggil dengan sebutan nama binatang ini hampir di setiap harinya dan itu benar-benar kasar banget. Nah, Tui juga pernah enggak diberikan kartu pemberian jatah makan sehingga dia itu enggak bisa makan. Ya, misalkan kayak bon untuk ngambil makanan gitu tuh dia pernah enggak dikasih. Nah, karena ejekan yang terus dia terima, Tuy ini enggak mau keluar dari rumah kalau di sekitar rumahnya sedang ramai atau sedang banyak tetangga. Dia memilih untuk pergi secara diam-diam dari desa di subuh hari untuk bisa duduk sendirian di pantai selama berjam-jam merenungi nasibnya dia. Dan tekanan yang sangat berat bagi Tui membuat dia enggak bisa hidup dengan tenang. Tidur pun susah. Sehingga untuk bisa tidur dia perlu bantuan menggunakan obat tidur. Sebenarnya geng penampilan TUI ini menarik banget, cantik gitu. Keturunan Amerika yang pastinya ya kalau campuran udah pasti unik banget, cantik banget gitu. Bahkan kalau dibandingkan TUI justru lebih mirip dengan orang Amerika ketimbang dibandingkan dengan orang Vietnam. Nah, tapi seperti kebanyakan orang Amirasian yang lain yang berada di Vietnam, tui tidak berpendidikan, tidak memiliki keterampilan apapun untuk bisa menunjang karir. Jadi benar-benar ya terbodohkan oleh sistem aja udah. Dan di tahun 1992 dia ini sempat bertemu dengan sesama orang Amerasia yang bernama Nguyen Antuan. Nah, karena kesamaan background mereka sebagai orang Amirasia yang mengalami diskriminasi, mereka berusaha untuk saling mencukupi dan menjaga satu sama lain. Mereka memiliki dua anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Nah, Tui ini selalu membayangkan kalau anak laki-lakinya ini sangat mirip dengan ayahnya, seorang tentara Amerika yang hingga saat ini enggak pernah dia ketahui keberadaannya. Wah, sedih banget ya, Geng ya. [Musik] I have money. I don't have kid. Terus, geng, tiba-tiba nih, ya, ada secerca harapan yang muncul kemudian ketika adanya undang-undang yang mengatur migrasi orang-orang Amerasia ke Amerika. Wah, ini kan mantap banget ya sebenarnya. Nah, namun apakah dengan terbentuknya undang-undang ini bisa menjadi solusi untuk kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang keturunan Amirasia ini? Nah, sekarang bakal kita bahas nih ya bagaimana nasib mereka. Yaitu setelah pembentukan Undang-Undang Kepulangan Amerasia ke negara orang tua mereka yaitu Amerika. Jadi, geng, kehidupan yang diskriminatif bagi orang Amerasia itu sudah dirasakan oleh mereka selama bertahun-tahun. Pemerintah Vietnam enggak pernah berusaha melindungi mereka. Di sisi lain, upaya pemerintah Amerika dengan melakukan operasi baby leaf dinilai enggak cukup efektif untuk bisa mengubah nasib orang-orang Amerasia. Nah, kedua negara ini dianggap gagal untuk bertanggung jawab atas efek samping dari perang. Yang mana kita kira perang dianggap sebuah kejahatan karena akan ada banyak orang yang tewas. Nah, kita enggak pernah tahu ada dampak lain dari perang seperti lahirnya ya keturunan-keturunan campuran ini yang justru enggak dianggap baik di negara ibunya ataupun di negara ayahnya. Nah, inilah fenomena yang sedihnya, Geng. Jadi, bukan cuma kayak orang kehilangan nyawa doang, tapi justru dengan munculnya nyawa baru namun gak dianggap ya akibat dari kerugian perang nih kayak gini. Dan sampai pada akhirnya di tahun 1987, Kongres Amerika meloloskan sebuah undang-undang yang dikenal dengan Amirasian Hamcoming Act atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Undang-Undang Kepulangan Amirasia. Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal 21 Maret tahun 1988 dan mengizinkan orang Amerasia yang ada di Vietnam yang lahir dari mulai tanggal 1 Januari 1962 sampai 1 Januari 1976 untuk mengajukan visa imigran sampai tanggal 21 Maret 1990. Di dalam undang-undang tersebut, Amerika juga menghapus kuota imigrasi dan mengurangi hambatan hukum untuk imigrasi dari orang Amerasia yang ada di Vietnam. Nah, jadi Amerika terbuka lebarlah tangannya karena mereka sadar bahwa anak-anak Amerasia ini juga anak-anak keturunan dari negara mereka. Nah, karena undang-undang tersebut ada sekitar 20.000 anak-anak amerasia yang tercatat mulai pergi dari Vietnam, meninggalkan Vietnam untuk mencari kehidupan yang lebih layak, lebih baik di Amerika. Dan gua yakin banget kalau mereka di Amerika kayaknya lebih dihargai sih, karena wajah uniknya itu kepakai lah di Amerika. Tapi kalau untuk di Vietnam benar-benar enggak sama sekali. Pada awalnya nih, Geng, undang-undang tersebut cuma berlaku ke anak-anak Amirasia aja. Enggak berlaku untuk ibu mereka yang merupakan orang Vietnam atau kepada saudara mereka dari ayah yang berbeda. Jadi, misalkan nih, mereka lahir dari ibu yang merupakan orang Vietnam, bapaknya Amerika. Nah, setelah bapaknya pergi, ibunya kawin lagi. Lahirlah adiknya. Nah, itu enggak berlaku tuh adiknya, ibunya enggak berlaku. Cuma dia doang yang berlaku. Nah, namun dikatakan tiba-tiba nih kalau peraturannya itu kemudian diubah sehingga memperbolehkan ibu mereka yang merupakan orang Vietnam untuk ikut bermigrasi ke Amerika selama mereka memiliki anak amerasia ini. Nah, lalu ada kekurangan dari undang-undang ini sebenarnya karena orang-orang Ameria ini harus koordinasi dengan ayah mereka terlebih dahulu yang merupakan orang Amerika untuk bisa mendapatkan visa. Masalahnya ini kan bakal sulit banget bagi mereka, Geng. Karena sebagian besar dari mereka enggak tahu siapa ayahnya. Orang udah hilang begitu aja. Dan ada juga mantan tentara Amerika yang sebenarnya enggak tahu kalau ternyata mereka memiliki anak atau bisa saja mereka itu enggak mau mengakui anak mereka yang merupakan ee anak-anak hasil berhubungan dengan orang Vietnam, perempuan Vietnam. Nah, tapi ada juga informasi yang bilang kalau sebenarnya banyak juga geng tentara Amerika ini yang merasa menyesal karena sudah meninggalkan anak-anak mereka di Vietnam. Mereka selalu berharap bisa memperbaiki kesalahan mereka dan ada yang bahkan sampai mencari anak-anak mereka. Nah, karena ada beberapa hambatan inilah, akhirnya dibentuklah lembaga-lembaga yang bertujuan untuk membantu kepulangan anak-anak Amerasia ke Amerika seperti Amerasia Without Out Borders yang menggunakan pengujian DNA untuk mengidentifikasi orang Amerasia yang masih ada di Vietnam. Nah, terus dilakukan juga advokasi untuk mereka agar bisa pindah ke Amerika dan mendukung mereka ketika sudah pindah ke Amerika. Kemudian ada lembaga lain yaitu Ameran Independent Voice of America dan Amerasia Fellowship Association yang ingin membawa kelompok Amerasia yang masih ada di Vietnam untuk dibawa ke Amerika. Data yang diambil dari Amersian Independent Voice of America dan Ameran Fellowship Association itu menyebutkan enggak lebih dari beberapa ratus orang Amerasia yang masih tinggal di Vietnam dan akan terus melakukan perpindahan orang Amerasia ke Amerika. Dan bahkan ada sekitar 26.000 Ibu pria dan wanita yang saat ini sudah berusia 30 tahun, 40 tahunan dan bersama dengan 75.000 ee orang Vietnam yang merupakan ibu mereka ya, anggota keluarga mereka yang sekarang ya sedang berpindah ke Amerika. Nah, tapi lagi-lagi geng upaya yang bisa menyatukan orang Ameria dengan ayah kandungnya juga enggak berjalan dengan mulus. Mereka enggak tahu ayahnya di mana. Nah, orang Ameria yang berhasil bertemu dengan ayahnya ketika sudah berada di Amerika itu enggak banyaklah. Kesempatan mereka sangat kecil. Malah ketika mereka sudah berada di sana, mereka justru jadi terjebak, Geng. Kenapa terjebak? Ya, karena mereka gak punya pekerjaan, enggak punya keterampilan apapun untuk bisa e mencari pekerjaan di Amerika. Akibatnya, mereka jadi terjerumus ke dalam lingkungan dan pergaulan yang salah. Mereka malah kecanduan narkoy ya, jadi anggota geng dan berakhir di penjara. Dan saat ini udah banyak kehidupan orang Amerasia yang berubah. Mereka sudah menemukan kebahagiaan mereka dan memiliki keluarga yang harmonis bersama dengan ayah kandung mereka di Amerika. Nah, tapi ya itu sebagian kecilnya lah. Nah, sebagian besar yang lain ya tetap tidak bisa menemukan ayah mereka dan justru berakhir di dalam lingkup kriminal. Nah, sampai sekarang masih ada sisa-sisa orang Amerasia yang masih berada di Vietnam dan masih berharap mereka bisa segera pergi ke Amerika dan bertemu dengan ayah kandung mereka di sana. Nah, namun selama mereka masih berada di Vietnam, mereka masih dianggap sebagai kaum level rendah, manusia yang enggak dihargai. Itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai nasib dari anak-anak keturunan bule Amerika yang ada di Vietnam yang berbeda banget nasibnya dengan ya anak-anak keturunan bule di negara lain kayak di Indonesia. Mereka justru mengalami diskriminasi dengan wajah cakep mereka, wajah ganteng cantik mereka. ternyata ya itu tidak mendatangkan kemudahan bagi hidup mereka. Gimana, Geng menurut kalian tentang pembahasan kita kali ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories