Transcript
JxhFx9Cc3ZU • THE COVID-19 PROTECTION SITE HAS BECOME A SCAM SITE?! ARE GOVERNMENT AUTHORITIES BACKING THE BOOK...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1443_JxhFx9Cc3ZU.txt
Kind: captions
Language: id
Oke, gak kerasa ya, Geng. Era pandemi
sudah berakhir sekitar beberapa tahun
yang lalu. Mungkin kalian masih ingat ya
sama salah satu aplikasi yang
dipergunakan ketika era pandemi, yaitu
aplikasi yang bernama Peduli Lindungi.
Pertama, pastikan kamu sudah
men-download aplikasi ini baik di Play
Store maupun di App
Store. Nantinya akan terdeteksi berapa
jumlah pengunjung saat itu. Jika sudah
melebihi ambang batas, maka kita
diharuskan menunggu hingga jumlah
pengunjung berkurang.
Aplikasi ini ketika itu wajib banget
dimiliki oleh semua orang Indonesia dan
wajib scan barcode pakai Peduli Lindungi
ini kalau mau masuk ke tempat-tempat
yang lagi ramai seperti mall, taman,
atau ke bandara. Kalau kalian udah
vaksin, ya data kalian bakal tersimpan
di aplikasi itu dan kalian bisa masuk ke
tempat-tempat tadi. Tapi kalau misalkan
kalian punya aplikasi peduli lindungi
tapi kalian belum vaksin, nah kalian
enggak bisa masuk. Nah, jadi dulu
aplikasi Peduli Lindungi ini bisa
dikatakan adalah aplikasi yang sakral.
Nah, kita tuh udah kayak robot dulu.
Kalau enggak ada nih aplikasi enggak
bisa ke mana-mana. Setelah COVID meredah
ya udah enggak pernah lagi nih kita
pakai aplikasi ini dan tempat-tempat
yang ramai juga udah enggak ada tuh
barcode-barcodean ya kan? Sekarang
enggak perlu nge-scan, tinggal masuk
aja. Enggak perlu cuci tangan, cuci
kaki, enggak perlu pakai hand sanitizer
dan lain-lain. Enggak perlu pakai
masker. udah apa ya kayak biasa lagi
yang mana dulu kayaknya digadang-gadang
sebagai new normal ke mana-mana harus
pakai masker tapi akhirnya ya kayak gini
lagi ya kayak kayak enggak pernah
terjadi gitu dan aplikasi ini bisa
dikatakan sudah mulai ditinggalkan dan
gua yakin banget pasti kalian udah mulai
uninstal lah atau mungkin masih ada tapi
enggak pernah dibuka lagi. Peduli
lindungi juga enggak cuma tersedia di
dalam bentuk aplikasi di handphone, tapi
juga ada situs yang bisa kita akses di
website. Dan lama enggak kedengeran,
mungkin sekitar 3 tahunan belakang, ya
peduli lindungi tiba-tiba kembali
dibicarakan. Ya, sesuai dengan apa yang
kalian baca di judul dan juga di
thumbnail. Bukan karena aplikasi ini
dipakai lagi untuk kepentingan kita,
tapi justru nih aplikasi udah kayak toko
tua ya, kayak toko apa ya? kayak
ruko-ruko udah terbengkalai, udah banyak
tikusnya, udah banyak sarang laba-laba
ya, tiba-tiba ditempati gembel. Kurang
lebih kayak gitu. Jadi aplikasi Peduli
Lindungi ini ternyata sudah beralih ke
sebuah situs judi
online. URL dan tangkapan layar
menunjukkan bahwa situs peduliindungi.id
telah mengalami penyusupan atau
devastment dan menampilkan konten yang
mengarah ke situs perjudian online.
Kebayang enggak tuh, Geng? sebuah
aplikasi sakral yang dulu mengikat kita,
sekarang udah sepele banget, udah jadi
situs judul dan platform ini ya ini kan
buatan pemerintah ya kan dibangun pakai
pajak dari rakyat harganya mahal
bisa-bisanya beralih menjadi situs judul
terus geng timbul rumor nih ini kenapa
bisa nih beralih ke situs judul kok bisa
mempromosikan situs judul cuma ada dua
kemungkinan yang pertama ya itu aplikasi
ya dipasangin ads sehingga ads nya
enggak bisa difilter. Termasuk ads dari
judul juga bisa masuk ke sana ya alias
dipromosikan. Nah, atau kemungkinan
kedua ini aplikasi ini website sudah
di-hack di-hack oleh hacker. Nah, dan di
sini kita bisa lihat bahwa ini
benar-benar mengerikan. Banyak
masyarakat yang menilai pemerintah tidak
bisa mencegah serangan hacker, tidak
bisa menjaga kerahasiaan, tidak bisa
menjaga aset milik negara kayak gini.
yang mana ini benar-benar sebuah ancaman
buat kita semua. Karena kan peduli
lindungi itu ada data pribadi masyarakat
di sana, ada database warga negara
Indonesia di sana. Kok bisa-bisanya
mempromosikan judul terus dikatakan
alasannya karena dibobol oleh hacker.
Namun, geng, ya kalau kita berbicara
tentang hal ini udah menjadi rahasia
umum, ya kan kalau perkembangan judul di
Indonesia itu sangat pesat. Mati satu
tumbuh 1000. Dan salah satu alasannya
adalah karena ada oknum yang bermain ya
oknum dari pemerintahan sendiri pernah
tertangkap bermain dan melindungi judul.
Dan di video kali ini kita bakal
membahas nih mengenai situs peduli
lindungi yang tiba-tiba mempromosikan
atau dialihkan fungsinya menjadi ke
situs judul serta kasus oknum pegawai
dari pemerintahan yaitu Kominfo yang
tertangkap melindungi situs judul. Nah,
gua dulu pernah ngebahas juga tentang
ini dan sekarang sudah ada update
terbarunya nih tentang kasus tersebut.
Oke, langsung aja nih kita bahas secara
lengkap. Halo, Geng. Welcome back to
Kamar
[Musik]
Jerry Genggeng. Oke, untuk pembahasan
pertama kita langsung membahas tentang
aplikasi peduli lindungi yang sudah
mulai mengarah ke situs judul.
Nah, jadi geng gua reminder sedikit
peduli lindungi itu memiliki berbagai
fungsi penting seperti salah satunya
memberikan peringatan dini kepada para
pengguna kalau mereka berada di zona
yang beresiko tinggi terhadap penularan
virus. Terus melakukan kontrak tracing
untuk mengidentifikasi potensi
penyebaran dan memberitahukan
penggunanya kalau mereka pernah
berinteraksi dengan seseorang yang
terkonfirmasi positif COVID. Nah,
secanggih itulah dulu ya bayangan kita
nih aplikasi ini wih canggih parah gitu.
Nah, selain itu peduli lindungi ini juga
menjadi aplikasi penting untuk
men-download sertifikat vaksin COVID dan
menampilkan hasil tes COVID mau itu yang
PCR ataupun antigen. Nah, hal ini
menjadi syarat untuk bisa mengakses
berbagai layanan publik seperti mau ke
mall, stasiun, halte, bandara, dan lain
sebagainya. sampai ibu hamil aja nih
udah mau brojol kalau enggak ada nih
aplikasi ya dibiarin aja tuh meninggoy
meninggoy dah tuh ibu hamil dan di saat
itu aplikasi ini lebih penting daripada
nyawa orang bisa gua jamin kalian bisa
lihat sendirilah berita-beritanya nah
jadi ini bisa dikatakan dulunya itu
seperti nyawa kita lah ke mana-mana
harus bawa ini aplikasi kalau enggak
kita enggak bisa bergerak dan seperti
yang sudah gua sebutkan di awal pedulu
lindungi ini enggak cuma berbentuk
aplikasi di handphone tapi juga bisa
diakses melalui internet berupa situs
atau webah jadi pasti banyak data orang
Indonesia yang tersimpan di platform
Peduli Lindungi ini. Jadi, udah punya
bayangan nih kalian ya, data kita nih,
database kita, data diri kita nih ada di
sana yang mana ini sangat sakral ya kan.
Pemerintah wajib menjaga dengan ketat.
Terus, Geng, setelah program vaksinasi
dilakukan di berbagai daerah di seluruh
Indonesia dan juga kasus positif COVID
sudah mulai menurun dan bahkan enggak
pernah dibahas lagi, aplikasi ini udah
mulai ditinggalkan dan enggak terpakai
lagi. Bahkan sudah banyak yang lupa
mungkin. Nah, cuma tetap aja meskipun
sudah diuninstal dia ya, data kita yang
ada di Peduli Lindungi ini tetap ada di
sana dan enggak terhapus. Dan sama juga
dengan yang ada di situs atau di
website-nya. Walaupun udah jarang
dibuka, bahkan gak pernah dibuka lagi
oleh orang Indonesia, tetap aja data
kita masih disimpan di sistem peduli
lindungi itu. Nah, terus geng setelah 3
tahun ditinggalkan, tiba-tiba ramailah
berita tentang platform peduli lindungi
ini, terkhususnya yang ada di website
karena ketahuan ternyata ini website
sudah beralih menjadi situs judul. Nah,
tapi pengakuannya dikatakan kalau
aplikasi ini sudah di apa ya? Ee
diserang, mendapatkan serangan cyber
atau di-hack, dibobol gitu. Gua pertama
kali tahu kabar ini tuh dari X ya, jadi
platform yang memang cepat banget untuk
menyampaikan informasi. Ketika itu
dikatakan ada seseorang yang mencoba
membuka situs peduli lindungi entah
untuk kepentingan apa ya mengingat situs
tersebut udah enggak digunakan lagi
sekarang. Tapi untungnya ada yang ngecek
jadi kayak kangen mungkin ya. Ini gimana
sih kabarnya? Perlu dilindungi apa masih
dipakai apa enggak? Ya kayak orang-orang
kangen sama dulu ada Friendster ada e
Sound Click ya kan ada Sound Cloud
gitu-gitu dah. Nah, jadi ngecek tuh apa
kabar ya gitu. Nah, ternyata pas dicek
nih jadilah ketahuan di saat itu. Di
saat dibuka itu website Peduli Lindungi
biasanya kan di beranda itu akan tampil
menu utamanya. Nah, sementara untuk saat
ini ketika dibuka justru situs peduli
lindungi ini malah justru dialihkan ke
sebuah situs judul seperti slot, togel,
poker, dan live casino. Kacau enggak
tuh? Berarti data kita tuh udah
diketahui tuh, udah diambil tuh sama
bos-bos judi ya kan. Situs judul
tersebut diketahui masuk ke dalam domain
albergas.org. Nah, situs ini menampilkan
konten yang diduga kuat sebagai layanan
judul yang beroperasi secara terselubung
di balik kedok permainan. Situs judul
yang menggunakan nama planet bola 88 ya.
Nah, kalian juga pasti familiar lah
dengan nama situs-situs seperti ini yang
memang identik dengan judul. Dan di
situsnya tersebut terdapat gambar yang
sangat ikonik untuk kalian para
otak-otak judul ya. yaitu kakek Zeus ada
di sana. Dia yang mana ini sering banget
dikaitkan dengan keberuntungan dan
kekayaan memang. Makanya jadi ee logonya
judul gitu. Nah, jadinya geng saat
berita ini beredar, netizen Indonesia
terutama yang di X langsung panik karena
kan data-data kita itu di sana masih
tersimpan di situs tersebut. Kalau
sebuah platform mau itu situs ataupun
aplikasi sudah diretas ya ini kan
dianggapnya diretas nih ya saking enggak
dijaganya mungkin kemungkinan besar
bakal akan sangat-sangat memungkinkan
data-data yang tersimpan di sana bakal
disalahgunakan atau dijual ke Dak Web
untuk dipakai dalam kejahatan ee
jejaringan. Nah, dikatakan kalau peduli
lindungi masih menyimpan sekitar 105
juta data pribadi dari para penggunanya
yang notabandnya itu adalah rakyat
Indonesia. Data-data ini termasuk
informasi mengenai kesehatan, identitas
orang-orang, ya, alamat lu, KTP lu,
semuanya. Nah, ini bahaya banget. Nah,
bayangin tuh, Geng. Ada 105 juta data
yang berpotensi disalahgunakan dan salah
satu datanya adalah data kalian yang di
rumah. Ya, walaupun kalian merasa kayak,
"Ah, aing mah teu peduli." Ya kan,
enggak peduli atuh, bodo amat cita-cita
aing jadi ormas misalkan gitu ya. Tapi
hati-hati nanti tiba-tiba ada pinjol ya,
ada tagihan pinjol ke rumah lu. Nah,
karena kenapa? Data lu disalahgunakan
sama hamkerhker Z ini gitu ya. Jadi
bahaya tuh para hacker-hacker itu. Jadi
apa ya? Harus aware lah. Harus e apa ya?
Peduli gitu. Peduli tapi tidak
dilindungi ya seperti situs ini. Jadi
kalian tuh harus peduli sama data
kalian. Kalian harus ya kalau gua bilang
panik ya harus paniklah. data kalian
disalahgunakan, Geng. Bukan ap-ap gitu.
Kalian bolehlah merasa kayak hidup
kalian enggak berguna, mau diambil
apaan. Tapi kalau tiba-tiba kalian ada
tagihan ee pinjol, gimana? Itu kalian
enggak pernah nikmati duitnya, tiba-tiba
kalian harus membayar pinjol itu. Kan
kacau tuh. Nah, berita ini tentunya
menimbulkan reaksi keras dari netizen
yang kebanyakan menyayangkan nih pihak
pemerintah yang dianggap tidak bisa
menjaga platform mereka sendiri. Padahal
di sana banyak data-data penting
masyarakat. Nah, kasus yang dianggap
sebagai pembobolan platform pemerintah
ini bukanlah sebuah kejadian baru atau
satu dua kali terjadi. Tapi kan udah
sering banget kita ngerasain hal kayak
gini. Contohnya nih, waktu itu ada pusat
data nasional sementara atau PDNS, terus
ada database BPJS, database Polri,
database Kejaksaan Agung, database DPR
dan ada beberapa yang lain juga pernah
kebobolan. Nah, kejadian berulang kayak
gini seperti bentuk ketidaksan
pemerintah untuk melakukan evaluasi gitu
dan tidak meningkatkan keamanan cyber di
platform yang mereka bangun sendiri.
Padahal dananya ratusan miliar loh
ngebangun platform-platform begini loh.
Nah, pihak yang terkena sorotan dari
netizen itu siapa lagi kalau bukan
Kominfo yang sekarang sudah berganti
menjadi KOMDigi. Nah, karena KDI inilah
yang bertanggung jawab dalam mengawasi
regulasi dan teknis serta pengamanan
segala situs serta aplikasi di
Indonesia. termasuk yang dibuat oleh
pemerintah yaitu ya peduli lindungi ini
salah satunya. Terus ada juga yang
menyalahkan Kemenkes karena peduli
lindungi ini adalah platform yang dibuat
dan dikelola oleh Kementerian Kesehatan
ya walaupun Kementerian Kesehatan ini
khusus menangani segala hal yang berbau
medis berhubungan dengan medis, namun
karena platform ini disediakan oleh
mereka semasa COVID buat kita semua ya
tetap aja gitu ini jadi tanggung jawab
mereka. Pengelolaan dan keamanan peduli
lindungi menjadi tanggung jawab mereka.
Mereka harus tahu ini kok bisa dari akun
kesehatan yang menyimpan data kesehatan
masyarakat tiba-tiba ke judul. Kok bisa,
Bapak-bapak? Ini pegawainya kebanyakan
nge-Tiktok nih. Aduh. Oke, terus, Geng.
Akhirnya kan ini jadi viral nih sekarang
setelah berita tentang pembobolan
pedulindungi ini viral di media K Menkes
atau Kementerian Kesehatan sebagai
penyedia platform barulah buka suara
melalui Kepala Biro Komunikasi dan
Informasi Publik Kemenkes yang bernama
Pak Haji Muhawarman yang mana dia bilang
kalau peduli lindungi sudah tidak
digunakan lagi dan segala fitur yang ada
di platform tersebut dialihkan ke
platform lain yaitu Satu Sehat sejak
bulan Maret tahun 2023 yang bisa diakses
melalui situs sathat.cemenkas.
keincast.go.id atau aplikasi yang bisa
di-download di App Store maupun di Play
Store. Nah, ini nih kayak gini-gini nih
yang apa ya? Bingung gua kayak tiba-tiba
klarifikasi gitu. Oh, enggak datanya
udah kita pindahin kok, enggak di situ
lagi. Udah di ee satu sehat. Kita selama
ini masyarakat ya yang hidupnya udah
capek banget nih dengan apa aplikasi
peduli lindungi ini ya kan. Ke mana-mana
mesti scan barcode. Scan barcode.
Tiba-tiba data kita dipindahin tidak ada
pemberitahuan apa-apa. Gua gak pernah
baca tuh ada beritanya apa gua yang
kurang baca kali ya. Padahal tiap hari
gua ngulik berita loh.
Tapi terus kalau misalkan okelah
katakanlah ya ya udahlah kita kita yang
gaptake nih. Kita yang ketinggalan
informasi misalkan ya kita enggak up to
date karena kita tidak tahu bahwa satu
sehat adalah platform yang baru yang
menyimpan data-data yang ada di peduli
lindungi katakanlah begitu ya. Tapi yang
jadi koncern gua, kenapa peduli
lindunginya tidak di-take down, tidak
dihapus sampai bisa disalahgunakan oleh
pihak lain untuk judul ini beneran
dibobol atau dijual nih? Itu kayak yang
jadi pertanyaannya. Nah, makanya kayak
kok kita bernegara sebecanda itu ya?
Enggak kayak orang lain gitu lihat
Rusia, lihat enggak usah jauh-jauh deh
Malaysia gitu ya. Kok kayak negara kita
bercanda banget soal keamanan database
masyarakat ya. Kacau parah. Nah, lalu
geng kita lanjut nih. Karena sudah
dipindahkan semuanya ya, pihak Kemenkes
mengatakan segala sesuatu yang berkaitan
dengan pengelolaan termasuk urusan
keamanan sampai ke website-nya itu bukan
lagi kemenangan dari Kemenkas. Jadi,
urusan peduli lindungi udah
disalahgunakan itu Kemenkes sudah enggak
mau tahu gitu. Nah, namun situs peduli
lindungi ini masih ada. Jadi kalian
masih bisa search di Google dan kalau
sekarang Kinc mengelola lagi peduli
lindungi dan ya jadi pertanyaan buat
kita, siapa yang mengelola website
tersebut? Ya kan? Seperti yang gua
katakan tadi, kenapa enggak di-take down
aja kalau enggak dipergunakan? Orang
kita kalau misalkan ada gedung tua, ruko
yang tidak terpakai, Either itu disewain
kalau enggak dihancurin biar enggak jadi
tempat gembel gitu ya. Ini kan
hacker-hacker yang judul-judul ini
gembel nih jatuhnya nih. Dan dari
informasi yang disampaikan oleh Pak
Haji, di saat ini Peduli Lindungi sudah
dikelola oleh Telkom Indonesia. Waduh,
melempar bola liar ya kan? Kalau
dianggap ditangani oleh Telkom berarti
judul-judul itu yang tanggung jawab
orang Telkom gitu ya. Aduh, gimana nih?
Halo Telkom.
Nah, terus geng entah apa alasannya ya
ee kenapa peduli lindungi ini jadi
dialihkan ke Telkom dan dipergunakan
untuk apa itu enggak jelas ya. Padahal
seharusnya kita sebagai masyarakat tuh
punya hak untuk tahu itu. Tapi enggak
pernah ada berita atau informasi tentang
hal itu. Dan ya kita enggak pernah tahu
kalau peduli lindungi sudah berpindah
tangan gitu. Dan karena sudah tidak lagi
dibawa ke MKES ya menurut pihak Kemenkes
nih, Pak Haji menghimbau kepada
masyarakat agar selalu waspada terhadap
permintaan data pribadi yang bersumber
dari situs peduli lindungi agar tidak
terjadi kebocoran data yang lebih
lanjut. Nah, sekarang situs peduli
lindungi sudah kembali seperti biasa nih
setelah viral dan bisa diakses dengan
normal. Nah, tapi walaupun begitu ya
anggapan tentang peretasan terhadap
peduli lindungi masih jadi perhatian
serius bagi masyarakat. Sebab dari
insiden ini ya menunjukkan kalau aset
digital milik pemerintah meskipun sudah
enggak lagi aktif atau tidak terpakai
itu masih berpotensi menjadi target dari
serangan cyber yang dilakukan oleh
hacker dan itu sangat berbahaya.
Bahayanya buat siapa? Buat kita pribadi
nih masyarakat. Lagi-lagi gua ulangin
nih. Kalian boleh enggak peduli dengan
data pribadi kalian, tapi kalau
tiba-tiba ada tagihan hutang, tagihan
kredit pinjol ke rumah kalian, ya itu
salah kalian sendiri. karena kalian
tidak peduli dengan data milik kalian
sendiri. Nah, ini serem, Geng. Hal-hal
kayak gini jangan dianggap
sepele. Kementerian Komunikasi dan
Digital memblokir situs
Pedulilindungi.id setelah sebelumnya
sempat disusupi kontak Jud.
Terus selain itu karena situs peduli
lindungi ini udah diarahkan ke situs
judul ya seperti mengindikasikan bahwa
judul masih menjamur di negara kita
sampai-sampai platform milik pemerintah
sekalipun jadi target untuk
mempromosikan judul ini. Yang ditakutkan
adalah insiden serupa bisa terjadi di
platform pemerintah yang lain yang masih
aktif. Justru kan lebih parah lagi. Dan
kekhawatiran ini ya benar-benar terjadi.
Benar aja gitu. Enggak lama setelah
berita situs Peduli Lindungi Diretas,
akun resmi KPU yang ada di X juga
dilaporkan mengalami pembebolan atau
peretasan oleh hacker dan hackernya
menggunakan akun tersebut untuk
mempromosikan
judul. Kacau enggak tuh akun resmi KPU
loh. Ada lima unggahan di akun X KPU
yang mana salah satunya mempromosikan
situs judul yang bernama Mahazeus dengan
tulisan kayak gini nih. Kalian jangan
meributkan tentang ijazah. Saya
membenarkan itu dan juga anggota
komisioner KPU daripada kalian
meributkan hal yang seperti itu, mending
kalian bermain di website Mahazeus.
Tulisannya kayak gitu. Dan ketika pihak
KPU mengetahui akun mereka mengalami
peretasan, ya mereka langsung melaporkan
kepada pihak X dan menyerahkan
investigasi kepada Badan Siber dan Sandi
Negara atau BSSN. Nah, peretasan
tersebut kemudian ditindaklanjuti dan
akun X KPU akhirnya berhasil dipulihkan
dan sudah kembali ke tangan pihak KPU.
Nah, kalau berbicara tentang judul ya,
Geng. Ini memang menjadi salah satu
permasalahan di negara kita yang enggak
kunjung-kunjung selesai dan ya sudah
menjadi perhatian pemerintah beberapa
tahun terakhir. Tapi masalahnya adalah
ternyata judul ini justru dilindungi
oleh oknum-oknum. Salah satunya ya oknum
pemerintah yang berwenang, yaitu oknum
dari KOMDigi sendiri. Dan kasus ini udah
sempat gua bahas ketika pertama kali
terungkap dan sekarang ya udah ada
update terbarunya ternyata dari kasus
tersebut yang bakal gua bahas nih
pembahasan selanjutnya. Tapi ya buat
kalian yang bingung ini kok tiba-tiba
lompat ke update kasus pegawai Komdi
yang melindungi judul nih. Nah, mungkin
kalian bisa nonton dulu konten gue yang
ini yang sebelumnya. Nah, setelah itu
kalian bisa lanjutkan ke sini karena ini
adalah perkembangan dari kasus tersebut.
Sekarang kita masuk nih ke update kasus
oknum pegawai KOMDigi yang melindungi
situs judul.
Oke, sebelum kita mulai pembahasan
tentang update kasus perlindungan situs
judul oleh pihak Kominfo yang sekarang
menjadi Komigi, ya. Di sini gua mau
disclaimer dulu ya, alur cerita ini atau
pemberitaan ini gua ambil dari
artikel-artikel yang ada di media. Nah,
jadi di sini ada beberapa nama yang
terlibat namun belum dinyatakan secara
sah sebagai pelaku. Nah, jadi yang gua
sampaikan ini adalah sebuah alur cerita
yang sekarang sedang banyak di media.
Nah, ini bukan opini pribadi gua ataupun
gua langsung yang me-research ke
lapangan ya. Jadi, gua di sini hanya
merangkumkan untuk kalian.
Oke, jadi geng kasus oknum pegawai
kondigi yang melindungi situs judul yang
beredar di Indonesia sempat menghebohkan
di tahun yang lalu dan udah gua bahas
sekitar 6 bulan yang lalu. Nah,
singkatnya nih, Geng, ya. Ketika itu
polisi menangkap 10 orang yang terlibat
di dalam kasus ini yang merupakan oknum
pegawai KOMDigi yang juga terdiri dari
staf ahli. Nah, kemudian setelah
melakukan penyelidikan lebih lanjut
terungkap nih kalau jumlah orang yang
terlibat di dalam kasus ini lebih banyak
lagi dan totalnya mencapai 28 orang. Dan
di antara 28 orang ini masih ada
beberapa orang yang belum tertangkap
tapi sudah masuk ke dalam list DPO oleh
pihak kepolisian. Dan di akhir bulan
April kemarin kasus ini udah masuk ke
tahap persidangan. Nah, terhadap empat
orang yang terlibat di dalam kasus ini
itu ada yang namanya Zulkarnain
Apriliantoni, ada Adi Kismanto, ada
Alwin Jabati Kimas, terus yang terakhir
Muhrizan alias Agus. Nah, apa peran dari
mereka berempat ini, Geng? Nah, gua
bakal jelaskan tentang peran mereka
karena di pembahasan sebelumnya tuh agak
kurang lengkap ya, disebabkan kasus ini
masih di dalam pengembangan. Nah,
sekarang update-nya udah lebih jelas.
Nah, jadi geng aksi ini udah dilakukan
sejak tahun 2023 yang mana di saat itu
salah satu tersangkanya yaitu Alwin yang
merupakan direktur utama PT Jelas Tanda
Tangan Bersama yang juga disebut-sebut
sebagai penghubung antara bandar Judul
dengan pegawai Kominfo yang sekarang
sudah menjadi Komdigi. Dia berkenalan
dengan seseorang yang bernama Jonathan
yang di saat ini statusnya masih buron
dan merupakan pengelola dari salah satu
situs judul. Mereka ini ketemu di sebuah
klub malam dan Alwin ini cerita kepada
Jonathan mengenai statusnya dia sebagai
penghubung bandar judul dengan Kominfo.
Dalam kesempatan itu, Jonathan minta ke
Alwin untuk mencarikan seseorang dari
Kominfo yang bisa diajak kerja sama demi
bisa melindungi situs judulnya dia biar
enggak diblokir. Nah, Alwi pun
menyanggupi permintaan itu. Dan
selanjutnya Alwin ini berkoordinasi
dengan seorang pegawai Kominfo yang
namanya Emil. dan dia menanyakan,
"Apakah ada nih orang di Kominfo yang
bisa diajak kerja sama, yang mau
berkhianat, yang mau menyeleweng gitu
untuk melindungi situs judul. Dan Emil
bilang, "Ada nih orangnya dia nemu." Dan
singkat cerita, pada bulan Maret tahun
2023, Emil memperkenalkan Alwin dengan
Fakri Zulfikar di sebuah restoran yang
berada di kawasan Kebon Siri, Jakarta
Pusat. Di dalam pertemuan itu, Alwin ini
minta ke Fakri untuk m-backingi tiga
situs judul agar enggak diblokir oleh
Kominfo selama 1 bulan. Nah, adapun
tarif yang diberikan oleh Alwin itu
sebesar R1 juta per situsnya. Sehingga
kalau ditotal Fakri bakal mendapatkan
Rp3 juta dari Alwin. Nah, yang mana uang
yang diberikan oleh Alwi ini juga
berasal dari Jonathan dan Jonathan
sebenarnya ngasih duitnya itu sebesar
R,5 juta kepada si Alwi untuk satu
website-nya. Nah, jadi Alwi ini potong
Rp500.000 untuk hak dia per website dan
Fakri pun di saat itu menyanggupi
permintaan Alwi. Dan berlanjut nih di
bulan April 2023, Alwi kembali
menyerahkan 21 situs judul dari Jonathan
kepada Fakri dan diminta untuk tidak
diblokir oleh Kominfo. Dan di saat itu
Fakri ini kembali menyanggupi dia
terimalah uang sebesar 21 juta dari
total 21 situs itu. Nah, di bulan Mei
2023, Alwi menyerahkan lagi lebih banyak
lagi yaitu sekitar 60 situs judul. dari
Jonathan kepada Fakri dengan uang
sebesar Rp60 juta. Nah, hal ini terus
berlanjut tuh sampai bulan Juni 2023
udah ada sebanyak 100 situs judul. Nah,
namun karena website judul yang dijaga
semakin banyak, akhirnya Fakri ya
meminta penambahan anggota agar bisa
menangani situs-situs tersebut karena
kan ini udah makin berat nih kerjanya.
Nah, akhirnya dia tambah anggotalah dua
orang, yaitu yang bernama Yuda Rahman
Setadi dan Yoga Prianka Sihombing. Serta
dia minta juga agar dinaikkan tarifnya
jadi persitus menjadi R juta. Dan di
dalam pertemuan tersebut, Alwi
menyerahkan tiga handphone yaitu iPhone
12 beserta nomor luar negeri untuk
mendukung operasional dalam melindungi
situs judul itu. Nah, semuanya deal lah
di situ dengan harga yang lumayan.
Bayangkan aja tuh 100 situs judul ya per
bulannya tuh R200 juta. R200 juta.
Mereka cair dari situ. Terus geng aksi
ini terus berlanjut sampai akhirnya
mereka mengajak lebih banyak orang untuk
bergabung karena semakin banyak situs
yang harus dijaga dan tarifnya pun
semakin meningkat yaitu sebesar Rp8 juta
per situsnya. Kebayang tuh dari R juta
jadi R8 juta. Berarti kalau ada 100
situs judul berarti mereka dapat R800
juta. Dan di bulan Juli, Agustus hingga
September 2023, Alwin setiap bulannya
menyerahkan sekitar 50 situs judul untuk
dilindungi disertai dengan uang sekitar
Rp1 miliar. Nah, singkat cerita nih,
Geng. Muharij mengetahui adanya praktik
perlindungan situs judul setelah
mendengar adiknya yaitu Mukhlis Nasution
berkoordinasi dengan ketua tim
pengendalian konten internet illegal
Kominfo yang bernama Denden Imaduddin
Saleh melalui telepon sekitar bulan
Februari atau Maret 2024, Muhrijan ini
bertemu dengan Denden di sebuah hotel
yang berada di Sunter, Jakarta Utara. Di
dalam pertemuan itu, Murijan mengancam
bakal melaporkan praktik tersebut kepada
Pak Budi Ari yang pada saat itu menjabat
sebagai Menteri Komunikasi dan
Informasi. Nah, namun Murijan
memanfaatkan nih kesempatan ini. Dia
ingin meminta uang tutup mulut sebesar
R,5 miliar. Nah, mendapatkan tekanan
dari Murijan, Denden pun akhirnya mau
enggak mau menyanggupi dan memberikan
uang kepada Muhrijan secara bertahap,
termasuk dengan transfer ke rekening
yang dipinjam dari seseorang yang pernah
bekerja sebagai tukang taman. Ya, jadi
biar enggak kebaca gitu, dipinjamlah ee
apa rekening tukang tamannya dia. Dan si
tukang taman ini namanya itu adalah
Jujun Juanda. Nah, ditransferlah ke sana
uangnya. supaya Muhrijan gak ketahuan
dia menerima suap itu. Tepat pada
keesokan harinya nih, Denden ini
menyerahkan uang tunai senilai Rp900
juta kepada Murijan serta memberikan
15.000 Singapura di kantor Kemen
Kominfo. Nah, di bulan Maret 2024,
Murijan ini kembali menghubungi Denden
untuk meminta uang lagi. Namun ketika
itu, Denden bilang kalau praktik
melindungi situs judul udah berhenti.
Karena salah seorang yang bernama Adi
Kismanto melakukan patroli cyber secara
mandiri untuk memblokir situs tersebut.
Nah, kehadiran Adik Kis Manto di
Kementerian Kominfo disebut-sebut
sebagai perhatian dari Budi Ari untuk
memberantas judul. Karena itulah
Denenden dan rekannya yang lain enggak
lagi mendapatkan uang dari Alwin. Nah,
tapi Mijan enggak nyerah, Geng. Dia
ingin tetap mendapatkan uang tersebut
dengan menjalin kembali hubungan dengan
Denden. Tujuannya agar dia bisa meminta
Denden untuk memperkenalkan dia dengan
si Adi. Nah, akhirnya permintaan
tersebut ditolak nih oleh Denden. Tapi
dia tetap mengirimkan biodata Adi kepada
Murijan. Jadi, enggak dipertemukan atau
dikenalkan, tapi dikasih aja datanya.
ini datanya orangnya yang ini gitu. Nah,
akhirnya Adi ini dihubungilah yang mana
ketika itu Mijan mengaku sebagai utusan
dari direktur Kementerian Kominfo.
Barulah keesokan harinya mereka berdua
sepakat untuk bertemu di sebuah kafe
yang berlokasi di Senopati, Jakarta
Selatan. Murijan di saat itu ya
langsung-langsung nih dia bilang kalau
praktik melindungi judul itu perlu
dilanjutkan karena Denden sendiri
mendapatkan keuntungan dari sana. Nah,
oleh karena itu dia menawarkan Adi uang
sebesar R sampai R5 miliar atau 20% dari
total keseluruhan situs judul yang
mereka lindungi. Nah, di dalam hal ini
siapa yang enggak tergiur gitu, Geng?
Ya, karena dia tergiur dengan nominal
yang ditawarkan, Adi pun akhirnya
setuju. Nah, setelah itu Murijan
menelepon Dinden dan di depan Adi ya,
dia telepon langsung. Di situlah
disampaikan kalau kesepakatan soal
pembakingan situs judul sudah tercapai
dan situs-situs tersebut siap kembali
diaktifkan dan dijaga lagi. Nah, terus
masih di dalam kesempatan yang sama nih,
Adi kemudian memperkenalkan Mriijan
kepada sosok yang bernama Zulkarnain
Apriliantoni yang merupakan mantan
komisaris PT Hotel Indonesia Nor dan
sempat aktif di dunia politik. Nah,
kalian cari aja sendirilah peran beliau
di perpolitikan Indonesia itu. Terutama
ketika pemilihan Presiden 2024. Ada tuh.
Nah, Zulkarnain ini adalah orang yang
memperkenalkan Adi kepada Pak Budi Ari
sehingga Adi bisa bekerja di Kominfo.
Dan di saat itu Zulkarnain
memperkenalkan diri sebagai orang yang
dekat dengan Pak Budi Ari. Nah, di
sanalah disepakati lagi Morijan akan
memberikan bagian kepada Zulkarnain
sebesar Rp3 juta per website. Nah, pada
awalnya Zulkarnain ini nolak tawaran
tersebut karena dianggap nominalnya
kecil banget. Nah, cuma Murijan
menjelaskan kalau dia cuma bisa
memberikan R3 juta kepada Zulkarnain
karena Denden meminta bagian yang sangat
besar. Nah, setelah itu Murijan
menghubungi Denden di hadapan Zulkarnain
dan juga Adi untuk menyampaikan hasil
pertemuan. Dan Denden pun mengatakan
siap untuk memulai kembali penjagaan
website judul ini. Nah, terus geng di
kesempatan lain Murijan dan Zulkarnain
kembali bertemu di sebuah kafe yang sama
untuk membahas penjagaan situs judul
ini. Di sanalah geng nama mantan Menteri
Kominfo muncul di dalam agenda
pembahasan pembagian uang. Mereka
membahas tarif penjagaan situs judul
yang akan dipasang tarif sebesar Rp8
juta per situsnya dengan pembagian Adi
mendapatkan 20%, Zulkarnain 30%, dan Pak
Budi Ari dikatakan mendapatkan 50% dari
semua situs judul yang bakal diblokir.
Nah, di sisi lain Muhrijan ini bersama
dengan komplotannya yaitu Muklis dan
juga Denny Mariono itu sepakat untuk
melakukan penjagaan terhadap situs
judul. Di dalam kerja sama itu, Muhrijan
menerima sekitar 120 situs dari Ferry
alias William alias Acayi yang kemudian
diserahkan kepada Adi untuk disortir.
Pyortiran situs ini dilakukan dengan
menghapus yang sudah membayar dari
daftar blokir. Sementara daftar yang
sudah dipilah akan dikirimkan ke tim
TKPPSE. Lalu Muklis kemudian mendapatkan
dua agen situs judul baru yaitu Benny
Hardi dan juga Harry Effendi yang sudah
mengelola situs yang bernama Keris 123
sejak tahun 2022. Nah, situs tersebut
dijalankan bersama seorang leader yang
bernama Alvin dan juga lima staf
customer service. Nah, mereka berdua ini
tertarik untuk bergabung di dalam
jaringan pengamanan situs judul dan
akhirnya Muklis menawarkan tarif
pengamanan sebesar R juta per situsnya
dan disepakatilah oleh Harry serta
Benny. Dan dari sinilah Harry ini
kemudian mengajak rekan-rekannya yang
lain yaitu salah satunya Helmi Fernando,
Bernard alias Otoy, dan Budianto Salim
untuk mengumpulkan situs-situs judul
agar tidak diblokir. Terus geng, seiring
bertambahnya jumlah dari agen situs
judul, Muklis dan Deni berinisiatif
untuk membuat grup WhatsApp yang bernama
Anak Medan FC untuk mempermudah
komunikasi antar mereka. Dan grup
tersebut beranggotakan Muklis, Denny,
Harry, Helm, Bernard, dan Budianto serta
Benny Hardi. Nah, dari kerja sama mereka
ini ada sebanyak 600 situs judul yang
berhasil dikumpulkan dan mereka kelola.
Mukhlis kemudian menerima tambahan
sekitar 30 situs judul dari agen baru
yang bernama Paulus alias Bank Pesek
yang masih buron. Sehingga total dari
situs yang mereka kelola itu sampai
dengan
750 situs di saat itu. Nah, seiring
bertambahnya jumlah situs judul yang
harus mereka jaga agar enggak diblokir,
Muhrijan membuat Google Sheet untuk
memudahkan mereka mengetahui situs-situs
yang mereka kelola dan bisa diakses oleh
mereka, oleh Adi ya, oleh Muklis dan
juga Denny dan juga kode CNC 5-HE yang
digunakan untuk situs yang berasal dari
agen Harry, Helm, dan Bernard, serta
Budianto dan Benny Hardi. Sementara ada
lagi kode lain yaitu kode CNC 4-S yang
digunakan untuk situs milik Paulus alias
Bank Pesek. Dan dari aksi ini, Muklis
menerima dana sebesar 9,75 miliar yang
kemudian diserahkan kepada Mukijan
sebesar 9,3 miliar di dalam pertemuan di
sebuah rumah makan yang berada di
kawasan PIK
2. Wah gila cair, Boy. Dan lalu pada
bulan April 2024, Adi pun bertemu dengan
Denden untuk mengusulkan agar praktik
ini dilakukan secara terpusat. Dan
Denden menyetujui hal ini dan memberikan
kontaknya Alwin yang kemudian diteruskan
kepada Muhrijan. Dan Muhrijan segera
menghubungi Alwin dan mengatur pertemuan
di sebuah hotel yang berada di Sunter.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh
Murijan, Alwin, dan Adi. Dan Alwin
menyampaikan niatnya untuk kembali
mengkoordinasikan penjagaan situs dengan
imbalan 6,5 juta per situs setiap
bulannya. Tapi tawaran tersebut ditolak
oleh Mijan karena menganggap imbalannya
terlalu kecil. Adi dan Mrijan kemudian
mempertemukan Alwin dan juga Zulkarnain
dan diajak berbicara secara pribadi di
sebuah ruangan VIP. Di dalam pembicaraan
tersebut, Zulkarnain meyakinkan Alwin
mengenai kedekatannya dia dengan Pak
Budi Ari dengan menunjukkan isi dari
percakapan mereka. Nah, setelah
negosiasi Alwin ini setuju untuk
menaikkan tawaran menjadi 7 juta per
situs setiap bulannya. Hanya saja
Zulkarnain ini meminta lebih yaitu R8
juta dan dibayarkan di dalam mata uang
dolar Singapura. Dan kesempatan tersebut
tercapai dan Alwin pun menyerahkan
daftar sebanyak 115 situs perjudian yang
harus mereka jaga. Gila ya, rapi banget
permainannya. Lalu, Geng, pada 19 April
2024, Adi Kismanto menerima kabar bahwa
Pak Budi Ari menginstruksikan agar
aktivitas penjagaan situs tidak lagi
dilakukan di lantai 3. Menindaklanjuti
hal tersebut, Zulkarnain dan Adi
mendatangi Pak Budi Ari di kediaman
dinasnya di kawasan Widya Candra,
Jakarta Selatan. Dan dalam pertemuan itu
disepakatilah kalau kegiatan penjagaan
akan dipindahkan ke lantai 8, tepatnya
di bagian yang menangani pengajuan
pemblokiran. Nah, masih pada bulan yang
sama nih, Geng. Pak Adi bersama Syamsul,
salah satu orang yang mengamankan situs
judul di Kominfo kembali bertemu dengan
Zulkarnain yang di saat itu menyampaikan
bahwa Pak Budi Ari sudah mengetahui
adanya praktik penjagaan situs ini.
Namun meyakinkan bahwa kegiatan tersebut
tetap bisa berjalan karena kedekatannya
secara pribadi dengan sang menteri.
Zulkarnaen, Adi Alwin, dan Muhrijan
sepakat menjalankan peran mereka
masing-masing dalam pengelolaan praktik
penjagaan situs ini. Dan Zulkarnain
berperan sebagai penghubung dengan Pak
Budiari. Sementara Adi bertanggung jawab
menyortir situs judul yang telah diinput
di dalam Google Sheet agar dikeluarkan
dari daftar pemblokiran. Nah, Alwin
ditunjuk sebagai bendahara yang mengatur
distribusi dana. Sedangkan Muhrijan
menjadi penghubung dengan para agen
yaitu ya Muklis Nasution dan juga Denny
Mariono. Dan untuk mempermudah
komunikasi internal ADI ini membentuk
grup Telegram yang bernama Service
AC. Nama grup Telegramnya Service AC.
dibentuknya tuh ya pada bulan Mei tahun
2024 dan digunakan untuk membahas
mengenai strategi pengamanan situs judul
dari pemblokiran oleh Kementerian
Kominfo. Nah, anggota grup tersebut
antara lain Samsul Arifin, ketua
pengendalian konten internet ilegal yang
bernama Radika Prima Wicaksana, PNS dari
Kominfo yang bernama Muhammad Abinda
Taib N, serta pegawai non ASN di
Kominfo. Dan selain itu dokumen Google
Sheet yang mencatat ribuan situs beserta
kode pengusul juga diakses oleh beberapa
pihak lain termasuk Taib, Radika, Alwin,
dan juga Muhrijan, Muklis, serta Alvin.
Nah, Alvin ini masih DPO dan dikelola
secara berkala. Terseretnya nama Pak
Budi Ari di dalam kasus ini menjadikan
beliau masuk ke dalam list orang-orang
yang akan diperiksa oleh kepolisian. Dan
menanggapi rencana tersebut, Pak Budi
Ari menyatakan kesiapannya untuk
diperiksa. Beliau mengklaim kalau dia
tidak terlibat. Jadi nanti kita tunggu
aja nih, Geng, gimana perkembangannya
dari kasus ini. Nah, sementara isu yang
beredar dari cerita yang gua dapatkan di
media tuh kayak gini ya. Pak Budi
katanya terlibat. Tapi nanti kita lihat
aja perkembangannya apakah benar
terlibat atau
enggak. Nah, itu dia geng pembahasan
kita kali ini mengenai situs peduli
lindungi yang diretas kabarnya dan
dialihkan menjadi situs judul serta
update terbaru tentang kasus oknum komin
yang melindungi situs judul. Gimana tuh,
Geng, menurut kalian tentang pembahasan
ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.