Transcript
HB-i6hvFD2o • INDIA BEGINS BOMBING PAKISTAN! WILL A NUCLEAR WAR BEGIN?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1434_HB-i6hvFD2o.txt
Kind: captions Language: id Geng, India dan Pakistan masih memanas. Ya, buat kalian yang ketinggalan berita tentang awal mula gimana konflik antara India ini bisa terjadi, nah kalian bisa nonton video kita yang satu ini. Oke. Nah, di sana kalian bisa paham dan tahu alasan mengapa kedua negara tersebut akhirnya berada di dalam keadaan yang memanas berperang. Nah, jadi intinya ada sebuah serangan dari kelompok bersenjata yang terjadi di Kashmir pada tanggal 22 April kemarin. Dan sejak kejadian serangan tersebut, enggak ada tanda-tanda kalau kedua negara ini bakal berdamai dalam waktu yang dekat. Malah justru semakin memanas dengan saling menyerang di wilayah perbatasan mereka. Sampai-sampai di saat itu, India itu mengancam bakal menangguhkan perjanjian sungai Indus yang mana kalau sampai ini terjadi bakal sangat-sangat menyengsarakan Pakistan. Nah, sekarang konfliknya justru semakin gila karena Pakistan ternyata itu enggak tinggal diam. Mereka ngelawan dan mereka juga mengancam akan menangguhkan perjanjian SIMA. Dan yang parahnya adalah India di saat ini cuma menyerang militer Pakistan di wilayah perbatasan, tapi juga mereka mulai menyerang wilayah-wilayah Pakistan menggunakan rudal yang mana wilayah tersebut dihuni oleh warga sipil. Nah, jadi sudah ada konflik senjata secara terbuka yang masuk ke dalam wilayah Pakistan. Dan di India sendiri sepertinya juga ada isu yang berkembang kalau konflik yang saat ini sedang terjadi merupakan konflik agama dan upaya untuk memecah belah umat Islam melawan Hindu di India. Ya, walaupun di India mayoritas penduduk dan partai yang berkuasa adalah e nasionalisme Hindu. Nah, tapi masih banyak orang-orang Islam juga di sana yang mana seharusnya ini menjadi perang antara India dan Pakistan. Tetapi di dalam internal Indianya sendiri terjadi perang juga. Perang saudara antara umat Hindu dan Islam. Dan digadang-gadang ya, dua negara ini sama-sama punya nuklir, Geng. Kalau sampai dua-duanya bertindak ceroboh, bertindak bodoh ngelepasin nuklir, maka kalian-kalian yang ada di rumah juga bakal terkena imbasnya. Jadi hati-hati banget nih. Siap-siap ya pakai sabuk pengaman kalian. Nih, India nih kadang-kadang ya India nih kadang-kadang enggak bisa ditebak nih. Tahu-tahu kepencet emote aja. Kepencet emote lepasin nuklir ya kan mereka tuh apa ya? Gua kalau ngelihat India nih kadang-kadang kayak 111 sama Korut gitu ya. tiba-tiba iseng menclir. Nah, dan kalian tahu dampak atau efek dari pelepasan nuklir itu? Itu dalam 2 minggu aja bisa jutaan nyawa bahkan katanya sih sampai e 20 juta nyawa apa ya bisa meninggal dunia. Tidak tertutup kemungkinan perang mereka ini bakal menjadi pertanda awal perang dunia ketiga bakal terjadi. Mengingat nih ya Mamas dengan istriwil perang ya di Timur Tengah di Eropa Timur ya antara Ukraina dan Rusia perang ya kan di Afrika ya Kongo dan lain-lain perang sekarang malah merambah ke Asia dan seperti yang kita tahu ya di Asia itu yang sudah terlebih dahulu perang adalah internal di Myanmar. Nah, sekarang malah ada dua negara di Asia yang sedang berperang, yaitu India dan Pakistan. Wah, ini seram banget, Geng. Ini dunia lagi enggak baik-baik aja. Dan di video kali ini kita bakal membahas mengenai update lanjutan dari konflik antara India dan Pakistan ini. Mulai dari Pakistan yang mengancam akan menangguhkan perjanjian Simla, operasi Sindoor yang dilakukan oleh India, dan apakah konflik kedua negara ini bakal berpengaruh ke negara lain, termasuk ke negara kita Indonesia. Nah, sekarang langsung aja kita bahas. Halo, Geng. Welcome back to Kamar [Musik] Jerry, genggeng. Oke, untuk pembahasan pertama kita bakal masuk ke dalam pembahasan ketika Pakistan mengancam akan menangguhkan perjanjian Simla. [Musik] Jadi, Geng, ancaman ini pertama kali muncul setelah sebelumnya India yang mengancam bakal menangguhkan perjanjian sungai Indus. Jadi, singkatnya ya, perjanjian sungai Indus itu adalah sebuah perjanjian antara kedua negara mengenai aliran sungai Indus. Nah, kalau perjanjian itu ditangguhkan oleh India, maka Pakistan enggak bakal bisa mendapatkan aliran air bersih. Bahkan data yang berkaitan dengan sungai tersebut pun ya seperti jumlah debit air dan juga yang lain-lain lah gitu ya. Nah, itu bisa mengancam Pakistan. Nah, bayangin aja Pakistan gak bisa mengairi sawah mereka. Bisa-bisa mereka kelaparan, enggak bisa mendapatkan air minum, enggak bisa mendapatkan air bersih untuk mandi. Jadi, eh ini bakal berdampak sangat-sangat gila buat Pakistan. Kalau mau penjelasan lebih lengkapnya, silakan tonton video gue yang sebelumnya tentang perjanjian sungai Indus ini. Terus, Geng, gara-gara diancam seperti itu, sebagai balasannya, pihak dari Pakistan National Security Commite atau disingkat dengan NSC itu sebuah badan pembuat keputusan sipil militer tertinggi di Pakistan. Nah, mereka ini melakukan penutupan perbatasan dan wilayah udara, penangkuhan perdagangan, dan juga yang mengejutkan, Pakistan juga mengancam India melalui sebuah perjanjian yang bernama perjanjian Simla tadi. Apa nih isi dari perjanjian ini dan seberapa besar dampaknya bagi India kalau Pakistan menangguhkan perjanjian Simla? Jadi, kita mundur dulu nih, Geng, ya, ke sejarahnya, ya. Sejarahnya itu dimulai pada tahun 1971. Jadi dulu itu, Geng, antara India dan Pakistan itu terjadi peperangan yang dimenangkan oleh India dan menyebabkan terbentuknya negara Bangladesh. Nah, awal-awalnya negara Bangla ini dari situ. Setelah peperangan tersebut 7 bulan kemudian tepatnya di tanggal 2 Juli tahun 1972, Presiden Pakistan yang bernama Zulfikar Alib dan juga Perdana Menteri India yang di saat itu bernama Indira Gandhi itu bertemu di Shimla atau Simla gitu ya, sebuah ibuota perbukitan negara bagian Himachal Pradesh di India. Di sana mereka ingin memperbaiki hubungan antara India dengan Pakistan. Jadi hubungan kedua negara ini. Dan pada saat itulah dibuat sebuah perjanjian yaitu perjanjian Simla atau Simla Agreement namanya. Di dalam perjanjian tersebut pemerintah India dan Pakistan sepakat untuk mengakhiri konflik serta konfrontasi yang selama ini sudah merusak hubungan diplomatik di antara mereka. Dan mereka berupaya untuk meningkatkan hubungan yang lebih baik serta membangun perdamaian abadi sehingga kedua negara bisa menghasilkan sumber daya dan energi mereka masing-masing untuk negara mereka dan memajukan kesejahteraan rakyat mereka masing-masing. Nah, jadi intinya tuh dulunya dua negara ini bersaudara cuma karena perbedaan paham, karena perbedaan agama. Nah, mereka berpisah terus. Akhirnya mereka ini mulai berpikir di saat itu, "Ini kalau kita perang terus nih ya, enggak ada habisnya." Y ya kalian tahu sendiri ya, rakyat Pakistan, rakyat India itu banyak banget orangnya. Kalau terus saling perang, enggak akan ada endingnya, enggak akan ada habisnya. Nah, jadi mereka mulai enggak mau nih kalau sumber daya dari negara mereka masing-masing malah dipakai buat perang terus. Akhirnya mereka mulai berpikir mendingan buat rakyat mereka sendiri aja supaya hidup sejahtera. Nah, akhirnya dibuatlah perjanjian itu. Dan di dalam perjanjian SIMA ini juga ada beberapa poin-poin penting, Geng. Yang pertama, resolusi bilateral yang damai. di mana kedua negara itu berkomitmen buat menyelesaikan perselisihan mereka melalui negosiasi bilateral tanpa melibatkan mediasi pihak ketiga. Nah, ini pintar nih, cakep nih. Biasanya kalau ada pihak ketiga biasanya tuh kalau enggak Barat ya Amerika gitu kan pasti sok-sok jadi penengah mencampuri urusan negara lain. Tahu-tahu nanti malah makin runyam biasanya gitu. Nah, tapi mereka memilih untuk tidak ada pihak ketiga di dalam perjanjian itu. Terus poin yang kedua ini mengenai perubahan dari yang awalnya disebut dengan garis gencatan senjata pada tahun 1971 yang mana mereka merubahnya menjadi garis control atau line of control disingkat dengan LOC yang secara efektif menetapkan perbatasan de facto di wilayah Jamu dan juga Kashmir. Nah, Kashmir inilah yang menjadi perebutan nih antara India dan Pakistan karena memang letaknya itu di perbatasan banget gitu. Dan di dalam perjanjian Simla itu ditekankan kalau enggak ada pihak yang akan berusaha mengubah garis kontrol secara sepihak sehingga bisa memperkuat status kuo dari kedua negara. Terus, Geng, yang poin ketiga mengenai pengembalian wilayah. Jadi, India diminta untuk mengembalikan lebih dari 13.000 km² tanah yang mereka rebut selama perang berlangsung. yang mana hal tersebut menjadi bentuk dari niat baik dan komitmen mereka terhadap perdamaian antara kedua belah negara. Nah, tapi India tetap mempertahankan zona strategis mereka seperti daerah Turtuk dan juga Kalunka di Lembah Korbat. Nah, yang mana daerah tersebut mereka enggak mau kasih ke pihak Pakistan itu tetap jadi hak mereka. Terus geng, poin yang keempat, pengakuan terhadap berdirinya negara Bangladesh. Nah, meskipun hal ini enggak secara langsung disebutkan, namun karena hadirnya perjanjian SIMA seperti menjadi jalan untuk pengakuan diplomatik Pakistan terhadap Bangladesh. Nah, ini masih satu keturunan nih sebenarnya. Suku bangla ini ya, negara bangla, orang-orang Bangla ini ya, masih India-I. Nah, terus masih Pakistan-Pakistan juga. Mungkin perbedaannya ya antara Bangla, Pakistan, dan India, Bangla itu sama India ya apa ya? Warna kulitnya mirip-mirip. sama-sama warna kulit gelap. Sementara Pakistan kebanyakan orangnya putih-putih gitu. Karena ya rata-rata Pakistan itu hidupnya di dataran tinggi dan sudah menikah atau ya kawin silang sama orang-orang dari Eropa juga. Mereka makanya putih-putih. Nah, terus geng apakah sebenarnya perjanjian Simla ini membawa dampak yang signifikan bagi perdamaian kedua negara? Ngaruh enggak kira-kira dari perjanjian tersebut? Jawabannya ya enggak juga. Walaupun sudah ada perjanjian Simla, India dan Pakistan ini udah terlibat di dalam konflik termasuk konflik selama 40 tahun untuk menguasai Gletzer Siaen dan perang Kargil pada tahun 1999. Perjanjian Simla juga enggak pernah bisa untuk menciptakan perdamaian di LOC. Nah, banyak pakar konstitusi di Pakistan yang berpendapat kalau India malah menyalahgunakan perjanjian SIMA untuk keuntungan mereka sendiri dengan menghasut perang dan memberikan tuduhan kepada Pakistan atas serangan yang terjadi di India tanpa menunjukkan bukti yang mana tindakan India ini dinilai enggak sesuai dengan tujuan dari perjanjian Simla yang menginginkan perdamaian. Jadi, secara enggak langsung sebenarnya perjanjian Simla ini ya cuma tertulis di atas kertas aja. Nah, mereka tetap berkonflik di saat itu. Dan langkah Pakistan yang ingin menangguhkan perjanjian ini sebenarnya udah dipikirkan sejak lama oleh Pakistan. Sebab hubungan kedua negara ini juga masih enggak membaik meski sudah adanya perjanjian itu. Jadi, kayak enggak berguna dan kedegangan ini jadi semakin parah sejak India mencabut pasal 380 di bulan Agustus tahun 2019 yang mana ini menghapus otonomi khusus di wilayah Jamu dan juga Kashmir yang akibatnya hubungan diplomatik antara kedua negara ini makin memburuk, Geng. Nah, semenjak saat itu Pakistan mulai menurunkan tingkat diplomatiknya mereka dengan India dan terus membawa isu Kashmir ke forum internasional. Yang mana hal ini bertentangan dengan perjanjian SIMA yang mengharuskan penyelesaian konflik itu dilakukan secara langsung antara kedua negara aja. Sementara India itu masih menganggap apa yang terjadi di Jamu dan Kashmir itu adalah masalah dari kedua negara. Bukan salah sepihak, bukan salah mereka. Tapi masalahnya adalah pasca penyerangan yang baru-baru aja terjadi di Kashmir kemarin, resikonya itu bakal sangat besar bagi Pakistan untuk kalah dengan India. Terlebih lagi karena India menuduh Pakistan lah yang berada di balik serangan tersebut. Ya memang ya kelompok-kelompok bersenjata yang melakukan penembakan itu ya sempat ya menanyakan agama dari targetnya atau korbannya. Terus sempat ee apa ya meminta mereka membaca ayat gitu. di sini kan kena banget ya ke Pakistan dan Pakistan bisa banget dituduh bahwa itu memang kelompok yang di-support oleh mereka. Nah, ditambah dengan Pakistan yang bakal menaguhkan perjanjian SIMLA, maka Pakistan bisa membawa permasalahan Kashmir ini sampai ke Dewan Keamanan PBB untuk nantinya ya menyelesaikan sengketa dari Kashmir tersebut. Dan Pakistan selalu merasa kalau perjanjian Simla enggak pernah bisa memberikan ruang bagi Pakistan untuk bisa memperjuangkan kepentingan di beberapa wilayah seperti Siacen. Padahal bagi Pakistan, Indiaalah yang melanggar perjanjian tersebut makanya bisa terjadi konflik di Siacen ini. Dan karena tidak membawa permasalahan ini di forum internasional, pada akhirnya India berhasil merebut Gletzer Siacen pada tahun 1984 dalam sebuah operasi militer yang menurut Pakistan sudah melanggar perjanjian Simla. Nah, jadi secara enggak langsung ya, Geng, kalau kita lihat dari konfliknya itu kayaknya ya dari kacamata Pakistan nih, India ini dianggap oleh Pakistan sudah memanfaatkan perjanjian SIMLA untuk kepentingan mereka sendiri. Tapi kalau dilihat secara objektif, India sebenarnya merasa dirugikan dengan adanya perjanjian ini, Geng. Sebab pemerintah India udah lama bersi keras kalau Kashmir yang dikelola oleh Pakistan saat ini adalah punya mereka. Dan dengan adanya perjanjian SIMLA, India jadi merasa enggak bisa mengklaim Kashmir secara penuh. Nah, sehingga semisalkan perjanjian tersebut ditangguhkan, maka kedua negara bisa mendapatkan perlindungan di forum internasional untuk mengejar kepentingan mereka yang ada di LOC dengan cara yang enggak mungkin enggak bisa dilakukan kalau mereka tetap tunduk terhadap perjanjian Simla. Dan dengan India yang sebelumnya mengancam bakal menangguhkan perjanjian sungai Indus, ya ini sudah dianggap sebagai tindakan agresi yang menurut hukum internasional sehingga Pakistan ya perlu untuk membela diri dan salah satunya adalah mengancam akan menangguhkan perjanjian Simla. Jadi ya perang terbuka mereka. Nah, tapi apakah dengan ancaman tersebut yaitu menangguhkan perjanjian Simla bakal menjadi sebuah pertanda akan adanya eskalasi yang jauh lebih besar? Nah, jadi penangguhan perjanjian tersebut enggak semerta-merta berarti deklarasi perang, Geng. Tapi hal itu ya bakal menyebabkan meningkatnya ketegangan dan permusuhan di antara kedua negara. Bahkan bisa membawa negara-negara tetangga dari kedua negara lebih dekat ke potensi konflik militer. Jadi kayak ibaratnya Pakistan lawan India, nanti ada yang kesenggol nih misalkan Bangladesh lah, Laos lah, apalah gitu. Semuanya akhirnya berperang. Dan gak seperti aksi-aksi balasan Pakistan lainnya yang secara langsung dilakukan, penangguhan terhadap perjanjian Simla ini baru sekedar ancaman doang. Kalau yang lain kan langsung disikat habis tuh sama Pakistan. Nah, kalau ini enggak diancam dulu. Jaga-jaga nih lu. Jangan sampai gua tangguhkan nih. Nah, tapi ancaman ini enggak bisa dianggap remeh, Geng. Karena bisa saja Pakistan secara serius akan menangguhkan perjanjian tersebut. Nah, lalu, Geng menanggapi Pakistan yang mau menangguhkan perjanjian Simla, India secara terang-terangan langsung nyerang Pakistan. Mereka gak peduli. Mereka malah menyambut hal itu. Dan kalau kemarin-kemarin serangannya hanya terjadi di garis kontrol atau LOC, nah tapi sekarang India mulai menyerang langsung ke wilayah Pakistan yang mana serangan ini disebut dengan operasi Sindor. Dan sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai India melakukan operasi Sindor ini ke wilayah Pakistan. Semengerikan apa. Jadi, Geng, India akhirnya melakukan serangan terbuka menggunakan rudal ke wilayah Pakistan pada tanggal 7 Mei tahun 2025. Serangan ini disebut dengan operasi Sindor. Nah, Sindor ini bukanlah sebuah nama daerah, tapi ini memiliki nama tersendirilah bagi orang India. Jadi ini adalah istilah yang memiliki makna tertentu. Nah, sindor ini adalah sebuah kata dalam bahasa Hindi untuk warna merah terang. Sebuah serbuk yang sering dioleskan di dahi perempuan ya, perempuan Hindu yang sudah menikah. Nah, apa hubungannya nih operasi militer yang dilakukan oleh India ke Pakistan dengan makna serbuk berwarna merah tadi? Nah, jadi ini ada hubungannya, Geng, dengan serangan yang terjadi di Kashmir kemarin. Menurut beberapa kesaksian korban yang selamat, kalau kalian ingat dengan penjelasan gue di video sebelumnya, orang-orang bersenjata itu kan memisahkan turis-turis pria dan wanita. Lalu mereka nanyain nih, apakah mereka orang Islam atau bukan. Kalau bukan orang Islam maka langsung dioor. Dan semua korbannya itu adalah laki-laki. Dan karena mereka tewas di dalam insiden tersebut, istri mereka yang beragama Hindu menjadi janda. Nah, jadi ada maknanya. Maknanya tuh ke sana. Suami mereka dihabisi, istrinya menjadi janda. Nah, sindor ini biasanya ya enggak digunakan lagi oleh wanita yang sudah jadi janda karena ditinggal mati oleh suami. Jadi, maknanya tuh ke sana. Nah, sebagai bentuk simpati terhadap para janda yang kehilangan suaminya di dalam insiden di Kashmir, makanya operasinya itu dinamakan sebagai operasi Sindor. Terus, Geng, serangan rudal di dalam operasi Sindoor ini merupakan serangan terluas di wilayah Pakistan di luar empat perang yang pernah dilakukan oleh kedua negara ini. Jadi, ini paling besarlah. Terus, apa alasan India menyerang Pakistan? Kenapa tidak diselesaikan secara internal antara kedua belah pihak gitu ya? Karena kan pemantik apinya itu adalah kelompok bersenjata tadi yang mereka anggap sebagai terorislah, pemberontaklah. Tapi kenapa justru India ya menyerang negara Pakistan gitu. Nah, tentunya ini adalah sebagai tanggapan dan tuduhan ya tuduhan dari India bahwa serangan di Kashmir itu ya perbuatan Pakistan gitu. Dan selain itu, India juga mengklaim kalau operasi Sindor ini bertujuan untuk menghancurkan wilayah yang menjadi pusat dari basis teroris seperti Laskar E Taiba atau dan juga Jis E. Muhammad atau JE. Nah, Menteri Luar Negeri India yang bernama Vikram Misri itu menegaskan kalau serangan tersebut difokuskan untuk menghancurkan infrastruktur teroris dan melumpuhkan teroris yang mungkin dikirim ke India. Jadi mereka ngaku kalau itu bukan serangan buat Pakistan, tapi serangannya justru di wilayah Pakistan. Ya, mereka secara enggak langsung menganggap wilayah tersebut diisi oleh teroris gitu. Nah, pejabat militer India yang bernama Kolonel Sofia Qureshi dan komandan Wing Viomika Sing itu merincikan mengenai operasi Sindor ini, Geng. Lima dari sembilan lokasi yang diserang itu berada di wilayah yang dikelola oleh Kashmir dan empat sisanya itu berada di daerah Punjap yaitu Bahawalpur, Murid Ke Sakargar dan sebuah desa di dekat Sialcot yang mana ini menjadi pertama kalinya sejak perang tahun 1971 India menyerang wilayah punjap. Militer India itu mengklaim ada 21 kem teroris di Pakistan dan juga Kashmir yang dikelola oleh Pakistan sendiri. B terus, Geng, hal ini berbeda nih buat Pakistan. Menurut Pakistan, serangan yang dilakukan oleh pihak India ini adalah serangan yang ya bukan mengarah ke teroris, tapi lebih kepada serangan yang tidak beralasan dan justru menargetkan orang-orang yang enggak bersalah. yang mana korbannya adalah warga sipil termasuk wanita, anak-anak, terus juga masjid dan kawasan pemukiman ya menjadi sasaran mereka dari serangan rudal-rudal India ini. India di saat itu menargetkan pusat-pusat populasi besar yaitu muride. Muridke ini itu adalah sebuah kota yang berada di distrik Sekupura, Punjap, Geng, yang penuh dengan situs sejarah di era Mugal, mauria, dan juga Gupta. Nah, jadi daerah itu tuh daerah yang sakral buat orang Pakistan. Di saat itu ada sebuah masjid yang bernama Masjid Ummul Qura yang menjadi sasaran sampai empat kali ditembakin rudal. Nah, terus ada seorang korban yaitu laki-laki. Dia tewas di sana. Terus ada satu laki-laki lain yang terluka juga akibat serangan tersebut. Nah, ada dua orang yang hilang di saat itu. Pemukiman yang berada di sekitar masjid ini juga rusak akibat serangan tersebut, Geng. Kemudian ada Bahawalpur di mana empat rudal India menghantam Ahmed Pur Syarkiah, sebuah kota yang berada di dekat Bahawalpur dengan menargetkan sebuah masjid yang bernama Masjid Subhan yang hancur setelah terkena rudal. Sedikitnya di saat itu ada lima orang yang tewas dan di antaranya itu ada dua orang pria, dua wanita, dan korban yang masih di bawah umur. Korban luka-luka di saat itu berjumlah sampai 31 orang, Geng. yang terdiri dari 25 orang pria dan juga en orang wanita. Nah, jadi kondisi ini udah ggak main-main ya, udah ada korbannya nih yang artinya bakal ada darah dibalas darah, nyawa dibalas nyawa. Terus setelah itu geng, ada yang namanya Muzafarabat, ibu kota Kashmir yang dikelola oleh Pakistan. Ini terletak di pertemuan sungai Jelum dan juga Nelum. sebuah masjid yang bernama Masjid E Bilal itu terkena serangan rudal oleh India yang menyebabkan ada seorang gadis di bawah umur itu terluka gara-gara kejadian tersebut. Nah, kemudian ada lagi Kotle yang masih berada di wilayah Kashmir dan terletak di sepanjang Sungai Ponch serta merupakan pusat pertanian dan wisata. Di sana tuh ada sebuah masjid yang bernama Masjid Abas. Nah, masjid tersebut sengaja menjadi sasaran oleh India. Nah, terus ada lagi gadis yang berusia 16 tahun dan seorang anak laki-laki berusia 18 tahun itu tewas di dalam kejadian tersebut. Nah, terus ada dua orang yang terluka di lokasi itu. India di saat itu mengklaim dalam serangan mereka di Kotle ini, mereka itu nyerang yang namanya Mehmona Joya, yaitu sebuah fasilitas yang diklaim oleh India sebagai milik Hizbul Mujahidin atau HUM. Nah, mereka menganggap kelompok itu adalah kelompok pemberontak yang bermarkas di Kashmir. Tapi Kashmir bagian yang dikelola oleh India. bukan Kashmir bagian yang dikelola oleh Pakistan gitu. Nah, jadi India mengklaim kalau mereka menghancurkan fasilitas dari Hizbul Mujahidin ini. Nah, terus geng lanjut lagi nih. Serangan dari India juga terjadi di Bimber, wilayah Kashmir yang berjarak sekitar 9 km dari LOC. Dan selanjutnya di daerah Sialcot, salah satu wilayah di Punjap yang menjadi pusat industri terpenting Pakistan untuk membuat barang-barang atau peralatan untuk tindakan operasi, peralatan olahraga, dan juga produk-produk kulit. Jadi intinya itu adalah kawasan industrinya Pakistan gitu, Geng. Nah, terus Geng ada sebuah desa di sisi utara Sialcot ini yang disebut sebagai Kotli Loharan yang mana dua desa itu sampai kena dua kali serangan. Serangan rudal jatuh dua kali di sana. Salah satu serangannya itu meleset dan enggak meledak. Sementara serangan kedua itu mendarat di lapangan terbuka. Nah, untungnya serangan tersebut enggak mengakibatkan kerusakan yang parah di sana. Nah, terus yang terakhir nih serangan dari India ini terjadi di wilayah Shakar. Wilayah Punjak di Sakargar ini ada dua serangan juga yang menyebabkan kerusakan kecil pada rumah sakit dan apotek. Tuh bayangin tuh ya fasilitas yang diserang tuh fasilitas kesehatan gitu. Katanya mau nyerang teroris, kelompok bersenjata, tapi yang diserang malah rumah sakit dan apotek. Dan dari serangan-serangan tersebut ya ada 31 orang warga Pakistan yang tewas dan enam kota yang menjadi sasaran India itu hancur lebur. Terus geng, serangan India ini mendapatkan tanggapan nih dari Perdana Menteri Pakistan yang bernama Muhammad Shebas Syarif. Dia bilang kalau Pakistan ini memiliki hak penuh untuk memberikan balasan yang pantas atas tindakan perang yang dilakukan oleh India. Jadi mereka enggak tinggal diam. Sharif juga bilang kalau balasan tersebut sedang direncanakan oleh Pakistan. Nah, di sini nih yang menakutkannya nih. Kalau udah saling berbalas, gua takutnya malah kedua belah pihak gak bisa tahan, gatal tangannya ngelepasin nuklir gitu. Bisa-bisa negara kita juga kena imbas gitu, Geng. Terus, Geng, sejauh ini belum ada balasan berupa serangan militer yang dilakukan oleh Pakistan, Geng. Tapi udah mulai ada narasi di sosial media yang mengatakan kalau Pakistan sudah berhasil mengontrol pertempuran terhadap India. Nah, oleh pemerintah India narasi ini adalah bagian dari propaganda yang dilakukan oleh Pakistan untuk menciptakan image bahwa Pakistan adalah sebuah negara yang kuat. Dan narasi tersebut dimaksudkan untuk mendiskreditkan India. Jadi, India enggak percayalah kalau Pakistan bisa menangkis serangan-serangan India. Nah, India bilang itu cuma isu hoa doang. Paling juga ya biar orang-orang di seluruh dunia percaya kalau Pakistan kuat kata India gitu. Tapi itulah narasi yang tersebar sekarang di media. Banyak banget kalau kalian lihat ya, drone-drone buatan Istri Will yang dipakai oleh India itu ditembak jatuh oleh Pakistan. Jadi, Pakistan ini bisa dikatakan ya berhasil menangkis beberapa serangan dari India. Nah, terus Geng di dalam kejadian ini gimana nih dengan orang-orang muslim yang ada di India? Apakah ee mereka kena imbasnya juga? Karena kan peperangan antara India dan Pakistan ini kadang nyerempet ke masalah perang agama juga antara Hindu dan Islam gitu. Nah, yang jadi pertanyaannya apakah masyarakat India yang beragama Islam memihak kepada negara mereka sendiri atau justru mereka memihak kepada Pakistan? Gua menemukan sebuah cuplikan wawancara yang dilakukan oleh wartawan India dengan salah satu bocah India nih, Geng. Nah, bocah India ini adalah orang Islam. Nah, bocah ini ditanya nih sama wartawan, dia ngebela India atau Pakistan? Ya, sebenarnya dia menjawab dua-duanya. Karena menurut dia, mau di India ataupun Pakistan itu ada orang-orang yang enggak bersalah, yang enggak pantas untuk ya menerima peperangan ini, enggak pantas untuk tewas di dalam kejadian ini. Ya, yang perang itu pemerintahnya, tapi masyarakat yang enggak bersalah malah jadi ee korbannya. Nah, tapi dia bilang semisalnya India menyerang orang-orang Pakistan yang enggak bersalah, pastinya bocah tersebut membela Pakistan. Katanya sih kayak gitu. Nah, kenapa dia mengeluarkan pernyataan ini? ya. Karena sejauh ini yang melakukan penyerangan itu baru India ke Pakistan. Pakistan belum menyerang balik. Nah, nanti kita lihat nih kira-kira Pakistan menyerangnya tempat sasaran apa enggak atau sama aja nih dua-dua negara nih sama-sama menyerang warga sipil? Ya, peduli setan mau agamanya apa gitu kan ya. Kita kembali kepada kemanusiaan. Mau itu orang Hindu, mau itu orang Islam. Kalau mereka enggak bersalah, mereka terkena rudal dari perang ini ya tetap aja. Itu artinya negara yang menyerang tetap salah. Di video bocah tadi kalian juga bisa lihat, geng, bocah itu berani banget mengcounter segala pertanyaan yang diajukan oleh wartawan. Kurang lebih dia bilang kayak gini, "Emangnya kamu gak malu menyampaikan berita dan menyebarkan berita kayak gitu di mana-mana mengenai orang Hindu dan Islam?" katanya. "Aa new toko a [Tepuk tangan] kha?" Hindu Muslim ke me. Nah, jadi si bocah ini itu sampai mengcounter atau nyerang si wartawannya. Di dalam konteks ini kayaknya nih, Geng, ya. Mulai ada isu yang berkembang di India kalau konflik India dan Pakistan ini adalah konflik agama dan ada yang ingin mengadu domba masyarakat dari kedua agama tersebut. Dan isu agama ini juga makin terlihat ketika pemerintah India meminta kepada perusahaan meta untuk memblokir akses para pengguna Instagram di India untuk melihat profil akun Instagram Muslim. Sebuah akun Instagram yang membagikan berita-berita yang berkaitan dengan Islam. Nah, akun muslim ini memberikan alternatif bagi orang-orang muslim India yang mana kan ya pemerintah India udah ngeblokir nih akun muslim ini dari masyarakat mereka. Nah, akun muslim ini bikin satu akun alternatif yang bernama Muslim News. Nah, jadinya orang-orang India yang beragama Islam itu bisa melihat berita-berita dari Muslim News ini. Jadi, geng sejauh ini gimana nih pendapat kalian? Apa kira-kira konflik ini bakal semakin memanas seiring waktu? Dan apakah konflik ini hanya berdampak di negara mereka aja? Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai kekuatan militer antara India dan Pakistan dan bagaimana dampaknya bagi negara lain termasuk negara kita. Kita bahas. Jadi, Geng melihat dengan semakin memanasnya India dan Pakistan, mulai ada orang-orang yang mulai mendukung satu di antara kedua negara tersebut. Tapi gimana sih sebenarnya kekuatan mereka? emang sesuper power itukah antara kedua negara ini? Karena kan dua-duanya bisa dikatakan ya, dua negara yang bisa head to head secara kekuatan militer dan dua-duanya punya nuklir. Nah, sekarang kita masuk ke dalam perbandingannya nih, Geng. Kalau kita lihat dari jumlah personil militer, jumlah tentara aktif India itu mencapai Rp1.45.550 personel. Nah, angka ini berada sangat jauh di atas Pakistan. Banyak banget anggota militer India yang mana Pakistan anggota militernya cuma 654.000 orang, Geng. Jadi gak ada apa-apanya. Nah, hal tersebut sejalan dengan jumlah penduduk India yang memang jauh lebih besar, yaitu mencapai 1,4 miliar jiwa. Terus, Geng, dari segi anggaran pertahanan, India udah mengalokasikan anggaran militer itu gede banget ya, sesuai dengan jumlah dari personil mereka yaitu sekitar 75 miliar dolar Amerika atau R.200 triliun. Nah, sementara Pakistan itu cuma sebesar 7,64 miliar dolar Amerika atau hanya sekitar 126 triliun. Jauh banget jaraknya. Nah, tapi kalau dari kekuatan udara dan juga laut, India punya 513 pesawat tempur. Terus ada 80 unit helikopter penyerang, 293 armada laut, termasuk dengan 14 frigat, terus ada 13 kapal perusak dan 18 kapal selam. Nah, sementara Pakistan itu punya 328 pesawat tempur, 57 helikopter penyerang, 121 armada laut yang terdiri dari 9 fregat dan 8 kapal selam. Nah, Pakistan enggak punya kapal perusak, Geng. Nah, dari segi kekuatan militernya kayaknya di sini udah kelihatan ya, yang kuat itu seharusnya India gitu. Infrastrukturnya, jumlah personilnya itu lebih banyak mereka. Kita bisa lihat dari kepemilikan alut sista daratnya. India ini punya 4.201 unit tank tempur utama lebih banyak dibandingkan daripada Pakistan yang cuma punya 2.627 unit. Dan dalam hal kendaraan bersenjata, Pakistan ternyata jauh lebih unggul karena punya 17.516 unit. Angka ini jauh banget dari India yang cuma punya 149 unit. Nah, Pakistan itu juga punya artileri berat seperti meriam sebanyak 662 unit yang mana India juga kalah jauh nih karena cuma memiliki 100 unit meriam. Peluncur roket bergerak punya Pakistan juga lebih banyak yaitu sebanyak 600 unit. Sementara India cuma punya 264 unit. Nah, terus gimana dengan nuklir? Sama-sama punya nuklir kan kedua negara ini? Nah, katanya nih menurut Arms Control Center, Pakistan itu punya hulu ledak yang lebih banyak yaitu sebanyak 170 hulu ledak. Sementara India cuma sekitar 164 hulu ledak. Ya, memang cuma selisih 6 hulu ledak doang, Geng. Nah, kalau kita lihat dari perbandingannya untuk alista darat, Pakistan ini lebih unggul dibandingkan India. Makanya mereka itu enggak segan-segan untuk menyerang balik. Dan sekarang mereka memperingati India. Dan India pun tahu mengenai hal ini. Dari segi militer, India bisa dikatakan kalah alusista. India sendiri tahu. Dan oleh karena itu, sebagai bentuk antisipasi India setelah mereka melancarkan operasi Sindor tadi, otoritas di seluruh negara bagian India menggelar latihan pertahanan sipil yang melibatkan seluruh elemen masyarakat mulai dari tim tanggap bencana sampai dengan pelajar, Geng. Jadi, di sana itu udah dilatihlah orang-orangnya, masyarakatnya untuk siap-siap menghadapi ya kemungkinan-kemungkinan tertentu kalau mendapatkan serangan dari Pakistan. Terus latihan ini, Geng, itu digelar di 244 lokasi yang mencakup pelatihan sirine darurat, prosedur evakuasi, dan bersiaga kalau terjadi pemadaman listrik. Nah, jadi India pun sudah sangat bersiap-siap untuk serangan dari Pakistan. Terus yang jadi pertanyaannya, apakah konflik ini bisa berdampak ke negara lain, terkhususnya ke negara kita Indonesia? Nah, jadi geng menurut Indonesia Mining Institute atau EME, kalau kondisi perang antara kedua negara berlangsung lama, Indonesia bisa ikut terdampak. terutama mengenai ekspor batu bara. Nah, hal ini dikarenakan India ini merupakan negara tujuan ekspor batu bara terbesar kedua Indonesia. Begitu juga dengan Pakistan yang menjadi salah satu negara tujuan ekspor batu bara Indonesia meskipun jumlah ekspornya enggak sebanyak ke India. Kondisi ini diperparah karena saat ini India juga sedang menggencarkan pertambangan batu bara di dalam negeri mereka. Nah, jadi udah mana perang mereka mau nambang sendiri di negara mereka. Jadinya ekspor dari Indonesia, penghasilan dari batuara Indonesia itu berkurang. Nah, tentunya hal ini bakal mengkhawatirkan Indonesia karena nantinya bakal membuat pasukan impor batu bara India bakal menurun. Dan karena terlalu fokus berperang, baik India dan Pakistan bakal cenderung membuat anggaran yang lebih fokus terhadap kebutuhan perang. Jadi enggak ada tuh buat beli batu bara, buat beli ini itu enggak buat perang semuanya buat beli peluru semuanya. Nah, meskipun begitu menurut Asosiasi Perusahaan Batuara Indonesia atau disingkat dengan APBI saat ini belum ada dampak yang signifikan nih. Belum kerasa lah karena baru-baru nih ekspor batu bara di Indonesia masih di dalam kondisi yang normal dan ya kondisi geopolitik antara kedua negara tersebut belum terlalu terasa dampaknya. Nah, tapi secara data memang terjadi penurunan jumlah ekspor batu bara Indonesia ke India sejak awal tahun 2025 sampai dengan 31%an dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024. Nah, tapi hal tersebut belum dirasa sangat-sangat apa ya ee sangat-sangat parah gitu. Nah, tapi menuju. Nah, terus pesanan batu bara ke Pakistan permintaannya juga mengalami penurunan sejak 3 tahun yang lalu. Tapi alasan Pakistan mengurangi impor batu bara dari negara kita karena mereka sedang mendorong untuk memanfaatkan batu bara produksi negara mereka sendiri. Nah, terus geng selain menjadi negara pengimpor batu bara baik India dan Pakistan, itu adalah dua negara yang menjadi eksportir beras. India ini menjadi eksportir beras terbesar di dunia. Sementara Pakistan berada di urutan keempat. Dua negara ini juga mengekspor komoditas penting lain seperti bawang, produk pangan, pokoknya segala rempah-rempah yang diandalkan di negara-negara Asia Tenggara termasuk Malaysia, Singapura, dan Indonesia itu banyak yang diimpor dari India dan Pakistan. Nah, gara-gara konflik yang masih berkelanjutan di sana, Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia yang bernama Muhammad Sabu itu merasa khawatir kalau konflik ini bakal mengganggu pasokan beras mereka. Bagi Malaysia, stabilitas politik dan ekonomi India serta Pakistan sangat penting bagi ketahanan pangan Malaysia. Karena kalau mereka sibuk berperang, maka pasukan beras di Malaysia bakal terganggu. Kacau ya, negara siapa yang berperang? Negara siapa yang sengsara. Makanya nih perang itu aduh jangan sampai deh, Geng. Walaupun kita enggak apa ya, enggak ngerasain perangnya, tapi terdampak gitu. Rata-rata konsumsi beras di Malaysia bisa lebih dari 120 kg per kapita per tahunnya. Nah, tapi mereka cuma mampu untuk memenuhi sekitar separuh kebutuhan domestik melalui produksi lokal Malaysia. Sisanya dipenuhi dengan cara impor dan lebih dari 40% impor beras di Malaysia itu dari India dan Pakistan. Makanya Malaysia ini khawatir banget sama perang yang terjadi di sana. Ya, walaupun begitu Wakil Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia yang bernama Josep Kur itu ee menyatakan kalau Malaysia memiliki cadangan beras yang cukuplah untuk sementara ini demi memenuhi kebutuhan mereka ya kurang lebih selama 6 bulan ke depan. Setelah itu ya agak sulit untuk mereka. Nah, namun Josep ini juga mengakui kalau potensi gangguan karena konflik India dan Pakistan tetap menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah Malaysia. Terus geng, sejauh ini udah ada beberapa pihak yang merespons mengenai ketegangan antara India dan Pakistan ini. Salah satu di antaranya itu ada Presiden Turki yaitu resep Taipe Erdogan yang mana beliau langsung menelepon Shebas Syarif selaku Perdana Menteri Pakistan untuk memberikan dukungan solidaritas terhadap Pakistan. Nah, lalu ada pernyataan dari Donald Trump selaku Presiden Amerika yang mengatakan kalau Amerika berhubungan baik dengan kedua negara tersebut. Sehingga Donald Trump menginginkan agar konflik ini segera dihentikan. Bahkan Donald Trump menawarkan diri jika Amerika dibutuhkan untuk bisa menyelesaikan konflik, maka Amerika bersedia untuk menjadi penengah antara India dan Pakistan. Wah, saran gua jangan deh India. Jangan deh Pakistan. Jangan mau dicampur tangan oleh e negeri Pamansam nanti. Ah, gitu deh. Informasi terbaru yang gua dapatkan nih, Geng. Pakistan sudah membuat keputusan untuk memberikan laporan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai situasi yang terjadi di negara mereka di tengah meningkatnya ketegangan antara mereka dengan India. Nah, di dalam laporan itu menyatakan Pakistan bakal menyoroti langkah ilegal India yang bertujuan untuk menangguhkan perjanjian sungai Indus dan akan menjelaskan bagaimana tindakan agresif India yang membahayakan perdamaian dan keamanan di Asia Selatan dan juga sekitarnya. Nah, jadi pergerakan dari Pakistan ini sangat-sangat hati-hati, sangat-sangat dipikirkan ya. Sejauh ini mereka masih mempertimbangkan untuk e menyerang balik. Nah, sejauh gua syuting ini. Tapi enggak tahu ya setelah video gua ini tayang karena kan ini melalui proses edit terus baru tayang gitu ya, Geng. Nah, gua enggak tahu nih ketika ini tayang apa Pakistan udah mulai menyerang atau belum. Boleh kalian tinggalkan komentar di bawah kalau memang Pakistan sudah menyerang. Oke, sampai di sini dulu pembahasan kita hari ini. Update dari serangan India ke Pakistan gara-gara adanya konflik di Kashmir. Nah, kita tunggu aja perkembangan dari kasus ini bakal sampai ke mana, Geng? Oke, gimana menurut kalian tentang pembahasan kali ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.