Transcript
ryvc-MqmqaU • 7 J4SAD MENGAMBANG DI KALI BEKASI ! REMAJA TAWUR4N ?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1242_ryvc-MqmqaU.txt
Kind: captions Language: id ketujuh jenazah tersebut ditemukan tanpa adanya identitas sama sekali sehingga polisi itu harus melakukan identifikasi terlebih dahulu terhadap jenazah-jenazah tersebut hanya saja di saat itu polisi memastikan kalau ketujuh jenazah itu adalah laki-laki yang berusia belasan tahun alias remaja yo geng tekan tombol subscribe geng Halo geng Welcome back to kamar jeri [Musik] jeng jeng beberapa hari ini e itu ada sebuah pemberitaan yang sebenarnya kalau dibilang heboh banget juga enggak heboh-heboh banget tetapi Kejadian ini bukan kejadian biasa yang mana Menurut gua kasus yang satu ini harus mendapatkan perhatian lebih juga nih yaitu mengenai ditemukannya tujuh jenazah yang mengambang di kali Bekasi baru-baru ini kejadiannya dan ini benar-benar mengg kan nah banyak yang mempertanyakan Apakah mereka ini adalah korban eksekusi massal atau Ada hal lain karena sejauh ini pemberitaannya itu masih simpang siur belum ada kejelasan yang terangbenderang mengenai motifnya tapi banyak orang yang berasumsi kalau Kejadian ini mirip seperti kejadian yang dialami oleh Afif yang ceritanya udah pernah gua bahas nih kasusnya itu di Padang Sumatera Barat ada dua asumsi yang beredar di tengah masyarakat tentang kasus yang bakal kita bahas ini yang pertama ketujuh korban ini dikejar oleh pihak Kepolisian karena terlibat tawuran lalu dikarenakan mereka ketakutan makanya mereka memilih untuk nyebur atau terjun ke dalam kali tapi ada juga dugaan yang mengatakan kalau mereka ini berhasil ditangkap oleh polisi tetapi mereka mengalami kekerasan nah ini masih dugaan ya bukan tuduhan dan ini semua datang dari komentar-komentar netizen kecurigaan dan asumsi yang beredar ini membuat pihak kepolisian akhirnya melakukan berbagai pemeriksaan dan juga klarifikasi Apakah benar para korban ini terjun karena melarikan diri atau justru karena mendapatkan perlakuan yang tidak wajar dari oknum polisi yang terlibat di dalam kasus ini yang menangkap mereka sebelumnya di video kali ini gua bakal merangkum mengenai kronologi sementara kejadian yang menghebohkan ini dan bagaimana bisa ketujuh orang tersebut pada akhirnya melompat kekali dan hasil penyelidikan sementara yang dilakukan oleh Polisi untuk mengungkap kasus ini apakah ada indikasi kekerasan atau tidak langsung aja kita bahas secara lengkap di Permisi peristiwa misteri dari berbagai sisi [Musik] untuk pertama kita bakal e membahas kronologi penemuannya kita langsung ke inti pembahasan jadi ini kronologi penemuan bukan kronologi kejadian sebenarnya nih geng ya karena kasusnya masih berjalan Nah jadi geng dari beberapa artikel nih diceritakan sebelum tujuh orang korban tersebut ditemukan ternyata ada Pul remaja yang dikatakan jumlahnya itu sekitar 60-an orang sedang berkumpul di salah satu rumah bedeng yang mana lokasinya itu dekat banget dengan kali Bekasi Tepatnya di Jalan Cipendawa baru Bojong Menteng Kecamatan Rawalumbu diketahui kalau rumah tersebut berada di sebelah PT Gudang Semen Merah Putih kali Bekasi ini berada tepat di belakang rumah tersebut dan ada beberapa informasi berbeda mengenai lokasi tempat mereka berkumpul ada sumber yang mengatakan kalau mereka ini berkumpul di rumah tapi ada yang mengatakan juga kalau mereka ini berkumpul di pabrik semen tadi Nah mungkin kalau di antara kalian ada yang lebih mengetahui masalah informasi ini boleh tinggalkan di kolom komentar Oke kita lanjutkan lagi nih jadi mereka ini berkumpul di hari Sabtu tanggal 21 September tahun 2024 Sekitar jam 3.00 dini hari Mirip banget kan kayak kasusnya Afif yang ada di Padang kejadiannya juga subuh-subuh pada saat mereka sedang berkumpul menurut beberapa artikel media dikatakan para remaja ini sedang melakukan live streaming di Instagram dan mengajak atau menantang kelompok lain untuk tawuran kabarnya kayak gitu nah di awal-awal mereka ini ini menentukan lokasi tempat di mana mereka akan tawuran tersebut terus Selain itu menurut media CNN Indonesia dikatakan para remaja tersebut juga sedang melakukan pesta minum-minuman dan kemudian di saat yang bersamaan pihak kepolisian dari Polres Bekasi yaitu tim patroli Perintis presisi mengetahui akan adanya ajakan untuk tawuran setelah mereka melakukan patroli siber ditambah lagi karena memang wilayah tempat para remaja ini berkumpul memang sering terjadi tawuran terutama di dua kecamatan yaitu Kecamatan Rawalumbu dan Kecamatan Bekasi Timur nah itu emang udah jadi langganan tawuran tuh di saat itu polisi langsung bersiap Siaga untuk melakukan pengejaran pihak kepolisian bergerak ke lokasi yang dimaksud oleh para remaja ini ketika live Instagram nah ketika pihak kepolisian datang ke sana ternyata para remaja ini sempat melihat polisi langsung datang menghampiri mereka dan para remaja tersebut langsung kabur lari kocar-kacir melarikan diri dari tangkap tangan polisi di antara mereka ada yang melarikan diri ke Perumahan dan ada yang melarikan diri ke arah kali Bekasi padahal kondisi di sekitar kali Bekasi ini itu gelap banget dan benar-benar sepi karena memang Ya udah tengah malam gitu udah dini hari mau subuh dan pada saat itu polisi sempat melihat ada sebanyak 30 motor yang terparkir di sana dan melihat adanya 21 senjata tajam di sekitaran para remaja tersebut dan pihak kepolisian semakin yakin kalau memang para remaja ini sedang berkumpul untuk melakukan tawuran presisi datang jam 3.00 pagi itu anak-anak tersebut karena mungkin merasa bersalah ada yang membawa senjata tajam akhirnya membubarkan diri mencari penyelamatan diri sehingga banyak yang terjun ke kali Nah lalu akhirnya geng dengan segala upaya pihak kepolisian pun menangkap 22 orang remaja itu namun yang ditangkap itu enggak semua karena sebagian dari mereka ada yang berhasil kabur nah 22 remaja yang berhasil ditangkap ini kemudian digiring ke kantor polisi dan dimintai keterangan Di mana mereka di saat itu mengaku kalau enggak semuanya di antara mereka ini saling kenal sat satu sama lain mereka itu cuma ikut-ikutan teman terus kumpul di sana karena ada beberapa orang yang datang ke perkumpulan tersebut karena diajak oleh kenalannya nah menurut keterangan dari Kapolsek Rawalumbu yang bernama Kompol sukadi itu rencana untuk berkumpul tersebut tidak di-share melalui grup tapi dari mulut ke mulut dari teman ke teman hal ini diketahui setelah pihak kepolisian menginterogasi para remaja ini dan memeriksa handphone mereka di mana memang tidak ditemukan adanya percakapan melalui pesan untuk berkumpul nah para remaja tersebut juga dipastikan bukanlah kelompok dari geng motor atau gengster manapun mereka tuh cuman ya Ya udah perkumpulan remaja nongkrong terus tiba-tiba pengin tawuran menurut keterangan polisi dan dari penangkapan tersebut pihak kepolisian berhasil mengamankan sekitar enam senjata tajam yaitu celurit yang dibawa oleh tiga orang dan mereka semua dibawa ke porres Metro Bekasi Kota tiga orang yang kedapatan membawa sajam tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka selain 21 sajam tadi polisi juga mengamankan adanya 30 motor dan 8 handphone sebagai barang bukti sampai di saat itu geng belum ada informasi yang diketahui oleh pihak kepolisian kalau ada di antara mereka yang melarikan diri dengan terjun ke kali Bekasi jadi polisi awalnya enggak tahu geng Nah hal ini baru diketahui pada keesokan harinya tepat pada hari Minggu pagi tanggal 22 September tahun 2024 yang mana pada saat itu ada dua orang yang salah satunya bernama Suci sedang mencari kucingnya yang hilang di belakang sebuah masjid yang bernama masjid al-ikhlas yang berada di salah satu perumahan di jatiasa Jati ASI Bekasi Nah jadi ketika Si suci ini sedang mencari kucingnya tiba-tiba dia tuh ngelihat adanya sebuah tumpukan benda di kali Awalnya dia pikir kalau benda itu cuma boneka atau manekin atau kasurlah yang sengaja dibuang di kali tapi karena penasaran dengan bentuknya yang tidak wajar akhirnya suci ini mencoba buat ngelihat tumpukan tersebut lebih dekat lagi lebih teliti lagi gitu dan saat itulah suci ini kaget karena yang dia lihat itu adalah tumpukan tubuh manusia ada tangannya dan apa ya lengkaplah tubuhnya masih untuk memastikan apa yang dia lihat itu benar-benar manusia suci ini kemudian memanggil warga sekitar buat ngumpul di sana buat memastikan apa yang dia lihat Dan warga pun dengan cepat langsung datang ke sana ketika warga melihat ternyata benar itu adalah manusia dan ternyata enggak cuma satu totalnya ditemukan ada lima ketika mendapati ada lima jenazah tersebut akhirnya para warga ini melaporkan kejadian ini kepada polisi dan meminta bantuan evakuasi nah tidak lama kemudian polisi sampailah ke TKP lalu pihak kepolisian menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau yang disingkat dengan bpb dan juga Basarnas untuk bersama-sama melakukan evakuasi terhadap lima jenazah tadi enggak lama kemudian beberapa jam kemudian tiba-tiba ditemukanlah satu jasad lagi yang sedang hanyut Nah jadi udah enam tuh lalu enggak lama kemudian ditemukan lagi ada jasad lagi yang berjarak sekitar 20 m dari lokasi jasad sebelumnya dan satu jasad lagi ini terdampar di tepian kali Nah jadi kalau di Total ada tujuh jenazah yang ditemukan ketujuh jenazah tersebut ditemukan tanpa adanya identitas sama sekali sehingga polisi itu harus melakukan identifikasi terlebih dahulu terhadap jenazah-jenazah tersebut hanya saja di saat itu polisi memastikan kalau ketujuh jenazah itu adalah laki-laki yang berusia belasan tahun alias remaja yang mana diduga kemungkinan besar mereka bertujuh ini adalah orang-orang yang tadi malam atau Pada malam harinya itu ikut berkumpul ke dalam kelompok yang diduga oleh pihak kepolisian adalah kelompok yang ingin tawuran Nah karena sebelumnya terjadi penangkapan terhadap para remaja tersebut yang akan melakukan tawuran ini ini mereka ini dianggap juga termasuk di antara remaja-remaja tersebut Namun kemungkinan besar mereka ini berusaha untuk melarikan diri dengan cara melompat kekali mereka di saat itu masih menggunakan pakaian yang lengkap dan ketika ditemukan ketujuhnya sudah mengalami pembengkakan karenaan jenazahnya tenggelam sehingga diperkirakan mereka berada di sana sudah lebih dari 6 jam lamanya ketujuh jenazah tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit Polri Keramat Jati pada jam 9 pagi ada salah satu sopir ambulans yang mengatakan kalau dia sempat melihat adanya tetesan cairan merah di dalam mobil ambulan yang dikemudikan yang diperkirakan itu berasal dari jenazah tersebut yang mana mereka ini sudah mengalami pecah pembuluh [Musik] darah lalu geng dugaan kalau tujuh jenazah tersebut adalah remaja yang melarikan diri dari penangkapan polisi ini semakin diperkuat karena ada salah Seorang warga yang bernama bagus yang memberikan kesaksian kalau dia bersama dengan temannya menyerahkan enam remaja ke Polsek Rawa Lumbu karena diduga menjadi pelaku t nah enam remaja tersebut ditemukan sudah tercebur di kali Bekasi pada hari Sabtu malam di mana tawuran tersebut akan dilakukan oleh mereka penyerahan enam remaja yang UD kecebur kekali ini itu dilakukan sekitar jam 5. pagi nah jadi kurang lebih Ceritanya tuh kayak ada beberapa yang nyebur kekali tapi enam orangnya itu selamat geng jadi enam orang ini ditangkap sama warga nah lu yang tawuran nih ditangkap diserahkan ke polisi tapi di saat itu warga enggak tahu ternyata ada beberapa teman mereka lagi yang juga nyebur kekali tapi enggak selamat malah tenggel lam dan menurut cerita si warga yang bernama bagus ini dia itu berhasil menangkap dua orang sementara empat yang lain itu ditangkap oleh temannya oleh warga lain dua orang yang berhasil diamankan oleh bagus ini karena mereka memang e enggak bisa berenang gitu geng ya tapi alhamdulillahnya berhasil diselamatkan nah ketika bagus dan temannya sampai ke Polsek rawal Lumbu enam remaja itu langsung diperiksa oleh Polisi bagus di saat itu juga melihat ternyata sebelum dia menyerahkan enam remaja yang dia tangkap ini ternyata sudah ada remaja lain yang ditangkap juga karena diduga akan melakukan tawuran dan diduga m mereka ini masih satu kelompok gitu tapi di saat itu mungkin karena enam remaja yang ditangkap oleh bagus ini lagi syok gitu ya mereka tuh enggak cerita kalau ternyata masih ada teman mereka yang lain yang ikut nyebur juga jadi mereka di saat itu ya Ya udah udah nyebur hampir hampir koid gitu kan udah berhasil ditolong dibawa ke kantor polisi ya mereka ketakutan dan mungkin mereka di saat itu enggak bisa berpikir jernih untuk menceritakan bahwa teman mereka masih ada di kali yaitu tujuh orang jenazah tadi Wah kasihan banget kalau memang cerita ini benar ya geng singkat ceritanya di saat itu pihak kepolisian pun berhasil mengungkap identitas dari ketujuh jenazah pada hari Selasa tanggal 24 September tahun 2024 dan hari Kamis tanggal 26 September tahun 2024 identitas yang berhasil didapatkan oleh polisi yang pertama itu adalah Muhammad Rizki berusia 19 tahun yang berdomisili di Kampung Bojong Menteng Nah kemudian ada Ahmad daavi yang berusia 19 tahun domisili di Bantargebang Utara Lalu ada lagi Muhammad Farhan usianya 20 tahun domisilinya di Pedurenan Bekasi selanjutnya ada Rizki Ramadan berusia 15 tahun yang berdomisili di Bantargebang kemudian ada Rido darhmawan berusia 15 tahun yang domisilinya di Bekasi Lalu ada Reki dwicahyo usia 16 tahun yang berasal dari Bantargebang dan yang terakhir ada yang bernama Vino Satriani usia 15 tahun yang tinggal di Pedurenan jadi ya mereka tuh masih warga yang dekat-dekat anak Bekasi semua dan setelah polisi mendapatkan identitas dari ketujuh jenazah tersebut polisi langsung menghubungi pihak keluarga untuk bisa menjemput jenazah ini namun geng gua mendapatkan kan informasi kalau ada orang tua korban yang bernama Maulana dan Melinda yang merupakan orang tua dari Vino Satriani yang mengatakan mereka mengalami sesuatu yang janggal dan juga menyakiti hati keluarga mereka Apa itu jadi geng menurut keluarganya almarhum Vino Satriani ini anak mereka finino itu tiba-tiba diutopsi tanpa seizin dari mereka karena kan biasanya tuh yang namanya autopsi ya geng badannya pasti dibelek-belek kan ya diperiksa di Ya gitulah pokoknya prosesnya Ya itu kan harus seizin keluarga kalau keluarga enggak izinin enggak boleh dilakukan tapi tubuh anak mereka sudah diautopsi tanpa seizin mereka nah ini Pengakuan dari orang tuanya dan autopsi tersebut sudah dilakukan selama 3 hari sebelumnya padahal orang tuanya ini sangat ingin kalau jenazah Vino itu dimakamkan secepatnya tanpa harus diapa-apain lagi karena Ya udah gitu menurut mereka ya mereka ah ikhlas dan pada saat mereka sampai di rumah sakit untuk melihat apakah benar itu jasad anak mereka nah mereka diminta untuk menyerahkan rapor sekolahnya ijazahnya dan beberapa dokumen serta melakukan tes DNA untuk memastikan itu adalah anak mereka dan setelah itu menurut ibunya Vino yaitu Melinda dan ayahnya Maulana mereka ini diminta untuk menunggu selama 7 hari dan mereka merasa kalau waktu tersebut terlalu lama sehingga mereka meminta untuk bisa melihat langsung jenazah anak mereka untuk memastikan Apakah itu benar Fino atau bukan nah hanya saja di saat itu mereka mengaku tidak diperbolehkan oleh pihak kepolisian untuk melihat jenazah finino menurut penjelasan dari kepala bidang humas Polda Metro Jaya yaitu Kombes Pal Ade Ari mengatakan alasan pihak kepolisian untuk tidak mengizinkan orang tua melihat jenazah putra-putra mereka ini agar tidak adanya bias dalam proses Identifikasi dan Ini semua adalah sop yang harus dijalankan oleh pihak kepolisian Nah itu menurut pihak kepolisian geng jujur aja di sini kan gua juga ya fakir ilmu ya Gua enggak paham Gitu Ee ini prosedurnya kayak gimana ya mungkin ada benarnya tuh keterangan dari pihak kepolisian dan mungkin juga ya Secara kemanusiaan apa yang dikeluhkan oleh keluarganya Vino itu ada benarnya juga masa iya anak mereka ya ah meninggal gitu kan Mesti nunggu 7 hari ya orang tua mana yang enggak sedih gitu ya dua-duanya kita enggak bisa salahkan dua-duanya ada kepentingan lah orang tuanya yang sedang berduka sementara polisi harus mengikuti sop karena pernyataan dari orang tua Vino yaitu Maulana dan Melinda ini bisa dipastikan Kalau sebelum jenazah para remaja ini dikembalikan ke orang tua masing-masing mereka ternyata sudah terlebih dahulu diutopsi dan yang menjadi kekecewaan para orang tua terutama orang tuanya finino itu adalah otopsinya tanpa izin dari keluarga menurut keluarganya Vino nah sampai di sini gimana tuh geng Menurut kalian apakah ya ada yang junggal atau enggak coba tinggalkan komentar di bawah enggak pernah dikasih tahu kapan di autopsinya dan izin dari saya pun saya enggak enggak mengizinkan atau mend tangani menyetujui kalau anak saya di autopsi gitu jadi geng selain para keluarga dari tujuh jenazah tadi yang datang ke rumah sakit ternyata ada dua orang lain yang datang juga ke rumah sakit dan mereka ini merupakan remaja yang ikut serta di malam kejadian Nah sekarang kita bahas nih geng mengenai kronologi versi kedua Nah jadi ini kronologi yang dijelaskan oleh dua remaja yang datang ini kalau tadi kronologi sebelumnya yang gua ceritakan itu kronologi menurut media dan hasil keterangan pihak kepolisian Sekarang kita coba ke kronologi kedua oke kronologi ini adalah kronologi yang berbeda nih geng ini disampaikan oleh dua orang remaja yang ikut menghadiri perkumpulan tersebut namanya itu adalah Surya Saputra dan Mahesa Taruna mereka ini mengaku pada hari Sabtu tersebut mereka juga datang di acara kumpul-kumpul yang dituduh sebagai acara tawuran padahal menurut mereka acara itu adalah acara ulang tahun salah satu remaja yang ikut di situ yaitu yang bernama Vino nah Vino ini adalah Vino yang gua ceritain tadi yang mana dia ikut meninggal di dalam kasus ini dan orang tuanya itu merasa kecewa dan marah ketika jenazahnya ternyata diutopsi secara sepihak nah ini benar-benar plot Twist banget nih menurut dua remaja yang mengatakan kalau ini adalah acara ulang tahunnya finino di dalam acara ulang tahun tersebut ketika sedang ber langsung para remaja yang sedang berkumpul ini kaget tiba-tiba mereka didatangi oleh sejumlah anggota polisi yang pada awalnya mereka kira kalau polisi tersebut adalah teman-teman mereka juga yang datang ke sana karena diundang untuk hadir ke acara ulang tahun si Vino tadi seperti yang kita tahu ya geng karena kan pihak kepolisian kalau bertugas malam gitu ya patroli gitu biasanya jarang pakai pakaian lengkap biasanya ada yang pakai pakaian preman gitu di saat itulah mereka baru menyadari kalau orang-orang yang ikut nimbrung itu adalah Polisi Setelah beberapa okn polisi tersebut menembakkan tembakan peringatan sebanyak dua kali Dan di saat itu karena mereka semua merasa panik dan takut ditangkap para remaja tersebut berusaha untuk melarikan diri dan menyelamatkan diri masing-masing seketika acara ulang tahun tersebut langsung berhenti surya dan Mahesa tadi termasuk di antara remaja yang memilih untuk menceburkan diri kekali dan untungnya mereka ini adalah dua remaja yang selamat nah Vino yang merayakan ulang tahun itu justru meninggal bersama enam temannya yang lain pas jadi ada polisi tuh pikirin teman Eh pas ada bukan teman polisi ngerebek peringatan tembakan dua kali dua kali terus Kalian bubar ketakutan gitu ya nah jadi sampai di sini udah ada dua kronologi nih geng ada yang dari media itu menurut keterangan pihak kepolisian yang mana dikatakan kalau remaja ini tawuran dan kronologi kedua itu menurut keterangan orang-orang yang di sana langsung para remaja yang ikut di dalam acara tersebut dan selamat dan mereka mengaku mereka bukan tawuran tapi merayakan ulang tahun kira-kira kalian percaya yang mana coba tinggalkan komentar di bawah nah bisa nyampai ke sini tu dalam rangka acara apa sih acara selamat ulang tahunin nah itu yang ngajak siapa kalauino lalu geng gua mendapatkan informasi dari media Kompas nih kalau para korban yang menceburkan diri ke kali Bekasi itu sempat meminta tolong kepada teman-temannya yang tidak ikut nyebur Jadi pas mereka nyebur itu mereka enggak bisa berenang Ternyata teman-temannya banyak yang ingin menyelamatkan hanya saja teman-temannya ini pada takut mungkin karena mereka jugaak enggak bisa berenang sehingga hanya bisa pasrah dan pada akhirnya mereka yang enggak ikut nyebur itu ditangkap oleh pihak kepolisian tapi di dalam hal ini yang bikin gua bingung nih geng ya kalau memang cerita dari Mahesa dan Surya ini benar itu kan artinya di dalam kerumunan tersebut polisi itu dekatlah jaraknya sama mereka terus ketika ada beberapa yang nyebur berarti polisi juga sempat ngelihat dong ya kalau misalkan memang ceritanya benar nih dari Mahesa dan Surya ini nah tapi wallahualam ya Kenapa di dalam pengakuan kronologi yang pertama pihak kepolisian menjelaskan kalau sebenarnya tidak ada yang mengetahui para korban ini nyebur baru diketahui setelah jasadnya ditemukan keesokan hari gitu nah jadi ini bikin bingung terus geng hal serupa juga dikatakan oleh seorang anggota keluarga dari korban yang bernama Dwi Septiani Wulandari dia ini merupakan sepupu dari korban Muhammad Rizki yang ikut meninggal di kali Bekasi nah dia mengatakan kalau Rizki itu sempat berpamitan untuk merayakan ulang tahun temannya di Sabtu sore jadi enggak ada tuh obrolan-obrolan mau nongkrong doang atau mau ngumpul-ngumpul yang mana itu mengarah kepada tawuran gitu karena di saat sore itu Muhammad Rizki ini memang berpamitan untuk menghadiri acara ulang tahun Dwi sepupunya menyebut kalau Rizki bersama dengan teman-temannya yang lain sempat berpindah-pindah tempat dan Rizki serta teman-temannya terlebih dahulu berkumpul di daerah Cikunir dan dari sana mereka pindahlah ke depan rumah kemudian mereka pindah lagi ke sebuah pabrik semen yang berada di dekat kali Bekasi yaitu lokasi kejadian ditemukannya tujuh jenazah tadi hang itu e panak Eh Sabtu sore Sabtu sore terus baru tapi ini udah mengenalnya dari apa Mbak Tadi dari ada fotonya nah keterangan lain juga diungkapkan oleh Yanti sebagai ibu dari Ahmad daavi Yanti ini mengatakan kalau Davi sempat pamit kepada dia untuk main di hari Sabtu malam sekitar jam 09.00 malam karena sudah biasa main pada malam hari sehingga Yanti pun di saat itu mengiakan hanya saja Davi ini tidak memberitahu Yanti kalau dia mau pergi ke mana dengan siapa Nah tahu-tahu keesokan harinya dia mengetahui ada informasi mengenai penemuan tujuh jenazah di kali Bekasi dan salah satu jenazah itu ada Dafi di sana Nah keesokan harinya Yanti pun memutuskan untuk datang ke rumah sakit karena dia khawatir Dafi juga belum pulang ke rumah setelah bermain dan dia harus memastikan kalau itu benar jenazahnya daavi pamitan mau ke mana Main bawa motor juga Bu Pas boncengan kedua boncengan snya lalu geng orang tua dari Vino nih yang sempat gua sebutkan tadi Nah mereka juga punya cerita yang sama Padahal mereka ini enggak dibrief terus juga enggak apa ya kayak enggak sepakat dulu bareng-bareng Enggak tapi ceritanya tuh nyambung gitu orang tua dari Vino ini mengatakan kalau Vino sempat pamit ke rumah neneknya pada hari Jumat tanggal 20 September tahun 2024 sang ayah mengetahui kalau anaknya ini nongkrong sama teman-temannya untuk ngerayain ulang tahunnya dia di sebuah warung kosong yang berada dekat dengan pabrik semen di sekitar kali Bekasi jadi menurut informasi yang didapat oleh Maulana dari warga sekitar ketika tim patroli presisi Perintis ini membubarkan para remaja tersebut memang terdengar tembakan dari senjata api sampai ada yang membawa anjing pelacak katanya dan berdasarkan keterangan dari warga setempat juga kalau tim patroli tersebut membiarkan beberapa remaja yang melompat ke kali Bekasi Maulana ini sempat mendapatkan kabar juga kalau finino itu dikabarkan ditangkap oleh pihak kepolisian pada awalnya tapi ketika Maulana mencari anaknya ke Polsek kembang Bekasi dia enggak menemukan anaknya di sana n enggak ada Vino ditangkap di sana makanya Oleh karena itu Maulana pun diminta untuk datang ke rumah sakit Polri Keramat Jati untuk memeriksa apakah finino termasuk ke dalam tujuh korban yang ditemukan di kali Bekasi Dan di saat itu Maulana Bersama sang istri yaitu Melinda merasa bingung kok Awalnya mereka dapat kabar kalau finino itu ditangkap tapi tiba-tiba enggak ada di kantor polisi dan mereka memeriksa ke rumah sakit di sanalah mereka mengetahui kalau finino sudah meninggal dunia nah mereka merasa kalau ada yang janggal di dalam kasus ini bwa anak saya itu katanya ditangkap di Polsek diamankan saya cari ke Polsek ternyata enggak ada akhirnya saya cari ke porres di pores pun enggak ada hanya saja nih geng ya cerita yang diungkapkan oleh Dwi Yanti serta orang tuanya Vino itu ternyata diragukan oleh pihak kepolisian pihak kepolisian enggak yakin dengan cerita tersebut karena menurut keterangan dari Irjen karioto selaku Kapolda Metro Jaya pihak polisi ragu kalau mereka ini berpamitan hanya untuk main dalam tanda kutip nih atau hanya untuk menghadiri acara ulang tahun karena karena ketika polisi mendatangi lokasi tidak ditemukan adanya kue ulang tahun di sana Nah di dalam hal ini Mungkin aja polisi berpikir gini kali geng ya ya kalau memang untuk acara ulang tahun harusnya ada kue ulang tahun ada tiup lilin gitu Padahal kalau kita lihat genzi-genzi sekarang memang ya enggak semuanya ngerayain ulang tahun itu pakai kue ulang tahun ya kadang ada juga yang bandel-bandel ngerayain ulang tahun tuh pakai minum-minum gitu ya tapi ya gua enggak tahulah gimana perayaan ulang tahun dari Vino ini dan menurut pihak kepolisian alih-alih ada kue ulang tahun polisi justru menemukan adanya sajam di sana Nah polisi mempertanyakan Kenapa ada senjata tajam kalau itu hanyalah sebuah perayaan ulang tahun terus ditambah lagi polisi juga berpikir kalau lokasi di mana mereka berkumpul itu tidak cocok untuk dijadikan tempat sebagai untuk merayakan ulang tahun hmm gua bingung sih karena itu kan relatif ya cocok enggak cocok itu relatif Ya namanya orang mau ngerayain ulang tahun di mana pun kayaknya itu tegantung selera ya tapi ya mungkin bapak-bapak kepolisian punya sudut pandang lain kali tentang ulang tahun gitu ya ini yang membuat pihak kepolisian jadi berasumsi kalau mereka ini sebenarnya bukan berkumpul untuk merayakan ulang tahun tapi karena memang sudah merencanakan tawuran dan tadi informasinya Katanya ulang tahun ulang tahun mana kuenya mana itu tempatnya kan tidak mungkin ulang tahun di sini kan kemudian menurut keterangan dari kompol sukadi kalau perayaan ulang tahun itu hanya sebatas kode aja yang bertujuan untuk mengumpulkan mereka semua di tempat yang sudah ditentukan jadi kayak kodenya itu ayo ulang tahun ulang tahun pas sudah kumpul tawuran nah biasanya begitu dan menurut Pak sukadi juga dia memastikan kalau tim patroli presisi Perintis datang ke sana hanya untuk membubarkan rencana tawuran Bahkan dia mengatakan kalau tidak ada pihaknya yang melakukan pengejaran terhadap para remaja tersebut tetapi mereka kabur karena murni merasa takut ditangkap karena ketahuan akan melakukan tawuran Nah jadi tidak ada apa ya tekananlah dari pihak kepolisian nah di dalam hal ini keterangannya kan berbeda nih keterangan dari warga tadi dan keterangan dari surya dan juga temannya yang satu lagi yang dikatakan pol itu sampai menembak dua kali ke atas sebagai tembakan peringatan ya kan Tapi menurut ketenangan polisi enggak ada hal yang kayak gitu bahkan enggak ada pengejaran nah kita enggak tahu nih sejauh ini mana yang benar kalau yang saya rinturasih ke kita tidak tahu ledakan itu tapi ledakan itu tidak tidak mengarah ke orang gitu ya Nah sekarang geng kita bahas nih mengenai penyelidikan dari penyebab asli tenggelamnya ketujuh korban Apakah Memang mereka nyebur untuk menyelamatkan diri atau justru ada indikasi si kalau mereka mendapatkan kekerasan terlebih dahulu dan dibuang kekali tersebut nah Mari kita bahas kasus yang terjadi di Bekasi ini mengingatkan orang-orang terhadap apa yang terjadi kepada Afif Maulana yang pada saat itu ditemukan tenggelam namun banyak luka-luka di tubuhnya kemudian keluarganya juga mengatakan kalau Afif adalah seorang bocah yang baik sehingga enggak mungkin Afif ini melakukan tawuran dari kasus tersebut banyak yang berasumsi kalau Afif ini menjadi korban dari aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum yang kemudian dibuang ke sungai sama dengan yang ini geng banyak yang berasumsi seperti itu kalau jangan-jangan mereka ini bukan melarikan diri tapi mendapatkan perlakuan kasar oleh oknum lalu dibuanglah kekali nah Apakah benar seperti itu Apakah benar seperti asumsi masyarakat jadi geng berdasarkan hasil diskusi dari pusat kedokteran dan kesehatan porri atau pusdokes dan tim forensik gabungan itu menyimpulkan kalau tidak ditemukan adanya luka terbuka di anggota tubuh ketujuh jenazah tersebut serta tidak adanya tulang yang pat ah yang mengindikasikan kalau mereka itu meninggal karena hantaman benda tumpul atau penyiksaan gitu nah tapi dikatakan mereka ini memang murni ya meninggal karena tenggelam terus Ditambah lagi dengan adanya kabar Kalau mereka ini terlebih dahulu mengkonsumsi minuman keras sehingga Ada dugaan kalau mereka yang dalam keadaan mabuk tanpa berpikir panjang malah memutuskan untuk menyeburkan diri soalnya kan ya sering terjadi nih geng orang-orang yang udah mabuk terus enggak bisa berpikir jernih panik melakukan hal yang mereka enggak pikirkan dulu gitu hanya saja nih geng untuk memastikan kalau tidak adanya oknum yang terlibat di dalam kasus ini pihak dari profesi dan pengamanan atau yang disingkat dengan Propam Polda Metro Jaya memeriksa sembil anggota dari tim patroli Perintis presisi yang mengetahui penemuan tujuh jenazah di kali Bekasi ini selain untuk mengetahui apakah oknum polisi tersebut terlibat di dalam kasus ini yang mana hal ini ya Bisa saja menyalahi kode etik dan menurut Kabid humas Polda Metro Jaya yang bernama Kombes ad ariyam indradi mengatakan pemeriksaan tersebut juga untuk mengetahui secara jelas peristiwa wa yang terjadi mulai dari awal ketika tim patroli Perintis presisi mengetahui adanya informasi akan melakukan tawuran sampai dengan penemuan ketujuh jenazah di kali Bekasi nah Selain itu Propam juga memeriksa nih enam warga sipil yang ada di lokasi untuk mencari tahu lebih dalam dan memastikan proses penyelidikan berjalan secara transparan nah hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Propam ini mengatakan kalau sembilan anggota tersebut ternyata enggak menyalahi aturan hal ini diketahui setelah Propam mendalami sop dari para anggota ketika membubarkan para remaja di lokasi kejadian sampai penemuan ketujuh jenazah tersebut hanya saja baik dari Kombes ad maupun pihak dari Propam itu belum membuka hasil dari pemeriksaan karena masih terus melakukan pendalaman kasus ini dan saat ini kesembilan anggota yang diperiksa ini sudah kembali bertugas pihak kepolisian juga mengumpulkan informasi dari petugas penjaga pintu air di lokasi penemuan ketujuh jenazah jadi menurut kesaksian dari penjaga pintu air di kali Bekasi ini terdapat lekukan yang berada di dasar sungainya sehingga menyebabkan kali Bekasi ini sangat dalam geng Jadi kalau ada orang yang enggak bisa berenang pasti bakal tenggelam Enggak mungkin enggak nah selain karena kedalamannya kali Bekasi juga menjadi titik temu dari Dua sungai besar yaitu sungai Cilengsi dan sungai Cikeas sehingga Ada kemungkinan kali Bekasi ini memiliki arus yang cukup deras yang mana arusnya deras dan dalam lagi jadinya sangat mungkin untuk ketujuh korban tersebut tenggelam macam-macam Ya kalau sini kalau di sini Cum semeter enggak sampai semeter kalau yang pas di pertemuan p2as itu sampai bisa 6 M sampai 6 m ba Pak I lalu kemudian geng ada informasi yang beredar kalau di antara 60-an remaja yang berkumpul ini dua orang di antaranya adalah sepasang suami istri nah ini cukup lot tis banget nih gua juga geli banget dengar bagian yang ini nah jadi dikatakan nih geng ya kalau pasutri itu adalah dua orang yang dianggap merencanakan tawuran kocak engak tuh remaja belasan tahun dipimpin oleh sepasang suami istri tapi sebenarnya asumsi ini agak aneh juga buat apa pasangan suami istri tersebut merencanakan tawuran kayak logiknya mending ngurus rumah tangga enggak sih Nah tapi kalau di kota besar kayak Jakarta ini orang-orang aneh kayak gini pasti ada aja geng enggak tertutup kemungkinan nah tapi yang anehnya nih Pak Sutri tersebut ternyata enggak ditangkap oleh polisi karena mereka di saat itu tidak terbukti membawa senjata tajam Hanya asumsinya mereka inilah penggerak dari ajang rencana tawuran tersebut Nah dari informasi terakhir yang gua dapatkan itu dikatakan polisi masih menunggu hasil otopsi dari para jenazah untuk mengetahui penyebab pasti dari meninggalnya mereka Apakah benar ee tenggelam atau Ada hal lain dan polisi juga ingin memastikan Apakah benar mereka sedang mengkonsumsi alkohol atau enggak soalnya kalau gua lihat dari berita yang gua baca geng Barang bukti yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian itu itu malah enggak ada botol miras di sana yang mana seharusnya kalau memang mereka lagi minum alkohol lagi mabuk-mabukan terus yang nyebur juga lagi mabuk Harusnya kan botol mirasnya pasti ada gitu Tapi ini kalau kalian perhatikan itu enggak ada botol mirasnya yang diambil sebagai barang bukti oleh pihak kepolisian Apakah memang benar mereka ini merencanakan tauran dan pesta miras atau enggak kita tunggu aja nanti beritanya nah buat kalian kawal terus berita ini karena mau di manapun ini juga harus mendapatkan perhatian dari kalian semua para netizen agar keluarga dari para korban mendapatkan keadilan Nah itu dia geng pembahasan kita hari ini tentang ditemukannya tujuh jenazah di kali Bekasi yang diduga kabur karena takut ditangkap polisi gimana Menurut kalian tentang pembahasan kita hari ini coba tinggalkan komentar di bawah