NETIZEN HEBOH BILL GATES INGIN INDONESIA JADI TUMBAL TEST VAKSIN TBC? TERNYATA FAKTANYA..
1W7o3-En0SY • 2025-05-13
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Beberapa hari belakangan, netizen Indonesia lagi ramai banget nih ngomongin soal kedatangan Bill Gates ke Indonesia. Wah, ngapain nih seorang Bill Gates? Orang ya termasuk barisan orang terkaya di dunia ya, konglomerat millioner tiba-tiba datang ke Indonesia. Gue yakin di antara kalian enggak ada yang enggak tahu Bill Gates ya. Dia ini adalah pemilik dari Microsoft yang pastinya ya benda ini ada di laptop ataupun di komputer kalian semua. Baik kalian yang masih sekolah, kuliah, ataupun yang udah kerja. Dia datang nih, Geng, ke Indonesia terus diajak oleh Presiden kita, Pak Prabowo untuk mengunjungi salah satu sekolah yang ada di Jakarta Timur dan melihat penerapan dari ee programnya Pak Prabowo yaitu makan gizi gratis. Nah, ini benar-benar ya cukup menghebohkan Indonesia yang mana kedatangan Bill Gates ke Indonesia ini juga bukan tanpa alasan atau hanya sekedar pengin liburan atau cuma pengin berkunjung ke sekolahan tersebut untuk ngelihat makan gizi gratis doang gitu. Nah, salah satu maksud dia datang ke Indonesia adalah untuk menyoroti mengenai sistem pendidikan di Indonesia yang menurut dia perlu adanya pemanfaatan AI dalam berbagai jenjang pendidikan khususnya pendidikan menengah dan tinggi. Nah, ini Bill Gates aja udah ngelihat nih datang kan ke sekolah-sekolah Indonesia gitu ya, datang ke sekolah-sekolah kalian tuh yang mejanya banyak coret-coretan tip X tuh ya. Dindingnya ada tulisan Ani Love Aang atau Are you Love Budi gitu ya. Nah, Bill Gates datang ke sana terus dilihat sama Bill Gates, "Wah, ini butuh AI ya" ya, butuh penerapan atau pemanfaatan AI dalam sistem belajar eh di Indonesia kata Bill Gates. Nah, Bill Gates tuh enggak tahu aja ya kalau siswa-siswa Indonesia tuh ya enggak senang AI, senangnya tuh Velociti ya kan. Tak tak tak. Aduh, abang N begitu stayu. Oke. Nah, jadi geng di saat itu Bill Gates ya menyorotilah sistem pendidikan di negara kita dan kalian bisa lihat sendiri raut wajah Bill Gates ya. Kalian bisa nilai. Nah, tapi maksud kedatangannya enggak cuma itu doang, Geng. Yang dibicarakan Bill Gates eh justru lebih besar dan hal ini yang bikin netizen Indonesia itu jadi kayak gimana gitu. Jadi, geng Bill Gates ini datang ke Indonesia yang menurut netizen ini kontroversial banget. Yaitu ketika dia ingin menjadikan negara kita sebagai tempat uji coba vaksin TBC yang nantinya akan diciptakan atau dibuat oleh perusahaannya Bill Gates ini. Nah, kebayang enggak tuh? Netizen Indonesia pada heboh loh. Kok kayak kita jadi bahan kelinci percobaan? Kata netizen nih, bukan kata gua ya. Netizen tuh pada heboh katanya, "Loh, kok jadi kita yang ee dijadiin uji cobanya? Kenapa enggak di negara dia aja di Amerika?" tempat di mana diuji cobanya ee vaksin TBC ini. Kenapa harus ke orang Indonesia? Apakah maksudnya orang Indonesia banyak yang terkena TBC gitu? Makanya kita yang jadi tempat uji coba. Padahal kalau kita lihat ya secara polusi memang sih polusi di Indonesia khususnya Jakarta itu buruk banget. Tapi kalau kita bandingkan dengan daerah yang ada di India, bukankah di sana jauh lebih buruk kondisi udaranya? Bukankah di sana juga banyak yang terkena TBC? Kenapa harus Indonesia? Nah, itulah yang menjadi pertanyaan banyak netizen saat ini. Seperti yang kita tahu ya, Bill Gates ini banyak juga kontroversinya ya kan? E, termasuk salah satunya ketika dia tiba-tiba terjun ke dunia farmasi, obat-obatan dan membuat vaksin COVID-19. Orang-orang tuh banyak mempertanyakan nih orang sebenarnya jualan komputer, jualan ee aplikasi atau jualan obat kok semuanya dijadikan bisnis. Nah, sekarang dia malah muncul dengan program dia yang baru, yaitu ingin membuat vaksin TBC. Dan yang menjadi tempat uji coba dari vaksin itu adalah masyarakat kita. Hal ini menjadi bola liar di tengah masyarakat kita, Geng. Ya, seperti ada yang merasa kalau seakan-akan kita ditumbalkan, ya kan? Ada yang merasa kayak kita terhina banget, gitu. Yang kayak gua bilang tadi, seolah-olah kita banyak banget yang penyakitan, seolah-olah kita tuh banyak banget yang terkena TBC gitu. Nah, di video kali ini kita bakal membahas nih, Geng, isu ini sekaligus menjawab apakah benar orang Indonesia akan ditumbalkan sesuai dengan yang kalian pikirkan gitu. Menjadi kelinci percobaan. Apakah kayak gitu? Ya, belum tentu gitu ya. Kita coba bahas bareng-bareng dulu. Oke, langsung aja kita bahas nih. Halo, Geng. Welcome back to kamar [Musik] Jerry Genggeng. Oke, kita langsung masuk ke dalam pembahasan utamanya dulu nih. Ketika kedatangan Bill Gates ke Indonesia dan rencana uji coba vaksin TBC di Indonesia mulai digaungkan. Jadi, geng Bill Gates ini dia adalah pendiri Microsoft sekaligus pendiri Bill and Melinda Gates Foundation. Dia tiba di Indonesia pada hari Rabu tanggal 7 Mei tahun 2025. Kedatangan tersebut langsung disambut oleh Presiden Prabowo di Istana Merdeka. Di Istana Merdeka, Bill Gates ini dikenalkan dengan beberapa menteri, yaitu salah satunya Rosan Ruslani selaku Menteri Investasi dan Hilirisasi. Terus ada Mutia Hafid selaku Menkom Digi. Terus ada Budi Gunadi Sadikin selaku Menkes. Dan Led Coltedi Indrawijaya selaku Seskap dan Prasetyo Hadi selaku Mensesnek serta Sugiono selaku Menteri Luar Negeri. Pertemuan Presiden Prabowo dengan Bill Gates juga dilanjutkan dengan membahas mengenai berbagai hal mulai dari isu kesehatan global, nutrisi, keuangan, sampai infrastruktur digital publik. Di dalam pembahasan itu, Bill Gates menyebutkan kalau pendidikan dan kesehatan adalah dua hal utama yang menentukan masa depan sebuah negara. Karena dengan anak-anak yang sehat akan lebih mampu untuk belajar dan pendidikan yang baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memperkuat sistem kesehatan negara. Benar banget ini. Gua setuju nih dengan perkataan Bill Gates. Tapi apakah negara beliau atau negara mereka berkenan gitu kalau anak Indonesia ini pintar? Itu kan yang jadi pertanyaannya. Ya enggak sih, Geng? Apakah mereka rela kalau manusia-manusia di Asia ini lebih pintar? Atau jangan lebih pintar deh, tapi pintarnya setara dengan mereka-mereka orang. Nah, itu yang jadi pertanyaannya. Kalau misalkan mengucapkan kata-kata memberikan motivasi, aduh siapa juga bisa gitu ya. Ya, kayak akan lebih baik anak-anak ini pintar-pintar generasi masa depan untuk memajukan Indonesia. Masalahnya lu mau enggak kalau Indonesia maju get? Itu masalahnya. Nah, terus geng Bill Gates juga bilang kalau Singapura dan Vietnam sebagai negara yang menjadi contoh terbaik yang menerapkan sistem pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Nah, kita diminta untuk mencontoh Singapura dan Vietnam. Menurut Bill Gates, Singapura unggul karena stabilitas ekonomi dan budaya belajarnya tinggi. Nah, tapi geng, untuk masalah capaian pendidikan, Bill Gates mengatakan Vietnam lah yang bisa melakukan hal tersebut. Padahal Vietnam memiliki tingkat pendapatan yang relatif rendah jika dibandingkan dengan Singapura. Untuk bisa mendukung pendidikan, Bill Gates menekankan kalau sangat penting untuk memanfaatkan AI di zaman sekarang, khususnya di jenjang pendidikan menengah dan tinggi. Sebab Bill Gates ini percaya kalau AI bisa menjadi alat bantu belajar yang sangat efektif. Selain itu, melalui sambutan Presiden Prabowo, Bill Gates sudah memberikan bantuan dana hibah. Ada dana yang diberikan kepada negara kita. Hibah kepada Indonesia sebesar 159 juta dolar Amerika atau setara dengan 2,6 triliun. Pendiri Microsoft sekaligus filantropis Bill Gates memberikan dana hibah sebesar juta Do Amerika Serikat untuk Indonesia. Gampang banget ya ngeluarin duit ya Bill Gates ya. Jadi lagi ngobrol nih. Iya Pak ini kan harus tinggi gitu-gitu. Eh Pak Pak bentar Pak ada salam tempel keluar tuh 2,6 triliun. Enggak, enggak, enggak gitu sih ya bayangannya gitu, gitu. Kayak dia berkunjung ke negara kita ya kan dijamu pakai air putih, dibalas pakai 2,6 triliun gitu. Gokil banget. Jadi ya segampang itulah ya seorang eh miliarder triliuner konglomerat mengeluarkan uang. Nah, dana yang diberikan oleh Bill Gates ini ya diberikan sejak tahun 2009 dan kebanyakan ditujukan untuk bidang kesehatan. Prabowo menambahkan bahwa bantuan 159 juta dolar Amerika Serikat itu diberikan Bill Gates sejak 2009. Ada sebesar 1,3 triliun dari dana hibah tersebut yang digunakan untuk pengembangan vaksin polio yang diproduksi oleh Biofarma, yaitu salah satu produsen 2 miliar dosis vaksin tiap tahunnya dan dimanfaatkan oleh 42 negara di seluruh dunia serta digunakan oleh 902 juta orang. Setelah agenda diskusi di Istana Merdeka, Presiden Prabowo mengajak Bill Gates ini untuk melihat penerapan kebijakan program makan bergizi gratis atau MBG di SD Negeri Jati 03 Pulau Asem, Jakarta. Nah, sekitar jam 10.00 pagi di saat itu, Pak Prabowo itu ngajak Bill Gates ini untuk melihat menu MBG yang masih berada di dalam wadah makanan. Selain itu, Pak Prabowo juga mengajak Bill Gates untuk melihat cara siswa mengkonsumsi makanan bergizi tersebut di salah satu ruangan kelas di sekolah itu. Nah, di depan pintu masuk kelas, Pak Prabowo menjelaskan gimana pelaksanaan MBG ini, terus ya fungsi dan tujuannya buat apa, semuanya dijelaskan. Nah, selain meninjau pelaksanaan MBG, Presiden Prabowo dan Bill Gates juga meninjau area pemeriksaan kesehatan bagi para siswa untuk mendapatkan layanan cek kesehatan dasar secara gratis. Nah, di sana ya Presiden Prabowo dan Bill Gates itu mengamati langsung proses pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, dan pemeriksaan gigi serta telinga. Nah, Bill Gates sendiri dikatakan sangat mengapresiasi terhadap program yang dijalankan oleh Presiden Prabowo tersebut. Sebab, program ini dinilai sangat strategis bagi Bill Gates untuk mendukung kebutuhan gizi bagi ibu hamil, menyusui, dan anak-anak di usia dini. Bill Gates juga melihat program ini cuma bermanfaat bagi siswa sekolah dasar, tapi juga ya sebagai pendukung bagi ibu-ibu yang sedang hamil dan menyusui. Dan atas jasa-jasa Bill Gates yang mendukung program Indonesia, Presiden Prabowo bakal memberikan tanda kehormatan kepada Bill Gates pada bulan September di New York yang bertepatan dengan sidang umum PBB nantinya. Nah, entah kenapa gua berpikir ya, Geng eh seandainya ya Bill Gates itu enggak cuma ngunjungin sekolah di Jakarta. Sesekali boleh ngunjungin sekolah di Lampung ya enggak sih? Di Lampung, di Palembang mungkin atau di Aceh sana atau di Papua, di Maluku ya biar kelihatan gitu. Kira-kira sama enggak ya penerapan apa yang sudah diterapkan di Jakarta dengan yang diterapkan di daerah-daerah? Kayaknya e mungkin tanggapan Bill Gates bakal beda kali ya. Gua enggak tahu juga menurut kalian gimana, Geng? Terus geng, selain yang sudah gua sebutkan tadi ya, ada satu lagi pembahasan di dalam diskusi antara Presiden Prabowo dengan Bill Gates ini, yaitu mengenai uji coba vaksin TBC di Indonesia. Nah, ini nih yang bikin heboh. Nah, Bill Gates di saat itu melalui yayasannya dia saat ini mendanai penelitian dan uji coba vaksin TBC yang sekarang sudah memasuki tahap uji klinis di beberapa negara dan Indonesia dijadikan pilihan, salah satu pilihan gitu oleh Bill Gates sebagai salah satu tempat untuk uji coba vaksin. Nah, Bill Gates itu bilang akan ada dua lokasi di Indonesia yang udah dia pilih untuk menjadi tempat uji klinis dari vaksin TBC ini. Nah, tapi dia enggak menjelaskan, Geng. lebih detail ini dua lokasi yang dimaksud tuh di mana enggak dijelaskan, tapi dia bilang udah ada dua lokasi. Yang jadi pertanyaannya, apa nih alasan Bill Gates malah memilih Indonesia untuk dijadikan salah satu negara tempat uji coba vaksin TBC-nya dia? Nah, ternyata jawabannya katanya nih ya dari data TBC di Indonesia angkanya cukup besar, penderitanya cukup banyak. Ternyata begitu, Geng. Terus, Geng, selain di Indonesia, uji coba vaksin TBC ini juga bakal dilakukan di negara lain seperti Afrika serta India. Nah, ini dari awal tadi gua udah mention-mention gitu ya. E, kenapa enggak di India? Ternyata India ada, Afrika ada, dan Indonesia ada. Kalau kita lihat dari negara yang dia pilih, kok seolah-olah ya negara kita tuh setara gitu kotornya sama dua negara yang disebutkan tadi ya. Karena kalau kita berbicara TBC, kita sudah pasti berbicara dengan kualitas udara ya kan. Berarti seburuk itukah kualitas udara di negara kita? Ya untungnya ya untungnya negara kita ini adalah negara kepulauan. Jadi kalau kalian mau cari udara segar di negara kita tuh masih ada. Kalian bisa ke Bali, kalian bisa ke Kalimantan, kalian bisa ke Papua. Terkhusus untuk Jakarta sebagai wajah Indonesia ketika polusinya udah hancur banget kayak sekarang ya otomatis Indonesia dianggap sebagai salah satu ya negara dengan polusi terburuk. Makanya kita menjadi salah satu pilihan. Pemerintah Indonesia tentunya merasa terbantu nih dengan inisiatif dari Bill Gates tersebut karena ya bakal membantu menurunkan penderita TBC di negara kita. Nah, tapi yang jadi pertanyaannya apakah vaksin tersebut udah pasti manjur? Ampuh. Karena kan bahasanya di sini adalah uji coba gitu kan. Makanya rencana ini justru banyak diprotes oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Banyak yang enggak setuju. Kita bisa lihat sendiri, Geng. Dari berbagai komentar di sosial media mulai dari X sampai Instagram, netizen Indonesia merasa dengan menjadikan Indonesia sebagai tempat uji coba itu sama aja dengan menumbalkan masyarakat, katanya dan menjadikan kita sebagai kelinci percobaan. Yang mana itu artinya kalau pemerintah setuju dengan rencana ini ya netizen menganggap kalau pemerintah tidak peduli dengan keselamatan nyawa masyarakat Indonesia. Karena balik lagi konteksnya ini adalah uji coba, bukan vaksin yang sudah berhasil lalu diaplikasikan ke tubuh kita orang Indonesia supaya kita sehat. Ya, bukan itu. Tapi justru masih uji coba. Jadi kalau gagal ya manusia yang diaplikasikan vaksin ini harus menerima konsekuensinya. Ya gitulah. Itulah yang menjadi protes masyarakat. Jadi menurut saya sih pemerintah harus benar-benar lebih meyakinkan ya ee untuk keamanannya untuk masyarakat atau enggaknya gitu ya. Tapi yang jadi pertanyaannya nih Geng, apakah benar uji coba vaksin TBC ini justru bakal menjadi bumerang atau menumbalkan masyarakat kita seperti yang dikhawatirkan oleh netizen? Nah, untuk menjawab itu kita harus mengetahui dulu nih apa sih itu penyakit TBC dan seberapa parah kasusnya di Indonesia? Datanya gimana. Nah, sekarang kita masuk ke dalam [Musik] pembahasannya. Jadi, Geng ya mungkin kalian udah banyak yang tahu TBC itu apa, tapi di sini gua ee menjelaskan singkat aja. Jadi, TBC itu merupakan singkatan dari tuberkulosis dan TBC ini disebabkan oleh bakteri myobacterium tuberkulosis yang bisa menyerang siapa saja. Dan bagian organ tubuh yang diserang biasanya adalah paru-paru, tulang belakang, kulit, otak, kelenjar getah bening, dan juga jantung. Nah, jadi parah nih. Penyakit ini adalah penyakit yang menular, Geng. dan cara penularannya melalui udara yang di mana ketika orang yang terkena TBC itu batuk secara enggak langsung di tempat umum tanpa ditutup menggunakan tangan atau tisu atau masker gitu ya, maka kuman tersebut bakal keluar dan berpindah bertebaran melalui udara bisa terhirup oleh orang yang ada di sekitar yang sangat memungkinkan orang tersebut tertular. Gejala dari penyakit ini ada dua, yaitu gejala utama yang mana penderitanya bakal batuk terus-menerus mau itu berdahak ataupun enggak berdahak. Dan gejala lain seperti demam, meriang dalam jangka waktu yang panjang, sesak nafas, nyeri dada, berat badannya juga turun dan ketika batuk terkadang sudah ada cairan merahnya ya. Terus nafsu makannya juga turun, terus orangnya berkeringat di malam hari padahal enggak melakukan kegiatan yang berat-berat. Nah, biasa tuh bakal kurus banget orangnya. Sedih deh kalau lihat orang TBC tuh. Perkembangan TBC di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Catatan tertua mengenai TBC di Indonesia itu pertama kali ditemukan di salah satu relief Candi Borobudur pada abad ke-8 Masehi. Jadi, ini penyakit sudah tua banget, sudah lama banget. Berlanjut ketika Indonesia dijajah Belanda, ada beberapa catatan mengenai TBC, yaitu perkumpulan Centrale Fair Aning for Tuberculose Bas Trading. Wah, susah banget nih pengucapannya bahasa Belanda nih. Yang mana ini dibentuk pada tahun 1908 dan tahun 1939 yang mana pada saat itu didirikan 15 sanatorium untuk perawatan pasien TBC paru dan 20 konsultati buru yang memberikan penyuluhan serta pengobatan terhadap TBC ini. Setelah Indonesia merdeka, ya, setelah udah enggak ada lagi ee apa Belanda tepatnya dia di era Orde Lama tahun 1945 sampai dengan 1966, didirikanlah sebuah lembaga yaitu lembaga pemberantasan Penyakit paru-paru atau LP4 di Yogyakarta. Ini dikenal dengan Balai Pemberantasan Penyakit Paru atau BP4. Nah, lembaga tersebut disebar luaskan sampai ke 53 lokasi. Jadi pada tahun 1969 sampai dengan 1973 tanggung jawab penanganan TBC sudah dialihkan nih dari BP4 tadi ke Direktorat Jenderal Pemberantasan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular atau P4M Departemen Kesehatan RI. Program ini berkaitan dengan program pencegahan melalui imunisasi BCG yang khususnya diperuntukkan bagi anak-anak yang dikenal dengan program pemberantasan TBC dan BCG atau yang sering disebut sebagai P2 TBC atau BCG. Nah, penemuan pasien TBC itu sudah dimulai dengan pemeriksaan dahak dan masa pengobatan berlangsung sampai dengan 1 hingga 2 tahun. Jadi, cukup panjang tuh perjalanan dari penyakit ini. Nah, terus dilanjutkan pada tahun 1976 sampai dengan 1994 masa pengobatan menjadi lebih singkat. Yaitu yang tadinya ya pengobatannya 1 sampai 2 tahun tiba-tiba menurun jadi 6 bulan. Jadi udah mulai ketahuan nih cara menanganinya gimana. Nah, di kurun waktu ini juga mulai diuji coba strategi directly observe treatment short course atau disingkat dengan DOTS untuk pertama kalinya. Di akhir tahun 1990-an, Dots ini dijalankan secara programatik untuk pertama kali di Kabupaten Muara Bungo, Jambi, terus Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dengan angka kesembuhan mencapai 85%. Nah, jadi dulu tuh susah banget ngobatin TBC, tapi belakangan setelah ditemukan strateginya, nah jadi 85% bisa sembuh dalam waktu 6 bulan. Terus, geng, di tahun 1999, Menteri Kesehatan pada saat itu yaitu Ahmad Sujudi membentuk gerakan terpadu nasional atau disingkat dengan Gerdunas TB pada tanggal 24 Maret sebagai cikal bakal kemitraan TB di Indonesia. Nah, di tahun 2024 diselenggarakanlah survei secara nasional yang menunjukkan seberapa banyak orang yang mengidap penyakit TB atau TBC ini. Dan survei ini dilakukan bersamaan dengan LD Bank, Departemen Kesehatan Indonesia. Kemudian diketahui kalau ternyata beberapa jenis TBC ada yang kebal terhadap obat atau istilahnya itu resistance obat. Jadi diobatin mau berapa lama pun tetap enggak sembuh. Nah, biasanya pengidap TBC bakal diberikan antibiotik seperti isoniazid, terus ada rifampisin, pirazinamid, dan yang terakhir etambutol. Tapi meskipun sudah diberikan semua itu tadi, ternyata bakterinya enggak merespon obat tersebut sehingga ya bisa dinyatakan orang tersebut enggak mempan lagi dengan obat-obatan dan antibiotik-antibiotik. Jadi ibaratnya tuh penyakitnya udah kebal, bakterinya udah kebal. Nah, akhirnya nih ya pada tahun 2006 dilakukan lagi nih survei resistensi obat TB ini pertama kalinya di Indonesia karena udah mulai ditemukan, wah kok penyakitnya jadi kebal gitu, kok ee malah bakterinya beradaptasi dengan obat-obatan. Nah, akhirnya dilakukanlah survei lagi dan 3 tahun kemudian dibuatlah program nasional pengendalian TB Resistance Obat di Indonesia. Kemudian pihak WHO menerbitkan laporan yang menunjukkan kalau orang yang mengidap HIV itu memiliki kemungkinan 16 kali lebih besar untuk terserang penyakit TBC ini dibandingkan dengan orang yang ya normal. Jadi secara enggak langsung nih ya kan orang yang terkena HIV itu kan daya tahan tubuhnya atau imunnya itu kan melemah. Nah, dia gampang terkena bakteri TBC itu dan TBC ini menjadi penyebab kematian utama di antara orang-orang yang hidup dengan HIV. Jadi kalau ada orang kena HIV nih, ah meninggalnya itu bukan karena kulitnya melepuh, gatal-gatal atau enggak, tapi HIV-nya memicu TBC. Orangnya batuk-batuk terus sampai kering banget itu dadanya sampai kelihatan tulang meningoy. Kedua, penyakit ini adalah kombinasi yang mematikan banget yang masing-masing bisa mempercepat perkembangan penyakit satu sama lain. Ya, HIV muncul mempercepat ee kematian akan TBC ya. TBC juga bisa memicu HIV itu untuk ya melemahkan terus-menerus si orang yang mengidapnya. Nah, oleh karena itu pihak WHO merekomendasikan pendekatan dengan 12 kegiatan kolaboratif TB HIV yang mencakup tindakan pencegahan dan pengobatan infeksi serta penyakit yang bertujuan untuk mengurangi kematian. Nah, jadi di saat itu dikolaborasikanlah tuh penyakit TBC, penyakit HIV itu udah dianggap tuh beriringan. Harus dicek bareng-bareng. Di tahun 2013 sampai dengan tahun 2014, survei penderita TBC secara nasional di Indonesia negara kita udah menggunakan metode yang sesuai dengan rekomendasi WHO. Dan kalau kita lihat dari sejarahnya nih ya, yang begitu panjang ternyata ya penyakit TBC ini di negara kita sampai tercatat di relief Candi Borobudur. Nah, lalu gimana kondisinya sekarang? Ini maksudnya tercatat di relief Candi Borobudur tuh ini, Geng. Jadi kayak lu tahu ya, Candi Borobudur kan ditemukan belakangan tuh ya ketika zaman penjajahan. Nah, ketika dilihat tuh ada tulisan-tulisan. Nah, ketika diartikan ternyata penyakit TBC itu masuk ke dalam salah satu tulisan peninggalan sejarah itu. Yang mana artinya berarti penyakit TBC ini udah ada dari zaman kerajaan-kerajaan dulu. Nah, berbeda dengan penyakit-penyakit lain. Contohnya kayak flu, terus contohnya kayak COVID. Nah, itu kan baru-baru munculnya tuh. Nah, terus Geng kondisinya sekarang gimana nih? Apakah penderita TBC udah mulai menurun di Indonesia? Jawabannya ternyata enggak. Menurut laporan WHO yang mengambil data dari tahun 2020 sampai 2023, justru Indonesia menjadi negara terbesar kedua kasus TBC di dunia. Di bawah India, ya ingat di bawah India kita yang berada di posisi pertama nih, India. Jumlah kasus di Indonesia mencapai 10% dari total kasus global. Peringkat lima besar negara yang menjadi penyumbang kasus TBC terbanyak adalah India sebesar 26%. Terus ya menyusul Indonesia sebesar 10%. Baru setelah itu ada Cina dan Filipina sebesar 6,8% dan Pakistan yang terakhir yaitu 6,3%. Nah, selanjutnya baru negara negara lain. Nah, itu top five-nya lima besarnya. Selain Indonesia, Filipina dan Myanmar itu menjadi penyumbang terbesar juga terhadap peningkatan kasus TBC dunia di antara tahun 2020 sampai 2023. Nah, terus gimana nih dengan TBC yang resistan terhadap obat alias kebal nih terhadap obat? Nah, sayangnya Indonesia juga masuk ke dalam daftar ini, Geng. dengan kontribusi sebesar 7,4% dari total kasus global. Jadi ibaratnya gini, dari seluruh kasus di dunia nih ya, penyakit TBC yang susah banget diobatin karena bakterinya udah kebal itu 7,4%-nya berasal dari Indonesia. Berarti kan udah kronis banget, udah parah banget. Negara-negara lain dalam kelompok negara dengan kasus TBC yang resistance obat tertinggi itu ada 27%-nya dari India. Terus ada Rusia tuh setara tuh sama kita yaitu 7,4%. Terus ada Cina 7,3% dan Filipina 7,2%. Selain itu ada 39 negara yang mengalami peningkatan lebih dari 5% dalam insiden TBC ini pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2015. Jadi pada tahun 2023 tuh banyak negara yang mulai meningkat juga penyakit TBC-nya ya. Ini kan berhubungan dengan ya polusi udara gitu ya. Sekarang kita lihat aja negara-negara sekarang polusinya pada gila-gilaan. Dan di kawasan Asia ya, Indonesia, Mongolia, Myanmar, Filipina itu masuk ke dalam kelompok ini, Geng. Nah, Indonesia juga menjadi salah satu dari 10 negara dengan gap terbesar antara estimasi kasus dan kasus yang terdeteksi. Misalnya nih, ya, estimasi kasusnya itu 10. Nah, ternyata yang terdeteksi jauh lebih banyak. Yang tadinya diperkira, "Ah, cuma 10 orang." Tahu-tahu pas dicek, "Buset, ada 100 orang ternyata." ya. Nah, negara kita ini menyumbang 11% dari total gap global setelah India sebesar 16%. Gila. Nah, tingginya kasus TBC ini sangat berdampak bagi kita, Geng. Selain karena mengancam kesehatan kita semua, ternyata juga membatasi akses kita ke luar negeri. Jangan salah lu. Lu mau ke luar negeri, ya ada beberapa negara yang enggak mau nerima masyarakat kita karena dianggap kayak, "Ah, lu bawa penyakit." gitu. [Musik] Makanya kalau kalian bertanya-tanya ya, kenapa sih paspor kita lemah banget? Nah, paspor Indonesia ini termasuk ke dalam paspor yang lemah. Dan gua pernah singgung masalah ini di konten sebelumnya yang mana ya yang berkaitan dengan ee paspor Malaysia yang mulai menguat dan kita ketinggalan jauh gitu. Lemahnya paspor kita ini berkaitan dengan tingginya kasus TBC, Geng. Jadi ibarat itu seolah-olah nih ya kita orang Indonesia tuh ke luar negeri kayak badan kita kotor banget gitu. Orang-orang luar negeri itu enggak mau nerima kita karena takut penyakit yang kita bawa dari negara kita sendiri. Dan belum lagi kalau mau ke luar negeri selain ASEAN kita pasti membutuhkan visa, kan. Nah, ada beberapa negara yang mewajibkan bagi setiap orang yang mau mengajukan visa dilengkapi dengan sertifikat bebas TBC. Salah satunya adalah negara Timur Tengah. Nah, migran dari negara lain yang mau kerja di Timur Tengah harus membuktikan kalau mereka tidak pernah terkena TBC. Sekalipun mereka dulu pernah terkena TBC dan sudah sembuh, ya enggak akan pernah bisa kerja di Timur Tengah. Jadi seketat itu dan dari sini kita bisa lihat dampak dari TBC ini bagi Indonesia tuh krusial banget. Kita jadi kayak terisolasi kayak [Musik] gitu. Dari cerita yang sebelumnya, kalau ternyata dampak TBS sebegitu parahnya, Geng, apakah pemerintah Indonesia udah berupaya nih untuk menangani hal ini? Nah, jawabannya, Geng, udah. Pemerintah Indonesia sudah menjadikan penanggulangan TBC sebagai program prioritas. Di pemerintahan Presiden Prabowo, penanganan terhadap penyakit TBC ini masih terus dilakukan melalui penguatan gerakan bersama desa dan Kelurahan siaga TBC. Gerakan nasional ini dipusatkan di Kantor Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Pemerintah ingin mempercepat eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030 atau 20 tahun lebih cepat dari target global yang sudah ditetapkan oleh WHO. Di tahun 2025, pemerintah kita itu menargetkan tercapainya 90% deteksi kasus, 100% inisiasi pengobatan, dan tingkat keberhasilan pengobatan harus di atas 80%. Nah, itu niatnya, targetnya, gitu. Nah, untuk mencapai itu semua, pemerintah sudah menetapkan berbagai strategi, yaitu salah satunya penguatan promosi dan pencegahan, pemanfaatan teknologi, integrasi data dengan rumah sakit dan puskesmas, termasuk pengembangan dan adopsi vaksin yang lebih baik untuk pencegahannya. Teknologi untuk bisa mendeteksi TBC juga udah dimaksimalkan, Geng, dengan penggunaan X-ray portable, tes cepat molekuler, terus ada PCR juga. Nah, kayaknya PCR udah familiar ya ee dengan kalian karena selama COVID kita juga melakukan PCR ini. Nah, sebenarnya geng pemerintah itu sudah menggratiskan pengobatan TBC sejak tahun 2016. Tapi yang menjadi sulitnya adalah banyaknya hambatan yang harus dihadapi oleh pemerintah kita seperti salah satunya adalah rendahnya kesadaran masyarakat kita ya terhadap penyakit ini. Jadi kayak batuk tuh dianggap biasa aja gitu ya. Masyarakat kita tuh enggak peduli-peduli amat sama dirinya sendiri. Nah, terus ditambah lagi akses terbatas terhadap layanan kesehatan di daerah terpencil. Terus juga ya tingkat kemiskinan yang semakin gila-gilaan di negara kita ya terkadang menjadi penyebab makin tingginya angka TBC juga. Karena orang udah pusing mikirin ekonominya ya terkadang enggak sempat mikirin kebersihan gitu. Akhirnya penyakit-penyakit pada ngumpul ya. Salah satunya TBC. Belum lagi di bulan Januari kemarin, Donald Trump membekukan pendanaan dari Badan Pembangunan Internasional AS atau USID yang mengakibatkan terhentinya pasukan medis dan obat-obatan yang disokong oleh UID, termasuk obat HIV, malaria sampai dengan obat TBC. Nah, Donald Trump ini sempat diaah bikin ulah gitu, Geng. Dilihat dari banyaknya kasus TBC di Indonesia, harusnya kita sebagai rakyat itu merasa terbantu ya. Ya, kalau memang programnya Bill Gates untuk membantu Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan ini harusnya sih merasa terbantu. Tapi ya tapi nih Bill Gates ini kan termasuk ke dalam eh barisan elit global yang selalu dicurigai oleh banyak orang. Jadinya orang-orang Indonesia justru skeptis dengan rencana dia ini. Setelah gua research lebih dalam mengenai yayasan milik Bill Gates yang memang salah satu fokusnya adalah di bidang kesehatan. Gua jadi paham kenapa orang Indonesia gak percaya dengan rencana Bill Gates ini dan takut dijadikan sebagai kelinci percobaan. Ya, balik lagi seperti yang gua katakan tadi, Bill Gates ya dengan vaksin terbarunya ini bukan yang sudah teruji klinis atau sudah berhasil dengan vaksin itu baru diaplikasikan ke masyarakat Indonesia, tetapi justru masyarakat Indonesia dijadikan sebagai ya objek uji coba gitu. Nah, itu yang jadi permasalahannya. Nah, dan sekarang kita bakal mencoba membahas mengenai fakta-fakta e tentang vaksin yang akan dikembangkan oleh Bill Gates ini. Gimana sih bentuknya? Jadi, Geng, vaksin yang akan diuji coba di Indonesia adalah vaksin TBC M72/ AS01E namanya. Vaksin ini dikembangkan oleh Glass Mid Klein Biological atau disingkat dengan GSK. sejak awal tahun 2000-an nantinya keberadaan vaksin tersebut bukannya untuk menggantikan vaksin BCG ya yang udah ada duluan kan vaksin BCG nih. Nah, tapi justru kemunculan vaksin baru ini untuk melengkapi vaksin BCG. Nah, berbeda dengan vaksin BCG yang efektivitasnya terbatas terutama pada remaja dan orang dewasa. Nah, vaksin terbaru ini yang namanya cukup panjang ya, M72/ AS01E. Vaksin ini dirancang untuk memberikan perlindungan yang lebih baik. Jadi kayak apa ya? Kayak level up-nya vaksin BCG tadi. Dan di tahun 2020, Bill and Melinda Gates Medical Research Institute atau yang sering disebut dengan Gates MRI itu melisensikan vaksin ini untuk melanjutkan perkembangannya. Dan saat ini tahap uji klinis terhadap vaksin tersebut udah memasuki fase ketiga yang merupakan tahap pengujian terakhir sebelum vaksin ini bisa disetujui untuk digunakan secara umum, diaplikasikan e secara global, dan uji cobanya dilaksanakan di tujuh negara secara keseluruhan dengan total sekitar 20.000 peserta dan distribusinya disesuaikan berdasarkan beban penyakit di masing-masing negara. Uji coba di berbagai negara dengan kondisi geografis, sosial, dan kesehatan yang berbeda-beda, Geng. Dan ini tujuannya untuk memastikan kalau vaksin ini dikembangkan secara efektif dan secara menyeluruh enggak cuma di kondisi negara tertentu aja. Jadi, contohnya nih misalkan diaplikasikan di negara seperti Jepang misalkan, negaranya dingin banget gitu. Eh, tahu-tahunya ya vaksinnya enggak bekerja gitu ya karena bakterinya terlalu awet, terlalu kuat gitu. Nah, tapi dipastikan nih oleh yayasan milik Bill Gates ini bahwa vaksin mereka itu berlaku untuk seluruh iklim, berlaku untuk seluruh kondisi geografis. Terus, Geng, di antara ketujuh negara yang akan menjadi tempat untuk uji coba vaksin ini, seperti yang udah gua sebutkan di awal, kalau Indonesia menjadi salah satu di antaranya. Dan sebenarnya, Geng, Indonesia itu udah dari tahun lalu menjadi bagian dari uji klinis fase 3 dari vaksin ini, tepatnya di bulan September tahun 2024. Nah, kita aja yang enggak tahu baru hebohnya sekarang. Nah, ketika itu Indonesia menjadi negara keempat yang melaksanakan ee uji coba ini setelah Afrika Selatan, Kenya, dan Zambia. Nah, mungkin di saat itu belum begitu ramai kabarnya dan baru sekarang jadi omongan karena Bill Gates-nya langsung datang ke Indonesia dan ngomong langsung mengenai hal itu dengan Presiden Prabowo. Sebelumnya tuh enggak ada yang tahu. Dan dari 20.000 peserta di seluruh negara, 2.500-nya itu berasal dari negara kita Indonesia. Dan netizen Indonesia jadi mikirnya kalau kita ini bakal jadi kelinci percobaan ya karena menjadi objek penelitian dari Bill Gates. Tapi sebenarnya kita itu bukan bakal tapi sudah berjalan gitu. Sudah berjalan ini sudah udah dari 2024 gitu. Dan kalau kita ngomongin soal medis memang uji klinis ini ya penting untuk pembuktian ilmiah apakah suatu obat atau vaksin bisa bermanfaat dan aman bagi manusia. Nah, sebenarnya ada ada ada bagusnya gitu. Dan sebelum sampai ke fase, obat atau vaksin ini pastinya udah melewati berbagai percobaan. Tapi ya gimana bisa tahu kalau obat atau vaksin ini terbukti ampuh untuk manusia ya selain dengan mengujinya langsung ke manusia gitu. Dan kenapa milihnya Indonesia? Seperti yang udah gua jelaskan tadi karena Indonesia punya kasus TBC tertinggi kedua di dunia, Geng. Nah, itu alasannya. Terus keresahan netizen ini ya tentang program ini juga karena kabarnya meskipun dijadikan sebagai tempat uji coba tapi pembuatan vaksin ini enggak akan ada di Indonesia melainkan akan dibuat di Singapura. Nah, itu orang Indonesia jadi skeptis di situ tuh kalau mau ya pabriknya juga di negara kita, laboratoriumnya di negara kita, gitu. Nah, netizen menganggapnya orang Indonesia benar-benar cuma dijadikan tumbal nih kata netizen nih yang mana kalau vaksinnya ternyata enggak efektif akan mengancam nyawa. Nah, kalaupun berhasil, orang Indonesia pada akhirnya juga bakal membeli vaksin tersebut dari Singapura yang ujung-ujungnya Indonesia cuma dapat sengsaranya aja. Berhasil harus beli, enggak berhasil nyawa. Jadi, itulah yang diprotes oleh masyarakat dan enggak ada untungnya bagi Indonesia dengan menjadikan kita sebagai kelinci percobaan. Dan hal ini dinilai enggak adil untuk Indonesia. Nah, yang nilai itu netizen, bukan gue ya. Gua cuma menyampaikan hal ini sudah diklarifikasi, Geng, oleh Budi Guna Sadikin selaku Menteri Kesehatan yang mengatakan kalau pihaknya meminta kepada perusahaan Biofarma untuk memproduksi vaksin tersebut dan meminta kepada Biofarma mendampingi ke MKES agar pembuatannya jangan di tempat lain selain di Indonesia. Karena diujinya di Indonesia ya kalau bisa manfaatnya juga untuk Indonesia. Kalau bisa setelah berhasil ya Indonesia ya digratiskan, gitu. Itulah harapan masyarakat kita. Dan selain itu, Pak Budi mengatakan kalau informasi yang beredar mengenai Bill Gates yang akan membuat vaksin di Singapura ya itu enggak benar katanya. Itu hoa katanya. Nah, pabrik vaksin ini hanya akan dibangun di Amerika oleh perusahaan GSK. Jadi enggak ada pabrik vaksin di Singapura. Nah, kenapa Amerika? Karena memang basic-nya atau base-nya perusahaan Bill Gates itu di sana. Dan juga dikatakan pemilihan lokasi uji coba vaksin di Indonesia juga dipengaruhi oleh sudah banyaknya ilmuwan Indonesia dari Universitas Pajajaran dan Universitas Indonesia yang sudah bergabung di dalam uji coba vaksin ini. Nah, jadi walaupun ini programnya Bill Gates, tapi ilmuwan-ilmuannya, orang-orang pintarnya yang ada di dalam itu ya kabarnya ada yang dari Indonesia, banyak dari Indonesia yaitu mahasiswa dari Universitas Pajajaran atau ilmuwan-ilmuwan dari Universitas Pajajaran dan Universitas Indonesia. Nah, jadi bisa dikatakan ya dua hal tadi itu masih asumsi liar dari netizen. Tapi ternyata ada fakta yang menunjukkan kalau vaksin yang dibuat oleh Bill Gates ini eh enggak berhasil. Nah, ini ada ada faktanya dan ini terjadi di India berkaitan dengan vaksin human papiloma virus atau disingkat dengan HPV. Nah, di India bukan lagi asumsi netizen nih, tapi ini udah buktinya yang mana ya e vaksin HPV tadi ini HPV ini adalah virus yang bisa menyebabkan beberapa jenis penyakit mulai dari kanker servix, kanker anus, dan organ intim sampai ke kutil kelamin. Nah, pada tahun 2009 beberapa sekolah untuk anak-anak suku di Distrik Kamam yang ada di Telangana yang sekarang merupakan bagian dari Andar Pradesh di India itu menjadi lokasi studi observasi untuk vaksin HPV ini. Ada sekitar 16.000 anak perempuan berusia 9 sampai 15 tahun yang diberikan vaksin HPV ya dari perusahaannya Bill Gates. Dan vaksin yang digunakan adalah Garda Seal dari produksi oleh Merch dan Yayasan Bill Gates lah yang mensponsori penelitian terhadap vaksin tersebut. Dan ketika uji coba itu dilakukan, beberapa bulan setelah pemberian vaksin, banyak anak perempuan di sana mulai jatuh sakit. Dan pada tahun 2010, lima di antara mereka sampai meninggal dunia. Itu uji coba vaksin dari perusahaan Bill Gates yang pernah dilakukan di India. Dua kematian lagi dilaporkan di Fadodara Gujarat di mana sekitar 14.000 Ibu, anak yang bersekolah di sekolah khusus untuk anak-anak suku juga divaksinasi dengan merek vaksin HPV lain yaitu Servarix yang diproduksi oleh GSK, perusahaan yang sama yang akan memproduksi vaksin TBC di Indonesia nanti. Tuh, sudah ada pengalamannya. Berdasarkan laporan dari Lembaga Suadaya Masyarakat di bulan Maret tahun 2010, mereka menemukan ada sebanyak 120 anak perempuan yang mengalami reaksi kejang epilepsi, sakit perut yang parah, sakit kepala, dan perubahan mood yang cepat. Ada beberapa kasus juga yang menunjukkan mereka mengalami menstruasi lebih awal setelah pemberian vaksin. Pendarahan hebat, keramstruasi yang parah. Nah, ada beberapa efek yang menyakitkan. Waktu itu sempat ada penyelidikan mengenai hal ini, tapi dikabarkan kalau penyelidikannya enggak berjalan secara transparan, bahkan cenderung buruk, katanya. Sebab pemerintah negara bagian yang ikut mengawasi pemberian vaksin bilang kalau kematian yang terjadi itu bukan disebabkan karena vaksinasi. Pemerintah di saat itu menganggap bahwa kematian tersebut disebabkan karena mereka mencoba untuk mengakhiri hidup. dan tenggelam secara enggak sengaja di sumur. Ada juga terus ada yang bilang malaria, terus ada infeksi virus, terus ada pendarahan dan lain-lain. Nah, jadi terkesan di saat itu pemerintah India tuh kayak lebih condong ke perusahaan Amerika ini daripada ke masyarakatnya. Karena mungkin mereka berpikir ya udah meninggal juga gitu kan. Nanti takutnya ketika disalahkan si perusahaan Bill Gates-nya nanti negara jadi ikut-ikutan disalahkan karena mengizinkan uji coba tersebut gitu. Ini kejadian asli geng bukan sekedar isu belaka. Maka dari itu gua rasa ya wajar banget ya netizen banyak yang khawatir sama rencana Bill Gates ini. Kalau apa yang terjadi di India sampai terjadi juga di Indonesia ya itu sedih banget ya kan diuji tahu-tahu gagal yang ada meninggal. Nah, namun geng meskipun begitu sebenarnya rencana Bill Gates untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat uji coba ini baik namun pemerintah ya jangan semerta-merta langsung lepas tangan aja sebab akan rentan untuk disalahgunakan. Apalagi Bill Gates dan yayasannya ini adalah ya orang asing gitu ya, bukan ya enggak mungkin gak nyari keuntungan gitu. Takutnya ada kepentingan lain atau kepentingan tertentu di Indonesia sehingga pemerintah harus mengawasi dengan ketat terhadap penerapannya di negara kita. Selain itu, pemerintah juga harus bisa mendengarkan keresahan dari masyarakat dan kalau bisa membuktikan kalau vaksin yang nantinya bakal diuji coba itu terbukti aman. Jadi kita enggak boleh semerta-merta percaya sepenuhnya ya. Asas curiga itu harus ada gitu ya. karena ini berkaitan dengan keselamatan nyawa masyarakat. I kan. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai rencana uji coba vaksin Bill Gates di Indonesia yaitu vaksin TBC yang menimbulkan pro dan kontra bagi masyarakat. Gimana geng menurut kalian setelah gua jelaskan sepanjang ini? Ah, kalian masih tetap tidak mau Indonesia menjadi tempat uji coba vaksinnya Bill Gates ini atau justru kalian berubah pikiran? Enggak apa-apa deh, uji coba aja. Coba deh, tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories