INDIA BEGINS BOMBING PAKISTAN! WILL A NUCLEAR WAR BEGIN?
HB-i6hvFD2o • 2025-05-14
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, India dan Pakistan masih memanas.
Ya, buat kalian yang ketinggalan berita
tentang awal mula gimana konflik antara
India ini bisa terjadi, nah kalian bisa
nonton video kita yang satu ini. Oke.
Nah, di sana kalian bisa paham dan tahu
alasan mengapa kedua negara tersebut
akhirnya berada di dalam keadaan yang
memanas berperang. Nah, jadi intinya ada
sebuah serangan dari kelompok bersenjata
yang terjadi di Kashmir pada tanggal 22
April kemarin. Dan sejak kejadian
serangan tersebut, enggak ada
tanda-tanda kalau kedua negara ini bakal
berdamai dalam waktu yang dekat. Malah
justru semakin memanas dengan saling
menyerang di wilayah perbatasan mereka.
Sampai-sampai di saat itu, India itu
mengancam bakal menangguhkan perjanjian
sungai Indus yang mana kalau sampai ini
terjadi bakal sangat-sangat
menyengsarakan Pakistan. Nah, sekarang
konfliknya justru semakin gila karena
Pakistan ternyata itu enggak tinggal
diam. Mereka ngelawan dan mereka juga
mengancam akan menangguhkan perjanjian
SIMA. Dan yang parahnya adalah India di
saat ini cuma menyerang militer Pakistan
di wilayah perbatasan, tapi juga mereka
mulai menyerang wilayah-wilayah Pakistan
menggunakan rudal yang mana wilayah
tersebut dihuni oleh warga sipil. Nah,
jadi sudah ada konflik senjata secara
terbuka yang masuk ke dalam wilayah
Pakistan.
Dan di India sendiri sepertinya juga ada
isu yang berkembang kalau konflik yang
saat ini sedang terjadi merupakan
konflik agama dan upaya untuk memecah
belah umat Islam melawan Hindu di India.
Ya, walaupun di India mayoritas penduduk
dan partai yang berkuasa adalah e
nasionalisme Hindu. Nah, tapi masih
banyak orang-orang Islam juga di sana
yang mana seharusnya ini menjadi perang
antara India dan Pakistan. Tetapi di
dalam internal Indianya sendiri terjadi
perang juga. Perang saudara antara umat
Hindu dan Islam. Dan digadang-gadang ya,
dua negara ini sama-sama punya nuklir,
Geng. Kalau sampai dua-duanya bertindak
ceroboh, bertindak bodoh ngelepasin
nuklir, maka kalian-kalian yang ada di
rumah juga bakal terkena imbasnya. Jadi
hati-hati banget nih. Siap-siap ya pakai
sabuk pengaman kalian. Nih, India nih
kadang-kadang ya India nih kadang-kadang
enggak bisa ditebak nih. Tahu-tahu
kepencet emote aja. Kepencet emote
lepasin nuklir ya kan mereka tuh apa ya?
Gua kalau ngelihat India nih
kadang-kadang kayak 111 sama Korut gitu
ya. tiba-tiba iseng menclir. Nah, dan
kalian tahu dampak atau efek dari
pelepasan nuklir itu? Itu dalam 2 minggu
aja bisa jutaan nyawa bahkan katanya sih
sampai e 20 juta nyawa apa ya bisa
meninggal dunia. Tidak tertutup
kemungkinan perang mereka ini bakal
menjadi pertanda awal perang dunia
ketiga bakal terjadi. Mengingat nih ya
Mamas dengan istriwil perang ya di Timur
Tengah di Eropa Timur ya antara Ukraina
dan Rusia perang ya kan di Afrika ya
Kongo dan lain-lain perang sekarang
malah merambah ke Asia dan seperti yang
kita tahu ya di Asia itu yang sudah
terlebih dahulu perang adalah internal
di Myanmar. Nah, sekarang malah ada dua
negara di Asia yang sedang berperang,
yaitu India dan Pakistan. Wah, ini seram
banget, Geng. Ini dunia lagi enggak
baik-baik aja. Dan di video kali ini
kita bakal membahas mengenai update
lanjutan dari konflik antara India dan
Pakistan ini. Mulai dari Pakistan yang
mengancam akan menangguhkan perjanjian
Simla, operasi Sindoor yang dilakukan
oleh India, dan apakah konflik kedua
negara ini bakal berpengaruh ke negara
lain, termasuk ke negara kita Indonesia.
Nah, sekarang langsung aja kita bahas.
Halo, Geng. Welcome back to Kamar
[Musik]
Jerry, genggeng. Oke, untuk pembahasan
pertama kita bakal masuk ke dalam
pembahasan ketika Pakistan mengancam
akan menangguhkan perjanjian Simla.
[Musik]
Jadi, Geng, ancaman ini pertama kali
muncul setelah sebelumnya India yang
mengancam bakal menangguhkan perjanjian
sungai Indus. Jadi, singkatnya ya,
perjanjian sungai Indus itu adalah
sebuah perjanjian antara kedua negara
mengenai aliran sungai Indus. Nah, kalau
perjanjian itu ditangguhkan oleh India,
maka Pakistan enggak bakal bisa
mendapatkan aliran air bersih. Bahkan
data yang berkaitan dengan sungai
tersebut pun ya seperti jumlah debit air
dan juga yang lain-lain lah gitu ya.
Nah, itu bisa mengancam Pakistan. Nah,
bayangin aja Pakistan gak bisa mengairi
sawah mereka. Bisa-bisa mereka
kelaparan, enggak bisa mendapatkan air
minum, enggak bisa mendapatkan air
bersih untuk mandi. Jadi, eh ini bakal
berdampak sangat-sangat gila buat
Pakistan. Kalau mau penjelasan lebih
lengkapnya, silakan tonton video gue
yang sebelumnya tentang perjanjian
sungai Indus ini. Terus, Geng, gara-gara
diancam seperti itu, sebagai balasannya,
pihak dari Pakistan National Security
Commite atau disingkat dengan NSC itu
sebuah badan pembuat keputusan sipil
militer tertinggi di Pakistan. Nah,
mereka ini melakukan penutupan
perbatasan dan wilayah udara,
penangkuhan perdagangan, dan juga yang
mengejutkan, Pakistan juga mengancam
India melalui sebuah perjanjian yang
bernama perjanjian Simla tadi. Apa nih
isi dari perjanjian ini dan seberapa
besar dampaknya bagi India kalau
Pakistan menangguhkan perjanjian Simla?
Jadi, kita mundur dulu nih, Geng, ya, ke
sejarahnya, ya. Sejarahnya itu dimulai
pada tahun 1971. Jadi dulu itu, Geng,
antara India dan Pakistan itu terjadi
peperangan yang dimenangkan oleh India
dan menyebabkan terbentuknya negara
Bangladesh. Nah, awal-awalnya negara
Bangla ini dari situ. Setelah peperangan
tersebut 7 bulan kemudian tepatnya di
tanggal 2 Juli tahun 1972, Presiden
Pakistan yang bernama Zulfikar Alib dan
juga Perdana Menteri India yang di saat
itu bernama Indira Gandhi itu bertemu di
Shimla atau Simla gitu ya, sebuah ibuota
perbukitan negara bagian Himachal
Pradesh di India. Di sana mereka ingin
memperbaiki hubungan antara India dengan
Pakistan. Jadi hubungan kedua negara
ini. Dan pada saat itulah dibuat sebuah
perjanjian yaitu perjanjian Simla atau
Simla Agreement namanya. Di dalam
perjanjian tersebut pemerintah India dan
Pakistan sepakat untuk mengakhiri
konflik serta konfrontasi yang selama
ini sudah merusak hubungan diplomatik di
antara mereka. Dan mereka berupaya untuk
meningkatkan hubungan yang lebih baik
serta membangun perdamaian abadi
sehingga kedua negara bisa menghasilkan
sumber daya dan energi mereka
masing-masing untuk negara mereka dan
memajukan kesejahteraan rakyat mereka
masing-masing. Nah, jadi intinya tuh
dulunya dua negara ini bersaudara cuma
karena perbedaan paham, karena perbedaan
agama. Nah, mereka berpisah terus.
Akhirnya mereka ini mulai berpikir di
saat itu, "Ini kalau kita perang terus
nih ya, enggak ada habisnya." Y ya
kalian tahu sendiri ya, rakyat Pakistan,
rakyat India itu banyak banget orangnya.
Kalau terus saling perang, enggak akan
ada endingnya, enggak akan ada habisnya.
Nah, jadi mereka mulai enggak mau nih
kalau sumber daya dari negara mereka
masing-masing malah dipakai buat perang
terus. Akhirnya mereka mulai berpikir
mendingan buat rakyat mereka sendiri aja
supaya hidup sejahtera. Nah, akhirnya
dibuatlah perjanjian itu. Dan di dalam
perjanjian SIMA ini juga ada beberapa
poin-poin penting, Geng. Yang pertama,
resolusi bilateral yang damai. di mana
kedua negara itu berkomitmen buat
menyelesaikan perselisihan mereka
melalui negosiasi bilateral tanpa
melibatkan mediasi pihak ketiga. Nah,
ini pintar nih, cakep nih. Biasanya
kalau ada pihak ketiga biasanya tuh
kalau enggak Barat ya Amerika gitu kan
pasti sok-sok jadi penengah mencampuri
urusan negara lain. Tahu-tahu nanti
malah makin runyam biasanya gitu. Nah,
tapi mereka memilih untuk tidak ada
pihak ketiga di dalam perjanjian itu.
Terus poin yang kedua ini mengenai
perubahan dari yang awalnya disebut
dengan garis gencatan senjata pada tahun
1971 yang mana mereka merubahnya menjadi
garis control atau line of control
disingkat dengan LOC yang secara efektif
menetapkan perbatasan de facto di
wilayah Jamu dan juga Kashmir. Nah,
Kashmir inilah yang menjadi perebutan
nih antara India dan Pakistan karena
memang letaknya itu di perbatasan banget
gitu. Dan di dalam perjanjian Simla itu
ditekankan kalau enggak ada pihak yang
akan berusaha mengubah garis kontrol
secara sepihak sehingga bisa memperkuat
status kuo dari kedua negara. Terus,
Geng, yang poin ketiga mengenai
pengembalian wilayah. Jadi, India
diminta untuk mengembalikan lebih dari
13.000 km² tanah yang mereka rebut
selama perang berlangsung. yang mana hal
tersebut menjadi bentuk dari niat baik
dan komitmen mereka terhadap perdamaian
antara kedua belah negara. Nah, tapi
India tetap mempertahankan zona
strategis mereka seperti daerah Turtuk
dan juga Kalunka di Lembah Korbat. Nah,
yang mana daerah tersebut mereka enggak
mau kasih ke pihak Pakistan itu tetap
jadi hak mereka. Terus geng, poin yang
keempat, pengakuan terhadap berdirinya
negara Bangladesh. Nah, meskipun hal ini
enggak secara langsung disebutkan, namun
karena hadirnya perjanjian SIMA seperti
menjadi jalan untuk pengakuan diplomatik
Pakistan terhadap Bangladesh. Nah, ini
masih satu keturunan nih sebenarnya.
Suku bangla ini ya, negara bangla,
orang-orang Bangla ini ya, masih
India-I. Nah, terus masih
Pakistan-Pakistan juga. Mungkin
perbedaannya ya antara Bangla, Pakistan,
dan India, Bangla itu sama India ya apa
ya? Warna kulitnya mirip-mirip.
sama-sama warna kulit gelap. Sementara
Pakistan kebanyakan orangnya putih-putih
gitu. Karena ya rata-rata Pakistan itu
hidupnya di dataran tinggi dan sudah
menikah atau ya kawin silang sama
orang-orang dari Eropa juga. Mereka
makanya putih-putih. Nah, terus geng
apakah sebenarnya perjanjian Simla ini
membawa dampak yang signifikan bagi
perdamaian kedua negara? Ngaruh enggak
kira-kira dari perjanjian tersebut?
Jawabannya ya enggak juga. Walaupun
sudah ada perjanjian Simla, India dan
Pakistan ini udah terlibat di dalam
konflik termasuk konflik selama 40 tahun
untuk menguasai Gletzer Siaen dan perang
Kargil pada tahun 1999. Perjanjian Simla
juga enggak pernah bisa untuk
menciptakan perdamaian di LOC. Nah,
banyak pakar konstitusi di Pakistan yang
berpendapat kalau India malah
menyalahgunakan perjanjian SIMA untuk
keuntungan mereka sendiri dengan
menghasut perang dan memberikan tuduhan
kepada Pakistan atas serangan yang
terjadi di India tanpa menunjukkan bukti
yang mana tindakan India ini dinilai
enggak sesuai dengan tujuan dari
perjanjian Simla yang menginginkan
perdamaian. Jadi, secara enggak langsung
sebenarnya perjanjian Simla ini ya cuma
tertulis di atas kertas aja. Nah, mereka
tetap berkonflik di saat itu. Dan
langkah Pakistan yang ingin menangguhkan
perjanjian ini sebenarnya udah
dipikirkan sejak lama oleh Pakistan.
Sebab hubungan kedua negara ini juga
masih enggak membaik meski sudah adanya
perjanjian itu. Jadi, kayak enggak
berguna dan kedegangan ini jadi semakin
parah sejak India mencabut pasal 380 di
bulan Agustus tahun 2019 yang mana ini
menghapus otonomi khusus di wilayah Jamu
dan juga Kashmir yang akibatnya hubungan
diplomatik antara kedua negara ini makin
memburuk, Geng. Nah, semenjak saat itu
Pakistan mulai menurunkan tingkat
diplomatiknya mereka dengan India dan
terus membawa isu Kashmir ke forum
internasional. Yang mana hal ini
bertentangan dengan perjanjian SIMA yang
mengharuskan penyelesaian konflik itu
dilakukan secara langsung antara kedua
negara aja. Sementara India itu masih
menganggap apa yang terjadi di Jamu dan
Kashmir itu adalah masalah dari kedua
negara. Bukan salah sepihak, bukan salah
mereka. Tapi masalahnya adalah pasca
penyerangan yang baru-baru aja terjadi
di Kashmir kemarin, resikonya itu bakal
sangat besar bagi Pakistan untuk kalah
dengan India. Terlebih lagi karena India
menuduh Pakistan lah yang berada di
balik serangan tersebut. Ya memang ya
kelompok-kelompok bersenjata yang
melakukan penembakan itu ya sempat ya
menanyakan agama dari targetnya atau
korbannya. Terus sempat ee apa ya
meminta mereka membaca ayat gitu. di
sini kan kena banget ya ke Pakistan dan
Pakistan bisa banget dituduh bahwa itu
memang kelompok yang di-support oleh
mereka. Nah, ditambah dengan Pakistan
yang bakal menaguhkan perjanjian SIMLA,
maka Pakistan bisa membawa permasalahan
Kashmir ini sampai ke Dewan Keamanan PBB
untuk nantinya ya menyelesaikan sengketa
dari Kashmir tersebut. Dan Pakistan
selalu merasa kalau perjanjian Simla
enggak pernah bisa memberikan ruang bagi
Pakistan untuk bisa memperjuangkan
kepentingan di beberapa wilayah seperti
Siacen. Padahal bagi Pakistan, Indiaalah
yang melanggar perjanjian tersebut
makanya bisa terjadi konflik di Siacen
ini. Dan karena tidak membawa
permasalahan ini di forum internasional,
pada akhirnya India berhasil merebut
Gletzer Siacen pada tahun 1984 dalam
sebuah operasi militer yang menurut
Pakistan sudah melanggar perjanjian
Simla. Nah, jadi secara enggak langsung
ya, Geng, kalau kita lihat dari
konfliknya itu kayaknya ya dari kacamata
Pakistan nih, India ini dianggap oleh
Pakistan sudah memanfaatkan perjanjian
SIMLA untuk kepentingan mereka sendiri.
Tapi kalau dilihat secara objektif,
India sebenarnya merasa dirugikan dengan
adanya perjanjian ini, Geng. Sebab
pemerintah India udah lama bersi keras
kalau Kashmir yang dikelola oleh
Pakistan saat ini adalah punya mereka.
Dan dengan adanya perjanjian SIMLA,
India jadi merasa enggak bisa mengklaim
Kashmir secara penuh. Nah, sehingga
semisalkan perjanjian tersebut
ditangguhkan, maka kedua negara bisa
mendapatkan perlindungan di forum
internasional untuk mengejar kepentingan
mereka yang ada di LOC dengan cara yang
enggak mungkin enggak bisa dilakukan
kalau mereka tetap tunduk terhadap
perjanjian Simla. Dan dengan India yang
sebelumnya mengancam bakal menangguhkan
perjanjian sungai Indus, ya ini sudah
dianggap sebagai tindakan agresi yang
menurut hukum internasional sehingga
Pakistan ya perlu untuk membela diri dan
salah satunya adalah mengancam akan
menangguhkan perjanjian Simla. Jadi ya
perang terbuka mereka. Nah, tapi apakah
dengan ancaman tersebut yaitu
menangguhkan perjanjian Simla bakal
menjadi sebuah pertanda akan adanya
eskalasi yang jauh lebih besar? Nah,
jadi penangguhan perjanjian tersebut
enggak semerta-merta berarti deklarasi
perang, Geng. Tapi hal itu ya bakal
menyebabkan meningkatnya ketegangan dan
permusuhan di antara kedua negara.
Bahkan bisa membawa negara-negara
tetangga dari kedua negara lebih dekat
ke potensi konflik militer. Jadi kayak
ibaratnya Pakistan lawan India, nanti
ada yang kesenggol nih misalkan
Bangladesh lah, Laos lah, apalah gitu.
Semuanya akhirnya berperang. Dan gak
seperti aksi-aksi balasan Pakistan
lainnya yang secara langsung dilakukan,
penangguhan terhadap perjanjian Simla
ini baru sekedar ancaman doang. Kalau
yang lain kan langsung disikat habis tuh
sama Pakistan. Nah, kalau ini enggak
diancam dulu. Jaga-jaga nih lu. Jangan
sampai gua tangguhkan nih. Nah, tapi
ancaman ini enggak bisa dianggap remeh,
Geng. Karena bisa saja Pakistan secara
serius akan menangguhkan perjanjian
tersebut. Nah, lalu, Geng menanggapi
Pakistan yang mau menangguhkan
perjanjian Simla, India secara
terang-terangan langsung nyerang
Pakistan. Mereka gak peduli. Mereka
malah menyambut hal itu. Dan kalau
kemarin-kemarin serangannya hanya
terjadi di garis kontrol atau LOC, nah
tapi sekarang India mulai menyerang
langsung ke wilayah Pakistan yang mana
serangan ini disebut dengan operasi
Sindor. Dan sekarang kita bakal masuk ke
dalam pembahasan mengenai India
melakukan operasi Sindor ini ke wilayah
Pakistan. Semengerikan
apa. Jadi, Geng, India akhirnya
melakukan serangan terbuka menggunakan
rudal ke wilayah Pakistan pada tanggal 7
Mei tahun 2025. Serangan ini disebut
dengan operasi Sindor. Nah, Sindor ini
bukanlah sebuah nama daerah, tapi ini
memiliki nama tersendirilah bagi orang
India. Jadi ini adalah istilah yang
memiliki makna tertentu. Nah, sindor ini
adalah sebuah kata dalam bahasa Hindi
untuk warna merah terang. Sebuah serbuk
yang sering dioleskan di dahi perempuan
ya, perempuan Hindu yang sudah menikah.
Nah, apa hubungannya nih operasi militer
yang dilakukan oleh India ke Pakistan
dengan makna serbuk berwarna merah tadi?
Nah, jadi ini ada hubungannya, Geng,
dengan serangan yang terjadi di Kashmir
kemarin. Menurut beberapa kesaksian
korban yang selamat, kalau kalian ingat
dengan penjelasan gue di video
sebelumnya, orang-orang bersenjata itu
kan memisahkan turis-turis pria dan
wanita. Lalu mereka nanyain nih, apakah
mereka orang Islam atau bukan. Kalau
bukan orang Islam maka langsung dioor.
Dan semua korbannya itu adalah
laki-laki. Dan karena mereka tewas di
dalam insiden tersebut, istri mereka
yang beragama Hindu menjadi janda. Nah,
jadi ada maknanya. Maknanya tuh ke sana.
Suami mereka dihabisi, istrinya menjadi
janda. Nah, sindor ini biasanya ya
enggak digunakan lagi oleh wanita yang
sudah jadi janda karena ditinggal mati
oleh suami. Jadi, maknanya tuh ke sana.
Nah, sebagai bentuk simpati terhadap
para janda yang kehilangan suaminya di
dalam insiden di Kashmir, makanya
operasinya itu dinamakan sebagai operasi
Sindor. Terus, Geng, serangan rudal di
dalam operasi Sindoor ini merupakan
serangan terluas di wilayah Pakistan di
luar empat perang yang pernah dilakukan
oleh kedua negara ini. Jadi, ini paling
besarlah. Terus, apa alasan India
menyerang Pakistan? Kenapa tidak
diselesaikan secara internal antara
kedua belah pihak gitu ya? Karena kan
pemantik apinya itu adalah kelompok
bersenjata tadi yang mereka anggap
sebagai terorislah, pemberontaklah. Tapi
kenapa justru India ya menyerang negara
Pakistan gitu. Nah, tentunya ini adalah
sebagai tanggapan dan tuduhan ya tuduhan
dari India bahwa serangan di Kashmir itu
ya perbuatan Pakistan gitu. Dan selain
itu, India juga mengklaim kalau operasi
Sindor ini bertujuan untuk menghancurkan
wilayah yang menjadi pusat dari basis
teroris seperti Laskar E Taiba atau dan
juga Jis E. Muhammad atau JE. Nah,
Menteri Luar Negeri India yang bernama
Vikram Misri itu menegaskan kalau
serangan tersebut difokuskan untuk
menghancurkan infrastruktur teroris dan
melumpuhkan teroris yang mungkin dikirim
ke India. Jadi mereka ngaku kalau itu
bukan serangan buat Pakistan, tapi
serangannya justru di wilayah Pakistan.
Ya, mereka secara enggak langsung
menganggap wilayah tersebut diisi oleh
teroris gitu. Nah, pejabat militer India
yang bernama Kolonel Sofia Qureshi dan
komandan Wing Viomika Sing itu
merincikan mengenai operasi Sindor ini,
Geng. Lima dari sembilan lokasi yang
diserang itu berada di wilayah yang
dikelola oleh Kashmir dan empat sisanya
itu berada di daerah Punjap yaitu
Bahawalpur, Murid Ke Sakargar dan sebuah
desa di dekat Sialcot yang mana ini
menjadi pertama kalinya sejak perang
tahun 1971 India menyerang wilayah
punjap. Militer India itu mengklaim ada
21 kem teroris di Pakistan dan juga
Kashmir yang dikelola oleh Pakistan
sendiri.
B
terus, Geng, hal ini berbeda nih buat
Pakistan. Menurut Pakistan, serangan
yang dilakukan oleh pihak India ini
adalah serangan yang ya bukan mengarah
ke teroris, tapi lebih kepada serangan
yang tidak beralasan dan justru
menargetkan orang-orang yang enggak
bersalah. yang mana korbannya adalah
warga sipil termasuk wanita, anak-anak,
terus juga masjid dan kawasan pemukiman
ya menjadi sasaran mereka dari serangan
rudal-rudal India ini. India di saat itu
menargetkan pusat-pusat populasi besar
yaitu muride. Muridke ini itu adalah
sebuah kota yang berada di distrik
Sekupura, Punjap, Geng, yang penuh
dengan situs sejarah di era Mugal,
mauria, dan juga Gupta. Nah, jadi daerah
itu tuh daerah yang sakral buat orang
Pakistan. Di saat itu ada sebuah masjid
yang bernama Masjid Ummul Qura yang
menjadi sasaran sampai empat kali
ditembakin rudal. Nah, terus ada seorang
korban yaitu laki-laki. Dia tewas di
sana. Terus ada satu laki-laki lain yang
terluka juga akibat serangan tersebut.
Nah, ada dua orang yang hilang di saat
itu. Pemukiman yang berada di sekitar
masjid ini juga rusak akibat serangan
tersebut, Geng. Kemudian ada Bahawalpur
di mana empat rudal India menghantam
Ahmed Pur Syarkiah, sebuah kota yang
berada di dekat Bahawalpur dengan
menargetkan sebuah masjid yang bernama
Masjid Subhan yang hancur setelah
terkena rudal. Sedikitnya di saat itu
ada lima orang yang tewas dan di
antaranya itu ada dua orang pria, dua
wanita, dan korban yang masih di bawah
umur. Korban luka-luka di saat itu
berjumlah sampai 31 orang, Geng. yang
terdiri dari 25 orang pria dan juga en
orang wanita. Nah, jadi kondisi ini udah
ggak main-main ya, udah ada korbannya
nih yang artinya bakal ada darah dibalas
darah, nyawa dibalas nyawa. Terus
setelah itu geng, ada yang namanya
Muzafarabat, ibu kota Kashmir yang
dikelola oleh Pakistan. Ini terletak di
pertemuan sungai Jelum dan juga Nelum.
sebuah masjid yang bernama Masjid E
Bilal itu terkena serangan rudal oleh
India yang menyebabkan ada seorang gadis
di bawah umur itu terluka gara-gara
kejadian tersebut. Nah, kemudian ada
lagi Kotle yang masih berada di wilayah
Kashmir dan terletak di sepanjang Sungai
Ponch serta merupakan pusat pertanian
dan wisata. Di sana tuh ada sebuah
masjid yang bernama Masjid Abas. Nah,
masjid tersebut sengaja menjadi sasaran
oleh India. Nah, terus ada lagi gadis
yang berusia 16 tahun dan seorang anak
laki-laki berusia 18 tahun itu tewas di
dalam kejadian tersebut. Nah, terus ada
dua orang yang terluka di lokasi itu.
India di saat itu mengklaim dalam
serangan mereka di Kotle ini, mereka itu
nyerang yang namanya Mehmona Joya, yaitu
sebuah fasilitas yang diklaim oleh India
sebagai milik Hizbul Mujahidin atau HUM.
Nah, mereka menganggap kelompok itu
adalah kelompok pemberontak yang
bermarkas di Kashmir. Tapi Kashmir
bagian yang dikelola oleh India. bukan
Kashmir bagian yang dikelola oleh
Pakistan gitu. Nah, jadi India mengklaim
kalau mereka menghancurkan fasilitas
dari Hizbul Mujahidin ini. Nah, terus
geng lanjut lagi nih. Serangan dari
India juga terjadi di Bimber, wilayah
Kashmir yang berjarak sekitar 9 km dari
LOC. Dan selanjutnya di daerah Sialcot,
salah satu wilayah di Punjap yang
menjadi pusat industri terpenting
Pakistan untuk membuat barang-barang
atau peralatan untuk tindakan operasi,
peralatan olahraga, dan juga
produk-produk kulit. Jadi intinya itu
adalah kawasan industrinya Pakistan
gitu, Geng. Nah, terus Geng ada sebuah
desa di sisi utara Sialcot ini yang
disebut sebagai Kotli Loharan yang mana
dua desa itu sampai kena dua kali
serangan. Serangan rudal jatuh dua kali
di sana. Salah satu serangannya itu
meleset dan enggak meledak. Sementara
serangan kedua itu mendarat di lapangan
terbuka. Nah, untungnya serangan
tersebut enggak mengakibatkan kerusakan
yang parah di sana. Nah, terus yang
terakhir nih serangan dari India ini
terjadi di wilayah Shakar. Wilayah
Punjak di Sakargar ini ada dua serangan
juga yang menyebabkan kerusakan kecil
pada rumah sakit dan apotek. Tuh
bayangin tuh ya fasilitas yang diserang
tuh fasilitas kesehatan gitu. Katanya
mau nyerang teroris, kelompok
bersenjata, tapi yang diserang malah
rumah sakit dan apotek. Dan dari
serangan-serangan tersebut ya ada 31
orang warga Pakistan yang tewas dan enam
kota yang menjadi sasaran India itu
hancur
lebur. Terus geng, serangan India ini
mendapatkan tanggapan nih dari Perdana
Menteri Pakistan yang bernama Muhammad
Shebas Syarif. Dia bilang kalau Pakistan
ini memiliki hak penuh untuk memberikan
balasan yang pantas atas tindakan perang
yang dilakukan oleh India. Jadi mereka
enggak tinggal diam. Sharif juga bilang
kalau balasan tersebut sedang
direncanakan oleh Pakistan. Nah, di sini
nih yang menakutkannya nih. Kalau udah
saling berbalas, gua takutnya malah
kedua belah pihak gak bisa tahan, gatal
tangannya ngelepasin nuklir gitu.
Bisa-bisa negara kita juga kena imbas
gitu, Geng. Terus, Geng, sejauh ini
belum ada balasan berupa serangan
militer yang dilakukan oleh Pakistan,
Geng. Tapi udah mulai ada narasi di
sosial media yang mengatakan kalau
Pakistan sudah berhasil mengontrol
pertempuran terhadap India. Nah, oleh
pemerintah India narasi ini adalah
bagian dari propaganda yang dilakukan
oleh Pakistan untuk menciptakan image
bahwa Pakistan adalah sebuah negara yang
kuat. Dan narasi tersebut dimaksudkan
untuk mendiskreditkan India. Jadi, India
enggak percayalah kalau Pakistan bisa
menangkis serangan-serangan India. Nah,
India bilang itu cuma isu hoa doang.
Paling juga ya biar orang-orang di
seluruh dunia percaya kalau Pakistan
kuat kata India gitu. Tapi itulah narasi
yang tersebar sekarang di media. Banyak
banget kalau kalian lihat ya,
drone-drone buatan Istri Will yang
dipakai oleh India itu ditembak jatuh
oleh Pakistan. Jadi, Pakistan ini bisa
dikatakan ya berhasil menangkis beberapa
serangan dari India. Nah, terus Geng di
dalam kejadian ini gimana nih dengan
orang-orang muslim yang ada di India?
Apakah ee mereka kena imbasnya juga?
Karena kan peperangan antara India dan
Pakistan ini kadang nyerempet ke masalah
perang agama juga antara Hindu dan Islam
gitu. Nah, yang jadi pertanyaannya
apakah masyarakat India yang beragama
Islam memihak kepada negara mereka
sendiri atau justru mereka memihak
kepada Pakistan? Gua menemukan sebuah
cuplikan wawancara yang dilakukan oleh
wartawan India dengan salah satu bocah
India nih, Geng. Nah, bocah India ini
adalah orang Islam. Nah, bocah ini
ditanya nih sama wartawan, dia ngebela
India atau Pakistan? Ya, sebenarnya dia
menjawab dua-duanya. Karena menurut dia,
mau di India ataupun Pakistan itu ada
orang-orang yang enggak bersalah, yang
enggak pantas untuk ya menerima
peperangan ini, enggak pantas untuk
tewas di dalam kejadian ini. Ya, yang
perang itu pemerintahnya, tapi
masyarakat yang enggak bersalah malah
jadi ee korbannya. Nah, tapi dia bilang
semisalnya India menyerang orang-orang
Pakistan yang enggak bersalah, pastinya
bocah tersebut membela Pakistan. Katanya
sih kayak gitu. Nah, kenapa dia
mengeluarkan pernyataan ini? ya. Karena
sejauh ini yang melakukan penyerangan
itu baru India ke Pakistan. Pakistan
belum menyerang balik. Nah, nanti kita
lihat nih kira-kira Pakistan
menyerangnya tempat sasaran apa enggak
atau sama aja nih dua-dua negara nih
sama-sama menyerang warga sipil? Ya,
peduli setan mau agamanya apa gitu kan
ya. Kita kembali kepada kemanusiaan. Mau
itu orang Hindu, mau itu orang Islam.
Kalau mereka enggak bersalah, mereka
terkena rudal dari perang ini ya tetap
aja. Itu artinya negara yang menyerang
tetap salah. Di video bocah tadi kalian
juga bisa lihat, geng, bocah itu berani
banget mengcounter segala pertanyaan
yang diajukan oleh wartawan. Kurang
lebih dia bilang kayak gini, "Emangnya
kamu gak malu menyampaikan berita dan
menyebarkan berita kayak gitu di
mana-mana mengenai orang Hindu dan
Islam?"
katanya. "Aa new toko a
[Tepuk tangan]
kha?" Hindu Muslim ke me. Nah, jadi si
bocah ini itu sampai mengcounter atau
nyerang si wartawannya. Di dalam konteks
ini kayaknya nih, Geng, ya. Mulai ada
isu yang berkembang di India kalau
konflik India dan Pakistan ini adalah
konflik agama dan ada yang ingin mengadu
domba masyarakat dari kedua agama
tersebut. Dan isu agama ini juga makin
terlihat ketika pemerintah India meminta
kepada perusahaan meta untuk memblokir
akses para pengguna Instagram di India
untuk melihat profil akun Instagram
Muslim. Sebuah akun Instagram yang
membagikan berita-berita yang berkaitan
dengan Islam. Nah, akun muslim ini
memberikan alternatif bagi orang-orang
muslim India yang mana kan ya pemerintah
India udah ngeblokir nih akun muslim ini
dari masyarakat mereka. Nah, akun muslim
ini bikin satu akun alternatif yang
bernama Muslim News. Nah, jadinya
orang-orang India yang beragama Islam
itu bisa melihat berita-berita dari
Muslim News
ini. Jadi, geng sejauh ini gimana nih
pendapat kalian? Apa kira-kira konflik
ini bakal semakin memanas seiring waktu?
Dan apakah konflik ini hanya berdampak
di negara mereka aja? Nah, sekarang kita
bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai
kekuatan militer antara India dan
Pakistan dan bagaimana dampaknya bagi
negara lain termasuk negara kita. Kita
bahas. Jadi, Geng melihat dengan semakin
memanasnya India dan Pakistan, mulai ada
orang-orang yang mulai mendukung satu di
antara kedua negara tersebut. Tapi
gimana sih sebenarnya kekuatan mereka?
emang sesuper power itukah antara kedua
negara ini? Karena kan dua-duanya bisa
dikatakan ya, dua negara yang bisa head
to head secara kekuatan militer dan
dua-duanya punya nuklir. Nah, sekarang
kita masuk ke dalam perbandingannya nih,
Geng. Kalau kita lihat dari jumlah
personil militer, jumlah tentara aktif
India itu mencapai
Rp1.45.550 personel. Nah, angka ini
berada sangat jauh di atas Pakistan.
Banyak banget anggota militer India yang
mana Pakistan anggota militernya cuma
654.000 orang, Geng. Jadi gak ada
apa-apanya. Nah, hal tersebut sejalan
dengan jumlah penduduk India yang memang
jauh lebih besar, yaitu mencapai 1,4
miliar jiwa. Terus, Geng, dari segi
anggaran pertahanan, India udah
mengalokasikan anggaran militer itu gede
banget ya, sesuai dengan jumlah dari
personil mereka yaitu sekitar 75 miliar
dolar Amerika atau R.200 triliun. Nah,
sementara Pakistan itu cuma sebesar
7,64 miliar dolar Amerika atau hanya
sekitar
126 triliun. Jauh banget jaraknya. Nah,
tapi kalau dari kekuatan udara dan juga
laut, India punya 513 pesawat tempur.
Terus ada 80 unit helikopter penyerang,
293 armada laut, termasuk dengan 14
frigat, terus ada 13 kapal perusak dan
18 kapal selam. Nah, sementara Pakistan
itu punya 328 pesawat tempur, 57
helikopter penyerang, 121 armada laut
yang terdiri dari 9 fregat dan 8 kapal
selam. Nah, Pakistan enggak punya kapal
perusak, Geng. Nah, dari segi kekuatan
militernya kayaknya di sini udah
kelihatan ya, yang kuat itu seharusnya
India gitu. Infrastrukturnya, jumlah
personilnya itu lebih banyak mereka.
Kita bisa lihat dari kepemilikan alut
sista daratnya. India ini punya 4.201
unit tank tempur utama lebih banyak
dibandingkan daripada Pakistan yang cuma
punya
2.627 unit. Dan dalam hal kendaraan
bersenjata, Pakistan ternyata jauh lebih
unggul karena punya
17.516 unit. Angka ini jauh banget dari
India yang cuma punya 149 unit. Nah,
Pakistan itu juga punya artileri berat
seperti meriam sebanyak 662 unit yang
mana India juga kalah jauh nih karena
cuma memiliki 100 unit meriam. Peluncur
roket bergerak punya Pakistan juga lebih
banyak yaitu sebanyak 600 unit.
Sementara India cuma punya 264 unit.
Nah, terus gimana dengan nuklir?
Sama-sama punya nuklir kan kedua negara
ini? Nah, katanya nih menurut Arms
Control Center, Pakistan itu punya hulu
ledak yang lebih banyak yaitu sebanyak
170 hulu ledak. Sementara India cuma
sekitar 164 hulu ledak. Ya, memang cuma
selisih 6 hulu ledak doang, Geng. Nah,
kalau kita lihat dari perbandingannya
untuk alista darat, Pakistan ini lebih
unggul dibandingkan India. Makanya
mereka itu enggak segan-segan untuk
menyerang balik. Dan sekarang mereka
memperingati India.
Dan India pun tahu mengenai hal ini.
Dari segi militer, India bisa dikatakan
kalah alusista. India sendiri tahu. Dan
oleh karena itu, sebagai bentuk
antisipasi India setelah mereka
melancarkan operasi Sindor tadi,
otoritas di seluruh negara bagian India
menggelar latihan pertahanan sipil yang
melibatkan seluruh elemen masyarakat
mulai dari tim tanggap bencana sampai
dengan pelajar, Geng. Jadi, di sana itu
udah dilatihlah orang-orangnya,
masyarakatnya untuk siap-siap menghadapi
ya kemungkinan-kemungkinan tertentu
kalau mendapatkan serangan dari
Pakistan. Terus latihan ini, Geng, itu
digelar di 244 lokasi yang mencakup
pelatihan sirine darurat, prosedur
evakuasi, dan bersiaga kalau terjadi
pemadaman listrik. Nah, jadi India pun
sudah sangat bersiap-siap untuk serangan
dari Pakistan. Terus yang jadi
pertanyaannya, apakah konflik ini bisa
berdampak ke negara lain, terkhususnya
ke negara kita Indonesia? Nah, jadi geng
menurut Indonesia Mining Institute atau
EME, kalau kondisi perang antara kedua
negara berlangsung lama, Indonesia bisa
ikut terdampak. terutama mengenai ekspor
batu bara. Nah, hal ini dikarenakan
India ini merupakan negara tujuan ekspor
batu bara terbesar kedua Indonesia.
Begitu juga dengan Pakistan yang menjadi
salah satu negara tujuan ekspor batu
bara Indonesia meskipun jumlah ekspornya
enggak sebanyak ke India. Kondisi ini
diperparah karena saat ini India juga
sedang menggencarkan pertambangan batu
bara di dalam negeri mereka. Nah, jadi
udah mana perang mereka mau nambang
sendiri di negara mereka. Jadinya ekspor
dari Indonesia, penghasilan dari batuara
Indonesia itu berkurang. Nah, tentunya
hal ini bakal mengkhawatirkan Indonesia
karena nantinya bakal membuat pasukan
impor batu bara India bakal menurun. Dan
karena terlalu fokus berperang, baik
India dan Pakistan bakal cenderung
membuat anggaran yang lebih fokus
terhadap kebutuhan perang. Jadi enggak
ada tuh buat beli batu bara, buat beli
ini itu enggak buat perang semuanya buat
beli peluru semuanya. Nah, meskipun
begitu menurut Asosiasi Perusahaan
Batuara Indonesia atau disingkat dengan
APBI saat ini belum ada dampak yang
signifikan nih. Belum kerasa lah karena
baru-baru nih ekspor batu bara di
Indonesia masih di dalam kondisi yang
normal dan ya kondisi geopolitik antara
kedua negara tersebut belum terlalu
terasa dampaknya. Nah, tapi secara data
memang terjadi penurunan jumlah ekspor
batu bara Indonesia ke India sejak awal
tahun 2025 sampai dengan
31%an dibandingkan dengan periode yang
sama di tahun 2024. Nah, tapi hal
tersebut belum dirasa sangat-sangat apa
ya ee sangat-sangat parah gitu. Nah,
tapi menuju. Nah, terus pesanan batu
bara ke Pakistan permintaannya juga
mengalami penurunan sejak 3 tahun yang
lalu. Tapi alasan Pakistan mengurangi
impor batu bara dari negara kita karena
mereka sedang mendorong untuk
memanfaatkan batu bara produksi negara
mereka sendiri. Nah, terus geng selain
menjadi negara pengimpor batu bara baik
India dan Pakistan, itu adalah dua
negara yang menjadi eksportir beras.
India ini menjadi eksportir beras
terbesar di dunia. Sementara Pakistan
berada di urutan keempat. Dua negara ini
juga mengekspor komoditas penting lain
seperti bawang, produk pangan, pokoknya
segala rempah-rempah yang diandalkan di
negara-negara Asia Tenggara termasuk
Malaysia, Singapura, dan Indonesia itu
banyak yang diimpor dari India dan
Pakistan. Nah, gara-gara konflik yang
masih berkelanjutan di sana, Menteri
Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia
yang bernama Muhammad Sabu itu merasa
khawatir kalau konflik ini bakal
mengganggu pasokan beras mereka. Bagi
Malaysia, stabilitas politik dan ekonomi
India serta Pakistan sangat penting bagi
ketahanan pangan Malaysia. Karena kalau
mereka sibuk berperang, maka pasukan
beras di Malaysia bakal terganggu. Kacau
ya, negara siapa yang berperang? Negara
siapa yang sengsara. Makanya nih perang
itu aduh jangan sampai deh, Geng.
Walaupun kita enggak apa ya, enggak
ngerasain perangnya, tapi terdampak
gitu. Rata-rata konsumsi beras di
Malaysia bisa lebih dari 120 kg per
kapita per tahunnya. Nah, tapi mereka
cuma mampu untuk memenuhi sekitar
separuh kebutuhan domestik melalui
produksi lokal Malaysia. Sisanya
dipenuhi dengan cara impor dan lebih
dari 40% impor beras di Malaysia itu
dari India dan Pakistan. Makanya
Malaysia ini khawatir banget sama perang
yang terjadi di sana. Ya, walaupun
begitu Wakil Menteri Pertanian dan
Ketahanan Pangan Malaysia yang bernama
Josep Kur itu ee menyatakan kalau
Malaysia memiliki cadangan beras yang
cukuplah untuk sementara ini demi
memenuhi kebutuhan mereka ya kurang
lebih selama 6 bulan ke depan. Setelah
itu ya agak sulit untuk mereka. Nah,
namun Josep ini juga mengakui kalau
potensi gangguan karena konflik India
dan Pakistan tetap menjadi perhatian
yang serius bagi pemerintah Malaysia.
Terus geng, sejauh ini udah ada beberapa
pihak yang merespons mengenai ketegangan
antara India dan Pakistan ini. Salah
satu di antaranya itu ada Presiden Turki
yaitu resep Taipe Erdogan yang mana
beliau langsung menelepon Shebas Syarif
selaku Perdana Menteri Pakistan untuk
memberikan dukungan solidaritas terhadap
Pakistan. Nah, lalu ada pernyataan dari
Donald Trump selaku Presiden Amerika
yang mengatakan kalau Amerika
berhubungan baik dengan kedua negara
tersebut. Sehingga Donald Trump
menginginkan agar konflik ini segera
dihentikan. Bahkan Donald Trump
menawarkan diri jika Amerika dibutuhkan
untuk bisa menyelesaikan konflik, maka
Amerika bersedia untuk menjadi penengah
antara India dan Pakistan. Wah, saran
gua jangan deh India. Jangan deh
Pakistan. Jangan mau dicampur tangan
oleh e negeri Pamansam nanti. Ah, gitu
deh. Informasi terbaru yang gua dapatkan
nih, Geng. Pakistan sudah membuat
keputusan untuk memberikan laporan
kepada Dewan Keamanan PBB mengenai
situasi yang terjadi di negara mereka di
tengah meningkatnya ketegangan antara
mereka dengan India. Nah, di dalam
laporan itu menyatakan Pakistan bakal
menyoroti langkah ilegal India yang
bertujuan untuk menangguhkan perjanjian
sungai Indus dan akan menjelaskan
bagaimana tindakan agresif India yang
membahayakan perdamaian dan keamanan di
Asia Selatan dan juga sekitarnya. Nah,
jadi pergerakan dari Pakistan ini
sangat-sangat hati-hati, sangat-sangat
dipikirkan ya. Sejauh ini mereka masih
mempertimbangkan untuk e menyerang
balik. Nah, sejauh gua syuting ini. Tapi
enggak tahu ya setelah video gua ini
tayang karena kan ini melalui proses
edit terus baru tayang gitu ya, Geng.
Nah, gua enggak tahu nih ketika ini
tayang apa Pakistan udah mulai menyerang
atau belum. Boleh kalian tinggalkan
komentar di bawah kalau memang Pakistan
sudah menyerang.
Oke, sampai di sini dulu pembahasan kita
hari ini. Update dari serangan India ke
Pakistan gara-gara adanya konflik di
Kashmir. Nah, kita tunggu aja
perkembangan dari kasus ini bakal sampai
ke mana, Geng? Oke, gimana menurut
kalian tentang pembahasan kali ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:11 UTC
Categories
Manage