Transcript
g10B40asbQc • Kiat-Kiat Agar Dicintai Allah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2527_g10B40asbQc.txt
Kind: captions
Language: id
Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu
ala taufiqih wainanih ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika lahu
takziman lisan wa ashadu anna muhammadan
abduhu wa rasuluh da ridwan allahumma
shli alaih
Ikhwi. Hadirin dan hadirat yang
dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala.
Pada kesempatan kali ini kita akan
membahas kiat-kiat agar dicintai oleh
Allah subhanahu wa taala. Sesungguhnya
dicintai oleh Allah subhanahu wa taala
adalah anugerah yang luar biasa. Ass'di
rahimahullah dalam tafsirnya berkata,
"Fainna mahabbatallahi lil abdi hiya
ajallu nmatin an'ama biha alaihi.
Sesungguhnya
cintanya Allah kepada seorang hamba
adalah anugerah yang paling mulia yang
Allah berikan kepada sang hamba. Wa
afdolu fadilah dan karunia atau
kemuliaan yang paling baik. Tafadallahu
biha alaihi yang Allah karuniakan
kepadanya. Waidza ahaballahu abdan
yassarahu yassar lahul asbab. Kalau
Allah sudah mencintai seorang hamba,
maka Allah akan mudahkan sebab-sebab
kebaikan untuknya. Wahwana alaihi asir.
Dan Allah akan mudahkan bagi dia segala
kesulitan. Wafaqahu li'ilirat. Dan Allah
beri taufik kepadanya untuk melakukan
kebajikan-kebajikan
watarkil munkarat dan meninggalkan
perkara-perkara kemungkaran. Waqbala
biqulubi ibadihi ilaihi bil mahabbati
wal widad. Dan Allah akan menjadikan
hati para hamba mencintainya dan sayang
kepadanya. Ini di antara pernyataan
indah dari Syekh Sidi rahimahullahu
taala bahwasanya jika Allah telah
mencintai seorang hamba, maka ini adalah
anugerah yang terindah. Karena kalau
Allah sudah mencintai seorang hamba,
Allah akan mudahkan dia segala urusan.
Allah akan beri taufik dia untuk mudah
melakukan kebajikan dia. Mudah juga
meninggalkan kemungkaran. Kenapa? Karena
Allah mencintainya dan Allah menjaganya.
Oleh karenanya di antara keutamaan telah
dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala
sebagaimana disinggung tadi oleh As
Syekh S'di rahimahullahu taala yaitu
diberi taufik oleh Allah Subhanahu wa
taala yaitu akan dibimbing dan diarahkan
langsung oleh Allah subhanahu wa taala
dalam hadis yang dikenal dengan haditul
wali kata Allah subhanahu wa taala dalam
hadis qudsi waidza ahbabtuhu
kuntu samahulladzi yasma bih
Jika aku sudah mencintainya, maka
aku menjadi pendengarannya, aku menjadi
penglihatannya, aku menjadi tangannya,
dan aku menjadi kakinya. Dalam sebagian
riwayat, walisanah ytiqu bihi, aku
menjadi lisannya yang dia berucap dengan
lisan tersebut. Waqbahulladzi yaqilu
bihi dan aku menjadi hatinya yang dia
berpikir dengan hatinya tersebut. Maksud
dari hadis ini yaitu Allah akan
membimbingnya sehingga orang yang
dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala
pandangannya terjaga,
pendengarannya terjaga, ya tulisannya,
kegiatan tangannya terjaga, langkah
kakinya dijaga oleh Allah subhanahu wa
taala, lisannya terjaga, komentarnya
terjaga, hatinya pun terjaga. Dia tidak
sembarang berpikir, tidak menghabiskan
energinya untuk memikirkan yang tidak
bermanfaat.
Maka jika seorang
ya merasakan tanda-tanda tersebut
bahwasanya pandangannya dijaga oleh
Allah Subhanahu wa taala,
pendengarannya dijaga oleh Allah
Subhanahu wa taala, hatinya tidak dia
biarkan liar memikirkan apapun, tapi
terarah. Lisannya tidak dia jadikan
lihat berbicara apa yang dia sukai, tapi
semua diarah kepada kebaikan. Maka
mudah-mudahan itu tanda bahwasanya Allah
telah mencintainya. Karena Allah jika
telah mencintai seorang hamba, Allah
akan membimbingnya. Kemudian dia mudah
meninggalkan kemungkaran. Bagi dia mudah
meninggal kemungkar. Tidak berat baginya
untuk meninggalkan kemungkaran. Kenapa?
Dia dibimbing oleh Allah Subhanahu wa
taala. Dia begitu mudah juga melakukan
kebajikan. Hatinya termotivasi untuk
melakukan kebajikan. Kenapa? Karena dia
telah dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala. Maka ini di adalah
keutamaan yang paling mulia jika seorang
telah dicintai oleh Allah Subhanahu wa
taala.
Kemudian keutamaan yang kedua, jika
seorang telah dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala, mustahil Allah akan
mengazabnya. Mustahil Allah akan
mengazabnya. Dalilnya
adalah firman Allah Subhanahu wa taala.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Waqtil
yahudu nasara nahnu abnaullahi wa ahiba
falima yadibukumikumal
antum mimman khalaq." Kata Allah
subhanahu wa taala, "Berkata orang-orang
Yahudi dan orang-orang Nasra, kami
adalah putra-putra Allah dan kami adalah
kekasih-kekasih Allah. Wa ahibbauh
maksudnya kami adalah habib-habibnya
Allah itu. Kami adalah kekasih-kekasih
Allah."
Maka Allah bantah, qul falima yadibukum
bidunubikum. Kalau kalian memang
kekasih-kekasih Allah, kenapa Allah azab
kalian? Kalian tidak ada bedanya dengan
yang lain. Bal antum basyarun mimman
khalaq. Allah, kalian hanyalah manusia
sebagaimana yang lainnya. Ada yang Allah
azab dan Allah ada yang Allah rahmati.
Maksudnya
Nabi disuruh membantah orang-orang
Yahudi yang mengaku-ngaku mereka adalah
ras yang dicintai oleh Allah.
Mereka adalah suku yang dipilih oleh
Allah Subhanahu wa taala dan manusia
diciptakan adalah untuk melayani mereka
dan mereka adalah kekasih kekasih Allah.
Maka bantahannya mudah. Kalau kalian
kekasih-kekasih Allah, kenapa kalian
disiksa oleh Allah? Bukankah para
pendahulu kalian ada yang pernah dirubah
menjadi babi-babi dan monyet-monyet?
Apakah mungkin sang kekasih menjadikan
kekasihnya menjadi babi-babi dan
monyet-monyet? Mustahil. Berarti kalian
dulu sebagaimana yang lain, ada di
antara kalian yang mulia, ada di antara
kalian yang diazab oleh Allah. Karena
para pendahulu Yahudi dahulu ada yang
dirubah menjadi babi-babi dan
monyet-monyet. Maka ini bantahan telak
bahwasanya kekasih tidak akan mengazab
kekasih-Nya. Oleh karena jika seorang
telah dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala, tidak mungkin dia diazab oleh
Allah subhanahu wa taala. Karena
bagaimana kekasih akan mengazab
kekasih-Nya.
Maka inilah keutamaan yang sangat besar.
Seorang dicintai oleh Allah, dibimbing
oleh Allah, dan tidak akan diazab oleh
Allah subhanahu wa taala. MaaSyiral
muslimin, ikhwan dan akhwat yang
dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala.
Pembahasan kita tentang bagaimana
dicintai oleh Allah subhanahu wa taala.
Adapun mengaku-ngaku mencintai Allah
atau menggangaku dicintai oleh Allah
kalau hanya sekedar pengakuan maka butuh
butuh bukti. I makanya Ibnu Qayyim punya
perkataan indah. Dia berkata, "Laisa
sanu an tuhib wa innama syau sya'ni an
tuhab." Bukan perkara yang penting
adalah engkau mencintai Allah, tapi yang
paling penting, apakah kau juga dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala? Betapa
banyak orang mengaku cinta kepada Allah,
namun cinta mereka bertepuk sebelah
tangan. Ternyata Allah tidak mencintai
mereka. Dari sini pada kesempatan malam
hari ini kita akan bahas kiat-kiat
apa yang bisa membuat Allah cinta kepada
kita. Secara umum tentunya segala amal
saleh
membuat Allah mencintai kita dan segala
maksiat membuat Allah semakin jauh dari
kita. Ya, saya ulangi secara umum segala
amal saleh sekecil apapun akan
mendatangkan kecintaan Allah Subhanahu
wa taala. Dan segala kemaksiatan
sekecil apapun mempengaruhi kecintaan
Allah kepada hamba-Nya. Namun pada
kesempatan kali ini kita hanya
memfokuskan tentang dalil-dalil yang
datang secara spesifik yang menyebutkan
siapa yang melakukannya dicintai oleh
Allah. Saya ulangi secara umum amal
saleh itu mendatangkan cinta Allah.
Tetapi pada malam hari ini kita hanya
menyampaikan dalil-dalil Al-Qur'an dan
sunah yang secara spesifik menyebutkan
ciri-ciri orang-orang yang dicintai oleh
Allah. Siapa yang melakukannya? maka dia
akan dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala.
Adapun amalan-amalan tersebut yang
pertama
adalah
ittibaus sunah mengikuti sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Datang turun satu ayat yang dikenal oleh
para ulama dengan ayatul imtihan,
yaitu ayat ujian.
Ayat ini turun
untuk meminta bukti dari orang-orang
yang mengaku-ngaku cinta kepada Allah.
Sebagaimana disinggung oleh Ibnu Katsir,
yaitu iddaa kaumun. Sebagian kaum
mengaku-ngaku cinta kepada Allah
Subhanahu wa taala. Ya, maka perlu
bukti. Mana bukti
cinta kalian kepada Allah subhanahu wa
taala? Allah turunkan firmannya, qul in
kuntum tuhibbunallah
fattabiuni yuhbibukumullah wagfir lakum
dunubakum wallahu gfurur rahim.
Katakanlah wahai Muhammad kepada mereka,
kepada orang-orang yang aku ngaku cinta
kepada Allah. Inuntum tuhibbunallah.
Kalau kalian cinta kepada Allah,
fattabiuni maka ikutilah aku. Yaitu
ikutilah sunah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Maka balasannya apa?
Yuhbibukumullah. Niscaya
Allah akan mencintai kalian. Kenapa
mengikuti sunah Nabi? Berarti tanda
cinta kepada Allah.
Karena kaidah menyatakan kalau
kita mencintai Allah subhanahu wa taala
maka kita mendahulukan apa yang disukai
oleh Allah daripada apa yang kita sukai.
Apa yang isar mahabbillah
mendahulukan apa yang Allah cintai
daripada yang kita cintai. Berarti bukti
kita cinta kepada Allah seperti misalnya
seorang suami yang cinta kepada istrinya
maka dia berusaha mencari apa yang
disukai oleh istrinya. Berarti dia
mencari-cari tahu apa yang disukai
istrinya. Kemudian dia akan
menghadirkan, menghidangkan apa yang
disukai oleh istrinya. Ya, dia
mendahulukan kesenangan istrinya
daripada kesenangannya diri sendiri. Ini
di antara manusia. Walillahil matsalul
a'la. Dan bagi Allah perumpamaan yang
lebih tinggi. Maka demikian pula kalau
seorang cinta kepada Allah Subhanahu wa
taala tentunya dia mendahulukan apa yang
Allah cintai daripada apa yang dia
cintai. Pertanyaannya, dari mana kita
tahu apa yang Allah cintai? Yang paling
tahu tentang apa yang Allah cintai
adalah Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Maka di sinilah rahasia kenapa
kalau kita ittiba kepada sunah Nabi
berarti kita mencintai Allah. Karena
yang paling tahu tentang apa yang
dicintai oleh Allah adalah siapa?
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Maka seorang berusaha menjalankan sunah
Nabi sebisa mungkin.
Sunah dalam segala hal, dalam akidah,
dalam akhlak, dalam amal ibadah,
ee dalam interaksi dengan orang tua,
dengan istri, dengan anak-anak, dengan
suami. Kita jangan membatasi sunah Nabi
hanya pada ibadah, tata cara salat. Kita
membatasi sunah Nabi hanya pada tata
cara salat, tata cara puasa, ya. Tidak.
Sunah Nabi luas. Sunah Nabi luas. Bukan
hanya terkait dengan tata cara ibadah,
demikian juga masalah akidah. Ketika
kita berakidah ikut sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Oleh
karenanya para ulama dahulu ketika
menulis tentang buku-buku akidah mereka
beri nama dengan asunah. Dengan apa?
Asunah. Untuk menjelaskan bahwasanya
berakidah tentang Allah harus ikut
dalil. Harus ikut dalil. Apa yang Nabi
bilang, apa yang Allah sebutkan, maka
itulah akidah kita. kita tidak
berimprovisasi, berinovasi dalam
berakidah tentang Allah Subhanahu wa
taala. Ya, oleh karenanya bukti kita
cinta kepada Allah, kita ikut sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Maka semakin kita perhatian sunah ketika
makan, sunah ketika tidur yang sering
kita lalaikan ya kalau kita perhatian.
Sederhana, sunah makai sendal, sunah
lepas sendal. Apa sunah pakai sendal?
Sunah pakai sendal, kaki kanan dulu baru
kaki kiri. Sunah buka sendal bagaimana?
Kaki kanan atau kaki kiri dulu?
Kaki kiri dulu baru khanallah.
Kelihatannya sepele. Tapi ketika kita
buka sendal, kita ingat Nabi. Ini sunah
Nabi. Kita dibuat connecting sebentar.
Saya buka sendal ini karena Allah
Subhanahu wa taala. Sunah Nabi kaki kiri
dulu baru kaki kanan. Banyak orang kalau
pakai sendal benar kanan dulu baru kaki
kiri. Tapi kalau buka sendal kanan juga
di luar baru kiri. Kalau pakai baju
jangan lupa kanan dulu baru kiri. Yang
sederhana kanan Nabi sallallahu alaihi
wasallam yjibayamunu
fanaulihi
wafiturihi wafnii kullih adalah rasul
sahu alaihi wasallam suka mendahulukan
yang kanan dalam bersuci ya kemudian
dalam ee pakai sendal tarjulihi demikian
juga kalau bersisir kanan dulu baru kiri
ya. Rasulullah sahu alaihi wasallam juga
kalau ee cukur rambut ketika bertahalul
kanan dulu baru apa? Kiri dan dalam
segala urusannya pakai baju juga kanan
dulu baru kiri dulu. Ini contoh. Tetapi
kalau kita melakukannya karena Allah
subhanahu wa taala maka ini akan
mendatangkan cinta Allah kepada kita.
Makanya diriwayatkan dari sebagian salaf
kalau tidak salah Asauri rahimahullah
beliau berkata, "La alla tahuaka illa
bununah faf'al." Kalau kau mampu tidak
menggaruk kepalamu kecuali ada dalilnya,
maka lakukanlah. Maksudnya apa? Dia
mengatakan kalau dalil cara menggaruk
datang dalam Nabi dalam sunah, garuk
kanan dulu, baru kiri dulu, lakukanlah.
Seandainya ada sunahnya, lakukanlah.
Artinya dalam segala kegiatan kalau
memang ada sunahnya, maka kita lakukan.
Ini perlu kita belajar sedikit demi
sedikit. Sunah ketika makan, sunah
ketika tidur, sunah ketika bangun malam,
sunah ketika salat, sunah ketika masuk
rumah, sunah ketika bertemu dengan
istri, sunah terhadap anak-anak dalam
segala hal.
Karena apa yang disunahkan oleh Nabi
itulah yang dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala. Jika demikian kata
Allah subhanahu wa taala,
yuhbibukumullah, maka niscaya Allah akan
mencintai kalian. Tib. Dalil yang
berikutnya, selain ayat ini, hadisul
wali yang tadi saya sudah singgung kata
Allah subhanahu wa taala, "Wzalu abdiq
nawafilta uhibbahu." Senantiasa hambaku
mendekatkan dirinya kepadaku dengan
perkara-perkara sunah sampai aku
mencintainya. Sampai aku mencintainya.
Faid ahbabtuhu. Kalau aku sudah
mencintainya, maka aku menjadi
pendengarannya, penglihatannya,
tangannya, kakinya, lisannya,
kalbunya. Ya. Tetapi kata Allah dalam
hadis tersebut, wala yazalu abdi
yataqarabu ilaiya bin nawafil. Hambaku
senantiasa berusaha mendekatkan dirinya
kepadaku dengan perkara-perkara sunah.
Yaitu perkara fardu sudah dia kerjakan.
Namun dia tidak mencukupkan dirinya
dengan perkara fardu aja. Maka dia
berusaha mendekat dirinya
perkara-perkara sunah. Nah, maka ini
perlu kita ngaji tentang sunah-sunah
Nabi, belajar tentang kutubus sunah
seperti Sahih Albukhari, Sahih Muslim
ya, Sunan Abi Daud, Sunan Tirmidzi,
Sunan Ibnu Majah, Sunan Nasai. Seorang
belajar baca atau buku-buku yang ringkas
seperti Riyadus Shihin yang sudah
dikumpulkan oleh Imam Nawawi
rahimahullahu taala tentang sunah-sunah
Nabi dalam berbagai macam perkara. Sunah
terhadap orang yang berbuat zalim kepada
kita. Apa misalnya memaafkan.
banyak hal ya sunah-sunah kita kerjakan
tinggal menghadirkan ini sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam maka saya
melakukannya maka
Allah mencintai kita mencintai kita
semakin banyak sunah semakin dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala jangan
bikin bidah ya tidak ada dalam halil
siapa yang bikin bidah semakin dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala gak sunah
Nabi sudah kebanyakan kalau kita mau
sibuk dengan sunah Nabi, kita enggak
bakalan punya kesempatan untuk melakukan
bidah-bidah kreasi-kreasi manusia dalam
beribadah. Kenapa? Karena sunah Nabi
sudah terlalu banyak mau kita ikuti,
maka kita ya mungkin enggak bakalan
mampu. Tapi fattaqulah ma'tum.
Bertakwalah semampu kalian.
Tapi ini yang pertama. Yang kedua, amal
yang kedua agar dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala itu zuhud
kepada dunia. Zuhud kepada dunia. Ini
perjuangan hebat agar kita bisa menjadi
zuhud kepada dunia. Seorang sahabat
bertanya, "Ya Rasulullah, tunjukkan
kepada aku amalan
ahabbani Allah yang Allah mencintaiku
dan amalan ahabbanianas yang menjadikan
orang-orang cinta kepadaku." Dia minta
diajarin suatu amalan yang membuat Allah
cinta kepadanya. Maka Nabi menjawab,
"Izhad fid dunya yuhibbakallah."
Zuhudlah kepada dunia, maka niscaya
Allah akan mencintaimu.
Apa itu zuhud? Zuhud adalah tarqu ma la
yanfau fil akhirah. Sebagaimana
penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullahu
taala, zuhud adalah meninggalkan perkara
yang tidak ada faedahnya di akhirat itu
tidak ada pahalanya. Gampangannya
demikian. Zuhud itu apa? Meninggalkan
perkara yang tidak ada pahalanya. Nah,
mulai sekarang kita melatih diri
tidaklah beraktivitas kecuali yang ada
pahalanya. Kalau tidak ada pahalanya
maka tinggalkan. Karena itu konsekuensi
zuhud. Berarti kita orientasi selalu
akhirat. Zuhud itu apa? Memandang rendah
dunia. Kalau memandang rendah dunia
berarti orientasinya ke mana? Ke
akhirat. Kalau orientasi ke akhirat
berarti pikiran kita selalu cari pahala.
Kalau pikiran selalu cari pahala berarti
kegiatan yang tidak ada pahalanya kita
tinggalkan. Kalau kita terus cenderung
dalam perkara yang tidak ada pahalanya,
berarti kita bukan orang zuhud kepada
dunia. Tapi kita cenderung kepada dunia.
Orientasi kita bukan akhirat. Latih diri
kita, latih istri kita, latih anak-anak
kita. Selalu pikirannya ada enggak
pahalanya di akhirat? Kalau ada
kerjakan. Kalau enggak enggak usah.
Kalau enggak enggak usah. Maka ini
mengkonsekuensikan kita untuk selalu
ketika melakukan kegiatan ingat kepada
akhirat. Dan kalau kita zuhud, maka kita
bisa mengamalkan firman Allah Subhanahu
wa taala. W khalaqtul jinna wal insa
illa liyabudun. Tidaklah aku ciptakan
jin dan manusia kecuali untuk beribadah
kepadaku. Karena asal kita diciptakan,
seluruh kegiatan kita harusnya untuk
ibadah. Seluruh kegiatan kita harusnya
untuk ibadah. Karena tidaklah Allah
ciptakan jin dan manusia kecuali untuk
beribadah kepada Allah subhanahu wa
taala. Dan kita mengatakan Allah
berfirman, "Qul inna shati wausuki
wahyaya waamati lillahi rabbil alamin."
Katakanlah salatku, sembelihanku,
hidupku dan matiku hanya untuk Allah.
Bagaimana kita bisa mengamalkan ayat
ini? Hidupku seluruhnya untuk siapa?
Untuk Allah. Berarti untuk akhirat. Nah,
oleh karenanya dalam kegiatan
sehari-hari kita selalu sering pasang
niat. Ya, kalau perkara-perkara akhirat
seperti salat, baca Quran, insyaallah
ada pahala akhirat. Tapi jangan lupa
perkara-perkara dunia yang kita
kerjakan, kita harus niatkan akhirat ya.
Bercengkerama dengan istri niatkan
karena Allah subhanahu wa taala. Manjain
anak-anak niatnya karena Allah subhanahu
wa taala. Ya. Senyum kepada tetangga
niatkan karena Allah subhanahu wa taala.
olahraga niatkan karena Allah supaya
bisa kuat berdakwah, bisa kuat untuk
bangun malam, bisa kuat untuk misalnya
harus silaturahmi ke sana kemari ya
untuk kegiatan aktivitas bisa kuat untuk
cari nafkah untuk anak istri niatkan
karena Allah. Cari nafkah niatkan karena
Allah.
Dalam hadis wahua yahtasibuha kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam seorang
berinfak kepada keluarganya wahua
yahtasibuha dan dia berniat mencari
pahala karena Allah maka dia dapat
pahalaqallah
tidaklah kau menginfak apapun kau
mencari wajah Allah kecuali kau dapat
pahala sampai suapan yang kau suapkan ke
mulut istrim ya dan ini kata syurahul
hadis ketika Jika seorang suami sedang
menyuap istrinya, berarti dia sedang
dalam kemesraan. Ya, mana ada suami
sambil ngomel nyuapin istri. Ada atau
tidak? Tidak. Ini biasanya kalau suami
nyuapin istri lagi mesra. Makanya
biasanya dilakukan waktu masih bulan
madu. Setelah bulan madu lewat sudah
enggak lagi. Ya. Ya.
Itu pun kalau dia lakukan karena Allah
ya yabtaqi biha wajah. Ada syaratnya.
Dia mencari wajah Allah berarti dia
melakukannya karena Allah. dapat pahala.
Allah mencintainya karena dia zuhud.
Karena dia zuhud. Zuhud meninggalkan
perkara yang tidak ada pahalanya di
akhirat. Maka saya ingatkan diri saya
pribadi dan juga para hadirin hadirat,
setiap melakukan aktivitas hadirkan niat
sebisa mungkin. Kalaupun kita
terlupakan, lupa kadang-kadang kita
melakukan kebaikan, kita lupa
menghadirkan niat. Mudah-mudahan hukum
asal kalau pernah kita meniatkan niat
itu masih berlanjut terus selama tidak
kita batalkan niatniat niatat niat-niat
yang lain. Ya, misalnya seorang keluar
rumah dia niat, "Pagi ini saya pengin
cari nafkah untuk anak istri." Tentu
ketika dia niatkan karena Allah, dia
akan milah-milih karena dia tahu dia
cari nafkah karena Allah. Yang haram dia
akan tinggalkan, yang syubhat dia akan
tinggalkan.
Apakah dianjurkan besok lagi dia niatkan
lagi setiap hari kalau bisa? Tapi kalau
ternyata hari-hari berikutnya dia lupa,
Seb mengatakan diharapkan niat awalnya
masih berlanjut terus. Tapi kalau dia
bisa hadirkan setiap hari itu lebih
lebih baik agar segala aktivitasnya
berpahala karena Allah subhanahu wa
taala. Maka kalau kita benar-benar zuhud
sekarang kita praktikkan diri kita,
apapun kegiatan kita
coba cek kembali, kita revisi kembali.
Saya di grup ini ada enggak pahalanya?
Kalau enggak ada left.
Maassalamah kalian tidak ada pahalanya
live
Tib. Saya kumpul sama teman-teman ya.
Kita bikin aktivitas ada enggak
pahalanya?
Enggak ada. Ya sudah enggak usah.
Ibu-ibu kalau pengin beli tas mahal ada
enggak pahalanya di akhirat? Ini beli
tas ada pahalanya enggak? Pahala dari
mana? Beli tas mahal dari sisi mana
pahalanya? Kalau enggak ada pahalanya
enggak usah, enggak usah. Ya sudah.
Istri saya pernah minta belikan sesuatu
yang mahal. Saya bilang, "Abi, belikan."
Kamu siap dihisab, "Abi, jangan gitu.
Kamu siap dihisab enggak?" "Ya enggak
lah, Bi." "Ya udah ya udah enggak usah."
Padahal saya enggak mau beliin.
Mau saya mulai latih diri kita seperti
itu. Beli apapun siap dihisab enggak?
Siap. Kenapa? ada manfaatnya silakan,
enggak ada masalah. Saya misalnya beli
mobil bagus buat apa? Buat bisa safar,
bisa silaturahmi. Kalau mobil bagus,
kalau punya uang jangan maksakannya.
Kalau enggak mampu ya sudah. Kalau
selama mampu dan bisa dihisab dan ada
manfaatnya kerjakan. Itu namanya zuhud.
Zuhud.
Dulu waktu saya pernah nemani Syekh Saad
Syekhri hafidahullahu taala. Setiap saya
Syekh kita ke sini kata Syekh entah dia
bercanda terus dia mengatakan hal
yanfauni fil akhirah ini kok ajak saya
ini ada manfaatnya enggak di akhirat ada
Syekh ayo jalan siapa ajak sesuatu ayo
Syekh kita ke sana ke sini hal yanfauni
fil akhirah ini kegiatan ini ada manfaat
buat saya di akhirat enggak ada
bismillah jalan
ya mungkin dia maksudnya untuk ingatkan
kita bahwasanya hendaknya ketika
beraktivitas harus ada manfaatnya di
akhirat agar kita dicintai oleh Allah.
Ya, bagaimana kita tidak dicintai oleh
Allah sementara yang kita pikirkan
rotiasi kita adalah akhirat. Mencari
wajah Allah, mencari akhirat. Maka
zuhud itu bukan berarti kita pakai
pakaian lusuh. Enggak.
Zuhud itu masalah hati.
Hati kecenderungan dunia atau
kecenderungan akhirat. Kapan kita
menjadikan akhirat kita sebagai
orientasi, maka dia selalu yang menjadi
tolak ukur kita dalam segala kegiatan.
Ini ada faedahnya enggak di akhirat?
Enggak ada. tinggalin ngapain? Ngapain
kumpul-kumpul sana ada faedahnya?
Enggak, enggak ada faedah akhirat mohon
maaf saya cari komunitas yang lain.
Kegiatan ngabisin waktu dari pagi sampai
sore ada enggak manfaat di akhirat? Ada.
Kalau ada lanjutin, kalau enggak gak.
Itulah zuhud di dunia. Izhad fid dunya
yuhibbakallah. Maka Allah akan zuhudlah
terhadap dunia, maka Allah akan
mencintaimu.
Tib. Di antara sebab amalan yang
mendatangkan cinta Allah Subhanahu wa
taala adalah mencintai saudara karena
Allah subhanahu wa taala. Ya, mencintai
saudara karena Allah bukan karena
dunianya, bukan karena fisiknya, bukan
karena uangnya, bukan karena sukunya,
bukan karena satu hobi. Timbul relasi
saling mencintai di antara manusia
karena sebab duniawi banyak sekali. Saya
senang sama dia karena sama hobi main
bola. Saya senang sama dia karena
sama-sama hobi mungkin misalnya hobi
tertentu, sama-sama para pedagang ya.
Sama-sama suka minum kopi, majelis kopi
misalnya. Saya cinta sama dia. Kenapa?
Mungkin sebagian orang cinta kepada
temannya gara-gara maksiat. Sama-sama
suka nonton bioskop misalnya banyak.
Kenapa saya suka sama dia? Karena
sama-sama dari Sulawesi misalnya atau
sama-sama dari jemaah misalnya. Ini
namanya cinta karena dunia. Bukan itu
yang dimaksud. Yang dimaksud adalah kita
mencintai saudara karena Allah. Kenapa
saya cintai dia? Karena dia beriman
kepada Allah. Saya suka bergaul dengan
dia. Karena saya bergaul dengan dia,
saya semakin dekat kepada Allah
Subhanahu wa taala. Saya bergaul dengan
dia karena dia ingatkan saya kepada
Allah. Saya bergaul dengan dia, cinta
sama dia. Karena kalau salah saya salah,
dia nasihati. Itu namanya cinta karena
Allah subhanahu wa taala.
Ya, makanya
Rasulullah bersabda, "Inna rajulan zarar
akhu qyatin ukhra." Ada seorang laki
menyenggut saudaranya di kampung yang
lain. Faarsadahullahu malakan aladati
malakan alad. Maka Allah kirim malaikat
dalam bentuk manusia nunggu di tempat
dia lewat.
Akhirnya dihat tempat tersebut malaikat
tegur, "Aina turit? Ke mana kau gak
pergi?" Fulan kata dia,
"Aku ingin menyengut saudaraku.
Hadil qarah di kampung ini." Malaikat
bertanya, "Hallaka minatinbuhu
alaiha."
Apakah kau kejenguk saudaramu? Ada
urusan bisnis, ada kebun yang kau urus
atau atau ternak yang kau urus? Adakah
urusan duniawi? Kata dia, "La illa anni
ahbabtuhu fillah."
Saya jenguk dia, tidak ada kepentingan
lain. Saya mencintai dia karena Allah
Subhanahu wa taala. Dan kecintaan karena
Allah di antaranya mengkonsekuensikan
saling berziarah. Maka malaikat berkata,
"Fainni rasulika ilaika anallah ahabbaka
liannaka ahbabtahu fih."
Kata malaikat, "Aku adalah utusan Allah
kepadamu untuk mengabarkan kepada engkau
bahwasanya Allah mencintaimu karena
engkau telah mencintainya karena Allah
subhanahu wa taala." Oleh karenanya,
siapa yang mencintai saudaranya karena
Allah maka ini sangat bernilai di sisi
Allah subhanahu wa taala. Maka Allah
mengatakan, "Wajabat mahabbati lil
mutazwirina fiya wal mutabadilina fiya
wal mutajalisina fiya."
Maka wajib kecintaanku mengenai
orang-orang yang saling berziarah karena
aku, yang saling mengunjungi karena aku,
yang saling berkorban karena aku, yang
saling duduk bermujalasah karena aku.
Maka di antara
sebab seorang dicintai oleh Allah, dia
mencintai saudaranya karena Allah
subhanahu wa taala. Kita mulai coba kita
mulai menata kembali, ya. Bukan dilarang
kita bergaul sama saudara, teman karena
dunia. Tidak dilarang hukum. Asalnya
boleh. Saya dekat dia kenapa? Supaya
dapat proyek. Saya dekat sama dia
kenapa? Ya, supaya kecipratan
keuntungan. Saya sama dia kenapa? Karena
kalau sama dia selalu ditraktir gratis.
Ini duniawi bukan dilarang ya. Tetapi
bukan itu yang cinta karena Allah
Subhanahu wa taala. Cinta karena Allah
saya kenapa dengan dia? Karena
pertemanan kita mendekatkan kita kepada
Allah. Maka saya dengan dia. Kalau
enggak, enggak. Saya berteman dengan
dia. Kenapa? Karena dia ingatkan saya
kepada akhirat. Lihat dia, saya ingat
akhirat. Yang satu kalau berteman sama
dia ingat dunia melulu. Sejak bergaul
dengan dia kok pikirannya selalu dunia
melulu. Mending saya putuskan hubungan.
Ini salah pergaulan bahaya. Sebagian
umahat salah bergaul. Bergaul dengan
umahat yang suka pamer kekayaan.
Akhirnya dia terbawa.
Suka pamer tentang barang-barang
brandednya. Ya, sendal branded,
jubah branded, kacamata branded, tas
branded, semua branded. Jangan-jangan
suaminya bandit.
Akhirnya si akhwat ini berubah.
Kalau sudah berubah pengin brandit, yang
susah siapa? Suaminya. Sebentar suaminya
miskin mau jadi bandit. Oleh karenanya
kalau berteman ternyata teman ini malah
ngingatin akhirat, bicaranya selalu
besar-besar. saya ke luar negeri
jalan-jalan ke Eropa selalu sehingga
orientasi kita berubah dari akhirat
menjadi dunia tinggalkan ini teman tidak
pantas kita mencintainya karena Allah
dan tidak bisa karena berteman karena
Allah itu membuat hasilnya adalah
mendekatkan kita kepada Allah, mendekat
kita kepada akhirat, membuat kita
termotivasi untuk beribadah. Adapun
teman buat kita semakin jauh dari Allah,
semakin lupa dengan akhirat, sibuk
dengan dunia, maka ini bukan teman
karena Allah Subhanahu wa taala. Kalau
dia bilang, "Saya cinta kamu karena
Allah, omong kosong, bohong." Buktinya
kau membuat aku semakin apa? Semakin
cinta dengan dunia. Semakin cinta dengan
dunia. Semakin tidak berani berkorban
karena Allah subhanahu wa taala.
Berarti ini teman tidak benar. Oleh
karenanya, di antara sebab Allah
mencintai seorang hamba jika dia
mencintai saudaranya karena Allah
subhanahu wa taala. Ya, di antara bukti
dia mencintai saana Allah, dia berusaha
memberi manfaat kepada saudaranya sebisa
mungkin. bagaimana memberi manfaat
kepada saudaranya dengan apa yang dia
bisa karena konsekuensi cinta karena
Allah. Dia berusaha membantu saudaranya
apa dengan ilmunya, apakah dengan
tenaganya? Apakah dengan materi yang dia
punyai
makanya Allah mengatakan, "Wajabat
mahabbati di antaranya lil mutabadilina
fiya." Wajib kecintaanku mengenai
orang-orang yang saling badal, yaitu
berkorban karena aku. Karena aku.
Tib. Di antara sebab yang menjadikan
Allah mencintai seorang hamba, ya Allah
mengatakan, "Ya ayyuhalladzina amanu
yartad minkumini fasafa yatillahu biquin
yuhibbuhum wauhibbunillin alal mminin al
kafirin yujahiduna fillahi
fibilillahi wako laim."
Kata Allah subhanahu wa taala, "Wahai
orang beriman, siapa di antara kalian
yang murtad, maka Allah akan datangkan
suatu kaum yang Allah mencintai mereka
dan mereka cinta kepada Allah Subhanahu
wa taala." Apa sifat-sifat mereka? Di
antaranya Allah berfirman,
alal mukminin aizatin alal kafirin.
Yaitu mereka merendah sesama kaum
mukminin dan mereka tegas kepada
orang-orang kafir. Kemudian yujahiduna
fiabilillah. Mereka berjihad di jalan
Allah subhanahu wa taala. Kemudian sifat
yang berikutnya wala yakfuna laumalaim.
Dan mereka tidak takut dengan celaan
orang-orang yang mencela. Ini tiga sifat
Allah sebutkan dalam satu rangkaian
ayat. Di antara ciri-ciri orang-orang
yang Allah cinta kepada mereka yang
pertama Allah mengatakan adillatin alal
mukminin. Yaitu mereka ramah dan tawadu.
Ya.
Berkata Thair bin Asyur
atau sebag ahli tafsir berkata
wautlaquzul al lil janib wat tawadu
disebut dul yaitu merendah maknanya
adalah linil janib ya ituu ramah tidak
angkut tidak sombong tidak kasar wat
tawadu dan rendah diri di hadapan kaum
yang lain ini mendatangkan cinta Allah
kepada seseorang orang. Meskipun mungkin
kita punya uang banyak, meskipun kita
punya kedudukan, meskipun kita dihormati
oleh orang sama orang, kita ramah.
Ramah karena kita mencari rida Allah
Subhanahu wa taala. Kita yang dicintai
oleh Allah Subhanahu wa taala. Jangan
kita hanya senyum sama orang kaya sama
miskin kita enggak senyum.
Kalau sama miskin rugi kayaknya senyum
sama orang miskin. Orang kaya baru mau
senyum sama sopir kayaknya berat.
Apalagi senyum sama pembantu. Waduh
berat sekali. Kenapa ya akhi?
Sopir kita orang mukmin bukan mukmin.
Pembantu kita mukminah atau bukan?
Mukminah. Adillatin alal mukminin.
Rendahkan dirimu ya kepada sesama mukmin
ya. Meskipun dia mungkin pekerja kasar,
mungkin dia bawahanmu, senyum, tawadu,
rendah diri ya ramah, jangan kasar,
jangan sombong.
Kalau ingin dicintai oleh Allah
Subhanahu wa taala. Man tawad alillah
rafaahullah. Siapa yang merendahkan
dirinya karena Allah, Allah akan angkat
dia. Bukan merendahkan karena
pencitraan. Ya. Ya. Tawadu niatnya apa?
Pen pencitraan. Enggak. Tapi tawadu
karena Allah Subhanahu wa taala.
Maka coba renungkan diri kita ya. Apa
kita sudah demikian sama tetangga kita
ramah enggak? Senyum sama mereka sama
orang miskin kita ramah. Sebagian salaf
dahulu mereka undang orang-orang miskin
makan di rumah. Mereka makan sama orang
miskin. Mereka makan sama orang miskin.
Panggil sehingga kita memaksa diri untuk
tawadu. Karena kalau kita selalu high
class ya, levelnya tinggi, akhirnya kita
kadang-kadang merendahkan yang di bawah
merendahkannya. Ya.
Dan itu sangat berbahaya apalagi menimba
para penuntut ilmu.
Kalau mau ditemui kayaknya seorang susah
sekali ada 10 ring harus ditembus.
Ini bagaimana seperti ini?
Kemudian dengan dalil harus hormat
kepada ulama
ya namanya cari cari penghormatan
yang wajar-wajar saja. Yang wajar-wajar
saja ya.
Saya pernah ada orang ketemu saya ya
mengantar makanan pas hajian dia heran
sih. Dia bilang loh ya masuk aja. Kenapa
ada ustaz? Kalau ustaz enggak istirahat
kasih. Kenapa? Dia dia bilang, "Kok kok
muda ya? Ini bukan hal muda. Ini biasa
biasa ada ustaz ketemu kalau saya ada
waktu dia bilang ada yang lain harus
ikut ring satu, ring 2, ring 3. Begitu
ternyata ini apa seperti ini.
Ini talbis iblis
itu bukan tawadu, itu sombong namanya.
Angkuh. Sombong. Mau ketemu saya harus
lewat 10 ring, sekian ring.
Ini sombong.
Tapi dengan nama pakai dalil untuk
hormat kepada apa? Ulama. Apa begitu
cara penghormatan sama ulama? Ya,
kecuali dia lagi tidur lagi sibuk. Ya
tahu dirilah masa ustaz lagi tidur
kemudian ustaz mie ayam mauak. Ya
enggaklah ya. Tapi kalau yang normal
kita bukan juga semua orang ngerubung.
Enggak ya normal-normal saja biasa saja.
Saya bukan sedang membicara saya
maksudnya saya aneh karena saya tahu
ustaz-ustaz ustaz searang juga seperti
itu. Seperti saya tidak ada bedanya
artinya mereka juga mudah biasa kok ada
yang aneh kemudian dengan dalil
bahwasanya akhlak mulia justru itu
akhlak yang buruk. Akhlak yang buruk
meninggikan diri bukan tawadu. Tawadu
bukan demikian.
Oleh karenanya adillatin alal mukminin
aizzatin alal kafirin. Sama orang kafir
tegas
punya izzatun nafs. Kita tidak
merendah-merendah, tidak menghinakan
diri kita di hadapan orang-orang kafir.
Kalau ada majelis jangan biarkan mereka
bicara terus. Kita juga bicara. Kenapa
kita merendah diri di hadapan mereka?
seperti itu izzatun nafs.
Tapi di antara agar kita dicintai Allah,
merendahkanlah dirimu karena Allah
kepada kaum mukminin. Latih diri kita
merendah kepada orang yang mungkin hina
secara
materi dia hina tapi belum tentu dia
hina di hadapan Allah Subhanahu wa
taala. Ya,
oleh karenanya
kadang-kadang kita terbawa sehingga sok
penting, sok sibuk ya. Kalau sibuk ya
enggak ada masalah. Tapi kalau jangan
sampai seorang kemudian
memasang dirinya di level yang tinggi,
hati-hati ya kita tidak dalalil alal
mukminin. Di antara perkataan indah ya
dari Thari bin Asyur, dia berkata
ee
wahua syiddatur rahmah wasa'yu lin
nafaq.
Namanya zalil dalam ayat ini Allah tidak
mengatakan dalil lilil mukminin tapi
Allah menggunakan ala. Ini dalam ilmu
tafsir, ilmu bahasa ya.
Allah mengatakan adillatin lil mukminin.
Bukan Allah tidak mengatillatin lilmin
tapi Allah mengatakan adillatin alal
mukminin. Kenapa pakai ala? Wahuaiddat
rahm wasu linfa. Yaitu dia sangat sayang
kepada orang beriman dan dia berusaha
memberi manfaat kepada orang beriman di
depannya. Gimana saya bisa beri manfaat
kepada orang depan saya?
Walidzalikaq bihiu alal mukminin.
Oleh karenanya dipakai perkataan ala
alal mukminin.
Walitadmin adillah makna musyfikin
hanina udya biala dun lam. Karena ketika
Allah mengatakan ala menunjukkan dia
sangat sayang kepada orang beriman,
lembut kepada orang beriman. Maka
dikatakan ala bukan pakai lil mukminin.
Seharusnya kalau secara bahasa mungkin
adillatin lil mukminin. Tapi Allah
menggunakan ala.
Oleh karenanya di antara cara kita agar
kita dicintai oleh Allah kita merendah
kepada kaum mukmin siapapun kita
berusaha mikir kasih manfaat sama dia.
Makanya di antara doa Nabi sallallahu
alaihi wasallam Allah minasaluka hubbak
wah hubba man yuhibbuk wahubba kulli
amalin yuqorbuni hubbik.
Rasulullah berdoa agar dijadikan cinta
kepada orang-orang miskin. Sehingga kita
ada kerasa kepeka lihat orang miskin
kasihan.
Lihat orang jualan es enggak laku
kasihan. Jualannya musim hujan lagi.
Waduh.
Kalau kita beli esnya enggak usah tawar.
Jangan bilang mumpung musim hujan
setengah harga ya daripada enggak laku.
Sudah enggak laku kita kasih. Udah ambil
aja gerobaknya gratis mungkin ya.
Oleh karenanya sehingga timbul rasa diri
kita peka karena kita mencintai sesama
mukmin karena Allah Subhanahu wa taala
kasihan sama sama dia. Meskipun kita
enggak mampu menolongnya terkadang. Cuma
rasa kasihan itu sendiri sudah
menunjukkan sebab Allah cinta sama kita.
Karena kita adillah, kita kasihan sama
orang beriman yang susah. kita peka ya,
kita enggak tega sama dia seperti itu
dan jangan sombong ya. Makanya ketika
Allah Subhanahu wa taala menyebutkan
sifat-sifat ibadurrahman yang pertama
Allah sebutkan adalah orang-orang yang
tawadu. Wa ibadurahmanilladina yamsyuna
alal ardhi hauna. Dan hamba-hamba
arrahman di antara sifat yang pertama
mereka berjalan di atas muka bumi hauna
yaitu mutawadiin. Tawadu
tidak menunjukkan keangkuhan. Tidak
dengan gestur tubuhnya yang menunjukkan
keangkuhan. Tidak melihat orang dengan
merendahkan, tidak. Dia tawadu terutama
kepada orang-orang beriman. Tahu ini
orang iman? Beriman dia tawadu. Kenapa
Allah yang suruh? Saya tawadu kepada dia
karena Allah Subhanahu wa taala.
Kemudian di antaranya yujahidu
fiabilillah, berjihad di jalan Allah.
Jihad ada dua. Kalau ada dibuka jihad
yang syari'i dengan pedang, maka dia
berangkat.
Karena Allah Subhanahu wa taala jika
tidak ada jihad yang syari dengan
pedang, ada jihad dengan lisan. Bisa
dengan kalau tidak ada jalan dengan
lisan, dengan harta. Jihad dengan harta
pintu jihad terbuka. Yujahiduna
fisabilillah. Dia berjuang karena Allah
subhanahu wa taala. Sekarang jihad yang
mudah terbuka, jihad dengan lisan. Jihad
dengan lisan. Di mana-mana
saudara-saudara kita berjihad di
negeri-negeri nonmuslim dan banyak orang
Islam, orang nonmuslim masuk Islam.
Mereka berdakwah, mereka menulis
tulisan, mereka berjihad dengan lisan,
dengan tulisan yang Allah Subhanahu wa
taala mengatakan kepada Nabi ketika Nabi
masih di Makkah,
fala tutil kafirina wajahidhum bihi
jihadan kabir. Dan janganlah engkau
mengikuti orang kafir dan jihadlah
kepada mereka bihi aibil Quran jihadan
kabir dengan jihad yang besar. Jadi,
Nabi ketika di Makkah belum boleh
berjihad dengan pedang, tapi Nabi
disuruh berjihad dengan hujah dan bayan,
dengan Al-Qur'an, dengan argumentasi.
Dan Allah namakan jihad tersebut dengan
jihadan kabira, jihad yang besar.
Ikhwan. Makanya saya katakan orang yang
punya duit jangan ragu-ragu. Kalau ada
pintu-pintu dakwah, keluarkan uang Anda
untuk dakwah. Ya, Nabi dulu ketika
berdakwah, Allah siapkan orang-orang
kaya di sekitar Nabi. Istrinya kaya.
Siapa? Khadijah. Kalau antum enggak
punya istri kaya, sudah qadarullah.
istri kaya, istri kaya keluatnya duitnya
semua keluar untuk jalan dakwah.
Kemudian sahabat pertama masuk Islam,
Abu Bakar kaya raya yang dia keluarkan
semua hartanya di jalan Allah Subhanahu
wa taala. Allah beri taufik. Ada
Abdurrahman bin Auf, ada Utsman bin
Affan. Orang-orang pertama masuk Islam
orang kaya-kaya. Orang kaya-kaya karena
memang butuh perjuangan dakwah itu butuh
harta. Butuh harta.
Kalau ada orang kaya yang ingin
berjihad dengan hartanya kita terima.
Silakan bikin proyek-proyek dakwah di
mana-mana. Masih banyak orang butuh
dakwah, masih daerah-daerah masih
banyak. Keluarkan uang untuk dakwah agar
cahaya Islam tersebar di mana-mana. Ya,
jangan ambil uang dari masyarakat. Ya,
orang kaya keluarin duitnya. Orang suruh
ngaji, suruh bayar. Kasihan ya. Kasihan.
Yang dekat Rp1.300, 300 yang jauh
Rp600.000
kalau bisa ada yang bayarin kenapa harus
mereka bayar? Akhirnya dakwah hanya
orang kaya yang bisa menikmati ya. Kalau
ada yang bisa orang kaya keluarin doang,
kenapa? Ya, ya silakan. Begitu cara yang
yang terbaik ya. Biar orang kaya yang
ngeluarkan duit. Kecuali orang kaya
pelit semua itu lain cerita. Insyaallah
enggaklah. Masih banyak orang-orang yang
baik hatinya. Kalau orang-orang yang
menyumbang, "Ustaz, saya support." Oke.
Tapi tolong tulis produk saya. Jangan
ente sumbang karena Allah. Karena Allah
mengatakan fisabilillah.
Bukan fisabili produk. Bukan fisabili
duit. Fisabilillah.
Kau sumbang aja, barangmu enggak usah
ditempelin.
Support dari
ini, dari produk ini, produk ini, produk
kecantikan ini, produk
latih diri, latih audiens untuk berjuang
karena Allah, latih mereka. Jangan
sebaliknya, ayo taruh duit nanti saya
taruh ee iklanmu gede banget. Itu malah
kita ngajarin dia bukan fisabilillah.
Sehingga tidak ada dia keluarkan untuk
Islam kecuali dia pengin ada timbal
balik duniawi.
Kita latih orang-orang kalau nyumbang
sudah namamu enggak usah muncul. Kau
akan lebih bahagia, lebih ikhlas. Kita
latih begitu bahkan bahkan bukan
sebaliknya. Eh ayo ayo ayo mana? Nanti
kita tampilkan produkmu. Taruh di
belakang layar sini ya. Oke. Sip. Jangan
jangan latih orang-orang untuk berjuang
fi sabilillah. Karena itu menangkan
cinta Allah Subhanahu wa taala.
Wala yakfuna laumalaim dan tidak takut
dengan cercaan manusia. Kalau dia mendan
kebenaran tentunya dia tidak takut
kepada cercaan manusia tapi tentu dengan
segala pertimbangan. Karena sekarang
dakwah pun perlu dengan ee siasat ya
untuk melihat maslahat dan mudarat bukan
karena takut cerca atau tidak. Sebagian
orang ketika takut dijauhi oleh audiens,
akhirnya dia rubah cara dakwahnya. Tidak
ada berbicara tentang tauhid lagi, tidak
ada berbicara tentang syirik lagi, tidak
ada berbicara tentang kemungkaran lagi,
tidak ada bicara tentang bidah lagi.
Untuk menjaga maintenance audience.
Ini khianat.
Khianat.
Orang kalau diberi kemudahan, kemampuan
untuk menjelaskan kebenaran, ya tentu
dia jelaskan dengan cara dia ya. Mumpung
orang banyak mendengarnya, ini malah
mulai merubah supaya maintenance
audience, follower semakin banyak.
Ketika followersnya semakin banyak, dia
takut bicara sedikit salah, takut
ditinggal sama followers.
Ini berarti berdakwah bukan karena Allah
subhanahu wa taala, tapi berdakwah untuk
menuju dirinya sendiri, menyuruh
masyarakat untuk
ikut kepadanya.
Maka di antara ciri-ciri orang dicintai
oleh Allah wala yakfuna laumat laim. Dia
tidak takut dengan cerca manu manusia
tentu dengan segala perhitungan dan
strategi. Tetapi al-Haq dia sampaikan
meskipun orang mencerca. Meskipun orang
mencerca.
Oleh karenanya ketika Muawiyah
radhiallahu anhu menulis surat kepada
Aisyah, "Wahai Aisyah, beri nasihat
kepadaku, tapi jangan panjang-panjang."
Maka Aisyah menukil Rasul sahu alaihi
wasallam bersabda, "Maniltamasa
ridallah bisakatinas radhiallahu anhu
waardasa
anhu." Siapa yang mencari keridaan Allah
dengan kemurkaan manusia, Allah akan
rida kepadanya. Itu Allah cinta
kepadanya. Allah rida kepadanya.
Dan Allah akan menjadikan orang-orang
rida kepadanya.
Siapa yang mencari keridaan manusia
dengan kemurkaan Allah, maka Allah akan
murka kepadanya. Allah menjadikan orang
murka kepadanya.
Maka seorang mencampaikan menyampaikan
al-Haq dengan hujah ya dengan
adab ya.
Dan tidak usah takut dengan omongan
manusia karena itu salah satu cara agar
dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala.
Tapi semuanya bukan ngawur tanpa
strategi. Dak. Semuanya perlu siasat
strategi. Tapi al-Haq tetap harus
disampaikan.
Tib. Di antara ciri-ciri atau amal saleh
yang menjadikan
Allah mencintai seorang hamba. Di
antaranya Allah berfirman, "Wallahu
yuhibbul muttaqin." Allah mencintai
orang-orang yang bertakwa,
yaitu yang melakukan kebajikan dan
meninggalkan kemaksiatan. Ketahuilah
ikhwan,
setiap
bentuk melakukan kebajikan menambah
ketakwa, menambah kecintaan Allah dan
setiap bentuk meninggalkan kemaksiatan,
maka itu adalah menambah cinta Allah
kepada kita. Allah berfirman, "Waawanu
alal birri wat taqwa. Tolong-menolonglah
kalian dalam kebajikan dan ketakwaan.
Saling tolong-menolong untuk beramal
saleh. Saling tolong-menolong untuk
meninggalkan maksiat.
Di antara makna spesifik terhadap takwa
yaitu meninggalkan apa? Maksiat. Maka
ketika kita sedang browsing di internet,
kemudian ada cewek di HP dan sering
muncul cewek-cewek yang tidak jelas,
makhluk halus muncul di HP, maka segera
tundukkan pandangan.
Ketika kita tundukkan pandangan,
pengaruh Allah semakin cinta kepada
kita. Kalau kita mengumbar, maka cinta
semakin luntur. Semakin luntur. Allah
mengatakan, "Kullil mukminina yagudu min
absorim wahfadu furujahumika
azk lahum innallah khabirun bima
yasnaun." Katakanlah kepada orang
beriman yagudu min absorihim. Hendaknya
mereka menundukkan pandangan mereka.
Seakan-akan konsekuensi dari keimanan
adalah mampu menundukkan pandangan. Kita
hidup di zaman sulit sekali tundukkan
pandangan. Di mana-mana terumbar aurat,
di mana-mana terbuka
ya kecantikan wanita di benar-benar
dipublish sebisa-bisanya. Semua iklan
ada perempuan.
Iklan mobil-mobilnya kecil perempuannya
gede.
Iklan HP HP-nya kecil, perempuannya apa?
gede iklan apapun isinya apa? perempuan
itu yang menarik perhatian.
Semakin cantik semakin diperhatikan.
Oleh karena seorang bertakwa kepada
Allah dia tundukkan pandangan. Dia
tundukkan pandangan karena Allah
subhanahu wa taala. Dia tundukkan
pandangan maka Allah mencintainya.
Subhanallah. Satu pandangan mempengaruhi
nasibmu di alam barzakh. Satu pandangan
kau umbar ada pengaruhnya. Kau tundukkan
ada pengaruhnya. Semua kemaksiatan kita
tinggalkan karena Allah maka Allah
semakin mencintai kita. Oleh karenanya
Allah berfirman, "Waliman khafa maqbihi
jannatan." Bagi orang yang takut dengan
maqabbihi maqahu amamal hisab itu dia
takut ketika beri di depan Allah akan
dihisab. Dia takut maka dia akan
mendapatkan dua surga. Sebagaian ahli
tafsir mengatakan hamma bil maksih. Dia
ingin maksiat tahu-tahu dia ingat dia
akan dihisab. Dia pengin melihat yang
haram, tahu-tahu dia ingat yang akan
dihisab. Maka dia tidak jadi.
Dia mau telepon cewek
nanti dihisab repot. Gak usahlah.
Dia mau browsing lihat apa yang tidak
benar, dia takut akan dihisab oleh Allah
Subhanahu wa taala. Dia pengin dengar
musik-musik ketika bersendirian, dia
takut kepada Allah Subhanahu wa taala.
Karena sebagian orang subhanallah
di antara kita banyak yang masa lalunya
kelabu eh apa gelap gulita bukan kelabu.
Ketika dia sudah ngaji terkadang timbul
nostalgia masa lalu. Ya, saya pernah
jalan sama kawan safari dakwah
ngobrol di jalan tahu-tahu bukan kawan
yang sekarang bukan ya.
pernah zaman dahulu. Jadi kawan itu
ternyata kita ke restoran ternyata dia
menjauh. Menjauh ternyata saya lihat dia
dari jauh dia nyanyi. Wow sepuas-puasnya
mumpung ustaz di sana katanya.
Subhanallah
ya.
Kita semua seperti dulu banyak bukan
semua banyaknya kita masalunya buruk ya.
Oleh karena ketika datang setan menggoda
kita untuk nostalgia maksiat
kita ingat Allah. Kita akan dihisab.
akan dihisab. Allah berfirman,
"Innalladinaq." Ini ciri orang bertakwa.
Inallina
thum minar
humubsirun.
Dalam surat Ala'raf kata Allah Subhanahu
wa taala, "Sesungguhnya orang bertakwa
jikaahum
min, setan bisik mulai mengitarinya.
Ada sentuhan-sentuhan setan. Tiba-tiba
ada ide-ide, inovasi. Pengin lihat ini,
pengin lihat anu, pengin telepon sana,
telepon sini, pengin lihat bagaimana
kabar CLBK.
Mulai itu bisikan setan. Tiba-tiba ingin
nostalgia maksiat, pengin dengar
musik-musik masa lalu, pengin nonton
film-film masa lalu. Tadakaru mereka
ingat Allah Subhanahu wa taala.
Maka kapan kita meninggalkan maksiat
karena Allah? Berarti kita bertakwa.
Kalau kita bertakwa, wallahu yuhibbul
muttaqin. Allah mencintai orang yang
bertakwa.
Allah mencintai orang yang bertakwa.
Berat zaman sekarang takwa berat. Takwa
berat. Makanya sayaing bilang bukan wali
Allah adalah yang bisa terbang
menurunkan hujan susu. Bukan.
Ada di mana? Di internet. Ada orang di
Yaman ya, dia ngaji sama wali-wali
katanya wali-wali. Kemudian disebutkan
ada wali nurunkan hujan susu di suatu
kota. Wah, luar biasa. Para sahabat a
enggak pernah turunkan hujan susu. Nabi
pun tidak pernah turunkan hujan apa?
Susu. Ini ada wali Habib Fulan turunkan
hujan susu.
Maka dia pun pergi ke kota tersebut. Dia
pergi ke masjid, dia cari orang yang
paling tua-tua. Karena ini kan cerita
turun-temurun. Mungkin orang tua masih
tahu cerita kisah itu. Maka dia datang
ke masjid ketemu orang tua kayak Ami. Om
sudah tua ini. Ee Om, pernahkah ada
hujan susu di kota ini? Kata Ami yang
sudah tua tadi, "Ente ke rumah sakit?"
[Tertawa]
Bukan, bukan itu wali. Wali itu adalah
saya bilang di zaman ini yang bisa
menundukkan pandangannya itu waliullah.
Buktinya apa? Karena Allah mencegah dia
dari maksiat. Berarti Allah membimbing
penglihatannya, Allah membimbing
pendengarannya. Faid ahbabtuhu kuntu
samahulladzi yasma bihi waadzi yubsiru
bihi. Kalau aku sudah mencintainya, aku
jaga pendengarannya, aku jaga
penglihatannya. Dia kalau lihat dengar
musik, dia gelisah. Dia melihat maksiat,
dia gelisah.
Siapa yang bisa tundukkan pandangannya
di zaman sekarang ini maka dia
waliullah. Kalau masih belum bisa, masih
wali murid.
Subhanallah. Siapa bertakwa Allah cinta.
Maka meraih cinta Allah ini bukan bukan
hanya angan-angan. Perlu perjuangan.
Perlu perjuangan. Wallahu yuhibbul
muttaqin. Allah mencintai orang yang
bertakwa
yang ketika digoda oleh setan dia sadar
saya sedang digoda. Maka dia lawan. Dia
ingat bahwasanya dia akan dihisab. Dia
ingat malaikat sedang-sedang mencatat.
Dia ngapain nih? Tergoda.
Pengin nostalgia maksiat. Malaikat sudah
siap catat tinggal dia browing. Klik
atau tidak lanjut atau tidak. Kalau dia
lanjut malaikat catat
maka cinta Allah berkurang darinya.
Waliyadzubillah.
Tib. Di antara amal yang mendatangkan
cinta Allah, Allah berfirman, "Wallahu
yuhibbus shobirin." Allah mencintai
orang-orang yang sabar. Ya, akhi. Sabar
berat zaman sekarang. Berat.
Kapan Anda bersabar, Anda dicintai oleh
Allah. Semakin tinggi level sabar Anda,
semakin tinggi level cinta Allah kepada
Anda. Sabar. Hidup ini ujian. Hidup ini
ujian
dan godaan untuk kita tidak sabar dari
banyak sisi. Banyak sekali. Banyak
sekali
kita tidak sabar.
Oleh karena seorang bersabar
dengan tiga model sabar. Sabar dalam
menjalan ketaatan. Sabar dalam
meninggalkan maksiat dan sabar ketika
terkena musibah. Orang menyangka sabar
hanya ketika terkena musibah. Gak. Sabar
itu juga sabar yang luar biasa. Di
antara sabar dalam jalan ketaatan, sabar
dalam negat. Makanya ketika Allah
sebutkan tentang ciri-ciri ibadurrahman,
Allah sebutkan banyak amal. Di akhir
ayat Allah mengatakan, "Uikazal
bimau." Mereka itulah orang-orang yang
diberi ganjaran gurfah surga yang tinggi
karena kesabaran mereka. Apa kesabaran
mereka? Ternyata amal-amal saleh. Allah
mengatakan, "Walladina yabitunahim sujad
waqiamah." Butuh sabar salat malam.
Waidza khatabahumul jahiluna qu salam.
Kalau ada orang-orang bodoh
kemudian menghina mereka, merendahkan
mereka, mereka sabar tidak menggubris.
Sabar.
Mereka sabar salat malam.
Kemudian di antara kesabaran mereka wau
billagu kirama wallinazura.
Orang-orang tidak pernah menghadiri
Azzur, tidak pernah bersaksi palsu. Zur
di antara makna zur adalah maksiat.
Mereka tidak pernah hadir acara maksiat.
Mereka tidak pernah menghadiri acara ee
keagamaan agama lain. Di antara makna
zuhur ditafsirkan oleh para salaf yaitu
acara-acara keagamaan lain.
Kemudian wa marru billag maru kirama.
Kalau mereka melewati perkara sia-sia
mereka lewat aja tidak mampir. Ini semua
butuh kesabaran
ya. Orang-orang yang bersabar mendidik
anak istri. Walladinaquabana hablana min
azwajina
minyatina qayun.
Mereka sabar mendidik anak dan istri.
Set itu Allah berkata ulika gurfah.
Mereka diberi surga yang tinggi bimaar.
Karena kesabaran mereka ternyata salat
malam butuh sabar.
Kalau enggak sabar enggak bisa continue
salat malam. Tawadu butuh sabar. Alal
ardhi hauna. Tawadu butuh sabar.
Kadang-kadang ya biar tahu kau siapa
saya.
Tunjukkan keangkuhan, tunjungan
kesombongan. Butuh sabar. Butuh sabar.
Ada seorang bertemu dengan seorang alim.
Dia berkata, "Tahukah engkau siapa
saya?" Dia ingin tunjukkan dia jagoan.
Kata orang alim tadi, "Engkau iya saya
tahu. Kau berasal dari air mani yang
hina.
Keluar dari kemaluan." Dua kali dari
kemaluan bapakmu masuk kemuluan ibumu,
keluar lagi dari kemaluan ibumu.
Sekarang kau lagi berjalan, dalam
perutmu ada kotoran.
Kalau mati tidak dikubur jadi bangkai
yang bau. Itulah hakikatnya.
Alam nakluqum mim maim mahin. Kata
Allah, "Tidakkah
kami menciptakan mereka dari air yang
hina?"
Falyandzuril insanu mimma khuliq.
hendaknya manusia merenungkan dari mana
dia diciptakan. Khuliq mim mafi dan air
terpancar dari kemaluan.
Untuk tawadu butuh sabar, untuk
meninggalkan zina butuh sabar.
Allah sebutkan di antara ciri
Abdurrahman. Mereka tidak syirik, mereka
tidak zina, mereka tidak membunuh orang.
Tidak zina butuh sabar. Sebab-sebab zina
kita tinggalkan butuh kesabaran.
Jadi sabar itu bukan hanya ketika
terkena musibah. Menjalan ketaatan,
butuh sabar meninggalkan mesej juga
sabar. Dan kita sekarang ini sangat
butuh sabar meninggalkan maksiat, sangat
butuh sabar yang luar biasa. Dan siapa
yang bersabar maka akan dicintai oleh
Allah subhanahu wa taala. Jadi Allah
berfirman, "Innallaha maobirin." Allah
mencintai orang yang bersabar. Kalau
kita lagi enggak mau sabar, aduh saya
pengin dicintai oleh Allah. Saya ingin
ditolong oleh Allah. Sabar, sabar,
sabar. Sabar. Mau marah? Sabar lagi. Mau
ngeklik sabar. Jangan sabar. Matikan HP.
Kuota dihabiskan segera. Gimana caranya?
Tayib. Di antaranya Allah berfirman,
"Innallaha yuhibbul mutawakilin."
Sesngnya Allah mencintai orang yang
bertawakal. Sering kita bertawakal,
maka semakin dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala. Tertawakal dalam
segala hal. Jangan pde dengan diri
sendiri. Tapi pah kalau kita sudah
bertawakal kepada Allah. Ya, pedah kalau
kita sudah bertawakal kepada
alaziz alhy yang maha perkasa yang maha
hidup. Kata Allah, watwakal aliz rahim
alladzi yara takumqaka fajidin
watwakaladzi la yamut. Bertawakallah
kepada yang maha hidup, yang tidak mati.
Bertawakallah kepada yang maha perkasa
yang sangat sayang. Bertawakal kepada
Allah. Maka setiap kegiatan ingat
tawakal kepada Allah. kita keluar rumah
paling tidak kita baca bismillahi
tawakaltu alallahi la haula wala quwwata
illa billah jangan lupa.
Dan tawakal itu bukan cuma ketika
mencari rezeki, bukan ketika hanya
melamar akhwat.
Ya, banyak orang tawakal kalau mencari
rezeki sama melamar ditolak tawakal
alallah diterima tawakal enggak tawakal
dalam ibadah.
Allah mengatakan watwakal alal
azizirahim alladzi yarum. Bertawakallah
kepada Allah yang melihat engkau ketika
kau sedang salat. Salat butuh fa'buduhu
watwakal alai kata Allah beribadahlah
bertawakal kepadanya. Haji tawakal umrah
tawakal puasa tawakal dakwah butuh
tawakal. Wana allawak alallah waq hadana
subulana. Para rasul ketika diganggu,
dia mengatakan, "Kenapa kami tidak
bertawakal kepada Allah dalam dakwah
kami? Sementara Allah telah memberi
petunjuk kepada kami." Jadi, jangan
batasi tawakal hanya urusan dunia. Salat
tawakal agar kita khusyuk. Salat malam
tawakal. Sebelum tidur minta kepada
Allah bangunkan untuk bisa salat salat
malam. Menghafal Quran butuh tawakal.
Taklim butuh tawakal. Ngurus anak istri
butuh apa? Tawakal. Ya, akhi. Kita gak
bisa mengandalkan diri kita. Gangguan di
luar sana yang bisa menyesatkan
anak-anak kita sangat besar. Gangguan di
sana yang bisa menyesatkan istri kita
sangat besar. Kita enggak mampu hanya
mengandalkan kemampuan kita harus
bertawakal kepada Allah Subhanahu wa
taala. Kita enggak mampu tawakal. Cari
rezeki tawakal ibadah tawakal haji
tawakal. Yang benar jangan haji visa
enggak benar.
Haji pakai visa enggak benar terus
bilang saya tawakal. Ini tawakal ngawur
seperti itu. Tawakal itu jalan yang
benar. Baru bertawakal kepada Allah.
Bukan pakai cara yang haram. Kemudian
bilang apa? bertawakal.
Oleh karenanya, semakin kita sering
bertawakal, semakin sering menyandarkan
diri kita kepada Allah, maka Allah
mencintai kita. Ibu-ibu ngurus anak
butuh tawakal. Kalau enggak susah ngurus
anak-anak. Anak-anak berat zaman
sekarang
mereka punya dunia sendiri, mereka punya
teman sendiri, mereka punya mindset
sendiri.
ngeri. Maka kita bertawakal kepada
Allah, berusaha mendidik mereka disertai
dengan doa bentuk tawakal kepada Allah
Subhanahu wa taala. Kemudian di
antaranya innallaha yuhibbul muqsitin.
Sesungguhnya Allah mencintai orang yang
adil. Adil dalam kegiatannya, adil
kepada
anak-anaknya, adil kepada
istri-istrinya. Kalau lebih dari satu,
kalau cuma satu ya adil melulu
insyaallah.
Adil dalam menghukum, adil dalam menilai
orang. Adil ya harus adil. Terkadang
kita tidak adil dalam menilai orang
lain. Terkadang kita tidak adil terhadap
anak-anak kita. Terhadap kita tidak adil
kepada keluarga kita. Adil. Ya Allah
mengatakan, "Wrimannakuman
ala allailuilu
akrqwa." Jangan kebencianmu kepada
orang-orang kafir membuat kau tidak adil
terhadap mereka. Bahkan kepada orang
kafir. Kita tidak boleh berkata tidak
adil. Harus adil. harus adil apalagi
kepada sama kaum kaum muslimin. Keadilan
sangat di diperlukan dan Allah mencintai
orang-orang yang yang adil.
Tib di antara ayat-ayat
yang menunjukkan juga cinta Allah kepada
seorang tadi kita sudah singgung yaitu
orang-orang yang bertakwa. Dan di antara
ciri-ciri orang bertakwa, Allah sebutkan
dalam Ali Imran allinafiquata
Allah, muttaqin Allah siapkan surga bagi
orang-orang yang bertakwa. Siapa orang
bertakwa tersebut? Allah sebutkan tiga
ciri. Allinafiqual
wali.
Yaitu orang-orang senantiasa berinfak
dalam kondisi lapang maupun susah. Dalam
kondisi lapang dia berinfak, dalam
kondisi susah dia berinfak. Meskipun
mungkin kurang nominalnya, tapi dia
tetap berinfak. Apalagi Allah
menggunakan fi'il mudhar yaitu yang
menunjukkan continuous tense yaitu
berkesinambungan.
Alladina yunfiquuna yang senantiasa
berinfak far dalam kondisi lapang dalam
kondisi susah. Walkadi minal ghaid.
Orang-orang yang senantiasa meredam
amarah ini susah.
Alkad minal gis itu dia mampu
melampiaskan tapi dia redam dan berat.
Kenapa? Alkadimin itu marah sudah di
puncak. Ibarat air sudah di puncak akan
luber dia ikat. Itu namanya alkadimin.
Sudah mendidih kemarahan dia lawan.
itu Allah cinta orang seperti ini. Mau
lampiaskan atau mau dicintai Allah?
Ha sudah lepas. Allah cinta saya.
Bismillah. Kalau emosi emosi.
Melampiaskan bisa tapi ingat cinta Allah
mudah kita tinggalkan semua. Walina
aninas. Mau marah bisa, mau digampar
bisa,
mau dipatahin tulangnya bisa.
Tapi wal afina aninas orang-orang yang
memaafkan orang-orang yang menzaliminya.
Ya wallahu yuhibbul muhsinin. Allah
mencintai orang yang berbuat ihsan.
Subhanallah. Allah buka dengan ini
sifat-sifat orang muttaqin.
Senantiasa berinfak. Dia yakin tentang
janji Allah. Dia meredam amarah dan dia
maafkan orang menzaliminya. Setelah
Allah tutup di akhir ayat. Wallahu
yuhibbul muhsinin. Allah mencipta orang
berbuat lisan. Karena kata para ulama,
tidak ada yang bisa melakukan ini.
Senantiasa berinfak, berkesinambungan,
tidak berhenti, dan senantiasa bisa
meredam amarah, dan senantiasa berlapang
dada memaafkan orang lain, kecuali yang
telah mencapai derajat ihsan, derajat
yang tinggi. Merasa senantiasa dilihat
oleh Allah subhanahu wa taala sehingga
dia tahu bahkan urusan dadanya, urusan
hatinya, Allah melihat apa yang bergulir
di dadanya. Kalau dia maafkan, Allah
tahu. Dia meredam amarah, Allah tahu.
Meskipun tidak ada yang melihatnya. Tapi
dia tahu Allah melihatnya, maka dia
telah mencapai derajat ihsan. Demikian
mungkin ada satu terakhir saya sampaikan
juga ee hadis di mana Rasul sahu alaihi
wasallam mengatakan, "Innallaha yuhibbul
abdqial ganial khfi." Ini hadis terakhir
hadis Saad bin Abi Waqqas radhiallahu
taala anhu dalam Sahih Muslim.
Sesungguhnya Allah mencintai seorang
hamba yang bertakwa. Sudah kita bahas
tadi bertakwa abdqiya alghaniyal khofi
alghani yaitu dia merasa cukup. Ada yang
mentafsirkan qanaah. Dia tidak merasa
cukup ya dengan apa yang dia miliki. Dia
juga mendatangkan cinta Allah kepadanya.
Dia tidak tamak dia merasa cukup.
Qanaah qanu. Kemudian alkhafi yang suka
menyembunyikan dirinya tidak suka
tampil. Seorang berusaha tidak suka
tampil kecuali dia terpaksa untuk
tampil. Ya, Ustaz terpaksa tampil tapi
jangan bertampil berlebihan yang tidak
perlu. Kalau bisa tampil untuk taklim,
taklim untuk taklim aja. Di luar itu
tidak perlu apa tampil. Ya, tidak perlu
tampil kecuali diperlukan. Ya, kalau
antum panitia tidak usah tampil, kalau
bisa jangan tampil. Karena penampilan
itu bikin masalah. Kalau antum tampil
hati antum tidak mudah untuk ikhlas.
Saya katakan tidak mudah ikhlas. Makanya
saya ingatkan kepada para kawan-kawan,
para dai, kita amanah di hadapan Allah.
Kita juga perhatikan masalah audiens.
Jaga keikhlasan mereka. Ikhlas itu tidak
mudah. Kalau kita tampilkan murid kita
baru ngaji, kita pamerkan, khawatir dia
goyang niatnya. Tidak mudah. Siapa tidak
bangga foto sama ustaz? Bangga atau
tidak? Apalagi makan sama ustaz. Apalagi
sudah bayar 2,5 juta makan sama ustaz.
Bangga atau tidak? Senanglah. Cuma
hatinya bagaimana? Wallahualam. Kita
enggak tahu. Jaga hati audiens. Jangan
suka tampilkan mereka. Ya, kalau kita
dekat sama mereka tidak perlu harus
dibuat konten
sedikit-sedikit konten-konten
kontainer ya.
Oleh karenanya khafi khofi itu orang
yang tidak suka tampil
dia sibuk mencari keridaan Allah
Subhanahu wa taala yang pikiran dia
bagaimana Allah tahu sudah cukup. Allah
mengatakan fainnallaha bihi alim. Apapun
yang kalian infakkan, apa yang kalian
perbuatan kebaikan fainnallaha bihi
alim. Allah sudah tahu, sudah cukup.
Allah tahu, selesai.
Sebisa mungkin tidak tampil, jangan
tampil.
Saya punya kawan-kawan luar biasa infak
mereka. Mereka tidak mau tampil. Mereka
tidak mau tampil sama sekali.
Sedikit pun tidak pengin tampil.
Itu kita lihat nyata. Ada teman-teman
kita yang begitu. Padahal infak mereka
miliar-miliaran. Ini yang baru infak
Rp00.000 pengin tampil.
Oke. Jaga jaga in R.000 latihan jangan
tampil ya.
infak miliar-miliar tidak pengin tampil.
Bahkan kalau disebut marahnya muka
disebut namanya dia marah. Marah serius
muka merah marah. Kenapa sebut-sebut
nama saya? Latih murid-murid kita
seperti itu. Bukan kita tampilkan mereka
ya, Guys. Guys,
akhirnya dia terbiasa tampil. Padahal
Allah mencintai hamba yang suka alkfi,
tidak pengin tampil. Kalau tidak diingin
tampil, dia lebih dekat kepada ikhlasan,
jauh daripada ria.
Demikian saja ikhwan dan akhwat kajian
kita karena sudah malam tidak ada tanya
jawab. Sampai sini saja. Semoga Allah
menjadikan kita hamba-hamba yang
dicintai oleh Allah subhanahu wa taala.
Amin.
Apa yang saya sampaikan semoga bisa kita
praktikkan dalam kehidupan kita
sehari-hari. Subhanakallah wabihamdik
asadu alalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.