Transcript
98lgx-p3pnQ • Tafsir Surat As-Saffat #1 Ayat 1-10 - Ustadz Dr. Franda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2543_98lgx-p3pnQ.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufqihin
ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarika lahu lya wa ashadu anna
muhammadan abduhu wa rasul ridwan.
Allahumma sholli alaihi waa alihi wa
ashabihi.
Wa ikhwani,
hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh
Allah subhanahu wa taala. Insyaallah
pada
pertemuan kali ini kita akan membahas
surah Asssaffat. Ya, assffat
yang maknanya adalah
ee malaikat-malaikat yang bersaf-saf.
Ya,
sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala
dalam surat ini bersumpah dengan para
malaikat ya. Wasofati saofa fazzajirati
zajr fattaliyati zikro inna ila untuk
menekankan apa? Inna ilahakum lawahid.
Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar maha
esa.
Ee surat assffat
adalah surah Makkiyah. yaitu diturunkan
seluruhnya ketika Nabi sebelum
berhijrah.
Dan surat ini ee dibuka dengan sumpah
dengan para malaikat. Dan Allah
Subhanahu wa taala ya dalam
surat-surat yang juga bersumpah dengan
para malaikat ya.
Seperti misalnya dalam
surah Al-Mursalat ya, di mana Allah
bersumpah wal mursalati urfa
demi malaikat-malaikat yang diutus
membawa kebaikan. Fal asifati asfa demi
malaikat yang terbang dengan begitu
cepatnya. Wasiroti nasro. Demi
malaikat-malaikat yang menyebarkan
rahmat Allah. Falfariqati
farqo demi malaikat yang membedakan
antara hak dan batil. Fal mulqiati
zikra. Dan demi para malaikat yang
menyampaikan wahyu udron au nudra
sebagai uzur untuk menolak alasan-alasan
atau sebagai peringatan. Setelah itu
Allah menekankan apa yang Allah sumpah.
Innama tuaduna lawaqi. Sesungguhnya apa
yang dijanjikan kepada kalian akan
benar-benar terjadi. Maksudnya Allah
bersumpah dengan para malaikat juga
sudah ada surat yang lain seperti surah
almursalat. Demikian juga seperti surah
Annazi'at. Allah berfirman, "Waziatiqo,
demi para malaikat yang mencabut nyawa
dengan keras. Wasitati nas, demi para
malaikat yang mencabut nyawa kaum
mukminin dengan penuh kelembutan.
Wasabihati sabha, demi malaikat yang
turun dari langit ke bumi dengan begitu
cepatnya. Fasabiqati sabqo." Demi
malaikat yang mendahului dengan kencang.
Fal mudabbirati amroh. Demi para
malaikat yang mengatur urusan-urusan
dunia. Setelah itu Allah menekankan
maksud dari tujuan sumpah tersebut.
Yauma tarjufur rojifah. Ya,
sungguhnya kamu akan dibangkitkan pada
hari ketika ditiupkan sangkakala.
Demikian juga pada surat ini ya Allah
juga bersumpah dengan para malaikat
wasofati asoffa ya.
Demi para malaikat yang bersaf-saf.
Allah Subhanahu wa taala bebas bersumpah
dengan apa yang dia kehendaki. Berbeda
dengan kalau kita ya kita hanya boleh
bersumpah dengan nama Allah atau dengan
sifat-sifat Allah.
Manhalafa bighhairillah faqad asroq.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Siapa yang bersumpah dengan selain
Allah maka telah berbuat syirik." Kita
boleh bersumpah dengan nama Allah. Ya,
kita boleh bersumpah dengan warabbil
Ka'bah. Dahulu orang-orang bersumpah wal
ka'bati demi Ka'bah. Maka Rasulullah
suruh ganti dengan warabbil Ka'bah. Demi
yang punya Ka'bah. Ya, Aisyah
radhiallahu taala anha kalau lagi senang
sama Nabi atau lagi mesra sama Nabi, dia
bersumpah, "Warabbi Muhammad, demi
Rabbnya Muhammad." Tapi kalau lagi
ngambek sama Nabi dia mengatakan,
"Warabbi Ibrahim." Demi Rabbnya Ibrahim.
Makanya Rasulullah bilang, "Saya tahu
kalau kau lagi senang dan lagi ngambek."
Kata Aisyah, "Bagaimana kau tahu kalau
kau lagi senang?" Maka kau bilang
warabbi Muhammad. Tapi kau lagi ngambek
warabbi Ibrahim. Sama Rabbnya Muhammad
sama Rabb Ibrahim beda atau sama? Sama
saja ya. Tapi kalau Muhammad demi
Muhammad enggak boleh. Wa Ibrahim demi
Ibrahim juga tidak. Tidak boleh. Allah
Subhanahu wa taala tidaklah bersumpah
kecuali dengan hal-hal yang agung.
Seperti Allah bersumpah dengan wal asr
demi masa atau demi asr. Wal fajar demi
fajar. Wasyamsi wal qamari demi matahari
demi bulan.
Demi siang, demi malam terserah Allah.
Allah bersumpah dengan
makhluk-makhluknya.
Di antaranya Allah bersumpah dengan para
malaikat dan tidaklah Allah bersumpah
dengan sesuatu kecuali suatu tersebut
adalah agung.
Di antaranya para malaikat.
Dan sebagian ulama seperti Thahir bin
Asyur dan juga disirat disebutkan oleh
Syekh Utsimin rahimahullahu taala
bahwasanya kalau Allah bersumpah dengan
makhluk yang agung ya maka
untuk menunjukkan apa? Untuk menunjukkan
keagungan sang penciptanya. Untuk
menunjukkan keagungan sang penciptanya.
Ya. Kalau wasyamsi wal qamari wnahari
wallaili. Siapa yang bisa bikin ini
semua
kalau bukan Tuhan yang agung? Sehingga
ketika Allah bersumpah dengan makhluk
makhluknya yang agung sebagai isyarat
kepada sang pencipta yang agung sehingga
kembali kepada bersumpah dengan Allah
subhanahu wa taala. Atau ketika Allah
bersumpah dengan makhluk-makhluk yang
dahsyat yang agung untuk menunjukkan
perbuatan Allah yang sangat agung. yaitu
yang sangat agung dan itu berarti
bersumpah dengan sifat-sifat Allah
Subhanahu wa taala.
Di sini
Allah bersumpah dengan ee
malaikat ya
wasofati
asoffa.
Demi para malaikat yang bersaf-saf. Para
malaikat adalah makhluk yang sangat
agung ya. Oleh karenanya Allah tidak
menyebut para malaikat kecuali memuji
mereka.
Allah puji mereka. La ya'sunallaha ma
amarahum wafalun yarun. Mereka tidak
pernah membangkang kepada Allah dan
mereka selalu menjalankan perintah Allah
Subhanahu wa taala.
Kata Allah ibadu mukramun. Mereka adalah
hamba-hamba yang mulia. La yasbiquunahu
bilqul wahum biamrihi ymalun. Malaikat
tidak pernah mendahului Allah. Tidak
pernah menjalankan perintah berlebihan
atau kurang. Selalu pas. dengan apa yang
Allah perintahkan.
Wahrialun dan mereka menjalankan apa
yang Allah perintahkan. Allah
menyebutkan bagaimana mereka takut
kepada Allah. Wamatihi musfun.
Mereka takut kepada Allah subhanahu wa
taala. Allah juga berfirman,
minuqim. Mereka takut Allah yang berada
di atas mereka.
Kemudian juga mereka ibadah tiada
hentinya. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Yusabbihunalila whar yafturun."
Mereka bertasbih kepada Allah itu
beribadah kepada Allah siang dan malam
ya tanpa pernah berhenti.
Wamanahu yastakbir ibadati wahsirun.
Allah juga berfirman, "Dan para malaikat
yang berada di sisi Allah itu mereka
dekat dengan Allah." La yastakbirun
ibadati tidak pernah angkuh untuk
beribadah kepada Allah. W yastahsirun
dan tidak pernah letih. Mereka tidak
pernah capek untuk beribadah. La
yasamun. Mereka tidak pernah bosan untuk
beribadah. para malaikat,
makhluk-makhluk yang mulia.
Ya.
Ee
Allah berfirman ya ee tentang para
malaikat di antaranya dalam surat-surat
yang saya sebutkan surah Assffat, surah
almursalat, surah an-Nazi'at yaitu
surat-surat tersebut dibuka dengan
bersumpah dengan para malaikat. Sudah
kita sebutkan tadi sekilas bagaimana
sifat-sifat yang agung ya. Seperti
firman Allah subhanahu wa taala
subhanahu wa taala tadi. Waziati garqo
wasasyitati nasabihati
sabaha. Demi malaikat yang bergerak
dengan cepat dari langit turun ke bumi
dengan cepat sekali ya. Cepat sekali ya.
Lebih cepat dari cahaya cahaya ya. Lebih
cepat sekali mata malaikat bergerak.
Kemudian fasabiqati sabqo. Demi malaikat
yang mendahului dengan dengan cepat.
Malaikat lebih hebat daripada jin. Jin
memang hebat, mampu untuk bergerak
dengan cepat, tapi masih kalah jauh
daripada para malaikat. Ya,
Tib. Kemudian dalam surat ini
Allah buka suratnya dengan wasofati
shaffa. Demi malaikat yang bersaf-saf.
Di sini ada pembahasan
ee Allah mendatangkan asofati saofa
dengan jamak mudzakar salim eh jamak
muannas salim. Jamak almuannas assalim
yaitu jamak untuk ee
wanita ya. Wasofati saoffa.
Padahal kita tahu bahwasanya para
malaikat tidak boleh disifati dengan
wanita.
Oleh karenanya Allah menyatakan kafir
orang-orang musyrikin karena mereka
menyatakan bahwasanya para malaikat
adalah banatullah, putri-putri Allah.
Ya, makanya Allah bantah mereka.
Asyahidu khalqahum. Apakah mereka
menyaksikan penciptaan malaikat?
Satuktabu syahadatuhumusalun.
Akan dicatat persaksian mereka dan
mereka akan dimintai pertanggungjawaban
pada hari kiamat kelak. Karena mereka
menyatakan para malaikat adalah
putri-putri Allah Subhanahu wa taala.
Innalladina la yumminuna bil
akiratiusmunal malaikata tasmiatal unsa.
Sesungguhnya orang-orang yang tidak
beriman dengan akhirat, mereka
sungguh-sungguh menamakan malaikat
dengan penamaan wanita sehingga mereka
mengatakan malaikat putri-putri Allah
Subhanahu wa taala. J. Jadi yang
menyatakan
Allah punya anak ada beberapa golongan.
Yang pertama kaum musyrikin. Mereka
menyatakan malaikat adalah putri-putri
Allah. Yahudi mengatakan Uzair putra
Allah. Nasra mengatakan Isa putra Allah.
Ya
waqat yahudu ibnullah waqat nasara alih
ibnullahika
bwahihim yudhi
kafaru minql qalahumullah.
Yahudi berkata Uzair putra Allah. Nasra
berkata Isa putra Allah. Mereka telah
menyamai perkataan orang-orang kafir
sebelumnya yaitu yang mengatakan
malaikat putri-putri Allah Subhanahu wa
taala. Oleh karenanya malaikat tidak
boleh disifati dengan wanita. Nah,
apakah malaikat boleh disifati dengan
sifat lelaki? Maka ada khilaf di
kalangan para ulama. Sebagian ulama
mengatakan malaikat tidak disifati
lelaki maupun wanita. Karena malaikat
tidak menikah dan malaikat tidak beranak
pinak. Allah ciptakan mereka begitu saja
tanpa ada ayah dan tanpa ada ibu. Mereka
tidak makan, tidak minum, tidak menikah,
tidak ada yatawalad la yatawaladun,
tidak beranak-pinak. Kalau gitu tidak
perlu ada lelaki maupun perempuan. Ini
pendapat sebagian ulama.
Seb ulama lain mengatakan malaikat boleh
disifati dengan lelaki karena Allah
mensifati mereka dengan ee sifat-sifat
ee lelaki. Ya, kalau Allah sebut
malaikat ya kita Jibril kita bilang
Jibril Alaih Salam ya. Ya Jibril ee du
quwatin arsyimakin. Zu quwah itu
menggunakan ee mudzakar. Nah, demikian
juga malaikat menjelma jadi para lelaki.
Para malaikat menjelma menjadi para
lelaki. Sehingga seb ulama mengatakan
malaikat boleh disifati dengan lelaki
karena demikian Allah mensifati mereka.
Namun mereka tidak berpasang-pasangan,
tidak menikah, dan tidak berketurunan.
Intinya kalau mensifati malaikat dengan
wanita berarti kufur. Karena mengingkari
ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala.
Adapun di sini disifati dengan dijamak
dengan jamak almuannas salim wasofati
saoffa. Mohon maaf yang tidak tahu
bahasa Arab ya. Kalau bahasa Arab ngerti
ada mufrad, ada mutsanna, ada jamak. Dan
jamak ada jamak almudzakar salim dan ada
jamak almuannas salim. Ada jamak taksir
di sini jamak almuannas salim ya.
Wasoffati sao seperti demi malaikat yang
bersaf-saf.
Dan selanjutnya fazzajirati zajra sama.
Ini juga jamak muannas salim. Apakah ini
karena para malaikat wanita? Tentunya
tidak. Dijamak muannas salim karena
jamak dari ee kelompok-kelompok
malaikat. Kelompok-kelompok malaikat
yaitu kelompok asoffah. Asoffah.
Asoffah. ya sehingga dijamak dengan
asofat ya saofat ya ada yang mengatakan
ta seperti al-allalamah addiyah intinya
ini bukan maksudnya jamak bahwasanya
mereka adalah wanita tidak
seperti firman Allah subhanahu wa taala
lahum muaqibatun min baini yadaihi win
khalfih muqibat jamak dari muaqibah
karena muaqibah maksudnya malaikah jamak
di sini bukan menunjukkan malaikat
adalah wanita, tetapi digunakan jamak
Mannas Salim karena ditinjau dari lafal
jemah ya, yaitu malaikat yaitu jamaat
malaikat.
Wasofati saofa.
Apa maksudnya wasofati saofa? Maka
kebanyakan ulama menyatakan yang
dimaksud dengan wasofati saoffa adalah
sifat para malaikat yang bersafsaf.
Para malaikat bersafsaf. Dalam satu
hadis dari Jabr bin Samsurah
radhiallahu taala anhu, beliau berkata,
"Kharaja alaina Rasulullah sahu alaihi
wasallam faqala." Rasul sahu alaihi
wasallam keluar menemui kami. Rasulullah
berkata ala tasuna kama tasul
malaikatuha.
Tidakkah kalian bersafsaf seperti para
malaikat bersafsaf di sisi Rab mereka?
Faqulna ya Rasulullah. Kami bertanya
wahai Rasulullah kaifaful malaikatuha?
Bagaimana para malaikat bersaf-saf di
sisi Rab mereka?
Qutfual
mereka memenuhi saf-saf pertama terlebih
dahulu menyempurnakan
fi. Dan mereka rapat ketika bersaf.
Jadi yang bersaf bukan cuma kita saja,
malaikat juga bersaf ketika beribadah di
hadapan Allah subhanahu wa taala. Dan
saf mereka punya dua sifat, yaitu mereka
menyempurnakan saf yang pertama terlebih
dahulu, kemudian saf kedua dan saf
ketiga. Dan saf mereka rapat. Karena
Rasulullah menyuruh kita untuk bersab
seperti para malaikat. Demikian juga
dalam hadis Hudzaifah radhiallahu anhu,
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
"Fudilna alanasi balatin." Kita
dimuliakan
daripada umat-umat yang lain dengan tiga
kemuliaan. Di antaranya kata Nabi,
"Juilna sufufunaufil
malaikah."
Kemudian
masjid
ma kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Tiga keutamaan kita tidak ada pada
umat-umat sebelumnya. Yang pertama
dijadikan saf-saf kita seperti saf mala
malaikat." Seperti saf malaikat.
Umat-umat terdahulu mereka ibadah tidak
bersaf seperti umat Islam. Gak bersaf.
Ini keistimewaan umat Islam.
Yang kedua kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Bumi di mana saja di masjid
kita boleh beribadah di mana saja."
Beda dahulu orang-orang ahlul kitab
mereka punya saumah semacam kuil. Mereka
beribadah di kuil-kuil tertentu. Adapun
Islam, orang Islam di mana pun waktu
salat silakan apa? Salat. Maka ini
khusus buat umat Islam. Yang ketiga,
wuilat turb turbatuha lanauran amidul
ma. dan dijadikan tanah dari bumi ini
sebagai pembersih ya jika tidak ada air.
Di antara keistimewaan umat ini adalah
wajuilat sufufuna. Dijadikanlah saf-saf
kita sufufil malaikah sebagaimana
saf-saf para malaikat.
Ya. Dan Allah juga berfirman nanti pada
hari kiamat kata Allah wajauka wal
malaquofan.
Dan datang Rabbmu untuk mulai
persidangan pada hari kiamat kelak. Dan
malaikat mengiringi dengan bersaf-saf.
dengan bersafsaf.
Jadi, wasofatifa di sini Allah sedang
memuji malaikat dengan kondisi mereka
yang sedang ber bersafsaf menunjukkan
mereka rapi ketika beribadah kepada
Allah subhanahu wa taala. Teratur dan
rapat. Dan kita disuruh menyuruh disuruh
untuk mencontohi saf para malaikat.
ini antara tafsiran wasfat ya.
Ee
sebagian ulama mengatakan asfat
maknanya adalah malaikat yang sedang
mengepakkan sayapnya, membentangkan
sayapnya menunggu perintah Allah
Subhanahu wa taala yang membentangkan
sayapnya seperti Allah sebutkan tentang
burung.
Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Awalamuahman."
"Tidakkah mereka melihat kepada burung
di atas mereka
yang membuka sayapnya yang menutup
sayapnya?"
Tidak ada yang bisa membuat mereka tidak
jatuh itu Allah tahan mereka di udara
kecuali siapa? Allah Subhanahu wa taala.
Ya, itu Allah berikan mereka kemampuan
kalau sehingga mereka bisa terbang.
Sehingga safat ini mirip dengan safatnya
burung. Safat punya burung maksudnya
burung membuka apa? Sayapnya. Sehingga
ada yang mengartikan itu malaikat yang
membuka sayapnya siap menerima perintah
Allah kapan saja yang menunjukkan
ketundukan para para malaikat.
Ini masih berbicara tentang ee para
malaikat.
Demikian juga Allah berfirman tentang
burung. Alamallahusbihu
fisamawati ardirat.
Tidakkah engkau lihat Allah telah
bertasbih kepadanya seluruh yang di
langit dan di bumi?
Dan burung juga bertasbih dengan membuka
apa? Sayapnya.
Intinya Allah sedang memuji kondisi
malaikat yang patuh kepada Allah atau
yang rapi ketika beribadah kepada Allah
Subhanahu wa taala.
Setelah itu Allah berfirman,
"Fazzajirati zajra." Fazzajirati zajro.
Dan demi rombongan para malaikat yang
menzajar. Zajar itu
menyuruh dengan suara. Ha. Ha. Itu
namanya zajar. Itu namanya zajar. Apa
maksudnya?
Maksudnya banyak ulama mengatakan
dimaksud dengan fazzajirati zajra yaitu
para malaikat yang menghardik
orang-orang dari maksiat kepada Allah
Subhanahu wa taala dan menyeruh manusia
untuk menjalankan ketaatan Allah,
ketaatan kepada Allah Subhanahu wa
taala. Ya, kita tahu bahwasanya
manusia didekati oleh malaikat dan
malaikat memberi nasihat kepada manusia.
Ya. Dan sebaik-baik penasihat adalah
para malaikat.
Dan dalam riwayat disebutkan jika
seorang melakukan maksiat maka malaikat
menjauh. Malaikat menjauh karena
busuknya aroma maksiat tersebut. Yang
mendekat apa? Setan. Kemudian menasihati
manusia tersebut. Menasihati supaya
masuk neraka. Kalau setan.
Jadi malaikat ya
ee fazzajirati zajra di antaranya adalah
malaikat yang menghardik dari perbuatan
maksiat ya atau menyampaikan
perintah-perintah
untuk dikerjakan.
Ada yang mengatakan fazzajirati zajra
itu para malaikat yang menyeru awan
untuk berjalan. Perintah awan untuk
berjalan. Pergilah ke sana. Pergilah ke
sini. Turunkan hujan di kebun si fulan.
Turunkan hujan di kebun si fulan.
itu malaikat menghardik awan atau
menyuruh awan untuk berjalan. Karena
kita tahu di antara sifat para malaikat
kata Allah, fal mudabbirati amro. Yaitu
malaikat-malaikat yang menjalankan
aturan-aturan,
perintah-perintah, yaitu
pengaturan-pengaturan. Allah menyuruh
mereka untuk mengatur-mengatur yang ada
yang mengatur ee tumbuhan, ada yang
mengatur awan, ada yang mencabut nyawa,
ada yang meniupkan roh. Ya, tugas
malaikat banyak. Ada yang mengawal
manusia muakkibat,
ya. Ada yang tugaskan untuk tanya di
alam barzakh, malaikat munkar dan nakir
dan mereka banyak ada yang menjaga
gunung banyak. Jadi fal mudabbirati amr
di antaranya malaikat petugas mengatur
awan.
Ya, seperti datang dalam satu hadis
ketika ada seorang mendengar ada suara
kepada awan, "Wahai awan, curahkanlah
hujanmu ke kebun si fulan." Uh, ada
suara. Ternyata betul awan tersebut
berjalan menuju kebun si fulan. Ternyata
dicek si fulan tadi ternyata suka
bersedekah. Kalau punya hasil dari
sawahnya dia sedekah dari kebunnya.
Jadi fazzajirati zajra. Di antara
maknanya itu malaikat yang menghardik
dengan suara melarang maksiat atau
malaikat yang memerintahkan awan untuk
bergerak sesuai dengan perintah
yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu
wa taala.
Kemudian
Allah berfirman setelahnya, "Fattaliyati
zikra."
Yang maknanya fattaliat yaitu demi
rombongan-rombongan malaikat yang
membacakan
zikir-zikir Allah Subhanahu wa taala.
Membacakan zikir-zikir Allah Subhanahu
wa taala. Apa maksudnya? Sebagian
memahami bahwasanya yang membaca firman
Allah bukan cuma manusia. Malaikat juga
membaca firman-firman Allah. Malaikat
juga mengaji. Malaikat juga membaca
firman Allah. Di antaranya malaikat
menyampaikan firman Allah kepada para
rasul. Seperti Jibril Alaih Salam
mendikt
Al-Qur'an kepada Nabi sebagaimana
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Sebagaimana Jibril Alaih Salam
sebelumnya juga mendiktekkan wahyu Allah
kepada nabi-nabi sebelumnya. Membacakan
firman-firman Allah.
Jadi ini dalil bahwasanya para malaikat
juga berzikir kepada Allah Subhanahu wa
taala dan mereka tidak pernah letih
untuk beribadah.
Fattali zikra.
Setelah Allah bersumpah dengan
malaikat-malaikat ini baru Allah
menyebutkan tujuan sumpahnya untuk
menekankan apa. Karena tidaklah Allah
bersumpah kecuali untuk menekankan
sesuatu. Ya,
untuk menekankan sesuatu.
Demi malaikat yang bersaf-saf.
Demi malaikat yang menghardik dari
perbuatan kemaksiatan.
Demi malaikat yang membaca zikir-zikir
Allah Subhanahu wa taala atau mendiktan
wahyu-wahyu Allah kepada para rasul.
Setelah Allah menyebutkan demi demi demi
ada yang ditekankan kata Allah, "Inna
ilahakum lawahid." Ya, sesungguhnya
Tuhan kalian benar-benar esa. Ini tujuan
sumpah dengan malaikat tadi untuk
menekankan bahwasanya sungguhnya Tuhan
kalian benar-benar esa.
Karena ini surah Makkiyah. Kalau
dibilang surah Makiyah berarti kita tahu
nuansanya ayat-ayat ini turun. Nabi
sedang di mana? Di Makkah. Dan kita tahu
Nabi di Makkah pembahasan tauhid
rata-rata.
Baru datang perintah salat pada tahun
ke-10
ke-10 kenabian atau tahun ke-11 kenabian
setelah Nabi Isra Mikraj baru turun
perintah salat. Zakat belum ada, puasa
belum ada, apalagi haji belum ada.
Hukum-hukum fikih banyak turun ketika
Nabi di Madinah. Ketika di Makkah fokus
tauhid, tauhid, akidah, akidah, tauhid,
akidah. Dan pembahasannya selalu tentang
apa? tentang tidak boleh berbuat syirik
bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah
dan akan adanya hari kiamat. Ini tiga
mihwar atau tiga topik utama ketika kita
baca surat-surat Makiyah rata-rata
seperti itu. Dan di antara surat-surat
Makiah adalah juz amma. Juz ammah itu
rata-rata surat Makkiah. Kalau kita
simpulkan rata-rata membahas tentang
akan adanya hari kiamat. Bahwasanya
mereka jangan berbuat syirik kepada
Allah Subhanahu wa taala dan bahwasanya
Muhammad adalah utusan Allah atau
Al-Qur'an itu wahyu dari Allah. Dan
itulah perkara-perkara yang diingkari
oleh kufar Quraisy, orang-orang Quraisy
yang kafir yang ada di Makkah. Maka
Allah membantah mereka dengan berkata,
"Inna ilahakum lawahid. Sungguhnya Tuhan
kalian Tuhan yang esa." Bukan berbilang
seperti yang kalian ee katakan wahai
kaum musyrikin.
Di antaranya bukti bahwasanya Tuhan
adalah esa. Malaikat-malaikat ini semua
adalah ciptaan Allah Subhanahu wa taala.
Malaikat-malaikat ini semua ciptaan
Allah Subhanahu wa taala. Adapun
sembahan-sembahan yang kalian sembah
tidak ada yang mencipta. Tidak ada yang
mencipta. Dan ini dan hal ini diakui
oleh kaum musyrikin Arab. Sudah sering
kita sampaikan kaum musyrikin Arab
secara umum mereka mengakui tauhid
rububiyah. Sehingga kalau ditanya siapa
yang menciptakan kalian? Winalum man
khalaqahum. Kalau ditanya siapa yang
ciptakan mereka? Laqulunallah. Kata
mereka yang ciptakan kami adalah Allah.
Walum man khalaq samawati wal ard. Kalau
ditanya kepada mereka, "Siapa pencipta
langit dan bumi?" Mereka akan mengatakan
siapa? Al. Kalau ditanya siapa pencipta
malaikat-malaikat, mereka akan
mengatakan Alhanahu wa taala.
Jadi Tuhan kalian esa.
Setelah itu Allah berdalil
dengan rububiyah Allah bahwasanya Tuhan
yang berhak disembah adalah Tuhan
yang mencipta. Tuhan yang tidak mencipta
tidak berhak untuk di disembah. yang
mencipta malaikat dan juga menciptakan
langit dan bumi. Setelah itu Allah
berfirman pada ayat kelima, "abbus
samawati wal ardhi w bainahuma warbul
masyariq."
Kata Allah subhanahu wa taala, "Tuhan
kalian yang esa itu siapa?" "Dialah
penguasa, pencipta langit dan bumi dan
apa yang ada di antara keduanya."
Dan dialah penguasa atau pencipta timur,
Masyarik. Masyarik jambar dari masyriq
yaitu arah-arah timur.
Dan tuan yang kalian sembah, Lata, Uzza,
Manat, Hubal,
tidak ada yang mencipta. Kalian tahu
mereka tidak mencipta. Mereka tidak
mengurusi alam semesta ini. Adapun
langit dengan begitu megahnya tujuh
lapisnya,
bumi dan apa yang ada di antara
keduanya? Segala makhluk yang ada di
antara keduanya, ya manusia. Malaikat,
jin,
hewan-hewan, tuh tumbuhan
semuanya yangciptakan siapa? Allah.
Itulah yang berhak disembah. Maka ini
adalah pendalilan dengan tauhid
rububiyah untuk tauhid ulu uluhiyah.
Artinya yang berhak diibadahi adalah
sang pencipta.
Adapun yang tidak menciptakan tidak
berhak untuk diibadahi. Saya sering
sampaikan kalau seandainya yang
menciptakan saya dua zat Allah dan zat
yang lain, maka saya akan sembah
keduanya.
Tetapi yang menciptakan kita hanya satu
Allah, maka dia saja yang berhak untuk
disembah. Seandainya pencipta alam
semesta ini pemilik langit dan bumi dan
apa di antara keduanya, dua zat Allah
dan yang lainnya, maka kita harusnya
menyembah keduanya karena keduanya yang
menciptakan alam semesta ini. Namun
ketika yang memiliki alam semesta ini
hanyalah Allah semata, maka hanya Dia
yang berhak untuk di disembah.
Makanya Allah mengatakan, "Wama
qadarullahaq qadrih." Mereka tidak
mengagungkan Allah sebagaimana mestinya.
Itu kaum musyrikin yang menyembah selain
Allah. Mereka tidak mengagungkan Allah.
Bagaimana mereka bisa menyembahkan
Rabbus samawati wal ard w bainahuma
dengan mayat yang mereka sembah, dengan
nabi yang mereka sembah, dengan malaikat
yang mereka sembah. Apa dibandingkan
dengan penguasa alam semesta ini? Allah
mengatakan wama qadarullah haqqo qadrih.
Mereka tidak maungkan Allah sebagaimana
mestinya. Wal ardu jamian qdatu
yaumalqiam wasamawat matwiatunamini.
Bumi pada hari kiamat kelak dalam
genggaman Allah dan langit dilipat
dengan tangan kanan Allah. Itu yang
berhak disembah. Yang bisa genggam bumi,
yang bisa melipat langit, itu yang
disembah. Ngapain sembah mayat-mayat?
Ngapain sembah wali-wali yang mereka
tidak bisa menolak kemudaratan dari diri
mereka sendiri?
Ngapain sembah malaikat yang hanya taat
kepada perintah Allah? Tidak bisa
mengeksekusi seenaknya. Enggak bisa.
Hanya tinggal perintah. La yasbiquun hu
bilqul.
Taat kepada Allah. Jalankan persis
sebagaimana perintah Allah. Ngapain
sembah para nabi yang tidak bisa menolak
kemudaratan dari dari mereka? Apalagi
batu, apalagi pohon.
Maka yang berhak disembah ilahun wahid.
Inna ilahakum la wahid. Sesungguhnya
Tuhan kalian adalah maha esa. Siapa
Tuhan tersebut? Rabbus samawati wal
ardhi w bainahuma warabbul masyariq.
Pencipta langit dan bumi dan apa di
antara keduanya? Dan penguasa
al-masyariq. Yaitu tempat-tempat terbit.
matahari.
Tib. Kalau kita perhatikan dalam
Al-Qur'an
Allah sebut tentang masyrik dan magrib
datang dalam beberapa model ayat.
Di antaranya Allah berfirman misalnya,
"Walillahil masyriqu wal maghrib." Milik
Allahlah timur dan barat. Timur tempat
terbit matahari. Barat tempat terbenah
mata matahari.
Dalam ayat yang lain Allah berfirman,
"Rabbul masyriqaini waabbul magribain."
Pemilik dua timur dan pemilik dua baat.
Apa maksudnya? Nanti kita akan jelaskan
dalam ayat yang lain. Fala uqsimu
masyariqi wal magari. Sungguh aku
bersumpah dengan Tuhan sang penguasa
timur-timur, yaitu kumpulan timur dan
kumpulan barat-barat.
Bab di sini Allah mengatakan, warabbul
masyariq.
Masyarik jamak dari masyrik. Masyrik itu
apa? Tempat terbit matahari. Kenapa
dijamak?
Karena ternyata matahari itu terbit
setiap hari beda titiknya.
Setiap hari beda titiknya. Setiap hari
ada perubahan. Dan itu sangat jelas
kalau ikut tiap bulan awal bulan terbit
di sini. Nanti bulan depan pindah
tempat, pindah tempat. Pindah tempat,
pindah tempat. tentunya orang-orang
fisikawan bisa menjelaskan akan hal ini.
Ya, mau teori
bumi bulat mudah karena kita belajar
dari kecil. Kalau teori bumi datar
wallahuam gimana penjelasannya
ya. Intinya kalau secara fisikawan
mereka jelaskan secara sederhana ya,
bahwasanya matahari bulan berotasi
dengan kemiringan 23 derajat kemudian
berevolusi memuningi matahari sehingga
karena kemiringannya itu sehingga terbit
matahari berubah setiap setiap hari.
Sekali berotasi maka titiknya berubah.
Titiknya berubah sehingga
Allah mengatakan
warabbul masyariq. Bukan rbul masyriq.
Dan ini di antara ijaz qurani bahwasanya
dalam Al-Qur'an ada perkara-perkara
sains.
Ketika Allah menyebutkan tempat terbit
matahari, Allah tidak menyebutkan dengan
mufrad, tapi dengan jamak. Karena memang
matahari setiap hari terbit dari titik
yang berbeda.
Tadi ada kemiringan 23 derajat itu 20
derajat sekian.
Ini sehingga ada 360
sekian titik terbit matahari. sama
almagharib terbenam hati juga
berbeda-beda berubah pindah-pindah
tempatnya almagharib magrib magrib
tempat terbenam matahari kalau magharib
jamak dari itu ya plural kalau plural
berarti tempat terbenah matahari berbeda
berbeda-beda.
Fala uqsimu masyariqiil
magarib yaal magari falabil masyariqi
wal magaribi. Sungguh aku bersumpah
dengan Rabb penguasa masyarik, yaitu
kumpulan tempat terbit matahari. Wal
magharib, kumpulan tempat terbenah mata
matahari. Bab kenapa? Di di kadang Allah
mengatakan rabbul masyriqaini waabbul
magribain di tasniah dua. Pemilik dua
tempat terbit matahari dan pemilik dua
terbena mata matahari. Ya. Maka ini ee
ada yang mengatakan bahwasanya
ee
yaitu tempat masyrikus syita dan
masyrikus ee asif wa wa maghribaihima.
Secara umum kalau di Arab Saudi di
daerah yang ada musim dingin, musim
panas, maka bisa diklasifikasikan
tempat terbit matahari ketika musim
dingin berbeda dengan tempat terbit
matahari ketika musim musim panas. Ada
yang mengatakan dia 180
setengah tahun nanti dia kembali lagi.
Ini orang fisik yang lebih tahu.
Sehingga diklasifisikan dua model. dia
akan berpindah kemudian dia balik lagi
sehingga jadi dua kelompok musim panas
musim apa dingin. Demikian juga titik
terbenamnya berpindah setiap hari nanti
sudah pada pertangan tahun dia balik
lagi. Dia balik balik lagi sehingga bisa
diklasifikasikan menjadi dua model
tempat terbit ketika kumpulan tempat
terbit di musim panas dan kumpulan
tempat terbit di musim apa? dingin sama
kumpulan tempat terbit tempat terbenam
di musim panas dan kumpulan tempat
terbenam di musim dingin. Apa azan?
Oke, kita azan kita salat insyaallah
kita lanjutkan lagi. Wallahuam ba.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahatu wasalamu ala rasulillah
wa ala alihi was walah. Kita lanjutkan
pada
ayat berikutnya.
ee saya sempurnakan tadi dalam sebagian
ayat Allah mengatakan
ee rabbul masyik
wal maghrib ya bahwasanya Allah
subhanahu wa taala
pemilik timur dan barat ya.
Walillahil masyriqu wal maghrib. Ya,
bagi Allah adalah timur dan barat.
Datang dalam bentuk mufrad. Walillahil
masyriq wal maghrib. Yaitu kalau mufrad
menunjukkan jenis. Sehingga kalau datang
dalam bentuk ee mufrad atau mutsanna
atau jamak maka ada taujihnya, ada
arahannya masing-masing sebagaimana tadi
kita jelaskan. Tib ayat berikutnya pada
ayat ke6
Allah berfirman, "Innaama
dunya bizinatinil kawakibi." Ya,
sungguhnya kami menghiasi langit dunia
dengan hiasan yaitu alkawakibi. Ya, sini
zinatin dengan majrur. Kemudian
alkawakibi dengan majrur juga. Itu badal
dari zina. Cuma kalau kita artikan,
"Sesungguhnya kami menghiasi langit
dunia dengan perhiasan yaitu adalah
bintang bintang-bintang."
Dan dalam Al-Qur'an banyak walaqanama
dunya bimobih
walah rujumin. Kami telah menghiasi
langit-langit dengan bintang-bintang,
dengan lampu-lampu. Maksudnya
bintang-bintang dan kami jadikan
bintang-bintang tersebut untuk melempar
setan-setan. Ya.
Ya. Demikian juga ee dalam
ayat yang lain Allah Subhanahu wa taala
ee berfirman, "Walaqad ja'alna fisama
buruja waayannaha linadirin." Kami
jadikan di langit gugusan bintang dan
kami jadikan bintang-bintang tersebut
hiasan bagi para orang yang
memandangnya. Qotadah rahimahullah,
salah seorang tabiin berkata, "Bintang
itu fungsinya tiga. Sebagian datang
dalam Al-Qur'an." Yang pertama adalah
zinah, perhiasan langit. Yaitu Allah
tidak menciptakan langit begitu saja.
Kalau langit kosong gitu kurang indah
ya. Kosong melompong. Maka kalau malam
dikasih bintang-bintang ya. Jadi alam
semesta ini tidak terjadi. Kebetulan di
antara bantahan kepada orang-orang
ee ateis yang mengatakan alam terjadi
dengan kebetulan atau terjadi seleksi
alam dan segalanya seharusnya
tanpa perlu ada keindahan. Yang penting
asal jadi ya. Tapi ketika bukan sekedar
jadi dihiasi menunjukkan ini ada yang
bikin. Ada yang yang bikin. Tapi kalau
sekedar kebetulan harusnya dia pada
bentuk awal yang minimal sudah jalan ya
sudah selesai ya. Tetapi ternyata Allah
menjadikan banyak keindahan ya.
keindahan.
Dan keindahan itu salah satu bantahan
kepada orang-orang ateis bahwasanya ada
pencipta yang menginginkan adanya
keindahan tersebut. Karena kalau alam
terjadi dengan kebetulan tanpa sengaja
tidak ada keindahan. Bentuk seadanya. Di
antaranya Allah tidak menjadikan langit
cuma plong begitu aja tapi Allah beri
hiasan. Ini fungsi pertama
bintang-bintang. Fungsi kedua adalah
untuk rujuman layanatin. Untuk melempari
setan-setan yang ingin mencuri berita
dari langit. Yang ketiga adalah untuk
memberi petunjuk. Wa alamat wabinajmi
hum yahtadun kata Allah. Dan dengan
bintang-bintang mereka dapat petunjuk.
Yaitu orang dulu melihat gugusan bintang
ini berarti arah mana arah mana mereka
tahu dengan bintang-bintang tersebut.
Adapun fungsi selain daripada itu maki
kesesatan seperti untuk meramal. Ya, ini
tentu ngawur ya. Ramal masa depan dengan
bintang tentu ngawur atau meyakini
bintang ini punya pengaruh terhadap
kejadian alam gerakannya. Ini juga ngaur
ya. Sebenarnya bintang-bintang cuma tiga
tersebut ya. Di antaranya Allah sebutkan
sini, innaamaad dunya. Kami hiasi langit
dunia. Langit dunia maksudnya langit
yang paling rendah. Karena kita tahu
langit ada berapa? Tujuh. Tujuh lapis.
Cuma khilaf di kalangan para ulama,
apakah tujuh lapis langit ini
mutawasilah atau mutafasilah?
Mutawasilah maksudnya langit pertama
langsung langit kedua, langit ketiga,
langit keempat nyambung sampai langit
ketujuh atau langit pertama ada space
kosong baru langit kedua. Langit kedua
ada space kosong lagi. Baru langit
ketiga ada khilaf di kalangan para
ulama. Dua pendapat.
Dan satu langit jaraknya 500 tahun
perjalanan. Yang kita bicarakan ini ada
bintang-bintang langit dun dunia. Siapa
yang pernah langit kedua? Pernah pergi
ke langit kedua? Enggak ada yang pernah.
J alam semesta sangat luas.
Makanya kalau mau sombong mikir-mikir
kamu tuh siapa ya?
kita ini enggak ada apa-apanya.
Tib kata Allah setelah itu setelah untuk
menjadi perhiasan kata Allah wifi sit
marid
dan sebagai penjaga dari setan
pembangkang yang durhaka. Marat. Marit
maksudnya durhaka. Seperti Allah
Subhanahu wa taala.
Madinah.
Di antara orang-orang Arab Badwi sekitar
Madinah ada orang-orang munafik. Dan di
antara penduduk Madinah ada orang-orang
munafik yang durhaka. Maradu yaitu apa?
Ee bertahan dalam kemunafikannya. Tapi
kau tidak mengenali mereka wahai
Rasulullah. Nahnu naamuhum. Tapi kami
tahu siapa mereka karena Nabi tidak tahu
isi hati manusia. Jadi maradu maksudnya
ee durhaka, pembangkang, ngeyel keras
kepala itu namanya marad.
Makanya jin-jin yang parah disebut
maradah.
Ya. Dalam hadis ketika Rasulullah
menyebutkan tentang ee
bulan Ramadan, jin-jin dibelenggu.
Dalam sebagian riwayat, wasufidat
maratusatin dan dibelenggu
gembong-gembong setan. Artinya
setan-setan keroco masih berkeliaran.
Kalau ada orang maksiat di bulan Ramadan
berarti imannya lemah. Karena digoda
sama yang keroco sudah
jatuh. Karena yang gembung-gembung
sedang dibelenggu.
Jadi maradah yaitu marid jamak dari
marid. Di sini Allah mengatakan wah min
kulli marid untuk menjaga dari setan
pembangkang. Apa kerjaan mereka?
yamaalilib
mereka tidak dapat mendengarkan
pembicaraan para malaikat dan mereka
dilempari dari segala penjuru.
Jadi setan-setan dahulu mereka suka
mencuri berita dari langit. Jadi kalau
Allah memutuskan perkara jadilah
pembicaraan dari malaikat yang ada di
langit yang paling atas kemudian diover
ke langit kedua sampai ke langit dunia.
Setan-setan ee malaikat di langit kedua
berbicara Allah memutuskan
demikian-demikian.
Ada setan saking hebatnya dia terbang
menuju ke ke langit dan dia cari-cari
berita.
Ngomong apa nih? Ngomong apa nih? Dia
dengar-dengar dia tangkap-tangkap berita
kemudian dia lapor kepada dukun.
Makanya Allah mengatakan di sini
aa ya mereka tidak mampu mendengar
pembicaraan kenapa ada bintang ada
lemparan bintang yang menghantam mereka.
Dan mereka dilempar dari segala sisi
duhuran dan mereka terusir terhina
wumabun wasib dan bagi mereka azab yang
kekallauunqib.
Kecuali yang berhasil mencuri-curi
sedikit tiba-tiba dihantam dengan syihab
yaitu api yang menembus. Api yang
menembus. Tib kita bahas
ee jadi dahulu sebelum Nabi diutus,
sebelum Nabi diutus
maka banyak sekali dukun-dukun kalau
ngeramal benar.
Karena jin-jin ketika itu punya
kemampuan untuk mendengar berita-berita
pembicaraan para malaikat tentang masa
depan. Jadi Allah putuskan salat tentang
masa depan dibicarakan oleh malaikat
yang langit pertama sampai kepada langit
yang ke bawah. Ayat langit keetuuh
sampai langit pertama ketika mereka
bicara, setan tidak mampu menebus
langit. Dia cuma paling dekat-dekat
langit. Kemudian dia dengar. Dia dengar
pun tidak bisa dengar dengan apa?
Sempurna. Makanya kata Nabi, "Fayakibu
maaha miata kadbah." Dia dengar satu
kalimat, dia tambah dengan 100
kedustaan.
Kemudian dia over kepada setan di
bawahnya. Mereka kerja sama over lagi
setan ke bawahnya. Setan ke bawahnya
sampai hatta yulqiaha alisania kadib.
sampai disampaikanlah berita itu kepada
dukun atau kepada pe penyihir. Makanya
terkadang dukun meramal benar. Jadi
kalau ada dukun suka meramal benar itu
dukun asli berarti punya teman setan.
Kalau dukun ngeramal salah terus
dukun-dukunan itu namanya sok jadi
dukun. Tapi kalau ngeramal benar justru
wah ini jangan dianggap wali. Ini dukun
berarti
dia ngaku-ngaku tahu masa depan dukun
berarti
karena kerja sama dengan setan. Di zaman
sebelum Nabi diutus mudah banyak sekali.
Ketika Nabi diutus sebagai bentuk
pemuliaan kepada Nabi, maka langit
dijaga. Dalam surah aljin kata para jin
waamnama dunya
fawajadnaha mulat harasanadidanuba.
Kami dahulu sering ke langit cari-cari
berita. Tiba-tiba kami dapati langit
sudah banyak penjaganya dan banyak api
yang menghantam.
Sudah susah sekarang.
rada kata kata kata jin, "Kami dulu
punya pos-pos di langit, pos untuk curi
berita. Sekarang siapa yang mau
coba-coba mendengar berita dari
pembicaraan malaikat langsung kena
hantaman apa? Bintang. Tib. Apa yang
dimaksud dengan lemparan bintang? Rujum
lyayatin? Bukan bintang itu kemudian
lepas dari tempatnya. Enggak. Cuma
percikan atau api.
Karena Allah mengatakan syihab, syuhub.
Syihab itu maksudnya api. Dan secara
bahasa Arab eh syihab maksudnya apa? A
api.
Atikum bisyihabin qobasin. Seperti
perkataan Nabi Musa, "Wahai istriku,
sabar saya cari percikan api." Dalam
ayat yang lain, jadwatan minanar, yaitu
suluh api. Maksudnya
jin-jin ketika mau mencuri berita maka
Allah jadikan bintang itu keluarin api
untuk me
menghantam bintang, menghantam
setan-setan tersebut. api tersebut
menghantam setan-setan tersebut. Bukan
bintangnya kemudian jatuh, enggak.
Tapi percikannya atau potongan dari
kecil dari bintang-bintang tersebut. Dan
Allah mengatakan dalam tadi dalam
ayat yang ee ke-10.
Khatifal khatah. Kecuali setan yang
mencuri-curi berita. Dia dapat berita
tetapi apa? Faatbaahuqib.
maka dia dikejar oleh api yang menembus.
Sakif maksudnya menembus. Sehingga
dijadikan dia oleh para ulama bahwasanya
jin itu berfisik,
berjisim, berfisik dan bisa ditembus
oleh api tersebut. Tentu
malaikat berfisik, manusia berfisik, roh
ada fisiknya, cuma kita enggak tahu
seperti apa. Jin juga berfisik.
Makanya bisa ditembus oleh apa?
oleh api tadi. Kalau enggak ada fisik
apinya enggak ada kena apa-apa. Berarti
dia kena api enggak kena. Bahkan kata
Allah saakqib tembus ke tubuhnya. Tembus
ke tubuhnya. Oleh karenanya jin bisa
masuk dalam tubuh manusia. Kata Rasul
sahu alaihi wasallam, "Initana yajri min
bani adam majram." Sesungguhnya setan
masuk dalam tubuh manusia seperti aliran
dara. Dia berfisik. Fisik dia masuk ke
dalam fisik manu manusia. Cuma fisiknya
seperti apa kita enggak tahu. Karena
unsur penciptaannya tidak sama dengan
kita. kita dari tanah, mereka dari api.
Tetapi setan
marid
ngayal. Sudah tahu banyak teman-temannya
mati kena api, dia tetap aja mau
curi-curi terus. Kok bisa ngeyel begitu?
Ya namanya juga setan.
Seperti antum hewan lalat lah. Lalat
sudah datang kemudian datang ke kotoran.
Sudah tahu kotoran kita bunuh lat
tersebut tetap aja datang meskipun
teman-temannya sudah pada mati. Iya.
Enggak ya. Namanya juga akhlak lalat
seperti itu. Nah, jin juga seperti itu.
Hobinya seperti itu. Nyuri berita. Nyuri
berita. Sampai ketika Nabi diutus maka
mereka sudah tidak bisa lagi curi
berita.
Maka ketika itu heboh datang dalam
sebagai riwayat mereka heboh. Mereka
lapor sama iblis. Iblis,
"Bos, sudah enggak bisa lagi curi
berita. Ada apa ini?" Kata iblis. "Pasti
ada sesuatu." Cek cek cek. Oh, ternyata
Muhammad diutus menjadi seorang nabi.
Sudah enggak bisa lagi.
Repot nih para ulama khilaf setelah
Rasulullahu alaihi wasallam wafat,
setelah Al-Qur'an turun dengan sempurna,
apakah kembali seperti dulu? Bisa curi
berita lagi atau sudah tidak bisa sama
sekali? Ketika di zaman Nabi enggak bisa
sama sekali. Nah, setelah Nabi meninggal
dunia, apakah masih bisa curi berita
lagi? Ada yang bilang sudah tidak bisa
lagi. Ada yang bilang bisa tapi sudah
susah. Makanya dukun-dukun sekarang
banyak gagalnya. Tidak kayak dulu. Zaman
dulu dukun kalau ngeramal-ngeramal
biasanya benar. Karena mereka kerja sama
dengan apa? S setan. Sekarang dukun
ngeramal ngacau semua. Akan ada orang
terkenal yang mati. Ya mesti adalah
memang orang terken ada akan artis yang
mati. Ya artis pasti ada yang mati.
Emang artis hidup terus ya.
Jadi mereka marit sudah ee apa namanya?
ee
sudah banyak temannya yang mati, tetap
aja pengin curi curi berita.
Kata Allah, "Las la yasammauna ilal
malail a'la." Mereka tidaklah, mereka
tidak dapat mendengar. Sammaun itu
yatasammaun itu benar-benar berusaha
mendengar. Jadi, curi curi-curi gitu.
Jadi tidak dengar gini, eh ngomong apa
malaikat? Mereka curi-curi, berusaha,
diam-diam, curi-curi, tapi mereka tidak
berhasil.
Ketika Nabi Adam, mereka tidak berhasil.
Di sini Allah menyebutkan ilal malail
a'la. Mereka tidak mendengar dari
pembicaraan alala. Almala itu
yaitu rombongan yang mulia. Ala'la di
tempat tinggi. Ini sebagai bentuk pujian
kepada para malaikat. Allah mensifati
para malaikat dengan almalaul a'la.
Karena mereka rombongan mulia yang ada
di atas.
Waukzafuna min kulli janib. Dan mereka
ditembak dengan tembakan api dari segala
sisi.
Mereka tewas tapi tidak mau tobat.
Duhuran.
Akhirnya mereka terusir dengan hina.
Kata Allah, walahum adzabu wasib. Dan
bagi mereka azab yang kekal. Wasib
maksudnya kekal. Seperti firman Allah
wahudin wasiraqu.
Dan bagi Allah adalah ketaatan yang
kekal, yang abadi. Agama yang abadi.
Wasiban maksudnya kekal. Jadi
walahumabun wasib. Mereka disiksa di
dunia dengan lemparan api dari bintang
dan di akhirat mereka
disiksa dengan api neraka dengan kekal
abadi. Karena mereka kafir. Ini
menunjukkan bahwasanya yang masuk surga
bukan cuma manusia saja. Jin juga kalau
taat masuk surga. Dan yang masuk neraka
bukan manusia pembangkang pendosa saja.
Jin juga masuk apa? Neraka.
Dan jin juga ada yang kafir, ada yang
pelaku maksiat.
WQ
minal jinni
wal insi. Sungguh kami telah penuhi
neraka dengan banyak jin dan banyak apa?
Manusia. Di sini Allah mengatakan,
"Wahumabu wasib." Dan bagi mereka azab
yang abadi maksudnya kekal di neraka
karena mereka kafir.
Kalau ada yang bertanya, "Ustaz, jin kan
tercipta dari api. Masa disiksa dengan
api?"
Iya. Dia cipta dari api tapi dia sudah
berubah bentuk. Kamu juga dicipta dari
tanah. Memang kalau saya kasih tanah di
mukamu sakit enggak? Sama. Kita dari
tanah, tapi kalau ditabok dengan tanah
sakit enggak? Sakit. Ya tabok dengan
batu sakit bisa pecah kepala dari tanah
tapi sudah mengalami perubahan. Jin pun
demikian. meskipun tercipta dari api,
tapi dia sudah mengalami proses
perubahan dan mereka disiksa juga dengan
a api. Oleh karena jin ketika mencuri
berita kena tembakan api dari bintang,
maka terbakar tubuhnya tembus ya.
Tubuhnya te tembus.
Dan
setelah Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam
wafat tadi maka khilaf di kalangan para
ulama apakah mereka masih bisa mencuri
berita atau tidak? Wallahuam. Kalau bisa
meskipun bisa mencuri, maka sudah sangat
sulit. Oleh karenanya zaman sekarang
banyak dukun yang salah dan sering
ngawur. Karena tidak seperti dahulu
sebelum diutus Nabi. Mereka sangat mudah
meramal karena banyak berita yang mereka
curi dari para malaikat Bab. Demikian
saja ikhwan dan akhwat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala. Insyaallah
kita lanjutkan bulan depan biillahi
taala. Wallahuam bisawab. Demikian saja
kajian kita. Wabillahi taufik hidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.