Transcript
pzjW9th9x5E • KRONOLOGI PENEMB4KAN 3 ANGGOTA POLISI OLEH OKNUM TNI SAAT GREBEK JUDI SABUNG AYAM
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1388_pzjW9th9x5E.txt
Kind: captions
Language: id
Kemudian beberapa anggota polisi ini
memberikan tembakan peringatan untuk
bisa menertibkan orang-orang yang sedang
berada di sana dan mencegah agar tidak
ada yang kabur. Nah, tapi geng tanpa
disangka-sangka setelah polisi
memberikan tembakan peringatan, ternyata
ada tembakan balasan. Anggota polisi
yang lain seketika kaget ketika melihat
tiga rekan mereka mendapatkan serangan
timah panas. Lalu mereka berusaha untuk
mengevakuasi rekan-rekan mereka tersebut
yang menjadi korban ke tempat yang lebih
aman. Nah, ingat ya, Geng, kejadian
kayak gini kita tidak bisa
menyamaaratakan semua. Kita tidak bisa
menyalahkan semua anggota atau semua
yang ada di instansi. Masih banyak kok
polisi baik dan TNI baik di negara kita.
Yo, Geng. Tekan tombol subscribe,
Geng. Halo, Geng. Welcome back to Kamar
Jerry.
[Musik]
Geng, geng. Oke, lagi viral banget,
Geng. Berita mengenai gugurnya tiga
anggota kepolisian karena didor oleh
oknum TNI. Oke, sebelum kita memulai
kontennya, ada baiknya kita semua
berbelas sungkawa atas kejadian ini dan
memanjatkan doa kepada tiga korban di
dalam kasus ini. Dan semoga keluarga
yang ditinggalkan diberikan
ketabahan. Jadi, geng, beberapa waktu
yang lalu gue juga udah pernah membahas
kasus pertikaian antara oknum TNI dengan
oknum polisi di Papua Barat daya. Nah,
kejadian itu sekitar 1 tahun yang lalu
lah. Nah, gua enggak menyangka kejadian
ini terjadi lagi. Dan kali ini ternyata
sangat viral kasusnya karena yang
menggemparkan itu adalah tiga anggota
polisi meninggal dunia di dalam kasus
ini. Kasus ini belum lama terjadi dan
peristiwanya itu di Provinsi Lampung
yang mana ketika tiga orang korban yang
merupakan anggota polisi ini menggerebek
sebuah arena sabung ayam yang mana di
dalam penyelidikan dikatakan nih
dicurigai kalau sabung ayam tersebut
dibackingi oleh oknum anggota. Kasus ini
kemudian menjadi perhatian publik karena
bagaimana bisa dua instansi yang
seharusnya bertugas saling melindungi
malah terlibat pertikaian sampai ada
nyawa yang harus melayang. Apalagi
kejadian ini bukan sekali terjadi ya.
Walaupun sebenarnya kalau kita berbicara
tentang aparat di negara kita ya memang
hal-hal seperti ini itu dilakukan oleh
oknum-oknum tertentu aja. Enggak semua
tentara ya terlibat masalah, enggak
semua juga anggota polisi terlibat
masalah ya. Anggotanya kan banyak gitu,
Geng. Pasti ada satu dua orang yang
bermasalah. Kejadian-kejadian kayak gini
benar-benar meresahkan kita sebagai
masyarakat. Dan di video kali ini gua
akan merangkum kronologi kasus ini dari
berbagai sumber dan kita akan membahas
mulai dari kronologi sampai penyelidikan
kasusnya. Nah, langsung aja kita bahas
secara lengkap di sisi
[Musik]
lain. Oke, kita langsung aja masuk ke
dalam kronologi kejadian.
Jadi, Geng, kejadian ini terjadi di
Kampung Karangmani, Kecamatan Negara
Batin, Kabupaten Waan, Lampung pada hari
Senin sore tanggal 17 Maret tahun 2025.
Ketika itu polisi sedang ingin melakukan
penggerebekan di arena sabung ayam yang
ada di lokasi tersebut. Karena
sebelumnya ada masyarakat yang
melaporkan kepada polisi bahwa dicurigai
di lokasi itu ada tempat untuk melakukan
perjudian sabung ayam. Nah, ada
informasi yang beredar dan diketahui
oleh polisi kalau tempat sabung ayam
tersebut dicurigai ya dimiliki atau
dibakingi oleh oknum anggota. Nah, di
dalam kasus ini ya dari beberapa sumber
yang gua baca di media nih geng, kalian
bisa cek langsung sumbernya. Dikatakan
ini adalah milik oknum anggota TNI yang
bernama Kopar dan Peltu Lubis. Untuk
menindaklanjuti laporan tersebut, pihak
kepolisian itu memutuskan untuk
melakukan penggerebekan di lokasi yang
dimaksud. Ketika itu ada 17 anggota
polisi yang diterjunkan. Tiga di
antaranya yaitu Iptu Lucianto selaku
Kapolsek negara batin W Kanan. Terus ada
Bripka Petrus Aprianto selaku bintara
polsek negara batin. Terus ada Bripda M.
Galib Suryaganta selaku bintara sat res
krim Polres Waanan. Penggerebekan
tersebut dipimpin oleh Ibda Engga dari
Polres Waan, satuan Samapta serta Polsek
negara batin. Nah, namun karena
informasi yang beredar pemilik sabung
ayam itu adalah oknum anggota, maka
ke-17 personil polisi tersebut
mempersiapkan diri ya karena yang mereka
hadapi bukan sipil, melainkan sesama
aparat keamanan negara. Nah, pada saat
para anggota polisi ini sampai di lokasi
yang menjadi tempat sabung ayam
tersebut, nah mereka sempat melihat
adanya sekumpulan orang yang memang
sedang melakukan sabung ayam di saat
itu. Nah, jadi udah fix tempat tersebut
beneran tempat sabung ayam. Kemudian
beberapa anggota polisi ini memberikan
tembakan peringatan untuk bisa
menertibkan orang-orang yang sedang
berada di sana dan mencegah agar tidak
ada yang kabur. Nah, tapi geng tanpa
disangka-sangka setelah polisi
memberikan tembakan peringatan, ternyata
ada tembakan balasan. Nah, ada yang
ngebalas tembakan itu dan posisinya
ketika para anggota polisi ini sudah mau
mundur setelah melakukan penggerebekan.
Karena ketika dilepaskan tembakan
peringatan ternyata ada yang ngelawan,
ada yang membalas gitu. Nah, akhirnya
polisinya memilih untuk sedikit mundur
dan di saat mereka mundur terjadilah
beberapa kali letusan senjata yang
mengakibatkan gugurnya tiga anggota
polisi, yaitu Iptu Lucianto, Bripka
Petrus Aprianto, dan Bribda M. Galib
Suryaganta. Ternyata tembakan balasan
tersebut bukan ditembak ke langit, tapi
langsung menuju ke arah target. Anggota
polisi yang lain seketika kaget ketika
melihat tiga rekan mereka mendapatkan
serangan timah panas. Lalu mereka
berusaha untuk mengevakuasi rekan-rekan
mereka tersebut yang menjadi korban ke
tempat yang lebih aman. Nah, setelah
insiden itu, ketiga anggota polisi yang
gugur ini langsung dibawa ke Rumah Sakit
Bayangkara Polda Lampung untuk dilakukan
proses autopsi. Nah, sekarang kita bakal
masuk ke dalam pembahasan mengenai
proses penyelidikan atas kasus
penembakan tiga anggota polisi
ini. Jadi, geng, pihak kepolisian daerah
Lampung langsung melakukan koordinasi
dengan polisi militer Kodam atau Pom Dam
2 Sriwijaya untuk bisa mengusut kasus
ini secara tuntas. Karena itulah
dilakukan penyelidikan gabungan oleh
kepolisian daerah Lampung bersama dengan
Pom Dam 2 Sriwijaya dengan menggelar
olah tempat kejadian perkara di lokasi
penggerebekan sabung ayam sekaligus yang
menjadi tempat kejadian perkara
penembakan. Dari hasil olah TKP, petugas
gabungan menemukan adanya bukti 12
longsong peluru yang ada di lokasi. Nah,
kalau ada 12 lsong berarti ada sebanyak
12 kali tembakan pada saat itu. Dan 12
lonssong ini akan dilakukan proses
identitas dengan menggunakan
laboratorium forensik. serta mencari
tahu arah tembakannya. Selain itu,
aparat juga menemukan sejumlah barang
yang diduga e terkait dengan sabung
ayam. Nah, masalahnya adalah cuma
selongsongnya aja nih yang ditemukan.
Tapi senjata yang digunakan ini masih
belum dapat diidentifikasi. Namun di
lokasi tersebut peredaran senjata api
itu memang ya udah hal yang wajar
memang. Jadi beberapa orang di sana
mengakui ada e penyebaran atau penjualan
senjata api ilegal di daerah itu. Nah,
lokasi tempat di mana sabung ayam
tersebut berada merupakan area yang
disebut dengan Texas atau daerah hitam
yang menjadi tempat beredarnya banyak
senjata api rakitan. Nah, di sana
senjata ilegal itu sudah beredar secara
turun-temurun dan masyarakat sekitar pun
mengetahui hal ini. Makanya untuk
melacak senjata api rakitan ini enggak
semudah itu, Geng. Karena bisa jadi
untuk satu senjata menggunakan berbagai
komponen yang berbeda. Tapi gua
mendapatkan informasi nih, Geng. Kalau
senjata yang dipakai ini ternyata
bukanlah senjata rakitan. Nah, menurut
kalian gimana tuh, Geng? Apa itu senjata
rakitan atau bukan? Atau mungkin itu
memang pelurunya peluru asli dan sudah
terdaftar, tapi justru senjatanya
rakitan. Karena kalau dia pakai peluru
yang resmi asli terdaftar, ya maka bisa
diracking. Karena kabarnya ya setiap
peluru itu ada kodenya. Untuk hasil
otopsinya memang ditemukan lubang bekas
tembakan senjata api di tubuh ketiga
korban. Pada jenazah Iptu Lucianto
ditemukan adanya lubang bekas peluru
yang meluncur dari arah depan dada tepat
di bagian kanan. Ketika diutopsi,
proyektil peluru tersebut ditemukan
menembus sampai rongga dada sebelah
kiri. Lalu pada jenazah Bripka Petrus
ditemukan adanya ya bekas peluru dari
arah depan persis sebelah mata kiri. Dan
saat dilakukan otopsi proyektilnya
ditemukan ada di bagian tempurung
kepala. Sementara jenazah Bripda Galip
itu terdapat bekas peluru yang ada di
sisi kiri bibir yang menembus ke rongga
mulut. Nah, ketika dilakukan otopsi
proyektil peluru tersebut ada di bagian
tempurung kepala belakang dan
tenggerokan. Dan saat dilakukan otopsi,
proyektil peluru ada di tempurung kepala
dan di tenggorokannya.
Namun, masih belum diketahui nih siapa
yang melakukan aksi ini atau
tersangkanya siapa di saat itu. Karena
memang harus dibuktikan melalui
pengecekan proyektil, balistik, dan
senjata yang digunakan. hingga
keterangan dari para saksi juga
dibutuhkan. Nah, tapi masalahnya itu,
Geng, sampai gua meriset pembahasan ini,
senjatanya aja belum ketemu. Sehingga
untuk penyelidikan mengenai senjata apa
yang digunakan masih simpang siur.
Meskipun begitu, penyidik masih terus
melakukan penyidikan untuk bisa
mengungkap dengan terang kasus
ini. Nah, namun walaupun senjata yang
digunakan dikabarkan belum ditemukan,
nah, namun tersangkanya sudah diketahui.
Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan profil dari para korban serta
tersangka di dalam kasus
[Musik]
ini. Jadi, seperti yang udah kita
ketahui ya, Geng, kalau dari insiden ini
ada tiga orang korban. Gua akan jelaskan
satu persatu korbannya. Yang pertama
adalah Ibtu Lucianto. Beliau ini
menjabat sebagai Kapolsek negara batin
sejak tahun 2023. Sebelum menjabat
sebagai Kapolsek negara batin, beliau
ini pernah menjabat sebagai Kapolsek
semaka, Polres Tanggamus. Nah, beliau
ini juga dikenal sebagai sosok yang baik
dan dermawan kepada siapapun, baik
anggotanya maupun ke masyarakat sekitar.
Dan hal ini bisa dilihat dari beberapa
hari sebelum insiden, yaitu sekitar
tanggal 13 Maret tahun 2025, Ibtu
Lucianto ini sempat membagikan 50 paket
takjil kepada warga sekitar dan dia itu
bersama anggota kepolisian lain. Nah,
lalu yang kedua ada Aibda Petrus yang
meninggalkan anak yang masih berusia 6
bulan. Sebelum kejadianas ini terjadi,
Aibda Petrus ini memiliki rencana untuk
mudik ke Palembang. Nah, namun sayangnya
takdir berkata lain, kakak Aibda Petrus
yaitu Sarposa itu sempat bercerita
adiknya dikenal sebagai sosok yang
pendiam. Dia jarang bercerita, jarang
bicara, termasuk ketika sedang kumpul
acara keluarga. Tapi di satu sisi,
Petrus adalah seorang adik yang sangat
perhatian kepada keluarga karena selalu
berpesan untuk keluarga agar hati-hati
dan menjaga diri. Nah, Sar itu mengaku
terakhir kali berkomunikasi dengan Aibda
Petrus sekitar 5 bulan yang lalu. Dan di
saat itulah Aibda Petrus mengatakan
rencananya untuk pulang ke kampung di
Palembang. Kemudian yang terakhir, Geng,
adalah Bripda Galib. Nah, dikabarkan ada
cerita pilu dari Bda Galip ini. Sebab
sebulan sebelum meninggal, ayahnya itu
ternyata meninggal terlebih dahulu di
tanggal 17 Februari tahun 2025. Selain
itu, nenek dari Bripda Galib juga
meninggal dunia. Nah, baik ayah dan
nenek Bribda Galib ini meninggal di
rumah sakit yang sama. Dan setelah
ayahnya meninggal, Bribda Galib pun
menggantikan peran ayahnya sebagai
tulang punggung keluarga. Dan pihak
keluarga juga meminta untuk mengurus
pindah tugas ke Bandar Lampung agar bisa
mengurus dan menemani sang ibu. Karena
ibunya adalah ya ibu rumah tangga dan
sekarang ya jadi orang tua tunggal gitu
kan. Nah, kebayang enggak tuh gimana
sedihnya, Geng? Nah, dan pamannya yang
bernama Chandra itu sempat bercerita
Bripda Galip ini merupakan sosok yang
ceria dan periang dan gak pernah
aneh-aneh. Orangnya sopan dan ibadahnya
juga rajin. Dan sejak masih kecil dia
sudah bercita-cita untuk menjadi polisi.
Karena setelah lulus SMA sekitar tahun
2020, Bribda Galip ini ya sudah rutin
untuk berolahraga supaya bisa lolos
seleksi masuk polisi. Dan menurut
Chandra, pihak keluarganya itu tidak
memiliki firasat apapun sebelum
kepergian Bribda Galib. Dan beberapa
hari yang lalu, Brip Daga Lip ini dan
keluarganya sempat buka puasa bersama di
kampung halaman. Dan kepergian ketiga
anggota polisi ini membawa luka yang
mendalam bagi pihak keluarga. Ya, gimana
enggak, Geng? Mereka gugur tugas di
bulan Ramadan yang sebentar lagi bakal
lebaran. Dan dari ketiga ya, dari ketiga
orang yang meninggal dunia ini, di balik
cerita itu semua kayaknya orang-orang
baik ya. Dan kenapa ya orang-orang baik
tuh cepat banget dipanggil gitu ya? Gua
juga merasa aneh dan heran banget enggak
sih? Bentar lagi lebaran jadi acara
kumpul keluarga besar mereka bakal
dipenuhi dengan e kedukaan ya. Namun
sekarang ya semuanya sudah tinggal
cerita. Isak Tangis pun tidak terbendung
ketika mendengar kabar bahwa anggota
keluarga mereka gugur di dalam tugasnya.
Dan pihak keluarga juga meminta agar
pelaku ditangkap dan diberikan hukuman
yang sebanding dengan perlakuannya
terhadap para korban. Rencananya Iptu
Lusianto akan dimakamkan di TPU Desa
Sumberharjo, Kecamatan Buai Madang
Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu atau
Oku Timur. Nah, Bripka Petrus itu akan
dimakamkan di TPU Sagung, Kecamatan Bu
Madang, OKU Timur. Sementara Bripda
Galib akan dimakamkan di kampung
halamannya di Bandar Lampung.
Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo
itu memberikan kenaikan pangkat luar
biasa Anumerta kepada ketiga anggota
polisi yang gugur ini. Dan Lucianto yang
sebelumnya berpangkat Iptu dinaikkan
menjadi ajun komisaris polisi atau AKP
Anumerta Lucianto. Nah, Petrus yang
sebelumnya berpangkat Bripka menjadi
ajun inspektur polisi 2 atau Aibda
sehingga pangkatnya menjadi Aibda
Anumerta Petrus Aprianto. Dan untuk
Galip sebelumnya yang berpangkat Bripda
dinaikkan menjadi Brigadir Polisi 1 atau
Briptu sehingga menjadi briptu Anumerta
M. Galib Suryaganta. Selain itu, Kapolri
juga akan memberikan santunan kepada
ahli waris para korban. Nah, jadi geng
pelaku dari kasus ini diketahui bernama
Kopabasar dan Peltu Lubis. Nah, Kopka
Besar sendiri adalah anggota TNI yang
berasal dari Koramil 07 Negeri Agung
Waanan. Dia merupakan warga dari Kampung
Karang Manik WA Kanan, Lampung. Di
kampungnya, Kopabassar ini diduga
memiliki arena sabung ayam di letter S
register 44 Kampung Karang Manik. Ada
sebuah akun DX yang memposting bagaimana
penampilan dari KopKA Basar ini. Ada
sebuah video yang memperlihatkan
Kopabasar memegang senjata api dan
menembakkan senjata tersebut. Nah,
netizen curiga kalau senjata api di
video itu adalah alat yang digunakan
untuk mengeksekusi ketiga korban, yaitu
ketiga almarhum polisi tadi. Nah, ada
sebuah video yang beredar di sosial
media yang memperlihatkan Kopasar ini
mengajak orang-orang untuk menonton judi
sabung ayam dan kabarnya video tersebut
direkam di hari kejadian. Kalau dilihat
dari perawakannya ya mirip dengan foto
kopka Basar yang lain. Tanggal 17 hari
Senin saksikan arena liter yang tidak ke
sini nonton live di di siaran langsung
TVRI.
Namun tim penyidik tidak mau
terburu-buru mengambil keputusan apakah
itu tempat yang sama dan di hari yang
sama ketika insiden penempakan terjadi
atau bukan. Makanya karena itu video
yang beredar tersebut tetap akan
diperiksa oleh pihak penyidik untuk
memastikan kapan dan di mana video itu
dibuat. Dan sementara untuk identitas
lengkap dari Peltu Lubis, gua enggak
menemukan informasi yang jelas. Jadi
mungkin di antara kalian ada yang punya
informasinya ya bisa berbagi di kolom
komentar. Dan setelah insiden penembakan
tersebut Peltuis menyerahkan diri
beberapa jam setelah kejadian. Ya,
mungkin dia merasa bersalah, enggak
tenang hidupnya karena sudah
menghilangkan nyawa orang lain, akhirnya
dia memilih untuk menyerahkan diri. Nah,
tapi Kopka Basar ini agak beda, Geng.
Enggak seperti Peltu Lubis, dia
dikabarkan melarikan diri sebelum
akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya
sendiri. Dan di dalam video yang
beredar, ketika Kopka Basar ini
ditangkap, dia sedang memakai kaos
loreng khas tentara. Dan di saat ingin
di bawah, keluarga dari Kopkabasar ini
terlihat sangat sedih. Bahkan istrinya
sempat memeluk Kopabassar serta mencium
kedua pipinya. Nah, setelah itu
Kopabasar juga sempat mencium kayak anak
kecil gitu, anak bayi. Mungkin anaknya
dia atau siapa gitu ya. Baru setelah itu
dia digandeng oleh dua prajurit dari
polisi militer untuk masuk ke dalam
mobil dan saat ini mereka sudah ditahan
di Denpom Lampung. Nah, namun Kepala
Penerangan Komando Daerah Militer 2
Sriwijaya yang bernama Eko itu belum
bisa menjelaskan apa peran terduga
pelaku dalam insiden ini. Nah, beliau
juga tidak menjelaskan berapa jumlah
anggota TNI yang terlibat di dalam
permasalahan ini. Pak Eko ini meminta
agar menunggu hasil penyelidikan
terlebih dahulu dan namun Pak Eko
mengatakan pihaknya akan menindak tegas
jika ada anggota TNI yang terbukti
terlibat di dalam insiden ini. Sekarang
kita akan masuk nih, Geng, ke dalam
pembahasan mengenai respon dari berbagai
pihak atas insiden penembakan yang
menewaskan tiga anggota polisi
ini. Jadi, geng insiden yang menewaskan
anggota kepolisian tersebut membuat
Kapolri Jenderal Listio Sigit angkat
bicara. Beliau mengatakan kalau dia
serta panglima TNI Jenderal Agus
Subianto sepakat untuk melakukan
investigasi terkait penembakan terhadap
tiga polisi tersebut. Nah, beliau
mengatakan bahwa kasus ini akan
ditangani hingga tuntas. Nah, untuk itu
Pak List Diostigit meminta agar semua
personil kepolisian tetap bekerja dengan
baik dan penuh semangat, sinergi, dan
solidaritas harus tetap dijaga oleh
seluruh personil. Dan untuk respon dari
TNI-nya sendiri, seperti yang sudah gua
katakan sebelumnya, kalau memang ada
keterlibatan ognum TNI yaitu Kopkabasar
dan Peltu Lubis, tapi mereka berdua akan
tetap diberi sanksi tegas oleh pihak
TNI, Geng. Jadi tidak ada di sini yang
apa ya keberpihakan gitu. TNI berusaha
transparan, pihak kepolisian juga
berusaha transparan. Kemudian insiden
ini menjadi sorotan dari ketua DPR yaitu
Bupuan Maharani. Nah, beliau meminta
agar kasus ini diusut dengan tuntas dan
pelakunya mendapatkan sanksi yang
setimpal. Nah, Buupuan juga meminta agar
TNI dan Polri bekerja sama dalam
melakukan investigasi atas kasus ini
demi memastikan transparansi dan
akuntabilitas. Dan selain itu, Bupuan
juga berharap adanya evaluasi internal
di institusi TNI untuk mencegah
keterlibatan anggotanya dalam aktivitas
ilegal di kemudian hari. Dan Wakil Ketua
Komisi 3 DPR yang bernama Pak Ahmad
Shahroni itu menyebutkan kalau pelaku
penembakan tiga polisi di Lampung ini ya
harus dihukum seberat-beratnya kalau
perlu bahkan beliau bilang ditembak mati
aja. Nah, gimana menurut kalian? Kalian
setuju enggak dengan hukuman yang
seperti itu dengan usulan dari ee ee Pak
Ahmad Shahroni, Pak Ahmad Shahroni
berharap agar TNI dan Polri bisa
menyelesaikan permasalahan ini karena
peristiwa ini sudah terjadi beberapa
kali. Terus juga Pak Ahmad Sharoni
berharap agar semua sarana sabung ayam
harus bisa diberantas karena itu judi.
Dan Komisi 1 DPR juga meminta agar kasus
ini bisa diusut dengan transparan.
Bahkan kalau ternyata ada oknum besar
yang berpotensi terlibat dalam jaringan
sabung ayam, harus segera diungkap ke
publik agar permasalahannya enggak cuma
selesai di antara instansi aja, tapi
juga peredaran sabung ayam ikut selesai.
Mengingat peristiwa seperti ini yang
sudah dikatakan sebelumnya pernah
terjadi, yaitu konflik antara TNI dan
Polri. Nah, sebenarnya apa sih
penyebabnya kok bisa sering banget
terjadi atau beberapa kali terjadi? Ada
penjelasan dari dr. Sri Sulastri selaku
kriminolog dari Universitas Muhammadiyah
Palembang. Beliau mengatakan insiden ini
seharusnya enggak terjadi karena kedua
lembaga ya harusnya memberikan rasa aman
dan ikut menegakkan hukum di tengah
masyarakat dan saling
melengkapi. Nah, tapi dari kejadian ini
pimpinan tertinggi dari TNI maupun
kepolisian bisa melakukan evaluasi
terhadap jajaran mereka. Dan ini
menunjukkan kalau setiap perjudian pasti
ada backingannya dari aparat penegak
hukum itu sendiri. Ya, khususnya ya dari
oknum TNI atau Polri. Bu Sri ini menilai
kalau enggak dibackingi pasti sudah
ditindak oleh aparat dan pasti enggak
akan ada nih, enggak akan menjamur
hal-hal kayak gini. Nah, tapi ya seperti
yang kita tahu ya, banyak orang yang
juga udah paham ya hal-hal kayak gini
pasti ada backingannya dan dibiarkan
aja. Busri juga melihat seperti ada
gesekan antara oknum TNI dan PORI, cuma
enggak terlihat jelas di publik akan
gesekan seperti apa. Dan hal ini memang
sudah beberapa kali terjadi. Dan untuk
kasus ini, Busri melihat kalau oknum TNI
lah yang salah. Nah, menurut Bu Sri
kayak gitu karena pihak kepolisian hanya
melepaskan tembakan peringatan, bukan
mengarahkan tembakan ke pelaku. Dan dari
sini ada perlawanan yang enggak seimbang
yang berakhir seperti ini. Semoga
secepatnya pemerintah bisa bertindak dan
mencari
solusi. Nah, itu dia geng pembahasan
kita hari ini mengenai kasus penembakan
tiga anggota polisi oleh oknum TNI yang
diduga membakingi judi sabung ayam di
Lampung. Nah, ingat ya geng. Kejadian
kayak gini kita tidak bisa
menyamaaratakan semua. kita tidak bisa
menyalahkan semua anggota atau semua
yang ada di instansi. Ya, contoh kayak
sekarang banyak orang yang
menstereotypkan polisi beginilah, polisi
begitulah, atau justru TNI begini, TNI
begitu. Nah, itu enggak boleh, Geng.
Karena masing-masing orang memiliki
pemikiran masing-masing dan gua yakin
banget masih banyak kok polisi baik dan
TNI baik di negara kita yang oknum-oknum
gini memang jumlahnya banyak ya. Balik
lagi ada jutaan, ada jutaan anggota TNI,
ada jutaan anggota Poli. Ya, kalau kita
bilang oknumnya ada 1000 ya bisa jadi
namanya juga banyak gitu ya. Mau gimana
lagi dan itulah yang terjadi. Oke, Geng.
Itu dia pembahasan kita hari ini.
Menurut kalian bagaimana tentang
pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar
di bawah.