7 J4SAD MENGAMBANG DI KALI BEKASI ! REMAJA TAWUR4N ?
ryvc-MqmqaU • 2024-10-02
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
ketujuh jenazah tersebut ditemukan tanpa
adanya identitas sama sekali sehingga
polisi itu harus melakukan identifikasi
terlebih dahulu terhadap jenazah-jenazah
tersebut hanya saja di saat itu polisi
memastikan kalau ketujuh jenazah itu
adalah laki-laki yang berusia belasan
tahun alias
remaja yo geng tekan tombol subscribe
geng Halo geng Welcome back to kamar
jeri
[Musik]
jeng jeng beberapa hari ini e itu ada
sebuah pemberitaan yang sebenarnya kalau
dibilang heboh banget juga enggak
heboh-heboh banget tetapi Kejadian ini
bukan kejadian biasa yang mana Menurut
gua kasus yang satu ini harus
mendapatkan perhatian lebih juga nih
yaitu mengenai ditemukannya tujuh
jenazah yang mengambang di kali Bekasi
baru-baru ini kejadiannya dan ini
benar-benar mengg kan nah banyak yang
mempertanyakan Apakah mereka ini adalah
korban eksekusi massal atau Ada hal lain
karena sejauh ini pemberitaannya itu
masih simpang siur belum ada kejelasan
yang terangbenderang mengenai motifnya
tapi banyak orang yang berasumsi kalau
Kejadian ini mirip seperti kejadian yang
dialami oleh Afif yang ceritanya udah
pernah gua bahas nih kasusnya itu di
Padang Sumatera Barat ada dua asumsi
yang beredar di tengah masyarakat
tentang kasus yang bakal kita bahas ini
yang pertama ketujuh korban ini dikejar
oleh pihak Kepolisian karena terlibat
tawuran lalu dikarenakan mereka
ketakutan makanya mereka memilih untuk
nyebur atau terjun ke dalam kali tapi
ada juga dugaan yang mengatakan kalau
mereka ini berhasil ditangkap oleh
polisi tetapi mereka mengalami kekerasan
nah ini masih dugaan ya bukan tuduhan
dan ini semua datang dari
komentar-komentar netizen kecurigaan dan
asumsi yang beredar ini membuat pihak
kepolisian akhirnya melakukan berbagai
pemeriksaan dan juga klarifikasi Apakah
benar para korban ini terjun karena
melarikan diri atau justru karena
mendapatkan perlakuan yang tidak wajar
dari oknum polisi yang terlibat di dalam
kasus ini yang menangkap mereka
sebelumnya di video kali ini gua bakal
merangkum mengenai kronologi sementara
kejadian yang menghebohkan ini dan
bagaimana bisa ketujuh orang tersebut
pada akhirnya melompat kekali dan hasil
penyelidikan sementara yang dilakukan
oleh Polisi untuk mengungkap kasus ini
apakah ada indikasi kekerasan atau tidak
langsung aja kita bahas secara lengkap
di Permisi peristiwa misteri dari
berbagai sisi
[Musik]
untuk pertama kita bakal e membahas
kronologi penemuannya kita langsung ke
inti pembahasan jadi ini kronologi
penemuan bukan kronologi kejadian
sebenarnya nih geng ya karena kasusnya
masih
berjalan Nah jadi geng dari beberapa
artikel nih diceritakan sebelum tujuh
orang korban tersebut ditemukan ternyata
ada Pul remaja yang dikatakan jumlahnya
itu sekitar 60-an orang sedang berkumpul
di salah satu rumah bedeng yang mana
lokasinya itu dekat banget dengan kali
Bekasi Tepatnya di Jalan Cipendawa baru
Bojong Menteng Kecamatan Rawalumbu
diketahui kalau rumah tersebut berada di
sebelah PT Gudang Semen Merah Putih kali
Bekasi ini berada tepat di belakang
rumah tersebut dan ada beberapa
informasi berbeda mengenai lokasi tempat
mereka berkumpul ada sumber yang
mengatakan kalau mereka ini berkumpul di
rumah tapi ada yang mengatakan juga
kalau mereka ini berkumpul di pabrik
semen tadi Nah mungkin kalau di antara
kalian ada yang lebih mengetahui masalah
informasi ini boleh tinggalkan di kolom
komentar Oke kita lanjutkan lagi nih
jadi mereka ini berkumpul di hari Sabtu
tanggal 21 September tahun 2024 Sekitar
jam 3.00 dini hari Mirip banget kan
kayak kasusnya Afif yang ada di Padang
kejadiannya juga subuh-subuh pada saat
mereka sedang berkumpul menurut beberapa
artikel media dikatakan para remaja ini
sedang melakukan live streaming di
Instagram dan mengajak atau menantang
kelompok lain untuk tawuran kabarnya
kayak gitu nah di awal-awal mereka ini
ini menentukan lokasi tempat di mana
mereka akan tawuran tersebut terus
Selain itu menurut media CNN Indonesia
dikatakan para remaja tersebut juga
sedang melakukan pesta minum-minuman dan
kemudian di saat yang bersamaan pihak
kepolisian dari Polres Bekasi yaitu tim
patroli Perintis presisi mengetahui akan
adanya ajakan untuk tawuran setelah
mereka melakukan patroli siber ditambah
lagi karena memang wilayah tempat para
remaja ini berkumpul memang sering
terjadi tawuran terutama di dua
kecamatan yaitu Kecamatan Rawalumbu dan
Kecamatan Bekasi Timur nah itu emang
udah jadi langganan tawuran tuh di saat
itu polisi langsung bersiap Siaga untuk
melakukan
pengejaran pihak kepolisian bergerak ke
lokasi yang dimaksud oleh para remaja
ini ketika live Instagram nah ketika
pihak kepolisian datang ke sana ternyata
para remaja ini sempat melihat polisi
langsung datang menghampiri mereka dan
para remaja tersebut langsung kabur lari
kocar-kacir melarikan diri dari tangkap
tangan polisi di antara mereka ada yang
melarikan diri ke Perumahan dan ada yang
melarikan diri ke arah kali Bekasi
padahal kondisi di sekitar kali Bekasi
ini itu gelap banget dan benar-benar
sepi karena memang Ya udah tengah malam
gitu udah dini hari mau subuh dan pada
saat itu polisi sempat melihat ada
sebanyak 30 motor yang terparkir di sana
dan melihat adanya 21 senjata tajam di
sekitaran para remaja tersebut dan pihak
kepolisian semakin yakin kalau memang
para remaja ini sedang berkumpul untuk
melakukan tawuran presisi datang jam
3.00 pagi itu anak-anak tersebut karena
mungkin merasa bersalah ada yang membawa
senjata tajam akhirnya membubarkan diri
mencari penyelamatan diri sehingga
banyak yang terjun ke kali Nah lalu
akhirnya geng dengan segala upaya pihak
kepolisian pun menangkap 22 orang remaja
itu namun yang ditangkap itu enggak
semua karena sebagian dari mereka ada
yang berhasil kabur nah 22 remaja yang
berhasil ditangkap ini kemudian digiring
ke kantor polisi dan dimintai keterangan
Di mana mereka di saat itu mengaku kalau
enggak semuanya di antara mereka ini
saling kenal sat satu sama lain mereka
itu cuma ikut-ikutan teman terus kumpul
di sana karena ada beberapa orang yang
datang ke perkumpulan tersebut karena
diajak oleh kenalannya nah menurut
keterangan dari Kapolsek Rawalumbu yang
bernama Kompol sukadi itu rencana untuk
berkumpul tersebut tidak di-share
melalui grup tapi dari mulut ke mulut
dari teman ke teman hal ini diketahui
setelah pihak kepolisian menginterogasi
para remaja ini dan memeriksa handphone
mereka di mana memang tidak ditemukan
adanya percakapan melalui pesan untuk
berkumpul nah para remaja tersebut juga
dipastikan bukanlah kelompok dari geng
motor atau gengster manapun mereka tuh
cuman ya Ya udah perkumpulan remaja
nongkrong terus tiba-tiba pengin tawuran
menurut keterangan polisi dan dari
penangkapan tersebut pihak kepolisian
berhasil mengamankan sekitar enam
senjata tajam yaitu celurit yang dibawa
oleh tiga orang dan mereka semua dibawa
ke porres Metro Bekasi Kota tiga orang
yang kedapatan membawa sajam tersebut
sudah ditetapkan sebagai tersangka
selain 21 sajam tadi polisi juga
mengamankan adanya 30 motor dan 8
handphone sebagai barang bukti
sampai di saat itu geng belum ada
informasi yang diketahui oleh pihak
kepolisian kalau ada di antara mereka
yang melarikan diri dengan terjun ke
kali Bekasi jadi polisi awalnya enggak
tahu geng Nah hal ini baru diketahui
pada keesokan harinya tepat pada hari
Minggu pagi tanggal 22 September tahun
2024 yang mana pada saat itu ada dua
orang yang salah satunya bernama Suci
sedang mencari kucingnya yang hilang di
belakang sebuah masjid yang bernama
masjid al-ikhlas yang berada di salah
satu perumahan di jatiasa Jati ASI
Bekasi Nah jadi ketika Si suci ini
sedang mencari kucingnya tiba-tiba dia
tuh ngelihat adanya sebuah tumpukan
benda di kali Awalnya dia pikir kalau
benda itu cuma boneka atau manekin atau
kasurlah yang sengaja dibuang di kali
tapi karena penasaran dengan bentuknya
yang tidak wajar akhirnya suci ini
mencoba buat ngelihat tumpukan tersebut
lebih dekat lagi lebih teliti lagi gitu
dan saat itulah suci ini kaget karena
yang dia lihat itu adalah tumpukan tubuh
manusia ada tangannya dan apa ya
lengkaplah tubuhnya masih untuk
memastikan apa yang dia lihat itu
benar-benar manusia suci ini kemudian
memanggil warga sekitar buat ngumpul di
sana buat memastikan apa yang dia lihat
Dan warga pun dengan cepat langsung
datang ke sana ketika warga melihat
ternyata benar itu adalah manusia dan
ternyata enggak cuma satu totalnya
ditemukan ada lima ketika mendapati ada
lima jenazah tersebut akhirnya para
warga ini melaporkan kejadian ini kepada
polisi dan meminta bantuan evakuasi nah
tidak lama kemudian polisi sampailah ke
TKP lalu pihak kepolisian menghubungi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau
yang disingkat dengan bpb dan juga
Basarnas untuk bersama-sama melakukan
evakuasi terhadap lima jenazah tadi
enggak lama kemudian beberapa jam
kemudian tiba-tiba ditemukanlah satu
jasad lagi yang sedang hanyut Nah jadi
udah enam
tuh lalu enggak lama kemudian ditemukan
lagi ada jasad lagi yang berjarak
sekitar 20 m dari lokasi jasad
sebelumnya dan satu jasad lagi ini
terdampar di tepian kali Nah jadi kalau
di Total ada tujuh jenazah yang
ditemukan ketujuh jenazah tersebut
ditemukan tanpa adanya identitas sama
sekali sehingga polisi itu harus
melakukan identifikasi terlebih dahulu
terhadap jenazah-jenazah tersebut hanya
saja di saat itu polisi memastikan kalau
ketujuh jenazah itu adalah laki-laki
yang berusia belasan tahun alias remaja
yang mana diduga kemungkinan besar
mereka bertujuh ini adalah orang-orang
yang tadi malam atau Pada malam harinya
itu ikut berkumpul ke dalam kelompok
yang diduga oleh pihak kepolisian adalah
kelompok yang ingin tawuran Nah karena
sebelumnya terjadi penangkapan terhadap
para remaja tersebut yang akan melakukan
tawuran ini ini mereka ini dianggap juga
termasuk di antara remaja-remaja
tersebut Namun kemungkinan besar mereka
ini berusaha untuk melarikan diri dengan
cara melompat kekali mereka di saat itu
masih menggunakan pakaian yang lengkap
dan ketika ditemukan ketujuhnya sudah
mengalami pembengkakan karenaan
jenazahnya tenggelam sehingga
diperkirakan mereka berada di sana sudah
lebih dari 6 jam lamanya ketujuh jenazah
tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit
Polri Keramat Jati pada jam 9 pagi ada
salah satu sopir ambulans yang
mengatakan kalau dia sempat melihat
adanya tetesan cairan merah di dalam
mobil ambulan yang dikemudikan yang
diperkirakan itu berasal dari jenazah
tersebut yang mana mereka ini sudah
mengalami pecah pembuluh
[Musik]
darah lalu geng dugaan kalau tujuh
jenazah tersebut adalah remaja yang
melarikan diri dari penangkapan polisi
ini semakin diperkuat karena ada salah
Seorang warga yang bernama bagus yang
memberikan kesaksian kalau dia bersama
dengan temannya menyerahkan enam remaja
ke Polsek Rawa Lumbu karena diduga
menjadi pelaku t nah enam remaja
tersebut ditemukan sudah tercebur di
kali Bekasi pada hari Sabtu malam di
mana tawuran tersebut akan dilakukan
oleh mereka penyerahan enam remaja yang
UD kecebur kekali ini itu dilakukan
sekitar jam 5. pagi nah jadi kurang
lebih Ceritanya tuh kayak ada beberapa
yang nyebur kekali tapi enam orangnya
itu selamat geng jadi enam orang ini
ditangkap sama warga nah lu yang tawuran
nih ditangkap diserahkan ke polisi tapi
di saat itu warga enggak tahu ternyata
ada beberapa teman mereka lagi yang juga
nyebur kekali tapi enggak selamat malah
tenggel lam dan menurut cerita si warga
yang bernama bagus ini dia itu berhasil
menangkap dua orang sementara empat yang
lain itu ditangkap oleh temannya oleh
warga lain dua orang yang berhasil
diamankan oleh bagus ini karena mereka
memang e enggak bisa berenang gitu geng
ya tapi alhamdulillahnya berhasil
diselamatkan nah ketika bagus dan
temannya sampai ke Polsek rawal Lumbu
enam remaja itu langsung diperiksa oleh
Polisi bagus di saat itu juga melihat
ternyata sebelum dia menyerahkan enam
remaja yang dia tangkap ini ternyata
sudah ada remaja lain yang ditangkap
juga karena diduga akan melakukan
tawuran dan diduga m mereka ini masih
satu kelompok gitu tapi di saat itu
mungkin karena enam remaja yang
ditangkap oleh bagus ini lagi syok gitu
ya mereka tuh enggak cerita kalau
ternyata masih ada teman mereka yang
lain yang ikut nyebur juga jadi mereka
di saat itu ya Ya udah udah nyebur
hampir hampir koid gitu kan udah
berhasil ditolong dibawa ke kantor
polisi ya mereka ketakutan dan mungkin
mereka di saat itu enggak bisa berpikir
jernih untuk menceritakan bahwa teman
mereka masih ada di kali yaitu tujuh
orang jenazah tadi Wah kasihan banget
kalau memang cerita ini benar ya geng
singkat ceritanya di saat itu pihak
kepolisian pun berhasil mengungkap
identitas dari ketujuh jenazah pada hari
Selasa tanggal 24 September tahun 2024
dan hari Kamis tanggal 26 September
tahun 2024 identitas yang berhasil
didapatkan oleh polisi yang pertama itu
adalah Muhammad Rizki berusia 19 tahun
yang berdomisili di Kampung Bojong
Menteng Nah kemudian ada Ahmad daavi
yang berusia 19 tahun domisili di
Bantargebang Utara Lalu ada lagi
Muhammad Farhan usianya 20 tahun
domisilinya di Pedurenan Bekasi
selanjutnya ada Rizki Ramadan berusia 15
tahun yang berdomisili di Bantargebang
kemudian ada Rido darhmawan berusia 15
tahun yang domisilinya di Bekasi Lalu
ada Reki dwicahyo usia 16 tahun yang
berasal dari Bantargebang dan yang
terakhir ada yang bernama Vino Satriani
usia 15 tahun yang tinggal di
Pedurenan jadi ya mereka tuh masih warga
yang dekat-dekat anak Bekasi semua dan
setelah polisi mendapatkan identitas
dari ketujuh jenazah tersebut polisi
langsung menghubungi pihak keluarga
untuk bisa menjemput jenazah ini namun
geng gua mendapatkan kan informasi kalau
ada orang tua korban yang bernama
Maulana dan Melinda yang merupakan orang
tua dari Vino Satriani yang mengatakan
mereka mengalami sesuatu yang janggal
dan juga menyakiti hati keluarga mereka
Apa itu jadi geng menurut keluarganya
almarhum Vino Satriani ini anak mereka
finino itu tiba-tiba diutopsi tanpa
seizin dari mereka karena kan biasanya
tuh yang namanya autopsi ya geng
badannya pasti dibelek-belek kan ya
diperiksa di Ya gitulah pokoknya
prosesnya Ya itu kan harus seizin
keluarga kalau keluarga enggak izinin
enggak boleh dilakukan tapi tubuh anak
mereka sudah diautopsi tanpa seizin
mereka nah ini Pengakuan dari orang
tuanya dan autopsi tersebut sudah
dilakukan selama 3 hari sebelumnya
padahal orang tuanya ini sangat ingin
kalau jenazah Vino itu dimakamkan
secepatnya tanpa harus diapa-apain lagi
karena Ya udah gitu menurut mereka ya
mereka ah ikhlas dan pada saat mereka
sampai di rumah sakit untuk melihat
apakah benar itu jasad anak mereka nah
mereka diminta untuk menyerahkan rapor
sekolahnya ijazahnya dan beberapa
dokumen serta melakukan tes DNA untuk
memastikan itu adalah anak mereka dan
setelah itu menurut ibunya Vino yaitu
Melinda dan ayahnya Maulana mereka ini
diminta untuk menunggu selama 7 hari dan
mereka merasa kalau waktu tersebut
terlalu lama sehingga mereka meminta
untuk bisa melihat langsung jenazah anak
mereka untuk memastikan Apakah itu benar
Fino atau bukan nah hanya saja di saat
itu mereka mengaku tidak diperbolehkan
oleh pihak kepolisian untuk melihat
jenazah finino menurut penjelasan dari
kepala bidang humas Polda Metro Jaya
yaitu Kombes Pal Ade Ari mengatakan
alasan pihak kepolisian untuk tidak
mengizinkan orang tua melihat jenazah
putra-putra mereka ini agar tidak adanya
bias dalam proses Identifikasi dan Ini
semua adalah sop yang harus dijalankan
oleh pihak kepolisian Nah itu menurut
pihak kepolisian geng jujur aja di sini
kan gua juga ya fakir ilmu ya Gua enggak
paham Gitu Ee ini prosedurnya kayak
gimana ya mungkin ada benarnya tuh
keterangan dari pihak kepolisian dan
mungkin juga ya Secara kemanusiaan apa
yang dikeluhkan oleh keluarganya Vino
itu ada benarnya juga masa iya anak
mereka ya ah meninggal gitu kan Mesti
nunggu 7 hari ya orang tua mana yang
enggak sedih gitu ya dua-duanya kita
enggak bisa salahkan dua-duanya ada
kepentingan lah orang tuanya yang sedang
berduka sementara polisi harus mengikuti
sop karena pernyataan dari orang tua
Vino yaitu Maulana dan Melinda ini bisa
dipastikan Kalau sebelum jenazah para
remaja ini dikembalikan ke orang tua
masing-masing mereka ternyata sudah
terlebih dahulu diutopsi dan yang
menjadi kekecewaan para orang tua
terutama orang tuanya finino itu adalah
otopsinya tanpa izin dari keluarga
menurut keluarganya Vino nah sampai di
sini gimana tuh geng Menurut kalian
apakah ya ada yang junggal atau enggak
coba tinggalkan komentar di bawah enggak
pernah dikasih tahu kapan di autopsinya
dan izin dari saya pun saya enggak
enggak mengizinkan atau mend tangani
menyetujui kalau anak saya di autopsi
gitu jadi geng selain para keluarga dari
tujuh jenazah tadi yang datang ke rumah
sakit ternyata ada dua orang lain yang
datang juga ke rumah sakit dan mereka
ini merupakan remaja yang ikut serta di
malam kejadian Nah sekarang kita bahas
nih geng mengenai kronologi versi kedua
Nah jadi ini kronologi yang dijelaskan
oleh dua remaja yang datang ini kalau
tadi kronologi sebelumnya yang gua
ceritakan itu kronologi menurut media
dan hasil keterangan pihak kepolisian
Sekarang kita coba ke kronologi kedua
oke kronologi ini adalah kronologi yang
berbeda nih geng ini disampaikan oleh
dua orang remaja yang ikut menghadiri
perkumpulan tersebut namanya itu adalah
Surya Saputra dan Mahesa Taruna mereka
ini mengaku pada hari Sabtu tersebut
mereka juga datang di acara
kumpul-kumpul yang dituduh sebagai acara
tawuran padahal menurut mereka acara itu
adalah acara ulang tahun salah satu
remaja yang ikut di situ yaitu yang
bernama Vino nah Vino ini adalah Vino
yang gua ceritain tadi yang mana dia
ikut meninggal di dalam kasus ini dan
orang tuanya itu merasa kecewa dan marah
ketika jenazahnya ternyata diutopsi
secara sepihak nah ini benar-benar plot
Twist banget nih menurut dua remaja yang
mengatakan kalau ini adalah acara ulang
tahunnya finino di dalam acara ulang
tahun tersebut ketika sedang ber
langsung para remaja yang sedang
berkumpul ini kaget tiba-tiba mereka
didatangi oleh sejumlah anggota polisi
yang pada awalnya mereka kira kalau
polisi tersebut adalah teman-teman
mereka juga yang datang ke sana karena
diundang untuk hadir ke acara ulang
tahun si Vino tadi seperti yang kita
tahu ya geng karena kan pihak kepolisian
kalau bertugas malam gitu ya patroli
gitu biasanya jarang pakai pakaian
lengkap biasanya ada yang pakai pakaian
preman gitu di saat itulah mereka baru
menyadari kalau orang-orang yang ikut
nimbrung itu adalah Polisi Setelah
beberapa okn polisi tersebut menembakkan
tembakan peringatan sebanyak dua kali
Dan di saat itu karena mereka semua
merasa panik dan takut ditangkap para
remaja tersebut berusaha untuk melarikan
diri dan menyelamatkan diri
masing-masing seketika acara ulang tahun
tersebut langsung berhenti surya dan
Mahesa tadi termasuk di antara remaja
yang memilih untuk menceburkan diri
kekali dan untungnya mereka ini adalah
dua remaja yang selamat nah Vino yang
merayakan ulang tahun itu justru
meninggal bersama enam temannya yang
lain
pas jadi ada polisi tuh pikirin teman Eh
pas ada bukan teman polisi ngerebek
peringatan tembakan dua kali dua kali
terus Kalian bubar ketakutan gitu ya nah
jadi sampai di sini udah ada dua
kronologi nih geng ada yang dari media
itu menurut keterangan pihak kepolisian
yang mana dikatakan kalau remaja ini
tawuran dan kronologi kedua itu menurut
keterangan orang-orang yang di sana
langsung para remaja yang ikut di dalam
acara tersebut dan selamat dan mereka
mengaku mereka bukan tawuran tapi
merayakan ulang tahun kira-kira kalian
percaya yang mana coba tinggalkan
komentar di bawah nah bisa nyampai ke
sini tu dalam rangka acara apa sih acara
selamat ulang
tahunin nah itu yang ngajak siapa
kalauino lalu geng gua mendapatkan
informasi dari media Kompas nih kalau
para korban yang menceburkan diri ke
kali Bekasi itu sempat meminta tolong
kepada teman-temannya yang tidak ikut
nyebur Jadi pas mereka nyebur itu mereka
enggak bisa berenang Ternyata
teman-temannya banyak yang ingin
menyelamatkan hanya saja teman-temannya
ini pada takut mungkin karena mereka
jugaak enggak bisa berenang sehingga
hanya bisa pasrah dan pada akhirnya
mereka yang enggak ikut nyebur itu
ditangkap oleh pihak kepolisian tapi di
dalam hal ini yang bikin gua bingung nih
geng ya kalau memang cerita dari Mahesa
dan Surya ini benar itu kan artinya di
dalam kerumunan tersebut polisi itu
dekatlah jaraknya sama mereka terus
ketika ada beberapa yang nyebur berarti
polisi juga sempat ngelihat dong ya
kalau misalkan memang ceritanya benar
nih dari Mahesa dan Surya ini nah tapi
wallahualam ya Kenapa di dalam pengakuan
kronologi yang pertama pihak kepolisian
menjelaskan kalau sebenarnya tidak ada
yang mengetahui para korban ini nyebur
baru diketahui setelah jasadnya
ditemukan keesokan hari gitu nah jadi
ini bikin
bingung terus geng hal serupa juga
dikatakan oleh seorang anggota keluarga
dari korban yang bernama Dwi Septiani
Wulandari dia ini merupakan sepupu dari
korban Muhammad Rizki yang ikut
meninggal di kali Bekasi nah dia
mengatakan kalau Rizki itu sempat
berpamitan untuk merayakan ulang tahun
temannya di Sabtu sore jadi enggak ada
tuh obrolan-obrolan mau nongkrong doang
atau mau ngumpul-ngumpul yang mana itu
mengarah kepada tawuran gitu karena di
saat sore itu Muhammad Rizki ini memang
berpamitan untuk menghadiri acara ulang
tahun Dwi sepupunya menyebut kalau Rizki
bersama dengan teman-temannya yang lain
sempat berpindah-pindah tempat dan Rizki
serta teman-temannya terlebih dahulu
berkumpul di daerah Cikunir dan dari
sana mereka pindahlah ke depan rumah
kemudian mereka pindah lagi ke sebuah
pabrik semen yang berada di dekat kali
Bekasi yaitu lokasi kejadian
ditemukannya tujuh jenazah tadi hang itu
e panak Eh Sabtu sore Sabtu sore terus
baru tapi ini udah mengenalnya dari apa
Mbak Tadi dari ada
fotonya nah keterangan lain juga
diungkapkan oleh Yanti sebagai ibu dari
Ahmad daavi Yanti ini mengatakan kalau
Davi sempat pamit kepada dia untuk main
di hari Sabtu malam sekitar jam 09.00
malam karena sudah biasa main pada malam
hari sehingga Yanti pun di saat itu
mengiakan hanya saja Davi ini tidak
memberitahu Yanti kalau dia mau pergi ke
mana dengan siapa Nah tahu-tahu keesokan
harinya dia mengetahui ada informasi
mengenai penemuan tujuh jenazah di kali
Bekasi dan salah satu jenazah itu ada
Dafi di sana Nah keesokan harinya Yanti
pun memutuskan untuk datang ke rumah
sakit karena dia khawatir Dafi juga
belum pulang ke rumah setelah bermain
dan dia harus memastikan kalau itu benar
jenazahnya daavi pamitan mau ke mana
Main bawa motor juga Bu Pas boncengan
kedua boncengan
snya lalu geng orang tua dari Vino nih
yang sempat gua sebutkan tadi Nah mereka
juga punya cerita yang sama Padahal
mereka ini enggak dibrief terus juga
enggak apa ya kayak enggak sepakat dulu
bareng-bareng Enggak tapi ceritanya tuh
nyambung gitu orang tua dari Vino ini
mengatakan kalau Vino sempat pamit ke
rumah neneknya pada hari Jumat tanggal
20 September tahun 2024 sang ayah
mengetahui kalau anaknya ini nongkrong
sama teman-temannya untuk ngerayain
ulang tahunnya dia di sebuah warung
kosong yang berada dekat dengan pabrik
semen di sekitar kali Bekasi jadi
menurut informasi yang didapat oleh
Maulana dari warga sekitar ketika tim
patroli presisi Perintis ini membubarkan
para remaja tersebut memang terdengar
tembakan dari senjata api sampai ada
yang membawa anjing pelacak katanya dan
berdasarkan keterangan dari warga
setempat juga kalau tim patroli tersebut
membiarkan beberapa remaja yang melompat
ke kali Bekasi Maulana ini sempat
mendapatkan kabar juga kalau finino itu
dikabarkan ditangkap oleh pihak
kepolisian pada awalnya tapi ketika
Maulana mencari anaknya ke Polsek
kembang Bekasi dia enggak menemukan
anaknya di sana n enggak ada Vino
ditangkap di sana makanya Oleh karena
itu Maulana pun diminta untuk datang ke
rumah sakit Polri Keramat Jati untuk
memeriksa apakah finino termasuk ke
dalam tujuh korban yang ditemukan di
kali Bekasi Dan di saat itu Maulana
Bersama sang istri yaitu Melinda merasa
bingung kok Awalnya mereka dapat kabar
kalau finino itu ditangkap tapi
tiba-tiba enggak ada di kantor polisi
dan mereka memeriksa ke rumah sakit di
sanalah mereka mengetahui kalau finino
sudah meninggal dunia nah mereka merasa
kalau ada yang janggal di dalam kasus
ini bwa anak saya itu katanya ditangkap
di Polsek diamankan saya cari ke Polsek
ternyata enggak ada akhirnya saya cari
ke porres di pores pun enggak ada hanya
saja nih geng ya cerita yang diungkapkan
oleh Dwi Yanti serta orang tuanya Vino
itu ternyata diragukan oleh pihak
kepolisian pihak kepolisian enggak yakin
dengan cerita tersebut karena menurut
keterangan dari Irjen karioto selaku
Kapolda Metro Jaya pihak polisi ragu
kalau mereka ini berpamitan hanya untuk
main dalam tanda kutip nih atau hanya
untuk menghadiri acara ulang tahun
karena karena ketika polisi mendatangi
lokasi tidak ditemukan adanya kue ulang
tahun di sana Nah di dalam hal ini
Mungkin aja polisi berpikir gini kali
geng ya ya kalau memang untuk acara
ulang tahun harusnya ada kue ulang tahun
ada tiup lilin gitu Padahal kalau kita
lihat genzi-genzi sekarang memang ya
enggak semuanya ngerayain ulang tahun
itu pakai kue ulang tahun ya kadang ada
juga yang bandel-bandel ngerayain ulang
tahun tuh pakai minum-minum gitu ya tapi
ya gua enggak tahulah gimana perayaan
ulang tahun dari Vino ini dan menurut
pihak kepolisian alih-alih ada kue ulang
tahun polisi justru menemukan adanya
sajam di sana Nah polisi mempertanyakan
Kenapa ada senjata tajam kalau itu
hanyalah sebuah perayaan ulang tahun
terus ditambah lagi polisi juga berpikir
kalau lokasi di mana mereka berkumpul
itu tidak cocok untuk dijadikan tempat
sebagai untuk merayakan ulang tahun
hmm gua bingung sih karena itu kan
relatif ya cocok enggak cocok itu
relatif Ya namanya orang mau ngerayain
ulang tahun di mana pun kayaknya itu
tegantung selera ya tapi ya mungkin
bapak-bapak kepolisian punya sudut
pandang lain kali tentang ulang tahun
gitu ya ini yang membuat pihak
kepolisian jadi berasumsi kalau mereka
ini sebenarnya bukan berkumpul untuk
merayakan ulang tahun tapi karena memang
sudah merencanakan tawuran dan tadi
informasinya Katanya ulang tahun ulang
tahun mana kuenya mana itu tempatnya kan
tidak mungkin ulang tahun di sini
kan kemudian menurut keterangan dari
kompol sukadi kalau perayaan ulang tahun
itu hanya sebatas kode aja yang
bertujuan untuk mengumpulkan mereka
semua di tempat yang sudah ditentukan
jadi kayak kodenya itu ayo ulang tahun
ulang tahun pas sudah kumpul tawuran nah
biasanya begitu dan menurut Pak sukadi
juga dia memastikan kalau tim patroli
presisi Perintis datang ke sana hanya
untuk membubarkan rencana tawuran Bahkan
dia mengatakan kalau tidak ada pihaknya
yang melakukan pengejaran terhadap para
remaja tersebut tetapi mereka kabur
karena murni merasa takut ditangkap
karena ketahuan akan melakukan tawuran
Nah jadi tidak ada apa ya tekananlah
dari pihak kepolisian nah di dalam hal
ini keterangannya kan berbeda nih
keterangan dari warga tadi dan
keterangan dari surya dan juga temannya
yang satu lagi yang dikatakan pol itu
sampai menembak dua kali ke atas sebagai
tembakan peringatan ya kan Tapi menurut
ketenangan polisi enggak ada hal yang
kayak gitu bahkan enggak ada pengejaran
nah kita enggak tahu nih sejauh ini mana
yang benar kalau yang saya rinturasih ke
kita tidak tahu ledakan itu tapi ledakan
itu tidak tidak mengarah ke orang gitu
ya Nah sekarang geng kita bahas nih
mengenai penyelidikan dari penyebab asli
tenggelamnya ketujuh korban Apakah
Memang mereka nyebur untuk menyelamatkan
diri atau justru ada indikasi si kalau
mereka mendapatkan kekerasan terlebih
dahulu dan dibuang kekali tersebut nah
Mari kita
bahas kasus yang terjadi di Bekasi ini
mengingatkan orang-orang terhadap apa
yang terjadi kepada Afif Maulana yang
pada saat itu ditemukan tenggelam namun
banyak luka-luka di tubuhnya kemudian
keluarganya juga mengatakan kalau Afif
adalah seorang bocah yang baik sehingga
enggak mungkin Afif ini melakukan
tawuran dari kasus tersebut banyak yang
berasumsi kalau Afif ini menjadi korban
dari aksi kekerasan yang dilakukan oleh
oknum yang kemudian dibuang ke sungai
sama dengan yang ini geng banyak yang
berasumsi seperti itu kalau
jangan-jangan mereka ini bukan melarikan
diri tapi mendapatkan perlakuan kasar
oleh oknum lalu dibuanglah kekali nah
Apakah benar seperti itu Apakah benar
seperti asumsi masyarakat jadi geng
berdasarkan hasil diskusi dari pusat
kedokteran dan kesehatan porri atau
pusdokes dan tim forensik gabungan itu
menyimpulkan kalau tidak ditemukan
adanya luka terbuka di anggota tubuh
ketujuh jenazah tersebut serta tidak
adanya tulang yang pat ah yang
mengindikasikan kalau mereka itu
meninggal karena hantaman benda tumpul
atau penyiksaan gitu nah tapi dikatakan
mereka ini memang murni ya meninggal
karena tenggelam terus Ditambah lagi
dengan adanya kabar Kalau mereka ini
terlebih dahulu mengkonsumsi minuman
keras sehingga Ada dugaan kalau mereka
yang dalam keadaan mabuk tanpa berpikir
panjang malah memutuskan untuk
menyeburkan diri soalnya kan ya sering
terjadi nih geng orang-orang yang udah
mabuk terus enggak bisa berpikir jernih
panik melakukan hal yang mereka enggak
pikirkan dulu gitu hanya saja nih geng
untuk memastikan kalau tidak adanya
oknum yang terlibat di dalam kasus ini
pihak dari profesi dan pengamanan atau
yang disingkat dengan Propam Polda Metro
Jaya memeriksa sembil anggota dari tim
patroli Perintis presisi yang mengetahui
penemuan tujuh jenazah di kali Bekasi
ini selain untuk mengetahui apakah oknum
polisi tersebut terlibat di dalam kasus
ini yang mana hal ini ya Bisa saja
menyalahi kode etik dan menurut Kabid
humas Polda Metro Jaya yang bernama
Kombes ad ariyam indradi mengatakan
pemeriksaan tersebut juga untuk
mengetahui secara jelas peristiwa wa
yang terjadi mulai dari awal ketika tim
patroli Perintis presisi mengetahui
adanya informasi akan melakukan tawuran
sampai dengan penemuan ketujuh jenazah
di kali Bekasi nah Selain itu Propam
juga memeriksa nih enam warga sipil yang
ada di lokasi untuk mencari tahu lebih
dalam dan memastikan proses penyelidikan
berjalan secara transparan nah hasil
penyelidikan yang dilakukan oleh Propam
ini mengatakan kalau sembilan anggota
tersebut ternyata enggak menyalahi
aturan hal ini diketahui setelah Propam
mendalami sop dari para anggota ketika
membubarkan para remaja di lokasi
kejadian sampai penemuan ketujuh jenazah
tersebut hanya saja baik dari Kombes ad
maupun pihak dari Propam itu belum
membuka hasil dari pemeriksaan karena
masih terus melakukan pendalaman kasus
ini dan saat ini kesembilan anggota yang
diperiksa ini sudah kembali bertugas
pihak kepolisian juga mengumpulkan
informasi dari petugas penjaga pintu air
di lokasi penemuan ketujuh jenazah jadi
menurut kesaksian dari penjaga pintu air
di kali Bekasi ini terdapat lekukan yang
berada di dasar sungainya sehingga
menyebabkan kali Bekasi ini sangat dalam
geng Jadi kalau ada orang yang enggak
bisa berenang pasti bakal tenggelam
Enggak mungkin enggak nah selain karena
kedalamannya kali Bekasi juga menjadi
titik temu dari Dua sungai besar yaitu
sungai Cilengsi dan sungai Cikeas
sehingga Ada kemungkinan kali Bekasi ini
memiliki arus yang cukup deras yang mana
arusnya deras dan dalam lagi jadinya
sangat mungkin untuk ketujuh korban
tersebut tenggelam macam-macam Ya kalau
sini kalau di sini Cum semeter enggak
sampai semeter kalau yang pas di
pertemuan p2as itu sampai bisa 6 M
sampai 6 m ba Pak I lalu kemudian geng
ada informasi yang beredar kalau di
antara 60-an remaja yang berkumpul ini
dua orang di antaranya adalah sepasang
suami istri nah ini cukup lot tis banget
nih gua juga geli banget dengar bagian
yang ini nah jadi dikatakan nih geng ya
kalau pasutri itu adalah dua orang yang
dianggap merencanakan tawuran kocak
engak tuh remaja belasan tahun dipimpin
oleh sepasang suami istri tapi
sebenarnya asumsi ini agak aneh juga
buat apa pasangan suami istri tersebut
merencanakan tawuran kayak logiknya
mending ngurus rumah tangga enggak sih
Nah tapi kalau di kota besar kayak
Jakarta ini orang-orang aneh kayak gini
pasti ada aja geng enggak tertutup
kemungkinan nah tapi yang anehnya nih
Pak Sutri tersebut ternyata enggak
ditangkap oleh polisi karena mereka di
saat itu tidak terbukti membawa senjata
tajam Hanya asumsinya mereka inilah
penggerak dari ajang rencana tawuran
tersebut Nah dari informasi terakhir
yang gua dapatkan itu dikatakan polisi
masih menunggu hasil otopsi dari para
jenazah untuk mengetahui penyebab pasti
dari meninggalnya mereka Apakah benar ee
tenggelam atau Ada hal lain dan polisi
juga ingin memastikan Apakah benar
mereka sedang mengkonsumsi alkohol atau
enggak soalnya kalau gua lihat dari
berita yang gua baca geng Barang bukti
yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian
itu itu malah enggak ada botol miras di
sana yang mana seharusnya kalau memang
mereka lagi minum alkohol lagi
mabuk-mabukan terus yang nyebur juga
lagi mabuk Harusnya kan botol mirasnya
pasti ada gitu Tapi ini kalau kalian
perhatikan itu enggak ada botol mirasnya
yang diambil sebagai barang bukti oleh
pihak kepolisian Apakah memang benar
mereka ini merencanakan tauran dan pesta
miras atau enggak kita tunggu aja nanti
beritanya nah buat kalian kawal terus
berita ini karena mau di manapun ini
juga harus mendapatkan perhatian dari
kalian semua para netizen agar keluarga
dari para korban mendapatkan
keadilan Nah itu dia geng pembahasan
kita hari ini tentang ditemukannya tujuh
jenazah di kali Bekasi yang diduga kabur
karena takut ditangkap polisi gimana
Menurut kalian tentang pembahasan kita
hari ini coba tinggalkan komentar di
bawah
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:35 UTC
Categories
Manage