Transcript
kXfYgh6pEUQ • The Savory Business of Contracting: No Capital, Billions in Profit
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/naikkellas/.shards/text-0001.zst#text/0071_kXfYgh6pEUQ.txt
Kind: captions Language: id dari awal sampai saat ini memang tanpa modal saya itu nol sama sekali. Memang saya jalankan dari dulu sampai sekarang saya tidak punya modal. Saya hanya modal tekad keyakinan dan saya akan jual jasa kepercayaan yang saya utamakan dan ini real saya jalankan. Contoh aja Om, saya pemula deh kita mau main kontraktor nih. Yang pertama kita mau gaji sebulan Rp50 juta. Artinya kita harus cari proyek yang nilainya 1 Misalkan. dalam waktu 6 bulan. Jadi artinya satu buah proyek ini 1 M 30% profit. Artinya dari e 1 M kan 300 kita 6 bulan selesai 1 bulan kita akan dapat keuntungan 50 itu satu proyek. Bayangkan kalau kita di sini mendapatkan beberapa proyek. Artinya ya kita harus bisa bermimpi, kita harus bisa menakar kita bahwa bagaimana caranya tiap bulan ini kita harus mengaskan sekian sekian sekian itu ada. Perkenalkan nama saya Yohanes Hengki. Jadi kalau saya ditanya masalah usaha, usaha itu saya di sini di bidang kontraktor. Saya sudah menjalankan bisnis kontraktor ini selama mungkin 26 tahun. Jadi dari tahun '98 perusahaan saya ini namanya Construction Hack. Jadi saya buka construction hack ini di bidang kontraktor dan komunitas. Jadi bisnis di bidang kontraktor ini kita berkecimpung di pembangunan ya. Bisa pembangunan rumah tinggal atau renovasi. Lalu bisa jalan, jembatan, gedung-gedung seperti itu. Tetapi di sini memang construction hack spesialis di bidang pembangunan rumah tinggal. Kita juga pegang di bidang interiornya. Saya ini dari keluarga biasa masa ya. Bapak saya dulu pegawai negeri di Semarang. Saya kuliah di arsitektur di Unika dan saya kuliah itu bayar sendiri. Jadi saya kuliah bayar sendiri. Kenapa? Karena memang dari dulu saya itu sudah berani pegang-pegang projek walaupun projject-projek dekorasi bikin stan gitu kan. Saya bayar kuliah sendiri, saya juga cari uang sendiri waktu itu. Karena emang dari jiwa saya penginnya mandiri dari kuliah itu. Dari situ kita mulai belajar dekorasi, lalu pembangunan-pembangunan sipil seperti itu. Jadi memang dari kecil memang sudah biasa cari uang. Kalau ngerintis kontraktornya memang lulus kuliah ya. lulus kuliah memang sudah mulai bikin studio saya. Studio ini juga istilahnya kita desain and building. Jadi kita desain sekalian bangun dan karena saya ini kan orangnya enggak bisa diam zaman segitu kan anak muda ya Mas ya penginnya kan terus berkembang kesempatan-kesempatan itu kalau ada peluang saya pasti kejar peluang itu. Dari situ saya mengembangkan kenapa enggak kontraktor ini saya memang dalami kebetulan saya juga kuliah di arsitek. Di dunia kontraktor ini kan menarik sekali ya. selalu akan ada pembangunan di situ. Dari situ saya terinspirasi. Artinya apa? Usaha di bidang kontraktor ini sangat menjanjikan. Bahkan sampai nanti anak cucu kita pun pasti ada pembangunan terus. Nah, di bidang kontraktor ini memang enggak semudah apa yang orang mungkin pikirkan ya. Banyak sekali kontraktor yang mungkin gulung tikar juga. Artinya mereka pasti ada sesuatu yang kurang. Banyak sekali Mas ilmu di bidang kontraktor ini yang mungkin kalau kita bahas di sini salah satunya ada namanya e manajemen project. Di sini kita pengelolaan masalah material. Material ini tidak begitu sulit kita kalau melakukan manajemen material. Tetapi yang sangat sulit atau menjadi tantangan tadi itu SDM lapangannya. Karena banyak sekali kontraktor itu kalah atau biasanya loss atau mungkin boncosnya itu di manajemen SDM. Kenapa? Karena banyak sekali tukang-tukang atau mandor lapangan yang kita tidak dapatkan profesional. kita harus bekerja dua kali lalu waktunya akan molor. Bahkan karena kondisi itu yang paling berat itu kredibilitas kita jadi jelek di mata owner atau di klien kita. Jadi kita enggak kepakai lagi nantinya. Nah, itu biasanya yang menjadi tantangan pertama yang berat itu di SDM lapangannya. Bagaimana kita mengelola manajemen tukang-tukang di lapangan karena memang sukses atau gagalnya proyek dari tim kita di lapangan. Kalau material kan benda mati, Mas. material ini ya kita sudah kita anggarkan sudah sesuai pastinya. Ada krikil-kerikil sedikit sih udah wajar ya. Tapi kalau namanya SDM tim di lapangan seperti tukang itu harus di-manage benar-benar karena dari kualitasnya ke profesionalnya kalau enggak sesuai kita bisa dua kali kerja lalu kita waktunya kita molor kan artinya kalau dua kali kerja waktunya molor yang ketiga yang terakhir itu yang paling parah tadi itu menyangkut kredibilitas kita, kepercayaan kita ke klien. Nah, itu yang membuat kita nanti enggak laku. Sekali klien kita kecewa apalagi di Jakarta ini kan banyak komunitas. Nanti kita nama kita sekali jelek. Yang lain kalau mau bangun ke kita pasti tanya dulu, "Kamu pernah dikerjakan ini?" Pasti namanya jelek. Seperti itu kira-kira. Jadi artinya walaupun kita punya perencanaan matang nih, kita punya planning matang, B, hitungan, anggaran biayanya matang, bahkan kita punya angan-angan nih, waduh kita punya keuntungan profit 30%, material kita sudah persiapkan semua. Nah, ternyata pelaksanaannya itu yang biasanya menjadi permasalahan di situ, tantangannya di situ. Makanya harus punya tenaga-tenaga yang memang profesional, yang handal. Kalau kita tidak punya itu, ya pasti jadi rugi di situ. Waduh. Iya. Kalau cerita masalah titik terendah ya, itu kan kembali lagi kita ke sana. Tapi tidak apa-apa. Ini mungkin bisa menjadi satu gambaran bahwa saya memberikan sedikit cerita buat teman-teman nanti yang mungkin saat ini mengalami titik yang terendah harus bisa bangkit lagi. Contohnya saya ini dulu 2006 itu ada krisis ya, krisis moneter. Waktu itu harga tidak naik tapi berubah harga, Mas. Jadi waktu itu besi contohnya dari Rp10.000 menjadi Rp22.000. Bayangkan kita sudah teken kontrak waktu itu saya ada tujuh project saya mengalami benar-benar jatuh sekali. Karena apa? Dari tujuh-tujunya udah ada yang 70% progres, ada yang 60%. Yang agak berat tuh dua kos-kosan di Tembalang Semarang sama di Ngesrep Semarang itu kan dekat Undip. Itu satu tempat kos-kosan ini 32 kamar. Yang satu 36 kamar. Setiap kamar ada kamar mandi dalam dua lantai semua di sini. Itu nilainya waktu itu kan satu pro-nya ada yang 1,6, yang satu 2,3. Nah, di situ saya kerasa banget tahun segitu, angka segitu kan lumayan juga sampai saya harus jual-jual itu kan karena memang saya mempertanggungjawabkan apa yang sudah menjadi kontrak di situ. Sampai saya jual tanah, jual rumah, jual mobil. Zaman segitu saya punya mobil tiga walaupun jelek-jelek ya, tahun segitu udah saya jual. Yang penting tanggung jawab saya selesaikan semua. Bangunan yang saya sudah kontrak tadi selesai semua sudah saya puas. Karena apa? Lebih baik kita tidur bisa tenang daripada pikiran terus. Jadi ya tahun 2006 persis itu saya mengalami istilahnya kalau orang bilang terjun bebas lah Mas seperti itu. Tapi dengan adanya kondisi itu saya bukannya menyerah tapi justru malah memberikan saya semangat lagi bahwa pasti ada sesuatu yang kurang pas dari apa yang saya sajikan ke konsumen. Artinya ternyata benar saya cek saya itu kurang ada sedikit di SPK atau surat perjanjian atau MOU di situ belum ada klausul yang mengatakan bahwa di situ harusnya saya tertulis kalau ada kenaikan harga atau dampak krisis atau apa kita bisa ada toleransi untuk perubahan harga seperti itu. Jadi setelah jatuh di situ saya sedikit istirahat dalam hal project. Artinya vakum vakum bukan berarti saya berhenti untuk pengin berusaha bukan. Tapi saya hijrah, saya pindah, saya pindah ke Jakarta tepatnya di Serpong di BSD. Saya di sana saya merintis lagi karena memang saya pengin mengetahui bahwa geliat kontraktor di Jakarta tuh seperti apa. Saya pindah ke BSD, saya ikut suatu perusahaan PT. PT ini berkecimpung di bidang kontraktor juga, Mas. PT ini dipercaya beberapa perusahaan developer seperti Sumarekon, Paramon, Agung Sudayu, Sinarma seperti itu. Jadi begitu saya melamar kerja sebagai project manager di situ, lalu saya tangani beberapa project. Saya itu dalam waktu 6 bulan naik tiga kali, Mas. Karena mungkin saya banyak ide juga di project, saya mau resign pun dipertahankan tadinya. Tapi kan saya enggak mungkin ya namanya kita mau wirausaha, kita tetap di suatu perusahaan kan enggak fair juga. Karena saya itu jiwanya kan wirausaha. Saya tidak bisa berpaku ikut ke suatu perusahaan. Setelah saya punya banyak link, saya coba mandiri lagi di BSD ini. Dan saya mulai dipercaya banyak klien dari Alam Sutra, BSD itu kebanyakan memang di Tangerang ya. Bahkan sampai sekarang dipercaya untuk bikin vila-vila di Bali juga, Mas. Terus beberapa developer teman itu percayakan saya untuk pembangunan-pembangunan unit rumahnya tersebut. Nah, di sini dari pengalaman itu saya merasakan bahwa setiap orang berbisnis itu selalu ada pasang surut. Tetapi tergantung kita. Saya tuh tidak ada modal waktu itu, tidak ada relasi, tapi karena punya keyakinan dan tekad saya akhirnya bisa berkembang sampai sekarang. Orang biasanya beranggapan bahwa kontraktor itu orang yang kalangan menengah ke atas mungkin ya. pandangannya seperti itu. Lalu harus punya modal, terus harus dari jurusan tertentu, mungkin dari arsitek atau teknik sipil. Tetapi di sini kalau saya bisa sampaikan kita bisa bermain kontraktor itu yang pertama tanpa modal bisa. Jasa ini kan jual kepercayaan ya. Jadi jual kepercayaan di sini kita e bagaimana memberikan satu kualitas, kedua kita memberikan pelayanan yang terbaik buat klien kita. Jadi memang selama yang saya kerjakan saya tidak pernah mengeluarkan modal karena saya punya cara bagaimana saya meyakinkan klien saya bahwa yang pertama kita itu amanah kerjanya, yang kedua kita jujur, kita punya rekam jejak yang bagus, lalu kita punya portofolio juga. Dan dengan adanya seperti itu mereka percaya. Itu satu kedua. Poin kedua, kita juga harus menunjukkan karena kita dipercaya kita memang harus memberikan pelayanan yang terbaiklah buat klien kita di situ. Dan saya punya keyakinan setiap orang mau membangun rumah atau membangun biasanya kan sudah menyiapkan budgeting persiapkan dana. Kalau kita sebagai kontraktor membangunkan rumah orang lalu pakai modal kita artinya kita membangunkan rumah orang kan seperti itu. Jadi saya punya prinsip seperti itu. Artinya bagaimana caranya kita dipercaya kalian karena kan kita menjaga kepercayaan tadi dari awal sampai saat ini memang tanpa modal saya itu nol sama sekali memang saya jalankan dari dulu sampai sekarang saya tidak punya modal saya hanya modal tekad keyakinan dan saya kan jual jasa kepercayaan yang saya utamakan dan ini real saya jalankan banyak sekali teman saya pengin jadi kontraktor dia buka PT dia punya modal tapi tidak ada projjectnya nah ini kalau saya malah keb kebalik. Saya punya perusahaan juga ya, tapi saya tuh tidak mengutamakan itu. Malah saya yang utama kepercayaan. Karena apa? Saya sudah menjalin kepercayaan beberapa klien. Nanti kita dari mulut ke mulut, Mas. Artinya si klien A hubungan ke saudaranya, ke temannya kantor seperti itu. Jadi dari mulut ke mulut dipercayai seperti itu sih. Sampai sekarang bahkan rumahnya beberapa pejabat, beberapa artis juga saya kerjakan. Saya di Bali juga lagi mantu teman suatu perusahaan developer. Di sini saya juga dipercaya sebagai konsultan. Bukan hanya perencananya, saya juga bantu kontraktingnya di lapangan. Saya siapkan SDM-nya seperti pelaksana lapangan, pengawas, logistiknya di situ, admin project lah ya. Lalu sampai pembangunan selesai, penjualan seperti itulah kira-kira. Kalau untuk omset kan memang kita, relatif ya, karena di project ini setiap tahun kita kan selalu ada perkembangan. Kita bisa mendapatkan per bulan misalkan ada 2 t proyek. Dalam du proyek ini kan kita bisa mungkin selama setengah tahun ini 6 bulan kita harus selesai. Nanti bulan kedua kosong misalkan nih belum ada tapi kan masih jalan kerja yang proyek yang tadi bulan ketiganya kita dapat project lagi. Jadi bersinambungan sih seperti itu kalau projject ya karena memang proyek ini kan sifatnya berkala dan ada kalanya saya sebulan ada tawaran lima kali pernah juga artinya dalam sebulan 5 kali per tahun omsetnya akan lebih tinggi karena memang tergantung apa projek-projek ini seperti itu kira-kira contoh aja misalkan satu bangunan di alam sutra itu nilai 6,5 misalkan itu 1 unit. Bayangkan kalau kita 1 bulan ini dapat dua atau misalkan dalam 2 bulan ada tiga yang kita kerjakan. Bulan pertama ini kita dapat satu proyek deh. Lalu bulan kedua dua proyek lagi. Jadi tiga proyek ini dalam waktu 2 bulan penyelesaiannya kan bisa 6 bulan, 7 bulan. perjalanan ini ada proyek masuk lagi biasa seperti itu. Karena memang saya pelajari setiap saya melakukan suatu kegiatan projek di suatu kluster atau di suatu tempat di situ biasanya ada yang tiba-tiba datang nawari lagi, Mas. Jadi, contoh saya lagi bangun di Alam Sutran waktu itu saya ngerjakan di Sutanada. Mungkin ada orang lewat, ada yang bangun dia datang, ini yang bangun siapa? Pak Inki bisa enggak nomor telepon? Dia bangun. Jadi tanpa disengaja ada orang yang lewat pengin bangun juga. Jadi kita enggak punya planning di situ lagi. Ternyata ada proyek di situ. Sering terjadi seperti itu. Jadi kita memang dapatkan untung 30%. Kebanyakan memang antara 20 sampai 30%. 30% di situ yaitu tadi karena pengelolaan lapangannya yang e sesuai. Artinya yang pertama dari sisi ketepatan waktu, kualitas bangunan, ketepatan waktu itu saya utamakan yang pertama untuk menguntungkan pihak klien kita dan kita juga untuk profitnya akan lebih tinggi. Artinya apa? Waktunya lebih cepat yang harusnya 8 bulan misalkan jadi 6 bulan sisanya itu kan suatu keuntungan juga. Jadi untuk profit memang saya kira kalau kita bermain di bidang kontraktor ya mohon maaf kalau setiap kontraktor punya cara masing-masing untuk profit berapa persentase juga tergantung kontraktor bermain di proyek tersebut. Artinya bermain itu dia bisa mengondisikan semaksimal mungkin yang penting amanah, yang penting sesuai, bahkan kualitasnya bagus itu justru malah untungnya lebih bagus daripada kita bermain-main. Artinya kalau kita misalkan ya mohon maaf kita kualitasnya tidak utamakan, pakai sembarangan, penginnya ngirit. Contoh ya, ada banyak itu penginnya ngirit bayar tukang murah misalkan hasilnya malah dua kali kerja profitnya enggak enggak nuntut malah. Benar seperti itu kira-kira 50% kalau kita main di interior saya pernah itu real. Kalau kita main di interior memang profitnya tinggi, profit tinggi, resikonya kecil dan kerjaannya cepat. itu interior. Jadi memang tergantung kita mau main di kontraktor di bidang apa nih interior. Kalau saya semua saya ambil memang pembangunannya interior. Kebetulan di komunitas kita sekarang banyak sekali ada yang memang mau mendalami di interior. Jadi kita punya proyek bangunannya tim kita bisa interior. Monggo kita saling sharing seperti itu. Kira-kira kunci sukses keberhasilan saya ya di sini kita jujur lalu kita harus amanah ya Mas ya. suka berbagi. Artinya berbagi itu dalam hal apapun. Di proyek pun saya suka berbagi pada mandor semua. Jadi ee amanah, jujur berbagi dan kuncinya ya itu tadi pantang menyerah. Lalu kita harus bisa menjadi mitra pembangunan terpercaya buat klien-klien kita. Jadi kepercayaan tadilah kunci sukses seperti itu kira-kira tidak ada yang lain. Kalau kita kunci suksesnya karena modal artinya kita bukan terdidik dari suatu hal yang biasa. Kalau kita punya modal banyak, Mas, punya modal misalkan punya modal banyak nih, itu hal yang biasa. Kalau kita tanpa modal, kita bukan siapa-siapa jadi orang sukses itu kan yang utama dan itu orang yang cerdas. Artinya kuncinya itu tadi kepercayaan kita, jaga hubungan yang baik, lalu amanah dan kualitas yang kita utamakan. Seperti itu kira-kira. Kalau teman-teman ingin jadi seorang kontraktor ya yang harus dipersiapkan yang pertama adanya perencanaan atau di sini ada manajemen proyek sebagai kontraktor itu wajib. Karena apa? Karena kontraktor manajemennya amburadol acak-acakan pasti ending proyeknya juga seperti itu. Tapi manajemen proyek hanya tertulis hanya sebagai gambaran untuk implementasi lapangannya itu yang terpenting. Bahkan saya yakin banyak teman-teman saya kontraktor juga ngeluhnya di SDM lapangan karena memang ya itu tadi motor penggeraknya itu dari tukang-tukang tadi. Kalau manajemen kita bagus, harga kita bagus, tapi pengelolaan lapangannya, MSDM-nya tidak berkualitas, hasilnya ya yang mungkin tadinya untungnya harus 30 jadi 10 bahkan 5% bahkan ya, Bak. Seperti itu kira-kira. Jadi intinya ya itu tadi manajemen harus yang betul-betul perencanaan yang matang. Bahkan di lapangan itu untuk kontrolling pengawasan itu utama. Banyak sekali ee di lapangan kita kontrolnya kurang, kita strateginya tidak sesuai, akhirnya lost di situ. Banyak sekali. Jadi munculnya komunitas ini memang saya memberikan pembelajaran di situ, Mas. Biar teman-teman di sini yang berkecimpung di bidang kontraktor, dia enggak mengalami hal yang ee merugikan. Akhirnya rugi dan boncos. Itu isi construction heck. Di sini kita tuh membuka wadah untuk saling berbagi ilmu, bagi pengalaman di sini. Lalu saya sebagai mentor di sini bisa memberikan pendampingan pembelajaran teman-teman yang banyak kalangan di sini ya. ada dari pedagangnya, ada pengusaha, developer. Bahkan kemarin ada beberapa dari TNI, terus dari kalangan dokter juga ada kita. Jadi kita memberikan ilmu, lalu kita memberikan mentoring, kita memberikan ee pendampingan sampai ee teman-teman kita ini menjadi kontraktor yang sesuai harapan dan menjadi cita-cita itu tercapai seperti itu kira-kira. Ya, saya tuh kan suka berbagi ya. Jadi dari pengalaman, dari mungkin ilmu yang saya punya, saya tuh ingin berbagi ke teman-teman semua atau mungkin e saudara-saudara kita yang mungkin pernah melakukan usaha terus dia di situ mengalami kegagalan. Siapa tahu barangkali ya dengan adanya komunitas ini construction hack bisa membantu untuk bangkit lagi. Satu karena apa? Karena saya pernah merasakan seperti itu. Saya pernah merasakan gagal. Jadi apa salahnya saya berbagi dan di sini saya juga punya kunci, Mas. Artinya saya kuliah lama nih, saya kuliah lama. Ternyata memang kalau kita punya strategi, kita punya cara tanpa kuliah pun harusnya bisa. Kalau saya pahami saat ini ya, kalau orang awam tidak mungkin tahu karena kan saya tahu sejarah saya sendiri. Ternyata tanpa kuliah harusnya kalau kita punya cara, kita punya bagaimana ee mendalami ini bisa. Nah, di sini saya berbagi untuk waktu yang singkat teman-teman bisa menjadi seorang kontraktor yang tanpa modal, bukan dari kalangan tertentu ya, jurusan tertentu seperti itu kira-kira. Dan komunitas ini memang saya bikin yang pertama saling menguntungkan ya. Artinya kita bisa saling kolaborasi. Komunitas kita ini di Construction Hack memang banyak dari kalangan macam-macam. Ada yang pengusaha, developer juga ada mungkin, terus pedagang juga ada di sini. Jadi mereka saling kolaborasi menarik sekali. Beberapa teman kita di komunitas ini ada yang mungkin dapat project dari teman kita juga. Nah, di sini saya sendiri sebagai yang membuat komunitas ini bisa memberikan pendampingan teman-teman kita yang lagi belajar di bidang kontraktor saya dampingi sampai dia benar-benar menjadi kontraktor yang menjadi harapan seperti itu. Kira-kira dulu member kita juga kalau mungkin teman-teman ngelihat tukanginsinyur.id itu dulu portofolio dari kita semua. Sampai sekarang dia maju bahkan nilai proyeknya miliaran. Sekarang dia lagi fokus kerja villa di daerah Cisaruah Bogor. Luas tanah itu 4.800 m. Vila-villa berikut ada glamping dia bikin dan dia sampai saat ini eksis. Itu jadi satu contoh gambaran. Ada juga lagi yang pemula. Pemula beliau itu seorang dokter. Istrinya yang suaminya seorang pembisnis di advertising. Karena dia sering main iklan-iklan gitu kan. dia ikut jadi construction ini dia coba, "Pak Inki, saya butuh portofolio." Oke, saya bagi portofolio karena kan di Construction ini memang kita berbagi portofolio saya sampaikan untuk di iklan dalam waktu 2 minggu 11 orang itu telepon yang lima ngajak ketemu yang tiga deal. Itu benar itu Mas. Dan sekarang yang pertama kali setelah deal dia ngajak saya untuk pendampingan ketemu klien beliau karena memang beliau kan awam. saya nerangkan akhirnya deal dia pembangunan saya dampingi seperti itu sampai dia itu menguasai ilmu tersebut. Banyak sekali sebenarnya cita-cita di sini bahkan yang tadinya kontraktor juga menjadi komunitas kita. Yang tadinya kosong tidak ada kerjaan, sekarang ada kerjaan beliau karena di komunitas kita ini memang saling berbagi seperti itu kira-kira. [Musik] Harapan saya bagi penonton ya, apapun bisnis ini memang kita harus lakukan dengan serius, kita telateni lah ya. Tapi buat teman-teman juga yang mungkin di bisnisnya lagi mengalami penurunan atau mungkin kegagalan dalam berbisnis, mungkin tertarik di bidang kontraktor bisa nanti teman-teman mungkin bergabung di komunitas kita ya yang mungkin bisa memberikan gambaran, memberikan pengalaman ilmu-ilmu dan pembelajaran bisa menjadi seorang kontraktor. Nah, di sini tentunya komunitas ini memang kita untuk berbagi, berbagi ilmu, berbagi pengalaman. Bahkan berbagi projek juga ada di sini. Dan sampai ke depan pun, sampai kita tua pun kita masih bisa melakukan bisnis ini. Artinya kita tidak terpacang ke umur. Kalau kita kerja di suatu perusahaan kan kita sudah ada umur sekian, sudah capek seperti itu. Kalau di kontraktor enggak. Bahkan kita kalau sudah ketemu jalannya kita autopilot bisa juga. Artinya kita punya proyek di luar kota, di luar pulau, kita di posisi di daerah yang berbeda. Kita bisa memantau, kita bisa kontrolling dan lain-lain. Mengajikan sekali di kontraktor ini. Mungkin semua teman-teman tahu ya, setiap tahun, setiap saat tuh ada selalu pembangunan, tidak pernah berhenti. Saya yakin apalagi yang di daerah-daerah pasti ada pembangunan terus. Dan ayo kita berbisnis di sini. apapun itu bisnisnya ya intinya harus berusaha semaksimal mungkin lalu fokus dan saya kira mudah-mudahan semua teman-teman bisa sukses seperti yang menjadi hadapan. Kira-kira seperti itu kira-kira buat teman-teman yang ingin berbisnis di bidang kontraktor peluangnya ini sangat besar sekali. Kalau kita bisa belajar bersama kenapa tidak manfaatkan peluang saat ini juga kita bisa gabung bersama. Ini naik kelas versi saya. Temukan naik kelas versimu. [Musik]