THE COVID-19 PROTECTION SITE HAS BECOME A SCAM SITE?! ARE GOVERNMENT AUTHORITIES BACKING THE BOOK...
JxhFx9Cc3ZU • 2025-05-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Oke, gak kerasa ya, Geng. Era pandemi sudah berakhir sekitar beberapa tahun yang lalu. Mungkin kalian masih ingat ya sama salah satu aplikasi yang dipergunakan ketika era pandemi, yaitu aplikasi yang bernama Peduli Lindungi. Pertama, pastikan kamu sudah men-download aplikasi ini baik di Play Store maupun di App Store. Nantinya akan terdeteksi berapa jumlah pengunjung saat itu. Jika sudah melebihi ambang batas, maka kita diharuskan menunggu hingga jumlah pengunjung berkurang. Aplikasi ini ketika itu wajib banget dimiliki oleh semua orang Indonesia dan wajib scan barcode pakai Peduli Lindungi ini kalau mau masuk ke tempat-tempat yang lagi ramai seperti mall, taman, atau ke bandara. Kalau kalian udah vaksin, ya data kalian bakal tersimpan di aplikasi itu dan kalian bisa masuk ke tempat-tempat tadi. Tapi kalau misalkan kalian punya aplikasi peduli lindungi tapi kalian belum vaksin, nah kalian enggak bisa masuk. Nah, jadi dulu aplikasi Peduli Lindungi ini bisa dikatakan adalah aplikasi yang sakral. Nah, kita tuh udah kayak robot dulu. Kalau enggak ada nih aplikasi enggak bisa ke mana-mana. Setelah COVID meredah ya udah enggak pernah lagi nih kita pakai aplikasi ini dan tempat-tempat yang ramai juga udah enggak ada tuh barcode-barcodean ya kan? Sekarang enggak perlu nge-scan, tinggal masuk aja. Enggak perlu cuci tangan, cuci kaki, enggak perlu pakai hand sanitizer dan lain-lain. Enggak perlu pakai masker. udah apa ya kayak biasa lagi yang mana dulu kayaknya digadang-gadang sebagai new normal ke mana-mana harus pakai masker tapi akhirnya ya kayak gini lagi ya kayak kayak enggak pernah terjadi gitu dan aplikasi ini bisa dikatakan sudah mulai ditinggalkan dan gua yakin banget pasti kalian udah mulai uninstal lah atau mungkin masih ada tapi enggak pernah dibuka lagi. Peduli lindungi juga enggak cuma tersedia di dalam bentuk aplikasi di handphone, tapi juga ada situs yang bisa kita akses di website. Dan lama enggak kedengeran, mungkin sekitar 3 tahunan belakang, ya peduli lindungi tiba-tiba kembali dibicarakan. Ya, sesuai dengan apa yang kalian baca di judul dan juga di thumbnail. Bukan karena aplikasi ini dipakai lagi untuk kepentingan kita, tapi justru nih aplikasi udah kayak toko tua ya, kayak toko apa ya? kayak ruko-ruko udah terbengkalai, udah banyak tikusnya, udah banyak sarang laba-laba ya, tiba-tiba ditempati gembel. Kurang lebih kayak gitu. Jadi aplikasi Peduli Lindungi ini ternyata sudah beralih ke sebuah situs judi online. URL dan tangkapan layar menunjukkan bahwa situs peduliindungi.id telah mengalami penyusupan atau devastment dan menampilkan konten yang mengarah ke situs perjudian online. Kebayang enggak tuh, Geng? sebuah aplikasi sakral yang dulu mengikat kita, sekarang udah sepele banget, udah jadi situs judul dan platform ini ya ini kan buatan pemerintah ya kan dibangun pakai pajak dari rakyat harganya mahal bisa-bisanya beralih menjadi situs judul terus geng timbul rumor nih ini kenapa bisa nih beralih ke situs judul kok bisa mempromosikan situs judul cuma ada dua kemungkinan yang pertama ya itu aplikasi ya dipasangin ads sehingga ads nya enggak bisa difilter. Termasuk ads dari judul juga bisa masuk ke sana ya alias dipromosikan. Nah, atau kemungkinan kedua ini aplikasi ini website sudah di-hack di-hack oleh hacker. Nah, dan di sini kita bisa lihat bahwa ini benar-benar mengerikan. Banyak masyarakat yang menilai pemerintah tidak bisa mencegah serangan hacker, tidak bisa menjaga kerahasiaan, tidak bisa menjaga aset milik negara kayak gini. yang mana ini benar-benar sebuah ancaman buat kita semua. Karena kan peduli lindungi itu ada data pribadi masyarakat di sana, ada database warga negara Indonesia di sana. Kok bisa-bisanya mempromosikan judul terus dikatakan alasannya karena dibobol oleh hacker. Namun, geng, ya kalau kita berbicara tentang hal ini udah menjadi rahasia umum, ya kan kalau perkembangan judul di Indonesia itu sangat pesat. Mati satu tumbuh 1000. Dan salah satu alasannya adalah karena ada oknum yang bermain ya oknum dari pemerintahan sendiri pernah tertangkap bermain dan melindungi judul. Dan di video kali ini kita bakal membahas nih mengenai situs peduli lindungi yang tiba-tiba mempromosikan atau dialihkan fungsinya menjadi ke situs judul serta kasus oknum pegawai dari pemerintahan yaitu Kominfo yang tertangkap melindungi situs judul. Nah, gua dulu pernah ngebahas juga tentang ini dan sekarang sudah ada update terbarunya nih tentang kasus tersebut. Oke, langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar [Musik] Jerry Genggeng. Oke, untuk pembahasan pertama kita langsung membahas tentang aplikasi peduli lindungi yang sudah mulai mengarah ke situs judul. Nah, jadi geng gua reminder sedikit peduli lindungi itu memiliki berbagai fungsi penting seperti salah satunya memberikan peringatan dini kepada para pengguna kalau mereka berada di zona yang beresiko tinggi terhadap penularan virus. Terus melakukan kontrak tracing untuk mengidentifikasi potensi penyebaran dan memberitahukan penggunanya kalau mereka pernah berinteraksi dengan seseorang yang terkonfirmasi positif COVID. Nah, secanggih itulah dulu ya bayangan kita nih aplikasi ini wih canggih parah gitu. Nah, selain itu peduli lindungi ini juga menjadi aplikasi penting untuk men-download sertifikat vaksin COVID dan menampilkan hasil tes COVID mau itu yang PCR ataupun antigen. Nah, hal ini menjadi syarat untuk bisa mengakses berbagai layanan publik seperti mau ke mall, stasiun, halte, bandara, dan lain sebagainya. sampai ibu hamil aja nih udah mau brojol kalau enggak ada nih aplikasi ya dibiarin aja tuh meninggoy meninggoy dah tuh ibu hamil dan di saat itu aplikasi ini lebih penting daripada nyawa orang bisa gua jamin kalian bisa lihat sendirilah berita-beritanya nah jadi ini bisa dikatakan dulunya itu seperti nyawa kita lah ke mana-mana harus bawa ini aplikasi kalau enggak kita enggak bisa bergerak dan seperti yang sudah gua sebutkan di awal pedulu lindungi ini enggak cuma berbentuk aplikasi di handphone tapi juga bisa diakses melalui internet berupa situs atau webah jadi pasti banyak data orang Indonesia yang tersimpan di platform Peduli Lindungi ini. Jadi, udah punya bayangan nih kalian ya, data kita nih, database kita, data diri kita nih ada di sana yang mana ini sangat sakral ya kan. Pemerintah wajib menjaga dengan ketat. Terus, Geng, setelah program vaksinasi dilakukan di berbagai daerah di seluruh Indonesia dan juga kasus positif COVID sudah mulai menurun dan bahkan enggak pernah dibahas lagi, aplikasi ini udah mulai ditinggalkan dan enggak terpakai lagi. Bahkan sudah banyak yang lupa mungkin. Nah, cuma tetap aja meskipun sudah diuninstal dia ya, data kita yang ada di Peduli Lindungi ini tetap ada di sana dan enggak terhapus. Dan sama juga dengan yang ada di situs atau di website-nya. Walaupun udah jarang dibuka, bahkan gak pernah dibuka lagi oleh orang Indonesia, tetap aja data kita masih disimpan di sistem peduli lindungi itu. Nah, terus geng setelah 3 tahun ditinggalkan, tiba-tiba ramailah berita tentang platform peduli lindungi ini, terkhususnya yang ada di website karena ketahuan ternyata ini website sudah beralih menjadi situs judul. Nah, tapi pengakuannya dikatakan kalau aplikasi ini sudah di apa ya? Ee diserang, mendapatkan serangan cyber atau di-hack, dibobol gitu. Gua pertama kali tahu kabar ini tuh dari X ya, jadi platform yang memang cepat banget untuk menyampaikan informasi. Ketika itu dikatakan ada seseorang yang mencoba membuka situs peduli lindungi entah untuk kepentingan apa ya mengingat situs tersebut udah enggak digunakan lagi sekarang. Tapi untungnya ada yang ngecek jadi kayak kangen mungkin ya. Ini gimana sih kabarnya? Perlu dilindungi apa masih dipakai apa enggak? Ya kayak orang-orang kangen sama dulu ada Friendster ada e Sound Click ya kan ada Sound Cloud gitu-gitu dah. Nah, jadi ngecek tuh apa kabar ya gitu. Nah, ternyata pas dicek nih jadilah ketahuan di saat itu. Di saat dibuka itu website Peduli Lindungi biasanya kan di beranda itu akan tampil menu utamanya. Nah, sementara untuk saat ini ketika dibuka justru situs peduli lindungi ini malah justru dialihkan ke sebuah situs judul seperti slot, togel, poker, dan live casino. Kacau enggak tuh? Berarti data kita tuh udah diketahui tuh, udah diambil tuh sama bos-bos judi ya kan. Situs judul tersebut diketahui masuk ke dalam domain albergas.org. Nah, situs ini menampilkan konten yang diduga kuat sebagai layanan judul yang beroperasi secara terselubung di balik kedok permainan. Situs judul yang menggunakan nama planet bola 88 ya. Nah, kalian juga pasti familiar lah dengan nama situs-situs seperti ini yang memang identik dengan judul. Dan di situsnya tersebut terdapat gambar yang sangat ikonik untuk kalian para otak-otak judul ya. yaitu kakek Zeus ada di sana. Dia yang mana ini sering banget dikaitkan dengan keberuntungan dan kekayaan memang. Makanya jadi ee logonya judul gitu. Nah, jadinya geng saat berita ini beredar, netizen Indonesia terutama yang di X langsung panik karena kan data-data kita itu di sana masih tersimpan di situs tersebut. Kalau sebuah platform mau itu situs ataupun aplikasi sudah diretas ya ini kan dianggapnya diretas nih ya saking enggak dijaganya mungkin kemungkinan besar bakal akan sangat-sangat memungkinkan data-data yang tersimpan di sana bakal disalahgunakan atau dijual ke Dak Web untuk dipakai dalam kejahatan ee jejaringan. Nah, dikatakan kalau peduli lindungi masih menyimpan sekitar 105 juta data pribadi dari para penggunanya yang notabandnya itu adalah rakyat Indonesia. Data-data ini termasuk informasi mengenai kesehatan, identitas orang-orang, ya, alamat lu, KTP lu, semuanya. Nah, ini bahaya banget. Nah, bayangin tuh, Geng. Ada 105 juta data yang berpotensi disalahgunakan dan salah satu datanya adalah data kalian yang di rumah. Ya, walaupun kalian merasa kayak, "Ah, aing mah teu peduli." Ya kan, enggak peduli atuh, bodo amat cita-cita aing jadi ormas misalkan gitu ya. Tapi hati-hati nanti tiba-tiba ada pinjol ya, ada tagihan pinjol ke rumah lu. Nah, karena kenapa? Data lu disalahgunakan sama hamkerhker Z ini gitu ya. Jadi bahaya tuh para hacker-hacker itu. Jadi apa ya? Harus aware lah. Harus e apa ya? Peduli gitu. Peduli tapi tidak dilindungi ya seperti situs ini. Jadi kalian tuh harus peduli sama data kalian. Kalian harus ya kalau gua bilang panik ya harus paniklah. data kalian disalahgunakan, Geng. Bukan ap-ap gitu. Kalian bolehlah merasa kayak hidup kalian enggak berguna, mau diambil apaan. Tapi kalau tiba-tiba kalian ada tagihan ee pinjol, gimana? Itu kalian enggak pernah nikmati duitnya, tiba-tiba kalian harus membayar pinjol itu. Kan kacau tuh. Nah, berita ini tentunya menimbulkan reaksi keras dari netizen yang kebanyakan menyayangkan nih pihak pemerintah yang dianggap tidak bisa menjaga platform mereka sendiri. Padahal di sana banyak data-data penting masyarakat. Nah, kasus yang dianggap sebagai pembobolan platform pemerintah ini bukanlah sebuah kejadian baru atau satu dua kali terjadi. Tapi kan udah sering banget kita ngerasain hal kayak gini. Contohnya nih, waktu itu ada pusat data nasional sementara atau PDNS, terus ada database BPJS, database Polri, database Kejaksaan Agung, database DPR dan ada beberapa yang lain juga pernah kebobolan. Nah, kejadian berulang kayak gini seperti bentuk ketidaksan pemerintah untuk melakukan evaluasi gitu dan tidak meningkatkan keamanan cyber di platform yang mereka bangun sendiri. Padahal dananya ratusan miliar loh ngebangun platform-platform begini loh. Nah, pihak yang terkena sorotan dari netizen itu siapa lagi kalau bukan Kominfo yang sekarang sudah berganti menjadi KOMDigi. Nah, karena KDI inilah yang bertanggung jawab dalam mengawasi regulasi dan teknis serta pengamanan segala situs serta aplikasi di Indonesia. termasuk yang dibuat oleh pemerintah yaitu ya peduli lindungi ini salah satunya. Terus ada juga yang menyalahkan Kemenkes karena peduli lindungi ini adalah platform yang dibuat dan dikelola oleh Kementerian Kesehatan ya walaupun Kementerian Kesehatan ini khusus menangani segala hal yang berbau medis berhubungan dengan medis, namun karena platform ini disediakan oleh mereka semasa COVID buat kita semua ya tetap aja gitu ini jadi tanggung jawab mereka. Pengelolaan dan keamanan peduli lindungi menjadi tanggung jawab mereka. Mereka harus tahu ini kok bisa dari akun kesehatan yang menyimpan data kesehatan masyarakat tiba-tiba ke judul. Kok bisa, Bapak-bapak? Ini pegawainya kebanyakan nge-Tiktok nih. Aduh. Oke, terus, Geng. Akhirnya kan ini jadi viral nih sekarang setelah berita tentang pembobolan pedulindungi ini viral di media K Menkes atau Kementerian Kesehatan sebagai penyedia platform barulah buka suara melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes yang bernama Pak Haji Muhawarman yang mana dia bilang kalau peduli lindungi sudah tidak digunakan lagi dan segala fitur yang ada di platform tersebut dialihkan ke platform lain yaitu Satu Sehat sejak bulan Maret tahun 2023 yang bisa diakses melalui situs sathat.cemenkas. keincast.go.id atau aplikasi yang bisa di-download di App Store maupun di Play Store. Nah, ini nih kayak gini-gini nih yang apa ya? Bingung gua kayak tiba-tiba klarifikasi gitu. Oh, enggak datanya udah kita pindahin kok, enggak di situ lagi. Udah di ee satu sehat. Kita selama ini masyarakat ya yang hidupnya udah capek banget nih dengan apa aplikasi peduli lindungi ini ya kan. Ke mana-mana mesti scan barcode. Scan barcode. Tiba-tiba data kita dipindahin tidak ada pemberitahuan apa-apa. Gua gak pernah baca tuh ada beritanya apa gua yang kurang baca kali ya. Padahal tiap hari gua ngulik berita loh. Tapi terus kalau misalkan okelah katakanlah ya ya udahlah kita kita yang gaptake nih. Kita yang ketinggalan informasi misalkan ya kita enggak up to date karena kita tidak tahu bahwa satu sehat adalah platform yang baru yang menyimpan data-data yang ada di peduli lindungi katakanlah begitu ya. Tapi yang jadi koncern gua, kenapa peduli lindunginya tidak di-take down, tidak dihapus sampai bisa disalahgunakan oleh pihak lain untuk judul ini beneran dibobol atau dijual nih? Itu kayak yang jadi pertanyaannya. Nah, makanya kayak kok kita bernegara sebecanda itu ya? Enggak kayak orang lain gitu lihat Rusia, lihat enggak usah jauh-jauh deh Malaysia gitu ya. Kok kayak negara kita bercanda banget soal keamanan database masyarakat ya. Kacau parah. Nah, lalu geng kita lanjut nih. Karena sudah dipindahkan semuanya ya, pihak Kemenkes mengatakan segala sesuatu yang berkaitan dengan pengelolaan termasuk urusan keamanan sampai ke website-nya itu bukan lagi kemenangan dari Kemenkas. Jadi, urusan peduli lindungi udah disalahgunakan itu Kemenkes sudah enggak mau tahu gitu. Nah, namun situs peduli lindungi ini masih ada. Jadi kalian masih bisa search di Google dan kalau sekarang Kinc mengelola lagi peduli lindungi dan ya jadi pertanyaan buat kita, siapa yang mengelola website tersebut? Ya kan? Seperti yang gua katakan tadi, kenapa enggak di-take down aja kalau enggak dipergunakan? Orang kita kalau misalkan ada gedung tua, ruko yang tidak terpakai, Either itu disewain kalau enggak dihancurin biar enggak jadi tempat gembel gitu ya. Ini kan hacker-hacker yang judul-judul ini gembel nih jatuhnya nih. Dan dari informasi yang disampaikan oleh Pak Haji, di saat ini Peduli Lindungi sudah dikelola oleh Telkom Indonesia. Waduh, melempar bola liar ya kan? Kalau dianggap ditangani oleh Telkom berarti judul-judul itu yang tanggung jawab orang Telkom gitu ya. Aduh, gimana nih? Halo Telkom. Nah, terus geng entah apa alasannya ya ee kenapa peduli lindungi ini jadi dialihkan ke Telkom dan dipergunakan untuk apa itu enggak jelas ya. Padahal seharusnya kita sebagai masyarakat tuh punya hak untuk tahu itu. Tapi enggak pernah ada berita atau informasi tentang hal itu. Dan ya kita enggak pernah tahu kalau peduli lindungi sudah berpindah tangan gitu. Dan karena sudah tidak lagi dibawa ke MKES ya menurut pihak Kemenkes nih, Pak Haji menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap permintaan data pribadi yang bersumber dari situs peduli lindungi agar tidak terjadi kebocoran data yang lebih lanjut. Nah, sekarang situs peduli lindungi sudah kembali seperti biasa nih setelah viral dan bisa diakses dengan normal. Nah, tapi walaupun begitu ya anggapan tentang peretasan terhadap peduli lindungi masih jadi perhatian serius bagi masyarakat. Sebab dari insiden ini ya menunjukkan kalau aset digital milik pemerintah meskipun sudah enggak lagi aktif atau tidak terpakai itu masih berpotensi menjadi target dari serangan cyber yang dilakukan oleh hacker dan itu sangat berbahaya. Bahayanya buat siapa? Buat kita pribadi nih masyarakat. Lagi-lagi gua ulangin nih. Kalian boleh enggak peduli dengan data pribadi kalian, tapi kalau tiba-tiba ada tagihan hutang, tagihan kredit pinjol ke rumah kalian, ya itu salah kalian sendiri. karena kalian tidak peduli dengan data milik kalian sendiri. Nah, ini serem, Geng. Hal-hal kayak gini jangan dianggap sepele. Kementerian Komunikasi dan Digital memblokir situs Pedulilindungi.id setelah sebelumnya sempat disusupi kontak Jud. Terus selain itu karena situs peduli lindungi ini udah diarahkan ke situs judul ya seperti mengindikasikan bahwa judul masih menjamur di negara kita sampai-sampai platform milik pemerintah sekalipun jadi target untuk mempromosikan judul ini. Yang ditakutkan adalah insiden serupa bisa terjadi di platform pemerintah yang lain yang masih aktif. Justru kan lebih parah lagi. Dan kekhawatiran ini ya benar-benar terjadi. Benar aja gitu. Enggak lama setelah berita situs Peduli Lindungi Diretas, akun resmi KPU yang ada di X juga dilaporkan mengalami pembebolan atau peretasan oleh hacker dan hackernya menggunakan akun tersebut untuk mempromosikan judul. Kacau enggak tuh akun resmi KPU loh. Ada lima unggahan di akun X KPU yang mana salah satunya mempromosikan situs judul yang bernama Mahazeus dengan tulisan kayak gini nih. Kalian jangan meributkan tentang ijazah. Saya membenarkan itu dan juga anggota komisioner KPU daripada kalian meributkan hal yang seperti itu, mending kalian bermain di website Mahazeus. Tulisannya kayak gitu. Dan ketika pihak KPU mengetahui akun mereka mengalami peretasan, ya mereka langsung melaporkan kepada pihak X dan menyerahkan investigasi kepada Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN. Nah, peretasan tersebut kemudian ditindaklanjuti dan akun X KPU akhirnya berhasil dipulihkan dan sudah kembali ke tangan pihak KPU. Nah, kalau berbicara tentang judul ya, Geng. Ini memang menjadi salah satu permasalahan di negara kita yang enggak kunjung-kunjung selesai dan ya sudah menjadi perhatian pemerintah beberapa tahun terakhir. Tapi masalahnya adalah ternyata judul ini justru dilindungi oleh oknum-oknum. Salah satunya ya oknum pemerintah yang berwenang, yaitu oknum dari KOMDigi sendiri. Dan kasus ini udah sempat gua bahas ketika pertama kali terungkap dan sekarang ya udah ada update terbarunya ternyata dari kasus tersebut yang bakal gua bahas nih pembahasan selanjutnya. Tapi ya buat kalian yang bingung ini kok tiba-tiba lompat ke update kasus pegawai Komdi yang melindungi judul nih. Nah, mungkin kalian bisa nonton dulu konten gue yang ini yang sebelumnya. Nah, setelah itu kalian bisa lanjutkan ke sini karena ini adalah perkembangan dari kasus tersebut. Sekarang kita masuk nih ke update kasus oknum pegawai KOMDigi yang melindungi situs judul. Oke, sebelum kita mulai pembahasan tentang update kasus perlindungan situs judul oleh pihak Kominfo yang sekarang menjadi Komigi, ya. Di sini gua mau disclaimer dulu ya, alur cerita ini atau pemberitaan ini gua ambil dari artikel-artikel yang ada di media. Nah, jadi di sini ada beberapa nama yang terlibat namun belum dinyatakan secara sah sebagai pelaku. Nah, jadi yang gua sampaikan ini adalah sebuah alur cerita yang sekarang sedang banyak di media. Nah, ini bukan opini pribadi gua ataupun gua langsung yang me-research ke lapangan ya. Jadi, gua di sini hanya merangkumkan untuk kalian. Oke, jadi geng kasus oknum pegawai kondigi yang melindungi situs judul yang beredar di Indonesia sempat menghebohkan di tahun yang lalu dan udah gua bahas sekitar 6 bulan yang lalu. Nah, singkatnya nih, Geng, ya. Ketika itu polisi menangkap 10 orang yang terlibat di dalam kasus ini yang merupakan oknum pegawai KOMDigi yang juga terdiri dari staf ahli. Nah, kemudian setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut terungkap nih kalau jumlah orang yang terlibat di dalam kasus ini lebih banyak lagi dan totalnya mencapai 28 orang. Dan di antara 28 orang ini masih ada beberapa orang yang belum tertangkap tapi sudah masuk ke dalam list DPO oleh pihak kepolisian. Dan di akhir bulan April kemarin kasus ini udah masuk ke tahap persidangan. Nah, terhadap empat orang yang terlibat di dalam kasus ini itu ada yang namanya Zulkarnain Apriliantoni, ada Adi Kismanto, ada Alwin Jabati Kimas, terus yang terakhir Muhrizan alias Agus. Nah, apa peran dari mereka berempat ini, Geng? Nah, gua bakal jelaskan tentang peran mereka karena di pembahasan sebelumnya tuh agak kurang lengkap ya, disebabkan kasus ini masih di dalam pengembangan. Nah, sekarang update-nya udah lebih jelas. Nah, jadi geng aksi ini udah dilakukan sejak tahun 2023 yang mana di saat itu salah satu tersangkanya yaitu Alwin yang merupakan direktur utama PT Jelas Tanda Tangan Bersama yang juga disebut-sebut sebagai penghubung antara bandar Judul dengan pegawai Kominfo yang sekarang sudah menjadi Komdigi. Dia berkenalan dengan seseorang yang bernama Jonathan yang di saat ini statusnya masih buron dan merupakan pengelola dari salah satu situs judul. Mereka ini ketemu di sebuah klub malam dan Alwin ini cerita kepada Jonathan mengenai statusnya dia sebagai penghubung bandar judul dengan Kominfo. Dalam kesempatan itu, Jonathan minta ke Alwin untuk mencarikan seseorang dari Kominfo yang bisa diajak kerja sama demi bisa melindungi situs judulnya dia biar enggak diblokir. Nah, Alwi pun menyanggupi permintaan itu. Dan selanjutnya Alwin ini berkoordinasi dengan seorang pegawai Kominfo yang namanya Emil. dan dia menanyakan, "Apakah ada nih orang di Kominfo yang bisa diajak kerja sama, yang mau berkhianat, yang mau menyeleweng gitu untuk melindungi situs judul. Dan Emil bilang, "Ada nih orangnya dia nemu." Dan singkat cerita, pada bulan Maret tahun 2023, Emil memperkenalkan Alwin dengan Fakri Zulfikar di sebuah restoran yang berada di kawasan Kebon Siri, Jakarta Pusat. Di dalam pertemuan itu, Alwin ini minta ke Fakri untuk m-backingi tiga situs judul agar enggak diblokir oleh Kominfo selama 1 bulan. Nah, adapun tarif yang diberikan oleh Alwin itu sebesar R1 juta per situsnya. Sehingga kalau ditotal Fakri bakal mendapatkan Rp3 juta dari Alwin. Nah, yang mana uang yang diberikan oleh Alwi ini juga berasal dari Jonathan dan Jonathan sebenarnya ngasih duitnya itu sebesar R,5 juta kepada si Alwi untuk satu website-nya. Nah, jadi Alwi ini potong Rp500.000 untuk hak dia per website dan Fakri pun di saat itu menyanggupi permintaan Alwi. Dan berlanjut nih di bulan April 2023, Alwi kembali menyerahkan 21 situs judul dari Jonathan kepada Fakri dan diminta untuk tidak diblokir oleh Kominfo. Dan di saat itu Fakri ini kembali menyanggupi dia terimalah uang sebesar 21 juta dari total 21 situs itu. Nah, di bulan Mei 2023, Alwi menyerahkan lagi lebih banyak lagi yaitu sekitar 60 situs judul. dari Jonathan kepada Fakri dengan uang sebesar Rp60 juta. Nah, hal ini terus berlanjut tuh sampai bulan Juni 2023 udah ada sebanyak 100 situs judul. Nah, namun karena website judul yang dijaga semakin banyak, akhirnya Fakri ya meminta penambahan anggota agar bisa menangani situs-situs tersebut karena kan ini udah makin berat nih kerjanya. Nah, akhirnya dia tambah anggotalah dua orang, yaitu yang bernama Yuda Rahman Setadi dan Yoga Prianka Sihombing. Serta dia minta juga agar dinaikkan tarifnya jadi persitus menjadi R juta. Dan di dalam pertemuan tersebut, Alwi menyerahkan tiga handphone yaitu iPhone 12 beserta nomor luar negeri untuk mendukung operasional dalam melindungi situs judul itu. Nah, semuanya deal lah di situ dengan harga yang lumayan. Bayangkan aja tuh 100 situs judul ya per bulannya tuh R200 juta. R200 juta. Mereka cair dari situ. Terus geng aksi ini terus berlanjut sampai akhirnya mereka mengajak lebih banyak orang untuk bergabung karena semakin banyak situs yang harus dijaga dan tarifnya pun semakin meningkat yaitu sebesar Rp8 juta per situsnya. Kebayang tuh dari R juta jadi R8 juta. Berarti kalau ada 100 situs judul berarti mereka dapat R800 juta. Dan di bulan Juli, Agustus hingga September 2023, Alwin setiap bulannya menyerahkan sekitar 50 situs judul untuk dilindungi disertai dengan uang sekitar Rp1 miliar. Nah, singkat cerita nih, Geng. Muharij mengetahui adanya praktik perlindungan situs judul setelah mendengar adiknya yaitu Mukhlis Nasution berkoordinasi dengan ketua tim pengendalian konten internet illegal Kominfo yang bernama Denden Imaduddin Saleh melalui telepon sekitar bulan Februari atau Maret 2024, Muhrijan ini bertemu dengan Denden di sebuah hotel yang berada di Sunter, Jakarta Utara. Di dalam pertemuan itu, Murijan mengancam bakal melaporkan praktik tersebut kepada Pak Budi Ari yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi. Nah, namun Murijan memanfaatkan nih kesempatan ini. Dia ingin meminta uang tutup mulut sebesar R,5 miliar. Nah, mendapatkan tekanan dari Murijan, Denden pun akhirnya mau enggak mau menyanggupi dan memberikan uang kepada Muhrijan secara bertahap, termasuk dengan transfer ke rekening yang dipinjam dari seseorang yang pernah bekerja sebagai tukang taman. Ya, jadi biar enggak kebaca gitu, dipinjamlah ee apa rekening tukang tamannya dia. Dan si tukang taman ini namanya itu adalah Jujun Juanda. Nah, ditransferlah ke sana uangnya. supaya Muhrijan gak ketahuan dia menerima suap itu. Tepat pada keesokan harinya nih, Denden ini menyerahkan uang tunai senilai Rp900 juta kepada Murijan serta memberikan 15.000 Singapura di kantor Kemen Kominfo. Nah, di bulan Maret 2024, Murijan ini kembali menghubungi Denden untuk meminta uang lagi. Namun ketika itu, Denden bilang kalau praktik melindungi situs judul udah berhenti. Karena salah seorang yang bernama Adi Kismanto melakukan patroli cyber secara mandiri untuk memblokir situs tersebut. Nah, kehadiran Adik Kis Manto di Kementerian Kominfo disebut-sebut sebagai perhatian dari Budi Ari untuk memberantas judul. Karena itulah Denenden dan rekannya yang lain enggak lagi mendapatkan uang dari Alwin. Nah, tapi Mijan enggak nyerah, Geng. Dia ingin tetap mendapatkan uang tersebut dengan menjalin kembali hubungan dengan Denden. Tujuannya agar dia bisa meminta Denden untuk memperkenalkan dia dengan si Adi. Nah, akhirnya permintaan tersebut ditolak nih oleh Denden. Tapi dia tetap mengirimkan biodata Adi kepada Murijan. Jadi, enggak dipertemukan atau dikenalkan, tapi dikasih aja datanya. ini datanya orangnya yang ini gitu. Nah, akhirnya Adi ini dihubungilah yang mana ketika itu Mijan mengaku sebagai utusan dari direktur Kementerian Kominfo. Barulah keesokan harinya mereka berdua sepakat untuk bertemu di sebuah kafe yang berlokasi di Senopati, Jakarta Selatan. Murijan di saat itu ya langsung-langsung nih dia bilang kalau praktik melindungi judul itu perlu dilanjutkan karena Denden sendiri mendapatkan keuntungan dari sana. Nah, oleh karena itu dia menawarkan Adi uang sebesar R sampai R5 miliar atau 20% dari total keseluruhan situs judul yang mereka lindungi. Nah, di dalam hal ini siapa yang enggak tergiur gitu, Geng? Ya, karena dia tergiur dengan nominal yang ditawarkan, Adi pun akhirnya setuju. Nah, setelah itu Murijan menelepon Dinden dan di depan Adi ya, dia telepon langsung. Di situlah disampaikan kalau kesepakatan soal pembakingan situs judul sudah tercapai dan situs-situs tersebut siap kembali diaktifkan dan dijaga lagi. Nah, terus masih di dalam kesempatan yang sama nih, Adi kemudian memperkenalkan Mriijan kepada sosok yang bernama Zulkarnain Apriliantoni yang merupakan mantan komisaris PT Hotel Indonesia Nor dan sempat aktif di dunia politik. Nah, kalian cari aja sendirilah peran beliau di perpolitikan Indonesia itu. Terutama ketika pemilihan Presiden 2024. Ada tuh. Nah, Zulkarnain ini adalah orang yang memperkenalkan Adi kepada Pak Budi Ari sehingga Adi bisa bekerja di Kominfo. Dan di saat itu Zulkarnain memperkenalkan diri sebagai orang yang dekat dengan Pak Budi Ari. Nah, di sanalah disepakati lagi Morijan akan memberikan bagian kepada Zulkarnain sebesar Rp3 juta per website. Nah, pada awalnya Zulkarnain ini nolak tawaran tersebut karena dianggap nominalnya kecil banget. Nah, cuma Murijan menjelaskan kalau dia cuma bisa memberikan R3 juta kepada Zulkarnain karena Denden meminta bagian yang sangat besar. Nah, setelah itu Murijan menghubungi Denden di hadapan Zulkarnain dan juga Adi untuk menyampaikan hasil pertemuan. Dan Denden pun mengatakan siap untuk memulai kembali penjagaan website judul ini. Nah, terus geng di kesempatan lain Murijan dan Zulkarnain kembali bertemu di sebuah kafe yang sama untuk membahas penjagaan situs judul ini. Di sanalah geng nama mantan Menteri Kominfo muncul di dalam agenda pembahasan pembagian uang. Mereka membahas tarif penjagaan situs judul yang akan dipasang tarif sebesar Rp8 juta per situsnya dengan pembagian Adi mendapatkan 20%, Zulkarnain 30%, dan Pak Budi Ari dikatakan mendapatkan 50% dari semua situs judul yang bakal diblokir. Nah, di sisi lain Muhrijan ini bersama dengan komplotannya yaitu Muklis dan juga Denny Mariono itu sepakat untuk melakukan penjagaan terhadap situs judul. Di dalam kerja sama itu, Muhrijan menerima sekitar 120 situs dari Ferry alias William alias Acayi yang kemudian diserahkan kepada Adi untuk disortir. Pyortiran situs ini dilakukan dengan menghapus yang sudah membayar dari daftar blokir. Sementara daftar yang sudah dipilah akan dikirimkan ke tim TKPPSE. Lalu Muklis kemudian mendapatkan dua agen situs judul baru yaitu Benny Hardi dan juga Harry Effendi yang sudah mengelola situs yang bernama Keris 123 sejak tahun 2022. Nah, situs tersebut dijalankan bersama seorang leader yang bernama Alvin dan juga lima staf customer service. Nah, mereka berdua ini tertarik untuk bergabung di dalam jaringan pengamanan situs judul dan akhirnya Muklis menawarkan tarif pengamanan sebesar R juta per situsnya dan disepakatilah oleh Harry serta Benny. Dan dari sinilah Harry ini kemudian mengajak rekan-rekannya yang lain yaitu salah satunya Helmi Fernando, Bernard alias Otoy, dan Budianto Salim untuk mengumpulkan situs-situs judul agar tidak diblokir. Terus geng, seiring bertambahnya jumlah dari agen situs judul, Muklis dan Deni berinisiatif untuk membuat grup WhatsApp yang bernama Anak Medan FC untuk mempermudah komunikasi antar mereka. Dan grup tersebut beranggotakan Muklis, Denny, Harry, Helm, Bernard, dan Budianto serta Benny Hardi. Nah, dari kerja sama mereka ini ada sebanyak 600 situs judul yang berhasil dikumpulkan dan mereka kelola. Mukhlis kemudian menerima tambahan sekitar 30 situs judul dari agen baru yang bernama Paulus alias Bank Pesek yang masih buron. Sehingga total dari situs yang mereka kelola itu sampai dengan 750 situs di saat itu. Nah, seiring bertambahnya jumlah situs judul yang harus mereka jaga agar enggak diblokir, Muhrijan membuat Google Sheet untuk memudahkan mereka mengetahui situs-situs yang mereka kelola dan bisa diakses oleh mereka, oleh Adi ya, oleh Muklis dan juga Denny dan juga kode CNC 5-HE yang digunakan untuk situs yang berasal dari agen Harry, Helm, dan Bernard, serta Budianto dan Benny Hardi. Sementara ada lagi kode lain yaitu kode CNC 4-S yang digunakan untuk situs milik Paulus alias Bank Pesek. Dan dari aksi ini, Muklis menerima dana sebesar 9,75 miliar yang kemudian diserahkan kepada Mukijan sebesar 9,3 miliar di dalam pertemuan di sebuah rumah makan yang berada di kawasan PIK 2. Wah gila cair, Boy. Dan lalu pada bulan April 2024, Adi pun bertemu dengan Denden untuk mengusulkan agar praktik ini dilakukan secara terpusat. Dan Denden menyetujui hal ini dan memberikan kontaknya Alwin yang kemudian diteruskan kepada Muhrijan. Dan Muhrijan segera menghubungi Alwin dan mengatur pertemuan di sebuah hotel yang berada di Sunter. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Murijan, Alwin, dan Adi. Dan Alwin menyampaikan niatnya untuk kembali mengkoordinasikan penjagaan situs dengan imbalan 6,5 juta per situs setiap bulannya. Tapi tawaran tersebut ditolak oleh Mijan karena menganggap imbalannya terlalu kecil. Adi dan Mrijan kemudian mempertemukan Alwin dan juga Zulkarnain dan diajak berbicara secara pribadi di sebuah ruangan VIP. Di dalam pembicaraan tersebut, Zulkarnain meyakinkan Alwin mengenai kedekatannya dia dengan Pak Budi Ari dengan menunjukkan isi dari percakapan mereka. Nah, setelah negosiasi Alwin ini setuju untuk menaikkan tawaran menjadi 7 juta per situs setiap bulannya. Hanya saja Zulkarnain ini meminta lebih yaitu R8 juta dan dibayarkan di dalam mata uang dolar Singapura. Dan kesempatan tersebut tercapai dan Alwin pun menyerahkan daftar sebanyak 115 situs perjudian yang harus mereka jaga. Gila ya, rapi banget permainannya. Lalu, Geng, pada 19 April 2024, Adi Kismanto menerima kabar bahwa Pak Budi Ari menginstruksikan agar aktivitas penjagaan situs tidak lagi dilakukan di lantai 3. Menindaklanjuti hal tersebut, Zulkarnain dan Adi mendatangi Pak Budi Ari di kediaman dinasnya di kawasan Widya Candra, Jakarta Selatan. Dan dalam pertemuan itu disepakatilah kalau kegiatan penjagaan akan dipindahkan ke lantai 8, tepatnya di bagian yang menangani pengajuan pemblokiran. Nah, masih pada bulan yang sama nih, Geng. Pak Adi bersama Syamsul, salah satu orang yang mengamankan situs judul di Kominfo kembali bertemu dengan Zulkarnain yang di saat itu menyampaikan bahwa Pak Budi Ari sudah mengetahui adanya praktik penjagaan situs ini. Namun meyakinkan bahwa kegiatan tersebut tetap bisa berjalan karena kedekatannya secara pribadi dengan sang menteri. Zulkarnaen, Adi Alwin, dan Muhrijan sepakat menjalankan peran mereka masing-masing dalam pengelolaan praktik penjagaan situs ini. Dan Zulkarnain berperan sebagai penghubung dengan Pak Budiari. Sementara Adi bertanggung jawab menyortir situs judul yang telah diinput di dalam Google Sheet agar dikeluarkan dari daftar pemblokiran. Nah, Alwin ditunjuk sebagai bendahara yang mengatur distribusi dana. Sedangkan Muhrijan menjadi penghubung dengan para agen yaitu ya Muklis Nasution dan juga Denny Mariono. Dan untuk mempermudah komunikasi internal ADI ini membentuk grup Telegram yang bernama Service AC. Nama grup Telegramnya Service AC. dibentuknya tuh ya pada bulan Mei tahun 2024 dan digunakan untuk membahas mengenai strategi pengamanan situs judul dari pemblokiran oleh Kementerian Kominfo. Nah, anggota grup tersebut antara lain Samsul Arifin, ketua pengendalian konten internet ilegal yang bernama Radika Prima Wicaksana, PNS dari Kominfo yang bernama Muhammad Abinda Taib N, serta pegawai non ASN di Kominfo. Dan selain itu dokumen Google Sheet yang mencatat ribuan situs beserta kode pengusul juga diakses oleh beberapa pihak lain termasuk Taib, Radika, Alwin, dan juga Muhrijan, Muklis, serta Alvin. Nah, Alvin ini masih DPO dan dikelola secara berkala. Terseretnya nama Pak Budi Ari di dalam kasus ini menjadikan beliau masuk ke dalam list orang-orang yang akan diperiksa oleh kepolisian. Dan menanggapi rencana tersebut, Pak Budi Ari menyatakan kesiapannya untuk diperiksa. Beliau mengklaim kalau dia tidak terlibat. Jadi nanti kita tunggu aja nih, Geng, gimana perkembangannya dari kasus ini. Nah, sementara isu yang beredar dari cerita yang gua dapatkan di media tuh kayak gini ya. Pak Budi katanya terlibat. Tapi nanti kita lihat aja perkembangannya apakah benar terlibat atau enggak. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai situs peduli lindungi yang diretas kabarnya dan dialihkan menjadi situs judul serta update terbaru tentang kasus oknum komin yang melindungi situs judul. Gimana tuh, Geng, menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories