Transcript
6jIVB-Yok5Y • Tafsir Surat Al Fath #4: Ayat 10-17 - Ust Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2536_6jIVB-Yok5Y.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrul lahu
ala taufiki wainani ashadu alla
ilahaillallah
wahdahu la syarika lahu lnih wa ashadu
anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan.
Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa
ashabihi wa ikhwan.
Eh, hadirin hadirat yang dirahmati oleh
Allah subhanahu wa taala, kita lanjutkan
bahasan kita dari surah al-Fath. Kita
sampai pada ayat ke-10 tentang kisah
Baiatur Ridwan tentang perjanjian
al-Hudaibiyah. Sebagaimana pernah kita
sampaikan di awal pengajian. Allah
berfirman, "Innalladina yubayiunaka
innama yubayiunallah
yadullahi fauq aidihim. Sesungguhnya
orang-orang yang mengambil janji setia
darimu sungguhnya mereka membaiat atau
mengambil janji setia kepada Allah
Subhanahu wa taala. Yadullahi fauqo
aidihim. Tangan Allah di atas tangan
mereka.
Faman nakata fnama yanu ala nafsih. Maka
barang siapa yang melanggar janjinya
niscaya akibat itu ia melanggar. Akibat
melanggar janjinya itu akan menimpa
dirinya sendiri. Waman auf bima ahada
alaihullaha fasayutihi ajran adima.
Dan barang siapa yang menepati janjinya
kepada Allah maka Allah akan memberi
pahala yang besar.
Ayat ini ee tentang peristiwa albaiiah
dan sebab terjadinya baiat sebagaimana
pernah kita singgung yaitu ketika
Rasulullah sahu alaihi wasallam ditahan
ketika ingin umrah pada tahun 6 Hijriah
di bulan Zulkadah.
Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengutus
Umar untuk masuk menemui para pembesar
orang-orang Quraisy untuk berunding
sehingga diharapkan menggapai satu
keputusan yang disepakati mereka. Namun
Umar
ee kemudian menyampaikan kepada Nabi,
kata Umar, "Ya Rasulullah, sesungguhnya
engkau tahu bagaimana kerasnya aku
terhadap mereka dahulu dan aku tidak ada
orang-orang yang bisa melindungiku dari
Bani Adi bin Ka'ab." Karena Umar adalah
al-Adawi dari Bani Adi. Dari Quraisy
dari Bani Adi.
Maka aku akan tunjukkan kepada engkau
orang yang lebih dihormati oleh mereka
yaitu Utsman bin Affan. Utsman bin
Affan.
Maka Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam akhirnya mengirim siapa?
Utsman. Ya, ganti dari Umar. Ya, karena
Utsman tidak dikenal keras terhadap
orang-orang kafir Quraisy dahulu. Beda
dengan Umar. Umar keras sehingga
khawatir terjadi sesuatu kepada Umar.
Maka Umar kasih ide. Kalau ingin
perundingan bukan ingin perang. Kalau
ingin perundingan jangan saya. Karena
kalau saya yang maju bisa jadi terjadi
apa yang terjadi. Maka kirim orang lain
yang mereka lebih mungkin mau mendengar
yaitu Utsman bin Affan. Maka Rasul sahu
alaihi wasallam pun ngirim Utsman bin
Affan radhiallahu anhu dan dia dari Bani
Umayyah. Quraisy juga tapi dari Bani
Umayyah. Dan banyak orang-orang Bani
Umayyah yang disegani di kota Makkah.
Maka masuklah Utsman dengan pakaian
ihramnya. Akhirnya ketemu dengan Abu
Sufyan, sang pemimpin orang-orang kafir
Quraisy. Kemudian Abu Sufyan mengatakan,
"Wahai Utsman, silakan kau tawaf dulu.
Tawaf, silakan umrah dulu." Kata Utsman,
"Saya tidak akan umrah sampai Rasulullah
yang umrah terlebih dahulu."
Dan ini menunjukkan kesetiaan Utsman ya.
Dan ini menunjukkan kesetiaan Utsman
radhiallahu taala anhu. Dia tidak
mengambil kesempatan ya mumpung diberi
kesempatan untuk tawaf umrah, dia umrah
di luar gak. Padahal kita tahu bagaimana
kerinduan para sahabat ingin umrah.
Mereka sudah 6 tahun tidak melihat
Ka'bah. Sudah 6 tahun. Padahal dulu
mereka tinggal di Makkah dan mereka
diusir dan akhirnya mereka harus hijrah
dan sekarang mereka ingin umrah.
Kita lihat saudara-saudara kita aja 2
tahun pandemi tidak bisa umrah. Ketika
dibuka umrah maka orang berjubel
berebut-rebutan.
ya ingin umrah karena rindu 2 tahun
tidak bisa umrah.
Nah, bagaimana lagi dengan para sahabat
yang memang mereka asalnya tinggal di
Makkah? Orang Quraisy seperti Umar,
Utsman, para sahabat, Muhajirin, mereka
dulu tinggal di Makkah dan mereka kalau
mau tawaf kapan-kapan saja bisa tawaf
karena dekat rumah mereka ya. Dan mereka
kalau mau umrah kapan-kapan saja bisa
umrah. Kemudian setelah itu mereka
terusir dan 6 tahun mereka tidak bisa
umrah. Maka bagaimana kerinduan mereka
untuk bisa umrah ketika itu? Dan ketika
Utsman ditawarin untuk umrah, dia tidak
mau. Dia bilang, "Rasulullah dulu baru
saya." Akhirnya tertahanlah Utsman bin
Affan tidak bisa umrah.
Bukan tidak bisa tapi tidak mau umrah
duluan.
Utsman tidak mau. Akhirnya ada
desas-desus
bahwasanya Utsman telah dibunuh dan
Rasul sahu alaihi wasallam tidak tahu
ilmu gaib. Maka dari situlah kemudian
Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan,
"Maukah kalian membaiatku?
Maukah kalian membaiatku?" Yang disebut
dengan baiatur ridwan.
Baiatu aridwan. Ya. Sehingga para
sahabat baiat Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan baiat tersebut yaitu
adalah untuk tidak kabur membela Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Meskipun
musuh sangat banyak dan akhirnya mereka
tinggal sedikit sampai pada bilangan
mereka boleh lari, mereka tidak bakalan
lari karena mereka telah membaiat Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Di sinilah
Allah turunkan firmannya atau terkait
dengan hal ini Allah turunkan firmannya.
Innalladzina yubayiunaka
innama yubayiunallah. Sesungguhnya yang
baiat engkau sesungguhnya mereka telah
membaiat Allah subhanahu wa taala. Ya,
karena rasul sahu alaihi wasallam
hanyalah perwakilan Allah subhanahu wa
taala. Ini sama kata Ibnu Katsir seperti
firman Allah mayuti rasula faqod ata
Allah. Siapa yang taat kepada rasul dia
telah taat kepada Allah Subhanahu wa
taala.
Jadi sesungguhnya yang mereka baiat
bukan nabi tapi Allah subhanahu wa
taala. Makanya Allah mengatakan innama
yubayunallah
yang baiat engkau sesungguhnya mereka
membayat Allah. Set Allah tekankan
yadullahi fauq aidihim. Tangan Allah
berada di atas tangan-tangan mereka.
Kata Ibnu Katsir hadirun maahum itu
Allah hadir bersama mereka. Yasma
aqwalahum. Allah mendengar perkataan
mereka ketika membaiat
makahum. Dan Allah melihat bagaimana
kedudukan mereka, tempat mereka. Wamuum
wahirahum. Dan Allah tahu tentang batin
mereka dan zahir mereka. Fahua taala hal
mubaya. Dialah yang dibaiat Allah
Subhanahu wa taala biwasitati rasulihi
dengan perantara Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Jadi Rasulullah
hanyalah perantara. Ketika membaiat Nabi
berarti membaiat Allah Subhanahu wa
taala. Dan akhirnya
karena Utsman tidak hadir, maka
Rasulullah membaiat Utsman dengan
tangannya. Kata Nabi, "Inilah baiat
Utsman kepadaku." Rasulullah mewakili
Utsman karena Utsman tidak
datang-datang, bisa jadi meninggal.
Dan mereka berbaiat untuk tidak lari,
siap sampai titik darah penghabisan
membela Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Dengan inilah mereka kemudian
menjadi orang-orang yang yang mulia.
Ee
sebagian ulama mengatakan
firman Allah,
"Innalladzina yubayiunaka." Ya,
sungguhnya orang-orang yang bayat engkau
diambil dari kata almubayaah, yaitu
membeli. Ya, membeli.
Karena seakan-akan mereka membeli kepada
Allah surga dengan nyawa mereka. Karena
mereka siap mati membela Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Jadi mereka membeli
surga. Jadi terjadi jual beli antara
mereka dengan Allah. Baiat, mubayaah.
Mereka membeli kepada Allah surga dengan
bayarannya adalah jiwa jiwa mereka. Ya,
seperti firman Allah Subhanahu wa taala.
Yunilillah.
Sesungguhnya Allah membeli dari kaum
mukminin, membeli jiwa mereka dan harta
mereka dengan bayaran surga. Ya, dengan
bayaran surga. Ini ada yang mengatakan
mubayiah karena seakan-akan terjadi
kesepakatan ya barter antara Allah
dengan mereka. Mereka membayarkan
ee jiwa mereka sementara Allah
membayarkan surga terhadap mereka.
Dan ketika mereka membaiat Nabi
sallallahu alaihi wasallam ya itu tidak
kabur ketika bertemu dengan orang kafir
maka Jabir radhiallahu anhu berkata,
"Qala lana Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam." Rasul sahu alaihi wasallam
berkata kepada kami yaumal Hudaibiyah
ketika hari Hudaibiyah. Antumiru ahlil
ardunna
alfan wa arbaah.
Kata Nabi, "Kalian adalah penghuni bumi
yang terbaik dan kami jumlahnya ketika
itu kata Jabir 1400 orang." Ibnu Katsir
menyebutkan ada khilaf. Ada yang
berpendapat 1300 orang, ada yang
berpendapat 1400 orang dan ada yang
berpendapat 1500 orang sahabat. Namun
pendapat yang dipilih oleh Ibnu Katsir
adalah pendapat yang tengah yaitu 1400
orang berdasarkan hadis Jabir
radhiallahu taala. anhu.
Setelah itu Allah berfirman, "Ya, jadi
mereka mulia karena membaiat Nabi
dan yadullahi fauq aidihim, yaitu
penekanan bahwasanya Allah bersama
mereka." Ya, Allah hadir bersama mereka
menyaksikan
perjanjian tersebut atau baiah tersebut.
Allah berfirman, "Faman nak fainnama
yanu ala nafsih." Siapa yang membatalkan
perjanjian tersebut, ya sesungguhnya dia
telah ee
menimpakan dirinya keburukan. Ya, dia
telah membatalkan dirinya sendiri.
Dan ini seb mengatakan
Allah tidak mengatakan faman nak
fainnama nak al nafsi tapi Allah
menggunakan fi'il mudori yangu al nafsih
yaitu dia membatalkan memberi
kemudaratan kepada dirinya
berkesinambungan
dia berjanji kemudian dia batalkan
selama dia membatalkan maka dia
memberikan kemudaratan yang
berkesinambungan kepada dirinya akibat
dari membatalkan perjanjian suci
tersebut sebaliknya waman auffa bima
aahada alaihullah
Dan siapa yang
dan siapa yang menunaikan janjinya
kepada Allah, maka kami akan berikan
kepadanya ganjaran yang besar.
Tapi kita lanjutkan.
Kemudian Allah bercerita tentang
orang-orang yang ee mundur ke belakang
tentang orang-orang yang tidak mau
diajak untuk
perjalanan menuju Al-Hudaibiyah.
Ya, kalau sahabat mereka masyaallah
mereka orang, mereka penuh dengan
semangat, rela siap mati membela Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ternyata ada
sekelompok orang yang tidak mau ikut
dalam perjalanan menuju Hudaibiyah
umrah. Ya, karena ketakutan.
Allah berfirman,
"Sayaquulakal
mukallafuna minal a'abi
syagolatna amwaluna wa ahluna
fastagfirlana."
Berkata
orang-orang Arab Badui yang tertinggal
tidak ikut ke Hudaibiyah itu orang-orang
Arab Badui yang tinggal seputar kota
Madinah yang mereka sudah masuk Islam.
Mereka menyatakan diri mereka masuk
Islam. Kita tahu orang Badui iman mereka
tidak mendalam. Seperti dalam firman
Allah, qalilabu amannaam tminu wakin
qulu aslamna. Berkata Arab Badui, kami
beriman. Katakanlah lam tumminu. Kalian
belum beriman walakin qulu aslama. Tapi
katakanlah kami sudah Islam itu Islam
mereka masih belum kuat tidak sampai
pada derajat keimanan. Ini Arab Badwi
tersebut.
Sebagian ulama memandang Arab Badwi
orang munafik.
Orang munafik ada khilaf. Apakah mereka
orang-orang Islam yang imannya rendah
ataukah mereka orang-orang munafik?
Wallahuam bisawab. Tapi ee jelas orang
Arab Badui kalau mereka pun Islam maka
Islam mereka sangat lemah. Maka mereka
tidak mau diajak pergi umrah. Ya, ketika
itu Allah mengatakan, "Maka orang-orang
yang tertinggal tidak turut ke
Hudaibiyah
akan berkata kepada Nabi sallallahu
alaihi wasallam,na amwaluna wa ahluna."
Sungguhnya harta kami membuat kami sibuk
dan keluarga kami membuat kami sibuk
sehingga kami tidak bisa berangkat.
Fastagfirlana.
Mohonlah ampunan bagi kami. Mohonlah
ampunan bagi kami.
Ee
Allah bantah mereka.
Yaakuluna bialsinatihim ma laaisa fi
qulubihim. Itu hanya ucapan lisan saja.
Tapi hati mereka tidak demikian. Artinya
mereka ucapkan uzur tersebut hanya
ngarang dari mereka. Mereka tidak jujur.
Mereka mengatakan, "Ya Rasulullah,
seakan-akan kami mohon maaf kami tidak
bisa ikut kalian
karena kami sibuk ngurusin harta,
ngurusin anak istri. Jadi mohonkan
ampunan kepada Allah bagi kami. Jadi
mereka seakan-akan mengakui kekurangan
mereka dan mereka tahu mereka salah tapi
mereka
jadikan itu sebagai alasan. Ternyata itu
omong kosong tidak benar. Kata Allah
yaquluna bialsinatihim maaisa fi
qulubihim. Itu hanya omongan lisan
mereka. Tapi hati mereka tidak demikian.
Ternyata mereka tidak mau ikut umrah
karena mereka takut. Mereka merasa
Rasulullah akan dibantai oleh orang
Quraisy. Ternyata itu bukan karena
sibuk, karena dunia dan anak-anak. Itu
hanya kebohongan yang mereka utarakan.
Kata Allah, "Qul fam yamliku lakum
minallahian in ar bikum ar bikum naf'a."
Katakanlah,
"Maka siapakah gerangan yang dapat
menghalang-halangi kehendak Allah jika
dia menghendaki kemudratan bagi kalian
atau menghendaki kemanfaatan bagi
kalian?
Akan tetapi Allah mengetahui apa yang
kamu kerjakan. Apa yang kamu kerjakan.
Kemudian Allah jelaskan sebenarnya
alasannya bukan itu. Kata Allahumqasul
[Musik]
ahlihim abada. Sebenarnya kalian tidak
mau ikut berangkat itu bukan karena
sibuk ngurus anak-anak dan harta dan
istri-istri, tetapi karena kalian
menyangka Rasulullah dan kaum mukminin
tidak akan balik lagi. Yaitu mereka akan
dibunuh, akan dihabisin oleh orang-orang
Quraisy. Tidak akan kembali
selama-lamanya.
Dan kalian telah dihiasi persangkaan
tersebut dalam hati kalian
dan kalian telah berprasangka-prasangka
burukum
dan kalian adalah kaum yang binasa.
Ini sebabnya. Jadi bukan karena sibuk
urusan harta dan anak-anak.
Makanya Allah mengatakan bukan itu
sebenarnya alasan kalian.
itu Allah tadi katakanlikakum
minallahianikumikum
kalau Allah ingin kalian kemudaratan,
siapa yang bisa menghalangi? Dan kalau
Allah ingin kalian ber dapat manfaat,
siapa yang bisa halangi kalian?
Di sini ada yang menafsirkan
orang-orang Arab Badwi nanti ini yang
tidak mau pergi berangkat ke Hudaibiyah,
tidak mau berangkat sama Nabi ketika
umrah karena takut mereka akan dihabisi,
akan dibunuh, akan dibanti oleh orang
Quraisy. Karena jumlah Quraisy yang
banyak sementara kaum muslimin cuma 14
orang.
Ada di antara mereka Allah sebutkan dua
kemungkinan. Qulam yamlikakum
minallahian in ar bikum ar bikum naf.
Siapa yang bisa menghalangi Allah sama
sekali?
Jika Allah ingin kebaikan bagi kalian
atau ingin keburukan bagi kalian.
Allah ingin keburukan bagi kalian.
Benar. Setelah itu di zaman Abu Bakar
banyak di antara mereka yang murtad.
Banyak Arab Badu yang murtad. Banyak.
Ini adalah ee kelanjutan dari
pembangkangan mereka. Karena mereka
tidak mau berangkat berjihad. Maka
mereka akhirnya ketika di zaman Abu
Bakar Assiddiq ketika Nabi sudah
meninggal, banyak di antara mereka yang
murtad.
Ya. Dan sebaliknya di antara mereka ada
juga yang ternyata dapat manfaat.
Setelah mereka ditegur oleh Allah
ternyata mereka sadar dan mereka menjadi
pembela Islam setelah wafatnya Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Ini ee karena Allah mengatakan ada dua
kalian nanti ada yang dapat mudarat dan
ada yang dapat manfaat. Yang dapat
mudarat maksudnya ada di antara mereka
yang murtad. Dan dapat manfaat dari di
antara mereka yang setelah ditegur oleh
Nabi akhirnya oleh Allah Subhanahu wa
taala ditegur akhirnya menjadi
orang-orang Arab Badui yang baik.
Tib di sini Allah sebutkan Allah bongkar
isi hati mereka ternyata kalian tidak
mau ikut jihad karena kalian
berprasangka buruk. Kalian menyangka
Rasul dan orang-orang mukminin yang
berangkat 14 orang tidak bakalan kembali
lagi. Itu mereka akan dibunuh oleh
orang-orang Quraisy di Mekah.
Wazuyadalika fi qulubikum. Dan kalian
dihiasi hatinya oleh setan. Dan setan
menghiasi hati seorang dalam
berprasangka buruk kepada Allah.
Sebenarnya kan kalau mau prasangka ada
beberapa prasangka, bukan satu prasangka
aja.
Sebenarnya mereka bisa berprasangka
bahwasanya
Rasulullah dan para sahabat mati tidak
balik lagi. Ini satu prasangka.
Sebenarnya ada prasangka yang lain. Bisa
jadi Nabi dan para sahabatnya menang.
Balik membawa kemenangan. Tetapi ketika
dihiasi oleh setan, setan hanya
membatasi satu prasangka saja dan
dijadikan prasangka tersebut seakan-akan
prasangka yang benar. Dan itu di antara
kerjaan setan.
Menjadikan seorang suuzon dan membatasi
prasangka. Hanya satu prasangka.
Seperti seorang ketika menilai
saudaranya prasangka buruk kepada
saudaranya. Sebenarnya masih banyak
kemungkinan,
tetapi setan hanya membatasi pada satu
kemungkinan sehingga dia berprasangka
buruk kepada saudaranya. Kenapa bisa
terbatasi? Padahal secara logika ada
kemungkinan-kemungkinan yang lain,
tetapi dibatasi satu kemungkinan agar
berprasangka berprasangka buruk. Dan
itulah setan. Setan tugasnya hanya
membisik-bisik
ya
sehingga menjadikan seorang membatasi
prasangka yang banyak, kemungkinan yang
banyak menjadi satu kemungkinan saja.
Nah, di sinilah maka Allah mengatakan
wuyinaalika fi qulubikum. Dan itu
dihiasi pada diri kalian prasangka buruk
tersebut. Wadantum donu. Dan kalian
telah berprasangka yang buruk. Wauntum
kauman buro. Dan kalian adalah kaum yang
binasa. Buro maknanya halka. Ada yang
menafsirkan maknanya wauntum kauman
fasidin. Kalian adalah orang-orang yang
yang rusak. Orang-orang yang rusak.
Bagaimana tidak rusak? Berprasangka.
Nah, Allah akan membinasakan nabi dan
pengikutnya. Bahwasanya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam yang membawa
risalah Allah akan binasa. Bukan cuma
dia, bahkan pengikutnya mesti akan
binasa semua. Seakan-akan Allah tidak
akan menolong agamanya. Ini adalah
prasangka yang sangat sangat buruk. Gak
mungkin. Tapi setan telah menghiasi
persangkaan kalian. Kemudian Allah
berfirman, "Wamam ymin billahi waasulihi
fainnaadna lil kafirinair."
Siapa yang tidak beriman
kepada Allah dan rasulnya, maka kami
siapkan bagi orang-orang kafir neraka
yang menyala-nyala. Ya. Jadi ini sebab
kedua. Jadi mereka dua sebab tidak mau
berangkat ketika Rasulullah ingin umrah.
Sebagaimana kita ceritakan, pertama
mereka berprasangka buruk. Yang kedua,
mereka tidak beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya. Inilah yang dijadikan oleh
seban ulama dalil bahwasanya mereka ini
orang munafik. Orang-orang Arab Badu ini
orang munafik.
Ya, orang-orang Arab Badu ini adalah
orang-orang munafik.
Dan Allah sebutkan dalam surat at-taubah
ayat 101. Wamimman haulakum minal a'abi
munafiquun. Dan sesungguhnya di sekitar
kalian, di sekitar Madinah ada
orang-orang Arab Badui yang merupakan
orang-orang munafik. Dan mereka ini yang
tidak mau ikut perang dengan alasan
sibuk sama keluarga, sibuk sama
anak-anak, sibuk urusan harta. Ini orang
munafik. Buktinya Allah mengatakan pada
ayat ke-13, waman yukmin billahi wa
rasulihi. Siapa yang tidak beriman
kepada Allah dan rasul-Nya, maka kami
siapkan bagi orang-orang kafir neraka
yang menyala-nyala. Berarti mereka
orang-orang munafik.
Tadi ada khilaf, ada yang mengatakan
mereka bukan orang munafik. Ada yang
mereka mengatakan bahwasanya mereka
adalah orang munafik. Karena orang Arab
padui ada dua model. Memang ada yang
munafik sebaga dalam surat at-Taubah
ayat 101 dan ada yang tidak munafik
Islamnya merendah seperti dalam surat
Al-Hujurat.
Berkata orang Arab Badui, "Kami telah
beriman." Katakanlah kalian belum
beriman. Aslamna, kalian masih Islam.
Ya. Nah, siapakah orang Arab Badui yang
tidak mau ikut perang ini? Ada khilaf.
Ada yang mengatakan mereka munafik.
Dalilnya tadi kita sebutkan. Ada yang
mengatakan mereka orang beriman imannya
lemah. Karena nanti ternyata di antara
mereka ada yang dapat manfaat di
kemudian hari. Wallahuam bawab.
Kemudian Allah berfirman, "Walillahi
mulkus samawati wal ardhi yagfiru lima
yasya wauadibu yasya wallallahu gofur
rahima." Sesungguhnya milik Allahlah
kepunyaan Allah. Semua kerajaan langit
dan bumi semuanya milik Allah. Terserah
Allah mau mengampuni siapa yang Allah
kehendaki. Allah ingin mengazab siapa
yang Allah kehendaki. Dan Allah maha
pengampun lagi maha penyayang.
Seakan-akan ini peringatan kepada mereka
sekaligus anjuran untuk bertobat.
Sesungguhnya kalian telah bersalah,
kalian bohong, kalian tidak mau ikut
perang karena kalian berprasangka buruk,
karena kalian tidak beriman. Maka
bertobatlah karena semua alam semesta
ini milik Allah. Bukan cuma kalian saja,
tidak ada yang keluar dari aturan Allah.
Ya, orang Quraisy pun dibawa kekuasaan
Allah. Jangan menyangka Muhammad dan
pengikutnya akan binasa di kalangan
orang Quraisy. Orang Quraisy juga Allah
yang kuasai. Maka bertobatlah kalian
karena Allah maha pengampun. Tapi kalau
kalian tidak berobat, Allah maha
mengazab.
Wakallahu gfurar rahima. Dan
sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala
maha pengampun lagi maha penyayang.
Sairan. Sair adalah salah satu dari
nama-nama neraka. Nama neraka banyak.
Ada jahanam, ada jahim, ada sair, ada
ladha. Ya, nama neraka banyak. Dan
masing-masing nama tersebut menjelaskan
tentang sifat neraka. Ya, di antaranya
syair maksudnya neraka yang apinya
menyala-nyala.
Apinya menyala-nyala ya.
Salah satu nama neraka jahanam.
Tib. Selanjutnya Allah berfirman,
"Jadi Allah Maha Pengampun sampai mereka
masih ditawarin ampunan." Seperti firman
Allah, "Nabbi ibadi anni analofurur
rahim wazabi hualzabul alim." Seperti
ayat itu kata Allah dalam surat Alhijr,
"Sampaikanlah kepada hamba-hambaku
analofurahim." Sesungguhnya aku ini maha
pengampun lagi maha penyayang. Tetapi
ingat sekaligus waabiul
alim. Sesungguhnya azabku adalah azab
yang pedih. Seperti dalam ayat ini,
walillahi mulkwati walardasya.
Seluruhnya ini milik Allah. Langit,
bumi, malaikat, isi manusia, hewan, jin,
semuanya milik Allah. Allah mengampuni
siapa yang Allah kehendaki dan Allah
mengazab siapa yang Allah kehendaki.
Wallahu gfur rahima. Tapi Allah maha
pengampun lagi maha ee penyayang. Ya,
hati-hati kalau bermaksiat kalian terus
di atas kekufuran kalian, kalian akan
diazab. Kalau kalian bertobat, kalian
akan diampuni.
Setelah itu Allah cerita lagi tentang
mereka ini. Jadi, setelah Nabi dan para
sahabat pulang dari perjanjian
Hudaibiyah
yang kata Allah, "Inna fatahna laka
fatan mubina."
Sesungguhnya kami telah memberikan
kepada kalian, kepada engkau wahai
Muhammad kemenangan yang nyata. Yaitu
kemenangan di sini sebagian ahli tafsir
atau banyak yang menafsirkan al-Fath di
sini maksudnya adalah Al-Hudaibiyah ya.
Karena di balik perjanjian Hudaibiyah
ternyata banyak kemenangan. Di antara
kemenangan tersebut banyak orang masuk
Islam. Sebagaimana pernah kita jelaskan
karena terjadi perjanjian damai dari
tahun ke-6 sampai tahun 8 Hijriah. Kaum
muslimin waktu itu yang berangkat cuma
1400 orang. Ditambah mungkin yang tidak
ikut berangkat di Madinah taruhlah
jumlah kaum muslimin 2.000 orang atau
3.000 orang taruhlah. Tapi pada tahun 8
Hijriah kaum muslimin jadi 10.000 orang.
Berarti dalam 2 tahun masuk Islam 7.000
orang.
Dalam kondisi damai masuk Islam 7.000
orang. Dan ini adalah kemenangan yang
nyata. Sementara Nabi setelah berdakwah
13 tahun di Makkah dan 6 tahun di
Madinah yaitu ee 19 tahun jumlah kaum
muslimin cuma 2.000 3.000. Kemudian
perjanjian damai, perjanjian Hudaibiyah
gencatan senjata selama 10 tahun baru 2
tahun 8 Hijriah bertambah jadi 10.000
pengikut kaum muslimin sehingga ada
masuk Islam 7.000 orang. Ini yang
pertama. Yang kedua, di antara
kemenangan yang nyata, kaum muslimin
setelah itu menyerang Khaibar. Karena
Yahudi bikin masalah. Mereka yang
provokator sehingga terjadi perang
Khond. Saatnya mereka dihukum oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Tapi kalau
Nabi perang sama Quraisy repot nanti
Quraisy gabung sama Yahudi. Nah,
sekarang ada perjanjian dengan Quraisy.
Jadi Quraisy gak ikut perang sehingga
Nabi bisa fokus menyerang Yahudi. Dan
Yahudi tidak dibantu oleh Quraisy. Maka
ini kesempatan untuk menyerang mereka
pada tahun 7 Hijriah dalam perang
Khaibar. Perang apa? Khaibar.
Nah, ketika Nabi berangkat menuju perang
Khaibar,
orang Arab Badwi tadi datang lagi.
Orang-orang Arab Badui yang tidak ikut
ke Hudaibiyah tersebut, mereka berkata,
"Ketika kalian hendak pergi mengambil
ghanimah di Khaibar, ya di Khaibar
litakzuha. Kalian akan menang dalam
Khaibar karena Allah sudah janjikan akan
dapat ganonimah." Kata mereka, "Daruna
biarkan kami ikut kalian kali ini."
Yuriduna kalamallah. Mereka ingin
merubah firman Allah, keputusan Allah.
Karena Allah sudah kasih keputusan yang
boleh ngambil ghanimah di Khaibar yang
pernah berangkat ke Hudaibiyah. Adapun
yang tidak berangkat karena uzur-uzur
yang tidak benar tidak boleh ikut. Tidak
boleh ikut. Sudah ada aturan kalian yang
kemarin tidak ikut uzur, yang tidak
berangkat karena uzurnya tidak benar,
tidak boleh berangkat ke Khaibar. Karena
mereka tahu kaum muslimin akan
mendapatkan gonima yang banyak. Kali ini
mereka minta ikut. Sebelumnya gak mau
ikut, alasan banyak sekarang minta apa?
Ikut.
Dan ini dalil bahwasanya mereka beriman
kepada Allah karena Allah janjikan ya
fathan qorib Allah menjanjikan mereka
setelah Hudaibiyah mereka akan
mendapatkan ghanimah.
Jadi mereka percaya ini kali ini bakalan
menang maka mereka minta minta ikut.
Tapi kata Allah yuriduna ayyubaddilu
kalamallah. Mereka ingin merubah
keputusan Allah Subhanahu wa taala.
Yaitu Allah menyatakan yang berhak
mengambil gonimah tersebut hanyalah yang
ikut serta dalam perang.
Hudaibiyah dalam peristiwa Hudaibiyah
sebagai bentuk pemuliaan kepada mereka
yang dulu tidak mau berangkat tidak
boleh berangkat
tatabi katakanlah kepada mereka wahai
Rasulullah lan tatabiun kalian tidak
boleh ikut kami berangkat ke
Khaibaralikum
qallahu minqbl dan ini sudah keputusan
Allah sebelumnya
keputusan Allah sebelumnyaquuna
tahsudunana ternyata mereka bilang ah
kalian itu tidak boleh, tidak mau ngajak
kami karena kalian hasad, kalian tidak
pengin bagi-bagi gonimah
ya. Kalian mau ambil gonimah sendiri
1400 orang mau ambil gonimah sendiri
tidak mau bagi-bagi kami. Padahal
Rasulullah sudah jelaskan kalian tidak
boleh ikut sebagai hukuman. Kata kata
Syekh Sa'di rahimahullah, karena mereka
tidak ikut ke Hudaibiyah, maka Allah
kasih hukuman duniawi sebelum hukuman
ukhrawi. Hukuman duniawi mereka tidak
boleh ikut serta dalam perang berikutnya
untuk ambil ghanimah. Enggak boleh. Maka
ini hukuman, tidak boleh. Tapi mereka
ketika dihukum tidak boleh ikut perang
lagi, mereka nuduh. Kata mereka, "Bal
tahsudunana." Kalian larang kami ikut
karena kalian tidak mau bagi-bagi apa?
Gonimah. Kalian hasad kalau gonimah
dibagi. Kata Allah, "Bal kanu la
yafqahuna illa qolila." Mereka ini tidak
paham kecuali cuma sedikit. Sudah
dikasih tahu enggak ngerti-ngerti. Sudah
dibilang ini keputusan Allah, masih
ngomong kalian ini hasad tidak mau
bagi-bagi apa? Gonimah.
Ini Arab Baduihi.
Kemudian kalau kalian pengin perang
bukan sekarang kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Nanti ada perang
waktunya. Turun ayat berikutnya.
Ini semua tentang Arab Badwi tersebut
dari awal yang tidak mau perangilad.
Katakanlah kepada Arab-Arab Badui yang
tidak ikut perang sejak awal dalam
Hudaibiyah, sesungguhnya kalian akan
diseru untuk berperang diajak memerangi
kaum yang mempunyai kekuatan yang besar.
Tuqatunahum yuslimun. Kalian akan
memerangi mereka atau mereka masuk
Islam.
Kalau kalian taat ikut perang melawan
mereka, Allah akan berikan ganjaran yang
besar.
Kalau kalian ternyata berpaling
sebagaimana kalian berpaling ketika di
Hudaibiyah, ketika diajak ke Hudaibiyah
sebelumnya, maka Allah akan mengazab
kalian dengan azab yang pedih. Jadi di
sini dijadikan oleh sebagian ulama
bahwasanya mereka ini bukan orang
munafik, mereka orang beriman. Di antara
dalilnya ini karena Allah masih mengajak
mereka untuk bertobat. Nah, nanti aja
perangnya. Bukan sekarang. Sekarang
kalian tidak bisa ikut ke Khaibar karena
kaum muslimin akan menang. Allah
kabarkan akan menang dan akan dapat
gonima yang banyak. Kalian tidak boleh
ikut karena kalian sebagai hukuman awal
tidak mau perang ke Hudaibiyah. Nanti
kalau mau perang nanti ada kesempatan.
Silakan kalian perang dan kalian akan
diampuni oleh Allah dan Allah akan
berikan ganjaran yang besar. kesalahan
kalian akan diampuni. Karena Allah
mengatakan eh fainu yikumullah ajran
hasana. Jika kalian ikut perang nanti
yang berikutnya melawan kaum yang kuat,
yutikumullahu ajran hasanah. Allah akan
berikan ganjaran yang besar. Berarti
menunjukkan dosa mereka diampuni karena
dapat ganjaran besar. Berarti mereka
bukan orang munafik karena masih di
kesempatan untuk mendapatkan ganjaran
yang besar.
Nah, siapakah yang dimaksud dengan
ila kaumin uli bin syadid? Akan datang
perang berikutnya. Kalian akan diajak
melawan orang-orang yang kuat, yang
melihat yang kuat. Ada khilaf. Ada yang
mengatakan maksudnya adalah di zaman Abu
Bakar ketika berperang melawan
Banu Hanifah.
Banu Hanifah
adalah pasukan yang sangat kuat. Mereka
adalah pengikut Musailimah al-Kadzab.
Musailimah al-Kadzab ya. Yang mereka
dari kabilah Rabiah ya.
Dan mereka ketika meyakini ada nabi
baru, Nabi Musailimah al-Kadzab,
semuanya karena fanatik kesukuan.
Karena ketika Nabi masih hidup,
Musailimah datang kepada Nabi. Dia
berkata, "Ya Muhammad, kita bagi
kenabian Muhammad. Setengah kamu,
setengah saya. Jangan kau sendiri jadi
nabi."
Karena Muhammad dari Mudar. Muhammad
dari Mudar, mereka dari Rabiah. Jadi
bagi dua. Rasul bilang, "Enggak." Kalau
saya bilang enggak.
Setelah Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
meninggal maka
Musailimah tetap mengaku diri sebagai
nabi dan pengikutnya tidak mengingkari
Nabi Muhammad sebagai nabi. Tapi mereka
mengatakan Muhammad nabi,
Musailimah juga nabi, tapi dia mudar
kami Rabiah. Sampai ada yang ditanya,
"Apakah kau
meyakini bahwasanya Musailimah benar?
Akhirnya ada pengikutnya berkata,
"Babu ahabua
minq."
Pendusta dari Rabiah lebih kami cintai
daripada orang yang jujur dari Mudar.
Ini karena kesukuan sehingga pengikutnya
banyak. Musailima disebutkan sampai 40
atau 50.000 pasukan. Dan semuanya siap
mati syahid.
Mati syahid maksudnya mati sangit ya
karena mereka membela nabi baru.
Sehingga perang luar biasa. Di antara
perang yang paling dahsyat ada adalah
Makqatul
Yamamah ya. Hadiqatul Hadiqaturrahman
ya. Mereka mereka mengatakan arrahman
arrahmanul yamamah. Mereka sebut
Musailimah sebagai Rahmanul Yamamah. Dan
kemudian perang di situ sampai banyak
sahabat yang terluka sampai ee Khalid
bin Walid pun terluka parah. Padahal jag
kayak apa? Dan banyak yang rela mati
karena pasukan Musailima juga siap mati
syahid karena versi mereka. Mati syahid
versi versi mereka membela seorang nabi.
Ada yang mengatakan yang dimaksud satu
dauna ilain uli syadid. Wahai kaum Arab
Badui yang minta-minta ikut perang nanti
kau akan diajak kalian akan diajak
perang lewat kaum yang hebat bukan lawan
Yahudi Khaibar. Enggak. Yahudi Khaibar
enggak bisa. Kalian dihukum karena tidak
ikut perang awal. Nanti kalian akan
diajak untuk melawan perang yang lebih
hebat. Kalian perangi mereka atau mereka
masuk Islam. Tidak ada pilihan jiziah.
Perang
menang atau mereka masuk Islam. Gak ada
pilihan jiziah. Ada yang mengatakan
maksudnya adalah Banu Hanifah.
Pendapat yang kedua maksudnya adalah
Romawi dan Persia. Karena yang dikenal
dengan pemiliki kekuatan yang hebat
adalah Persia dan Romawi. Tidak sama
seperti melawan suku-suku Arab,
kabilah-kabilah Arab. Tidak sama.
Rasulullah berperang melawan
kabilah-kabilah Arab, para sahabat. Dan
ketika melawan Persia dan Romawi, negara
adidaya ya, negara hebat di zaman
tersebut, Romawi dan Persia.
Tentara mereka mungkin ratusan ribu atau
mungkin juta tentara mereka sangat
banyak. Sementara kaum muslimin tentara
cuma cuma puluhan ribu. Cuma puluhan
ribu.
Jadi maksudnya adalah Romawi dan Persia.
Nah, saat itulah kalian lawan mereka.
Kalau kalian ikut, kalian akan dapat
ganjaran yang besar. Tapi kalau ternyata
kalian penakut seperti awal ketika
diajak ke Hudaibiyah kalian takut, maka
Allah akan mengazab kalian dengan azab
yang pedih.
Dijadikan oleh sebagian ulama bahwasanya
kekhilafahan Abu Bakar dan Umar diakui
oleh Allah Subhanahu wa taala dengan
istimbat. Kenapa? Karena dengan tafsiran
pertama melawan Banu Hanifah,
khalifahnya siapa ketika itu? Abu Bakar.
Ketika melawan Persia dan Romawi,
khalifahnya adalah Umar. Ini menunjukkan
bahwasanya kekhilafan Abu Bakar dan Umar
diakui dalam Al-Qur'an dengan dalil ayat
ini.
Kalian akan diajak berperang melawan
suatu kaum yang kuat. Di antara
tafsirannya Banu Hanifah itu di zaman
Abu Bakar berarti kekhilafahannya benar.
Atau Persia dan Romawi di zaman khilafan
Umar. Berarti khilafnya benar.
Tib. Setelah itu Allah berfirman,
"Laisa alal a'ma harajun wala alal
a'raji harajun." Baru Allah jelaskan
sebenarnya uzur yang benar tuh seperti
ini. Tidak ikut perang. Ada. Adapun uzur
kalian hanyalah uzur abal-abal. Bilang
sibuk cari hartalah, sibuk ngurus
unta lah, sibuk ngurus tanamanlah,
sibuk ngurus anak-anaklah. Itu kan
kesibukan yang bisa ditunda. Kalau
perang gak bisa ditunda, ya.
Dan uzur itu bisa ditunda. Harusnya
kalian tinggalkan. Dan itu pun uzur
kalian cuma abal-abal. Buktinya kalian
itu bukan uzur. Yang benar kalian
menyangka nabi dan kaum mukminin akan
mati. Tidak balik lagi.
Uzur yang benar Allah jelaskan dalam
surat ayat 17.
Kata Allah subhanahu wa taala, "Laisa
alal a'ama haraj." Tidak ada dosa bagi
orang-orang yang buta untuk tidak ikut
jihad.
Wala alal aji haraj. Dan juga tidak bagi
orang yang pincang untuk tidak ikut
jihad tidak ada dosa bagi baginya. Dia
pincang gimana mau jihad ya bagaimana
mau jihad tidak bisa memberi perlawanan
dan tinggal mati sama saja hanya membuat
tertawa orang-orang kafir. Hanya bertawa
orang kafir. Maka orang buta tidak bisa
berperang tidak bisa melihat. Orang
pincang juga tidak bisa. Ya. Ya. Di
zaman itu tentunya perang dengan pedang.
Zaman sekarang ya orang pincang bisa
berperang dengan teknologi ya. Bisa
perang dengan apa? Tekno teknologi. Tapi
zaman dulu namanya perang harus turun di
medan pertempuran. Maka orang pinjang
beruzur tidak bisa perang. Wala alal
marid haraj. Dan demikian juga orang
yang sedang sakit ketika itu tidak
mengapa tidak ikut perang. Di sini Allah
menyebutkan uzur secara bertahap. Uzur
yang paling par adalah buta. Buta gak
bisa tahu bagaimana perang. Kalau
pincang masih bisa lihat tapi kemampuan
dia terbatas. Kemudian pincang. pincang
karena dia adalah ee sakit yang ee apa
namanya? permanen. Ini sakit yang model
kedua ini juga uzur. Yang ketiga, marad.
Dia hanya dapat uzur ketika sedang
sakit. Kalau tidak sakit maka tidak ada
uzur. Jadi Allah sebutkan uzur tersebut
secara tingkatan. Kemudian kata Allah,
"Inilah uzur yang benar yang boleh
seorang tidak ikut jihad."
yilhu janntinhal
anhar. Siapa yang taat kepada Allah dan
rasulnya maka Allah akan masukkan dia
dalam surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai. Yaatawallaaban
alima. Siapa yang berpaling maka Allah
akan azab dia dengan azab yang pedih.
Azab yang pedih. Ikhwan, ketika Allah
sebutkan, "Siapa yang begini taat akan
dapat surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai."
Jangan bayangkan kita seperti
sungai-sungai di sini ya.
Jangan bayangkan kita seperti
taman-taman di dunia ya. Surga tentu
tidak sama dengan yang ada di dunia.
Seperti perkataan orang-orang liberal
yang mengatakan Al-Qur'an itu jangan
ditafsirkan secara tekstual. Kata mereka
buktinya apa? Allah sebutkan tentang
ganjaran di akhirat. Surga
sungai-sungai, taman, sungai, taman
sungai. Karena Al-Qur'an turun sama
orang Arab, orang-orang Arab yang
tinggal di padang pasir yang tidak
pernah lihat sungai dan apa? Taman.
Jadinya diiming-imingin yang taman dan
sungai.
Ini perkataan mereka.
Jadi kita jangan tekstual, kita harus
rubah. Seperti kata mereka, ayat-ayat
yang turun hanya relevan dengan
orang-orang Arab Badui zaman tersebut.
Zaman sekarang kita harus memahami
dengan kontekstual. Jangan terikat pada
tekstual.
Kalau tekstual apa? Apa enak? Apa
enaknya di akhirat cuma dapat taman
sungai-taman sungai ya. Dia bayangin
taman seperti taman Bogor mungkin ya.
Ya, akhi taman itu bukan taman
sembarangan yang di surga dijelaskan.
Paling tidak taman tersebut ada bidadari
di dalamnya. Bidadari bukan seperti
istri lu.
Bukan ya. Bidadarinya luar biasa,
tamannya luar biasa,
ya. Istananya luar biasa, indahnya luar
biasa. Ya. Dan sampai sekarang
orang-orang semuanya masih suka dengan
taman dan bukan Arab Badui saja yang
suka taman dan sungai. Memang cuma orang
padang pasir. Sampai saya pernah waktu
ke Papua, saya ketemu orang Swedia satu
saat dengan saya pengin pergi ke Raja
Ampat karena pengin lihat apa? Air.
Bayangkan ya. Ya, berarti yang suka
dengan sampai sekarang orang kalau ke
mana-mana pergi cari apa? cari taman
sama cari air. Sampai sekarang di zaman
modern tahun 2025 mau dari mana pun di
dunia ini orang masih bosan dengan hidup
kekotaan yang gedung-gedung tinggi
mereka kalau liburan ke mana? Liburan ke
taman-taman.
Itu baru taman-taman dunia. Bagaimana
taman-taman di akhirat?
Wam yatawalla yuadbu adaban alima. Siapa
yang berpaling maka
akan diazab oleh Allah dengan azab yang
pedih.
Tayib.
Sampai sini saja ya.
Sudah ya sudah. Alhamdulillah.
Sudah berapa menit Win?
40 menit cukup ya siang hari ya. Belum
makan siang kan?
Insyaallah nanti kita lanjutkan di
kesempatan yang lain ya. Wallahu taala
alam b. Demikian saja insyaallah kita
lanjutkan kesempatan yang lain.
Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.