Transcript
LBJwVjA44x8 • JUMLAH MUSLlM INGGRIS MENINGKAT & BANYAK YANG JADI PEMIMPIN PERINTAHAN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1435_LBJwVjA44x8.txt
Kind: captions Language: id sebuah pembahasan yang gua yakin banget bakal menjadi pro dan kontra. Pasti bakal banyak head comen-head komen ya. Enggak banyak juga sih, pasti ada sat, dua atau 10 gitu atau lebih gitu ya head comen tentang pembahasan ini. Tapi enggak apa-apa tujuan dari pembahasan ini adalah untuk berbagi informasi yang ada di luar negeri supaya kita enggak ketinggalan tentang info-info menarik di luar sana. Oke, pembahasannya itu adalah soal negara Inggris ya kan. Nah, ini adalah salah satu negara di benua Eropa yang sudah pasti kalian tahu bahwa negara yang satu ini ee agama Islam di sana menjadi minoritas. Ya kan? Tapi ada hal yang cukup menarik nih, Geng. Ini juga sedang heboh dibahas di dunia internasional mengenai jumlah umat muslim di Inggris itu tiba-tiba meningkat bertambah. Dan bahkan beberapa posisi penting atau posisi strategis di dalam struktur pemerintahan mereka sekarang diisi oleh orang-orang muslim. Nah, ini gimana bisa nih? Negara yang muslimnya menjadi minoritas tetapi sekarang malah tumbuh berkembang pesat dan bahkan ya posisi-posisi strategisnya malah diisi oleh muslim. Ini semua ternyata berawal dari datangnya masyarakat migran yang beragama Islam ke Inggris dan menetap di sana. Nah, mereka beranak pinak di sana hingga anak keturunannya sekarang sudah menjadi warga negara Inggris. Nah, sebagai sebuah agama minoritas di Inggris, ternyata orang-orang Islam di sana ya saat ini bisa menduduki jabatan tinggi di pemerintahan. Dan dari sinilah mulai banyak orang Inggris yang notice atau yang mulai berpaling. Yang mana tadinya mungkin mereka agamanya itu ee nonmuslim, agamanya non Islam gitu ya. Nah, tiba-tiba mereka jadi masuk Islam dan juga yang tadinya ateis jadi memeluk agama yaitu agama Islam. Di situ mereka juga mulai notis ternyata di negara mereka ya Islam bukan lagi menjadi minoritas. Tidak seperti dulu yang hanya dianut oleh para migran tetapi sekarang justru warga negara Inggris yang notabandnya masyarakat kulit putih, orang-orang bule juga sudah mulai banyak yang memeluk agama Islam. Di antara orang-orang Islam yang ada di Inggris ini, mereka udah banyak memiliki edukasi yang baik dan dipercaya oleh orang-orang Inggris itu sendiri untuk bisa menduduki jabatan-jabatan strategis. Nah, cuma sayangnya, Geng, di Eropa itu masih ada stigma anti muslimnya dan islamofobianya. Begitu juga di Inggris. Jadi, di satu sisi orang Islam di sana sudah mulai diakui, sudah mulai ee dibukakan pintu untuk diterima. Tetapi masih ada sebagian kecil ya, sebagian kecilnya ya kelompok-kelompok tertentu yang masih membenci Islam di sana. Dan dengan kondisi ini maka ya islamofobianya juga semakin tinggi gitu, Geng. Karena semakin banyak umat Islamnya maka kelompok yang menjadi oposisinya atau yang tidak menyukai juga semakin banyak. Nah, di video kali ini kita bakal membahas nih, Geng. Bagaimana bisa di Inggris itu peningkatan umat muslimnya begitu pesat dan juga sekaligus kebencian terhadap Islamnya juga begitu pesat. Nah, cerita ini jadi bikin gua ingat sama pembahasan kita persoalan ya semakin meningkatnya jumlah muslim di Jepang. Kita sudah sempat bahas kemarin. Nah, ternyata sekarang tanpa disadari di Inggris pun sama. Gimana cerita selengkapnya tentang pembahasan kali ini? Langsung aja nih kita bahas. Halo, Geng. Welcome back to kamar [Musik] Jerry genging. Untuk membahas ini ya mungkin agar lebih relate gitu kita bahas dari sisi perpolitikannya yang mana ada sebuah momen banyaknya orang-orang beragama Islam atau orang muslim yang terpilih di dalam pemilu Inggris. kita bahas. Jadi, Geng, fenomena banyaknya orang Islam yang sudah mulai diakui di Inggris ini bisa terlihat ya sangat signifikan pada pemilu tahun 2024 di Inggris kemarin. Ada sebanyak 25 orang politisi muslim yang memenangkan kursi di dalam pemilihan parlemen Inggris. Hal ini menjadi sebuah pencapaian yang mencetak rekor sejarah di negara tersebut sejak tahun 2019 lalu. Yang mana dilaporkan politisi yang terpilih ini berasal dari berbagai partai. 18 orangnya itu berasal dari partai buruh, dua orangnya dari partai konservatif, satu orangnya dari partai demokrat liberal, dan empat lainnya merupakan calon independen. Mereka ini terpilih menjadi anggota House of Commons, yaitu sebuah sebutan untuk majelis rendah parlemen Inggris yang mana sejak tahun 2019 cuma ada 19 orang muslim di sana. Pemilu tersebut menjadi sebuah gerakan baru di dalam perpolitikan Inggris yang memperlihatkan terjadinya peningkatan keragaman dan dampak komunitas muslim terhadap politik di Inggris. Nah, jadi kalau kita pikir-pikir ya, bagaimana bisa politisi muslim memenangkan pemilu di sana kalau bukan karena suara mereka banyak gitu kan. yang artinya dengan begitu berarti pemilih dari orang-orang muslim nih yang memilih di dalam pemilu itu ya jumlahnya juga banyak gitu. Nah, makanya para politisi-politisi yang berbackground agama Islam ini jadinya terpilih. Terus, Geng, kita mundur nih ke 2 tahun yang lalu yaitu ke tahun 2023. Untuk pemimpin muslim yang memiliki posisi strategis yang ada di Inggris, yang pertama kali kita akan membahas yang namanya Humza Yusaf. Di saat itu, seorang politisi muslim yang bernama Humza Yusaf itu dilantik sebagai first minister atau menteri pertama Skotlandia. Momen tersebut merupakan pertama kalinya orang Islam menjadi pemimpin di pemerintahan, di pemerintahan orang-orang bule, pemerintahan Eropa. Nah, dilantiknya Humza Yusaf ini terjadi 5 bulan setelah Inggris melantik perdana menteri dari kalangan Hindu pertama mereka. yang bernama Risi Sunak. Nah, anggota parlemen Skotlandia yang berada di Edinburg itu memberikan suara mereka kepada Yusaf sebagai first minister sehari setelah dia terpilih sebagai pemimpin Scottish National Party atau disingkat dengan SNP. Jusaf ini sendiri lahir di daerah Glos Go pada tahun 1985, Geng. Dan ayahnya dia itu berasal dari Pakistan. Nah, sementara ibunya berasal dari Afrika Timur. Nah, jadi memang keluarga muslim. Nah, Afrikan keluarga muslim. Pakistannya apalagi memang keluarga muslim dan keluarganya ini termasuk ke dalam gelombang migran Asia Selatan yang pergi ke Inggris karena mengalami diskriminasi setelah negara asal mereka merdeka. Nah, mereka tuh cabut dari negaranya ya keluarganya itu mencari suaka di negara lain. Nah, akhirnya terdamparlah di Inggris. Nah, kakeknya dia itu pernah bekerja di pabrik mesin jahit singer. Sementara neneknya pernah bekerja sebagai kondektur bus di Glasgo. Nah, akhirnya ya dari situlah terbentuk keluarga mereka. Terus geng, ketika dia ini duduk di bangku sekolah dasar saat itu cuma dia dan satu orang temannya yang bukan orang Inggris alias migran. Tentunya ketika itu Yusaf merasa kalau dia ini berbeda dengan orang Inggris pada umumnya karena memang dia berasal dari keluarga di luar Eropa, keluarga migran. bukan asli orang Inggris, wajahnya pun udah jelas beda. Yusaf di saat itu melanjutkan sekolahnya dia di sekolah menengah swasta dan setelah lulus dia menjadi mahasiswa di University of Glasgow. Nah, di kampus itulah Yusaf akhirnya belajar mengenai dunia perpolitikan, Geng. Dan hal tersebut menjadi awal dari mimpinya dia untuk menjadi seorang politisi alias politisi muslim pertama. Dan meskipun sebenarnya kedua orang tuanya lebih menginginkan agar Yusuf ini menjadi seorang pengacara di saat itu, tapi dia ya bermimpi dia pengin berbakti atau berguna untuk negara yang sekarang menjadi tempat tinggal dia dan keluarga. Singkat cerita nih, Geng. Si Yusaf ini gabung dengan SNP yang mendukung kemerdekaan Skotlandia pada tahun 2005. Salah satu alasan yang membuat dia ingin memimpin SNP karena ya mantan pemimpin SNP yang bernama Alex Salmon itu menentang invasi Irak yang dipimpin oleh Amerika di saat itu yang mana saat itu juga didukung oleh Inggris di bawah Perdana Menteri Tony Blair. Nah, Yusuf ini merasa satu-satunya cara agar Skotlandia enggak ikut terlibat di dalam perang adalah dengan merdeka dari Inggris. Jadi, enggak perlu lagi tunduk sama Inggris, enggak perlu lagi memerangi umat-umat Islam yang ada di Timur Tengah sana. Jadi, buat yang belum tahu nih, Geng, ya. Skotlandia itu adalah salah satu negara yang masuk ke dalam United Kingdom atau Inggris Raya. Nah, jadi dia ini sama kayak Amerika Serikat, Geng. Ada negara bagiannya kayak California, Texas, Florida. Nah, itu kan negara-negara bagian. Semuanya berada di bawah Amerika Serikat. Nah, kurang lebih kayak gitulah United Kingdom itu kayak gitu. Dan posisi Skotlandia itu berada di bawah kepemimpinan United Kingdom tadi atau Inggris Raya. Terus singkat cerita nih, Geng, ya. Yusuf ini terpilih menjadi anggota parlemen Skotlandia. itu pada tahun 2011 dan sejak itu Yusuf memegang beberapa jabatan di pemerintahan dan sebelum menjadi first minister dia menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Tapi pada saat dia menjadi Menteri Kesehatan Yusaf ini juga enggak lepas dari kritikan orang-orang. Para politisi oposisi banyak yang mengkritik kinerjanya dia karena lamanya waktu tunggu pelayanan di Skotlandia dan masalah kecanduan narkoboy yang serius di sana jadi makin meningkat dan kebetulan Yusaf di saat itu yang memimpin. Sebelumnya Yusaf ini pernah bilang kalau dia mendapatkan kekuatan secara moril dari agamanya dia yaitu agama Islam. Dia sabar dengan kritikan. Dia benar-benar menerima semua ya kritikan-kritikan atau ejekan-ejekan dari oposisi ya. karena dia belajar sabar dari ajaran agama yang dia peluk. Nah, namun ketika dia berkontestasi dalam pemilihan pemimpin SNP, agamanya Yusaf ini enggak pernah menjadi sorotan, Geng. Justru lawannya pada saat itu yang bernama Kat Forbes itu merupakan orang Kristen evangelis yang mana justru dialah yang menjadi perhatian. Nah, tapi perhatiannya ini lebih karena dia dianggap kontroversial dan menuai banyak kritikan sebab dia menentang pernikahan secara jenis. Yang mana di saat itu praktik ini sebenarnya sudah legal di Skotlandia. Jadi sebelum mereka berkontestasi ya praktik pernikahan sesama jenis ini udah dilegalkan. Nah, tapi dengan kemunculan si Cape Forbes ini dia justru menentang itu ya. Sebenarnya penentangan dia positif tapi justru dia tidak mendapatkan simpati dari masyarakat Skotlandia. Nah, tapi justru anehnya dengan Yusaf ya, dia sebagai seorang muslim dia justru mendukung hal tersebut. Dia mendukung pernikahan sesama jenis. Nah, ini aneh banget nih. Dan pada saat itu saat dia terpilih menjadi first minister Skotlandia, dia berpidato dengan mengatakan kalau dia merasa bersyukur karena keluarganya memutuskan untuk pergi ke Inggris sehingga menjadikan dia berada di titik yang saat ini. Dari sini kita bisa lihat ya, Geng, kita mendapatkan sebuah pelajaran juga gitu ya. Seorang politisi mau dia muslim, mau dia agama apapun gitu ya. Tapi kalau untuk ya perihal memenangkan suara, mendapatkan kursi, kayaknya menghalalkan segala cara gitu. Contohnya Yusaf ini dia sebagai seorang muslim ya dia support dengan lagi BT gitu kan. Nah sampai akhirnya dia mendapat simpati dari masyarakat Skotlandia di saat itu. Oke. Nah itu baru satu orang yaitu Yusaf. Nah, kita ke pemimpin muslim selanjutnya yang memiliki posisi strategis di Inggris, yaitu yang bernama Saddiq Amankan. Dia ini pernah menjabat sebagai Walikota London dari tahun 2016 yang mana sebelumnya dia ini menjabat sebagai anggota parlemen untuk daerah Tuting dari tahun 2005 sampai 2016. Dan dia ini merupakan anggota dari labor party atau partai buruh. Dan Sadikan ini dikenal sebagai seorang sosial demokrat. Dia juga termasuk ke dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Time tahun 2018. Nah, kemudian pada pemilihan di tahun 2021 dan tahun 2024, Sadikan ini terpilih kembali menjadi walikota, Geng. yang menjadikan dia sebagai walikota London pertama yang menjabat sampai tiga periode. Kebijakannya sebagai walikota itu membuat transportasi London jadi lebih mudah diakses dan mengurangi jumlah kendaraan yang bisa menimbulkan polusi di pusat kota London. Dan Sadikan ini mendapatkan gelar bangsawannya pada New Year Honors pada tahun 2025 atas jasa politik dan publiknya sehingga dia menjadi walikota pertama yang mendapatkan gelar bangsawan. Nah, itu udah dua orang tuh. Yang pertama tadi ada Yusaf, yang kedua ini Sadikan. Nah, terus selanjutnya nih, Geng, ada magit-magit. Ini bacanya gimana nih? Majitmjit apa bangitmit? E karena tulisannya magit, jadi gua ucapnya magitmit aja [Musik] ya. Jadi, magit-magit ini dikenal sebagai magit mah atau magic magit. Dia ini adalah seorang aktivis dan politisi berdarah Somalia, Inggris yang menjabat sebagai walikota Shedfiille dari bulan Mei tahun 2018 sampai dengan bulan Mei tahun 2019. Dia ini lahir di Burao, Somalia yang mana keluarganya datang ke Inggris untuk mencari SUaka pada tahun 1994. Magit ini bergabung dengan Green Party of England and Wells pada tahun 2014. Nah, meskipun banyak anggota keluarga serta temannya yang mendukung partai buruh di masa itu, tapi dia berbeda jalur. Nah, alasan Magit bergabung dengan Partai Hijau ini karena ya merasa dia itu terpengaruh oleh meningkatnya kekuatan United Kingdom Independence Party atau UKIP. yang ada di Inggris. Nah, yang mana partai ini sangat mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau lebih dikenal dengan istilah British exit atau Brexit. Nah, ini juga udah pernah kita bahas nih. Nah, ketika dia terpilih menjadi walikota Shedfiille, Magit ini menjadi sorotan sebab dia adalah orang pertama yang beretnis Somalia termuda dan menjadi anggota dewan dari Partai Hijau pertama yang memegang jabatan tersebut. Dan pada bulan Mei tahun 2019, MAGIT ini terpilih menjadi anggota parlemen Eropa sebagai anggota parlemen Eropa partai hijau untuk Yokshire and Hamber. Nah, udah tiga orang nih. Sudah tiga pemimpin muslim yang menempati jabatan strategis di Inggris. Sekarang kita ke pemimpin muslim yang keempat yaitu yang bernama Yasmin [Musik] Quraisyi. Jadi, geng Yasmin Quraisyi ini adalah seorang politisi dan pengacara dari Inggris kelahiran Pakistan. Nah, di usia dia 16 tahun, dia ini bergabung dengan partai buruh dan aktif di dalam politik lokal. Dia mencalonkan diri untuk partai buruh di daerah pemilihan London di Brand East pada tahun 2005. Ya, tetapi dia enggak berhasil terpilih. Yasmin ini berhasil terpilih di pemilihan umum tahun 2010 di daerah pemilihan Bolton Southeast yang merupakan basis kuat dari partai buruh. Nah, kemudian pada tahun 2024 Yasmin berhasil menjadi anggota parlemen untuk Balton South and Walk Din. Nah, itu profil singkat dan perjalanan singkat dari Yasmin Quraisyi tadi. Oke, sekarang kita ke pemimpin muslim selanjutnya yaitu yang bernama Muhammad Afzal Khan. Dia ini adalah seorang politisi Inggris yang lahir di Jelum, Pakistan dan dia datang ke Inggris ketika berusia 11 tahun. Setelah dia meninggalkan sekolah, kan ini sempat bekerja di berbagai posisi seperti petugas polisi jadi buruh, sempat jadi suir bus juga gitu. Nah, setelah mencoba berbagai pekerjaan dia ini kembali ke pendidikannya dia di Abraham Mos College dan mendapatkan gelar sarjana hukum dari Manchester Politeknik sebelum dia akhirnya berhasil memenuhi syarat sebagai pengacara pada tahun 1996. Kan ini memulai karir politiknya di pemerintahan daerah sebagai anggota Dewan Partai Buruh pada tahun 2000 dan terpilih lagi di tahun 2004, 2006, dan 2011 mewakili Cheatem World. Nah, di tahun 2013 dia ini terpilih dalam daftar partai buruh untuk Northwest England di pemilihan Parlemen Eropa tahun 2014. Nah, terus geng pada 22 Mei tahun 2014 dia ini berhasil terpilih lagi sebagai anggota Parlemen Eropa untuk mewakili Northwest England. Nah, perjalanan karir politik dia cukup cemerlang di saat itu. Nah, jadi itu dia, Geng, barisan orang-orang ya yang merupakan masyarakat muslim atau yang beragama Islam dan mendapatkan posisi yang strategis di dalam kepemimpinan pemerintahan Inggris. Partisipasi masyarakat muslim ini dalam perpolitikan Inggris semakin hari semakin meningkat. Nah, kenapa hal tersebut bisa terjadi? Yang mana ini menurut informasi yang gua dapatkan nih, tingginya partisipasi orang Islam di dalam politik Inggris ini ada pengaruhnya dengan tingginya dukungan orang Islam di Inggris yang mendukung Palestina dan menjadi salah satu negara yang warganya itu menunjukkan dukungan melalui aksi demonstrasi. Contohnya nih, di bulan Januari tahun ini ada ribuan masa pendukung Palestina yang melakukan demonstrasi di pusat kota London. Nah, demonstrasi tersebut diselenggarakan oleh Palestine Solidarity Campaign atau disingkat dengan PSC sejak perang di Gaza dimulai di tahun 2023. Dan siapa sangka, Geng, unjuk rasa yang awalnya bermaksud untuk menunjukkan aksi solidaritas kemanusiaan terhadap apa yang terjadi di Palestina sana ternyata bisa membawa dampak yang signifikan terhadap partisipasi politik orang-orang Islam di Inggris. Dan selain itu mungkin di antara kita nih masih banyak yang belum tahu ya kalau ternyata Raja Inggris yang di saat itu memimpin yaitu Raja Charles ternyata menjadi raja paling mendukung Islam dalam sejarah Inggris. Nah, beliau ini sejak dulu sangat menghargai Islam dan bahkan sudah belajar Al-Qur'an dan bahasa Arab dia pelajari. Beliau juga merupakan penggemar buku biografi Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam karya Martin Links yang juga dikenal sebagai Abu Bakar Siraj Aldin. Nah, orang sufi Inggris terkenal dan penjaga naskah-naskah timur di perpustakaan Inggris. Diketahui kalau Raja Charles ini cukup memahami ajaran-ajaran sufi dan dia memiliki minat yang besar terhadap arsitektur seni, terus taman-taman Islam, pokoknya sejarah-sejarah Islam. Nah, Raja Charles ini mendirikan School of Traditional Arts di dekat Regens Park yang mengajarkan seni tradisional Islam sampai ke tingkat magister atau S2. Dia juga bahkan menjadi pelindung bagi Oxford Center for Islamic Studies yang di mana dia mendukung program Young Muslim Leadership Program. Nah, pada tahun 2017 dia mendirikan Mozaik, sebuah program pendampingan yang berfokus pada anak-anak muda muslim yang ada di Inggris. Dan selain itu keberpihakan beliau terhadap agama Islam juga bisa kita lihat dari beberapa pernyataan yang dia buat selama beberapa tahun terakhir. Yang mana Raja Charles ini menolak pandangan yang menyatakan Islam sedang berperang dengan dunia Barat. Nah, dia itu enggak setuju. Justru dia berpendapat sebaliknya kalau Islam, Yudaisme, Kristen adalah tiga agama besar yang percaya kepada satu Tuhan. Dan ketiganya sebenarnya memiliki banyak kesamaan yang sering tidak disadari oleh orang-orang. Nah, inilah contoh orang yang benar-benar belajar ilmu agama nih. Kalau dia sudah membaca Al-Qur'an, Alkitab, ya kan Taurat, Zabur ya, kitab-kitab samawi, dia pasti paham bahwa perbedaan nih orang Islam Kristen dan Yahudi sebenarnya eh sangat tipis perbedaannya. Yang disembah itu sebenarnya tujuannya sama, cuma sayangnya ya umat-umatnya sekarang yang membeda-bedakan ya. Ada yang suka mengolok-ngolok satu sama lain, ada yang merasa ini paling benar, itu paling benar gitu kan. Nah, padahal ya sesama agama yang berasal dari kitab samawi itu banyak sekali kesamaannya dan Raja Charles ini sendiri menyadari hal itu. Dan ketika Raja Charles ini masih menjadi Pangeran Wales, dia di saat itu menyampaikan pemikirannya dia mengenai peradaban Islam dan hubungannya dengan Eropa. Di saat itu Raja Charles mengatakan kalau Islam adalah bagian dari masa lalu dan saat ini di dalam semua bidang kehidupan manusia. Islam sudah membantu membentuk Eropa yang modern dan ini menjadi bagian dari warisan mereka sebagai orang-orang Eropa. Nah, karena pemikiran beliau inilah Raja Charles akhirnya mendesak orang-orang Barat untuk melihat kebenaran dari Islam. Sebab prinsip utama dan hukum Islam diambil langsung dari Al-Qur'an itu adalah keadilan dan kasih sayang. Sehingga kalau ada pemahaman-pemahaman yang mengarah kepada memusuhi orang Islam, islamofobia atau membenci orang Islam. Nah, itu adalah hal yang tidak benar. Nah, Raja Charles tidak mendukung hal tersebut karena beliau paham sejarahnya. Asalamualaikum. After 24 years asuration. Nah, menurut yang disampaikan oleh Raja Charles nih, Geng, di mata beliau Islam jauh lebih revolusioner. Nah, salah satu contohnya adalah ketika perempuan sudah diberikan hak atas properti dan warisan dalam ajaran Islam sejak 1400 tahun yang lalu. Hal ini ya dianggap sebagai toleransi luar biasa yang diajarkan oleh Islam menurut ya pemahaman Raja Charles. Menurut dia ajaran Islam ini sudah sangat adil dan bahkan sudah dilakukan ya ribuan tahun lalu. Nah, Raja Charles menganggap kalau dunia Barat tidak menyadari atau melupakan kalau banyak pencapaian di dalam budaya dan peradaban Barat saat ini sebenarnya dipengaruhi atau dibangun di atas kontribusi dari dunia Islam. Ya, salah satu contohnya ya ee selama zaman keemasan Islam, ilmuwan muslim itu membuat kemajuan besar dalam bidang matematika, kedokteran, astronomi, filsafat, arsitektur, dan lain-lain. Ya, intinya di bidang ilmu pengetahuan. Ilmu itu kemudian masuk ke Eropa dan membantu membentuk kebangkitan ilmu pengetahuan. dan juga budaya di Barat yang mana pada saat itu mengalami masa kegelapan atau dark age. Nah, sampai pada akhirnya dunia Barat menuju ke masa renaisense yang berarti kelahiran kembali bagi barat. Nah, atas kontribusi tersebut Raja Charles menggambarkan komunitas muslim di Inggris sebagai aset bagi Inggris yang menambah kekayaan budaya bagi bangsa Inggris. Nah, jadi pemimpinnya aja tuh sebenarnya menerima keberadaan dari Islam dan bahkan dia berterima kasih atas hal itu. Hanya kelompok-kelompok tertentu aja nih yang benci terhadap keberadaan Islam yang ada di Inggris. Dan dari sini kita bisa lihat ya, Geng, kalau Inggris saat ini memang sudah sangat terbuka dengan orang-orang Islam dan sudah semakin banyak orang Islam yang menempati jabatan pemerintahan di negara tersebut. Namun seperti yang sudah gua katakan di awal, kalau terjadinya sebuah kontradiksi di negara tersebut dan semakin banyak orang Islam yang berpartisipasi di dalam politik Inggris enggak serta-merta membuat kebencian terhadap orang Islam atau islamofobia menjadi hilang. Nah, melainkan justru sekarang semakin tinggi. Nah, tapi sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai hal ini, mungkin ada baiknya kita bahas dulu nih sejarah awal mula masuknya Islam ke Inggris dan perkembangannya di negara tersebut. Sekarang kita bahas. Jadi, Geng, awal mula masuknya Islam ke Inggris itu dimulai sebelum abad ke-20. Nah, di saat itu setelah perang salib melawan Islam, Inggris jadi menjalin persahabatan dengan beberapa negara Islam. Seperti ketika Ratu Elizabeth I meminta bantuan angkatan laut dari Sultan Murat asal Otoman untuk melawan armada dari Spanyol. Nah, orang Inggris pertama yang tercatat menjadi seorang muslim itu bernama John Nelson yang mana dia masuk Islam pada saat itu di abad ke-16. Nah, ada sebuah dokumen yang ditulis pada tahun 1641 yang menyebutkan ada sebuah kelompok muslim yang ditemukan di London dan semenjak itu diketahui bahwa ya berarti di London itu sudah ada nih pemukiman kelompok muslim tersebut dan ada juga beberapa orang yang pindah agama ke Islam selama periode tersebut. Nah, beberapa tahun kemudian sekitar tahun 1649 mulai muncul tuh Al-Qur'an dalam berbahasa Inggris yang dibuat oleh Alexander Rose. Di abad ke-18 dan 19 ada sejumlah orang yang mulai masuk Islam dan mereka ini berasal dari kalangan kelas atas Inggris. Termasuk di antaranya adalah Edward Montagu, yaitu putra dari duta besar untuk Turki. Kelompok besar muslim pertama di Inggris itu datang sekitar 300 tahun yang lalu, Geng. Mereka adalah pelaut yang direkrut di India untuk bekerja di East India Company. Jadi ya enggak mengherankan kalau komunitas muslim pertama itu ditemukan di kota-kota pelabuhan. Kenapa India? Karena di masa itu memang India yang masih tergolong tuh banyak masyarakat Hindu dan Islamnya. Dan bahkan dulu kan sebelum terpisah menjadi Pakistan, India, dan Bangladesh, masyarakat India Muslim itu masih lumayan mendominasiah di India. Nah, akhirnya mereka terpisah. Nah, makanya ketika pelaut yang direkrut di India itu bekerja untuk East India Company datang ke Inggris, nah mereka bermukimlah, berkembang biak, beranak pinak di kota-kota pelabuhan yang ada di Inggris. Juru-juru masa kapal mereka juga berasal dari Siled namanya yang sekarang disebut dengan Bangladesh. Ada orang-orang dari silet ini yang bekerja di restoran-restoran di London sejak tahun 1873. Dan beberapa pelaut muslim juga memutuskan untuk tinggal di Inggris. Menetap di Inggris dan meninggalkan kapal mereka begitu aja tanpa melalui prosedur imigrasi apapun. Jadi mereka mampir ke sana ya udah jadi warga migran di sana. Sebenarnya itu ilegal, tapi zaman dulu ya birokrasinya belum kayak sekarang. Gelombang migrasi muslim berikutnya yang datang ke Inggris itu terjadi setelah dibukanya terusan Sues pada tahun 1869. Dan meningkatnya perdagangan menyebabkan permintaan terhadap laki-laki muslim untuk bekerja di pelabuhan dan kapal semakin tinggi. Dan sebagian besar migran ini berasal dari Yaman dan kemungkinan besar penyebabnya karena Aden, yaitu salah satu kota di Yaman menjadi tempat pemberhentian utama pengisian bahan bakar untuk kapal-kapal antara Inggris atau Faris, yaitu sebutan orang Barat yang merujuk pada negara-negara di Asia Timur dan Asia Tenggara. Banyak pelaut di saat itu kemudian menetap tuh di kota-kota pelabuhan seperti di daerah Cardif, Liverpool, terus ada Soutseld, terus ada Hull dan juga London. Nah, di saat ini diperkirakan ada 70 sampai 80.000 orang Yaman yang tinggal di Inggris, Geng. Jadi rame banget. Terus, Geng, berlanjut lagi di periode tahun 1950-an dan 1960-an, banyak gelombang migran yang berasal dari India dan juga Pakistan yang mencari penghidupan lebih baik alias mencari swaka. Di Inggris, orang-orang Pakistan ini bisa mendapatkan penghasilan 30 kali lebih banyak daripada di daerah dia sendiri. Nah, sementara itu selain Pakistan, ada lagi orang-orang India, India Muslim yang datang ke Inggris karena mereka melarikan diri dari kekacauan dan kekerasan yang terjadi di negara mereka. Yang mana di saat itu ya banyak umat Islam yang didiskriminasi oleh ekstremis-ekstremis Hindu yang ada di India. Itu juga berbarengan dengan pecahnya antara India dengan Pakistan. Kebanyakan migran ini berasal dari daerah pertanian seperti Azad Kashmir dan juga perbatasan barat laut yang memiliki hubungan dekat dengan Inggris sebagai tempat perekrutan bagi tentara Inggris dan angkatan laut Niaga. Nah, kalau kalian ingat dengan pembahasan kita tentang Rohingya, kenapa adanya Rohingya itu ya Rohingya itu sebenarnya adalah angkatan bersenjatanya Inggris atau tentara Inggris yang mereka rekrut dari India dan kebanyakan mereka itu adalah umat muslim. Nah, dimanfaatkanlah nih Rohingya-Rohingya ini oleh Inggris untuk berperang di Myanmar di masa itu. Nah, tapi setelah kepentingan Inggris selesai, Inggris meninggalkan orang-orang India Islam ini, orang-orang India Muslim ini di Myanmar. Makanya terbentuklah tuh suku yang namanya Rohingya. Nah, asal muasalnya itu dari tentara bayaran Inggris ya, yang mana direkrut dari umat muslim India. Nah, gitu geng ceritanya. Nah, terus Geng ya kita lanjut lagi nih, Geng. Gelombang migran selanjutnya datang dari Afrika. Nah, migran Islam selanjutnya datang dari Afrika dan sebagian besar dari Kenya dan Uganda. Semakin bertambah tuh orang Islam di Inggris dari berbagai suku dan mereka turut membangun peradaban Islam di sana. Perkembangan pendidikan Islam juga semakin terlihat dengan sudah adanya 2000 masjid di Inggris. Dan banyak di antaranya yang menyediakan fasilitas pendidikan seperti sekolah dasar, sekolah menengah, dan juga menyesuaikan kurikulum nasional dengan pendidikan Islam. Salah satu proyek terbaru di Inggris adalah pembangunan Islamic Center of Britain di Birmingham yang direncanakan sebagai landmark baru. Dan tempat ini enggak cuma berfungsi sebagai masjid aja, Geng. Tapi juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, komersial, ruang hijau, dan juga menawarkan program bagi ratusan siswa dalam kelas madrasah. Walaupun komunitas Islam di Inggris dan peradabannya terus bertambah, namun hal ini beriringan dengan semakin tingginya islamofobia di Inggris. Jadi muncul tuh kelompok-kelompok yang takut terhadap Islam, kelompok-kelompok yang benci terhadap Islam, dan juga fitnah-fitnah yang terus bermunculan terhadap Islam sehingga ya muncul juga perlawanannya. Dan di saat itu, di saat ada perlawanan di situlah mulai dicreate tuh, Geng. Mulai disorot seolah-olah wah Islam di sana bikin rusuh, masyarakat muslimnya bikin rusuh. Padahal ya di balik itu semua mereka itu bertahan alias ya membela diri dari setiap kecaman dan diskriminasi. Nah, sekarang kita masuk nih ke dalam pembahasan meningkatnya Islamofobia di Inggris. Jadi, Geng, banyaknya politisi dari kalangan Islam Inggris yang menjebat di pemerintahan enggak serta-merta menghilangkan sikap skeptis orang-orang asli Inggris. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai sebuah ancaman. Lebih dari sepertiga orang Inggris masih percaya kalau Islam merupakan ancaman bagi hidup mereka. Fakta ini diambil dari laporan di tahun 2019 yang berjudul State of Hate yang dirilis oleh sebuah LSM yang bernama Hope Not Hitte. Di dalam laporan tersebut menyebut adanya prasangka anti Muslim menjadi penyebab utama pertumbuhan kelompok sayap kanan. Yang mana kelompok sayap kanan ini enggak suka terhadap keberadaan imigran di negara mereka. 35% orang Inggris itu percaya kalau Islam bisa menjadi ancaman bagi hidup orang Inggris. Dan sementara 32%-nya lagi berpikir di Inggris ada sebuah daerah terlarang di mana wilayah tersebut menerapkan hukum Islam sehingga nonmuslim enggak bisa memasuki daerah tersebut. Nah, ini diisukan. Padahal pada pembuktiannya enggak seperti itu. Di laporan yang terpisah ya yang dibuat pada bulan Agustus tahun 2018, sebanyak 30% responden itu mendukung penolakan pembangunan masjid. Semisalnya mau ada masjid yang dibangun di sekitar pemukiman mereka. 21%-nya bahkan tetap mendukung penolakan masjid walaupun harus berakhir dengan kekerasan. Nah, di sini kita bisa lihat ya, Geng ya, apa yang dikeluhkan di Indonesia terjadi juga di Inggris. Semuanya itu tergantung di mana kalian hidup, tergantung di mana mayoritas itu berada. Ya enggak sih? Kalau di Inggris penolakan paling besar sampai terjadi kekerasan adalah pembangunan masjid. Begitu juga dengan di Indonesia yang sering diprotes oleh saudara-saudara kita yang beragama Nasrani, orang-orang Kristen, orang-orang Katolik. Protestan. Selalu ada komen nih di YouTube gua tentang ah orang Islam anti begini tidak toleransi, melarang pembangunan gereja dan segala macam. Mohon sabar dulu dan tahan dulu. Orang-orang kolot ya orang-orang kolot yang melarang pembangunan gereja di Indonesia ya gua bisa bilang itu orang-orang bodoh. Dia muslim tapi dia bodoh. Dan ada konsep ada konsep di mana kalau kalian ingin melihat Islam jangan melihat muslim. Itu konsepnya. Kalau kalian ingin menilai Islam, maka nilailah Islamnya, maka nilailah agamanya. Nilailah apa yang diajarkan di dalam agamanya. Tapi kalau kalian ingin melihat keburukan dari Islam itu ya kalian akan menemukannya di Muslim. Nah, kalian akan menemukan di umatnya. Karena kenapa? Muslim itu umatnya. Umat itu manusia. Manusia itu tempatnya salah. Dan ya manusia itu tempatnya khilaf, maklum, bukan nabi boy. Ya kan? Nah, intinya begitu, Geng. Sama semua agama begitu. Kalian bisa lihat juga yang terjadi di Inggris. penolakan pembangunan masjid di sana itu dilakukan oleh ya umat-umat dari agama lain. Gua gak bisa sebut itu Kristen, ateis atau apalah. Yang jelas itu ee dari masyarakat Inggrisnya yang bisa kita katakan mereka kolot, gitu. Nah, apabila mereka beragama Kristen misalkan, mereka menolak pembangunan masjid di Inggris karena mereka islamofobia gitu. yang bodoh dan yang salahnya itu bukan Kristennya, tapi justru umatnya itu. Jadi, kita tidak bisa menyalahkan kekristenannya, kita tidak bisa menyalahkan agamanya. Karena di dalam agamanya tidak diajarkan seperti itu. Tidak diajarkan membenci, tidak diajarkan menolak agama lain untuk mendirikan tempat ibadah. Nah, balik lagi untuk melihat kekurangan sebuah agama ya terletak pada pengikutnya, pada umatnya, gitu. Nah, di sini sudah terjawab ya, Geng. Buat kalian yang sering protes nih, "Ah, Indonesia enggak toleransi umat muslimnya begini begitu." Enggak. Lu cuma salah negara. Lu tinggal aja di Brazil sono ya atau lu tinggallah di Inggris sono. Lu akan menemukan si jahat dan si baik itu akan didominasi oleh orang-orang yang memeluk agama mayoritas. Kalau mayoritasnya dia Yahudi, ya si jahat dan si baiknya kebanyakan dari orang Yahudi. Kalau negaranya itu kebanyakan memeluk agama Hindu kayak India misalkan, nah kalian akan menemukan si baik dan si jahatnya mayoritas dari agama Hindu. Terus dari agama lain di negara-negara tersebut enggak ada si baik dan si jahat. Jawabannya tetap ada. secara persentase sama cuman jumlahnya itu sedikit gitu karena ya itu dia tadi di mana kalian berada ya kalian harus melihat mayoritasnya siapa maka kalian akan menemukan sisi baik dan sisi buruk dari si mayoritas itu. Kurang lebih kayak gitu ya penjelasannya. Oke kita lanjutkan lagi. Pemahaman tentang Islameopobia di Inggris nih ya itu enggak kunjung menghilang, Geng. Namun justru bertambah secara signifikan. Apalagi setelah adanya serangan teroris yang terjadi beberapa kali di Inggris yang kemudian berubah menjadi kebencian terhadap orang Islam yang ada di Inggris. Nah, karena kan narasinya tuh terus diarahkan bahwa ya pengeboman atas nama Islam atau misalkan ada ee tindakan-tindakan kekerasan itu dianggap sebagai pelakunya atas nama Islam. Nah, itu semua distigmakan stereotype gitu. Padahal pelakunya itu dua orang, tiga orang, tapi semua umat Islam disalahkan. Nah, itu sering terjadi. Di saat itu mereka mendapatkan berbagai perilaku yang tidak menyenangkan seperti penyerangan verbal sampai fisik hingga komunitas muslim di Inggris mendapatkan diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan termasuk pendidikan dan pekerjaan. Nah, aksi kejahatan dengan motif kebencian terhadap agama juga meningkat di sana. Berdasarkan data dari Departemen Dalam Negeri Inggris itu mencatat terjadi peningkatan kebencian sebesar 40% di mana lebih dari setengahnya ditujukan kepada umat muslim. Ada salah satu lembaga yang bernama Tel Mama didirikan sejak tahun 2012 yang mendukung para korban dari Islamofobia ini. Berdasarkan data dari Telmama, terjadinya peningkatan besar terhadap Islamofobia itu meningkat lebih dari tiga kali lipat setelah adanya konflik antara Isriwil dengan Mamas pada tahun 2023 sampai sekarang. Stigma negatif ini sering diperkuat oleh framing dari media dan narasi yang menyesatkan dengan mengaitkan agama Islam terhadap serangan teror yang terjadi. Contohnya ketika tragedi 911. Secara enggak langsung narasi tersebut menciptakan gambaran seolah-olah semua orang Islam adalah teroris dan hal tersebut adalah ancaman. Padahal kalau dihitung dari jumlah populasinya lebih banyak orang Islam yang hidup dengan damai dan berkelakuan baik terhadap masyarakat. Tapi gara-gara ya distigmakan nih dua tiga orang yang melakukan itu, jadi semuanya dianggap sama. Dan di dalam hal ini media massa memainkan peran yang begitu penting dalam membentuk stigma tersebut. Jadi difitnah melalui ya koran-koran, media gitu. Dan banyak berita yang menyoroti tindakan kelompok ekstremis tanpa memberikan konteks perihal keberagaman pandangan dalam Islam. Nah, istilahnya nih seperti radikal dan teroris itu sering digunakan untuk menggambarkan tindakan seseorang sehingga mengakibatkan terbentuknya generalisasi yang merugikan terhadap komunitas muslim. Hal inilah yang kemudian membentuk pemahaman islamofobia di kalangan orang-orang nonmuslim. Ya, mungkin bagi kita ya yang hidup di negara yang mayoritas beragama Islam kayak gini tidak merasakan bagaimana ancamannya. Tapi bagi mereka yang tinggal di negara-negara yang Islamnya minoritas tentunya ini sangat merugikan mereka. Dan dampak dari Islamofobia juga enggak cuma berupa kekerasan fisik, tapi juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan bagi umat muslim Inggris. Banyak dari mereka yang merasa terpinggirkan dan sulit untuk berinteraksi dengan masyarakat. Dan penelitian menunjukkan kalau remaja muslim itu merasa harus bekerja lebih keras dibandingkan mereka yang nonmuslim untuk bisa sukses di sekolah dan pekerjaan. Bahkan sekelas lembaga seperti Tel Mama aja juga mendapatkan diskriminasi, Geng. Nah, dari awal berdiri Tel Mama ini sepenuhnya didanai oleh Kementerian Perumahan, Komunitas, dan Pemerintah Daerah untuk bisa menjalankan layanan mereka. Tapi di bulan Maret tahun 2025, pemerintah memutuskan untuk memangkas semua pendanaan untuk Tel Mama. Keputusan ini enggak cuma merugikan Tel Mama aja, tapi juga pihak kepolisian. Karena tanpa laporan dari Tel Mama, polisi jadi sulit untuk memantau konflik ini dan mengetahui apakah ada ancaman yang terjadi nantinya ya di antara ya komunitas muslim dengan orang-orang yang anti muslim. Dan banyak yang menduga kalau dipangkasnya pendanaan ini karena Tel Mama yang mendukung komunitas muslim yang menjadi korban Islamopfobia dan ada indikasi ee ingin menghentikan penelitian mereka agar tidak ada yang tahu kasus islamopia yang cukup marak terjadi di Inggris sehingga yang ditampilkan adalah yang bagus-bagusnya aja. Perpolitikan Inggris juga semakin terbuka dan beragam dengan semakin banyaknya orang Islam yang berpartisipasi. Namun di sisi lain di kehidupan sosialnya banyak orang Islam yang merasa didiskriminasi. Nah, jadi kayak gitu, Geng. Walaupun sekarang Islam di sana ya mulai diterima. Banyak yang masuk Islam, banyak yang pindah agama ke Islam, dan pemimpin-pemimpin di Inggris juga ya mulai banyak orang-orang yang berlatar belakang Islam. Nah, tapi angka kebencian terhadap muslim di Inggris juga semakin meningkat. Oke, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai banyaknya orang Islam yang menduduki jabatan penting di Inggris. Tapi di sisi lain juga diiringi dengan semakin tingginya islamofobia di sana. Gimana, Geng? Menurut tanggapan kalian tentang pembahasan kita kali ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.