Transcript
1nhc1XXyt3A • Syarah Rinci Rukun Iman #54: Takdir - Ust Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2528_1nhc1XXyt3A.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufikihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuimani
wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul
ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi
wa ashabihi wa ikhwan eh hadirin dan
hadirat yang dirahmati Allah subhanahu
wa taala pada kesempatan kali ini kita
akan mulai masuk pada pembahasan rukun
iman yang terakhir yaitu al iman
bilqadar iman kepada takdir. ya,
iman kepada takdir.
Dan insyaallah pembahasannya kita
menjadikan ee
tiga
pembahasan ya
atau ya mungkin sekitar tiga pembahasan
ya. Ada pembahasan yang pertama tentang
ee
maratib yaitu maratib iman.
Iman kepada takdir.
Maratib maksudnya tahapan-tahapan atau
tingkatan-tingkatan. Ya, maratib
maksudnya tahapan-tahapan atau
tingkatan.
Tahapan-tahapan.
Kemudian nanti kita akan bahas juga
tentang ee yang berikutnya
adalah
kaidah-kaidah terkait takdir ya.
kaidah-kaidah
terkait iman kepada takdir.
Setelah itu kita akan bahas juga
insyaallah yang ketiga adalah
penyimpangan-penyimpangan terkait
takdir.
Penimbangan-penyimbangan
terkait
iman kepada takdir
yang nanti kita bisa bagi menjadi dua
penyimpangan tersebut. kita bisa bagi
jadi dua. Pertama, penyimpangan yang
mengeluarkan dari Islam.
Yang mengeluarkan dari Islam.
Ee yang kedua yang tidak sampai
mengeluarkan. Yang kedua ee penyimpangan
yang tidak mengeluarkan.
Mungkin yang keempat nanti kita bahas
tentang syubhat dan bantahan ya. Empat,
syubhat dan bantahan.
Tib. Ee
ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa
taala, kita masuk pada pembahasan yang
pertama ya tentang
ee maratib aliman bilqadar. Ini sudah,
Ibu-ibu.
Tib.
Jadi, pertama kita akan bahas tentang
maratibul
iman bilqadar.
Kita boleh terjemahkan dengan rangkaian
tahapan.
Rangkaian tahapan iman kepada takdir.
Iman kepada takdir.
Kita buka dengan perkataan al Imam
Ahmad. Al Imam Ahmad berkata,
Qala Ahmad rahimahullah,
al-qadar qudratullah.
Kata Imam Ahmad dalam perkataan yang
masyhur, takdir
adalah kekuasaan Allah. Kekuasaan Allah.
Sehingga siapa yang mengingkari takdir,
maka dia telah mengingkari kekuasaan
Allah Subhanahu wa taala. Kenapa
dikatakan takdir adalah qudratullah?
Logikanya karena takdir ini menjelaskan
sebelum Allah menciptakan alam semesta,
Allah merencanakan terlebih dahulu,
mengkonsep terlebih dahulu Allah catat
baru Allah
eksekusi. Ya, baru Allah eksekusi.
Sederhananya seperti kalau kita kalau
kita insinyur di dunia atau misalnya ee
apa namanya developer ketika ingin
bangun rumah atau membangun perumahan
maka dia pasti
menggambar terlebih dahulu. Dia menyusun
rencana kemudian dia menulis
tahapan-tahapan
ee pelaksanaan. Setelah dia tulis
semuanya, setelah dia rencanakan, dia
siapkan bahan-bahannya.
Dia rencanakan dalam waktu setahun akan
selesai. Kemudian dia eksekusi. Ini
kalau di di kalau kita manusia maka
disebut dia mentakdirkan sebelum dia
mengeksekusi. Mentakdirkan itu
mengkadarkan terlebih dahulu.
Gampangannya
merencanakan terlebih dahulu. Namun di
kalau kita lihat manusia sering mereka
merencanakan ternyata gagal. Sering atau
tidak? Sering. Kenapa gagal? Karena ilmu
dia tidak luas. Ilmu dia hanya ee
sebagian parsial tidak makro. Kemudian
juga ee kesiapan terbatas, kemampuan dia
terbatas, kemampuan dia terbatas untuk
membayar pekerja juga terbatas,
pekerjanya juga kemampuannya terbatas.
Terkadang ada perubahan rencana di
tengah jalan. Banyak hal yang akhirnya
menjadikan gagal atau memperlambat atau
menunda atau merubah. Merubah dari
rencana awal. Ini sering terjadi banyak.
Kita lihat sekarang kenyataan ya proyek
ternyata gagal atau berubah ya atau
mangkra. Banyak hal. Kenapa? Karena
semuanya kembali pada ketidakmampuan.
Paham? Perhatikan. Adapun manusia,
adapun makhluk,
maka betapa sering berencana.
[Musik]
Berencana
tapi eksekusinya tidak sesuai dengan
apa? Rencana.
tidak sesuai rencana.
Yang ini sebabnya banyak kenapa tidak
sesuai? Terkumpul pada sebab utama
ketidakmampuan.
[Musik]
Apanya? Kurangnya apa? Kemam kemampuan.
Tidak memiliki kdrah.
Yaitu kudrahnya kurang.
Kudrah naqisah.
Kudrahnya kurang.
Adapun Allah Subhanahu wa taala kalau
merencana pasti terjadi sesuai dengan
apa yang dia rencanakan.
Allah kalau rencana Allah catat pasti
terjadi sesuai dengan yang dia
rencanakan.
Paham, Ibu-ibu? Makanya masalah iman
kepada takdir ini terkait dengan
rububiyah, terkait dengan sifat apa?
Kudrah, kekuasaan Allah Subhanahu wa
taala. Makanya saya katakan tadi ini
manusia. Adapun Allah
kalau berencana pasti terjadi.
[Musik]
Kalau merencanakan
pasti terjadi. Kenapa pasti terjadi,
Ibu-ibu?
Kenapa terjadi? Karena Allah maha kuasa.
Karena Allah maha kuasa. Karena Allah
qadirun ala kulliin qodir. Innallah maha
kuasa.
[Musik]
Innallah
ala kulli saaiin qodir.
Tib. Jadi inilah kira-kira gambaran
filosofi tentang takdir. Takdir itu
sebenarnya perencanaan yang Allah ee
tetapkan sebelum Allah menciptakan.
Sebelum Allah menciptakan sebelum Allah
mengeksekusi.
[Musik]
Dari sini para ulama membahas tentang
maratibul iman bilqadar. Rangkaian
tahapan iman kepada tadi secara
sederhana ada empat. Ada empat. Yang
pertama adalah al-ilm.
Yang kedua adalah al-kitabah, penulisan.
Yang ketiga adalah al-masyia'ah,
kehendak.
Yang keempat adalah al-khalq.
Terjemahannya alilm adalah ilmu kitabah
penulisan.
Masyiah itu kehendak.
Khalq itu penciptaan. Penciptaan
atau eksekusi.
Baik.
Ilmu maksudnya apa? Al-masyiah. Ya.
Almasyiah.
Ilmu. Maksudnya Allah sebelum
menciptakan Allah telah mengilmui apa
yang akan dia ciptakan. Ibarat kita mau
bikin rumah, kita punya ilmu tentang
rumah tersebut enggak? Ya, gampangannya
demikian. Kalau kita bikin ilmu, ilmu
yaitu ilmu tentang apa yang akan Allah
ciptakan. Ilmu
tentang apa yang akan diciptakan.
Apa yang akan diciptakan?
diciptakan.
Kemudian ilmu tersebut ditulis. Ilmu
tersebut
ditulis di lauhil mahfuz di
lauh
almahfuz.
Paham ibu-ibu? Jadi ini sedeki
sederhana. Mau mau bikin sesuatu ilmui
dulu kemudian di dicatat. Catatnya di
mana? Luhil mahfud. Kemudian semua
rencana tersebut atas kehendak Allah.
Semua rencana
tersebut atas kehendak Allah. Tidak ada
yang keluar dari kehendak Allah.
Tidak ada yang keluar dari kehendak
Allah Subhanahu wa taala. Sehingga semua
rencana tersebut di atas kehendak Allah
Subhanahu wa taala. Ini namanya
Al-Masyiah. Kemudian setelah itu
eksekusi.
Eksekusi
semua yang dicipta.
dicipta
sesuai renca rencana.
Nah, ini sederhananya seperti itu.
Inilah konsep takdir. Kalau kita mau apa
namanya ee maratib kita rangkaian
tahapan tahapan atau kita bilang apa?
Konsep
konsep takdir. Bahasa sederhananya lah.
Apa sih konsepnya? Konsep sederhana
ee
apa? berilmu tentang apa yang akan
diciptakan perencanaan tersebut.
Perencanaan tersebut ditulis sesuai
semua perencanaan sesuai dengan kehendak
Allah. Kemudian eks eksekusi.
Paham sampai sini ibu-ibu, Bapak-bapak?
Ini logikanya. Coba kita akan masuk
perincian setelah ini. Kita akan masuk
perincian setelah setelah ini.
[Musik]
Bedanya kalau manusia
merencanakan sering meleset. Ya, kenapa
meleset? Karena kudrahnya ku kurang.
Kudrahnya kurang. Mungkin ilmunya
kurang, kemampuannya kurang.
Ilmunya kurang sehingga berubah-rubah.
tidak tahu tentang masa depan, tidak
tahu ilmunya cuma mikro, tidak makro,
sehingga sering berubah. Sering berubah.
Itu banyak sekali rencana yang mereset.
Banyak sekali ya. Banyak sekali tidak
sesuai dengan kehendak yang terjadi
tidak sesuai dengan apa? Kehendak.
Bertentangan dengan kehendak tapi tetap
harus dijalankan. Ketika dieksekusi
ternyata juga tidak sesuai banyak.
Adapun kalau Allah karena dia adalah
innallah ala kulliin qodir, maka
semuanya pasti tidak ada yang mele
meleset.
Tib ini secara sederhana konsep tentang
tahir. Sekarang perinciannya
perinciannya
[Musik]
perincian pertama tadi apa? Pertama
ilmu. Terus apa?
Alkitab penulisan terus apa? Kehendak
terus apa?
Khalq. Khalq penciptaan atau eks
eksekusi. Eksekusi.
Ingat ya filosofinya. ilmu dulu ilmunya
terus dica dicatat setelah dicatat
kemudian sesuai dengan kehendak enggak
ada yang meleset dari kehendak tidak
terpaksa sesuai kehendak baru kemudian
penciptaan atau eksekusi. Sekarang kita
bahas tentang ilmu. Sekarang martabah
yang pertama atau marhala al-ula namanya
alilm.
Ilmu.
Ilmu Allah ini luas ya. Ilmu Allah luas.
Allah
bikulliin alim. Minallah bikulliin
Allah. Ilmu Allah luas. Ilmu Allah
mencakup.
Perhatikan.
Ee
ilmu Allah mencakup
yang telah terjadi ya,
mencakup
semua yang telah terjadi.
Kemudian yang sedang terjadi, semua yang
sedang terjadi,
yang sedang
terjadi.
Perhatikan sini ada telah, ada apa se
sedang.
Kemudi yang berikutnya
semua yang akan terjadi, yang akan
terjadi
ah ini ada akan berarti belum terjadi
tapi akan terjadi.
Terakhir semua yang tidak terjadi.
Semua yang tidak terjadi. Seandainya
terjadi kayak apa terjadi?
Seandainya terjadi
seperti apa?
seperti apa
yang ya seandainya terjadi seperti apa
bab ini ilmu Allah Subhanahu wa taala
dan ilmu Allah
ee
TB semua yang telah terjadi yang sedang
terjadi akan terjadi. Bahkan yang tidak
terjadi kalau terjadi seperti apa?
Seperti Allah Subhanahu wa taala dalam
surat at-Taubah 47. Perhatikan.
Quran surah at-Taubah ayat 47.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Lau khju
fikumukum
khala." Ya, jika mereka orang-orang
munafik berangkat bersama kalian,
niscaya mereka tidak menambah kalian
kecuali kerusakan belaka. Jadi, orang
munafik tidak ikut perang. Yang terjadi
mereka tidak ikut perang. Tapi kalau
mereka ikut perang, mereka pasti bikin
kacau.
Ya, tapi Allah mengatakan yang terjadi
adalah mereka tidak berangkat perang.
Namun seandainya mereka berangkat perang
akan bikin kacau. Seperti juga Quran
surah Al-An'am ayat 28,
Allah berfirman tentang orang-orang di
neraka yang mereka ingin minta
dikembalikan ke dunia untuk beramal
saleh kembali. Kata Allah, "Walau ruddu
seandainya orang-orang kafir yang di
neraka dikembalikan ke dunia laadu
limanuhu maka mereka akan kembali lagi
pada apa yang mereka dilarang." Wa
inahum lakadibun. Dan sesungguhnya
mereka berdusta. Orang-orang yang sudah
masuk neraka bisa kembali lagi ke dunia
enggak?
Enggak bisa. Orang sudah masuk neraka
bisa kembali ke dunia enggak? Enggak
bisa. Tapi Allah mengatakan yang terjadi
sekarang mereka tidak bisa balik ke
dunia. Tapi kalau mereka balik ke dunia
mereka pasti kembali lagi na nakal.
Kembali lagi kafir. Maka Allah tahu apa
yang tidak terjadi. Seandainya terjadi
seperti apa, Allah juga tahu.
Tib. ini ilmu Allah terkait dengan
takdir ya. Jadi ee
kemudian
Allah catat ilmu tersebut. Kita masuk
pada tahapan kedua namanya apa? Pen
pencatatan alkitabah. ini tadi yang
pertama
[Musik]
Paham Ibu? Kira masuk yang kedua
namanya alkitabah. Yang kedua namanya
alkitabah.
pencatatan ilmu tersebut.
[Musik]
Baik. Ee Allah berfir atau apa namanya?
ee
Allah subhanahu wa taala Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengabarkan ya
atau Allah mengabarkan dalam Al-Qur'an
ya
dalam Al-Qur'an
saya bacakan dalam surah Al-An'am 59
Quran 6 kata Allah Subhanahu wa taala
wama taskutu warqatin illa yaamuha ya
tidak ada satu daun yang gugur pun
kecuali Allah mengetahuinya. W habin
fiulumatil ardi w ratbin. Tidak ada
suatuun
ee biji dalam kegelapan bumi
yang tenggelam dalam kegelapan bumi.
Biji-bijian. Watbin wala yabisin. Tidak
ada suatu yang basah maupun kering. Illa
fi kitabi mubin. Kecuali telah tercatat
di lauhil mahfuz. Jadi semua sudah
tercatat di lauhil mahfuz.
Jadi dalilnya ini dalil.
Kemudian juga seperti Allah berfirman,
ma musibatin f ar fi anfusikum
fi kitabin minqabaha inikaahi
kitabin
minqobli anabaraaha dalam surah eh
al-hadid
surah al-hadid
ee
22 Ya Quran surah Al-Hadid. Surah ke
berapa itu? Surah 57
ayat 22. Saya bacakan ya. Tidak ada
musibah yang menimpa di bumi atau
menimpa diri kalian kecuali telah
tercatat di kitab di lauhil mahfud.
Minqobli anabroah. Sebelum kami
mengeksekusinya, sebelum kami
menciptakannya. Jadi sebelum musibah
terus menimpa sudah tercatat. Innzalika
alallahi yasir. Semuanya mudah bagi
Allah. Ini di antara ayat yang
menunjukkan ini semua masalah
qudratullah.
Apapun yang menimpa kalian sudah
tercatat sebelumnya di lauhil mah M
mahfuz sebelum kami mengeksekusinya.
Innzalika alallahi yasir itu mudah bagi
Allah. Maka ini ee takdir terkait dengan
qudratullah
tayib. Demikian juga Allah berfirman
dalam surat Yasin
ayat 12. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Wlu waaiin ahsainahu fi imamin mubin."
Ya, tidak ada suatu segala sesuatu
kecuali kami telah catat di lauhil
mahfud. Tib dalil dalam Al-Qur'an ini
dalil.
Kemudian yang kedua,
pembahasan kedua, kapan pencatatan?
Kapan pencatatan terjadi?
Datang dalam hadis Rasul sahu alaihi
wasallam mengatakan,
"Kataballahu maqir alkalaik qlaq
samawati wal ard bs alfanah." Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, Allah
mencatat
seluruh takdir makhluk.
Takdir makhluk
50.000 1000 tahun
sebelum Allah ciptakan langit dan bumi.
Sebelum Allah menciptakan langit dan
bumi.
[Musik]
Sekarang pertanyaan Ibu-ibu,
bumi dan langit kapan diciptakan?
Ada yang tahu enggak?
Enggak tahu. Saya tahu. Yaitu 50.000
tahun setelah dicatat lauhil mahfuz.
[Tertawa]
Nah, sekarang pertanyaannya kapan Allah
ciptakan langit dan bumi? Kita enggak
tahu kapannya. Nah, takdir itu 50.000
tahun sebelum sebelum itu. Adapun kapan
pencipta langit dan bumi enggak ada yang
tahu ya. Kata Allah, "Ma asuhum
khqamawati wal khq anfus
mudinaud." Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Kami tidak pernah membuat mereka
menyaksikan penciptaan langit dan bumi."
Enggak ada yang tahu. Semuanya hipotes
aja dugaan. Entah jutaan lalu, entah ada
yang bilang miliaran miliaran tahun yang
lalu, wallahuam. Yang lebih tahu adalah
Al. Nah, takdir itu dicatat di Lauhil
mahfuz 50.000 tahun sebelum sebelum itu.
Paham?
Tib. Pembahasan berikutnya
ini kapan pencatatan yang ketiga, apa
yang dicatat? Apa yang dicatat?
Yang dicatat adalah
takdir seluruh makhluk ya yang akan
diciptakan
adalah takdir
seluruh makhluk
yang akan diciptakan.
Dalilnya kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Awalu ma khalaqallahu
alqalam." Pertama kali ciptakan pena.
Pena berkata, "Wam aktub." Kata Allah,
"Uktub wahai pena tulislah." Kata pena,
"Wamza aktub." Apa yang aku tulis? Kata
Allah, "Uktub maqadir alkalaiq.
Uktub maqadir kainin
yaumilqiamah." Ya, catatlah seluruh
takdir makhluk sampai hari kiamat. Ya,
jadi
takdir seluruh makhluk yang akan
diciptakan
hingga hari apa? Hingga hingga hari
kiamat.
[Musik]
Uktub maqadiru kulli hatta takum masaah.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Uktub maqir
kulli syaaiin
hatta taquumasaah."
[Musik]
Tulislah takdir segala sesuatu sampai
tiba hari kiamat. Berarti pembahasan
berikutnya,
pencatatan lauhil mahfuz itu ada batasan
dari awal sampai akhir. Ibu-ibu
perhatikan sini. Ini yang keempat.
Berarti kesimpulan
data yang ditulis
ditulis di lauhil mahfuz
almahfuz
terbatas.
Terbatas. Coba batasnya di mana,
Ibu-ibu? Rentang apa? E jadi dari
pertama kalau kita awal
sama a akhir. Kalau awalnya tadi apa?
50.000 tahun sebelum langit dan bumi.
[Musik]
Awalnya adalah 50.000 1000 tahun
[Musik]
sebelum
cipta sebelum langit dan bumi.
[Musik]
Akhirnya kapan, Ibu-ibu? Hingga hari
kiamat. Hingga tegak hari kiamat.
[Musik]
Dari sini kita tahu. Ibu-ibu yang
dirahmati Allah Subhanahu wa taala. J
ada rentannya di sini. Ada rentannya
ini. Ada apa namanya?
rentan ya atau ranahnya ada ranahnya tuh
cuma ini sampai sini ini ranahnya ya
dari sini kita tahu tidak semua ilmu
Allah ditulis lauhil mahfud benar atau
tidakb
kita sekarang kalau saya kasih gambaran
begini
Allah kan qadim qadim itu apa azali
Allah qadim
qadim atau apa azali
qadimun atau azali atau bahasa kalau
hual awal wahual awal hual awal itu
tanpa permulaan kalau bahasa kita tanpa
per permulaan
semua makhluk pasti dimulai dari tidak
ada kemudian menjadi ada adapun Allah
tanpa permulaan kemudian Allah juga
al-akhir. Al-akhir. Allah al al-akhir
atau disebut abadi ya abadi
tanpa apa penghujung
Tib sekarang ilmu Allah juga azali ilmu
Allah juga azali ilmu Allah juga azali
dan ilmu Allah juga abadi
[Musik]
Kalau kita bikin titik di sini, titik
ini garis waktu misalnya
ini garis waktu.
Taruhlah kita bilang di sini poin ini
penciptaan langit dan bumi.
Terlalu pendek ya garisnya. Ulang.
kita kasih garis panjang
[Musik]
ini dan seterusnya. Ini juga dan se
seterusnya. Iya enggak? Waktu itu kan ab
tidak ada pengujung dan juga tidak ada
awal kalau terkait dengan Allah
Subhanahu wa taala ya. Tayib ini azali.
Ini apa? Aba abadi. Taruhlah di sini
titik ini.
Penciptaan langit dan bumi.
Berarti lauhil mahfuz pencatatannya di
mana? Sebelumnya atau sesudahnya?
Sebelumnya. Di sini. Ini pencatatan
lauhul mahfud.
Lauh mahfuz.
Nah, ini jaraknya adalah berapa?
50.000 tahun. 50.000 tahun.
Tib. Tarah di sini titik hari kiamat.
Titik kiamat ada waktunya. Titik enggak
tahu kapan titik terjadinya hari kiamat.
Ada yang tahu kapan terjadi hari kiamat?
Enggak ada yang tahu. Meskipun ada yang
apa ngarang. Ada. Ada yang sudah bilang
entar lagi 20 tahun lagi, 30 tahun lagi.
Dulu ada yang pernah hitung. Dia hitung
mungkin 10 tahun lalu di ceramah dia
bilang hari kiamat tinggal 30-an tahun
ya berarti tinggal 20 tahun lagi. Ya
tentunya terjadinya hari kiamat TB.
Sekarang sebelum pencetan lauhul mahfuz
berapa waktu sebelum ini? Ini berapa
lama di sini? Berapa? Berapa juta tahun
di sini? Gak tahu. Miliar tahun gak ada
ujungnya. Karena Allah ada tanpa ada
permu permulaan. Jadi berapapun waktu
sebelum pencatatan lahil mahfuz banyak
tidak ada ujungnya. Paham? Tidak ada
ujungnya. Dan di sini ada hal-hal
tentang ilmu Allah Subhanahu wa taala.
Ini ada di sini terkait ilmu Allah.
Terkait ilmu Allah ya. Yang sebelum
pencatatan lauhil mahfuz. Paham? Sebelum
pencatatan lauhil mahfuz dan ke
belakang. Ini juga ilmu Allah punya ilmu
tentang hal tersebut.
Nah, ranah dari catatan lauhil mahfuz
cuma ini terkait dengan makhluk sampai
hari kiamat. Ini ranah lauhil mahfud,
ranah
pencatatan lauhil mahfuz
di lauhil mahfuz. Lauh mahfuz.
Baik. Setelah hari kiamat juga tanpa
batas. Setelah hari kiamat ini abadi
tanpa batas.
Ini tidak tercatat ini tidak dicatat.
[Musik]
Maksud saya, Ibu-ibu yang dirahmati
Allah Subhanahu wa taala ya dicatat
tauhid mahfud itu tidak semua ilmu Al
paham.
Yang dicatat adalah apa yang akan
terjadi
ya sejak pena dicatat sampai
tegaknya hari kiamat. Apa yang
teristilah hari kiamat? Tanpah
penghujung. Kalau semua dicatat maka
pena tidak akan pernah berhenti
mencatat.
Kalau semua ilmu Allah dicatat tidak
pernah berhenti mencatat. Karena ilmu
Allah yang sabqali
juga tidak ada penghujungnya. Dan ilmu
Allah yang abadi juga tidak ada
penghujungnya.
maksudnya tentang makhluk-makhluk akan
terjadi setelah hari kiamat di surga
kayak apa kan tidak akan berhenti
kegiatan kalau semua dicatat maka lauhil
mahfuz tidak akan ber berhenti. Jadi
maksud saya ranah lauhil maf ada yaitu
yang dicatat sejak pena diciptakan oleh
Allah kata Allah awalu ma khalaqallahul
qqalam yang pertama kali diciptakan
adalah pena Allah berkata ukttu tulislah
kata pena w aktub apa yang aku tulis
kata Allah uktub hua kainqiamah tulislah
apa yang akan terjadi sampai hari kiamat
situ setelah tertulis baru
berhentufiatil
aqlam wfati suhuf pena telah diangkat
dan lembaran telah kering
mengerti ibu-ibu Bu, Bapak-bapak Tib.
Jadi ini secara sederhana.
Jadi setelah itu
[Musik]
pena diangkat,
lembaran telah kering.
Maksudnya apa, Ibu-ibu? Tidak bisa ditip
lagi, tidak bisa dirubah lagi. Tidak
bisa dirubah lagi.
[Musik]
Ini marhala yang kedua namanya
alkitabah.
Ya,
yang ini. Ini. Oke, silakan.
[Musik]
Ini terkait ilmu Allah yang sebelumnya
tidak dicatat,
tidak dicatat di Lauh Mahfuz.
Jadi yang dicatat cuma ini aja. Ini yang
dicatat. Ini yang dicatat.
[Musik]
Setelah ini tidak dicatat lagi.
[Musik]
Mana?
Oh, enggak sal lagi yang mana? ini.
Oke.
[Musik]
Tayib. Sudah. Sekarang kita masuk pada
marhala yang ketiga.
Yang ketiga namanya Almasyiah. Yang
ketiga namanya apa?
Almasih
Almasyiah yaitu kehendak. Saya ingatkan
lagi kepada para hadirin dan hadirat
dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
Filosofi takdir yaitu Allah mengilmui
apa yang akan dia cipta ciptakan.
Setelah itu ilmu tersebut Allah catat di
mana? Lauhil mahfuz. Allah catat selesai
kering tidak bisa beru berubah. Setelah
itu Allah mengeksekusi dan semua yang
Allah catat tadi sesuai dengan kehendak
Allah. Adakah di luar kehendak Allah?
Enggak ada. Ya. Jadi kehendak Allah ini
kalau kita boleh katakan semua yang
Allah catat,
[Musik]
yang Allah catat yaitu berarti yang
Allah rencanakan kan
rencanakan
tidak ada yang keluar dari kehendak
Allah.
keluar dari kehendak Allah.
Paham? Demikian juga semua yang akan
Allah eksekusi. Jadi dua poin satu dua.
Semua yang akan Allah eksekusi.
Eksekusi. Eksekusi maksudnya Allah cipta
ciptakan Allah wujudkan dalam alam
nyata. Paham? itu Allah cipta ciptakan
eksekusi atau ciptakan
atau wujudkan dalam alam nyata. Allah
jadikan ya
jadikan tidak ada yang keluar dari
kehendak Allah.
Maksud saya semua kejadian itu pasti
atas kehendak siapa? Allah. Paham?
Sekarang ternyata kalau kita lihat apa
yang Allah catat dan apa yang Allah
ciptakan ini ada dua hal.
Kalau kita mau
bagi
apa yang Allah catat atau apa yang akan
terjadi ada dua model.
Yang pertama
yang baik.
Yang kedua yang tidak yang tidak baik.
Yang tidak baik. Kata jamanya iblis,
Firaun,
musibah-musibah
yang kita tidak suka, bencana alam dan
yang lainnya musib-musibah ya terjadinya
maksiat-maksiat
[Musik]
dan lain-lain. Ya. Adapun yang baik-baik
misalnya ketaatan
ee Jibril alaih salam, Nabi Musa, Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam,
para nabi
dan lain-lain. Ini namanya
kebahagiaan-kebahagiaan ya. Ternyata
maka itulah yang disebut dengan anumina
bil qadari khairi wa syarihi. Inilah
yang kalau kita sederhananya kita
bilang, "Engkau beriman kepada Allah,
iman kepada takdir,
baik maupun bu buruk."
Baik maupun buruk. Maksudnya sebagaimana
kau beriman yang baik dicatat oleh
Allah, yang buruk juga yang catat siapa?
Allah. Sebagaimana kau beriman, yang
baik yang ciptakan Allah, yang buruk
juga yang ciptakan siapa? Allah
Subhanahu wa taala.
Sampai sini paham?
Sampai sini masih paham?
Adakah di alam semesta ini yang terjadi
di luar kehendak Allah? Enggak ada.
Kalau ada yang selain kehendak Allah
berarti ada Tuhan selain Allah.
Atau ternyata Allah kecil ternyata di
luar di kehendak Allah. Berarti Allah
tidak maha bukan maha kua kuasa.
Oleh karena semua yang terjadi baik atau
buruk pasti atas takdir Allah. Itulah
iman. Aliman bilqadar khairihi waarrihi.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"An tummina bilqadar."
An tummina bilqadar khairi wa syarrihi
khairihi wa syarrihi. Engkau beriman
kepada takdir baik maupun buruk. Timbul
pertanyaan, kenapa Allah menghendaki
suatu yang buruk? Nah, ini timbul
pertanyaan. Pertanyaannya, kok bisa
Allah kehendaki yang buruk?
Pertanyaan,
kenapa
Allah
Kenapa Allah
menghendaki
[Musik]
yang buruk? Perkara-perkara yang buruk.
Paham, Ibu-ibu?
Tunggu dulu saya nanti saya yang jawab
yang ini pertanyaan.
Iya benar jawabannya ujian
ya.
Sampai sini masih paham
Tib kita jelaskan.
Kehendak Allah ada dua.
Iradatullah
ee
atau almurad ee apa iratul atau bukan
iradah apa almurad yang dikehendaki.
[Musik]
Yang dikehendaki oleh Allah
oleh Allah.
ada dua
dua macam.
Yang pertama adalah dikehendaki secara
zatnya.
Dikehendaki Allah secara zatnya.
[Musik]
Secara zatnya atau secara langsung?
Atau secara langsung.
[Musik]
Kalau kita bilang apa? Muradan
lidzatihi. Anyakuna muradun
lidzatihi
lidati. Dikehendaki oleh secara secara
langsung. Ini semua kebaikan-kebaikan.
Ini semua kebaikan-kebaikan.
Yang kedua adalah dikehendaki
untuk lainnya, tidak secara zatnya.
dikehendaki terjadi
untuk perkara lain di balik itu.
Perkara lain di balik itu.
Perkara lain yang baik di balik itu.
Perkara lain yang baik
di balik itu
namanya muradun lighhairihi.
muradun
lihairihi.
Artinya jika ditinjau dari sisi zatnya
maka dia buruk. Tapi di balik itu
keburukan tersebut ada keba kebaikan.
Contoh Allah firmankan lihat surat Arrum
41. Contoh sederhananya Quran surah
Ar-Rum 41
saya baca saya tuliskan ya ee biar biar
biar gampang, biar sederhana. Kata
Allah, "Doharal fasadu
fil barri
wal bahri bima
kasabat aidinas."
Saya rusak, saya rasa ayat ini banyak
yang hafal karena dulu kita belajar
agama disuruh belajar ayat ini. Ingat
enggak?
[Musik]
amum baad
ba'dalladzi amilu
la'allahum yarjiun
tib ibu-ibu saya bacakan artinya
telah nampak kerusakan alfasad artinya
apa kerusakan
telah nampak di mana di lautan dan di
daratan aki Akibat ulah perbuatan
manusia bimbat aidinas akibat ulah
manusia
kerusakan nampak akibat manusia buat apa
ba'dalladzi amilu agar
Allah
merasakan mereka akibat ulah mereka
membuat mereka merasa akibat
Allah menjadikan Mereka
[Musik]
merasakan akibat perbuatan mereka,
akibat
sebagian perbuatan mereka.
Ulah mereka.
Laahum yarjiun. Semoga mereka sadar.
Semoga mereka sadar.
Tib. Jadi Allah menciptakan kerusakan.
Kerusakan Allah suka atau tidak,
Ibu-ibu? Gak ada. Wallahu la yuhibbul
fasad. Dalam Al-Qur'an Allah mengatakan
Allah tidak mencintai apa? Kerusakan.
Tapi Allah menghendaki kerusakan
tersebut terjadi.
Allah menghendaki terjadi Allah ciptakan
juga kerusakan tersebut di daratan
maupun di lautan. Ternyata ada
tujuannya. Tujuannya itu agar mereka
terkena akibat ulah mereka. Semoga
mereka sa sadar. Jadi kalau ditinjau
dari kerusakan tidak baik tapi ditinjau
dari akibat maka baik.
Itu yang disebut dengan suatu yang
dikehendaki karena lainnya. Yaitu suatu
yang buruk dikehendaki tapi karena ada
kebaikan di balik itu. Paham, Ibu-ibu?
Ini sederhananya agar kita bisa ee
mengambil logika. Sekarang contoh
kenapa diciptakan iblis? Contoh hikmah
di balik cipta iblis. Hikmah di balik
adanya iblis.
Iblis yang ciptakan siapa? Allah.
Iblis.
Bahkan iblis ketika mau mati dia minta
ditangguhkan. Kata dia, "Rabbi faanirni
ila yaun." Ya Allah tangguhkan aku.
Jangan mati sekarang nanti hari kiamat.
Buat apa saya ingin menggoda anak-anak
Adam? Allah izinkan. Allah tidak
izinkan?
Izinkan. Silakan kata Allah. Silakan.
Padahal iblis bikin rusak tapi Allah
izin izinkan. Kenapa Allah izinkan? Ini
rahasia Allah. Tapi di balik iblis kata
para ulama banyak maslahat.
Apa maslahat adanya iblis? Pertama
Allah menguji manusia dengan adanya
iblis. Ada bahan ujian.
Kalau enggak ada iblis semuanya saleh.
Semua wanita salehah. Enggak enggak ada
yang angkat suara. Enggak ada yang beli
tas branded. Semuanya salehah.
[Musik]
Enggak ada yang macam-macam ya. Semua
tidak tertarik dengan dunia ya. Iblis
ini yang bikin kita macam-macam ya.
Maka dengan adanya iblis ada para
mujahid. Para mujahid. Kalau enggak ada
iblis, enggak ada penjahat, enggak ada
orang kafir. Dengan adanya iblis, maka
ada muncul mujahid melawan orang kafir.
Ya, adanya iblis, ada yang berkorban
untuk bersedekah,
berkorban
untuk berjihad misalnya.
Kalau enggak ada jihad, dia enggak akan
berkorban mengeluarkan ha hartanya.
Dengan adanya iblis ada
orang yang bertobat.
Kalau enggak ada iblis semuanya baik,
enggak ada yang berdo berdosa. Padahal
Allah suka dengan ibadah tobat. Maka
dalam hadis kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Laamnibahaballahu
bikum, kalau kalian tidak bertobat Allah
akan sirnakan kalian."
Kemudian Allah datangkan satu kaum yang
mereka berdosa,
kemudian mereka beristigfar kemudian
Allah ampuni mereka. Jadi Allah suka
dengan orang bertobat. Tobat ini enggak
mungkin terjadi kecuali ada iis.
[Musik]
Allah mengatakan, "Innallaha yuhibbut
tawwabin." Allah mencintai orang yang
bertobat. Kalau enggak ada iblis, enggak
ada maksiat, enggak ada orang yang
bertobat. Tobat itu terjadi setelah
maksiat. Maka dengan ada iblis, adanya
orang yang ber taubat.
Dengan adanya iblis nampak maha
pengampun Allah,
nampak jelas
maha pengampun Allah,
maha pengampun, maha menerima tobat dan
lain-lain. Sifat-sifat Allah akan
nampak.
Paham, Ibu-ibu?
Kalau enggak ada iblis, enggak ada yang
diampuni.
Kemudian juga nampak
nampak Allah syadidul iqab. Siksanya
keras.
Siksa Allah keras. Kalau enggak ada
iblis, enggak ada yang masuk nera
neraka. Dengan adanya iblis, maka nampak
sisa Allah yang maha keras. Ya, dengan
adanya iblis ada dua hal, dua
perkara-perkara yang saling kontradiktif
menunjukkan maha kuasa Allah, yaitu
Allah mampu menciptakan dua hal yang
kontradiktif. Allah mampu
menciptakan
dua hal yang kontradiktif.
[Musik]
Kontradiktif
apa saja di antaranya, Ibu? Banyak di
antaranya contoh
Jibril
lawannya apa? Syekh Iblis.
Contohnya lagi apa?
Muhammad Abu Jahal.
Abu Abu Jahal.
Kemudian apa? Surga dan neraka.
Ya. Mengampun, menyiksa apa? Sifat
Allah. Bukan bukan bukan makhluk tapi ee
penghuni surga, penghuni nera neraka.
Nikmat dan azab. Nikmat lawannya apa? A
azab. Ini semua kalau enggak ada iblis
enggak bisa.
Ini semua kalau enggak ada iblis enggak
enggak bisa.
Yang ada iblis ada seperti itu.
Maksudnya iblis aja yang luar biasa
buruknya. Ternyata di balik itu ada hik
hikmah.
Ini yang kira-kira dibuka oleh sebagian
ulama. Tiib sampai sini paham, Ibu-ibu?
Paham tidak?
Nah, saya lanjutkan.
Kalau kita bicara tentang muradun liha
yang kedua ini, model kedua ini, saya
lanjutkan halaman berikutnya. tadi kita
bilang bahwasanya
Oh belum ya
[Musik]
sudah ibu-ibu
baik ketika saya bilang
yang dikehendaki Allah ada dua.
Yang dikehendaki Allah ada dua.
Ada dua macam. Yang pertama tadi apa?
Dikehendaki secara zatnya, secara
langsung.
Secara zatnya
itu secara langsung.
Yang kedua tadi apa?
Dikehendaki tidak secara langsung.
dikehendaki karena yang la lain,
karena perkara baik yang lain.
Kalau bahasanya kita sederhana
yaitu karena ada hikmahnya. Karena ada
hikmahnya.
[Musik]
Nah, kita bicara hikmah ini ada yang
dibuka oleh Allah, ada hikmah
yang dibuka sebagian oleh Allah.
Ada yang tidak dibuka dan otak kita
buntuuk.
Ada yang bisa kita kiaskan.
ada yang ditutup
tidak di tidak ada yang tahu. Tidak ada
yang tahu.
Di sinilah Allah berfirman dalam surah
ee
[Musik]
dalam surah
Al-Anbiya.
[Musik]
Kata Allah Subhanahu wa taala, "La
yus'alu amma yaf'alu wahum yus'alun."
Ayat 23 Quran surah Al-Anbiya
21 ayat 23. Kata Allah, "Allah tidak
ditanya apa yang dikerjakan." Merekalah
yang ditanya.
Allah tidak ditanya
apa yang Allah lakukan.
Perbuat merekalah yang Namun merekalah
yang ditanya. Merekalah yang ditanya.
[Musik]
Jadi tidak ada yang menghisab Allah.
Kita yang dihisab oleh siapa? Allah. Ya.
Surat Al-Anbiya 21 ayat 23.
Banyak hal kita enggak tahu kenapanya.
Kenapa Allah ciptakan ini? Kenapa ada
gempa bumi sekarang? Misalnya, kenapa
ada ini? Kenapa
misalnya saudara-saudara kita di
Palestina menderita begitu
berkepanjangan? Kita enggak tahu dulu
zaman dulu kenapa Firaun sampai puluhan
tahun menyiksa terus enggak ada yang
kita enggak tahu. Ternyata ada cerita
akan muncul Nabi mu Musa Alaih Salam.
Banyak hal. Oleh karenanya otak kita
bakalan buntu pada pertanyaan ini. La
kita kenapa? Kenapa? Kalau sudah timbul
pertanyaan kenapa Allah begini? Kenapa
Allah begitu maka kita bilang
azubillahiminasyaitanirrajim.
Yang tahu hanya siapa? Allah. La yus'alu
amma yaf'alu. Otak kita sangat terbatas.
Saya bacakan perkataan Al Imam Abul
Mudhaffar Assam'ani rahimahullah
ya
tentang masalah takdir. Ini masalah
hikmah.
Kata beliau, "Sabilu makrifati hadal bab
attauqifu minal kitabi wasunah." Cara
untuk memahami tentang takdir. Attauqifu
minal kitabi wasunah itu ikut saja
Al-Qur'an dan sunah. Ayat bilang apa,
sunah bilang apa, ikuti aja. Enggak usah
banyak protes. Duna mahilasil. Jangan
ikut-ikut analogi dan jangan ikut akal
kita. Akal kita terbatasan.
Walam yabl syifa nafs. Siapa yang
berpaling dari Al-Qur'an dan sunah dari
dalil maka dia akan tersesat dan dia
akan tenggelam dalam kebingungan dan
tidak akan mencapai kepuasan.
W yasiluinnu
bihilqbu.
Karena dia dan dia tidak akan mencapai
suatu yang menenangkan hatinya kalau dia
gunakan akalnya. Lianalqar.
Perhatikan.Aalqar sirrun minillahi
taala. Karena takdir itu rahasia dari
rahasia-rahsia Allahun
astar. Yang di mana rahasia tersebut
dikasih tirai oleh Allah tertutup. Was
subhanahu bihi wajabahu. Dan hanya Allah
yang tahu dan Allah mengkhususkan untuk
diri yang tahu dan Allah menghijabnya.
Yang tidak bisa disampai oleh akal akal
manusia warifim. Dan ilmu pengetahuan
mereka tidak bakalan sampai. Waqad
hajaballahu taala ilmal qadar anil alam.
Seluruh ilmu tentang takdir Allah tutup.
Fala yaamuhu malak. Malaikat tidak tahu.
Wala nabiun mursal. Demikian juga nabi
yang diutus tidak tahu. Waqila dikatakan
kataani
iniral qadarifahum akul jannah wifu
qblik. Sesungguhnya rahasia takdir
mungkin akan tersingkap kalau mereka
sudah masuk surga. Kalau sekarang belum
terungkap.
Itulah ujian.
Ya, saya katakan kalau semua
kita tahu hikmahnya, kita enggak diuji
namanya. Coba Nabi Mus, Nabi Yusuf Alaih
Salam ketika dibuang di sumur, kalau dia
tahu dia bakalan jadi bangsawan, di
sumur dibuang, dia ketawa-ketiwi. Iya
enggak? Oh, ya memang ya. Silakan,
silakan buang saya. Silakan jadikan
budak, silakan ditangkap, silakan diuji,
silakan dipenjara. Dia tahu ternyata
ujungnya jadi apa? Jadi bangsawan.
Tetapi di menjadi ujian bagi dia ketika
dia tidak tahu apa yang terjadi, tapi
dia husnuzan sama Allah.
Nabi Yakub alaihi salam kalau tahu
anaknya hilang, Yusuf bakalan jadi
bangsawan. Kira-kira dia nangis atau
tidak? Ini enggak perlu nangis. Tapi dia
nangis sampai matanya buta karena dia
tidak tahu anaknya bakalan jadi
bangsawan. Tapi dia husnudon. Dia
mengatakan innahu huwal alimul hakim.
Sesungguhnya Allah maha mengerti. Allah
maha bijak. Dia tutup semua hal dengan
pernyataan Allah maha tahu dan Allah
maha bijak. Pokoknya dia tahu ada hikmah
meskipun dia tidak tahu hikmahnya apa,
tapi di balik semua pasti ada hik
hikmah. Makanya takdir itu rahasia.
Karena kalau kita ikuti akal kita, kita
akan selalu bertanya, "Kenapa? Kenapa?
Kenapa Firaun? Kenapa iblis? Kenapa saya
miskin? Kenapa suami saya begini? Kenapa
istri saya begini? Kenapa anak saya
begini? Kenapa rumah saya reot? Kenapa
rumah dunia bagus? Kenapa? Kenapa?
Kenapa harus ini yang jadi pemimpin?
Kenapa harus ini enggak jadi mimpin?
Kenapa ini? Nah, kita enggak bakalan
tahu.
Ada sebagian Allah ungkapkan sebagai
pelajaran bagi kita agar apa yang tidak
kita ketahui kita kiaskan. Bahwasanya
sebagaimana yang kita ketahui ada
hikmahnya, yang tidak kita ketahui pasti
juga ada apa hikmahnya. Paham Ibu-ibu?
Tib. Ada yang ditutup tidak tahu
hikmahnya. Tapi kita mengkiaskan
bahwasanya pasti ada hikmahnya. Tapi
kita yakin pasti ada hikmahnya.
[Musik]
Kenapa demikian, Ibu-ibu? Karena untuk
mengetahui rahasia Allah, kita harus
setara, mohon maaf, setara level ilmu
kita dengan ilmu Allah Subhanahu wa
taala. Sehingga kita baru tahu, "Oh,
begini-begini." Jangankan kita,
jangankan ilmu kita ini enggak ada
apanya dengan ilmu Allah ya. W utitum
minal ilmi illa qolila. Ya, kalian tidak
diberi ilmu kecuali sangat apa? Sangat
sedikit.
Sebagai sederhana, contoh sederhana
sekarang misalnya anak kita ya
ee kita larang dia, dia lagi main, kita
larang. Anak masih kecil umur 2 tahun
kita larang. Enggak boleh begini. Dia
nangis atau tidak nangis? Bisakah kita
menjelaskan? Enggak bisa ini karena ah
pokoknya dia nangis. Nangis dia enggak
ngerti. Karena kita menjelaskan secara
ilmiah otak dia tidak sampa
itu antara anak kita dengan kita, antara
manusia dengan manusia.
Ya,
kita tidak anak ini tidak bisa paham.
Saya sering bilang anak saya ketika
Abdur Razak ketika mau sunat mau
jelaskan ini sunat bersih, Dek. Bagus
untuk kesehatan. Mana dia paham
ya pokoknya enggak mau takut begitu
masukin tinggal kasih hadiah dia diam
itu yang dia paham kemul jelaskan masih
kecil dijelaskan ini karena gini karena
nanti najis dia ngerti najis-najis itu
apa dia enggak ngerti
itu antara anak dengan kita sama-sama
manusia terkadang kita tidak bisa
menjelaskan terkadang kita engak bisa
menjelaskan sama orang yang sama-sama
dewasa kita lakukan suatu aduh saya
jelaskan dia pasti enggak paham dia
pasti suuzon sudahlah nanti dia tahu
sendiri kadang-kadang begitu enggak
itu jangankan kita sama anak kecil, sama
sesama kita aja terkadang tidak bisa
kita jelaskan. Saya enggak bisa jelasan
deh. Pokoknya nanti tunggu aja deh ya.
Menjelaskan pasti dia salah sangka nanti
dia uzon. Enggak sampai ilmu dia sama
dengan apa yang mau kita jelaskan.
Terkadang kita lihat seorang melakukan,
kita percaya aja, "Ah, dia pasti benar.
Saya enggak tahu apa yang dia bikin.
Tapi yang pasti dia pasti ada tujuan
yang baik. Saya enggak bisa paham. Tapi
saya yakin ini orang baik, orang saleh
pasti ada yang lakukan dia. Saya enggak
ngerti kenapa dia bisa begitu, tapi
pasti ada sesuatu di balik itu. Paham
enggak? Sering begitu, enggak?
Saya enggak tahu kenapa dia begitu, tapi
pasti di balik itu ada sesuatu yang buat
dia jadi be begitu. Pasti ada kebaikan.
Jadi, ilmu kita luas. Ilmu kita terbatas
ya. Terbatas sehingga terkadang kita
tidak memahami sama makhluk.
Makanya sering bilang, jangankan masalah
itu, masalah kita aja, saya sering
bilang, "Ini HP saja bisa video call,
gimana? Saya sampai sekarang enggak bisa
paham." Ibu-ibu tahu kenapa HP bisa
video call?
Dari sini bisa telepon Madinah, bisa
video call dengan gimana? Kalau orang
fisika mungkin dia ngerti ini akan
berubah jadi gelombang, gelombang ini
berubah jadi apa? Kemudian terbang ke
mana, ke satelit, kemudian satelit
wanjang. Kalau orang enggak paham, saya
tahu, Ustaz. Kenapa? Karena ada
kuotanya.
Kalau kuota habis enggak bisa ya top ya.
Jadi intinya bahwasanya akal kita ini
terbatas. Nah, tidak mungkin semua Allah
buka karena pertama akal kita terbatas.
Yang kedua memang Allah ingin jadikan
sebagai apa? Ujian. Maka Allah kasih
kunci untuk semua hal yang tidak bisa
kita pahami. La yus'alu amma yaf'alu
wahum yus'alun. Allah tidak ditanya apa
yang dikerjakan, tapi mereka yang
bakalan di ditanya.
Paham sampai sini, Ibu-ibu?
Oke, kita masuk pada tahapan yang
terakhir yaitu eksekusi. Sudah ini
ya.
[Musik]
Empat adalah alkhalqu.
Alkalq itu maknanya penciptaan.
Penciptaan.
Kalau bahasa kita istilahnya eksekusi
perencanaan.
tadi kata Allah Subhanahu wa taala
musibatin ardum
kitabin minqabaha tidak ada musibah yang
menimpa pada diri kalian atau menimpa e
dunia ini kecuali telah dicatat di
lauhil mahfud sebelum kami
mengeksekusinya
inalikaallah itu semua adalah perkara
yang mudah ya kalau begitu ee tadi sudah
kita bilang semua yang dicatat semuanya
berdasarkan Kehendak apa? Allah. Enggak
ada yang keluar dari kehendak Allah. Apa
yang Allah ciptakan juga pasti semua
dengan kehendak siapa? Al Allah. Ee
berarti semua yang terjadi ciptaan
Allah. Intinya semua
terjadi adalah ciptaan Allah.
Di antaranya. Sekarang saya tanya
ibu-ibu. Ibu-ibu,
bumi yang ciptakan siapa?
Allah. Langit Allah. Matahari Allah.
Rumah ini yang bikin manusia. Tapi yang
ciptakan sesungguhnya siapa? Allah.
Karena manusia Allah yang ciptakan,
bahan-bahan juga Allah yang ciptakan.
Allah yang buat dia bergerak sehingga
dia beraktivitas sehingga terjadilah
rumah. Ya, kita ini ciptaan Allah bukan?
Kita ini makhluk atau bukan?
Makhluk. Berarti yang keluar dari
makhluk makhluk juga bukan.
Berarti perbuatan kita juga diciptakan
oleh Al. Karena kita ini makhluk maka
yang muncul dari makhluk juga adalah
makhluk. Jadi semua adalah ciptaan
Allah. Tidak ada terjadi dalam semesta
ini bukan ciptaan Allah. Semuanya pasti
ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Ini di
antara perkara yang penting. Makanya
Allah berfirman, "Wallah khalaqakum wama
tam'malun." Ya, di antaranya dalil surah
Az-Zumar. Misalnya Quran surah Az-Zumar
ayat 62. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Allahu khaliqu kulli.
Allahu khaliqu kulli.
Allah mencipta segala sesuatu.
[Musik]
Kemudian juga dalam surah ee Assfat ayat
[Musik]
kata Allah subhanahu wa taala, "Wallahu
khalaqakum
Allah wallahu khalaqokum wama tammalun.
Allah yang menciptakan kalian ada dan
juga amal perbuatan kalian. Allah
ciptakan kalian
[Musik]
yang ciptakan kalian
dan amal perbuatan kalian
[Musik]
dan perbuatan kalian.
[Musik]
Semua perbuatan kita yang ciptakan Allah
Subhanahu wa taala. Makanya Allah
mengatakan, "Wama tasyauna illa
ayasyaallahu rabbul alamin." Kata Allah
subhanahu wa taala, "Tidak ada yang
kalian kehendaki kecuali di bawah
kehendak Allah." Ini di antara ee
dampaknya. Buktinya
Quran surah Takwir
[Musik]
ayat 29. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Wama tasyauna illa yasyaallahu rabbul
alamin. Tidak ada kehendak kalian
kecuali di bawah kehendak siapa? Allah
Subhanahu wa taala." Ya,
[Musik]
Tib. Ini sementara yang bisa kita
sampaikan ya.
Saya kasih contoh contoh tentang konsep
ini. Contoh
contoh kisah Nabi Adam.
Kisah Nabi Adam Alaih Salam. Tib. Allah
berfirman tentang kisah Nabi Adam
dalam surat Albaqarah ayat 30 ya
2 30 dan seterusnya. Kata Allah
subhanahu wa taala, waidqbuka lil
malaikati inni jailun fil ardhi
khalifah. Ketika Allah mengabarkan
kepada malaikat tentang sebagian
rencananya, Allah mengatakan, "Aku akan
jadikan penghuni bumi." Gampangannya
demikian. Itu penguasa di bumi.
Maksudnya Adam dan keturunannya malaikat
bertanya,
"Wahai Allah, apgau ciptakan di bumi
makhluk yang akan mukan kerusakan dan
menumpahkan darah?
Wabihamdika sementara kami senantiasa
bertasbih kepadamu dan mensucikanmu.
Kata Allah, "Inni a'lamu ma laun." Aku
tahu apa yang kalian tidak tahu. Jadi,
Allah bilang Allah akan bikin manusia di
atas muka muka bumi. Allah belum cipta
nih, baru cerita mau bikin rencana
manusia di bu di bumi. Malaikat bilang,
"Kita sudah kalau untuk ibadah kami
sudah bertasbih.
Sementara itu manusia akan melakukan
kerusakan." Kenapa? timbulnya kenapa?
Tolong jelaskan. Kata Allah, "Inni aamu
ma laun." Aku tahu apa yang kalian tidak
ketahui. Terus saya tanya sama ibu-ibu
sekalian, Allah ketika menciptakan
manusia Adam di bumi atau di langit? Di
langit.
Allah ciptakan Adam di mana? Di di
langit. Terus Allah suruh malaikat sujud
kepada Adam. Allah suruh iblis sujud
kepada Adam. Adam, iblis tidak tidak
mau. Ini semua sudah skenario. Kemudian
Allah masukkan iblis e Adam ke mana? ke
surga. Padahal Allah bilang bakalan
bikin dia di bumi. Pokoknya intinya
Allah ingin turun ke bumi. Dia turun ke
bumi tapi ada ceritanya.
Nah, cerita ini sudah Allah susun
sebelumnya. Akhirnya Allah ciptakan
Adam, Allah ciptakan Hawa kemudian
masukkan ke surga. Allah bilang, "Jangan
makan dari buah tersebut." Kemudian
iblis balas dendam. Kemudian cemburu.
Kemudian hasad. Goda Adam. Akhirnya Adam
makan. Akhirnya tu turun. Jadi ini semua
contoh rencana Allah bilang, "Saya akan
bikin manusia di bumi." Ternyata Allah
ciptakannya di mana? Di langit. Berarti
suatu saat pasti akan tu turun. Ternyata
untuk turun tersebut ada proses.
Prosesnya Allah sudah siapkan iblis.
Iya. Enggak sudah siapkan sur surga.
Kemudian Allah sudah siapkan juga buah
tersebut. Allah sudah siapkan Hawa.
Ternyata iblis iblis dihasad sama Adam
disuruh sujud enggak mau. Kemudian iblis
menggoda Adam. Akhirnya Adam makan.
Akhirnya Adam turun ke bumi. Kenapa
harus ini semua? Agar di bumi
beranak-pinak kemudian akan diuji
berikutnya supaya mereka kembali kepada
kampung halaman mereka yang sebelumnya.
Itu di mana? Di surga. Semua ada
skenario, semua ada takdirnya.
Ini saja yang saya sampaikan.
Ee Bapak dan Ibu yang dirahmati Allah
Subhanahu wa taala. Insyaallah kita
lanjutkan lagi pada pembahasan
berikutnya. Kalau ada yang bertanya saya
persilakan. Wallahu taala alam bisawab.
Demikian saja. Wabillah taufik hidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.