ISHOWSPEED IRL DI CHINA MALAH BIKIN AMERIKA RUGI BESAR ! KOK BISA ? KITA BAHAS !!!
GgQ9T5DwsN4 • 2025-04-15
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Salah satu yang membuat Aspe sangat kagum ketika mengunjungi tempat tersebut ketika dia mencoba mobil terbang buatan China atau drone yang bisa mengangkat manusia yaitu Ih eh216S. Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan China untuk enggak membalas tarif yang mereka kenakan, tapi malah Amerika di sini nyuruh agar si Jin Ping harus menelepon Donald Trump atas penetapan tarif yang diberikan oleh Amerika. Kan kocak ya. Yo geng, tekan tombol subscribe geng. Ah demam. Hah? Enggak demam sih. Flu lebih tepatnya. Yang semangat dong maneh we sendiri. Aing mah capek. Aduh cuaca lagi gila banget diah. Gua habis eh mudik ke Aceh. Di Aceh itu panas banget. Terus balik ke Jakarta. Jakarta musim hujan. Jadinya pilek. Oke, halo geng. Welcome back to Kamar [Musik] Jerry. Sorry banget, Geng, kalau hari ini suara gua agak bindeng, ya. Dari beberapa hari lalu sih emang udah bindeng gitu, ya. Sampai sekarang belum sembuh-sembuh. Oke, hari ini gua pengen ngebahas tentang ISO Speed, ya. Salah satu YouTuber kesayangan kalian semua. Nah, nih orang emang energinya itu loh enggak bisa dianggap remeh ya si Raden kecepatan kalau kata orang Indonesia. Nah, kalau kemarin sempat heboh dia live streaming di negara kita, tapi akhir bulan kemarin dia kembali heboh lagi karena dia live stream dan datang ke Cina. Di dalam kunjungannya tersebut Asus Speed mencoba berbagai kecanggihan teknologi yang ada di negara masa depan ini. Jujur aja ya, gua sendiri sampai takjub, Geng. Nah, makanya lu harus banget dengerin cerita ini karena ini selain hubungannya tentang bagaimana berkuasanya Cina dari segi ekonomi sampai teknologi, tapi ini juga menceritakan bagaimana kehidupan Cina yang kalau dibandingkan dengan kita ya jangankan kita, ya, Amerika aja gitu ya, Cina itu udah jauh banget. Di dalam pembahasan kali ini gua akan membahas ketika As Speed kaget dengan apa yang dia lihat dan rasakan selama dia berada di Cina. Sebab semuanya jauh dari bayangannya dia. Cina yang dia kira bukanlah negara semaju Jepang atau Eropa atau bahkan semaju negaranya dia. Amerika ternyata memiliki teknologi dan fasilitas yang sangat canggih dan bahkan sudah meninggalkan jauh Amerika sendiri. Dan bukan cuma ISO Speed aja, penonton yang melihat live streaming-nya di Cina juga enggak menyangka kalau Cina ternyata memiliki teknologi yang gak kalah maju dari negara-negara lain. ini benar-benar berbeda l dari e ketika AS Speed berkunjung ke negara kita atau ke Malaysia. Di negara kita atau di Malaysia yang ditonjolkan justru kekonyol-kekonyolannya ya kan. Ketika As Speed ngomong minggir lo miskin atau ee dia tiba-tiba milih-milih cewek gitu ya. Ini berbeda banget. Kalau di Cina enggak. Itu yang ditunjukkan. Cina tuh benar-benar memanfaatkan ketika Speed datang dengan memamerkan seluruh kemajuan teknologi negara mereka. Di dalam hal ini ada yang menarik, Geng. Seorang AS Speed, ya seorang live streamer. Dia bukan siapa-siapa, ya kalau dibandingkan dengan pemerintah Amerika lah, ya. Pemerintah Amerika tuh sekali bikin ancaman orang gemeter, sekali bikin e sanksi ya kan kayak Donald Trump orang gemeter, negara lain tuh takut. Nah, tapi I Speed yang selama ini hanya dianggap sebagai YouTuber streamer ternyata membuat Amerika jadi ketar-ketir dan membuat Cina jadi dipandang sangat-sangat gila oleh negara lain. Gimana bisa? Karena selama ini, Geng, Amerika Serikat sudah sejak lama membuat berbagai propaganda untuk menjatuhkan nama baik Cina agar negara tersebut dipandang sebagai sebuah negara yang problematik dan tertinggal dibandingkan Amerika. Jadi selama ini Amerika tuh kayak bikin Cina tuh kayak ah kuno negara tukang kopi, tukang tiru, made in Cina itu tidak bagus. Padahal ya gua enggak bisa memastikan berapa persen ya. Tapi entah kenapa di dalam otak gua nih, koreksi gua kalau salah, 99% produk di muka bumi ini kayaknya punya Cina 1%-nya itu buatan negara lain. Lu setuju enggak sama gua? Kalau enggak setuju ya udah enggak apa-apa. Ini kan cuman opini pribadi gua aja gitu ya. stigma yang sudah dibangun oleh Amerika untuk membuat nama atau citra Cina hancur seketika runtuh luntur gara-gara As Speed, warga negara mereka sendiri. Nah, apalagi saat ini Amerika sedang gencar-gencarnya melakukan perang dagang dengan Cina sampai yang terbaru menerapkan tarif impor kepada banyak negara sehingga Amerika menjadi terdesak karena mulai banyak yang memprediksi bahwa Cina bisa menyaingi atau menandingi dominasi Amerika dengan segala perkembangan teknologi yang ada di negara tersebut. As Speed membuktikannya. Gila gak tuh? Di video kali ini gua bakal membahas mengenai kedatangan IO Speed ke Cina yang membuat Amerika menjadi semakin khawatir. Udah capek-capek, udah ngegelontorin dana miliaran triliunan untuk membuat citra Cina hancur dan membuat seolah-olah Cina lebih buruk dari negara mereka. Tapi hanya dengan satu orang bocah kulit hitam yang lucu berasal dari negara mereka sendiri, semua yang sudah mereka gelontorkan, semua dana yang sudah mereka keluarkan sia-sia. Ya, sekarang kita akan bahas tentang bagaimana Speed membuat nama baik Cina menjadi terangkat dan Amerika malah terlihat buruk. Langsung aja kita bahas di sisi [Musik] lain. Kita langsung masuk ke dalam pembahasan kedatangan ISO Speed ke Cina atau ke China. Oke, mungkin untuk sosok seorang ISO Speed gua enggak perlu jelaskan lagi ya, karena eh tentang dia itu cukup mudah untuk didapatkan, cukup mudah untuk dicari. Kalian bisa cek sendiri di Google ya. Buat teman-teman yang mungkin nih yang sudah berumur, yang enggak relate dengan ISO Speed ini ya mungkin sedikitlah gua terangkan kalau ISO Speed ini adalah seorang live streamer atau YouTuber yang live stream dan dia itu punya program atau punya segmen untuk ee YouTube-nya dia. Dia datang ke banyak negara mencoba berbagai hal dari negara-negara yang dia kunjungi. Paling banyak katanya sih ya, paling besar viewers-nya itu ketika dia berkunjung ke negara kita Indonesia. Dan itu heboh banget di saat itu. Bahkan ketika dia berkunjung ke Indonesia dikabarkan ee negara Malaysia aja tuh sampai ee maaf ya teman-teman Malaysia enggak bermaksud apa-apa. Ini gua cuma menjelaskan eh Malaysia aja tuh sebagian masyarakatnya tuh sampai iri dengan ee kondisi ketika Asped datang ke Indonesia. Karena ketika Asus Speed datang ke Malaysia, dirasa influencer Malaysia gagal menunjukkan sisi-sisi positif atau sisi-sisi terbaik dari Malaysia. Karena kedatangan ISO Speed membuat seluruh mata dunia ya yang menjadi fans-nya dia melihat negara yang dia kunjungi. Nah, di saat itu Indonesia dianggap berhasil menunjukkan ee sisi terbaik dari Indonesia. ya walaupun ada hal-hal yang konyol-konyol dan sedikit negatif mungkin ya yang juga menjadi bumbu ketika eh Aspe datang ke Indonesia tapi sisi positifnya banyak. Mempromosikan batik makanan kita, mempromosikan tari kecak, terus mempromosikan daerah-daerah dan segala macam. Nah, jadi kedatangan ISO Speed perlu gua tekankan nih, Geng, itu adalah salah satu hal yang membuat mata dunia tertuju kepada tempat yang dia kunjungi. Nah, makanya kenapa pembahasan kita hari ini ketika dia berkunjung ke China itu sangat-sangat membuat China itu ee merasa beruntung. Nah, oke. Sekarang kita masuk nih ke dalam pembahasan ketika dia berkunjung ke China. Jadi, Geng, ketika dia berkunjung ke negara China tepat di tanggal 24 Maret kemarin, ISO Speed ini tiba di China dan mulai mengunjungi berbagai kota di negara tersebut. Jadi, masih dengan melakukan streaming eh ISO Speed ini kembali membagikan momen-momen selama dia berkunjung ke sana dan dia banyak dibawa ke tempat-tempat yang terkenal di China seperti kuil Shaolin maupun tembok besar China. Dan enggak cuma itu, Geng. Ketika dia berada di Shenzen, China, ISO Speed ini dibuat terkagum-kagum dengan teknologi di sana. Ini koreksi gua kalau salah dalam pengucapan nama-nama kota atau nama tempat ya, Geng. Kayak tadi Shenzen. Apa itu bacanya kayak gimana ya? Kalian boleh koreksi gua. Oke, kita lanjutkan nih. Salah satu yang membuat As Speed sangat kagum ketika mengunjungi tempat tersebut ketika dia mencoba mobil terbang buatan China atau drone yang bisa mengangkat manusia yaitu EHeng EH216S. Dia di saat itu bisa dikatakan menjadi streamer pertama yang mencoba mobil tersebut dan dijelaskan kalau mobil tersebut sudah diuji coba sebanyak 60.000 kali untuk terbang dan enggak pernah ada kecelakaan satu kalipun dalam percobaannya. Walaupun begitu, As Speed tetap terlihat ketakutan ketika dia mencoba menaiki mobil terbang tersebut untuk pertama kalinya. Dan video itu menjadi video paling viral karena lucu banget ekspresinya dia. Dan bahkan setelah itu dia berhasil mendarat dengan selamat setelah dia berteriak-teriak di dalam mobil terbang tersebut. Terus enggak sampai di situ aja, Geng. Ketika As Speed berada di Shenzen, dia bertemu dengan sosok robot humanoid yang sedang dikembangkan di China. Seperti yang sudah banyak diketahui, China memang sedang gencar-gencarnya ya membangun teknologi mereka. Dan seperti yang waktu itu kita pernah bahas mengenai chip dan juga AI. Nah, ini kalian bisa cek sendiri. Nah, robotnya juga menjadi salah satu teknologi yang sedang dikembangkan secara besar-besaran di negara yang satu ini. Di hadapan ISO Speed, ISO Speed melihat robot humanoid dari engine AI varian PM01 ya menari-nari mengikuti gerakan dari ISO Speed dan sebaliknya si ISO Speed juga mengikuti gerakan robot. Nah, Engine AI mengklaim robotnya tersebut terus berkembang pesat dalam berbagai pengujian dan terus menyempurnakan diri melalui uji coba dan evaluasi. Baik ketika ya menjelajahi medan yang terjal atau beradaptasi dengan lingkungan kerja, robot tersebut dengan cepat mengidentifikasi solusi yang bisa diterapkan di berbagai situasi. Kurang lebih tuh kayak gini, Geng. Sebenarnya cara kerja robot itu jadi bukan dipakai remote control atau ya dikasih program untuk misalkan nih cara ngambil makan, dikasih program buat ngambil makan, terus cara berjalan dikasih program cara berjalan. Enggak gitu. Sistem robot di Cina itu meniru. Jadi apapun yang dia ingin lakukan, dia akan tiru gerakannya dari manusia. Nah, makanya kenapa banyak sebenarnya yang khawatir dengan robot ini. Kebayang enggak tuh? Kalau kita manusia kan kita prosesnya untuk bisa ya kayak gua misalkan bisa jalan, bisa ngomong prosesnya dari lahir ya kan besar dulu, dewasa jadi alay dulu terus baru ya bisa semuanya ya kan ya. Enggak semuanya juga maksudnya bisa menjadi manusia yang mandiri gitu. Tapi kalau robot enggak, dia tinggal meniru dalam waktu beberapa jam ya semua hal yang sudah dia tiru akan bisa dia terapkan. Dan untuk membuat robot-robot yang lain tinggal dicloning aja apa yang sudah dipelajari dari otak si robot. Kebayang gak tuh seramnya China kalau semua ini sudah dikuasai oleh mereka? Kalian bisa lihat, geng, dari video ini gimana canggihnya robot milik China. Udah mirip kayak di film-film seperti Terminator atau Transformer yang selama ini mungkin itu hanya buatan komputer alias ya itu cuma rekayasa gambar gitu atau bisa dikatakan ya pakai CGI. Nah, ini benar-benar nyata secara fisik. ada produknya. Dan lagi-lagi ISO Speed di saat itu dibuat kagum ketika melihat kecanggihan itu semua. Terus ada yang paling menarik, Geng selama ini, ya buat kalian juga yang mungkin belum paham gitu. Cina itu dengan Amerika itu bersaing bersaing dalam segi eh smartphone. Memang secara branding Amerika sangat berhasil membranding produk dari negara mereka yang bernama iPhone ya kan? Apple. Nah, tapi kalian tahu enggak, Geng? produk dari China yang luar biasa bernama Huawei. Ini gua pakai di sini nih, Huawei nih. Ini Huawei dan itu sangat-sangat canggih sebenarnya dari kualitasnya sebenarnya gila banget kalau dibandingkan dengan Apple. Banyak yang kalahnya Apple tapi karena produk Cina ya propaganda branding tadi udah dijatuhkan gitu ya. Akhirnya ya terkesan kayak Huawei itu kalau di negara kita gak ada apa-apanya dibanding iPhone. Padahal aslinya ketika ISO Speed datang ke China, dia melihat kecanggihan smartphone dari Huawei buatan Cina itu bisa dilipat menjadi tiga lipatan dan ya kualitas gambar dan kameranya juga ngalahin iPhone. Nah, ketika itu dia datang mengunjungi Huawei Global Flagship Store di Shenzen. Smartphone tersebut adalah series Huawei Mate XT Ultimate Desain yang baru dirilis oleh Huawei pada 18 Februari 2025. Series Huawei yang ini mirip kayak Samsung Galaxy Fold, tapi kalau Samsung itu ya ibaratnya kayak kita buka tutup buku. Nah, kalau Huawei Mate XT Ultimate Desain ini ada satu lipatan lagi, Geng. Jadi sebegitu canggihnya dan kalau enggak terlipat bentuknya seperti tablet, tapi kalau dilipat bentuknya seperti smartphone pada umumnya. Nah, harganya juga gak main-main. Rp47 juta itu handphone. Jadi canggih banget varian tertingginya saat ini. Dan bahkan katanya yang 1 teranya sampai Rp51 juta. Speed di saat itu kaget karena baru kali ini dia melihat ada HP yang memiliki tiga lipatan dan jauh lebih banyak dibandingkan yang dimiliki oleh Samsung. Nah, bahkan perlu kalian tahu ya Samsung itu sendiri bukan produk Amerika. Samsung sendiri adalah produk dari Asia juga yaitu Korea Selatan. Nah, Samsung aja sebenarnya ya susuh lah ya bisalah menyaingi iPhone walaupun fanboy-fanboy iPhone masih merasa iPhone ini adalah produk yang paling berkelas gitu. Nah, padahal ya kalau kita bandingkan dengan produk China bernama Huawei ya jauh kalahnya. Dan Asia Speed di saat itu enggak nyangka bahwa harga iPhone Huawei yang selama ini ya diremehkan sebagai iPhone Cina di negara mereka ya itu bisa seharga PC gaming yaitu Rp51 juta ya. Tapi walaupun begitu dia udah keburu takjub dengan handphone tersebut dan dia sebagai orang kaya streamer kaya dia tetap beli HP itu dan enggak cuma satu tapi tiga sekaligus dan perlu kalian ketahui Huawei sebenarnya pernah di blacklist atau diband di Amerika jadi enggak boleh jualan di Amerika. Beruntungnya is Speed dia bisa beli langsung dari China. Siapa lagi yang punya di negaranya dia doang. Nah, dari sini kalian bisa lihat ya, Geng, bagaimana As Speed terkagum-kagumnya dengan China sampai dia membeli produk China yang dilarang di negara dia. Terus, Geng, hal yang enggak disangka lagi ketika ISO Speed berada di sana, dia sempat order ayam dari KFC. Tapi geng, berbeda dengan sistem delivery yang ada di banyak negara yang biasanya diantarkan oleh manusia menggunakan motor atau ya diantarkan pakai Gojek gitu kan, KFC di Cina diantarkan melalui drone. Benar-benar terbang terus mendarat dan biasanya ya drone ini kan setahu gua tuh ya di banyak negara ya dipakai untuk balap ya balap drone atau mengambil video, mengintai dan lain-lain. Di China itu udah dipakai untuk mengantar makanan. Gua pernah melihat salah satu video klip dari Rich Bry, salah satu rapper asli Indonesia yang sekarang sudah dikontrak atau sudah sign ke label Amerika. Amerika loh ya. Dia tinggal di Amerika. Dia bikin video klip pakai drone ya di salah satu video klip dia lagu yang judulnya Bali. Nih boleh kalian lihat. Nah, di video tersebut ya Ris Bryan mengantarkan uang atau makanan gitu ya, kayak parcel gitu pakai drone dan itu cuma settingan ya. Karena kenapa? Di Amerika enggak mungkin bisa melakukan itu. Tapi di China diwujudkan. Diwujudkan untuk kehidupan sehari-hari. benar-benar ya KFC alias makanan ayam goreng asal Amerika ada di China diantarkan pakai drone. Nah, dan di akhir perjalanannya ISO Speed di Senzen ini Is Speed menyaksikan pertunjukan sebanyak 15.000 drone yang begitu spektakuler dan megah di langit dengan mengeluarkan berbagai cahaya yang membentuk naga, buru, tulisan-tulisan sampai gedung-gedung yang ada di kota Shenzen. Dan itu merupakan pertunjukan yang sudah biasa banget di sana. Bukan yang kayak harus ada hari besar gitu, enggak. Dan Aspe enggak nyangka gitu. Gila ya semegah ini, semeriah ini nih kota. Dan kita bisa lihat di video tersebut betapa IO Speed benar-benar terpukau dengan kecanggihan di China. Nah, selama di China, ISO Speed juga memuji sinyal 5G mereka dan akses internet yang bisa dia dapatkan di seluruh tempat yang dia kunjungi dengan sangat-sangat cepat, super lancar. Bahkan ketika dia streaming di kereta dan melewati terowongan yang seharusnya jaringannya nge-lag gitu ya, nah sinyalnya tetap stabil dan hal ini menjadi pengalaman terbaru bagi dia sekaligus membuat dia menjadi mengetahui sisi lain dari China yang mungkin bagi banyak orang Amerika tahunya Cina itu enggak punya teknologi maju, enggak canggih, barang-barangnya rapuh, cuma bisa niru, padahal semuanya kebalikannya. Memang Cina paling jago niru atau ngopi produk lain, tapi dia tiga kali lipatkan. Apanya? kualitasnya, harganya tiga kali lipat lebih murah ya kan lebih kokoh juga kadang ya. Mungkin buat kalian yang ngerasa produk Cina itu kurang kokoh ya karena apa yang ada di negara kita ya ampasnya gitu geng. Tapi di negara mereka atau negara lain yang berani bayar mahal untuk produk Cina yang masuk ke negara mereka udah pasti yang kokoh-kokoh. Bukan kokoh-kokoh Cina ya maksudnya kokoh kuat gitu kuat produknya. [Musik] Jadi, Geng, segala sesuatu yang menakjubkan dari China yang ada di video ISO Speed enggak cuma membuat ISO Speed doang yang takjub, tapi semua orang-orang yang menonton streamingnya dia alias audiens viewers-nya dia akhirnya tahu bahwa Cina sudah hidup di masa depan. Dan seperti yang kita tahu ya, Geng, hubungan Amerika dengan China sudah sejak lama enggak baik-baik aja dan konfliknya semakin memanas ketika Donald Trump kembali menjadi presiden. Artinya itu baru-baru ini. Lalu apakah kedatangan IO Speed yang merupakan orang asli Amerika terkenal di Amerika ya tidak diterima oleh orang Cina sana? Justru jawabannya salah. yang terjadi adalah orang-orang Cina sangat senang dengan kedatangan ISO Speed dan ini murni ya bukan karena politik bukan karena mereka mau memanfaatkan ya kedatangan ISO Speed itu untuk show off produk mereka enggak juga mereka enggak kepikiran sampai ke sana tapi yang di saat itu mereka e pikirkan ya mereka senang aja ada sosok I Speed yang datang tetapi secara enggak langsung ternyata itu menguntungkan buat negara mereka dan ketika SP datang ke sana orang Cina menyambut dengan antusias bahkan enggak cuma warga negaranya aja tapi juga media pemerintah Cina yaitu Global Times juga memuji ISO Speed yang datang ke negara tersebut. Sebab kedatangannya ke sana dianggap sebagai bukti meningkatnya minat dari warga luar, terutama warga Amerika yang pemerintahnya benci dengan Cina malah mau menjalin persahabatan di tengah-tengah ketegangan antara ya pemerintah mereka tersebut. Dan ya kalian bisa lihat sendiri siapa yang menang. Orang Cina datang ke Amerika rasanya biasa aja gitu. Malah yang mereka rasakan mereka ee mendapatkan banyak diskriminasi ya kan kayak rasis. Terus mereka mengetahui bahwa kekurangan di Amerika itu banyak homeless-nya, ya kan. Nah, tapi orang Amerika datang ke Cina malah disuguhkan dengan hal-hal yang menakjubkan yang mungkin enggak pernah atau belum pernah mereka lihat di negara mereka sendiri. Dan secara enggak langsung ISO Speed datang ke Cina menjadi promosi untuk negara Cina secara gratis dengan memperlihatkan mengenai budaya modernisasi dan keindahan negara tersebut. Nah, melalui itu Asus Speed memperkenalkan perspektif baru kepada para penontonnya maupun dunia nih ya mengenai bagaimana kondisi asli dari negara yang selama ini dianggap kayaknya perihi banget gitu. Kerja harus keras-keras banget, enggak ada kehidupan katanya orangnya kotor. Padahal mah lihat sendiri negaranya yang mungkin berbeda dari apa yang selama ini orang bayangkan. Kunjungan ISO Speed sangat menguntungkan bagi China dan karena China bisa mendapatkan exposure dengan memanfaatkan kedatangan si Asp. Di sisi lain, Geng, Amerika negara asal dari As Speed yang sekaligus lawan dari China yang justru sudah menggelontorkan dana besar-besaran untuk membuat citra China jelek gitu ya, malah merasa khawatir, ketar-ketir akan hal tersebut. Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan selanjutnya mengenai Amerika yang sudah mulai khawatir gara-gara kunjungan ISO Speed ke negara China. Jadi, Geng, Amerika dan Cina ini dua negara yang sangat bertolak belakang. Gue juga udah membahas ya beberapa kali ya tentang perselisihan antara dua negara ini. Mulai dari cep terus AI sampai e Cina yang unjuk gigi dengan banyaknya produksi mobil listrik mereka. Nah, perkembangan yang begitu pesat di Cina memang mengejutkan banyak pihak enggak terkecuali Amerika, Geng. Ya, karena selama ini persepsi banyak orang mengenai Cina itu bukan sebuah negara yang megah seperti yang ditunjukkan oleh As Speed ya. Sampai akhirnya As Speed nunjukin sendiri gitu kan. Wah, gila banget nih negara Cina. Di Cina itu dianggap kayak cuma banyak pabrik-pabrik, masyarakatnya enggak sejahtera bahkan jauh dari kata maju. Nah, itu gambaran yang dicreate oleh Amerika. Apalagi ketika Covid-19 terjadi. Kalau kalian ingat, virus corona itu pertama kali terdeteksi di China, tepatnya di Wuhan. Dan dari sini semakin kencang tuh sentimen negatif yang berkaitan dengan Cina. Yang mana kondisi ini juga ternyata dimanfaatkan oleh pihak Amerika untuk memanipulasi opini publik dan hubungan internasional demi keuntungan strategis dan geopolitiknya Amerika. Nah, di saat itu bukannya saling membantu untuk menghentikan penyebaran dari virus corona ini dengan vaksin-vaksin yang ada, tapi ya Amerika justru mendiskreditkan vaksin-vaksin yang berasal dari Cina. Bilangnya vaksin yang diproduksi di Cina itu bukan menyembuhkan, tapi justru membuat nyawa semakin hilang. Intinya membuat masyarakat jadi enggak percayalah kepada vaksin dari Cina ini. Yang mana vaksin Cina dianggap enggak bisa menyembuhkan COVID, tapi malah semakin menyebarluaskan COVID. Ya, gila banget tuh. propagandanya. Dan hal ini bukan sekedar isu atau konspirasi belaka, karena memang udah ada yang ngebongkar operasi propaganda milik Amerika dan yang ngebongkarnya itu adalah media routers. Di dalam investigasi media routers ini akhirnya terungkap kalau Amerika ternyata meluncurkan kampanye disinformasi rahasia untuk mendiskreditkan vaksin Cina di Filipina, negara yang terkena dampak paling parah oleh COVID ini. Kenapa Filipina? Ya, sebab vaksin buatan Cina yaitu Shinfak adalah satu-satunya vaksin yang tersedia di negara Filipina di saat itu. Jadi, operasi ini ya adalah salah satu program paling rahasia yang dijalankan oleh pemerintah Amerika. Bayangin tuh geng, buat ngejelek-jelekin orang aja pemerintah Amerika tuh punya biayanya, punya dananya gitu. Giliran buat homeless, buat gembel-gembel di negara mereka sendiri kayak enggak keurus giliran beginian cepat banget ngurusnya. Dan informasi mengenai keberadaan operasi tersebut cuma dimiliki sebagian kecil orang di dalam lembaga militer dan juga intelijen Amerika. Ya, yang jelas ini apa ya informasinya tuh ditutup rapat lah. Enggak semua orang mengetahui. Nah, di dalam program tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati oleh mereka karena kalau sampai bocor ya bisa merusak kerja sama internasional ataupun konflik dengan musuh-musuhnya Amerika. Dalam waktu 10 tahun terakhir ya, ada beberapa pejabat keamanan Amerika yang mendesak agar lebih sering menjalankan operasi propaganda terselubung terhadap negara-negara yang dianggap sebagai saingan dan juga musuh ee dari Amerika atau mungkin sekutu lama dari Uni Soviet yang mana kan mereka selalu bersih tegang ya dengan Uni Soviet kayak Rusia gitu-gitu tuh mereka kayak semenjak perang dingin tuh enggak senang gitu. Nah, media routers itu akhirnya melaporkan, geng. Pada bulan Maret tahun 2024, Donald Trump dikatakan pada tahun 2019 memerintahkan CIA untuk menjalankan black campaign demi merusak citra China di dunia internasional. Karena ya kebetulan banget ada COVID, sekalian aja dihancurin. Dan sasaran akhirnya adalah rakyat Cina melawan pemerintahannya sendiri. Jadi kayak diadu domba gitu, Geng. Dan sebagai bagian dari operasi tersebut, beberapa kelompok operator CIA itu bekerja sama dengan berbagai kedok di media sosial untuk membangun narasi menjatuhkan pemerintahan Sinjimping. Dan terjadinya pandemi Covid semakin menguatkan tekad Amerika untuk melancarkan perang psikologis melalui propaganda terhadap China. Nah, di dalam laporan routers pihaknya mengidentifikasi setidaknya ada 300 akun DX yang sengaja dibuat pada musim panas tahun 2020 yang mana akun-akun tersebut berfokus pada slogan #Chinaengvus yang artinya Cina itu adalah virus di dalam bahasa tagalog. Nah, bahasa utama yang digunakan oleh ee negara Filipina. Nah, akibat dari kampanye disinformasi tersebut, tingkat vaksinasi di Filipina itu akhirnya jadi rendah banget. Banyak yang gak percaya dengan hal tersebut. Hanya ada sekitar 2,1 juta dari 114 juta penduduk Filipina yang sudah menerima vaksin lengkap jauh di bawah target yaitu seharusnya ya bisa mencapai 70 juta orang di tahun tersebut. Dan hal ini menunjukkan bahwa propaganda yang dibuat oleh Amerika itu berhasil menjatuhkan kredibilitas China. Dan banyak ahli yang menunjukkan bahwa Amerika berupaya untuk mempertahankan hegemoninya dengan menghambat pembangunan China menggunakan narasi palsu. Terus manipulasi opini publik dan kebohongan yang begitu banyak tentang China. Operasi ini tentunya menelan banyak biaya buat Amerika. Jadi bukan berarti bikin kayak gitu enggak ada duitnya. bayar influencer, bayar ahli IT, bayar eh orang-orang yang berkaitan dengan sosial media itu udah pasti mahal banget. Mereka sampai bela-belain kayak gitu, Geng. Dengan datangnya ISO Speed yang kemudian dimanfaatkan oleh pemerintah China untuk mempromosikan negara mereka dengan gratis atau cuma-cuma, tentunya bikin Amerika menjadi khawatir dan ketar-ketir sekaligus kesal dengan rakyat mereka sendiri, yaitu kesal dengan si Aspe-nya. ya udah capek-capek ngelontorin dana triliunan malah dirusak gitu. Dirusak dengan dia datang ke sana dan mempromosikan secara gratis apa yang terbaik dari China. Dari sini kita bisa lihat sendiri, Gengs, seberapa jauh perkembangan dari negara China yang membuat kita sendiri terheran-heran. Kok negara tersebut bisa membuat teknologi yang begitu canggih? Tapi di satu sisi teknologinya itu harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan produk sejenis dari kompetitornya. Yang mana kalau diproduksi di luar Cina udah pasti harganya tuh melambung banget. Tapi kalau diproduksi di Cina mau secanggih apapun, fiturnya sebanyak apapun harganya masih lebih terjangkau. Dan kalau dibandingkan dengan produk dari Korea Utara yang sama-sama merupakan negara komunis, ternyata Cina jauh melebihi Korea Utara, Geng. ya walaupun kekuatan Korea Utara gak bisa dianggap remeh juga sebab sekarang udah banyak bukti kalau Korea Utara bisa melancarkan serangan melalui internet atau serangan cyber yang sangat berbahaya untuk mencuri uang yang mana uang-uang tersebut mereka gunakan untuk membangun ee program nuklir mereka dan ya di sanalah Korea Utara juga diperhitungkan tapi tetap aja enggak bisa ngalahin China. Nah, memang China ini sudah jauh lebih berkembang dari yang awalnya sebagai negara yang berfokus pada pertanian di bawah kepemimpinan Maoedong. Dan mereka sekarang menjadi negara yang menjalankan kapitalisme dalam jumlah yang sangat besar. Dan saat ini China menjadi negara dengan jumlah orang kaya kedua terbanyak di dunia, yaitu lebih dari 6 juta orang menurut laporan kekayaan global UBS. Beda banget sama zaman dulu ya. Kalau zaman dulu tuh kita nyari orang kaya, udah pasti Amerika lagi, Amerika lagi. Nah, sekarang ternyata banyak yang berasal dari China dan China sendiri memiliki 133 perusahaan dalam daftar perusahaan terbesar di dunia menurut majalah Fortune 2024. Jumlah itu cuma selisih 6 perusahaan dari Amerika yang memiliki 139 perusahaan besar. Udah tipis banget tuh. Bisa-bisa nanti dilewatin tuh pada suatu hari gitu ya. Dan China juga memiliki sektor perbankan terkaya. serta bank dengan aset terbesar yaitu Industrial and Commercial Bank of China atau ICBC. Nah, buat teman-teman yang tinggal di Jakarta kayaknya sering tuh lihat bank ICBC bertebaran di Kuningan sana di Jakarta Selatan. Nah, itu ternyata bank milik China. Kenapa bisa ya, Geng? Negara komunis terbesar di dunia bisa memiliki kekayaan yang begitu banyak. Bahkan diprediksi akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar di dunia menyaingi Amerika. Padahal kalau kita dengar dari pelajaran bahasa Indonesia ya, kayaknya paham komunis itu pahit banget. Tapi kenapa China justru sukses dan berhasil negaranya? Kita harus mundur dulu, Geng, ke beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 1978, yaitu ketika pengganti dari Mauzed Dong, yaitu Deng Xoping membuat sebuah perubahan besar di China. Dia ini mempromosikan program ekonomi yang kemudian dikenal sebagai reformasi dan keterbukaan. Nah, ini sangat berlawanan dengan gagasannya pemimpin mereka yang sebelumnya yaitu Mauzedong. Kalau Mauzedong itu kan punya gagasan lompatan besar. Nah, sementara Deng melakukan liberalisasi ekonomi, membuka pintu bagi sektor swasta dan mendesentralisasi kekuasaan sehingga otoritas lokal memiliki wewenang untuk mengambil keputusan di daerah yang mereka kelola. Nah, Deng juga memberikan keleluasaan bagi para petani untuk mengelola tanah yang mereka garap secara mandiri. China yang tadinya tertutup dengan dunia luar nih. Jadi kayak mereka tuh dulu mirip-mirip sama Korea Utara gitu ya. Nah, mulai membuka diri kepada dunia di eranya si pemimpin yang bernama Deng ini. Jadi mereka mulai menerima orang-orang masuk ke negara mereka, investor, wisatawan, pokoknya orang-orang dari seluruh dunia mereka jalin hubungan gitu. Nah, keterbukaan ini juga berlaku untuk Amerika di saat itu yang mana pemimpin mereka yang bernama Deng ini melakukan kunjungan ke Amerika tepatnya ke Washington. Kedatangan dia tersebut kemudian dibalas oleh Presiden Amerika Serikat pada saat itu, yaitu yang bernama Richard Nixon yang mengunjungi Beijing di tahun terakhir pemerintahan Deng yang bertepatan di tengah-tengah situasi perang dingin. Jadi kayak sudah mulai bersahabat, mulai ada timbal balik gitu, Geng. Terus, Geng, model ekonomi berbasis pada ekonomi pasar yang diperkenalkan oleh Deng itu dinamakan sosialisme dengan karakteristik China. Nah, langkah ini sukses membuat peningkatan pada pertumbuhan China mencapai rekor tertinggi dan bertahan selama 4 dekade, Geng. Nah, World Bank di saat itu memperkirakan udah ada lebih dari 760 juta penduduk di Cina yang akhirnya keluar dari kemiskinan berkat langkah yang dilakukan oleh Deng tadi. Dan inilah sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menjadi prestasi besar bagi China itu sendiri. Beberapa ahli bahkan menyebutnya sebagai keajaiban ekonomi yang paling mengesankan di dalam sejarah dunia. Nah, setelah berhasil menjadi seorang pemimpin di China, para pemimpin China selanjutnya yaitu Jiang Zemin, terus ada Hujintao, bahkan sampai si Jin Ping itu mempertahankan kebijakan yang digagas oleh Deng ini karena dianggap memang sangat-sangat baik untuk China. Di samping itu, China juga mengalami modernisasi. Di saat itu mereka enggak cuma mendominasi produk-produk pakaian, tekstil, atau peralatan rumah tangga aja, tapi udah sanggup menjadi negara yang mendominasi pasar teknologi. Makanya jangan heran, elektronik-elektronik punya China itu semuanya canggih-canggih. Banyak produk teknologi yang berada di dekat kita sekarang nih di Indonesia itu yang berasal dari China. Mulai dari handphone, terus kayak peralatan rumah untuk masak atau untuk bersih-bersih. Nah, sekarang udah canggih-canggih banget buatan China. Dan kalau bicara soal handphone ada Xiaomi, ada Oppo, dan Vivo. Nah, itu tiga perusahaan pembuat handphone terbesar di dunia saat ini yang berasal dari China. Huawei yang juga berasal dari China menjadi pionir pengembangan teknologi 5G. Dan enggak mau ketinggalan, Lenovo yang saat ini juga menjadi produsen komputer terbesar di dunia. Juga berasal dari Cina dan merajai pasar gadget saat ini. Terus ada Alibaba. Nah, kalau ini enggak usah ditanya lagi ya. Perusahaan yang dibuat oleh Jackma ini menjadi perusahaan e-commerce terkenal di dunia, bahkan menjadi perusahaan konglomerat multinasional. Nah, terus Geng seiring kemajuan yang terjadi di China, saat ini China bahkan sudah memasuki era yang baru yang dinamakan dengan Dark Facturies atau pabrik gelap. Apa maksud dari dark facturies ini? Penyebutan ini diambil dari bagaimana kondisi ketika pabrik yang ee kosong gitu ya. pabrika kosong, enggak ada orang, dan enggak ada pekerja manusia kayak kita satuun. Tapi pabrik itu sedang beroperasi, bahkan lampunya juga enggak nyala, makanya disebut dengan dark gitu. Gimana bisa proses produksi tetap berjalan kalau enggak adanya pekerja? China sudah mengatasi hal tersebut dengan menggantikan tenaga manusia. Mungkin China berpikir kalau menggunakan tenaga manusia ada limitnya, ada batasnya gitu. Cepat capek. Manusia enggak bisa bekerja 24 jam nonstop. Kalaupun bisa itu bisa masuk ke dalam praktik eksploitasi, bisa dilaporin gitu kan. Nah, oleh karena itu China mulai mengalihkan tenaga kerja produksinya bukan lagi menggunakan manusia tetapi dengan mesin yang dilengkapi oleh AI, robotika dan juga sensor canggih sehingga produksi akan terus berjalan selama 24 jam tanpa henti. Without a human worker in this isn't science fiction. This is the rise of China's dark factories, a new era of AI powered automation. Karena sudah menggunakan mesin, jadinya perusahaan tersebut enggak membutuhkan pekerja lagi. Penerangan juga enggak butuh. Jadi, listriknya enggak usah banyak. Dan waktu istirahat juga tidak berlaku karena ya itu robot bekerja terus sehingga akan mengurangi biaya energi dan meningkatkan efisiensi. ya. Tapi walaupun begitu ya berbeda ya kalau pemerintah negara mereka ya walaupun pekerjaan-pekerjaan banyak sudah diganti robot tapi pemerintah mereka memikirkan nasib warganya yang kehilangan pekerjaan dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Ya beda banget dengan negara berkembang ya. Kalau negara berkembang yang penting cuan, bikin aja terus orang dipecat, orang job plus pengangguran makin tinggi enggak dipikirin gitu. Dark factory ini yang beroperasi penuh itu masih jarang ditemukan di seluruh dunia, Geng. Tapi praktik ini sudah diterapkan di China. Nah, lalu transformasi China ke Dark Factory ini itu merupakan bagian dari visi made in China 2025 yang diluncurkan 10 tahun sebelumnya yaitu tahun 2015. Tujuannya untuk menjadikan China sebagai pusat manufacturer berteknologi tinggi. Dan strategi ini menekankan robotika AI dan smart factory dengan pemerintah yang melakukan investasi dalam jumlah besar atau dalam bentuk subsidi dan juga infrastruktur. Nah, jadi dibantu dan di-support sama pemerintah mereka, Geng. Di tahun 2023 untuk setiap 10.000 pekerja manufacture di China itu ada 392 robot yang bekerja. Hal ini melampaui rata-rata global, yaitu hanya sebesar 141 menurut data dari International Federation of Robotics. Dari penjelasan gue ini, kalian bisa membayangkan gimana majunya China sekarang. Amerika yang sudah sejak lama menjadi negara yang paling dominan dalam mengendalikan dunia, mawi itu dari segi politik dan juga ekonomi pasti sangat merasa terancam nih. Sebab sejak perang dingin, Amerika tidak pernah memiliki lawan yang setara dengan mereka lagi setelah Uni Soviet runtuh. Nah, tapi tiba-tiba pendatang baru muncul yaitu China. Terlebih lagi negara tersebut memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan Rusia, negara perpecahan Uni Soviet yang masih meneruskan ideologi yang sama dengan Uni Soviet yang mana ini sangat bertentangan dengan Amerika. Gila, Amerika punya musuh yang sangat kuat saat ini. Dan konflik antara Amerika dengan China saat ini mengingatkan kembali kita kepada situasi perang dingin. Karena kedua negara ini yang akan bertarung tapi tidak menggunakan senjata, melainkan menggunakan propaganda-propaganda mereka. seperti yang terbukti dari laporan routers. Nah, selain dari yang dilaporkan oleh routers, Amerika kembali melakukan propaganda lainnya melalui media-media negara tersebut seperti The New York Times yang mengklaim bahwa China menggunakan AI untuk membuat berita yang misleading mengenai kebakaran hutan yang ada di Hawai. Nah, hal ini akhirnya membuat China jadi angkat bicara melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri mereka yang bernama Mauning. yang mana di saat itu Mauning mendesak The New York Times untuk memberikan pemberitaan yang netral dan menghentikan penyabaran yang tidak benar atau memfitnah negara [Musik] mereka. Ada sumber lain yang mengatakan, Geng, kalau China ternyata enggak cuma mendesak aja, tapi juga membalas propaganda tersebut dengan propaganda lain lagi. Jadi, China ini enggak mau kalah sekarang sama Amerika. Amerika lakuin A, mereka lakuin B. Amerika lakuin C, mereka lapis 2 C-nya. Gitu-gitu deh. Salah satu bukti dari hal ini adalah ketika seorang warga negara Amerika yang bernama Nevil Roy Singham yang diduga menjadi penyandang dana sekaligus penyebar propaganda pemerintah China di Amerika Serikat dan juga global. Dikatakan kingham ini memiliki banyak perusahaan cangkang, yaitu perusahaan yang secara hukum terdaftar tapi tidak memiliki aktivitas bisnis seperti produksi barang. Jadi ee dibilang fake ee dokumennya asli tapi ee usahanya enggak ada gitu. Terus geng, Singham ini juga memiliki yayasan yang bertujuan untuk menghimpun serta menyalurkan dana ke berbagai pihak di dunia. Nah, agendanya adalah tidak lain dan tidak bukan untuk membuat narasi untuk memuji pemerintah China agar reputasi serta pengaruh global China semakin menguat dunia. Jadi untuk mengcounter propaganda yang dibuat oleh Amerika, Cina pakai propaganda lagi. Gila ya, kalau negara yang udah kuat, punya dana yang banyak tuh mau bikin apa juga gampang gitu, Geng. Posisi Amerika yang kian terjepit dengan China yang terus menunjukkan bagaimana mereka bisa menyaingi Amerika. Ya, akhirnya beberapa hari yang lalu Donald Trump mengeluarkan sebuah kebijakan yang mengejutkan banyak negara, termasuk negara kita Indonesia, Geng. Nah, gimana enggak Donald Trump itu ngumumin penerapan tarif impor baru kepada negara yang menjadi importir mereka. Nah, jadi dengan istilah nih ya ee misalkan nih kita sebagai eh apa ya? produsen gitu. Ini contoh gua nih, gua punya produk namanya GenLabs ya kan. GenLabs ini gua jual di Indonesia Rp100.000 harganya. Nah, terus gua pengen nih di Amerika juga ada GenLabs. Akhirnya gua ekspor dan pihak Amerika impor produk gua. Donald Trump mengharuskan gua enggak boleh jual dengan harga normal di negaranya. Dia jualnya harus lebih mahal. Misalkan kalau di Indonesia gua jual cepek, di Amerika gua harus jual gope alias Rp500.000. Nah, menurut penangan kalian itu adalah sebuah keberuntungan atau ee rugi buat gue? Pasti menurut kalian, "Eh, untung dong J, lu kan jualnya lebih mahal." Jawabannya enggak begitu. Enggak selalu atau enggak melulu harga mahal itu menguntungkan kita. Karena kenapa? Semakin mahal, semakin enggak normal harga yang kita jual, ya karena diharuskan oleh pemerintah mereka di sana, otomatis produk kita belum tentu laku. Nah, makanya Donald Trump di saat itu sengaja membuat peraturan kayak gitu. Jadi setiap ada barang dari luar negeri termasuk negara kita dan terutama negara Cina ya apalagi China kan memang e produsen besar gitu produk-produk di muka bumi ini gitu kan. Nah, barang tersebut harus dijual dengan harga tinggi yang tujuannya agar produk tersebut tidak dipilih oleh warga lokal dan warga lokal Amerika lebih memilih produk dari Amerika aja. yang akhirnya ini termasuk ke dalam bagian dari perang dagang yang sedang Amerika lakukan supaya produsen-produsen lain atau produk-produk dari negara lain enggak laku. Indonesia nih ya terkena tarif impor sebesar 32% yang otomatis ya harga jual barang nih kalau gua masukin barang gua ke sana harus gua up sebesar 32%. Jadi kan mahal banget. Nah, sementara China nih ya itu jadi negara yang mendapatkan tarif tertinggi, Geng, di antara yang lain. Yang mana aksi saling balas melalui tarif ini dimulai sejak bulan Februari tahun 2025 yang mana ketika itu Donald Trump menaikkan tarif impor sebesar 10% untuk barang-barang China. Nah, Cina kemudian menanggapi kebijakan itu dibalas sama China dengan cara mengenakan tarif sebesar 15% terhadap Amerika untuk produk batuara dan produk gas alam cair mereka. Nah, Cina juga menetapkan tarif sebesar 10% pada minyak mentah, mesin pertanian, dan mobil berkapasitas besar. Lalu, singkat cerita, di tanggal 3 Maret tahun 2025, Donald Trump enggak mau kalah juga dia naikin tarif lagi terhadap barang impor dari China sebesar 10% menjadi 20%. Sehari setelah menetapkan tarif tersebut, China langsung balas lagi dengan menaikkan tarif sebesar 15% pada produk ayam, gandum, terus ada jagung, kapas yang semuanya berasal dari Amerika. Nah, lalu Cina memberikan tarif lagi sebesar 10% pada sorgum, kedelai, daging babi, daging sapi, produk perairan, buah-buahan, sayur-sayuran, dan produk susu yang berasal dari Amerika. Dan kebijakan ini berlaku sejak 10 Maret 2025. Terus apakah persaingan mereka ini berhenti sampai di situ? Enggak. Ini semua gara-gara egoisnya Donald Trump. Jadi sebulan kemudian lagi-lagi Donald Trump naikin tarif terhadap Cina sebesar 34% dengan menuduh Cina mengenakan tarif dan hambatan perdagangan non tarif sebesar 67% terhadap Amerika. Tarif baru tersebut akan diterapkan di atas tarif yang sudah ditetapkan sebelumnya sehingga tarif efektif sebesar 54% terhadap semua impor Cina ke Amerika. dan Cina enggak tinggal diam lagi. Merespon hal tersebut, Cina kemudian mengumumkan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 34% pada semua barang Amerika yang berlaku mulai tanggal 10 April 2025. Pusing enggak lu? Enggak ada yang mau kalah. Dan di saat itu Donald Trump kemudian memberikan ancaman. Dia bilang akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50% pada barang-barang Cina di tanggal 9 April kemarin. Kalau Cina enggak menarik tindakan balasan tersebut paling lambat tanggal 8 April 2025. Jadi ibaratnya nih Donald Trump bilang, "Wah gila lu ya" ya. Gitu ya. Ini misalkan nih lu gua kasih kenaikan tarif segini lu balas segitu. Gua naikin lagi lu balas lagi. Wah lu tarik enggak? Kalau enggak gua akan naikkan sekian. Katanya gua akan naikkan 50%. Nah tapi Cina enggak peduli, Geng. Tetap mereka menerapkan tarif tersebut. Dan hal ini membuat Amerika secara resmi meningkatkan tarif efektif barang impor dari Cina yang awalnya 54% menjadi 14%. Haduh, ini gimana? Kapan pernah ada hal kayak gini? Coba lu ngejual barang lu, tapi lu harus up 100% lebih. Dan dengan bertambahnya tarif tersebut, Cina juga pasti enggak akan tinggal diam. Akhirnya Cina membalas dengan menaikkan tarif sebesar 84% atas barang-barang Amerika. Serangan Amerika selanjutnya adalah meningkatkan tarif atas barang-barang Cina menjadi 125%. Ah, makin gila nih. Dan di hari yang sama ketika Cina menaikkan tarif impor kepada Amerika. Lalu keesokan harinya setelah menetapkan tarif sebesar 125% tersebut, pemerintah Amerika mengatakan kalau Amerika sudah meningkatkan tarifnya lagi menjadi 145% terhadap China. Nah, jadi Amerika benar-benar enggak mau kalah. Tapi China mendapatkan tekanan soal biaya tarif yang begitu tinggi. Mereka membalas lagi penetapan tarif tersebut dengan menaikkan tarif impor juga kepada Amerika menjadi 125%. Dan menurut China, pemberlakuan tarif yang sangat tinggi oleh Amerika terhadap China melanggar aturan perdagangan internasional dan ekonomi, ekonomi dasar, serta merupakan intimidasi dan pemaksaan secara sepihak sebelum akhirnya China memberikan tarif balasan sebesar 125% tersebut. Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan China untuk enggak membalas tarif yang mereka kenakan, tapi malah Amerika di sini nyuruh agar si Jin Ping harus menelepon Donald Trump atas penetapan tarif yang diberikan oleh Amerika. Kan kocak ya. Ini ibaratnya nih ya, lu kakak misalkan, gua adik, lu udah kalah nih sama gua sebenarnya, tapi lu gengsi gitu, lu tetap minta, "Eh, telepon gua sekarang ya, lu telepon gua sekarang. Lu harus klarifikasi ke gua padahal lu sadar lu kalah gitu." Nah, jadi Amerika ini penginnya Cinalah yang mendatangi mereka agar terlihat kalau Cina ngemis-ngemis ke Amerika. Nah, Donald Trump ini sudah memberitahu timnya kalau Chinalah yang harus pertama kali menghubunginya, bukan sebaliknya. Sebab Amerika yakin kalau China yang memilih untuk membalas dan mereka memang ingin meningkatkan perang dagang. Tapi reaksi Cina justru enggak sesuai harapan Donald Trump. Gila banget, Geng. Cina sama sekali enggak mencoba untuk berkomunikasi dengan Amerika. dicuekin. Si Jinping di saat itu mengeluarkan responnya sendiri mengenai kebijakan tarif impor yang dibuat oleh Donald Trump. Si Jinping menegaskan kalau Cina enggak takut dengan tarif tinggi yang diterapkan oleh Trump. Dia bilang sebagaimanapun dunia berubah, Cina tetap bakal percaya pada diri mereka sendiri, mempertahankan tekad, serta fokus untuk menjalankan urusan mereka sendiri. Hal yang sama juga disampaikan oleh pengacara, pebisnis, dan akademisi sekaligus wakil presiden pusat China dan globalisasi China yang bernama Victor Zikaigao. Yang mana dia ini bilang kalau China enggak peduli dengan tarif yang diterapkan oleh Amerika kepada China. Malah China dengan beraninya menantang balik Amerika dan bersumpah akan berjuang sampai akhir untuk melawan Amerika. because the world is big enough that the United States is not the totality of the market in the world. United bek. Nah, karena Amerika merasa kayak Cina kok masih aja enggak bermohon-mohon ke mereka dan justru menyerang balik mereka, akhirnya di dalam perang ini malah Donald Trump yang mencabut tarif terhadap barang-barang elektronik termasuk tarif sebesar 125% yang sudah dikenakan kepada China. nyerah sendiri. Langkah ini diambil oleh Donald Trump karena Amerika mempertimbangkan perusahaan-perusahaan elektronik milik mereka seperti Apple yang masih bergantung terhadap impor untuk memproduksi produk mereka. Nih kalian nih yang cinta produk Apple asal e Amerika gitu ya. Wah, di belakangnya ada tulisan apa tuh ee didesain di California. Ah, barang-barangnya kalau enggak dikirim sama China nih, enggak diimpor dari China, enggak bakal jadi itu produk Apple nih. Ini enggak bakal jadi nih. Ini enggak bakal jadi nih. Jadi, semuanya itu ada campur tangan Cina dan Cina menanggapinya dengan mengatakan apa yang dilakukan oleh Amerika adalah sebuah langkah kecil yang bisa memperbaiki kesalahan yang dilakukan oleh Donald Trump kepada China. Dan China pun meminta kepada Amerika agar membatalkan semua tarif yang dikenakan kepada negara tersebut. Jadi, jangan main-main dengan China. apapun yang dilakukan oleh Donald Trump itu seakan-akan tidak mewakili Amerika, tapi kayak ego dia sendiri gitu. Jadi China ini jago banget. Yang mana ini lama-kelamaan nih rakyat Amerika bisa benci sama presidennya sendiri, enggak sih, Geng? Hah, gila banget. Tapi geng yang harus kalian tahu meskipun Amerika seperti sangat berkuasa ditambah dengan langkah mereka yang sangat berani untuk menerapkan tarif yang begitu tinggi untuk China ya negara-negara lain juga gitu. Amerika ternyata memiliki hutang yang sangat besar dan jumlah hutangnya itu terus meningkat. Kebayang ya negara yang selama ini kita anggap makmur, gede banget, kuat, ngebantu negara lain buat perang, ternyata punya hutang. Dan hal ini disebabkan karena defisit fiskal yang terus membengkak. Saking banyaknya, Geng, Amerika tercatat sebagai negara dengan hutang paling besar, paling banyak di dunia. Dan yang mungkin membuat kalian gak pernah menyangka, ada lebih dari 7 triliun dolar utang Amerika itu berasal dari negara lain dan salah satu yang terbesarnya dari China. Ya, dari China, Geng. Lawannya sendiri dia bisa ngutang. Dan berdasarkan data dari Departemen Keuangan Amerika, China memiliki surat utang atau obligasi senilai 859,4 miliar dolar pada bulan Januari tahun 2023. dan China menjadi negara kreditur terbesar kedua Amerika. Kalau dari data, secara tren obligasi yang dipegang oleh China mengalami penurunan tapi angkanya masih begitu besar. Setelah perang dagang antara Amerika dengan China dimulai, pemerintah China justru cenderung melepaskan kepemilikan obligasinya. Ini tuh ibaratnya ya kalian punya musuh nih, Geng. Tapi kalian juga e berhutang dengan musuh kalian tuh. Nah, begitulah kurang lebih kondisi antara Amerika dengan China. Jadi intinya kayak Amerika ini enggak tahu diri gitu. udah diutangin, udah dibantuin gitu ya, tapi tetap merasa lebih besar daripada orang yang ngasih dia hutang. Kurang lebih kayak gitu. Jadi, geng di balik super power-nya Amerika, seperti pembahasan gua di video yang lain, kondisi Amerika juga enggak lagi baik-baik aja saat ini. Utang dan defisit Amerika itu memburuk mulai ketika pertama kali Donald Trump menjabat sebagai presiden. Defisit meningkat karena pengeluaran untuk bunga hutang, jaminan sosial, dan tunjangan perawatan. Nah, makanya diberlakukanlah tarif impor itu, Geng, untuk memangkas pengeluaran pemerintah sekaligus mencegah goyangnya ekonomi Amerika. Nah, malulah, Geng. Negara adidaya seperti Amerika kok perekonomiannya hancur. Kalau stabilitas ekonomi mereka terganggu, mereka juga takut akan adanya serangan dari China yang lebih besar kepada mereka. Nah, tapi geng menurut lembaga pemeringkat kredit modis itu bilang kalau kekuatan fiskal Amerika Serikat diperkirakan akan terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga kayaknya penerapan tarif yang diberlakukan oleh Donald Trump masih belum bisa menyelamatkan krisis ekonomi yang terjadi di negara mereka. Apalagi China juga saat ini menerapkan tarif impor kepada Amerika dan menargetkan perusahaan-perusahaan Amerika yang ada di China. Apakah Amerika bakal membalasnya lagi dengan menaikkan tarif impor kepada China lagi? Ya, kita tunggu aja, Geng, gebrakan selanjutnya. Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita hari ini mengenai kondisi China yang e akhirnya menunjukkan taring mereka berawal dari postingan atau live streamingnya ISO Speed yang menunjukkan bagaimana besarnya negara mereka. Dan sekarang malah Amerika yang ketar-ketir dengan segala sesuatu yang sudah mereka gelontorkan demi memperburuk citra China, tapi luntur dalam satu hari. Dan sekarang China semakin
Resume
Categories