The Savory Business of Contracting: No Capital, Billions in Profit
kXfYgh6pEUQ • 2025-09-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
dari awal sampai saat ini memang tanpa
modal saya itu nol sama sekali. Memang
saya jalankan dari dulu sampai sekarang
saya tidak punya modal. Saya hanya modal
tekad keyakinan dan saya akan jual jasa
kepercayaan yang saya utamakan dan ini
real saya jalankan. Contoh aja Om, saya
pemula deh kita mau main kontraktor nih.
Yang pertama kita mau gaji sebulan Rp50
juta. Artinya kita harus cari proyek
yang nilainya 1 Misalkan. dalam waktu 6
bulan. Jadi artinya satu buah proyek ini
1 M 30% profit. Artinya dari e 1 M kan
300 kita 6 bulan selesai 1 bulan kita
akan dapat keuntungan 50 itu satu
proyek. Bayangkan kalau kita di sini
mendapatkan beberapa proyek. Artinya ya
kita harus bisa bermimpi, kita harus
bisa menakar kita bahwa bagaimana
caranya tiap bulan ini kita harus
mengaskan sekian sekian sekian itu ada.
Perkenalkan nama saya Yohanes Hengki.
Jadi kalau saya ditanya masalah usaha,
usaha itu saya di sini di bidang
kontraktor. Saya sudah menjalankan
bisnis kontraktor ini selama mungkin 26
tahun. Jadi dari tahun '98 perusahaan
saya ini namanya Construction Hack. Jadi
saya buka construction hack ini di
bidang kontraktor dan komunitas. Jadi
bisnis di bidang kontraktor ini kita
berkecimpung di pembangunan ya. Bisa
pembangunan rumah tinggal atau renovasi.
Lalu bisa jalan, jembatan, gedung-gedung
seperti itu. Tetapi di sini memang
construction hack spesialis di bidang
pembangunan rumah tinggal. Kita juga
pegang di bidang interiornya.
Saya ini dari keluarga biasa masa ya.
Bapak saya dulu pegawai negeri di
Semarang. Saya kuliah di arsitektur di
Unika dan saya kuliah itu bayar sendiri.
Jadi saya kuliah bayar sendiri. Kenapa?
Karena memang dari dulu saya itu sudah
berani pegang-pegang projek walaupun
projject-projek dekorasi bikin stan gitu
kan. Saya bayar kuliah sendiri, saya
juga cari uang sendiri waktu itu. Karena
emang dari jiwa saya penginnya mandiri
dari kuliah itu. Dari situ kita mulai
belajar dekorasi, lalu
pembangunan-pembangunan sipil seperti
itu. Jadi memang dari kecil memang sudah
biasa cari uang. Kalau ngerintis
kontraktornya memang lulus kuliah ya.
lulus kuliah memang sudah mulai bikin
studio saya. Studio ini juga istilahnya
kita desain and building. Jadi kita
desain sekalian bangun dan karena saya
ini kan orangnya enggak bisa diam zaman
segitu kan anak muda ya Mas ya penginnya
kan terus berkembang
kesempatan-kesempatan itu kalau ada
peluang saya pasti kejar peluang itu.
Dari situ saya mengembangkan kenapa
enggak kontraktor ini saya memang dalami
kebetulan saya juga kuliah di arsitek.
Di dunia kontraktor ini kan menarik
sekali ya. selalu akan ada pembangunan
di situ. Dari situ saya terinspirasi.
Artinya apa? Usaha di bidang kontraktor
ini sangat menjanjikan. Bahkan sampai
nanti anak cucu kita pun pasti ada
pembangunan terus. Nah, di bidang
kontraktor ini memang enggak semudah apa
yang orang mungkin pikirkan ya. Banyak
sekali kontraktor yang mungkin gulung
tikar juga. Artinya mereka pasti ada
sesuatu yang kurang. Banyak sekali Mas
ilmu di bidang kontraktor ini yang
mungkin kalau kita bahas di sini salah
satunya ada namanya e manajemen project.
Di sini kita pengelolaan masalah
material. Material ini tidak begitu
sulit kita kalau melakukan manajemen
material. Tetapi yang sangat sulit atau
menjadi tantangan tadi itu SDM
lapangannya. Karena banyak sekali
kontraktor itu kalah atau biasanya loss
atau mungkin boncosnya itu di manajemen
SDM. Kenapa? Karena banyak sekali
tukang-tukang atau mandor lapangan yang
kita tidak dapatkan profesional. kita
harus bekerja dua kali lalu waktunya
akan molor. Bahkan karena kondisi itu
yang paling berat itu kredibilitas kita
jadi jelek di mata owner atau di klien
kita. Jadi kita enggak kepakai lagi
nantinya. Nah, itu biasanya yang menjadi
tantangan pertama yang berat itu di SDM
lapangannya. Bagaimana kita mengelola
manajemen tukang-tukang di lapangan
karena memang sukses atau gagalnya
proyek dari tim kita di lapangan. Kalau
material kan benda mati, Mas. material
ini ya kita sudah kita anggarkan sudah
sesuai pastinya. Ada krikil-kerikil
sedikit sih udah wajar ya. Tapi kalau
namanya SDM tim di lapangan seperti
tukang itu harus di-manage benar-benar
karena dari kualitasnya ke
profesionalnya kalau enggak sesuai kita
bisa dua kali kerja lalu kita waktunya
kita molor kan artinya kalau dua kali
kerja waktunya molor yang ketiga yang
terakhir itu yang paling parah tadi itu
menyangkut kredibilitas kita,
kepercayaan kita ke klien. Nah, itu yang
membuat kita nanti enggak laku. Sekali
klien kita kecewa apalagi di Jakarta ini
kan banyak komunitas. Nanti kita nama
kita sekali jelek. Yang lain kalau mau
bangun ke kita pasti tanya dulu, "Kamu
pernah dikerjakan ini?" Pasti namanya
jelek. Seperti itu kira-kira. Jadi
artinya walaupun kita punya perencanaan
matang nih, kita punya planning matang,
B, hitungan, anggaran biayanya matang,
bahkan kita punya angan-angan nih, waduh
kita punya keuntungan profit 30%,
material kita sudah persiapkan semua.
Nah, ternyata pelaksanaannya itu yang
biasanya menjadi permasalahan di situ,
tantangannya di situ. Makanya harus
punya tenaga-tenaga yang memang
profesional, yang handal. Kalau kita
tidak punya itu, ya pasti jadi rugi di
situ.
Waduh. Iya. Kalau cerita masalah titik
terendah ya, itu kan kembali lagi kita
ke sana. Tapi tidak apa-apa. Ini mungkin
bisa menjadi satu gambaran bahwa saya
memberikan sedikit cerita buat
teman-teman nanti yang mungkin saat ini
mengalami titik yang terendah harus bisa
bangkit lagi. Contohnya saya ini dulu
2006 itu ada krisis ya, krisis moneter.
Waktu itu harga tidak naik tapi berubah
harga, Mas. Jadi waktu itu besi
contohnya dari Rp10.000 menjadi
Rp22.000. Bayangkan kita sudah teken
kontrak waktu itu saya ada tujuh project
saya mengalami benar-benar jatuh sekali.
Karena apa? Dari tujuh-tujunya udah ada
yang 70% progres, ada yang 60%. Yang
agak berat tuh dua kos-kosan di
Tembalang Semarang sama di Ngesrep
Semarang itu kan dekat Undip. Itu satu
tempat kos-kosan ini 32 kamar. Yang satu
36 kamar. Setiap kamar ada kamar mandi
dalam dua lantai semua di sini. Itu
nilainya waktu itu kan satu pro-nya ada
yang 1,6, yang satu 2,3. Nah, di situ
saya kerasa banget tahun segitu, angka
segitu kan lumayan juga sampai saya
harus jual-jual itu kan karena memang
saya mempertanggungjawabkan apa yang
sudah menjadi kontrak di situ. Sampai
saya jual tanah, jual rumah, jual mobil.
Zaman segitu saya punya mobil tiga
walaupun jelek-jelek ya, tahun segitu
udah saya jual. Yang penting tanggung
jawab saya selesaikan semua. Bangunan
yang saya sudah kontrak tadi selesai
semua sudah saya puas. Karena apa? Lebih
baik kita tidur bisa tenang daripada
pikiran terus. Jadi ya tahun 2006 persis
itu saya mengalami istilahnya kalau
orang bilang terjun bebas lah Mas
seperti itu. Tapi dengan adanya kondisi
itu saya bukannya menyerah tapi justru
malah memberikan saya semangat lagi
bahwa pasti ada sesuatu yang kurang pas
dari apa yang saya sajikan ke konsumen.
Artinya ternyata benar saya cek saya itu
kurang ada sedikit di SPK atau surat
perjanjian atau MOU di situ belum ada
klausul yang mengatakan bahwa di situ
harusnya saya tertulis kalau ada
kenaikan harga atau dampak krisis atau
apa kita bisa ada toleransi untuk
perubahan harga seperti itu. Jadi
setelah jatuh di situ saya sedikit
istirahat dalam hal project. Artinya
vakum vakum bukan berarti saya berhenti
untuk pengin berusaha bukan. Tapi saya
hijrah, saya pindah, saya pindah ke
Jakarta tepatnya di Serpong di BSD. Saya
di sana saya merintis lagi karena memang
saya pengin mengetahui bahwa geliat
kontraktor di Jakarta tuh seperti apa.
Saya pindah ke BSD, saya ikut suatu
perusahaan PT. PT ini berkecimpung di
bidang kontraktor juga, Mas. PT ini
dipercaya beberapa perusahaan developer
seperti Sumarekon, Paramon, Agung
Sudayu, Sinarma seperti itu. Jadi begitu
saya melamar kerja sebagai project
manager di situ, lalu saya tangani
beberapa project. Saya itu dalam waktu 6
bulan naik tiga kali, Mas. Karena
mungkin saya banyak ide juga di project,
saya mau resign pun dipertahankan
tadinya. Tapi kan saya enggak mungkin ya
namanya kita mau wirausaha, kita tetap
di suatu perusahaan kan enggak fair
juga. Karena saya itu jiwanya kan
wirausaha. Saya tidak bisa berpaku ikut
ke suatu perusahaan. Setelah saya punya
banyak link, saya coba mandiri lagi di
BSD ini. Dan saya mulai dipercaya banyak
klien dari Alam Sutra, BSD itu
kebanyakan memang di Tangerang ya.
Bahkan sampai sekarang dipercaya untuk
bikin vila-vila di Bali juga, Mas. Terus
beberapa developer teman itu percayakan
saya untuk pembangunan-pembangunan unit
rumahnya tersebut. Nah, di sini dari
pengalaman itu saya merasakan bahwa
setiap orang berbisnis itu selalu ada
pasang surut. Tetapi tergantung kita.
Saya tuh tidak ada modal waktu itu,
tidak ada relasi, tapi karena punya
keyakinan dan tekad saya akhirnya bisa
berkembang sampai sekarang. Orang
biasanya beranggapan bahwa kontraktor
itu orang yang kalangan menengah ke atas
mungkin ya. pandangannya seperti itu.
Lalu harus punya modal, terus harus dari
jurusan tertentu, mungkin dari arsitek
atau teknik sipil. Tetapi di sini kalau
saya bisa sampaikan kita bisa bermain
kontraktor itu yang pertama tanpa modal
bisa. Jasa ini kan jual kepercayaan ya.
Jadi jual kepercayaan di sini kita e
bagaimana memberikan satu kualitas,
kedua kita memberikan pelayanan yang
terbaik buat klien kita. Jadi memang
selama yang saya kerjakan saya tidak
pernah mengeluarkan modal karena saya
punya cara bagaimana saya meyakinkan
klien saya bahwa yang pertama kita itu
amanah kerjanya, yang kedua kita jujur,
kita punya rekam jejak yang bagus, lalu
kita punya portofolio juga. Dan dengan
adanya seperti itu mereka percaya. Itu
satu kedua. Poin kedua, kita juga harus
menunjukkan karena kita dipercaya kita
memang harus memberikan pelayanan yang
terbaiklah buat klien kita di situ. Dan
saya punya keyakinan setiap orang mau
membangun rumah atau membangun biasanya
kan sudah menyiapkan budgeting
persiapkan dana. Kalau kita sebagai
kontraktor membangunkan rumah orang lalu
pakai modal kita artinya kita
membangunkan rumah orang kan seperti
itu. Jadi saya punya prinsip seperti
itu. Artinya bagaimana caranya kita
dipercaya kalian karena kan kita menjaga
kepercayaan tadi dari awal sampai saat
ini memang tanpa modal saya itu nol sama
sekali memang saya jalankan dari dulu
sampai sekarang saya tidak punya modal
saya hanya modal tekad keyakinan dan
saya kan jual jasa kepercayaan yang saya
utamakan dan ini real saya jalankan
banyak sekali teman saya pengin jadi
kontraktor dia buka PT dia punya modal
tapi tidak ada projjectnya nah ini kalau
saya malah keb kebalik. Saya punya
perusahaan juga ya, tapi saya tuh tidak
mengutamakan itu. Malah saya yang utama
kepercayaan. Karena apa? Saya sudah
menjalin kepercayaan beberapa klien.
Nanti kita dari mulut ke mulut, Mas.
Artinya si klien A hubungan ke
saudaranya, ke temannya kantor seperti
itu. Jadi dari mulut ke mulut dipercayai
seperti itu sih. Sampai sekarang bahkan
rumahnya beberapa pejabat, beberapa
artis juga saya kerjakan. Saya di Bali
juga lagi mantu teman suatu perusahaan
developer. Di sini saya juga dipercaya
sebagai konsultan. Bukan hanya
perencananya, saya juga bantu
kontraktingnya di lapangan. Saya siapkan
SDM-nya seperti pelaksana lapangan,
pengawas, logistiknya di situ, admin
project lah ya. Lalu sampai pembangunan
selesai, penjualan seperti itulah
kira-kira.
Kalau untuk omset kan memang kita,
relatif ya, karena di project ini setiap
tahun kita kan selalu ada perkembangan.
Kita bisa mendapatkan per bulan misalkan
ada 2 t proyek. Dalam du proyek ini kan
kita bisa mungkin selama setengah tahun
ini 6 bulan kita harus selesai. Nanti
bulan kedua kosong misalkan nih belum
ada tapi kan masih jalan kerja yang
proyek yang tadi bulan ketiganya kita
dapat project lagi. Jadi bersinambungan
sih seperti itu kalau projject ya karena
memang proyek ini kan sifatnya berkala
dan ada kalanya saya sebulan ada tawaran
lima kali pernah juga artinya dalam
sebulan 5 kali per tahun omsetnya akan
lebih tinggi karena memang tergantung
apa projek-projek ini seperti itu
kira-kira contoh aja misalkan satu
bangunan di alam sutra itu nilai 6,5
misalkan itu 1 unit. Bayangkan kalau
kita 1 bulan ini dapat dua atau misalkan
dalam 2 bulan ada tiga yang kita
kerjakan. Bulan pertama ini kita dapat
satu proyek deh. Lalu bulan kedua dua
proyek lagi. Jadi tiga proyek ini dalam
waktu 2 bulan penyelesaiannya kan bisa 6
bulan, 7 bulan. perjalanan ini ada
proyek masuk lagi biasa seperti itu.
Karena memang saya pelajari setiap saya
melakukan suatu kegiatan projek di suatu
kluster atau di suatu tempat di situ
biasanya ada yang tiba-tiba datang
nawari lagi, Mas. Jadi, contoh saya lagi
bangun di Alam Sutran waktu itu saya
ngerjakan di Sutanada. Mungkin ada orang
lewat, ada yang bangun dia datang, ini
yang bangun siapa? Pak Inki bisa enggak
nomor telepon? Dia bangun. Jadi tanpa
disengaja ada orang yang lewat pengin
bangun juga. Jadi kita enggak punya
planning di situ lagi. Ternyata ada
proyek di situ. Sering terjadi seperti
itu. Jadi kita memang dapatkan untung
30%. Kebanyakan memang antara 20 sampai
30%. 30% di situ yaitu tadi karena
pengelolaan lapangannya yang e sesuai.
Artinya yang pertama dari sisi ketepatan
waktu, kualitas bangunan, ketepatan
waktu itu saya utamakan yang pertama
untuk menguntungkan pihak klien kita dan
kita juga untuk profitnya akan lebih
tinggi. Artinya apa? Waktunya lebih
cepat yang harusnya 8 bulan misalkan
jadi 6 bulan sisanya itu kan suatu
keuntungan juga. Jadi untuk profit
memang saya kira kalau kita bermain di
bidang kontraktor ya mohon maaf kalau
setiap kontraktor punya cara
masing-masing untuk profit berapa
persentase juga tergantung kontraktor
bermain di proyek tersebut. Artinya
bermain itu dia bisa mengondisikan
semaksimal mungkin yang penting amanah,
yang penting sesuai, bahkan kualitasnya
bagus itu justru malah untungnya lebih
bagus daripada kita bermain-main.
Artinya kalau kita misalkan ya mohon
maaf kita kualitasnya tidak utamakan,
pakai sembarangan, penginnya ngirit.
Contoh ya, ada banyak itu penginnya
ngirit bayar tukang murah misalkan
hasilnya malah dua kali kerja profitnya
enggak enggak nuntut malah. Benar
seperti itu kira-kira
50% kalau kita main di interior saya
pernah itu real. Kalau kita main di
interior memang profitnya tinggi, profit
tinggi, resikonya kecil dan kerjaannya
cepat. itu interior. Jadi memang
tergantung kita mau main di kontraktor
di bidang apa nih interior. Kalau saya
semua saya ambil memang pembangunannya
interior. Kebetulan di komunitas kita
sekarang banyak sekali ada yang memang
mau mendalami di interior. Jadi kita
punya proyek bangunannya tim kita bisa
interior. Monggo kita saling sharing
seperti itu. Kira-kira kunci sukses
keberhasilan saya ya di sini kita jujur
lalu kita harus amanah ya Mas ya. suka
berbagi. Artinya berbagi itu dalam hal
apapun. Di proyek pun saya suka berbagi
pada mandor semua. Jadi ee amanah, jujur
berbagi dan kuncinya ya itu tadi pantang
menyerah. Lalu kita harus bisa menjadi
mitra pembangunan terpercaya buat
klien-klien kita. Jadi kepercayaan
tadilah kunci sukses seperti itu
kira-kira tidak ada yang lain. Kalau
kita kunci suksesnya karena modal
artinya kita bukan terdidik dari suatu
hal yang biasa. Kalau kita punya modal
banyak, Mas, punya modal misalkan punya
modal banyak nih, itu hal yang biasa.
Kalau kita tanpa modal, kita bukan
siapa-siapa jadi orang sukses itu kan
yang utama dan itu orang yang cerdas.
Artinya kuncinya itu tadi kepercayaan
kita, jaga hubungan yang baik, lalu
amanah dan kualitas yang kita utamakan.
Seperti itu kira-kira.
Kalau teman-teman ingin jadi seorang
kontraktor ya yang harus dipersiapkan
yang pertama adanya perencanaan atau di
sini ada manajemen proyek sebagai
kontraktor itu wajib. Karena apa? Karena
kontraktor manajemennya amburadol
acak-acakan pasti ending proyeknya juga
seperti itu. Tapi manajemen proyek hanya
tertulis hanya sebagai gambaran untuk
implementasi lapangannya itu yang
terpenting. Bahkan saya yakin banyak
teman-teman saya kontraktor juga
ngeluhnya di SDM lapangan karena memang
ya itu tadi motor penggeraknya itu dari
tukang-tukang tadi. Kalau manajemen kita
bagus, harga kita bagus, tapi
pengelolaan lapangannya, MSDM-nya tidak
berkualitas, hasilnya ya yang mungkin
tadinya untungnya harus 30 jadi 10
bahkan 5% bahkan ya, Bak. Seperti itu
kira-kira. Jadi intinya ya itu tadi
manajemen harus yang betul-betul
perencanaan yang matang. Bahkan di
lapangan itu untuk kontrolling
pengawasan itu utama. Banyak sekali ee
di lapangan kita kontrolnya kurang, kita
strateginya tidak sesuai, akhirnya lost
di situ. Banyak sekali. Jadi munculnya
komunitas ini memang saya memberikan
pembelajaran di situ, Mas. Biar
teman-teman di sini yang berkecimpung di
bidang kontraktor, dia enggak mengalami
hal yang ee merugikan. Akhirnya rugi dan
boncos. Itu isi construction heck. Di
sini kita tuh membuka wadah untuk saling
berbagi ilmu, bagi pengalaman di sini.
Lalu saya sebagai mentor di sini bisa
memberikan pendampingan pembelajaran
teman-teman yang banyak kalangan di sini
ya. ada dari pedagangnya, ada pengusaha,
developer. Bahkan kemarin ada beberapa
dari TNI, terus dari kalangan dokter
juga ada kita. Jadi kita memberikan
ilmu, lalu kita memberikan mentoring,
kita memberikan ee pendampingan sampai
ee teman-teman kita ini menjadi
kontraktor yang sesuai harapan dan
menjadi cita-cita itu tercapai seperti
itu kira-kira.
Ya, saya tuh kan suka berbagi ya. Jadi
dari pengalaman, dari mungkin ilmu yang
saya punya, saya tuh ingin berbagi ke
teman-teman semua atau mungkin e
saudara-saudara kita yang mungkin pernah
melakukan usaha terus dia di situ
mengalami kegagalan. Siapa tahu
barangkali ya dengan adanya komunitas
ini construction hack bisa membantu
untuk bangkit lagi. Satu karena apa?
Karena saya pernah merasakan seperti
itu. Saya pernah merasakan gagal. Jadi
apa salahnya saya berbagi dan di sini
saya juga punya kunci, Mas. Artinya saya
kuliah lama nih, saya kuliah lama.
Ternyata memang kalau kita punya
strategi, kita punya cara tanpa kuliah
pun harusnya bisa. Kalau saya pahami
saat ini ya, kalau orang awam tidak
mungkin tahu karena kan saya tahu
sejarah saya sendiri. Ternyata tanpa
kuliah harusnya kalau kita punya cara,
kita punya bagaimana ee mendalami ini
bisa. Nah, di sini saya berbagi untuk
waktu yang singkat teman-teman bisa
menjadi seorang kontraktor yang tanpa
modal, bukan dari kalangan tertentu ya,
jurusan tertentu seperti itu kira-kira.
Dan komunitas ini memang saya bikin yang
pertama saling menguntungkan ya. Artinya
kita bisa saling kolaborasi. Komunitas
kita ini di Construction Hack memang
banyak dari kalangan macam-macam. Ada
yang pengusaha, developer juga ada
mungkin, terus pedagang juga ada di
sini. Jadi mereka saling kolaborasi
menarik sekali. Beberapa teman kita di
komunitas ini ada yang mungkin dapat
project dari teman kita juga. Nah, di
sini saya sendiri sebagai yang membuat
komunitas ini bisa memberikan
pendampingan teman-teman kita yang lagi
belajar di bidang kontraktor saya
dampingi sampai dia benar-benar menjadi
kontraktor yang menjadi harapan seperti
itu. Kira-kira dulu member kita juga
kalau mungkin teman-teman ngelihat
tukanginsinyur.id
itu dulu portofolio dari kita semua.
Sampai sekarang dia maju bahkan nilai
proyeknya miliaran. Sekarang dia lagi
fokus kerja villa di daerah Cisaruah
Bogor. Luas tanah itu 4.800
m. Vila-villa berikut ada glamping dia
bikin dan dia sampai saat ini eksis. Itu
jadi satu contoh gambaran. Ada juga lagi
yang pemula. Pemula beliau itu seorang
dokter. Istrinya yang suaminya seorang
pembisnis di advertising. Karena dia
sering main iklan-iklan gitu kan. dia
ikut jadi construction ini dia coba,
"Pak Inki, saya butuh portofolio." Oke,
saya bagi portofolio karena kan di
Construction ini memang kita berbagi
portofolio saya sampaikan untuk di iklan
dalam waktu 2 minggu 11 orang itu
telepon yang lima ngajak ketemu yang
tiga deal. Itu benar itu Mas. Dan
sekarang yang pertama kali setelah deal
dia ngajak saya untuk pendampingan
ketemu klien beliau karena memang beliau
kan awam. saya nerangkan akhirnya deal
dia pembangunan saya dampingi seperti
itu sampai dia itu menguasai ilmu
tersebut. Banyak sekali sebenarnya
cita-cita di sini bahkan yang tadinya
kontraktor juga menjadi komunitas kita.
Yang tadinya kosong tidak ada kerjaan,
sekarang ada kerjaan beliau karena di
komunitas kita ini memang saling berbagi
seperti itu kira-kira.
[Musik]
Harapan saya bagi penonton ya, apapun
bisnis ini memang kita harus lakukan
dengan serius, kita telateni lah ya.
Tapi buat teman-teman juga yang mungkin
di bisnisnya lagi mengalami penurunan
atau mungkin kegagalan dalam berbisnis,
mungkin tertarik di bidang kontraktor
bisa nanti teman-teman mungkin bergabung
di komunitas kita ya yang mungkin bisa
memberikan gambaran, memberikan
pengalaman ilmu-ilmu dan pembelajaran
bisa menjadi seorang kontraktor. Nah, di
sini tentunya komunitas ini memang kita
untuk berbagi, berbagi ilmu, berbagi
pengalaman. Bahkan berbagi projek juga
ada di sini. Dan sampai ke depan pun,
sampai kita tua pun kita masih bisa
melakukan bisnis ini. Artinya kita tidak
terpacang ke umur. Kalau kita kerja di
suatu perusahaan kan kita sudah ada umur
sekian, sudah capek seperti itu. Kalau
di kontraktor enggak. Bahkan kita kalau
sudah ketemu jalannya kita autopilot
bisa juga. Artinya kita punya proyek di
luar kota, di luar pulau, kita di posisi
di daerah yang berbeda. Kita bisa
memantau, kita bisa kontrolling dan
lain-lain. Mengajikan sekali di
kontraktor ini. Mungkin semua
teman-teman tahu ya, setiap tahun,
setiap saat tuh ada selalu pembangunan,
tidak pernah berhenti. Saya yakin
apalagi yang di daerah-daerah pasti ada
pembangunan terus. Dan ayo kita
berbisnis di sini. apapun itu bisnisnya
ya intinya harus berusaha semaksimal
mungkin lalu fokus dan saya kira
mudah-mudahan semua teman-teman bisa
sukses seperti yang menjadi hadapan.
Kira-kira seperti itu kira-kira buat
teman-teman yang ingin berbisnis di
bidang kontraktor peluangnya ini sangat
besar sekali. Kalau kita bisa belajar
bersama kenapa tidak manfaatkan peluang
saat ini juga kita bisa gabung bersama.
Ini naik kelas versi saya. Temukan naik
kelas versimu.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:26:51 UTC
Categories
Manage