Transcript
-4iZCx1MRKE • Kitab Al-Kabair #35: Menyebarkan Perbuatan Keji Ditengah-tengah Kaum Muslimin
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2532_-4iZCx1MRKE.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihiani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika lahu
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa
ala alihi wa ashabihi wa ikhwan.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Kita lanjutkan dari
kitab alkabair karya asyekh al Imam
Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu
taala. Bab berikutnya, babun tasyiul
fahisyati fil mukminin. Bab tentang
menyebarkan perbuatan keji di
tengah-tengah kaum mukminin.
Kemudian beliau membawakan firman Allah
waqulullahi taala dan firman Allah
subhanahu wa taala. Innalladzina
yuhibbuna tasal fahisyatu filladina
amanu lahumzabun alimun fid dunya wal
akhirah.
Wallahu yam antum la tamun. Maknanya
sesungguhnya orang-orang yang suka agar
perbuatan keji tersebar di kalangan
orang-orang beriman, maka bagi mereka
azab yang pedih di dunia maupun di
akhirat. Kita tahu ayat ini ee turun
terkait pembelaan Allah terhadap Aisyah
radhiallahu taala anha yang Aisyah ee
dituduh berzina dengan Safwan bin
Muatthal Assulami dalam kisah Haditatul
Iq. Kisah yang masyhur yang di mana
Aisyah kehilangan ee kalungnya kemudian
dia mencari kalungnya. sehingga dia
tidak kembali-kembali. Akhirnya
rombongan
ee musafirin berangkat meninggalkan
lokasi. Mereka menyangka Aisyah sudah
balik di kerandanya.
Dan para pengawal Aisyah tidak sadar
ketika mereka keranda diletakkan di atas
unta, mereka tidak sadar. Kata Aisyah,
"Wakunnanisa khifafan." Dahulu wanita
kurus-kurus ya. Sehingga ada di atas
keranda atau enggak beratnya
mirip-mirip.
Sehingga para sahabat ketika meletakkan
keranda mereka enggak tahu kalau Aisyah
ternyata belum belum balik. Akhirnya
mereka pergi Aisyah ternyata tertinggal.
Aisyah radhiallahu ketika tertinggal
gara-gara cari kalung, akhirnya dia
menetap di tempat tersebut sampai
akhirnya ada orang yang Rasulullah
tugaskan memang selalu di belakang.
Tujuannya adalah mencari barang-barang
yang tertinggal, ada yang terjatuh.
namanya Safan bin Muatthal Assulami.
Maka dia pun
di pagi hari jalan, tiba-tiba dia lihat
dari kejauhan ada seseorang ee kemudian
ketika dia dekati maka dia mengatakan
inna ilaihi waaihi rajiun. Kemudian
Aisyah terjaga. Kemudian kata Aisyah
radhiallahu anha, "Fahammartu wajhi."
Aku pun menutup wajahku. Maka kemudian
Sufan bin Aht Assulami suruh Aisyah naik
di atas unta. Kemudian dia nuntun Aisyah
masuk ke kota Madinah di siang hari
bolong.
Ya, masuk ee di kota Madinah siang hari
siang hari bolong. Maka kemudian
orang-orang munafik menjadikan ini
kesempatan untuk menuduh Aisyah yang
tidak-tidak. Maka mereka menyebarkan
berita dusta. Dipimpin oleh Abdullah bin
Ubay bin Salul yang mengatakan
bahwasanya Aisyah telah berzina dengan
Safan bin Atthal Asulami radhiallahu
taala anhuma. Tentunya ini kedusaan
besar. Kalau mereka berzina, ngapain
siang bolong jalan berdua? Tentunya
mereka akan sembunyi-sembunyi. Dan ini
menunjukkan mereka tidak kepikiran sama
sekali untuk melakukan hal demikian.
Akhirnya Rasulullah tidak tahu apa yang
terjadi sampai hampir sebulan atau
sebulan. Baru kemudian Allah turunkan
ayat. Ringkasnya Allah turunkan ayat
banyak membela Aisyah radhiallahu taala
anha. Kemudian Allah mencela orang-orang
yang menyebarkan berita dusta tentang
Aisyah. Di antaranya turunlah firman
ayat firman Allah ini. Innalladina
yuhibbuna al fahisyah. Sesungguhnya
orang-orang yang menyukai tersebarnya
perbuatan keji filladina amanu di
tengah-tengah orang beriman lahumzabun
alimun fid dunya wal akhirah. Bagi
mereka azab yang pedih di dunia maupun
di akhirat. Wallahu ya'lamu wa antum
laun. Allah yang tahu. Sementara kalian
tidak ee mengetahui. Tib. Kita jelaskan
ayat ini ya. Perhatikan. Pertama Allah
berfirman, "Innalladzina
yuhibbun." Sesungguhnya orang-orang yang
menyukai tersebar keburukan di tengah
kaum mukminin. Sekedar menyukai saja
sudah berdosa. Diancam dengan azab yang
pedih. Maka para ulama mengatakan
menyukai tersebarnya berita yang
tidak-tid
keburukan di tengah kaum mukminin, maka
itu sudah merupakan dosa. Demikian juga
sama dengan tidak mengingkari.
Ada berita tidak benar atau keburukan
terjadi di tengah kaum mukminin. Tidak
mengingkari juga sama. Semuanya sama
dengan melakukan. Sama dengan melakukan.
Maka Ibnu Qayyim dalam kitab Badul
Fawaid beliau menyatakan
menyukai tersebar saja sudah berdosa.
Apalagi ikut menyebarkan apalagi ikut
menyebarkan berita yang tidak tidak
benar.
Kemudian al-fahisyah maksudnya perkataan
atau perbuatan yang buruk. Al-fahisyah
itu maknanya perkataan perbuatan yang
buruk yang sangat buruk. Bahkan menurut
orang berakal meskipun tidak datang
syariat maka orang tahu itu buruk.
Tarulah syariat tidak datang menjelaskan
tentang haramnya hal tersebut, tapi
orang tahu itu adalah perbuatan keji,
perbuatan buruk. Karena diambil dari
kata fuhs. Fuhy itu artinya berlebihan.
Berlebihan seperti apa? Seperti zina.
Zina semua orang tahu buruk.
Hal meskipun tidak datang dalil orang
tahu ini hal yang buruk ya. Minum khamar
misalnya ya seperti orang gila ya. Ini
perbuatan yang yang buruk ya. ee dan
banyak hal yang disebut dengan mencuri.
Ini hal yang secara akal sehat adalah
buruk namanya apa? Alfahisyah. Ya,
ini namanya al-fahisyah.
Makanya ee di antara
ee
di antara fahisyah atau fahsya adalah
pelit. Ya,
asyaitanu ymurukum bil fahsya.
Yaidukumul
faqarurukum bil fahya. Setan
nakut-nakutin kalian
kalau kalian bersedekah nanti jadi
miskin dan memerintahkan kalian untuk
berbuat perbuatan keji. Sebagian ulama
menafsirkan maksudnya pelit. Wallahu
yaidukum magfiratan minhu wa fadla.
Adapun Allah menjanjikan kalau kalian
bersedekah Allah kasih tambah rezeki ya
dan beri ampunan dari Allah subhanahu wa
taala. Maka di antara bentuk perbuatan
keji adalah kaya tapi pelit.
Kalau kaya tapi pelit semua orang tahu
itu buruk atau tidak? Semua orang tahu.
Enggak usah diomong. Kaya pelit semua
orang pasti mengingkari. Ada orang kaya
pelit semua orang mengingkari. Makanya
termasuk dari perbuatan keji. Jadi
intinya perbuatan keji fahy itu
maksudnya apa? Perbuatan yang buruk yang
secara akal sehat orang tidak suka
meskipun tidak ada dalil yang
menunjukkan hal tersebut. Jadi dia
sepakat syariat dan akal sehat
menunjukkan perbuatan yang berlebihan
yang buruk. Di antaranya zina apalagi
zina dengan istri orang, wanita zina
dengan suami orang. Ya, ini perbuatan
keji.
Ee filladzina amanu. Dia suka tersebar
perbuatan keji di tengah kaum mukminin.
Maksudnya apa? Maksudnya di antaranya
adalah menyebarkan kaum mukminin
keburukan orang-orang mukmin yang saleh
yang tidak dikenal dengan perbuatan
buruk. Jadi kalau ada orang saleh
terjatuh, tergelincir,
dan dia tidak dikenal dengan orang yang
suka ee terang-terangan berbuat
kemungkaran, maka kewajiban kita jangan
kita sebarkan.
Kalau kita sebarkan, maka termasuk dalam
ayat ini.
Lain halnya kalau memang dia sudah
terang-terangan berzina depan banyak
orang, dia buka aurat depan banyak
orang, ya kita enggak sebarin pun sudah
tersebar.
Tapi kalau seorang mukmin, seorang
saleh, namanya orang saleh tidak ada
yang maksum. Dia akan terjatuh.
Kita tahu ada orang yang salat tahu-tahu
ternyata dia bermuamalah dengan riba. Ya
kita tahu ya sudah jangan kita sebarkan
nih si fulan riba, riba, riba jangan.
Dia bukan terang-terangan dan dia
tergelincir satu dua kesalahan. Maka
wajib bagi kita untuk menutupi ya man
satara musliman satarahullahu
yaumulqiamah. Siapa yang menutup aib
seorang muslim Allah tutup aibnya di
hari kiamat kelak. Bukan malah kita
sebarkan. Ya beda kalau orang ini memang
perusak ya. Ya, dia sendiri yang
menyebarkan kita enggak sebarin pun
sudah tersebar. Ini tidak boleh ya. Yang
kedua, atau seorang mukmin tertuduh
padahal dia tidak melakukannya.
Seperti kejadian Aisyah radhiallahu
taala anha dan Safwan bin Muatthal
Assulami. Mereka berdua dituduh berzina
padahal mereka tidak melakukannya. Maka
jangan sepatcepat ada berita kemudian
kita ikut menyebarkan. Apalagi Aisyah
wanita salehah dan Sufan bin Ahtal
Assulami seorang yang saleh ya. Seorang
yang biasa-biasa saja kalau tertuduh
kita enggak boleh ikut menyebarkan
kecuali kita tahu itu benar. Kalau
enggak benar ya ngapain kita apa namanya
membicarakan hal tersebut.
Oleh karenanya kalau ada orang tertuduh
kemudian dia berlepas diri maka kita
jangan ikut menyebarkan berita tersebut.
Ya. Maka para ulama mengatakan ayat ini
menunjukkan adab menutup aib saudara ya.
Adab menutup aib saudara jangan
disebarin. Kemudian adab di antara adab
sibuk cari aib sendiri. Jangan jangan
cari aib orang lain ya. Jangan cari aib
orangor lain. Tib. Kenapa Allah
mengatakan lahum adzabun alimun fid
dunya wal akhirah? Wallahu y'lamu wa
antum la tlamun. Orang yang seperti ini
suka perbuatan keji tersebar di
tengah-tengau mukminin. Bagi mereka azab
yang pedih dunia dan akhirat. itu kalau
mereka tuduh zina tidak benar maka akan
dicambuk dan di akhirat ada azab lagi
yang menanti azab yang pedih. Karena di
antara mudarat tersebarnya perbuatan
keji
pertama di antaranya
bisa menggambarkan masyarakat sudah
rusak.
Kalau misalnya ada terjadi zina di sana
benar-benar zina. Si A berzina, si B
berzina, si Sy berzina. Jangan kita ikut
sebarin. Sudah kita tutup. Jangan kita
ikut sebarin. Tapi kalau kita sebarin
berita, si A berzina, si B berzina, si C
berzina, si D berzina, orang jadi biasa
zina. Ini masyarakat sudah rusak.
Yang berikutnya orang yang tidak pernah
terpikirkan untuk zina, akhirnya jadi
kepikiran.
Orang yang tadinya malu untuk berzina,
akhirnya jadi berani. Kenapa? Karena
semua orang sudah berzina. Orang sudah
zina, di mana-mana kok ngapain malu?
Satu selingkuh, satu selingkuh. Jadi
biasa
akhirnya normalisasi
ya. Jadi biasa.
Ini di antara dampak buruk kalau sebar
sebar sebar sebar. Jadi orang akhirnya
menganggap itu biasa
dan menganggap kaum muslimin sudah rusak
luar biasa. Sehingga orang akhirnya
mendengar berita-berita tersebut
akhirnya tergerak hatinya. Disebut oleh
Thahir bin Asyur dalam Tahir w Tanwir.
Kalau sering disebarkan berita-berita
buruk
ngeri seperti berita ini zina begini,
ini zina begini, ini zini begini. orang
biasa akhirnya.
Dan sekarang sudah semua berita
keburukan disebarkan sehingga orang
tidak malu lagi untuk melakukan hal
tersebut. Satu korupsi terangkap,
koruptor tertangkap. Eh, koruptor aja
orang koruptor juga di mana-mana juga
orang apa korup korupsi biasa aja
ya.
Jadi ini harus dipertimbangkan. Tidak
semua berita harus disebarkan. Tapi
sekarang orang berita justru wartawan
atau cari berita yang semakin buruk
semakin ingin disebarkan ya supaya
ya laris beritanya dan semakin banyak
orang iklan di beritanya. Allah mustaan.
Kata Allah wallahu ya'lamu wa antum la
taklamun. Allah yang tahu, kalian tidak
mengetahui. Yaitu Allah tahu hati kalian
yang suka agar tersebar kaum musyrikin
ee fahisyah, perbuatan keji di antara
kaum mukminin.
Maka di antara ancaman berat bagi
orang-orang yang suka keburukan tersebar
di kaum mukminin. Seperti dia
menyebarkan narkoba, dia membuka ee
membuka sarana-sarana zina, ya.
Dia menjual tontonan-tontonan yang
merusak moral dan akhlak. Dia menyeru
menyebarkan. Ini semua orang-orang yang
suka kaum muslimin rusak.
Suka kaum muslimin apa? Ru rusak.
Dia memfasilitasi, dia ikut menyebarkan.
Maka mereka ini diancam dengan azab yang
pedih. Dan di antara dosa besar adalah
suka kerusakan tersebar di kaum
mukminin. Maka seorang jangan
ikut-ikutan. Kalau terjadi, maka
hendaknya dia ingkari. Jangan dia
biarkan, dia ingkari. Dia tidak setuju
dengan hal tersebut. Tayib. Ini dosa
besar yang ee tentang
menyebarkan keburukan di antara kaum
mukminin. Kita lanjutkan
dosa besar berikutnya kata Syekh
Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu
taala, babun arrisywah yaitu tentang
sogok. Apalagi
ini zaman sogok-sogokan ya.
Sogok ini luar biasa ya. Sogok-sogokan
sangat luar luar biasa.
Sogok rywah ya. Waqulullahi taala Allah
berfirman walaaru biayati tamananan
qolila. Dan janganlah kalian
membeli
membayar dunia yang sedikit dengan
ayat-ayatku.
itu wala tasaru yaitu jangan kalian beli
dunia yang sedikit dengan menjadikan
ayat-ayatku sebagai sebagai jualan atau
jangan kalian menjual ayat-ayatku hanya
untuk mendapatkan dunia yang sedikit.
Kenapa? Kalau orang yang melakukan rywah
atau menerima rywah, menyogok atau
disogok, berarti dia nekad melanggar
aturan-aturan Allah Subhanahu wa taala.
Yang penting dia mendapatkan apa? Dunia.
Maka Syekh Muhammad Ab Wahab
rahimahullahu taala memasukkan perbuatan
ini seperti menjual ayat-ayat Allah
untuk mendapatkan secercah dunia yang
sedikit. Yang sedikit dunia sebanyak
apapun mau triliun mau miliar itu
sedikit dibandingkan dengan akhirat.
Maka siapa yang menyogok atau menerima
sogokan untuk mendapatkan dunia berarti
dia termasuk dalam ayat ini menjual
ayat-ayat Allah demi mendapatkan sedikit
dunia.
Kemudian rwah ini adalah sifat
orang-orang Yahudi.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an,
waqlihimus.
Waqlimusud, yaitu orang Yahudi yang
memakan harta yang haram. Sebagian ahli
tafsir menafsirkan assuhud harta yang
haram maksudnya adalah riswah, yaitu
sogokan. Sogokan mereka. Sogok menyogok
ya. Ulamanya bisa disogok untuk berfatwa
yang tidak benar. Penguasanya bisa
disogok untuk mengambil keputusan yang
tidak benar. Ya, sehingga mereka makan
dari hasil sogokan. Demikian juga Allah
berfirman, "Akaluna lisod." Mereka hobi
makan dari hasil yang haram. Di
antaranya hasil yang haram tersebut
adalah hasil sogokan. Hasil sookan. Maka
inilah sifat-sifat orang Yahudi. Menjual
ayat-ayat Allah untuk mendapatkan
secercah dunia. Berfatwa disogok, maka
fatwanya bisa berubah. Yang penting
dapat fasilitas ya.
yang haram jadi halal ya
atau menyogok pejabat agar urusannya
lancar. Ini adalah sifat-sifat orang
Yahudi.
Dan kemudian Syekh Muhammad Abdul Wahab
rahimahullahu taala membawakan hadis an
ibni Amr radhiallahu taala anhuma
marfuan. Dari Abdullah bin Amr
radhiallahu anhuma marfuan. Qala qala
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
"Laanallahur ras wal murtasy shahahu
tirmidzi." Allah melaknat yang membayar
sogoan itu arrasyi dan almurtasyi yang
menerima sogokan. Yang menerima sogokan
dua-duanya terlaknat.
Terlaknat maksudnya terjauhkan dari
rahmat Allah Subhanahu wa taala. Dan ini
menunjukkan menyogok atau disogok adalah
dosa besar. Karena di antara definisi
dosa besar adalah dosa yang mendapatkan
hukum H di dunia atau diancam dengan
azab khusus atau dilaknat atau di
dilaknat pelakunya.
Maka tidak ragu lagi bahwasanya
riswah
membayar sogok atau menerima sogok
adalah dosa besar karena terlaknat oleh
Allah Subhanahu wa taala.
Kemudian hadis berikutnya, wali Ahmad an
Tsuban. Al Imam Ahmad meriwayatkan dalam
mustadnya dari Tsubban radhiallahu anhu
secara marfu marfuan laana Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam arasyi wal
murtasiyi waris. Yakni alladzi yamsyi
bainahuma. Kata yaitu Rasul sahu alaihi
wasallam melaknat arrasyi ya. Arrasyi
maksudnya yang bayar sogok. Yang kedua
almurtasyi yang menerima sogok. Yang
ketiga, arrais brokernya
yang perantara antara yang bayar sogok
maupun yang dibayar sogok. Jadi tiga
orang terlaknat.
Tiga orang terlaknat. Yang bayar sogok
juga terlaknat. Bukan yang terima sogok
aja, tapi yang bayar sogok juga
terlaknat. Yang nerima sogok apalagi
terlaknat, yang menjadi broker di antara
keduanya perantara mempertemukan ya
menawarkan. Mau enggak biar lancar?
nanti dapat persen maka semuanya ter
terlaknat. Semuanya ter terlaknat. Tib.
Apa saja bentuk-bentuk riswah yang
terlarang?
Para ulama menyebutkan di antara bentuk
siswa yang terlarang pertama untuk
mengalahkan kebenaran. Ada kebenaran
maka dia sogok supaya kebenaran tersebut
dikalahkan. Ya. Ya. Misalnya dalam
undang-undang, misalnya dalam pengadilan
ya. Kebenaran dilawan. Sogok. Hakimnya
disogok. Selesai ya. Hakimnya di disok
ini mengalahkan kebenaran.
Atau kedua untuk mendukung kebatilan.
Mendukung kebatilan misalnya
ada undang-undang
untuk dihalalkannya homoseksual
misalnya. Hakim-hakim menolak ada dis
sogok hakim supaya akhirnya melegalkan
apa? Homo seksual.
Sehingga akhirnya keluar undang-undang
bahwasanya homoseksual boleh misalnya.
Ini berarti mendukung kebatilan dia
menerima apa? Sokoan. Walyadzubillah.
Atau yang ketiga meniadakan hak orang
lain. Menjatuhkan hak orangorang lain.
Dia sogok sehingga dia mengambil hak
orang lain. Orang lain terhalangi dari
haknya.
Ya. Ini banyak dalam apa? Dalam
pengadilan ya. Ya. Dia ngerebut tanah
orang.
Kemudian dia bayar hakim, akhirnya tanah
orang dia rebut, hak orang dia dia
rebut.
Ya, sementara yang pemilik tanah tidak
mampu membayar hakimnya. Jangankan bayar
hakim, bayar pengacara aja tidak mam
mampu. Ya pasrah diambil tanahnya, ya
sudah mau diapain
ya dengan sogoan maka hak-hak orang
diambil.
Maka ini
seperti ini sogok-sogok ini
ya menimbulkan
dampak yang sangat buruk. Dampak buruk
merusak tatanan masyarakat.
Hilang muruah. Orang tidak punya malu
sekarang minta minta katanya apa bahasa
istilah kita kalau minta sogoan? Minta
apa? Uang kerahiman ya. Apa?
Pelicin, uang pelicin. Pelicin menuju
neraka.
Uang apa? Uang kerahiman. Uang apalagi?
Uang pengertian. Ya, macam-macam. Sokok.
Banyak kezaliman terjadi. Orang nekad
buat zalim zalim. Yang penting dia punya
duit dia bisa nyogok. Dia menang. Dia
menang, dia menang. Dia aja kezaliman
tersebar.
Ya.
Kemudian orang-orang miskin semakin
terpuruk. Orang miskin mau diapain? Dia
enggak bisa memperjuangkan keadilan.
Kalau enggak punya duit, enggak ada
keadilan.
Keadilan hanya kemenangan hanya berpihak
kepada yang punya duit, yang punya
kekuasaan.
Miskin-miskin mana mau sogok ya enggak
ada mau sogok. Sudah sogok juga enggak
menang. Percuma
yang musuhnya lebih banyak sogo
sogokannya percuma. Ya sudahlah.
Sehingga banyak orang miskin terzalimi.
Muncul pejabat-pejabat yang tidak layak
ya sogok, sogok, sogok akhirnya dipilih
oleh rakyat. Sogok atasan, akhirnya
diangkat jadi pejabat.
Mau jadi ini, mau jadi anu, bawa uang
apa namanya? Maharnya katanya. Mahar.
Maharnya. Nanti ada brokernya ngerjain
dan itu ada ya ada mau daftar ke mana
mau naik pangkat ada brokernya
sekian miliar sekian miliar broker kamu
yang terima yang kurang ini kembalikan
duitnya ada brokernya
ini ngeri. Sehingga muncullah
pejabat-pejabat yang tidak layak untuk
menjadi apa? Pejabat
semua gara-gara sogokan.
Keadilan dibuang jadi rusak rusak.
Urusan di mana-mana jadi sulit. Harus
ada pelicin.
Urusan di mana-mana sulit.
Urusan ini harus bayar, urusan itu harus
bayar, urusan ini harus bayar.
Saya zaman dulu pernah mengurus saya
waktu terima ke Madinah.
Saya masih ingat ini zaman dulu ini
sogokan zaman dulu ya. Mudah-mudahan
sekarang sudah enggak ada ya.
Waktu saya mengurus paspor
ada orang bilang, "Sudahlah dek biar
saya yang ngurus aja tinggal 300.000
selesai. Zaman dulu 300.000 itu banyak."
Ya enggaklah saya enggak mau. Saya mau
ngurus sendiri.
Saya ngurus sendiri. Akhirnya ngurus di
suatu kantor imigrasi. Saya enggak usah
sebutin di mana ya. Saya ngurus ngurus
ngurus ngurus ngurus ngurus sendiri
semua saya kerjain besok datang besok
datang besok datang sudah selesai
mungkin cuma berapa 70 murahlah sebelum
saya keluar enggak bisa, Dek. Itu om-om
kasih semua wah sama aja
R500.000 mending saya kemarin sogok
Rp300.000 kemari akhirnya saya sogok
semua supaya saya dapat paspor tersebut.
Padahal mau ke Madinah sudah tahu saya
mau ke Madinah
sudah tahu enggak punya duit.
Subhanallah ya. Sudah tahu ke Madinah
bukan mau naik haji, mau belajar.
Harusnya mahasiswa kan ditolong ini
malah dikerjain.
Akhirnya saya enggak dapat pos itu
setelah saya kasih duit semua. Ya
sudahlah mau diapain.
Alhamdulillah saya berangkat
dulu 5.000 itu banyak ya. Jadi semua
urusan jadi ruet jadi sulit.
Yang punya duit lancar.
Tinggal sogok-sogok selesai urusan. Yang
enggak punya duit ngantri.
Ngantri sebulan, 2 bulan enggak
diurus-urusin. Enggak di
ada kawan ngurus izin
semua diikuti. Dia enggak mau bayar itu.
Ini ini perusahaan dia bayar semua
lengkap. Semua lengkap-lengkap.
Belum bisa. Ini semua sudah lengkap,
Pak. Cuma satu yang kurang katanya.
Ngerti enggak, Pak? Ngerti. K.
Subhanallah.
Kalau enggak, enggak bakalan jadi.
Padahal semua peraturan semua sudah
dilengkapi. Besok dia minta ini, dia
datangin lagi. Besok minta ini, semua
permintaan diturutin. Tetap saja tidak
bisa tembus. Ini semua lengkap
persyaratan cuma satu kurang. Ngerti
enggak? Ngerti. Ya sudahlah.
Uang pengertian
sogok ini ngeri
ingat arrasyi wal murtasi mal'un. Yang
menyogok dilaknat, yang menerima sogok
dilaknat brokernya juga terlaknat.
Namun sogok diperbolehkan.
Ulama berfatwa
jika pertama untuk menolak kezaliman
dari dirinya. Ada orang menzalimi dia,
dia tidak bisa
selamat dari kezaliman tersebut. Cuma
dia sogok. Dia enggak ada masalah
dipermasalahkan oleh pejabat. Mau
dijebak, mau dianu, mau dianu, ya
daripada bayar aja.
Kalau enggak dia dizalimi,
tokonya enggak bisa lancar, urusannya
enggak bisa lancar. Kalau enggak dia
dizalimi, ya.
Dan tidak ada cara untuk menolak
kezaliman tersebut kecuali harus ba
bayar. maka dia tidak berdosa. Yang
berdosa yang menerima sogo sogokan.
Yang kedua atau untuk mengembalikan hak
yang direbut. Hak dia diambil, dirampas,
dia mau ngambil enggak bisa, harus bayar
supaya haknya dikembalikan. Ya sudah.
Istiraddi haqqihi, istirdad haqqihi.
Untuk mengembalikan haknya dia harus
bayar. Ya sudah. Dia harus sogok. ini
enggak ada masalah karena dia yang
dizalimi
atau untuk meraih haknya harusnya dia
ngurus sesuatu bisa. Harusnya harusnya
bisa tapi kalau tidak sogok tidak akan
keluar surat izinnya. Ya, kalau tidak
sogok tidak akan keluar apa surat surat
izinnya.
Ngurus ini ngurus anu, ngurus ini ngurus
anu. Kalau enggak bayar enggak akan
dapat surat izin. Ya mau surat izin anu,
surat izin ini, surat izin anu karena
sudah sogok di mana-mana. sudah hal
biasa. Ada yang bilang sudah zaman sejak
zaman Belanda. Benar atau tidak?
Wallahualam.
Jadi ngeri ini. Sogok di mana-mana,
laknat di mana-mana.
Banyak orang dilaknat.
Sogok dan disogok, sogok dan disogok.
Sehingga terbiasa orang terbiasa tidak
ikut aturan. Yang penting apa? Sogok.
Kalau dia seperti ini, maka dia tidak
berdosa. Yang menerima tetap berdosa.
Yang menerima sogok. Yang menyogok dia
tidak berdosa karena dia terpaksa untuk
merebut haknya atau untuk menolak
kezaliman darinya.
Maka dia tidak berdosa.
Tiib.
Pembahasan berikutnya.
Hukum orang yang mendapat pekerjaan
dengan cara menyogok.
Misalnya jadi ASN sogok, maka dia jadi
ASN, jadi pejabat.
Dia mau kerja di suatu perusahaan, dia
sogok. Sogok bagian penerimaan. Akhirnya
dia di terima. Bagaimana hukumnya orang
ini? Jelas dia berdosa, jelas dia
terlaknat. Dia menyogok dilaknat, yang
menerima sogokan juga diilaknat. yang
kasih tahu caranya. Kamu mau selamat,
mau dapat terima begini, saya ketemuin
kamu dengan pengurusnya bagian HRD-nya
biar kamu diterima. Saya dapat duit juga
ya. Ya, sama tiga-tiganya diilaknat.
Yang nyogok dilaknat, yang menerima
sogoan dilaknat, brokernya juga di
dilaknat. Tiga-tiga, arrasyi wal
murtasyi warraisy. Tiga-tiganya
dilaknat.
Nah, kalau dia sudah kerja terus dia
sadar gimana ini hukumnya?
Maka kondisi orang yang dapat pekerjaan
dengan cara menyogok ada dua kondisi.
Kondisi pertama, kondisi kedua.
Perhatikan. Kondisi pertama, jika dia
tidak mampu menjalankan pekerjaan,
ternyata dia enggak bisa kerja.
Bukan keahliannya.
Apalagi terkait dengan jabatan
kenegaraan. Dia enggak ahli sama sekali,
enggak ngerti sama sekali. Menjalankan
tidak benar, ngawur. Gak bisa. Orang
seperti ini dia wajib bertobat dan wajib
berhenti.
Wajib bertobat dan wajib berhenti.
Karena dia enggak bisa jalankan amanah.
Gimana menjalankan aman? Dia enggak
punya kemampuan. Saya sudah tobat, sudah
jujur. Iya jujur tobat tapi kau enggak
punya kemampuan. Maka kau wajib untuk
berhenti.
Jangan paksa, serahkan kepada yang
mampu.
Rasulullah mengatakan, idusal amru ila
giri ahlihi saah. Kalauurusan diserahkan
kepada yang bukan ahlinya, tunggulah
hari kiamat. Gak boleh. Apalagi terkait
dengan negara. Kalau urusan perusahaan
dia sendiri, enggak apa-apa. Yang rugi
yang rugi dia sendiri. Tapi kalau ini
urusan negara, yang rugi negara.
Harusnya maju enggak maju-maju
jalan di tempat atau jalan mundur.
Repot.
Harusnya negara untung malah jadi ru
rugi.
Harusnya produktivitas tinggi jadi
lambat. Kenapa? Karena dia tidak punya
kemampuan. Maka kalau dia ternyata
meraih pekerjaan dengan cara menyogok,
ternyata dia tidak bisa mengerjakan
pekerjaan tersebut, wajib bagi dia
bertobat karena dia telah terlaknat,
pernah menyogok. Dan yang kedua, dia
harus berhenti. Yang berikutnya, yang
kedua, jika ternyata dia mampu
mengerjakan pekerjaan,
mau lamar jadi pejabat, kemudian dia
bayar, kemudian dia jadi pejabat,
tapi dia punya kemampuan. Memang dia
ahli. dia ahli politik, dia ahli ahli
sosial, ahli macam-macam atau dia ahli
administrasi, pekerjaan terkait dengan
administrasi, dia punya keahlian. Nah,
bagaimana dengan dia? Yang pertama, dia
wajib bertobat
karena dia pernah mendapatkan pekerjaan
dengan cara menyo menyogok. Nah, ketika
dia bertobat, apakah dia harus berhenti
atau tidak?
Bagaimana dengan gajinya?
Apakah gajinya akan selalu haram karena
dibangun di atas kebatilan?
Maka ada khilaf di kalangan para ulama.
Sebatakan harus tetap berhenti karena
mengambil hak orang lain. Harusnya yang
kerja bukan dia. Ada orang yang diterima
jadi gagalin dia yang maju. Rezeki orang
dia ambil. Gampangannya bahasa kita. Hak
orang dia ambil maka selama itu dia
mengambil hak orang. Harusnya orang lain
yang kerja
maka dia makan haram selama-lamanya. Ini
pendapat sebagian ulama. Dia harus
berhenti.
Namun pendapat yang kedua, pendapat yang
dipilih oleh banyak ulama, difatil oleh
banyak ulama. Di antara Syekh bin Bas
rahimahullah dan juga saya juga pernah
dengar langsung dari Syekh Abdul Musir
Abbad hafidahullahu taala. Jika dia
punya kemampuan maka dia bertobat dan
gajinya halal.
Gajinya halal karena secara fikih dia
dapat gaji karena dia bekerja dan
kerjaan memang dia mampu. Cuma cara dia
untuk meraih pekerjaan cara yang haram.
Jadi dua hal yang berbeda. Cara meraih
kerja cara yang haram. Adapun kerjaannya
digaji sesuai dengan pekerjaannya maka
ini halal. dengan syarat dia bertobat
kepada Allah Subhanahu wa taala. Ini
difatwakan oleh banyak ulama di
antaranya Syekh bin Bas rahimahullahu
taala. Bertobat dan kerja yang baik.
Kerja yang yang baik
ini sudahs sogok terus tidak bisa kerja.
Tayib. Contoh di masyarakat meraih
jabatan dengan sogokan ya banyak sekali.
Di antaranya menyogok masyarakat
serangan fajar.
Serangan fajar
duit.
Serangan fajar. Masyarakat akhirnya
dapat duit ya akhirnya pilih dia.
Menanglah dia di DPR atau di
pemerintahan.
Cara yang haram.
Akhirnya saing-saingan
dalam sogok-sogokan. Siapa yang sogok
paling banyak, dia yang me menang.
Oh, ini ngeri ya.
Yang menyogok
dilaknat, yang disok juga menerima juga
di dilaknat. Yang ngajarin untuk sogok
menyogok, broker juga di laknat.
Makanya saya bilang terlalu banyak
laknat tersebar.
Orang nyogok disogok, nyogok disogok
ngeri.
Dia sogok masyarakat untuk pilih dia.
Iya. Tidak. Berarti dia menyogok. Ini
menyogok hukumnya haram.
Rakyat tidak boleh menerima sogokan
tersebut.
Tidak boleh menerima serangan apa?
Fajar. Ini diserang, Ustaz.
Serangan yang menyenangkan. Ya,
kemarin saya ketemu kawan pejabat yang
jujur sudah ngaji dia.
Dia cerita, "Ustaz, subhanallah ya."
Kemarin ada orang mau ketemu saya karena
dia bagian penerimaan pekerjaan.
Ada yang datang pejabat besar ngobrol di
mall kalau tidak salah.
Terus dia bilang, "Pak Fulan, ini ada
makanan, saya lupa nama makanan daerah
dari Palembang.
Tapi dalam spritas kecil gitu dikasih
plastik atau apa ini pas Palembang.
Tolong dimasukkan ke kulkas."
Oh, dia enggak pikir itu. Oh, iya
syukran, makasih.
Terus habis itu dia bilang, "Mohon maaf,
saya mau salat magrib sudah azan. Bapak
tunggu dulu ya." Dia turun ke mall,
musala mall. Dia salat. Dia penasaran.
ini kok kasih kue suruh sumpan di
kulkas. Dia buka ternyata batangan emas.
Akhirnya dia balik. Wah, berat kata dia.
Dia bilang, "Maaf, kalau kita berteman,
saya enggak mau cara berteman begini.
Saya enggak mau." Dia kembalikan.
Ini dia baru selamat dari satu sogokan.
Sogokan kedua. Wallahualam. Dia cerita
lagi sama saya. "Enggak. Berat. Berat.
Ngeri dapat batangan emas.
Ya.
Dan ini
hukumnya haram. Yang menyogok dilaknat,
yang menerima sogoan juga terlaknat.
Di antara kasus yang lagi ramai
sekarang,
kasus korupsi
haji ya, kuota haji. Kuota haji itu kan
jatahnya reguler ya, jadi 20.000 kuota
tambahan.
Namun sebagian oknum menamakan dengan
visa percepatan supaya ada nilainya.
Kalau visa tambahan orang ngerti gratis.
Paham? Itu cara iblis menamakan suatu
nama yang menarik. Ya, seperti pohon
yang dimakan oleh Nabi Adam dimakan
sajaratul khuldi, pohon keabadian.
Padahal tidak benar. Padahal tidak tidak
benar. Cuma diberi nama demikian supaya
Adam Alaih Salam dan Hawa tertarik untuk
makan dan akhirnya mereka makan. Cara
Iblis adalah menamakan sesuatu tidak
dengan hakikatnya.
Riba dinamakan dengan faedah.
Faedah atau bunga. Berbunga. Kalau dia
bilang riba enggak ada yang mau. Bilang
bunga faedah. Oh faedah. Ya seperti itu
ya.
Di antaranya visa kuota tambahan. Kalau
tambahan tahu berarti tambahan dari
pemerintah Saudi. Berarti apa? Gra
gratis. Nah dikasih nama dengan
percepatan. Kalau percepatan kan berarti
ada usaha, berarti ada biaya tambahan.
sehingga namanya sendiri sudah nama
penipuan.
Kemudian visa tersebut sebagaimana dari
berita yang tersebar 20.000 harusnya
buat atau 12.000 eh atau 18.000-an buat
kuota reguler ya buat plus cuma sekian
cuma 8% saya lupa berapa persen sedikit
ya ternyata dibagi du wallahuam dibagi
du ber 10.000 10.000 jadi 10.000 jadi
sekitar ada 8.000 atau 9.000 Ibu jatah
orang diambil
jatah orang-orang miskin yang haji
paham.
Kemudian dijual kepada orang-orang kaya.
Ya,
ini namanya nyogok untuk mengambil hak o
orang.
Dia bayar dapat jatah untuk haji.
Menzalimi orang-orang miskin yang
harusnya ngantri tidak jadi berangkat
haji. Bisa jadi orang-orang yang ngantri
tadi mungkin sekarang sebagian sudah
meninggal.
Bisa jadi meninggal bisa jadi. Bisa atau
tidak? Bisa. Orang tua enggak dapat
meninggal.
Ini kezaliman pertama. Kezaliman kedua
menjadikan kapasitas tenda yang ada di
Mina sangat padat. Orang yang ngantri 7
tahun akhirnya tidak dapat tempat banyak
sekali. Ini kezaliman kedua. Numpuk di
situ. Over kapasitas.
Kasihan. Haji tahun 2024 paling
menyedihkan bagi jemaah haji plus
yang ngantri-ngantri sudah lama tidak
nyaman karena numpuk di situ. Tiba-tiba
ada tambahan ribuan. orang ya sudah
tenda-tenda tersebut tidak cukup. Yang
tidak dapat
apa namanya tenda banyak sekali ya harus
tidur di luar tidak dapat kasur.
Allah mustaan. Maka ini kalau dimasukkan
dalam sogok ada
jenis riswah ada atau ya sehingga
dimasukkan dalam apa korupsi karena
membayar untuk mengambil apa hak orang
lain. Saya husnudan teman-teman saya
yang
teman-teman yang beli ya mungkin mereka
tidak tahu namanya jemah dia tidak pikir
banyak yang penting ustaznya bilang
boleh maka dia apa berangkat. Dia enggak
mikir panjang, tapi yang travel-travel
ini harusnya tahu. Harusnya tahu.
Maka hati-hatilah. Maksud saya
kita berusaha menjauhi sogok dan mejogok
sebisa mungkin ya. Kecuali darurat.
Kecuali apa? Darurat ya. Darurat hak
kita tidak bisa diambil ya kita bayar.
Kalau hak orang lain kita ambil tidak
boleh.
Tib kita lanjutkan.
Babun hadayal umara.
Hadayal umara. Bab hadiah kepada para
penguasa adalah gulul. Adalah gulul.
Gulul itu adalah pengkhianatan. Ya.
Dan dalam hadis hadayal ummal gulul,
hadiah yang diberikan kepada para
pejabat, para pegawai, pegawai
pemerintah adalah gulul. Dan gulul
adalah dosa besar. Gulul itu asalnya
maknanya adalah pengkhianatan. Asalnya
adalah kalau terjadi jihad kemudian
akhirnya para mujahidin menang dan
mereka dapatkan ghanimah. Gonimah itu
dikumpulkan dulu.
Dikumpulkan dulu. Setelah dikumpulkan
baru kemudian dibagi oleh sang panglima.
Kalau ternyata diambil sebelum
dikumpulkan, itu namanya gulul. Itu
namanya apa? Gulul. Dan datang dalam
hadis-hadis peringatan akan hal
tersebut. Ya.
Ya. Dahulu ada seorang nabi dari Bani
Israil. Ya, Bani Israil dulu ghanimah
tidak halal kecuali bagi umat Islam.
Dahulu kalau ada jihad para nabi Bani
Israil, maka gonimahnya dikumpul. Terus
datang api membakar gonimah tersebut.
Suatu saat sang nabi berperang.
Ya, ada yang mengatakan apa namanya Nabi
Yusya bin Nun ya. Ketika dia sedang
berperang, dia kumpulkan gonimah,
ternyata api tidak turun-turun.
Kenapa tidak turun-turun?
Ternyata ada yang ngambil sebelum
dikumpulkan. Itu gulul namanya. Gulul.
Oleh karena Rasulullah pernah
mengingatkan gulul, siapa yang melakukan
gulul maka diancam neraka. Akhirnya ada
yang kembalikan syiraq. Syirq itu apa?
Tali sendal. Kata Rasulullah, "Ini tali
sendal dari neraka." ngeri yang diambil
cuma tali sendal. Tali sendal mungkin
menarik atau apa diambil sebelum
dikumpulkan itu namanya gulul. Wani
labiyin ayagul w yaglul yati bima
yaumalqiamah. Tidak pantas bagi seorang
nabi untuk melakukan gugul gulul. Siapa
yang mengambil harta gulul yaitu ngambil
sebelum dibagi, dia akan hadirkan pada
hari kiamat membawa harta tersebut
sebagai bahan untuk menyiksanya.
Dan ternyata gul yang merupakan dosa
besar yang diancam neraka oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam ternyata
bukan terbatas pada harta gonimah yang
diambil sebelum dibagi. Di antara gulul
adalah seorang pegawai menerima hadiah
dari masyarakat karena dia sebagai pega
pegawai
untuk memperlancar urusan.
Kapan dia terima hadiah, maka dia telah
melakukan gul. Saya bacakan an Abi
Humaid qala Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam rajulan alqah. Rasul sahu al
wasallam menugaskan seseorang untuk
sedekah yaitu untuk menarik harta
sedekah untuk mengarik di antaranya
harta zakat. Falam qadima tatkala orang
ini setelah mengumpulkan sedekah
ternyata dia dikasih hadiah oleh
masyarakat. Ya, mungkin dia baik atau
tidak terlalu supaya tidak terlalu
kencang ketika narik zakat. kasih
hadiah. Kasih hadiah. Karena kalau tidak
dikasih hadiah mungkin tegas ya, supaya
ringan-ringan sedikit ya, supaya tidak
terlalu tegas. Maka dia mengatakan, "H
lakum w uhdiya ilaiya." Ini hewan-hewan
sedekah ini buat baitul mal. Ini saya
ini khusus bukan ini bukan jatah. Ini
saya dikasih hadiah dari masyarakat
yang ini bagian zakat ini hadiah buat
saya. Maka rasul sahu alaihi wasallam
sampai kabar kepada Nabi. Nabi pun
marah.
Nabi berkata,
"Mallah
faku, kok ada seorang yang kami tugaskan
sebagai petugas, sebagai pegawai dari
pekerjaan yang Allah tugaskan kepada
kami." Fayak kemudian dia berkata,
"Hakum w uhdiya ilaiya." Ini punya
kalian, yaitu punya kaum muslimin baitul
mal. Dan adapun yang ini adalah hadiah
datang untukku. Kata Nabi, "Fahal jal
baiti abihi baiti umihi." Coba dia duduk
di rumah bapaknya atau rumah ibunya itu
kalau seandainya dia bukan pegawai,
apakah dikasih hadiah? Tentu tidak. Nabi
suruh dia berpikir, "Kalau kau bukan
pegawai, emang mau dikasih hadiaht?"
Jalas fi coba dia duduk di rumah
bapaknya atau rumah ibunya.Aaihi,
apakah dia dikasih hadiah amla atau
tidak dikasih? Tentunya tidak akan
dikasih apa-apa.
Walladzi nafsu muhammadin biyadii. Demi
zat yang jiwa Muhammad berada di
tangannya.
Tidak seorang pun mengambil suatu yang
bukan haknya kecuali dia akan datang
pada hari kiamat kelak dan dia membawa
barang tersebut. Barang buktinya dia
bawa yang dia ambil. Wamanul bla
yaumalqiamah. Siapa yang melakukan gul
akan bawa barang yang khianat tadi. Dia
akan bawa pada hari kiamat kelak. Inah
kalau dia mengambil unta yang bukan
haknya, unta tersebut akan dia pikul.
Dan unta tersebut akan punya suara unta.
Rugha namanya.
A baqarah laha khar. Atau kalau dia
mengambil sapi yang bukan hanya dia akan
pikul sapi tersebut dan sapi tersebut
mengeluarkan suara. Suara sapi bahasa
Indonesia apa nih?
Hah?
Kalau kambing tahu mbek. Kalau sapi apa?
Hah?
Moh. Oh.
Moh.
Kalau kambing kita sepakat ek. Kalau
unta kita enggak tahu. Kita enggak punya
unta. Kalau kuda kita bilang ringkikan
apa? Kuda. Kalau unta gak tahu ini
bahasa Arab memang luas ya.
Atau kambing yang mengembek.
Kemudian Rasulullah angkat tangannya
sampai kami melihat. Angkat tangannya
sampai kami melihat putih ketiaknya.Q
Allahumma halq. Ya Allah saksikanlah aku
telah menyampaikan hujah ini. Qala talan
Rasulullah mengucapkan tiga tiga kali.
Ini juga di antara
penyakit yang tersebar dalam
pemerintahan yang merusak pemerintahan.
Mak kita bilang kita
di hari kemerdekaan ini harusnya kita
menanamkan rasa nasionalisme. Di antara
nasionalisme adalah mencintai negeri. Di
antara bentuk cintai negeri tidak
merusak bangsa ini. Di antara bentuk
merusak bangsa ini adalah
menyogok, disogok, gratifikasi, dan yang
lainnya. korupsi itu kan namanya tidak
cinta sama negeri.
Makanya kadang kita sedih nilai-nilai
Pancasila,
undang-undang dicampakkan,
dihafal oleh lisan,
diucapkan dengan gagah perkasa,
tetapi dilanggar.
Bahkan ada sebagian orang yang paling
sok Pancasilais dan sok nasionalis
ternyata paling korup koruptor.
Kita berharap e nilai-nilai Pancasila
diperjuangkan dan diamalkan
ya nilai-nilainya baik ya sebagai bentuk
cinta kepada negeri. Maka jangan sampai
korupsi dan jangan mendukung apa korupsi
Tib.
Maka siapa yang menerima pemberian dari
masyarakat? Ya, ini saja dikasih dengan
sukarela, tidak boleh diterima apalagi
minta.
Dikasih sukarela aja enggak boleh terima
apalagi minta.
Kecuali pemberian tersebut memang sudah
biasa dia terima ketika dia bukan
pejabat.
Misalnya ada orang kenal dia sebagai
kawan. Sebelum jadi pejabat pun sering
dikirim kue, dikirim dikirim pisang
goreng,
dikirim apa kayak biasa teman. Setelah
jadi pejabat itu dilanjutkan itu enggak
ada masalah. Berarti dia dikasih hadiah
bukan karena sebagai apa? Pejabat, tapi
karena sebagai teman dari dulu.
Ada kawan saya, dia jadi pejabat,
tahu-tahu dia dikasih hadiah R500 juta
oleh saudaranya. Dia telepon saya,
"Ustaz, saya dapat hadiah dari
saya dapat hadiah dari saudara R00 juta.
Boleh saya terima enggak?"
Saya bilang,
"Kau dikasih sebagai pejabat atau
enggak, Dik? Ini saudara saya sebelum
saya jadi pejabat memang sering kasih
saya duit."
Terus saya bilang, "Ya terserah kau. Kau
yang lebih tahu. Kau dikasih duit
sebagai pejabat atau sebagai saudara?"
Kalau sebagai saudara ambil karena itu
kebiasaan saudaramu. Tapi kalau karena
kau sebagai pejabat inilah gulul.
Gimana Ustaz? Yang mikir aja sendiri.
Sendiri.
Jangan husnuzon husnuzan. Ini insyaallah
karena saudara enggak tanya sama dirimu.
Saya dikasih R00 juta ini sebagai
saudara atau sebagai sebagai pejabat?
Subhanallah ya. Ada ada juga
pegawai-pegawai yang jujur masyaallah
yang takut kepada Allah subhanahu wa
taala. Takut kepada Allah subhanahu wa
taala. Wallahu taalawab. Wabillahi
taufikah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.