Transcript
YztdLTmUjEo • Derajat Ihsan - Hadist-Hadist Perbaikan Hati #5 - Ust Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2538_YztdLTmUjEo.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman
wa asadu anna muhammadan abduhu waasul
da ridwan allahumma sholli alaihi waa
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Ibu-ibu
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala,
kita lanjutkan bahasan kita tentang ahis
islah qulub. Tentang hadis-hadis yang
berkaitan dengan perbaikan hati dan kita
senantiasa
membutuhkan perbaikan terhadap hati kita
ya. Nah, hati ini banyak sekali
penyakitnya, banyak sekali kotorannya ya
dan terpengaruh dengan apa yang kita
lihat, apa yang kita dengar, apa yang
kita baca dan terlalu banyak perkara
dunia yang buat kita akhirnya lupa untuk
perbaiki masalah hati. Dan orang pada
dasarnya lebih fokus untuk ee
memperbaiki penampilan luar zahirnya dan
lupa untuk memperbaiki hatinya. Dan pada
kesempatan kali ini kita akan bahas
tentang derajat al-ihsan.
al-ihsan ya.
Ihsan ee dalam maratibuddin dia adalah
derajat tertinggi ya. Sebagaimana dalam
hadis Jibril ketika Jibril bertanya
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Faakhbirni anil Islam." Kabarkanlah
kepadaku tentang Islam. Maka Nabi
mengatakan tentang rukun Islam yaitu
anash ashadu alla ilahaillallah anna
muhammad rasulullah tuqimus
tuqimus watuzakah ya e ramadanujal baita
ini ilaihi sabila ya itu syahadatain
kemudian salat bayar zakat puasa dan
haji. Kemudian ketika ditanya
faakbirniil iman kabarkanlah tentang
iman maka Rasulullah menjawab dengan
rukun iman. Billahi waaikatiumil
akir bilqarihi.
Rukun iman yaitu iman kepada Allah,
malaikat kepada kitab-kitab kepada para
rasul pada hari kiamat dan pada takdir
baik maupun yang buruk. Setelah itu ee
malaikat Jibril bertanya, "Faakbirni
anil ihsan." Kabarkanlah kepada tentang
ihsan. Maka Rasulullah menjawab,
"Anta'budallaha kaaka tarahu faillam
takun tarahu fainnahu yar." Engkau
beribadah kepada Allah seakan-akan
engkau melihatnya. Jika kau tidak mampu
melihatnya, ketahuilah Allah melihatmu.
Maka dari sini para ulama membagi
namanya maratibuddin. Ya, maratibuddin
yaitu tingkatan-tingkatan dalam agama.
Tingkatan-tingkatan agama.
bahwasanya ee
ada namanya al-Islam
ya ee atau kita
kita kalau kalau kita bikin apa namanya?
Bikin himpunan AlIslam dan orangnya
disebut dengan Al-Muslim.
Ee kemudian
ini namanya Muslim. Di dalamnya ada yang
lebih spesifik lagi, yang lebih tinggi
namanya al-iman
atau orangnya disebut almukmin.
Dalam himpunan lagi yang lebih spesifik
lagi
yang namanya
al-ihsan.
orangnya disebut dengan al-muhsin.
Nah, dari sini kita ketahui bahwasanya
tidak semua muslim
mukmin dan tidak semua mukmin muhsin.
Jadi, orang derajat paling rendah adalah
derajat Islam. Kemudian diangkat di
atasnya adalah derajat iman. Kemudian di
atasnya lagi derajat ihsan. Maka dari
sini kita tahu bahwasanya ihsan adalah
derajat tertinggi.
Derajat tertinggi. Makanya dalam
Al-Qur'an Allah Subhanahu wa taala
berfirman tentang perkataan orang Arab
Badui. Kata Allah, "Qtilu amannaam tminu
wakinlu aslamna." Berkata orang-orang
Arab Badui, "Kami telah beriman."
Katakanlah tummin, "Kalian belum beriman
wakin aslam." Tapi katakanlah kalian
masih Islam yaubikum.
Dan iman belum masuk dalam hati kalian.
Ya. Jadi Islam itu barang siapa yang ee
melakukan amal-amalan zahir ya tapi
derajatnya masih di bawah orang beriman.
Dan di orang muslim yang lebih tinggi
orang beriman. Orang beriman adalah yang
lebih tinggi. Orang beriman adalah orang
yang fokus dengan ee selain dia
mengamalkan yang zahir, dia juga
perhatian terhadap amalan batinnya
sehingga kokoh ee rukun-rukun imannya.
Dan yang lebih tinggi daripada itu
derajat ihsan. derajat ihsan.
Nah, ketika Rasulullah sallahu alaihi
wasallam ditanya tentang al-ihsan, maka
Rasulullah menjelaskan ada dua derajat
ihsan. Ya.
Jadi, Rasulullah menjelaskan Islam
dengan rukun Islam yang lima.
Kemudian ketika menjelaskan iman,
Rasulullah menjelaskan dengan rukun
iman.
Itu enam rukun iman. Ketika menjelaskan
tentang ihsan, maka Rasulullah jelaskan
derajat ihsan ada dua. Yang pertama,
engkau beribadah kepada Allah.
Beribadah
kepada Allah seakan-akan engkau melihat
Allah.
Seakan-akan melihat Allah. Faillam takun
tarahu fainnahu yarab. Ya, jika kau
tidak mampu, maka berpindahlah pada
derajat yang kedua.
bahwa Allah sedang melihatmu.
Sedang melihatmu.
Ya. Jadi ee di sini di sini perhatikan
Rasulullah mengatakan ini derajat ihsan.
Engkau beribadah buudallah kaaka
seakan-akan engkau melihat Allah.
Kenapa? Kenapa Rasulullah menggunakan
kata seakan-akan? Karena tidak mungkin
melihat Allah di dunia. Karena tidak
mungkin melihat Allah di dunia.
Kenapa demikian? Karena kita tidak punya
fisik yang kuat untuk bisa melihat Allah
Subhanahu wa taala. Ya, kita dunia
enggak bisa lihat corona, kita enggak
bisa lihat, kita enggak bisa lihat
malaikat, kita enggak bisa lihat jin
bentuk aslinya, ee kita enggak bisa
melihat matahari, kita tidak kuat
pandangan kita, ya. Dan banyak hal kita
tidak bisa lihat, ya. Ee makanya ketika
Nabi Musa Alaih Salam ingin melihat
Allah, dia tidak mampu. Kata Nabi Musa,
"Rabbi arini anzur ilaik." Sebagian
Allah abadikan dalam surat Ala'raf, "Ya
Allah, kata Nabi Musa, perlihatkanlah
dirimu." Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Lanaroni, kau tidak akan bisa
melihatku."
Tapi lihatlah ke arah gunung. Kalau
gunung masih kokoh, kau akan bisa
melihatku.
Ketika Allah mulai menampakkan dirinya
di gunung, gunung pun hancur dan Musa
pun pingsan. Yaitu Allah jelaskan gunung
yang begitu kokoh terbuat dari batu.
Tidak seperti manusia dari daging yang
lembek yang tidak kuat lemah. Itu saja
batu hancur tidak mampu untuk menahan
bagaimana ee cahaya Allah Subhanahu wa
taala. Bagaimana dengan Musa? Akhirnya
Musa pun pingsan ya. tidak mampu.
Demikian juga dalam hadis ee Isra Alisra
wal Mikraj ketika Nabi Mikraj, Nabi
sudah sangat dekat dengan Allah. Sampai
Abu Dzar radhiallahu anhu, sahabat
bertanya, "Ya Rasulullah,
hal roita rabbak?" Apakah kau melihat
Allah? Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Nurun anna arah ada cahaya
yang menghalangi bagaimana aku bisa
melihat Allah subhanahu wa taala."
Makanya Rasul mengatakan, "Taalamu
annakum lan tarbakum hatta tamutu."
Ketahuilah, kalian tidak akan bisa
melihat Allah sampai kalian meninggal
dunia. Nah, kalau kita sudah meninggal
maka berubah fisik kita berubah dirubah
orang yang meninggal ketika dia
meninggal saja Allah mengatakan
wabasarukal yauma hadid. Maka pada hari
tersebut ketika kau meninggal
pandanganmu menjadi tajam. Kau bisa
melihat malaikat maut, bisa melihat
malaikat rahmat. Mungkin kalau yang
pelaku maksiat melihat melihat malaikat
azab. Banyak hal yang bisa dilihat
ketika orang sudah meninggal meninggal
dunia. Demikian juga apalagi setelah
dibangkitkan. dibangkitkan. Maka orang
di padang mahsyar dengan fisik yang
berbeda. Orang-orang yang dijemur di
bawah terik matahari dengan jarak 1 mil
panas terik, mereka tetap bisa kuat
hidup. Ya, penghuni neraka disiksa.
Disiksa mereka tidak mati-mati. Penghuni
neraka bisa melihat iblis. Mereka
bertemu dengan iblis di neraka jahanam.
Mereka bertemu dengan jin-jin. Ya, sama
juga penghuni surga. Penghuni surga
dirubah tinggi mereka seperti situna
ziraan. Seperti tinggi Nabi Adam itu
sekitar 30 man. Kemudian mereka dibuat
fisiknya berubah sehingga untuk bersiap
merasakan kelezatan di surga kelak di
antaranya mereka bisa melihat Allah
subhanahu wa taala. Intinya selama di
dunia enggak mungkin bisa melihat Allah.
Makanya Rasulullah mengatakan kaannaka
tarahu. Ihsan itu an ta'budallaha.
Engkau beribadah kepada Allah
seakan-akan engkau melihat Allah karena
kau tidak mau melihat. Terus apa
maksudnya beribadah seakan-akan melihat
Allah?
Kita tahu pada hari kiamat kelak
orang-orang beriman akan memandang wajah
Allah. Itu puncak kelezatan. Makanya
Nabi sallallahu alaihi wasallam berdoa,
wajik. Aku mohon agar bisa melihat
kelezatan memandang wajahmuqik
dan agar bisa bertemu kerinduan untuk
bertemu dengan engkau. Maka jika seorang
melihat Allah pada hari kiamat kelak di
surga, maka dia akan melihat dengan
penuh ee kecintaan, dengan penuh
pengharapan. Maka seorang ketika
beribadah kepada Allah, dia seakan-akan
dia sedang berhadapan dengan Allah.
Seakan-akan dia melihat Allah di hadapan
dia. Seakan-akan dia sedang melihat
Allah sehingga dia khusyuk, sehingga dia
berharap, sehingga dia takut, sehingga
dia menghadirkan dalam dunia keagungan
Allah. Seakan-akan dia sedang salat di
hadapan Allah Subhanahu wa taala
seakan-akan dia sedang beribadah di
hadapan Allah. Apakah mungkin dilakukan
seakan-akan ini? Mungkin. Makanya Rasul
sebutkan derajat ini. Seorang tinggal
mencoba dia beribadah seakan-akan dia
sedang berhadapan dengan Allah Subhanahu
wa taala. Tentunya kita tidak bisa
bayangkan fisik Allah karena kita tidak
tahu. Laisa kamli tidak ada suatu yang
serupa dengan Allah. Tetapi kita
seakan-akan berhadapan dengan zat yang
maha kuasa yang sedang melihat kita
sedang beribadah. Maka ini derajat
tertinggi. Siapa yang bisa connecting
menghadirkan dalam dirinya seakan-akan
dia sedang berhadapan dengan Allah, dia
sedang melihat Allah, maka dia pasti
khusyuk. pasti dia langsung terfokus
hatinya untuk bisa khusyuk. Namun jika
tidak mampu kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya kalau kita seakan-akan di
hadapan Allah apa yang kita kita akan
berharap kita akan takut kita akan semua
harapan kita akan cinta kita akan semua
kita hadirkan ketika berhadapan dengan
Tuhan pencipta alam semesta, pencipta
kita yang beri kita rezeki selama ini
tentunya akan ada perasaan pengagungan
yang luar biasa. Namun kalau kita tidak
mampu, maka kita beranjak kepada yang
kedua. Faillam takun tarahu fainnahu
yar. Bahwa Allah sedang melihatmu.
Bahwa Allah sedang melihatmu. Ya. Maka
kita beranjak pada yang yang kedua. Nah,
ini orang yang bisa beribadah dengan ini
maka dia telah luar biasa telah mencapai
derajat iman yang tinggi. Orang-orang
spesial yang selalu beribadah seperti
ini. Kebanyakan kita beriman dan kita
beribadah tanpa menghadirkan hal ini.
Kita salat, ya salat aja. Kita
bersedekah, ya bersedekah saja. Tapi
siapakah di antara kita berhenti sejenak
ketika dia bersedekah, dia merasakan,
menghadirkan dalam dirinya Allah sedang
melihat dia. Siapakah di antara kita
ketika dia sedang berbakti kepada orang
tua? Dia menghadirkan dalam dunia
bahwasanya Allah sedang melihatku. Gak
usah derajat pertama, derajat kedua.
Kita bicara tentang derajat ke kedua.
Derajat pertama sulit ya. Tapi kalau
bisa bisa alhamdulillah. Siapakah di
antara kita ketika dia sedang misalnya
baca Quran kemudian dia menghadirkan
dalam dirinya bahwasanya Allah sedang
melihat dia baca Quran, sedang menilai
dia baca Quran. Siapakah di antara kita
ketika sedang berkhidmat kepada suami,
dia tahu Allah sedang melihatnya, sedang
menilainya, dia sedang berkhidmat kepada
suaminya? Siapa yang di arah ibu-ibu
ketika sedang ngurus anak, menyusui
anak, dia sedang menghadirkan dalam
dirinya bahwasanya Allah sedang
menilainya? Siapa di antara kita? Banyak
di antara kita melakukan ibadah dan amal
saleh tapi tidak menghadirkan perasaan
tersebut. Dia tidak berdosa karena ini
derajat yang tinggi. Dia sudah mencapai
derajat Islam, derajat iman, tapi
derajat ihsan derajat yang lebih tinggi.
Derajat yang lebih tinggi. Makanya
pahalanya sangat banyak. Pahalanya
sangat sangat banyak. Baik.
Ee berikutnya kita akan sebutkan tentang
ee dalil-dalilnya ihsan. Dalil-dalil
ihsan. bahwasanya Allah-d dalil ihsan
bahwasanya Allah maha melihat kita.
Allah mengawasi kita,
menilai kita, mengawasi kita, yaitu
mengawasi,
menilai ya memperhatikan gerak-gerik
kita.
Namanya ihsan.
gerak-gerik kita,
gerak-gerik hati kita,
dan lain-lain.
Tib kita bisa bagi dalil ihsan menjadi
dua dalil umum. Yang pertama
dalil umum
dan kedua dalil khusus.
Ibu-ibu mungkin silakan buka dalam
bukunya Syekh Abdur Razak.
Ketika saya membuka menyebutkan tentang
dalil-dalil umum bahwasanya Allah maha
maha melihat ya di akhir perhatikan
lihat halaman 409
mulai
halaman 409
saya bacakan atau dalam bekal Islam 417
ya dalil-dalil umum ya contoh Allah
berfirman berfir berfirman ya misalnya
wallahu bikulli syaaiin alim wallahu
bikulli syaiin alim maha mengetahui atas
segala sesuatu wallahu samiun alim
maha mendengar lagi maha mengetahu
wallahu bima tammaluna alim lihat
wallahu bima tammaluun
Silakan Ibu baca ya. Sesungguhnya saya
tidak akan tulis semuanya. Ini sekedar
contoh saja, sampel ayat-ayat yang
begitu banyak ya. Bahwasanya Allah
mengetahui apa yang kalian kerjakan.
Ayat berikutnya, wallahu alimun bil
muttaqin. Allah maha mengetahui
orang-orang yang bertakwa.
Kemudian lebih spesifik, innallah alimun
bidzati sudur. Allah mengetahui
innallaha
alimun bidzati sudur.
Di sini ada lebih spesifik Allah
mengetahui isi hati. Mengetahui isi hati
ya. Dan alim itu berarti sedang Allah
sedang atau selalu mengetahui isi hati
Allah senantiasa mengawasi kita, melihat
kita.
dan selalu mengetahui isi hati kita.
Innallah alimum bima yafalun.
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang
sedang mereka kerjakan. Apa yang sedang
kita kerjakan. Allah melihat, Allah
mengawasi. Wallahu alimun bima ymalun.
Sama. Innallah alimun bima yasnaun.
Allah yasnaun ymalun yaf'alun. Mirip apa
yang kalian perbuat, apa yang kalian
kerjakan. Wahua bikulli khalqin alim.
Dan dia maha mengetahui segala makhluk
yang dia ciptakan.
Berikutnya, innallah khabirun bima
tamalun. Sesungguhnya Allah maha
mengetahui. Khabir maha tahu dengan
detail apa yang kalian kerjakan. Sini
khabir ya. Innallaha
khabirun bima tamalun. Khabir itu
maksudnya mengetahui dengan detail.
Mengetahui yang pelik-pelik,
yang detail-detail.
Kata Allah, "Awamallah yamir,
tidakkah mereka tahu Allah mengetahui
apa yang mereka sembunyikan apa yang
mereka tampakkan?" Wallam
Allah tahu kalian tidak mengetahui.
Ini ayat berikutnya Allah tahu tentang
lirikan atau pengkhianatan pandangan
mata dan apa yang disembuny dada-dada.
Inallah yam fi anfusikum faru. Allah
tahu isi hati kalian. Waspadalah. Ingat
Allah bukan hanya melihat apa yang di
luar kita. Allah juga melihat
pandangan kita. Allah juga melihat isi
hati kita. Wallahu yamu mauna w
taktumun. Allah mengetahui apa yang
kalian tampakkan apa yang kalian
sembunyikan. Yang kita sembunyikan Allah
tahu.
Allah mengetahui apa yang kalian
sembunyi. Apa yang tampakkan
Allahubikum.
Allah mengetahui isi hati kalian.
Wallahuamakumwakum.
Allah tahu bagaimana tempat usaha tempat
kamu berusaha dan tempat tinggal kalian.
Wallahuamakum. Allah tahu amalan kalian.
Inah
dan ini ayat seperti ini banyak. Ini
dalil umum.
Sekarang kita sebutkan dalil secara
spesifik yang juga disebut oleh Syekh
Abdur Razzaq hafidahullahu taala ya.
Seperti contohnya ayat halaman 408 atau
416 dalam surat Yunus 61.
Quran surah Yunus 10 ayat 61. Apa kata
Allah Subhanahu wa taala? Wama takunu fi
sanin. Ya kata Allah
wama takunu fi sya'nin
wama takunu fi sya'nin wama tatlu minhu
min quran wama tatlu
minhu min quran
w wala tammaluna min amal wala
tammaluna min amal
illa kunna syuhudan
illa kunna
syuhudan
alaikum tufiduna fi
terputus ya
tya surat Yunas ayat 10 kita bacakan
ulang H.
Oke, perhatikan Ibu-ibu. Kita bacakan
sini. Pertama, Allah berfirman,
"Tidaklah kamu berada dalam suatu
keadaan." Wama takunu fi sya'nin itu
dalam keadaan apapun. Sya itu keadaan
apapun
Allah tahu. Wlum min quran. Apapun yang
kalian baca, ayat Quran mana yang kalian
baca?
Subhanallah. Agar kita tahu bahwasanya
ketika kita baca Quran, Allah sedang
menilai, Allah sedang perhatikan.
Wala tamaluna min amal. Ini umum amal
apapun. Amal apapun.
Illa kunna syuhudan alaikum. Kami jadi
saksi atas kalian. Tufiduna fi.
Ya, kami jadi saksi atas kalian.
Menyaksikan kalian.
Inilah kalau kita menghadirkan inilah
namanya ihsan kita Allah sedang
menyaksikan ini dalil khusus pertama
dalam surat Yunus ayat 61. W takunu fiin
w tatlu minhu min quranin waluna min
amalin illa kunnaudan
alikumudan tufiduna fib.
Lihat juga Asyuara ayat 279 Quran
Asyuara.
ayat 217
sampai 219 ya. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Watawakal alal azizir rahim."
Bertawakallah kepada Allah yang maha
perkasa lagi maha penyayang. Lihat
halaman 41 ya atau 416 di bekal Islam
atau halaman 408 di buku. Kata Allah
Subhanahu wa taala, "Alladzi yaroka
hinatakum."
alladzi yaroka
takum
waqaka fajidin
innahu hu samiul alim
kata Allah alladzi yarahinatakum yang
melihat engkau ketika kau berdiri salat
yang melihatmu ketika sedang salat
ketika sedang salat
Kemudian wat taqallubaka fajidin.
Perubahan gerakmu. Perubahan
gerak-gerikmu
bersama orang-orang yang salat. Jadi
ketika kita sedang salat, Allah lihat
dari awal sampai akhir. Allah lihat dari
awal sampai akhir. Ya,
jangankan kita ya
Allah mengatakan wama tasquatin illa
y'lamuha. Tidak ada daun yang jatuh
kecuali Allah mengetahui. Jangankan
kita, daun saja benda mati, bukan benda
bernyawa. Kata Allah, wqut warqatin illa
yam. Tidak ada satu daun yang jatuh
kecuali Allah mengetahuinya. Maka ini
kita hadirkan dalam diri kita tentang
ihsan. Bahwasanya Allah maha melihat.
Tib. Apa faedah kalau kita berbuat
ihsan, Ibu-ibu? Ini sudah, Ibu-ibu. Kita
lanjut,
ya.
Jadi, ee namun sebelumnya saya akan
sampaikan ee dua model ihsan.
Kalau tadi dua tingkatan ihsan. Kalau
ini tadi dua tingkatan ihsan.
Ini tadi dua derajat atau tingkatan
ihsan.
Nah, ini dua derajat. Yang pertama
seakan-akan kau melihat Allah. Yang
kedua, yakin bahwasanya Allah melihatmu.
Sekarang yang kedua. Kedua, derajat
ihsan. Model dua model ihsan
pertama adalah
ihsan ketika beribadah kepada Allah.
beribadah kepada Allah.
Ini ihsan kepada Allah. Ini seperti apa?
Ketika salat, tatkala salat,
baca Quran,
ketika zikir,
ya ini ee hadirkan dalam diri kita
bahwasanya Allah sedang melihat melihat
kita. Yang kedua adalah al-ihsan kepada
sesama makhluk.
Ihsan kepada
sesama makhluk.
Sama makhluk misalnya kepada kedua orang
tua,
kepada kerabat,
kepada orang-orang lemah.
Ya seperti Allah berfirman, wus wabil
ihsqana.
Berbaktilah, berbuat ihsanan kepada
kedua orang tua. Waudullaha w tus b ya
wabil walidaini ihsana widil qurba
walatama wal masakin. Kata Allah,
beribadahlah kepada Allah semata dan
berbuat baiklah ya kepada kedua orang
tua. Kemudian kepada orang lemah seperti
kata Allah Subhanahu wa taala misalnya
anak yatim
e kepada kerabat tadi sudah anak yatim
kepada fakir miskin.
kepada ibn sabil yang kehabisan bekal
misalnya ee dan lain-lainnya orang-orang
miskin. Ini contoh ihsan. Kemudian di
antaranya ihsan kepada hewan.
Kepada hewan kita memelihara mereka.
Nah, ini namanya ihsan kepada semua
makhluk. Berbuat baik kepada mereka
tanpa pamrih kecuali dari Allah
subhanahu wa taala. Ini pun ibu-ibu yang
dirahmati Allah Subhanahu wa taala bisa
kita kerjakan ini ihsan ini
bisa kita kerjakan model kedua dengan
tetap menghadirkan
tetap menghadirkan bahwasanya Allah
sedang melihat kita,
sedang menilai kita.
Dari sini ketika kita sedang bermuamalah
dengan orang tua, benar kita sedang
bermalah orang tu, tapi sebenarnya kita
hadirin dalam diri kita, kita sedang
bermuamalah dengan Allah, bukan dengan
orang tua. Karena kita sedang ihsan.
Ketika kita berbuat baik, kita yakin
Allah sedang menilai.
Ketika kita membantu orang, membantu
tetangga, membantu orang susah, benar
kita sedang berinteraksi dengan dia.
Tapi ketahuilah sesungguhnya kita sedang
bermuamalah dengan Allah. Allah sedang
menilai kita. Kalau kita sudah berbuat
baik, Allah sudah tahu, sudah selesai.
Dan ini membantu kita untuk ikhlas
kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena
yang kita butuhkan cuma validasi dari
Allah. Kalau Allah sudah tahu, sudah
selesai. Sehingga kita enggak butuh
validasi dari manusia, pengakuan manusia
gak. Maka di antara faedah utama dari
ihsan, seorang mudah untuk ikhlas.
Dari sinilah perkataan indah dari Syekh
Abdurrahman bin Nasir As'di bahwasanya
beliau mengatakan dua pilar kebahagiaan
adalah pertama ikhlas kepada Allah. Yang
kedua al-ihsan ilal khalq. Siapa yang
bisa menggabungkan keduanya, maka dia
orang yang bahagia, yaitu ikhlas ketika
beribadah. Yang kedua, berusaha berbuat
baik kepada orang lain. Dan yang bisa
melakukan ini adalah orang-orang yang
ihsan. Karena dia senantiasa
menghadirkan dalam dirinya Allah
senantiasa mengawasi apa yang dia
lakukan. Allah senantiasa menilai apa
yang sedang dia lakukan. Inilah dua
model ihsan. Ihsan ketika beribadah dan
ihsan kepada sesama makhluk. Ihsan
kepada sesama makhluk.
Dengan demikian kita akan bahagia.
Kenapa tidak kita tidak bahagia? Ketika
ihsan hilang, ikhlas ikhlas hilang. Kita
berbuat baik mengharap pambri dari orang
lain. Tib apa keutamaan ihsan?
Keutamaan ihsan.
Yang pertama, orang yang ihsan akan
melihat Allah di surga. Akan melihat
Allah di surga.
Kata Allah subhanahu wa taala, ahsanul
husna wazi ziyadah. Bagi orang yang
melakukan ihsan, maka dia akan
mendapatkan surga dan tambahan. Ya,
surat Yunus ayat 26 ya.
10 ayat 26. Saya baca, saya tuliskan
ayatnya ya.
Perhatikan. Lilladzina
ahsanu
alhusna
wa ziyadah.
Kata Allah, "Bagi orang yang ihsan
apa?" Mendapat al-husna. Al-husni
maksudnya apa? Surga.
Ziadah. Tafsir mengatakan memandang
wajah Allah. Memandang wajah Allah.
Wajah Allah.
Kenapa? Karena aljaza menjil amal selama
ini ketika dia beribadah dia merasa
sedang melihat Allah. atau dia merasa
sedang berhadapan dengan Allah atau dia
merasa Allah sedang melihatnya maka di
hari kiamat dia beri diberi ganjaran
oleh Allah dengan dia memandang wajah
Allah yang selama ini dia selalu merasa
seperti melihat Allah maka pada hari
kiamat dia akan memandang wajah Allah
subhanahu wa taala dan dikatakan ziadah
karena nikmat memandang wajah Allah
tidak seperti nikmat-nikmat yang lain.
Adapun nikmat surga yang lain
mirip-mirip dengan nikmat dunia. Ada
makanan, ada minuman, ada pasangan dan
macam-macam. Tapi melihat wajah Allah
ini kenikmatan tambahan. Makanya ketika
Allah berkata kepada penghuni surga,
"Hal azidukum?" Maukah aku tambahkan
kenikmatan bagi kalian? Kata mereka,
"Apalagi, ya Allah.
Alam tubayit wujuhana. Bukan kau telah
membuat kami berseri-seri, ya Allah.
Alam tunajjina minanar. Bukankah engkau
telah membuat kami selamat dari neraka
jahanam?" Terus apaagi? Fayaksiful
hijab. Maka Allah singkap hijabnya. Maka
mereka melihat wajah Allah. Mereka tu
kenikmatan puncak buat mereka lupa
dengan kenikmatan-kenikmatan surga yang
yang lainnya. Ini yang pertama.
Bahwasanya orang yang
ihsan maka dia akan melihat wajah Allah
di surga. Yang kedua, faedah ihsan
bahagia di dunia.
Bahagia di dunia sebelum di akhirat.
Dari dua sisi. Pertama
karena ikhlas. Karena orang insan pasti
ikhlas. Karena dia pasti ikhlas.
Orang yang ikhlas berarti kan dia butuh
pengakuan Allah. Kalau dia butuh
pengakuan Allah tidak butuh pengakuan
netizen. Kenapa kita sengsara? Karena
kita butuh pengakuan orang lain.
Validasi netizen. Netizen kasih jempol
kita bahagia. Netizen tidak kasih jempol
kita menderita. Ya. Apalagi dimaki-maki
oleh orang. Maka orang yang ihsan dia
pasti bahagia. Karena dia yang penting
Allah sudah tahu selesai. W taf'alu min
khairin fainnallaha yalamu. Apapun yang
kalian kerjakan Allah tahu. Sudah
selesai apa yang dia cari lagi.
Allah berfirman misalnya
ee
kata Allah w taf'alu min khairin
fainnallah bihi alim. Misalnya dalam
surah Al-Baqarah 215
kata Allah wama taf'alu
min khairin fainnallaha bihi alim.
Kata Allah, "Apapun kebaikan yang kalian
lakukan, Allah sudah tahu. Kalau Allah
tahu, maka selesai." Ya.
Wama taf'alu min khairin ya'lamullah.
Dalam ayat sebelumnya, wama taf'alu min
khairin ya'lamullah.
min khairin ya'lamullah.
Jadi apapun kebaikan yang kalian
lakukan, yalamhullah Allah sedang
mengetahui bukan Allah ikuti perbuatan
hambanya ya. Yaamullah fainnallaha bihi
alim. Allah senantiasa mengetahui
perbuatan hambanya ya.
Ya wnallaha
bihi alima. Dan banyak ayat seperti ini.
Ya. Apapun yang kalian infakkan maka
Allah tahu. Selesai. Maka orang seperti
ini dia akan bahagia karena ini mencari
validasi Allah subhanahu wa taala. Allah
sudah tahu selesai urusan. Mau orang
enggak tahu enggak ada yang jempol
enggak enggak ada masalah. Yang kedua,
karena orang ihsan itu membahagiakan
orang lain.
Kalau dia membahagiakan orang lain, dia
akan dibahagiakan oleh Allah subhanahu
wa taala. Aljaza minil amal. Siapa yang
bagi kebahagiaan dia akan bahagia, maka
dia juga akan bahagia. Dia akan
dibahagiakan oleh Allah.
Maka di antara cara untuk bahagia,
bahagiakan orang. Allah akan kasih kita
bahagia kalau kita berbuat ihsan kepada
orang lain. Bab ini di antara keutamaan
ihsan. Keutamaan yang lain ya
saya sebutkan ya
seperti dalam surat Al-An'am. Surah
Al-An'am. Siapa yang ihsan Allah kasih
Allah kasih keturunan yang baik. Diberi
keturunan yang baik,
keturunan yang saleh.
Dalilnya adalah surah Al-An'am 84. Quran
surah 684. Saya bacakan ya. Waahabna
lahu Ishaq wa Yaakub. Kami anugerahkan
kepadanya, kepada Ibrahim, Ishak,
kemudian cucunya Yaakub. Kullan hadaina
semuanya kami kasih hidayah. Ishak dan
Yakub wa Nuh hadaina minql. Dan Nabi Nuh
sebelumnya telah kami kasih hidayah.
Sebelum Nabi Ibrahim ada Nabi Nuh jauh
sebelumnya. Waminriyati. Dan di antara
anak-anak Ibrahim adalah Daud atau
anak-anak Yakub adalah Daud wa Sulaiman
wa Ayyub wa Yusufa wa Musa wa Harun.
Nabi-nabi. Kata Allahika
najzil muhsinin. Demikianlah kami beri
balasan kepada orang-orang ihsan. Orang
insan kami berikan anak keturunan yang
saleh.
Kalau ingin punya anak saleh, berbuat
baik sama orangor lain. Merasa selalu
diawasi oleh Allah Subhanahu wa taala.
Kemudian orang berbuat ihsan akan diberi
ilmu,
diberi hikmah oleh Allah, diberi
pemahaman
cahaya.
Contohnya dalam surat Yusuf ayat 22.
Quran surah 12 ayat 22 saya bacakan.
Walamma balag asudahuahu hukma wazalika
najizil muhsinin. Tatkala Yusuf telah
mencapai dewasa, kami berikan kepada dia
hikmah dan ilmu. Kenapa? Wakalika
najizil muhsinin. Demikianlah kami beri
balasan kepada orang yang ihsan. Orang
nuntut ilmu berbuat ihsan. Allah tambah
ilmunya. Allah tambah hikmahnya. Allah
tambah kebijakannya. Allah tambah sopan
santunnya karena dia sertai ilmu dengan
ee kebaikan. Ya, ini juga Allah sebutkan
misalnya dalam surat Al-Qasas tentang
Nabi Musa. Walam balag asud wastawa.
Tatkala dia telah mencapai umur dewasa
dan sudah sempurna yaitu umur 40 tahun.
Ada yang mengatakan demikian kami
berikan kepada dia hikmah dan ilmu.
Wadalika najzil muhsinin.
Demikianlah kami beri balasan kepada
orang yang telah berbuat ihsan. Ya. Jadi
orang berbuat ihsan maka akan diberi
balasan
dari Allah Subhanahu wa taala. Kemudian
kalau kita lihat muhsinin dalam
Al-Qur'an
disebutkan mungkin lebih dari 30 33 kali
30 kali banyak sekali ya. Di antaranya
Allah berikan lagi ee siapa yang berbuat
ihsan Allah kasih tambahan.
Allah kasih tambahan nikmat,
kasih tambahan karunia.
Dalilnya adalah Quran surah
Quran surah Albaqarah
ayat 58.
Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Wasanazidul muhsinin." Kami akan beri
tambahan kepada orang-orang yang berbuat
ihsan.
Ya,
kami akan berikan tambahan kepada
orang-orang berbuat ihsan.
Tib apalagi
sebentar ya. Ini anak nih.
Halo. Ambil lagi kajian.
Salam. Ambil lagi kajian ya. Ya.
Asalamualaikum.
Tib di antaranya ee orang yang berbuat
ihsan dicintai oleh Allah Subhanahu wa
taala. Ya,
tambah sini kita
yang ke berapa? Yang ke enam. Wallahu
yuhibbul muhsinin. Dicintai Allah.
Subhanallah. Kalau sudah dicintai Allah,
apalagi? Allah berarti ingin kebaikan
bagi kita. Kita ingin kebaikan sama
orang. Aljaza menjil amal. Allah ingin
kebaikan bagi kita. Kenapa selalu kita
ingin kebaikan bagi orang? Kita berbuat
baik sama kita merasa selalu diawasi
oleh Allah maka Allah akan berikan,
Allah akan mencintai kita. Kalau sudah
dicintai, maka Allah akan berikan
kebaikan. Surat Al Imran 134. Quran
3134.
Demikian juga dalam surat 48. Wallahu
yuhibbul muhsinin. Sesungguhnya Allah
mencintai orang yang berbuat ihsan.
Demikian juga dalam surah Almaidah ayat
13. Innallaha yuhibbul muhsinin. Ya,
sungguhnya ee Allah mencintai orang
berbuat ihsan.
Wallahu yuhibbul muhsin. Allah
menyebutkan Allah mencintai orang muhsin
banyak sekali dalam ayat tadi. Bukan
cuma satu ayat. Ternyata ada empat, ada
banyak tadi. Ada lima ya.
Bentar ya. Tadi anak sekarang istri.
Tib. Di antara keutamaan ihsan.
Perhatikan ibu-ibu.
Allah merahmati orang yang berbuat
ihsan. Yang keenam, ketujuh dirahmati
Allah.
Bagaimana tidak dirahmati Allah? Dia
sayang sama orang.
Sayang sama orang. Man yarham yurham.
Siapa yang merahmati orang dia akan
dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala.
Irhamu man fil ard, yarhamkum fama.
Rahmatilah penghuni bumi. Kau akan
dirahmati oleh yang di langit, yaitu
Allah Subhanahu wa taala. Dalam surat
Ala'raf
ayat ke-56 kata Allah subhanahu wa
taala, "Inna rahmatallahi qoribum minal
muhsinin." Sesungguhnya rahmat Allah
dekat dengan orang-orang yang berbuat
ihsan.
Semakin dia semakin berbuat ihsan maka
Allah ya akan merahmatinya. Di antaranya
yang kedelapan bahwasanya Allah tidak
akan pernah melupakan kebaikan orang
yang ihsan.
Allah pasti balas di dunia. Allah balas
di dunia.
Di dunia kebaikannya tidak akan
terlupakan.
Seperti perkataan Nabi Yusuf alaihi
salam ya.
Nabi Yusuf berkata ya
ee
fa innahu dan banyak dalam Al-Qur'an
tapi saya sebutkan salah satunya aja
Yusuf ayat 90 kata Allah subhanahu wa
taala Nabi Yusuf berkata, "Innahu
yattaqi waasbir fainnallaha la yu ajral
muhsin sesungguhnya siapa yang bertakwa
dan bersabar Allah tidak akan
menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat
baik." Perhatikan orang berbuat ihsan
bukan cuma dibalas di akhirat, di dunia
juga Allah balas. Yusuf alaihi salam
berbuat ihsan. Dia ketika dipenjara,
inna naroka minal musuhsidin. Kau
berbuat orang yang ihsan. Yusuf Yusuf
alaihi salam ketika dipenjara berbuat
ihsan. Dia ada orang sakit dia jenguk.
Ada orang lagi butuh nasihat dia
nasihati. Dia bantu orang kalau dia
tidak mampu dia cari bantuan untuk
orang. Ini sampai disebutkan dalam buku
tafsir, ada orang keluar penjara pengin
dipenjara lagi sama Yusuf karena dia
merasakan kenikmatan hidup sama Yusuf
karena orangnya muhsin berbuat baik.
Sehingga ada ketika dua orang minta dir
ramalkan mimpinya oleh Nabi Yusuf,
mereka berdua berkata, "Nabina'na
bitawilih inna naroka minal muhsinin."
Sampaikanlah kepada kami tafsir mimpi
kami ini wahai Yusuf, sesungguhnya kami
memandang engkau adalah orang yang
ihsan. Jadi orang ihsan Nabi Yusuf
berbuat ihsan. Ketika dalam kondisi
sulit dia tetap berbuat ihsan. Maka
ketika akhirnya Allah balas di dunia,
dia menjadi seorang bangsawan. Ketika
dia menjadi bangsawan, dia mengatakan
kepada kakak-kakaknya yang telah
menzalimi dia. Dia berkata, "Innahu ini
kesimpulan hidup. Innahu yattaqi
waasbir." Siapa yang bertakwa, bersabar,
fainnallaha la yud ajral muhsin.
Sesungguhnya Allah tidak akan menyak
pahala orang yang berbuat ihsan.
Kemudian di antara ketutamaan orang
ihsan bahwasanya Allah bersama orang
ihsan. Innallaha maadzinaq walladina hum
muhsinun.
Yang ke berapa ya?
Tadi delan. Ini yang kesembilan
saya carikan ayat
dalam surat An-Nahl ayat 128. Quran
surah 16 ayat 128. Kata Allah Subhanahu
wa taala itu Allah bersama orang-orang
ihsan. Allah
bersamanya.
Innallaha maadzinaqo. Sesungguhnya Allah
bersama orang yang bertakwa. walladzina
hum muhsinun dan orang-orang yang
berbuat ihsan. Kalau Allah sudah
bersamanya tentunya dia akan ditolong
oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya
Tib ini keutamaan ihsan banyak sekali.
Ini di antaranya
baik baik dapat keutamaan di dunia
apalagi di di akhirat dan dia adalah
derajat tertinggi daripada iman.
Sekarang bagaimana cara kita berbuat
ihsan?
Bagaimana kita bisa ihsan?
Agar kita bisa ihsan. Di antaranya,
Ibu-ibu dirahmati Allah Subhanahu wa
taala, kita ingat ya.
Ya, di antara cara agar bisa berbuat
ihsan, agar mudahkan kita berbuat ihsan
yang membantu kita untuk ihsan.
di antaranya ya
mengingat
Allah telah berbuat ihsan kepada kita
mengingat kebaikan Allah.
Makanya nasihat kepada Qarun kata Allah
wa ahsin
kama ahsanallah ilaik.
Berbuat ihsanlah sebagaimana Allah telah
berbuat ihsan kepadamu. Ya, kata Allah,
"Berbuat ihsanlah
kepada orang lain
ihsan. Sebagaimana Allah telah berbuat
ihsan kepadamu." Sebagaimana Allah telah
ihsan kepadamu.
Ini dalam ketika kita lihat orang susah,
jangan ragu-ragu untuk berbuat baik.
Allah berbuat baik sama kita. Allah yang
kasih kita harta, Allah kasih kita
kemampuan, Allah kasih kita potensi. Apa
usnya kita bantu orang? Bantu aja.
Semakin kita bantu, Allah terus berbuat
ihsan kepada kita. Maka jangan ragu-ragu
untuk ee berbuat ihsan dengan mengingat
kebaikan Allah kepada kita. Ini bantu
kita berbuat ihsan kepada kita.
Kemudian yang kedua mengingat bahwasanya
ee
kualitas ibadah kita
akan naik dengan ihsan.
Kita ini salat tiap hari juga salat tiap
hari juga salat. Tiap hari juga
insyaallah kalau ada waktu baca Quran.
Tiap hari juga kita berbagi sama orang.
Tinggal kita menghadirkan aja ihsan.
Begitu kita hadirkan ihsan, Allah sedang
melihat kita, sedang meny, maka derajat
ibadah kita naik, kualitas kita naik.
Karena kita pasti ikhlas, kita pasti
fokus. Kita baca Quran tahu Allah sedang
menilai kita, maka kita bacanya serius.
Kita lagi baca Quran ada yang telepon,
kita cuekin aja. Kata Allah sedang
melihat saya baca baca Quran
sehingga kita bisa ihsan.
Kita bisa ihsan. Ya. Maka dengan kita
ingin kualitas ibadah kita meningkat,
kita akan berusaha untuk ihsan. Ibu-ibu
bisa coba ketika ibu-ibu salat, ibu-ibu
merasa sedang berhadapan dengan Allah,
maka untuk khusyuk lebih mudah.
zat yang menciptakan kita, hadir di
hadapan kita yang kita harapkan kasih
sayangnya, kita harapkan ampunannya,
kita harapkan kebaikan sedang hadir di
hadapan kita sehingga otak kita akan
fokus ya ee mengharapkan karunia dari
Allah Subhanahu wa taala. Ya, ini di
antara hal yang membantu kita untuk
berbuat berbuat ihsan. Kemudian ketika
tadi menghadirkan ya
menghadirkan
ayat-ayat bahwasanya Allah maha
mengetahui.
Bahwa Allah maha mengetahui.
Maha mengetahui, maha melihat ya dan
seterusnya.
Maha melihat,
Maha mendengar,
dan lain-lain. Kalau ini hadir dalam
diri kita, maka mudah bagi kita untuk
berbuat ihsan. Ya.
Tayib.
Ee
mungkin ini yang bisa sampaikan. Ibu
yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
Ya,
adapun
orang yang berbuat ihsan maka dia mampu
melakukan amalan-amalan yang hebat. Dia
mampu melakukan amalan hebat yang tidak
bisa dilakukan oleh orang lain. Seperti
Allah sebut dalam surat Al Imran. Kata
Allah subhanahu wa taala, "Wasariu ila
magfiratibikum wa jannatin ardamawati
wal ard waidat lil muttaqin alladina
yunfiquun farira
waladi minal git walinainas wallahu
yuhibbul muhsin dalam surat alim ini
sudah pernah kita singgung ketika kita
membahas tentang memaafkan yaitu
dalam surat Al Imran ayat 133
dan 134 ini contoh kata Allah sungguhnya
bersegeralah kalian menuju ampunan Allah
dan menuju surga yang luasnya seluas
langit dan bumi yang Allah siapkan bagi
orang bertakwa. Siapa? Alladzina
yunfiquuna far wra yang senantiasa
berinfak. Dalam kondisi lapang dia
berinfak, dalam kondisi sulit tetap
berinfak. Dan itu Allah menggunakan
present tense yang menunjukkan
kesinambungan selalu. Uang banyak,
infak, banyak, uang sedikit, infaknya
kurang tapi tidak meninggalkan infak.
Dan ini butuh. Siapa yang bisa seperti
ini? orang yang ihsan yang tahu
bahwasanya Allah sedang menilai dia
sehingga dia tidak tidak sungkan, tidak
tidak sulit untuk mengeluarkan uangnya
karena Allah. Kemudian waladzi minal
ghaamah
padahal dia mampu untuk melampiaskannya
padahal amarah tersebut sudah di puncak.
Kadim alkadim alkadim gis maksudnya
seakan-akan air sudah dipunjak sedikit
lagi meluber tapi dia ikat. Bagaimana
dia mampu meninggalkan kemarahan padahal
dia mampu melampiaskan di puncak
kemarahan kalau dia ihsan. Dia tahu
Allah sedang melihatnya, maka bisa bagi
dia. Wal afina aninas. Bagaimana dia
bisa memaafkan orang lain? Dia bisa
kalau dia ihsan. Dia tahu Allah sedang
melihat saya, Allah sedang menilai saya.
Maka mudah bagi dia untuk memaafkan
orang lain. Orang yang ihsan dia bisa
melakukan amalan-amalan yang luar luar
biasa yang tidak bisa dilakukan oleh
orang orang lain. Ini saja yang in
sampaikan. E ibu yang dirahmati Allah
Subhanahu wa taala. Semoga Allah
menjadikan kita termasuk orang-orang
muhsinin. Dan ini perlu latihan. Setiap
hari kita perlu latihan. Karena ilmu
kalau tidak dilatih maka tidak akan
menjadi sajiah, tidak akan menjadi
perangai. Sering-seringlah kita mencoba
kalau mau salat kita coba hadirkan
bahwasanya saya sedang berhadapan dengan
Allah. Sesekali ketika baca Quran kita
hadirkan Allah sedang menilai saya
sehingga saya akan baca Quran dengan
fokus. Ketika saya sedang membantu orang
lain hadirkan sejenak bahwasanya Allah
sedang melihat saya memberi dia
interaksi saya bukan dengan orang tapi
interaksi saya dengan Allah Subhanahu wa
taala. Kalau sering seperti itu, jadilah
sajiah, jadilah perangai sehingga kita
terbiasa untuk ihsan. Kalau sudah
seperti itu, maka derajat kita naik
tinggi di sisi Allah Subhanahu wa taala.
Demikian saja apa yang saya sampaikan
kepada Ibu sekalian yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Mudah-mudahan kita
bertemu di kesempatan yang lain. Semoga
Allah mengampuni dosa-dosa kita,
mengangkat derajat kita. Semoga Allah
kumpulkan kita semuanya di surganya
kelak. Amin ya rabbal alamin. Wabillahi
taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.