SHOOTING OF 5 INDONESIAN CITIZENS IN MALAYSIAN WATERS! STRIKED WITH BULLETS FOR BEING DEEMED ILLE...
9DJGOaYQatc • 2025-02-07
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
tanggal 24 Januari tahun 2025 yang mana
pada saat itu ada seorang warga negara
Indonesia yang diduga merupakan pekerja
migran ilegal sedang berusaha untuk
pulang ke Indonesia menggunakan kapal
Sekitar jam 3 pagi waktu setempat untuk
bisa pulang ke Dumai Riau kampung
halamannya Nah ada yang membayar r1200
tapi ada juga yang membayar r1500 kepada
seseorang yang bernama Malik tersebut
yo geng tekan tombol subscribe geng e Yo
what's good Welcome back to kamar
[Musik]
jeri genggeng oke Hari ini gua masih
dalam suasana di luar kota dan Kali ini
Gua udah pindah e Villa gitu ya ini di
daerah Kerobokan dan ya setnya kayak
gini sederhana aja oke yang penting kita
tetap bisa berbagi informasi hari ini
geng kita bakal membahas tentang sebuah
kasus yang enggak kalah hebohnya
dibandingkan beberapa kasus yang sudah
pernah gua bahas kemarin yaitu sebuah
tragedi ee kekerasan dengan menggunakan
senjata dan penghilangan nyawa yang
dialami oleh lima orang WNI mereka
dihabisi ya menggunakan senjata di
Malaysia nah kasus yang kali ini akan
gua ceritakan bukanlah sebuah insiden
eksekusi biasa dan ini melainkan sebuah
kasus yang melibatkan pemerintah dari
Malaysia dan terjadinya kasus ini karena
adanya 5 WNI yang dicurigai sebagai
migran ilegal terus mereka langsung
diberondong dengan peluru sampai satu di
antara mereka harus meregang nyawa
sementara yang lain itu mengalami luka
yang cukup berat bahkan ada yang sampai
koma nah masalahnya adalah alasan dari
pihak otoritas Malaysia ini berbeda
dengan keterangan Wn yang mana menurut
para WNI yang menjadi korban mereka
membantah alasan pihak otoritas Malaysia
menduga mereka adalah migran ilegal Nah
jadi menurut mereka ada alasan lain dari
kasus ini makanya kasus ini jadi heboh
banget geng bahkan ya Pak Prabowo aja
presiden kita itu sampai
menginstruksikan agar dilakukannya
penyelidikan secara mendalam terhadap
otoritas Malaysia untuk bisa mengetahui
kebenaran dari kasus ini geng
ya itu sedang kita tentunya Berharap ada
investigasi I
kan Nah gua bakal membahas kasus ini
yang udah gua rangkum untuk kalian jadi
buat kalian yang mungkin belum mengikuti
kasus ini dari awal atau yang belum tahu
tentang kasusnya Nah bisa simak Tentang
pembahasan yang akan gua rangkum ini
jadi langsung aja kita bahas secara
lengkap di sisi lain
[Musik]
kita langsung masuk ke dalam kronologi
utamanya ketika terjadinya sebuah
insiden 5 WNI diberondong dengan peluru
oleh otoritas Malaysia
Oke sebelumnya gua mau disclaimer dulu
nih Geng kalau kronologi ini gua ambil
dari pihak otoritas Malaysia karena
memang kejadiannya di Malaysia dan
penembakannya sendiri ya dilakukan oleh
otoritas Malaysia Nah untuk kebenaran
soal cerita ini apakah memang
kejadiannya seperti ini atau bukan Nah
nanti gua bakal Jelaskan nah buat
sekarang kita fokus dulu nih ke
kronologi pertama yang berasal dari
pihak Malaysia jadi ingat ya ini
kronologi dari pihak Malaysia jadi nanti
jangan ada yang protes Wah kronologi lu
salah nih bla bla bla bla segala
macamlah marah-marah jangan ya dengar
dulu ini adalah kronologi dari pihak
Malaysia jadi geng dikatakan insiden ini
terjadi di perairan Tanjung ru Selangor
tulisannya tuh rhu terjadinya tepat pada
hari Jumat tanggal 24 Januari tahun 2025
yang mana pada saat itu ada seorang
warga negara Indonesia yang diduga
merupakan pekerja migran ilegal sedang
berusaha untuk pulang ke Indonesia
menggunakan kapal sekitar jam 3. pagi
waktu setempat nah ini menurut otoritas
Malaysia mereka ini ilegal karena
dianggap sebagai migran ilegal otomatis
keluar masuknya warga negara Indonesia
tersebut dari Malaysia menuju ke Ind
Indonesia sudah pasti itu melanggar
aturan yang berlaku di Malaysia sehingga
pihak otoritas Malaysia mengambil
langkah tegas nah di saat itu otoritas
yang bertugas yaitu agensi
penguatkuasaan maritim Malaysia atau
yang disingkat dengan apmm itu sudah
mendeteksi adanya kapal yang ditumpangi
oleh WNI tersebut setelah 10 menit
melakukan perjalanan menuju ke arah
Indonesia demi mencegah agar kapal ini
tidak berlayar lebih jauh petugas apmm
tadi meminta kapal tersebut untuk segera
berhenti dengan cara menyorotkan lampu
tembak ke arah kapal tersebut nah tapi
kapal ini bukannya berhenti mereka kayak
malah panik gitu mereka justru tetap
melaju tanpa mempedulikan peringatan
dari petugas apmm tadi Nah akhirnya
petugas apmm ini melakukan pengejaran
terhadap kapal tersebut karena udah
dianggap Wah ada yang enggak beres nih
gitu di saat itu ni menurut media BBC ya
yang mengutip dari media-media yang ada
di Malaysia dikatakan kalau kapal yang
mengangkut WNI ini sempat menabrak kapal
ap mm sampai empat kali Jadi sempat ya
terjadi apa ya kayak benturan gitu
bahkan kabarnya para pekerja migran asal
Indonesia yang ada di sana itu mencoba
untuk menyerang petugas apmm nah
menggunakan Parang katanya ingat ya ini
menurut pihak otoritas
apmm-nya pihak otoritas Malaysia gitu
Oleh karena itu petugas apmm langsung
melepaskan tembakan kurang lebih
sebanyak 10 kali ke arah kapal yang
ditumpangi oleh WNI tersebut sebagai
upaya untuk untuk membela diri dan
tindakan tegas terhadap mereka yang
melawan tembakan tersebut ternyata
mengenai salah satu WNI yang ada di
dalam kapal Meskipun begitu ternyata
kapal tersebut berhasil kabur dan
berlabuh di sebuah
pantai diperintahkan berhenti oleh apmm
dengan menggunakan lampu sorot namun
kapal WNI tersebut tidak berhenti dan
terus melaju hingga terjadilah peristiwa
penembak jadi ibaratnya tuh kayak mereka
ditembak diberondol dengan e peluru tapi
kapalnya tetap berjalan sehingga pihak
apmm ini tidak berhasil menangkap mereka
tapi sebenarnya berhasil melumpuhkan
bahkan salah satunya sampai meninggal
dunia di saat itu penumpang yang
berhasil selamat dan melarikan diri
dalam kondisi yang terluka itu segera
menuju ke rumah sakit untuk mendapatkan
perawatan setelah mereka berhasil
mendarat nah namun ada 5 WNI yang
terluka parah sehingga enggak bisa untuk
pergi ke rumah sakit karena mereka
enggak kuat ada sebuah video yang
memperlihatkan kondisi dari kelima WNI
tersebut sesaat setelah terjadi insiden
penembak yang dilakukan oleh petugas
apmm ini nah di video itu kita bisa
lihat geng mereka sudah terkapar enggak
berdaya dan wajahnya juga terlihat pucat
akibat ya kehabisan cairan merah yang
keluar dari luka tembak yang mereka
terima dari senjata api milik petugas
apmm jadi di saat itu kondisinya
benar-benar mengerikan terus geng dari
kelima WNI tersebut ada salah satu di
antara mereka yang meninggal dunia
sesuai dengan yang gua katakan
sebelumnya nah yang meninggal dunia ini
ada adalah pria asal Riau yang bernama
Basri sementara ada dua WNI lain yang
juga berasal dari Riau yang bernama
Henri Abimanyu dan Muhammad Zaki nah
mereka selamat terus dua lainnya berasal
dari Aceh yang menurut pemberitaan
namanya adalah Muhammad hanafiyah dan
juga Andri Ramadana nah terus ada media
yang menyebutkan Si Andri Ramadana ini e
punya nama lain yaitu aban mungkin aban
ini nama panggilan gitulah ya Nah cuma
gua enggak bisa memastikan hal tersebut
Tapi dikatakan Andri Ramadan dan aban
ini adalah orang yang sama nah terus
geng WNI yang selamat tapi menderita
luka-luka itu langsung dirawat di rumah
sakit Malaysia Nah untuk update
terbarunya dikatakan saat ini Henri
Abimanyu dan Muhammad Zaki dikabarkan
sudah keluar dari rumah sakit namun
Muhammad hanafiyah dan juga aban masih
dirawat karena masih dalam keadaan yang
koma kritis di rumah sakit daerah
Serdang Selangor Malaysia pada hari ini
hingga sampai saat ini Empat korban
selamat yang di e penembakan oleh apmm
Malaysia masih di awat secara intensif
ini di dua rumah sakit yang berada di
dua kota berbeda di Selangor Malaysia
Harry serta Zaki saat ini sedang
diperiksa oleh polisi Malaysia mengenai
kejadian yang menimpa mereka di tanggal
24 Januari kemarin Dan di saat itu Salah
satu korban yang meninggal dunia yaitu
Basri jasadnya juga sudah dipulangkan
kepada keluarganya yang tinggal di Jalan
nelayan kelurahan terkul kecamatan Rupat
kabupaten Bengkalis Riau pada hari Rabu
tanggal 29 Januari tahun 2025
suasana duka di saat itu benar-benar
menyelimuti e rumah Basri dan keluarga
dan terlihat ada dua tenda besar yang
didirikan di rumahnya untuk menyambut
kerabat dan para tetangga yang berkumpul
di rumah duka tersebut nah Berdasarkan
informasi dari media Kompas dikatakan
keluarga dari korban yaitu Basri baru
mengetahui kabar mengenai Basri
meninggal dunia melalui berita yang ada
di media Awalnya mereka enggak tahu
apa-apa keluarganya di saat itu berusaha
untuk mencari tahu apakah benar korban
yang meninggal itu adalah Basri e
keluarga mereka atau justru bukan nah
ternyata pas dicek ya benar Nah Atas
kejadian ini Kementerian Luar Negeri
sudah meminta kepada pemerintah Malaysia
untuk mengusut kasus penembakan yang
terjadi kepada WNI ini dengan serius Nah
untuk bisa mengetahui kebenaran terkait
dugaan kalau WNI yang ditembak adalah
pekerja migran ilegal atau bukan Atau
itu cuma alibi tuduhan tapi ya aslinya
sebenarnya mereka itu legal nah ini kita
masih nunggu nih geng
sampai di sini kalian sudah paham ya
geng gimana kronologi penembakan ini
bisa terjadi sampai memakan korban jiwa
dan ini merupakan Keterangan atau
statement dari pihak otoritas Malaysia
Nah jadi dari pihak yang melakukan
penembakan nah mengapa petugas apmm
sampai melepaskan tembakan yang
disebabkan karena adanya perlawanan dari
pihak WNI menggunakan Parang katanya
tapi geng setelah pernyataan dari pihak
otoritas Malaysia ini ee menyebar di
media nah tiba-tiba munculah pernyataan
yang berbeda tapi ini dari Sisi yang
berlawanan yaitu dari sisi WNI yang
menjadi korban di dalam kasus ini
sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan mengenai keterangan dari WNI
yang berbeda dengan keterangan dari
otoritas Malaysia soal alasan mengapa ya
para WNI ini ditembak dan juga kita
nanti akan membahas Siapa orang yang
membawa mereka pulang ke Indonesia yang
dimaksud oleh pihak apmm tadi langsung
aja kita bahas keterangan dari WNI ini
jadi Geng kalau di pembahasan sebelumnya
gua menyebutkan alasan dari petugas apmm
melepas tembakan karena adanya
perlawanan dari WNI menggunakan Parang
katanya nah sehingga apmm mencoba untuk
membela diri dengan melepaskan tembakan
nah keterangan yang berbeda justru
disampaikan oleh pihak WNI yang menjadi
korban di dalam kasus ini hal tersebut
diketahui dari informasi yang diberikan
oleh atase Polri di KBRI Malaysia yang
bernama Kombes Paul juliarman Eka Putra
pasar ribu setelah perwakilan dari KBRI
bertemu dengan para WNI yang menjadi
korban ini berdasarkan keterangan dari
Mereka ternyata enggak ada penyerangan
yang mereka lakukan seperti yang diakui
oleh otoritas Malaysia karena ya Secara
logik juga mau nyerang Gimana kalau cuma
pakai parang itu kan di tengah-tengah
laut gitu Jadi ada dua versi keterangan
yang berbeda nih dari pihak yang
menembak yaitu pihak otoritas Malaysia
bilangnya Ada perlawanan tapi pihak WNI
sebagai korban Mereka bilang mereka sama
sekali tidak melakukan perlawanan apapun
bahkan Ya Termasuk yang digunakan kan
menggunakan Parang jadi enggak mungkin
banget nyerang orang menggunakan Parang
dari satu kapal ke kapal lain kayak
orang tawuran enggak mungkin kan enggak
ada yang bisa jalan di atas air gitu
tapi tuduhan itu ya tetap keluar dari
statement-nya pihak otoritas Malaysia
terus geng hal serupa juga diungkapkan
oleh anak dari korban yang meninggal
yaitu anak dari Basri yang bernama Agus
Riono nah dia Ini enggak terima ketika
dikatakan kalau Ayahnya itu melakukan
perlawanan seperti yang dituduhkan oleh
pihak otoritas Malaysia karena menurut
dia sang ayah yaitu Basri itu Malaysia
bukan untuk melakukan perlawanan
melainkan untuk mencari nafkah untuk
keluarga dengan bekerja di sana Nah jadi
menurut anaknya gitu kayak bapak gua
enggak mungkin ngelawan lah orang dia ke
Malaysia tuh buat nyari nafkah gitu
bukan buat nyari masalah nah kurang
lebih kayak
gitu meskipun mengatakan kalau Basri di
Malaysia untuk bekerja sebenarnya Agus
juga tidak mengetahui dengan pasti
ayahnya bekerja apa di sana karena Agus
ini enggak komunikasi selama kurang
lebih 6 bulan dengan sang Ayah selama si
ayahnya bekerja di Malaysia Oleh karena
itu keluarga Basri di saat itu mendesak
agar pemerintah Malaysia mau melakukan
investigasi agar insiden ini bisa
diungkap secara jelas Apakah ini memang
ada tindakan yang semena-mena atau
memang sudah sesuai dengan prosedur yang
terukur gitu nah terus geng menurut duta
besar RI di Malaysia yang bernama
hermono rasanya agak aneh atau janggal
kalau pihak Malaysia mengklaim kalau
mereka melepaskan tembakan karena adanya
perlawanan dari WNI pada saat itu mulai
dari ya penabrakan kapal ke kapalnya
apmm terus sampai dikatakan akan
menyerang menggunakan Parang menurut Pak
harmono enggak mungkin banget WNI
tersebut menabrakkan kapal mereka ke
kapal apmm karena kapal yang digunakan
oleh para WNI ini adalah kapal kecil
sementara apmm jauh lebih besar gimana
caranya ya kan kayak enggak logik aja
gitu ditabrakin ya mereka yang tenggelam
secara logika ketika mereka di dalam
kondisi yang seperti itu pasti mereka
itu bakal memilih h lari atau kabur
dibandingkan mereka harus menabrakkan
kapal mereka ke kapal apmm buat apa itu
kan nyari penyakit karena ya bakal
berisiko merusak bagian kapal mereka
sendiri yang ada tenggelam Nah kalau
memang nih yang dituduhkan oleh apmm ini
terjadi tabrakan tersebut kemungkinan
besar bukan disengaja melainkan
disebabkan ya karena adanya ombak jadi
kayak kejar-kejaran tiba-tiba saling
mendekat gitu kapalnya dan bersenggolan
kurang lebih gitu kalau dibilang ya
sengaja ditabrakin buat apa udah tahu
lebih rapuh gitu ya malah ditabrakin tuh
aneh banget nah terus geng ada sebuah
informasi lain yang didapatkan oleh
pihak KBRI di Malaysia ketika mereka
mewawancarai WNI yang menjadi korban
penembakan oleh apmm ini nah mereka
mengatakan mereka itu pernah membayar
kepada seseorang yang bernama Malik
untuk bisa pulang ke Dumai Riau kampung
halamannya Nah ada yang membayar r1.200
tapi ada juga yang membayar r1500 kepada
seseorang yang bernama Malik tersebut
dan kalau dirupiahkan itu setara dengan
4,4 sampai 5,5 jutaan jadi kayak ongkos
buat pulang kepada calu lah gitu kurang
lebih dan dari informasi tersebut KBRI
menduga kalau orang yang bernama Malik
ini adalah dalang dari penyelundupan
pekerja migran ilegal ke Malaysia karena
memberikan akomodasi kepada para migran
untuk bisa pulang melalui jalur yang
tidak resmi jadi dikatakan juga setelah
membayar uang ke Malik mereka itu sempat
menumpang di sebuah kapal yang berisikan
20 orang WNI yang sudah termasuk 3 ABK
di dalamnya Terus menurut informasi lain
kapal yang digunakan itu adalah milik
dari seseorang yang bernama Nur Saleh
alias matseh Nah jadi di dalam kapal
tersebut ada banyak WNI lainnya enggak
cuma 5ma orang aja dikatakan bahkan
kalau ada 20 orang WNI yang berasal dari
berbagai daerah di Indonesia yang mana
mereka itu mengadu nasib ke Malaysia dan
Bahkan mereka di atas kapal tersebut ya
tidak saling mengenal satu sama lain
terus geng Pak juliarman selaku atasi
Polri di KBRI Malaysia beliau ini
menduga kalau ada indikasi penyelundupan
pekerja migran di dalam kasus ini geng
namun hal itu perlu dipastikan terlebih
dahulu ya sebab sampai sekarang masih
belum diketahui Apakah benar mereka ini
sebenarnya pekerja legal yang cuma
sedang pulang dengan cara yang ilegal
atau justru sedari awal Memang mereka
masuk ke Malaysia sebagai pekerja yang
ilegal atau tidak resmi dan tidak
terdaftar lalu geng wakil menteri
perlindungan pekerja migran Indonesia
atau yang disingkat dengan p2mi yang
bernama Kristina Ariani beliau
menegaskan kalau saat ini pemerintah
Indonesia sedang berupaya untuk
mendorong agar dilakukannya penyelidikan
yang menyeluruh terkait kasus tersebut
Lalu Selain itu pemerintah Indonesia
juga mengirimkan nota diplomatik kepada
otoritas Malaysia untuk meminta
investigasi tersebut nota diplomatik
yang dikirim oleh Indonesia ini menjadi
langkah untuk dilakukannya penyelidikan
geng termasuk dengan adanya dugaan
penggunaan kekuatan yang berlebihan atau
excessive use of force yang dilakukan
oleh petugas apmm nota diplomatik
sendiri adalah sebuah alat komunikasi
resmi yang digunakan dalam hubungan
internasional untuk menyampaikan pesan
tertulis antara pemerintah atau
perlawanan diplomatik yang fungsinya
untuk menyampaikan berbagai hal seperti
protes terus permintaan klarifikasi atau
mungkin informasi penting terkait
hubungan bilateral kemudian setelah itu
ya menurut Mirza Nur Hidayat selaku
direktur ASEAN Kementerian Luar Negeri
RI beliau ini bilang bahwa negara-negara
yang tergabung di dalam Asean itu
memiliki sebuah perjanjian untuk
menghindari penggunaan kekerasan secara
berlebihan dalam kasus perlintasan warga
negara tanpa jalur legal perjanjian ini
juga memuat Bagaimana tindakan terukur
yang dijalankan oleh negara-negara ASEAN
nah namun Mirza itu enggak menyebutkan
kalau insiden penembakan 5 WNI ini
sebagai tindakan yang mencederai
perjanjian yang sudah disepakati karena
menurutnya baik Indonesia maupun
Malaysia sama-sama berupaya untuk
menangani kasus ini dengan
sebaik-baiknya bahkan nih geng ya Pak
Prabowo selaku presiden Indonesia juga
menanggapi dengan serius insiden yang
menimpa kelima War warga negara
Indonesia ini geng pada pertemuannya
dengan Perdana Menteri Malaysia yaitu
Anwar Ibrahim Pak Prabowo menyampaikan
mengenai kasus penembakan tersebut
kepada Pak Anwar Ibrahim di sisi lain
Pak Prabowo mengingatkan kepada seluruh
masyarakat agar Jangan mau ikut-ikutan
dalam kegiatan yang ilegal yang salah
satunya adalah mau disalurkan sebagai
tenaga kerja ilegal ke beberapa negara
dan Pak Prabowo mengatakan Beliau juga
akan memproses pemulangan WNI yang
dirawat di rumah sakit Malaysia namun
hal tersebut baru bisa dilakukan setelah
proses penyelidikan kepolisian dari
Malaysia sudah selesai jadi ibaratnya
mereka ini ya dikip dulu nih sama pihak
otoritas Malaysia karena ada hal yang
harus diselidiki nah kasus ini menuai
reaksi berupa kecaman yang dikeluarkan
oleh sejumlah buruh yang tergabung di
dalam konfederasi Serikat Pekerja
Indonesia atau KSPI dan juga pihak
partai buruh dengan melakukan aksi
demonstrasi di depan gedung kedutaan
besar Malaysia yang berlokasi di
setiabdi Jakarta Selatan nah di saat itu
mereka semua yang berunjuk rasa itu
menuntut agar aparat penegak hukum yang
terlibat di dalam penembakan terhadap
WNI itu bisa dipenjara selain untuk
memenjarakan aparat yang terlibat mereka
juga mendesak pencopotan jabatan menteri
dari Pak Abdul Kadir karding terus
Kristina Aryani juga selaku wakil
menteri p2mi juga dituntut untuk dicopot
aja tuntutan itu dinilai sebagai bentuk
pertanggungjawaban karena pemerintah
Indonesia dinilai lemah dalam membela
kepentingan pekerja migran KSPI dan
partai buruh juga menuntut pemerintah
Malaysia agar menghentikan segala bentuk
diskriminasi dan kekerasan terhadap
pekerja migran Indonesia dan juga harus
memberikan jaminan perlindungan hak-hak
buruh migran termasuk keselamatan dan
keamanan mereka selama bekerja di negara
tersebut aksi unjuk rasa itu tepat di
depan gedung Kedubes Malaysia yang juga
diwarnai dengan pelemparan telur yang
dilakukan oleh demonstran gedung
kedutaan besar Malaysia di Jakarta
dilempari telur oleh masa aksi yang
marah atas penembakan aparat Malaysia
terhadap pekerja migran Indonesia hampir
100 orang buruh melemparkan telur-telur
ke Kedubes Malaysia di Jakarta hari
kamis terus dengan adanya kasus ini
Pasti kalian akan bertanya-tanya pihak
Malaysia sendiri gimana pihak
pemerintahnya gimana Apakah mereka masih
kekeh dengan pernyataan kalau WNI lah
yang melakukan penyerangan terlebih
dahulu Nah sekarang ada baiknya kita
bahas dan kita masuk ke dalam pembahasan
mengenai tindakan pemerintah Malaysia di
dalam kasus ini geng
jadi geng setelah kasus ini banyak
diperbincangkan baik di Indonesia maupun
di Malaysia sendiri Ya sepertinya ada
dua reaksi yang berbeda geng dari
netizen Indonesia dan juga netizen
Malaysia tentunya netizen Indonesia
mengecam aksi yang dilakukan oleh
petugas apmm karena menilai kalau apmm
seenaknya menembak warga negara
Indonesia yang tidak melakukan
perlawanan bahkan tidak membawa senjata
apapun di tubuh mereka nah namun reaksi
dari netizen Malaysia justru menduk
duukung Apa yang dilakukan oleh apmm
karena menganggap memang warga negara
indonesiaal yang salah di dalam kasus
ini karena sudah melanggar peraturan
yang berlaku di Malaysia katanya
sehingga dikatakan pantas untuk
mendapatkan tindakan yang seperti itu
bahkan ada yang mengatakan kalau orang
Indonesia selalu menganggap diri sebagai
korban kalau terlibat kasus yang kayak
gini padahal ya Dialah yang melakukan
kesalahan tersebut Nah kalau enggak mau
seperti itu Ya datanglah dengan cara
baik-baik ke negara orang dan jangan
macam-macam ya begitu kurang lebih
respon dari netizen Malaysia akhirnya
pernyataan tersebut menuai perdebatan
jadi netizen Indonesia dan netizen
Malaysia juga berdebat geng dix kalian
bisa lihat nih geng di kolom Eh ini
kolom replay ini ya Terus bagaimana geng
dengan pemerintah Malaysia saat ini
dikatakan Pak Anwar Ibrahim selaku
Perdana Menteri Malaysia memastikan
bahwa laporan awal Investigasi yang
mereka lakukan akan segera disampaikan
kepada pihak Indonesia melalui kedutaan
besar dan hal tersebut bisa dilakukan
karena Malaysia dan Indonesia memiliki
hubungan yang cukup erat kata Pak Anwar
Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia
terus geng setelah penyelidikan selesai
hasilnya juga akan ditinjau oleh pihak
Indonesia selain itu Pak Anwar juga
menegaskan kalau proses penyelidikan
harus dilakukan secara terbuka agar
tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa
mempengaruhi hubungan bilateral kedua
negara tersebut dan pemerintah akan
bersikap tegas dalam menangani kasus
imigran ilegal dan penyelundupan di
perairannya mereka nah Meskipun begitu
penegakan hukum tetap harus dilakukan
tanpa adanya penyalahguna gunaan
wewenang jadi tanpa terkecuali katanya
Nah jadi begitulah kurang lebih
statement dari Perdana Menteri Malaysia
Pak Anwar Ibrahim terus penyelidikan di
Malaysia ini masih terus dilakukan oleh
kepolisian kerajaan Malaysia atau yang
disingkat dengan pdrm yang mana mereka
bekerja sama dengan badan penegakan
hukum maritim Malaysia atau yang
disingkat dengan mmea Nah untuk saat ini
aparat yang terlibat di dalam penembakan
tersebut sudah dibebas tugaskan nah cuma
seberapa banyak aparat yang dibebas
tugaskan dan enggak dijelas secara rinci
juga geng jadi ya udah diabaikan kayak
gitu aja ketika siasatan oleh pihak
polis ke atas apmm ini KW yang terlibat
pada insiden itu juga sepanjang siasatan
ini mereka akan kita
rehatkan dari kasus ini kita bisa
menyoroti mengenai aksi sepihak yang
dilakukan oleh otoritas Malaysia
terhadap para pekerja migran baik itu
yang legal maupun yang ilegal kalaupun
mereka benar melakukan aksi yang ilegal
ya si para ee pengungsi ini atau migran
ini ya seharusnya sebagai negara hukum
ada proses peradilan yang di mana
menjadi aksi tidak lanjut bagi siapa
saja yang melanggar hukum bukan dengan
cara penembakan langsung di tempat
seperti yang dilakukan oleh mereka yang
mana ini merupakan sebuah pelanggaran
hak asasi manusia nah lalu geng kasus
ini yang terjadi kepada 5 WNI Malaysia
ini hanya satu dari sekian kasus yang
tercatat geng karena sebenarnya sudah
sering sekali terjadi beberapa kali
kasus yang mirip seperti ini Nah
sekarang mungkin kita akan masuk ke
dalam pembahasan mengenai kasus
penembakan pekerja migran Indonesia oleh
otoritas Malaysia yang mana ini lumayan
rutin mereka lakukan yaitu dalam kurun
waktu 20 tahun terakhir Oke sekarang
kita masuk ke dalam
pembahasannya jadi geng kejadian seperti
ini bukanlah sebuah hal yang baru sebab
menurut migram care sebuah organisasi
Yang menaungi para pekerja migran
Indonesia mereka itu mencatat sudah ada
75 kasus penembakan yang dilakukan oleh
otoritas bersenjata Malaysia terhadap
pekerja migran Indonesia dalam kurun
waktu 20 tahun terakhir nah kasus
penembakan kelima WNI ini menambah
deretan kasus tersebut dari 75 kasus
yang terjadi migran care menilai kalau
belum ada upaya penyelesaian yang serius
dari pemerintah untuk menyelesaikan
kasus-kasus yang kayak gini Geng menurut
Wahyu Susilo selaku direktur eksekutif
migrant care nah beliau ini bilang
pemerintah Indonesia hanya sekedar
membuat nota protes diplomatik tetapi
tidak tidak mengawal penyelesaian kasus
ini secara tuntas sehingga pemerintah
Malaysia menganggap kalau Indonesia aja
enggak serius menangani kasus ini geng
Nah hal ini berdampak pada perlakuan
yang semena-mena terhadap pekerja migran
Indonesia karena dianggap oleh pihak
sana ya mereka juga enggak akan ada yang
bela dari negaranya sendiri enggak akan
ada pembelaan gitu perlakuan seperti ini
terjadi karena adanya standar ganda dari
otoritas Malaysia itu sendiri dalam
menghadapi pekerja migran Indonesia yang
masuk secara ilegal yang ditindak oleh
Malaysia itu hanyalah bekererja migran
Indonesia geng sampai-sampai mereka
sering mendapatkan kekerasan dan
perlakuan diskriminatif lain sementara
Bos mereka serta pihak yang mendatangkan
mereka ke Malaysia dengan cara yang
ilegal itu sama sekali tidak mendapatkan
tindakan yang tegas apapun Ya biasalah
ya Ada permainan pastinya di belakang
itu terus Oleh karena itu geng tindakan
diskriminatif ini mengindikasikan adanya
pelanggaran HAM sehingga butuh ketegasan
dari pemerintah Indonesia itu sendiri
penindakan terhadap warga sipil yang
tidak bersenjata seharusnya dilakukan
Sesuai dengan standar prosedur yang
persuasif bahkan nih geng semisalkan Ada
perlawanan sekalipun solusi yang bisa
dilakukan adalah pelumpuhan bukannya
menghilangkan nyawa jadi kayak ditembak
di bagian kaki atau dilumpuhkan dengan
cara lainlah Jadi bukan malah ditembak
dengan sebanyak itu peluru dan ya
ngarahnya ngasal sehingga menyebabkan
korban jiwa Nah sebagai negara hukum
kalau misalkan memang terbukti bersalah
kan ada proses peradilan seharusnya ada
persidangan di mana para korban ini akan
mendapatkan hukuman yang sesuai dengan
undang-undang yang berlaku bukannya
seperti ya yang dilakukan ini malah
kayak Mau ngabisin nyawa mereka padahal
ya kebenarannya tidak diketahui Seperti
apa Nah terus juga ada stigma yang
melekat terhadap para pekerja migran
yang bekerja secara ilegal ini dengan
mana mereka ini dianggap sebagai seorang
kriminal nah padahal geng menurut Alex
Ong selaku aktivis migran Care di
Malaysia kedua hal tersebut adalah hal
yang berbeda hanya karena mereka pekerja
ilegal ya bukan berarti mereka mka
melanggar undang-undang kriminal sebab
yang mereka langgar hanyalah
undang-undang imigrasi nah terus geng
karena adanya dugaan di dalam kasus ini
yaitu pelanggaran HAM Kementerian hak
asasi manusia atau kemenham meminta agar
komisi hak asasi manusia Malaysia yaitu
suhakam terlibat di dalam investigasi
kasus penembakan terhadap pekerja migran
Indonesia yang ada di Malaysia suhakam
ini akan berperan sebagai pihak ketiga
yang netral dan independen sehingga dia
bakal membantu untuk memastikan
Investigasi yang dilakukan secara
objektif nah sebab keterangan secara
sepihak dari aparat Malaysia itu sangat
mungkin enggak bisa dipercaya sepenuhnya
makanya dibutuhkan pihak yang netral
untuk bisa objektif dan tidak berpihak
dalam mengusut kasus ini secara tuntas
hal ini juga didukung karena komnasham
memiliki nota kesepahaman dengan suhakam
sehingga kedua lembaga tersebut perlu
melakukan koordinasi untuk memantau
kasus ini nah kemenham mengecam keras
tindakan yang dilakukan oleh aparat
Malaysia karena tindakan yang mereka
lakukan seharus nya tidak berujung pada
hilangnya nyawa sehingga dinilai hal ini
sudah berlebihan tidak dapat dibenarkan
nah terus geng masih menurut pihak k
menham kejadian seperti ini seperti
membenarkan dan membiarkan bahwa
seseorang atau suatu pihak bisa
diperlakukan semena-mena oleh petugas
seakan-akan nyawa seseorang tidak
berharga nah terus geng mengenai
indikasi yang dikatakan kalau adanya
kasus perdagangan orang yang berhubungan
dengan insiden ini nah anggota badan
legislasi atau baleg DPR yang bernama
Umbu kabunang meminta kepada pemerintah
agar membentuk Satgas mafia perdagangan
orang karena menurut dia ini menjadi
penting karena sudah terjadi peristiwa
kekerasan yang berulang yang dialami
oleh warga negara Indonesia yang bekerja
di luar negeri serta ada puluhan migran
Indonesia yang meninggal dunia akibat
dieksekusi yang dilakukan oleh aparat di
negara tempat mereka bekerja Nah dengan
harapan semisalnya nih ya benar kalau
adanya indikasi perdagangan orang nah
sindikat tersebut bisa ditumpas sehingga
enggak akan ada kejadian seperti ini di
masa
mendatang Nah jadi Geng itu dia
pembahasan kita hari ini tentang insiden
penembakan terhadap lima orang warga
negara Indonesia yang dilakukan oleh
otoritas Malaysia yaitu petugas apmm di
Perairan Malaysia dan kasus ini masih
berjalan sampai sekarang dan masih
diperiksa tapi di Malaysia nah jadinya
kita tunggu aja Update selanjutnya dan
semoga kasus ini bisa cepat selesai dan
ya si pelakunya dihukum yang setimpal
nah gimana geng Menurut kalian tanggapan
kalian tentang kasus yang satu ini coba
tinggalkan komentar di bawah
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:23 UTC
Categories
Manage