VIRAL! POLICE OFFICERS EXTORT DWP VIEWERS! 2.5 BILLION IN MALAYSIAN CITIZENS' MONEY IS EVIDENCE
LQGciOU_jMA • 2024-12-26
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id tulisan tersebut kemudian dijadikan template di Instagram dan sudah direpost dan di-share oleh banyak orang Malaysia yang kemarin datang menonton DWP nah Sebenarnya apa yang terjadi geng ketika itu kok sampai heboh banget kok sampai ceritanya kayak apa ya seram banget gitu Yo geng tekan tombol subscribe geng Halo geng Welcome back to kamar Jerry [Musik] genggeng setelah pandemi covid di mana acara yang berpotensi menimbulkan keramaian itu enggak diperbolehkan sama sekali Nah sekarang sudah banyak nih negara-negara yang mulai mengadakan acara-acara konser festival pokoknya semacam balas dendam atas apa yang sudah terlewat gitu kalau dulu kita enggak boleh ngumpul sama sekali enggak boleh bikin festival musik dan lain-lain nah k ini setelah masa pandemi covid berakhir festival-festival tuh banyak banget menjamur nah enggak terkecuali di negara kita Indonesia di tahun ini aja udah banyak banget konser-konser dari musisi-musisi terkenal dari mulai Bruno Mars sampai dengan Idol kipop dan masih banyak lagi nah biasanya penontonnya itu enggak cuma dari negara kita tapi juga ada yang datang dari luar negeri nah seperti salah satu acara yang sangat terkenal di Indonesia yaitu Jakarta Warehouse Project atau yang Biasa disingkat dengan DWP p yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak orang enggak cuma fans dari Indonesia tapi juga para fans dari luar negeri yang rela datang ke negara kita untuk menonton artis-artis yang mereka sukai yang mana artis-artis ini tampil di DWP dan ya mungkin bisa dikatakan belum tentu setiap tahun kita bisa menonton mereka DWP sendiri geng menjadi salah satu konser musik paling besar dan meriah di Indonesia nah namun geng sejauh DWP ini ada gitu ya acaranya tuh selalu pecah banget meriah banget tapi tiba-tiba nih di dalam tahun ini DWP untuk tahun 2024 ini berakhir dengan sebuah kejadian atau kasus yang benar-benar EE mungkin bisa dikatakan agak memalukan bagi kita warga Indonesia Nah jadi di konser DWP tahun 2024 ini diwarnai dengan berita miring Karena pada saat konser berlangsung ada beberapa oknum polisi Indonesia yang menangkap beberapa penonton yang mana di antaranya mereka adalah warga negara asing yaitu warga negara Malaysia Enggak cuma ditangkap aja geng menurut beberapa kesaksian dikatakan kalau para oknum polisi ini juga sampai memeras para penonton tersebut tanpa alasan yang jelas yang mana kabarnya para penonton Ini justru dituduh sebagai pemakai narkotika nah tapi enggak terbukti nah kelakuan dari oknum polisi ini ya pastinya membuat institusi kepolisian menjadi tercoreng karena yang melakukan penangkapan dan pemerasan itu adalah oknum anggota mereka sementara Ya seperti yang kita tahu ya di Indonesia itu itu masih banyak polisi-polisi baik yang bekerja sesuai dengan aturan yang mana gara-gara ada anggota dari sesama institusi mereka yang mereka juga ikut kena getahnya bisa dikatakan ini adalah Domino effectfek satu orang jatuh jatuh semua nah jadinya Kejadian ini membuat instansi kepolisian sendiri mengambil langkah tegas terhadap para oknum anggota mereka Jadi enggak pandang bulu semuanya ditangkap nah Kejadian ini juga mencoreng serta membuat malu nama Indonesia sendiri dan membuat banyak turis dari luar negeri jadi enggan datang lagi ke Indonesia sebab takut akan mengalami hal serupa karena menurut mereka polisi Indonesia dianggap super korup oleh masyarakat luar negeri yang mau datang ke Indonesia jadinya mereka jadi takut gitu nah di video kali ini kita akan membahas nih geng mengenai kejadian yang ada di DWP dan bagaimana penyelesaiannya setelah para oknum polisi tersebut ditangkap Langsung aja kita bahas secara lengkap di permisi peristiwa misteri dari berbagai sisi [Musik] kita langsung masuk ke dalam pembahasan utama pemerasan di konser DWP Jakarta Warehouse Project atau yang Biasa disingkat dengan DWP Ini adalah sebuah festival musik yang diselenggarakan oleh Ismaya Live festival ini diadakan setiap tahun dengan membawa banyak musisi dari luar negeri yang kebanyakan adalah Dis joki atau DJ karena genre musik yang paling sering ditampilkan di DWP adalah musik elektronik atau electronic dance music atau disingkat dengan EDM DJ yang di bawah pun juga merupakan DJ terkenal Mega Bintang gitu geng seperti Steve auki z dan lain-lain Steve auki sendiri sudah 7 tahun tidak tampil di DWP dan akhirnya bisa disaksikan lagi oleh para fansnya di DWP tahun ini ya kenapa enggak tampil lag lagi di DWP ya mungkin karena pandemi covid pandemi covid cukup panjang yaitu 5 tahunan Nah untuk tahun ini geng acara DWP sendiri diselenggarakan selama 3 hari mulai dari tanggal 13 Desember sampai dengan 15 Desember harga tiketnya juga bervariasi dari yang termurah yaitu Rp900.000 sampai dengan jutaan nah yang hadir juga ramai banget ini semua dikarenakan performer yang dihadirkan di DWP tentunya menjadi festival musik yang dinantikan oleh banyak fans EDM dan enggak hanya di dalam negeri tapi juga dari luar negeri yang rela datang ke Indonesia untuk nonton idola mereka nah namun sedihnya di tahun 2024 ini DWP yang seharusnya menjadi momen bagi banyak orang untuk bersenang-senang malah menjadi sebuah pengalaman buruk bagi sebagian besar orang sebab ketika DWP berlangsung di hari ketiga yaitu tanggal 15 ada beberapa oknum polisi yang menangkap dan memeras beberapa penonton termasuk di antaranya merupakan Warga Negara Malaysia ada juga yang kabarnya Warga Negara Singapura serta Thailand yang juga ikut ditangkap dan diperas hanya saja memang yang paling banyak menjadi korban di dalam kasus ini adalah warga negara Malaysia Kejadian ini sebenarnya cukup heboh di media sosial geng banyak orang yang membagikan pengalaman mereka ketika Kejadian ini berlangsung Nah gua mengutip satu cerita nih dari akun X dengan username @twtfe atau tweet Rev mungkin ya dia membagikan tiga foto yang bertuliskan kalau ada lebih dari 400 warga negara Malaysia yang diciduk oleh oknum polisi Indonesia di acara DWP dan Enggak cuma itu di dalam tulisan tersebut dikatakan kalau ada total 9 juta Malaysia yang diambil dari mereka bahkan ketika mereka ingin check out dari Hotel juga sampai Ditunggu oleh si oknum polisi ini wah kacau banget tulisan tersebut kemudian dijadikan template di Instagram dan sudah di-repost dan di-share oleh banyak orang Malaysia yang kemarin datang menonton DWP nah Sebenarnya apa yang terjadi geng ketika itu kok sampai heboh banget kok sampai ceritanya kayak apa ya seram banget gitu diperes sampai ditunggu ke hotel saat mau check out berarti kan ini serius banget Dan ada informasi yang gua dapatkan dari media Kompas yang mengatakan salah satu warga negara Malaysia yang mengalami kejadian tersebut itu bernama Ilham nah Ilham ini adalah nama samaran nih geng Nah ceritanya Ilham ini pada saat itu datang dari Malaysia memang khusus ingin menghadiri DWP dan dia enggak sendirian dia bersama dengan temannya yang merupakan Warga Negara Indonesia yang dengan nama sama neraka nah mereka berdua ini sedang menikmati pertunjukan dari Steve auki di saat itu yaitu tepat di panggung Garuda land yang menjadi performance di hari terakhir nah di saat itu tiba-tiba aja ada beberapa orang yang mengaku dari pihak kepolisian yang menarik tangan Ilham Nah si warga Malaysia dan orang tersebut meminta Ilham untuk mengikuti mereka sambil mengatakan kami polisi ayo ikut ke belakang nah kurang lebih kayak gitu nah orang yang mengaku polisi ini tidak menggunakan seragam geng ya enggak seperti dalam tugas gitu Jadi mereka itu kayak lagi penyamaran pakai baju biasa pakai baju sipil nah istilahnya itu adalah Undercover makanya para oknum ini tidak menggunakan seragam dan ternyata di saat itu Ilham ini sadar hal tersebut tidak hanya terjadi kepada dia karena menurut cerita dari Ilham dia enggak sendirian pada saat itu dan ada beberapa penonton DWP lain yang juga dibawa oleh oknum polisi tersebut untuk dikumpulkan dan diperiksa oleh oknum polisi tersebut nah oknum polisi ini menanyakan kepada Ilham Dia berasal dari dari mana dan Ilham pun menjawab kalau dia warga negara Malaysia yang datang ke Indonesia khusus untuk menghadiri festival musik DWP untuk bisa membuktikan Ilham benar warga negara Malaysia atau bukan Polisi sampai meminta paspornya dengan alasan kebutuhan pemeriksaan administrasi nah diberikanlah nih geng paspornya Ilham kepada oknum polisi tersebut namun setelah diperiksa paspor Ilham malah enggak dikembalikan tapi si oknum polisi ini justru mengetes tingkat kesadaran Ilham Apakah dia sedang mabuk atau tidak dengan cara Ilham diminta untuk untuk menyebutkan angka dari jari yang ditunjuk oleh si oknum polisi tersebut jadi kayak ini berapa ini berapa gitu nah Ilham kemudian diminta untuk berjalan agar oknum polisi itu bisa melihat Apakah jalannya Ilham ini sempoyongan atau enggak dan oknum polisi itu juga mencium bau mulut Ilham Nah karena kalau seseorang habis minum alkohol udah pasti bakal tercium bau alkohol gitu geng dan Ilham menuruti semua permintaan dari si oknum polisi dan Ilham tidak menunjukkan tanda-tanda kalau dia sedang dalam keadaan mabuk karena memang dia enggak mengkonsumsi alkohol atau barang terlarang sama sekali meskipun Ilham ini sudah terbukti tidak mabuk tidak bersalah gitu paspornya tetap ditahan tidak dikembalikan oleh si oknum polisi dan Ilham sudah berusaha untuk meminta paspornya kembali tapi si oknum polisi ini enggak mau menggubris permintaan Ilham dan malah ngobrol dengan oknum polisi lain atau temannya terus geng di sisi lain Raka si temannya Ilham yang merupakan warga Indonesia di saat itu dia sadar kalau ilham ini enggak balik-balik padahal sudah sekitar 30 menit dia dipanggil oleh si oknum polisi Tadi dan akhirnya dia memutuskan untuk mencari keberadaan Ilham dan singkat cerita akhirnya Raka berhasil menemukan Ilham ketika Ilham sedang memohon agar oknum polisi tersebut bisa mengembalikan paspornya nah menurut pengakuan Raka wajah Ilham terlihat panik dan Raka sadar kalau yang ditahan oleh oknum polisi itu bukan hanya Ilham tapi ada juga beberapa penonton DWP yang lain yang juga paspornya ikut ditahan oleh oknum polisi tersebut Nah untuk membantu Ilham agar paspornya bisa kembali Raka kemudian meminta kepada si oknum polisi agar mengembalikan paspornya Ilham namun tetap aja usahanya Raka tidak membuahkan hasil nah terus Raka Ini melihat paspor milik penonton DWP lain yang disita oleh oknum polisi itu juga tetapi di dalam paspornya terselip uang Rp200.000 nah di situlah terlihat nih Wah ada transaksi nih gitu karena hal itu Raka pun berinisiatif untuk memberikan uang Rp200.000 di selipan paspor tersebut barulah setelah memberikan uang Rp200.000 paspor itu dikembalikan oleh si oknum polisi tersebut jadi oknum polisi ini kayak minta tebusan geng Nah setelah semuanya selesai Ilham pun dilepaskan juga gitu ya Nah Ilham pun bercerita nih sama si Raka kalau pada saat dia ditahan dia dites kesadaran oleh si oknum polisi tapi ada penonton lain yang dites urin juga oleh mereka dan ketika dites urinnya dikatakan negatif tetap aja si oknum polisi itu enggak kunjung mengembalikan paspor mereka Jadi seolah-olah si oknum-oknum ini kayak minta pengertian gitu loh sama si pemilik paspor atau orang-orang yang mereka tahan ini barulah ketika si pemilik paspor memberikan uang oknum polisi tersebut mengembalikan paspornya Wah benar-benar sebuah tindakan yang memalukan dengan kata lain bisa dikatakan ya ya korupsi bangetlah ini benar-benar oknum yang sangat-sangat korup lalu geng selain Ilham ada banyak penonton lain termasuk warga Malaysia yang juga akhirnya membagikan pengalaman tidak mengenakkan mereka ketika menonton DWP di Indonesia nah semua ini mereka bagikan di sosial media kalau Raka tadi ceritanya kan dari media mainstream ya media Kompas gitu nah ini dibagikan secara pribadi dari sosial media mereka nah salah satu ceritanya itu ada yang bercerita kalau Apa yang terjadi ketika DWP tersebut adalah pengalaman terburuk dalam hidup mereka Sebab di saat itu si pencerita ini sedang menikmati konser dan bersenang-senang tiba-tiba ada beberapa oknom polisi yang datang dan mulai menangkap orang-orang di sekitarnya dia enggak pernah membayangkan sebelumnya event internasional sebesar DWP tapi malah menjadi tempat turis ditangkap-tangkapin tanpa sebab Padahal dia tidak menggunakan barang terlarang dia tidak terlihat sedang minum-minum tapi ikut ditangkap bahkan ada orang Malaysia yang mengatakan kalau dia enggak akan pernah mau lagi datang ke DWP dan orang-orang Malaysia sudah tidak lagi support DWP bahkan memboikot DWP semenjak kejadian tersebut nah pengalaman mereka dihancurkan karena oknum polisi yang menargetkan dan menangkap para turis terkhususnya turis-turis yang datang dari Malaysia karena warga Malaysia berpik pikir di saat itu mereka memang menjadi sasaran empuk bagi polisi-polisi korup yang ada di Indonesia padahal ketika dites urin orang-orang Malaysia ini juga udah enggak terbukti mereka semuanya bersih dari narkoba dan tetap saja tidak kunjung dilepaskan oleh si oknum polisi tersebut dan yang paling parahnya ini menurut pengakuan warga Malaysia ya gua enggak tahu ini lebai berlebihan atau enggak tapi dia bilang nih oknum polisi tersebut bahkan ada yang sampai meminta uang suap mulai dari r0.000 sampai dengan r200.000 Wah gede banget tuh itu kalau dirupiahkan itu sampai R300 jutaan sampai 700 jutaan hampir sem gua gak tahu ya ini maksudnya tuh jumlah total keseluruhan atau justru personal satu orang diminta segitu kalau memang personal ya satu orang diminta segitu itu tega banget sih si oknumnya nah Lalu ada juga orang Malaysia yang menceritakan hal yang sama nih kalian lihat sendiri geng video lengkapnya oke Ada orang yang lebih Teruk yang kena yang juta-juta e juta-juta rupiah tapi ya we are up to share the experience Oke time you can contact because After The Day After that dah ramai cerita yang kena puluh-puluh ribu Malaysia so macam terus geng berita ini juga diangkat oleh akun Instagram IDM maniak Asia dengan menjelaskan kalau ada ratusan orang Malaysia yang mengklaim kalau mereka menjadi korban penangkapan sewenang-wenang dan pemerasan oleh oknum polisi Indonesia yang korup setelah festival DWP diselenggarakan di sosial media Malaysia ramai dengan komentar dari orang-orang Malaysia yang marah karena pengalaman mereka yang mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari oknum polisi Indonesia di mana ada lebih dari 400 orang Malaysia yang diduga dipaksa agar memberikan uang kepada oknum polisi yang mana Kalau uang tersebut dikumpulkan itu berjumlah R9 juta banyaknya atau sekitar r32 miliar uhuh gila dan ada beberapa laporan juga yang mengatakan kalau orang Malaysia sampai di paksa untuk membayar uang kepada oknum polisi Meskipun mereka sudah lulus tes urin alias mereka tidak terbukti dengan tuduhan memakai barang terlarang dan oleh sebab itu sebagai reaksi marah dari penonton Malaysia yang datang ke DWP timbullah seruan untuk memboikot DWP dengan hashag boikot DWP dwpsak dan coruption Wah kata-kata coruption inilah yang paling lengket nih sama negara kita nih dan sebagai respon Atas kejadian ini pihak penyelenggara acara yaitu pihak DWP sendiri atas nama Ismaya Live juga mengeluarkan pernyataan resminya di Instagram mereka di dalam pernyataan tersebut Ismaya mengatakan bahwa apa yang terjadi ketika itu yang menimpa sebagian besar warga negara Malaysia berada di luar kendali mereka walaupun begitu pihak Ismaya Life akan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang serta pemerintah untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh nah netizen banyak yang berkomentar di postingan tersebut dengan mengatakan kalau DWP ini adalah DWP terburuk dibanding dengan tahun sebelumnya ada juga yang memberikan solusi kalau sebaiknya acara DWP dipindahkan aja dari Jakarta lebih baik diadakan di Bali bahkan ada yang mengecam institusi kepolisian juga geng terus banyak juga warga Malaysia yang menyarankan kalau DWP itu dirubah aja enggak usah jadi DWP lagi tapi lebih Mending jadi mwp Malaysia Warehouse Project alias meminta DWP untuk dipindahkan ke negara mereka karena menurut mereka negara mereka lebih cenderung aman ketimbang di Indonesia karena banyaknya polisi yang korup [Musik] di dalam kejadian ini bikin miris banget ya geng seperti yang udah gua katakan di awal kalau Kejadian ini diakibatkan oleh oknum polisi tidak semua polisi seperti itu masih banyak polisi-polisi yang baik yang memang menjalankan tugasnya sesuai dengan porsinya nah tapi karena kelakuan oknum-oknum ini Citra dari polisi yang baik jadi tercoreng nah jadi digeneralisir semuanya bahkan Enggak cuma institusi kepolisian aja dengan kejadian seperti ini akan banyak turis luar negeri yang tidak mau lagi datang ke event musik Indonesia karena takut mengalami hal yang sama Padahal dengan adanya turis luar negeri yang datang ke Indonesia itu bisa meningkatkan pendapatan negara Banyak netizen yang bilang kalau perbuatan para oknom polisi tersebut membuat malu wajah Indonesia karena berdampak ke mana-mana kebayang tuh ya Aduh gua juga enggak habis pikir gitu kok sampai bodoh banget gitu ya padahal kan mereka sudah menjalankan Pendidikan gitu ya sebelum bertugas gitu kok bisa berbuat kayak gini cuma demi keuntungan pribadi tapi bikin malu dan mencoreng nama Indonesia sekarang tuh Indonesia di mata luar udah kayak negara apaan gila kayak Busuk banget enggak sih negara kita jadinya gitu orang-orang beranggapan tuh negara kita kayak buruk parah gitu benar-benar mencekam banget gitu eh liburan ke Indonesia jangan polisinya nanti minta duit Aduh padahal kan enggak segitunya ya masih banyak polisi-polisi yang baik namun sayangnya semuanya tercoreng gara-gara oknum kayak gini mereka juga diminta untuk menunjukkan paspor dan membayar sejumlah uang meskipun hasil tes Nar negatif bahkan total kerugian akibat pemerasan mencapai R9 juta malayia atau setara r32 miliar Nah sekarang kita masuk nih geng ke dalam pembahasan mengenai respon dari pihak kepolisian sendiri terkait isu mengenai penangkapan dan pemerasan yang dialami oleh beberapa penonton DWP yang kebanyakan berasal dari Malaysia ini [Musik] jadi geng setelah viralnya cerita dari pengalaman-pengalaman orang Malaysia yang dikatakan ditangkap oleh oknum-oknum Polisi korup di Indonesia mereka dipaksa melakukan tes urin sampai diperas juga nah pihak kepolisian itu Angkat bicara mengenai apa yang sudah dilakukan oleh para oknum anggotanya ini jadi melalui Kasat narkoba Polres Metro Jakarta Pusat yang bernama Kompol jamalinus Nababan Beliau mengatakan bahwa memang benar ada anggota polisi yang hadir di dalam dalam konser DWP namun kehadiran para polisi-polisi pada saat itu hanya bertugas untuk mengamankan acara Bukan untuk menangkap atau memaksa para penonton yang di sana untuk melakukan tes urin itu enggak ada sop kayak gitu enggak ada perintah tugas kayak gitu Yang ada hanyalah perintah untuk sekedar mengamankan acara nah tapi malah Aji Mumpung digunakan oleh para oknum ini untuk mencari Cuan lebih nah Meskipun begitu pihak kepolisian juga akan melakukan pengecekan ke jajaran mereka Apakah kejadian yang diberitakan tersebut benar dilakukan oleh petugas mereka atau justru nantinya malah ee oknum polisi gadungan gitu takutnya nah Oleh karena itu singkat cerita geng diselidikilah kasus ini dan setelah diselidiki secara internal divisi profesi dan pengamanan atau Propam sudah mengamankan sebanyak 18 ognom polisi yang terkait dengan kasus dugaan pemerasan yang menimpa sejumlah penonton yang ada di DWP mereka semua terdiri dari personil Polda Metro Jaya Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Kemayoran Nah dari sinilah terbuka semuanya Ternyata bukan polisi gadungan tapi benar-benar oknum anggota polisi yang memang sedang bertugas di sana untuk mengamankan bukan untuk ya memeriksa orang yang pakai narkoba mabok atau sampai di tes urin enggak ada itu enggak ada surat perintah tugas kayak gitu Nah untuk saat ini 18 oknum tersebut sedang menjalani sejumlah pemeriksaan oleh divisi Propam namun belum ada informasi lebih lanjut mengenai kasus tersebut hanya saja Polri tidak akan mentoleransi pelanggaran yang sudah dilakukan oleh 18 oknum ini geng karena kenapa ya dampaknya Enggak cuma untuk institusi aja tapi untuk wajah negara kita yang benar-benar menjadi sangat malu nah lalu geng menurut komisioner kompolnas Muhammad qoirul Anam mengatakan ada pelanggaran dalam dugaan pemerasan yang dilakukan oleh 18 Num tersebut setelah mereka ditangkap kompolnas berharap agar Propam bisa memberikan sanksi yang tegas kepada para oknum ini selain itu pengamat Kepolisian dari Institute for security and strategic studies atau ises yang bernama Bambang rukminto menilai kalau 18 oknum polisi yang sekarang sudah ditangkap itu harus mendapatkan sanksi pemberhentian secara tidak hormat kalau mereka benar-benar terbukti bersalah wuh pemberhentian loh Apakah ini dipecat atau justru diberhentikan dari jabatan atau apa gua Enggak tahu karena penjelasannya kurang detail gitu geng Nah bahkan enggak cukup dengan diberhentikan secara tidak hormat aja menurut Pak Bambang mereka juga harus diseret karena hukum pidana karena melanggar pasal 12 huruf E undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana sudah diubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 Nah karena mereka ini masuk ke dalam kategori korupsi ya oknum polisi korup gitu dan kenapa pihak kepolisian sendiri sangat marah kepada para anggotanya ini atau oknum anggotanya ini ya karena memang benar-benar memalukan gitu geng Nah sebab menurut Pak Bambang juga kalau hanya diberikan sanksi sedang atau sanksi ringan enggak akan membuat para pelaku ini Jera dan sangat mungkin akan terjadinya hal serupa di kemudian hari yang akan dilakukan oleh oknum-oknum lainnya lagi Nah Pak Bambang juga menekankan kalau direktur reserse narkoba Polda Metro Jaya yang bernama combes Paul Donald parlaungan Simanjuntak itu harus ikut diperiksa juga terkait dugaan pemerasan di konser DWP ini hal ini bukan tanpa alasan sebab Kombes Paul Donald parlaungan Simanjuntak adalah atasan dari 18 oknum polisi yang terlibat di dalam kasus ini nah jadi menurut Pak Bambang dia mencurigai Apa mungkin ada perintah dari beliau tersebut nah selain Donald Propam juga diminta untuk memeriksa masing-masing pimpinan kesatuan polisi baik yang ada di lapangan maupun secara struktur karena para oknom ini berasal dari banyak kesatuan Jadi bukan berasal dari satu kesatuan aja Ya seperti yang gua sebutkan tadi ada yang dari Polda ada yang dari polsek ada yang dari Polres Kasat narkoba yang ada di masing-masing porest dan di rest narkoba Polda pun harus ikut diperiksa karena kalau merujuk pada eh pengakuan warga Malaysia ya angka pemerasannya kalau ditotalkan tuh cukup fantastis sampai miliaran rupiah jadi ini bukan kasus yang biasa biasa yang telah kita amankan Ya jumlahnya berapa do 2,5 ya 2,5 jadi 2,5 miliard rupiah nah perlu kalian ketahui ya geng kenapa gua bilang ini bukan kasus biasa Karena acara DWP atau festival DWP ini merupakan festival musik EDM terbesar di Asia Tenggara geng yang pastinya berita ini akan menyebar dengan sangat-sangat luas jadi makanya tuh memalukan sekali dan akibatnya Indonesia bisa merugi karena sudah kehilangan kepercayaan dari turis-turis negara lain padahal sektor pariwisata Indonesia khususnya dalam bidang meeting insentif convonenion dan exhibition itu sudah kalah jauh dibandingkan negara tetangga seperti Singapura Malaysia dan Thailand nah gara-gara peristiwa ini ya 18 orang tadi nih ini akan membuat industri-industri yang ada di Indonesia semakin bakal terpuruk Wah gila banget dan gara-gara peristiwa ini berdampak terhadap pariwisata Indonesia Menteri Pariwisata yaitu bu widanti Putri Wardana sangat menyayangkan kejadian tersebut menurut beliau hal ini sangat membuat rugi Indonesia karena memberikan Citra negatif bagi pariwisata Indonesia dan sejak informasi tersebut beredar kementerian pariwisata sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait termasuk dengan promotor acara dan pihak kepolisian untuk segera Menindaklanjuti dan bisa menuntaskan kasus ini dan karena sekarang para oknum polisi itu sudah ditangkap kementerian pariwisata pun mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk Menindaklanjuti kasus yang dilakukan oleh oknum anggotanya yang nakal ini lalu dari Kejadian ini baik dari kementerian pariwisata institusi kepolisian bahkan kita semua ya jelas berharap agar kejadian kayak gini tidak terjadi kembali sehingga para turis dari luar negeri bisa merasa aman kalau mereka menghadiri event-event di Indonesia dan Itu semua memang sudah menjadi tugas kita ya terutama pemerintah kita untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan mereka selama berada di negara kita Oke Geng itu dia geng pembahasan kita hari ini mengenai dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum polisi di festival DWP gimana Menurut kalian tentang Kejadian ini ya Apakah kalian merasa sangat malu atau Menurut kalian biasa-biasa aja coba deh tinggalkan komentar di bawah
Resume
Categories