Transcript
9DJGOaYQatc • SHOOTING OF 5 INDONESIAN CITIZENS IN MALAYSIAN WATERS! STRIKED WITH BULLETS FOR BEING DEEMED ILLE...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1348_9DJGOaYQatc.txt
Kind: captions Language: id tanggal 24 Januari tahun 2025 yang mana pada saat itu ada seorang warga negara Indonesia yang diduga merupakan pekerja migran ilegal sedang berusaha untuk pulang ke Indonesia menggunakan kapal Sekitar jam 3 pagi waktu setempat untuk bisa pulang ke Dumai Riau kampung halamannya Nah ada yang membayar r1200 tapi ada juga yang membayar r1500 kepada seseorang yang bernama Malik tersebut yo geng tekan tombol subscribe geng e Yo what's good Welcome back to kamar [Musik] jeri genggeng oke Hari ini gua masih dalam suasana di luar kota dan Kali ini Gua udah pindah e Villa gitu ya ini di daerah Kerobokan dan ya setnya kayak gini sederhana aja oke yang penting kita tetap bisa berbagi informasi hari ini geng kita bakal membahas tentang sebuah kasus yang enggak kalah hebohnya dibandingkan beberapa kasus yang sudah pernah gua bahas kemarin yaitu sebuah tragedi ee kekerasan dengan menggunakan senjata dan penghilangan nyawa yang dialami oleh lima orang WNI mereka dihabisi ya menggunakan senjata di Malaysia nah kasus yang kali ini akan gua ceritakan bukanlah sebuah insiden eksekusi biasa dan ini melainkan sebuah kasus yang melibatkan pemerintah dari Malaysia dan terjadinya kasus ini karena adanya 5 WNI yang dicurigai sebagai migran ilegal terus mereka langsung diberondong dengan peluru sampai satu di antara mereka harus meregang nyawa sementara yang lain itu mengalami luka yang cukup berat bahkan ada yang sampai koma nah masalahnya adalah alasan dari pihak otoritas Malaysia ini berbeda dengan keterangan Wn yang mana menurut para WNI yang menjadi korban mereka membantah alasan pihak otoritas Malaysia menduga mereka adalah migran ilegal Nah jadi menurut mereka ada alasan lain dari kasus ini makanya kasus ini jadi heboh banget geng bahkan ya Pak Prabowo aja presiden kita itu sampai menginstruksikan agar dilakukannya penyelidikan secara mendalam terhadap otoritas Malaysia untuk bisa mengetahui kebenaran dari kasus ini geng ya itu sedang kita tentunya Berharap ada investigasi I kan Nah gua bakal membahas kasus ini yang udah gua rangkum untuk kalian jadi buat kalian yang mungkin belum mengikuti kasus ini dari awal atau yang belum tahu tentang kasusnya Nah bisa simak Tentang pembahasan yang akan gua rangkum ini jadi langsung aja kita bahas secara lengkap di sisi lain [Musik] kita langsung masuk ke dalam kronologi utamanya ketika terjadinya sebuah insiden 5 WNI diberondong dengan peluru oleh otoritas Malaysia Oke sebelumnya gua mau disclaimer dulu nih Geng kalau kronologi ini gua ambil dari pihak otoritas Malaysia karena memang kejadiannya di Malaysia dan penembakannya sendiri ya dilakukan oleh otoritas Malaysia Nah untuk kebenaran soal cerita ini apakah memang kejadiannya seperti ini atau bukan Nah nanti gua bakal Jelaskan nah buat sekarang kita fokus dulu nih ke kronologi pertama yang berasal dari pihak Malaysia jadi ingat ya ini kronologi dari pihak Malaysia jadi nanti jangan ada yang protes Wah kronologi lu salah nih bla bla bla bla segala macamlah marah-marah jangan ya dengar dulu ini adalah kronologi dari pihak Malaysia jadi geng dikatakan insiden ini terjadi di perairan Tanjung ru Selangor tulisannya tuh rhu terjadinya tepat pada hari Jumat tanggal 24 Januari tahun 2025 yang mana pada saat itu ada seorang warga negara Indonesia yang diduga merupakan pekerja migran ilegal sedang berusaha untuk pulang ke Indonesia menggunakan kapal sekitar jam 3. pagi waktu setempat nah ini menurut otoritas Malaysia mereka ini ilegal karena dianggap sebagai migran ilegal otomatis keluar masuknya warga negara Indonesia tersebut dari Malaysia menuju ke Ind Indonesia sudah pasti itu melanggar aturan yang berlaku di Malaysia sehingga pihak otoritas Malaysia mengambil langkah tegas nah di saat itu otoritas yang bertugas yaitu agensi penguatkuasaan maritim Malaysia atau yang disingkat dengan apmm itu sudah mendeteksi adanya kapal yang ditumpangi oleh WNI tersebut setelah 10 menit melakukan perjalanan menuju ke arah Indonesia demi mencegah agar kapal ini tidak berlayar lebih jauh petugas apmm tadi meminta kapal tersebut untuk segera berhenti dengan cara menyorotkan lampu tembak ke arah kapal tersebut nah tapi kapal ini bukannya berhenti mereka kayak malah panik gitu mereka justru tetap melaju tanpa mempedulikan peringatan dari petugas apmm tadi Nah akhirnya petugas apmm ini melakukan pengejaran terhadap kapal tersebut karena udah dianggap Wah ada yang enggak beres nih gitu di saat itu ni menurut media BBC ya yang mengutip dari media-media yang ada di Malaysia dikatakan kalau kapal yang mengangkut WNI ini sempat menabrak kapal ap mm sampai empat kali Jadi sempat ya terjadi apa ya kayak benturan gitu bahkan kabarnya para pekerja migran asal Indonesia yang ada di sana itu mencoba untuk menyerang petugas apmm nah menggunakan Parang katanya ingat ya ini menurut pihak otoritas apmm-nya pihak otoritas Malaysia gitu Oleh karena itu petugas apmm langsung melepaskan tembakan kurang lebih sebanyak 10 kali ke arah kapal yang ditumpangi oleh WNI tersebut sebagai upaya untuk untuk membela diri dan tindakan tegas terhadap mereka yang melawan tembakan tersebut ternyata mengenai salah satu WNI yang ada di dalam kapal Meskipun begitu ternyata kapal tersebut berhasil kabur dan berlabuh di sebuah pantai diperintahkan berhenti oleh apmm dengan menggunakan lampu sorot namun kapal WNI tersebut tidak berhenti dan terus melaju hingga terjadilah peristiwa penembak jadi ibaratnya tuh kayak mereka ditembak diberondol dengan e peluru tapi kapalnya tetap berjalan sehingga pihak apmm ini tidak berhasil menangkap mereka tapi sebenarnya berhasil melumpuhkan bahkan salah satunya sampai meninggal dunia di saat itu penumpang yang berhasil selamat dan melarikan diri dalam kondisi yang terluka itu segera menuju ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan setelah mereka berhasil mendarat nah namun ada 5 WNI yang terluka parah sehingga enggak bisa untuk pergi ke rumah sakit karena mereka enggak kuat ada sebuah video yang memperlihatkan kondisi dari kelima WNI tersebut sesaat setelah terjadi insiden penembak yang dilakukan oleh petugas apmm ini nah di video itu kita bisa lihat geng mereka sudah terkapar enggak berdaya dan wajahnya juga terlihat pucat akibat ya kehabisan cairan merah yang keluar dari luka tembak yang mereka terima dari senjata api milik petugas apmm jadi di saat itu kondisinya benar-benar mengerikan terus geng dari kelima WNI tersebut ada salah satu di antara mereka yang meninggal dunia sesuai dengan yang gua katakan sebelumnya nah yang meninggal dunia ini ada adalah pria asal Riau yang bernama Basri sementara ada dua WNI lain yang juga berasal dari Riau yang bernama Henri Abimanyu dan Muhammad Zaki nah mereka selamat terus dua lainnya berasal dari Aceh yang menurut pemberitaan namanya adalah Muhammad hanafiyah dan juga Andri Ramadana nah terus ada media yang menyebutkan Si Andri Ramadana ini e punya nama lain yaitu aban mungkin aban ini nama panggilan gitulah ya Nah cuma gua enggak bisa memastikan hal tersebut Tapi dikatakan Andri Ramadan dan aban ini adalah orang yang sama nah terus geng WNI yang selamat tapi menderita luka-luka itu langsung dirawat di rumah sakit Malaysia Nah untuk update terbarunya dikatakan saat ini Henri Abimanyu dan Muhammad Zaki dikabarkan sudah keluar dari rumah sakit namun Muhammad hanafiyah dan juga aban masih dirawat karena masih dalam keadaan yang koma kritis di rumah sakit daerah Serdang Selangor Malaysia pada hari ini hingga sampai saat ini Empat korban selamat yang di e penembakan oleh apmm Malaysia masih di awat secara intensif ini di dua rumah sakit yang berada di dua kota berbeda di Selangor Malaysia Harry serta Zaki saat ini sedang diperiksa oleh polisi Malaysia mengenai kejadian yang menimpa mereka di tanggal 24 Januari kemarin Dan di saat itu Salah satu korban yang meninggal dunia yaitu Basri jasadnya juga sudah dipulangkan kepada keluarganya yang tinggal di Jalan nelayan kelurahan terkul kecamatan Rupat kabupaten Bengkalis Riau pada hari Rabu tanggal 29 Januari tahun 2025 suasana duka di saat itu benar-benar menyelimuti e rumah Basri dan keluarga dan terlihat ada dua tenda besar yang didirikan di rumahnya untuk menyambut kerabat dan para tetangga yang berkumpul di rumah duka tersebut nah Berdasarkan informasi dari media Kompas dikatakan keluarga dari korban yaitu Basri baru mengetahui kabar mengenai Basri meninggal dunia melalui berita yang ada di media Awalnya mereka enggak tahu apa-apa keluarganya di saat itu berusaha untuk mencari tahu apakah benar korban yang meninggal itu adalah Basri e keluarga mereka atau justru bukan nah ternyata pas dicek ya benar Nah Atas kejadian ini Kementerian Luar Negeri sudah meminta kepada pemerintah Malaysia untuk mengusut kasus penembakan yang terjadi kepada WNI ini dengan serius Nah untuk bisa mengetahui kebenaran terkait dugaan kalau WNI yang ditembak adalah pekerja migran ilegal atau bukan Atau itu cuma alibi tuduhan tapi ya aslinya sebenarnya mereka itu legal nah ini kita masih nunggu nih geng sampai di sini kalian sudah paham ya geng gimana kronologi penembakan ini bisa terjadi sampai memakan korban jiwa dan ini merupakan Keterangan atau statement dari pihak otoritas Malaysia Nah jadi dari pihak yang melakukan penembakan nah mengapa petugas apmm sampai melepaskan tembakan yang disebabkan karena adanya perlawanan dari pihak WNI menggunakan Parang katanya tapi geng setelah pernyataan dari pihak otoritas Malaysia ini ee menyebar di media nah tiba-tiba munculah pernyataan yang berbeda tapi ini dari Sisi yang berlawanan yaitu dari sisi WNI yang menjadi korban di dalam kasus ini sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai keterangan dari WNI yang berbeda dengan keterangan dari otoritas Malaysia soal alasan mengapa ya para WNI ini ditembak dan juga kita nanti akan membahas Siapa orang yang membawa mereka pulang ke Indonesia yang dimaksud oleh pihak apmm tadi langsung aja kita bahas keterangan dari WNI ini jadi Geng kalau di pembahasan sebelumnya gua menyebutkan alasan dari petugas apmm melepas tembakan karena adanya perlawanan dari WNI menggunakan Parang katanya nah sehingga apmm mencoba untuk membela diri dengan melepaskan tembakan nah keterangan yang berbeda justru disampaikan oleh pihak WNI yang menjadi korban di dalam kasus ini hal tersebut diketahui dari informasi yang diberikan oleh atase Polri di KBRI Malaysia yang bernama Kombes Paul juliarman Eka Putra pasar ribu setelah perwakilan dari KBRI bertemu dengan para WNI yang menjadi korban ini berdasarkan keterangan dari Mereka ternyata enggak ada penyerangan yang mereka lakukan seperti yang diakui oleh otoritas Malaysia karena ya Secara logik juga mau nyerang Gimana kalau cuma pakai parang itu kan di tengah-tengah laut gitu Jadi ada dua versi keterangan yang berbeda nih dari pihak yang menembak yaitu pihak otoritas Malaysia bilangnya Ada perlawanan tapi pihak WNI sebagai korban Mereka bilang mereka sama sekali tidak melakukan perlawanan apapun bahkan Ya Termasuk yang digunakan kan menggunakan Parang jadi enggak mungkin banget nyerang orang menggunakan Parang dari satu kapal ke kapal lain kayak orang tawuran enggak mungkin kan enggak ada yang bisa jalan di atas air gitu tapi tuduhan itu ya tetap keluar dari statement-nya pihak otoritas Malaysia terus geng hal serupa juga diungkapkan oleh anak dari korban yang meninggal yaitu anak dari Basri yang bernama Agus Riono nah dia Ini enggak terima ketika dikatakan kalau Ayahnya itu melakukan perlawanan seperti yang dituduhkan oleh pihak otoritas Malaysia karena menurut dia sang ayah yaitu Basri itu Malaysia bukan untuk melakukan perlawanan melainkan untuk mencari nafkah untuk keluarga dengan bekerja di sana Nah jadi menurut anaknya gitu kayak bapak gua enggak mungkin ngelawan lah orang dia ke Malaysia tuh buat nyari nafkah gitu bukan buat nyari masalah nah kurang lebih kayak gitu meskipun mengatakan kalau Basri di Malaysia untuk bekerja sebenarnya Agus juga tidak mengetahui dengan pasti ayahnya bekerja apa di sana karena Agus ini enggak komunikasi selama kurang lebih 6 bulan dengan sang Ayah selama si ayahnya bekerja di Malaysia Oleh karena itu keluarga Basri di saat itu mendesak agar pemerintah Malaysia mau melakukan investigasi agar insiden ini bisa diungkap secara jelas Apakah ini memang ada tindakan yang semena-mena atau memang sudah sesuai dengan prosedur yang terukur gitu nah terus geng menurut duta besar RI di Malaysia yang bernama hermono rasanya agak aneh atau janggal kalau pihak Malaysia mengklaim kalau mereka melepaskan tembakan karena adanya perlawanan dari WNI pada saat itu mulai dari ya penabrakan kapal ke kapalnya apmm terus sampai dikatakan akan menyerang menggunakan Parang menurut Pak harmono enggak mungkin banget WNI tersebut menabrakkan kapal mereka ke kapal apmm karena kapal yang digunakan oleh para WNI ini adalah kapal kecil sementara apmm jauh lebih besar gimana caranya ya kan kayak enggak logik aja gitu ditabrakin ya mereka yang tenggelam secara logika ketika mereka di dalam kondisi yang seperti itu pasti mereka itu bakal memilih h lari atau kabur dibandingkan mereka harus menabrakkan kapal mereka ke kapal apmm buat apa itu kan nyari penyakit karena ya bakal berisiko merusak bagian kapal mereka sendiri yang ada tenggelam Nah kalau memang nih yang dituduhkan oleh apmm ini terjadi tabrakan tersebut kemungkinan besar bukan disengaja melainkan disebabkan ya karena adanya ombak jadi kayak kejar-kejaran tiba-tiba saling mendekat gitu kapalnya dan bersenggolan kurang lebih gitu kalau dibilang ya sengaja ditabrakin buat apa udah tahu lebih rapuh gitu ya malah ditabrakin tuh aneh banget nah terus geng ada sebuah informasi lain yang didapatkan oleh pihak KBRI di Malaysia ketika mereka mewawancarai WNI yang menjadi korban penembakan oleh apmm ini nah mereka mengatakan mereka itu pernah membayar kepada seseorang yang bernama Malik untuk bisa pulang ke Dumai Riau kampung halamannya Nah ada yang membayar r1.200 tapi ada juga yang membayar r1500 kepada seseorang yang bernama Malik tersebut dan kalau dirupiahkan itu setara dengan 4,4 sampai 5,5 jutaan jadi kayak ongkos buat pulang kepada calu lah gitu kurang lebih dan dari informasi tersebut KBRI menduga kalau orang yang bernama Malik ini adalah dalang dari penyelundupan pekerja migran ilegal ke Malaysia karena memberikan akomodasi kepada para migran untuk bisa pulang melalui jalur yang tidak resmi jadi dikatakan juga setelah membayar uang ke Malik mereka itu sempat menumpang di sebuah kapal yang berisikan 20 orang WNI yang sudah termasuk 3 ABK di dalamnya Terus menurut informasi lain kapal yang digunakan itu adalah milik dari seseorang yang bernama Nur Saleh alias matseh Nah jadi di dalam kapal tersebut ada banyak WNI lainnya enggak cuma 5ma orang aja dikatakan bahkan kalau ada 20 orang WNI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang mana mereka itu mengadu nasib ke Malaysia dan Bahkan mereka di atas kapal tersebut ya tidak saling mengenal satu sama lain terus geng Pak juliarman selaku atasi Polri di KBRI Malaysia beliau ini menduga kalau ada indikasi penyelundupan pekerja migran di dalam kasus ini geng namun hal itu perlu dipastikan terlebih dahulu ya sebab sampai sekarang masih belum diketahui Apakah benar mereka ini sebenarnya pekerja legal yang cuma sedang pulang dengan cara yang ilegal atau justru sedari awal Memang mereka masuk ke Malaysia sebagai pekerja yang ilegal atau tidak resmi dan tidak terdaftar lalu geng wakil menteri perlindungan pekerja migran Indonesia atau yang disingkat dengan p2mi yang bernama Kristina Ariani beliau menegaskan kalau saat ini pemerintah Indonesia sedang berupaya untuk mendorong agar dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh terkait kasus tersebut Lalu Selain itu pemerintah Indonesia juga mengirimkan nota diplomatik kepada otoritas Malaysia untuk meminta investigasi tersebut nota diplomatik yang dikirim oleh Indonesia ini menjadi langkah untuk dilakukannya penyelidikan geng termasuk dengan adanya dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan atau excessive use of force yang dilakukan oleh petugas apmm nota diplomatik sendiri adalah sebuah alat komunikasi resmi yang digunakan dalam hubungan internasional untuk menyampaikan pesan tertulis antara pemerintah atau perlawanan diplomatik yang fungsinya untuk menyampaikan berbagai hal seperti protes terus permintaan klarifikasi atau mungkin informasi penting terkait hubungan bilateral kemudian setelah itu ya menurut Mirza Nur Hidayat selaku direktur ASEAN Kementerian Luar Negeri RI beliau ini bilang bahwa negara-negara yang tergabung di dalam Asean itu memiliki sebuah perjanjian untuk menghindari penggunaan kekerasan secara berlebihan dalam kasus perlintasan warga negara tanpa jalur legal perjanjian ini juga memuat Bagaimana tindakan terukur yang dijalankan oleh negara-negara ASEAN nah namun Mirza itu enggak menyebutkan kalau insiden penembakan 5 WNI ini sebagai tindakan yang mencederai perjanjian yang sudah disepakati karena menurutnya baik Indonesia maupun Malaysia sama-sama berupaya untuk menangani kasus ini dengan sebaik-baiknya bahkan nih geng ya Pak Prabowo selaku presiden Indonesia juga menanggapi dengan serius insiden yang menimpa kelima War warga negara Indonesia ini geng pada pertemuannya dengan Perdana Menteri Malaysia yaitu Anwar Ibrahim Pak Prabowo menyampaikan mengenai kasus penembakan tersebut kepada Pak Anwar Ibrahim di sisi lain Pak Prabowo mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar Jangan mau ikut-ikutan dalam kegiatan yang ilegal yang salah satunya adalah mau disalurkan sebagai tenaga kerja ilegal ke beberapa negara dan Pak Prabowo mengatakan Beliau juga akan memproses pemulangan WNI yang dirawat di rumah sakit Malaysia namun hal tersebut baru bisa dilakukan setelah proses penyelidikan kepolisian dari Malaysia sudah selesai jadi ibaratnya mereka ini ya dikip dulu nih sama pihak otoritas Malaysia karena ada hal yang harus diselidiki nah kasus ini menuai reaksi berupa kecaman yang dikeluarkan oleh sejumlah buruh yang tergabung di dalam konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI dan juga pihak partai buruh dengan melakukan aksi demonstrasi di depan gedung kedutaan besar Malaysia yang berlokasi di setiabdi Jakarta Selatan nah di saat itu mereka semua yang berunjuk rasa itu menuntut agar aparat penegak hukum yang terlibat di dalam penembakan terhadap WNI itu bisa dipenjara selain untuk memenjarakan aparat yang terlibat mereka juga mendesak pencopotan jabatan menteri dari Pak Abdul Kadir karding terus Kristina Aryani juga selaku wakil menteri p2mi juga dituntut untuk dicopot aja tuntutan itu dinilai sebagai bentuk pertanggungjawaban karena pemerintah Indonesia dinilai lemah dalam membela kepentingan pekerja migran KSPI dan partai buruh juga menuntut pemerintah Malaysia agar menghentikan segala bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap pekerja migran Indonesia dan juga harus memberikan jaminan perlindungan hak-hak buruh migran termasuk keselamatan dan keamanan mereka selama bekerja di negara tersebut aksi unjuk rasa itu tepat di depan gedung Kedubes Malaysia yang juga diwarnai dengan pelemparan telur yang dilakukan oleh demonstran gedung kedutaan besar Malaysia di Jakarta dilempari telur oleh masa aksi yang marah atas penembakan aparat Malaysia terhadap pekerja migran Indonesia hampir 100 orang buruh melemparkan telur-telur ke Kedubes Malaysia di Jakarta hari kamis terus dengan adanya kasus ini Pasti kalian akan bertanya-tanya pihak Malaysia sendiri gimana pihak pemerintahnya gimana Apakah mereka masih kekeh dengan pernyataan kalau WNI lah yang melakukan penyerangan terlebih dahulu Nah sekarang ada baiknya kita bahas dan kita masuk ke dalam pembahasan mengenai tindakan pemerintah Malaysia di dalam kasus ini geng jadi geng setelah kasus ini banyak diperbincangkan baik di Indonesia maupun di Malaysia sendiri Ya sepertinya ada dua reaksi yang berbeda geng dari netizen Indonesia dan juga netizen Malaysia tentunya netizen Indonesia mengecam aksi yang dilakukan oleh petugas apmm karena menilai kalau apmm seenaknya menembak warga negara Indonesia yang tidak melakukan perlawanan bahkan tidak membawa senjata apapun di tubuh mereka nah namun reaksi dari netizen Malaysia justru menduk duukung Apa yang dilakukan oleh apmm karena menganggap memang warga negara indonesiaal yang salah di dalam kasus ini karena sudah melanggar peraturan yang berlaku di Malaysia katanya sehingga dikatakan pantas untuk mendapatkan tindakan yang seperti itu bahkan ada yang mengatakan kalau orang Indonesia selalu menganggap diri sebagai korban kalau terlibat kasus yang kayak gini padahal ya Dialah yang melakukan kesalahan tersebut Nah kalau enggak mau seperti itu Ya datanglah dengan cara baik-baik ke negara orang dan jangan macam-macam ya begitu kurang lebih respon dari netizen Malaysia akhirnya pernyataan tersebut menuai perdebatan jadi netizen Indonesia dan netizen Malaysia juga berdebat geng dix kalian bisa lihat nih geng di kolom Eh ini kolom replay ini ya Terus bagaimana geng dengan pemerintah Malaysia saat ini dikatakan Pak Anwar Ibrahim selaku Perdana Menteri Malaysia memastikan bahwa laporan awal Investigasi yang mereka lakukan akan segera disampaikan kepada pihak Indonesia melalui kedutaan besar dan hal tersebut bisa dilakukan karena Malaysia dan Indonesia memiliki hubungan yang cukup erat kata Pak Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia terus geng setelah penyelidikan selesai hasilnya juga akan ditinjau oleh pihak Indonesia selain itu Pak Anwar juga menegaskan kalau proses penyelidikan harus dilakukan secara terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara tersebut dan pemerintah akan bersikap tegas dalam menangani kasus imigran ilegal dan penyelundupan di perairannya mereka nah Meskipun begitu penegakan hukum tetap harus dilakukan tanpa adanya penyalahguna gunaan wewenang jadi tanpa terkecuali katanya Nah jadi begitulah kurang lebih statement dari Perdana Menteri Malaysia Pak Anwar Ibrahim terus penyelidikan di Malaysia ini masih terus dilakukan oleh kepolisian kerajaan Malaysia atau yang disingkat dengan pdrm yang mana mereka bekerja sama dengan badan penegakan hukum maritim Malaysia atau yang disingkat dengan mmea Nah untuk saat ini aparat yang terlibat di dalam penembakan tersebut sudah dibebas tugaskan nah cuma seberapa banyak aparat yang dibebas tugaskan dan enggak dijelas secara rinci juga geng jadi ya udah diabaikan kayak gitu aja ketika siasatan oleh pihak polis ke atas apmm ini KW yang terlibat pada insiden itu juga sepanjang siasatan ini mereka akan kita rehatkan dari kasus ini kita bisa menyoroti mengenai aksi sepihak yang dilakukan oleh otoritas Malaysia terhadap para pekerja migran baik itu yang legal maupun yang ilegal kalaupun mereka benar melakukan aksi yang ilegal ya si para ee pengungsi ini atau migran ini ya seharusnya sebagai negara hukum ada proses peradilan yang di mana menjadi aksi tidak lanjut bagi siapa saja yang melanggar hukum bukan dengan cara penembakan langsung di tempat seperti yang dilakukan oleh mereka yang mana ini merupakan sebuah pelanggaran hak asasi manusia nah lalu geng kasus ini yang terjadi kepada 5 WNI Malaysia ini hanya satu dari sekian kasus yang tercatat geng karena sebenarnya sudah sering sekali terjadi beberapa kali kasus yang mirip seperti ini Nah sekarang mungkin kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai kasus penembakan pekerja migran Indonesia oleh otoritas Malaysia yang mana ini lumayan rutin mereka lakukan yaitu dalam kurun waktu 20 tahun terakhir Oke sekarang kita masuk ke dalam pembahasannya jadi geng kejadian seperti ini bukanlah sebuah hal yang baru sebab menurut migram care sebuah organisasi Yang menaungi para pekerja migran Indonesia mereka itu mencatat sudah ada 75 kasus penembakan yang dilakukan oleh otoritas bersenjata Malaysia terhadap pekerja migran Indonesia dalam kurun waktu 20 tahun terakhir nah kasus penembakan kelima WNI ini menambah deretan kasus tersebut dari 75 kasus yang terjadi migran care menilai kalau belum ada upaya penyelesaian yang serius dari pemerintah untuk menyelesaikan kasus-kasus yang kayak gini Geng menurut Wahyu Susilo selaku direktur eksekutif migrant care nah beliau ini bilang pemerintah Indonesia hanya sekedar membuat nota protes diplomatik tetapi tidak tidak mengawal penyelesaian kasus ini secara tuntas sehingga pemerintah Malaysia menganggap kalau Indonesia aja enggak serius menangani kasus ini geng Nah hal ini berdampak pada perlakuan yang semena-mena terhadap pekerja migran Indonesia karena dianggap oleh pihak sana ya mereka juga enggak akan ada yang bela dari negaranya sendiri enggak akan ada pembelaan gitu perlakuan seperti ini terjadi karena adanya standar ganda dari otoritas Malaysia itu sendiri dalam menghadapi pekerja migran Indonesia yang masuk secara ilegal yang ditindak oleh Malaysia itu hanyalah bekererja migran Indonesia geng sampai-sampai mereka sering mendapatkan kekerasan dan perlakuan diskriminatif lain sementara Bos mereka serta pihak yang mendatangkan mereka ke Malaysia dengan cara yang ilegal itu sama sekali tidak mendapatkan tindakan yang tegas apapun Ya biasalah ya Ada permainan pastinya di belakang itu terus Oleh karena itu geng tindakan diskriminatif ini mengindikasikan adanya pelanggaran HAM sehingga butuh ketegasan dari pemerintah Indonesia itu sendiri penindakan terhadap warga sipil yang tidak bersenjata seharusnya dilakukan Sesuai dengan standar prosedur yang persuasif bahkan nih geng semisalkan Ada perlawanan sekalipun solusi yang bisa dilakukan adalah pelumpuhan bukannya menghilangkan nyawa jadi kayak ditembak di bagian kaki atau dilumpuhkan dengan cara lainlah Jadi bukan malah ditembak dengan sebanyak itu peluru dan ya ngarahnya ngasal sehingga menyebabkan korban jiwa Nah sebagai negara hukum kalau misalkan memang terbukti bersalah kan ada proses peradilan seharusnya ada persidangan di mana para korban ini akan mendapatkan hukuman yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku bukannya seperti ya yang dilakukan ini malah kayak Mau ngabisin nyawa mereka padahal ya kebenarannya tidak diketahui Seperti apa Nah terus juga ada stigma yang melekat terhadap para pekerja migran yang bekerja secara ilegal ini dengan mana mereka ini dianggap sebagai seorang kriminal nah padahal geng menurut Alex Ong selaku aktivis migran Care di Malaysia kedua hal tersebut adalah hal yang berbeda hanya karena mereka pekerja ilegal ya bukan berarti mereka mka melanggar undang-undang kriminal sebab yang mereka langgar hanyalah undang-undang imigrasi nah terus geng karena adanya dugaan di dalam kasus ini yaitu pelanggaran HAM Kementerian hak asasi manusia atau kemenham meminta agar komisi hak asasi manusia Malaysia yaitu suhakam terlibat di dalam investigasi kasus penembakan terhadap pekerja migran Indonesia yang ada di Malaysia suhakam ini akan berperan sebagai pihak ketiga yang netral dan independen sehingga dia bakal membantu untuk memastikan Investigasi yang dilakukan secara objektif nah sebab keterangan secara sepihak dari aparat Malaysia itu sangat mungkin enggak bisa dipercaya sepenuhnya makanya dibutuhkan pihak yang netral untuk bisa objektif dan tidak berpihak dalam mengusut kasus ini secara tuntas hal ini juga didukung karena komnasham memiliki nota kesepahaman dengan suhakam sehingga kedua lembaga tersebut perlu melakukan koordinasi untuk memantau kasus ini nah kemenham mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh aparat Malaysia karena tindakan yang mereka lakukan seharus nya tidak berujung pada hilangnya nyawa sehingga dinilai hal ini sudah berlebihan tidak dapat dibenarkan nah terus geng masih menurut pihak k menham kejadian seperti ini seperti membenarkan dan membiarkan bahwa seseorang atau suatu pihak bisa diperlakukan semena-mena oleh petugas seakan-akan nyawa seseorang tidak berharga nah terus geng mengenai indikasi yang dikatakan kalau adanya kasus perdagangan orang yang berhubungan dengan insiden ini nah anggota badan legislasi atau baleg DPR yang bernama Umbu kabunang meminta kepada pemerintah agar membentuk Satgas mafia perdagangan orang karena menurut dia ini menjadi penting karena sudah terjadi peristiwa kekerasan yang berulang yang dialami oleh warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri serta ada puluhan migran Indonesia yang meninggal dunia akibat dieksekusi yang dilakukan oleh aparat di negara tempat mereka bekerja Nah dengan harapan semisalnya nih ya benar kalau adanya indikasi perdagangan orang nah sindikat tersebut bisa ditumpas sehingga enggak akan ada kejadian seperti ini di masa mendatang Nah jadi Geng itu dia pembahasan kita hari ini tentang insiden penembakan terhadap lima orang warga negara Indonesia yang dilakukan oleh otoritas Malaysia yaitu petugas apmm di Perairan Malaysia dan kasus ini masih berjalan sampai sekarang dan masih diperiksa tapi di Malaysia nah jadinya kita tunggu aja Update selanjutnya dan semoga kasus ini bisa cepat selesai dan ya si pelakunya dihukum yang setimpal nah gimana geng Menurut kalian tanggapan kalian tentang kasus yang satu ini coba tinggalkan komentar di bawah