KRONOLOGI PENEMB4KAN 3 ANGGOTA POLISI OLEH OKNUM TNI SAAT GREBEK JUDI SABUNG AYAM
pzjW9th9x5E • 2025-03-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kemudian beberapa anggota polisi ini memberikan tembakan peringatan untuk bisa menertibkan orang-orang yang sedang berada di sana dan mencegah agar tidak ada yang kabur. Nah, tapi geng tanpa disangka-sangka setelah polisi memberikan tembakan peringatan, ternyata ada tembakan balasan. Anggota polisi yang lain seketika kaget ketika melihat tiga rekan mereka mendapatkan serangan timah panas. Lalu mereka berusaha untuk mengevakuasi rekan-rekan mereka tersebut yang menjadi korban ke tempat yang lebih aman. Nah, ingat ya, Geng, kejadian kayak gini kita tidak bisa menyamaaratakan semua. Kita tidak bisa menyalahkan semua anggota atau semua yang ada di instansi. Masih banyak kok polisi baik dan TNI baik di negara kita. Yo, Geng. Tekan tombol subscribe, Geng. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Geng, geng. Oke, lagi viral banget, Geng. Berita mengenai gugurnya tiga anggota kepolisian karena didor oleh oknum TNI. Oke, sebelum kita memulai kontennya, ada baiknya kita semua berbelas sungkawa atas kejadian ini dan memanjatkan doa kepada tiga korban di dalam kasus ini. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Jadi, geng, beberapa waktu yang lalu gue juga udah pernah membahas kasus pertikaian antara oknum TNI dengan oknum polisi di Papua Barat daya. Nah, kejadian itu sekitar 1 tahun yang lalu lah. Nah, gua enggak menyangka kejadian ini terjadi lagi. Dan kali ini ternyata sangat viral kasusnya karena yang menggemparkan itu adalah tiga anggota polisi meninggal dunia di dalam kasus ini. Kasus ini belum lama terjadi dan peristiwanya itu di Provinsi Lampung yang mana ketika tiga orang korban yang merupakan anggota polisi ini menggerebek sebuah arena sabung ayam yang mana di dalam penyelidikan dikatakan nih dicurigai kalau sabung ayam tersebut dibackingi oleh oknum anggota. Kasus ini kemudian menjadi perhatian publik karena bagaimana bisa dua instansi yang seharusnya bertugas saling melindungi malah terlibat pertikaian sampai ada nyawa yang harus melayang. Apalagi kejadian ini bukan sekali terjadi ya. Walaupun sebenarnya kalau kita berbicara tentang aparat di negara kita ya memang hal-hal seperti ini itu dilakukan oleh oknum-oknum tertentu aja. Enggak semua tentara ya terlibat masalah, enggak semua juga anggota polisi terlibat masalah ya. Anggotanya kan banyak gitu, Geng. Pasti ada satu dua orang yang bermasalah. Kejadian-kejadian kayak gini benar-benar meresahkan kita sebagai masyarakat. Dan di video kali ini gua akan merangkum kronologi kasus ini dari berbagai sumber dan kita akan membahas mulai dari kronologi sampai penyelidikan kasusnya. Nah, langsung aja kita bahas secara lengkap di sisi [Musik] lain. Oke, kita langsung aja masuk ke dalam kronologi kejadian. Jadi, Geng, kejadian ini terjadi di Kampung Karangmani, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Waan, Lampung pada hari Senin sore tanggal 17 Maret tahun 2025. Ketika itu polisi sedang ingin melakukan penggerebekan di arena sabung ayam yang ada di lokasi tersebut. Karena sebelumnya ada masyarakat yang melaporkan kepada polisi bahwa dicurigai di lokasi itu ada tempat untuk melakukan perjudian sabung ayam. Nah, ada informasi yang beredar dan diketahui oleh polisi kalau tempat sabung ayam tersebut dicurigai ya dimiliki atau dibakingi oleh oknum anggota. Nah, di dalam kasus ini ya dari beberapa sumber yang gua baca di media nih geng, kalian bisa cek langsung sumbernya. Dikatakan ini adalah milik oknum anggota TNI yang bernama Kopar dan Peltu Lubis. Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian itu memutuskan untuk melakukan penggerebekan di lokasi yang dimaksud. Ketika itu ada 17 anggota polisi yang diterjunkan. Tiga di antaranya yaitu Iptu Lucianto selaku Kapolsek negara batin W Kanan. Terus ada Bripka Petrus Aprianto selaku bintara polsek negara batin. Terus ada Bripda M. Galib Suryaganta selaku bintara sat res krim Polres Waanan. Penggerebekan tersebut dipimpin oleh Ibda Engga dari Polres Waan, satuan Samapta serta Polsek negara batin. Nah, namun karena informasi yang beredar pemilik sabung ayam itu adalah oknum anggota, maka ke-17 personil polisi tersebut mempersiapkan diri ya karena yang mereka hadapi bukan sipil, melainkan sesama aparat keamanan negara. Nah, pada saat para anggota polisi ini sampai di lokasi yang menjadi tempat sabung ayam tersebut, nah mereka sempat melihat adanya sekumpulan orang yang memang sedang melakukan sabung ayam di saat itu. Nah, jadi udah fix tempat tersebut beneran tempat sabung ayam. Kemudian beberapa anggota polisi ini memberikan tembakan peringatan untuk bisa menertibkan orang-orang yang sedang berada di sana dan mencegah agar tidak ada yang kabur. Nah, tapi geng tanpa disangka-sangka setelah polisi memberikan tembakan peringatan, ternyata ada tembakan balasan. Nah, ada yang ngebalas tembakan itu dan posisinya ketika para anggota polisi ini sudah mau mundur setelah melakukan penggerebekan. Karena ketika dilepaskan tembakan peringatan ternyata ada yang ngelawan, ada yang membalas gitu. Nah, akhirnya polisinya memilih untuk sedikit mundur dan di saat mereka mundur terjadilah beberapa kali letusan senjata yang mengakibatkan gugurnya tiga anggota polisi, yaitu Iptu Lucianto, Bripka Petrus Aprianto, dan Bribda M. Galib Suryaganta. Ternyata tembakan balasan tersebut bukan ditembak ke langit, tapi langsung menuju ke arah target. Anggota polisi yang lain seketika kaget ketika melihat tiga rekan mereka mendapatkan serangan timah panas. Lalu mereka berusaha untuk mengevakuasi rekan-rekan mereka tersebut yang menjadi korban ke tempat yang lebih aman. Nah, setelah insiden itu, ketiga anggota polisi yang gugur ini langsung dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Lampung untuk dilakukan proses autopsi. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai proses penyelidikan atas kasus penembakan tiga anggota polisi ini. Jadi, geng, pihak kepolisian daerah Lampung langsung melakukan koordinasi dengan polisi militer Kodam atau Pom Dam 2 Sriwijaya untuk bisa mengusut kasus ini secara tuntas. Karena itulah dilakukan penyelidikan gabungan oleh kepolisian daerah Lampung bersama dengan Pom Dam 2 Sriwijaya dengan menggelar olah tempat kejadian perkara di lokasi penggerebekan sabung ayam sekaligus yang menjadi tempat kejadian perkara penembakan. Dari hasil olah TKP, petugas gabungan menemukan adanya bukti 12 longsong peluru yang ada di lokasi. Nah, kalau ada 12 lsong berarti ada sebanyak 12 kali tembakan pada saat itu. Dan 12 lonssong ini akan dilakukan proses identitas dengan menggunakan laboratorium forensik. serta mencari tahu arah tembakannya. Selain itu, aparat juga menemukan sejumlah barang yang diduga e terkait dengan sabung ayam. Nah, masalahnya adalah cuma selongsongnya aja nih yang ditemukan. Tapi senjata yang digunakan ini masih belum dapat diidentifikasi. Namun di lokasi tersebut peredaran senjata api itu memang ya udah hal yang wajar memang. Jadi beberapa orang di sana mengakui ada e penyebaran atau penjualan senjata api ilegal di daerah itu. Nah, lokasi tempat di mana sabung ayam tersebut berada merupakan area yang disebut dengan Texas atau daerah hitam yang menjadi tempat beredarnya banyak senjata api rakitan. Nah, di sana senjata ilegal itu sudah beredar secara turun-temurun dan masyarakat sekitar pun mengetahui hal ini. Makanya untuk melacak senjata api rakitan ini enggak semudah itu, Geng. Karena bisa jadi untuk satu senjata menggunakan berbagai komponen yang berbeda. Tapi gua mendapatkan informasi nih, Geng. Kalau senjata yang dipakai ini ternyata bukanlah senjata rakitan. Nah, menurut kalian gimana tuh, Geng? Apa itu senjata rakitan atau bukan? Atau mungkin itu memang pelurunya peluru asli dan sudah terdaftar, tapi justru senjatanya rakitan. Karena kalau dia pakai peluru yang resmi asli terdaftar, ya maka bisa diracking. Karena kabarnya ya setiap peluru itu ada kodenya. Untuk hasil otopsinya memang ditemukan lubang bekas tembakan senjata api di tubuh ketiga korban. Pada jenazah Iptu Lucianto ditemukan adanya lubang bekas peluru yang meluncur dari arah depan dada tepat di bagian kanan. Ketika diutopsi, proyektil peluru tersebut ditemukan menembus sampai rongga dada sebelah kiri. Lalu pada jenazah Bripka Petrus ditemukan adanya ya bekas peluru dari arah depan persis sebelah mata kiri. Dan saat dilakukan otopsi proyektilnya ditemukan ada di bagian tempurung kepala. Sementara jenazah Bripda Galip itu terdapat bekas peluru yang ada di sisi kiri bibir yang menembus ke rongga mulut. Nah, ketika dilakukan otopsi proyektil peluru tersebut ada di bagian tempurung kepala belakang dan tenggerokan. Dan saat dilakukan otopsi, proyektil peluru ada di tempurung kepala dan di tenggorokannya. Namun, masih belum diketahui nih siapa yang melakukan aksi ini atau tersangkanya siapa di saat itu. Karena memang harus dibuktikan melalui pengecekan proyektil, balistik, dan senjata yang digunakan. hingga keterangan dari para saksi juga dibutuhkan. Nah, tapi masalahnya itu, Geng, sampai gua meriset pembahasan ini, senjatanya aja belum ketemu. Sehingga untuk penyelidikan mengenai senjata apa yang digunakan masih simpang siur. Meskipun begitu, penyidik masih terus melakukan penyidikan untuk bisa mengungkap dengan terang kasus ini. Nah, namun walaupun senjata yang digunakan dikabarkan belum ditemukan, nah, namun tersangkanya sudah diketahui. Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan profil dari para korban serta tersangka di dalam kasus [Musik] ini. Jadi, seperti yang udah kita ketahui ya, Geng, kalau dari insiden ini ada tiga orang korban. Gua akan jelaskan satu persatu korbannya. Yang pertama adalah Ibtu Lucianto. Beliau ini menjabat sebagai Kapolsek negara batin sejak tahun 2023. Sebelum menjabat sebagai Kapolsek negara batin, beliau ini pernah menjabat sebagai Kapolsek semaka, Polres Tanggamus. Nah, beliau ini juga dikenal sebagai sosok yang baik dan dermawan kepada siapapun, baik anggotanya maupun ke masyarakat sekitar. Dan hal ini bisa dilihat dari beberapa hari sebelum insiden, yaitu sekitar tanggal 13 Maret tahun 2025, Ibtu Lucianto ini sempat membagikan 50 paket takjil kepada warga sekitar dan dia itu bersama anggota kepolisian lain. Nah, lalu yang kedua ada Aibda Petrus yang meninggalkan anak yang masih berusia 6 bulan. Sebelum kejadianas ini terjadi, Aibda Petrus ini memiliki rencana untuk mudik ke Palembang. Nah, namun sayangnya takdir berkata lain, kakak Aibda Petrus yaitu Sarposa itu sempat bercerita adiknya dikenal sebagai sosok yang pendiam. Dia jarang bercerita, jarang bicara, termasuk ketika sedang kumpul acara keluarga. Tapi di satu sisi, Petrus adalah seorang adik yang sangat perhatian kepada keluarga karena selalu berpesan untuk keluarga agar hati-hati dan menjaga diri. Nah, Sar itu mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan Aibda Petrus sekitar 5 bulan yang lalu. Dan di saat itulah Aibda Petrus mengatakan rencananya untuk pulang ke kampung di Palembang. Kemudian yang terakhir, Geng, adalah Bripda Galib. Nah, dikabarkan ada cerita pilu dari Bda Galip ini. Sebab sebulan sebelum meninggal, ayahnya itu ternyata meninggal terlebih dahulu di tanggal 17 Februari tahun 2025. Selain itu, nenek dari Bripda Galib juga meninggal dunia. Nah, baik ayah dan nenek Bribda Galib ini meninggal di rumah sakit yang sama. Dan setelah ayahnya meninggal, Bribda Galib pun menggantikan peran ayahnya sebagai tulang punggung keluarga. Dan pihak keluarga juga meminta untuk mengurus pindah tugas ke Bandar Lampung agar bisa mengurus dan menemani sang ibu. Karena ibunya adalah ya ibu rumah tangga dan sekarang ya jadi orang tua tunggal gitu kan. Nah, kebayang enggak tuh gimana sedihnya, Geng? Nah, dan pamannya yang bernama Chandra itu sempat bercerita Bripda Galip ini merupakan sosok yang ceria dan periang dan gak pernah aneh-aneh. Orangnya sopan dan ibadahnya juga rajin. Dan sejak masih kecil dia sudah bercita-cita untuk menjadi polisi. Karena setelah lulus SMA sekitar tahun 2020, Bribda Galip ini ya sudah rutin untuk berolahraga supaya bisa lolos seleksi masuk polisi. Dan menurut Chandra, pihak keluarganya itu tidak memiliki firasat apapun sebelum kepergian Bribda Galib. Dan beberapa hari yang lalu, Brip Daga Lip ini dan keluarganya sempat buka puasa bersama di kampung halaman. Dan kepergian ketiga anggota polisi ini membawa luka yang mendalam bagi pihak keluarga. Ya, gimana enggak, Geng? Mereka gugur tugas di bulan Ramadan yang sebentar lagi bakal lebaran. Dan dari ketiga ya, dari ketiga orang yang meninggal dunia ini, di balik cerita itu semua kayaknya orang-orang baik ya. Dan kenapa ya orang-orang baik tuh cepat banget dipanggil gitu ya? Gua juga merasa aneh dan heran banget enggak sih? Bentar lagi lebaran jadi acara kumpul keluarga besar mereka bakal dipenuhi dengan e kedukaan ya. Namun sekarang ya semuanya sudah tinggal cerita. Isak Tangis pun tidak terbendung ketika mendengar kabar bahwa anggota keluarga mereka gugur di dalam tugasnya. Dan pihak keluarga juga meminta agar pelaku ditangkap dan diberikan hukuman yang sebanding dengan perlakuannya terhadap para korban. Rencananya Iptu Lusianto akan dimakamkan di TPU Desa Sumberharjo, Kecamatan Buai Madang Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu atau Oku Timur. Nah, Bripka Petrus itu akan dimakamkan di TPU Sagung, Kecamatan Bu Madang, OKU Timur. Sementara Bripda Galib akan dimakamkan di kampung halamannya di Bandar Lampung. Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo itu memberikan kenaikan pangkat luar biasa Anumerta kepada ketiga anggota polisi yang gugur ini. Dan Lucianto yang sebelumnya berpangkat Iptu dinaikkan menjadi ajun komisaris polisi atau AKP Anumerta Lucianto. Nah, Petrus yang sebelumnya berpangkat Bripka menjadi ajun inspektur polisi 2 atau Aibda sehingga pangkatnya menjadi Aibda Anumerta Petrus Aprianto. Dan untuk Galip sebelumnya yang berpangkat Bripda dinaikkan menjadi Brigadir Polisi 1 atau Briptu sehingga menjadi briptu Anumerta M. Galib Suryaganta. Selain itu, Kapolri juga akan memberikan santunan kepada ahli waris para korban. Nah, jadi geng pelaku dari kasus ini diketahui bernama Kopabasar dan Peltu Lubis. Nah, Kopka Besar sendiri adalah anggota TNI yang berasal dari Koramil 07 Negeri Agung Waanan. Dia merupakan warga dari Kampung Karang Manik WA Kanan, Lampung. Di kampungnya, Kopabassar ini diduga memiliki arena sabung ayam di letter S register 44 Kampung Karang Manik. Ada sebuah akun DX yang memposting bagaimana penampilan dari KopKA Basar ini. Ada sebuah video yang memperlihatkan Kopabasar memegang senjata api dan menembakkan senjata tersebut. Nah, netizen curiga kalau senjata api di video itu adalah alat yang digunakan untuk mengeksekusi ketiga korban, yaitu ketiga almarhum polisi tadi. Nah, ada sebuah video yang beredar di sosial media yang memperlihatkan Kopasar ini mengajak orang-orang untuk menonton judi sabung ayam dan kabarnya video tersebut direkam di hari kejadian. Kalau dilihat dari perawakannya ya mirip dengan foto kopka Basar yang lain. Tanggal 17 hari Senin saksikan arena liter yang tidak ke sini nonton live di di siaran langsung TVRI. Namun tim penyidik tidak mau terburu-buru mengambil keputusan apakah itu tempat yang sama dan di hari yang sama ketika insiden penempakan terjadi atau bukan. Makanya karena itu video yang beredar tersebut tetap akan diperiksa oleh pihak penyidik untuk memastikan kapan dan di mana video itu dibuat. Dan sementara untuk identitas lengkap dari Peltu Lubis, gua enggak menemukan informasi yang jelas. Jadi mungkin di antara kalian ada yang punya informasinya ya bisa berbagi di kolom komentar. Dan setelah insiden penembakan tersebut Peltuis menyerahkan diri beberapa jam setelah kejadian. Ya, mungkin dia merasa bersalah, enggak tenang hidupnya karena sudah menghilangkan nyawa orang lain, akhirnya dia memilih untuk menyerahkan diri. Nah, tapi Kopka Basar ini agak beda, Geng. Enggak seperti Peltu Lubis, dia dikabarkan melarikan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya sendiri. Dan di dalam video yang beredar, ketika Kopka Basar ini ditangkap, dia sedang memakai kaos loreng khas tentara. Dan di saat ingin di bawah, keluarga dari Kopkabasar ini terlihat sangat sedih. Bahkan istrinya sempat memeluk Kopabassar serta mencium kedua pipinya. Nah, setelah itu Kopabasar juga sempat mencium kayak anak kecil gitu, anak bayi. Mungkin anaknya dia atau siapa gitu ya. Baru setelah itu dia digandeng oleh dua prajurit dari polisi militer untuk masuk ke dalam mobil dan saat ini mereka sudah ditahan di Denpom Lampung. Nah, namun Kepala Penerangan Komando Daerah Militer 2 Sriwijaya yang bernama Eko itu belum bisa menjelaskan apa peran terduga pelaku dalam insiden ini. Nah, beliau juga tidak menjelaskan berapa jumlah anggota TNI yang terlibat di dalam permasalahan ini. Pak Eko ini meminta agar menunggu hasil penyelidikan terlebih dahulu dan namun Pak Eko mengatakan pihaknya akan menindak tegas jika ada anggota TNI yang terbukti terlibat di dalam insiden ini. Sekarang kita akan masuk nih, Geng, ke dalam pembahasan mengenai respon dari berbagai pihak atas insiden penembakan yang menewaskan tiga anggota polisi ini. Jadi, geng insiden yang menewaskan anggota kepolisian tersebut membuat Kapolri Jenderal Listio Sigit angkat bicara. Beliau mengatakan kalau dia serta panglima TNI Jenderal Agus Subianto sepakat untuk melakukan investigasi terkait penembakan terhadap tiga polisi tersebut. Nah, beliau mengatakan bahwa kasus ini akan ditangani hingga tuntas. Nah, untuk itu Pak List Diostigit meminta agar semua personil kepolisian tetap bekerja dengan baik dan penuh semangat, sinergi, dan solidaritas harus tetap dijaga oleh seluruh personil. Dan untuk respon dari TNI-nya sendiri, seperti yang sudah gua katakan sebelumnya, kalau memang ada keterlibatan ognum TNI yaitu Kopkabasar dan Peltu Lubis, tapi mereka berdua akan tetap diberi sanksi tegas oleh pihak TNI, Geng. Jadi tidak ada di sini yang apa ya keberpihakan gitu. TNI berusaha transparan, pihak kepolisian juga berusaha transparan. Kemudian insiden ini menjadi sorotan dari ketua DPR yaitu Bupuan Maharani. Nah, beliau meminta agar kasus ini diusut dengan tuntas dan pelakunya mendapatkan sanksi yang setimpal. Nah, Buupuan juga meminta agar TNI dan Polri bekerja sama dalam melakukan investigasi atas kasus ini demi memastikan transparansi dan akuntabilitas. Dan selain itu, Bupuan juga berharap adanya evaluasi internal di institusi TNI untuk mencegah keterlibatan anggotanya dalam aktivitas ilegal di kemudian hari. Dan Wakil Ketua Komisi 3 DPR yang bernama Pak Ahmad Shahroni itu menyebutkan kalau pelaku penembakan tiga polisi di Lampung ini ya harus dihukum seberat-beratnya kalau perlu bahkan beliau bilang ditembak mati aja. Nah, gimana menurut kalian? Kalian setuju enggak dengan hukuman yang seperti itu dengan usulan dari ee ee Pak Ahmad Shahroni, Pak Ahmad Shahroni berharap agar TNI dan Polri bisa menyelesaikan permasalahan ini karena peristiwa ini sudah terjadi beberapa kali. Terus juga Pak Ahmad Sharoni berharap agar semua sarana sabung ayam harus bisa diberantas karena itu judi. Dan Komisi 1 DPR juga meminta agar kasus ini bisa diusut dengan transparan. Bahkan kalau ternyata ada oknum besar yang berpotensi terlibat dalam jaringan sabung ayam, harus segera diungkap ke publik agar permasalahannya enggak cuma selesai di antara instansi aja, tapi juga peredaran sabung ayam ikut selesai. Mengingat peristiwa seperti ini yang sudah dikatakan sebelumnya pernah terjadi, yaitu konflik antara TNI dan Polri. Nah, sebenarnya apa sih penyebabnya kok bisa sering banget terjadi atau beberapa kali terjadi? Ada penjelasan dari dr. Sri Sulastri selaku kriminolog dari Universitas Muhammadiyah Palembang. Beliau mengatakan insiden ini seharusnya enggak terjadi karena kedua lembaga ya harusnya memberikan rasa aman dan ikut menegakkan hukum di tengah masyarakat dan saling melengkapi. Nah, tapi dari kejadian ini pimpinan tertinggi dari TNI maupun kepolisian bisa melakukan evaluasi terhadap jajaran mereka. Dan ini menunjukkan kalau setiap perjudian pasti ada backingannya dari aparat penegak hukum itu sendiri. Ya, khususnya ya dari oknum TNI atau Polri. Bu Sri ini menilai kalau enggak dibackingi pasti sudah ditindak oleh aparat dan pasti enggak akan ada nih, enggak akan menjamur hal-hal kayak gini. Nah, tapi ya seperti yang kita tahu ya, banyak orang yang juga udah paham ya hal-hal kayak gini pasti ada backingannya dan dibiarkan aja. Busri juga melihat seperti ada gesekan antara oknum TNI dan PORI, cuma enggak terlihat jelas di publik akan gesekan seperti apa. Dan hal ini memang sudah beberapa kali terjadi. Dan untuk kasus ini, Busri melihat kalau oknum TNI lah yang salah. Nah, menurut Bu Sri kayak gitu karena pihak kepolisian hanya melepaskan tembakan peringatan, bukan mengarahkan tembakan ke pelaku. Dan dari sini ada perlawanan yang enggak seimbang yang berakhir seperti ini. Semoga secepatnya pemerintah bisa bertindak dan mencari solusi. Nah, itu dia geng pembahasan kita hari ini mengenai kasus penembakan tiga anggota polisi oleh oknum TNI yang diduga membakingi judi sabung ayam di Lampung. Nah, ingat ya geng. Kejadian kayak gini kita tidak bisa menyamaaratakan semua. kita tidak bisa menyalahkan semua anggota atau semua yang ada di instansi. Ya, contoh kayak sekarang banyak orang yang menstereotypkan polisi beginilah, polisi begitulah, atau justru TNI begini, TNI begitu. Nah, itu enggak boleh, Geng. Karena masing-masing orang memiliki pemikiran masing-masing dan gua yakin banget masih banyak kok polisi baik dan TNI baik di negara kita yang oknum-oknum gini memang jumlahnya banyak ya. Balik lagi ada jutaan, ada jutaan anggota TNI, ada jutaan anggota Poli. Ya, kalau kita bilang oknumnya ada 1000 ya bisa jadi namanya juga banyak gitu ya. Mau gimana lagi dan itulah yang terjadi. Oke, Geng. Itu dia pembahasan kita hari ini. Menurut kalian bagaimana tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories