Transcript
LQGciOU_jMA • VIRAL! POLICE OFFICERS EXTORT DWP VIEWERS! 2.5 BILLION IN MALAYSIAN CITIZENS' MONEY IS EVIDENCE
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1312_LQGciOU_jMA.txt
Kind: captions
Language: id
tulisan tersebut kemudian dijadikan
template di Instagram dan sudah direpost
dan di-share oleh banyak orang Malaysia
yang kemarin datang menonton DWP nah
Sebenarnya apa yang terjadi geng ketika
itu kok sampai heboh banget kok sampai
ceritanya kayak apa ya seram banget gitu
Yo geng tekan tombol subscribe
geng Halo geng Welcome back to kamar
Jerry
[Musik]
genggeng setelah pandemi covid di mana
acara yang berpotensi menimbulkan
keramaian itu enggak diperbolehkan sama
sekali Nah sekarang sudah banyak nih
negara-negara yang mulai mengadakan
acara-acara konser festival pokoknya
semacam balas dendam atas apa yang sudah
terlewat gitu kalau dulu kita enggak
boleh ngumpul sama sekali enggak boleh
bikin festival musik dan lain-lain nah k
ini setelah masa pandemi covid berakhir
festival-festival tuh banyak banget
menjamur nah enggak terkecuali di negara
kita Indonesia di tahun ini aja udah
banyak banget konser-konser dari
musisi-musisi terkenal dari mulai Bruno
Mars sampai dengan Idol kipop dan masih
banyak lagi nah biasanya penontonnya itu
enggak cuma dari negara kita tapi juga
ada yang datang dari luar negeri nah
seperti salah satu acara yang sangat
terkenal di Indonesia yaitu Jakarta
Warehouse Project atau yang Biasa
disingkat dengan DWP p yang sangat
ditunggu-tunggu oleh banyak orang enggak
cuma fans dari Indonesia tapi juga para
fans dari luar negeri yang rela datang
ke negara kita untuk menonton
artis-artis yang mereka sukai yang mana
artis-artis ini tampil di DWP dan ya
mungkin bisa dikatakan belum tentu
setiap tahun kita bisa menonton mereka
DWP sendiri geng menjadi salah satu
konser musik paling besar dan meriah di
Indonesia nah namun geng sejauh DWP ini
ada gitu ya acaranya tuh selalu pecah
banget meriah banget tapi tiba-tiba nih
di dalam tahun ini DWP untuk tahun 2024
ini berakhir dengan sebuah kejadian atau
kasus yang benar-benar EE mungkin bisa
dikatakan agak memalukan bagi kita warga
Indonesia Nah jadi di konser DWP tahun
2024 ini diwarnai dengan berita miring
Karena pada saat konser berlangsung ada
beberapa oknum polisi Indonesia yang
menangkap beberapa penonton yang mana di
antaranya mereka adalah warga negara
asing yaitu warga negara Malaysia Enggak
cuma ditangkap aja geng menurut beberapa
kesaksian dikatakan kalau para oknum
polisi ini juga sampai memeras para
penonton tersebut tanpa alasan yang
jelas yang mana kabarnya para penonton
Ini justru dituduh sebagai pemakai
narkotika nah tapi enggak terbukti nah
kelakuan dari oknum polisi ini ya
pastinya membuat institusi kepolisian
menjadi tercoreng karena yang melakukan
penangkapan dan pemerasan itu adalah
oknum anggota mereka sementara Ya
seperti yang kita tahu ya di Indonesia
itu itu masih banyak polisi-polisi baik
yang bekerja sesuai dengan aturan yang
mana gara-gara ada anggota dari sesama
institusi mereka yang mereka juga ikut
kena getahnya bisa dikatakan ini adalah
Domino effectfek satu orang jatuh jatuh
semua nah jadinya Kejadian ini membuat
instansi kepolisian sendiri mengambil
langkah tegas terhadap para oknum
anggota mereka Jadi enggak pandang bulu
semuanya ditangkap nah Kejadian ini juga
mencoreng serta membuat malu nama
Indonesia sendiri dan membuat banyak
turis dari luar negeri jadi enggan
datang lagi ke Indonesia sebab takut
akan mengalami hal serupa karena menurut
mereka polisi Indonesia dianggap super
korup oleh masyarakat luar negeri yang
mau datang ke Indonesia jadinya mereka
jadi takut gitu nah di video kali ini
kita akan membahas nih geng mengenai
kejadian yang ada di DWP dan bagaimana
penyelesaiannya setelah para oknum
polisi tersebut ditangkap Langsung aja
kita bahas secara lengkap di permisi
peristiwa misteri dari berbagai sisi
[Musik]
kita langsung masuk ke dalam pembahasan
utama pemerasan di konser
DWP Jakarta Warehouse Project atau yang
Biasa disingkat dengan DWP Ini adalah
sebuah festival musik yang
diselenggarakan oleh Ismaya Live
festival ini diadakan setiap tahun
dengan membawa banyak musisi dari luar
negeri yang kebanyakan adalah Dis joki
atau DJ karena genre musik yang paling
sering ditampilkan di DWP adalah musik
elektronik atau electronic dance music
atau disingkat dengan EDM DJ yang di
bawah pun juga merupakan DJ terkenal
Mega Bintang gitu geng seperti Steve
auki z dan lain-lain Steve auki sendiri
sudah 7 tahun tidak tampil di DWP dan
akhirnya bisa disaksikan lagi oleh para
fansnya di DWP tahun ini ya kenapa
enggak tampil lag lagi di DWP ya mungkin
karena pandemi covid pandemi covid cukup
panjang yaitu 5 tahunan Nah untuk tahun
ini geng acara DWP sendiri
diselenggarakan selama 3 hari mulai dari
tanggal 13 Desember sampai dengan 15
Desember harga tiketnya juga bervariasi
dari yang termurah yaitu Rp900.000
sampai dengan jutaan nah yang hadir juga
ramai banget ini semua dikarenakan
performer yang dihadirkan di DWP
tentunya menjadi festival musik yang
dinantikan oleh banyak fans EDM dan
enggak hanya di dalam negeri tapi juga
dari luar negeri yang rela datang ke
Indonesia untuk nonton idola mereka nah
namun sedihnya di tahun 2024 ini DWP
yang seharusnya menjadi momen bagi
banyak orang untuk bersenang-senang
malah menjadi sebuah pengalaman buruk
bagi sebagian besar orang sebab ketika
DWP berlangsung di hari ketiga yaitu
tanggal 15 ada beberapa oknum polisi
yang menangkap dan memeras beberapa
penonton termasuk di antaranya merupakan
Warga Negara Malaysia ada juga yang
kabarnya Warga Negara Singapura serta
Thailand yang juga ikut ditangkap dan
diperas hanya saja memang yang paling
banyak menjadi korban di dalam kasus ini
adalah warga negara
Malaysia Kejadian ini sebenarnya cukup
heboh di media sosial geng banyak orang
yang membagikan pengalaman mereka ketika
Kejadian ini berlangsung Nah gua
mengutip satu cerita nih dari akun X
dengan username
@twtfe atau tweet Rev mungkin ya dia
membagikan tiga foto yang bertuliskan
kalau ada lebih dari 400 warga negara
Malaysia yang diciduk oleh oknum polisi
Indonesia di acara DWP dan Enggak cuma
itu di dalam tulisan tersebut dikatakan
kalau ada total 9 juta Malaysia yang
diambil dari mereka bahkan ketika mereka
ingin check out dari Hotel juga sampai
Ditunggu oleh si oknum polisi ini wah
kacau banget tulisan tersebut kemudian
dijadikan template di Instagram dan
sudah di-repost dan di-share oleh banyak
orang Malaysia yang kemarin datang
menonton DWP nah Sebenarnya apa yang
terjadi geng ketika itu kok sampai heboh
banget kok sampai ceritanya kayak apa ya
seram banget gitu diperes sampai
ditunggu ke hotel saat mau check out
berarti kan ini serius banget Dan ada
informasi yang gua dapatkan dari media
Kompas yang mengatakan salah satu warga
negara Malaysia yang mengalami kejadian
tersebut itu bernama Ilham nah Ilham ini
adalah nama samaran nih geng Nah
ceritanya Ilham ini pada saat itu datang
dari Malaysia memang khusus ingin
menghadiri DWP dan dia enggak sendirian
dia bersama dengan temannya yang
merupakan Warga Negara Indonesia yang
dengan nama sama neraka nah mereka
berdua ini sedang menikmati pertunjukan
dari Steve auki di saat itu yaitu tepat
di panggung Garuda land yang menjadi
performance di hari terakhir nah di saat
itu tiba-tiba aja ada beberapa orang
yang mengaku dari pihak kepolisian yang
menarik tangan Ilham Nah si warga
Malaysia dan orang tersebut meminta
Ilham untuk mengikuti mereka sambil
mengatakan kami polisi ayo ikut ke
belakang nah kurang lebih kayak gitu nah
orang yang mengaku polisi ini tidak
menggunakan seragam geng ya enggak
seperti dalam tugas gitu Jadi mereka itu
kayak lagi penyamaran pakai baju biasa
pakai baju sipil nah istilahnya itu
adalah Undercover makanya para oknum ini
tidak menggunakan seragam dan ternyata
di saat itu Ilham ini sadar hal tersebut
tidak hanya terjadi kepada dia karena
menurut cerita dari Ilham dia enggak
sendirian pada saat itu dan ada beberapa
penonton DWP lain yang juga dibawa oleh
oknum polisi tersebut untuk dikumpulkan
dan diperiksa oleh oknum polisi tersebut
nah oknum polisi ini menanyakan kepada
Ilham Dia berasal dari dari mana dan
Ilham pun menjawab kalau dia warga
negara Malaysia yang datang ke Indonesia
khusus untuk menghadiri festival musik
DWP untuk bisa membuktikan Ilham benar
warga negara Malaysia atau bukan Polisi
sampai meminta paspornya dengan alasan
kebutuhan pemeriksaan administrasi nah
diberikanlah nih geng paspornya Ilham
kepada oknum polisi tersebut namun
setelah diperiksa paspor Ilham malah
enggak dikembalikan tapi si oknum polisi
ini justru mengetes tingkat kesadaran
Ilham Apakah dia sedang mabuk atau tidak
dengan cara Ilham diminta untuk untuk
menyebutkan angka dari jari yang
ditunjuk oleh si oknum polisi tersebut
jadi kayak ini berapa ini berapa gitu
nah Ilham kemudian diminta untuk
berjalan agar oknum polisi itu bisa
melihat Apakah jalannya Ilham ini
sempoyongan atau enggak dan oknum polisi
itu juga mencium bau mulut Ilham Nah
karena kalau seseorang habis minum
alkohol udah pasti bakal tercium bau
alkohol gitu geng dan Ilham menuruti
semua permintaan dari si oknum polisi
dan Ilham tidak menunjukkan tanda-tanda
kalau dia sedang dalam keadaan mabuk
karena memang dia enggak mengkonsumsi
alkohol atau barang terlarang sama
sekali meskipun Ilham ini sudah terbukti
tidak mabuk tidak bersalah gitu
paspornya tetap ditahan tidak
dikembalikan oleh si oknum polisi dan
Ilham sudah berusaha untuk meminta
paspornya kembali tapi si oknum polisi
ini enggak mau menggubris permintaan
Ilham dan malah ngobrol dengan oknum
polisi lain atau temannya terus geng di
sisi lain Raka si temannya Ilham yang
merupakan warga Indonesia di saat itu
dia sadar kalau ilham ini enggak
balik-balik padahal sudah sekitar 30
menit dia dipanggil oleh si oknum polisi
Tadi dan akhirnya dia memutuskan untuk
mencari keberadaan Ilham dan singkat
cerita akhirnya Raka berhasil menemukan
Ilham ketika Ilham sedang memohon agar
oknum polisi tersebut bisa mengembalikan
paspornya nah menurut pengakuan Raka
wajah Ilham terlihat panik dan Raka
sadar kalau yang ditahan oleh oknum
polisi itu bukan hanya Ilham tapi ada
juga beberapa penonton DWP yang lain
yang juga paspornya ikut ditahan oleh
oknum polisi tersebut Nah untuk membantu
Ilham agar paspornya bisa kembali Raka
kemudian meminta kepada si oknum polisi
agar mengembalikan paspornya Ilham namun
tetap aja usahanya Raka tidak membuahkan
hasil nah terus Raka Ini melihat paspor
milik penonton DWP lain yang disita oleh
oknum polisi itu juga tetapi di dalam
paspornya terselip uang Rp200.000 nah di
situlah terlihat nih Wah ada transaksi
nih gitu karena hal itu Raka pun
berinisiatif untuk memberikan uang
Rp200.000 di selipan paspor tersebut
barulah setelah memberikan uang
Rp200.000 paspor itu dikembalikan oleh
si oknum polisi tersebut jadi oknum
polisi ini kayak minta tebusan geng Nah
setelah semuanya selesai Ilham pun
dilepaskan juga gitu ya Nah Ilham pun
bercerita nih sama si Raka kalau pada
saat dia ditahan dia dites kesadaran
oleh si oknum polisi tapi ada penonton
lain yang dites urin juga oleh mereka
dan ketika dites urinnya dikatakan
negatif tetap aja si oknum polisi itu
enggak kunjung mengembalikan paspor
mereka Jadi seolah-olah si oknum-oknum
ini kayak minta pengertian gitu loh sama
si pemilik paspor atau orang-orang yang
mereka tahan ini barulah ketika si
pemilik paspor memberikan uang oknum
polisi tersebut mengembalikan paspornya
Wah benar-benar sebuah tindakan yang
memalukan dengan kata lain bisa
dikatakan ya ya korupsi bangetlah ini
benar-benar oknum yang sangat-sangat
korup lalu geng selain Ilham ada banyak
penonton lain termasuk warga Malaysia
yang juga akhirnya membagikan pengalaman
tidak mengenakkan mereka ketika menonton
DWP di Indonesia nah semua ini mereka
bagikan di sosial media kalau Raka tadi
ceritanya kan dari media mainstream ya
media Kompas gitu nah ini dibagikan
secara pribadi dari sosial media mereka
nah salah satu ceritanya itu ada yang
bercerita kalau Apa yang terjadi ketika
DWP tersebut adalah pengalaman terburuk
dalam hidup mereka Sebab di saat itu si
pencerita ini sedang menikmati konser
dan bersenang-senang tiba-tiba ada
beberapa oknom polisi yang datang dan
mulai menangkap orang-orang di
sekitarnya dia enggak pernah
membayangkan sebelumnya event
internasional sebesar DWP tapi malah
menjadi tempat turis
ditangkap-tangkapin tanpa sebab Padahal
dia tidak menggunakan barang terlarang
dia tidak terlihat sedang minum-minum
tapi ikut ditangkap bahkan ada orang
Malaysia yang mengatakan kalau dia
enggak akan pernah mau lagi datang ke
DWP dan orang-orang Malaysia sudah tidak
lagi support DWP bahkan memboikot DWP
semenjak kejadian tersebut nah
pengalaman mereka dihancurkan karena
oknum polisi yang menargetkan dan
menangkap para turis terkhususnya
turis-turis yang datang dari Malaysia
karena warga Malaysia berpik pikir di
saat itu mereka memang menjadi sasaran
empuk bagi polisi-polisi korup yang ada
di Indonesia padahal ketika dites urin
orang-orang Malaysia ini juga udah
enggak terbukti mereka semuanya bersih
dari narkoba dan tetap saja tidak
kunjung dilepaskan oleh si oknum polisi
tersebut dan yang paling parahnya ini
menurut pengakuan warga Malaysia ya gua
enggak tahu ini lebai berlebihan atau
enggak tapi dia bilang nih oknum polisi
tersebut bahkan ada yang sampai meminta
uang suap mulai dari r0.000 sampai
dengan r200.000 Wah gede banget tuh itu
kalau dirupiahkan itu sampai R300 jutaan
sampai 700 jutaan hampir sem gua gak
tahu ya ini maksudnya tuh jumlah total
keseluruhan atau justru personal satu
orang diminta segitu kalau memang
personal ya satu orang diminta segitu
itu tega banget sih si oknumnya nah Lalu
ada juga orang Malaysia yang
menceritakan hal yang sama nih kalian
lihat sendiri geng video lengkapnya
oke Ada orang yang lebih Teruk yang kena
yang juta-juta e juta-juta rupiah tapi
ya we are up to share the experience Oke
time you can contact because After The
Day After that dah ramai cerita yang
kena puluh-puluh ribu Malaysia so
macam terus geng berita ini juga
diangkat oleh akun Instagram IDM maniak
Asia dengan menjelaskan kalau ada
ratusan orang Malaysia yang mengklaim
kalau mereka menjadi korban penangkapan
sewenang-wenang dan pemerasan oleh oknum
polisi Indonesia yang korup setelah
festival DWP diselenggarakan di sosial
media Malaysia ramai dengan komentar
dari orang-orang Malaysia yang marah
karena pengalaman mereka yang
mendapatkan perlakuan yang tidak baik
dari oknum polisi Indonesia di mana ada
lebih dari 400 orang Malaysia yang
diduga dipaksa agar memberikan uang
kepada oknum polisi yang mana Kalau uang
tersebut dikumpulkan itu berjumlah R9
juta banyaknya atau sekitar r32 miliar
uhuh gila dan ada beberapa laporan juga
yang mengatakan kalau orang Malaysia
sampai di paksa untuk membayar uang
kepada oknum polisi Meskipun mereka
sudah lulus tes urin alias mereka tidak
terbukti dengan tuduhan memakai barang
terlarang dan oleh sebab itu sebagai
reaksi marah dari penonton Malaysia yang
datang ke DWP timbullah seruan untuk
memboikot DWP dengan hashag boikot DWP
dwpsak dan coruption Wah kata-kata
coruption inilah yang paling lengket nih
sama negara kita nih dan sebagai respon
Atas kejadian ini pihak penyelenggara
acara yaitu pihak DWP sendiri atas nama
Ismaya Live juga mengeluarkan pernyataan
resminya di Instagram mereka di dalam
pernyataan tersebut Ismaya mengatakan
bahwa apa yang terjadi ketika itu yang
menimpa sebagian besar warga negara
Malaysia berada di luar kendali mereka
walaupun begitu pihak Ismaya Life akan
berkomitmen untuk bekerja sama dengan
pihak berwenang serta pemerintah untuk
menyelidiki kasus ini secara menyeluruh
nah netizen banyak yang berkomentar di
postingan tersebut dengan mengatakan
kalau DWP ini adalah DWP terburuk
dibanding dengan tahun sebelumnya ada
juga yang memberikan solusi kalau
sebaiknya acara DWP dipindahkan aja dari
Jakarta lebih baik diadakan di Bali
bahkan ada yang mengecam institusi
kepolisian juga geng terus banyak juga
warga Malaysia yang menyarankan kalau
DWP itu dirubah aja enggak usah jadi DWP
lagi tapi lebih Mending jadi mwp
Malaysia Warehouse Project alias meminta
DWP untuk dipindahkan ke negara mereka
karena menurut mereka negara mereka
lebih cenderung aman ketimbang di
Indonesia karena banyaknya polisi yang
korup
[Musik]
di dalam kejadian ini bikin miris banget
ya geng seperti yang udah gua katakan di
awal kalau Kejadian ini diakibatkan oleh
oknum polisi tidak semua polisi seperti
itu masih banyak polisi-polisi yang baik
yang memang menjalankan tugasnya sesuai
dengan porsinya nah tapi karena kelakuan
oknum-oknum ini Citra dari polisi yang
baik jadi tercoreng nah jadi
digeneralisir semuanya bahkan Enggak
cuma institusi kepolisian aja dengan
kejadian seperti ini akan banyak turis
luar negeri yang tidak mau lagi datang
ke event musik Indonesia karena takut
mengalami hal yang sama Padahal dengan
adanya turis luar negeri yang datang ke
Indonesia itu bisa meningkatkan
pendapatan negara Banyak netizen yang
bilang kalau perbuatan para oknom polisi
tersebut membuat malu wajah Indonesia
karena berdampak ke mana-mana kebayang
tuh ya
Aduh gua juga enggak habis pikir gitu
kok sampai bodoh banget gitu ya padahal
kan mereka sudah menjalankan Pendidikan
gitu ya sebelum bertugas gitu kok bisa
berbuat kayak gini cuma demi keuntungan
pribadi tapi bikin malu dan mencoreng
nama Indonesia sekarang tuh Indonesia di
mata luar udah kayak negara apaan gila
kayak Busuk banget enggak sih negara
kita jadinya gitu orang-orang
beranggapan tuh negara kita kayak buruk
parah gitu benar-benar mencekam banget
gitu eh liburan ke Indonesia jangan
polisinya nanti minta duit Aduh padahal
kan enggak segitunya ya masih banyak
polisi-polisi yang baik namun sayangnya
semuanya tercoreng gara-gara oknum kayak
gini mereka juga diminta untuk
menunjukkan paspor dan membayar sejumlah
uang meskipun hasil tes Nar negatif
bahkan total kerugian akibat pemerasan
mencapai R9 juta malayia atau setara r32
miliar Nah sekarang kita masuk nih geng
ke dalam pembahasan mengenai respon dari
pihak kepolisian sendiri terkait isu
mengenai penangkapan dan pemerasan yang
dialami oleh beberapa penonton DWP yang
kebanyakan berasal dari Malaysia ini
[Musik]
jadi geng setelah viralnya cerita dari
pengalaman-pengalaman orang Malaysia
yang dikatakan ditangkap oleh
oknum-oknum Polisi korup di Indonesia
mereka dipaksa melakukan tes urin sampai
diperas juga nah pihak kepolisian itu
Angkat bicara mengenai apa yang sudah
dilakukan oleh para oknum anggotanya ini
jadi melalui Kasat narkoba Polres Metro
Jakarta Pusat yang bernama Kompol
jamalinus Nababan Beliau mengatakan
bahwa memang benar ada anggota polisi
yang hadir di dalam dalam konser DWP
namun kehadiran para polisi-polisi pada
saat itu hanya bertugas untuk
mengamankan acara Bukan untuk menangkap
atau memaksa para penonton yang di sana
untuk melakukan tes urin itu enggak ada
sop kayak gitu enggak ada perintah tugas
kayak gitu Yang ada hanyalah perintah
untuk sekedar mengamankan acara nah tapi
malah Aji Mumpung digunakan oleh para
oknum ini untuk mencari Cuan lebih nah
Meskipun begitu pihak kepolisian juga
akan melakukan pengecekan ke jajaran
mereka Apakah kejadian yang diberitakan
tersebut benar dilakukan oleh petugas
mereka atau justru nantinya malah ee
oknum polisi gadungan gitu takutnya nah
Oleh karena itu singkat cerita geng
diselidikilah kasus ini dan setelah
diselidiki secara internal divisi
profesi dan pengamanan atau Propam sudah
mengamankan sebanyak 18 ognom polisi
yang terkait dengan kasus dugaan
pemerasan yang menimpa sejumlah penonton
yang ada di DWP mereka semua terdiri
dari personil Polda Metro Jaya Polres
Metro Jakarta Pusat dan Polsek Kemayoran
Nah dari sinilah terbuka semuanya
Ternyata bukan polisi gadungan tapi
benar-benar oknum anggota polisi yang
memang sedang bertugas di sana untuk
mengamankan bukan untuk ya memeriksa
orang yang pakai narkoba mabok atau
sampai di tes urin enggak ada itu enggak
ada surat perintah tugas kayak gitu Nah
untuk saat ini 18 oknum tersebut sedang
menjalani sejumlah pemeriksaan oleh
divisi Propam namun belum ada informasi
lebih lanjut mengenai kasus tersebut
hanya saja Polri tidak akan mentoleransi
pelanggaran yang sudah dilakukan oleh 18
oknum ini geng karena kenapa ya
dampaknya Enggak cuma untuk institusi
aja tapi untuk wajah negara kita yang
benar-benar menjadi sangat malu nah lalu
geng menurut komisioner kompolnas
Muhammad qoirul Anam mengatakan ada
pelanggaran dalam dugaan pemerasan yang
dilakukan oleh 18 Num tersebut setelah
mereka ditangkap kompolnas berharap agar
Propam bisa memberikan sanksi yang tegas
kepada para oknum ini selain itu
pengamat Kepolisian dari Institute for
security and strategic studies atau ises
yang bernama Bambang rukminto menilai
kalau 18 oknum polisi yang sekarang
sudah ditangkap itu harus mendapatkan
sanksi pemberhentian secara tidak hormat
kalau mereka benar-benar terbukti
bersalah wuh pemberhentian loh Apakah
ini dipecat atau justru diberhentikan
dari jabatan atau apa gua Enggak tahu
karena penjelasannya kurang detail gitu
geng Nah bahkan enggak cukup dengan
diberhentikan secara tidak hormat aja
menurut Pak Bambang mereka juga harus
diseret karena hukum pidana karena
melanggar pasal 12 huruf E undang-undang
Nomor 31 tahun 1999 tentang
pemberantasan korupsi sebagaimana sudah
diubah dan ditambah dengan undang-undang
nomor 20 tahun 2001 Nah karena mereka
ini masuk ke dalam kategori korupsi ya
oknum polisi korup gitu dan kenapa pihak
kepolisian sendiri sangat marah kepada
para anggotanya ini atau oknum
anggotanya ini ya karena memang
benar-benar memalukan gitu geng Nah
sebab menurut Pak Bambang juga kalau
hanya diberikan sanksi sedang atau
sanksi ringan enggak akan membuat para
pelaku ini Jera dan sangat mungkin akan
terjadinya hal serupa di kemudian hari
yang akan dilakukan oleh oknum-oknum
lainnya lagi Nah Pak Bambang juga
menekankan kalau direktur reserse
narkoba Polda Metro Jaya yang bernama
combes Paul Donald parlaungan
Simanjuntak itu harus ikut diperiksa
juga terkait dugaan pemerasan di konser
DWP ini hal ini bukan tanpa alasan sebab
Kombes Paul Donald parlaungan
Simanjuntak adalah atasan dari 18 oknum
polisi yang terlibat di dalam kasus
ini nah jadi menurut Pak Bambang dia
mencurigai Apa mungkin ada perintah dari
beliau tersebut nah selain Donald Propam
juga diminta untuk memeriksa
masing-masing pimpinan kesatuan polisi
baik yang ada di lapangan maupun secara
struktur karena para oknom ini berasal
dari banyak kesatuan Jadi bukan berasal
dari satu kesatuan aja Ya seperti yang
gua sebutkan tadi ada yang dari Polda
ada yang dari polsek ada yang dari
Polres Kasat narkoba yang ada di
masing-masing porest dan di rest narkoba
Polda pun harus ikut diperiksa karena
kalau merujuk pada eh pengakuan warga
Malaysia ya angka pemerasannya kalau
ditotalkan tuh cukup fantastis sampai
miliaran rupiah jadi ini bukan kasus
yang biasa biasa yang telah kita amankan
Ya jumlahnya berapa
do 2,5 ya 2,5 jadi 2,5
miliard
rupiah nah perlu kalian ketahui ya geng
kenapa gua bilang ini bukan kasus biasa
Karena acara DWP atau festival DWP ini
merupakan festival musik EDM terbesar di
Asia Tenggara geng yang pastinya berita
ini akan menyebar dengan sangat-sangat
luas jadi makanya tuh memalukan sekali
dan akibatnya Indonesia bisa merugi
karena sudah kehilangan kepercayaan dari
turis-turis negara lain padahal sektor
pariwisata Indonesia khususnya dalam
bidang meeting insentif convonenion dan
exhibition itu sudah kalah jauh
dibandingkan negara tetangga seperti
Singapura Malaysia dan Thailand nah
gara-gara peristiwa ini ya 18 orang tadi
nih ini akan membuat industri-industri
yang ada di Indonesia semakin bakal
terpuruk Wah gila banget dan gara-gara
peristiwa ini berdampak terhadap
pariwisata Indonesia Menteri Pariwisata
yaitu bu widanti Putri Wardana sangat
menyayangkan kejadian tersebut menurut
beliau hal ini sangat membuat rugi
Indonesia karena memberikan Citra
negatif bagi pariwisata Indonesia dan
sejak informasi tersebut beredar
kementerian pariwisata sudah melakukan
koordinasi dengan pihak terkait termasuk
dengan promotor acara dan pihak
kepolisian untuk segera Menindaklanjuti
dan bisa menuntaskan kasus ini dan
karena sekarang para oknum polisi itu
sudah ditangkap kementerian pariwisata
pun mengapresiasi tindakan cepat yang
dilakukan oleh pihak kepolisian untuk
Menindaklanjuti kasus yang dilakukan
oleh oknum anggotanya yang nakal ini
lalu dari Kejadian ini baik dari
kementerian pariwisata institusi
kepolisian bahkan kita semua ya jelas
berharap agar kejadian kayak gini tidak
terjadi kembali sehingga para turis dari
luar negeri bisa merasa aman kalau
mereka menghadiri event-event di
Indonesia dan Itu semua memang sudah
menjadi tugas kita ya terutama
pemerintah kita untuk menjamin
kenyamanan dan keselamatan mereka selama
berada di negara kita Oke Geng itu dia
geng pembahasan kita hari ini mengenai
dugaan pemerasan yang dilakukan oleh
oknum polisi di festival DWP gimana
Menurut kalian tentang Kejadian ini ya
Apakah kalian merasa sangat malu atau
Menurut kalian biasa-biasa aja coba deh
tinggalkan komentar di bawah