Transcript
LWmZnM6htRI • KETURUNAN BULE DIPANDANG RENDAH DI VIETNAM ! ANAK HASIL HUBUNGAN PERANG
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1449_LWmZnM6htRI.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, pembahasan gua hari ini e enggak
bermaksud untuk menyinggung pihak manaun
ya, tapi di sini eh gua cuma pengin
berbagi informasi ya. Tapi kalau ada
yang merasa tersenggol gua mohon maaf
karena emang tujuannya tuh bukan buat
nyenggol gitu ya. Jadi gini kalau kita
perhatikan ya di Indonesia itu masih
banyak banget yang menganggap kalau
orang-orang bule itu levelnya lebih
tinggi daripada orang lokal. Ya, gua
enggak tahu ini karena apa. Apakah
karena kita sudah ditanamkan dari era
penjajah seolah-olah kita itu ya selalu
di bawah mereka, selalu di bawah kaum
bule. Tidak terkecuali juga dengan
anak-anak keturunan. Nih nih. Mohon maaf
juga nih buat teman-teman gua yang e
anak-anak keturunan campuran gitu ya.
Ada yang campuran bule gitu. Biasanya di
Indonesia mereka ini semacam ya bisa
dikatakan sudah selesailah 50%
permasalahan hidupnya gitu ya. Karena
mereka selalu dipermudah untuk mencari
pekerjaan, mencari pertemanan karena
dianggap good looking. Nah, kebanyakan
anak-anak blasteran bule itu dianggap
good looking. Di Indonesia memang masih
banyak sekali yang memuja-muja bule dan
keturunan bule. Apalagi kalau kita
berbicara dunia entertain ya, rata-rata
yang muka-mukanya masuk ke dalam layar
kaca Indonesia itu pasti yang keturunan
bule. Dan enggak sedikit juga
cewek-cewek Indonesia ya ee ada fenomena
di mana mereka itu mengincar bule dengan
alasan ingin memperbaiki keturunan. Dan
fenomena ini ternyata enggak cuma
terjadi di Indonesia doang, bahkan
pernah gua bahas di salah satu
pembahasan gua tentang Filipina. Nah,
karena di Filipina juga ada fenomena
yang sama dengan di Indonesia, yaitu
ketika Filipina dianggap menjadi
surganya yang mengincar bule-bule agar
mereka bisa dipenuhi kebutuhan hidupnya
plus bisa melahirkan anak keturunan
campuran. Nah, jadi fenomena di Filipina
sama Indonesia tuh mirip-mirip. Nah,
tapi tidak dengan e negara yang bakal
kita bahas ini. Negara yang satu ini
justru tidak menganggap bule ataupun
keturunan bule itu sebagai ras terbaik
atau levelnya lebih tinggi dari orang
lokal. Di negara yang satu ini justru
mereka sangat membenci bule. Nah, ini
terkhususnya untuk bule-bule kulit putih
dari Amerika Serikat. Negara yang gua
maksud ini adalah negara Vietnam.
Gil Wats is a Vietnam veteran who has
taken up their
cause. There was a program called
Operation Homecoming that gave all
children of US servicemen the right to
US
citizenship. Vietnamese children or just
because they couldn't afford them
anywhere? Yeah, because they didn't look
like Vietnamese children.
Nah, kondisi di Vietnam itu berbeda
banget 180 derajat dari yang terjadi di
Indonesia ataupun Filipina. Kalau
berkaitan dengan bule, terutama bule
Amerika. Tapi geng, meskipun mereka
membenci bule Amerika, di sana itu masih
banyak anak-anak keturunan bule Amerika
dan secara kehidupannya mereka itu
sangat memprihatinkan. Nah, jadi beda
banget ya kalau di Indonesia itu justru
diagung-agungkan karena good looking
tadi wajahnya cakep, ganteng, dan
cantik. Tapi di Vietnam mereka itu
tersiksa karena mereka bahkan gak tahu
orang tuanya yang mana. Mereka dibuang,
didiskriminasi, bahkan dianggap
eksistensi mereka enggak pernah ada di
Vietnam. Ya, ini sangat memilukan ya.
Terkesan agak jahat walaupun mereka itu
sebenarnya enggak berharap mereka
dilahirkan sebagai anak campuran, tapi
mau gimana stigma yang beredar, stigma
yang ada di ee kehidupan masyarakat
Vietnam seperti itu. Dan sepanjang
hidupnya mereka harus mengalami
diskriminasi. Nah, di video kali ini gua
bakal membahas nih, Geng, mengenai anak
keturunan bule Amerika yang ada di
Vietnam dan bagaimana bisa
keturunan-keturunan bule Amerika ini ada
di sana dan dibenci. Nah, langsung aja
kita bahas secara lengkap. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar
[Musik]
Jerry Genggeng. Kita langsung masuk ke
dalam pembahasan utama penyebab lahirnya
anak keturunan bule Amerika di
Vietnam. Jadi, geng, gua bakal mulai
menjelaskan mengenai penyebab banyaknya
anak keturunan bule Amerika di Vietnam.
Nah, ini semua dimulai setelah
berakhirnya Perang Dunia Kedua. Vietnam
yang sebelumnya adalah wilayah koloni
Prancis itu berusaha untuk bisa
mendapatkan kemerdekaan mereka. Pada
tahun 1954, pasukan Vietnam di bawah
pimpinan Jenderal Fonguyen Giap itu
berhasil mengalahkan pasukan Prancis
dalam pertempuran Glen Binpu namanya
yang mengakhiri lebih dari 70 tahun
penjajahan Inggris di IndoCina. Sebagai
hasil dari konferensi Genewa, Vietnam
ini akhirnya dibagi menjadi dua wilayah,
yaitu Vietnam Utara yang dipimpin oleh
pemerintah komunis yang pusatnya ada di
Hochiming dan Vietnam Selatan. didukung
oleh Amerika dan negara-negara barat
lain yang berpusat di Saigon. Usai
Perang Dunia Kedua selesai, Amerika dan
Uni Soviet itu tiba-tiba berkonflik nih
yang pada akhirnya menyebabkan perang
dingin. Nah, di dalam kurun waktu
tersebut Vietnam juga menjadi salah satu
negara yang diperebutkan oleh kedua
negara kuat tadi. Diperebutkan oleh
Amerika dan juga diperebutkan oleh Uni
Soviet. Yang mana mereka ini sama-sama
ingin menyebarkan ideologi mereka yang
mana Amerika di saat itu ingin
menyebarkan ideologi mereka sebagai
negara demokrasi. kapitalis. Nah,
sementara Uni Soviet dengan komunisnya.
Nah, terus geng perang di Vietnam itu
enggak bisa dielakkan. Perang yang
kemudian dikenal dengan perang Vietnam
yang berlangsung selama 20 tahun dari
tahun 1955 sampai dengan 1975. Dan
perang ini dilakukan oleh Vietnam Utara
bersama dengan geriliawan komunis
Vedkong melawan Vietnam Selatan yang
didukung oleh Amerika Serikat dan
sekutu-sekutunya. Jadi emang pasukan
dari Amerika itu datang ke Vietnam untuk
bisa berperang dengan Vietnam Utara yang
menganut paham komunisme. Karena perang
ini memakan waktu sampai 20 tahun
lamanya, tentunya para tentara Amerika
pada akhirnya harus beradaptasi dan
tinggal di Vietnam. Dan enggak sedikit
juga akhirnya mereka ya berhubungan
dengan perempuan-perempuan Vietnam. Di
saat itulah awal mula akhirnya lahir
anak hasil hubungan antara tentara
Amerika dengan perempuan lokal Vietnam.
Kawin beda ras, ya. Akhirnya lahirlah
anak campuran bule atau anak blasteran.
Anak hasil percampuran ras antara orang
Amerika dan orang Asia ini kemudian
disebut dengan amerasia. Karena kan
Vietnam itu Asia, Amerika ya Amerika.
Jadilah namanya digabung jadi amerasia
yang diambil dari dua ras tadi. Nah,
kondisi ini sebenarnya sama kayak
keturunan Belanda di Indonesia. Jadi
kenapa banyak anak-anak keturunan
Belanda di Indonesia? Ya, karena orang
Belanda akhirnya menikah dengan
perempuan Indonesia. Sayangnya, Geng.
Amerika yang biasanya menang di dalam
setiap perang yang melibatkan e mereka
gitu ya, yang mereka pasti turun tangan,
justru di Vietnam mereka ini kalah. Dan
meskipun Amerika memiliki kekuatan
militer yang sangat besar, mereka enggak
mampu untuk menghentikan Viet Kong dan
pasukan Vietnam Utara. Pasukan Vietnam
juga menggunakan taktik yang baik banget
karena mereka membangun terowongan yang
kecil sebagai tempat persembunyian
mereka di bawah tanah agar enggak bisa
dimasuki oleh tentara Amerika yang
badannya gede-gede. Terus, Geng, mereka
juga menyiapkan berbagai jebakan yang
membuat tentara Amerika merasa kewalahan
ketika menghadapi tentara Vietnam ini.
Ditambah lagi Amerika mendapatkan
tekanan dari orang-orang Amerika sendiri
yang sudah muak sama perang yang selalu
melibatkan Amerika dan munculnya gerakan
untuk menghentikan perang tersebut. Jadi
dengan tekanan yang datang dari berbagai
sisi, akhirnya Amerika memutuskan untuk
meninggalkan Vietnam membawa serta para
tentara yang merupakan ayah dari
anak-anak Amerasia yang ada di Vietnam.
Sementara anak-anak keturunan mereka
ditinggalkan begitu aja terlantar di
sana. Sedih banget. Dan anak-anak ini
enggak pernah tahu yang mana ayah mereka
karena ya mereka semua sudah kembali ke
Amerika. Terus dengan perginya
tentara-tentara Amerika yang merupakan
ayah dari anak-anak Amirasia ini, apakah
setelah mereka pergi para anak-anak ini
ee justru hidup sejahtera? Ya, kalau
kita lihat di Indonesia kan banyak
anak-anak keturunan bule yang justru
hidupnya sejahtera. Kebanyakan anak-anak
di sini itu ya orang tuanya itu masih
bertanggung jawab lah ya. Mau keturunan
Jerman, Belanda, mana pun biasanya para
ayahnya itu masih bertanggung jawab.
Masih ngirimin duit, masih nge-backup
gitu. Nah, bagaimana dengan anak
keturunan yang ada di Vietnam ini?
Apalagi kan ayah mereka adalah orang
Amerika yang terkenal ya banyak duitnya
lah gitu. Dan apakah mereka mempunyai
privilege karena keturunan Amerika dan
mereka bisa datang ke Amerika dan jadi
warga negara Amerika? Ya sayangnya
enggak sama sekali. Kalau kita sebagai
warga Indonesia mikir mungkin enak kali
ya jadi keturunan bule. Nah, pasti
ganteng dan cantik, kaya dan lain-lain
lah. Tapi jangan harap anak Amirasia
yang ada di Vietnam itu e benar-benar
memprihatinkan. Mereka justru enggak
dianggap di negara mereka sendiri dan
sekarang mereka banyak yang terlantar.
Kita bahas nih, Geng. Gimana sih kondisi
anak-anak Amirasia atau anak-anak
keturunan bule campuran Amerika Vietnam
ini di Vietnam sendiri?
Jadi, Geng, ada banyak anak-anak
Amirasia yang tertinggal di Vietnam
enggak dibawa sama bapak mereka. Enggak
ada satuun yang mengetahui jumlah
pastinya. Yang jelas dari informasi yang
dikatakan kalau mereka itu kurang lebih
ada ribuan di sana. Sementara ada
informasi lain juga yang mengatakan
kalau mereka ini jauh lebih banyak
dibandingkan yang dikatakan jumlahnya
bahkan sampai R.000-an. Nah, terus ada
yang mengatakan sampai 30.000-an ribuan
juga dan perkiraannya selalu
berbeda-beda dari satu sumber dengan
sumber lainnya saking banyaknya
anak-anak Amirasia ini. Nah, saking
mereka ini enggak dipedulikan, jumlah
pasti dari mereka itu enggak tercatat
oleh pemerintah. Dan hal ini disebabkan
karena tentara Amerika yang memiliki
hubungan dengan para perempuan Vietnam
itu bertemunya tuh rata-rata di klub
malam, di rumah prostitusi dan
tempat-tempat sejenis lah. Dan di dalam
kehidupan sosial masyarakat Vietnam, hal
ini ya enggak dibenarkan dan orang-orang
Vietnam menganggap bahwa perempuan itu
harus menjaga kesucian kalau dia belum
menikah dan masyarakat Vietnam lebih
menyukai keseragaman etnis. Jadi kalau
ada perkawinan silang antara bule dengan
warga lokal, nah itu dianggap rendah
oleh mereka. Jadi mereka tuh diharuskan
sebisa mungkin menikah dengan laki-laki
Vietnam supaya anak mereka pun asli atau
murni Vietnam. Nah, karena nilai seperti
inilah hubungan antara perempuan Vietnam
dengan tentara Amerika masih dianggap
tabu atau ya enggak sesuai dengan norma
sosial yang ada di sana. Sehingga banyak
anak-anak Amirasia ini yang terpaksa
dibawa oleh ibu kandung mereka sendiri
yang merupakan orang Vietnam untuk
dititipkan di panti asuhan. Ada yang
karena enggak sanggup membiayai anaknya,
ada juga yang alasannya karena udah
enggak sanggup mendapatkan stigma yang
begitu menyudutkan mereka karena punya
anak keturunan bule. Jadi mereka tuh
benar-benar disudutkan lah, benar-benar
kayak dihina-hina. Kalau di Indonesia
kan enggak ya. Kalau di Indonesia justru
ih lucu banget anaknya, emaknya kok
kayak begini bentuknya biasanya gitu
kan. Tapi kalau di sana enggak. Kalau di
sana tuh justru kayak apaan nih? Anak lu
bule, anak lu enggak banget. Nah,
habis-habisan tuh
dikata-katain. Terus, Geng. Kondisi ini
semakin diperparah karena awal bulan
April tahun 1975 di akhir-akhir masa
perang Vietnam, Saigon itu jatuh ke
tangan komunis dari Vietnam Utara. Dan
ada rumor yang menyebar di saat itu
kalau orang-orang Vietnam Selatan yang
berhubungan dengan Amerika mungkin bakal
dibantai sama pasukan komunis. Kabar ini
juga sampai terdengar ke Amerika. Nah,
di saat itu Gerald Ford yang pada saat
itu menjabat sebagai Presiden Amerika
khawatir dengan para anak Amerasia yang
ada di Vietnam. Dia pun sampai
berinisiatif untuk mengevakuasi sebanyak
2000 anak-anak yang sudah tidak memiliki
ayah alias yatim. Yang mana sebagian
besarnya adalah anak-anak keturunan
Amerika, Vietnam ini, Amiresia. Nah, dia
menyelamatkan mereka di dalam operasi
yang bernama Baby Left. Tapi sayangnya
penerbangan resmi pertama operasi Baby
Leaf jatuh di area persawahan yang ada
di luar Saigon. Sehingga di saat itu ya
anak-anak yang diangkut tuh tewas. Ada
144 orang yang tewas. Dan sebagian besar
dari mereka ya anak-anak Amirasia tadi.
Nah, tentara dan warga sipil Vietnam
Selatan di saat itu berkumpul di lokasi
kejadian tempat jatuhnya pesawat.
Sebagian besar mereka ya membantu
evakuasi puing-puing dan korban yang
sudah tewas. Tapi ada juga yang datang
untuk menjarah jenazahnya yang entah
untuk apa. Pokoknya dicurilah, diambil
jenazahnya. Nah, namun meskipun di
awalnya kecelakaan, program Baby Left
ini dilanjutkan selama 3 minggu
berikutnya. Jadi ada beberapa yang
sempat diselamatkan. Terus, Geng, kan
awalnya tadi kenapa dibuat yang namanya
operasi penyelamatan baby lift itu kan
karena ditakutkan bakal ada pembantaian
nih. Nah, tapi pembantaian yang
ditakutkan oleh Presiden Ford ini enggak
pernah terjadi. Cuma pasukan komunis
yang datang ke Vietnam Selatan setelah
tahun 1975 itu memerintahkan dan
menyatukan dua wilayah Vietnam yaitu
Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Itu
tujuan mereka. Mereka datang tuh justru
untuk menyatukan Vietnam. Nah, namun
kekuasaan komunis di wilayah Vietnam itu
juga bukan penguasa yang baik, Geng.
Banyak panti asuhan yang ditutup dan
orang-orang Ameresia serta anak-anak
muda lain dikirim ke pertanian pekerja
di pedesaan dan kemamp untuk kemudian
mereka dididik dan menggunakan ideologi
komunis. Nah, untuk dibantai sih enggak,
tapi mereka itu justru ya dibrainwash,
dididik untuk memahami ideologi komunis
itu. Dan orang-orang komunis ini menyita
kekayaan dan properti serta
menghancurkan banyak rumah dari
orang-orang Amerika yang sudah mendukung
pemerintahan Vietnam Selatan termasuk
dengan anak Ameresia. karena akan
dianggap memiliki darah dari musuh
mereka yaitu Amerika. Hal ini membuat ya
para perempuan Vietnam yang pernah
berhubungan dengan orang Amerika jadi
ketakutan. Apalagi buat mereka yang
sudah punya anak keturunan, mereka takut
kalau mereka bakal jadi target juga dari
pasukan komunis. Sehingga mereka
berusaha untuk menghancurkan dan
menyembunyikan foto-foto, surat sampai
dokumen resmi yang menjadikan bukti
hubungan mereka dengan Amerika. Nah,
dengan dihancurkannya semua
dokumen-dokumen itu, dampaknya justru
dirasakan oleh anak-anak mereka, yaitu
anak-anak Amirasia. Karena mereka jadi
kesulitan untuk mengetahui siapa orang
tua mereka. Jadi, para orang tua mereka
yang keturunan Vietnam ini itu menendang
mereka semua untuk menyelamatkan diri
daripada mereka juga ikut dihabisi.
Apalagi untuk mereka yang sudah
dititipkan di panti asuhan itu ya mereka
benar-benar udah enggak punya dokumen,
orang tuanya enggak tahu di mana itu
anak-anak benar-benar terlantar kayak
gitu aja. Nah, terus di era ini juga
semakin banyak perempuan Vietnam yang
menitipkan anak mereka di panti asuhan,
Geng. Kombinasi antara dua hal tersebut,
nilai yang dianut oleh masyarakat serta
kekuasaan kaum komunis yang sangat anti
Amerika membuat kehidupan anak-anak
Amerasia itu penuh diskriminasi. Mereka
dipandang rendah dan karena mayoritas
orang Vietnam memandang bahwa ibu dari
anak-anak ini adalah seorang PSK gitu
ya, sebuah pekerjaan yang rendah yang
tabu di sana dan menyalahi norma yang
dianut oleh orang Vietnam. Nah,
anak-anak mereka yang merupakan ami
rasia ini pun memiliki istilah lain di
Vietnam yaitu buidoy yang artinya debu
kehidupan atau anak debu. Istilah ini
merujuk kepada ee keberadaan mereka yang
dianggap enggak penting kayak apa ya
benda mati enggak diperhitungkan gitu.
Benar-benar kayak debu dan enggak
dianggap sama sekali. Dan itulah arti
dari Buidoy tadi. Ada sebuah cerita dari
seorang buidoy yang bernama Nguyen Tip
Pongi yang gua ambil ceritanya dari
media Smith Sonian Magazine. Dia ini
bercerita kalau dia itu enggak pernah
mencoba untuk mencari orang tua
kandungnya lagi karena dia sendiri
bingung harus mulai dari mana. Ketika
dia masih kecil, dia itu diasuh oleh
orang tua angkat yang merupakan orang
Vietnam. Pada suatu hari Situi ini
pernah mendengar orang tuanya itu
bertengkar. pertengkarannya itu
disebabkan karena keberadaan dia yang
mana di saat itu ayah angkatnya itu
berteriak ke ibu angkatnya. Dia bilang
gini, "Kenapa kamu harus merawat atau
mengambil anak Amerasia?" Nah, enggak
lama setelah dia mendengar hal tersebut,
mendengar pertengkaran tersebut, Tuy pun
dikirim ke keluarga yang lain yang mau
menampung dia. Wah, sedih banget ya
kalau di Indonesia ya udah dijadiin
model, udah dijadiin bintang iklan,
disuruh ikut casting aset soalnya. Tapi
kalau di sana justru dicampak-campakin
gitu. Dan Tui ini juga cerita kalau dia
itu sering mendapatkan ejekan dari para
tetangga yang memanggil dia dengan
sebutan anjing campuran karena dia
terlahir sebagai Amirasia. Dan jahatnya
lagi, Geng, dia dipanggil dengan sebutan
nama binatang ini hampir di setiap
harinya dan itu benar-benar kasar
banget. Nah, Tui juga pernah enggak
diberikan kartu pemberian jatah makan
sehingga dia itu enggak bisa makan. Ya,
misalkan kayak bon untuk ngambil makanan
gitu tuh dia pernah enggak dikasih. Nah,
karena ejekan yang terus dia terima, Tuy
ini enggak mau keluar dari rumah kalau
di sekitar rumahnya sedang ramai atau
sedang banyak tetangga. Dia memilih
untuk pergi secara diam-diam dari desa
di subuh hari untuk bisa duduk sendirian
di pantai selama berjam-jam merenungi
nasibnya dia. Dan tekanan yang sangat
berat bagi Tui membuat dia enggak bisa
hidup dengan tenang. Tidur pun susah.
Sehingga untuk bisa tidur dia perlu
bantuan menggunakan obat tidur.
Sebenarnya geng penampilan TUI ini
menarik banget, cantik gitu. Keturunan
Amerika yang pastinya ya kalau campuran
udah pasti unik banget, cantik banget
gitu. Bahkan kalau dibandingkan TUI
justru lebih mirip dengan orang Amerika
ketimbang dibandingkan dengan orang
Vietnam. Nah, tapi seperti kebanyakan
orang Amirasian yang lain yang berada di
Vietnam, tui tidak berpendidikan, tidak
memiliki keterampilan apapun untuk bisa
menunjang karir. Jadi benar-benar ya
terbodohkan oleh sistem aja udah. Dan di
tahun 1992 dia ini sempat bertemu dengan
sesama orang Amerasia yang bernama
Nguyen Antuan. Nah, karena kesamaan
background mereka sebagai orang Amirasia
yang mengalami diskriminasi, mereka
berusaha untuk saling mencukupi dan
menjaga satu sama lain. Mereka memiliki
dua anak perempuan dan seorang anak
laki-laki. Nah, Tui ini selalu
membayangkan kalau anak laki-lakinya ini
sangat mirip dengan ayahnya, seorang
tentara Amerika yang hingga saat ini
enggak pernah dia ketahui keberadaannya.
Wah, sedih banget ya, Geng ya.
[Musik]
I have money. I don't
have kid.
Terus, geng, tiba-tiba nih, ya, ada
secerca harapan yang muncul kemudian
ketika adanya undang-undang yang
mengatur migrasi orang-orang Amerasia ke
Amerika. Wah, ini kan mantap banget ya
sebenarnya. Nah, namun apakah dengan
terbentuknya undang-undang ini bisa
menjadi solusi untuk kehidupan yang
lebih baik bagi orang-orang keturunan
Amirasia ini? Nah, sekarang bakal kita
bahas nih ya bagaimana nasib mereka.
Yaitu setelah pembentukan Undang-Undang
Kepulangan Amerasia ke negara orang tua
mereka yaitu
Amerika. Jadi, geng, kehidupan yang
diskriminatif bagi orang Amerasia itu
sudah dirasakan oleh mereka selama
bertahun-tahun. Pemerintah Vietnam
enggak pernah berusaha melindungi
mereka. Di sisi lain, upaya pemerintah
Amerika dengan melakukan operasi baby
leaf dinilai enggak cukup efektif untuk
bisa mengubah nasib orang-orang
Amerasia. Nah, kedua negara ini dianggap
gagal untuk bertanggung jawab atas efek
samping dari perang. Yang mana kita kira
perang dianggap sebuah kejahatan karena
akan ada banyak orang yang tewas. Nah,
kita enggak pernah tahu ada dampak lain
dari perang seperti lahirnya ya
keturunan-keturunan campuran ini yang
justru enggak dianggap baik di negara
ibunya ataupun di negara ayahnya. Nah,
inilah fenomena yang sedihnya, Geng.
Jadi, bukan cuma kayak orang kehilangan
nyawa doang, tapi justru dengan
munculnya nyawa baru namun gak dianggap
ya akibat dari kerugian perang nih kayak
gini. Dan sampai pada akhirnya di tahun
1987, Kongres Amerika meloloskan sebuah
undang-undang yang dikenal dengan
Amirasian Hamcoming Act atau dalam
bahasa Indonesia disebut dengan
Undang-Undang Kepulangan Amirasia.
Undang-undang ini mulai berlaku pada
tanggal 21 Maret tahun 1988 dan
mengizinkan orang Amerasia yang ada di
Vietnam yang lahir dari mulai tanggal 1
Januari 1962 sampai 1 Januari 1976 untuk
mengajukan visa imigran sampai tanggal
21 Maret 1990. Di dalam undang-undang
tersebut, Amerika juga menghapus kuota
imigrasi dan mengurangi hambatan hukum
untuk imigrasi dari orang Amerasia yang
ada di Vietnam. Nah, jadi Amerika
terbuka lebarlah tangannya karena mereka
sadar bahwa anak-anak Amerasia ini juga
anak-anak keturunan dari negara mereka.
Nah, karena undang-undang tersebut ada
sekitar 20.000 anak-anak amerasia yang
tercatat mulai pergi dari Vietnam,
meninggalkan Vietnam untuk mencari
kehidupan yang lebih layak, lebih baik
di Amerika. Dan gua yakin banget kalau
mereka di Amerika kayaknya lebih
dihargai sih, karena wajah uniknya itu
kepakai lah di Amerika. Tapi kalau untuk
di Vietnam benar-benar enggak sama
sekali. Pada awalnya nih, Geng,
undang-undang tersebut cuma berlaku ke
anak-anak Amirasia aja. Enggak berlaku
untuk ibu mereka yang merupakan orang
Vietnam atau kepada saudara mereka dari
ayah yang berbeda. Jadi, misalkan nih,
mereka lahir dari ibu yang merupakan
orang Vietnam, bapaknya Amerika. Nah,
setelah bapaknya pergi, ibunya kawin
lagi. Lahirlah adiknya. Nah, itu enggak
berlaku tuh adiknya, ibunya enggak
berlaku. Cuma dia doang yang berlaku.
Nah, namun dikatakan tiba-tiba nih kalau
peraturannya itu kemudian diubah
sehingga memperbolehkan ibu mereka yang
merupakan orang Vietnam untuk ikut
bermigrasi ke Amerika selama mereka
memiliki anak amerasia ini. Nah, lalu
ada kekurangan dari undang-undang ini
sebenarnya karena orang-orang Ameria ini
harus koordinasi dengan ayah mereka
terlebih dahulu yang merupakan orang
Amerika untuk bisa mendapatkan visa.
Masalahnya ini kan bakal sulit banget
bagi mereka, Geng. Karena sebagian besar
dari mereka enggak tahu siapa ayahnya.
Orang udah hilang begitu aja. Dan ada
juga mantan tentara Amerika yang
sebenarnya enggak tahu kalau ternyata
mereka memiliki anak atau bisa saja
mereka itu enggak mau mengakui anak
mereka yang merupakan ee anak-anak hasil
berhubungan dengan orang Vietnam,
perempuan Vietnam. Nah, tapi ada juga
informasi yang bilang kalau sebenarnya
banyak juga geng tentara Amerika ini
yang merasa menyesal karena sudah
meninggalkan anak-anak mereka di
Vietnam. Mereka selalu berharap bisa
memperbaiki kesalahan mereka dan ada
yang bahkan sampai mencari anak-anak
mereka. Nah, karena ada beberapa
hambatan inilah, akhirnya dibentuklah
lembaga-lembaga yang bertujuan untuk
membantu kepulangan anak-anak Amerasia
ke Amerika seperti Amerasia Without Out
Borders yang menggunakan pengujian DNA
untuk mengidentifikasi orang Amerasia
yang masih ada di Vietnam. Nah, terus
dilakukan juga advokasi untuk mereka
agar bisa pindah ke Amerika dan
mendukung mereka ketika sudah pindah ke
Amerika. Kemudian ada lembaga lain yaitu
Ameran Independent Voice of America dan
Amerasia Fellowship Association yang
ingin membawa kelompok Amerasia yang
masih ada di Vietnam untuk dibawa ke
Amerika. Data yang diambil dari Amersian
Independent Voice of America dan Ameran
Fellowship Association itu menyebutkan
enggak lebih dari beberapa ratus orang
Amerasia yang masih tinggal di Vietnam
dan akan terus melakukan perpindahan
orang Amerasia ke Amerika. Dan bahkan
ada sekitar 26.000 Ibu pria dan wanita
yang saat ini sudah berusia 30 tahun, 40
tahunan dan bersama dengan 75.000 ee
orang Vietnam yang merupakan ibu mereka
ya, anggota keluarga mereka yang
sekarang ya sedang berpindah ke Amerika.
Nah, tapi lagi-lagi geng upaya yang bisa
menyatukan orang Ameria dengan ayah
kandungnya juga enggak berjalan dengan
mulus. Mereka enggak tahu ayahnya di
mana. Nah, orang Ameria yang berhasil
bertemu dengan ayahnya ketika sudah
berada di Amerika itu enggak banyaklah.
Kesempatan mereka sangat kecil. Malah
ketika mereka sudah berada di sana,
mereka justru jadi terjebak, Geng.
Kenapa terjebak? Ya, karena mereka gak
punya pekerjaan, enggak punya
keterampilan apapun untuk bisa e mencari
pekerjaan di Amerika. Akibatnya, mereka
jadi terjerumus ke dalam lingkungan dan
pergaulan yang salah. Mereka malah
kecanduan narkoy ya, jadi anggota geng
dan berakhir di penjara. Dan saat ini
udah banyak kehidupan orang Amerasia
yang berubah. Mereka sudah menemukan
kebahagiaan mereka dan memiliki keluarga
yang harmonis bersama dengan ayah
kandung mereka di Amerika. Nah, tapi ya
itu sebagian kecilnya lah. Nah, sebagian
besar yang lain ya tetap tidak bisa
menemukan ayah mereka dan justru
berakhir di dalam lingkup kriminal. Nah,
sampai sekarang masih ada sisa-sisa
orang Amerasia yang masih berada di
Vietnam dan masih berharap mereka bisa
segera pergi ke Amerika dan bertemu
dengan ayah kandung mereka di sana. Nah,
namun selama mereka masih berada di
Vietnam, mereka masih dianggap sebagai
kaum level rendah, manusia yang enggak
dihargai. Itu dia, Geng, pembahasan kita
kali ini mengenai nasib dari anak-anak
keturunan bule Amerika yang ada di
Vietnam yang berbeda banget nasibnya
dengan ya anak-anak keturunan bule di
negara lain kayak di Indonesia. Mereka
justru mengalami diskriminasi dengan
wajah cakep mereka, wajah ganteng cantik
mereka. ternyata ya itu tidak
mendatangkan kemudahan bagi hidup
mereka. Gimana, Geng menurut kalian
tentang pembahasan kita kali ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.