Transcript
GgQ9T5DwsN4 • ISHOWSPEED IRL DI CHINA MALAH BIKIN AMERIKA RUGI BESAR ! KOK BISA ? KITA BAHAS !!!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1404_GgQ9T5DwsN4.txt
Kind: captions
Language: id
Salah satu yang membuat Aspe sangat
kagum ketika mengunjungi tempat tersebut
ketika dia mencoba mobil terbang buatan
China atau drone yang bisa mengangkat
manusia yaitu Ih
eh216S. Pemerintah Amerika Serikat
memperingatkan China untuk enggak
membalas tarif yang mereka kenakan, tapi
malah Amerika di sini nyuruh agar si Jin
Ping harus menelepon Donald Trump atas
penetapan tarif yang diberikan oleh
Amerika. Kan kocak
ya. Yo geng, tekan tombol subscribe
geng. Ah
demam. Hah? Enggak demam sih. Flu lebih
tepatnya. Yang semangat dong maneh we
sendiri. Aing mah capek.
Aduh cuaca lagi gila banget
diah. Gua habis eh mudik ke Aceh. Di
Aceh itu panas banget. Terus balik ke
Jakarta. Jakarta musim hujan.
Jadinya pilek. Oke, halo geng. Welcome
back to Kamar
[Musik]
Jerry. Sorry banget, Geng, kalau hari
ini suara gua agak bindeng, ya. Dari
beberapa hari lalu sih emang udah
bindeng gitu, ya. Sampai sekarang belum
sembuh-sembuh. Oke, hari ini gua pengen
ngebahas tentang ISO Speed, ya. Salah
satu YouTuber kesayangan kalian semua.
Nah, nih orang emang energinya itu loh
enggak bisa dianggap remeh ya si Raden
kecepatan kalau kata orang Indonesia.
Nah, kalau kemarin sempat heboh dia live
streaming di negara kita, tapi akhir
bulan kemarin dia kembali heboh lagi
karena dia live stream dan datang ke
Cina. Di dalam kunjungannya tersebut
Asus Speed mencoba berbagai kecanggihan
teknologi yang ada di negara masa depan
ini. Jujur aja ya, gua sendiri sampai
takjub, Geng. Nah, makanya lu harus
banget dengerin cerita ini karena ini
selain hubungannya tentang bagaimana
berkuasanya Cina dari segi ekonomi
sampai teknologi, tapi ini juga
menceritakan bagaimana kehidupan Cina
yang kalau dibandingkan dengan kita ya
jangankan kita, ya, Amerika aja gitu ya,
Cina itu udah jauh banget. Di dalam
pembahasan kali ini gua akan membahas
ketika As Speed kaget dengan apa yang
dia lihat dan rasakan selama dia berada
di Cina. Sebab semuanya jauh dari
bayangannya dia. Cina yang dia kira
bukanlah negara semaju Jepang atau Eropa
atau bahkan semaju negaranya dia.
Amerika ternyata memiliki teknologi dan
fasilitas yang sangat canggih dan bahkan
sudah meninggalkan jauh Amerika sendiri.
Dan bukan cuma ISO Speed aja, penonton
yang melihat live streaming-nya di Cina
juga enggak menyangka kalau Cina
ternyata memiliki teknologi yang gak
kalah maju dari negara-negara lain.
ini benar-benar berbeda l dari e ketika
AS Speed berkunjung ke negara kita atau
ke Malaysia. Di negara kita atau di
Malaysia yang ditonjolkan justru
kekonyol-kekonyolannya ya kan. Ketika As
Speed ngomong minggir lo miskin atau ee
dia tiba-tiba milih-milih cewek gitu ya.
Ini berbeda banget. Kalau di Cina
enggak. Itu yang ditunjukkan. Cina tuh
benar-benar memanfaatkan ketika Speed
datang dengan memamerkan seluruh
kemajuan teknologi negara mereka. Di
dalam hal ini ada yang menarik, Geng.
Seorang AS Speed, ya seorang live
streamer. Dia bukan siapa-siapa, ya
kalau dibandingkan dengan pemerintah
Amerika lah, ya. Pemerintah Amerika tuh
sekali bikin ancaman orang gemeter,
sekali bikin e sanksi ya kan kayak
Donald Trump orang gemeter, negara lain
tuh takut. Nah, tapi I Speed yang selama
ini hanya dianggap sebagai YouTuber
streamer ternyata membuat Amerika jadi
ketar-ketir dan membuat Cina jadi
dipandang sangat-sangat gila oleh negara
lain. Gimana bisa? Karena selama ini,
Geng, Amerika Serikat sudah sejak lama
membuat berbagai propaganda untuk
menjatuhkan nama baik Cina agar negara
tersebut dipandang sebagai sebuah negara
yang problematik dan tertinggal
dibandingkan Amerika. Jadi selama ini
Amerika tuh kayak bikin Cina tuh kayak
ah kuno negara tukang kopi, tukang tiru,
made in Cina itu tidak bagus. Padahal ya
gua enggak bisa memastikan berapa persen
ya. Tapi entah kenapa di dalam otak gua
nih, koreksi gua kalau salah,
99% produk di muka bumi ini kayaknya
punya Cina 1%-nya itu buatan negara
lain. Lu setuju enggak sama gua? Kalau
enggak setuju ya udah enggak apa-apa.
Ini kan cuman opini pribadi gua aja gitu
ya. stigma yang sudah dibangun oleh
Amerika untuk membuat nama atau citra
Cina hancur seketika runtuh luntur
gara-gara As Speed, warga negara mereka
sendiri. Nah, apalagi saat ini Amerika
sedang gencar-gencarnya melakukan perang
dagang dengan Cina sampai yang terbaru
menerapkan tarif impor kepada banyak
negara sehingga Amerika menjadi terdesak
karena mulai banyak yang memprediksi
bahwa Cina bisa menyaingi atau
menandingi dominasi Amerika dengan
segala perkembangan teknologi yang ada
di negara tersebut. As Speed
membuktikannya. Gila gak tuh?
Di video kali ini gua bakal membahas
mengenai kedatangan IO Speed ke Cina
yang membuat Amerika menjadi semakin
khawatir. Udah capek-capek, udah
ngegelontorin dana miliaran triliunan
untuk membuat citra Cina hancur dan
membuat seolah-olah Cina lebih buruk
dari negara mereka. Tapi hanya dengan
satu orang bocah kulit hitam yang lucu
berasal dari negara mereka sendiri,
semua yang sudah mereka gelontorkan,
semua dana yang sudah mereka keluarkan
sia-sia.
Ya, sekarang kita akan bahas tentang
bagaimana Speed membuat nama baik Cina
menjadi terangkat dan Amerika malah
terlihat buruk. Langsung aja kita bahas
di sisi
[Musik]
lain. Kita langsung masuk ke dalam
pembahasan kedatangan ISO Speed ke Cina
atau ke China.
Oke, mungkin untuk sosok seorang ISO
Speed gua enggak perlu jelaskan lagi ya,
karena eh tentang dia itu cukup mudah
untuk didapatkan, cukup mudah untuk
dicari. Kalian bisa cek sendiri di
Google ya. Buat teman-teman yang mungkin
nih yang sudah berumur, yang enggak
relate dengan ISO Speed ini ya mungkin
sedikitlah gua terangkan kalau ISO Speed
ini adalah seorang live streamer atau
YouTuber yang live stream dan dia itu
punya program atau punya segmen untuk ee
YouTube-nya dia. Dia datang ke banyak
negara mencoba berbagai hal dari
negara-negara yang dia kunjungi.
Paling banyak katanya sih ya, paling
besar viewers-nya itu ketika dia
berkunjung ke negara kita Indonesia. Dan
itu heboh banget di saat itu. Bahkan
ketika dia berkunjung ke Indonesia
dikabarkan ee negara Malaysia aja tuh
sampai ee maaf ya teman-teman Malaysia
enggak bermaksud apa-apa. Ini gua cuma
menjelaskan eh Malaysia aja tuh sebagian
masyarakatnya tuh sampai iri dengan ee
kondisi ketika Asped datang ke
Indonesia. Karena ketika Asus Speed
datang ke Malaysia, dirasa influencer
Malaysia gagal menunjukkan sisi-sisi
positif atau sisi-sisi terbaik dari
Malaysia. Karena kedatangan ISO Speed
membuat seluruh mata dunia ya yang
menjadi fans-nya dia melihat negara yang
dia kunjungi. Nah, di saat itu Indonesia
dianggap berhasil menunjukkan ee sisi
terbaik dari Indonesia. ya walaupun ada
hal-hal yang konyol-konyol dan sedikit
negatif mungkin ya yang juga menjadi
bumbu ketika eh Aspe datang ke Indonesia
tapi sisi positifnya banyak.
Mempromosikan batik makanan kita,
mempromosikan tari kecak, terus
mempromosikan daerah-daerah dan segala
macam. Nah, jadi kedatangan ISO Speed
perlu gua tekankan nih, Geng, itu adalah
salah satu hal yang membuat mata dunia
tertuju kepada tempat yang dia kunjungi.
Nah, makanya kenapa pembahasan kita hari
ini ketika dia berkunjung ke China itu
sangat-sangat membuat China itu ee
merasa beruntung. Nah, oke. Sekarang
kita masuk nih ke dalam pembahasan
ketika dia berkunjung ke China.
Jadi, Geng, ketika dia berkunjung ke
negara China tepat di tanggal 24 Maret
kemarin, ISO Speed ini tiba di China dan
mulai mengunjungi berbagai kota di
negara tersebut. Jadi, masih dengan
melakukan streaming eh ISO Speed ini
kembali membagikan momen-momen selama
dia berkunjung ke sana dan dia banyak
dibawa ke tempat-tempat yang terkenal di
China seperti kuil Shaolin maupun tembok
besar China. Dan enggak cuma itu, Geng.
Ketika dia berada di Shenzen, China, ISO
Speed ini dibuat terkagum-kagum dengan
teknologi di sana. Ini koreksi gua kalau
salah dalam pengucapan nama-nama kota
atau nama tempat ya, Geng. Kayak tadi
Shenzen. Apa itu bacanya kayak gimana
ya? Kalian boleh koreksi gua. Oke, kita
lanjutkan nih. Salah satu yang membuat
As Speed sangat kagum ketika mengunjungi
tempat tersebut ketika dia mencoba mobil
terbang buatan China atau drone yang
bisa mengangkat manusia yaitu EHeng
EH216S.
Dia di saat itu bisa dikatakan menjadi
streamer pertama yang mencoba mobil
tersebut dan dijelaskan kalau mobil
tersebut sudah diuji coba sebanyak
60.000 kali untuk terbang dan enggak
pernah ada kecelakaan satu kalipun dalam
percobaannya. Walaupun begitu, As Speed
tetap terlihat ketakutan ketika dia
mencoba menaiki mobil terbang tersebut
untuk pertama kalinya. Dan video itu
menjadi video paling viral karena lucu
banget ekspresinya dia. Dan bahkan
setelah itu dia berhasil mendarat dengan
selamat setelah dia berteriak-teriak di
dalam mobil terbang tersebut.
Terus enggak sampai di situ aja, Geng.
Ketika As Speed berada di Shenzen, dia
bertemu dengan sosok robot humanoid yang
sedang dikembangkan di China. Seperti
yang sudah banyak diketahui, China
memang sedang gencar-gencarnya ya
membangun teknologi mereka. Dan seperti
yang waktu itu kita pernah bahas
mengenai chip dan juga AI. Nah, ini
kalian bisa cek sendiri. Nah, robotnya
juga menjadi salah satu teknologi yang
sedang dikembangkan secara besar-besaran
di negara yang satu ini. Di hadapan ISO
Speed, ISO Speed melihat robot humanoid
dari engine AI varian
PM01 ya menari-nari mengikuti gerakan
dari ISO Speed dan sebaliknya si ISO
Speed juga mengikuti gerakan robot.
Nah, Engine AI mengklaim robotnya
tersebut terus berkembang pesat dalam
berbagai pengujian dan terus
menyempurnakan diri melalui uji coba dan
evaluasi. Baik ketika ya menjelajahi
medan yang terjal atau beradaptasi
dengan lingkungan kerja, robot tersebut
dengan cepat mengidentifikasi solusi
yang bisa diterapkan di berbagai
situasi. Kurang lebih tuh kayak gini,
Geng. Sebenarnya cara kerja robot itu
jadi bukan dipakai remote control atau
ya dikasih program untuk misalkan nih
cara ngambil makan, dikasih program buat
ngambil makan, terus cara berjalan
dikasih program cara berjalan. Enggak
gitu. Sistem robot di Cina itu meniru.
Jadi apapun yang dia ingin lakukan, dia
akan tiru gerakannya dari manusia. Nah,
makanya kenapa banyak sebenarnya yang
khawatir dengan robot ini. Kebayang
enggak tuh? Kalau kita manusia kan kita
prosesnya untuk bisa ya kayak gua
misalkan bisa jalan, bisa ngomong
prosesnya dari lahir ya kan besar dulu,
dewasa jadi alay dulu terus baru ya bisa
semuanya ya kan ya. Enggak semuanya juga
maksudnya bisa menjadi manusia yang
mandiri gitu. Tapi kalau robot enggak,
dia tinggal meniru dalam waktu beberapa
jam ya semua hal yang sudah dia tiru
akan bisa dia terapkan. Dan untuk
membuat robot-robot yang lain tinggal
dicloning aja apa yang sudah dipelajari
dari otak si robot. Kebayang gak tuh
seramnya China kalau semua ini sudah
dikuasai oleh mereka? Kalian bisa lihat,
geng, dari video ini gimana canggihnya
robot milik China. Udah mirip kayak di
film-film seperti Terminator atau
Transformer yang selama ini mungkin itu
hanya buatan komputer alias ya itu cuma
rekayasa gambar gitu atau bisa dikatakan
ya pakai CGI. Nah, ini benar-benar nyata
secara fisik. ada produknya. Dan
lagi-lagi ISO Speed di saat itu dibuat
kagum ketika melihat kecanggihan itu
semua.
Terus ada yang paling menarik, Geng
selama ini, ya buat kalian juga yang
mungkin belum paham gitu. Cina itu
dengan Amerika itu bersaing bersaing
dalam segi eh smartphone. Memang secara
branding Amerika sangat berhasil
membranding produk dari negara mereka
yang bernama iPhone ya kan? Apple. Nah,
tapi kalian tahu enggak, Geng? produk
dari China yang luar biasa bernama
Huawei. Ini gua pakai di sini nih,
Huawei nih. Ini Huawei dan itu
sangat-sangat canggih sebenarnya dari
kualitasnya sebenarnya gila banget kalau
dibandingkan dengan Apple. Banyak yang
kalahnya Apple tapi karena produk Cina
ya propaganda branding tadi udah
dijatuhkan gitu ya. Akhirnya ya terkesan
kayak Huawei itu kalau di negara kita
gak ada apa-apanya dibanding iPhone.
Padahal aslinya ketika ISO Speed datang
ke China, dia melihat kecanggihan
smartphone dari Huawei buatan Cina itu
bisa dilipat menjadi tiga lipatan dan ya
kualitas gambar dan kameranya juga
ngalahin iPhone. Nah, ketika itu dia
datang mengunjungi Huawei Global
Flagship Store di Shenzen. Smartphone
tersebut adalah series Huawei Mate XT
Ultimate Desain yang baru dirilis oleh
Huawei pada 18 Februari 2025. Series
Huawei yang ini mirip kayak Samsung
Galaxy Fold, tapi kalau Samsung itu ya
ibaratnya kayak kita buka tutup buku.
Nah, kalau Huawei Mate XT Ultimate
Desain ini ada satu lipatan lagi, Geng.
Jadi sebegitu canggihnya dan kalau
enggak terlipat bentuknya seperti
tablet, tapi kalau dilipat bentuknya
seperti smartphone pada umumnya. Nah,
harganya juga gak main-main. Rp47 juta
itu handphone. Jadi canggih banget
varian tertingginya saat ini. Dan bahkan
katanya yang 1 teranya sampai Rp51 juta.
Speed di saat itu kaget karena baru kali
ini dia melihat ada HP yang memiliki
tiga lipatan dan jauh lebih banyak
dibandingkan yang dimiliki oleh Samsung.
Nah, bahkan perlu kalian tahu ya Samsung
itu sendiri bukan produk Amerika.
Samsung sendiri adalah produk dari Asia
juga yaitu Korea Selatan. Nah, Samsung
aja sebenarnya ya susuh lah ya bisalah
menyaingi iPhone walaupun fanboy-fanboy
iPhone masih merasa iPhone ini adalah
produk yang paling berkelas gitu. Nah,
padahal ya kalau kita bandingkan dengan
produk China bernama Huawei ya jauh
kalahnya.
Dan Asia Speed di saat itu enggak
nyangka bahwa harga iPhone Huawei yang
selama ini ya diremehkan sebagai iPhone
Cina di negara mereka ya itu bisa
seharga PC gaming yaitu Rp51 juta ya.
Tapi walaupun begitu dia udah keburu
takjub dengan handphone tersebut dan dia
sebagai orang kaya streamer kaya dia
tetap beli HP itu dan enggak cuma satu
tapi tiga sekaligus dan perlu kalian
ketahui Huawei sebenarnya pernah di
blacklist atau diband di Amerika jadi
enggak boleh jualan di Amerika.
Beruntungnya is Speed dia bisa beli
langsung dari China. Siapa lagi yang
punya di negaranya dia doang. Nah, dari
sini kalian bisa lihat ya, Geng,
bagaimana As Speed terkagum-kagumnya
dengan China sampai dia membeli produk
China yang dilarang di negara dia.
Terus, Geng, hal yang enggak disangka
lagi ketika ISO Speed berada di sana,
dia sempat order ayam dari KFC. Tapi
geng, berbeda dengan sistem delivery
yang ada di banyak negara yang biasanya
diantarkan oleh manusia menggunakan
motor atau ya diantarkan pakai Gojek
gitu kan, KFC di Cina diantarkan melalui
drone. Benar-benar terbang terus
mendarat dan biasanya ya drone ini kan
setahu gua tuh ya di banyak negara ya
dipakai untuk balap ya balap drone atau
mengambil video, mengintai dan
lain-lain. Di China itu udah dipakai
untuk mengantar makanan. Gua pernah
melihat salah satu video klip dari Rich
Bry, salah satu rapper asli Indonesia
yang sekarang sudah dikontrak atau sudah
sign ke label Amerika. Amerika loh ya.
Dia tinggal di Amerika. Dia bikin video
klip pakai drone ya di salah satu video
klip dia lagu yang judulnya Bali. Nih
boleh kalian lihat.
Nah, di video tersebut ya Ris Bryan
mengantarkan uang atau makanan gitu ya,
kayak parcel gitu pakai drone dan itu
cuma settingan ya. Karena kenapa? Di
Amerika enggak mungkin bisa melakukan
itu. Tapi di China diwujudkan.
Diwujudkan untuk kehidupan sehari-hari.
benar-benar ya KFC alias makanan ayam
goreng asal Amerika ada di China
diantarkan pakai drone. Nah, dan di
akhir perjalanannya ISO Speed di Senzen
ini Is Speed menyaksikan pertunjukan
sebanyak 15.000 drone yang begitu
spektakuler dan megah di langit dengan
mengeluarkan berbagai cahaya yang
membentuk naga, buru, tulisan-tulisan
sampai gedung-gedung yang ada di kota
Shenzen. Dan itu merupakan pertunjukan
yang sudah biasa banget di sana. Bukan
yang kayak harus ada hari besar gitu,
enggak. Dan Aspe enggak nyangka gitu.
Gila ya semegah ini, semeriah ini nih
kota. Dan kita bisa lihat di video
tersebut betapa IO Speed benar-benar
terpukau dengan kecanggihan di
China. Nah, selama di China, ISO Speed
juga memuji sinyal 5G mereka dan akses
internet yang bisa dia dapatkan di
seluruh tempat yang dia kunjungi dengan
sangat-sangat cepat, super lancar.
Bahkan ketika dia streaming di kereta
dan melewati terowongan yang seharusnya
jaringannya nge-lag gitu ya, nah
sinyalnya tetap stabil dan hal ini
menjadi pengalaman terbaru bagi dia
sekaligus membuat dia menjadi mengetahui
sisi lain dari China yang mungkin bagi
banyak orang Amerika tahunya Cina itu
enggak punya teknologi maju, enggak
canggih, barang-barangnya rapuh, cuma
bisa niru, padahal semuanya
kebalikannya. Memang Cina paling jago
niru atau ngopi produk lain, tapi dia
tiga kali lipatkan. Apanya? kualitasnya,
harganya tiga kali lipat lebih murah ya
kan lebih kokoh juga kadang ya. Mungkin
buat kalian yang ngerasa produk Cina itu
kurang kokoh ya karena apa yang ada di
negara kita ya ampasnya gitu geng. Tapi
di negara mereka atau negara lain yang
berani bayar mahal untuk produk Cina
yang masuk ke negara mereka udah pasti
yang kokoh-kokoh. Bukan kokoh-kokoh Cina
ya maksudnya kokoh kuat gitu kuat
produknya.
[Musik]
Jadi, Geng, segala sesuatu yang
menakjubkan dari China yang ada di video
ISO Speed enggak cuma membuat ISO Speed
doang yang takjub, tapi semua
orang-orang yang menonton streamingnya
dia alias audiens viewers-nya dia
akhirnya tahu bahwa Cina sudah hidup di
masa depan.
Dan seperti yang kita tahu ya, Geng,
hubungan Amerika dengan China sudah
sejak lama enggak baik-baik aja dan
konfliknya semakin memanas ketika Donald
Trump kembali menjadi presiden. Artinya
itu baru-baru ini. Lalu apakah
kedatangan IO Speed yang merupakan orang
asli Amerika terkenal di Amerika ya
tidak diterima oleh orang Cina sana?
Justru jawabannya salah. yang terjadi
adalah orang-orang Cina sangat senang
dengan kedatangan ISO Speed dan ini
murni ya bukan karena politik bukan
karena mereka mau memanfaatkan ya
kedatangan ISO Speed itu untuk show off
produk mereka enggak juga mereka enggak
kepikiran sampai ke sana tapi yang di
saat itu mereka e pikirkan ya mereka
senang aja ada sosok I Speed yang datang
tetapi secara enggak langsung ternyata
itu menguntungkan buat negara mereka dan
ketika SP datang ke sana orang Cina
menyambut dengan antusias bahkan enggak
cuma warga negaranya aja tapi juga media
pemerintah Cina yaitu Global Times juga
memuji ISO Speed yang datang ke negara
tersebut. Sebab kedatangannya ke sana
dianggap sebagai bukti meningkatnya
minat dari warga luar, terutama warga
Amerika yang pemerintahnya benci dengan
Cina malah mau menjalin persahabatan di
tengah-tengah ketegangan antara ya
pemerintah mereka tersebut. Dan ya
kalian bisa lihat sendiri siapa yang
menang. Orang Cina datang ke Amerika
rasanya biasa aja gitu. Malah yang
mereka rasakan mereka ee mendapatkan
banyak diskriminasi ya kan kayak rasis.
Terus mereka mengetahui bahwa kekurangan
di Amerika itu banyak homeless-nya, ya
kan. Nah, tapi orang Amerika datang ke
Cina malah disuguhkan dengan hal-hal
yang menakjubkan yang mungkin enggak
pernah atau belum pernah mereka lihat di
negara mereka sendiri. Dan secara enggak
langsung ISO Speed datang ke Cina
menjadi promosi untuk negara Cina secara
gratis dengan memperlihatkan mengenai
budaya modernisasi dan keindahan negara
tersebut. Nah, melalui itu Asus Speed
memperkenalkan perspektif baru kepada
para penontonnya maupun dunia nih ya
mengenai bagaimana kondisi asli dari
negara yang selama ini dianggap kayaknya
perihi banget gitu. Kerja harus
keras-keras banget, enggak ada kehidupan
katanya orangnya kotor. Padahal mah
lihat sendiri negaranya yang mungkin
berbeda dari apa yang selama ini orang
bayangkan. Kunjungan ISO Speed sangat
menguntungkan bagi China dan karena
China bisa mendapatkan exposure dengan
memanfaatkan kedatangan si Asp. Di sisi
lain, Geng, Amerika negara asal dari As
Speed yang sekaligus lawan dari China
yang justru sudah menggelontorkan dana
besar-besaran untuk membuat citra China
jelek gitu ya, malah merasa khawatir,
ketar-ketir akan hal tersebut. Nah,
sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan selanjutnya mengenai Amerika
yang sudah mulai khawatir gara-gara
kunjungan ISO Speed ke negara China.
Jadi, Geng, Amerika dan Cina ini dua
negara yang sangat bertolak belakang.
Gue juga udah membahas ya beberapa kali
ya tentang perselisihan antara dua
negara ini. Mulai dari cep terus AI
sampai e Cina yang unjuk gigi dengan
banyaknya produksi mobil listrik mereka.
Nah, perkembangan yang begitu pesat di
Cina memang mengejutkan banyak pihak
enggak terkecuali Amerika, Geng. Ya,
karena selama ini persepsi banyak orang
mengenai Cina itu bukan sebuah negara
yang megah seperti yang ditunjukkan oleh
As Speed ya. Sampai akhirnya As Speed
nunjukin sendiri gitu kan. Wah, gila
banget nih negara Cina. Di Cina itu
dianggap kayak cuma banyak
pabrik-pabrik, masyarakatnya enggak
sejahtera bahkan jauh dari kata maju.
Nah, itu gambaran yang dicreate oleh
Amerika. Apalagi ketika Covid-19
terjadi. Kalau kalian ingat, virus
corona itu pertama kali terdeteksi di
China, tepatnya di Wuhan. Dan dari sini
semakin kencang tuh sentimen negatif
yang berkaitan dengan Cina. Yang mana
kondisi ini juga ternyata dimanfaatkan
oleh pihak Amerika untuk memanipulasi
opini publik dan hubungan internasional
demi keuntungan strategis dan
geopolitiknya Amerika. Nah, di saat itu
bukannya saling membantu untuk
menghentikan penyebaran dari virus
corona ini dengan vaksin-vaksin yang
ada, tapi ya Amerika justru
mendiskreditkan vaksin-vaksin yang
berasal dari Cina. Bilangnya vaksin yang
diproduksi di Cina itu bukan
menyembuhkan, tapi justru membuat nyawa
semakin hilang. Intinya membuat
masyarakat jadi enggak percayalah kepada
vaksin dari Cina ini. Yang mana vaksin
Cina dianggap enggak bisa menyembuhkan
COVID, tapi malah semakin
menyebarluaskan COVID. Ya, gila banget
tuh. propagandanya. Dan hal ini bukan
sekedar isu atau konspirasi belaka,
karena memang udah ada yang ngebongkar
operasi propaganda milik Amerika dan
yang ngebongkarnya itu adalah media
routers. Di dalam investigasi media
routers ini akhirnya terungkap kalau
Amerika ternyata meluncurkan kampanye
disinformasi rahasia untuk
mendiskreditkan vaksin Cina di Filipina,
negara yang terkena dampak paling parah
oleh COVID ini. Kenapa Filipina? Ya,
sebab vaksin buatan Cina yaitu Shinfak
adalah satu-satunya vaksin yang tersedia
di negara Filipina di saat itu. Jadi,
operasi ini ya adalah salah satu program
paling rahasia yang dijalankan oleh
pemerintah Amerika. Bayangin tuh geng,
buat ngejelek-jelekin orang aja
pemerintah Amerika tuh punya biayanya,
punya dananya gitu. Giliran buat
homeless, buat gembel-gembel di negara
mereka sendiri kayak enggak keurus
giliran beginian cepat banget ngurusnya.
Dan informasi mengenai keberadaan
operasi tersebut cuma dimiliki sebagian
kecil orang di dalam lembaga militer dan
juga intelijen Amerika. Ya, yang jelas
ini apa ya informasinya tuh ditutup
rapat lah. Enggak semua orang
mengetahui. Nah, di dalam program
tersebut dilakukan dengan sangat
hati-hati oleh mereka karena kalau
sampai bocor ya bisa merusak kerja sama
internasional ataupun konflik dengan
musuh-musuhnya Amerika. Dalam waktu 10
tahun terakhir ya, ada beberapa pejabat
keamanan Amerika yang mendesak agar
lebih sering menjalankan operasi
propaganda terselubung terhadap
negara-negara yang dianggap sebagai
saingan dan juga musuh ee dari Amerika
atau mungkin sekutu lama dari Uni Soviet
yang mana kan mereka selalu bersih
tegang ya dengan Uni Soviet kayak Rusia
gitu-gitu tuh mereka kayak semenjak
perang dingin tuh enggak senang gitu.
Nah, media routers itu akhirnya
melaporkan, geng. Pada bulan Maret tahun
2024, Donald Trump dikatakan pada tahun
2019 memerintahkan CIA untuk menjalankan
black campaign demi merusak citra China
di dunia internasional. Karena ya
kebetulan banget ada COVID, sekalian aja
dihancurin. Dan sasaran akhirnya adalah
rakyat Cina melawan pemerintahannya
sendiri. Jadi kayak diadu domba gitu,
Geng. Dan sebagai bagian dari operasi
tersebut, beberapa kelompok operator CIA
itu bekerja sama dengan berbagai kedok
di media sosial untuk membangun narasi
menjatuhkan pemerintahan Sinjimping. Dan
terjadinya pandemi Covid semakin
menguatkan tekad Amerika untuk
melancarkan perang psikologis melalui
propaganda terhadap China. Nah, di dalam
laporan routers pihaknya
mengidentifikasi setidaknya ada 300 akun
DX yang sengaja dibuat pada musim panas
tahun 2020 yang mana akun-akun tersebut
berfokus pada slogan
#Chinaengvus yang artinya Cina itu
adalah virus di dalam bahasa tagalog.
Nah, bahasa utama yang digunakan oleh ee
negara Filipina. Nah, akibat dari
kampanye disinformasi tersebut, tingkat
vaksinasi di Filipina itu akhirnya jadi
rendah banget. Banyak yang gak percaya
dengan hal tersebut. Hanya ada sekitar
2,1 juta dari 114 juta penduduk Filipina
yang sudah menerima vaksin lengkap jauh
di bawah target yaitu seharusnya ya bisa
mencapai 70 juta orang di tahun
tersebut. Dan hal ini menunjukkan bahwa
propaganda yang dibuat oleh Amerika itu
berhasil menjatuhkan kredibilitas China.
Dan banyak ahli yang menunjukkan bahwa
Amerika berupaya untuk mempertahankan
hegemoninya dengan menghambat
pembangunan China menggunakan narasi
palsu. Terus manipulasi opini publik dan
kebohongan yang begitu banyak tentang
China. Operasi ini tentunya menelan
banyak biaya buat Amerika. Jadi bukan
berarti bikin kayak gitu enggak ada
duitnya. bayar influencer, bayar ahli
IT, bayar eh orang-orang yang berkaitan
dengan sosial media itu udah pasti mahal
banget. Mereka sampai bela-belain kayak
gitu, Geng. Dengan datangnya ISO Speed
yang kemudian dimanfaatkan oleh
pemerintah China untuk mempromosikan
negara mereka dengan gratis atau
cuma-cuma, tentunya bikin Amerika
menjadi khawatir dan ketar-ketir
sekaligus kesal dengan rakyat mereka
sendiri, yaitu kesal dengan si Aspe-nya.
ya udah capek-capek ngelontorin dana
triliunan malah dirusak gitu. Dirusak
dengan dia datang ke sana dan
mempromosikan secara gratis apa yang
terbaik dari
China. Dari sini kita bisa lihat
sendiri, Gengs, seberapa jauh
perkembangan dari negara China yang
membuat kita sendiri terheran-heran. Kok
negara tersebut bisa membuat teknologi
yang begitu canggih? Tapi di satu sisi
teknologinya itu harganya jauh lebih
murah dibandingkan dengan produk sejenis
dari kompetitornya. Yang mana kalau
diproduksi di luar Cina udah pasti
harganya tuh melambung banget. Tapi
kalau diproduksi di Cina mau secanggih
apapun, fiturnya sebanyak apapun
harganya masih lebih terjangkau. Dan
kalau dibandingkan dengan produk dari
Korea Utara yang sama-sama merupakan
negara komunis, ternyata Cina jauh
melebihi Korea Utara, Geng. ya walaupun
kekuatan Korea Utara gak bisa dianggap
remeh juga sebab sekarang udah banyak
bukti kalau Korea Utara bisa melancarkan
serangan melalui internet atau serangan
cyber yang sangat berbahaya untuk
mencuri uang yang mana uang-uang
tersebut mereka gunakan untuk membangun
ee program nuklir mereka dan ya di
sanalah Korea Utara juga diperhitungkan
tapi tetap aja enggak bisa ngalahin
China. Nah, memang China ini sudah jauh
lebih berkembang dari yang awalnya
sebagai negara yang berfokus pada
pertanian di bawah kepemimpinan
Maoedong. Dan mereka sekarang menjadi
negara yang menjalankan kapitalisme
dalam jumlah yang sangat besar. Dan saat
ini China menjadi negara dengan jumlah
orang kaya kedua terbanyak di dunia,
yaitu lebih dari 6 juta orang menurut
laporan kekayaan global UBS. Beda banget
sama zaman dulu ya. Kalau zaman dulu tuh
kita nyari orang kaya, udah pasti
Amerika lagi, Amerika lagi. Nah,
sekarang ternyata banyak yang berasal
dari China dan China sendiri memiliki
133 perusahaan dalam daftar perusahaan
terbesar di dunia menurut majalah
Fortune 2024. Jumlah itu cuma selisih 6
perusahaan dari Amerika yang memiliki
139 perusahaan besar. Udah tipis banget
tuh. Bisa-bisa nanti dilewatin tuh pada
suatu hari gitu ya. Dan China juga
memiliki sektor perbankan terkaya. serta
bank dengan aset terbesar yaitu
Industrial and Commercial Bank of China
atau ICBC. Nah, buat teman-teman yang
tinggal di Jakarta kayaknya sering tuh
lihat bank ICBC bertebaran di Kuningan
sana di Jakarta Selatan. Nah, itu
ternyata bank milik China. Kenapa bisa
ya, Geng? Negara komunis terbesar di
dunia bisa memiliki kekayaan yang begitu
banyak. Bahkan diprediksi akan menjadi
negara dengan perekonomian terbesar di
dunia menyaingi Amerika. Padahal kalau
kita dengar dari pelajaran bahasa
Indonesia ya, kayaknya paham komunis itu
pahit banget. Tapi kenapa China justru
sukses dan berhasil negaranya? Kita
harus mundur dulu, Geng, ke beberapa
tahun yang lalu, sekitar tahun 1978,
yaitu ketika pengganti dari Mauzed Dong,
yaitu Deng Xoping membuat sebuah
perubahan besar di China. Dia ini
mempromosikan program ekonomi yang
kemudian dikenal sebagai reformasi dan
keterbukaan. Nah, ini sangat berlawanan
dengan gagasannya pemimpin mereka yang
sebelumnya yaitu Mauzedong. Kalau
Mauzedong itu kan punya gagasan lompatan
besar. Nah, sementara Deng melakukan
liberalisasi ekonomi, membuka pintu bagi
sektor swasta dan mendesentralisasi
kekuasaan sehingga otoritas lokal
memiliki wewenang untuk mengambil
keputusan di daerah yang mereka kelola.
Nah, Deng juga memberikan keleluasaan
bagi para petani untuk mengelola tanah
yang mereka garap secara mandiri. China
yang tadinya tertutup dengan dunia luar
nih. Jadi kayak mereka tuh dulu
mirip-mirip sama Korea Utara gitu ya.
Nah, mulai membuka diri kepada dunia di
eranya si pemimpin yang bernama Deng
ini. Jadi mereka mulai menerima
orang-orang masuk ke negara mereka,
investor, wisatawan, pokoknya
orang-orang dari seluruh dunia mereka
jalin hubungan gitu. Nah, keterbukaan
ini juga berlaku untuk Amerika di saat
itu yang mana pemimpin mereka yang
bernama Deng ini melakukan kunjungan ke
Amerika tepatnya ke Washington.
Kedatangan dia tersebut kemudian dibalas
oleh Presiden Amerika Serikat pada saat
itu, yaitu yang bernama Richard Nixon
yang mengunjungi Beijing di tahun
terakhir pemerintahan Deng yang
bertepatan di tengah-tengah situasi
perang dingin. Jadi kayak sudah mulai
bersahabat, mulai ada timbal balik gitu,
Geng. Terus, Geng, model ekonomi
berbasis pada ekonomi pasar yang
diperkenalkan oleh Deng itu dinamakan
sosialisme dengan karakteristik China.
Nah, langkah ini sukses membuat
peningkatan pada pertumbuhan China
mencapai rekor tertinggi dan bertahan
selama 4 dekade, Geng. Nah, World Bank
di saat itu memperkirakan udah ada lebih
dari 760 juta penduduk di Cina yang
akhirnya keluar dari kemiskinan berkat
langkah yang dilakukan oleh Deng tadi.
Dan inilah sebuah pencapaian yang belum
pernah terjadi sebelumnya dan menjadi
prestasi besar bagi China itu sendiri.
Beberapa ahli bahkan menyebutnya sebagai
keajaiban ekonomi yang paling
mengesankan di dalam sejarah dunia. Nah,
setelah berhasil menjadi seorang
pemimpin di China, para pemimpin China
selanjutnya yaitu Jiang Zemin, terus ada
Hujintao, bahkan sampai si Jin Ping itu
mempertahankan kebijakan yang digagas
oleh Deng ini karena dianggap memang
sangat-sangat baik untuk China. Di
samping itu, China juga mengalami
modernisasi. Di saat itu mereka enggak
cuma mendominasi produk-produk pakaian,
tekstil, atau peralatan rumah tangga
aja, tapi udah sanggup menjadi negara
yang mendominasi pasar teknologi.
Makanya jangan heran,
elektronik-elektronik punya China itu
semuanya canggih-canggih. Banyak produk
teknologi yang berada di dekat kita
sekarang nih di Indonesia itu yang
berasal dari China. Mulai dari
handphone, terus kayak peralatan rumah
untuk masak atau untuk bersih-bersih.
Nah, sekarang udah canggih-canggih
banget buatan China. Dan kalau bicara
soal handphone ada Xiaomi, ada Oppo, dan
Vivo. Nah, itu tiga perusahaan pembuat
handphone terbesar di dunia saat ini
yang berasal dari China. Huawei yang
juga berasal dari China menjadi pionir
pengembangan teknologi 5G. Dan enggak
mau ketinggalan, Lenovo yang saat ini
juga menjadi produsen komputer terbesar
di dunia. Juga berasal dari Cina dan
merajai pasar gadget saat ini. Terus ada
Alibaba. Nah, kalau ini enggak usah
ditanya lagi ya. Perusahaan yang dibuat
oleh Jackma ini menjadi perusahaan
e-commerce terkenal di dunia, bahkan
menjadi perusahaan konglomerat
multinasional. Nah, terus Geng seiring
kemajuan yang terjadi di China, saat ini
China bahkan sudah memasuki era yang
baru yang dinamakan dengan Dark
Facturies atau pabrik gelap. Apa maksud
dari dark facturies ini? Penyebutan ini
diambil dari bagaimana kondisi ketika
pabrik yang ee kosong gitu ya. pabrika
kosong, enggak ada orang, dan enggak ada
pekerja manusia kayak kita satuun. Tapi
pabrik itu sedang beroperasi, bahkan
lampunya juga enggak nyala, makanya
disebut dengan dark gitu. Gimana bisa
proses produksi tetap berjalan kalau
enggak adanya pekerja? China sudah
mengatasi hal tersebut dengan
menggantikan tenaga manusia. Mungkin
China berpikir kalau menggunakan tenaga
manusia ada limitnya, ada batasnya gitu.
Cepat capek. Manusia enggak bisa bekerja
24 jam nonstop. Kalaupun bisa itu bisa
masuk ke dalam praktik eksploitasi, bisa
dilaporin gitu kan. Nah, oleh karena itu
China mulai mengalihkan tenaga kerja
produksinya bukan lagi menggunakan
manusia tetapi dengan mesin yang
dilengkapi oleh AI, robotika dan juga
sensor canggih sehingga produksi akan
terus berjalan selama 24 jam tanpa
henti. Without a human worker in this
isn't science fiction. This is the rise
of China's dark factories, a new era of
AI powered automation.
Karena sudah menggunakan mesin, jadinya
perusahaan tersebut enggak membutuhkan
pekerja lagi. Penerangan juga enggak
butuh. Jadi, listriknya enggak usah
banyak. Dan waktu istirahat juga tidak
berlaku karena ya itu robot bekerja
terus sehingga akan mengurangi biaya
energi dan meningkatkan efisiensi. ya.
Tapi walaupun begitu ya berbeda ya kalau
pemerintah negara mereka ya walaupun
pekerjaan-pekerjaan banyak sudah diganti
robot tapi pemerintah mereka memikirkan
nasib warganya yang kehilangan pekerjaan
dengan membuka lapangan pekerjaan baru.
Ya beda banget dengan negara berkembang
ya. Kalau negara berkembang yang penting
cuan, bikin aja terus orang dipecat,
orang job plus pengangguran makin tinggi
enggak dipikirin gitu. Dark factory ini
yang beroperasi penuh itu masih jarang
ditemukan di seluruh dunia, Geng. Tapi
praktik ini sudah diterapkan di China.
Nah, lalu transformasi China ke Dark
Factory ini itu merupakan bagian dari
visi made in China 2025 yang diluncurkan
10 tahun sebelumnya yaitu tahun 2015.
Tujuannya untuk menjadikan China sebagai
pusat manufacturer berteknologi tinggi.
Dan strategi ini menekankan robotika AI
dan smart factory dengan pemerintah yang
melakukan investasi dalam jumlah besar
atau dalam bentuk subsidi dan juga
infrastruktur. Nah, jadi dibantu dan
di-support sama pemerintah mereka, Geng.
Di tahun 2023 untuk setiap 10.000
pekerja manufacture di China itu ada 392
robot yang bekerja. Hal ini melampaui
rata-rata global, yaitu hanya sebesar
141 menurut data dari International
Federation of Robotics. Dari penjelasan
gue ini, kalian bisa membayangkan gimana
majunya China sekarang. Amerika yang
sudah sejak lama menjadi negara yang
paling dominan dalam mengendalikan
dunia, mawi itu dari segi politik dan
juga ekonomi pasti sangat merasa
terancam nih. Sebab sejak perang dingin,
Amerika tidak pernah memiliki lawan yang
setara dengan mereka lagi setelah Uni
Soviet runtuh. Nah, tapi tiba-tiba
pendatang baru muncul yaitu China.
Terlebih lagi negara tersebut memiliki
hubungan yang sangat harmonis dengan
Rusia, negara perpecahan Uni Soviet yang
masih meneruskan ideologi yang sama
dengan Uni Soviet yang mana ini sangat
bertentangan dengan Amerika. Gila,
Amerika punya musuh yang sangat kuat
saat ini. Dan konflik antara Amerika
dengan China saat ini mengingatkan
kembali kita kepada situasi perang
dingin. Karena kedua negara ini yang
akan bertarung tapi tidak menggunakan
senjata, melainkan menggunakan
propaganda-propaganda mereka. seperti
yang terbukti dari laporan routers. Nah,
selain dari yang dilaporkan oleh
routers, Amerika kembali melakukan
propaganda lainnya melalui media-media
negara tersebut seperti The New York
Times yang mengklaim bahwa China
menggunakan AI untuk membuat berita yang
misleading mengenai kebakaran hutan yang
ada di Hawai. Nah, hal ini akhirnya
membuat China jadi angkat bicara melalui
juru bicara Kementerian Luar Negeri
mereka yang bernama Mauning. yang mana
di saat itu Mauning mendesak The New
York Times untuk memberikan pemberitaan
yang netral dan menghentikan penyabaran
yang tidak benar atau memfitnah negara
[Musik]
mereka. Ada sumber lain yang mengatakan,
Geng, kalau China ternyata enggak cuma
mendesak aja, tapi juga membalas
propaganda tersebut dengan propaganda
lain lagi. Jadi, China ini enggak mau
kalah sekarang sama Amerika. Amerika
lakuin A, mereka lakuin B. Amerika
lakuin C, mereka lapis 2 C-nya.
Gitu-gitu deh. Salah satu bukti dari hal
ini adalah ketika seorang warga negara
Amerika yang bernama Nevil Roy Singham
yang diduga menjadi penyandang dana
sekaligus penyebar propaganda pemerintah
China di Amerika Serikat dan juga
global. Dikatakan kingham ini memiliki
banyak perusahaan cangkang, yaitu
perusahaan yang secara hukum terdaftar
tapi tidak memiliki aktivitas bisnis
seperti produksi barang. Jadi ee
dibilang fake ee dokumennya asli tapi ee
usahanya enggak ada gitu. Terus geng,
Singham ini juga memiliki yayasan yang
bertujuan untuk menghimpun serta
menyalurkan dana ke berbagai pihak di
dunia. Nah, agendanya adalah tidak lain
dan tidak bukan untuk membuat narasi
untuk memuji pemerintah China agar
reputasi serta pengaruh global China
semakin menguat dunia. Jadi untuk
mengcounter propaganda yang dibuat oleh
Amerika, Cina pakai propaganda lagi.
Gila ya, kalau negara yang udah kuat,
punya dana yang banyak tuh mau bikin apa
juga gampang gitu, Geng. Posisi Amerika
yang kian terjepit dengan China yang
terus menunjukkan bagaimana mereka bisa
menyaingi Amerika. Ya, akhirnya beberapa
hari yang lalu Donald Trump mengeluarkan
sebuah kebijakan yang mengejutkan banyak
negara, termasuk negara kita Indonesia,
Geng. Nah, gimana enggak Donald Trump
itu ngumumin penerapan tarif impor baru
kepada negara yang menjadi importir
mereka. Nah, jadi dengan istilah nih ya
ee misalkan nih kita sebagai eh apa ya?
produsen gitu. Ini contoh gua nih, gua
punya produk namanya GenLabs ya kan.
GenLabs ini gua jual di Indonesia
Rp100.000 harganya. Nah, terus gua
pengen nih di Amerika juga ada GenLabs.
Akhirnya gua ekspor dan pihak Amerika
impor produk gua. Donald Trump
mengharuskan gua enggak boleh jual
dengan harga normal di negaranya. Dia
jualnya harus lebih mahal. Misalkan
kalau di Indonesia gua jual cepek, di
Amerika gua harus jual gope alias
Rp500.000. Nah, menurut penangan kalian
itu adalah sebuah keberuntungan atau ee
rugi buat gue? Pasti menurut kalian,
"Eh, untung dong J, lu kan jualnya lebih
mahal." Jawabannya enggak begitu. Enggak
selalu atau enggak melulu harga mahal
itu menguntungkan kita. Karena kenapa?
Semakin mahal, semakin enggak normal
harga yang kita jual, ya karena
diharuskan oleh pemerintah mereka di
sana, otomatis produk kita belum tentu
laku. Nah, makanya Donald Trump di saat
itu sengaja membuat peraturan kayak
gitu. Jadi setiap ada barang dari luar
negeri termasuk negara kita dan terutama
negara Cina ya apalagi China kan memang
e produsen besar gitu produk-produk di
muka bumi ini gitu kan. Nah, barang
tersebut harus dijual dengan harga
tinggi yang tujuannya agar produk
tersebut tidak dipilih oleh warga lokal
dan warga lokal Amerika lebih memilih
produk dari Amerika aja. yang akhirnya
ini termasuk ke dalam bagian dari perang
dagang yang sedang Amerika lakukan
supaya produsen-produsen lain atau
produk-produk dari negara lain enggak
laku. Indonesia nih ya terkena tarif
impor sebesar 32% yang otomatis ya harga
jual barang nih kalau gua masukin barang
gua ke sana harus gua up sebesar 32%.
Jadi kan mahal banget. Nah, sementara
China nih ya itu jadi negara yang
mendapatkan tarif tertinggi, Geng, di
antara yang lain. Yang mana aksi saling
balas melalui tarif ini dimulai sejak
bulan Februari tahun 2025 yang mana
ketika itu Donald Trump menaikkan tarif
impor sebesar 10% untuk barang-barang
China. Nah, Cina kemudian menanggapi
kebijakan itu dibalas sama China dengan
cara mengenakan tarif sebesar 15%
terhadap Amerika untuk produk batuara
dan produk gas alam cair mereka. Nah,
Cina juga menetapkan tarif sebesar 10%
pada minyak mentah, mesin pertanian, dan
mobil berkapasitas besar. Lalu, singkat
cerita, di tanggal 3 Maret tahun 2025,
Donald Trump enggak mau kalah juga dia
naikin tarif lagi terhadap barang impor
dari China sebesar 10% menjadi 20%.
Sehari setelah menetapkan tarif
tersebut, China langsung balas lagi
dengan menaikkan tarif sebesar 15% pada
produk ayam, gandum, terus ada jagung,
kapas yang semuanya berasal dari
Amerika. Nah, lalu Cina memberikan tarif
lagi sebesar 10% pada sorgum, kedelai,
daging babi, daging sapi, produk
perairan, buah-buahan, sayur-sayuran,
dan produk susu yang berasal dari
Amerika. Dan kebijakan ini berlaku sejak
10 Maret 2025. Terus apakah persaingan
mereka ini berhenti sampai di situ?
Enggak. Ini semua gara-gara egoisnya
Donald Trump. Jadi sebulan kemudian
lagi-lagi Donald Trump naikin tarif
terhadap Cina sebesar 34% dengan menuduh
Cina mengenakan tarif dan hambatan
perdagangan non tarif sebesar 67%
terhadap Amerika. Tarif baru tersebut
akan diterapkan di atas tarif yang sudah
ditetapkan sebelumnya sehingga tarif
efektif sebesar 54% terhadap semua impor
Cina ke Amerika. dan Cina enggak tinggal
diam lagi. Merespon hal tersebut, Cina
kemudian mengumumkan akan mengenakan
tarif tambahan sebesar 34% pada semua
barang Amerika yang berlaku mulai
tanggal 10 April 2025. Pusing enggak lu?
Enggak ada yang mau kalah. Dan di saat
itu Donald Trump kemudian memberikan
ancaman. Dia bilang akan mengenakan
tarif tambahan sebesar 50% pada
barang-barang Cina di tanggal 9 April
kemarin. Kalau Cina enggak menarik
tindakan balasan tersebut paling lambat
tanggal 8 April 2025. Jadi ibaratnya nih
Donald Trump bilang, "Wah gila lu ya"
ya. Gitu ya. Ini misalkan nih lu gua
kasih kenaikan tarif segini lu balas
segitu. Gua naikin lagi lu balas lagi.
Wah lu tarik enggak? Kalau enggak gua
akan naikkan sekian. Katanya gua akan
naikkan 50%. Nah tapi Cina enggak
peduli, Geng. Tetap mereka menerapkan
tarif tersebut. Dan hal ini membuat
Amerika secara resmi meningkatkan tarif
efektif barang impor dari Cina yang
awalnya 54% menjadi
14%. Haduh, ini
gimana? Kapan pernah ada hal kayak gini?
Coba lu ngejual barang lu, tapi lu harus
up 100% lebih. Dan dengan bertambahnya
tarif tersebut, Cina juga pasti enggak
akan tinggal diam. Akhirnya Cina
membalas dengan menaikkan tarif sebesar
84% atas barang-barang Amerika. Serangan
Amerika selanjutnya adalah meningkatkan
tarif atas barang-barang Cina menjadi
125%. Ah, makin gila nih. Dan di hari
yang sama ketika Cina menaikkan tarif
impor kepada Amerika. Lalu keesokan
harinya setelah menetapkan tarif sebesar
125% tersebut, pemerintah Amerika
mengatakan kalau Amerika sudah
meningkatkan tarifnya lagi menjadi 145%
terhadap China. Nah, jadi Amerika
benar-benar enggak mau kalah. Tapi China
mendapatkan tekanan soal biaya tarif
yang begitu tinggi. Mereka membalas lagi
penetapan tarif tersebut dengan
menaikkan tarif impor juga kepada
Amerika menjadi 125%. Dan menurut China,
pemberlakuan tarif yang sangat tinggi
oleh Amerika terhadap China melanggar
aturan perdagangan internasional dan
ekonomi, ekonomi dasar, serta merupakan
intimidasi dan pemaksaan secara sepihak
sebelum akhirnya China memberikan tarif
balasan sebesar 125% tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat
memperingatkan China untuk enggak
membalas tarif yang mereka kenakan, tapi
malah Amerika di sini nyuruh agar si Jin
Ping harus menelepon Donald Trump atas
penetapan tarif yang diberikan oleh
Amerika. Kan kocak ya. Ini ibaratnya nih
ya, lu kakak misalkan, gua adik, lu udah
kalah nih sama gua sebenarnya, tapi lu
gengsi gitu, lu tetap minta, "Eh,
telepon gua sekarang ya, lu telepon gua
sekarang. Lu harus klarifikasi ke gua
padahal lu sadar lu kalah gitu." Nah,
jadi Amerika ini penginnya Cinalah yang
mendatangi mereka agar terlihat kalau
Cina ngemis-ngemis ke Amerika. Nah,
Donald Trump ini sudah memberitahu
timnya kalau Chinalah yang harus pertama
kali menghubunginya, bukan sebaliknya.
Sebab Amerika yakin kalau China yang
memilih untuk membalas dan mereka memang
ingin meningkatkan perang dagang. Tapi
reaksi Cina justru enggak sesuai harapan
Donald Trump. Gila banget, Geng. Cina
sama sekali enggak mencoba untuk
berkomunikasi dengan Amerika.
dicuekin. Si Jinping di saat itu
mengeluarkan responnya sendiri mengenai
kebijakan tarif impor yang dibuat oleh
Donald Trump. Si Jinping menegaskan
kalau Cina enggak takut dengan tarif
tinggi yang diterapkan oleh Trump. Dia
bilang sebagaimanapun dunia berubah,
Cina tetap bakal percaya pada diri
mereka sendiri, mempertahankan tekad,
serta fokus untuk menjalankan urusan
mereka sendiri. Hal yang sama juga
disampaikan oleh pengacara, pebisnis,
dan akademisi sekaligus wakil presiden
pusat China dan globalisasi China yang
bernama Victor Zikaigao. Yang mana dia
ini bilang kalau China enggak peduli
dengan tarif yang diterapkan oleh
Amerika kepada China. Malah China dengan
beraninya menantang balik Amerika dan
bersumpah akan berjuang sampai akhir
untuk melawan Amerika.
because the world is big enough that the
United States is not the totality of the
market in the world.
United bek.
Nah, karena Amerika merasa kayak Cina
kok masih aja enggak bermohon-mohon ke
mereka dan justru menyerang balik
mereka, akhirnya di dalam perang ini
malah Donald Trump yang mencabut tarif
terhadap barang-barang elektronik
termasuk tarif sebesar 125% yang sudah
dikenakan kepada China. nyerah sendiri.
Langkah ini diambil oleh Donald Trump
karena Amerika mempertimbangkan
perusahaan-perusahaan elektronik milik
mereka seperti Apple yang masih
bergantung terhadap impor untuk
memproduksi produk mereka. Nih kalian
nih yang cinta produk Apple asal e
Amerika gitu ya. Wah, di belakangnya ada
tulisan apa tuh ee didesain di
California. Ah, barang-barangnya kalau
enggak dikirim sama China nih, enggak
diimpor dari China, enggak bakal jadi
itu produk Apple nih. Ini enggak bakal
jadi nih. Ini enggak bakal jadi nih.
Jadi, semuanya itu ada campur tangan
Cina dan Cina menanggapinya dengan
mengatakan apa yang dilakukan oleh
Amerika adalah sebuah langkah kecil yang
bisa memperbaiki kesalahan yang
dilakukan oleh Donald Trump kepada
China. Dan China pun meminta kepada
Amerika agar membatalkan semua tarif
yang dikenakan kepada negara tersebut.
Jadi, jangan main-main dengan China.
apapun yang dilakukan oleh Donald Trump
itu seakan-akan tidak mewakili Amerika,
tapi kayak ego dia sendiri gitu. Jadi
China ini jago banget. Yang mana ini
lama-kelamaan nih rakyat Amerika bisa
benci sama presidennya sendiri, enggak
sih, Geng? Hah, gila banget.
Tapi geng yang harus kalian tahu
meskipun Amerika seperti sangat berkuasa
ditambah dengan langkah mereka yang
sangat berani untuk menerapkan tarif
yang begitu tinggi untuk China ya
negara-negara lain juga gitu. Amerika
ternyata memiliki hutang yang sangat
besar dan jumlah hutangnya itu terus
meningkat. Kebayang ya negara yang
selama ini kita anggap makmur, gede
banget, kuat, ngebantu negara lain buat
perang, ternyata punya hutang. Dan hal
ini disebabkan karena defisit fiskal
yang terus membengkak. Saking banyaknya,
Geng, Amerika tercatat sebagai negara
dengan hutang paling besar, paling
banyak di dunia. Dan yang mungkin
membuat kalian gak pernah menyangka, ada
lebih dari 7 triliun dolar utang Amerika
itu berasal dari negara lain dan salah
satu yang terbesarnya dari China. Ya,
dari China, Geng. Lawannya sendiri dia
bisa ngutang. Dan berdasarkan data dari
Departemen Keuangan Amerika, China
memiliki surat utang atau obligasi
senilai
859,4 miliar dolar pada bulan Januari
tahun 2023. dan China menjadi negara
kreditur terbesar kedua Amerika. Kalau
dari data, secara tren obligasi yang
dipegang oleh China mengalami penurunan
tapi angkanya masih begitu besar.
Setelah perang dagang antara Amerika
dengan China dimulai, pemerintah China
justru cenderung melepaskan kepemilikan
obligasinya. Ini tuh ibaratnya ya kalian
punya musuh nih, Geng. Tapi kalian juga
e berhutang dengan musuh kalian tuh.
Nah, begitulah kurang lebih kondisi
antara Amerika dengan China. Jadi
intinya kayak Amerika ini enggak tahu
diri gitu. udah diutangin, udah
dibantuin gitu ya, tapi tetap merasa
lebih besar daripada orang yang ngasih
dia hutang. Kurang lebih kayak
gitu. Jadi, geng di balik super
power-nya Amerika, seperti pembahasan
gua di video yang lain, kondisi Amerika
juga enggak lagi baik-baik aja saat ini.
Utang dan defisit Amerika itu memburuk
mulai ketika pertama kali Donald Trump
menjabat sebagai presiden. Defisit
meningkat karena pengeluaran untuk bunga
hutang, jaminan sosial, dan tunjangan
perawatan. Nah, makanya diberlakukanlah
tarif impor itu, Geng, untuk memangkas
pengeluaran pemerintah sekaligus
mencegah goyangnya ekonomi Amerika. Nah,
malulah, Geng. Negara adidaya seperti
Amerika kok perekonomiannya hancur.
Kalau stabilitas ekonomi mereka
terganggu, mereka juga takut akan adanya
serangan dari China yang lebih besar
kepada mereka. Nah, tapi geng menurut
lembaga pemeringkat kredit modis itu
bilang kalau kekuatan fiskal Amerika
Serikat diperkirakan akan terus
mengalami penurunan dalam beberapa tahun
mendatang. Sehingga kayaknya penerapan
tarif yang diberlakukan oleh Donald
Trump masih belum bisa menyelamatkan
krisis ekonomi yang terjadi di negara
mereka. Apalagi China juga saat ini
menerapkan tarif impor kepada Amerika
dan menargetkan perusahaan-perusahaan
Amerika yang ada di China. Apakah
Amerika bakal membalasnya lagi dengan
menaikkan tarif impor kepada China lagi?
Ya, kita tunggu aja, Geng, gebrakan
selanjutnya. Nah, itu dia, Geng,
pembahasan kita hari ini mengenai
kondisi China yang e akhirnya
menunjukkan taring mereka berawal dari
postingan atau live streamingnya ISO
Speed yang menunjukkan bagaimana
besarnya negara mereka. Dan sekarang
malah Amerika yang ketar-ketir dengan
segala sesuatu yang sudah mereka
gelontorkan demi memperburuk citra
China, tapi luntur dalam satu hari. Dan
sekarang China semakin berkuasa. Apa nih
opini dan komentar kalian tentang kasus
ini?