JUMLAH MUSLlM INGGRIS MENINGKAT & BANYAK YANG JADI PEMIMPIN PERINTAHAN
LBJwVjA44x8 • 2025-05-15
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
sebuah pembahasan yang gua yakin banget
bakal menjadi pro dan kontra. Pasti
bakal banyak head comen-head komen ya.
Enggak banyak juga sih, pasti ada sat,
dua atau 10 gitu atau lebih gitu ya head
comen tentang pembahasan ini. Tapi
enggak apa-apa tujuan dari pembahasan
ini adalah untuk berbagi informasi yang
ada di luar negeri supaya kita enggak
ketinggalan tentang info-info menarik di
luar sana. Oke, pembahasannya itu adalah
soal negara Inggris ya kan. Nah, ini
adalah salah satu negara di benua Eropa
yang sudah pasti kalian tahu bahwa
negara yang satu ini ee agama Islam di
sana menjadi minoritas. Ya kan? Tapi ada
hal yang cukup menarik nih, Geng. Ini
juga sedang heboh dibahas di dunia
internasional mengenai jumlah umat
muslim di Inggris itu tiba-tiba
meningkat bertambah. Dan bahkan beberapa
posisi penting atau posisi strategis di
dalam struktur pemerintahan mereka
sekarang diisi oleh orang-orang muslim.
Nah, ini gimana bisa nih? Negara yang
muslimnya menjadi minoritas tetapi
sekarang malah tumbuh berkembang pesat
dan bahkan ya posisi-posisi strategisnya
malah diisi oleh muslim. Ini semua
ternyata berawal dari datangnya
masyarakat migran yang beragama Islam ke
Inggris dan menetap di sana. Nah, mereka
beranak pinak di sana hingga anak
keturunannya sekarang sudah menjadi
warga negara Inggris. Nah, sebagai
sebuah agama minoritas di Inggris,
ternyata orang-orang Islam di sana ya
saat ini bisa menduduki jabatan tinggi
di pemerintahan. Dan dari sinilah mulai
banyak orang Inggris yang notice atau
yang mulai berpaling. Yang mana tadinya
mungkin mereka agamanya itu ee
nonmuslim, agamanya non Islam gitu ya.
Nah, tiba-tiba mereka jadi masuk Islam
dan juga yang tadinya ateis jadi memeluk
agama yaitu agama Islam. Di situ mereka
juga mulai notis ternyata di negara
mereka ya Islam bukan lagi menjadi
minoritas. Tidak seperti dulu yang hanya
dianut oleh para migran tetapi sekarang
justru warga negara Inggris yang
notabandnya masyarakat kulit putih,
orang-orang bule juga sudah mulai banyak
yang memeluk agama Islam. Di antara
orang-orang Islam yang ada di Inggris
ini, mereka udah banyak memiliki edukasi
yang baik dan dipercaya oleh orang-orang
Inggris itu sendiri untuk bisa menduduki
jabatan-jabatan strategis. Nah, cuma
sayangnya, Geng, di Eropa itu masih ada
stigma anti muslimnya dan
islamofobianya. Begitu juga di Inggris.
Jadi, di satu sisi orang Islam di sana
sudah mulai diakui, sudah mulai ee
dibukakan pintu untuk diterima. Tetapi
masih ada sebagian kecil ya, sebagian
kecilnya ya kelompok-kelompok tertentu
yang masih membenci Islam di sana. Dan
dengan kondisi ini maka ya
islamofobianya juga semakin tinggi gitu,
Geng. Karena semakin banyak umat
Islamnya maka kelompok yang menjadi
oposisinya atau yang tidak menyukai juga
semakin banyak. Nah, di video kali ini
kita bakal membahas nih, Geng. Bagaimana
bisa di Inggris itu peningkatan umat
muslimnya begitu pesat dan juga
sekaligus kebencian terhadap Islamnya
juga begitu pesat. Nah, cerita ini jadi
bikin gua ingat sama pembahasan kita
persoalan ya semakin meningkatnya jumlah
muslim di Jepang. Kita sudah sempat
bahas kemarin. Nah, ternyata sekarang
tanpa disadari di Inggris pun sama.
Gimana cerita selengkapnya tentang
pembahasan kali ini? Langsung aja nih
kita bahas. Halo, Geng. Welcome back to
kamar
[Musik]
Jerry genging. Untuk membahas ini ya
mungkin agar lebih relate gitu kita
bahas dari sisi perpolitikannya yang
mana ada sebuah momen banyaknya
orang-orang beragama Islam atau orang
muslim yang terpilih di dalam pemilu
Inggris. kita
bahas. Jadi, Geng, fenomena banyaknya
orang Islam yang sudah mulai diakui di
Inggris ini bisa terlihat ya sangat
signifikan pada pemilu tahun 2024 di
Inggris kemarin. Ada sebanyak 25 orang
politisi muslim yang memenangkan kursi
di dalam pemilihan parlemen Inggris. Hal
ini menjadi sebuah pencapaian yang
mencetak rekor sejarah di negara
tersebut sejak tahun 2019 lalu. Yang
mana dilaporkan politisi yang terpilih
ini berasal dari berbagai partai. 18
orangnya itu berasal dari partai buruh,
dua orangnya dari partai konservatif,
satu orangnya dari partai demokrat
liberal, dan empat lainnya merupakan
calon independen. Mereka ini terpilih
menjadi anggota House of Commons, yaitu
sebuah sebutan untuk majelis rendah
parlemen Inggris yang mana sejak tahun
2019 cuma ada 19 orang muslim di sana.
Pemilu tersebut menjadi sebuah gerakan
baru di dalam perpolitikan Inggris yang
memperlihatkan terjadinya peningkatan
keragaman dan dampak komunitas muslim
terhadap politik di Inggris. Nah, jadi
kalau kita pikir-pikir ya, bagaimana
bisa politisi muslim memenangkan pemilu
di sana kalau bukan karena suara mereka
banyak gitu kan. yang artinya dengan
begitu berarti pemilih dari orang-orang
muslim nih yang memilih di dalam pemilu
itu ya jumlahnya juga banyak gitu. Nah,
makanya para politisi-politisi yang
berbackground agama Islam ini jadinya
terpilih. Terus, Geng, kita mundur nih
ke 2 tahun yang lalu yaitu ke tahun
2023. Untuk pemimpin muslim yang
memiliki posisi strategis yang ada di
Inggris, yang pertama kali kita akan
membahas yang namanya Humza Yusaf.
Di saat itu, seorang politisi muslim
yang bernama Humza Yusaf itu dilantik
sebagai first minister atau menteri
pertama Skotlandia. Momen tersebut
merupakan pertama kalinya orang Islam
menjadi pemimpin di pemerintahan, di
pemerintahan orang-orang bule,
pemerintahan Eropa. Nah, dilantiknya
Humza Yusaf ini terjadi 5 bulan setelah
Inggris melantik perdana menteri dari
kalangan Hindu pertama mereka. yang
bernama Risi Sunak. Nah, anggota
parlemen Skotlandia yang berada di
Edinburg itu memberikan suara mereka
kepada Yusaf sebagai first minister
sehari setelah dia terpilih sebagai
pemimpin Scottish National Party atau
disingkat dengan SNP. Jusaf ini sendiri
lahir di daerah Glos Go pada tahun 1985,
Geng. Dan ayahnya dia itu berasal dari
Pakistan. Nah, sementara ibunya berasal
dari Afrika Timur. Nah, jadi memang
keluarga muslim. Nah, Afrikan keluarga
muslim. Pakistannya apalagi memang
keluarga muslim dan keluarganya ini
termasuk ke dalam gelombang migran Asia
Selatan yang pergi ke Inggris karena
mengalami diskriminasi setelah negara
asal mereka merdeka. Nah, mereka tuh
cabut dari negaranya ya keluarganya itu
mencari suaka di negara lain. Nah,
akhirnya terdamparlah di Inggris. Nah,
kakeknya dia itu pernah bekerja di
pabrik mesin jahit singer. Sementara
neneknya pernah bekerja sebagai
kondektur bus di Glasgo. Nah, akhirnya
ya dari situlah terbentuk keluarga
mereka. Terus geng, ketika dia ini duduk
di bangku sekolah dasar saat itu cuma
dia dan satu orang temannya yang bukan
orang Inggris alias migran. Tentunya
ketika itu Yusaf merasa kalau dia ini
berbeda dengan orang Inggris pada
umumnya karena memang dia berasal dari
keluarga di luar Eropa, keluarga migran.
bukan asli orang Inggris, wajahnya pun
udah jelas beda. Yusaf di saat itu
melanjutkan sekolahnya dia di sekolah
menengah swasta dan setelah lulus dia
menjadi mahasiswa di University of
Glasgow. Nah, di kampus itulah Yusaf
akhirnya belajar mengenai dunia
perpolitikan, Geng. Dan hal tersebut
menjadi awal dari mimpinya dia untuk
menjadi seorang politisi alias politisi
muslim pertama. Dan meskipun sebenarnya
kedua orang tuanya lebih menginginkan
agar Yusuf ini menjadi seorang pengacara
di saat itu, tapi dia ya bermimpi dia
pengin berbakti atau berguna untuk
negara yang sekarang menjadi tempat
tinggal dia dan keluarga. Singkat cerita
nih, Geng. Si Yusaf ini gabung dengan
SNP yang mendukung kemerdekaan
Skotlandia pada tahun 2005. Salah satu
alasan yang membuat dia ingin memimpin
SNP karena ya mantan pemimpin SNP yang
bernama Alex Salmon itu menentang invasi
Irak yang dipimpin oleh Amerika di saat
itu yang mana saat itu juga didukung
oleh Inggris di bawah Perdana Menteri
Tony Blair. Nah, Yusuf ini merasa
satu-satunya cara agar Skotlandia enggak
ikut terlibat di dalam perang adalah
dengan merdeka dari Inggris. Jadi,
enggak perlu lagi tunduk sama Inggris,
enggak perlu lagi memerangi umat-umat
Islam yang ada di Timur Tengah sana.
Jadi, buat yang belum tahu nih, Geng,
ya. Skotlandia itu adalah salah satu
negara yang masuk ke dalam United
Kingdom atau Inggris Raya. Nah, jadi dia
ini sama kayak Amerika Serikat, Geng.
Ada negara bagiannya kayak California,
Texas, Florida. Nah, itu kan
negara-negara bagian. Semuanya berada di
bawah Amerika Serikat. Nah, kurang lebih
kayak gitulah United Kingdom itu kayak
gitu. Dan posisi Skotlandia itu berada
di bawah kepemimpinan United Kingdom
tadi atau Inggris Raya. Terus singkat
cerita nih, Geng, ya. Yusuf ini terpilih
menjadi anggota parlemen Skotlandia. itu
pada tahun 2011 dan sejak itu Yusuf
memegang beberapa jabatan di
pemerintahan dan sebelum menjadi first
minister dia menjabat sebagai Menteri
Kesehatan. Tapi pada saat dia menjadi
Menteri Kesehatan Yusaf ini juga enggak
lepas dari kritikan orang-orang. Para
politisi oposisi banyak yang mengkritik
kinerjanya dia karena lamanya waktu
tunggu pelayanan di Skotlandia dan
masalah kecanduan narkoboy yang serius
di sana jadi makin meningkat dan
kebetulan Yusaf di saat itu yang
memimpin. Sebelumnya Yusaf ini pernah
bilang kalau dia mendapatkan kekuatan
secara moril dari agamanya dia yaitu
agama Islam. Dia sabar dengan kritikan.
Dia benar-benar menerima semua ya
kritikan-kritikan atau ejekan-ejekan
dari oposisi ya. karena dia belajar
sabar dari ajaran agama yang dia peluk.
Nah, namun ketika dia berkontestasi
dalam pemilihan pemimpin SNP, agamanya
Yusaf ini enggak pernah menjadi sorotan,
Geng. Justru lawannya pada saat itu yang
bernama Kat Forbes itu merupakan orang
Kristen evangelis yang mana justru
dialah yang menjadi perhatian. Nah, tapi
perhatiannya ini lebih karena dia
dianggap kontroversial dan menuai banyak
kritikan sebab dia menentang pernikahan
secara jenis. Yang mana di saat itu
praktik ini sebenarnya sudah legal di
Skotlandia. Jadi sebelum mereka
berkontestasi ya praktik pernikahan
sesama jenis ini udah dilegalkan. Nah,
tapi dengan kemunculan si Cape Forbes
ini dia justru menentang itu ya.
Sebenarnya penentangan dia positif tapi
justru dia tidak mendapatkan simpati
dari masyarakat Skotlandia. Nah, tapi
justru anehnya dengan Yusaf ya, dia
sebagai seorang muslim dia justru
mendukung hal tersebut. Dia mendukung
pernikahan sesama jenis. Nah, ini aneh
banget nih. Dan pada saat itu saat dia
terpilih menjadi first minister
Skotlandia, dia berpidato dengan
mengatakan kalau dia merasa bersyukur
karena keluarganya memutuskan untuk
pergi ke Inggris sehingga menjadikan dia
berada di titik yang saat
ini. Dari sini kita bisa lihat ya, Geng,
kita mendapatkan sebuah pelajaran juga
gitu ya. Seorang politisi mau dia
muslim, mau dia agama apapun gitu ya.
Tapi kalau untuk ya perihal memenangkan
suara, mendapatkan kursi, kayaknya
menghalalkan segala cara gitu. Contohnya
Yusaf ini dia sebagai seorang muslim ya
dia support dengan lagi BT gitu kan. Nah
sampai akhirnya dia mendapat simpati
dari masyarakat Skotlandia di saat
itu. Oke. Nah itu baru satu orang yaitu
Yusaf. Nah, kita ke pemimpin muslim
selanjutnya yang memiliki posisi
strategis di Inggris, yaitu yang bernama
Saddiq
Amankan. Dia ini pernah menjabat sebagai
Walikota London dari tahun 2016 yang
mana sebelumnya dia ini menjabat sebagai
anggota parlemen untuk daerah Tuting
dari tahun 2005 sampai 2016. Dan dia ini
merupakan anggota dari labor party atau
partai buruh. Dan Sadikan ini dikenal
sebagai seorang sosial demokrat. Dia
juga termasuk ke dalam daftar 100 orang
paling berpengaruh di dunia versi Time
tahun 2018. Nah, kemudian pada pemilihan
di tahun 2021 dan tahun 2024, Sadikan
ini terpilih kembali menjadi walikota,
Geng. yang menjadikan dia sebagai
walikota London pertama yang menjabat
sampai tiga periode. Kebijakannya
sebagai walikota itu membuat
transportasi London jadi lebih mudah
diakses dan mengurangi jumlah kendaraan
yang bisa menimbulkan polusi di pusat
kota London. Dan Sadikan ini mendapatkan
gelar bangsawannya pada New Year Honors
pada tahun 2025 atas jasa politik dan
publiknya sehingga dia menjadi walikota
pertama yang mendapatkan gelar
bangsawan. Nah, itu udah dua orang tuh.
Yang pertama tadi ada Yusaf, yang kedua
ini Sadikan. Nah, terus selanjutnya nih,
Geng, ada magit-magit. Ini bacanya
gimana nih? Majitmjit apa bangitmit? E
karena tulisannya magit, jadi gua
ucapnya magitmit aja
[Musik]
ya. Jadi, magit-magit ini dikenal
sebagai magit mah atau magic magit. Dia
ini adalah seorang aktivis dan politisi
berdarah Somalia, Inggris yang menjabat
sebagai walikota Shedfiille dari bulan
Mei tahun 2018 sampai dengan bulan Mei
tahun 2019. Dia ini lahir di Burao,
Somalia yang mana keluarganya datang ke
Inggris untuk mencari SUaka pada tahun
1994. Magit ini bergabung dengan Green
Party of England and Wells pada tahun
2014. Nah, meskipun banyak anggota
keluarga serta temannya yang mendukung
partai buruh di masa itu, tapi dia
berbeda jalur. Nah, alasan Magit
bergabung dengan Partai Hijau ini karena
ya merasa dia itu terpengaruh oleh
meningkatnya kekuatan United Kingdom
Independence Party atau UKIP. yang ada
di Inggris. Nah, yang mana partai ini
sangat mendukung keluarnya Inggris dari
Uni Eropa atau lebih dikenal dengan
istilah British exit atau Brexit. Nah,
ini juga udah pernah kita bahas nih.
Nah, ketika dia terpilih menjadi
walikota Shedfiille, Magit ini menjadi
sorotan sebab dia adalah orang pertama
yang beretnis Somalia termuda dan
menjadi anggota dewan dari Partai Hijau
pertama yang memegang jabatan tersebut.
Dan pada bulan Mei tahun 2019, MAGIT ini
terpilih menjadi anggota parlemen Eropa
sebagai anggota parlemen Eropa partai
hijau untuk Yokshire and Hamber. Nah,
udah tiga orang nih. Sudah tiga pemimpin
muslim yang menempati jabatan strategis
di Inggris.
Sekarang kita ke pemimpin muslim yang
keempat yaitu yang bernama Yasmin
[Musik]
Quraisyi. Jadi, geng Yasmin Quraisyi ini
adalah seorang politisi dan pengacara
dari Inggris kelahiran Pakistan. Nah, di
usia dia 16 tahun, dia ini bergabung
dengan partai buruh dan aktif di dalam
politik lokal. Dia mencalonkan diri
untuk partai buruh di daerah pemilihan
London di Brand East pada tahun 2005.
Ya, tetapi dia enggak berhasil terpilih.
Yasmin ini berhasil terpilih di
pemilihan umum tahun 2010 di daerah
pemilihan Bolton Southeast yang
merupakan basis kuat dari partai buruh.
Nah, kemudian pada tahun 2024 Yasmin
berhasil menjadi anggota parlemen untuk
Balton South and Walk Din. Nah, itu
profil singkat dan perjalanan singkat
dari Yasmin Quraisyi tadi. Oke, sekarang
kita ke pemimpin muslim selanjutnya
yaitu yang bernama Muhammad Afzal
Khan. Dia ini adalah seorang politisi
Inggris yang lahir di Jelum, Pakistan
dan dia datang ke Inggris ketika berusia
11 tahun. Setelah dia meninggalkan
sekolah, kan ini sempat bekerja di
berbagai posisi seperti petugas polisi
jadi buruh, sempat jadi suir bus juga
gitu. Nah, setelah mencoba berbagai
pekerjaan dia ini kembali ke
pendidikannya dia di Abraham Mos College
dan mendapatkan gelar sarjana hukum dari
Manchester Politeknik sebelum dia
akhirnya berhasil memenuhi syarat
sebagai pengacara pada tahun 1996. Kan
ini memulai karir politiknya di
pemerintahan daerah sebagai anggota
Dewan Partai Buruh pada tahun 2000 dan
terpilih lagi di tahun 2004, 2006, dan
2011 mewakili Cheatem World. Nah, di
tahun 2013 dia ini terpilih dalam daftar
partai buruh untuk Northwest England di
pemilihan Parlemen Eropa tahun 2014.
Nah, terus geng pada 22 Mei tahun 2014
dia ini berhasil terpilih lagi sebagai
anggota Parlemen Eropa untuk mewakili
Northwest England. Nah, perjalanan karir
politik dia cukup cemerlang di saat itu.
Nah, jadi itu dia, Geng, barisan
orang-orang ya yang merupakan masyarakat
muslim atau yang beragama Islam dan
mendapatkan posisi yang strategis di
dalam kepemimpinan pemerintahan Inggris.
Partisipasi masyarakat muslim ini dalam
perpolitikan Inggris semakin hari
semakin meningkat. Nah, kenapa hal
tersebut bisa terjadi? Yang mana ini
menurut informasi yang gua dapatkan nih,
tingginya partisipasi orang Islam di
dalam politik Inggris ini ada
pengaruhnya dengan tingginya dukungan
orang Islam di Inggris yang mendukung
Palestina dan menjadi salah satu negara
yang warganya itu menunjukkan dukungan
melalui aksi demonstrasi. Contohnya nih,
di bulan Januari tahun ini ada ribuan
masa pendukung Palestina yang melakukan
demonstrasi di pusat kota London. Nah,
demonstrasi tersebut diselenggarakan
oleh Palestine Solidarity Campaign atau
disingkat dengan PSC sejak perang di
Gaza dimulai di tahun 2023. Dan siapa
sangka, Geng, unjuk rasa yang awalnya
bermaksud untuk menunjukkan aksi
solidaritas kemanusiaan terhadap apa
yang terjadi di Palestina sana ternyata
bisa membawa dampak yang signifikan
terhadap partisipasi politik orang-orang
Islam di Inggris. Dan selain itu mungkin
di antara kita nih masih banyak yang
belum tahu ya kalau ternyata Raja
Inggris yang di saat itu memimpin yaitu
Raja Charles ternyata menjadi raja
paling mendukung Islam dalam sejarah
Inggris. Nah, beliau ini sejak dulu
sangat menghargai Islam dan bahkan sudah
belajar Al-Qur'an dan bahasa Arab dia
pelajari. Beliau juga merupakan
penggemar buku biografi Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam karya Martin
Links yang juga dikenal sebagai Abu
Bakar Siraj Aldin. Nah, orang sufi
Inggris terkenal dan penjaga
naskah-naskah timur di perpustakaan
Inggris. Diketahui kalau Raja Charles
ini cukup memahami ajaran-ajaran sufi
dan dia memiliki minat yang besar
terhadap arsitektur seni, terus
taman-taman Islam, pokoknya
sejarah-sejarah Islam. Nah, Raja Charles
ini mendirikan School of Traditional
Arts di dekat Regens Park yang
mengajarkan seni tradisional Islam
sampai ke tingkat magister atau S2. Dia
juga bahkan menjadi pelindung bagi
Oxford Center for Islamic Studies yang
di mana dia mendukung program Young
Muslim Leadership Program. Nah, pada
tahun 2017 dia mendirikan Mozaik, sebuah
program pendampingan yang berfokus pada
anak-anak muda muslim yang ada di
Inggris. Dan selain itu keberpihakan
beliau terhadap agama Islam juga bisa
kita lihat dari beberapa pernyataan yang
dia buat selama beberapa tahun terakhir.
Yang mana Raja Charles ini menolak
pandangan yang menyatakan Islam sedang
berperang dengan dunia Barat. Nah, dia
itu enggak setuju. Justru dia
berpendapat sebaliknya kalau Islam,
Yudaisme, Kristen adalah tiga agama
besar yang percaya kepada satu Tuhan.
Dan ketiganya sebenarnya memiliki banyak
kesamaan yang sering tidak disadari oleh
orang-orang. Nah, inilah contoh orang
yang benar-benar belajar ilmu agama nih.
Kalau dia sudah membaca Al-Qur'an,
Alkitab, ya kan Taurat, Zabur ya,
kitab-kitab samawi, dia pasti paham
bahwa perbedaan nih orang Islam Kristen
dan Yahudi sebenarnya eh sangat tipis
perbedaannya. Yang disembah itu
sebenarnya tujuannya sama, cuma
sayangnya ya umat-umatnya sekarang yang
membeda-bedakan ya. Ada yang suka
mengolok-ngolok satu sama lain, ada yang
merasa ini paling benar, itu paling
benar gitu kan. Nah, padahal ya sesama
agama yang berasal dari kitab samawi itu
banyak sekali kesamaannya dan Raja
Charles ini sendiri menyadari hal itu.
Dan ketika Raja Charles ini masih
menjadi Pangeran Wales, dia di saat itu
menyampaikan pemikirannya dia mengenai
peradaban Islam dan hubungannya dengan
Eropa. Di saat itu Raja Charles
mengatakan kalau Islam adalah bagian
dari masa lalu dan saat ini di dalam
semua bidang kehidupan manusia. Islam
sudah membantu membentuk Eropa yang
modern dan ini menjadi bagian dari
warisan mereka sebagai orang-orang
Eropa. Nah, karena pemikiran beliau
inilah Raja Charles akhirnya mendesak
orang-orang Barat untuk melihat
kebenaran dari Islam. Sebab prinsip
utama dan hukum Islam diambil langsung
dari Al-Qur'an itu adalah keadilan dan
kasih sayang. Sehingga kalau ada
pemahaman-pemahaman yang mengarah kepada
memusuhi orang Islam, islamofobia atau
membenci orang Islam. Nah, itu adalah
hal yang tidak benar. Nah, Raja Charles
tidak mendukung hal tersebut karena
beliau paham
sejarahnya.
Asalamualaikum. After 24 years
asuration.
Nah, menurut yang disampaikan oleh Raja
Charles nih, Geng, di mata beliau Islam
jauh lebih revolusioner. Nah, salah satu
contohnya adalah ketika perempuan sudah
diberikan hak atas properti dan warisan
dalam ajaran Islam sejak 1400 tahun yang
lalu. Hal ini ya dianggap sebagai
toleransi luar biasa yang diajarkan oleh
Islam menurut ya pemahaman Raja Charles.
Menurut dia ajaran Islam ini sudah
sangat adil dan bahkan sudah dilakukan
ya ribuan tahun lalu. Nah, Raja Charles
menganggap kalau dunia Barat tidak
menyadari atau melupakan kalau banyak
pencapaian di dalam budaya dan peradaban
Barat saat ini sebenarnya dipengaruhi
atau dibangun di atas kontribusi dari
dunia Islam. Ya, salah satu contohnya ya
ee selama zaman keemasan Islam, ilmuwan
muslim itu membuat kemajuan besar dalam
bidang matematika, kedokteran,
astronomi, filsafat, arsitektur, dan
lain-lain. Ya, intinya di bidang ilmu
pengetahuan. Ilmu itu kemudian masuk ke
Eropa dan membantu membentuk kebangkitan
ilmu pengetahuan. dan juga budaya di
Barat yang mana pada saat itu mengalami
masa kegelapan atau dark age. Nah,
sampai pada akhirnya dunia Barat menuju
ke masa renaisense yang berarti
kelahiran kembali bagi barat. Nah, atas
kontribusi tersebut Raja Charles
menggambarkan komunitas muslim di
Inggris sebagai aset bagi Inggris yang
menambah kekayaan budaya bagi bangsa
Inggris. Nah, jadi pemimpinnya aja tuh
sebenarnya menerima keberadaan dari
Islam dan bahkan dia berterima kasih
atas hal itu. Hanya kelompok-kelompok
tertentu aja nih yang benci terhadap
keberadaan Islam yang ada di Inggris.
Dan dari sini kita bisa lihat ya, Geng,
kalau Inggris saat ini memang sudah
sangat terbuka dengan orang-orang Islam
dan sudah semakin banyak orang Islam
yang menempati jabatan pemerintahan di
negara tersebut. Namun seperti yang
sudah gua katakan di awal, kalau
terjadinya sebuah kontradiksi di negara
tersebut dan semakin banyak orang Islam
yang berpartisipasi di dalam politik
Inggris enggak serta-merta membuat
kebencian terhadap orang Islam atau
islamofobia menjadi hilang. Nah,
melainkan justru sekarang semakin
tinggi. Nah, tapi sebelum kita membahas
lebih lanjut mengenai hal ini, mungkin
ada baiknya kita bahas dulu nih sejarah
awal mula masuknya Islam ke Inggris dan
perkembangannya di negara tersebut.
Sekarang kita
bahas. Jadi, Geng, awal mula masuknya
Islam ke Inggris itu dimulai sebelum
abad ke-20. Nah, di saat itu setelah
perang salib melawan Islam, Inggris jadi
menjalin persahabatan dengan beberapa
negara Islam. Seperti ketika Ratu
Elizabeth I meminta bantuan angkatan
laut dari Sultan Murat asal Otoman untuk
melawan armada dari Spanyol. Nah, orang
Inggris pertama yang tercatat menjadi
seorang muslim itu bernama John Nelson
yang mana dia masuk Islam pada saat itu
di abad ke-16. Nah, ada sebuah dokumen
yang ditulis pada tahun 1641 yang
menyebutkan ada sebuah kelompok muslim
yang ditemukan di London dan semenjak
itu diketahui bahwa ya berarti di London
itu sudah ada nih pemukiman kelompok
muslim tersebut dan ada juga beberapa
orang yang pindah agama ke Islam selama
periode tersebut. Nah, beberapa tahun
kemudian sekitar tahun
1649 mulai muncul tuh Al-Qur'an dalam
berbahasa Inggris yang dibuat oleh
Alexander Rose. Di abad ke-18 dan 19 ada
sejumlah orang yang mulai masuk Islam
dan mereka ini berasal dari kalangan
kelas atas Inggris. Termasuk di
antaranya adalah Edward Montagu, yaitu
putra dari duta besar untuk Turki.
Kelompok besar muslim pertama di Inggris
itu datang sekitar 300 tahun yang lalu,
Geng. Mereka adalah pelaut yang direkrut
di India untuk bekerja di East India
Company. Jadi ya enggak mengherankan
kalau komunitas muslim pertama itu
ditemukan di kota-kota pelabuhan. Kenapa
India? Karena di masa itu memang India
yang masih tergolong tuh banyak
masyarakat Hindu dan Islamnya. Dan
bahkan dulu kan sebelum terpisah menjadi
Pakistan, India, dan Bangladesh,
masyarakat India Muslim itu masih
lumayan mendominasiah di India. Nah,
akhirnya mereka terpisah. Nah, makanya
ketika pelaut yang direkrut di India itu
bekerja untuk East India Company datang
ke Inggris, nah mereka bermukimlah,
berkembang biak, beranak pinak di
kota-kota pelabuhan yang ada di Inggris.
Juru-juru masa kapal mereka juga berasal
dari Siled namanya yang sekarang disebut
dengan Bangladesh. Ada orang-orang dari
silet ini yang bekerja di
restoran-restoran di London sejak tahun
1873. Dan beberapa pelaut muslim juga
memutuskan untuk tinggal di Inggris.
Menetap di Inggris dan meninggalkan
kapal mereka begitu aja tanpa melalui
prosedur imigrasi apapun. Jadi mereka
mampir ke sana ya udah jadi warga migran
di sana. Sebenarnya itu ilegal, tapi
zaman dulu ya birokrasinya belum kayak
sekarang. Gelombang migrasi muslim
berikutnya yang datang ke Inggris itu
terjadi setelah dibukanya terusan Sues
pada tahun 1869. Dan meningkatnya
perdagangan menyebabkan permintaan
terhadap laki-laki muslim untuk bekerja
di pelabuhan dan kapal semakin tinggi.
Dan sebagian besar migran ini berasal
dari Yaman dan kemungkinan besar
penyebabnya karena Aden, yaitu salah
satu kota di Yaman menjadi tempat
pemberhentian utama pengisian bahan
bakar untuk kapal-kapal antara Inggris
atau Faris, yaitu sebutan orang Barat
yang merujuk pada negara-negara di Asia
Timur dan Asia Tenggara. Banyak pelaut
di saat itu kemudian menetap tuh di
kota-kota pelabuhan seperti di daerah
Cardif, Liverpool, terus ada Soutseld,
terus ada Hull dan juga London. Nah, di
saat ini diperkirakan ada 70 sampai
80.000 orang Yaman yang tinggal di
Inggris, Geng. Jadi rame banget. Terus,
Geng, berlanjut lagi di periode tahun
1950-an dan 1960-an, banyak gelombang
migran yang berasal dari India dan juga
Pakistan yang mencari penghidupan lebih
baik alias mencari swaka. Di Inggris,
orang-orang Pakistan ini bisa
mendapatkan penghasilan 30 kali lebih
banyak daripada di daerah dia sendiri.
Nah, sementara itu selain Pakistan, ada
lagi orang-orang India, India Muslim
yang datang ke Inggris karena mereka
melarikan diri dari kekacauan dan
kekerasan yang terjadi di negara mereka.
Yang mana di saat itu ya banyak umat
Islam yang didiskriminasi oleh
ekstremis-ekstremis Hindu yang ada di
India. Itu juga berbarengan dengan
pecahnya antara India dengan Pakistan.
Kebanyakan migran ini berasal dari
daerah pertanian seperti Azad Kashmir
dan juga perbatasan barat laut yang
memiliki hubungan dekat dengan Inggris
sebagai tempat perekrutan bagi tentara
Inggris dan angkatan laut Niaga. Nah,
kalau kalian ingat dengan pembahasan
kita tentang Rohingya, kenapa adanya
Rohingya itu ya Rohingya itu sebenarnya
adalah angkatan bersenjatanya Inggris
atau tentara Inggris yang mereka rekrut
dari India dan kebanyakan mereka itu
adalah umat muslim. Nah, dimanfaatkanlah
nih Rohingya-Rohingya ini oleh Inggris
untuk berperang di Myanmar di masa itu.
Nah, tapi setelah kepentingan Inggris
selesai, Inggris meninggalkan
orang-orang India Islam ini, orang-orang
India Muslim ini di Myanmar. Makanya
terbentuklah tuh suku yang namanya
Rohingya. Nah, asal muasalnya itu dari
tentara bayaran Inggris ya, yang mana
direkrut dari umat muslim India. Nah,
gitu geng ceritanya. Nah, terus Geng ya
kita lanjut lagi nih, Geng. Gelombang
migran selanjutnya datang dari Afrika.
Nah, migran Islam selanjutnya datang
dari Afrika dan sebagian besar dari
Kenya dan Uganda. Semakin bertambah tuh
orang Islam di Inggris dari berbagai
suku dan mereka turut membangun
peradaban Islam di sana. Perkembangan
pendidikan Islam juga semakin terlihat
dengan sudah adanya 2000 masjid di
Inggris. Dan banyak di antaranya yang
menyediakan fasilitas pendidikan seperti
sekolah dasar, sekolah menengah, dan
juga menyesuaikan kurikulum nasional
dengan pendidikan Islam. Salah satu
proyek terbaru di Inggris adalah
pembangunan Islamic Center of Britain di
Birmingham yang direncanakan sebagai
landmark baru. Dan tempat ini enggak
cuma berfungsi sebagai masjid aja, Geng.
Tapi juga berfungsi sebagai pusat
pendidikan, komersial, ruang hijau, dan
juga menawarkan program bagi ratusan
siswa dalam kelas madrasah. Walaupun
komunitas Islam di Inggris dan
peradabannya terus bertambah, namun hal
ini beriringan dengan semakin tingginya
islamofobia di Inggris. Jadi muncul tuh
kelompok-kelompok yang takut terhadap
Islam, kelompok-kelompok yang benci
terhadap Islam, dan juga fitnah-fitnah
yang terus bermunculan terhadap Islam
sehingga ya muncul juga perlawanannya.
Dan di saat itu, di saat ada perlawanan
di situlah mulai dicreate tuh, Geng.
Mulai disorot seolah-olah wah Islam di
sana bikin rusuh, masyarakat muslimnya
bikin rusuh. Padahal ya di balik itu
semua mereka itu bertahan alias ya
membela diri dari setiap kecaman dan
diskriminasi. Nah, sekarang kita masuk
nih ke dalam pembahasan meningkatnya
Islamofobia di
Inggris. Jadi, Geng, banyaknya politisi
dari kalangan Islam Inggris yang
menjebat di pemerintahan enggak
serta-merta menghilangkan sikap skeptis
orang-orang asli Inggris. Bahkan ada
yang menganggapnya sebagai sebuah
ancaman. Lebih dari sepertiga orang
Inggris masih percaya kalau Islam
merupakan ancaman bagi hidup mereka.
Fakta ini diambil dari laporan di tahun
2019 yang berjudul State of Hate yang
dirilis oleh sebuah LSM yang bernama
Hope Not Hitte. Di dalam laporan
tersebut menyebut adanya prasangka anti
Muslim menjadi penyebab utama
pertumbuhan kelompok sayap kanan. Yang
mana kelompok sayap kanan ini enggak
suka terhadap keberadaan imigran di
negara mereka. 35% orang Inggris itu
percaya kalau Islam bisa menjadi ancaman
bagi hidup orang Inggris. Dan sementara
32%-nya lagi berpikir di Inggris ada
sebuah daerah terlarang di mana wilayah
tersebut menerapkan hukum Islam sehingga
nonmuslim enggak bisa memasuki daerah
tersebut. Nah, ini diisukan. Padahal
pada pembuktiannya enggak seperti itu.
Di laporan yang terpisah ya yang dibuat
pada bulan Agustus tahun 2018, sebanyak
30% responden itu mendukung penolakan
pembangunan masjid. Semisalnya mau ada
masjid yang dibangun di sekitar
pemukiman mereka. 21%-nya bahkan tetap
mendukung penolakan masjid walaupun
harus berakhir dengan kekerasan. Nah, di
sini kita bisa lihat ya, Geng ya, apa
yang dikeluhkan di Indonesia terjadi
juga di Inggris. Semuanya itu tergantung
di mana kalian hidup, tergantung di mana
mayoritas itu berada. Ya enggak sih?
Kalau di Inggris penolakan paling besar
sampai terjadi kekerasan adalah
pembangunan masjid. Begitu juga dengan
di Indonesia yang sering diprotes oleh
saudara-saudara kita yang beragama
Nasrani, orang-orang Kristen,
orang-orang Katolik. Protestan. Selalu
ada komen nih di YouTube gua tentang ah
orang Islam anti begini tidak toleransi,
melarang pembangunan gereja dan segala
macam. Mohon sabar dulu dan tahan dulu.
Orang-orang kolot ya orang-orang kolot
yang melarang pembangunan gereja di
Indonesia ya gua bisa bilang itu
orang-orang bodoh. Dia muslim tapi dia
bodoh. Dan ada konsep ada konsep di mana
kalau kalian ingin melihat Islam jangan
melihat muslim. Itu konsepnya. Kalau
kalian ingin menilai Islam, maka
nilailah Islamnya, maka nilailah
agamanya. Nilailah apa yang diajarkan di
dalam agamanya. Tapi kalau kalian ingin
melihat keburukan dari Islam itu ya
kalian akan menemukannya di Muslim. Nah,
kalian akan menemukan di umatnya. Karena
kenapa? Muslim itu umatnya. Umat itu
manusia. Manusia itu tempatnya salah.
Dan ya manusia itu tempatnya khilaf,
maklum, bukan nabi boy. Ya kan? Nah,
intinya begitu, Geng. Sama semua agama
begitu. Kalian bisa lihat juga yang
terjadi di Inggris. penolakan
pembangunan masjid di sana itu dilakukan
oleh ya umat-umat dari agama lain. Gua
gak bisa sebut itu Kristen, ateis atau
apalah. Yang jelas itu ee dari
masyarakat Inggrisnya yang bisa kita
katakan mereka kolot, gitu. Nah, apabila
mereka beragama Kristen misalkan, mereka
menolak pembangunan masjid di Inggris
karena mereka islamofobia gitu. yang
bodoh dan yang salahnya itu bukan
Kristennya, tapi justru umatnya itu.
Jadi, kita tidak bisa menyalahkan
kekristenannya, kita tidak bisa
menyalahkan agamanya. Karena di dalam
agamanya tidak diajarkan seperti itu.
Tidak diajarkan membenci, tidak
diajarkan menolak agama lain untuk
mendirikan tempat ibadah. Nah, balik
lagi untuk melihat kekurangan sebuah
agama ya terletak pada pengikutnya, pada
umatnya, gitu. Nah, di sini sudah
terjawab ya, Geng. Buat kalian yang
sering protes nih, "Ah, Indonesia enggak
toleransi umat muslimnya begini begitu."
Enggak. Lu cuma salah negara. Lu tinggal
aja di Brazil sono ya atau lu tinggallah
di Inggris sono. Lu akan menemukan si
jahat dan si baik itu akan didominasi
oleh orang-orang yang memeluk agama
mayoritas. Kalau mayoritasnya dia
Yahudi, ya si jahat dan si baiknya
kebanyakan dari orang Yahudi. Kalau
negaranya itu kebanyakan memeluk agama
Hindu kayak India misalkan, nah kalian
akan menemukan si baik dan si jahatnya
mayoritas dari agama Hindu. Terus dari
agama lain di negara-negara tersebut
enggak ada si baik dan si jahat.
Jawabannya tetap ada. secara persentase
sama cuman jumlahnya itu sedikit gitu
karena ya itu dia tadi di mana kalian
berada ya kalian harus melihat
mayoritasnya siapa maka kalian akan
menemukan sisi baik dan sisi buruk dari
si mayoritas itu. Kurang lebih kayak
gitu ya penjelasannya. Oke kita
lanjutkan
lagi. Pemahaman tentang Islameopobia di
Inggris nih ya itu enggak kunjung
menghilang, Geng. Namun justru bertambah
secara signifikan. Apalagi setelah
adanya serangan teroris yang terjadi
beberapa kali di Inggris yang kemudian
berubah menjadi kebencian terhadap orang
Islam yang ada di Inggris. Nah, karena
kan narasinya tuh terus diarahkan bahwa
ya pengeboman atas nama Islam atau
misalkan ada ee tindakan-tindakan
kekerasan itu dianggap sebagai pelakunya
atas nama Islam. Nah, itu semua
distigmakan stereotype gitu. Padahal
pelakunya itu dua orang, tiga orang,
tapi semua umat Islam disalahkan. Nah,
itu sering terjadi. Di saat itu mereka
mendapatkan berbagai perilaku yang tidak
menyenangkan seperti penyerangan verbal
sampai fisik hingga komunitas muslim di
Inggris mendapatkan diskriminasi dalam
berbagai aspek kehidupan termasuk
pendidikan dan pekerjaan. Nah, aksi
kejahatan dengan motif kebencian
terhadap agama juga meningkat di sana.
Berdasarkan data dari Departemen Dalam
Negeri Inggris itu mencatat terjadi
peningkatan kebencian sebesar 40% di
mana lebih dari setengahnya ditujukan
kepada umat muslim. Ada salah satu
lembaga yang bernama Tel Mama didirikan
sejak tahun 2012 yang mendukung para
korban dari Islamofobia ini. Berdasarkan
data dari Telmama, terjadinya
peningkatan besar terhadap Islamofobia
itu meningkat lebih dari tiga kali lipat
setelah adanya konflik antara Isriwil
dengan Mamas pada tahun 2023 sampai
sekarang. Stigma negatif ini sering
diperkuat oleh framing dari media dan
narasi yang menyesatkan dengan
mengaitkan agama Islam terhadap serangan
teror yang terjadi. Contohnya ketika
tragedi 911. Secara enggak langsung
narasi tersebut menciptakan gambaran
seolah-olah semua orang Islam adalah
teroris dan hal tersebut adalah ancaman.
Padahal kalau dihitung dari jumlah
populasinya lebih banyak orang Islam
yang hidup dengan damai dan berkelakuan
baik terhadap masyarakat. Tapi gara-gara
ya distigmakan nih dua tiga orang yang
melakukan itu, jadi semuanya dianggap
sama. Dan di dalam hal ini media massa
memainkan peran yang begitu penting
dalam membentuk stigma tersebut. Jadi
difitnah melalui ya koran-koran, media
gitu. Dan banyak berita yang menyoroti
tindakan kelompok ekstremis tanpa
memberikan konteks perihal keberagaman
pandangan dalam Islam. Nah, istilahnya
nih seperti radikal dan teroris itu
sering digunakan untuk menggambarkan
tindakan seseorang sehingga
mengakibatkan terbentuknya generalisasi
yang merugikan terhadap komunitas
muslim. Hal inilah yang kemudian
membentuk pemahaman islamofobia di
kalangan orang-orang nonmuslim. Ya,
mungkin bagi kita ya yang hidup di
negara yang mayoritas beragama Islam
kayak gini tidak merasakan bagaimana
ancamannya. Tapi bagi mereka yang
tinggal di negara-negara yang Islamnya
minoritas tentunya ini sangat merugikan
mereka. Dan dampak dari Islamofobia juga
enggak cuma berupa kekerasan fisik, tapi
juga sangat berpengaruh terhadap
kesehatan mental dan kesejahteraan bagi
umat muslim Inggris. Banyak dari mereka
yang merasa terpinggirkan dan sulit
untuk berinteraksi dengan masyarakat.
Dan penelitian menunjukkan kalau remaja
muslim itu merasa harus bekerja lebih
keras dibandingkan mereka yang nonmuslim
untuk bisa sukses di sekolah dan
pekerjaan. Bahkan sekelas lembaga
seperti Tel Mama aja juga mendapatkan
diskriminasi, Geng. Nah, dari awal
berdiri Tel Mama ini sepenuhnya didanai
oleh Kementerian Perumahan, Komunitas,
dan Pemerintah Daerah untuk bisa
menjalankan layanan mereka. Tapi di
bulan Maret tahun 2025, pemerintah
memutuskan untuk memangkas semua
pendanaan untuk Tel Mama. Keputusan ini
enggak cuma merugikan Tel Mama aja, tapi
juga pihak kepolisian. Karena tanpa
laporan dari Tel Mama, polisi jadi sulit
untuk memantau konflik ini dan
mengetahui apakah ada ancaman yang
terjadi nantinya ya di antara ya
komunitas muslim dengan orang-orang yang
anti muslim. Dan banyak yang menduga
kalau dipangkasnya pendanaan ini karena
Tel Mama yang mendukung komunitas muslim
yang menjadi korban Islamopfobia dan ada
indikasi ee ingin menghentikan
penelitian mereka agar tidak ada yang
tahu kasus islamopia yang cukup marak
terjadi di Inggris sehingga yang
ditampilkan adalah yang bagus-bagusnya
aja. Perpolitikan Inggris juga semakin
terbuka dan beragam dengan semakin
banyaknya orang Islam yang
berpartisipasi. Namun di sisi lain di
kehidupan sosialnya banyak orang Islam
yang merasa didiskriminasi.
Nah, jadi kayak gitu, Geng. Walaupun
sekarang Islam di sana ya mulai
diterima. Banyak yang masuk Islam,
banyak yang pindah agama ke Islam, dan
pemimpin-pemimpin di Inggris juga ya
mulai banyak orang-orang yang berlatar
belakang Islam. Nah, tapi angka
kebencian terhadap muslim di Inggris
juga semakin meningkat. Oke, itu dia
geng pembahasan kita kali ini mengenai
banyaknya orang Islam yang menduduki
jabatan penting di Inggris. Tapi di sisi
lain juga diiringi dengan semakin
tingginya islamofobia di sana. Gimana,
Geng? Menurut tanggapan kalian tentang
pembahasan kita kali ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:15:53 UTC
Categories
Manage